MENDIDIK ANAK DI ERA GLOBAL – ALKITAB MENGANUT DISIPLIN ROTAN


Mendidik Anak di Era Global

ALKITAB MENGANUT DISIPLIN ROTAN

Rotan didapat dari kemoceng yg dibuang bulunya

Rotan didapat dari kemoceng yg dibuang bulunya

Lepaskan bulu dgn cutter

Lepaskan bulu dgn cutter

Rotan kasih letakkan di tempat khusus

Rotan kasih letakkan di tempat khusus

Di sebuah paku tertentu

Di sebuah paku tertentu

Pendahuluan

Tugas kita para orang tua pada zaman ini adalah menyiapkan sebuah generasi baru yang akan menyambut kedatangan Tuhan Yesus ke dua kali, generasi yang akan ‘mewarisi negri’ dan generasi yang akan mengambil alih bangsa dan zaman ini. (Membangun Generasi Baru, Pdt Ir Jarot Wijanarko, hal 8)

Anak-anak dalam Alkitab

(diintisarikan dari buku: Membangun Generasi Baru, Pdt Ir Jarot Wijanarko)

  1. Samuel adalah seorang nabiyang dipakai oleh Tuhan secara luar biasa karena:
    • Dilahirkan dari doa seorang ibu (hana)
    • Dibesarkan dengan jubah dari orang tua, jubah melambangkan gambar diri yang terbentuk dari cara orang tua mengarahkan Samuel untuk menjadi seorang pelayan.
  2. Yoas, Raja (Dalam PB, Raja sering disebut juga Rasul) sejak kecil (2 Raja-Raja 11:21-12:1,2)Yoas adalah raja yang memerintah sejak umur 7 tahun. Sejak bayi hingga berumur 7 tahun, Yoas tinggal di bait Allah dan hidup dari Firman Tuhan terus-menerus.
  3. Yohanes Pembabtis adalah penginjilyang penuh Roh Kudus sejak dalam kandungan, karena:
    • Orang tuanya adalah orang yang hidup takut akan Tuhan, dan adalah orang tua yang dipenuhi Roh Kudus (luk 1:5-6, Luk 1:41, Luk 1:67)
    • Dijaga kekudusannya sejak dari kandungan (Luk 1:15) Didikan dimulai sejak dari kandungan
  4. Timotius menjadi seorang pengajar kitab suci yang handal, karma sejak kecil dididik mengenal Firman Tuhan ( II Tim 3:15)
  5. Yesus, adalah gembala yang penuh dengan hikmat sejak kecil. Yusuf dan Maria sangat mentaati Firman Tuhan, taurat Musa, dalam mendidik Yesus, dan dalam umur 12 tahun, Yesus dapat bersoal jawab dengan ahli-ahli taurat. Yusuf adalah seorang laki-laki yang sangat menguasai diri (Mat 1:25), sedangkan Maria adalah seorang hamba Tuhan yang penuh dengan penyerahan hidup (luk 1:38)

Pemulihan dimulai dari orang tua

Berbicara mengenai menjadi orang tua yang baik bagi anak-anak, kita   mesti mundur ke belakang dan menanyakan satu pertanyaan yang            penting sebelum membahas banyak hal, “Apakah kita sebagai orang      tua sudah dipulihkan?” Pemulihan anak tidak bisa dilepaskan dari pemulihan orang tua. Orang tua yang mau anak-anaknya berubah, harus dimulai dari dirinya sendiri.

Ada beberapa pintu yang harus ditutup di belakang kita, yaitu:

  1. pintu penolakan dan takut ditolak.

Tuhan Yesus tidak pernah menolak anak-anak, melainkan                                 menyambut mereka (Mrk 10:14). Ada orang tua yang menolak           seorang anak karena masalah jenis kelamin, anaknya sudah banyak,      jarak umur yang terlalu dekat dengan kakaknya, atau bahkan jarak       umur yang terlalu jauh, anak yang dilahirkan dalam usia tua, atau            anak yang dilahirkan di luar pernikahan, masalah ekonomi dlsb.

Yefta adalah anak yang tertolak, sebenarnya Tuhan tidak menuntut       Yefta bernasar, tetapi orang yang tertolak selalu ingin diterima dengan             cara-cara yang tidak perlu (Hak 11). Paulus ingin diterima dari             penolakan dengan cara punya kebanggaan yang semu (ibrani asli,         disunat hari ke 8, penganiaya jemaat, hokum taurat dsb), tetapi ketika            Paulus dipulihkan dia tidak lagi membutuhkan penerimaan dari   manusia bahkan dia menganggap semua kebanggaannya itu sampah   karna pengenalannya akan Kristus. Daud adalah anak yang tertolak      (Maz 27:10), anak yang tidak diperhitungkan keberadaannya, tetapi di     padang penggembalaan Daud dipulihkan dengan cara berhubungan   erat dengan Tuhan.

  1. pintu trauma masa kecil
  2. pintu kegagalan masa lalu
  3. pintu ketakutan dan kekawatiran
  4. pintu pola salah asah dari orang tua
  5. pintu kutuk keturunan
  6. pintu luka-luka batin, minta dipulihkan oleh Tuhan (Maz 139:8)
  7. pintu trauma prenatal minta Tuhan memulihkan rekaman-rekaman yang rusak Maz 139:13-16
  8. dll

Dirikan metsbah keluarga di rumah saudara.

Orang tua harus hidup benar

Tuhan berjanji jika kita hidup benar (Maz 37:25), maka anak cucu kita tidak akan meminta-minta roti / hidup berkekurangan.

Apa itu hidup benar?

  1. bayar perpuluhan (Mal 3:10)
  2. jangan berhutang (Rm 13:8, Ams 22:7)
  3. hidup oleh iman (Rm 1:17)

Contoh; janda yang berhutang, anaknya akan menjadi budak atau keluar dari hutang karena muzizat (2Raj 4:1)

Prinsip Mendidik Anak

Pendidikan anak tidak dapat diserahkan sepenuhnya pada pihak sekolah atau pihak gereja. Pendidikan anak-anak adalah tanggung jawab orang tua dan harus dimulai di rumah. Rumah adalah sekolah dan gereja yang utama bagi anak-anak dimana anak-anak mendapatkan banyak hal yang tidak didapatkan di gereja dan di sekolah.

Sifat anak-anak pada dasarnya adalah bodoh Amsal 22:15 Kebodohan bukan dari otak atau IQ-nya tetapi kebodohan yang berasal dari hatinya. Kebodohan harus diatasi dengan disiplin.

Kitab Amsal menjelaskan tiga cara melatih atau mendisiplin seorang anak:

  1. dengan tongkat Amsal 13:24  Tongkat akan menyingkirkan kebodohan dan pemberontakan dari anak anda. II Sam 7:14, Amsal 14:3, Amsal 23:13-14 berbicara bahwa Tuhan memakai rotan untuk mengilustrasikan pendisiplinan-Nya pad umat-Nya dan Tuhan menganjurkan kita menggunakan rotan, bukan tangan.
  2. cara utama adalah dengan perkataan Amsal 13:1; 15:5
  3. lingkungan akan dipakai Allah untuk turut mendidik anak kita Amsal 30:17

Berbicara khusus mengenai pukulan:

Memukul dalam bahasa alkitab tidak berarti meninju anak atau melempar tubuhnya dengan sebuah benda. Memukul di sini berarti

  • memukul dengan rotan/tongkat
  • memberi pukulan di pantat
  • diterapkan dengan benar
  • tidak bertujuan untuk menimbulkan luka fisik, melainkan untuk mengoreksi sikap hati. (Ibr 12:11)
  • Perhatikan II Sam 7:14, Amsal 14:3, Amsal 23:13-14

11Peraturan untuk disiplin yang berhasil

  1. gunakan alat yang tepat Ams 29:15, 13:24 ; 22:15, 23:13-14 . Rasa sakit saat didisiplin akan membawa anak pada pengertian bahwa upah dosa adalah maut. Ams 20:30 pukulan dapat membersihkan lubuk hati
  2. Anda sendiri harus selalu dalam keadaan terkendali, penerapan pukulan bukanlah suatu kesempatan untuk melampiaskan frustrasi, ketegangan ataupun amarahnya sendiri, Yak 1:20
  3. Jangan menunda untuk mendisiplin Pngkh 8:11, Ams 19:18
  4. Pastikan bahwa anak tahu apa yang menjadi kesalahannya sebelum ia didisiplin. II Sam 12, Tuhan menegur Daud lewat nabi Natan. Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, Ams 28:13
  5. Posisikan anak dengan posisi yang tepat. Amsal 15:10 , pilihlah bagian pantat yang empuk. Jangan menyentuh bagian wajah sama sekali dalam mendisiplin misalnya dengan menampat, menjewer, menyelentik mulut, dlsb, hal ini akan merusak gambar diri anak-anak.
  6. Katakan prilaku yang buruk, bukan ‘anak yang buruk’. Koreksi yang baik harus mendatangkan perubahan, setiap koreksi harus beralasan, misalnya “dasar anak nakal, tak tahu diuntung !” itu bukan koreksi yang baik karna menyerang pribadi anak, bukan prilakunya, contoh yang benar adalah “seharusnya kamu belajar taat! Tuhan senang jika kita taat!”
  7. Selamatkan harga diri anak anda. Katakan tujuan anda adalah agar kesalahan yang sama tidak terulang lagi, nyatakan keyakinan anda bahwa anak anda dapat berubah. Katakanlah bahwa disiplin ini adalah terpaksa karma kasih saudara kepadanya. Peluk dia kembali.
  8. Memuji di hadapan umum, mendisiplin secara pribadi
  9. Ajak anak meminta ampun kepada Tuhan dalam doa dan membereskan langsung masalah-masalah yang berkaitan dengan orang lain.
  10. Pendisiplinan menggunakan rotan hanya sampai anak berumur 7 tahun saja, selebihnya anak-anak didisiplin dengan sangsi, misalnya jika melanggar peraturan, disangksi tidak mendapat uang jajan selama 2 hari, atau tidak boleh melihat kartun kesayangannya selama 2 hari, dst. Mengapa setelah usia diatas  tahun, tidak diterapkan disiplin rotan lagi? karna setelah umur 7 tahunanak-anak dapat diberi pengertian mengapa ini tidak boleh, mengapa itu tidak boleh, dst. Sedang anak di bawah 7 tahun, yang dibutuhkan dari mereka hanya ketaatan mutlak, tanpa perlu kita menjelaskan panjang lebar mengapa ini tidak baik, mengapa itu baik.
  11. Ada kondisi-kondisi dimana anak tidak boleh didisiplin
    • Kekanak-kanakan
    • Kekurangmampuan
    • Kecelakaan
    • Informasi yang tidak lengkap
    • Pelampiasan kemarahan semata-mata dari orang tua
    • Peraturan belum disepakati/ diketahui  bersama baik secara lisan maupun tertulis
  1. Dua hal yang harus dikenai disiplin:
  • Ketidaktaatan yang disengaja
  • Sikap yang salah.

Ef 6:1, ketaatan kepada orang tua membawa anak taat kepada Tuhan juga. Isu-isu        terpenting dalam pendisiplinan anak adalah : Mikha 6:8, Pengk 12:13

Ketaatan meliputi :

  • Berlaku adil
  • Hidup dengan berpegang pada perintah-Nya

Sikap2 yang benar meliputi:

  • Mencintai kebaikan
  • Rendah hati
  • Takut akan Allah

Apa arti taat?

  • Ketaatan sepenuhnya, bukan sebagian
  • Dilakukan dengan segera, tidak ditunda-tunda
  • Melakukan dengan sukacita

Orang tua harus memiliki 6 hal ini agar Firman Tuhan yang telah diajarkan ini dapat menetap dalam diri anak-anak:

  1. otoritas, Amsal 13:24, Amsal 22:15., Amsal 29:15 Gantikan kebodohan anak dengan hikmat Tuhan. Anak yang terlalu dimanja dan kurang otoritas akan sangat menyedihkan. Ingat anak-anak Eli
  2. kasih sayang, dekap dan belailah anak anda, anak membutuhkan kasih yang diungkapkan, diucapkan dan dinyatakan. Disiplin tanpa kasih sayang akan membuat anak menurut hanya saat kita ada di depan mata, dan itu tidak akan mengubah hati. Tetapi kasih sayang tanpa disiplin akan membuat anak tidak bijaksana. Dua hal ini yaitu otoritas dan kasih sayang harus berjalan seiring.
  3. persetujuan
  4. penerimaan

persetujuan dan penerimaan adalah hal yang sangat penting. Seorang     anak yang diterima di keluarganya tidak lagi mencari penerimaan di luar rumah. Puji anak anda jika dia melakukan sesuatu yang baik.          Bahkan ketika anak kita gagal, nyatakan penerimaan kita. Kita    menerima dia bukan karena prestasinya, tetapi karna kita mengasihi       dia. Allah membanggakan ayub di depan iblis. Dan 10:11 Tuhan 3            kali lewat perantaraan malaikat-Nya berkata kepada Daniel bahwa Tuhan menyayangi Daniel. Tuhan memberi perumpamaan talenta dan     berkata kepada hamba yang mengembangkan talentanya ‘baik sekali             perbuatanmu itu hai hambaku yang baik dan setia.’ Akan tetapi berhati-hatilah karena pujian yang berlebihan akan merusak anak I Raj 1:6

  1. pengajaran
  2. teladan

Apa tugas IBU ?

3 Fungsi ibu menurut I Tes 2:7 -8 adalah mengasuh, merawat, mengasihi

Memberi makanan rohani bagi anak-anak (Amsal 31:15)

Mengajar anak-anak takut akan Tuhan (Ams 1:7)

Ibu/Wanita diciptakan Allah untuk membangun hubungan

Tugas AYAH

3 Fungsi ayah menasehati, menguatkan hati (menanamkan pendirian/ prinsip-prinsip), meminta dengan sangat/ mendisiplin agar kita hidup sesuai dengan kehendak Allah. Ketiga hal ini sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter

Lukas 1;17, Mal 4:6, I Tes 2: 11-12

Fungsi ayah adalah mempengaruhi kelangsungan bumi, pelayanan terpenting dalam keluarga dipegang oleh seorang ayah/suami.

Ayah/ laki-laki diciptakan Allah untuk menjadi penghasil, pemecah masalah dan berprestasi.

Perhatikan Ulangan 6:7

Firman Tuhan harus diajarkan berulang-ulang dan didiskusikan

  • dalam perjalanan, kesempatan untuk mengaetahu banyak hal dengan banyak pertanyaan, anak membutuhkan informasi
  • di tempat tidaur, Firman Tuhan jadi pengantar tidur yang mengisi mimpi anak-anak dengan cerita alkitab.
  • Waktu bangun, mendiskusikan mimpi-mimpi
  • Tangan, berbicara mengenai pekerjaan kita
  • Dahi berbicara mengenai cara kita berpikir
  • Pintu rumah, artinya keluar masuk rumah firman Tuhan diajarkan
  • Pintu gerbang, artinya ketika jauh dari rumah sekalipun tetap dibekali Firman Tuhan

Perhatikan bahwa perintah mengajarkan ini didahului dengan perintah agar orang tua mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan. Urutan ini tidak dapat dibalik. Itu berarti ada dua hal penting yang Tuhan mau:

  • Orang tua mengasihi Tuhan (memberikan teladan)
  • Orang tua mengajarkannya kepada anak-anak.

Amsal 4:11 menulis ;

Aku mengajarkan jalan hikmat kepadamu, aku memimpin engkau di jalan yang lurus.Jalan lurus di dalam bahasa Ibrani berarti ‘jejak yang dibuat oleh kereta’. Kita adalah kereta-kereta yang meninggalkan jejak /teladan bagi anak-anak kita.

Menjaga anak-anak dengan Firman Tuhan,

Hadiah terbaik yang dapat kita berikan kepada anak-anak kita adalah karunia hikmat Allah. Sepeda baru akan segera usang dan rusak, tetapi prinsip-prinsip kebenaran firman Tuhan yang kita berikan anak menjadi hadiah yang bernilai kekal.

menanamkan Firman Tuhan pada anak-anak, mengajak anak-anak merenungkan Firman Tuhan, memutuskan apakah sesuatu dapat dilakukan atau tidak (menyaring). Maz 119:9, Yos 1:8, I Kor 6:12 Salomo dari kecil dididik untuk mencari hikmat (Ams 4:1 dst) oleh karena itu pada waktu Salomo menjadi pemimpin hikmat itulah yang pertama kali dimintanya daripada Tuhan. Batsyeba menjadi seorang penasehat dan pengajar yang baik bagi Salomo sehingga salomo menjadi seorang pemimpin yang berhikmat.

Tidak cukup anak hanya dapat membedakan apa yang baik dan yang tidak, tetapi perlunya melatih anak-anak untuk mengambil keputusan untuk taat akan firman Tuhan.

Mengajak anak berpikir positif (Fil 4:8)

Menangani anak-anak yang kehilangan figur ayah/ibu

Anak-anak yang kehilangan figure ayah atau ibu dapat ditanamkan konsep bahwa Tuhan ada di posisi sebagai ayah dan ibu (Maz 27:10). Timotius adalah anak yang dibesarkan tanpa figure ayah, ayahnya Yunani, tetapi Ibunya Ibrani, mungkin papa dan mamanya bercerai tetapi Paulus menjadi ayah rohani bagi Timotius. Gereja harus mengambil sikap terhadap anak-anak yang tidak punya figure

Manfaat membacakan cerita alkitab untuk anak-anak:

  • mendorong anak-anak mancintai buku alias gemar membaca
  • mampu mendekatkan hubungan orang tua dan anak-anak
  • menanamkan karakter ilahi melalui cerita alkitab
  • mengembangkan daya imajinasi anak
  • membagikan pengalaman hidup kita yang kaya dengan suka-duka, kegagalan- keberhasilan, manis-pahit, lucu-memalukan, dlsb.

Dengarkan dan tanggapi anak anda

Keengganan manusia untuk mendengar dan menangggapi orang lain, bisa menjadi batu sandungan fatal dalam hubungan antar sesama.

Orang tua harus selalu menyediakan telinga bagi anak-anak ketika mereka sedang bercerita atau bertanya. Orang tua harus bisa menjaga privacy atau rahasia anak, jangan bocorkan rahasia atau kelemahan anak pada teman-temannya atau orang lain.

Contoh: Musa masa kecilnya disembunyikan dan dilarang berbicara, akhirnya dia tidak siap menjadi pemimpin.

Memilih mainan anak-anak yang positif

  • pilih mainan anak-anak yang beraspek fisik, yaitu membuat anak bergerak baik secara motorik kasar maupun halus
  • pilih mainan yang beraspek kognitif atau kecerdasan, memancing daya imajinasi dan kreasi anak
  • pilih mainan anak-anak yang dapat menyalurkan emosi anak
  • pilih mainan anak-anak yang beraspek sosial dimana melalui permainan itu anak-anak dapat berinteraksi dengan teman-temannya, belajar memecahkan masalah dan belajar membuat aturan main bersama-sama

Perlunya diet TV keluarga

Jagalah jendela mata, telinga, dan hati dari anak-anak kita (Amsal 27:19-20, Mat 5:29, Mat 6:22, I Yoh 2:16, Amsal 2:2-6, 2 Tim 4:3-4)

  • Survey oleh Milton Chen, Ph.D (AS) bahwa anak-anak menghabiskan waktunya di depan TV rata-rata 4 jam sehari, 28 jam seminggu dan 1.400 – 1.800 jam setahun. Banyak juga waktu yang dihabiskan di depan TV?
  • Anak-anak yang teralu banyak di depan TV tidak memiliki lagi kesempatan untuk membuang energinya, sehingga energinya berlebihan. Pelampiasan kelebihan energi ini bisa dilampiaskan di perkelahian, dan lain-lain.
  • Acara TV yang negative kerap mengajarkan tentang kekerasan, percabulan, rumah tangga yang tidak harmonis, dunia mistis,perkataan kotor dan kasar, dll
  • Hasil penelitian membuktikan bahwa anak-anak yang senang menonton acara TV yang berbau kekerasan cenderung berprilaku agresif di ruang kelas maupun di tempat bermain, ketika berusia 19 tahun dan 30 tahun, lebih agresif lagi dengan kekerasan di dalam rumah tangga, pelanggaran lalu lintas,dll.
  • Dampingi anak-anak dalam menonton TV, diskusikan hal-hal negative dan positive dari sebuah tayangan, bandingkan dengan kebenaran Firman Tuhan
  • Diskusikan mengenai acara apa yang membangun dan acara apa yang tidak membangun.
  • Buatlah menu diet TV untuk seisi keluarga. Orang tua jangan memutar acara TV yang mana anak-anak tidak diijinkan menonton.
  • Ganti kegiatan nonton TV yang berlebihan bahkan kecanduan dengan kegiatan positif lainnya yang disebut home centered learning atau kegiatan belajar yang berpusat di rumah, misalnya mengerjakan pekerjaan rumah, membaca, bermain, berolah raga, tugas-tugas rumah, atau berekreasi bersama keluarga di luar rumah

Kasih sayang turut membentuk kecerdasan anak kita

Ada keterikatan erat anatara pembentukan otak anak dan perasaan dengan rangsangan yang diberikan, bahkan sejak dalam kandungan. Rangsangan yang bisa diberikan untuk perkembangan otak adalah mengajak berbicara dan mendengarkan musik.

Kenali anak anda

Periksalah tingkah laku anak anda, amsal 20;11. Dukung dan puji jika tingkah laku anak baik, tetapi tingkah laku yang buruk harus dibereskan dengan cara mendidik, melatih dan mendisiplin. Menjalin hubungan dengan anak sangatlah penting, karma pada akhirnya ketika anak-anak jauh dari kita yang tersisa hanyalah sebuah hubungan. Lihat cerita anak yang hilang, mengapa anak yang hilang meninggalkan rumah? Karna ia tidak mau terikat pada hokum, ia ingin bebas, tetapi pada akhirnya hubungan yang intim saat dia kecil dan yang dibina terus sampai bertahun-tahun itulah yang menggiring dia untuk pulang ke rumah Bapa. Salomo memiliki hubungan yang baik dengan Daud dan Batsyeba (Amsal 4:3) Hubungan Salomo dengan orang tuanya melahirkan keinginan yang kuat yang ditanamkan yaitu ‘berhikmat’. Itulah permintaan yang pertama kali muncul ketika Allah menawarkan hadiah kepadanya. Sekalipun salomo pernah keluar jalur, pada akhirnya dia tetap bertobat, karena satu hal; hubungan. Peraturan dalam rumah sangat penting, tetapi hubungan juga penting.

Miliki multifungsi tingkat hubungan dengan anak

  1. guru/pengajar
  2. sahabat
  3. teman
  4. konselor/penasehat/teman curhat
  5. pendidik
  6. pendoa (Hanna seorang pendoa bagi Samuel, ditengah krisis morah dan krisis rohani, Samuel tetap peka anan Tuhan dan hidup takut akan Tuhan, menjadi nabi yang berhasil)
  7. pemimpin/pendorong
  8. pemberi teladan
  9. imam
  10. wakil Allah di dunia bagi anak-anak

Bagaimana mengatasi anak yang sulit dikendalikan?

  • Tetap mengasihinya
  • Percayalah bahwa Tuhan sanggup mengubahnya
  • Berikanlah mereka Firman Tuhan
  • Dampingilah mereka untuk meyakinkan bahwa orang tua menyayanginya
  • Disiplinkan dia sesuai Firman Tuhan
  • Beri kesempatan kepadanya untuk berubah sesuai dengan kepribadiannya dan sesuai kehendak Tuhan. (FK-majalah Karmel No 4/TH2/1997)

Penuntun doa 31 hari (lihat lampiran)

Banyak pendoa-pendoa bagi anak yang mencetak keberhasilan hidup anak-anaknya lewat doa. Hana berdoa buat anaknya, ayub berdoa buat anak-anaknya, Daud berdoa buat anak-anaknya. Dalam Mazmur 72:20, Daud menulis’ sekianlah doa-doa Daud bin Isai’ Dari semua doa-doa Daud yang pernah dinaikkan, doanya yang paling akhir adalah untuk anaknya, Salomo yang sekarang menjadi Raja Israel. Pada ayat satu dan dua dari pasal 72 ini Daud berdoa agar Salomo dapat mengadili umat Tuhan dengan keadilan, dan ini digenapi, Salomo memerintah dengan adil dan penghakimannya diakui di segala penjuru dunia. Di ayat 7 Daud berdoa agar ada damai, dan digenapi bahwa pada pemerintahan Salomo, tidak ada lagi perang. Ayat 10 menjelaskan bahwa banyak raja-raja akan memberi persembahan, termasyuk Ratu syeba, dan ini pun digenapi, di ayat 17 doa Daud digenapi bahwa nama salomo menjadi sangat masyur bahkan sampai sekarang ini. Setelah Daud mati, isi doanya bagi anaknya pun tetap digenapi Tuhan. Doa-doa kita bernilai kekal dan supranatural. Kita pun dapat berdoa bagi anak-anak kita, sebut nama mereka dan berdoa bagi masa depan, jodoh mereka kelak, tuntut karakter ilahi dalam hidup mereka.

Multiple Intelligence (lihat lampiran)

GBI Tanjung, medio Agt 2004, Susan Grace, oley anugrah-Nya

Dari berbagai sumber

About these ads

4 thoughts on “MENDIDIK ANAK DI ERA GLOBAL – ALKITAB MENGANUT DISIPLIN ROTAN

  1. Adrian Palege berkata:

    Terima kasih ibu,,, sangat inspiratif & membangun. Memang di era globalisasi, modernisasi, dan serba instan yang menurut saya sangat mempengaruhi perkembangan dan gaya hidup saat ini apalagi dgn anak-anak, diperlukan filterisasi Alkitab bagi kita orang tua dan juga anak-anak kita. Sehingga kita bisa bertahan dgn jati diri kita sbg Pengikut Kristus bahkan mempengaruhi yg lain untuk masuk menjadi barisan pengikut Kristus.
    JBU & fam, karya dan tulisan ibu sangat memberkati saya dalam membangun keluarga saya.

    • terima kasih jug telah menyemangati saya. Doakan saya terus bisa jadi berkat buat Indonesia, dan generasi di bawah kita. Saya sendiri juga terus belajar untuk jadi orang tua yang baik buat 3 anak yang Tuhan percayakan. GBU too

  2. mahariani berkata:

    Haleluya luar biasa,saya sangat di berkati dengan artikel ibu,semoga dengan tuntunan ROH KUDUS saya dan suami dapat melaksanakannya,trimakasih.JBU

    • Terima kasih untuk komentar ibu, segala pujian dan hormat hanya bagi TUHAN, Raja di atas segala raja yang memberi kita roh hikmat dan wahyu untuk mendidik anak dengan cara Alkitab. Mohon diseminarkan kembali di gereja ibu ya, ibu atau bapak yang jadi pembicaranya. Semakin banyak diberitakan, VISI Tuhan semakin cepat menyebar. Amin

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s