SEMINAR GURU/ PARENTING ; GENERASI TANPA NAMA YANG MEMBAWA DAMPAK YANG LUAR BIASA


GENERASI TANPA NAMA

YANG MEMBAWA DAMPAK

LUAR BIASA

 

Setiap generasi ada namanya, setiap pribadi ada namanya. Tetapi jika ada pribadi-pribadi di dalam Alkitab, yang mana kisah nyata dari kehidupan mereka  diangkat ke permukaan, tetapi tidak dicantumkan nama mereka, pastilah Tuhan memiliki maksud di dalamnya.

  • Adalah seorang gadis pelayan Naaman. Tidak dicatat namanya.
  • Adalah seorang kemenakan Paulus. Tidak dicatat namanya.
  • Adalah seorang anak laki-laki yang memberikan bekalnya berupa lima roti dan dua ikan. Tidak dicatat namanya.

Hal-hal ini yang saya catat mengenai mereka, walaupun nama mereka tidak mungkin ada dalam catatan kita, karena kita tidak misa mengarang nama mereka.

  1. Mereka semua adalah anak-anak kecil biasa yang dipakai Tuhan secara luar biasa.
    1. II Raja-raja 5:1-19. Gadis pelayan Naaman, adalah seorang anak kecil. Seorang budak biasa. Seorang tawanan perang yang ada di negeri asing. Menjadi anak kecil asing di negeri orang
    2. Kisah Para Rasul 23: 12-22. Kemenakan Paulus, juga adalah seorang anak muda biasa. Alkitab tidak menulis siapakah saudara perempuan Paulus itu ( mama dari anak ini) nama mamanya siapa , tidak dicatat. Banyak orang beranggapan bahwa pada saat Paulus menjadi orang Kristen, keluarganya mengusir dia. Anggapan ini melalui pernyataan Paulus dalam Filipi 3:8 “………aku telah melepaskan semuanya.”
    3. Yohanes 6: 1-14. Seorang anak laki-laki yang membawa bekal berupa lima roti dan dua ikan. Seorang anak laki-laki biasa. Tidak diketahui siapa orang tuanya. Dia bukan dari keluarga yang terkenal, bukan anak siapa-siapa. Hanya anak laki-laki dari keluarga biasa saja. Sudah terlalu sering kita menganggap anak-anak kecil adalah anak-anak biasa. Mereka hanyalah anak kecil. Tidak ada yang istimewa dalam hidup mereka.

Sekarang mari kita lihat, dari anak-anak kecil biasa ini, yang mereka lakukan sepertinya hal-hal biasa/ tampaknya sepele saja.

  1. Mereka semua melakukan sebuah perkara yang tampaknya kecil saja.
    1. Gadis Pelayan Naaman. Hanya memberikan informasi saja, namun informasi ini bisa menjadi berbeda karena yang keluar dari :
      1. Iman seorang anak kecil, bahwa SEKIRANYA TUANKU MENGHADAP NABI YANG DI SAMARIA ITU, MAKA TENTULAH NABI ITU AKAN MENYEMBUHKAN DIA DARI PENYAKITNYA. Padahal tahu sendiri, KUSTA tidak ada obatnya.

Informasi yang keluar dari Iman kepada Allah Israel yang hidup. Iman itu bisa menular !!

  1. Seorang anak yang semestinya meratapi nasipnya, karena jauh dari keluarga, dan dari kecil sudah dijadikan budak. Meratapi nasipnya, karena mempertanyakan mengapa Allah Israel yang hidup menempatkannya di rumah keluarga Naaman, memang keluarga terhormat, tetapi sayangnya tuannya itu penyakitan. Penyakit menular lagi. Namun itu tidak terjadi, dia tidak meratapi diri, tetapi justru memiliki empaty terhadap tuannya.

Informasi yang keluar dari seorang anak yang memiliki empaty yang besar terhadap kesusahan orang lain.

  • Hati seorang anak kecil yang tidak kepahitan karena dia dijadikan budak, tetapi justru dia punya kasih kepada tuannya, ingin melihat tuannya sembuh.

 

Informasi yang keluar dari seorang anak yang memiliki kasih yang murni.

 

  1. Tidak memposisikan Tuannnya sebagai musuh/ bangsa kafir/ percuma saja berbicara perkara rohani pada orang kafir, TIDAK SAMA SEKALI, tetapi memposisikan dirinya sebagai keluarga bagi mereka. Oleh karena itu perkataannya didengarkan.

 

  1. Kemenakan Paulus juga sama dengan gadis pelayan Naaman itu, hanya sekedar memberikan informasi, namun informasi ini bisa menjadi berbeda karena keluar dari :
    1. Seorang kemenakan yang mengasihi pamannya.
    2. Seorang kemenakan yang melindungi pamannya.
  • Seorang kemenakan yang berani bertindak.
  1. Seorang kemenakan yang teliti dan taat akan petunjuk dari orang dewasa akan apa yang harus dia lakukan kepada orang –orang dewasa di sekitarnya.
  2. Seorang kemenakan yang tahu bagaimana menjaga rahasia, dan menata ucapan dengan cermat.
  3. Seorang kemenakan yang kata-katanya didengarkan orang dewasa di sekitarnya.

 

  1. Seorang anak pembawa 5 roti dan 2 ikan ini , hanya sekedar memberikan bekalnya sebagai bekal seorang anak kecil, namun pemberian bekal ini bisa menjadi berbeda karena keluar dari:
    1. Anak ini mengijinkan Yesus mengambil roti dan ikan itu dari genggamannya. Dia bermurah hati dengan memberikan bekalnya kepada YESUS.
    2. Anak ini tidak mencari haknya, semisal menjual roti dan ikan itu, atau menuntut sebagai orang pertama yang mendapat roti dan ikan dari Yesus, atau sebagai orang yang harus membawa pulang sisa 12 bakul itu. Anak ini mau melepaskan, merelakan, menabur, memberikan apa yang ada padanya dengan tulus.

 

  1. Dampak apa yang kemudian terjadi dari tingkah laku anak kecil biasa, dengan hal yang tampaknya sepele yang mereka katakan/ kerjakan:
    1. Gadis Pelayan Naaman: Setelah dia memberi informasi, hal-hal besar seperti inilah yang terjadi sesudah itu.
      1. Naaman betul betul ke Israel dan singkat cerita dia benar-benar disembuhkan dari kustanya. Tubuhnya kembali pulih dan ia memiliki tubuh seorang anak, dan ia menjadi tahir. ( II Raj 5: 14)
      2. Ternyata itu semua hanyalah sebuah PERISTIWA yang membawa kepada sebuah PENGAKUAN IMAN NAAMAN “ Sekarang aku tahu, bahwa di seluruh bumi tidak ada ALLAH kecuali di Israel. II Raj 5:15
  • Bayangkanlah ketika kesembuhan ini tersiar ke seluruh negeri Aram, karena Naaman adalah panglima raja Aram, seorang yang terpandang di hadapan raja Aram, dan sangat disayangi. ( II Raj 5:1)
  1. Bayangkanlah ketika kesembuhan ini juga tersiar di seluruh Israel, karena Naaman masuk melalui surat jalan yang ditujukan kepada Raja Israel ( II Raj 5:6-8), yaitu raja Yoram bin Ahab.
  2. Tidak sampai di situ saja, ternyata Benhadad, raja Aram, atasan daripada Naaman, musuh bebuyutan orang Israel, pada akhir hayatnya justru meminta petunjuk Allah Israel, melalui nabi ELISA. II Raja 8:7-10.
  1. Kemenakan Paulus: Karena dia berperan dipakai Tuhan menyelamatkan nyawa Paulus, inilah hal-hal besar yang terjadi setelah peristiwa penyelamatan nyawa itu:
    1. Paulus dapat bersaksi kepada Feliks, wali negeri
    2. Paulus dapat bersaksi kepada Perkius Festus, wali negeri.
  • Paulus dapat bersaksi kepada Raja Agripa dengan Bernike , kepala-kepala pasukan dan orang-orang terkemuka di kota itu , kota Kaisarea ( Kis 25:23)
  1. Paulus dapat bersaksi kepada 276 jiwa di kapal yang membawa Paulus ke Roma. Kis. 26:10, 27: 21-26. Mereka mendengar tentang nubuatan Paulus, dan kesaksian Paulus tentang pelayanan malaikat Tuhan atas mereka, dan itu semua tergenapi.
  2. Paulus dapat bersaksi kepada Penduduk pulau Malta dan para penumpang kapal yang selamat sampai di Malta , melihat Paulus dipagut ular dan tidak mati Kis 28: 3-6
  3. Paulus dapat bersaksi kepada Gubenur Publius di Pulau Malta, mengalami pelayanan kesembuhan, karena ayahnya yang sakit disembuhkan Kis 28:8
  • Paulus dapat bersaksi kepada Orang-orang sakit di Pulau Malta mengalami pelayanan kesembuhan. Kis 28: 9
  • Dua tahun lamanya Paulus tinggal di Roma di rumah sewaan, dan ia melayani semua orang yang datang kepadanya. Di Roma Paulus memberitakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus.
  1. Dan surat-surat ini ditulis Paulus setelah peristiwa –peristiwa itu:
    1. Efesus
    2. Filipi
    3. Kolose
    4. I Timotius
    5. II Timotius
    6. Titus
    7. Filemon
    8. Dan kemungkinan Ibrani juga ditulis oleh Paulus
  2. Setelah anak pembawa 5 roti dan 2 ikan ini menyerahkan bekalnya pada Yesus:
    1. Ada pemecahan masalah, karena keterbatasan kas ; 200 dinar saja, sudah malam, tempat ini sunyi
    2. Ada ucapan syukur dari Yesus kepada Bapa
  • Sebanyak yang mereka kehendaki
  1. Mereka kenyang
  2. Ada sisa 12 bakul
  3. Terjadi mujizat
  • Peristiwa ini dipakai Yesus untuk mengajarkan kepada murid-murid-Nya untuk menaruh percaya pada Yesus. Matius 16:5-12.

Ternyata seorang anak kecil biasa, dengan yang dilakukannya tampaknya sepele, ternyata memiliki dampak yang DAHSYAT, dampak yang TIDAK BIASA-BIASA SAJA.

 

Tapi satu hal yang kita harus catat baik-baik, bahwa:

Anak –anak ini, tidak mungkin muncul begitu saja, tanpa ada orang-orang yang mengajar, mendidik, membesarkan mereka:

  1. Gadis pelayan Naaman, nama ibunya tidak dicatat, nama ayahnya tidak dicatat. Merekalah yang mengajar dan mendidik gadis ini, sehingga ketika dia pergi jauh dari rumah, tinggal di negeri asing, hatinya tetap murni, empaty, beriman dan kata-katanya berdampak besar bagi dua bangsa, dan bagi para pemimpin bangsa.
  2. Kemenakan Paulus, nama ibunya ( yang adalah saudara Paulus) tidak dicatat, nama ayahnya tidak dicatat. Apakah kemenakan Paulus yang sangat mengasihi Paulus, melindungi dan pemberani ini ada di bawah didikan Paulus? Bisa saja, tetapi Alkitab tidak mencatat hal itu dengan detail.
  3. Anak yang membawa 5 roti dan 2 ikan ini, tidak dicatat siapa nama ibunya, siapa nama ayahnya, tetapi anak ini adalah anak yang bermurah hati, anak yang tidak menuntut hak-haknya, berrela hati untuk melepaskan apa yang dia miliki. Apakah anak ini satu-satunya di keluarganya yang selalu ikut Yesus kemana pun Yesus mengajar? Kita juga tidak tahu apakah anak ini ada di peristiwa-peristiwa pengajaran Yesus di lain waktu.

Mari kita menjadi ORANG-ORANG TIDAK BERNAMA, saat mempersiapkan anak-anak TANPA NAMA INI.

Pelayanan anak memang tidak menjadi pelayanan yang BERNAMA.

Tidak pernah ada yang bertanya; Siapa guru S M di sini?

Yang ditanya, seputar: Pendeta, WL, Pemusik, Fulltimer, dll

Bukan pelayanan bergengsi, saat kita menjadi seorang ayah dan ibu bagi seorang anak, yang menjalankan peran kita dengan sebaik mungkin sebagai seorang pengajar dan pendidik.

Bukan sebuah tindakan yang populer saat kita SEBAGAI ORANG TUA , merayakan ulang tahun anak bersama keluarga, mendoakan doa berkat bagi mereka, menuntun mereka untuk saat teduh, mengantar mereka ke gereja, memperkenalkan pada mereka pengalaman kita bersama dengan TUHAN, dll Mengajak mereka berenang, mengantar mereka les, menemani mereka membuat PR, mendorong talenta mereka berkembang, dan memberikan peluk cium yang  limpah, atau sekedar menjemput mereka ke sekolah, menyetrika seragamnya dan mengatakan “Kamu hebat!”

Bukan tindakan yang populer , saat kita mempersiapkan bahan pengajaran, mempersiapkan metode kreatif dan alat peraga, browsing net dan ngeprint, mengumpulkan barang-barang yang mungkin akan berguna, mendoakan mereka satu demi satu, dan mungkin juga mengelap ingus mereka, menepuk pundak mereka dan berkata “Tuhan Yesus mengasihimu.” Berkunjung ke rumah mereka dan mengajar mereka menari atau menyanyi untuk TUHAN.

Sama sekali tidak ada yang mencatat, memberi point bagus atau memberi acungan jempol.

Tetapi percayalah, sebagai orang tua tak bernama, dan sebagai guru guru tak bernama, kita sedang mempersiapkan generasi tanpa nama, tapi bisa memberi bekal kepada mereka, NILAI NILAI DALAM KEHIDUPAN, yang membuat mereka bisa memberi dampak yang besar.

Contoh:

Nilai nilai; Empaty ( seperti gadis pelayan di rumah Naaman ini), Mengasihi dan Taat serta Cerdas ( seperti Kemenakan Paulus), atau Bermurah Hati seperti anak pemberi 5 roti dan 2 ikan ini.

Masih banyak nilai-nilai lain yang bisa kita TANAMKAN kepada mereka.

Tidak perlu mencari nama, karena Tuhan yang tahu nama-nama semua alatNya untuk mencetak generasi yang takut akan TUHAN ini.

 

SESI II. MENJADI GURU SEKOLAH MINGGU YANG MAWAS DIRI DALAM KEHIDUPAN


MENJADI GURU SEKOLAH MINGGU

YANG MAWAS DIRI DALAM KEHIDUPAN

Disusun dengan anugrah Tuhan oleh Grace Sumilat S.MG

www.jeniuscaraalkitab.com

POWER POINT MATERI INI DAPAT DIUNDUH DI SINI

MAWAS DIRI DALAM KEHIDUPAN

Lanjutkan membaca “SESI II. MENJADI GURU SEKOLAH MINGGU YANG MAWAS DIRI DALAM KEHIDUPAN”

SESI IV. MENJADI GURU YANG SELALU BERINOVASI DENGAN METODE KREATIF


MENJADI GURU SEKOLAH MINGGU YANG AKTIF BERINOVASI

DENGAN BERBAGAI METODE KREATIF

Disusun dengan anugrah Tuhan oleh Grace Sumilat S.MG

www.jeniuscaraalkitab.com

Lanjutkan membaca “SESI IV. MENJADI GURU YANG SELALU BERINOVASI DENGAN METODE KREATIF”

SESI V. MENJADI GURU SEKOLAH MINGGU YANG RENDAH HATI MENGEMBANGKAN TALENTA


MENJADI GURU SEKOLAH MINGGU

YANG RENDAH HATI MENGEMBANGKAN TALENTA

POWER POINT DAPAT ANDA UNDUH GRATIS DI SINI:

PENGEMBANGAN TALENTA

Talenta adalah ukuran timbangan di Timur Tengah pada zaman Alkitab sebesar 3000 syikal (sekitar 34 kilogram). Dalam zaman Perjanjian Baru satu talenta merupakan ukuran jumlah uang yang sangat besar nilainya, yaitu enam ribu dinar(Matius 18:24Matius 25:15-28)

 

Ayat Emas:

Amsal 22:29

Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya?

Di hadapan raja-raja

ia akan berdiri,

bukan di hadapan orang-orang yang hina.

 

Setiap guru sekolah minggu adalah seorang pemimpin, oleh karena itu sebelum membahas mengenai talenta, maka yang pertama kita bahas adalah, bagaimana kita mengembangkan kepemimpinan kita.

Bakat atau tidak, sebenarnya setiap orang punya jiwa kepemimpinan di dalam dirinya, tinggal bagaimana dia mengembangkannya.

Untuk kita bisa mengevaluasi sejauh mana kita sudah mengembangkan talenta kita sebagai seorang guru, maka kita akan beranjak berikutnya pada EVALUASI PENGEMBANGAN TALENTA MENGAJAR.

Pada akhir materi ini kita akan lihat bagaimana Daud mengembangkan semua potensi dalam dirinya untuk dia bisa menjadi seorang raja dan seorang pengajar yang terus mengembangkan talenta dan kapasitasnya.

Roma 12: 6-8

Demikianlah kita mempunyai karunia p  yang berlain-lainan menurut kasih karunia 3  yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat 4  q  baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman r  kita. 12:7Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar 5 ; s  12:8 jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. t  Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; u  siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan 6 , hendaklah ia melakukannya dengan sukacita.

 

Kerajinan adalah sebuah kunci kepemimpinan, karena kerajinan akan membawa seseorang pada LEADING SELF/ memimpin diri sendiri.

Orang yang belum bisa memimpin diri sendiri, belum bisa juga dipercaya untuk memimpin orang lain.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


DIMENSI KEPEMIMPINAN

CONTOH PADA TOKOH YUSUF   DANIEL   DAUD   KUNCI KEPEMIMPINAN
Leading Self Lari dari bujuk rayu Nyonya Potifar Komitment/ ketetapan hati  (Kejadian 39:6-10) Berdoa tiga kali sehari Komitmen/ ketetapan hati ( Daniel 1:8)

sebuah disiplin rohani ( Daniel 6:11)

Disiplin rohani yang tinggi Mazmur 145:2  DISIPLIN

KOMITMEN

STAMINA ROHANI

Leading Line Memimpin penguburan ayahnya, di antara saudara-saudaranya

 

 

Pengampunan ( Kej 45:15)

 

 

Hati gembala

Kej 50:19-21

Memimpin Hanyanya, Misael dan Azarya Dapat bekerja sama ( Daniel 2:16-18)

 

Seluruh keluarga Daud menggabungkan diri pada Daud di gua Adulam Jadi teladan ( I Timotius 4:12)

 

 

PENGAMPUNAN

 

DAPAT BEKERJA SAMA

JADI TELADAN

 

HATI GEMBALA

 

MELAYANI YANG LAIN ( Matius 20:26)

Leading down Memimpin semua pegawai Potifar dan orang-orang tahanan lainnya Menjadi favour of God dan favour of Man ( Kejadian 39:1-6, Amsal 3:3-4) kuncinya adalah TAAT DAN SETIA pada Tuhan dan pada manusia.

 

Berakal budi dan bijaksana ( Kej 41:39-40)

 

Bekerja keras ( Kej 41:46, 42:6)

 

Memimpin para bawahannya di pemerintahan Setia, tidak ada suatu kesalahan atau kelalaian dalam pekerjaan (anti  human eror) ( Dan 6:5)

 

Kebijaksanaan, pengertian ( Daniel 1:20, 2:48)

 

Memiliki ratusan anak buah yang dididik dan diajar Berhati gembala yang tulus ( motivasinya lurus) Mazmur 78:72

 

Skill/ kecakapan tangan ( Mazmur 78:72)

 

 

 

SKILL/ KEAHLIAN

 

PEKERJA KERAS

 

HATI GEMBALA

 

TAAT

 

SETIA

 

Leading Up Berhasil membapaki Firaun ( Kej 45:8)  

Tahu batasan

( Kej 41:40)

Berganti-ganti raja, tetap menjadi orang kepercayaan. Dapat dipercaya ( Dan 6:3c)

 

Tidak jadi hamba uang ( Daniel 5:17)

Saul pun mengakui bagaimana pemakaian Tuhan dalam hidup Daud, dan mempercayakan keturunannya pada ikat janji dengan Daud. HIDUP BENAR

I Sam 24:18

DAPAT DIPERCAYA ( II TIM 2:2), HIDUP BENAR.

 

TAHU BATASAN.

 

BUKAN HAMBA UANG

 

Mari kita lihat, bahwa ternyata dari tabel ini, terdapat beberapa prinsip yang berulang pada semua tokoh Alkitab ( jika kita ingin meneliti tokoh lain pun boleh, agar lebih mantap dan akurat). Bahwa ternyata SKILL atau keahlian atau talenta hanya terpakai untuk Leading down/ memimpin ke bawah.

Ternyata kepemimpinan itu begitu luas cakupannya, sampai kepada leading up/ memberi pengaruh kepada atasan/ pemimpin di atas kita, bukan dengan cara menggulingkan kedudukannya, atau melakukan pemberontakan, melainkan dengan memposisikan diri sebagai orang yang memberi pengaruh positif walaupun tidak harus kita yang berada di posisi puncak.

Beri score pada kepemimpinan anda sendiri !!

Nama :……………………………………………………………………..

  Sangat kurang kurang Cukup/ rata-rata orang kebanyakan Di atas rata-rata/ bagus Bagus sekali/ excellence Catatan Pribadi
LEADING SELF
Disiplin
Komitmen
Stamina Rohani
LEADING LINE
Pengampunan
Dapat Bekerja Sama
Jadi Teladan
Berhati gembala
LEADING DOWN
Skill/ keahlian
Pekerja Keras
Hati gembala
Taat
Setia
LEADING UP
Dapat dipercaya
Hidup benar
Tahu batasan
Bukan hamba uang

 

 

EVALUASI PENGEMBANGAN TALENTA MENGAJAR

Beri Score pada pengembangan talenta anda sendiri dalam mengajar !

Nama Guru Pengajar              :

Kelas                                        :

Usia Murid                              :

PENYAMPAIAN MATERI 1 Sangat Kurang 2

Kurang

3

Masih

bisa dikembangkan

4

Bagus

5

Sangat Bagus

KETERANGAN
ASPEK MATERI Penguasaan Materi Ajar sesuai buku panduan
Satu saja pusat kebenaran yang secara jelas ditekankan dalam keseluruhan pengajaran.
Kesesuaian penjelasan dengan kebenaran dalam Alkitab
ASPEK PENYAMPAIAN KONTEN MATERI DAN DURASI Pendahuluan yang seru dan menarik
Pendahuluan = ¼ X keseluruhan durasi
Inti yang jelas dan kreatif
Inti = 2/4 X  keseluruhan durasi
Penutup yang aplikatif
Penutup = ¼  X keseluruhan durasi
Keseluruhan durasi = 1,5 X usia murid X satuan menit
ASPEK BERBAHASA LISAN Penggunaan Kalimat langsung dalam porsi sebanyak mungkin
Penggunaan Kalimat Narator ( si pencerita)
Penggunaan Kalimat tidak langsung dalam porsi yang seminim mungkin
Penggunaan kalimat selftalk
Pemilihan diksi yang imajinatif
Penjelasan proses
Penggunaan bahasa yang sesuai dengan usia murid
Intonasi yang menarik
Dinamika suara
Dinamika tempo berbicara
ASPEK ALUR Menggunakan alur cerita yang kreatif
ASPEK SOUND EFFECT Pengayaan cerita dengan menambahkan sound effect
Penggunaan perubahan resonansi suara yang mencolok untuk perubahan tokoh dan narator
ASPEK EMOSI Kentalnya emosi tokoh demi tokoh
ASPEK SETTING PANGGUNG IMAJINATIF Setting Panggung secara Imajinatif
ASPEK OBJECT LESSON Penggunaan Alat Peraga
Pergantian tokoh yang mencolok dari kostum/ property, dll
ASPEK BODY LANGUAGE Eye contact
Mimik muka yang ekspresif
Penggunaan Body Language yang pas, tidak berlebihan,tetapi juga tidak monoton
Pergantian tokoh yang mencolok dari arah tubuh
Mengajak audience berekspresi
ASPEK AYAT EMAS Ayat emas yang kreatif
ASPEK METODE Penggunaan metode kreatif atas ide dari buku penuntun
Penggunaan metode kreatif atas ide tambahan dari pribadi pengajar
ASPEK CONGREGATION MAY JOINT Melibatkan siswa sebanyak mungkin dalam proses pembelajaran
ASPEK HUBUNGAN Pendekatan pada siswa
Pendekatan pada wali murid
ASPEK TELADAN Ketepatan waktu mulai
Kebersihan kelas
HPDT ( hubungan pribadi dengan Tuhan)
Karakter
Sharing the life
ASPEK PENAMPILAN Kerapihan berpakaian
Kesopanan berpakaian
Kerapihan rambut
Make Up dan acsesories yang secukupnya dan sepadan ( bagi perempuan)

 

 

 


Mari kita lihat bagaimana Pak Guru Daud/ Papa Daud mengembangkan 8 Dimensi Kecerdasan dalam hidupnya, sehingga dia cakap mengajar para pengikut/ para muridnya dan anak-anak rohaninya.

  1. People smart: berhasil melatih orang-orang latar belakang penjahat menjadi prajurit-prajurit gagah perkasa ( I Sam 22: 1-2, II Sam 23: 8-38)
  2. Picture Smart. Untuk memimpin peperangan, Daud harus menguasai strategi perang. Menyusun strategi perang pastilah melibatkan gambar medan peperangan, dan harus dapat membayangkan situasi lapangan yang nanti akan dihadapi, ketinggiannya, arahnya, dll. Untuk dapat menguasai ini, Daud pastilah memiliki Kecerdasan Visual spatial yang tinggi sekali
  3. Self smart. Kecerdasan emosi Daud sangat tinggi, karna dia bisa melalukan jebakan-jebakan berupa kesempatan emas untuk membunuh Saul yang memusuhinya tanpa sebab, bahkan setelah dia dalam posisi sebagai seorang menantu. Dapat mendengar nasehat Abigail untuk tidak main hakim sendiri.
  4. Body smart . Daud menang melawan singa dan beruang, Daud menang melawan Goliat, Daud menang dalam peperangan-peperangan melawan musuh. Daud tangkas dalam berperang.
  5. Music smart. Sebagian besar Mazmur ditulis oleh Daud
  6. Word smart. Daud bukan hanya mengkomposisi lagu-lagunya dengan melody yang indah, namun ia juga sekaligus penulis syairnya
  7. Nature Smart. Daud 13 tahun lamanya hidup sebagai buron dikejar-kejar oleh Saul. Tentu saja dalam masa penggembaraannya sebagai buron, Daud bersentuhan dengan alam, layaknya pramuka yang bercamping selama 13 tahun. Diperkirakan Daud mengenal KB dengan menggunakan herbal, karena Daud baru punya anak setelah dia jadi raja di Hebron dan di Yerusalem, walaupun nota bene dia sudah memiliki isteri dalam masa buron.
  8. Number Smart/ Logic Smart. Daud menghitung orang-orang Lewi yang berumur 30 tahun ke atas, ternyata mereka berjumlah 38.000 orang. Dan Daud mengorganisasikan mereka semua sesuai dengan pembagian tugas masing-masing. I Tawarikh 23 :1-6

 

Marilah kita mengembangkan talenta yang Tuhan berikan dan terus mengasah kepemimpinan kita sehingga kapasitas kita bisa ditambah dan area hidup kita bisa diperluas bagi kerajaan Sorga.

7 Musuh dari Pengembangan talenta:

  1. Kemalasan untuk mengembangkan diri, karena merasa sudah puas dengan apa yang ada pada dirinya. ( Amsal 26:16) Sehingga perkataan-perkataan orang yang lebih bijaksana pun tidak didengarkan. Inilah yang dinamakan dengan sok pintar.
  2. Kemalasan untuk bekerja keras ( Amsal 20:4)
  3. Minder ( Inilah yang ditekankan oleh Rasul Paulus kepada Timotius muridnya agar jangan ada perasaan rendah diri, I Tim 4:11-12)
  4. Roh Ketakutan ( Inilah yang ditekankan oleh Rasul Paulus kepada Timotius muridnya agar jangan ada roh ketakutan, II Timotius 1: 6)
  5. Tertolak (Yefta melampiaskan talentanya untuk hal-hal negatif karena tidak bisa mengatasi rasa tertolak di dalam dirinya, Hakim-hakin 11:1, 3)
  6. Traumatik ( Yosua trauma karena nenek moyangnya pernah hampir musnah di tanah Kanaan, Yosua 1:6-7, I Taw 7:20-27)
  7. Dimanjakan oleh kenyamanan (ini tidak terjadi pada Nehemia, Nehemia 1:1, 2:1)

lihat materi lainnya di
RETREAT GURU SEKOLAH MINGGU  se kota Ambarawa dengan thema

SMART

S= Sehat

M= Mawas Diri

A= Aktif

R= Rendah Hati

T= Teladan

Lanjutkan membaca “SESI V. MENJADI GURU SEKOLAH MINGGU YANG RENDAH HATI MENGEMBANGKAN TALENTA”