METODE BAHASA GAMBAR KE 22. IMAJINASI KUDUS


CERITA IMAJINASI

VERSI YESUS

IMAJINASI YESUS YANG SANGAT MEMUKAU PENDENGAR

IMAJINASI YESUS YANG SANGAT MEMUKAU PENDENGAR

 

POWER POINT MATERI INI HANYA YANG MENYANGKUT LAMPIRAN 2 SAJA, DAPAT ANDA UNDUH DENGAN KLIK TAUTAN BERIKUT INI:

MASARU EMOTO

(untuk pembicara, anda dapat mempertimbangkan apakah penelitian Masaru Emoto ini bisa anda letakkan di awal sekali pembahasan, atau justru di akhir sekali pembahasan, jika anda memilih di awal, itu artinya anda memakai hasil penelitian Masaru Emoto ini sebagai pembuka inspirasi, akan tetapi jika anda letakkan di belakang, anda menggunakan penelitian Masaru Emoto ini sebagai kesimpulan pembuktian di dunia science)

CERITA IMAJINASI VERSI YESUS
PENDAHULUAN:

Kata ‘merenungkan’ dalam Mazmur 1:2 ini dalam bahasa aslinya : HAGAH, memiliki banyak arti, sbb:

Aktifitas berpikir
1. Merenungkan, renungkanlah
2. Bayangkan, bayangkanlah
3. Bermeditasi
4. Memikirkan
5. Mereka-reka
6. Merancangkan
7. Menimbang-nimbang
8. Belajar
9. Menyusun

Aktifitas mengeluarkan suara
1. Mengaduh
2. Suara
3. Menggeram
4. Memberi suara
5. Meratapi
6. Mengerang
7. Mengaum
8. Meratap
9. Gemuruh
10. Menderu
11. Menyebut-nyebut
12. Komat-kamit
13. Mengatakan
14. Mengucapkan
15. Berbicara
16. Bergumam
17. Mengucapkan
18. Bicara

Sebuah suasana:
19. Redup
20. Sakit

Sebuah peristiwa/ tindakan spontan dari sesuatu yang sudah dikandung lama.
21. Melahirkan, melahirkannya
Kalau boleh saya beri keterangan, khusus pada aktivitas berpikir, Mazmur 1:2 ini seperti ini :

Aktifitas berpikir
1. Merenungkan, renungkanlah—————– apa makna yang terkandung dari setiap Firman Tuhan
2. Bayangkan, bayangkanlah——————–kembangkan imajinasi kita seandainya peristiwa yang ditulis itu kita alami sendiri, atau terjadi tepat di depan kita atau di hidup kita, atau terjadi pada masa kini.
3. Bermeditasi————————————-mengambil waktu untuk tenang dari hingar bingar kehidupan untuk khusus memikirkan arti dari setiap Firman Tuhan sampai menjadi rhema dalam hidup kita. Logos yang mati menjadi Rhema yang hidup
4. Memikirkan———————————–bisa banyak sekali artinya, melihat bungan sebab akibat, melihat setiap tokoh, melihat arti dari setiap kata, nama, ukuran berat, panjang, isi, dll
5. Mereka-reka———————————-seandainya yang terjadi bukan seperti itu , apa ya kira-kira yang dilakukan si tokoh ini? Semua kemungkinan yang ada dicerna dan direka-reka. Cara berpikir yang seperti ini akan mempertajam pemahaman kita akan Firman Tuhan
6. Merancangkan——————————semacam menyusun suatu kerangka berpikir/ alur berpikir yang didapat setelah membaca Firman Tuhan.
7. Menimbang-nimbang———————benar atau salah, tepat atau tidak, cara yang dipakai apakah salah atau benar, waktunya tepat atau tidak ,dalam setiap bacaan yang dibaca dari Firman Tuhan tersebut.
8. Belajar———————————–sudah masuk pada membandingkan suatu peristiwa dengan peristiwa lain, menganalogikan, membandingkan ayat, terjemahan, meneliti peristiwa yang mirip, peristiwa sebelum dan sesudahnya, arti bahasa dan arti kata, keterangan waktu, dll
9. Menyusun———————————-lebih ke alur kronologis , waktu terjadinya, dll Semua yang berupa sebuah susunan
IMAJINASI APAKAH ALKITABIAH?

Imajinasi adalah sebuah alat yang juga dipakai Tuhan untuk menyampaikan maksud dan rencana-Nya.

Melalui imajinasi kita dapat membayangkan sebuah peristiwa yang khayal, yang tidak nyata, tetapi pemikiran yang khayal itu ternyata juga boleh dipakai untuk menyatakan kebenaran.

Siapakah yang menciptakan system imajinasi di cara kerja otak kita? TUHAN sendiri !! Bahkan dalam Mazmur 1:2 dipakai kata MERENUNGKAN Firman Tuhan siang dan malam. Aktifitas merenung adalah dengan cara membangkitkan imajinasi kita, imajinasi yang kudus, imajinasi yang membawa kita seolah-olah kita ada di situasi itu.

Dalam imajinasi kita, itu mengandung unsur: merenung, membayangkan, meditasi, memikirkan, mereka-reka, merancangkan, menimbang-nimbang.

Itu boleh, itu sah, karena 7 hal pertama yang saya daftarkan dalam 9 AKTIVITAS BERPIKIR ini justru disarankan jika kita ingin apa pun yang kita lakukan berhasil, kita harus masukkan IMAJINASI FIRMAN dalam hidup kita. (Mazmur 1:2- penelitian bahasa asli)

MUSUH IMAJINASI KUDUS
Mengapa terkadang kita takut membuat cerita imajinasi? Karna imajinasi kita terkadang bisa liar, dan diliputi oleh ketidak kudusan.

Semua area yang direbut oleh iblis terkadang membuat kita takut mengambil sisi positif yang tadinya diciptakan oleh Tuhan pada awalnya dalam terang kekudusan.

Contoh…tarian pada awalnya adalah kudus, dipakai oleh Tuhan untuk kita dapat mengekspresikan kemenangan dari peperangan, tetapi ketika tarian sudah dicemari oleh Iblis dan kemesuman, keerotisan, dll maka beberapa denominasi gereja, menolak tarian masuk ke dalam gereja. Gereja mesti merebut kembali tarian yang KUDUS masuk kembali menjadi bagian dalam Praise and Worship.

Selama imajinasi kita kudus, kita tidak perlu takut mengimajinasikan Firman Tuhan, yaitu dengan cara :

merenung,
membayangkan,
meditasi,
memikirkan,
mereka-reka,
merancangkan,
menimbang-nimbang.
Misalnya dalam cerita Daud dan Goliad; imajinasi kita bisa seperti ini:

merenung, Apa ya yang menjadi penyebab kemenangan Daud? Dia kan kecil, sementara Goliat itu raksasa

membayangkan, Apa ya pemikiran para penonton pertempuran duel saat itu ? Pasti baik orang Filistin maupun orang Israel menebak kemenangan ada di pihak Goliat.

Bolehkah kita membuat cerita dengan tokoh utama tentara Israel yang berdebar-debar- takut kalah-takut jadi budak Filistin-cemas melihat duel itu- tapi akhirnya setelah mereka melihat Daud menang, mereka pun akhirnya kagum pada nama Allah Israel yang diusung oleh Daud???

Jawabnya : BOLEH ! Karena salah satu unsur arti kata HAGAH adalah MERENUNGKAN. Memang itu tidak dicatat di Alkitab, tetapi itu hasil perenungan yang kudus.

meditasi, ———————————– Pikirkan dalam ketenangan, tanpa kesibukan lain, buat waktu khusus untuk memikirkan secara mendalam peristiwa Daud dan Goliat ini, catat apa yang didapat, misalnya: Daud mengandalkan Tuhan, Daud ada di medan tempur karena Tuhan yang mengatur dirinya bisa ada di medan tempur, bukan karena dia pegawai istana yang diajak raja bertempur, juga bukan karena hatinya jahat ingin melihat-lihat pertempuran seperti yang dituduhkan kakaknya, Eliab, dan juga bukan karena dia seorang tentara Israel seperti kakak-kakaknya, melainkan murni karena dia secara ‘kebetulan’ disuruh ayahnya mengantarkan makanan untuk kakak-kakaknya. Kebetulan itu begitu ajaib.
memikirkan, ——————————–misalnya berapa ukuran tinggi Goliat dalam ukuran cm/meter, berapa berat tombaknya dalam ukuran KG, dll

mereka-reka, ——————————- Mereka-reka seandainya batu yang dibawa Daud dari kali itu bisa berbicara, kira-kira apa ya yang mereka katakan? Apakah sebagai batu mereka sendiri percaya bahwa mereka adalah senjata yang tepat, di tangan orang yang tepat?

Bolehkah kita mereka-rekakan seolah-olah batu-batu ini bisa berbicara????

Jawabnya: BOLEH ! Mungkin anda tampak bingung, namun nanti di pembahasan selanjutnya anda akan mengerti jawabannya, mengapa boleh !
Bukankah itu tidak dicatat dalam Alkitab? Apakah 5 batu yang dibawa Daud itu di Alkitab diceritakan bahwa batu-batu ini bisa berbicara ? Tidak bukan? Tetapi apakah kita boleh mereka-rekakan hal itu jika seandainya terjadi???? BOLEH !
merancangkan, ————————— Merancang kostum sesuai naskah Alkitab, merancang naskah drama sesuai naskah Alkitab, atau menulis novel sesuai kisah Alkitab, dengan cara itu semua kita bisa mendalami lebih dalam setiap detail kisah Daud dan Goliat
menimbang-nimbang.————————misalnya: seberapa jenuhkah tentara Israel, seberapa takutnya mereka mendengar intimidasi si raksasa, seberapa gentarkan SAUL, seberapa imutnya Daud saat memakai baju perang Saul terasa kebesaran, kira-kira seberapa dalamkah iri hati si kakak Eliab? Apakah peristiwa ini terkait langsung dengan baru saja diurapi-Nya Daud lewat nabi Samuel?
Alkitab tidak menuliskannya secara akurat, misalnya tingkat kejenuhan sampai batas score 9 ( dengan asumsi 10 adalah batas maksimalnya), tingkat ketakutan sampai batas score 10, dst….tetapi KITA BOLEH MENIMBANG-NIMBANG melalui perengan kita akan Firman itu.
KONSEP SAKSI BISU

Dalam Alkitab ada yang dinamakan konsep SAKSI BISU.
Mengapa kita perlu membahas mengenai saksi bisu ini….? Karena dalam cerita imajinasi nantinya kita akan tidak segan-segan membuat materi cerita yang menghadirkan SAKSI BISU ini.

Dalam Alkitab, ada beberapa yang disebut Saksi, yaitu :
• Tuhan menjadi saksi
• Orang bisa menjadi saksi
Tentu kita tidak terkejut dengan fakta itu, karena itu masuk akal, Akan tetapi ada bagian-bagian Alkitab yang mengemukakan adanya yang dinamakan SAKSI BISU

Saya mendaftarkan di sini ada beberapa jenis saksi bisu yang dibahas dalam Alkitab, diantaranya adalah:

Karya Tuhan
1. Tanda dan mujizat adalah saksi bisu

Alam dan pengaruhnya
2. Batu
3. Bulan
4. Langit dan bumi adalah saksi bisu
5. Air dan darah adalah saksi bisu
6. Perubahan Kimia

Karakter dan Hidup Manusia
7. Karakter adalah saksi bisu
8. Dosa/ catatan kejahatan/ biografi seseorang adalah saksi bisu
9. Suara hati juga adalah saksi bisu
10. Iman juga adalah saksi bisu

Karya Manusia
11. Karya seni adalah saksi bisu
12. Karya tulis juga merupakan saksi bisu
13. Pekerjaan juga adalah saksi bisu

Perkataan Manusia
14. Perkataan adalah saksi bisu

Buatan tangan manusia
15. Mezbah
16. Kemah

Anggota Tubuh manusia
17. Bibir / mulut adalah saksi bisu
18. Mata juga adalah saksi bisu
19. Panca Indra manusia
1. TANDA DAN MUJIZAT ADALAH SAKSI BISU

Tanda dan mujizat dan kuasa Roh Kudus juga adalah saksi ( Roh Kudus tidak saya kategorikan saksi bisu, tetapi dalam ayat ini tanda dan mujizat yang termasuk saksi bisu) ,
hal ini dapat kita baca di Ibrani 2: 4 Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan kekuasaan dan karena Roh Kudus, yang dibagibagikan-Nya menurut kehendak-Nya.

2. BATU SEBAGAI SAKSI BISU

Sesungguhnya batu inilah akan menjadi SAKSI terhadap kita, sebab telah didengarnya segala firman Tuhan yang diucapkan-Nya kepada kita. Sebab itu batu ini akan menjadi saksi terhadap kami, supaya kamu jangan menyangkal Allahmu.

Lebih ekstrim lagi , di sini Yosua menuliskan bahwa batu ini dapat MENDENGAR FIRMAN TUHAN, dan batu ini bisa menjadi saksi.
Bagaimana bisa demikian? Karena sebenarnya Yesus pun dapat membuat batu berteriak (Lukas 19:40)

Batu adalah ciptaan TUHAN, maka batu pun dapat mendengar firman Tuhan, karena batu itu diciptakan Tuhan dengan cara BERFIRMAN.

Kembali batu juga digunakan oleh Yakub dan Laban sebagai kesaksian, hal ini dituliskan di Kejadian 31: , 48, 52

Lalu kata Laban; “Timbunan batu inilah pada hari ini menjadi kesaksian antara aku dan engkau.” Itulah sebabnya timbunan itu dinamainya GALED,
Galed dalam bahasa aslinya artinya ; TUMPUKAN SAKSI.
Artinya setiap batu adalah saksi, sehingga GALED ini dimaksudkan tumpukan dari banyak saksi-saksi, berupa batu-batu itu.

timbunan batu dan tugu inilah menjadi kesaksian, bahwa aku tidak akan melewati timbunan batu ini mendapatkan engkau, dan bahwa engkaupun tidak akan melewati timbunan batu dan tugu ini mendapatkan aku, dengan berniat jahat.
3. BULAN SEBAGAI SAKSI BISU

Mengenai saksi ini, juga dituliskan di Mazmur 89: 37-38
Anak cucunya akan ada untuk selama-lamanya, dan tahtanya seperti matahari di depan mata-Ku, seperti bulan yang ada selama-lamanya, suatu saksi yang setia di awan-awan.”

Ini adalah pernyataan Firman Tuhan yang menyatakan bahwasannya bulan adalah saksi yang setia di awan-awan.

Bulan adalah SAKSI BISU yang menyaksikan sumpah Tuhan kepada Daud, bahwa anak cucunya akan ada untuk selama-lamanya dan tahtanya seperti matahari di depan mata-Nya.

Tidak heran, pencahayaan ( seperti halnya sinar bulan) , pada masa kini adalah kamera, CCTV, dll menjadi saksi dalam melacak tindak kejahatan.

4. LANGIT DAN BUMI ADALAH SAKSI BISU

Bahkan Musa menjelang ajalnya mengadakan perkumpulan raya yang dihadiri pemimpin-pemimpin, bahkan dia memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap mereka, bahkan memanggil langit dan bumi sebagai saksi ini pun masuk dalam syair lagu Nyanyian Musa ini (Ulangan 31:28, Ulangan 32: 1),

Hal serupa sebelumnya juga pernah tercatat di Ulangan 4: 26, serta di Ulangan 30:19 semuanya dikatakan LANGIT DAN BUMI MENJADI SAKSI TERHADAP KAMU

Hal serupa juga diserukan oleh nabi Mikha,

Mikha 1: 2
Dengarlah, hai bangsa-bangsa sekalian! Perhatikanlah, hai bumi serta isinya! Biarlah Tuhan Allah menjadi saksi terhadap kamu, yakni Tuhan dari bait-Nya yang kudus

Dalam ayat ini bahkan dikatakan BUMI diminta MEMPERHATIKAN !

Bahkan di kitab Ayub lebih ekstrem lagi, dikatakan langit dan bumi bisa bertindak:

Langit menyingkapkan kesalahannya, dan bumi bangkit melawan dia, Ayub 20: 27

Semua saksi bisu ini seakan bisa dipakai Tuhan untuk mengingatkan bangsa Israel akan peringatan-peringatan Tuhan pada mereka melalui hamba-Nya Musa sebelum dia mati.

Simak beberapa ayat sbb:

Mazmur 19: 1-6

Untuk pemimpin biduan, Mazmur Daud.
LANGIT menceritakan kemuliaan Allah, dan
CAKRAWALA memberitakan pekerjaan tangan-Nya;
HARI meneruskan berita itu kepada hari, dan
MALAM menyampaikan pengetahuan itu kepada malam
TIDAK ADA BERITA DAN TIDAK ADA KATA, suara mereka tidak terdengar; tetapi GEMA mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. Ia memasang kemah di langit untuk matahari, yang keluar bagaikan pengantin laki-laki yang keluar dari kamarnya, girang bagaikan pahlawan yang hendak melakukan perjalanannya. Dari ujung langit ia terbit, dan ia beredar sampai ke ujung yang lain; tidak ada yang terlindung dari panas sinarnya

Ini yang disebut SAKSI BISU.

5. AIR DAN DARAH ADALAH SAKSI BISU

Kitab I Yohanes 5: 7-8 bahkan menuliskan bahwa ada tiga yang memberi kesaksian di bumi yaitu:
Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.

Roh di ayat ini tidak saya kategorikan sebagai saksi bisu, akan tetapi air dan darah dalam ayat ini termasuk saksi bisu

Tidak heran ,dari darah seseorang dapat diketahui semua kondisi kesehatan seseorang, karena darah itu seakan dapat berbicara/berteriak/ menunjukkan jati diri pemiliknya, tidak dapat dipungkiri, semua dapat dibuktikan lewat darah, apa yang terkandung dalam darah. Di dalam darah ada nyawa.
(Imamat 17:11) tidak heran darah Habel dapat berteriak dan hanya Tuhan yang dapat mendengarnya.

Jika tidak ada saksi dalam kasus perselingkuhan yang dipicu oleh kecemburuan seorang suami terhadap istrinya yang dicurigai selingkuh, maka si perempuan harus minum AIR, dimana air itu akan menjadi petunjuk, apakah si perempuan itu benar atau tidak benar. Hal ini dapat dipelajari di Bilangan 5: 11-31 , jika perempuan itu terserang penyakit dengan ciri tertentu setelah minum air itu, artinya dia benar-benar telah selingkuh, jika tidak, justru dia dapat beranak.

6. PERUBAHAN KIMIA JUGA MERUPAKAN SUATU SAKSI

Yakobus 5:3 Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kamu, dan akan memakan dagingmu seperti api.

Tidak heran perubahan kimia menjadi suatu alat bukti di pengadilan, misalnya berapa lama usia darah dari sesosok mayat, akan menentukan jam mati daripada korban, di situlah dapat diketahui alibi di tersangka apakah tepat atau tidak, apakah pada jam matinya si korban, di manakan si tersangka berada.

Contoh lain adalah misalnya mengetahui kandungan narkoba seseorang dalam percampuran kimiawi dalam tubuhnya, dll.
7. KARAKTER ADALAH SAKSI BISU

Karakter juga adalah saksi. Hal ini dapat kita baca pada Hosea 5:5 ( baca juga Hosea 7:10)
Kecongkakan Israel menjadi saksi terhadap dirinya sendiri; Efraim akan tergelincir jatuh oleh kesalahannya sendiri, dan bersama-sama mereka juga Yehuda.

Titus 1: 11-13 juga menyatakan bahwa karakter itu menjadi saksi yang benar

Sesuatu yang sudah mendarah daging akan melekat menjadi karakter orang itu. Dan karakter menjadi bagian yang diteliti di persidangan. Apabila karakter si pelaku tindak kejahatan sudah dianggap melekat ( seperti psikopat yang memperkosa banyak wanita) maka lama hukuman tidak mungkin sama dengan pelaku yang baru melakukan tidak kejahatan pertama kali.

8. DOSA/ CATATAN KEJAHATAN/ BIOGRAFI SESEORANG ADALAH SAKSI BISU

Catatan tindak kejahatan juga adalah saksi. Dosa juga adalah saksi

Yesaya 59: 12 Sungguh, dosa pemberontakan kami banyak di hadapan-Mu dan dosa kami bersaksi melawan kami; sungguh, kami menyadari pemberontakan kami dan kami mengelal kejahatan kami.

9. SUARA HATI JUGA ADALAH SAKSI BISU

Suara Hati juga bisa bersaksi, hal ini ditulis di Roma 9:1

Aku mengatakan kebenaran dalam Kritus, aku tidak berdusta. Suara hatiku turut bersaksi dalam Roh Kudus,

Juga ditulis di Roma 2: 15
Suara hati mereka turut bersaksi

Tidak heran, banyak orang yang mati dalam kasus pembunuhan yang disamarkan oleh pembunuhnya, akhirnya bisa terbongkar juga melalui orang-orang yang terdekat dengan korban yang dapat mengungkap kejahatan si pelaku melalui suara hati mereka yang menuntun mereka untuk mengetahui kunci kejahatan yang tersembunyi tersebut. Terkadang ini disebut FIRASAT.

10. IMAN JUGA ADALAH SAKSI BISU

Dalam I Yohanes 5: 10 bahwa iman adalah juga saksi

Barangsiapa percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya; barangsiapa tidak percaya kepada Allah, ia membuat Dia menjadi pendusta, karena ia tidak percaya akan kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya
11. KARYA SENI ADALAH SAKSI BISU

Bahkan Tuhan memakai NYANYIAN MUSA sebagai SAKSI atas bangsa Israel (Ulangan 31: 21)

Tidak heran, maka karya-karya seni juga merupakan saksi yang dapat mengungkap keadaan psikologis daripada penciptanya, misalnya orang-orang dapat meneliti suasana hati Van Gogh melalui lukisannya. Bahkan keadaan psikologi daripada Putri Diana dapat diteliti oleh ahli dari beberapa kronologis foto dirinya.

12. KARYA TULIS JUGA MERUPAKAN SAKSI BISU

Bahkan Musa memerintahkan orang –orang Lewi untuk meletakkan kitab Taurat di samping tabut perjanjian TUHAN, Allah Israel, supaya menjadi saksi di situ terhadap mereka (Ulangan 31: 26)
Kitab Taurat bisa menjadi saksi, itu adalah TULISAN, bentuk karya tulis.

Hal ini juga ditulis di sini: Yohanes 5: 39

Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang AKU.

Tulisan seseorang bisa menyingkap pribadi si penulis, baik tutur katanya, pilihan katanya, pemikirannya, maupun goresan tangannya, bahkan dari tanda tangan seseorang , maka pribadi orang itu pun dapat terbaca.
Dan Yesaya pun diperintahkan untuk MENULIS agar buah tulisannya menjadi suatu kesaksian , Yesaya 30:8

Maka sekarang, pergilah, tuliskanlah itu di depan mata mereka di suatu loh, dan cantumkanlah di suatu kitab, supaya itu menjadi kesaksian untuk waktu yang kemudian, sampai selama-lamanya.

Tidak heran, semua dokumen tertulis misalnya surat perjanjian, akta, sertifikat, surat wasiat, surat kuasa, dll bisa dijadikan alat bukti di pengadilan.
13. PEKERJAAN JUGA ADALAH SAKSI BISU

Pekerjaan juga merupakan suatu kesaksian

Hal ini dicatat dari ucapan Yesus, Yohanes 5: 36 Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting daripada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku

Tidak heran dari hasil kerja seseorang dapat diketahui pribadi seseorang, apakah dia rapi, apakah dia bertanggung jawab apakah dia lalai, apakah dia tepat waktu, apakah dia sungguh-sungguh, dll

14. PERKATAAN ADALAH SAKSI BISU

Dalam ayat ini, Daud mengungkap bahwa selain mulut menjadi saksi, juga PERKATAAN yang keluar dari mulut juga adalah SAKSI
2 Sam 1: 16 Dan Daud berkata kepadanya: “Kautanggung sendiri darahmu, sebab mulutmulah yang menjadi saksi menentang engkau, karena berkata; Aku telah membunuh orang yang diurapi TUHAN.”

Hal ini diulang lagi di
Wahyu 12: 11 oleh perkataan kesaksian mereka.
Tidak heran, perkataan seseorang yang direkam, pada saat dia mengakui kesalahannya, baik secara sengaja sadar kalau itu direkam ataukah secara tidak sadar bahwa itu direkam, bisa menjadi alat saksi di pengadilan, walaupun si pelontar kata-kata tidak menghendaki kata-katanya dijadikan bukti, kalau pihak penggugat menghadirkan bukti rekaman suara di pengadilan, si terdakwa bisa tetap terjerat hukum, karena PERKATAAN-nya melawan dia sendiri.
15. MEZBAH SEBAGAI SAKSI BISU

Yosua 22:34
Dan bani Ruben dan bani Gad menamai mezbah itu; Saksi, karena inilah saksi antara kita, bahwa TUHAN itulah Allah.

Dalam ayat tersebut, kalau kita baca secara konteks, terjadi kesalah pahaman antara dua setengah suku yang tinggal di seberang sungai Yordan, yaitu bani Ruben, suku Manasye yang setengah itu dan bani Gad, dengan suku-suku lainnya yang tinggal di sisi seberang lain sungai Yordan itu.

Yang menjadi masalah adalah dua setengah suku ini mendirikan Mezbah tiruan seperti yang ada di pusat pemerintahan, akan tetapi suku-suku lainnya salah terima, salah paham, dikira mereka dua setengah suku ini akan memberontak kepada Allah Israel dengan mendirikan mezbah lain. Karena koraban bakaran, koraban sembelihan dan koraban keselamatan hanya boleh dilaksanakan di mezbah yang asli dan satu-satunya, tidak boleh dilaksanakan pada tempat lain, apalagi mezbah lain.

Tujuan kedua setengah suku ini membuat mezbah tiruan adalah agar anak-anak mereka kelak tidak menjadi anak-anak yang tersisih dari bangsa Israel secara keseluruhan hanya karena mereka tinggal di seberang sungai. Jadi mereka membuat mezbah tiruan itu sebagai SAKSI BISU. Bahkan mezbah itu dinamakan SAKSI. Karena inilah saksi antara kita, bahwa TUHAN itulah Allah.

Apakah mezbah ini bisa berbicara???? Mengapa dikatakan sebagai Saksi??? Yah, benar, mezbah ini adalah saksi bisu, lewat mezbah tiruan ini, mereka ingin anak-anak cucu mereka kelak mengerti bahwasannya antara mereka yang di seberang sungai Yordan sama dengan mereka yang tinggal di sisi sungai lainnya.

Kekembaran dari dua mezbah ini sebagai petunjuk untuk anak cucu mereka kelak, bahwa mereka adalah saudara dengan yang tinggal di sebrang sana.

Memang mezbah tiruan ini tidak dapat berbicara, hanya bisu, akan tetapi mezbah ini dapat membuat imajinasi anak-anak mengerti akan adanya kesamaan, sama Tuhan, sama sesembahan, sama liturgi, dan sama pola hidup, satu bangsa, satu bahasa, satu tanah air.

Tidak heran benda-benda bersejarah dapat membuat kita seperti bisa mengerti kehidupan orang-orang pada zaman pra sejarah, seperti misalnya batu tulis, prasasti, dll

Hal ini juga ditegaskan lebih jelas lagi pada Yosua 24: 27
16. KEMAH SEBAGAI SAKSI BISU

Kemah juga bisa menjadi saksi , simak dalam dua ayat ini:

Kisah rasul 7:44 Kemah Kesaksian ada pada nenek moyang kita di padang gurun, seperti yang diperintahkan Allah kepada Musa untuk membuatnya menurut contoh yang telah dilihatnya.

Wahyu 15: 5 Kemudian dari pada itu aku melihat orang membuka Bait Suci kemah kesaksian di sorga.

17. BIBIR / MULUT ADALAH SAKSI BISU

Konsep saksi ini juga tidak hanya meliputi benda-benda mati seperti mezbah, benda penerang seperti bulan, melainkan juga anggota tubuh: dalam ayat berikut ini BIBIR menjadi saksi bisu ( walau dia adalah alat produksi suara, namun bibir tidak dapat mengeluarkan suara sendiri, tanpa perintah dari otak manusia)

Hal ini ditulis di Ayub 15:6 Mulutmu sendirilah yang mempersalahkan engkau, bukan aku; bibirmu sendiri menjadi saksi menentang engkau.

Tidak heran, maka anggota tubuh seperti sidik jari, rambut, tetesan darah, air ludah, DNA dll menjadi saksi di persidangan mengenai pelaku tindak kejahatan, atau untuk mengenai korban kecelakaan yang wajahnya telah hancur dan tidak dapat dikenali lagi.
18. MATA ADALAH SAKSI BISU

Mata juga dikatakan Alkitab menjadi saksi bisu Ulangan 11:7

19. PANCA INDRA JUGA MENJADI SAKSI BISU

Panca Indra merupakan saksi bisu juga, dapat kita baca di I Yohanes 1:1

 APA YANG BISA DILAKUKAN PARA SAKSI BISU ITU?

Dalam bukunya , Mike Viv Hibbert yang bertajuk PELAYANAN MUSIK, pada halaman 9-11 ditulis sbb:

Dalam kitab wahyu 1:10 tertulis bahwa suara Allah seperti bunyi sangkakala. Hakikat Allah yang mula-mula memancarkan cahaya, dan Dia sendiri dikatakan sebagai terang (Yohanes 1: 1-9, 8:12). Di surga tidak diperlukan cahaya lagi baik cahaya lampu maupun cahanya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka (Wahyu 22:5). Para ilmuwan telah membuktikan bahwa gelombang suara merupakan ‘dimensi’ lain daripada gelombang cahaya. Jadi apa yang memancar dari Allah tidak hanya kemuliaan dan cahaya yang luar biasa, tetapi juga suara dan musik.

Ketika Allah menciptakan alam semesta, Dia memasukkan unsur musik dalam setiap bagian dari ciptaan-Nya. Segala sesuatu yang disentuh tangan Tuhan telah diberi ‘merek dagang’ di atasnya. Memang, ciptaan-Nya amat baik dan sesuai dengan warna, bentuk, tekstur, struktur gerakan dan suara.

Mungkin karena kejatuhan manusia , mata dan telinga kita (dan semua indra yang lain) telah menjadi kurang peka terhadap keindahan di sekitar kita. Para ilmuan telah mengembangkan mikrofon yang amat peka sehingga bisa menegaskan kata-kata Allah, dan dapat merekam suara bintang-bintang dan benda-benda tak berjiwa lainnya.
1. Ayub 38:7, Mazmur 148:3 mencatat bintang-bintang fajar bersorak-sorak bersama-sama, (bagaimana ya kira-kira suaranya? Ingatkah anda akan sebuah bintang yang diikuti oleh Orang Majus jejaknya untuk menjumpai Yesus? Bolehkah kita membuat cerita imajinasi dimana sang bintang ini taat pada perintah Tuhan? BOLEH saja. – komentar penulis)
2. Mazmur 65:13 dicatat mengenai Lembah yang menyanyi
3. Mazmur 98:8 dan banyak sekali ayat serupa yang menuliskan : Biarlah sungai-sungai bertepuk tangan, dan gunung-gunung bersorak-sorai bersama-sama.
(Ayat ini memang sangat puitis sekali, tetapi hanya dengan imajinasi kita dapat membayangkan sungai yang bertepuk tangan….seperti apakah tangan dari sungai itu? seperti apakah suara tepukannya? bagaimanakah irama tepukannya? – komentar penulis)
4. Yesaya 44:23, 49:13, 55;12 dicatat Gunung yang menyanyi
(bagaimanakah gunung-gunung kompak bersorak sorai bagi Tuhan? komentar penulis)
5. Pohon yang menyanyi dan bertepuk tangan, I Taw 16:33, Yes 14:8-9, 44:23, 55:12)
6. Langit yang menyanyi (Yesaya 44:23, 49:13, Maz 69:35)
7. Bukit yang menyanyi (Maz 98:8, Yes 55:12)
8. Reruntuhan( puing-puing) yang menyanyi ( Yes 52:9)
9. Laut yang menggelorakan pujian (I Taw 16:32, Mazmur 69:35, 98:7)
10. Batu-batu yang akan berteriak jika kita tidak memuji Tuhan (Luk 19:40)
Semua hal di atas lebih dari sekedar penggambaran puitis atau pembacaa puisi yang fasih. Dari gerakan atom di sekeliling kita, bahkan sampai benda-benda tak bernyawa, desiran angin melalui permukaan lembah dan gunung-gunung, pepohonan dan suara dari setiap benda tak bernyawa, ada suatu simfoni suara yang dipersembahkan kepada Tuhan. Allah menerima dan menikmati puji-pujian dari ciptaan-Nya. (Maz 145:21, Maz 150:6, Maz 66:4)

 

BAGAIMANA DENGAN CERITA FABEL/
BINATANG YANG SEOLAH-OLAH BISA BERBICARA?
Bagaimana dengan cerita fabel ? dimana binatang bisa saling bercakap dan berkomunikasi ? Apakah itu masuk di akal? Mari perhatikan beberapa bukti berikut ini:
a. Keledai bileam yang bisa berbicara pada Bileam, ketika Tuhan membuat perkara ini menjadi mungkin
b. Yes 7:18 Tuhan bersuit memanggil lalat yang ada di ujung anak-anak sungai Nil , dan memanggil lebah yang ada di tanah Asyur
c. atas penentuan Tuhan datanglah seekor ulat, yang menggerek pohon jarak yang dipakai Yunus berteduhm sehingga pohon itu menjadi layu (Yun 4:7)
d. Yunus 1: 17 seekor ikan besar menelan Yunus atas penentuan Tuhan
e. Yunus 2: 10 Tuhan berfirman pada ikan yang menelan Yunus itu.
f. 1 Raj 17:4 Tuhan telah memerintahkan burung-burung gagak untuk memberi makan Elia, pada waktu pagi dan petang memberi makan Elia berupa roti dan daging
g. Maz 105:40 Tuhan mendatangkan burung puyuh dari langit
h. Maz 105:34 belalang belalang datang atas Firman Tuhan.
i. Mazmur 104:12 mencatat burung yang menyanyi

Tuhan bisa membuat binatang bercakap-cakap dengan manusia (Bileam) dan Tuhan pun berfirman juga pada para binatang untuk melaksanakan kehendak dan penentuan Tuhan. Dan kita pun boleh membuat cerita di mana antar binatang saling bercakap-cakap atau ada percakapan antara binatang dengan manusia (contoh pada kisah Bileam) atau terjadi dialoge antara binatang dengan TUHAN, contoh

 

KESIMPULAN SEMENTARA

Dari pembahasan arti kata merenung dalam bahasa asli Mazmur 1:2 di atas tadi, yang memperbolehkan kita dalam imajinasi kita untuk
: merenung, membayangkan, meditasi, memikirkan, mereka-reka, merancangkan, menimbang-nimbang.

Dan dari pelajaran kita tentang apa kata Alkitab tentang saksi bisu, dan apa yang dapat dilakukan oleh saksi bisu itu

Dan juga dari kutipan buku yang saya ambil yang mana menjelaskan akan adanya unsur musikal dalam setiap sentuhan ciptaan Tuhan yang sudah dapat dibuktikan oleh ilmu pengetahuan, hanya saja kita manusia memiliki keterbatasan untuk menikmati itu semua semenjak kita jatuh dalam dosa,

Dapat kita ambil kesimpulan sementara bahwasannya, boleh-boleh saja kita membuat CERITA IMAJINASI semisal seperti ini:
• Bolehkah kita membuat cerita imajinasi seolah-olah terjadi percakapan antara tembok kanan dan tembok kiri di penjara Paulus dan Silas?BOLEH
• Bolehkah kita membuat cerita imajinasi seolah-olah terjadi pembicaraan seru antara SUMUR, RUMAH POTIFAR, DINDING PENJARA SERTA DINDING ISTANA pada kisah hidup Yusuf? BOLEH BOLEH SAJA !
• Bolehkah kita membuat cerita ilustrasi dimana si bintang yang menuntun para majus bercakap-cakap dengan Tuhan untuk menyatakan kekaguman mereka pada peristiwa Natal dan kegigihan para Majus untuk mencari Yesus itu? BOLEH
• Bolehkah kita membuat cerita imajinasi dari percakapan para gagak yang disuruh Tuhan memberi makan nabi-Nya yaitu Elia?BOLEH
• Bolehkah kita membuat cerita imajinasi apa yang disaksiakan oleh air di sungai Yordan itu, mulai dari kisah Yosua dan bangsa Israel, kisah Naaman, kisah Elia dan Elisa, bahkan kisah Yesus dibabtis di sana? BOLEH
• Bolehkah kita membuat cerita ilustrasi dimana para belalang bercakap-cakap dengan Tuhan, ketika Tuhan memerintahkan mereka untuk menulahi Mesir? BOLEH
• Bolehkah kita membuat cerita ilustrasi, dimana burung-burung gagak pemakan daging itu sedemikian taatnya pada perintah Tuhan…?BOLEH
• Bolehkah kita bercerita mengenai si ikan besar yang menelan Yunus, di mana si ikan ini berdialog dengan Tuhan, menanyakan yang mana yang namanya Yunus itu, mungkin juga si ikan ini geli perutnya saat Yunus ada di dalam perutnya, dan bagaimana si ikan ini mendengar doa Yunus, dst… BOLEH BOLEH SAJA.
• Bolehkah kita membuat cerita imajinasi burung di pohon ara yang dinaiki Zakeus melihat peristiwa pertemuan Zakeus dengan Yesus? BOLEH
BAGAIMANA DENGAN YESUS?

1. Alkitab mencatat Yesus berbicara pada pohon ara yang tidak berbuah (Markus 11:21). Itu artinya bukan hal tabu bagi Yesus untuk memerintahkan sesuatu terjadi pada sebuah POHON. Dan pohon itu memberi responnya, benar-benar kering
2. Alkitab mencatat bahwa Yesus menghardik angin dan berkata kepada danau (Markus 4:39)
3. Yohanes 11:43 Yesus berkata pada seorang jenasah, yang sudah MATI empat hari, dan Lazarus pun bangkit
4. Yesus sanggup membuat batu berteriak , Lukas 19:40
Jawab-Nya: “Aku berkata kepadamu: Jika mereka ini diam, maka batu ini akan berteriak. “
Tuhan menegaskan bahwa jika murid-murid-Nya diam, batu-batu ini akan berteriak. Apakah batu-batu ini benar-benar berteriak saat itu juga? TIDAK. Tetapi apakah Tuhan bisa membuat batu-batu berteriak? BISA SAJA. Apa isi kalimat teriakan batu-batu itu, seandainya murid-murid-Nya diam? Nah disinilah letak imajinasi kita, mungkin batu-batu itu akan berkata sama seperti yang diteriakkan para murid
“Diberkatilah Dia yang datang sebagai Raja dalam nama Tuhan, damai sejahtera di sorga dan kemuliaan di tempat yang mahatinggi!”

Bagaimanakah jenis suara batu-batu itu, apakah Sopran, Alto, Tenor atau Bass….? Silahkan anda berimajinasi. Bolehkah mengimajinasikan bagaimana batu-batu berteriak memuliakan nama Tuhan….? IMAJINASI YANG KUDUS, saya yakin boleh-boleh saja.
Bagaimana kalau kita membuat cerita dengan tokoh utama batu-batu ini yang menyaksikan Yesus lewat mengendarai keledai…dan bagaimana batu-batu ini ingin bersorak dan berteriak memuliakan nama Tuhan yang menciptakan mereka? Bolehkah…? Boleh-boleh saja… Kunci dari bagian ini adalah di ayat :

….mulailah semua murid yang mengiringi Dia bergembira dan memuji Allah dengan suara nyaring oleh karena segala mujizat yang telah mereka lihat. Kata mereka: “Diberkatilah Dia yang datang sebagai Raja dalam nama Tuhan, damai sejahtera di sorga dan kemuliaan di tempat yang mahatinggi! Beberapa orang Farisi yang turut dengan orang banyak itu berkata kepada Yesus: “Guru, tegorlah murid-murid-Mu itu.” Jawab-Nya: “Aku berkata kepadamu: Jika mereka ini diam, maka batu ini akan berteriak

Kuncinya adalah ; murid-murid yang mengiringi Yesus bisa berteriak karena mereka telah MELIHAT semua mujizat yang telah dilakukan Yesus. Mereka adalah saksi mata. Saksi mata tidak dapat dibungkam.

Batu-batu juga adalah saksi mata, yaitu saksi bisu dari sebuah peristiwa yang pernah terjadi. Tuhan bisa membuat batu-batu itu berteriak menceritakan apa yang mereka ‘LIHAT’.
5. Yesus menangisi sebuah KOTA termasuk di dalamnya semua penduduknya.
Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya kata- Nya: “Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu. Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan, dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batupun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau.”

Siapakah yang ditangisi oleh Yesus dalam bagian ini? KOTA Yerusalem. bukan penduduknya yang menjadi Obyek Utama tangisan Yesus saat itu, perhatikan kata yang saya cetak tebal di atas

dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu

Mengapa Yesus menangisi Kota Yerusalem ini…? Karna sebagai saksi bisu, kota ini gagal menangkap khairos Ilahi , kedatangan Yesus sebagai Mesias

Bagaimana sebuah kota dapat menangkap atau gagal menangkap khairos Ilahi ? Dari setiap respon penduduk kota yang terekam di tembok, di batu, di dinding, dan di setiap tempat di seluruh sudut kota, sebagai SAKSI BISU.

Sekalinya sebuah kota mengalami penghakiman Tuhan, yang dirugikan bukan hanya penduduknya saja, tetapi seluruh isi kota, tanamannya, gedungnya, binatang-binatang di dalam kota itu, semuanya terkena imbasnya. Oleh karna itu saat penduduk Niniwe bertobat, mereka mengadakan doa puasa, dan doa puasa ini bukan hanya manusia saja yang berpuasa, bahkan hewan-hewan ternak ikut tidak diberi makan. Pertobatan masal seluruh KOTA, sanggup membatalkan rencana penunggangbalikan kota Niniwe oleh TUHAN.

Sebaliknya tulah atas Mesir juga tidak hanya berimbas ke penduduknya saja, melainkan ke tumbuhannya, hewannya,ke airnya, ke langitnya yang sempat gelap total, dll

Untuk lebih mengerti penjelasan ini saya lampirkan di akhir makalah ini, hasil pendalaman Alkitab kami (saya dengan rekan PA saya Cik Anie, Madiun) yang berjudul KOTA-KOTA YANG MEMBUAT AIR MATA YESUS MENITIK

Ilmu pengetahuan pun membuktikan hal ini, dimana seorang peneliti meneliti, apakah ada pengaruh sebuah ucapan terhadap benda mati, dan ternyata ada. Molekul air yang sering dikatakan “INDAH” dengan yang diberi lebel nama ‘BURUK..’ dst setelah diteliti, molekul air yang diberi nama INDAH, akan membentuk gambar bunga yang sangat indah, molekulnya terlihat indah, berbeda dengan yang diberi nama ‘BURUK…” dia memiliki molekul yang tidak beraturan.

Terbukti secara ilmiah bahwa ternyata apa yang terjadi , yang diucapkan, ternyata bisa memberi pengaruh pada molekul benda mati. Itulah mengapa terkadang kita bisa merasakan di sebuah rumah yang kita kunjungi, adakah kedamaian di rumah yang terasa ‘adem’/ sejuk itu, ataukah sering tidaknya terjadi pertengkaran antara anggota keluarga di sebuah rumah yang terasa ‘panas’ itu. Atmosfirnya begitu terasa. Dinding-dinding rumah itu menjadi saksi bisu.

Hasil penelitian ini saya lampirkan di lampiran 2.

 

 

CERITA IMAJINASI VERSI YESUS:

Berikut ini saya daftarkan bagaimana Yesus memakai imajinasi pendengar sebagai alat atau media untuk menyampaikan kebenaran-Nya.
Perhatikanlah bagian berikut dari ayat ini:
1. TANGAN KANAN DAN KIRI YANG SEOLAH BISA TAHU

Matius 6: 3 Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.

Inilah salah satu gaya Yesus dalam mengajar. Imajinasi-Nya terkadang juga humoris…dan imajinasi-Nya itu mengajak pendengar ikut mengimajinasikan imajinasi serupa. Apakah mungkin tangan kiri memiliki pengetahuan ? Bukankah pengetahuan ada di otak? Apakah mungkin tangan kanan memiliki pengetahuan apa yang dilakukan tangan kiri? Bukankah tangan kanan tidak memiliki otak? Ah…itu kan hanya imajinasi Yesus saja….untuk menggambarkan betapa dalam hal memberi kita tidak perlu melakukannya dengan tujuan agar diketahui orang lain, dipuji orang lain, disanjung orang lain, dianggap dermawan oleh orang banyak, itu cukup dilakukan dengan motivasi yang tulus saja, tanpa embel-embel ingin dipuji.

Cukup menarik di sini, ternyata tangan kanan kita diperintah oleh otak kiri, sebaliknya tangan kiri kita diperintah oleh otak kanan. Ternyata di ayat ini saya mendapat rhema, bahwa di otak kita pun tidak boleh terjadi PUJIAN TERHADAP DIRI SENDIRI pada saat kita memberi sedekah, walaupun percakapan pujian itu tidak terjadi dari orang lain ke diri sendiri, tetapi bahkan pujian di dalam diri sendiri pun sudah merupakan motivasi yang salah. Dahsyat kan…cara Tuhan mengajar…? Melalui imajinasi sederhana dan ‘lucu’ itu, secara MENDALAM diajarkan prinsip sedekah yang TULUS.

Bagaimana kalau kita membuat cerita yang tokoh-tokoh utamanya adalah anggota-anggota tubuh yang saling bercakap-cakap satu dengan lainnya? Boleh- boleh saja…dan itu yang dilakukan oleh Paulus dalam terang Roh Kudus saat menuliskan mengenai TUBUH KRISTUS, dalam I Kor 12: 14-23

Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota. Andaikata kaki berkata: “Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh”, jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh? Dan andaikata telinga berkata: “Karena aku bukan mata, aku tidak termasuk tubuh”, jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh? Andaikata tubuh seluruhnya adalah mata, di manakah pendengaran? Andaikata seluruhnya adalah telinga, di manakah penciuman? Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya. Andaikata semuanya adalah satu anggota, di manakah tubuh? Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh. Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: “Aku tidak membutuhkan engkau.” Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: “Aku tidak membutuhkan engkau.”

Perhatikan kata ANDAIKATA yang saya cetak tebal…dalam cerita imajinasi, tetap kita katakan pada anak-anak bahwa cerita ini adalah cerita KHAYAL, tidak terjadi dengan sungguh-sungguh. Selama imajinasi yang dikembangkan dipakai untuk menjelaskan kebenaran Firman Tuhan…bukan untuk mengimajinasikan sesuatu yang najis….mengapa tidak?

Cerita khayal boleh-boleh saja, misalnya kita membuat cerita imajinasi terjadi percakapan antara senjata yang dipakai oleh Goliad berupa tombak, dll dengan pakaian perang yang ditawarkan si Raja Saul, serta senjata Daud yang hanya berupa 5 batu kali dan pengali-alian itu? BOLEH-BOLEH SAJA !! (imajinasi yang diperbolehkan, karna Yesus pun mengajar dengan menggunakan teknik IMAJINASI)

Asal dalam cerita itu jangan diceritakan ternyata senjata goliad lah yang menang (di sini anda telah memakai imajinasi, tetapi isi ceritanya sudah melenceng dari Firman Tuhan)

Pertanyaan yang sama menjadi seperti pertanyaan ini Bolehkah saya menggunakan ilustrasi dalam cerita/ khotbah saya, peristiwa kesaksian pribadi hidup saya, saat saya hampir mati karna sebuah kecelakaan, tetapi Tuhan selamatkan, untuk menceritakan pada anak-anak betapa Yesus melindungi hidup kita? BOLEH saja. Tapi kan Tuhan Yesus tidak pernah menggunakan Ilustrasi semacam itu, adanya ilustrasi anak yang hilang, lalang di antara gandum, 5 gadis bodoh dan 5 gadis bijaksana, domba yang hilang, dll. Selama ilustrasi anda yang berupa kesaksian itu, mengandung kebenaran yang tidak melenceng dari Firman Tuhan, silahkan digunakan. Karna kita mencontoh cara mengajar Yesus yang menggunakan metode Ilustrasi, walaupun ilustrasi yang kita pakai tidak hanya bersumber dari Alkitab saja, bisa dari banyak sumber.
2. SELUMBAR DAN BALOK DI MATA

Mat 7:3-5 Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”

Luk 6:41-42 Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu .”

Apa yang dimaksud dengan SELUMBAR dalam bagian ini? Dalam bahasa Inggris SPECK dalam bahasa Indonesia artinya BINTIK.

Apakah bisa sebuah mata ada Bintik-nya ? Bisa saja….!! Tapi BALOK? tidak mungkin bukan? Nah inilah keunikan IMAJINASI Yesus dalam mengajar. Imajinasi ini mengajak orang membandingkan ukuran Bintik dengan Balok….berapa kali lipatnya itu?

Perhatikanlah beberapa kata kerja di sini:
• Mengetahui ada balok di dalam mata sendiri
• Melihat balok yang ada di mata sendiri
• Mengeluarkan balok dari mata sendiri agar dapat melihat lebih jelas

Apakah ayat ini berbicara mengenai mata kita yang benar-benar ada baloknya? Saya belum pernah melihat hal semacam itu. Kalau ada balok di mata kita, seberapa besar kelopak mata kita saat akan menyimpan balok itu di dalam mata kita ? Menggelikan bukan?

Itulah cara Yesus mengajarkan tentang Penghakiman, Tuhan ingin kita hidup dalam gaya hidup introspeksi diri, bukan gaya hidup menghakimi orang lain. Saat hidup kita sudah bisa jadi teladan, barulah kita boleh menegur orang lain (Karna dalam ayat ini, Tuhan tidak melarang kita mengeluarkan bintik dari mata orang lain, tetapi melalui tahap mengeluarkan dulu balok dari mata kita)

Rupanya Yesus menggunakan balok, bisa diduga karna itulah keseharian Yesus yang sebelumnya berprofesi sebagai tukang kayu (Mrk 6:3), yang sering berhadapan dengan balok-balok.

Bolehkah kita membuat cerita imajinasi dengan tokoh utama Jubah Yusuf yang indah itu, yang akhirnya dikoyak, dan diberi darah binatang, untuk menceritakan pada anak-anak bahwa kebohongan dan kejahatan kakak-kakak Yusuf itu pada akhirnya terbongkar, setelah akhirnya mimpi Yusuf itu terbukti? BOLEH

Bolehkah kita membuat cerita mengenai jubah Samuel yang dijahit sendiri oleh Hana dimana dari jauh Hana selalu berdoa untuk Samuel sambil menjahit baju itu, untuk mengajar anak-anak berterima kasih pada orang tua yang sudah berdoa untuk mereka ?BOLEH

3. MUTIARA PADA BABI

Mat 7:6″Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.”

Apakah ada orang yang sungguh-sungguh memberikan mutiara pada babi? Saya rasa dalam kehidupan nyata, hal seperti itu hampir tidak mungkin akan pernah terjadi, kecuali mungkin dilakukan oleh orang yang tidak waras.

Selain menggunakan metode bahasa gambar BINATANG di sini, yaitu Babi, Yesus juga memadukannya dengan metode bahasa gambar IMAJINASI.

Mutiara penggambaran sesuatu yang berharga, sedang babi penggambaran sesuatu yang najis dan tidak mungkin bisa menghargai keberhargaan si mutiara itu, bahkan si babi yang tidak bisa menghargai sesuatu yang berharga itu juga tidak akan berterima kasih, malah akan menyerang balik. Percuma saja memaparkan sesuatu yang sangat berharga pada orang-orang yang hidupnya belum dikuduskan, dia tidak akan menghargainya.

ADAKAH CERITA IMAJINASI YANG ADA DI BAGIAN ALKITAB LAINNYA?
APAKAH ADA BUKTI LAIN MENGENAI ‘SAKSI BISU’ ITU ?

2. Hakim-hakim 9: 7-17
Setelah hal itu dikabarkan kepada Yotam, pergilah ia ke gunung Gerizim dan berdiri di atasnya, lalu berserulah ia dengan suara nyaring kepada mereka: “Dengarkanlah aku, kamu warga kota Sikhem, maka Allah akan mendengarkan kamu juga. Sekali peristiwa pohon-pohon pergi mengurapi yang akan menjadi raja atas mereka. Kata mereka kepada pohon zaitun: Jadilah raja atas kami! Tetapi jawab pohon zaitun itu kepada mereka: Masakan aku meninggalkan minyakku yang dipakai untuk menghormati Allah dan manusia, dan pergi melayang di atas pohon-pohon? Lalu kata pohon-pohon itu kepada pohon ara: Marilah, jadilah raja atas kami! Tetapi jawab pohon ara itu kepada mereka: Masakan aku meninggalkan manisanku dan buah-buahku yang baik, dan pergi melayang di atas pohon-pohon? Lalu kata pohon-pohon itu kepada pohon anggur: Marilah, jadilah raja atas kami! Tetapi jawab pohon anggur itu kepada mereka: Masakan aku meninggalkan air buah anggurku, yang menyukakan hati Allah dan manusia, dan pergi melayang di atas pohon-pohonLalu kata segala pohon itu kepada semak duri: Marilah, jadilah raja atas kami! Jawab semak duri itu kepada pohon-pohon itu: Jika kamu sungguh-sungguh mau mengurapi aku menjadi raja atas kamu, datanglah berlindung di bawah naunganku; tetapi jika tidak, biarlah api keluar dari semak duri dan memakan habis pohon-pohon aras yang di gunung Libanon.

Kita memang tidak tahu apakah Yotam ini menyampaikan pesan Tuhan, ataukah hanya berbicara biasa, tetapi terbukti apa yang dikatakannya terjadi, dimana akhirnya penduduk kota itu mati oleh api. Pernahkah kita mendengar para pohon pohon mengadakan rapat untuk mengangkat raja diantara mereka? Bukankah ini merupakan cerita IMAJINASI?
3. Kejadian 4:10 dimana Tuhan berfirman kepada Kain “Apakah yang Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah.” Darah Habel berteriak. Ini bukan cerita IMAJINASI, tetapi benar-benar darah Habel itu bisa berteriak, hanya saja manusia tidak bisa mendengar teriakannya, melainkan hanya Tuhan yang bisa mendengar teriakan darah Habel.
4. Rasul Paulus juga menggunakan cerita imajinasi saat menggambarkan Banyak anggota tetapi satu tubuh, I Kor 12: 12-30, penggambaran imajinasi Paulus saat dia berimajinasi sbb:
a. Kaki yang bisa berbicara pada tubuh
b. Telinga yang bisa berbicara pada tubuh
c. Tubuh yang seluruhnya terdiri dari mata
d. Tubuh yang seluruhnya terdiri dari telinga
e. Tubuh yang hanya terdiri dari satu anggota badan
f. Mata berbicara pada tangan
g. Kepala berbicara pada kaki
h. Apa yang terjadi pada tubuh jika satu anggota menderita
i. Apa yang terjadi pada tubuh jika satu anggota dihormati
Apakah itu artinya kaki benar benar bisa berkata-kata pada tubuh? Tidak bukan ? Hanya imajinasi saja…tapi imajinasi ini sangat jitu untuk menggambarkan kesatuan dalam kepelbagaian.
5. Murka TUHAN atas pegunungan Seir
Yehezkiel 35:1-15
Perhatikan di sini, bahwa nubuatan Tuhan tidak saja ditujukan pada manusia, tetapi juga pada sebuah TEMPAT/ Pegunungan. Dalam bagian ini malah dikatakan DARAH AKAN MENGEJAR.

Secara nalar, kan tidak masuk akal dimana darah itu bisa mengejar. Walaupun ini sebuah kebenaran, untuk mencernanya kita membutuhkan imajinasi kita.

 

MASA KALAH DENGAN SPONGE BOB?

Hampir semua cerita film kartun adalah cerita imajinasi, misalnya:
sponge bob, dora the explorer, dll

Apakah anak-anak benar-benar menyangka bahwa sponge itu bisa berbicara, bintang laut dan kepiting itu bisa berbicara…? Pada akhirnya toh mereka tahu, bahwa itu hanya IMAJINASI saja, tetapi toh sampai mereka besar, mereka tetap menggemari film itu.

Contohnya anak saya sendiri, ia adalah penggemar cerita Sponge Bob yang lahir bersamaan tahun dengan kelahirannya 1999, dan kini 2011 saat usianya menginjak 12 tahun, ia tetap meng’gila’i film kartun khayal itu. Apakah saya melarang anak saya menonton film sponge bob itu karna itu khayal? TIDAK sama sekali, sejauh film itu mengajarkan nilai-nilai yang aman, tidak mengandung percabulan, kekerasan, kedengkian, dll.

Tetapi cerita khayal yang menceritakan Dewa Angin, Api dan Air, dalam bentuk kartun imajinasi, tetap saya larang anak saya menontonnya, sejak ia kecil dulu, mengapa…? Karna ada okultisme dalam film anak-anak produk luar negri itu.

Khayalan atau imajinasi sangat kuat pengaruhnya. Daripada kita ikut membuang sang bayi saat membuang air bekas mandinya, mari selamatkan sang bayi, saat membuang airnya.

KESIMPULAN AKHIR

Pakai imajinasi yang kudus saat bercerita pada anak-anak, dan jangan anti dengan IMAJINASI, sejauh pembahasan tidak melenceng dari Firman Tuhan, malah justru akan memperkuat penanaman Firman Tuhan dalam diri anak.

 

 

============================================================================================

LAMPIRAN 1

KOTA KOTA YANG MEMBUAT AIR MATA YESUS MENITIK

PA CIK ANIE,
24 MEI 2010

"Aku suka imajinasi Yesus yang keren abis..."

“Aku suka imajinasi Yesus yang keren abis…”

MATIUS 11: 20-24

Kota-kota yang tertulis di perikop ini:

Khorazim
Betsaida
Tirus (non Israel)
Sidon (non Israel)
Kapernaum
Sodom (non Israel)

Yang dikecam Yesus:
1. Kota –kota yang : (20-21)
• Tidak bertobat
• Tidak berkabung
• Walaupun sering melihat mujijat-mujijat.
• Sering mendapat kunjungan pelayanan Yesus

Rhema : berkabung aja nggak, apalagi bertobat, padahal sering ada KKR, pembicaranya tingkat Surgawi.

Akibatnya jika tidak mau bertobat: mengalami KOTA BINASA (23)
Kota yang mau bertobat, akan ditinggikan oleh Tuhan (23)

KKR dengan pembicara tingkat surgawi sekalipun, dalam sebuah kota, tidak menjamin kota itu akan selamat, kenapa? Karna keselamatan sebuah kota ditentukan oleh pertobatan kota itu, bukan oleh banyaknya KKR yang diadakan dan oleh pembicara tingkat tinggi sekalipun

Mat 7: 21-23, kunci keselamatan, bukan pada Karunia/ Manifestasi Kuasa Allah yang dinyatakan, tetapi pada PERTOBATAN.

Setiap kota pada hari penghakiman pasti akan dihakimi, dan akan memiliki tanggungan (22)
Tanggungan kota-kota ternyata ada bobot/beratnya.

Kota Sodom kalau melihat mujijat, tentu masih berdiri sampai hari ini:

Kejadian 13:13 sodom sangat jahat dan berdosa terhadap TUHAN
• II Pet 2:7-10
o Cara hidup orang yang tidak mengenal hukum
o Orang-orang jahat,
o Perbuatannya jahat
o Menuruti hawa nafsu

  • Ingin mencemarkan diri
  • Menghina pemerintahan Allah
  • Berani dan angkuh
  • Tidak segan-segan Menghujat kemuliaan
  • Sama dengan hewan yang tidak berakal
  • Sama dengan dengan hewan potong
  • Berfoya-goya pada siang hari dianggap sebagai kenikmatan
  • Mabuk
  • Mata penuh nafsu zinah
  • Tidak pernah berhenti berbuat dosa
  • Memikat orang lemah, hati yang serakah
  • Cabul (yudas 7)
  • Homoseksual

• Nasip orang Sodom:

o Binasa seperti binatang liar
o Nasib buruk karna hukum tabur tuai
o Hidup dibawah hukum kutuk
o Siksaan api kekal (yudas 7)

Malapetaka Sodom:
• Hujan belerang
• Hujan api
• Ditunggangbalikkan oleh Tuhan,
o kota-kota itu
o penduduk
o tumbuh-tumbuhan
o penduduknya musnah ( yes 13:19-22) (Yer 49:18)
o bisnis hancur
o kota jadi kota angker : burung hantu, burung unta, jin-jin, anjing hutan, dan serigala

Sodom hidup dalam kejahatan di hadapan Tuhan, karna tidak pernah melihat Mujijat

Apa fungsinya LOT dan keluarganya di SODOM ?

Lot tidak berfungsi.

Padahal kalau Lot berfungsi dengan baik, dia bisa menyelamatkan kota.

Yeremia 29:7 kesimpulan LOT tidak pernah berdoa untuk kota Sodom.

1 orang bisa menyelamatkan 1 kota, cuntohnya YUNUS. Padahal Lot 1 keluarga, 4 orang.

Tanggungan Kapernaum lebih berat daripada kota SODOM, hukuman Sodom api kekal, hukuman Kapernaum lebih berat…daripada api kekal….artinya sama-sama binasa.

BAGAIMANA MUNGKIN TANGGUNGAN KAPERNAUM LEBIH BERAT DARIPADA SODOM?

Karna Kapernaum sering melihat mujizat Tuhan, tidak seperti Sodom yang tidak pernah melihat mujizat Tuhan. Bagaimana mungkin yang sering melihat mujizat Tuhan kog tidak mau bertobat…? Maka tanggungannya lebih berat, hukumannya akan lebih parah.

Kesimpulan:


Keselamatan bukan hanya jiwa-jiwa, tetapi juga KOTA
Keselamatan kota tergantung pada KITA, bagaimana kita meresponi lawatan , mujizat Tuhan dan hidup dalam pertobatan setiap hari, bagaimana kita berdoa untuk keselamatan KOTA kita, jangan sampai kota kita terkena hujan api dan belerang seperti yang terjadi di Sodom dan Gomora

Lampiran 2

Masaru Emoto

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Masaru Emoto adalah seorang seorang peneliti dari Hado Institute di Tokyo, Jepang pada tahun 2003 yang melalui penelitiannya mengungkapkan suatu keanehan pada sifat air. Melalui pengamatannya terhadap lebih dari dua ribu contoh foto kristal air yang dikumpulkannya dari berbagai penjuru dunia, Emoto menemukan bahwa partikel molekul air ternyata bisa berubah-ubah tergantung perasaan manusia disekelilingnya,[1] yang secara tidak langsung mengisyaratkan pengaruh perasaan terhadap klasterisasi molekul air yang terbentuk oleh adanya ikatan hidrogen,

Emoto juga menemukan bahwa partikel kristal air terlihat menjadi “indah” dan “mengagumkan” apabila mendapat reaksi positif disekitarnya, misalnya dengan kegembiraan dan kebahagiaan. Namun partikel kristal air terlihat menjadi “buruk” dan “tidak sedap dipandang mata” apabila mendapat efek negatif disekitarnya, seperti kesedihan dan bencana. Lebih dari dua ribu buah foto kristal air terdapat di dalam buku Message from Water (Pesan dari Air) yang dikarangnya sebagai pembuktian kesimpulan nya sehingga hal ini berpeluang menjadi suatu terobosan dalam meyakini keajaiban alam. Emoto menyimpulkan bahwa partikel air dapat dipengaruhi oleh suara musik, doa-doa dan kata-katayang ditulis dan dicelupkan ke dalam air tersebut.

Terlepas dari benar tidaknya penelitian beliau tersebut, tetapi saya meyakini Firman Tuhan , bahwa pada mulanya adalah Firman, dan Tuhan menciptakan alam ciptaan dengan cara berfirman.

Betapa dahsyatnya kuasa perkataan, mati atau hidup dikuasai oleh lidah kita.  Dan terbukti saat bangsa Israel menyembah berhala, alam pun ikut terkena imbasnya, sehingga pada zaman Elia, dimana Raja Ahab menyembah berhala, terjadi kelaparan dan kekeringan , I raja-raja 18:18.

zwani.com myspace graphic comments

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s