CERITA ILUSTRASI DARI KEHIDUPAN BINATANG- UNTUK KELAS KECIL (BAYI- TK)


SI SEMUT YANG RAJIN

Cerita Ilustrasi Bulan Januari 2010

(Untuk kelas Bayi, Batita, Balita)

Disadur dari Renungan Anak: Spirit Junior, Vol 39,  Jumat 02 Januari 2009

Sikap Hati: Rajin / Diligent

Untuk diketahui guru :

(diambil dari makalah seminar “Jenius Cara Alkitab”, sesi 7)

Salomo memiliki 5 dimensi kecerdasan, dan diantaranya adalah kecerdasan natural/ nature smart, dimana ia memahami dunia tumbuh-tumbuhan dan dunia binatang, hal ini dapat anda baca di I Raja-raja 4: 33

Dimensi kecerdasan Salomo:

1.      wordsmart; menciptakan 3000 amsal

2.      people smart; pandai menjalin hubungan politik luar negri, sehingga mendatangkan banyak upeti

3.      picture smart; Salomo mendesign sendiri Bait Allah dan istananya yang sangat megah I raj 6: 38

4.      music smart, karna salomo juga menggubah lagu sejumlah 1005 lagu ( I Raj 4: 32)

5.      nature smart , ahli flora dan fauna ( I Raja 4: 33)

Bacaan Guru

Amsal 6: 6-11

Cerita

Raja Salomo adalah seorang Raja yang paling bijaksana di seluruh dunia, dia seorang yang sangat pandai, dia suka memperhatikan kehidupan binatang dan tumbuh-tumbuhan. Raja Salomo menasihati kita agar kita meneladani si semut

Semut, badannya kecil, ia adalah binatang yang imut, Walaupun imut, badannya kecil, tetapi semut itu adalah binatang yang rajin, dan suka bekerja keras.

Semut tidak pernah duduk-duduk dan melamun, tidur-tiduran dan bermalas-malasan. Coba perhatikan kalau ada semut yang naik ke meja makanmu, pasti ia terus berjalan untuk mencari makanan.

Waktu seekor semut bertemu dengan sebutir gula, ia akan menggotongnya dan dibawanya ke sarang.

Semut tentu saja merasa capek juga, apalagi kalau sarangnya jauh, tetapi semut tidak malas, ia tetap membawa makanan itu ke sarangnya yang jauh itu.

Lalu kalau makanan yang diangkatnya itu terlalu besar….misalnya potongan roti, ia tidak berkata begini “ waaaaaaaaaaaaaah makanan ini terlalu besar……berat, malas ah aku, aku nggak jadi mengangkatnya ah….aku cari makanan lain yang lebih kecil aja ah….”

Tidak seperti itu, ia malah pergi memanggil kawan-kawannya, dan mengajak kawan-kawannya bekerja sama untuk memikul roti yang berat itu. Dan kawan-kawannya pun mau

“Bantu aku mengangkat roti besar di sebelah sana ya….?”
”baiklah…..aku pasti Bantu, yook kita ke sana…”

Betapa luar biasa ya semangat si semut itu, semut tidak memikirkan dirinya sendiri, Ia mencari makanan bukan untuk dimakan sendiri, melainkan ia mencari makanan untuk seluruh bangsanya yang tinggal di sarangnya.

Naaah adik-adik, mulai sekarang kita mau rajin seperti semut.

Kamu bisa Bantu mama menyiapkan sendok dan garpu untuk makan seluruh keluarga. Kamu juga bisa bantu membuang sampah pada keranjang sampah, sehingga tidak mengotori rumah. Kamu juga bisa bantu mama menyiram tanaman. Sehabis bermain jangan malas merapikan mainan, kembalikan mainan di tempatnya semula, sehingga rumah terlihat tetap rapi.

Kalau ayah dan ibu minta tolong kepadamu untuk mengambilkan baju adik di almari, lakukan dengan sukacita, kita harus suka menolong orang lain seperti yang dilakukan semut, mereka mau saling menolong dan bekerja sama.

Jangan mau kalah sama si imut semut ya….?

Ayat Mas:

Amsal 6: 6

Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakuknya dan jadilah bijak

=====================================================

BACAAN GURU (wajib dibaca guru)

BELALANG

Ayat kunci, Amsal 30; 27

Belalang yang tidak mempunyai raja, namun semuanya berbaris dengan teratur

Ayat ini tidak dapat dilepaskan kaitannya dengan Amsal 30:24-27

Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan:

Semut (ayat 25), pelanduk (ayat 26), belalang (ayat 27), dan cicak (ayat 28)

Ayat ini ditulis oleh Salomo, sang ahli flora dan fauna ( I Raj 4; 33-34), yang mana hasil penelitian Salomo ini menjadi standart ilmu pengetahuan mengenai flora dan fauna pada jaman itu ( I Raj 4: 35)

Dari ayat ini kita dapat kesimpulan bahwa, menurut Salomo, keistimewaan belalang adalah:

  • binatang terkecil di bumi
  • tetapi sangat cekatan
  • walaupun tidak mempunyai raja, namun semuanya berbaris dengan teratur

Belalang adalah binatang yang dipakai oleh Tuhan untuk mendatangkan hukuman/tulah / penghakiman

(Kel. 10:4-15;  belalang menjadi salah satu dari 10 tulah di Mesir

Ul. 28:38-42; belalalng merupakan salah satu dari daftar KUTUK atas bangsa Israel jika mereka tidak taat akan Firman TUHAN

I Raj. 8:37;  serbuan kawanan belalang merupakan salah satu daftar  tulah/ penderitaan yang didaftarkan oleh Salomo dalam doanya

Yl. 2:1-11. Tulah belalang akan Tuhan kirimkan, jika umat-nya tidak bertobat.

Seperti apakah sebenarnya belalang itu?

1.      Yesaya 40 :22. Menggambarkan belalang sebenarnya hanyalah binatang yang kecil

2.      Amsal 30:24-27, bahkan Salomo mengkategorikan belalang sebagai binatang terkecil di bumi

3.      Bilangan 13: 33. Menggambarkan belalang sebenarnya hanyalah sesuatu yang tidak penting, dan tidak berharga, kecil, tidak berdaya, tidak punya kekuatan.

4.      Belalang binatang yang lemah sehingga dapat ditangkap manusia, dimasak bahkan dijadikan makanan kecil/camilan. Imamat 11: 22 Belalang dapat dimakan dan termasuk jenis makanan lezat . Orang memasaknya dalam air dengan digarami. Belalang juga dapat dicampur secara kering dan digiling pada gandum roti. Oleh karena roti demikian itu rasanya pahit, maka orang menambahkan madu padanya. Cara yang paling populer untuk menyiapkan belalang untuk dimakan ialah mengeringkannya, menaruhnya dalam kantong. Bila ada tamu datang, kantong dengan belalang kering itu diletakkan di meja dan tamu dapat mengambil saja dan memakannya sebagai makanan kecil. Yohanes pembabtis memakan belalang sebagai makanannya  Matius 3:4 , Markus 1:6 Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan.

Walaupun SEEKOR belalang binatang yang kecil dan tidak penting, apa sebenarnya keistimewaan dari KAWANAN belalang ini?

Amsal 30:24-27

  1. CEKATAN Amsal 30:24-27, artinya bekerja dengan cepat, tidak berlambat-lambat.
  1. LETAK KEKUATANNYA HANYALAH TERLETAK PADA GIGI DAN TARINGNYAYoel 1: 6
    1. GIGI BELALANG BAGAIKAN GIGI SINGA
    2. TARING BELALANG BAGAIKAN TARING SINGA BETINA
  1. KAWANAN BELALANG  HIDUP BERKELOMPOK DAN KOMPAK SEBAGAI SUATU TEAM Amos 7: 1, Yesaya 33:4, Hakim 6:5
  1. KAWANAN BELALANG BERBARIS DENGAN TERATUR WALAUPUN TIDAK MEMPUNYAI RAJA Amsal 30:24-27 Walaupun tidak punya raja di sini artinya, bekerja walaupun tidak diperintah atasan, tidak diawasi atasan, tidak dibawah ancaman hukuman dari atasan, tetap bekerja dengan inisiatif yang tinggi, dan disertai etos kerja yang tinggi

·        KAWANAN BELALANG ADALAH BINATANG YANG BERJALAN DALAM BARISAN. Yoel 2:20 SEDEMIKIAN RAPINYA BARISAN BELALANG INI SANGGUP MEMBUAT SINAR MATAHARI PAGI TERTUTUP BARISAN MEREKA SEHINGGA AREA ITU MENJADI GELAP. Yoel 2:2 Kawanan belalang kalau menyerbu suatu tempat dapat membuat tempat itu gelap gulita. Jutaan belalang yang berkumpul sanggup menghitamkan jalan, halaman, tempat-tempat terbuka, bahkan langitpun seakan tertutup awan hitam saat belalang beterbangan.

  1. KAWANAN BELALANG MEMILIKI KEKOMPAKAN DALAM SEBUAH KELOMPOK BESAR Yoel 1:6
    1. BANGSA YANG KUAT
    2. BANGSA YANG TIDAK TERBILANG BANYAKNYA
    3. DENGAN PEMBAGIAN TUGAS, KAWANAN BELALANG DAPAT MENJADI TEAM YANG TANGGUH DALAM MENUNTASKAN TUGAS . Yoel 1: 4, dikemukakan di sini ada 4 jenis belalang, jenis belalang yg berbeda-beda. Atau belalang pada lahap yg berbeda-beda dalam perkembangannya belalang pengerip (GAZAM – dari akar kata yang berarti ‘memotong’
  • belalang pindahan (‘ARBEH – berarti mendengung
  • belalang pelompat (YE’LEQ – barangkali dari akar kata yg artinya ‘menjilat’.
  • belalang pelahap (KHASIL – ) akar katanya berarti ‘memakan’
  1. KAWANAN BELALANG DIKATAKAN SEBAGAI TENTARA-NYA TUHAN  YANG BESAR.  Yoel 2 : 25 PASUKAN PASUKAN PENYERBU DIKATAKAN SEBAGAI TENTARA YANG BESAR
  1. KAWANAN BELALANG BEKERJA SAMPAI TUNTAS, Yoel 1: 4

a.       Wabah belalang hebat akan menyebabkan seluruh daerah pedusunan dan tumbuh-tumbuhan rusak, dan umat itu menghadapi kelaparan besar.

b.      Belalang-belalang yang bermigrasi makan tumbuhan apa saja. Kawanan besar belalang dapat menggunduli ladang, pohon, padang rumput, dan kehidupan tumbuh-tumbuhan apa saja yang ditemukannya dalam perjalanannya.

c.       Bacalah tentang pengrusakan hasil panen oleh belalang di Yoel 1:1-12. Orang Romawi menyebutkan serangga ini “pembakar lahan” karena kerusakan yang disebabkannya.

Fakta tentang belalang:

  • Rajin mencari makan. Belalang bergerak terus seumur hidupnya untuk mencari makanan. Serangga ini bepergian dalam kawanan yang besar dan menyebabkan banyak kerusakan karena kebiasaan makannya.
  • Panjang belalang tidak lebih dari 10 cm. Belalang yang berpindah tempat memiliki pangjang tubuh kira-kira 5 sampai 8 cm.
  • Ada dua jenis belalang, belalang sejati dapat terbang. Sayap-sayapnya dapat membawanya naik ke udara, di mana mereka melayang seperti pesawat terbang : pernah diketahui kawanan belalang yang melayang sejauh 160 km sebelum mendarat. Belalang sejati (locust) dapat terbang jauh, sedangkan belalang padi hanya “melompat-lompat” di tanah.
  • Belalang tahu saatnya beristirahat di malam hari, tetapi pada pagi hari belalang bekerja kembali mencari makan tanpa kenal lelah. Belalang mendarat pada waktu malam di pepohonan atau rerumputan. Pada saat matahari terbit, belalang itu berangkat lagi untuk mencari makanan.
  • Belalang tidak putus asa jika menghadapi rintangan, belalang menghadapi rintangan dengan cara bekerja sama dengan teman-temannya dan rela berkorban untuk teman-temannya.Bila belalang sampai ke sebatang sungai, ia berusaha untuk terbang melewati sungai itu. Jikalau arus angin tidak membawa kawanan belalang itu ke seberang, maka beribu-ribu belalang akan menjatuhkan diri ke dalam sungai, sehingga menjadi jembatan untuk belalang-belalang yang lain.
  • Asap api panas pun terkadang tidak dapat menghalangi kawanan belalang untuk menuju suatu tempat. Para petani telah mencoba banyak cara untuk memerangi kawanan belalang yang datang menyerbu; cara yang paling ampuh sepanjang berabad-abad ialah menyalakan api dengan harapan bahwa asap api akan membelokkan mereka ke kampung lain. Namun, cara ini tidak selalu berhasil.
  • Ada banyak jenis belalang, Menurut para rabi ada 800 jenis.
  • Belalang berpindah-pindah, tapi perpindahannya tidak terjadi pada musim tertentu dalam setahun atau pada masa selang yg pasti.
  • Kawanan belalang berpindah menurut arah angin, sebab kemampuan terbangnya hanya sedikit. Biasanya belalang menyusup ke Palestina melalui gurun Arab di bagian selatan atau tenggara.
  • Belalang betina bertelur dalam lubang-lubang tanah, yg digalinya dengan alat khusus.
  • Telur belalang menetas menjadi tempayak tanpa sayap, meloncat- loncat dan melalap segala tanaman yg dihinggapinya. Setelah melewati serangkaian pergantian bulu. Tumbuhlah sayap dan belalang terbang seperti awan di langit.
  • Pada setiap tahap perkembangan, belalang sama lahapnya.
  • Ada banyak laporan dari beberapa peneliti tentang kerusakan yg ditimbulkannya.

KISAH NYATA

SERANGAN HAMA BELALANG

Tidur nyenyak masyarakat Kecamatan Menukung terganggu dengan mimpi buruk yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Belalang atau buntak menurut istilah mereka sedang bersiap-siap mengajak perang. Berbaris rapi, bertumpuk-tumpuk di depan gerbang Kampung seakan-akan unjuk kekuatan sebelum esok pagi memulai penyerangan. Masyarakat takut, bingung, tak mengerti apa yang sedang terjadi. Mereka diam terpana, bulu kuduk berdiri, merinding, ngeri tatkala melihat mata-mata coklat jutaan buntak berkilat dikeremangan senja.

Pagi yang semestinya cerah oleh sapaan lembut sang surya telah berganti dengan awan hitam memenuhi angkasa raya. Awan hitam dari jutaan buntak yang berterbangan dan telah membunyikan kentongan perang mereka. Dalam hitungan menit satu persatu ladang masyarakat bersih. Tidak terlihat lagi rumpun-rumpun padi yang segar dan subur. Tanaman jagung yang tegak berdiripun tinggal tulang-tulang daun. Semuanya habis ditebas oleh tajamnya gigi buntak. Tidak hanya itu yang terjadi, daun-daun kelapa, bahkan tikar dan pakaian yang tertinggal di ladang juga habis dilalap makluk hidup kelas insekta [serangga] famili locusta [belalang] itu. Begitulah yang terjadi pada kedua puluh kampong di kecamatan Menukung kabupaten Melawi.

Sumber Bacaan:

Alkitab

http://www.sarapanpagi.org/belalang-vt2450.html

http://www.mavi-net.org/bursa-akal/hama-belalang/

http://alkitab.sabda.org/passage.php?passage=Yl+1:4+1:6+2:2+2:20+2:25#n2

KESIMPULAN:

Raja Salomo mengajak kita merenungkan, si seekor belalang kecil, lemah, mudah ditangkap bahkan bisa dijadikan makanan kecil/camilan. Tetapi lihatlah betapa luarbiasanya KAWANAN belalang yang walaupun hanya memiliki satu saja titik kekuatannya yaitu di gigi dan taringnya, bukan di tubuhnya yang kuat seperti Kuda atau sengat racun mautnya seperti ular, ataupun di keahliannya merubah warna tubuh seperti bunglon , tetapi dalam KEKOMPAKAN/ unity dan dalam team work yang solid/ yang mantap, kawanan belalang sanggup bekerjasama dengan kelompok besarnya dalam menuntaskan tugas serta menghadapi rintangan, bahkan pekerjaannya diselesaikan dalam barisan yang rapi, tidak saling berebut makanan, pekerjaannya pun cepat selesai karna dikerjakan tanpa berbantah-bantah dan menunda-nunda. Penduduk pun angkat tangan dan tidak tahu harus berbuat apa kalau mendapat serangan hama Belalang ini. Karna rintangan seperti apapun di depan mereka, mau itu sungai, atau asap api sekalipun dapat mereka atasi bersama-sama kawanan mereka.

INTI:

Mari belajar bekerja sama dalam kelompok dalam UNITY/ kesatuan hati

Ayat Penutup :

Hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. Filipi 2: 2-4

CERITA UNTUK ANAK

BELALANG YANG KOMPAK

(cerita fable/ binatang yang bisa berdialog)

(catatan; cerita fabel sah-sah saja, karna di Alkitab juga ditulis keledai yang bisa berdialog dengan Bileam)

Bacaan guru : Keluaran 10: 1-20

Lebih bagus lagi kalau guru menyewa kostum belalang di penyewaan kostum tarian.

Orang Mesir sangat jahat, menjadikan orang Israel sebagai budak mereka. Tuhan ingin membawa orang Israel keluar dari Mesir, tetapi Firaun, raja Mesir tidak mengijinkan orang Israel beribadah kepada Tuhan.

Akhirnya Tuhan memberikan hukuman-hukuman pada bangsa Mesir, dan pada hari yang ke delapan, Tuhan menghukum mereka dengan Tulah Belalang.

Tuhan (T)Kawanan belalang (KB)TKBTKBTKBTKB

T

KB

T

Keterangan:

KB

KB

KB

KB

KB

KB

KB

KB

T

KB
KB
KB
KB

KB

KB
KB
KB
KB

KB
KB
T

KB

T

KB

KB
KB
KB
KB
KB
KB
KB

KB
T

KB

T

Nada narrator

KB

KB

KB

KB

KB

KB

KB

KB

KB

KB

KB

KB

KB

KB

KB

Hai belalang-belalang…..besok kalian harus bersiap-siap……Bersiap-siap Tuhan?Iya…..kan kalian adalah tentara-tentara-Ku….pasukan-pasukan-Ku…!!Siap Tuhan !! Ke mana?Ke Mesir…..serbu seluruh daerah Mesir…..!!Kenapa kami harus ke sana Tuhan?Iya …kalau hari ini Firaun, raja Mesir itu tidak mengijinkan umat-Ku datang menyembah Aku…kalian semua para belalang harus datang ke sana untuk menjalankan hukumanKu atas orang-orang Mesir itu.Semua daerah Mesir Tuhan…?Iya….tapi khusus di Gosyen jangan diserbu ya…..karna di sana ada anak-anak-Ku , umat Israel.Tuh, dengarkan teman-teman…daerah Gosyen tidak boleh kita serbu….

Tapi Tuhan….Mesir itu jauh….mana bisa kami terbang sejauh itu?

Tenang…mulai malam ini sehari-harian dan semalam-malaman akan aku datangkan angin timur ke Mesir, sehingga besok pagi……

Dengan bantuan angin timur itu pagi-pagi berangkat ke Mesir dan kami bisa sampai di MESIR…..Tuhan memang hebat…! Tahu aja kalau kami membutuhkan bantuan angin untuk terbang ke suatu tempat….

Lha ya kan yang menciptakan kamu itu AKU. Ya jelas aku tahu toh…

(di bagian di bawah ini, guru bisa dengan agak ng’raph” atau setengah menyanyi, dengan suara berganti-ganti dari suara belalang satu ke suara belalang lainnya)

Itu berarti kami akan melewati beberapa sungai……

Nggak papa…kita harus bisa terbang melintasi sungai itu….

Iya kan sudah dibantu oleh Tuhan dengan adanya angina timur itu..

Oh iya ya…Siap Tuhan !

Bagaimana kalau seandainya orang Mesir itu berusaha mencegah kita dengan cara menyalakan api agar asap panasnya membelokkan kita ke       arah lain ….

Aaaaah itu sudah kuno….kita akan terjang terus…asap panas itu

Iya….kita harus sampai di MESIR, seperti yang Tuhan inginkan

Baik kalau begitu Tuhan…kami siap!

Aku tahu kog, kalu kalian pasti tidak akan menyerah menghadapi tantangan seperti apa pun juga…

“kami siap berbaris rapi”

“Kami akan menutupi permukaan bumi”

“Langit akan menjadi gelap karna kami terbang berbaris dengan rapi”

“Seluruh tanah akan kami penuhi dengan rapi, sampai tanah tak terlihat lagi”

“Semua daun-daun akan kami makan sampai habis”

“Buah-buahan juga akan kami sikat habis, nyam-nyam-nyam”

“Bahkan segala pohon akan kami makan “

“Pokoknya sampai tidak ada lagi warna hijau di tanah MESIR”

“Dengan gigi kami yang tajam dan kuat”

“Dengan taring kami yang luar biasa tajam seperti gergaji”

“Kami juga akan memasuki rumah-rumah”

Bagus…bagus sekali….!! Aku percaya bahwa kalian akan menjalankan tugas kalian dengan baik.

Berapa lama waktu kami Tuhan?

Ya sehari aja toh ya….

Hah sehari? Mesir itu kan luas sekali…?

Nggak papa Tuhan, kami akan bekerja dengan cepat

Kami tidak akan bertengkar selama kami bekerja

Kami tidak akan berebut makanan….

Kami akan berbagi tugas Tuhan

Baik, aku yang bagian memotong

Aku yang menjilat

Dan aku yang melahap serta memakan semuanya yang sudah kalian potong dan basahi

Tenang….aku yang akan mendengung memberi kalian semangat….

Aku percaya kalian pasti bisa menyelesaikan dalam waktu sehari saja….kan kalian binatang yang cekatan…bekerja dengan cepat, tidak bermalas-malasan…tidak menunda-nunda dan tidak suka bilang “sek…sek….sebentar lagi ah…”

Baiklah Tuhan….sekarang kami bersiap-siap, beristirahat dengan nyenyak…agar besok bisa menjalankan tugas kami dengan baik !!

Selamat bobok….

Malam itu Tuhanmengirimkan angin Timur meniup seluruh Mesir….huuuuuuuus wuuuuuuuuuuus wuuuuuuuuuuuuus

Besoknya pun pagi-pagi para belalang sudah bangun dan berangkat ke Mesir dibantu oleh angin timur itu.

Dan benar saja…..langit di atas Mesir begitu gelap gulita ditutupi oleh barisan belalang yang banyak sekali dan berbaris dengan sangat rapi. Bahkan tanah pun ditutupi belalang, rumah-rumah orang Mesir itu pun dipenuhi belalang.

Belalang itu mulai memakan daun,daun, batang pohon, sampai batang pohon yang berwarna coklat itu pun sampai berwarna putih, buah-buah pun dimakannya nyam nyam nyam…..rumput-rumput…dan semua yang hijau disikat habis sampai tidak ada lagi terlihat selembar daun pun.

Dalam waktu sangat singkat …seluruh Mesir itu pun tidak memiliki tanaman lagi, hanya di daerah Gosyen saya, para belalang itu tidak menyerang. Tugas mereka mereka lakukan dengan baik. Tuhan pun puas dengan hasil kerja para belalang itu. Tidak ada yang bertengkar, atau berebut mekanan atau bermalas-malasan dalam bekerja bersama-sama.

Akhirnya tugas belalang-belalang itu pun selesai….dan kita dengarkan yook percakapan antar belalang itu:

Iiiiiiiiih untung kita berhasil….?!

Maksudmu?

Tadinya aku takut kalau sampai di Mesir, kita ditangkap orang Mesir dan digoreng jadi kerupuk…..

Ya itu bisa terjadi kalau kita hanya berlima atau bersepuluh…kita ini yang berangkat milyardan lho….buaaaaaaaaaaaaanyaaaaaaaaaaaaaaak sekali…..tidak mungkin mereka mau menggoreng kita sebanyak ini…

Iya minyaknya seberapa….?

Ha ha ha ….wajannya seberapa …?

Iya tadinya aku juga berpikir….aku ini belalang jelek, tidak secantik kupu-kupu

Kecil lagi

Mudah ditangkap manusia

Iya kita tidak punya kekuatan seperti kuda

Dan tidak punya racun maut seperti ular

Atau pandai mengubah warna tubuh seperti bunglon…

Kekuatan kita hanya pada gigi kita yang sangat tajam seperti gergaji ini…

Kalian jangan berpikir seperti ini…walaupun kita ini kecil

Dan tampaknya tidak berarti

Kita kalau bersatu…kompak…bekerja bersama-sama….

Kita pasti menang….!!

Hore kita menang…

Menang……

Horeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee

Kita berhasil menyelesaikan tugas yang diberikan Tuhan pada kita….

Lihat tuh Tuhan tersenyum puas dengan kerja kita

Dan Tuhan tersenyum puas melihat kita rukun dan tidak bertengkar….

Nah adik-adik…..maukah kita mencontoh kehidupan belalang……? Walaupun belalang itu kecil, kekuatannya hanya di gigi, gampang di tangkap dan digoreng jadi krupuk, tapi karna mereka kompak, mereka bersatu, tidak suka bertengkar, melakukan tugasnya dengan baik, walaupun tidak punya raja/pemimpin…..mereka berhasil melakukan tugas mereka dengan baik, dan menyenangkan hati TUHAN.

Penerapan:

  1. jangan suka bertengkar dengan kakak/temanmu.
  2. belajarlah mengalah
  3. jangan malas membantu mama di rumah
  4. jangan malas membantu ibu guru di sekolah.

Untuk memudahkan guru bercerita,

  • Bacalah dulu bacaan awal
  • Bacalah bagian Alkitab di rumah, jangn langsung ke materi cerita
  • Kata-kata tidak perlu dihafal mati, pakai kata-kata anda sendiri
  • Dan saya beri rambu-rambu inti pembicaraan
    • Cerita pembuka tentang keadaan orang Israel di tanah Mesir.
    • Tuhan mengutus kawanan belalang untuk menghukum MESIR
    • Tuhan menjelaskan mengapa belalang diutus ke MESIR
    • Tuhan meminta Gosyen diperlakukan istimewa
    • Tuhan mengirimkan angin timur untuk menolong para belalang mencapai Mesir
    • Belalang memperhitungkan kesulitan-kesulitan yang mungkin mereka hadapi : sungai….asap api, dll
    • Pernyataan kesiapan belalang untuk melakukan tugas mereka; menutupi Mesir, memakan tumbuh-tumbuhan hijau, dst
    • Pertanyaan belalang berapa lama waktu yang diberikan- dan Tuhan yakin dengan kerja sama yang baik di antara mereka, mereka dapat menyelesaikan tugas itu dengan tepat waktu.
    • Mereka bertekad untuk rukun,
    • Mereka bertekad untuk membagi tugas masing-masing dengan baik.
    • Tuhan yakin bahwa mereka bukanlah binatang yang malas dan menunda-nunda
    • Narator- guru menceritakan peristeiwa keesokan harinya dan keberhasilan para belalang itu
    • Buat ending cerita bahwa ternyata setelah keberhasilan mereka, si belalang menyatakan ketakutannya di awal, takut digoreng orang Mesir, minder karna hanya belalang yang kecil, yang punya kekuatan hanya di gigi mereka, dlsb
    • Kesimpulan; mereka bisa menang dan berhasil karna mereka kompak dan menjaga kesatuan mereka.
  • Berlatihlah berdialog dengan berganti-ganti suara di rumah, beberapa kali putaran cerita, jangan hanya dibaca dalam hati.
  • Kalau perlu rekam di HP anda, dan dengarkan kembali cerita anda
  • Siapkan gambar belalang dari internet, atau siapkan kostum belalang dengan menyewa di tempat penyewaan kostum tarian
  • Jangan lupa menekankan kesimpulan dan penerapan yang sangat penting untuk ditanamkan pada anak-anak.

Ayat Hafalan anak:

Amsal 30: 27

belalang yang tidak mempunyai raja, namun semuanya berbaris dengan teratur

============================

Keterangan untuk Guru Sekolah Minggu:

  1. Bahan mengenai cicak ini terdiri dari dua bagian, bagian pertama UNTUK DIBACA GURU. (Bagian ini bukan untuk diceritakan pada anak-anak) Bagian ini sengaja ditulis untuk guru dapat memahami lebih dalam, baik secara tinjauan Alkitab maupun secara tindjauan ilmu pengetahuan.
  2. Bagian kedua adalah UNTUK DICERITAKAN PADA MURID. (bagian ini barulah diceritakan untuk murid-murid)

UNTUK DIBACA OLEH GURU DI RUMAH

CICAK

Amsal 30: 24, 28

Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan; Cicak yang dapat kautangkap dengan tangan, tetapi yang juga ada di istana-istana Raja.

Fakta tentang cicak

  1. Cicak adalah hewan reptile, yang biasa merayap di dinding atau pohon
  2. Cicak biasanya berukuran sekitar 10 cm
  3. Cicak yang dimaksud oleh Agur bin Yake kemungkinan adalah cicak berjenis cicak tembok (Latin Cosymbotus platyurus).
  4. Makanan cicak biasanya adalah serangga terutama nyamuk
  5. Cicak terkenal sebagai pemanjat yang ulung. Binatang yang satu ini mampu memanjat dinding tegak lurus bahkan merayap pada atap. Kemampuan ini dimiliki cicak karena ke-4 kakinya yang memiliki bulu-bulu halus yang mampu melekat pada permukaan apapun.
  1. Ekor cicak juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan. Para peneliti dari University of California, Berkeley baru-baru ini menemukan bahwa ekor cicak ini berfungsi sebagai penyeimbang pada saat cicak memanjat permukaan yang tegak lurus. Pada saat cicak terpeleset, ujung ekornya akan mendorong permukaan sehingga kepala dan bagian atas tubuh cicak tidak akan menjauh dari permukaan dinding.Dalam keadaan normal ekor ini akan menempel pada permukaan sehingga memberi cicak waktu sekitar 1/4 detik untuk melepas pegangan pada permukaan dan melangkah ke depan.Namun bila semua usaha sudah gagal dan cicak harus terjatuh, maka ekor ini akan berfungsi sebagai penyeimbang sehingga posisi jatuh cicak selalu dengan ke-4 kakinya terlebih dulu menyentuh tanah. Ekor cicak mampu membuat seluruh tubuh cicak berputar hanya dalam waktu 1/10 detik saja. Prinsip kerja ekor cicak ini rupanya juga telah diaplikasikan pada robot berkaki 4 yang memiliki kemampuan memanjat yang dinamai RiSE. Bahkan mungkin ke depannya, prinsip yang sama juga bisa diaplikasikan pada pesawat terbang.
  2. Cicak dapat memutuskan ekornya sendiri untuk mengalihkan perhatian lawan. Fenomena putusnya ekor cicak ini terjadi di saat cicak merasa terancam keselamatannya. Ekor tersebut dijadikan sebagai umpan agar si pemangsa beralih perhatiannya ke ekor tersebut. Ini disebut autotomi. Cicak jika akan dimangsa oleh predatornya maka akan segera memutuskan ekornya untuk menyelamatkan diri. Jika dilihat dari strukturnya, ekor cicak memiliki bentuk yang panjang dan lunak yang memungkinkan untuk bisa memendek dan menumpul. Ekor akan mengalami regenerasi bila ekor tersebut putus dalam usaha perlindungan diri dari predator/pemangsa. Jadi, autotomi merupakan perwujudan dari mutilasi diri. Ekor yang putus tersebut dapat tumbuh lagi tetapi tidak sama seperti semula. Setelah ekor cicak terputus, cicak tetap dapat hidup baik-baik saja.

Sumber Bacaan:

http://id.wikipedia.org/wiki/Cecak

http://myscienceblogs.com/kids/2009/02/21/ekor-cicak/

http://en.wikipedia.org/wiki/Flat-tailed_House_Gecko

PEMBAHASAN

  1. Lemuel, raja Masa, menuliskan bahwa cicak adalah binatang terkecil di bumi. Kalau berdasarkan penggolongannya, maka cicak termasuk binatang reptile/ melata yang tubuhnya berkisar antara 10 cm. Dinbandingkan dengan retile lainnya, seperti buaya, bunglon, komodo, tokek, dll, memang cicak adalah termasuk yang terkecil diantara reptile lainnya.
  2. Lemuel, raja Masa mengkategorikan Cicak sebagai binatang yang cekatan. Cicak adalah binatang yang bergerak dengan cepat, sehingga walaupun dapat ditangkap dengan tangan, tetapi hal tersebut tidaklah mudah. Dari hasil penelitian yang sudah kit abaca diatas, ternyata diketahui bahwa cicak itu sangat cekatan:
  • Dalam keadaan normal ekor ini akan menempel pada permukaan sehingga memberi cicak waktu sekitar 1/4 detik untuk melepas pegangan pada permukaan dan melangkah ke depan.
  • Ekor cicak mampu membuat seluruh tubuh cicak berputar hanya dalam waktu 1/10 detik saja.
  1. Cicak dikatakan oleh Lemuel…..tetapi yang juga ada di istana-istana Raja.

Biasanya di Istana, akan dikondisikan sebersih mungkin dari binatang yang dianggap mengganggu, misalnya: tikus, kecoa, nyamuk, rayap, lalat, cacing, dll. Tetapi anehnya, mengapa sampai di istana-istana Raja, cicak tidak dibasmi seperti binatang lainnya yang dianggap mengganggu? Karna:

    • Cicak justru menolong istana bebas nyamuk. (ini menggambarkan bahwa kehadiran cicak justru menjadi penolong, bukan pengganggu)
    • Cicak terkenal sebagai pemanjat yang ulung. Binatang yang satu ini mampu memanjat dinding tegak lurus bahkan merayap pada atap. Kemampuan ini dimiliki cicak karena ke-4 kakinya yang memiliki bulu-bulu halus yang mampu melekat pada permukaan apapun. Hal ini merupakan fakta , bahwa cicak dapat tinggal di istana- istana Raja, tidak perduli terbuat dari apapun bahan pembuat bangunan atap istana tersebut, mau dari emaskah, atau dari kayukah, atau dari tembokkah, tidak menjadi masalah bagi cicak. (ini menggambarkan bahwa cicak dapat beradaptasi di lingkungan manapun/ situasi seperti apapun)
    • Cicak selalu berusaha memanjat ke atas, dan dapat menempel di atas tanpa jatuh. Hal ini dikarenakan si cicak tersebut memiliki ekor yang dapat menjaga keseimbangan tubuhnya (ini menggambarkan bahwa cicak dapat terus naik ke atas dan dapat terus bertahan di atas, karena ia menjaga keseimbangan hidupnya) Seandainya cicak tidak tinggal di atas/tempat tinggi, pastilah ia turut dibasmi seperti binatang-binatang lainnya – kecoa, tikus, dll)
    • Cicak juga pernah jatuh, karna ia juga terkadang menemui kegagalan untuk menjaga keseimbangannya. Namun bila semua usaha sudah gagal dan cicak harus terjatuh, maka ekor ini akan berfungsi sebagai penyeimbang sehingga posisi jatuh cicak selalu dengan ke-4 kakinya terlebih dulu menyentuh tanah. (Ini menggambarkan bahwa walaupun si cicak ini jatuh, jatuhnya tidak akan tergeletak, seperti yang sering dialami oleh kecoa, yang kalau jatuh dengan kaki menghadap ke atas akan mengalami kesulitan untuk berbalik. Pada saat cicak jatuh, dengan posisi tidak tergeletak, dengan cepat dia akan naik kembali ke atas, oleh karna itulah, cicak sulit ditangkap)
    • Jika musuh menyerang, cicak tidak segan-segan melepaskan ekornya/ memutilasi dirinya, walaupun ekor cicak ini sebenarnya adalah bagian yang penting dari dirinya. Hal inilah yang membuat cicak menjadi binatang yang tidak mudah mati karna diserang musuh. Walaupun untuk itu sang cicak harus tetap menunggu proses tumbuhnya kembali ekornya. ( Ini menggambarkan bahwa si cicak mau melepaskan haknya, untuk dapat bertahan hidup, dan untuk pelepasan hak ini, membutuhkan proses yang cukup memakan waktu)

RHEMA YANG KITA DAPATKAN:

Terkadang hidup kita seperti Cicak, yang kecil, tampaknya tidak berarti, namun demikian Tuhan dapat mengangkat kita yang kecil ini, menjadi penghuni Istana-istana Raja yang megah. Artinya Tuhan sanggup mengangkat kita

‘wong cilik’, kalau kita mau menerapkan prinsip cicak dalam hidup kita.

Apa itu prinsip cicak?

1.      meskipun memberi kontribusi yang tampaknya kecil, yaitu memakan nyamuk, tetapi barangsiapa setia perkara kecil, akan diberi kepercayaan perkara-perkara yang besar

2.      Tuhan ingin, kita dapat beradaptasi dengan lingkungan/situasi seperti apapun, tidak mudah mengeluh/ bersungut-sungut/ menuntut/ memberontak

3.      Jika sudah dibawa Tuhan naik di posisi atas, kita harus tetap menjaga keseimbangan kehidupan, prioritas utama tetap TUHAN, prioritas kedua KELUARGA, prioritas ke tiga PEKERJAAN/PELAYANAN, prioritas ini dan keseimbangannya tidak boleh diputarbalikkan

4.      Cicak jatuhnya tidak tergeletak, dan setelah ia jatuh, ia segera bangkit lagi, dan naik lagi ke atas. Mazmur 37: 24 Apabila kita jatuh tidaklah sampai tergeletak, sebab Tuhan menopang tangannya.

5.      Yohanes 15:2, sama seperti ranting pada-Ku yang tidak berbuah dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supanya ia lebih banyak berbuah. Untuk mengalami yang namanya ‘dipotong’ memang menyakitkan, tetapi proses ini tetap akan membuat kita menjadi lebih dari pemenang.

Selamat menempati tinggal di Istana-istana Raja !!

CERITA UNTUK ANAK

Pada suatu hari yang cerah….Tony berlari-lari…dan berteriak-teriak….”Ma, ma tadi di sekolah aku belajar lagu baru…!!”

“Lagu baru ?” Tanya mama Tony sambil tersenyum, “Lagu apa?”

“gini lagunya ma, cicak-cicak di dinding…diam-diam merayap, datang seekor nyamuk, hap, lalu ditangkap” Tony pun menyanyikan lagu barunya dengan penuh semangat.

“Oh lagu itu….”, sambil tetap memasak mama Tony bertanya lagi.

“Kamu tahu binatang cicak?”
”Tahu ma….yang sering ada di dekat lampu di halaman luar saat malam hari kan?”

“iya betul..! Suara cicak gimana Ton?”

“cek cek cek cek….”

“makanya ia dinamai ci-cak….semirip suaranya”

“ooooh gitu ya ma….Mah aku main dulu ya ma…”

“Oke ….hati-hati ya sayang!”

Tony pun bergegas mengambil sepedanya dan bermain ke rumah tetangganya, Luky.

“Luky….luky……” panggil Tony penuh semangat.

“oh kamu toh Ton….mau main ke mana?”
”aku mau main ke rumahmu saja….”
”ayo masuk….!!”

Ternyata saat itu Luky sedang bermain Play Station. “Waaaah kau bosan main PS Luc” kata Tony tidak bersemangat.

“trus…enaknya main apa?”

“Aku penasaran sama cicak….!” Kata Tony menjelaskan

“CICAK?” Luky pun keheranan dengan keanehan Tony, temannya itu.

“Iya…cicak !! Di rumahmu ada cicak nggak?” sambil mata Tony mencari ke sana-sini, kalau-kalau ia melihat seekor cicak di rumah Luky.

“naaaah itu tuh…itu tuh…..!” Kata Luky bersemangat karna sudah melihat seekor cicak yang berlarian sangat cepat di dekat lampu kamarnya.

“kita tangkap yuuuukkk !” ajak Tony bersemangat.

“Untuk apa?” Tanya Luky bertambah heran dengan Tony yang ‘agak aneh’ ini. “yaaaah iseng aja…hanya ingin tahu aja, gampang nggak menangkapnya” jawab Tony sekenanya.

“Baik, kita ambil tangga ya….karna cicak itu selalu di atas….” Ajak Luky.

Mereka berdua pun pergi ke gudang untuk mengambil tangga. Dalam perjalanan mencari tangga itu Luky pun bertanya “ Eh Ton…heran ya..cicak kog nggak jatuh ya, ada di atas seperti itu?”

“Aku juga nggak tahu…entar aku tanyakan mamaku ya… Iya juga ya…cicak kog nggak jatuh ya”

Tanpa terasa mereka pun sudah berhasil membawa tangga ke kamar Luky….

“Untuk apa tangga itu anak-anak…bahaya lho naik-naik….!” Mama Luky bertanya penuh curiga. “Kami mau menangkap cicak tante..!” jawab

Tony. “Menangkap cicak ? Untuk apa?” nah sekarang gantian mama Luky yang heran dengan tingkah Tony.

“yah hanya ingin tahu aja tante….gampang nggak menangkap cicak itu…!”

“oooh kalian belum tahu ya…cicak itu binatang yang sangat cekatan, gerakannya sangat cepat dan lincah….walaupun cicak itu bisa ditangkap dengan tangan, tapi cukup sulit juga melakukannya….dia selalu ada di atas, dan dia akan segera lari dengan cepat kalau ada yang mau menangkapnya” jelas Mama Luky panjang lebar.

“ah masa sih Tante…cicak kan binatang kecil banget….pasti mudah menangkapnya” bantah Tony

“Coba aja kalau kalian bisa…tapi tetap hati-hati ya naik tangganya…!!” kata mama Luky dengan agak cemas

“Tenang ma….aku yang pegang tangganya…Tony yang naik…entar gantian aku yang naik, dan Tony yang pegangin tangganya…” kata Luky menenangkan mamanya.

“Baiklah…” kata mama Luky lega.

“Hap….hap…..hay mau lari kemana? Tak kejar kamu……Hayoooo hayoooooo” Tony bersemangat mengejar cicak yang terus berlarian dengan lincah dan cepat. Akhirnya setelah cukup lelah mencoba Tony akhirnya menyerah juga.

“sekarang giliranmu Luk..!”

“Oke..siapa takut…?” Luky pun menaiki tangga itu dipengangi oleh Tony. “Hush…hush….sini cicak manis….! Lho lho kog malah lari….hay heuy….”

“Nggak bisa Ton, untuk menangkap satu cicak mungkin kita membutuhkan 10 orang… dan 10 tangga…..” luky pun ikut menyerah.

“gini aku puny aide….” Gagas Luky. “Ide?”

“Maaaaa….maaaaaaaa” panggil Luky.

“ada apa sayang?”

“Kita semprotin Baygon aja ya ma, biar cicak itu mabuk…”

“jangan nak….cicak itu berguna untuk kita!”

“ber-gu-na??” kata Tony dan Luky bersamaan.

“Iya….cicak itu memakan nyamuk yang sering mengganggu tidur kita di malam hari, dan cicak membantu kita membasmi nyamuk yang mematikan seperti nyamuk penyebab demam berdarah.. Kalau nggak ada cicak di rumah kita, kita rugi….akan semakin banyak nyamuk di rumah kita.”

“oooooh…jadi cicak kecil itu berguna juga ya…!” kata Luky sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.

“Tante, Luc, aku pulang dulu ya…” kata Tony berpamitan

“lho kog buru-buru Ton?” kata Luky disambut dengan senyum mama Luky yang geli melihat tingkah anak-anak ini.

“iya….aku mau berburu ekor cicak yang sudah lepas di rumahku…”

“ekor cicak yang sudah lepas? Maksudmu?” Tanya Luky penasaran.

“iya…tadi aku di sekolah belajar lagu baru ‘cicak cicak di dinding…..diam-diam merayap, datang seekor nyamuk, Hap ! setelah itu guruku di sekolah menjelaskan bahwa ekor cicak bisa terlepas dari tubuhnya….” Jelas Tony panjang lebar

“terlepas…untuk apa?”

“Itu terjadi kalau cicak menemui musuh yang membahayakan dia. Yang dia lakukan adalah melepas ekornya, walaupun terlepas ekor itu tetap dapat bergerak-gerak, sehingga musuh menjadi bingung….” Kata Mama Luky menjelaskan.

“Iya benar Tante, guruku juga bilang begitu….Tapi anehnya si cicak itu tetap tidak apa-apa, ia tetap sehat-sehat saja walaupun ekornya terlepas, karna ekornya bisa tumbuh lagi”

Lanjut Tony.

“pantesan kamu itu penasaran sama cicak ya Ton….” Aku ikut kamu ke rumahmu ya …”daaaah mama” pamit Luky. “daaaa sayang” jawab mama Luky.

Luky dan Tony pun bergegas ke rumah Tony.

“lihat…lihat Ton, di halaman rumahmu ada cicak yang di lantai…” sambil menunjuk seekor cicak yang sedang berlarian di lantai.

“cepat kita kejar….! Kamu sebelah sana, aku dari sebelah sini…”

Bergegas Tony dan Luky pun mengejar seekor cicak yang sedang berlarian di lantai…..Tapi aaaah sayang sekali….cicak itu segera berlarian dengan cepat sekali naik ke tembok dan kembali naik ke atas rumah……set-set set, cicak itu memanjat dengan cepat dan cekatan.

“yaaaaaah…….gagal lagi deh” kata Tony kecewa…..

“Tony….Tooooon” teraik mama Tony dari dalam rumah.

“nih ada ekor cicak yang lepas Ton…..kamu mau lihat nggak?” Tanya mama Tony bersemangat.

Tony pun segera berlari menuju arah suara mama, diikuti Luky ikut bergegas di belakangnya.

“iiiih…..ekornya bisa bergerak-gerak sendiri…..geli…aku ma…” sambil menggerak-gerakkan bahunya Tony meringis kegelian.

“iiiiiiiih lucu ya…..” kata Luky.

“mah….?”

“hmmmmmmmm?”

“cicak kog nggak jatuh ya saat dia berada di atas?”

“itu karna Cicak  memiliki 4 kaki yang memiliki bulu-bulu halus yang mampu melekat pada permukaan apapun. Baik itu permukaan yang licin, yang kasar, yang terbuat dari kapur, emas, perak, kuningan, atau bambu, atau apa saja. Itulah sebabnya cicak bisa tinggal di mana saja. Di rumah jelek dia ada, di istana raja pun dia juga ada, karna kakinya bisa menempel di mana saja.”

“dia juga ada di istana Tante…?” Tanya Luky lagi meminta penegasan

“iya….!! Dia ada di mana saja. Kita harus bisa juga seperti cicak, di mana pun kita berada, di rumah, di sekolah di gereja, di toko, dan di mana saja….di pasar….kita harus bisa berguna, seperti cicak berguna , membantu memakan nyamuk “

“jadi tante nyuruh kita makan nyamuk juga seperti cicak?” Tanya Luky sambil menahan geli

“ha ha ha haha ha , ya enggaklah Luky…maksud tante, jadilah anak berguna, dimana pun, misalnya di sekolah bantu bu guru menghapus papan tulis, di rumah bantu mama menyapu, di pasar, bantu buang sampah pada tempatnya….dan masih banyak hal lain yang bisa kalian lakukan”

“ooooh gitu ya mah….?” Tony pun ikut-ikutan.

“tante….”

“ya  Ton? Ada yang ingin kamu tanyakan lagi?”

“ Gini tante, katanya cicak tiu tinggalnya di atas, tapi tadi kami kog menemukan cicak yang  sedang berlarian di lantai?”

“ooooh cicak itu baru saja jatuh dari atas, dan dia segera berlari ke atas lagi.”

“jatuh? Jadi cicak bisa jatuh juga tante?”

“Bisa saja….ekor cicak sangat berguna untuk menjaga keseimbangan, tetapi terkadang cicak juga pernah gagal menjaga keseimbangan, akhirnya ia pun terjatuh. Ekor cicak menolong cicak sehingga jatuhnya si cicak tidak pernah tergeletak, cicak selalu jatuhnya pas, kekempat kakinya jatuh duluan, tidak pernah terbalik seperti kecoa,  sehingga ia segera dapat berlari lagi ke atas.”

“ia benar….tadi kami ingin menangkapnya tetapi tidak bisa tante, dengan cepat ia segera memanjat ke atas lagi” Luky pun menimpali.

“makanya kalian jangan mau kalah sama cicak…!”

“Maksud mama?” Tanya Tony.

“Kalau kalian menemui kegagalan, misalnya gagal mewarna dengan baik, waktu sudah selesai, tetapi mewarnyanya belum selesai, jangan putus asa, lain kali dicoba lagi mewarna dengan lebih cepat. Belajar naik sepeda, jatuh….jangan putus asa ! coba lagi….sampai akhirnya bsia naik sepeda dengan baik.”

“iya seperti cicak, kalau ia jatuh….cepat-cepat dia naik lagi ke atas….” Tony pun memberi kesimpulan.

“ha ha ha …sekarang kalian sudah mengerti ya…..” sambil tertawa mama Tony puas sudah memberikan penjelasan pada anak-anak.

Nah adik-adik, demikianlah cerita kakak hari ini tentang Tony dan Luky yang mempelajari kehidupan seekor cicak.

Maukah kalian hidup mencontoh cicak?

  • Walaupun kecil-kecil tetapi berguna memakan nyamuk yang mengganggu manusia. Walaupun kalian masih kecil, bisa berguna, membantu mama di rumah, membantu ibu guru di sekolah, membuang sampah pada tempatnya, dll
  • Walaupun cicak itu bisa jatuh ke bawah, ia segera naik ke atas lagi. Walaupun kalian terkadang terjatuh saat belajar naik sepeda, jangan putus asa, coba lagi. Walaupun kalian mungkin waktu belajar berenang belum bisa, coba lagi. OKE?

Ayat mas:

Amsal 30: 24, 28

Ada  binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan; Cicak yang dapat kautangkap dengan tangan, tetapi yang juga ada di istana-istana Raja.

=========================

BACAAN UNTUK GURU

“pelanduk, bangsa yang lemah, tetapi yang membuat rumahnya di bukit batu”
Amsal 30: 26

Pelanduk atau Kancil sangat populer ditelinga bangsa Indonesia. Berbagai kisah fabel tentang kecerdikan Kancil begitu populer dan tertanam sejak kita kecil. Pun berbagai pepatah dan peribahasa tidak sedikit yang mempergunakan kata “Pelanduk” dan “Kancil”. Siapa yang menyangka jika kepopuleran Pelanduk dan Kancil ternyata berbalik dengan pengetahuan tentang mamalia kecil ini yang dalam status konservasi IUCN Redlist dikategorikan sebagai Data Deficient atau “Informasi Kurang”.
Kancil atau Pelanduk merupakan spesies sebangsa Rusa dari genus Tragulus yang memiliki tubuh kecil. Sedikitnya terdapat 6 spesies Kancil atau Pelanduk yang terdapat di Asia Tenggara. Yang sering dijumpai di Indonesia adalah Tragulus javanicus, Tragulus napu dan Tragulus kanchil.

Gambar Kancil atau Pelanduk (Tragulus javanicus)
Pelanduk atau Kancil (Tragulus javanicus) dalam bahasa Inggris disebut Javan Chevrotain, Java Mousedeer, Javan Mousedeer, Kanchil, danLesser Mouse Deer. Sedang dalam bahasa Belanda biasa disebut Kleine Kantjil.
Ciri-ciri dan Habitat Pelanduk. Kancil atau Pelanduk (Tragulus javanicus) mempunyai ukuran tubuh yang kecil seukuran dengan kelinci. Panjang tubuhnya sekitar 20-25 cm. Tubuh bagian atas Kancil atau Pelanduk berwarna coklat kemerahan, sedangkan tengkuk bagian tengah biasanya lebih gelap daripada bagian tubuh lainnya. Bagian bawah berwarna putih dengan batas sedikit kecoklatan di tengah, tanda khusus di kerogkongan dan dada bagian atas berwarna coklat tua.
Raut muka Kancil atau Pelanduk (Tragulus javanicus) berwarna putih, terlihat seperti sebuah garis dari dagu sampai dada. Kancil jantan tidak mempunyai tanduk tetapi mempunyai gigi taring yang yang memanjang keluar dari mulutnya.
Kancil atau Pelanduk merupakan binatang herbivora yang menyukai rumput, daun-daunan yang berair, kecambah, buah-buahan yang jatuh di tanah, kulit pisang, papaya, ubi, dan ketela. Binatang ini mempunyai masa mengandung selama 137-155 hari dan akan menyusui bayinya hingga berusia antara 60-70 hari.
Habitat Pelanduk atau Kancil (Tragulus javanicus) di hutan primer dan sekunder yang cukup lebat atau tanah kering di dataran rendah atau kaki bukit tidak jauh dari sungai dengan vegetasi lebat. Di Indonesia Kancil dapat ditemukan di Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Selain itu Pelanduk dapat dijumpai pula di Malaysia.
Populasi dan Konservasi. Populasi Kancil atau Pelanduk (Tragulus javanicus) hingga kini tidak dketahui dengan pasti. Baik oelh pemerintah Indonesia maupun oleh organisasi konservasi lingkungan hidup lainnya. Karena itu IUCN Redlist memasukkannya dalam status konservasi “Data Deficient” (DD; Informasi Kurang) yang berarti selama lima tahun terakhir belum diadakan evaluasi atau penelitian ulang.
Kancil bersama semua anggota genus Tragulus merupakan satwa yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999.
Spesies Lainnya. Sedikitnya terdapat 6 spesies Kancil atau Pelanduk yang tergabung dalam genus Tragulus. Keenam spesies tersebut yaitu:
 Tragulus javanicus (Java Mouse-deer)
 Tragulus kanchil (Lesser Mouse-deer)
 Tragulus napu (Greater Mouse-deer)
 Tragulus nigricans (Philippine Mouse-deer)
 Tragulus versicolor (Vietnam Mouse-deer)
 Tragulus williamsoni (Williamson’s Mouse-deer)
Sebuah ironi memang mengingat begitu populernya kisah fabel Kancil yang cerdik bahkan licik dan banyaknya peribahasa dan pepatah dalam budaya kita (Melayu dan Jawa) yang menggunakan kata Kancil dan Pelanduk tetapi ternyata kita kekurangan data (Data Deficient) mengenai binatang berspesies Tragulus javanicus ini.
Tapi paling tidak, masyarakat di kabupaten Natuna cukup mengenal binatang ini terutama setelah diolah menjadi “Sate Kancil”. Lho, kok?.
Klasifikasi ilmiah: Kingdom: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mammalia; Ordo: Artiodactyla; Famili: Tragulidae; Genus : Tragulus; Spesies : Tragulus javanicus
Referensi: IUCN Redlist. Gambar: http://www.malaysiasite.nl
Pelanduk atau kancil (nama ilmiah: Tragulus javanicus) adalah hewan menyusui (mamalia) sebangsa kijang yang kecil tubuhnya. Pelanduk adalah spesies rusa berkuku genap dari keluargaTragulidae. Pada ukuran dewasa ukurannya sama dengan kelinci. Pelanduk berhabitat di hutan hujan tropis Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Pelanduk termasuk salah satu mamalia terkecil di dunia.

Hewan ini kecil dan lemah. Bayangkan jika hewan berukuran kecil ini berkeliaran bebas di hutan belantara. Pelanduk akan dengan mudah menjadi santapan hewan-hewan lain yang lebih besar darinya. Burung elang misalnya, akan dengan mudah menyambar pelanduk dan memangsanya. Begitu pula ular, dan hewan-hewan buas lainnya. Bagaimana pelanduk mampu melindungi dirinya? Ternyata pelanduk cukup bijaksana untuk membuat rumahnya di bukit batu. Pelanduk melindungi dirinya dari keganasan rimba dengan cara berlindung di balik bebatuan. Jika tidak demikian, rasanya mustahil bagi pelanduk untuk dapat bertahan hidup. Alkitab Perjanjian Lama pun menyebutkan bahwa bukit batu adalah tempat perlindungan bagi pelanduk.

Bukit-bukit batu adalah tempat perlindungan bagi pelanduk. (Mazmur 104:18).

Salah satu hikmat mengenai empat hewan kecil yang berasal dari Agur adalah mengenai pelanduk. Ayat ini sungguh menarik, karena menggambarkan bagaimana sebuah spesies lemah mampu bertahan hidup dengan cara membangun rumahnya di bukit batu. Tidak jauh berbeda dengan pelanduk, kita manusia pun sangat lemah. Terjangan masalah, badai problema hidup, kegoncangan dan pergumulan yang kita hadapi sehari-hari cepat atau lambat akan membuat kita menjadi lemah dan tidak berdaya. Ketika hal seperti itu terjadi, celah untuk masuknya dosa pun akan terbuka. Betapa rentan nya manusia, seperti halnya pelanduk.

Kalau begitu, kita bisa belajar dari pelanduk. Ketika pelanduk membangun rumah di bukit batu, kita pun juga sebaiknya demikian. Mari kita lihat apa yang diajarkan Yesus. “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.” (Matius 7:24-25). Itu buat orang yang mendengar dan melakukan firman Tuhan. Jika sebaliknya? Ini yang terjadi: “Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.” (ay 26-27). Ketika kita menyadari bahwa sekuat-kuatnya kita manusia, kita tetaplah manusia yang lemah, hendaknya kita mau membangun hidup kita di atas “batu”. Rumah yang dibangun dengan pondasi kuat tentu tidak rubuh meski digoncang angin badai sekalipun. Sekarang mari kita fokus pada kata “batu”. Dalam Perjanjian Lama dinyatakan bahwa yang dimaksud dengan bukit/gunung batu itu tidak lain adalah Tuhan sendiri. “Sebab siapakah Allah selain dari TUHAN, dan siapakah gunung batu kecuali Allah kita?” (Mazmur 18:31). Atau lihat ayat ini: ” TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku!” (Mazmur 18:2). Daud begitu menyadari bahwa gunung batu tempat perlindungan yang kuat dan teguh ada pada Tuhan sendiri. Lalu dalam Perjanjian Baru kita melihat bahwa yang dimaksud dengan batu itu adalah Kristus. “dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus.” (1 Korintus 10:4).

Ingatlah bahwa sehebat-hebatnya kita, kita tetaplah manusia yang lemah dan mudah hancur. Kekuatan dan perlindungan ada pada Kristus, gunung batu kita. Mari kita semua mulai membangun hidup kita, keluarga kita, pekerjaan dan pelayanan kita di atas Gunung Batu, biarlah Kristus bertahta di atas segala sendi kehidupan kita, sehingga kita mampu tegar menghadapi persoalan apapun yang menimpa kita. Bersama Kristus, kita yang lemah akan dikuatkan. Haleluya!

Belajarlah dari pelanduk yang tahu bahwa perlindungan ada pada bukit batu

Pelanduk: “Self Defens”
• By Riwon Alfrey – Posted on September 29th, 2007

Oleh Riwon Alfrey
Kata Agur bin Yake dari Masa, dalam Amsal 30:24-28: “Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan: semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas, pelanduk, bangsa yang lemah, tetapi yang membuat rumahnya di bukit batu, belalang yang tidak mempunyai raja, namun semuanya berbaris dengan teratur, cicak yang dapat kautangkap dengan tangan, tetapi yang juga ada di istana-istana raja.”

Pelanduk: “Self Defens”

“Pelanduk, bangsa yang lemah, tetapi yang membuat rumahnya di bukit batu”. Pelanduk binatang kecil, lemah dan mangsa yang empuk bagi hampir semua jenis hewan karnivora. Tetapi pelanduk
diistimewakan karena ia cekatan dalam mencari tempat perlindungan. Pelanduk menyadari kelamahannya sekaligus mengetahui kekuatan sebuah bukit batu yang bisa menjamin keamanannya untuk berlindung saat dalam bahaya. Tidak ada satu binatang buas pun yang sanggup merobohkan bukit batu untuk menangkap mangsanya; termasuk memangsa pelanduk.
Pelanduk mengerti tentang pentingnya suatu perlindungan yang teguh. Pelanduk mengajarkan strategi pertahanan diri (Self Defensive). Ingin belajar strategi mempertahankan diri?
Belajarlah pada pelanduk yang lemah itu. Dalam pengertian ini, Daud, sang pahlawan itu, menganggap bahwa Allah adalah perlindungannya yang teguh.
Para ahli teologi mengalami kesulitan mengidentifikasi “pelanduk” yang disebut dalam Amsal 30:26. Banyak orang percaya binatang ini sama dengan hyrax (sejenis kelinci kecil yang biasa terdapat di Asia dan Afrika). Jika demikian, maka Tuhan meminta kita agar memperhatikan makhluk kecil yang tidak biasa ditemui ini.
Bacaan: Mazmur 62
Nats: pelanduk, bangsa yang lemah, tetapi yang membuat rumahnya di bukit batu (Amsal 30:26)
Hyrax ini kira-kira seukuran marmut tetapi tidak memiliki kekerabatan yang dekat dengan binatang lain yang telah kita kenal. Binatang ini seperti hewan pengerat dan digolongkan sebagi “Kelinci bukit batu”. Musuh-musuhnya adalah ular, rajawali, elang, macan tutul, anjing, dan binatang-binatang pemangsa kecil lain seperti musang.
Lalu bagaimana kawan kecil kita ini mempertahankan hidupnya? Jawabannya sederhana, ia membuat rumahnya dalam lubang-lubang atau celah-celah bukit batu, yang biasa terdapat di sepanjang sisi jurang yang terjal.
Kita memiliki banyak kemiripan dengan hyrax. Kita rentan terhadap banyak bahaya. Penyakit, depresi, godaan, perang, kecelakaan, dan keterasingan mengancam kita terus-menerus. Andai saja kita dapat menemukan cara untuk bertahan hidup seperti makhluk kecil ini!
Ya, kita dapat. Kita juga mempunyai “Batu Karang” untuk bersembunyi, yakni Tuhan Allah sendiri (Mazmur 62:2). Percaya kepada-Nya tidak membebaskan kita dari kesulitan-kesulitan hidup, tetapi sungguh-sungguh dapat melindungi kita.
Lemah tidak berarti buruk jika kita cukup bijak mencari perlindungan dalam Tuhan – Mart De Haan II
Anda terjepit di antara batu karang dan tempat yang keras? Carilah perlindungan dalam gunung batu yang kekal

Sumber Bacaan:

Alkitab

http://id.wikipedia.org/wiki/Pelanduk

http://www.sabdaspace.org/pelanduk_self_defens

http://octopusdive.org/pelanduk-yang-mulai-langka/

http://renungan-harian-online.blogspot.com/2008/12/belajar-dari-empat-binatang-kecil-1.html

UNTUK MURID

(Cerita Fabel/ binatang yang bisa bicara sah-sah saja, karna keledai Bileam diceritakan di Alkitab sebagai binatang yang ‘berbicara’)

Adik-adik, pada suatu hari…hiduplah sebuah keluarga pelanduk. Adik-adik pernah tahu binatang pelanduk? Ada juga yang menyebut Pelanduk sebagai “SI KANCIL”

(guru mengeluarkan gambar binatang pelanduk)
Pelanduk itu sejenis dengan rusa, tapi kalau rusa itu kan badannya besar, beda dengan pelanduk yang badannya kecil, besarnya sebesar kelinci. Pelanduk adalah binatang yang kecil dan lemah.

Pada suatu hari anak-anak pelanduk bermain di luar rumah. Ibu pelanduk berkata pada anak-anaknya “Anak-anak….hati-hati kalau bermain di luar…banyak binatang lain yang akan memakan kita….”

“Baik bu…., kami Cuma mau mencari rerumputan Bu….” Demikian jawab anak-anak pelanduk.

Anak-anak pelanduk pun sangat senang bermain di luar rumah…mereka bermain, berkejar-kejaran dan bermain sembunyi-sembunyian…..

“hayo…aku kejar kamu Kak…” kata si pelanduk bungsu. “Siapa takut? Aku juga akan kejar kamu…hayoooooo…”

Saat mereka sedang ashik berlari-larian….tiba-tiba ada burung elang yang terbang merendah “wuuuuuuuuuuuush wuuuuuuuuuuuuuuuush” sayabnya terdengar mengepak-ngepak…

“awaaaaaaaaaas…….” “Cepat…….lari pulang ke rumah!!” perintah sang kakak pelanduk pada adik-adiknya…

Pelanduk-pelanduk itu pun secepatnya berlari pulang ke rumah…sehingga burung elang itu pun tidak sempat menyambar mereka.

“hah hah ha h hah hah….” Si kakak beradik pelanduk itu kelelahan dan berebut masuk ke rumah mereka yang terletak di celah-celah bukit batu.

“bu…….bahaya buuuuuuu” kata sang kakak bercerita pada ibu pelanduk

“ada apa nak?” Tanya ibu pelanduk dengan rasa ingin tahu
“Ada burung elang ingin menyambar kami yang sedang ashik bermain bu, untunglah aku peringatkan adik-adik untuk segera pulang ke rumah kita.”

“hati-hati ya nak….ada banyak burung elang dan musuh-musuh kita yang lain , ingin memangsa kita….” Kata ayah pelanduk.

“kita lawan saja mereka Bu” kata si bungsu.

“kita ini binatang yang lemah nak….si elang itu dapat dengan mudah menyambar kita dan menjadikan kita makanan empuk buat mereka…” jelas induk pelanduk

“dan bukan hanya elang saja yang ingin memakan kita….” Kata ayah pelanduk ikut bicara.

“tetapi juga ular…yang bunyinya ssssst ssssssst sssssst, sekali ular menerkam kita…matilah kita….” Jelas sang kakak yang sudah lebih berpengalaman.

“ular kan mulutnya kecil…? Mana bisa memakan kita?” Tanya sang pelanduk tengah.

“bisa saja….ular yang mulutnya tampak kecil…bisa memakan kita lho…apalagi kita badannya kecil…”

“binatang apa lagi Bu yang ingin menerkam kita?” Tanya si bungsu.

“ya banyak…….burung rajawali, macan tutul dan anjing hutan…serta musang” jelas Ibu Pelanduk.

“huuuuuuuuuuu huuuuuuuuuuuuu” tangis si bungsu ketakutan. “Kenapa kamu menangis nak?” Tanya sang Ibu pelanduk

“aku takut Bu…ternyata jadi pelanduk itu ndak enak…jadi binatang yang lemah, banyak musuh yang ingin menerkam kita…..aku takut diterkam binatang lain bu…aku ndak mau jadi pelanduk lagi…..”

Mendengar tangis dan perkataan si bungsu, Ibu dan Ayah pelanduk serta sang kakak, tertawa terbahak-bahak….

“ha ha h ah a ha ha ha ha”

“lho kog pada ketawa sih…?” Tanya sang bungsu keheranan,sambil menangis terus dengan lebih keras lagi.

“Bungsu…..” kata sang Ayah pelanduk menjelaskan “ Kita tidak perlu takut terhadap semua binatang-binatang itu, Nak. Memang kita tidak punya kekuatan apa-apa….kita pelanduk adalah binatang yang lemah, namun kita tidak perlu takut…karna kita tinggal di rumah yang terbuat dari batu, yang sangat keras, semua binatang itu tidak sanggup menghancurkan rumah kita…..”

“rumah kita ini sangat kokoh, dan kita tinggal di celah-celah bukit batu…dan semua binatang itu tidak dapat menuju ke celah-celah kecil ini. Kita aman berlindung di rumah kita ini…”

“hebat kan? Makanya tadi kakak mengajak kita berlari pulang ke rumah….” Kata sang kakak menghibur si bungsu yang tadi menangis ketakutan.

“oh gitu ya …..baiklah aku tidak takut lagi sekarang, setiap ada bahaya akau akan segera pulang ke rumah kita…rumah ini tempat berlindung buat kita….”

“makanya jangan iri dengan rumah burung, yang ada di atas pohon yang sangat tinggi sekali….sarang burung mudah dirusak, tetapi rumah kita tidak ada yang bisa membongkarnya…” kata sang ayah

Horeeeeeeee horeeeeeeeeeeeeeee, begitulah cerita mengenai keluarga pelanduk.

Perenungan

Nah adik-adik, hidup kita juga seperti pelanduk ini, kita ini lemah sebenarnya, kita terkadang bisa capek, sakit, pusing….ayah dan ibu kita mungkin pernah tidak punya uang, mungkin juga ada bencana alam seperti banjir dan gempa bumi menerpa rumah kita, banyak ulangan di sekolah dan soal-soal matematika mungkin cukup membuat kita bingung….
Tidak perlu takut menghadapi semuanya itu adik-adik, karna Tuhan ingin kita berlindung dari semua bahaya di sebuah rumah yang ada di celah-celah bukit batu.
Bukan berarti kita harus pindah rumah ke bukit, bukan, tetapi bukit batu di sini artinya Tuhan sendiri. Tuhan ingin kita berlindung pada Tuhan saat ada bahaya datang dalam hidup kita, misalnya saat kita sakit, Tuhan ingin kita cepat-cepat datang pada Tuhan yang dapat menyembuhkan sakit penyakit kita, saat kita kesulitan dalam belajar membaca-menulis-berhitung-bahasa Inggris, dan lain-lain, datanglah pada Tuhan dalam doamu, Tuhan akan memberikanmu kepandaian. Karna Tuhan adalah bukit batu dalam hidup kita.

Ayat Mas:
“pelanduk, bangsa yang lemah,
tetapi yang membuat rumahnya di bukit batu”
Amsal 30: 26

—————————————-

UNTUK BACAAN GURU

(Tulisan ini saya ambil dari catatan facebook : Tommy Hansen Silalahi, M.Th.)

 

 MENGAPA TUHAN YESUS MENCONTOHKAN DIRINYA SEPERTI “INDUK AYAM?”
I. SUMBER TULISAN

MATIUS 23:37 “Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti INDUK AYAM mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. 23:38 Lihatlah rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. 23:39 Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi, hingga kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!”

II. PENGALAMAN MASA KECIL DI DESA

Ketika masih kecil kami tinggal di desa dan memelihara ayam kampung. Saya senang sekali merawat ayam. Induk ayam betina bisanya bisa bertelur sampai 10 butir dan mengerami telurnya. Setelah beberapa minggu telur-telur itu akan menetas dan anak-anak ayam masih berwarna kuning, hitam dan abu-abu senantiasa mengikuti ibunya. Anak-anak ayam belum bisa mencari makan sendiri, maka si induk membawa anak-anaknya ke kebun dan mencarikan makanan untuk anak-anak ayam tersebut. Jika si ibu menemukan makanan seperti cacing, kemudia ia memanggil anak-anaknya dan mereka berebutan. Biasanya yang paling dekat dengan si induklah yang paling banyak dapat makanan.

“anak ayam yang dekat dengan induknya adalah yang paling banyak dapat makanan; demikian juga kita, jika kita dekat dengan TUHAN berkatNYA juga dekat dengan kita.”

Pelajaran apa yang didapat dari cerita di atas? Setelah aku merenungkannya ada sebuah makna rohani yang bisa kutemukan. Bahwa seekor anak ayam tidak akan pernah kelaparan jika ia DEKAT DENGAN INDUKNYA. Demikian pula anak TUHAN; ia tidak akan pernah mengalami kekeringan jika ia dekat dengan TUHAN.

III. INDUK AYAM YANG MELINDUNGI

Suatu kali induk ayamku membawa anak-anaknya pergi ke kebun; namun sayang tidak lama kemudian cuaca buruk datang dan hujan turun dengan deras sekali. Aku melihat induk ayamku memanggil semua anak-anaknya dan membawa mereka berteduh di bawah pohon yang rindang. Tapi, karena hujan yang sangat deras tetap saja air menetes jatuh lewat celah-celah rindangnya pohon. Lalu sang induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah kepak sayapnya. Sementara angin yang dingin terus bertiup; aku melihat anak-anak ayam itu tetap hangat di bawah pelukan sayap sang ibu yang memberikan kehangatan sementara dirinya sendiri kedinginan. Untungnya aku datang dan mengambil keranjang dan memasukkan anak-anaknya ke dalam keranjang dan terakhir ibu ayam itu.

Demikianlah TUHAN; Ia melindungi kita dari bahaya apapun juga. Itulah yang dilakukan oleh TUHAN YESUS untuk kita.

IV. INDUK AYAM MATI KARENA MELINDUNGI ANAK-ANAKNYA DARI ELANG

Di siang hari yang terik, induk ayam membawa anak-anaknya ke tanah lapang yang terbuka. Ternyata dari ketinggian ada seekor musuh yang sedari tadi mengintai mereka. Burung elang sudah berputar-putar mencari posisi yang tepat untuk bermanuver mencari peluang menyambar kawanan ayam tersebut. Rupanya si ibu telah memiliki insting untuk mengantisipasi setiap hal buruk yang terjadi kepada anak-anaknya. Dengan cekatan ia mengumpulkan anak-anaknya dibawah rentangan sayapnya. Tak lama kemudian sang elang menerkam ibu ayam itu dan mencengkeram tubuhnya, sementara anak-anaknya aman di bawah sayapnya. Si elang terbang ke langit membawa induk ayam itu dan membunuhnya dan induk ayam itupun mati.

Demikianlah TUHAN, demi melindungi kita dari dosa, Ia rela mati disalibkan di atas kayu salib, supaya kita yang seharusnya mati oleh dosa kita hidup karena kemurahanNYA.

V. SIAPAKAH KITA SESUNGGUHNYA?

seperti anak ayam yang lemah kita juga manusia lemah; jangan menyombongkan diri, apalagi sampai kita meniadakan TUHAN. Kita ada karena anugerah kemurahan sang PENCIPTA.
Tidak ada yang patut kita banggakan. Kita ini sebenarnya mahluk yang sangat lemah. Seumpama anak ayam yang kecil baru menetas. Tidak bisa berbuat apa-apa selain bergantung sepenuh dengan ibunya. Kita pun demikian; jangan sombong karena kita merasa diri kita kuat. Saya punya anak kecil, hingga saat ini berumur 10 bln. Kami merawatnya dan mengikuti setiap perkembangannya. Sejak ia lahir; ia tidak bisa berbuat apa-apa. Mencuci tangan, mengganti popok, hingga seandainya ia “pup” ia tidak bisa membersihkannya. Ia hanya berharap kepada ayah dan ibunya. Demikian pula kita manusia kita ini mahluk lemah eperti anak ayam; jangan sombong karena kita ada adalah anugerah kemurahan sang KHALIK.

VI. PENUTUP

1. TERIMAKASIH AYAM

Ayam adalah hewan yang sangat berjasa membesarkan manusia. Semua yang terdapat di dalam diri ayam bermanfaat buat manusia. Kita bisa sebutkan bahwa mulai dari kepala sampai kakinya dapat digunakan untuk menolong manusia. Dagingnya untuk dimakan, telurnya bisa dibuat kue, bulunya bisa dibuat kemoceng, ataupun shuttle cock bulutangkis, kakinya bisa dijadikan santapan yang lezat menemani bubur ayam, ususnya bisa dibuat sate usus, kulit kakinya bisa dibuat kerupuk, beberapa orang menjadikan cangkangnya sebagai souvenir indah di warnai dengan berbagai rupa, bahkan kotoran ayam bermanfaat bagi manusia karena bisa dijadikan pupuk. Terimakasih ayam…

2. IMPLIKASI

Semoga memberikan sedikit jawaban, mengapa Yesus memakai induk ayam dalam mengumpulkan anak-anaknya sebagai gambaran bagaimana IA menggembalakan kita manusia yang lemahnya seperti anak ayam, IA memberkati kita dan memelihara kita, DIA melindungi kita saat kita membutuhkan “sayapNYA”, bahkan IA mati sebagai tumbal dosa kita agar kita hidup bersama dengan DIA. Gambaran yang indah yang diberikanNYA untuk kita. Sayang kembali ke Matius 23:37-39; Alkitab berkata bahwa disana kita tolak DIA dan bahkan membunuh nabi-nabi yang DIA utus untuk kita. Mungkin manusia dewasa ini bisa berdalih “kami tidak pernah membunuh nabi-nabi”, tapi saya berpendapat sbb: Nabi yang secara fisik memang tidak pernah kita bunuh, namun betapa seringnya suara kenabian dalam rupa suara ROHNYA yang berbicara menegur, menyapa, membimbing dan memanggil kita datang kepadaNYA kita bunuh dan abaikan. Dengan tulisan ini, saya mengajak kita kembali kepada PENJUNAN yang telah menyelamatkan kita dari dosa. Sola Gratia…

Salam bahagia untuk kita semua

Di dalam kasihNYA…

Tommy Hansen Silalahi, M.Th.

 CERITA UNTUK ANAK

(Tulisan ini saya ambil dari catatan facebook : Tommy Hansen Silalahi, M.Th.

Didramatisir oleh : Grace Sumilat)

 Bacaan guru:

Matius 23:37

Tulisan Tommy Hansen Silalahi, M.Th. di atas

Model Penuturan:

Guru membahasakan si pencerita dengangayabahasa penutur sebagai ‘aku’

INDUK AYAM SAYANG ANAK-ANAKNYA

 

Aku memelihara ayam di halaman rumahku. Waaaah ayamku ini sehat sekali, Ia sering bersuara “petok petok petok…..”

Ayam itu sangat rajin, saat pagi hari matahari terbit, ia sudah berkokok “kukuruyuuuuuuuuuuuuuk kukuruyuuuuuuuuuuuuuk”, seakan-akan ia ingin membangunkan kami sekeluarga “ayo bangun-ayo bangun”

Pada suatu hari, ayam betinaku bertelur, suaranya rebut sekali “tok petok petok petok petok…” ternyata setelah kutengok di kandang, telurnya ada banyak sekali, “satu, dua, tiga, empat,lima, enam…..waaaaah semuanya ada sepuluh telur….!”

Ayam itu menaruh telur-telur itu di dekat tubuhnya, dan setiap hari ia memayungi telur-telur itu dengan sayabnya yang bisa mengembang dengan sangat lebaaaaaaaaar sekali. Ia pun duduk berdiam menghangati telur-telur itu, hal itu terus ia lakukan sampai berminggu-minggu.

Akhirnya telur-telur yang sudah dipanasi/dierami induk ayam itu pun menetas, keluar dari cangkangnya “ciap-ciap-ciap….” Ramai sekali suaranya, seakan-akan mereka berebut ingin memanggil mamanya “mama-mama-mama”

Ayam kecil berwarna abu-abu, hitam atau bahkan kuning itupun belum bisa mencari makan sendiri. Maka sang induk ayam mengajak ayam kecil berjalan-jalan mencari makan. Biasanya setelah mendapatkan cacing gemuk kesukaan ayam, induk ayam segera memanggil anak-anaknya “ptok ptok ptok” seakan-akan ia berteriak “anak-anak…sini…ada makanan untuk kalian!”

Segera si anak-anak ayam berebut makanan yang diberikan induk ayam pada mereka. “Nyam nyam nyam” hmmmmmmm kelihatannya cacing yang menjijikkan itu enak buat mereka.

Suatu siang saat aku pulang sekolah, seperti biasa aku meliat-lihat ayam kesayanganku. Ternyata induk ayam sedang mengajak anak-anaknya bermain di kebun. Ketika sore tiba…terdengar suara “grrrrrrrrrrrrrrr brrrrrrrrrrrrrrrruuuuuuuuuuuuurrrrrrrr”

Itu adalah suaraguntur, langit terlihat mendung. Sebentar lagi pasti turun hujan. Maka induk ayam yang pandai itu, segera mengajak anak-anaknya berlindung di bawah pohon. Hujan pun turun “tik tik tik bunyi hujan di atas genting…airnya turun..tidak terhingga…”

Hujan pun semakin lebat, walaupun sudah berteduh di bawah pohon, tetap saja air hujan lebat itu menembus dedaunan, maka ayam itu pun mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayabnya. . Sementara angin yang dingin terus bertiup; aku melihat anak-anak ayam itu tetap hangat di bawah pelukan sayap sang ibu yang memberikan kehangatan sementara dirinya sendiri kedinginan. Untungnya aku datang dan mengambil keranjang dan memasukkan anak-anaknya ke dalam keranjang dan terakhir ibu ayam itu.

Di siang hari yang terik, induk ayam membawa anak-anaknya ke tanah lapang yang terbuka. Ternyata dari ketinggian ada seekor musuh yang sedari tadi mengintai mereka. Burung elang sudah berputar-putar mencari posisi yang tepat untuk terbang menyambar kawanan ayam tersebut. Rupanya si induk telah memiliki insting untuk mengantisipasi setiap hal buruk yang terjadi kepada anak-anaknya. Dengan cekatan ia mengumpulkan anak-anaknya dibawah rentangan sayapnya. Tak lama kemudian sang elang menerkam ibu ayam itu dan mencengkeram tubuhnya, sementara anak-anaknya aman di bawah sayapnya. Si elang terbang ke langit membawa induk ayam itu dan membunuhnya dan induk ayam itupun mati.

KESIMPULAN

Nah adik-adik, Tuhan itu mengasihi kita seperti induk ayam sangat mengasihi anak-anaknya. Seperti induk ayam memberi makan anak-anaknya demikian juga Tuhan memelihara hidup kita setiap hari, menyediakan makanan untuk kita makan, rumah tempat kita tinggal, uang untuk kita bisa sekolah, dll

Seperti induk ayam melindungi anak-anaknya dari hujan, badai, demikian juga Tuhan melindungi kita.

Bahkan seperti induk ayam rela mati disambar Elang asal anak-anaknya selamat, demikian juga Tuhan rela mati di kayu salib demi menyelamatkan kita.

Ayat Emas:

I Yohanes 4: 19

Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.

About these ads

2 thoughts on “CERITA ILUSTRASI DARI KEHIDUPAN BINATANG- UNTUK KELAS KECIL (BAYI- TK)

    • terima kasih untuk dukungannya…jangan lupa selipkan nama saya dalam doa anda. Saya butuh Tuhan banget….apalagi setelah anak saya meninggal sebulan yang lalu. Saya butuh Roh Kudus untuk terus pakai saya, hibur saya dan bawa saya semakin intim dengan Tuhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s