SEMINAR GURU S.M MENJADI GURU YANG CINTA FIRMAN TUHAN


MENJADI GURU YANG CINTA FIRMAN TUHAN

SEHINGGA MEMBERI DAMPAK BUAT MURID-MURIDNYA

Latar Belakang:

Banyak guru yang kurang cinta Firman Tuhan, sehingga bisa jadi salah dalam pengajarannya. Oleh sebab itu, karena kecintaan terhadap Firman Tuhan sangat kurang, maka dampak guru terhadap anak-anak didiknya juga sangat kurang, karena Firman Tuhan kurang diberi ruang untuk menguasai hidup si guru, sehingga teladan hidup si guru pun menjadi minim.

Kita akan mempelajari beberapa mata materi sbb:

  1. Tuhan Yesus memberi peringatan keras kepada para penyesat.
  2. Alih-alih menjadi penyesat, Tuhan inginkan kita menjadi guru yang dapat memberi dampak positif kepada anak didik kita.
  3. Mencontoh bagaimana Daud menjadi seorang guru yang cinta Firman Tuhan
  4. Mencontoh bagaimana Daud dapat menjadi seorang guru yang memberi dampak bagi anak didiknya, sampai akhlak mereka mengalami perubahan.

PERINGATAN KERAS DARI TUHAN YESUS

Peringatan yang Tuhan Yesus berikan sbb; Markus

9:42 “Barangsiapa menyesatkan u  salah satu dari anak-anak kecil 8  yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya v  lalu ia dibuang ke dalam laut. 9:43 Dan jika tanganmu menyesatkan w  engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka 9 , x  ke dalam api yang tak terpadamkan; y  9:44 (di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.) 9:45 Dan jika kakimu menyesatkan z  engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, dari pada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka; a  9:46 (di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.) 9:47 Dan jika matamu menyesatkan b  engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka, c  9:48 di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam.d  9:49 Karena setiap orang akan digarami e  dengan api 10 9:50 Garam 11  memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? f  Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu g  dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain. h 

Kata menyesatkan, skandalizo

dalam ayat 42 mengandung arti sbb;

  • Menyesatkan
  • Tergoncang, akan tergoncang
  • Meletakkan batu sandungan atau rintangan di jalan, menyebabkan orang lain tersandung dan jatuh
  • Menjadi Batu Sandungan, telah menjadi batu sandungan, orang tersandung
  • Membuat orang kecewa dan menolak
  • Menggoncangkan iman, mengguncang
  • Menyebabkan orang jatuh dalam dosa atau tersesat
  • Menyebabkan seseorang secara pasif dibawa sehingga menyangkal imannya yang dulu
  • Menolak, meninggalkan, meragukan
  • Memancing amarah
  • Mengejutkan
  • Menyebabkan jatuh atau berdosa
  • Menentang
  • Menghina
  • Membujuk orang lain berdosa
  • Menyebabkan seseorang mulai tidak percaya dan meninggalkan seseorang yang dia harus percayai dan taati
  • Menyebabkan jatuh
  • Menghalangi seseorang untuk mengakui milik orang lain atau wewenang orang lain
  • Menyebabkan seseorang menghakimi orang lain dengan tidak adil
  • Menyebabkan orang lain tersandung atau kakinya terjerat sehingga orang itu merasa terganggu
  • Menyebabkan satu ketidaksengajaan pada suatu hal
  • Membuat marah, rasa tidak senang.

Yang menarik di perikop ini adalah:

  • Frasa; ‘menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini.’
  • Dilanjutkan dengan penjelasan: dan jika….( artinya ayat –ayat ini saling terkait satu sama lain, Yesus bukan sedang membicarakan topik lain, tetapi masih dalam topik yang sama, yaitu PENYESATAN ATAS ANAK-ANAK.)
  • Namun yang menarik adalah kata ‘dan jika….’ tidak diteruskan dengan kata-kata sbb:
    • …dan jika tanganmu menyesatkan anak anak kecil yang percaya ini
    • ….dan jika kakimu menyesatkan anak anak kecil yang percaya ini
    • ….dan jika matamu menyesatkan anak-anak kecil yang percaya ini

Melainkan ditulisnya sbb:

  • …dan jika tanganmu menyesatkan engkau
  • ….dan jika kakimu menyesatkan engkau
  • ….dan jika matamu menyesatkan engkau
  • Tidak ditulis seperti ini:
    • …..dan jika PENGAJARANMUMENYESATKAN ANAK-ANAK KECIL YANG PERCAYA INI
    • Tetapi ditulis Barangsiapa menyesatkan….
    • Sama sekali tidak dicantumkan kata ‘pengajaranmu’ tetapi justru dibahas TANGAN, KAKI dan MATA.
  • Tidak ditulis seperti ini:
    • ….dan jika tangan mereka menyesatkan engkau
    • ….dan jika kaki mereka menyesatkan engkau
    • ….dan jika mata mereka menyesatkan engkau.

Apa artinya dari semua itu?

  1. Sebagai guru yang ajarannya MENYESATKAN anak anak kecil yang percaya pada Yesus, adalah dengan proses si guru itu sendiri terlebih dulu disesatkan, atau si guru itu sendiri telah lebih dulu tersesat. Setelah guru itu disesatkan atau tersesat, barulah pada tahap berikutnya dia menyesatkan anak-anak kecil yang percaya pada Yesus.
  2. Tuhan Yesus tidak menyinggung kata ‘pengajaran’ tetapi menyinggung kata Tangan, Kaki dan Mata, karena apa? Karena seorang guru yang tangan, kaki dan matanya sudah sesat atau disesatkan, maka secara OTOMATIS pengajarannya akan menyesatkan. Mata di sini termasuk AREA VISUAL apa yang kita tonton. Kalau kita semudah itu disesatkan secara VISUAL, maka otomatis kita akan menyesatkan anak-anak didik kita (anak rohani, murid didikan). Sekali lagi itu adalah sebuah KEPUTUSAN, apakah kita semudah itu disesatkan, mestinya kita tidak semudah itu disesatkan, karena kita akan selalu Back to the Bible.
  3. Tuhan Yesus dalam hal ini tidak sedang mengecam pihak-pihak yang menyesatkan si guru, tetapi tetap yang ditegur si guru itu sendiri. Karena itu adalah sebuah KEPUTUSAN, apakah kita mau disesatkan atau tidak. Selama kita selalu back to the BIBLE mestinya kita tidak akan tersesat, atau tidak semudah itu disesatkan.

Mari kita padukan peringatan keras dari Yesus ini dengan Amsal 6:16-19. Tuhan Yesus membahas mengenai TANGAN, KAKI dan MATA, ternyata dalam Amsal 6:16-19 juga dibahas tentang MATA,  TANGAN dan KAKI

Amsal 6: 16-19

MATA SOMBONG

TANGAN YANG MENUMPAHKAN DARAH ORANG YANG TIDAK BERSALAH ( membunuh)

KAKI YANG SEGERA LARI MENUJU KEJAHATAN

Perhatikan lanjutan ajaran Yesus dalam Markus 9:49-50 , dilanjutkan dengan kata KARENA….., yang berbicara tentang HIDUP BERDAMAI, ternyata pada Amsal 6:16-19 selain membahas tangan, kaki serta mata, Amsal 6:16-19 ini juga membahas perkara-perkara lain yang terkait juga dengan hal-hal yang dapat merusah HIDUP BERDAMAI. Ternyata ini terkait satu sama lain, antara Markus 9:49-50 dengan Amsal 6: 16-19

 Amsal 6:16-19

6:16 Enam perkara ini yang dibenci b  TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya: 6:17 mata sombong, c  lidah dusta, d  tangan yang menumpahkan darah e orang yang tidak bersalah, 6:18 hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan,f  6:19 seorang saksi g  dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan h  dan yang menimbulkan pertengkaran saudara. i 

 Hidup Berdamai bergantung pada 4 perkara lainnya, di antara 7 perkara yang jadi kekejian bagi TUHAN, yaitu:

  • Lidah dusta
  • Hati yang membuat rencana-rencana yang jahat
  • Seorang saksi dusta yang menyembur –nyemburkan kebohongan
  • Saksi dusta yang menimbulkan pertengkaran saudara

 Kesimpulan:

  1. Saat mata kita sombong ( tidak mau dikoreksi, tidak mau mendengar masukan, tidak mau dibentuk, tidak mau diajak berpikir sehat, tidak mau diajak menganalisa sebuah pengajaran, tidak mau back to the Bible) saat itulah kita berpotensi menjadi PENYESAT
  2. Saat tangan kita membunuh ( membenci, tidak mau mengampuni, hidup dalam kepahitan) saat itulah kita berpotensi menjadi PENYESAT
  3. Saat kita hidup dalam kemunafikan, di mana kaki kita mudah mengambil jalan dosa, sementara kita memakai topeng di kelas di hadapan murid-murid, tidak hidup dalam pertobatan setiap hari, saat itulah kita berpotensi menjadi PENYESAT.
  4. Saat kita tidak mau hidup berdamai dengan cara hati yang membuat rencana jahat, lalu lidah yang curang, selalu bermasalah dengan siapa saja, saat itulah kita berpotensi menjadi PENYESAT.

Ternyata menjadi penyesat tidak sesempit paradigma kita bahwa itu hanya menyangkut pengajaran saja, tetapi lebih luas lagi dari itu adalah TELADAN HIDUP KITA, untuk berdamai dengan semua orang, tangan dan kaki serta mata yang tidak tersesat, semuanya itu masuk dalam lingkup GAYA HIDUP kita apakah ikut mengajar, ataukah kita hanya jadi pengajar saat di kelas saja.

Kembali ke definisi skandalizo, salah satunya:

  • Menyebabkan jatuh atau berdosa

Sedangkan dosa artinya; MELESET dari sasaran.

Alih-alih menjadi penyesat generasi, lebih baik kita menjadi guru yang memberi dampak kepada anak didik kita sampai mereka mengalami pembaharuan akhlak.

 

APA YANG DIMAKSUD DENGAN GURU YANG MEMBERI DAMPAK PADA MURID?

AYAT KUNCI:

ROMA 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah; apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

 

Pembaharuan BUDI dalam bahasa aslinya mengandung arti:

  • Akal budi
  • Pikiran
  • Berpikiran sehat
  • BIJAKSANA
  • Bisa dimengerti
  • Nalar
  • Pemahaman dan persepsi
  • Pemahaman dan perasaan, menilai dan menentukan
  • Kapasitas untuk KEBENARAN SPIRITUAL
  • Kekuatan jiwa yang lebih tinggi
  • MEMAHAMI HAL-HAL ILAHI
  • MENGENALI KEBAIKAN DAN MEMBENCI KEJAHATAN
  • Kekuaran untuk mempertimbangkan dan menilai dengan bijaksana, tenang dan tidak memihak
  • Cara berfikir dan penilaian tertentu yaitu pikiran, perasaan dan keinginan.

 

Jadi tugas kita tidak saja membuat anak didik kita,  sekedar tahu saja/ tidak sekedar pengetahuan Alkitab saja, tidak sekedar juara Cerdas Tangkas Alkitab saja. Tetapi sampai murid-murid kita itu mengalami pembaharuan BUDI/ perubahan akhlak/ karakter.

 

Akhlak secara terminologi berarti tingkah laku seseorang yang didorong oleh suatu keinginan secara sadar untuk melakukan suatu perbuatan yang baik.

Akhlak merupakan bentuk jamak dari kata khuluk, berasal dari bahasa Arab yang berarti perangai, tingkah laku, atau tabiat.[2]

Cara membedakan akhlak, moral dan etika yaitu

  • Dalam etika, untuk menentukan nilai perbuatan manusia baik atau buruk menggunakan tolok ukur akal pikiran atau rasio,
  • sedangkan dalam moral dan susila menggunakan tolok ukur norma-norma yang tumbuh dan berkembang dan berlangsung dalam masyarakat (adat istiadat),
  • dan dalam akhlaq menggunakan ukuran Kitab Suci untuk menentukan baik-buruknya.

https://id.wikipedia.org/wiki/Akhlak

 

Menjadi guru yang cinta Firman Tuhan dan bertindak menjadi teladan akan sangat berdampak pada anak didik kita.

 

 

 

 

MENGAPA HARUS BELAJAR DARI DAUD?

Supaya kita tidak menjadi guru yang tersesat dan pada akhirnya menyesatkan kita harus hidup sebagai guru yang CINTA FIRMAN TUHAN. Karena ketika kita cinta Firman Tuhan, maka hidup kita tidak mungkin bisa menjadi guru yang menyesatkan, karena pertama-tama kita sendiri tidak mudah disesatkan.

Mari kita belajar dari hidup DAUD. Lebih tepatnya Pak Guru Daud.

KUALITAS HIDUP DAUD

  1. PEMILIHAN TUHAN ATAS DAUD

Mazmur 78: 65-72

  1. VISI HIDUP DAUD

terutang di Mazmur 132

  1. KOMENTAR ALLAH TENTANG DAUD

Kisah rasul 13:22, ( He’s a man whose heart beats to my heart, ..(MSG Version)

Kis 13:36

Melakukan kehendak Allah = hupetereo= melayani/ telah bekerja, to serve, minister unto

Jadi melakukan kehendak Allah di sini hanya pada lingkup pelayanannya kepada Allah, pekerjaannya. Bukan dalam lingkup bagaimana Daud berinteraksi dengan keluarganya, anak-anaknya.

  1. DAUD SEBAGAI PARAMETER SEMUA RAJA LAINNYA

HUBUNGAN DENGAN TUHAN

  1. Dengan sepenuh hati berpaut kepada Tuhan Allahnya ( I Raj 11:4, 15:3)

PERATURAN TUHAN

  1. Tetap mengikuti segala peraturan Tuhan ( I Raj 9:4-5)

PERINTAH TUHAN

  1. Berbuat sesuai dengan segala yang Tuhan perintahkan ( I Raj 9:4-5)
  2. Tetap mengikuti segala perintah Tuhan ( I Raj 3:14)
  3. Tidak menyimpang dari segala yang diperintahkanNya seumur hidupnya, kecuali dalam perkara Uria, orang Het itu. ( I Raj 15:5)

Daud juga bukan pribadi yang sempurna, karena ada perkecualian, dalam perkara Uria, orang Het itu. Namun karena Daud pribadi yang cepat bertobat saat ditegur, di sinilah Tuhan tetap menjadikan Daud standart alamiah, standart manusiawi, bagi raja-raja lainnya.

KETETAPAN TUHAN

  1. Tetap mengikuti segala ketetapan Tuhan ( I Raj 3:14)

JALAN TUHAN

  1. Hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN ( I Raj 3:14)

KARAKTER

  1. Hidup di hadapan Tuhan dengan benar/ berbuat kebenaran ( I Raj 9:4-5) Melakukan apa yang benar di mataTuhan ( I Raj 15:11)
  2. Hidup di hadapan Tuhan dengan ketulusan hati (I Raj 9:4-5)

 

Apakah Daud adalah seorang guru?

Ya.

Ada 6 nyanyian pengajaran Daud.

Mazmur 32 Nyanyian Pengajaran Daud
Mazmur 52 Nyanyian Pengajaran Daud
Mazmur 53 Nyanyian Pengajaran Daud
Mazmur 54 Nyanyian Pengajaran Daud
Mazmur 55 Nyanyian Pengajaran Daud
Mazmur 142 Nyanyian Pengajaran Daud

 

Seberapa produktifkah Daud menghasilkan nyanyian pengajaran/ mengajar lewat sebuah nyanyian?

Bandingkan dengan Bani Korah: ( 3 nyanyian)

  • Mazmur 42 Nyanyian Pengajaran Bani Korah
  • Mazmur 44 Nyanyian Pengajaran Bani Korah
  • Mazmur 45 Nyanyian Pengajaran Bani Korah

Bandingkan dengan Asaf: ( 2 nyanyian)

  • Mazmur 74 Nyanyian Pengajaran Asaf
  • Mazmur 78 Nyanyian Pengajaran Asaf

Bandingkan dengan Heman: ( 1 nyanyian)

  • Mazmur 88 Nyanyian Pengajaran Heman

Bandingkan dengan Etan: ( 1 nyanyian)

  • Mazmur 89 Nyanyian Pengajaran Etan

Ternyata nyanyian pengajaran yang paling banyak ditulis oleh Daud, sebanyak 6 gubahan/ 6 komposisi, dibandingkan dengan komposer-komposer/ rohaniawan-rohaniawan lainnya.

Siapakah murid-murid Daud?

Mazmur 34: 12,

Marilah anak-anak, dengarkanlah  aku,

takut akan TUHAN  akan kuajarkan kepadamu! 

Pada saat ayat ini ditulis Daud belum memiliki anak kandung satu pun (II sam 3: 2-5, II Sam 5: 13-16), dia menempatkan diri sebagai seorang guru yang mengajar bagi anak-anak, bisa jadi anak-anak di sini adalah ANAK-ANAK ROHANINYA- para pengikutnya – Daud sedang mengajar kepada rombongannya –

Perhatikan di Mazmur 34: 1- ada petunjuk keterangan peristiwa di sini:

Dari Daud, pada waktu ia pura-pura tidak waras pikirannya di depan Abimelekh, sehingga ia diusir, lalu pergi.

Pada saat peristiwa Daud pura-pura gila di depan Abimelekh ini, dia belum memiliki pasukan. Tentunya Daud menulis Mazmur 34 ini setelah dia diusir oleh Abimelekh itu. Dan dia selamat dari pembunuhan oleh musuh, dengan cara pura-pura gila.  Namun setelah persitiwa itu, dia memiliki pasukan.

(Bandingkan dengan I Sam 21:10-15 lanjutkan dengan II Sam 22: 1-2) Ada kata LALU Daud pergi….dst

Pasukan seperti apa yang ikut dengan Daud di gua Adulam?

Pada saat Daud di gua Adulam , ikutlah bersama dia 400 orang dengan latar belakang:

  • Dalam kesukaran,
  • dikejar-kejar tukan piutang,
  • sakit hati.

Dikatakan Daud menjadi PEMIMPIN mereka. Pemimpin dari orang-orang yang berlatar belakang orang –orang gagal.

Bagaimana gaya kepemimpinan Daud?

Daud memimpin dengan menjalankan VISI dari Tuhan. Apa itu VISI dari Tuhan..atas 400 yang dipimpinnya ini?

MAZMUR 34:1

Daud harus menempatkan diri sebagai GURU yang MENGAJAR mereka , dan sekaligus menjadi AYAH buat mereka.

Mazmur 34:12 Marilah anak-anak, dengarkanlah aku, takut akan TUHAN akan kuajarkan kepadamu !

 

BELAJAR DARI DAUD; HANYA LEWAT MENGAJAR/ MENJADI GURU/ MEMURIDKAN-lah kita dapat MENGUBAH SEBUAH BANGSA.

Dimulai dari mengubah sebuah kota, komunitas, keluarga, dan kalau semua keluarga sudah terjangkau, maka akan ada perubahan sebuah bangsa.

Buktinya??  Caranya??

Tidak adakah cara lain?? Apakah serius nih saya harus double profesi, untuk jadi guru juga bagi generasi ini? Saya sudah cukup disibukkan dengan pekerjaan saya, keluarga saya, pencapaian karier saya….apakah saya punya waktu untuk  itu????

Kita lihat contoh daripada kehidupan seorang DAUD.

Daud seorang yang diurapi oleh Tuhan lewat nabi Samuel menjadi raja, namun tidak serta merta keesokan harinya dia menjadi raja.

Dia menjadi seorang gembala kambing domba, musisi kerajaan, ajudan raja ( pembawa senjata Saul), prajurit, kepala pasukan tentara, menantu raja (anggota keluarga kerajaan), dan buronan raja. Sebelum pada akhirnya dia menjadi benar-benar seorang raja.

Sebagai calon RAJA,  Tuhan melatih Daud menjadi seorang  pemimpin. Mulai dari memimpin kambing domba, memimpin tentara dalam peperangan ( sebelum dia jadi buronan) dan pada saat dia menjadi buronan raja Saul, Tuhan melatih Daud menjadi seorang pemimpin gerombolan.

Dalam kurun waktu lebih kurangnya 10 tahun- Daud mengubah ‘gerombolan’ ini menjadi ‘pasukan para pahlawan’

Ini terjadi pada komunitas gerombolan Adulam, yang kemudian menjadi pahlawan bangsa Israel, dibawah asuhan Pak Guru Daud, dan di bawah asuhan Papa Daud/ melalui keguruan dan pembapakan Daud kepada para pengikutnya ini. ( Mazmur 34: 12- keguruan dan pembapakan Daud)

Mari kita lihat perbedaan-perbedaan apa yang telah diraih dalam kurun waktu lebih kurang 13 tahun.

Orang –orang yang dalam kesukaran I Sam 22:1-2 Disebut Pahlawan II Sam 23:8-39

I Taw 11:10-47

Orang-orang yang dikejar-kejar tukang piutang I Sam 22:1-2 Disebut Pahlawan II Sam 23:8-39

I Taw 11:10-47

Orang yang sakit hati I Sam 22:1-2 Disebut Pahlawan II Sam 23:8-39

I Taw 11:10-47

Tidak berperan dalam masyarakat / bisa dibilang sampah masyarakat I Sam 22:1-2 Berperan mengiringi Daud, memberi dukungan kuat pada Daud, bersama-sama dengan seluruh Israel, dalam mencapai kedudukan Daud sebagai raja dan mengangkat dia sebagai raja, seperti yang difirmankan Allah tentang Israel I Taw 11:10
Tidak dicatat namanya I Sam 22:1-2 Nama-nama mereka dicatat sebagai pahlawan II Sam 23:8-39
Sepertinya tidak punya masa depan karena hanya berhimpun I Sam 22:1-2 Ikut serta menggenapi janji Tuhan bahwa Tuhan mengurapi Daud menjadi raja. I Taw 11:10
Dipimpin oleh seorang buronan Raja Saul, tanpa alasan yang masuk akal I Sam 22:1-2 Dipimpin oleh seorang raja, yaitu raja Daud I Taw 11:10
Berjumlah kira-kira 400 orang. I Sam 22:1-2 Bertambah menjadi 600 orang I Sam 25:13, I Sam 27:2
Tidak tercatat keahliannya sama sekali I Sam 22:1-2 Setiap keahlian mereka dicatat dengan teliti II Sam 23:8-39

I Taw 11:10-47

Tidak memiliki peringkat dalam sebuah gerombolan I Sam 22:1-2 Peringkat disusun berdasarkan keahlian dalam berperang II Sam 23:8-39

I Taw 11:10-47

 

Dalam hal ini kita tidak membicarakan pasukan pahlawan lainnya yang ditambahkan I Tawarikh 12: 1-40, karena hanya pasukan Gua Adulam yang memang ikut Daud dari awal pelariannya di gua Adulam sampai Daud jadi raja. Mereka-mereka inilah yang mengecap keguruan dan keayahan Daud dari sejak awal, Lihat Mazmur 34:1, 12 ( dalam sesi 1 sudah kita bahas bagaimana mazmur ini ditulis Daud saat dia belum punya anak kandung, jadi yang dimaksud Daud di sini adalah murid-muridnya dan anak anak rohaninya di Adulam.)

Mengapa seorang guru harus menjadi teladan bagi anak didiknya? Karena sadar atau tidak sadar, seluruh kehidupannya diserap oleh para pengikut/ murid-murid/ anak rohaninya.

Bagaimana caranya…????

PRIBADI SEORANG GURU DAN SEORANG AYAH

DALAM KEPEMIMPINAN DAUD

Mazmur 34:12

Marilah anak-anak,

dengarkanlah aku,

takut akan TUHAN

akan kuajarkan kepadamu !

Apa yang diajarkan Daud pada mereka sepanjang pelarian dari kejaran ancaman dan usaha pembunuhan oleh Saul?

 

Kurikulum –nya ternyata sbb: (Mazmur 34: 12-23)

  1. Takut akan Tuhan
  2. Jika ingin menjadi orang yang menyukai hidup dan ingin punya umur panjang dan ingin menikmati yang baik dalam hidup ini, maka ada beberapa prinsip yang harus dilakukan: HARUS JADI ORANG BENAR
    1. Jaga lidah terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu
    2. Jauhi yang jahat dan lakukan yang baik
    3. Cari perdamaian dan berusahalah mendapatkannya !
  3. Mengapa begitu? Karena orang benar itu akan alami:
    1. Diperhatikan Tuhan dan didengar Tuhan, dibela Tuhan dari orang jahat
    2. Diselamatkan Tuhan , Dilepaskan Tuhan dari segala kesesakan, kemalangan, dilindungi dari celaka, dibebaskan jiwanya, diluputkan dari hukuman.

Pasukan ini bertambah jumlahnya menjadi 600 orang ( I Sam 23:13) dan juga jumlah pasukan Daud terus bertambah banyak (I Taw 12; 1-22), pada akhirnya orang-orang berlatar belakang orang-orang gagal ini setelah DIAJAR OLEH DAUD – berubah menjadi PAHLAWAN-PAHLAWAN YANG HEBAT ( II Sam 23: 8-39)

BELAJAR DARI DAUD BAGAIMANA DAUD BERGAUL DENGAN TUHAN

  1. Dengan sengaja setiap hari untuk bersekutu dengan Tuhan. (Mazmur 5:4)
  2. Menjadikan pagi hari sebagai waktu khusus untuk bersekutu dengan TUHAN ( Mazmur 108:2-3)
  3. Tidak menjadikan sebuah persekutuan harian dengan Tuhan sebagai rutinitas, tidak pernah terjebak dalam yang namanya rutinitas, tetapi terus membangun hasrat untuk bersekutu dengan Tuhan SETIAP HARI. (Mazmur 145:2)
  4. Terus membangun intensitas dan menjaga stamina dalam bersekutu dengan Tuhan ( Mazmur 119:164)

Tidak heran, gaya hidup pergaulan Daud dengan Tuhan yang seperti inilah yang menyebabkan Daud menularkan gaya hidup pergaulannya dengan Tuhan pada murid-muridnya ( bisa dilihat di Mazmur 34: 2,4,5,7. )

 

Bagi 4 kelompok, kemudian setiap kelompok mempresentasikan gerakan pada setiap ayat ( boleh melihat Alkitab).

Setiap kelompok mempersiapkan KOMITMEN KAMI SEBAGAI SEORANG GURU SEKOLAH MINGGU, hanya dalam 1 kalimat saja. ( komitmen harus sesuai dengan ayat dan pembahasan pembicara pada 4 point di atas- yang terpampang pada LCD Screen/ Power Point )

Presentasikan komitment tersebut dengan suara lantang dan kompak, setelah ayat selesai dipresentasikan dengan gerakan.

Diberi waktu persiapan  5 menit. Dan waktu presentasi 2 menit.

Kelompok 1. Mazmur 5:4

Kelompok 2. Mazmur 108:2-3

Kelompok 3. Mazmur 145:2

Kelompok 4. Mazmur 119:164

 

 

 

MENJAGA KESEHATAN ROH KAMI

 

Kelompok……………

 

Ayat:……………………………………………………………………………………………………….

Komitmen kami:……………………………………………………………………………………………………….

……………………………………………………………………………………………………………….

……………………………………………………………………………………………………………….

……………………………………………………………………………………………………………….

……………………………………………………………………………………………………………….

Nama Anggota Kelompok:………………………………………………………………………………………………..

……………………………………………………………………………………………………………….

……………………………………………………………………………………………………………….

———————gunting di sini , mohon panitia gandakan sesuai jumlah peserta, setiap orang dapat 1 lembar————————-

 

RESEP RAHASIA PAK GURU DAUD

SEBAGAI GURU YANG BERHASIL MENGUBAHKAN AKHLAK ANAK DIDIKNYA

Bagaimana bisa …????

  1. Seorang guru seperti Daud, dia terlebih dahulu berguru dari TUHAN.

Seorang guru yang baik mengawali kariernya sebagai murid yang baik

Daud menjadikan Tuhan sebagai Gurunya

  • Mazmur 119:102 Aku tidak menyimpang dari hukum-hukum-Mu, sebab Engkaulah yang mengajar aku

Daud menjadikan Tuhan sebagai Trainner/ Pelatihnya

  • Ajarkanlah kepadaku kebijaksanaan dan pengetahuan yang baik, sebab aku percaya kepada perintah-perintah-Mu

Daud menempatkan Tuhan sebagai Conselor/ Penasihat dalam hidupnya

  • Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.

Seberapa banyak kita menimba dari sumbernya sebegitu banyaknya juga kita dapat memberi minum orang-orang lain di sekitar kita

Seberapa miskin kita akan air karena tidak menimba dari sumber air hidup itu  sebegitu miskinnya juga kita dapat berbagi kepada orang lain di sekitar kita

  1. Seorang Daud melepaskan pengajaran-pengajarannya !

Benar-benar berkonsentrasi untuk membuat kurikulum kehidupan, dan benar-benar berkonsentrasi bagaimana mengubah karakter anak buahnya yang berangasan, ugal-ugalan, kepahitan, sakit hati, kurang bertanggung jawab, hidup dalam kegagalan, menjadi memiliki karakter unggul seorang PAHLAWAN/ KESATRIA. Bagaimana menjadikan hidupnya itu sebuah pengaruh bagi mereka, bagaimana membuat mereka itu melihat karya Tuhan lewat kehidupannya !

(Mazmur 34:1)

Ketika seorang guru menyembunyikan rumus-rumusnya, pada saat yang sama dia sedang menjadikan murid-muridnya tak lebih dari hanya sekedar sekumpulan penonton.

  1. Seorang Daud memberikan teladan hidupnya

Apakah Daud melakukan mata pelajaran dari kurikulumnya pada gereombolannya itu :

Cari perdamaian dan berusahalah mendapatkannya !

Owww !! Anak buah Daud menjadi saksi mata saat Daud melepaskan kesempatan membunuh Saul sampai 2 kali kesempatan !

Apakah Daud melakukan mata pelajaran dari kurikulumnya pada gerombolannya itu :

Jauhi yang jahat dan lakukan yang baik !

Anak buah Daud menjadi saksi mata saat Daud membatalkan niat membalas dendam kepada Nabal hanya gara gara dinasihati seorang ‘perempuan’ !

Teori secanggih apa pun tidak akan dapat mengubahkan kehidupan siapa pun murid, sampai sang guru menampakkan bahwa dia bukan hanya seorang pengajar, tetapi juga seorang pelaku.

Kesimpulan kita: Daud bukan seorang dosen, tetapi dia seorang pemimpin gerombolan. Dia mengasah anak buahnya sampai mengalami perubahan hidup. Pada saat yang sama tanpa dia sadari, sebenarnya dia sedang mengajar mereka, menjadi guru buat mereka.

Itu yang Tuhan mau buat kita, ayo sebagai apa pun profesi kita, kita mau jadikan hidup kita seorang GURU yang memberi pengaruh buat lingkungan kita, dan kita mau dipakai Tuhan mempersiapkan generasi di bawah kita untuk kerajaan Tuhan di atas muka bumi. Muridkan…muridkan…dan muridkan mereka sampai mereka menjadi murid Kristus !

 

RESEP RAHASIA DAUD

BAGAIMANA DIA MENGISI AKAL BUDINYA DENGAN FIRMAN TUHAN

Berikut ada daftar dari Mazmur 119 bagaimana Daud mengasihi Tuhan dengan segenap akal budinya.

 

Print di kertas tebal, dan tiap kelompok mendapatkan daftar tersebut.

 

 

DAUD MENGASIHI TUHAN

DENGAN SEGENAP AKAL BUDINYA

 

AJARKANLAH

 

119:12 Terpujilah p  Engkau, ya TUHAN; ajarkanlah q  ketetapan-ketetapan-Mu r  kepadaku.

. i 119:26 Jalan-jalan hidupku telah aku ceritakan dan Engkau menjawab aku–ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu j kepadaku.

119:64 Bumi penuh dengan kasih setia-Mu, u  ya TUHAN, ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu v  kepadaku.

119:68 Engkau baik c  dan berbuat baik; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu d kepadaku.

119:124 Perlakukanlah hamba-Mu sesuai dengan kasih setia-Mu, c  dan ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu d kepadaku. 

119:135 Sinarilah z  hamba-Mu dengan wajah-Mu, dan ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu a kepadaku. 

119:108 Kiranya persembahan sukarela yang berupa puji-pujian w  berkenan kepada-Mu, ya TUHAN, dan ajarkanlah hukum-hukum-Mu x  kepadaku. 

119:66Ajarkanlah kepadaku kebijaksanaan dan pengetahuan y  yang baik, sebab aku percaya kepada perintah-perintah-Mu.

BELAJAR

 

119:71 Bahwa aku tertindas g  itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu. 

119:7 Aku akan bersyukur kepada-Mu dengan hati jujur, apabila aku belajar hukum-hukum-Mu h  yang adil.

119:73 Tangan-Mu telah menjadikan i  aku dan membentuk aku, berilah aku pengertian, supaya aku dapat belajar perintah-perintah-Mu. 

 

INGAT

 

119:52 Aku ingat b  kepada hukum-hukum-Mu yang dari dahulu kala, ya TUHAN, maka terhiburlah aku.

119:55 Pada waktu malam aku ingat f  kepada nama-Mu, ya TUHAN; aku hendak berpegang pada Taurat-Mu. 

 

 

MERENUNGKAN

 

119:15 Aku hendak merenungkan titah-titah-Mu u  dan mengamat-amati jalan-jalan-Mu.

q 119:78 Biarlah orang-orang yang kurang ajar r  mendapat malu, karena mereka berlaku bengkok terhadap aku tanpa alasan; s  tetapi aku akan merenungkan titah-titah-Mu. 

119:23 Sekalipun pemuka-pemuka duduk bersepakat melawan aku 12 , hamba-Mu ini merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu. 

119:48 Aku menaikkan tanganku kepada perintah-perintah-Mu yang kucintai, dan aku hendak merenungkan v  ketetapan-ketetapan-Mu.

119:97 Betapa kucintai Taurat-Mu! e  Aku merenungkannya f  sepanjang hari.

119:148 Aku bangun mendahului waktu jaga malam u  untuk merenungkan janji-Mu. 

119:27 Buatlah aku mengerti petunjuk titah-titah-Mu 13 , supaya aku merenungkan perbuatan-perbuatan-Muk  yang ajaib.

 

MENGAMAT-AMATI

 

119:6 Maka aku tidak akan mendapat malu, f  apabila aku mengamat-amati segala perintah-Mu 9 . g 

MEMILIH

 

119:30 Aku telah memilih q  jalan kebenaran, r  telah menempatkan hukum-hukum-Mu di hadapanku. s 

119:173 Biarlah tangan-Mu menjadi penolongku, s  sebab aku memilih t  titah-titah-Mu.

 

 

MENGERTI/ PENGERTIAN

 

119:34 Buatlah aku mengerti, v  maka aku akan memegang Taurat-Mu;w  aku hendak memeliharanya dengan segenap hati. x 

119:100 Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu. 

119:104 Aku beroleh pengertian p  dari titah-titah-Mu, itulah sebabnya aku benci segala jalan dusta. q 

119:125 Hamba-Mu aku ini, e  buatlah aku mengerti, supaya aku tahu peringatan-peringatan-Mu. f 

119:144 Peringatan-peringatan-Mu adil untuk selama-lamanya, buatlah aku mengerti, p  supaya aku hidup.

119:169 Biarlah teriakku sampai i  ke hadapan-Mu, ya TUHAN; berilah aku pengertian j  sesuai dengan firman-Mu. k 

119:130 Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, o  memberi pengertian kepada orang-orang bodoh. p  

 

MEMIKIRKAN

 

119:59 Aku memikirkan jalan-jalan hidupku, n  dan melangkahkan kakiku menuju peringatan-peringatan-Mu.

 

MEMPERHATIKAN

 

119:95 Orang-orang fasik menantikan aku untuk membinasakan b  aku; tetapi aku hendak memperhatikan peringatan-peringatan-Mu. c  

 

TAHU

 

119:75 Aku tahu, ya TUHAN, bahwa hukum-hukum-Mu adil, l dan bahwa Engkau telah menindas aku dalam kesetiaan. 

119:152 Sejak dahulu aku tahu dari peringatan-peringatan-Mu, b  bahwa Engkau telah menetapkannya untuk selama-lamanya. c 

 

 

 

 

 

 

 

 

TIDAK AKAN KULUPAKAN

 

119:16 Aku akan bergemar v  dalam ketetapan-ketetapan-Mu; firman-Mu tidak akan kulupakan. 

119:61 Tali-tali orang-orang fasik membelit aku, tetapi Taurat-Mu tidak kulupakan. p  

119:83 Sebab aku telah menjadi seperti kirbat yang diasapi; namun ketetapan-ketetapan-Mu tidak kulupakan. c  

119:109 Aku selalu mempertaruhkan y  nyawaku, namun Taurat-Mu tidak kulupakan. z  

119:141 Aku ini kecil dan hina, l  tetapi titah-titah-Mu m  tidak kulupakan. 

119:153 Lihatlah sengsaraku d  dan luputkanlah e  aku, sebab Taurat-Mu tidak kulupakan. f 

119:176 Aku sesat seperti domba x  yang hilang 25 , carilah hamba-Mu ini, sebab perintah-perintah-Mu tidak kulupakan. y 

 

MENILAI DENGAN PENILAIAN ; BAIK

 

119:39 Lalukanlah celaku g  yang menggetarkan aku, karena hukum-hukum-Mu adalah baik. 

119:72 Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku, lebih dari pada ribuan keping emas h  dan perak.

 

BERHARAP

 

119:49 Ingatlah firman w  yang Kaukatakan kepada hamba-Mu, oleh karena Engkau telah membuat aku berharap. x  

119:43 Janganlah sekali-kali mencabut firman kebenaran dari mulutku, n  sebab aku berharap o  kepada hukum-hukum-Mu.

119:74 Orang-orang yang takut kepada-Mu melihat aku dan bersukacita, j  sebab aku berharap kepada firman-Mu. k 

119:81 Habis jiwaku x  merindukan keselamatan y  dari pada-Mu, aku berharap z  kepada firman-Mu. 

119:114 Engkaulah persembunyianku dan perisaiku; h  aku berharap i  kepada firman-Mu. 

119:147 Pagi-pagi buta t  aku bangun dan berteriak minta tolong; aku berharap kepada firman-Mu. 

 

BIJAKSANA

 

119:98 Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana 19  g  dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku.

MENJADI PENASIHATKU

 

119:24 Ya, peringatan-peringatan-Mu menjadi kegemaranku, menjadi penasihat-penasihatku. 

 

MENGIKUTI PETUNJUK PERINTAH/ KETETAPAN

 

119:32 Aku akan mengikuti petunjuk perintah-perintah-Mu, sebab Engkau melapangkan hatiku.

119:35 Biarlah aku y  hidup menurut petunjuk perintah-perintah-Mu, z  sebab aku menyukainya. a 

119:33 Perlihatkanlah kepadaku, u  ya TUHAN, petunjuk ketetapan-ketetapan-Mu, aku hendak memegangnya sampai saat terakhir.

119:14 Atas petunjuk peringatan-peringatan-Mu t  aku bergembira, seperti atas segala harta.

 

MEMBERI JAWAB

 

119:41 Kiranya kasih setia-Mu j  mendatangi aku, ya TUHAN, keselamatan dari pada-Mu itu sesuai dengan janji-Mu, k 

119:42 supaya aku dapat memberi jawab l  kepada orang yang mencela aku, m  sebab aku percaya kepada firman-Mu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MENGINGAT JANJI TUHAN

 

 119:76 Biarlah kiranya kasih setia-Mu n  menjadi penghiburanku, sesuai dengan janji o yang Kauucapkan kepada hamba-Mu.

119:82 Habis a  mataku merindukan janji-Mu; b  aku berkata: “Bilakah Engkau akan menghiburkan aku?”

119:103 Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu n  bagi mulutku. o

119:123 Mataku sangat merindukan z  keselamatan a  dari pada-Mu dan merindukan janji-Mu b  yang adil.

119:133Teguhkanlah langkahku oleh janji-Mu, v  dan janganlah segala kejahatan berkuasa w  atasku.

119:140 Janji-Mu i  sangat teruji, j  dan hamba-Mu mencintainya. k 

119:154 Perjuangkanlah perkaraku g  dan tebuslah h  aku, hidupkanlah i  aku sesuai dengan janji-Mu. j  

119:158 Melihat pengkhianat-pengkhianat, aku merasa jemu, q  karena mereka tidak berpegang pada janji-Mu. r

v  119:162 Aku gembira w  atas janji-Mu, seperti orang yang mendapat banyak jarahan. x 

k  119:170 Biarlah permohonanku datang l  ke hadapan-Mu; lepaskanlah m  aku sesuai dengan janji-Mu. n  

119:172 Biarlah lidahku menyanyikan q  janji-Mu, sebab segala perintah-Mu benar.

119:116 Topanglah k  aku sesuai dengan janji-Mu, l  supaya aku hidup, dan janganlah membuat aku malu m  dalam pengharapanku.

 

MENCERITAKAN/ BERBICARA

 

119:13 Dengan bibirku aku menceritakan segala hukum yang Kauucapkan. s  

. q  119:46 Aku hendak berbicara tentang peringatan-peringatan-Mu di hadapan raja-raja, r  dan aku tidak akan mendapat malu. s 

 

TIDAK SESAT

 

119:110 Orang-orang fasik telah memasang jerat a  terhadap aku, tetapi aku tidak sesat b  dari titah-titah-Mu.

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s