Andalan

WEBINAR GRATIS; TEKNIK 5 RESONANSI


WEBINAR TEKNIK 5 RESONANSI

31 Juli 2021 Pukul 15.00 WIB alias 16.00 WITA alias 17.00 WIT

Yuk bergabung

Shalom, salam sehat.

Kami dari Little Cross Indonesia bekerjasama dengan Jenius Cara Alkitab ( JCA) mengundang Bapak/ Ibu/ Sdr/i yang terkasih dalam Tuhan Yesus untuk menghadiri acara WEBINAR TEKNIK 5 RESONANSI yaitu bagaimana menjadikan suara kita menjadi merdu dan enak di dengar.

Cocok untuk:

Bercerita, Bernyanyi, MC/WL, Berkotbah, Dubbing Animasi, Drama, Podcast, Membaca Puisi, Membaca Narasi, Membaca Alkitab Indah, Siaran TV/ Radio, Menjadi Narator.

Online menggunakan Zoom

Speaker; Grace Sumilat, S.MG

Seorang Sarjana Musik Gereja yang telah menjadi Tutor Vocal belasan tahun.

Disertai praktek dubbing animasi yang dipandu oleh Igrea Siswanto S.T, S.Th

Catat tanggalnya; 31 Juli 2021

Jamnya; 15.00-16.30 WIB.

Fasilitas;Sertifikat, Free Materi E-Book, Hadiah Games

Daftar sekarang juga di https://bit.ly/TEK-RESONANSI

Andalan

Kesaksian Sembuh dari Sakit


Hari itu seorang panitia menghubungi saya. Meminta saya melayani sebuah seminar di Kalimantan Utara, di Malinau. Saya buruan mencatat tanggal yang diminta, kapan harus berangkat atau pulang. Seperti biasa, saya bercakap dengan yayank saya. Putri saya mengingatkan “Lha mama hari itu kan mesti mengajar di SIL ( Sekolah Injil Liburan) di Sengkaling?” Oh ya benar …saya baru sadar acara di Sengkaling itu belum saya tandai di tanggalan. Saya menelephone panitia dan mengatakan “Maaf, saya sudah ada agenda lain, silahkan mencari pembicara lain.” Lantas mereka malahan meminta tolong saya untuk mencarikan pengganti. Buruan saya mencari pembicara lain. Namun beberapa pertanyaan beliau tidak dapat saya jawab karena informasi tentang hal-hal itu juga belum dikabarkan oleh panitia kepada saya. Saya cukup bingung karena waktu tinggal seminggu lagi. Tiba-tiba saya dapat ide, kalau sekiranya acara SIL itu bisa ditukar, di mana saya bawakan sesi saya di Rabu, maka saya tetap dapat melayani di Malinau hari Kamis berangkat dan melayani di sana hari Jumat, Sabtu pulang dan Minggu sudah di tempat untuk melayani sebagai keyboardis di gereja saya. Saya pastikan dulu ke panitia pengundang, apakah hari Kamis malam saya bisa dipastikan rapat online persiapan pelayanan musik tersebut.Saya juga pastikan dulu ke ibu Titin Simangunsong apakah kami dapat bertukar jadwal untuk KKR di acara SIL GPdI Siloam Kota Wisata Batu. Ternyata bisa diatur. Sebelum berangkat saya test Swab, dan dinyatakan negatif. Ada hamba Tuhan yang sponsori biayanya, praise the Lord. Tanpa surat pernyataan negatif, tentunya panitia mau tidak mau harus mencari orang lain lagi.Wauuu…perjalanan ke Malinau pun tiba.Saya naik travel ke bandara Juanda, Surabaya. Setibanya di sana saya merinding, karena begitu banyak orang di bandara, begitu penuh. Pemandangan seperti itu menurut saya adalah pemandangan terpadat yang pernah saya jumpai dari semua perjalanan yang pernah saya lalui di bandara mana pun. Sekelebat saya membayangkan virus berterbangan di bandara itu.Tiba di Balikpapan, naik pesawat berikutnya menuju Tarakan. Di sana saya telah ditunggu seorang sopir yang menemani saya makan siang dan mengantar saya sampai di speed boat. Perjalanan dengan speedboat memakan waktu 3 jam untuk tiba di Malinau. Sepanjang jalan saya ada rekam beberapa detik perjalanan di speed dan saya upload di status WhatsApp. Beberapa orang koment dan mengkhawatirkan saya. Saya tersenyum simpul saja, karena bagi saya ini bukan apa-apa. Apa sih yang enggak untuk anak-anak di Indonesia?? Saya sangat antusias dan mencintai mereka semua. Perjalanan yang jauh ini bukan apa-apa. Sungguh.Setibanya di Malinau, saya dijemput panitia yang telah menunggu keterlambatan tibanya speed sekitar 1 jam, karena speed memang tiba lebih lama daripada biasanya.Saya diantar dengan mobil menuju hotel. Hotel tidak jauh dari pelabuhan tadi. Oh seperti ini Malinau…Penggiat anak di sana sangat antusias. Saat saya ceritakan betapa kawatirnya teman-teman saya saat menyaksikan story saya hari kemarin di perjalanan, mereka bertepuk tangan terharu. Hari Sabtu saya pulang ke Kota Wisata Batu. Naik travel dari Surabaya ke Malang, satu mobil dengan penderita Covid yang tidak lolos PCR untuk ke kota Pontianak. Di mobil saya lengah, saya buka masker dan makan sore, sembari menunggu penumpang lain 1 jam lagi.Kemungkinan besar inilah awal dari segalanya…..

Sabtu saya tiba dari Malinau, Kalimantan Utara. Minggu melayani sebagai keyboardis di gereja. Senin, 28 Juni 2021 saya mengajar di Bina Keluarga Bahagia Online School kelas penggiat anak. Memang itu agenda terakhir untuk bulan Juni 2021.Di dalam hati saya ada seperti keraguan membuat program mengajar untuk bulan Juli 2021. Entahlah, hati saya galau dan seperti menangkap sinyal untuk Juli ada sesuatu.Mungkin karena melihat saya habis dari luar kota, murid-murid les musik saya ( 9 orang semuanya) yang tahu kalau saya ke luar daerah karena ada 1 kali hari les saya liburkan karena saya posisi di perjalanan pelayanan tersebut, 8 diantaranya meminta libur dulu, dengan alasan suasana Covid yang menggila melanda. Dari dua hal ini; kegalauan saya akan adanya sinyal untuk bulan Juli 2021, dan murid-murid les musik yang meminta libur 1 bulan Juli ini, ada suara Tuhan di hati saya ” Sepanjang Juli ini kamu istirahat saja.” Suara itu sangat jelas. Ohhh pantasan saya tidak ada hasrat membuat program bulan Juli di Bina Keluarga Bahagia Online School. Senin berlalu.Selasa sore….mulailah badai itu datang , dan benar saja, saya harus istirahat 1 bulan penuh. 29 Juni 2021 tercatat, saya mulai sakit.Saya sangat kagum pada Tuhan, sebelum badai itu datang, Tuhan sudah beritahukan bahwa saya akan istirahat full di bulan Juli ini. Makanya Dia atur semua murid les, yang tidak semuanya saling kenal, bisa kompak meminta berhenti semua dari tatap muka les. I see. Saya mengerti ini pengaturan Tuhan. Saya mengerti Tuhan punya agenda khusus buat hidup saya.

Saya jatuh sakit dari tanggal 29 Juni 2021. Otomatis program Juli di Bina Keluarga Bahagia Online School saya offkan. Saya buruan membuat pengumuman libur di semua lini pelayanan Jenius Cara Alkitab.Yang saya alami dan rasakan??Badan lemas, tidak bertenaga, pusing, demam, tulang-tulang linu semua, batuk kering, kantung kemih sakit setelah buang air kecil, keringat dingin. Ada sengatan-sengatan seperti sengatan listrik di kepala belakang bagian kiri. ( pada saat itu sehari mungkin ada 4-5 hentakan sengatan) Huadeuwww….sakit apa ini??Selasa, Rabu, Kamis, dan kemudian Jumatnya saya kontrol ke dokter Aris. 2 Juli 2021.

Tiba hari Jumat malam ( 2 Juli 2021) saya kontrol ke dokter Aris, berhubung Kamis penuh pasien dan baru bisa Jumat itu.Gula darah 303, tensi 100/80, Test oksigen/ saturasi 94. Menurut dokter diduga saya menderita Covid-19 gejala ringan. Berhubung saya tidak test Swab atau PCR jadi ini hanya dugaan dokter semata-mata. Beruntung saya sudah pernah Vaksin pertama, jadi gejala tidak memberat. Ditunggu 5-6 hari bila kondisi mereda, itu artinya hanya flue biasa, namun bila makin parah, harus bersiap ke IGD. Batas isolasi mandiri dari tanggal 2 Juli sampai dengan 16 Juli 2021 ( 14 hari terhitung dari kontrol pertama/ jadi bukan terhitung dari Selasa ketika saya mulai sakit, karena dokter tidak mau meresikokan perhitungan berdasarkan daya ingat pasien yang bisa saja salah/ kapan mulai sakitnya.)Isolasi mandiri kini dimulai. Dokter tidak menyarankan ke rumah sakit karena rumah sakit penuh, hari itu saja menolak 3 pasien. Kami memutuskan isolasi mandiri di rumah, sampai 14 hari, dan tidak perlu test PCR. Ikuti saja petunjuk dokter.

7Jamhari Elijah, Darlina Huang dan 5 lainnya1 KomentarSukaKomentariBagikan

Rumah kami bisa dibilang kecil, dan kamar mandi hanya satu. Jadi memang untuk menjadi tempat isolasi mandiri, sangat tidak memadai.Selewat kontrol dokter, obat sudah rutin diminum, namun kondisinya saya mulai mual, menggigil, pusing, kehilangan fungsi indera penciuman, batuknya kadang berdahak, kadang juga kering, nafas agak pendek-pendek, keringat dingin, saturasi pernah mencapai 88. Di hari -hari itu, tarikan-tarikan di otak kiri belakang, start dari leher sampai setinggi telinga, semakin intens. Bahkan 24 jam saya tidak bisa berhenti merintih. Saya ingin tahu intensnya berapa sering, maka saya rekam rintihan saya, ternyata 12 hentakan per 2 menit, itu artinya tiap 10 detik rata-rata ada satu hentakan seperti kejutan listrik di otak saya. Saya benar-benar sudah tidak tahan lagi, lantas suami saya chat dengan dokter Aris, saya disarankan segera dilarikan ke UGD bila memang sudah tidak kuat lagi.Namun saya menolak mentah-mentah, mengingat imun saya pasti turun bila jauh dari keluarga. Tuhan ingatkan saya “Cari Eco Enzyme” Saya pun segera meminta suami saya ambilkan di meja kerja saya, karena biasaya saya pakai EE tersebut untuk melap komputer saya. Mulai saya semprotkan ke kulit kepala saya seperti tonik, full tiap 15 menit sekali, sampai kepala saya basah kuyub. Hari perdana serangan 24 jam itu tanpa EE, start besoknya saya baru pakai EE, dan benar-benar Tuhan kerjakan kesembuhan total di hari ke 5 semenjak serangan 24 jam itu, benar-benar sembuh total. Berangsur-angsur sembuh sampai benar benar tidak ada hentakan di otak sama sekali sepanjang hari. Benar-benar mujizat Tuhan.Belakangan saya tahu; dari browsing; kemungkinan karena EE menyemprotkan Ozone ( O2) ke otak saya, dan memang itu bisa masuk ke pori-pori kulit kepala, dan meman itu yang dibutuhkan untuk penyembuhan serangan di otak.Belakangan lagi saya browsing, ternyata manivestasi Covid tidak hanya menyerang sistem pernafasan saja, tetapi juga bisa menyerang bagian otak. Lebih jarang terjadi, tetapi resiko kematian lebih tinggi prosentasinya. Saya merinding saat baca-baca artikel -artikel tersebut. Rupanya hidup saya benar-benar beresiko ‘berangkat’ karena gangguan di otak sangat serius.Tiba kontrol ke 2, saat obat dari kontrol pertama sudah habis, serangan di otak sudah berhenti/ sudah sembuh. Praise the Lord. Ketika parah-parahnya serangan di otak, saya menangis ingat mamie dan putri saya yang sudah meninggal. Dan ketika semakin parah, saya sempat chat anak sulung saya yang pada saat itu posisi di Surabaya, saya sempatkan untuk meminta maaf atas banyak kesalahan saya sebagai seorang ibu, dan memberi nasihat-nasihat terakhir bilamana saya tidak lama akan dipanggil Tuhan pulang.Di luar dugaan, anak saya malah menjawab “Dito tidak bisa seperti ini kalau tidak melalui semua itu Ma, mama nggak ada salah apa-apa kog.” Hati saya meleleh….meminta maaf dengan tulus. Saya sudah mempersiapkan diri bilamana saya tutup usia.

Kontrol ke dua di doker Aris tiba. Gula saya drop menjadi 96. Saya disuruh stop obat penurun gula darah. Saturasi 94, Tensi 114/77. Kata dokter kalau fungsi indra penciuman hilang, sudah pasti manivestasi covid-19. Saat itu dokter Aris memprediksi bisa melewati isolasi mandiri sampai hari ke 14. Diberi obat-obatan lagi. Dokter bertanya, bagaimana saya mengatasi hentakan seperti sengatan listrik di kepala, saya beritahukan saya pakai semprotan Eco Enzyme. Dokter paham, tetapi tidak berkomentar apa pun. Yang sangat bersyukur saya bisa lewati bersama pertolongan Tuhan. Hari -hari terasa lambat menunggu sampai Jumat berikutnya….

Selasa tanggal 13 Juli 2021 Tuhan kirimkan adik saya Hermon S Tedjakusuma untuk mendukung semua biaya test lab lengkap untuk mengetahui posisi kesehatan saya.Praise the Lord.Alhasil, tanggal 15 Juli/ Kamis, saya test lab lengkap termasuk juga diantaranya PCR, di rumah sakit Babtis Kota Wisata Batu. Padahal isolasi mandiri yang dokter sarankan masih sampai tanggal 16 Juli ( besoknya/ Jumat) .Ternyata di R.S tersebut bertemu dengan dr Aris juga yang menangani pasien test lab, berhubung beliau ahli penyakit dalam.Saya diambil sample urin, darah, dan usap di hidung dan tenggorokan. Pengambilan sample PCR sangat menyakitkan dan menakutkan buat saya, namun puji Tuhan sample bisa terambil juga. Saya sudah hampir menyerah karena hidung saya dimasukkan alat sampai 5 kali.Dokter berkata wajah saya sudah lebih cerah. Dokter berkata kalau hasil PCR bisa negatif nantinya, pastilah itu mujizat Tuhan semata. Benar saja, hasil test PCR sore itu sudah keluar, dan hasilnya negatif. Dokter buruan telepon saya, dan mengabarkan berita itu sambil berkata ” Ibu Grace memang hamba Allah yang Mahatinggi betulan. Mujizat ini, hasil test PCR kog bisa negatif. Padahal kalau dihitung-hitung masa isolasi mandiri saja belum lagi habis, kog bisa negatif hasil PCR-nya, sungguh ajaib. Namun hasil cek lab menunjukkan saya gula darah tinggi, kolestrol tinggi, asam urat dan infeksi saluran kencing.Alhasil saya membawa banyak obat …masih banyak PR buat hidup saya. Stop gula, olah raga, dan pantangan makanan dengan ini -itu tidak boleh lagi dikonsumsi. Saya tahu, bahwasannya saya harus mengubah pola hidup saya menjadi pola hidup sehat bila ingin dipakai Tuhan lebih lanjut. Setidaknya secara tubuh itu.

12Titin Simangunsong, Jamhari Elijah dan 10 lainnya3 KomentarSukaKomentariBagikan

Apa saja yang saya lakukan selama isolasi mandiri?Pertama saya nangis ingat mamie dan putri saya yang telah meninggal.Ke dua saya sudah persiapkan apa saja yang harus saya pesankan saat saya nanti dipanggil Tuhan pulang.Sejak awal isolasi mandiri, Tuhan sudah bilang di hati saya “Terapi firman, baca Mazmur sebanyak mungkin semampu kamu.” Jadi tiap berjemur saya bawa Alkitab dan selalu membaca Mazmur, kadang 2 pasal, 3 pasal, 5 pasal, semampu saya.Saya dibangun saat membaca Mazmur. Seorang hamba Tuhan bilang “Tuhan ingin waktu eksklusif bersama bu Grace.” Perkataan itu menancap di hati saya, jadi saya nikmati saat baca Mazmur, ingin tahu apa pesan Tuhan buat hidup saya. Ingin mendalami bagaimana pemazmur menjalani hidup normal yang juga ada suka dan dukanya. Kami ada mezbah keluarga di keluarga kami, jadi setiap pagi kami menaikkan praise and worship kepada Tuhan bersama-sama. Namun karena saya isolasi mandiri, saya tidak ikut. Saya memilih betston sendiri di kamar. Saya putar lagu-lagu rohani, tapi hanya saya dengarkan , saya tidak ikut menyanyi.Suatu saat, saya mendengar di kamar lain suami saya dan putri saya memuji Tuhan bersama, hati saya seperti tersedot, ingin ikut. Akhirnya malamnya saya minta praise and worship di dekat kamar saya saja, di pintu duduk suami saya, putri saya duduk lebih jauh lagi, saya di pojok kamar, jadi kami terpisah 2 ruang. Kami memuji Tuhan bersama. Mulai dari saat itu roh saya bangkit. Tuhan berkata kepada saya ” Masa kamu segitunya sih. Hanya sampai di sini saja?” Saya tersentak oleh suara Tuhan itu. Saya bangkit memuji Tuhan dan saya bertekat untuk bangkit dari semua keterpurukan, belum waktunya saya pulang, karena masih banyak tugas saya di dunia yang belum terselesaikan. Tuhan masih mau pakai lebih lanjut. Sejak saat itulah semangat hidup saya bangkit.Ayo memuji Tuhan. Ada kuasa di dalam pujian.

Saya sangat bersyukur Tuhan berikan suami yang sangat baik merawat saya selama saya sakit.Saya sangat bersyukur putri dan putra saya imannya sangat kuat. Mereka Tuhan pakai terus untuk menyemangati saya.Saya sangat bersyukur suami saya selalu mendirikan mezbah keluarga di keluarga kami, sehingga melaluinya saya bangkit.Saya sangat bersyukur semua acara Tuhan atur, sebelum saya sakit murid les semua berhenti les, dan Tuhan sudah bilang sebulan ini kamu istirahat. Dia sungguh ajaib, jadi waktu saya sakit saya tidak perlu capek-capek atur murid-murid les saya.Tuhan yang ingatkan saya baca Mazmur, dan pakai Eco Enzyme saat saya sakit. Bahkan persediaan Eco Enzyme Tuhan berikan lagi untuk saya pakai selama saya sakit, melalui hambaNya Ibu Titin SimangunsongSaya sangat bersyukur adik saya Hermon S Tedjakusuma Tuhan kirimkan untuk mengirimkan biaya test lab lengkap, kakak saya Billy Sumilat dan Yvonne Oril Sumilat sangat perhatian dalam doa, dana dan juga usaha ( kakak saya ada kirimkan obat-obatan buat saya, termasuk diantaranya camilan dan cinta kasihnya) Semua kakak ipar dan adik ipar saya memberi perhatian penuhTeman-teman Connect Group di gereja kami GMS Kota Wisata Batu juga ada memberikan support doa, bahkan ibu gembala kami membuatkan WA khusus buat jemaat yang sakit, untuk kami bisa saling mendoakan dan menguatkan. Gembala CG saya mengirimkan makanan lezat dan juga teman CG saya mengirimkan sayuran.Belum lagi perhatian tiap hari dari penggiat anak Maryetta Abdi, seorang sahabat saya, tiap hari ada kasih perhatian lewat chat WA. Saya sangat bersyukur Tes PCR di hari isoman ke 13 dinyatakan negatif sehingga tepat waktunya anak saya Dito bisa pulang ke rumah di Kota Wisata Batu, karena kegiatan di Sby sementara ini tidak intens. Dia hanya bisa pulang bila saya negatif. Tuhan sudah atur semua, dahsyat !!Saya bersyukur suami dan putri saya baik-baik saja, walaupun rumah untuk isolman sebenarnya kuran memadai. Tuhan menjagai mereka sempurna. Bahkan saya bersyukur ada dokter Gizi dari Jakarta membimbing saya bagaimana diet yang perlu saya lakukan, bahkan mendukung juga secara finansial. Belum lagi Tuhan ijinkan saya bisa konsultasi pasca covid dengan dokter ahli penyakit dalam dari Tobelo. Bagaimana langkah ke depan. Ternyata paru-paru saya tidak parah, termasuk ringan saja, dan dapat diobati dalam 2 minggu, tidak perlu kontrol lebih lanjut ke ahli paru. Wauuuuuuuuuu. Beliau juga meyakinkan untuk saya tidak perlu CT Scan ataupun ke ahli neurologi. Jadi dipastikan semuanya tuntas seperti yang suami saya katakan atas hikmat Tuhan. Saya tahu, bahwa Tuhan itu baik. Dia telah melalukan saya dari maut. Tuhan genggam tangan saya, karena Dia mengasihi saya. Semua yang saya butuhkan; bahkan alat-alat kesehatan yang saya perlukan Tuhan sediakan semuanya. Setiap kontrol dokter Aris, beliau berikan gratis. Wau. Praise the Lord. Pas obat dokter habis, eh dapat berkat Madu, Vitamin lengkap, Telur, Jeruk, Eco Enzyme dan masker. Timingnya bisa pas banget. Semua itu Tuhan kirimkan lewat PGPI Kota Wisata Batu. Kalau bukan Tuhan siapa lagi.Minggu ini, start hari ini, saya mencoba kerja ringan, semampu saya, untuk persiapan debut Agustus 2021. Saya bersyukur, ketika dinyatakan negatif dari test PCR, saya menambah lagi istirahat 14 hari untuk pemulihan, maka tiba-tibanya, diakhiri pas sekali akhir Juli. Pengaturan Tuhan sungguh dahsyat. Tepat satu bulan saya beristirahat. Seperti yang dikatakan-Nya. Haleluya………….!!!!

Saya tahu bahwasannya Tuhan punya maksud ketika mengijinkan semua ini terjadi pada saya. Tuhan ingin saya mengubah pola hidup untuk lebih memperhatikan kesehatan saya. Tuhan juga ingin pakai lebih lanjut, jadi saya mau tidak mau sedikit dikondisikan untuk supaya saya benar-benar care terhadap kesehatan saya. Selama ini saya terlalu banyak minum manis saat mengetik dan paling malas berolah raga. Tuhan juga mengajak saya bersendirian lebih dalam bergaul dengan Dia. Tuhan juga mengajak kami sekeluarga menghargai lebih lagi nafas kehidupan yang Tuhan sediakan untuk kami dan saya secara khusus memahami rencana Tuhan ke depan untuk saya pribadi, keluarga saya dan pelayanan Jenius Cara Alkitab yang Tuhan percayakan.Tuhan menyatakan mujizat-Nya.Ada satu hari dimana saya tertawa terbahak-bahak, dalam sambungan telephone dengan sepupu ipar saya Siwi Parwati A. Basri Kami bel-bel-an dari jam 10 pagi sampai jam setengah enam sore. Cekakak-cekikik ngobrolin apa saja. Imun saya langsung naik ke puncak gunung itu …!! Wih..!!Penghiburan dari Tuhan itu ada-ada cara-Nya.Beberapa hari yang lalu sore hari suami saya membeli susu sapi murni. Saya minum segelas. Tidak berapa lama putri saya Melody menawari saya minum, tetapi saya bilang, saya sudah minum. Dia berujar ” Hayook pah, bikin STMJ” Tidak lama kemudian, sekitaran 2 jam kemudian datanglah madu yang dibawa oleh tim PGPI Kota Wisata Batu. Wih…pingin STMJ aja langsung Tuhan jawab, madunya Tuhan kirim, dalam waktu pas. Alhasil tinggal beli telur ayam kampung, dan pesta STMJ deh putri saya …. Juga pas sekali karena tim PGPI memberikan vitamin, padahal obat dokter yang saya minum juga pas habis. Tuhan itu memang paling jago mengatur waktu. Saya berdecak kagumTuhan mau nyatakan, sedangkan putri saya saja ingin STMJ langsung Tuhan kerahkan madu datang , apalagi hidup kami yang begitu berharga di mata-Nya, pastinya Tuhan yang atur semua. Tuhan itu sangat mengaharukan. Saya sungguh terharu.Bersiap Agustus berjalan dalam kehendak Tuhan yang sempurna !!

8Anda, Siwi Parwati A. Basri, Jamhari Elijah dan 5 lainnya

Andalan

SEKOLAH INJIL LIBURAN 2021 DIBERKATI UNTUK JADI BERKAT; DUA SESI


SEKOLAH ALKITAB LIBURAN 2021

DIBERKATI UNTUK JADI BERKAT

Latar Belakang                  :

Tidak semua anak-anak lahir di keluarga yang ideal. Terlalu banyak anak-anak seperti ini pada akhirnya menjadi generasi yang menyalahkan keluarga, menyalahkan keadaan, menyalahkan lingkungan, meratapi nasib yang mereka anggap buruk, bahkan tidak sedikit dari mereka berujung pada kecewa pada Tuhan dan menyalahkan Tuhan dan bahkan meninggalkan Tuhan.

Diberkati untuk jadi berkat adalah sebuah thema untuk mengajak anak-anak menyadari bahwa hidup mereka sungguh dipenuhi berkat-berkat walaupun mungkin keadaan keluarga mereka tidak ideal seperti yang mereka inginkan. Mengajak anak-anak memiliki suatu tujuan hidup untuk mana hidup mereka dapat menjadi suatu alat saluran berkat Tuhan atas muka bumi ini.

Anak-anak yang lahir di keluarga ideal juga tetap mempelajari prinsip penting ini; bahwa kita harus bisa menjadi berkat di mana pun kita berada.

Tokoh yang disoroti        :

  1. Yabes                    : Yabes adalah tokoh yang sangat terkenal, walaupun hanya dibahas dalam 2 ayat di seluruh Alkitab. Dia memohon agar Tuhan memberkatinya berlimpah-limpah karena dia ingin menjadi berkat untuk wilayah yang lebih besar lagi/ perluaslah daerahku, untuk itu membutuhkan penyertaan dan perlindungan Tuhan. Yabes yang diberi nama dengan arti yang tidak baik/ si pembawa sial/ pembawa kesengsaraan, mengalami pemulihan dan membawa kemuliaan bagi nama Tuhan ( Kabad) melebihi saudara-saudaranya. Hidup yang diberkati adalah agar kita bisa jadi berkat untuk kemuliaan nama Tuhan
  2. Daud                     : Daud adalah seorang anak yang ditinggalkan oleh ayah dan ibunya. Menjadi pribadi yang dikesampingkan, dilupakan, disingkirkan, tidak diberi kesempatan, dibuly oleh kakaknya. Namun Daud tidak pernah menyalahkan keadaan, ataupun keluarganya, yang dia lakukan adalah berlari kepada Tuhan yang sekalipun ayah dan ibunya meninggalkan dia, tetapi Tuhan menyambut dia. Dia tetap taat pada Isai, tetap memelihara orang tuanya yang sudah tua dikala dia pergi dari kejaran Saul, memastikan orang tuanya tetap aman di masa yang sulit.
  3. Ratu Ester           : Ratu Ester adalah tokoh yang sangat terkenal, karena hidupnya bisa jadi berkat, bisa menjadi alat buat keselamatan sebuah bangsa. Nota bene Ester adalah seorang anak yatim piatu sejak kecilnya, lantas dibesarkan oleh sepupunya yang adalah ayah angkatnya, lantas sepupunya tersebut membesarkannya sebagai orang tua tunggal. Ester tidak pernah menyalahkan keadaan, tidak bertumbuh menjadi generasi pengomel atau pemberontak, melainkan dia bisa bertumbuh menjadi seorang yang dewasa dan rela berkorban serta kuat dalam doa dan puasa. Menjadi generasi yang diberkati untuk bisa menjadi berkat.

Bentuk acara                      :

  1. KKR keluarga ( dihadiri oleh orang tua dan anak-anak)
  2. SIL sesi KKR 1
  3. SIL sesi KKR 2

Ayat Thema                        :

Kejadian 12:2

Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar,

dan memberkati engkau

serta membuat namamu masyur;

dan engkau akan menjadi berkat

KKR SESI 2

Sekolah Alkitab Liburan 2021

DIBERKATI UNTUK JADI BERKAT

Daud diberkati untuk jadi berkat

Durasi                                   : 90 menit sudah termasuk dengan pujian di awal

Pujian yang disarankan  : Aku diberkati sepanjang hidupku diberkati, Doa Yabes, Aku disayang Tuhan.

Ayat Thema                        : Kejadian 12:2

Ayat Sesi                              : Mazmur 27 :10

  Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku,

  namun TUHAN menyambut aku.

BACAAN GURU

LATAR BELAKANG KEHIDUPAN DAUD

  • Daud ditinggalkan oleh ayah dan ibunya (Mazmur 27:10), artinya kurang kasih sayang dari ayah dan ibunya.
  • Waktu ada tamu penting, yaitu Samuel, Daud tidak diundang. Padahal nota bene saat Daud mendapat tugas mengantar makanan pada 3 orang kakaknya di medan perang, toh bisa Daud saat itu mendapat kesempatan untuk menitipkan kambing dombanya yang dua tiga ekor itu pada penjaga, tetapi mengapa pada saat Samuel datang, Daud tidak diundang? Mengapa pada saat itu kambing dombanya tidak dititipkan saja pada penjaga? Terkesan sekali Daud adalah anak yang tidak diperhitungkan keberadaannya dalam keluargaatau bisa jadi sebaliknya, sengaja tidak dihadirkan karena justru dikawatirkan dia bisa terpilih menjadi raja yang berikutnya, jadi sebagai saingan terkuat, sengaja disingkirkan. Bisa saja peristiwa ini menimbulkan kesan Daud sebagai anak yang dilupakan.
  • I Sam 16: 10-11, I Sam 17:12, I Taw.2:13-15, I Taw. 27:18. Di hadapan Samuel, Isai mengaku memiliki 7 anak laki-laki, dan Daud tidak termasuk, karena sejak awal sebelum acara, 7 anak laki-laki tersebut dikuduskan bersama dengan Isai I Sam 16:5. Sebenarnya Isai memiliki 8 anak laki-laki, karena yang satu adalah anak dari ibu yang lain, I Sam. 17:12, I Taw 27:18. Dalam silsilah resmi, justru Daud adalah anak ke tujuh, dan Elihu justru tidak masuk dalam silsilah resmi yang ditulis di kitab Tawarikh , lihat di I Taw 2:13-15 dan I Taw. 27:18. Di sinilah kita lihat, Daud sering disingkirkan dalam keluarga, terutama oleh ayahnya, hanya karena ada indikasi ke arah, menutup-nutupi aib dalam keluarga, di mana Isai memiliki anak dari perempuan lain.
  • Isai tidak memiliki catatan khusus bagaimana mendidik anak-anaknya dalam takut akan TUHAN.
  • Nama ibu Daud tidak pernah ditulis dalam Alkitab. Di sini kita lihat, ibu daripada Daud kurang berperan dalam keluarganya, dalam mengajar Daud.
  • Kakak Daud bernama Eliab begitu iri dan jahat. I Sam. 17:28. Di sini kita mendapat gambaran bahwa perlakuan keluarga Daud kepada Daud bisa jadi sangat menjadikan Daud bulan-bulanan/ bisa jadi Daud sering di bully.
  • Memiliki sabahat yaitu Yonatan, sang pangeran, tetapi terpisah oleh karena pelarian Daud dari ancaman pembunuhan Saul.
  • Berusaha dibunuh oleh raja Saul, pemimpinnya/ tuannya/ rajanya, dengan tombak pada saat bertugas menjadi pemusik istana.
  • Dijerat raja Saul dengan emas kawin 100 kulit khatan orang Filistin, tetapi Daud berhasil memberikan 200 kulit Khatan orang Filistin, di situlah Daud menjadi menantu raja, dengan mendapatkan Mikhal sebagai isterinya. Sudah menjadi menantu raja, masih mendapat percobaan pembunuhan menggunakan tombak, oleh ayah mertuanya sendiri.
  • Memiliki pembimbing rohani, yaitu Samuel, tetapi tidak lama setelah itu Samuel mati. Samuel tidak sempat mendampingi Daud sampai lama.
  • Menjadi buronan raja Saul sampai bertahun-tahun ( lebih kurang menurut penelitian para ahli, selama 13 tahun)

Coba kamu pikirkan, seberapa persen hidupmu mirip dengan latar belakang kehidupan Daud. Pastinya bisa lebih ringan dari Daud, atau lebih parah ya..?? Siapa tahu??

Ternyata ini perlakuan Daud pada orang tuanya:

1Sam 22:3https://i2.wp.com/alkitab.sabda.org/images/advanced.gifDari sana Daud pergi ke Mizpa di Moab dan berkata kepada raja negeri Moab: “Izinkanlah ayahku dan ibuku tinggal padamu, sampai aku tahu, apa yang dilakukan Allah kepadaku.”

Waktu Daud memenangkan pertempuran melawan Goliat, maka semestinya keluarganya mendapat hadiah dibebaskan dari pajak.

Betapa bangganya kiranya Isai, ayah Daud memiliki anak seperti Daud.

Namun setelah Daud dikejar-kejar untuk dibunuh oleh Saul, maka orang tua dan keluarganya pun mendapat keadaan yang ikut dalam bahaya.

Waktu Daud menjadi buronan tanpa alasan kesalahan apa pun, maka keluarga daripada Daud ikut-ikutan dalam pelarian bersama Daud, hal itu bisa kita baca di :

1Sam 22:1https://i2.wp.com/alkitab.sabda.org/images/advanced.gifLalu Daud pergi dari sana dan melarikan diri ke gua u  Adulam. v  Ketika saudara-saudaranya dan seluruh keluarganya mendengar hal itu, pergilah mereka ke sana mendapatkan dia.

Waktu terus berlalu, keadaan tidak menjadi baik, sedangkan Isai , ayah Daud sudah semakin tua, demikian juga tentunya ibunya.

Bagaimana cara Daud memperlakukan orang tuanya di hari tua mereka?

Daud mencari raja Moab dan meminta mereka ikut merawat dan menjaga orang tuanya, karena pada saat itu Daud ada dalam pelarian dikejar-kejar Saul untuk dibunuh hanya karena iri hati dan dengki. ( I Sam 22:3)

Daud sangat memperdulikan orang tuanya, walaupun sebenarnya dalam pertumbuhan Daud, dia menjadi pribadi yang sangat tertolak oleh orang tuanya.

Bagaimana kalau kita mengadopsi teladan Daud menjadi bagian dalam hidup kita?

Daud tidak pernah memikirkan apa yang orang tuanya berikan buat dia, tetapi dia memikirkan apa yang bisa dia lakukan buat mereka. Daud membalas air tuba dari orang tuanya dengan air susu. Daud membalas semua perlakuan orang tuanya dengan kebaikan kepada mereka 

Tidak semua dari kita orang tuanya amburadul seperti perlakuan orang tua Daud kepadanya, tetapi ada juga dari antara kita yang orang tuanya, apalagi ayahnya adalah ayah yang super baik. Ibunya juga sangat perhatian dan sangat sayang.

Tapi tidak jarang juga dari antara kita yang orang tuanya sangat parah, mungkin lebih parah daripada orangtuanya Daud.

Pikirkan hal apa yang bisa kita berikan pada orang tua kita, apa pun perlakuan mereka pada kita.

Contoh:

  1. Belajar dengan sungguh-sungguh
  2. Menjadi anak yang taat dan menghormati orang tua/ wali/ orang yang mengasuh kita, apa pun keadaan mereka saat ini.
  3. Menjadi pendoa buat keluarga

Kalau mengalami kesulitan untuk melakukannya, datanglah pada Tuhan, dan ijinkan Tuhan menolongmu melakukan hal ini.

Doa; Tuhan aku ingin memberikan sesuatu buat orang tuaku, berikan kau hikmat dan biarlah kekuatan yang daripadaMu memampukan aku, dalam nama Yesus, amin.

Ketika Daud beradal dalam kenyamanan dan kemapanan, semua aman, semua mapan, semua berjalan lancar, Daud memutuskan untuk tidak ikut berperang ( II Samuel 11:1) Kerana dengan mengutus Yoab saja semua sudah bisa dipastikan aman.

Kenyamanan dan kemapanan yang membuat Daud tidak berangkat berperang, ini menunjukkan bagaimana kenyamanan dan kemapanan bisa menjadi bumerang, ketika seseorang terjebak di dalamnya, sehingga Daud yang sudah bisa mengalahkan Singa dan Beruang, sudah mengalahkan Goliat, sudah menjadi pemimpin perang ribuan orang, dan sudah berhasil lolos dari kejaran Saul selama bertahun-tahun, di sinilah Daud memposisikan diri menjauhi destiny ilahi dalam hidupnya, yang memang sudah ditentukan untuk berperang. Di titik kenyamanan kemapanan, jauh dari destiny ilahi dalam hidupnya, membuat Daud ada di titik rawan sehingga dia jatuh dalam dosa pelecehan sex terhadap Batsyeba sebagai korbannya.

Mengapa Daud bisa jatuh dalam dosa itu? Karena ketika ada sebuah lubang besar dalam hidupnya, ada luka yang belum sembuh, jiwa menuntut sesuatu pelampiasan untuk menutupi lubang itu.

Sampai titik dimana Daud berkata : Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun Tuhan menyambut aku.

Di titik inilah Daud pulih.

Ketika seseorang pulih 100 persen, di situlah dia tidak membutuhkan pelampiasan apa pun dalam hidupnya, karena Tuhan sudah menjadi Pribadi pemuas sejati yang tiada taranya.

Mari bawa setiap hidup kita alami Tuhan yang adalah pribadi segala -galanya dalam hidup kita, untuk  mengatasi semua tekanan yang mendera jiwa kita.

MATERI ANAK

Metode kreatif; bermain diorama

Persiapan guru

Guru menyediakan kain diorama/ sejenis selimut atau sarung yang cukup lebar untuk dibentangkan dengan tangan oleh kedua orang pemegang kain di kanan dan di kiri

Guru menyediakan kostum/ property yang dibutuhkan oleh tiap kelompok

Guru menyediakan kamera / HP Camera untuk memphoto pose tiap kelompok

Cara Bermain Diorama

Guru mengajak anak-anak semua membaca I Samuel 16: 1-13 ( 5 menit)

Guru menjelaskan bahwa I Samuel 16:1-13 ini akan kita buat diorama/ reka adegan/ dengan membuat photo Diorama tiap kelompok sesuai adegan yang diminta

Guru memberi contoh 1 adegan diorama Mazmur 27:10 ( 2 menit)

Tokoh :

  • Ayah Daud, Isai ( 1 pemeran laki-laki)
  • dan Ibu Daud, ( 1 pemeran perempuan)
  • dan Daud waktu masih kecil ( 1 pemeran laki-laki)

Adegan :

  • Daud kecil bermain sendirian, tidak diperdulikan oleh orang tuanya

Properti:

  • Pedang mainan
  • Kostume tokoh

                   Dengan memberi contoh itu, diharapkan anak-anak mengerti bagaimana

                    cara bermain Diorama ini.

Guru membagi kelompok ( 3 menit) , dan tiap kelompok mendapat draft diorama pada kelompoknya masing-masing.

Tiap kelompok didampingi oleh guru pendamping

Tiap kelompok serentak diberi waktu berlatih Diorama dan juga mempersiapkan pemakaian kostum serta berlatih adegan, bersama guru pendamping masing-masing ( 15 menit)

Setelah semua kelompok siap, maka dari penampilan kelompok yang satu kepada yang lainnya, dirangkai dengan penjelasan pembicara tentang isi materi.

Penjelasan Guru/ Pembicara (1)/ ganti menjadi bahasa anak-anak

  • Daud ditinggalkan oleh ayah dan ibunya (Mazmur 27:10), artinya kurang kasih sayang dari ayah dan ibunya.
  • Isai tidak memiliki catatan khusus bagaimana mendidik anak-anaknya dalam takut akan TUHAN.
  • Nama ibu Daud tidak pernah ditulis dalam Alkitab. Di sini kita lihat, ibu daripada Daud kurang berperan dalam keluarganya, dalam mengajar Daud.

Kelompok 1 : I Samuel 16:3

Tokoh :

  • Nabi Samuel yang sudah tua ( 1 pemeran laki-laki)

Adegan :

  • Nabi Samuel bercakap-cakap dengan Tuhan

Properti:

  • Botol minyak ( kosong)  sebagai pengganti tabung tanduk
  • Kostume tokoh

Kelompok 2: I Samuel 16: 4-10

Tokoh :

  • Nabi Samuel ( 1 pemeran laki-laki)
  • Anak-anak Isai ( 2-3 pemeran laki-laki)

Adegan :

  • Nabi Samuel melihat anak-anak Isai di hadapannya

Properti:

  • Botol minyak ( kosong)  sebagai pengganti tabung tanduk
  • Kostume tokoh

Kelompok 3: I Samuel 16: 11

Tokoh :

  • Daud ( 1 pemeran laki-laki)

Adegan :

  • Daud sedang menggembalakan kambing domba karena tidak diundang di acara persembahan korban tersebut.

Properti:

  • Tongkat gembala
  • Seruling/ gitar kecil sebagai pengganti kecapi
  • Kostume tokoh

Penjelasan Guru/ Pembicara (2)/ ganti menjadi bahasa anak-anak

  • Daud ditinggalkan oleh ayah dan ibunya (Mazmur 27:10), artinya kurang kasih sayang dari ayah dan ibunya.
  • Waktu ada tamu penting, yaitu Samuel, Daud tidak diundang. Padahal nota bene saat Daud mendapat tugas mengantar makanan pada 3 orang kakaknya di medan perang, toh bisa Daud saat itu mendapat kesempatan untuk menitipkan kambing dombanya yang dua tiga ekor itu pada penjaga, tetapi mengapa pada saat Samuel datang, Daud tidak diundang? Mengapa pada saat itu kambing dombanya tidak dititipkan saja pada penjaga? Terkesan sekali Daud adalah anak yang tidak diperhitungkan keberadaannya dalam keluargaatau bisa jadi sebaliknya, sengaja tidak dihadirkan karena justru dikawatirkan dia bisa terpilih menjadi raja yang berikutnya, jadi sebagai saingan terkuat, sengaja disingkirkan. Bisa saja peristiwa ini menimbulkan kesan Daud sebagai anak yang dilupakan.

Kelompok 4: I Samuel 16: 12-13

Tokoh :

  • Nabi Samuel ( 1 pemeran laki-laki)
  • Daud ( 1 pemeran laki-laki)

Adegan :

  • Nabi Samuel mengurapi Daud

Properti:

  • Botol minyak ( kosong)  sebagai pengganti tabung tanduk
  • Kostume tokoh

Penjelasan Guru/ Pembicara (3)/ ganti menjadi bahasa anak-anak

  • Kakak Daud bernama Eliab begitu iri dan jahat. I Sam. 17:28. Di sini kita mendapat gambaran bahwa perlakuan keluarga Daud kepada Daud bisa jadi sangat menjadikan Daud bulan-bulanan/ bisa jadi Daud sering di bully.
  • Memiliki sabahat yaitu Yonatan, sang pangeran, tetapi terpisah oleh karena pelarian Daud dari ancaman pembunuhan Saul.
  • Berusaha dibunuh oleh raja Saul, pemimpinnya/ tuannya/ rajanya, dengan tombak pada saat bertugas menjadi pemusik istana.
  • Dijerat raja Saul dengan emas kawin 100 kulit khatan orang Filistin, tetapi Daud berhasil memberikan 200 kulit Khatan orang Filistin, di situlah Daud menjadi menantu raja, dengan mendapatkan Mikhal sebagai isterinya. Sudah menjadi menantu raja, masih mendapat percobaan pembunuhan menggunakan tombak, oleh ayah mertuanya sendiri.
  • Memiliki pembimbing rohani, yaitu Samuel, tetapi tidak lama setelah itu Samuel mati. Samuel tidak sempat mendampingi Daud sampai lama.
  • Menjadi buronan raja Saul sampai bertahun-tahun ( lebih kurang menurut penelitian para ahli, selama 13 tahun)

Coba kamu pikirkan, seberapa persen hidupmu mirip dengan latar belakang kehidupan Daud. Pastinya bisa lebih ringan dari Daud, atau lebih parah ya..?? Siapa tahu??

Tetapi Daud tidak pernah menyalahkan keluarganya, tidak pernah kecewa dengan keadaannya, tidak pernah marah kepada Tuhan, dan menyalahkan Tuhan, mengapa hidupnya seperti itu.

Ternyata ini perlakuan Daud pada orang tuanya:

1Sam 22:3https://i2.wp.com/alkitab.sabda.org/images/advanced.gifDari sana Daud pergi ke Mizpa di Moab dan berkata kepada raja negeri Moab: “Izinkanlah ayahku dan ibuku tinggal padamu, sampai aku tahu, apa yang dilakukan Allah kepadaku.”

Waktu Daud memenangkan pertempuran melawan Goliat, maka semestinya keluarganya mendapat hadiah dibebaskan dari pajak.

Betapa bangganya kiranya Isai, ayah Daud memiliki anak seperti Daud.

Namun setelah Daud dikejar-kejar untuk dibunuh oleh Saul, maka orang tua dan keluarganya pun mendapat keadaan yang ikut dalam bahaya.

Waktu Daud menjadi buronan tanpa alasan kesalahan apa pun, maka keluarga daripada Daud ikut-ikutan dalam pelarian bersama Daud, hal itu bisa kita baca di :

1Sam 22:1https://i2.wp.com/alkitab.sabda.org/images/advanced.gifLalu Daud pergi dari sana dan melarikan diri ke gua u  Adulam. v  Ketika saudara-saudaranya dan seluruh keluarganya mendengar hal itu, pergilah mereka ke sana mendapatkan dia.

Waktu terus berlalu, keadaan tidak menjadi baik, sedangkan Isai , ayah Daud sudah semakin tua, demikian juga tentunya ibunya.

Bagaimana cara Daud memperlakukan orang tuanya di hari tua mereka?

Daud mencari raja Moab dan meminta mereka ikut merawat dan menjaga orang tuanya, karena pada saat itu Daud ada dalam pelarian dikejar-kejar Saul untuk dibunuh hanya karena iri hati dan dengki. ( I Sam 22:3)

Daud sangat memperdulikan orang tuanya, walaupun sebenarnya dalam pertumbuhan Daud, dia menjadi pribadi yang sangat tertolak oleh orang tuanya.

Bagaimana kalau kita mengadopsi teladan Daud menjadi bagian dalam hidup kita?

Daud tidak pernah memikirkan apa yang orang tuanya berikan buat dia, tetapi dia memikirkan apa yang bisa dia lakukan buat mereka. Daud membalas air tuba dari orang tuanya dengan air susu. Daud membalas semua perlakuan orang tuanya dengan kebaikan kepada mereka 

Tidak semua dari kita orang tuanya amburadul seperti perlakuan orang tua Daud kepadanya, tetapi ada juga dari antara kita yang orang tuanya, apalagi ayahnya adalah ayah yang super baik. Ibunya juga sangat perhatian dan sangat sayang.

Tapi tidak jarang juga dari antara kita yang orang tuanya sangat parah, mungkin lebih parah daripada orangtuanya Daud.

Pikirkan hal apa yang bisa kita berikan pada orang tua kita, apa pun perlakuan mereka pada kita.

Contoh:

  1. Belajar dengan sungguh-sungguh
  2. Menjadi anak yang taat dan menghormati orang tua/ wali/ orang yang mengasuh kita, apa pun keadaan mereka saat ini.
  3. Menjadi pendoa buat keluarga

Kalau mengalami kesulitan untuk melakukannya, datanglah pada Tuhan, dan ijinkan Tuhan menolongmu melakukan hal ini.

Doa; Tuhan aku ingin memberikan sesuatu buat orang tuaku, berikan kau hikmat dan biarlah kekuatan yang daripadaMu memampukan aku, dalam nama Yesus, amin.

Keterangan Photo di atas; Samuel mengurapi Daud. Koleksi photo GPdI Siloam Kota Wisata Batu, SAL 2021

Keterangan Photo di atas; Daud menggembala domba; Koleksi Photo GPdI Siloam Kota Wisata Batu SAL 2021

Keterangan Photo di atas; Isai mengumpulkan anak-anaknya. Koleksi Photo GPdI Siloam Kota Wisata Batu, SAL 2021

Keterangan photo di atas; semua pemain photo bersama. Koleksi photo GPdI Siloam Kota Wisata Batu SAL 2021

Keterangan photo di atas; Samuel berdoa; Koleksi Photo GPdI Siloam Kota Wisata Batu. SAL 2021

Jika materi ingin dilanjutkan terus agar bisa lebih dalam ke usia anak yang lebih besar, pembicara bisa lanjutkan ke sbb:

Ketika Daud beradal dalam kenyamanan dan kemapanan, semua aman, semua mapan, semua berjalan lancar, Daud memutuskan untuk tidak ikut berperang ( II Samuel 11:1) Kerana dengan mengutus Yoab saja semua sudah bisa dipastikan aman.

Kenyamanan dan kemapanan yang membuat Daud tidak berangkat berperang, ini menunjukkan bagaimana kenyamanan dan kemapanan bisa menjadi bumerang, ketika seseorang terjebak di dalamnya, sehingga Daud yang sudah bisa mengalahkan Singa dan Beruang, sudah mengalahkan Goliat, sudah menjadi pemimpin perang ribuan orang, dan sudah berhasil lolos dari kejaran Saul selama bertahun-tahun, di sinilah Daud memposisikan diri menjauhi destiny ilahi dalam hidupnya, yang memang sudah ditentukan untuk berperang. Di titik kenyamanan kemapanan, jauh dari destiny ilahi dalam hidupnya, membuat Daud ada di titik rawan sehingga dia jatuh dalam dosa pelecehan sex terhadap Batsyeba sebagai korbannya.

Mengapa Daud bisa jatuh dalam dosa itu? Karena ketika ada sebuah lubang besar dalam hidupnya, ada luka yang belum sembuh, jiwa menuntut sesuatu pelampiasan untuk menutupi lubang itu.

Sampai titik dimana Daud berkata : Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun Tuhan menyambut aku.

Di titik inilah Daud pulih.

Ketika seseorang pulih 100 persen, di situlah dia tidak membutuhkan pelampiasan apa pun dalam hidupnya, karena Tuhan sudah menjadi Pribadi pemuas sejati yang tiada taranya.

Mari bawa setiap hidup kita alami Tuhan yang adalah pribadi segala -galanya dalam hidup kita, untuk  mengatasi semua tekanan yang mendera jiwa kita.

Kesimpulan:

  • Daud diberkati dengan kepandaian berperang, kepandaian bermain musik, kepandaian menciptakan lagu ( membuat mazmur), kemenangan melawan Goliat.
  • Daud tidak memiliki keluarga yang ideal
  • Keadaan hidup Daud juga tidak semuanya mudah/ tidak semuanya nyaman
  • Tatapi Daud tidak pernah menyalahkan keadaan/ keluarga/ Tuhan, melainkan Daud mau hidupnya jadi berkat buat keluarga dan orang tuanya
  • Daud akhirnya jadi raja
  • Tuhan ingin kita jangan jatuh dalam dosa ketika hidup kita sudah nyaman/ sudah enak, tetap hidup takut akan Tuhan. Caranya? Isi hidup kita terus melekat kepada Tuhan.

KKR SESI 2

Sekolah Alkitab Liburan 2021

DIBERKATI UNTUK JADI BERKAT

Ester diberkati untuk jadi berkat

Durasi                                   : 90 menit sudah termasuk dengan pujian di awal

Pujian yang disarankan  : Jadikan aku terang-Mu Tuhan

Ayat Thema                        : Kejadian 12:2

Ayat Sesi                              : Roma 8:28 Kita tahu sekarang , bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

BACAAN GURU

Ratu Ester adalah tokoh yang sangat terkenal, karena hidupnya bisa jadi berkat, bisa menjadi alat buat keselamatan sebuah bangsa. Nota bene Ester adalah seorang anak yatim piatu sejak kecilnya, lantas dibesarkan oleh sepupunya yang adalah ayah angkatnya, lantas sepupunya tersebut membesarkannya sebagai orang tua tunggal. Ester tidak pernah menyalahkan keadaan, tidak bertumbuh menjadi generasi pengomel atau pemberontak, melainkan dia bisa bertumbuh menjadi seorang yang dewasa dan rela berkorban serta kuat dalam doa dan puasa. Menjadi generasi yang diberkati untuk bisa menjadi berkat.

Ester 4: 8, 13-14

4:8 Lagipula Hatah disuruh menyampaikan pesan kepada Ester,supaya pergi menghadap raja untuk memohon karunianyadan untuk membela bangsanya di hadapan baginda4:13 maka Mordekhai menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Ester:“Jangan kira, karena engkau di dalam istana raja, ( KELUAR DARI ZONA NYAMAN)

hanya engkau yang akan terluput dari antara semua orang Yahudi. ( KELUAR DARI TITIK AMAN)

4:14 Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam d  diri 1  saja, bagi orang Yahudi ( MENANGKAP MOMENTUM)

akan timbul juga pertolongan e  dan kelepasan f  dari pihak lain,

dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa.

Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini 2  g  ( MENGGUNAKAN LOGIKA BERPIKIR)

engkau beroleh kedudukan sebagai ratu.” ( MENGGUNAKAN HUBUNGAN/ POSISI STRATEGIS)

Mordekhi mengajak Ester untuk KELUAR DARI KOTAK NYAMAN ( ayat 13 a), untuk bisa jadi berkat.

Untuk bisa jadi berkat, Ester harus berani keluar dari kotak nyaman. Di dalam istana yang serba ada, dia mengambil langkah untuk berpuasa.

Ester memberi respon yang tepat: dia mau berpuasa. mengandalkan kekuatan yang dari Tuhan untuk mengungkapkan kebenaran. Ester 4:16

  • Mordekhi mengajak Ester untuk KELUAR DARI KOTAK AMAN ( ayat 13 b), untuk bisa jadi berkat

Untuk bisa jadi berkat Ester harus berani keluar dari kotak aman/ harus berani menanggung resiko apa pun juga.

Ester memberi respon yang tepat: dia mau menanggung resiko mendapat hukuman mati bila raja tidak mengulurkan tongkatnya saat dia menghadap tanpa dipanggil.

  • Mordekhai mengajak Ester untuk dapat MENANGKAP MOMENTUM, untuk bisa jadi berkat

Momentum ini bisa kita yang ambil atau diambil oleh orang lain.

Untuk bisa jadi berkat Ester harus pas menangkap momentum yang datang di hadapan. Tidak bisa ditunda-tunda, dan tidak bisa juga terlalu cepat, tetapi harus cerdik menangkap waktu Tuhan.

Ester memberi respon yang tepat: dia tidak terburu-buru mengungkapkan kebenaran pada raja, tetapi dia menunggu sampai momentumnya datang.

  • Mordekhai mengajak Ester untuk MENGGUNAKAN LOGIKA/ AKAL SEHAT.

Untuk bisa jadi berkat Ester harus memakai logika-nya, kita perlu mengumpulkan fakta yang ada, dan dari fakta –fakta yang ditemukan kita harus bisa mengambil kesimpulan yang BENAR.

  • Ester memberi respon yang tepat; dia menggunakan pakaian ratu , mengikuti protokoler istana saat menghadap raja. Ester 5:1
  • Mordekhai mengajak Ester untuk MENGGUNAKAN HUBUNGANNYA dengan raja, yaitu sebagai RATU, untuk bisa jadi berkat

Untuk bisa jadi berkat Ester harus memakai hubungan yang dekat, komunikasi yang baik, integritas yang dipercaya oleh orang yang mendengar ( jadi tidak harus orang yang dikenal dekat- tetapi yang penting kita bisa menjadi orang yang dipercaya oleh orang banyak/ terkenal baik) , motivasi yang murni, atau kepedulian atas orang yang dihadapi, itu semua diperlukan untuk mengungkapkan kebenaran.

Tak jarang , hubungan spesial ini menghasilkan cara-cara mengungkapkan kebenaran yang KREATIF, karena lahir dari keunikan sebuah hubungan emosional.

Sebagai RATU juga bicara tentang kedudukan/ posisi strategis.

  • Ester 7;5-6 Ester memberi respon yang tepat, dia secara kreatif menggunakan acara makan bersama, yang dipersiapkan seorang ratu kepada raja, atau yang dipersiapkan seorang isteri kepada suaminya, untuk menarik raja keluar dari situasi resmi/ tegang di istana kerajaan, masuk ke dalam keintiman dengan datang ke rumah Ester, lalu makan bersama raja, dan pada akhirnya ketika tingkat hubungan itu sudah begitu dekat untuk mengungkapkan kebenaran, Ester meluncurkan pengungkapan itu.

Kesimpulan;

Ester bisa menjadi pribadi yang menjadi berkat karena dia tidak menyalahkan keadaanya sebagai seorang anak yatim piatu, tidak menyalahkan Tuhan, tidak memberontak terhadap keadaan, tetapi dia mau bangkit menjadi berkat buat bangsanya dengan cara siap berkorban.

MATERI ANAK

Metode kreatif; Stop and Play

Persiapan guru

Papan rambu STOP and PLAY

Papan rambu STOP dengan warna merah

Papan rambu PLAY dengan warna putih

Cara Bermain STOP and PLAY

  • Guru mengajak anak-anak membaca Alkitab Ester 2:1-18, dan mengajak anak-anak dengan seksama memperhatikan tiap ayat, tiap kata, tiap peristiwa, karena nanti akan terkait dengan game Stop and Play
  • Setelah ayat selesai dibaca, guru akan membuat suatu pernyataan untuk anak-anak mengangkat papan rambu STOP bila pernyataan guru salah, atau anak-anak akan mengangkat papan rambu PLAY bila pernyataan guru benar.
  • Kelompok yang tercepat mengangkat rambu yang benar dan dapat menyebutkan ayat pembuktiannya, mendapat point nilai. Ayat pembuktian tidak harus semua disebutkan, bisa salah satu dari ayat yang tersedia pada kunci jawaban guru. Nilai/ point 100.
  • Jika rambu yang diangkat benar, tetapi ayat pembuktian salah, maka hanya mendapat angka / nilai/ point 50 saja
  • Kelompok dengan point terbanyak menjadi pemenang
  • Kelompok boleh didampingi oleh guru pendamping, namun pembawa papan rambu dan juga penjawab harus anak-anak.

Daftar pernyataan guru dan kunci jawaban guru

Babak 1

Ester 2:1-18

1Ester tidak beribu dan tidak berbapa lagi/karena mereka telah mati,  alias yatim piatuPLAYAyat 7
2Nama Ayah Ester adalah AbihailPLAYAyat 15
3Ester mendapat berkat dari Tuhan yaitu dia diasuh/ diangkat anak  oleh seorang bernama Mordekai, seorang ayah angkat yang baik.PLAYAyat 7
4Ester adalah seorang yang mendapat berkat dari Tuhan yaitu ; elok perawakannya dan cantik parasnyaPLAYAyat 7
5Ester marah kepada Tuhan, kenapa dia lahir di keluarga yang ayah dan ibunya mati, kenapa dia menjadi yatim piatu, lalu Ester menggunakan kecantikannya untuk hal-hal yang tidak baik, semisal dia menjadi perempuan yang hidup tidak sopan dengan banyak laki-laki.STOPAyat 3,8,9
6Ester adalah seorang anak bisa jadi berkat karena dia adalah seorang anak yang masih gadis/ dia bisa menjaga kekudusan/ keperawanannya dengan baik.PLAYAyat 3,8, 9.
7Ester adalah orang yang kecewa dengan hidupnya, kecewa dengan Tuhan, marah kepada Tuhan, menjadi seorang pemberontak, suka cemberut, sehingga di manapun juga dia menjadi pribadi yang selalu membuat masalah, menjadi pribadi yang tidak menyenangkan, tidak ada orang yang suka dengan diaSTOPAyat 8, 15,17
8Ester sangat baik pada pemandangan Hegai, penjaga para perempuanPLAYAyat 8
9Ester mendapat berkat menjadi kesayangan Hegai, para penjaga perempuanPLAYAyat 8
10Ester dilarang oleh Mordekhai memberitahukan kebangsaan dan asal usulnyaPLAYAyat 10
11Ester marah kepada keadaannya sebagai yatim piatu, marah kepada Tuhan, kecewa kepada keadaan, tidak suka kepada ayah angkatnya karena dia hanya dibesarkan oleh orang tua tunggal, maka Ester tidak pernah mau taat, dia jadi orang pemberontak kepada pengasuhnya yiatu MordekhaiSTOPAyat 10
12Ester taat kepada Mordekhai untuk tidak memberitahukan kebangsaan dan asal usulnyaPLAYAyat  10
13Ester mendapat berkat yaitu diperhatikan oleh ayah angkatnyaPLAYAyat 11
14Ester mendapat perawatan selama 12 bulanPLAYAyat 12
15Hidup di keluarga yang tidak sempurnya, ayah dan ibunya telah mati, membuat Ester menjadi pemberontak, pembuat onar, dia tidak pernah mau taat kepada Hegai sida-sida raja/ pemimpinnyaSTOPAyat 15
16Ester mendapat berkat yaitu disayangi oleh semua orang yang melihat diaPLAYAyat 15
17Ester mendapat berkat yaitu dikasihi baginda rajaPLAYAyat 17
18Ester mendapat berkat yaitu diangkat menjadi ratu menggantikan ratu WastiPLAYAyat 17

Daftar pernyataan guru dan kunci jawaban guru

Babak 2

Ester 4:1-17

1Mordekhai memberi tahu Ester untuk menghadap raja untuk memohon karunia raja dan untuk membela bangsanya di hadapan bagindaPLAYAyat 8
2Setiap laki-laki atau perempuan yang menghadap raja di pelataran dalam dengan tiada dipanggil hanya berlaku satu undang-undang yaitu hukuman mati, hanya orang yang kepadanya raja mengulurkan tongkat emas, yang akan tetap hidupPLAYAyat 11
3Ester telah 30 hari tidak dipanggil menghadap rajaPLAYAyat 11
4Ester mendapat berkat; tinggal di istana rajaPLAYAyat 13
5Ester ngotot tidak mau menghadap raja, karena kalau dia mendapat hukuman mati, dia tidak bisa lagi tinggal di istana raja yang nyamanSTOPAyat 13,16
6Ester ngotot biarlah Tuhan pakai saja orang lain yang mau melakukan hal itu, yang penting di istana dia akan tetap aman/ tidak mungkin dia dibunuh, dia kan seorang permaisuri/ isteri raja???STOPAyat 13,16
7Ester berpikir, nanti-nanti saja lah kalau situasi benar benar mendesak/ benar benar banyak orang Israel mati, barulah Ester mau bertindak menyelamatkan mereka, jadi dia menunda-nunda melakukan tindakan penyelamatan.STOPAyat 13,15, 16
8Ester berpikir, bahwa kini dia jadi seorang permaisuri/ isteri raja, pasti kedudukan ini untuk dia nikmati seumur hidupnya, untuk apa harus menyelamatkan bangsanya dan untuk itu dia harus mati? Hidup ini adalah untuk diberkati, tidak perlu repot-repot jadi berkatSTOPAyat 16
9Ester tidak mau menjadikan kedudukannya sebagai ratu adalah untuk menyelamatkan bangsanya. Bagi Ester kedudukan sebagai ratu adalah sebuah berkat, sebuah kesempatan seumur hidup, untuk apa harus berkorban bagi bangsanya, itu konyol. Nikmati saja jadi ratu sampai dia mati nanti, kalau bangsanya binasa, yang penting kan dia tetap bisa jadi ratu terus, hidup nyaman terus, hidup mewah.STOPAyat 16
10Ester siap menanggung resiko hukuman mati, itu artinya dia tidak akan lagi tinggal di istana raja yang mewah dan megah/ zona nyamanPLAYAyat 13, 16

Kesimpulan oleh Guru

Ester 9:22

Terjadi pembalikan keadaan di sana, di mana bangsa Israel yang mestinya ditumpas, mereka mendapat keamanan, dan duka mereka diubah menjadi suka.

Tuhan memakai Ester, seorang anak yatim piatu, tetapi dia mau menjadikan berkat Tuhan dalam hidupnya; yaitu kecantikannya, mendapat ayah angkat yang baik dan bijaksana, disayangi oleh orang banyak, dia pakai berkat itu untuk hidupnya bisa jadi berkat, dia mau jadi anak yang taat, menjadi pribadi yang menyenangkan, mau mendengar nasihat, mau suka berdoa, mendekat pada Tuhan, mau suka berpuasa ( peperangan rohani) dan mau menjadi orang yang rela berkorban.

Ester tidak pernah menyalahkan Tuhan, mengapa orangtuanya mati, dan dia jadi anak yatim piatu, Ester tidak pernah kecewa pada Tuhan , kecewa pada lingkungan, kecewa pada keadaan, kecewa pada ayah angkatnya mengapa dia dibesarkan oleh orangtua tunggal, dia tidak pernah kecewa, marah dan bertumbuh menjadi pemberontak, si tukang cemberut, pemarah, dan pembuat onar. Dia tidak hamil di luar nikah, ataupun jadi gadis sembarangan, ataupun jadi anak pembangkang.

Sebaliknya Ester mau hidupnya menjadi saluran berkat Tuhan, walaupun untuk menghadap raja itu tidak mudah, dia harus rela mati demi untuk membela bangsanya

Kita mau bersyukur pada Tuhan atas kebaikan Tuhan.

Semua yang terjadi dalam hidup kita Tuhan ijinkan, untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Tuhan sudah merancang semuanya untuk kebaikan kita.

Jangan pernah menyalahkan Tuhan, jangan pernah menyalahkan keadaan, syukuri setiap berkat Tuhan dan jadilah hidupmu saluran berkat Tuhan. Amin

Ayat emas; Roma 8:28