CERITA WAWANCARA UNTUK NATAL, naskah terbaru 2010


Jika anda ingin naskah download bisa klik di sini

king of kings

 

THE KING OF KINGS AND THE LORD OF LORDS
Ide cerita : Kebanyakan Natal selalu mengekspose kelahiran Yesus sebagai bayi.
Hal ini sangat menyedihkan, karna anak-anak selalu membayangkan dalam imajinasi mereka bahwa Yesus itu
hanyalah seorang adik bayi yang lucu, digendong, lemah karna menghadapi ancaman pembunuhan pun harus
diungsikan oleh Yusuf ke Mesir, dll
Walaupun tidak ada yang salah dengan imajinasi tersebut, namun kita harus ingat bahwa
kedatangan Yesus kedua kali nanti (yang pastinya segera!), Dia tidak datang sebagai bayi lagi,
namun Ia akan datang sebagai Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan.
Hal inilah yang perlu ditekankan pada anak-anak, agar mereka menyadari bahwa saat ini Yesus bukanlah bayi lagi.
Mereka harus siap menyambut kedatangan Yesus sebagai Raja yang Agung,mulia.
Menyambut kedatangan Raja tidaklah sama dengan menyambut kedatangan seorang Bayi.
Bentuk Acara : Cerita Wawancara
Alasan pemilihan bentuk acara : Cerita narasi terlalu biasa untuk anak-anak. Cerita drama juga terlalu biasa ditampilkan di hari natal
Semakin banyak bahasa lisan, semakin menarik untuk anak-anak
Dengan kostum dan wawancara akan terasa istimewa di mata anak-anak
Dekorasi : Bingkai TV raksasa dari stereofoam, remote control
tepi kiri dan kanan diberi kain penutup, untuk keluar masuk pemain
tulisan thema yang bisa digulung sebagai layar TV : The King of kings and the Lord of lords
Jika dekorasi semacam ini tidak memungkinkan cukup tulisan thema saja, anggap ruang ibadah sebagai studio TV, dan penonton sebagai penonton di studio
Tetapi jika memungkinkan ada TV raksasa, maka penonton di gereja dianggap pemirsa di rumah.
Jika memungkinkan jadikan layar LCD sebagai latar belakang TV sehingga ada gambar-gambar yang ditambahkan/ditayangkan selama wawancara/berita berlangsung
Pemain : Pewawancara: anak sekolah minggu yang sudah dilatih gaya berbahasa seperti penyiar TV
Iklan : acara lainnya, seperti penampilan nyanyi, ensamble,
yang memang telah diagendakan dalam acara, namun tidak termasuk dalam cerita wawancara
Seluruh orang yang diwawancara (narasumber) adalah diperankan oleh anak-anak.
Naskah : Pewawancara tidak perlu menghafal pertanyaan,cukup dengan membaca kertas naskah, seperti penyiar TV
Narasumber pada saat latihan boleh membaca naskah, tetapi mendekati hari H, jawaban barus dihafal, dan mereka
dilatih sedemikian rupa sehingga jawaban mereka terkesan spontan, bukan membaca atau menghafal, walaupun dalam
prosesnya tetaplah melalui proses membaca dan menghafal. Jadi intonasi tertawa harus lepas, harus ada ekspresi
terkesan sedang memikirkan jawaban, dll
Audisi : Pilih beberapa calon pewawancara, dan pilih yang terbaik
Pilih beberapa calon narasumber dan pilih yang terbaik
Persiapkan dengan baik, acara iklan.
Rangkaian Mata Acara : Pujian dan penyembahan
Nonton TV bareng ( cerita wawancara, iklan, pembagian hadiah , dll)
Refleksi
Wisuda kelas Tunas Remaja untuk pelepasan kenaikan kelas ke Remaja
Kostum : Pewawancara menggunakan jas ( jika pemain pria)
menggunakan kostum malam (jika pemain perempuan)
Narasumber menggunakan kostum zaman dulu (jika tokoh berasal dari zaman dulu)
kostum misal: jubah, kerudung, dll
Narasumber menggunakan costum modern apabila tokoh berasal dari zaman modern
kostum modern misal: kacamata hitam, jas, jaket kulit, dll. Pengisi iklan berkostum sesuai iklan masing-masing
Audience Setelah dievaluasi, sepertinya naskah ini lebih cocok untuk anak sekolah minggu kelas besar, pra remaja / remaja / atau bahkan jemaat dewasa
NASKAH Baca lebih lanjut