MATERI RET-REAT GURU SEKOLAH MINGGU – MENJADI GURU SM YANG PROAKTIF


Berikut ini saya upload materi ret-reat Guru Sekolah Minggu, yang pernah dilaksanakan di oleh guru-guru ABI (Anak Bethel Indonesia), GBI Ambarawa, di STT Nusantara, Salatiga, Juli 2013

RET-REAT INI berthemakan MENJADI GURU SEKOLAH MINGGU YANG PROAKTIF, PRODUKTIF DAN PROFESIONAL, yang akan saya bagi menjadi 3 tulisan berseri dapat anda buka di link ini:

PROAKTIF

PRODUKTIF

PROFESIONAL

Bagi yang ingin menyeminarkan kembali monggo, silahkan, saya upload juga semua power point serta video-vodeo yang perlu anda download

Selamat belajar dan mengajar !! GBU !

SESI 1

MENJADI GURU SEKOLAH MINGGU YANG PROAKTIF

IMG_4294 IMG_4295

Ciri-ciri orang Proaktiv adalah:

  • Orang-orang yang punya VISI dalam hidupnya, sehingga Visi itu mampu menjadi motor penggerak secara INTERNAL DAN BUKAN SECARA EKSTERNAL
    • Memulai perubahan dari dirinya sendiri sebelum ditularkan ke orang lain
    • Mengembangkan kesadaran diri, hati nurani, imajinasi kreatif dan kebebasan berkehendak
  • Orang-orang yang BERINISIATIF DAN AKTIF, BUKAN PASIF
    • mampu mengidentifikasi kesempatan dan mengambil tindakan yang tepat untuk memanfaatkan kesempatan tersebut, menampakkan inisiatif dan mempertahankannya sampai perubahan yang bermakna terjadi
    • Bertanggung jawab dan tidak pernah menyalahkan keadaan
  • Orang orang BERAKSI DAN TIDAK BEREAKSI
    • yang relatif tidak terpengaruh oleh kekuatan situasi di sekitarnya, bahkan orang tersebut mampu mempengaruhi timbulnya perubahan dalam lingkungannya.
    • Memberi pengaruh positif, menambah dan meningkatkan lingkaran pengaruhnya

Kesimpulan : Orang yang Proaktiv adalah orang yang memiliki VISI dalam hidupnya, sehingga ia digerakkan oleh Visi itu sehingga ia akan memiliki inisiatif yang luar biasa serta memberi pengaruh positif pada lingkungannya.

Guru Sekolah Minggu yang proaktiv adalah guru sekolah minggu yang memiliki VISI dalam pelayanannya, sehingga ia digerakkan oleh Visi itu, hal itu membuat dia pun memiliki inisiatif serta memberi pengaruh positif buat orang-orang di sekitarnya termasuk di antaranya murid-murid yang diajarnya.

GURU SEKOLAH MINGGU YANG PROAKTIF DALAM ALKITAB

Yohanes 1: 35-42

Andreas:

Pertama-tama bersama Yohanes, menjadi murid daripada Yohanes Pembabtis. Saat Yohanes Pembabtis, guru mereka menunjukkan bahwa Yesus itu adalah Anak domba Allah, dia dan Yohanes, mereka pergi mengikut Yesus, melihat rumah di mana Yesus tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama Yesus

Andreas mengajak Petrus, saudara kandungnya untuk mengikut Yesus. Selanjutnya saat mereka kembali menangkap ikan, Yesus mendekati mereka dan mengajak mereka ikut Dia, karna Yesus akan menjadikan mereka penjala manusia. Petrus dan Andreas pun akhirnya mengikut Yesus

Dan akhirnya Andreas terpilih menjadi salah satu murid, diantara 12 murid Yesus

Andreas menjadi salah satu orang yang mendapat pengajaran tentang akhir zaman, bersama dengan Petrus, Yohanes dan Yakobus ( Mrk 13:3)

Yohanes 6 : 9, mencatat Andreas sebagai murid yang menemukan anak kecil yang membawa 5 roti dan dua ikan.

(PEMBACAAN INI OLEH PEMBICARA- HARUS BERLATIH DAHULU DENGAN INTONASI NARASI- SERTA DENGAN CEPAT LAMBAT PENUTURAN/ DINAMIKA TEMPO- KERAS LEMBUT PENUTURAN/ DINAMIKA SUARA- SERTA DENGAN SARAT EMOSI)

PEMBACAAN NARASI – YESUS DAN ANAK-ANAK

Passion tertinggi adalah KASIH  I Kor13:1-3 , kasih menghasilkan diantaranya belas kasihan. Belas kasihan menghadirkan diantaranya empati. Empati diantaranya menghasilkan aksi kasih. Aksi ini dalam bahasa Alkitabnya adalah : Perbuatan. Iman tanpa perbuatan adalah mati. Jadi kesimpulannya Passion adalah wujud yang terlihat dari iman yang tak terlihat.

Seseorang yang punya hasrat akan membagikan kasih pada anak-anak, akan menjadi guru sekolah minggu yang sangat produktif dalam menggembalakan anak-anak ini dengan penuh kasih

Tuhan Yesus tidak pernah terlalu sibuk sampai mengabaikan anak-anak.

Tuhan Yesus tidak pernah terlalu jaim sampai tidak pernah menyentuh anak-anak.

Tuhan Yesus tidak pernah terlalu merasa diri penting

sampai tidak memperhatikan kehadiran seorang anak

di tengah-tengah pembicaraan orang dewasa.

Tuhan Yesus tidak pernah terlalu sok suci

sampai harus menghapus ‘anak bangsa lain’ (Ruth, Rahab)

dari deretan silsilahnya, karna anak bangsa lain juga sangat berharga di mata-Nya.

 Itulah yang menyebabkan juga nama Naaman dan juga kisah Janda Sarfat

masuk dalam kisah-kisah terkenal, sekalipun mereka bukan anak negri.

Tuhan Yesus tidak pernah dikejar jadwal pelayanan berikutnya,

kota berikutnya, orang dewasa berikutnya yang menuntut jadwal yang padat,

dan ia tidak berkata pada wali murid

 “Maaf…saya sedang sibuk, bagaimana kalau jangan sekarang, kapan-kapan saja ya,

saya kan sering lewat sini..”,

hanya untuk sekedar mendoakan anak-anak, bercengkrama dengan anak-anak,

bergurau dengan mereka, membiarkan mereka bergelayutan di bahu-Nya,

memegang-megang ikat pinggang-Nya atau bahkan membelai-belai rambut-Nya,

Ia tidak pernah berkata pada anak-anak itu

“Adik-adik….kakak sudah ditunggu di desa sana, cukup ya mainnya…?”,

walaupun mungkin memang ia dikejar jadwal yang padat.

Sebaliknya mungkin Ia berkata pada orang dewasa itu

 “Maaf…saya tidak akan datang ke rumah Anda secepat yang anda kira…

karna saya ada tamu-tamu kecil yang sangat penting.”

Murid-murid-Nya yang merasa tersanjung di antara khalayak ramai

karna eksklusif dalam kelompok Yesus,

merasa kehadiran anak-anak kecil ini sangat tidak menguntungkan,

mereka ribut, mereka mengompol, mereka ‘nakal’, mereka rewel,

mereka ‘lucu’ mungkin, tetapi tidak bisa diam,

dan para wali murid ini bikin keadaan semakin runyam,

mereka ngotot ingin memenuhi keiinginan anak-anak mereka ketemu Orang terkenal, yaitu Guru mereka.

Tapi siapa bilang Yesus merasa kehadiran anak-anak kecil ini tidak menguntungkan? Yesus mengutip Maz 8:3 untuk menunjukkan

betapa beruntungnya kehadiran anak-anak

yang merupakan prajurit kerajaan Allah cilik ini.

Tapi siapa bilang Yesus terganggu dengan keributan anak-anak?

Ia pun siap membuat batu-batu berteriak, jika anak-anak dibungkam.

Tapi siapa bilang Yesus memelototi para wali murid,

 justru Yesus memelototi para murid-Nya yang tidak mengerti

bahwa salah satu hasrat-Nya yang terdalam adalah juga mengasihi anak-anak.

Hasrat itulah yang membuat Ia tersenyum menyambut anak-anak

 yang rindu datang kepada-Nya,

hasrat itulah yang menggerakkannya memberi sesi terbaru pada murid-murid-Nya

sebuah pelajaran penting yang tak boleh dilupakan :

“Jangan halang-halangi anak-anak itu datang kepada-Ku”

Menyayangi anak yang cantik, cakep, pandai, wangi, berpakaian rapi, cerdas, kritis, dan bertalenta itu sangat natural sekali, tanpa usaha yang keras, sudah otomatis anak-anak seperti ini menimbulkan kasih dan sayang dan seakan punya magnet untuk menyedot perhatian semua orang dewasa disekelilingnya, bahkan teman-teman seumurannya.

Contoh paling menyentuh adalah kisah mengenai Daud dan Mefiboset. Mefiboset orang yang pincang, dari keluarga yang sudah turun pamor, tinggal di tempat yang sepi dan tidak terkenal, dilupakan orang dan mengalami hilangnya masa kejayaan keluarga, kejayaan sang kakek yang adalah raja pertama Israel

Tetapi Daud yang mempunyai ikat janji dengan Yonatan, mencari Mefiboset ini, menyuruh orang menjemputnya, serta mengajaknya bicara dari hati-ke hati serta mengajaknya tinggal di istana, dan makan sehidangan dengan dia beserta keluarga besar kerajaan, beserta semua anak-anaknya yang lain. Daud menganggap Mefiboset pincang ini seperti anaknya sendiri.

Saat Mefiboset duduk di meja makan bersama pangeran lainnya, taplak istana yang mewah dan rapi menjuntai sampai ke lantai sedetik ketika menutupi kakinya yang pincang. Daud tidak melihat kakinya yang pincang, Daud tetap mengajaknya berbicara di meja makan, bercengkrama dengan dia sambil menikmati hidangan, dan terkadang ‘lupa’ akan kepincangannya sampai jamuan itu selesai dan Mefiboset beranjak pergi meninggalkan meja itu, barulah Daud sadar kembali Mefiboset itu pincang. Dan mungkin saja ia menegaskan pada semua pageran lainnya bahwa makan tidak akan dimulai jika Pangeran Mefiboset belum sampai di kursi makan yang sudah disediakan untuk dia. Pangeran-pangeran yang lain Cuma saling melirik mungkin, sambil merasa aneh dengan kata-kata Ayahanda mereka. Mefiboset…si pincang itu…? Harus ditunggu…? Tetapi Daud tetap dengan pandangan biasa, tidak ada yang aneh. Si pincang itu adalah juga pangeran di mata-DAUD.

Ini menggambarkan kasih Kristus pada anak-anak ‘pincang’.

‘Pincang’ karna tidak mendapatkan kasih sayang yang cukup dari orang tuanya, walaupun dari keluarga berada. ‘Pincang ‘ karna perceraian orang tua. ‘Pincang’ karna lahir tanpa asuhan ayah. ‘Pincang’ karna goncangan meninggalnya orang tua di usianya yang masih dini. ‘Pincang’ karna himpitan ekonomi keluarga. ‘Pincang’ karna setiap hari hanya bertemankan guru les, pembantu, babu sitter, serta sopir, dan kurang belaian kasih sayang orang tua. ‘Pincang’ karna pelecehan seksual di tengah bobroknya moralitas masyarakat. ‘Pincang’ karna goncangan ekonomi keluarga imbas dari PHK massal. ‘Pincang’ karna sakit penyakit yang ‘aneh’ di mata masyarakat seperti hydrocephalus, autisme, down syndrome, hiper actif, dll.

Ikat janji Tuhan pada manusia dalam rangka keslamatan itulah yang membuat Tuhan datang sendiri ke dunia ini dan menjangkau serta mengangkat anak-anak ‘pincang’ ini menjadi anak-anak-Nya.

Mari pandang anak-anak ‘pincang’ ini dengan cara Tuhan memandang. Saat kita menyambut mereka dalam nama-Nya, dengan hasrat yang sama seperti hasrat-Nya, sama saja kita menyambut Yesus.

PENTINGNYA PELAYANAN ANAK

PEMUTARAN 3 VIDEO / POTRET ANAK BANGSA DI ERA KEKINIAN

 

Pelayanan Anak akan membendung serangan Iblis terhadap generasi muda:

  • Narkoba misalnya, BNN menyatakan bahwa pengguna narkoba di Indonesia mencapai 4,2 juta jiwa di mana mayoritas penggunanya adalah generasi muda, bahkan tidak sedikit usia SD (nasional.sindonews.com).
  • Juga yang menyedihkan, BKKBN menyiratkan bahwa angka aborsi di Indonesia tahun 2012 resminya 2,4 juta dan trend-nya naik 15% per tahun.

Komnas PA bahkan mengatakan 62% aborsi dilakukan oleh remaja (jurnas.com). Generasi muda selalu ada dalam keadaan rentan dan bahaya.

 

Anak-anak dalam Alkitab

(diintisarikan dari buku: Membangun Generasi Baru, Pdt Ir Jarot Wijanarko)

  1. Samuel adalah seorang nabi yang dipakai oleh Tuhan secara luar biasa karena:
    • Dilahirkan dari doa seorang ibu (hana)
    • Dibesarkan dengan jubah dari orang tua, jubah melambangkan gambar diri yang terbentuk dari cara orang tua mengarahkan Samuel untuk menjadi seorang pelayan.
  2. Yoas, Raja (Dalam PB, Raja sering disebut juga Rasul) sejak kecil (2 Raja-Raja 11:21-12:1,2)Yoas adalah raja yang memerintah sejak umur 7 tahun. Sejak bayi hingga berumur 7 tahun, Yoas tinggal di bait Allah dan hidup dari Firman Tuhan terus-menerus.
  3. Yohanes Pembabtis adalah penginjil yang penuh Roh Kudus sejak dalam kandungan, karena:
    • Orang tuanya adalah orang yang hidup takut akan Tuhan, dan adalah orang tua yang dipenuhi Roh Kudus (luk 1:5-6, Luk 1:41, Luk 1:67)
    • Dijaga kekudusannya sejak dari kandungan (Luk 1:15) Didikan dimulai sejak dari kandungan
  4. Timotius menjadi seorang pengajar kitab suci yang handal, karma sejak kecil dididik mengenal Firman Tuhan ( II Tim 3:15)
  5. Yesus, adalah gembala yang penuh dengan hikmat sejak kecil. Yusuf dan Maria sangat mentaati Firman Tuhan, taurat Musa, dalam mendidik Yesus, dan dalam umur 12 tahun, Yesus dapat bersoal jawab dengan ahli-ahli taurat. Yusuf adalah seorang laki-laki yang sangat menguasai diri (Mat 1:25), sedangkan Maria adalah seorang hamba Tuhan yang penuh dengan penyerahan hidup (luk 1:38)

 

Pendahuluan:

“Pentingnya Pelayanan Anak” adalah salah satu topic yang muncul dari kenyataan betapa banyaknya gereja yang mengabaikan pelayanan anak dan hanya tervokus pada pelayanan pada golongan usia dewasa saja.

Gereja yang tidak memperhatikan pelayanan  anak, akan melihat sendiri hasilnya dalam kurun waktu 10-20 tahun ke depan, tetapi gereja yang memperhatikan pelayanan anak akan memetik buahnya dalam kurun waktu yang sama, bahkan jauh sebelumnya

Mengapa palayanan anak dan bukan pelayanan yang lain?

Pertanyaan ini harus dapat kita jawab. Apakah kita memilih bidang pelayanan anak karena kita:

  • Suka anak-anak? Mereka lucu?
  • Ingin bersama-sama teman-teman lainnya yang juga berkecimpung di pelayanan anak?
  • Hanya pelayanan ini yang kita bisa?
  • Hanya pelayanan ini yang mau menerima kita?
  • Untuk mengisi waktu luang?
  • Sambil menjaga/menunggui anak/adik/keponakan kita?
  • Disuruh Bapak Pendeta?

Renungkan kembali apa yang menjadi motivasi kita:

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

Saya melayani Tuhan di bidang anak karena saya terpanggil untuk itu.

Saya melayani Tuhan di bidang anak karena saya mengerti apa yang menjadi kehendak Tuhan dalam hidup dan pelayanan saya.

Mengapa anak-anak perlu dilayani?

Anak-anak sungguh berharga di mata Tuhan

  1. Karena anak-anak berharga di mata Tuhan.

Begitu berharganya anak-anak di mata Tuhan, sampai Ia menyatakan bahwa dengan menyambut anak-anak, itu berarti kita menyambut , dan dengan menyambut , sama dengan halnya kita menyambut Bapa  sendiri.

  • Mat 18:5, Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku
    •  Mrk 9:37, Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku”
  1. Di mata Tuhan, anak-anak punya potensi yang besar.
    • Luk 9;48, Karena yang terkecil di antar kamu sekalian, dialah yang terbesar

PEMUTARAN VIDEO ANAK JENIUS

(Klik tautan di bawah ini, dan unduh video yang ada di dalam website tersebut.

PIANIS JENIUS CILIK

  1. Di mata Tuhan, anak-anak sama sekali bukanlah pengganggu yang patut diusir, tetapi anak-anak adalah bagian dari jiwa-jiwa yang perlu dilayani, bahkan Dia menegur murid-murid-Nya yang menghalang-halangi anak-anak datang pada .   tidak pernah terlalu sibuk sehingga tidak punya waktu untuk anak-anak.
    • Mrk 10:14, Ketika  melihat itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: “Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang seperti itulah yang empunya kerajaan Tuhan”
  1. Bapa di sorga begitu merindukan bukan hanya pertobatan orang dewasa saja, melainkan juga pertobatan anak-anak. Dalam pesan-Nya kepada Petrus,  memerintahkan Petrus untuk menggembalakan juga doma-domba kecil
    • Mat 18:12-14, demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang
    • Yohanes 21:15, gembalakanlah domba-domba-Ku/ DOMBA di sini dipakai kata LAMB/ anak domba, bukan sheep/domba dewasa.
  1. Tuhan  mengajarkan agar kita tidak menganggap rendah anak-anak (Mat 18:14). Dia tidak pernah merehkan 5 roti dan 2 ikan dari seorang anak kecil

Anak-anak calon pemimpin bangsa

  1. Banyak tokoh Alkitab yang dipakai secara luar biasa dipanggil dan di persiapkan Tuhan sejak mereka masih anak-anak. Contohnya, Daud, Yusuf, Samuel, .
  2. Banyak hamba-hamba Tuhan besar dipersiapkan Tuhan sejak masa anak-anak, contoh Robert Learden, Tommy Tenny, dll

Bayangkanlah salah satu dari anak-anak sekolah minggu kita jadi PresidenRI tahun 2038! Kita ikut terlibat dalam mencetak mereka

Anak-anak dalam usia potensial pengembangan

  • pribadi,
  • karakter,
  • intelektual,
  • bakat dan minat,
  • fisik,
  • pengenalan akan Tuhan
  • pengelolaan emosi
  • pelatihan kepemimpinan
  • dll

Janji Tuhan terhadap anak-anak

  1. Anak-anak mengalami babtisan dan karunia Roh Kudus, anak-anak akan dipakai sebagai nabi kecil yang bernubuat di akhir jaman (Yoel 2:28-29)
  2. Anak-anak mengalami pemulihan dalam keluarga (Mal 4:6, Maz 27:10)

PUTARKAN VIDEO INI

  1. Puji-pujian anak-anak kepada Tuhan dapat menghancurkan musuh (Maz 8;3, Mat 21:15-16)

PUTARKAN VIDEO INI

  1. Mujijat terjadi karena ada seorang anak yang memiliki hati memberi ( memberi makan lima ribu orang Yoh 6:9)
  2. dosa anak-anak diampuni oleh Tuhan (I Yoh 2:12)
  3. Anak-anak mengenal Bapa (I Yoh 2:14)
  4. Setiap anak disediakan satu malaikat penjaga (Mat 18:10)
  5. Anak-anak pun diberkati oleh Tuhan (Mat 19:13)

Teladan Tuhan  di dalam manghadapi anak-anak

  1. Mat 18:2 Tuhan  memanggil seorang anak kecil, Tuhan  bersikap pro aktif dan mengenal nama anak secara pribadi
  2. Mat 19:13 Tuhan Yesus menumpangkan tangan dan memberkati anak-anak
  3. Mat 19:13 Tuhan Yesus mendoakan anak-anak
  4. Mrk 10:16 Tuhan Yesus  memeluk anak-anak itu, Ia memperlakukan anak-anak dengan penuh kasih sayang dan kelembutan
  5. Maz 27:10 Tuhan Yesus menggantikan posisi ayah dan ibu bagi anak-anak yang ditinggalkan ayah dan ibunya

Meneladani Yesus dalam mangajar anak-nak yaitu dengan menggembalakan anak pribadi lepas pribadi, menumpangkan tangan dan memberkati, memeluk, dan menempatkan diri sebagai orang tua bagi anak-anak

Mengingat betapa pentingnya pelayanan anak ini, Alkitab memberi garis bawah terhadap seorang Guru , yaitu:

  1. Sebagai seorang guru dituntut lebih banyak, harus memiliki komitmen dan tidak boleh main-main. Yak 3:1
  2. Guru harus lebih berhati-hati terhadap ajarannya, karena ada hukuman yang berat bagi seorang penyesat Mat 18:6

POWER POINT DAPAT ANDA UNDUH DI SINI

GURU SM PROAKTIF

DI DALAM POWER POINT ADA KISAH MENGENAI BAYI PREMATUR, KETERANGAN LENGKAP BISA ANDA UNDUH DI SINI

KIMBERLY MUELLER

DAN JUGA ADA KISAH PENGINJIL CILIK DAPAT ANDA UNDUH DI SINI (PENEKANAN CERITA PADA ANAK USIA DINI MENGGENAPI YOEL 2: 28-29)

PENGINJIL CILIK

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s