Andalan

INGIN BELAJAR VOCAL SECARA AUTODIKDAK?


Puji Tuhan, Yayasan Jenius Cara Alkitab bekerja sama dengan GPdI Siloam, Kota Wisata Batu, meluncurkan program mengajar Vocal lewat YouTube dengan tujuan untuk memberkati banyak pelayanan musik vocal di Indonesia, terutama untuk daerah-daerah yang sulit mendatangkan guru vocal.

Bagi guru-guru Sekolah Minggu yang biasa memimpin pujian di ibadah anak, atau melatih paduan suara anak, atau melatih band anak, atau vocalis anak, saya sarankan bila anda belum pernah memperdalam ilmu vocal, bisa mempelajari lewat link YouTube MUSISI GEREJAWI yang juga menjadi salah satu link YouTube yang Tuhan percayakan.

Berikut beberapa Video yang sudah sempat kami upload, kiranya boleh jadi berkat.

Konsultasi VOCAL bisa pada saya, Grace Sumilat, S.MG, WA: 081946262599

Materi 28 B dan 29 akan disusulkan, karena pada saat rekaman, memory habis, jadi harus membuat rekaman ulangan, untuk itu mohon sabar menunggu.

 

 

 

 

Andalan

PILIHAN KKR ANAK MATERI JCA


HARAPANMU TIDAK AKAN HILANG ( BISA  JUGA UNTUK KKR DI SEKOLAH)

UPAH TAAT DAN HORMAT ORANG TUA

PEMULIHAN LUKA HATI TOKOH AHITOFEL

PEMULIHAN LUKA HATI TOKOH DAUD

PEMULIHAN LUKA BATIN TOKOH YUSUF

MENGENAL HATI BAPA SURGAWI

KKR AWAL TAHUN AJARAN DI SEKOLAH ATAU PRA UJIAN NASIONAL

KKR AWAL TAHUN AJARAN ATAU PRA UJIAN NASIONAL (2)

MY SUPER HERO

KKR PEMBERITAAN INJIL

AKU CINTA PAPA DAN MAMA HARI KASIH SAYANG

KKR AWAL TAHUN AJARAN SETIA PERKARA KECIL

HOSANA BAGI SANG RAJA- MENAKLUKKAN HATI YANG LIAR

JANGAN MALAS

AKU DAN GADGETKU

 

 

Andalan

MATERI P.A PEMUDA 9. BAPA DENGAN DUA ANAK


BAPA DENGAN DUA ANAK

 

Dalam materi ini; kita melihat dari dua sisi, yaitu sisi orang tua/ khususnya BAPA, dan sisi anak, baik type anak si sulung dan type anak si bungsu.

Doa Pembukaan; bersyukurlah atas setiap keluarga yang Tuhan berikan.

 

LUKAS 15: 1-32

15:11 Yesus berkata lagi: “Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki. a  15:12 Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. b  Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu c  di antara mereka. 15:13 Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh 4 . Di sana ia memboroskan harta miliknya itu d  dengan hidup berfoya-foya. 15:14 Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat. 15:15Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya. e  15:16 Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya. 15:17 Lalu ia menyadari keadaannya 5 , katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. 15:18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa f  terhadap sorga dan terhadap bapa, 15:19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa. 15:20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh 6 , ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan 7 . Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. g  15:21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, h  aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa. 15:22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah i  yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya j  dan sepatu pada kakinya. 15:23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. 15:24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, k  ia telah hilang 8  dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria. l  15:25 Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian. 15:26 Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu. 15:27 Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat. 15:28 Maka marahlah 9  m  anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.15:29 Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku. 15:30 Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan n  bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, o  maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia. 15:31 Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu. 15:32 Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. p 

 

ABBA BAPA

Kita memiliki Bapa Surgawi yang punya sifat-sifat yang digambarkan dalam kisah Tuhan Yesus dalam kisah anak yang hilang.

  1. Ada komunikasi antara Bapa dan anak-anak-Nya ( lihat ayat 12 dan ayat 31)
    • Mengapa terkadang orang tua kita tidak bisa berkomunikasi dengan kita? Karena terkadang mereka  sendiri dibesarkan dari seorang ayah yang ‘pelit berbicara’ ( yaitu kakek kita)
    • Mengapa ayah kita pelit berbicara pada kita?
      1. Karena mungkin saja hidupnya terfokus pada mencari uang, sehingga dia mengekspresikan kasihnya kepada anak-anaknya dengan cara bekerja keras, untuk mencukupi kebutuhan anak-anaknya dan lupa bahwa anak-anak juga perlu diajak bicara, diajak ngobrol, didengarkan, dll.
      2. Karena mungkin saja dia sendiri juga dibesarkan oleh kakek kita seperti itu.
  • Karena mungkin saja dia tidak pernah mengecap kasih sayang seorang ayah/ karena ayahnya pergi/ meninggal waktu dia masih kecil/ bercerai, hidup terpisah dari keluarga dll.
  1. Dan mungkin saja ayah kita bukan seorang ayah yang mengerti bagaimana menjadi ayah yang baik.
  • Ketika tidak ada komunikasi yang baik antara ayah kita dan kakek  kita, maka mereka cenderung menjadi PAPA atau MAMA yang pelit berbicara pada kita ketika kita:
    1. Butuh teman curhat
    2. Butuh jawaban mengapa ini begitu dan pengapa itu begini, ini apa dan itu apa, itu siapa, dan apa yang terjadi, dll
  • Butuh teman untuk menanggapi cerita-ceritanya hari itu ( yang mungkin bagi kita cerita-cerita itu tidak terlalu penting)
  1. Dll

 

  1. Prinsip keadilan. Bapa ini membagi harta kekayaan di antara mereka, bukan hanya kepada si bungsu saja. Bapa di sini sudah memberikan warisan itu sesuai bagiannya masing-masing. Secara adil.
    • Prinsip keadilan bukan berarti sama rata, sama rasa. Bukan berarti sekali membeli jaket, semua dibelikan jaket. Tetapi si anak nomor 1 jaketnya jebol, tapi si anak nomor 2 sepatunya yang jebol, dan si anak nomor 3 tasnya yang jebol. Prinsip keadilan bukan ketiga-tiganya dibelikan jaket, tas dan sepatu, tetapi tiap anak diperlakukan dengan adil. Setiap anak diperhatikan kebutuhannya, disayangi dengan sama-sama disayangi.
    • Mengapa orang tua kita tidak bisa adil kepada  kita juga terkadang karena mereka  juga diperlakukan tidak adil oleh orang tua mereka ( kakek nenek kita)
    • Mengapa orang tua kita terkadang tidak adil karena:
      1. Mereka memiliki favourite sendiri, karena hobby yang sama dengan salah satu anak. Ini terjadi pada Pak Yakub, yang favourite pada Esau, karena suka makan daging hasil buruan, sementara itu Esau memang hobby berburu. ( Kej 25:28)
      2. Yusuf lebih disayangi dari saudara-saudaranya, karena Yusuf dilahirkan pada usia Yakub yang sudah tua ( Kej 37:3)
  • Dan alasan-alasan lainnya sungguh akan menjadi sangat subyektif pada setiap orang tua
  • Perlakuan yang tidak adil yang orang tua kita terima dari kakek nenek  kita membuat mereka juga tidak bisa memberikan keadilan kepada kita anak-anaknya.

 

  1. Memberikan keleluasaan untuk anak mengambil keputusan sendiri/ memperlakukannya sebagai orang dewasa, memperlakukannya sesuai dengan umurnya. Memberi kepercayaan untuk si anak mengambil keputusan atas hidupnya. ( ayat 13) Bapa tidak berusaha melarang / memarahi, ketika anak ini menjual seluruh bagiannya dan kemudian ia pergi ke negeri yang jauh.
  • Dalam kisah ini, anak-anak ini telah dewasa, sehingga telah berhak menerima warisan karena telah cukup umur.
  • Bapa dalam kisah ini memberi kebebasan untuk anak mengambil keputusan ( karena dalam hal ini anak ini sudah besar/ sudah dewasa) Tidak memberikan intervensi kepada anak yang sudah dewasa ini. Memberi kesempatan anak ini untuk menerima setiap konsekuensi dari keputusan-keputusan yang diambilnya. Memberi kesempatan bagi anak ini memiliki guru dalam hidupnya, yang disebut ‘pengalaman’.
  • Seorang bapa yang baik akan memperlakukan anak sesuai tingkatan umurnya; contoh:
    • Anak TK diberi uang saku Rp 5.000/ per hari
    • Anak SD diberi uang saku Rp 7.000/ per hari
    • Anak SMP diberi yang saku Rp 10.000/ per hari
    • Anak SMA diberi uang saku Rp 100.000/ per minggu
    • Mahasiswa di luar kota diberi uang saku Rp 500.000/ per minggu
    • Anak yang sudah menikah diberi rumah dan tanah warisan
  • Tetapi yang sering kita alami sebagai seorang anak adalah:
    • Tidak diberi kepercayaan dalam memilih warna baju, menentukan selera sepatu, menata kamar sendiri, dll, mengelola uang, waktu, pergaulan, memilih bidang study, memilih pasangan hidup, menentukan cita-cita, menata rumah, menentukan warna perabot atau cat rumah, dll
    • Semuanya diatur seperti anak kecil.
    • Atau sebaliknya sejak kecil sudah dipaksa dewasa, dipaksa mandiri, disuruh belajar sendiri, mengatur hidupnya sendiri, sejak SMP sudah disuruh kost di luar kota, dengan alasan study yang terbaik , dll. Sehingga anak yang seharusnya masih dalam bimbingan ortu, malah diperlakukan seperti orang dewasa.
  • Mengapa orang tua kita seperti itu, adalah karena ;
    • Terlalu kawatir kalau kita mengalami celaka, duka, ditolak orang lain, melakukan kesalahan fatal, dll
    • Atau sebaliknya, karena mereka ingin segera bebas dari mengurus kita.
  • Perlakuan dari kakek nenek kita kepada orang tua kita yang memperlakukan mereka  tidak sesuai dengan tingkatan umur mereka, membuat mereka  juga menjadi orang tua yang seperti itu kepada anak-anaknya, yaitu kita.

 

  1. TERUS MEMBERIKAN PENGAWASAN / KONTROL / DOA

Bapa bisa tahu bahwa di negeri yang jauh itu, si bungsu memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.

Seorang anak bisa saja jauh dari jarak dari orang tua, tetapi hati orang tua tetap dekat dengan anak. Dia selalu memberi kebebasan, tetapi dari jauh tetap mengawasi, memperhatikan, ingin tahu, dan terus berdoa untuk anaknya.

Seluruh hidup kita ada dalam pengawasan Bapa, Mazmur 139:1-18

Terkadang orang tua kita gagal menjadi orang tua yang memberikan perhatian pada kita, gagal menjadi pendoa bagi  kita, karena mereka  sendiri juga diperlakukan begitu oleh kakek nenek kita.

Orang tua kita belum tentu bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan ini:

  • Apa warna kesukaanku
  • Apa makanan kesukaanku
  • Siapa nama teman sebangkuku di sekolah/ teman kuliahku, siapa nama sahabatku di gereja
  • Siapa nama guruku/dosenku
  • Hari jumat siang pulang sekolahnya jam berapa

 

  1. MENJADI PRIBADI YANG DICARI SEBAGAI SEBUAH TEMPAT UNTUK BERSANDAR. Bapa di sini menjadi pribadi yang diingat ketika si anak dalam keadaan melarat, tidak menemukan orang yang mengasihi dia dengan tulus, ( ayat 16). Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. ( ayat 20) . Bandingkan dengan si sulung, yang justru bertanya kepada pelayan ( ayat 26).
  • Bapa menjadi pribadi tempat si sulung berpulang, karena menghadirkan diri sebagai seorang sahabat tempat untuk curhat / mencurahkan isi hatinya.
  • Banyak anak justru tidak berani pulang ke rumah, karena ayahnya jahat,galak, pemarah, temperamental, dan pasti keadaan justru akan tambah runyam.
  • Adakah orang tua kita menjadi sahabat bagi anak kita, yang jauh lebih banyak menyediakan telinga untuk mendengar daripada selalu mempisisikan diri sebagai orang yang lebih tua, yang selalu menasihati, menghakimi, memberi label pada anak, dan berkali-kali jatuh dalam dosa apriori/ menyangka.
  • Menyediakan bahu mereka dikala kita ingin menangis
  • Menyediakan tangan mereka dikala kita jatuh ke jurang dan butuh uluran tangan mereka
  • Menyediakan hati mereka dikala keputusan yang kita ambil  itu salah dan telah sampai kepada akibat buruk sama seperti yang pernah orang tua kita  pastikan sebelumnya.
  • Menjadi pribadi yang kekinian, dan tidak pernah memaksakan kita  untuk mengerti zaman kita dulu. Tetapi justru mereka yang masuk pada zaman di mana mereka hidup sekarang ini.
  • Mengapa orang tua kita sering gagal menjadi sahabat bagi kita , adalah karena kakek nenek  kita tidak memperlakukan mereka seperti itu..

 

  1. BELAS KASIHAN. Adalah hati seorang ayah ( 15:20)
    • Ketika ia masih jauh, bapanya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Bapanya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
    • Ada penafsir yang mengatakan bahwa penjemputan ini terjadi di luar kota, karena ada hukum taurat yang mengatur di Ulangan 21: 18-21, bahwa pintu gerbang kota adalah tempat anak anak yang degil, membangkang, tidak mau mendengarkan perkataan ayahnya dan ibunya, seorang pelahap dan peminum, maka ada hukuman rajam batu sampai mati.
    • Anak ini kehabisan harta dan menjadi melarat, kelaparan sampai meminta makanan babi, pulang dalam keadaan yang menyedihkan, itu semua sudah merupakan akibat yang setimpal dengan perbuatan anak ini. Jadi sebelum masuk ke pintu gerbang kota, maka si bapa yang terlebih dahulu mendahului untuk mengadakan rekonsiliasi/ pemulihan hubungan yang retak. Supaya tidak perlu pengadilan pintu gerbang kota mencegat langkah anak ini sampai ke rumah.
    • Fokus bukan kepada hukuman yang setimpal dari pengadilan yang dicari oleh sang bapa, tetapi HATI YANG MAU BERTOBAT yang dijemput dari kejauhan, yang membuat bapa ini tergerak oleh belas kasihan, yang membuat bapa ini berlari mendapatkan dia, yang membuat bapa ini merangkul dan mencium dia. Sebentuk hati yang mau bertobat.
    • Penerimaan kembali kepada anak, ketika anak mau datang dengan pertobatan, terkadang tidak kita temui pada ayah kita. Sebaliknya yang kita sering temui adalah: penghakiman, pengungkit-ungkit kesalahan masa lalu yang sering diulang-ulang terus, tidak memberi kesempatan untuk memperbaharui kesalahan, tidak memberi ruang untuk anak bisa pulang dengan kondisi hati bertobat.
    • Hal –hal seperti ini yang membuat mereka  juga tidak bisa menjadi orang tua yang berlapang hati menyambut dan menerima kembali ketika kita datang dengan sikap hati yang bertobat.

 

  1. BERLARI, MERANGKUL DAN MENCIUM
    • Ekspresi seorang bapa yang berlari/ tidak jaim, merangkul / kedekatan dan mencium/ sentuhan dari bapa.
    • kita membutuhkan sentuhan kasih sayang mereka sebagai orang tua. Namun orang tua yang lalai melakukan sentuhan pada anak-anaknya dengan sengaja adalah juga karena dibesarkan oleh orang tuanya atau kakek nenek kita yang kaku/ dingin/ minim sentuhan kasih sayang.

 

  1. MENGENAL SECARA MENDALAM
  • Apa yang direncanakan anak ini untuk dikatakan kepada bapanya adalah : ( ayat 18-19, sbb:
    • 15:18Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa f  terhadap sorga dan terhadap bapa, 15:19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
  • Tetapi apa yang dikatakan kepada bapanya saat bertemu, kalimatnya sebenarnya belum selesai diucapkan sampai tuntas sesuai rencana semula, di ayat 21 , sbb:
    • 15:21Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, h  aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
  • Ada kata-kata yang belum sempat diucapkan yaitu: “Jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
  • Perhatikan ayat sesudah itu tidak dipakai kata LALU, tetapi dipakai kata TETAPI ( ayat 22) , sbb:
    • 15:22Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah i  yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya j  dan sepatu pada kakinya. 15:23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. 15:24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, k  ia telah hilang 8  dan didapat kembali.
  • Konotasinya akan berbeda bila digunakan kata LALU, misalnya seperti ini:
    • 15:21Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, h  aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
    • 15:22lalu ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah i  yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya j  dan sepatu pada kakinya. 15:23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. 15:24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, k  ia telah hilang 8  dan didapat kembali.
  • Ada terkesan pada bagian ini, penggunaan kata TETAPI, bahwa si bapa telah mengerti apa yang akan diucapkan anak ini pada kalimat berikutnya. Oleh karena itu disebutkan TETAPI…ayah itu berkata kepada hamba-hambanya….dst. Ada terkesan , si bapa MEMOTONG PEMBICARAAN dari si anak bungsu ini, dan tidak memperdulikan kalimat berikutnya, walaupun si bapa ini telah tahu apa yang akan dikatakan anak ini selanjutnya. Bahwa si anak ini melamar menjadi upahannya saja. Apa lagi ujung-ujung dari kalimat ; tidak layak disebut anak bapa? Pastinya mengacu pada ingin jadi yang lain saja, misalnya jadi orang upahan.
  • Jika dipakai kata LALU, yang terjadi adalah si bapa ini telah menerima permintaan maaf dari anaknya yang sudah bertobat, lalu kisah selanjutnya beranjak pada peristiwa selanjutnya bagaimana si bapa ini berkata kepada hamba-hambanya….dst.
  • Inilah yang dikatakan sebagai MENGENAL SECARA MENDALAM. Sebelum anak itu berbicara lebih lanjut, bapa telah mengetahui apa yang ada di dalam isi hati anak itu.
  • Pengenalan orang tua kita secara mendalam kepada hati kita anak –anak mereka,  isi hati kita, kebiasaan kita, perilaku kita, cara berpikir kita, keputusan yang akan kita ambil, reaksi kita mendengar sesuatu, dll, perlu mereka  miliki sebagai orang tua kita.
  • Namun sayangnya terkadang mereka juga tidak menerima itu dari orang tua mereka/ kakek nenek kita, sehingga mereka  juga gagal melakukan itu pada kita.

 

  1. JUBAH, CINCIN DAN SEPATU.
  • Dengan memakaikan Jubah terbaik, cincin dan sepatu, bapa 5 identitas kepada anak ini, untuk memulihkan statusnya di mata masyarakat:

Identitas Primer; saya sangat berharga ( JUBAH)

Hidupku sangat berharga, karena diciptakan oleh Tuhan dengan cara yang ajaib. Tuhan menciptakan aku dengan sangat unik dan juga dalam rencanaNya yang ajaib, aku diciptakan serupa dan segambar dengan Dia. Aku adalah milik Kristus, dan Tuhan adalah Bapaku yang kekal.

Identitas Sekunder; kata orang siapakah aku ini (JUBAH)

Aku ditentukan Tuhan lahir di zaman apa, di suku apa, di bangsa apa, di keluarga apa, di budaya seperti apa, aku bersyukur kepada Tuhan atas itu semua. Tuhan sudah merancang hidupku dengan rancanganNya sempurna. Tuhan bisa memakai hidupku, karena Tuhan bisa memakai siapa saja, dengan latar belakang apa saja.

Identitas Masa Kini; ( CINCIN)

Tuhan memberi aku talenta, dan karunia, kecerdasan dan bakat. Apa yang menjadi bakat, talenta, karunia dan kecerdasan adalah sebuah titipan Tuhan dalam hidupku, harus aku kembangkan bagi kerajaan Tuhan dan kemuliaan TUHAN, Tuhan memakai hidupku.

Identitas Masa Lalu; ( SEPATU)

Setiap orang memiliki masa lalu, ada yang menyenangkan ada yang menyedihkan. Tuhan ingin kita tidak perlu melihat ke belakang, baik itu kesuksesan ataupun kegagalan, tetapi Tuhan ingin kita maju ke depan, berlari kepada tujuan yang dihadapan. Mari berdamai dengan masa lalu, meminta Tuhan memulihkan hati kita yang mungkin pernah terluka. Tuhan ingin kita bisa mengampuni dan pulih dari semua luka masa lalu kita, sehingga semu potensi kita di masa sekarang dapat kita gali dan kembangkan lagi bagi masa depan kita kelak, dan supaya masa laluku tidak menjadi penghalang untuk aku meraih masa depan.

Identitas Masa Depan;  ( SEPATU)

Tuhan merancangkan masa depanku kelak. Cita-citaku aku doakan dari sekarang. Tuhan memberkati masa depanku

  • Mengapa orang tua kita  sering gagal memberikan identitas yang benar kepada kita anak anak mereka, sehingga kita bertumbuh menjadi minder ataupun superior/ kelewat pd/ over confidence, adalah karena mereka juga tidak bisa memberi citra diri yang tepat, atau bahkan bisa pada ekstrem lainnya, memberi citra diri yang berlebih-lebihan, sehingga kita pun bertumbuh menjadi arogan/ sombong.

 

  1. MENENTUKAN KRITERIA MATI DAN HIDUPNYA SEORANG ANAK.
  • Anak ini tidak mati secara fisik, tetapi disebutkan bapa sebagai mati. Seorang bapa yang baik tidak bersembunyi di balik TALENTA ANAKNYA yang ‘wah’ di mata masyarakat luas. Misalnya pekerjaannya yang baik, gajinya yang besar, atau kepandaiannya yang sangat memukau. Seorang bapa harus berani berkata anaknya mati, bila memang akhlak anak ini tidak berbudi. Hanya demi memiliki mengejar status yang baik di mata masyarakat, sebagai orang tua yang berhasil, Jangan sekali-kali bersembunyi di balik segala hal yang tampak luar, karena kita sendiri yang tahu karakter anak kita sedalam-dalamnya. Bapa ini tidak gengsi ketika mengumumkan anak ini dulunya mati. Karena mati hidupnya seorang anak, baik tidaknya hidupnya, adalah SEBUAH PILIHAN. Sebaik-baiknya apa pun orang tua mendidik , tetap keputusan hidup seseorang diambil oleh tanggung jawab setiap orang masing-masing secara pribadi di hadapan TUHAN. Kecuali kita adalah orang tua yang tidak bertanggung jawab mendidik anak dan mengajar anak dengan baik sejak mereka kecil, lalu hidup mereka gagal memiliki akhlak yang berbudi, kita patut bertobat sebagai orang tua, namun bila kita sudah sebaik-baiknya menjalankan tanggung jawab kita sebagai orang tua, maka pilihan tetap pada anak itu sendiri. Contoh, pada Salomo, apakah kita berani menyalahkan Daud dan Batsyeba, bahwa mereka kurang mempersiapkan akhlak daripada Salomo? Apakah pada masa tua Salomo ketika meninggalkan Allah Israel dan memilih menyembah dewa dewa yang disembah isteri isterinya, itu adalah kesalahan Daud dan Batsyeba? Jadi, bapa dalam kisah ini mengakui bahwa anak bungsu ini dulunya MATI. Kriteria mati tidak nya seorang anak adalah pada AKHLAKNYA YANG BERBUDI ATAU TIDAK. Ini mutlak.

 

  • ‘ia telah hilang8  dan didapat kembali.’ Perhatikan di sini, didapatnya kembali di sini bukan dengan cara si bapa PASIF menunggu saja di rumah, tetapi dikatakan dalam kisah ini, si bapa
    • DARI JAUH telah melihatnya– berbicara tentang bapa yang mengawasi, mendoakan
    • TERGERAKLAH HATINYA OLEH BELAS KASIHAN- menempatkan standart pertobatan sebagai yang utama.
    • BERLARI MENDAPATKAN DIA– artinya tidak pasif menunggu di rumah, tetapi ada upaya penjemputan/ ada upaya penerimaan tanpa syarat
  • Ketika seorang anak didapati MATI SECARA AKHLAK, maka bapa akan berdoa untuk anak ini, karena upaya untuk intervensi bukan pilihan yang tepat untuk orang yang sudah dewasa umurnya.
  • Untuk menyelamatkan status di mata masyarakat ketika anak-anak gagal memiliki akhlak yang berbudi, adalah bukan dengan cara berlindung di balik topeng talenta mereka, dll, tetapi justru dengan cara mendoakan mereka agar mereka bertobat. Ketika anak ini bertobat, maka anak ini dikatakan HIDUP KEMBALI, tetapi untuk anak ini didapat kembali, ternyata tidak pasif menunggu di rumah, melainkan ada doa –doa dari orang tua untuk mereka.
  • Apakah kita dibesarkan oleh orang tua yang ‘bersembunyi’ di balik prestasi kita di sekolah? Piala yang kita koleksi dari lomba-lomba? Dll Tanpa peduli KARAKTER KITA BERBUDI ATAU TIDAK? Jika ini terjadi pada orang tua kita, maka tidak heran jika mereka  juga melakukan ini pada kita anak-anaknya,  menuntut kita jadi juara, menuntut untuk kita selalu menang, menuntut kita untuk selalu berprestasi, sebenarnya semuanya itu bukan untuk kita, tetapi untuk prestise/ kebanggaan mereka sebagai orang tua. Kita terkadang mereka perduli lagi pada akhlak kita,  apakah kita jujur, tekun, rajin, ramah, bisa mengatur prioritas hidup, dll
  • Perhatikan bahwa kalimat ini diulang dua kali, di ayat 24 dan di ayat 32. Tentunya ini ada artinya; ayat 24 itu dikatakan kepada para para pelayan yang akan mengadakan pesta itu, Oleh karena itu dipakai kata ‘anakku’…. Sedangkan ayat 32 dikatakan kepada saudara kandungnya, yaitu si sulung, oleh karena itu dipakai kata ‘kita’. Pada akhirnya ketika seorang anak dipulihkan, bertobat, maka sang Bapa tidak segan-segan mengumumkan pertobatan itu kepada orang lain dan bahkan diberitahukan kepada anggota keluarga yang lain. Sebuah pengakuan bahwa ada perubahan dalam hidup anak bungsu ini. Tidak diam-diam saja, melainkan sampai diadakan pesta karena ada suatu kebahagiaan ketika anak pulang dalam keadaan bertobat. Yang dibanggakan si Bapa bukan seberapa banyak harta anak ini, seberapa suksesnya dia di negeri asing, juga kalau dia datang dengan miskin, Bapa tidak menjadikan itu suatu ukuran kegagalan, tetapi ketika si anak mau bertobat, di situlah si Bapa akan berpesta.

 

  1. Tidak kehilangan perhatian pada si sulung ketika pesta untuk si bungsu berlangsung.
    • Bapa yang selalu memperhatikan anak-anaknya secara merata. Kepulangan si bungsu tidak lantas membuat bapa merasa semua baik-baik saja dengan si sulung. Ketika di pesta itu tidak ada si sulung, bapa juga akan keluar dan berbicara dengan dia. Masalah ini tidak bisa dianggap sepele hanya karena si sulung berada di halaman rumah, sedangkan si bungsu dijemputnya dari kepulangan dari luar negeri yang jauh. Tidak pernah menganggap ‘ah nanti saja si kakak..’
    • Terkadang sebuah situasi membuat orang tua kita kehilangan perhatian pada anak lain, contoh, si bungsu sakit kanker, maka semua perhatian dicurahkan pada si bungsu, sehingga si sulung tidak diperhatikan. Contoh; si anak nomor 2 kuliah di dalam kota, sedangkan anak pertama kuliah di luar kota, maka lebih diperhatikan yang di luar kota, dll
    • Mengapa orang tua kita bisa terjebak menjadi orang tua yang seperti itu, mungkin karena kakek dan nenek kita juga menerapkan sistem seperti itu pada orang tua kita dulu.

 

  1. MEMBERI NASIHAT TEPAT PADA SASARAN
    • Bapa memberi nasihat pada si sulung tepat pada sasaran. ( ayat 31) dengan kata pertama ANAKKU, karena si sulung memiliki mental budak , walaupun dia itu anak dan tinggal di rumah bapa. Tidak menyadari bahwa anak lembu tambun ini adalah ekspresi sukacita, bukan sebuah ekspresi UPAH, sedangkan anak sulung ini justru menyebut-nyebut seekor anak kambing ( yang harganya malah jauh lebih murah dan martabatnya di bawah anak lembu tambun- yang hanya disembelih jika ada acara acara khusus) untuk bersukacita bersama sahabat-sahabatnya. Padahal di awal kita sudah tahu, bahwa dia juga kan sudah mendapat warisan dari bapanya. Seorang anak, bebas meminta apa saja kepada bapanya, bahkan warisan pun akan diberikan oleh bapanya ini walaupun bapanya belum mati.
    • KITA patut berukacita, menunjukkan bahwa si bapa ini ingin mengajak si sulung memperlakukan si bungsu sebagai adiknya, bukan orang lain, walaupun secara warisan di bungsu sudah menghabiskan semua bagiannya. Bapa ingin si sulung tidak menjadikan penempatan HARTA di atas sebuah HUBUNGAN DARAH. Pertobatan si bungsu jauh lebih berharga daripada harta apa pun juga
    • Seorang bapa yang MEMBERI NASIHAT TEPAT PADA SASARAN , bukan memasalahkan nilai akhir, hasil akhir, tetapi lebih melihat kepada KARATER, PROSES UNTUK MERAIH HASIL, dan MOTIVASI TERDALAM dari seorang anak.
    • Sedangkan orang tua kita cenderung sering menyalahkan, menuduh, menghakimi, tidak mau mendengar duduk persoalan, melabel, dll
    • Pola asuh seperti ini yang mungkin dianut oleh kakek nenek kita kepada orang tua kita dulu, membuat mereka  juga gagal jadi penasihat yang baik buat kita anak-anak mereka.

KESIMPULAN:
Tidak ada orang tua yang sempurna, sesempurna penggambaran Bapa pada pengajaran Yesus tentang Anak yang Hilang ini.

Kita harus datang kepada Bapa yang Kekal itu, untuk mendapatkan kesempurnaan kasihNya.

Daud berkata seperti ini:

Mzm 27:10 Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku

 

Siapakah nama ibu Daud? Tidak ada, tidak tercatat dalam Alkitab, dia tidak berperan dalam hidup Daud, dia tidak mengajar Daud. Bukan ibu yang baik.

Siapakah nama ayah Daud? Isai, ya Isai, seorang ayah yang mengesampingkan Daud ketika Samuel datang.

Seorang ayah yang gagal menjadikan Daud seorang anak yang berlimpah kasih sayang.

Tetapi Daud bisa menjadi seorang ayah yang hebat untuk semua orang di Gua Adulam, 400 orang itu, yang semua berlatar belakang amburadul.

Daud banyak kali gagal jadi orang tua kandung yang baik buat anak-anaknya, tetapi Daud banyak berubah ketika mendidik Salomo kecil.

Mari kita datang pada TUHAN yang menyambut kita sebagai anak-anakNya, dengan kasih Nya yang sempurna atas kita, sehingga kita bisa juga menjadi ayah dan ibu yang luar biasa buat anak –anak kita, dan buat semua anak-anak didik kita.

Hanya dengan ‘menjadi anak Bapa, kita bisa mengalami kasih Bapa yang Kekal dalam hidup kita. Jadikan Bapa sebagai Bapa dalam hidup kita.KasihNya sempurna dan kekal adanya.

Andalan

MATERI P.A PEMUDA 8. DOA TERLEPAS DARI KESAKITAN


DOA YABES

DOA PEMBUKAAN; Bersyukurlah pada Tuhan atas  setiap hal yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidupmu. Apa pun itu.

LAGU PEMBUKAAN:

BACAAN DAN PERENUNGAN ( bacalah setiap ayat terkait dari Alkitabmu)

I. I TAWARIKH 4;9-10
Yabes tokoh yang terkenal karena dia mengalami pemulihan.
Walaupun ayat tentang Yabes hanya terdiri dari 2 ayat di seluruh Alkitab, dari Kejadian sampai Wahyu, namun tokoh Yabes adalah tokoh yang terkenal. Terbukti dengan banyaknya khotbah tentang Doa Yabes ini, dan begitu banyak buku yang membahas khusus tentang Yabes.
Dikatakan dalam ayat 9, Yabes lebih dimuliakan dari saudara-saudaranya, mengapa dia lebih dimuliakan dari saudara-saudaranya?
Apakah pada dasarnya dia memiliki harta yang lebih banyak dari saudara-saudara lainnya?
Apakah pada dasarnya dia memiliki banyak talenta, melebihi saudara-saudaranya?
Apakah dia memiliki kelebihan secara fisik, misalnya tinggi ataupun ganteng dan atletis?
Jawabannya adalah BUKAN ! Yabes lebih dimuliakan dari saudara-saudaranya karena dia memiliki 3 kriteria ini:
a. Di dalam perjalanan hidupnya dia mengalami pemulihan, dari awalnya sebagai anak pembawa sial ( walaupun itu adalah pendapat ibunya sendiri/bukan kata Tuhan), kemudian menjadi seorang yang dimuliakan.
b. Dia mengucapkan keinginannya kepada Allah Israel, bukan kepada ibunya, ayahnya, saudara-saudaranya, tetangganya, teman bermainnya, dll. Dia tidak pernah meminta mereka semua untuk mengubah nama panggilannya yang mengandung konotasi si anak pembawa sial. Artinya dia tidak mau menyalahkan keadaan/lingkungan sekitarnya/ ataupun keluarganya, tetapi dia memilih untuk mencari pertolongan /berseru kepada Pribadi yang lebih tinggi dari segalanya, yaitu Allah Israel.
c. Dia mengalami bagaimana Tuhan menjawab doanya, seruannya itu. Seandainya Tuhan tidak mengabulkan, tidak menjawab, tentu tidak mungkin Yabes didapati lebih dimuliakan daripada saudara-saudaranya itu.
Jadi tidak selamanya jalan hidup seseorang itu berawal dari masa sengsara dan akan terus sengsara sampai akhir hidupnya. Tetapi lewat Yabes kita dapat belajar bahwa akhir hidup seseorang bisa saja berakhir dengan happy ending, karena ketika seseorang mengalami pemulihan, mengalami perjumpaan dengan Tuhan dan mengalami jawaban doa, dari Pribadi Tertinggi, yaitu Allah Israel, maka Tuhan sanggup mengubahkan jalan hidupnya.
Untuk didoakan:
Meminta Tuhan memulihkan hidup kita, dan menjawab doa kita.

 

DOA YABES SERI 2

II. I TAWARIKH 4;9-10
Apakah isi doa Yabes/ pokok-pokok doa Yabes?
1. Agar dia diberkati berlimpah-limpah
2. Agar Tuhan memperluas daerahnya
3. Agar dia disertai Tuhan
4. Dan agar dia dilindungi oleh Tuhan
Mengapa 4 pokok doa itu dinaikkan oleh Yabes?
• Karena dia ingin mengalami pembalikan keadaan dengan pertolongan TUHAN, bukan dengan kekuatannya sendiri atau cara-caranya sendiri. Tuhan ingin kita mengalami pemulihan bukan dengan kekuatan kita sendiri, ataupun cara-cara kita sendiri. Ada orang yang sering dianggap bodoh karena sering tidak naik kelas, lalu dia berusaha sekuat tenaga untuk jadi juara kelas. Bisa saja hal itu terjadi, tetapi ujung-ujungnya ketika dia jadi juara, ada kebanggaan diri karena mencapainya dengan kekuatan sendiri, dengan usaha pembuktian diri, bukan karena hasil dari berseru kepada Tuhan, bukan dari hasil yang dicapai dari mengandalkan Tuhan.
• Yabes lebih ‘dimuliakan’ daripada saudara-saudaranya, kata ‘dimuliakan’ di sini digunakan kata KABAD, yang artinya MENYATAKAN KEMULIAAN TUHAN. Jadi ternyata doa Yabes bukan untuk kesombongan/bangga-banggan/untuk merendahkan orang lain atau kakak-kakak/saudara-saudaranya, ataupun untuk mendapatkan kesempatan untuk membalas orang-orang yang dulu pernah mengejek dia. Tuhan ingin motivasi hati kita saat kita berdoa untuk pembalikan keadaan kita ( mungkin pembalikan atas keadaan ekonomi, keadaa keluarga, keadaan study, keadaan jodoh, keadaan pekerjaan, dll), untuk adanya suatu pemulihan, Tuhan ingin kita ada pada motivasi hati yang BENAR, yaitu semuanya itu nantinya harus untuk KEMULIAAN NAMA TUHAN. Tuhan sebenarnya ingin menjawab doa-doa kita, akan tetapi Tuhan juga ingin melihat setiap motivasi /sikap hati kita itu seperti apa, di balik setiap kalimat-kalimat doa kita.
Mengapa dalam doa Yabes ada 5 kata aku/ku…??
Apakah Yabes seorang yang ‘egois’ ataupun ‘egosentris’?
Tidak. Yabes tahu benar, bahwasannya cara Tuhan bekerja adalah melalui SESEORANG.
Oleh karena itu, janganlah kita ragu untuk menaikkan doa pribadi, di samping doa syafaat. Menaikkan doa pribadi bukan berarti kita sedang egois/egosentris, melainkan kita perlu meminta Tuhan bekerja melalui diri kita sendiri, dimulai dari diri kita sendiri. Sebagaimana Tuhan juga memberkati ABRAHAM, barulah isterinya, anaknya, keturunannya juga ikut diberkati lewat hidup seseorang bernama Abraham. Sebagaimana Tuhan juga memberkati YUSUF, seseorang bernama YUSUF, sehingga lewat hidup Yusuf, Potifar diberkati, Mesir diberkati, keluarga besarnya/kaumnya diberkati, seluruh dunia diberkati. Doa untuk diri sendiri , doa pribadi, menjadi doa yang tidak egois/egosentris selama semuanya itu kembali untuk kemuliaan Tuhan, dan bukan untuk memuaskan keinginan daging ( sombong, iri, tidak berpadanan dengan apa yang ada, memuaskan keinginan mata, dll)
Untuk didoakan:
Mulai daftarkan apa yang menjadi pokok doa pribadi kita tanpa harus merasa malu pada Tuhan.

 

III
Doa Yabes seri 3.
I tawarikh 4:9-10
Mengapa doa Yabes ditujukan kepada Allah Israel, bukan ditujukan kepada El Roi, El Nissi, El Shaddai, dll? Apa yang istimewa dengan Allah Israel?

Bisa jadi Yabes terinspirasi dengan tokoh Israel yang dulunya bernama Yakub.
Yakub yang tadinya penipu kini bernama Israel yang artinya pemenang. Menang dengan cara Tuhan, tidak harus dengan cara menipu.

Mengapa kita katakan bisa jadi Yabes terinspirasi dengan tokoh Israel yang dulunya bernama Yakub ini?
Karena 4 inti doa Yabes ini sama dengan inti janji Tuhan kepada Yakub.

Yakub yang beberapa kali telah menipu kakaknya, tepatnya dua kali- yaitu perihal hak kesulungan, dan perihal penyamaran demi mendapat doa berkat dari ayahnya, dan telah beberapa kali menipu ayahnya, tepatnya tiga kali, yaitu mengaku sebagai Esau, mengaku proses cepat memasak untuk ayahnya, karena Tuhan telah membuat dia mencapai tujuannya, mengaku untuk kedua kalinya bahwa dia Esau.

…pergi melarikan diri dari niatan Esau untuk membunuh dia.

Di perjalanan pelarian itu sampailah pada peristiwa dimana dia bermimpi, dan dalam mimpinya itu Tuhan berjanji kepadanya dalam 4 pokok sbb:
Kejadian 28;13-15
1. Janji Tuhan akan memberikan kepadanya tanah Kanaan.
Berkat keturunan yang banyak seperti debu tanah banyaknya
2. Perluasan area/ mengembang ke timur, barat, utara dan selatan. Untuk apa perluasan area ini? Agar oleh Yakub dan oleh keturunannya, semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.
3. Penyertaan Tuhan.
4. Perlindungan Tuhan di mana pun dia pergi dan sampai kembali ke tanah Kanaan.

Coba simak kembali 4 inti doa Yabes…sama dengan janji Tuhan kepada si Yakub yang nantinya berubah nama menjadi Israel ini !

Apa 4 inti doa Yabes? 1. Berkatilah aku berlimpah-limpah 2. perluaslah daerahku 3. sertailah aku 4. Lindungilah aku.

Apa respon Yakub saat itu?

Untuk Allah disebut sebagai Allah Abraham, atau Allah Ishak…itu sudah ada dalam sejarah, namun untuk Yakub mau Allah yang disembah neneknya, Abraham dan yang disembah ayahnya Ishak, juga menjadi Allah yang dia sembah, Yakub menunggu bukti dulu……bukti apakah Allah yang berfirman kepadanya dalam mimpi ini , sanggup menggenapkan janji-Nya kepadanya,

Kejadian 28:20-22 Inilah Respon Yakub saat itu:

Jika Allah akan menyertai aku (sama dengan janji Tuhan pada pokok yang ke 3, doa Yabes pada pokok yang ke 3)

Jika Allah melindungi aku (sama dengan janji Tuhan pada pokok yang ke 4, doa Yabes pada pokok yang ke 4)

Jika Allah memberikan kepadaku roti untuk di makan dan pakaian untuk dipakai ( ini adalah pokok doa Yakub- meminta diberkati SEADANYA)- Namun janji berkat dari Tuhan, spektakuler- tanah- dan keturunan yang banyak. Dan juga beda jauh dengan doa Yabes- karena Yabes tidak pernah minta berkat seadanya, melainkan meminta berkat BERLIMPAH-LIMPAH.

Sehingga aku selamat kemblai ke rumah ayahku, maka TUHAN akan MENJADI ALLAHKU.

Waaauuu….lha ini orang yang sangat mengejar yang namanya bukti janji Tuhan itu digenapi apa enggak.

Daaaaannnnnn…???

terbukti lah youw

Apakah Yakub jadi tuan tanah? Yups ! Sebidang tanah dengan harga seratus kesita dibelinya di tanah Sikhem, di KANAAN, Kej 34: 18.
Bahkan dia mengaku, berangkat ke rumah Laban hanya membawa tongkat, tetapi pulang dengan membawa dua pasukan ( kej 32;10) Malu donk kalau ingat doa yang dulu..yang penting ada pakaian untuk di pakai dan roti untuk dimakan….Masa berkat Tuhan minim begitu ya..??

Apakah Yakub memiliki keturunan yang banyak ? Yups ! Dia datang ke rumah Laban sendirian, tetapi balik ke rumah ayahnya dengan membawa dua pasukan (Kej 32:10) Dan setelah sampai di Mesir, di zaman Yusuf, keturunan Yakub benar-benar luar biasa banyaknya ( Kej 47: 27)

Apakah Tuhan memperluas daerah Yakub? Yo’i ! Mereka ekspansi sampai ke Mesir lho..Kej 47:11, Kej 47:27

Apakah Yakub benar-benar jadi berkat ? oh iya ! Laban diberkati sejak Yakub tinggal bekerja padanya Kejadian 30:27. Dan apakah keturunan Yakub memberkati seluruh kaum di muka bumi? Lha ya iya toh ya….gara-gara Yusuf dipakai Tuhan, maka seluruh muka bumi terbebas dari ancaman kematian karena bencana kelaparan global Kej 41; 56-57

Apakah Tuhan menyatakan penyertaan-Nya? Lha jelas donk ! Selama di rumah Laban, walaupun dicurangi oleh Laban , upahnya diubah-ubah 10 kali, dia tetap disertai oleh Tuhan, dan terhidar dari kecurangan hati Laban saat meninggalkan Laban untuk pulang dengan membawa harta benda yang memang adalah hak Yakub. Bagaimana Laban dicegah dari kecurangan itu? Dengan Tuhan memperingatkan Laban dalam mimpi agar tidak mengatai Yakub. Kejadian 30:43; 31:5; 31:29, 42.

Apakah Tuhan melindungi Yakub? Oh ya ! Baca aja di Kejadian 31:7, dan Kejadian 31;24.

Sontak, ketika dalam perjalanan pulang, Yakub telah sampai di Kanaan, tidak menunggu sampai bertemu dengan ayahnya Ishak, saat itulah Yakub menyebut Allah Abraham, Allah Ishak itu menjadi Allah Israel.

Ia mendirikan mezbah di situ dan dinamainya itu ALLAH ISRAEL IALAH ALLAH. Kej 33;20.

Setelah itu, akhirnya dia benar-benar kembali ke rumah ayahnya dan sempat bertemu ayahnya yang sudah berusia 180 tahun.

Pokok doa ini pun digenapi Tuhan, yaitu selamat sampai kembali ke rumah ayahnya.

Kesimpulan: Yabes sepertinya tidak asal-asalan saat menyebut Allah sebagai Allah Israel dalam doanya. Dia ingin mengadopsi pengalaman Yakub alias Israel ini sebagai pengalaman hidupnya, bahwasannya janji Tuhan itu pasti DIGENAPI, oleh karena itu, tidak tanggung-tanggung, Yabes mengintisarikan janji Tuhan dan mengadopsinya menjadi POKOK DOA PRIBADINYA kepada TUHAN.

Jangan minta berkat yang SEADANYA, kalau sejatinya TUHAN sanggup memberkati kita BERLIMPAH – LIMPAH. Jangan menghina Tuhan yang sanggup, melainkan perbesar bingkai VISI kita.

IV
DOA YABES SERI 4

I Taw 4:9-10

Nama Yabes diberi oleh ibunya kepadanya sebab katanya; “Aku telah melahirkan dia dengan kesakitan.”

Dari ayat ini kita dapat memetik beberapa rhema sbb:
1. Ibu Yabes dimungkinkan seorang yang mendominasi keluarga, karena terbukti dialah yang memberi nama kepada anak mereka. Mengapa bukan sang ayah atau hasil perundingan ayah dan ibu yang menjadi nama anak ini? Di manakah peran sang ayah?

Mari kita bandingkan dengan tokoh Alkitab lainnya:
Kejadian 2: 23 Adamlah yang memberikan nama kepada Hawa, isterinya.

Kejadian 21:3 Abraham memberi nama Ishak kepada anaknya.

Kejadian 35:16-20 Rahel memberi nama Ben Oni / yg artinya anak kesengsaraan, kepada anaknya, tetapi ayah bayi ini, Yakub mengganti nama Ben Oni itu menjadi Benyamin yang artinya ‘kebahagiaan’, anak tangan kanan.

Yakub mengambil alih dominasi isterinya.

2. Ibu daripada Yabes adalah orang yang terlalu terbawa perasaan ketika menghadapi suatu masalah, atau bisa diistilahkan adalah orang yang mengasihani diri sendiri

( bedakan antara mengasihani dengan mengasihi. Kita boleh bahkan harus mengasihi diri sendiri =kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri=jadi kasih ada 3 aspek, mengasihi diri sendiri, mengasihi sesama dan mengasihi Tuhan, mengasihi diri sendiri diantaranya; menjaga keseimbangan hidup, merawat diri, memperhatikan kehidupan pribadi, dll- bedakan dengan MENGASIHANI diri sendiri, merasa diri paling menderita, paling hina, paling kasihan, merasa sebatang kara, paling sengsara, dll)

3. Ibu daripada Yabes adalah orang yang suka mengeluh. Keluhan ini seharusnya dapat digantikan dengan ucapan syukur. Beberapa ucapan syukur yang dapat disarankan kepada Ibu daripada Yabes ini adalah sbb:

– Mengucap syukur karena telah melahirkan dengan selamat, tidak mengalami kematian ibu. Ibu Yabes saya tafsirkan tidak meninggal setelah melahirkan Yabes, karena jika dibandingkan dengan peristiwa-peristiwa lainnya yang mirip di Alkitab, biasanya jika seorang ibu melahirkan dengan sulit/dengan situasi yang penuh tekanan, jika si ibu meninggal setelah melahirkan, akan diceritakan oleh Alkitab, contoh; Rahel meninggal setelah melahirkan Benyamin Kej 35:16-20, itu dicatat. Contoh lain; Isteri Pinehas meninggal setelah melahirkan Ikabod, I Sam 4: 19-22. Kematian dua orang ibu ini dicatat dengan jelas oleh Alkitab, akan tetapi tidak ada catatan kematian ibu daripada Yabes setelah melahirkan Yabes.

-Mengucap syuku karena telah melahirkan dengan selamat, tidak mengalami kematian anak. Anak yang dilahirkan ini hidup, ada harapan masa depan, ada sebuah kehidupan yang Tuhan titipkan, ada sebuah ‘rejeki’ yang Tuhan berikan lewat hidup anak ini, seorang manusia. Di tengah berjuta-juta air mata dari beratus-ratus ibu yang tidak dapat melahirkan dan merasakan menimang anak, karena penyakit, karena mandul dll

4. Ayah Yabes adalah laki-laki yang kurang menunjukkan perannya sebagai kepala keluarga. MEngapa?

Karena kehadirannya dalam hidup Yabes tidak dicatat dalam Alkitab.
Karena ayah Yabes tidak bertindak mengubah nama Yabes kepada nama lain yang artinya positif, seperti halnya telah dilakukan Yakub terhadap Ben Oni yang diubahkan menjadi Benyamin.

Kesimpulan:
Orang tua Yabes adalah orang tua yang tidak sempurna /penuh dengan kekurangan seperti juga SEMUA ORANG TUA DI SELURUH DUNIA.
Tidak ada orang tua manapun yang sempurna
Tetapi Yabes bisa menjadi orang yang lebih dari pemenang karena dia tidak menyalahkan orang tuanya, juga tidak menyalahkan keadaan, tetapi yang dilakukannya adalah BERSERU-SERU kepada Allah Israel.

Hal inilah yang dilakukan oleh DAUD, Daud seorang yang kurang diperdulikan oleh Isai, sudah jelas-jelas Nabi Samuel berkata ‘semua anakmu’ kog ya bisa-bisanya satu anaknya bernama Daud ini dibiarkan tidak diundang dalam perjamuan makan bersama nabi Tuhan ini, tamu kehormatan ini. Bukankah saat Daud mengirim makanan untuk kakak-kakaknya , kambing dombanya yang hanya dua tiga ekor itu dititipkan pada penjaga, mengapa pada saat ada tamu nabi Samuel, Isai tidak mengundang Daud datang….? Bukankah kambing domba itu bisa saja dititipkan untuk sementara waktu? Hmmmmm

Yang Daud lakukan sama dengan Yabes, Daud tidak pernah mempermasalahkan kelemahan orang tuanya. tetapi yang dilakukan Daud adalah datang kepada Tuhan, Mazmur 27:10

Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku.

 

DOA PENUTUP:
Ambillah waktu untuk menghapuskan daftar menyalahkan orang tuamu yang keadaannya pastilah tidak sempurna, karena tidak ada orang tua yang sempurna di dunia ini.

Mulai ampuni mereka, dan pakailah 4 pokok doa Yabes sebagai intisari doa mu untuk mengakhiri PA Hari ini.

Datalah: berkat apa yang kamu ingin minta daripadaNya, area apa dalam hidupmu yang rindu untuk diperluas oleh Tuhan, mintalah penyertaan dan perlindungan Tuhan atas hidupmu dan masa depanmu.

Mintalah pembimbingan dari pembimbing rohanimu jika kamu ingin share kepadanya.

Andalan

MATERI P.A. PEMUDA 7. YUSUF MEMUTUSKAN UNTUK SEMBUH DARI LUKA


DOA PEMBUKA; mintalah Tuhan membentuk hatimu dan menyembuhkan luka-lukanya.

BACAAN PERENUNGAN: ( kalau ada ayat, sebaiknya semuanya dibaca dari Alkitab)

Luka-luka masa lalu akan menghambat pertumbuhan kita di masa sekarang, dan itu akibatnya bisa menghambat masa depan kita. Juga dapat menghambat kecerdasan kita.

Lihat saja para tokoh Alkitab, mereka yang bisa sembuh dari luka hati, memiliki banyak dimensi kecerdasan, sedangkan Yakub yang memiliki luka hati, dimensi kecerdasannya hanya 1 saja, yaitu nature smart/ kecerdasan natural)

 

Orang tua yang terluka akan melukai anaknya

Anak yang terluka akan memberontak terhadap orang tuanya.

 

Mari kita lihat satu dari kehidupan YUSUF.

 

Luka-luka dalam hidup Yusuf.

Ini terjadi pada Yusuf. Dia lebih dikasihi oleh ayahnya, dan ini menimbulkan rasa iri ( Kej 37:4) Ingat para orang tua, janganlah membeda-bedakan kasih sayang pada anak-anak kita, itu akan menimbulkan luka batin.

Inilah luka batin Yusuf:

  • Dibenci karena iri, tidak mendapatkan keramahan dari saudara-saudaranya (Kej 37:4) Hati-hati apabila kakak beradik saling iri satu sama lain.
  • Setelah ibunya mati, Yusuf hanya memiliki ayahnya, Yakub dan ibu-ibu tirinya. Ketika Yusuf menceritakan mimpinya, dia mendapat teguran dari ayahnya. Ingat para orang tua, jangan terburu-buru membunuh IMPIAN anak-anak kita, doakan impian dan masa depan mereka. Tuhan akan pakai hidup mereka. Jangan memaksakan impian kita sebagai orang tua kepada mereka. Pemaksaan orang tua kepada anak, bisa melukai
  • Dilucuti dari jubah maha indah. Perubahan status ekonomi bisa melukai hati kita
  • Dilemparkan ke sumur. Kesepian, kesendirian, perlakuan jahat, bisa melukai hati kita
  • Itu artinya sudah tidak dianggap lagi sebagai keluarga, melainkan sudah dianggap sebagai budak, karena dijual. Ini sangat menyakitkan. Namanya sudah dicoret dari kartu keluarga, tidak dianggap lagi, dibuang, ditolak. Ini semua menyakitkan. Tidak diakui, adalah sangat menyakitkan
  • Dianggap sudah mati diterkam binatang buas. Tidak diingat lagi, tidak diurus lagi, tidak diperdulikan lagi, tidak dicari lagi, tidak dianggap ada. Sangat menyakitkan.
  • Dipisahkan dari kasih ayah. Terpisah dari adiknya, Benyamin yang disayanginya. Sebelum peristiwa ini, sudah terlebih dulu terpisah dari ibunya karena kematian. Terpisah dari keluarga karena pekerjaan, karena kematian, karena dititipkan, karena kesibukan, dll, karena segala macam hal, ini juga bisa melukai.

Semua hal yang bisa melukai:

  • Berusaha digugurkan,
  • dibeda-bedakan,
  • ditolak karena anak sudah banyak,
  • ditolak karena jenis kelamin yang tidak diinginkan,
  • ditolak karena anak yang dilahirkan di usia tua,
  • merasa tertolak karena tidak mirip papa atau mama,
  • ditolak karena wajahnya mirip kakek/nenek yang tidak akur dengan mamanya/ papanya,
  • ditolak karena pada waktu lahir terjadi peristiwa yang dianggap sial, sehingga dianggap pembawa sial
  • tertolak karena warna kulit yang tidak diharapkan
  • tertolak karena pernikahan orang tua yang tidak direstui keluarga besar
  • tertolak karena cacat lahir
  • tertolak karena sakit-sakitan sejak kecil
  • tertolak karena orang tua yang selalu bertengkar
  • tertolak karena perceraian orang tua
  • tertolak karena lahir sebagai status anak haram
  • tertolak karena perkataan yang kasar
  • tertolak karena perlakuan kasar (KDRT) dari orang tua/ pengasuh, dll
  • tertolak karena dititipkan pengasuhannya pada nenek/kakek/pembantu rumah tangga, dll
  • pernah dilecehkan secara sex
  • faktor fisik; misalnya gemuk, kurus, pesek, dll
  • dibully oleh teman-teman, dll
  • terluka karena peristiwa yang memalukan dalam keluarga

 

Ciri-ciri orang yang terluka:

Dalam posisi sebagai penguasa Mesir, Yusuf tidak kekurangan sesuatu apa pun, apakah itu tempat tinggal mewah, semua fasilitas istana, makanan, pakaian, masa depan, dll

Karena Yusuf juga dianggap seorang Ayah oleh Firaun ( Kej 45:8), maka Yusuf bukan berstatus sebagai ‘pekerja’ di Mesir, tetapi dia sudah dianggap sebagai anggota keluarga kerajaan.

Tetapi keadaan ini tidak bisa menebus LUKA-LUKA HATI yang belum sembuh.

Terbukti pada pemberian nama anak-anak Yusuf: ( Kej 41: 51-52)

  • Manasye: artinya Allah telah membuat aku lupa sama sekali kepada kesukaranku dan kepada rumah bapaku.
  • Efraim; artinya Allah membuat aku mendapat anak dalam negeri kesengsaraanku.
    • Orang yang terluka, salah satu ciri-cirinya adalah: Berusaha melupakan masa lalu yang menyakitkan, tetapi dalam kenyataannya hatinya masih luka dan belum bisa move on, belum bisa maju terus ke depan, belum bisa merdeka untuk menatap hari depan.
    • Masih menyebut Mesir sebagai negeri kesengsaraan, padahal Tuhan sudah membawa dia naik tinggi dan semua kesulitan di rumah Potifar, dan di penjara sudah dilalukan.

Mengapa anak-anaknya tidak diberi nama:

  • Syukur, atau misalnya Mujur

Orang yang terluka tidak dapat mengucap syukur, selalu melihat ke belakang, tidak bisa move on ke depan.

 

Apa yang dilakukan oleh orang yang terluka?

  1. Suka berpura-pura. Yusuf berpura-pura tidak kenal dengan mereka ( Kej 42: 7), Yusuf berpura-pura dengan memanggil Benyamin, ‘anakku’ Kej 43:29
  2. Gaya bicara membentak ( Kej 42:7) Intonasi yang tidak enak didengar telinga
  3. Mencari gara-gara, dengan mengecam, menuduh, dll (Kej 42:9), (Kej 44:1-5)
  4. Menekan orang lain ( Kej 42:12,14-16)
  5. Tidak percaya ( kalau Benyamin masih hidup) secara berlebihan, menaruh curiga yang dalam (Kej 42:16), maka selalu menuntut bukti.
  6. Memenjarakan ( Kej 42: 17) Membatasi orang lain, membunuh potensi orang lain, menjatuhkan nama baik orang lain, dll.
  7. Mengancam pembunuhan bila dibohongi/ dikhianati/ Kej 42; 20, karena kehilangan kepercayaan kepada orang itu/ orang lain.
  8. Membuat cara balas dendam, agar orang lain mengalami pengalaman pahit yang sama, Kej 42: 24)
  9. Bisa tetap terlihat berbuat baik kepada orang yang dibencinya, hanya di permukaan luar, padahal hatinya tetap dendam ( Kej 43: 23)
  10. Pandai membuat skenario ( Kej 44: 1-17), untuk mencari bukti ( Kej 44: 33-34, Kej 45:1), yaitu bukti apakah mereka benar-benar menyayangi Benyamin atau tidak.

 

BAGAIMANA CARA MENYEMBUHKAN LUKA?

 

  1. Melepaskan pengampunan, walaupun itu harus dengan cara menangis keras-keras ( membiarkan hati mengalami sakit yang dalam, karena mengampuni sama saja dengan membongkar akar pahit yang sudah lama bercokol dalam hati kita) Kejadian 45: 2-3
  2. Membuang topeng kepura-puraan. Punyai hati yang terbuka untuk adanya pemulihan. Kej 45: 2-3)
  3. Melihat dari kacamata Tuhan atas semua peristiwa yang menyakitkan di masa lalu untuk memetik hikmahnya pada masa sekarang ini. (Kej 45:5-8) Roma 8:28

 

APA HASILNYA BILA KITA SEMBUH DARI LUKA?

  1. Bisa memandang jauh ke depan ( Kej 45; 9-13)
  2. Bisa memeluk BENYAMIN ( Benyamin = ‘ anak yang mendatangkan bahagia’), bisa meraih kebahagiaan yang sejati. Hidup dipenuhi sukacita, bukan keluhan, gerutuan, bentakan, kebencian, kepura-puraan, dll. ( Kej 45: 14)
  3. Bisa mencairkan KEBEKUAN, bisa memiliki hubungan yang pulih, hubungan yang sehat, hubungan yang baik. Kej 45: 15
  4. Bersamaan dengan itu, akan cair juga BERKAT GOSYEN, yaitu berkat terbaik ( Kej 45;19-20)
  5. Bertemu dengan ayahnya, adalah suatu MUJIZAT ITU NYATA ( Kej 46:30)
  6. Berkat dihindarkan dari bahaya kelaparan ( Kej 47: 12) Bahkan sampai lama sekali mereka dapat bebas tinggal di Mesir,sebelum tiba perbudakan.
  7. Kelimpahan tanpa batas. Tindakan Yusuf ( Kej 47:13-26) terjadinya bukan dari pergantian 7 tahun kelimpahan menuju 7 tahun kelaparan, melainkan terjadinya justru pada saat di tahun ke dua kelaparan itu terjadi, setelah YUSUF MELEPASKAN PENGAMPUNAN pada keluarganya. Tindakan Yusuf mendatangkan kekayaan, kelimpahan yang luar biasa pada KELUARGA ISTANA FIRAUN.

 

Bilamana kita pernah terluka oleh orang tua kita, yaitu ayah atau ibu kita,  terluka oleh teman-teman ataupun saudara-saudara kita, inilah saatnya untuk

MEMUTUSKAN MENGAMPUNI mereka.

MEMBUANG TOPENG KEPURA-PURAAN

MELIHAT DARI KACAMATA TUHAN.

Tanpa pengampunan, kita tidak dapat hidup DUDUK DENGAN RUKUN, dan akhirnya bila kita tidak rukun, maka minyak serta embun tidak akan turun, dan berkat tidak akan diperintahkanNya turun atas keluarga kita.

Kepahitan/ luka hati yang belum sembuh, menjadi penghalang berkat Tuhan turun dalam hidup kita.

 

DOA PENUTUP;

Buka hatimu, lepaskan pengampunan pada orang-orang yang telah melukaimu dan sebut nama mereka, doakanlah bagi kebaikan hidup mereka. Mungkin saja orang itu sudah mati sekalipun, tetap kita harus melepaskan pengampunan buat mereka, karena melakukan hal ini bukan berguna untuk orang itu, melainkan untuk diri kita sendiri.

Mintalah pembimbingmu untuk mendengarkan kisah-kisahmu dan mendoakan kamu.