MENGAJAR AKHLAK


Akhak tidak mungkin bisa diajarkan hanya lewat teori, tetapi harus lewat gaya belajar dan mengajar HUBUNGAN serta gaya belajar dan mengajar LIFE STYLE

Untuk itu kita perlu contoh, seperti apa PAK GURU DAUD dalam mengubah akhlak orang-orang bobrok menjadi pasukan pahlawan Israel.

Materi ini disampaikan di acara Kampung Sekolah Minggu, yang diselenggarakan oleh Aku Cinta Sekolah Minggu, GBI Diaspora Batu Malang.

Dan materi ini sebenarnya adalah penggabungan dari 2 sesi berbeda, yaitu sesi 6 Gaya Belajar Manusia dengan sesi PRECIOUS CALLING.

Semoga bermanfaat

Power Point dapat diunduh gratis di sini:

MENGAJAR AKHLAK

MENGAJAR AKHLAK PADA ANAK

Disusun dengan anugrah Tuhan oleh Susan Grace, S,MG

 

AYAT KUNCI:

ROMA 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah; apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

 

Pembaharuan BUDI dalam bahasa aslinya mengandung arti:

  • Akal budi
  • Pikiran
  • Berpikiran sehat
  • BIJAKSANA
  • Bisa dimengerti
  • Nalar
  • Pemahaman dan persepsi
  • Pemahaman dan perasaan, menilai dan menentukan
  • Kapasitas untuk KEBENARAN SPIRITUAL
  • Kekuatan jiwa yang lebih tinggi
  • MEMAHAMI HAL-HAL ILAHI
  • MENGENALI KEBAIKAN DAN MEMBENCI KEJAHATAN
  • Kekuaran untuk mempertimbangkan dan menilai dengan bijaksana, tenang dan tidak memihak
  • Cara berfikir dan penilaian tertentu yaitu pikiran, perasaan dan keinginan.

 

Jadi tidak sekedar tahu saja/ tidak sekedar pengetahuan Alkitab saja, tidak sekedar juara Cerdas Tangkas Alkitab saja. Tetapi sampai mengalami pembaharuan BUDI/ perubahan akhlak/ karakter.

 

Akhlak secara terminologi berarti tingkah laku seseorang yang didorong oleh suatu keinginan secara sadar untuk melakukan suatu perbuatan yang baik.

Akhlak merupakan bentuk jamak dari kata khuluk, berasal dari bahasa Arab yang berarti perangai, tingkah laku, atau tabiat.[2]

Cara membedakan akhlak, moral dan etika yaitu

  • Dalam etika, untuk menentukan nilai perbuatan manusia baik atau buruk menggunakan tolok ukur akal pikiran atau rasio,
  • sedangkan dalam moral dan susila menggunakan tolok ukur norma-norma yang tumbuh dan berkembang dan berlangsung dalam masyarakat (adat istiadat),
  • dan dalam akhlaq menggunakan ukuran Kitab Suci untuk menentukan baik-buruknya.

https://id.wikipedia.org/wiki/Akhlak

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai BAGAIMANA MENGAJAR AKHLAK PADA ANAK kita harus mengetahui dulu 6 gaya belajar manusia, yang pada akhirnya juga mempengaruhi 6 gaya mengajar.

ENAM GAYA BELAJAR MANUSIA

MENURUT VERSI ALKITAB

TIGA GAYA BELAJAR MANUSIA MENURUT Bobbi DePorter

Pengertian gaya belajar menurut DePorter (2008 :112), “ gaya belajar adalah kombinasi dari bagaimana seseorang itu menyerap dan kemudian mengatur serta mengolah informasi”.  Jadi, setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda-beda.  Terdapat tiga modalitas belajar  seseorang  yaitu  :  “modalitas  visual,  auditori  atau  kinestetik  (V-A-K).  Walaupun  masing-masing  dari  kita  belajar  dengan  menggunakan  ketiga  modalitas ini pada tahapan  tertentu,  kebanyakan orang lebih cenderung  pada  salah satu di antara ketiganya”.

Gaya Belajar dan Macam-macam Gaya Belajar

  1.   VISUAL (Visual Learners)

Gaya Belajar Visual (Visual Learners) menitik beratkan pada ketajaman penglihatan. Artinya, bukti-bukti konkret harus diperlihatkan terlebih dahulu agar mereka paham Gaya belajar seperti ini mengandalikan penglihatan atau melihat dulu buktinya untuk kemudian bisa mempercayainya.

Ada beberapa karakteristik yang khas bagai orang-orang yang menyukai gaya belajar visual ini.

1.kebutuhan melihat sesuatu (informasi/pelajaran) secara visual untuk mengetahuinya   atau memahaminya.

  1. memiliki kepekaan yang kuat terhadap warna.
  2. memiliki pemahaman yang cukup terhadap masalah artistik,
  3. memiliki kesulitan dalam berdialog secara langsung.
  4. terlalu reaktif terhadap suara.
  5. sulit mengikuti anjuran secara lisan.
  6. seringkali salah menginterpretasikan kata atau ucapan.

 

Ciri-ciri gaya belajar visual ini yaitu :

Cenderung melihat sikap, gerakan, dan bibir guru yang sedang mengajar, bukan pendengar yang baik saat berkomunikasi, Saat mendapat petunjuk untuk melakukan sesuatu, biasanya akan melihat teman-teman lainnya baru kemudian dia sendiri yang bertindak, Tak suka bicara didepan kelompok dan tak suka pula mendengarkan orang lain. Terlihat pasif dalam kegiatan diskusi,Kurang mampu mengingat informasi yang diberikan secara lisan,Lebih suka peragaan daripada penjelasan lisan,Dapat duduk tenang ditengah situasi yang rebut dan ramai tanpa terganggu

  1.     AUDITORI (Auditory Learners )

Gaya belajar Auditori (Auditory Learners) mengandalkan pada pendengaran untuk bisa memahami dan mengingatnya. Karakteristik model belajar seperti ini benar-benar menempatkan pendengaran sebagai alat utama menyerap informasi atau pengetahuan. Artinya, kita harus mendengar, baru kemudian kita bisa mengingat dan memahami informasi itu. Karakter pertama orang yang memiliki gaya belajar ini adalah semua informasi hanya bisa diserap melalui pendengaran, kedua memiliki kesulitan untuk menyerap informasi dalam bentuk tulisan secara langsung, ketiga memiliki kesulitan menulis ataupun membaca.

Ciri-ciri gaya belajar Auditori yaitu :

1.Mampu mengingat dengan baik penjelasan guru di depan kelas, atau materi yang didiskusikan dalam kelompok/ kelas.

  1. Anak mudah menguasai materi iklan/ lagu di televise/ radio
  2. Cenderung banyak omong
  3. Tak suka membaca dan umumnya memang bukan pembaca yang baik karena kurang dapat mengingat dengan baik apa yang baru saja dibacanya

5.Kurang cakap dalm mengerjakan tugas mengarang/ menulis

6.Senang berdiskusi dan berkomunikasi dengan orang lain

7.Kurang tertarik memperhatikan hal-hal baru dilingkungan sekitarnya, seperti hadirnya  anak baru, adanya papan pengumuman di pojok kelas, dll

 

  1.  KINESTETIK (Kinesthetic Learners)

Gaya belajar Kinestetik (Kinesthetic Learners) mengharuskan individu yang bersangkutan menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar ia bisa mengingatnya. Tentu saja ada beberapa karakteristik model belajar seperti ini yang tak semua orang bisa melakukannya. Karakter pertama adalah menempatkan tangan sebagai alat penerima informasi utama agar bisa terus mengingatnya. Hanya dengan memegangnya saja, seseorang yang memiliki gaya  ini bisa menyerap informasi tanpa harus membaca penjelasannya.

Ciri-ciri gaya belajar Kinestetik yaitu :

1.Menyentuh segala sesuatu yang dijumapinya, termasuk saat belajar

2.Sulit berdiam diri atau duduk manis, selalu ingin bergerak

3.Mengerjakan segala sesuatu yang memungkinkan tangannya aktif. Contoh: saat guru menerangkan pelajaran, dia mendengarkan sambil tangannya asyik menggambar

4.Suka menggunakan objek nyata sebagai alat bantu belajar

5.Sulit menguasai hal-hal abstrak seperti peta, symbol dan lambing

6.Menyukai praktek/ percobaan

7.Menyukai permainan dan aktivitas

 

6 GAYA BELAJAR MENURUT ALKITAB

Sekarang kita akan mempelajari apa kata Alkitab mengenai gaya belajar pada manusia.
Mari kita simak pada Bilangan 12: 6-8, di dalam bagian ini kita melihat deskripsi 6 gaya belajar manusia yang dideskripsikan sendiri oleh Tuhan dan diberitahukan pada Miryam, Harun dan Musa

Bilangan 12:6-8

Lalu berfirmanlah Ia: “Dengarlah firman-Ku ini. Jika di antara kamu ada seorang nabi, maka Aku, TUHAN menyatakan diri-Ku kepadanya dalam :

penglihatan,   (GAYA BELAJAR VISUAL)

Aku

berbicara , (GAYA BELAJAR AUDIO)

dengan dia dalam

mimpi (GAYA BEJALAR AUDIO VISUAL)

Bukan demikian hamba-Ku Musa,  seorang yang setia dalam segenap rumah-Ku.

Berhadap-hadapan (GAYA BELAJAR KINESTETIK)

Aku berbicara dengan dia,

terus terang (GAYA BELAJAR HUBUNGAN)

bukan dengan teka-teki,  dan ia

memandang rupa TUHAN (GAYA BELAJAR LIFESTYLE)

Mengapakah kamu tidak takut mengatai hamba-Ku Musa? 

Mengapa dinamakan gaya belajar HUBUNGAN- saat dipakai kata terus terang; bandingkan dengan cara Tuhan berbicara dengan orang-orang yang tidak memiliki hubungan khusus dengan Dia:

  • Firaun; mimpi dan teka-teki dalam mimpi mengenai lembu-lembu dan bulir-bulir gandum itu- tetapi kepada Yusuf (yang memiliki hubungan khusus dengan Tuhan- diberikan pengertian akan mimpi itu)
  • Nebukadnezar juga mendapat mimpi-mimpi yang membuatnya gelisah, tetapi dia tidak mengerti artinya, menjadi semacam teka-teki, tetapi kepada Daniel diberikan pengertian untuk mengerti arti mimpi itu- karna Daniel memiliki hubungan khusus dengan Sang Pemberi Mimpi itu.
  • Kepada orang banyak Tuhan Yesus memberi perumpamaan, tetapi kepada murid-murid-Nya Yesus menerangkan secara khusus.

ENAM GAYA BELAJAR PADA TOKOH ABRAHAM

Hal tersebut diteguhkan juga dengan GAYA BELAJAR ABRAHAM

Dimana disebutkan dalam Alkitab, ada 6 kali Abraham mempelajari janji Tuhan dalam hidupnya, dalam 6 gaya belajar yang berbeda:

GAYA BELAJAR AUDIO: KEJ 12: 1-3

Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu  dan dari sanak saudaramu…

Gaya belajar Audio- hanya sampai tahapan MENGETAHUI – mengerti secara umum

GURUKU MENERANGKAN

AKU MENDENGAR

Contoh di Sekolah Minggu : mendengar guru bercerita tentang cerita Alkitab, dll

Contoh di dunia nyata: mendengar pembacaan resep ciptaan chef Marinka lewat radio, tanpa mempraktekkannya sendiri

Fungsi pada Otak Mesencephalon : FUNGSI AUDIO

Guru yang biasa-biasa berbicara

Guru yang bagus menerangkan

Guru yang hebat mendemonstrasikan

Guru yang agung memberi inspirasi

-William Arthur Ward-

Sampai pada tahap ini , anda berfungsi sebagai Speaker/PEMBICARA

 

Speaker: Menyampaikan pengetahuan dengan cara memberi tahu, memberi pengertian dan pemahaman

 

GAYA BELAJAR VISUAL KEJ 12: 7

Ketika itu TUHAN menampakkan diri kepada Abram  dan berfirman: “Aku akan memberikan negeri  ini kepada keturunanmu.”

Gaya belajar Visual- hanya sampai tahapan MEMAHAMI– mengerti dengan lebih detail dan dapat menjelaskan pada pihak lain

GURUKU MENUNJUKKAN

AKU MELIHAT

Contoh di sekolah minggu: melihat gambar yang dihadirkan guru di kelas saat guru mengajar, dll

Contoh di dunia nyata: melihat resep dan foto masakan  Chef Marinka tersebut di majalah, tanpa mempraktekkannya sendiri

Fungsi pada Otak Mesencephalon : FUNGSI VISUAL

Guru yang biasa-biasa berbicara

Guru yang bagus menerangkan

Guru yang hebat mendemonstrasikan

Guru yang agung memberi inspirasi

-William Arthur Ward-

Sampai pada tahap ini , anda berfungsi sebagai Teacher/ PENGAJAR

 

Teaching : Menyampaikan pengetahuan atau keterampilan; menyediakan pengetahuan; menyiapkan kondisi untuk aksi atau sikap tertentu.

 

GAYA BELAJAR AUDIO VISUAL KEJ 13: 14

Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat,  utara dan selatan,  sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya.

Gaya belajar Audio Visual – hanya sampai pada tahapan MENGETAHUI DAN MEMAHAMI

GURUKU MENERANGKAN DAN MENUNJUKKAN

AKU MENDENGAR DAN MELIHAT

Contoh di sekolah minggu; melihat guru bercerita sambil menunjukkan gambar/ melihat drama guru /menonton klip video, dll

Contoh di dunia nyata; melihat Chef Marinka memasak di TV, tanpa mempraktekkannya sendiri

Fungsi pada Otak Mesencephalon : FUNGSI AUDIO – VISUAL

Guru yang biasa-biasa berbicara

Guru yang bagus menerangkan

Guru yang hebat mendemonstrasikan

Guru yang agung memberi inspirasi

-William Arthur Ward-

Sampai pada tahap ini , anda berfungsi sebagai Teacher/PENGAJAR

 

Teaching: Menyampaikan pengetahuan atau keterampilan; menyediakan pengetahuan; menyiapkan kondisi untuk aksi atau sikap tertentu.

 

GAYA BELAJAR KINESTETIK KEJ 13: 17

Bersiaplah, jalanilah negeri  itu menurut panjang dan lebarnya, sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu.

Gaya belajar Kinestetik – sampai pada tahap MENGAMBIL KESIMPULAN DARI PENGALAMAN PRIBADI

GURUKU MENGAJAK AKU PRAKTEK/ MELAKUKAN TEORI DI KELAS

AKU MEMPRAKTEKKAN / MELAKUKAN

Contoh di Sekolah Minggu; game/ permainan oleh murid, drama oleh murid, aktivitas oleh murid, dll

Contoh di dunia nyata: mencoba ikut memasak di dapur sendiri di rumah dengan panduan Chef Marinka melalui TV, dimana dalam siaran itu Chef Marinka menyarankan pemirsa untuk praktek di rumah

Fungsi pada Otak Mesencephalon : FUNGSI KINESTETIK

Guru yang biasa-biasa berbicara

Guru yang bagus menerangkan

Guru yang hebat mendemonstrasikan

Guru yang agung memberi inspirasi

-William Arthur Ward-

Sampai pada tahap ini , anda berfungsi sebagai Trainner/PELATIH and Fasilitator/ Penyedia fasilitas

 

Training adalah lebih menekankan pada sharing knowledge/skills. Seorang Trainer bertanggungjawab untuk mentransformasikan konowledge/skills tertentu kepada audiensnya. Tujuan dari training, adalah merubah dari yang tidak tahu menjadi tahu, yang tidak bisa (secara teknis) menjadi bisa.

 

Facilitating Fasilitator fokus pada pengembangan dan pengelolaan proses yang efektif yang membantu kelompok mencapai hasil yang mereka kehendaki. Fasilitator yang ahli kadang sama sekali tidak mengenal subjek/ isu yang menjadi pekerjaan kelompok yang difasilitasi, namun berhasil memfasilitasi kelompok mencapai tujuannya.

 

GAYA BELAJAR HUBUNGAN KEJ 15; 5-6, YAK 2: 23

Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: “Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang,  jika engkau dapat menghitungnya.” Maka firman-Nya kepadanya: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu. Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran 

Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: “Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.  ” Karena itu Abraham disebut: “Sahabat  Allah.

                                               

Gaya belajar Hubungan- bukan hanya sampai pada tahap mengetahui, memahami dan menarik keseimpulan dari pengalaman pribadi saja, tetapi sampai pada tahap PERCAYA, sehingga dari kepercayaan itu orang tersebut dapat MENGEKSPRESIKAN DIRI dalam tindakan nyata. (Yak 2: 21-24)

GURUKU MEMBAGIKAN PENGALAMANNYA PADAKU, DIA BUKAN SAJA GURU YANG MENGAJARIKU TEORI TETAPI DIA JUGA SAHABATKU

AKU PERCAYA

AKU MENGEKSPRESIKAN DIRIKU

Contoh di Sekolah Minggu:

  • dalam materi Yesus menyembuhkan orang lumpuh, murid diajak guru (yang sudah biasa berdoa untuk orang sakit ), untuk berdoa bagi teman yang sakit,
  • dalam materi Simson dan Delila, guru (yang sudah terbiasa mengaku dosa di hadapan Tuhan ) mengajak murid menulis daftar pengakuan dosa dan minta ampun dosa,
  • dalam materi Petrus menyangkal Yesus, guru (yang sudah memiliki pengalaman kesetiaan/ akibat ketidaksetiaan pada Tuhan) mengajak murid membuat komitment untuk tetap setia mengikut Yesus, dll

Contoh di dunia nyata: mengikuti MASTER CHEF INDONESIA bersama mentor langsung CHEF MARINKA, memasak bersama beliau, melihat beliau langsung dari dekat dan bisa bertanya apa saja , bisa berhubungan langsung dengan beliau

Fungsi pada Otak Mesencephalon : FUNGSI HORMONAL ( yang memungkinkan kita bisa melakukan sesuatu secara simultan/serempak)

Guru yang biasa-biasa berbicara

Guru yang bagus menerangkan

Guru yang hebat mendemonstrasikan

Guru yang agung memberi inspirasi

-William Arthur Ward-

 

Sampai pada tahap ini , anda berfungsi sebagai Counselor / PENASEHAT, Coaches/ PEMBINA and Motivator/PEMBERI MOTIVASI

 

Consulting lebih menekankan pada solusi (solution provider), penyelesaian masalah (problem solver) dan mereka melakukannya untuk klien (do it for you).Sehingga consulting ini lebih pada memberikan ikan daripada mengajari mengail.

 

Coaching lebih menekankan pada re-educating, mengekspolrasi dan memberdayakan sumberdaya-sumberdaya (exploring dan empowering of resources), orientasinya pada hasil (results) dengan berfokus pada proses yang terarah dan terukur. Coaching lebih pada mengajari mengail daripada memberi ikan. Biasanya berbasis hubungan one-on-one di mana coach membantu klien untuk fokus dan mencapai tujuan-tujuannya lebih cepat dari pada klien berusaha sendirian. Coach adalah orang yang ahli dalam memfasilitasi pencapaian tujuan atau proses perkembangan diri klien, namun dia tidak perlu ahli benar dalam topik yang di-coach-nya. Coach biasanya membantu klien dengan menyediakan tools dan hal-hal yang dapat memotivasi dan membantu pencapaian.

 

Motivate

Membantu Klien untuk mencapai tujuan dengan cara memotivasi, memberi semangat, memuji, dll

 

LEBIH JAUH MENGENAI GAYA BELAJAR HUBUNGAN

MENGAMBIL HATI MURID

Saat saya sedang mempersiapkan ayat smart untuk sebuah sekolah di KENDARI ini, secara ‘tidak sengaja’ ( sebenarnya tidak ada ketidaksengajaan di dalam TUHAN), saya menemukan ayat yang luar biasa:

AMSAL 11;30

Hasil orang benar adalah pohon kehidupan                    (kita sebut ayat ini FRASE A)

dan

siapa bijak, mengambil hati orang                                       (kita sebut ayat ini FRASE B)

 

 

Saya menemukan rhema yang luar biasa dari ayat ini, kemudian saya tulis dan awalnya saya tulis di status FB saya, tetapi kemudian saya masukkan dalam blog saya http://www.berbagirhema.wordpress.com , dan tak lama sesudahnya, saya dibukakan lagi oleh TUHAN, bahwa rhema yang saya terima ini, terkait dengan GAYA BELAJAR DAN GAYA MENGAJAR- yaitu GAYA BELAJAR HUBUNGAN.

Gaya belajar HUBUNGAN adalah salah satu gaya belajar dari 6 gaya belajar manusia menurut VERSI ALKITAB, yang sudah saya tulis sebelumnya , dan dapat anda klik di tautan berikut ini:

ENAM GAYA BELAJAR MANUSIA MENURUT VERSI ALKITAB

Keterkaitan hal ini dengan GAYA BELAJAR HUBUNGAN inilah, yang menyebabkan saya mengurungkan niat saya, untuk hanya memuat tulisan saya di blog BERBAGI RHEMA itu saja, dan keputusan itulah yang membawa kita sampai pada tulisan ini di blog JENIUS CARA ALKITAB ini.

Saya tergelitik untuk menyelidiki lebih jauh mengenai gaya belajar hubungan ini, yang sepertinya banyak dituliskan oleh Salomo dalam amsal-amsalnya, yang mana hikmatnya didapat dari Tuhan  sendiri. Wauuu..tidak ragu saya mencantumkan angka (1) pada judul tulisan ini, dengan harapan muncul tips tips mengajar dengan gaya belajar HUBUNGAN, bagi anak-anak yang gaya belajarnya adalah gaya belajar hubungan.

Mengambil hati orang. Itu adalah perkara yang perlu kita latih.

Sebagai seorang guru kita perlu melatih cara mengajar dengan cara MENGAMBIL HATI MURID.

Penulis Amsal yang luar biasa menuliskan sbb;

AMSAL 11;30

Hasil orang benar adalah pohon kehidupan                    (kita sebut ayat ini FRASE A)

dan

siapa bijak, mengambil hati orang                                       (kita sebut ayat ini FRASE B)

Dengan mengambil hati orang/murid,  kita dapat lebih mudah menyampaikan nilai-nilai kebenaran ke dalam hidup orang itu , karna hatinya sudah terbuka terlebih dahulu.

Nilai-nilai kebenaran di sini tidak hanya berbicara mengenai Firman Tuhan, tetapi juga semua teori yang akan kita ajarkan pada anak-anak.

 

 

Tidak heran, ayat ini didahului oleh frase awal: Hasil orang benar adalah pohon kehidupan,
walaupun hasil kita seperti buah yang lezat, kalau ditolak oleh orang yang seharusnya menerima, juga akan mubazir kan…? Makanya dilanjut dengan frase berikutnya tadi; dan siapa bijak, mengambil hati orang.

Frase A: orang benar.
Frase B: orang bijak.

Orang benar belum tentu bijak, karna orang benar ada yang kaku dengan pendapatnya, memaksakan pendapatnya pada orang lain/ pada murid, walaupun pendapatnya benar, tapi caranya bisa salah.

Tetapi orang bijak itu bisa mengambil hati orang/hati murid. Dengan keahlian mengambil hati orang/hati murid inilah, orang bijak dapat menyalurkan buah-buah kebenaran dari pohon kehidupannya dengan mulus ( diterima dengan enak oleh orang-orang di sekitarnya)

Ini bicara mengenai cara. Kedengarannya simpel sih…sederhana, tetapi ini butuh KEBIJAKAN HATI, butuh latihan.

Tapi seringkali saat kita mendengar kalimat ; MENGAMBIL HATI ORANG …kebanyakan konotasi kita langsung negatif, karna cara ini sering dipakai oleh orang-orang jahat, yang bermaksud menipu, memanipulasi, merayu, menjilat, tidak tulus, memanfaatkan, dll. Orang-orang yang berkarakter seperti itu, hanya memakai frase ke dua/b dari ayat ini, dan tidak menerapkan frase A dari ayat ini..yaitu HIDUP BENAR.

Selama kita hidup dalam kebenaran, ketulusan hati, tidak punya maksud menipu, memanipulasi, merayu, menjilat, memanfaatkan orang lain/murid, dll ( yang jahat-jahat pokoknya), KITA HARUS BELAJAR MENGEMBANGKAN YANG NAMANYA – me-ngam-bil-ha-ti-o-rang/ha-ti-mu-rid.

Jadi ayat ini seperti dua sisi mata uang, di sisi yang satu HIDUP BENAR, di sisi lain BERHIKMAT untuk menyatakan kebenaran dengan cara MENGAMBIL HATI ORANG/HATI MURID.

Menangkan dulu hatinya, untuk mendapatkan jalan masuk ke dalam seluruh hidupnya.

Menangkan dulu hati murid anda, untuk anda mendapatkan jalan masuk ke dalam seluruh keterbukaannya menerima semua materi ajar.

Tips mengambil hati orang:
1. Bersikap sopan, dalam tutur kata, sikap tubuh, dan tindakan, dalam berpakaian.
2. Bersikap menghargai, mendengarkan pendapat orang lain/murid anda, memberi perhatian atas passion orang lain/murid anda, dan empaty dengan beban orang lain/murid anda

  1. Bersikap jujur.
    4. Mengalah, dalam arti bukan kompromi dengan dosa orang/dosa murid, tetapi mengalah dalam arti mengikuti proses orang itu/murid itu dari step enol bahkan dari step minus, sehingga kita tidak menaruh standart yang terlalu tinggi untuk digapainya, karna kita percaya pada perubahan secara proses, bukan instan. Kita ikuti prosesnya, itu yang saya maksud dengan mengalah. Memberi ruang untuk orang lain belajar dari kesalahannya untuk perbaikan di masa depan. (jangan diartikan kita kompromi dengan dosanya)
    5. Mendengar dengan penuh perhatian, menyediakan telinga untuk menjadi tempat sampah, tempat keluhan, bahkan tempat sasaran emosi.
    6. Memuji dengan wajar , tidak sok senior, tidak sok menggurui
    7. Menjalin hubungan yang lebih mendalam, melalui sharing kehidupan.
    8. Memberi perhatian lebih
    9. Membawa oleh-oleh ( tidak selalu harus yang mahal)/ gift/hadiah
    10. Memberi motivasi
    11. Mendoakan
    12. Mengasihi tanpa lelah.
  2. Ramah, selalu tersenyum,
  3. Memiliki intonasi yang manis saat berbicara, saat mengemukakan pendapat, saat berargumentasi, saat mengoreksi yang salah. dll

Jika anda mengembangkan gaya mengajar yang seperti ini, murid-murid yang sudah membuka hatinya dengan anda, dapat sangat cepat menyerap apa saja yang anda ajarkan di kelas.

Alkitab yang menjamin, karna Firman Tuhan ya dan amin, Salam Amsal 11:30. Catat ayat ini,

renungkan dan lakukan. Anda akan jadi guru yang luar biasa.

Bagaimana dengan guru yang sebaliknya: punya segudang ilmu untuk diajarkan,  tetapi tidak mengembangkan sikap MENGAMBIL HATI MURID- seperti contoh-contoh sikap berikut ini:

  • ketus
  • tidak suka tersenyum
  • galak
  • suka marah-marah
  • cepat menghukum, lambat mendengar duduk persoalan yang sebenarnya
  • suka mengkritik
  • tidak pernah bisa mengampuni murid dan melupakan kesalahan mereka
  • terkesan menggurui, sok pintar, tidak pernah sadar bahwa sebagai guru tidak menutup kemungkinan kita juga bisa belajar dari sosok seorang murid- mungkin belajar dari keluguan-nya, kejujuran-nya, keriangan-nya, dll
  • pelit pujian
  • pelit dorongan, senang melihat murid kerepotan
  • enggan membantu
  • enggan memakai nada lembut dalam berbicara
  • tidak mau mendengar usulan murid
  • tidak perduli keadaan murid di rumah/ kesulitan murid/keadaan keluarga murid, dll
  • menuntut lebih dari kemampuan murid
  • menjaga jarak antara guru dan murid, sehingga guru tidak pernah mensharingkan kehidupannya, hanya stop sampai sejauh materi ajar, tidak pernah memberi kisah hidup pribadinya, tertutup
  • menyudutkan, menyalahkan, mengecam, mengutuki,
  • tidak menikmati profesinya sebagai seorang guru
  • tidak pernah memberi inspirasi pada para murid

Hanya dalam sekali tatap muka dengan murid-murid anda, dalam jam pelajaran pertama, mereka semua akan menutup hatinya selamanya untuk anda, dan tidak hanya hatinya, tapi juga telinganya, dan pintu perubahan paradigma, perubahan sikap, perubahan akhlak yang ingin ada tanamkan GAGAL TOTAL pada putaran menit yang ke 60 bersamaan dengan berbunyinya bell  penanda jam pelajaran berikutnya telah tiba.

Saya harap, tidak ada guru sekolah minggu, atau guru sekolah yang gagal pada jam pertama ini, tetapi akan selalu mengembangkan keahlian MENGAMBIL HATI MURID, sehingga dalam seluruh tahun ajaran, murid-murid akan selalu buka hatinya untuk trima Firman, terima materi ajar.

 

TELADAN TUHAN YESUS DALAM BERINTERAKSI DENGAN ANAK-ANAK

Teladan Tuhan Yesus di dalam manghadapi anak-anak

  1. Mat 18:2 Tuhan Yesus memanggil seorang anak kecil, Tuhan Yesus bersikap pro aktif dan mengenal nama anak secara pribadi
  2. Mat 19:13 Tuhan Yesus menumpangkan tangan dan memberkati anak-anak
  3. Mat 19:13 Tuhan Yesus mendoakan anak-anak
  4. Mrk 10:16 Tuhan Yesus memeluk anak-anak itu, Ia memperlakukan anak-anak dengan penuh kasih sayang dan kelembutan
  5. Maz 27:10 Tuhan Yesus menggantikan posisi ayah dan ibu bagi anak-anak yang ditinggalkan ayah dan ibunya

Meneladani Yesus dalam mangajar anak-nak yaitu dengan menggembalakan anak pribadi lepas pribadi, menumpangkan tangan dan memberkati, memeluk, dan menempatkan diri sebagai orang tua bagi anak-anak

 

Yesus mengajar melalui membangun hubungan dengan murid-Nya/ umat.

  1. Yesus mengajar melalui membangun hubungan dengan murid-Nya (Yoh 21:15)
  2. Yesus mengajar dengan cara menegur murid-Nya (Mat 16:23)
  3. Yesus mengajar dengan cara  start dari cara berpikir murid-Nya (Yoh 20;29)
  4. Yesus mengajar dengan cara memberi pujian ( Mat 8:10, mat 16:17)
  5. Yesus membangun persahabatan
    • Makan bersama Matius dan orang-orang berdosa lainnya (Mat 9; 9-10)
  1. Yesus membangun keakraban (Luk 19:5)
  2. Yesus berkunjung / besuk (di rumah Ibu Mertua Petrus Mat 8: 14)
  3. Yesus mendoakan murid-murid-Nya (Yoh 17:11)
  4. Yesus mengutamakan keselamatan jiwa lebih daripada kesehatan tubuh ( Mat 9:4-6)
  5. Tuhan Yesus rela diinterupsi karna belas kasih-Nya focus pada jiwa, bukan pada jadwal ( Mat 9:18-25)
  6. Yesus memberi kelegaan (Mat 11:28)
  7. Yesus mengajar dengan memberi sentuhan (Mat 14:36)
  8. Yesus melayani orang banyak/ (memberi makan 5000 orang , tetapi juga melayani pribadi tertentu sesuai kehendak Bapa secara personal :  Mat 9:18, 28-34, Yohanes 5:7)
  9. Yesus mempersiapkan 3 orang murid dengan porsi lebih, mengajak mereka bertiga dalam beberapa event yang tidak diikuti murid lainnya, karna salah satu dari Petrus, Yohanes dan Yakobus, ternyata Petrus nantinya menjadi pemimpin para rasul.

 

 

 

 

 

GAYA BELAJAR LIFESTYLE KEJADIAN 17:7,10

Aku akan mengadakan perjanjian  antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian  yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu  dan Allah keturunanmu.  Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat;

Ayat pendukung: I Kor 15: 33 Janganlah kamu sesat: pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik

Pergaulan tanpa disadari adalah gaya belajar LIFESTYLE yang akan mempengaruhi orang-orang yang terlibat dalam pergaulan itu. Pergaulan yang buruk dapat merusak kebiasaan yang tadinya baik jadi buruk  atau sebaliknya pergaulan yang baik akan membangun kebiasaan baik

Gaya belajar Lifestyle – bukan hanya sampai pada tahap mengetahui, memahami dan menarik keseimpulan dari pengalaman pribadi serta tahap percaya serta dapat mengekspresikan diri dalam tindakan nyata saja, tetapi sampai pada tahap  MEMORIZED/TERMEMORY DALAM MEMORY PERMANEN/ TERPATRI SEHINGGA MENGHASILKAN HIDUP YANG BERUBAH, sehingga menghasilkan perubahan sikap hidup/  GAYA HIDUP YANG BARU, dimana gaya hidup ini dilahirkan dari perubahan yang terus menerus yang telah menjadi kebiasaan dan akhirnya menjadi gaya hidup.

GURUKU MEMBERI INSPIRASI DARI KEHIDUPANNYA PADAKU

AKU BERUBAH

AKU MEMBERI DAMPAK

Contoh di Sekolah Minggu;

  • TANPA GURU MENGAJARKAN SEBAGAI TEORI PENGAMPUNAN SEKALIPUN, murid yang melihat teladan sang guru, menjadi terinspirasi dari kehidupan guru yang mengampuni, dia bertumbuh menjadi anak yang mengampuni,
  • TANPA GURU MENGAJARKAN SEBAGAI TEORI KEKUDUSAN SEKALIPUN murid yang melihat teladan sang guru, terinspirasi oleh kehidupan guru yang kudus dalam pergaulan, murid bertumbuh jadi remaja yang berhati-hati dalam bergaul,dll.

 

Contoh di dunia nyata: membuat kerjasama bisnis seumur hidup bersama CHEF MARINKA, sehingga dapat mengenal seluruh kehidupannya di luar memasak, misalnya pergaulannya, cita-citanya, hasratnya, hobbynya, kebiasaannya, keluarganya, caranya mengatur waktu, uang, cara berpakaiannya, caranya mengambil keputusan, dll sehingga pergaulan dengan dia dalam jangka waktu yang sangat panjang itu, juga mempengaruhi kehidupan orang tersebut, dan tidak hanya di dunia masak-memasak saja, tetapi dalam segala segi/aspek kehidupan lainnya. Jika kerjasama positif ini berhasil, akan menghasilkan dampak buat Indonesia, lahirnya restaurant khas masakan Indonesia dari Sabang sampai Merauke dengan cita rasa yang berkualitas dan bermutu tinggi.

Fungsi pada Otak Mesencephalon : FUNGSI MEMORY DAN RECALLING MEMORY

Guru yang biasa-biasa berbicara

Guru yang bagus menerangkan

Guru yang hebat mendemonstrasikan

Guru yang agung memberi inspirasi

-William Arthur Ward-

Sampai pada tahap ini , anda berfungsi sebagai Mentor dan Inspirator/ PEMBERI INSPIRASI

 

Mentoring

Menjadi penasihat atau guru yang sangat dipercaya, khususnya di seputar topik yang berkaitan dengan pekerjaan seseorang. Kerjanya cenderung one on one. Mentor cenderung mengajarkan hal-hal yang sebelumnya sudah berhasil mereka capai.

 

Inspirator

Menjadi sumber inspirasi buat orang-orang di sekitarnya lewat gaya hidupnya

 

 

KITA KEMBALI PADA MENGAJAR AKHLAK PADA ANAK

 

Mengajarkan AKHLAK pada anak tidak bisa hanya memakai yang namanya, GAYA BELAJAR/MENGAJAR

  1. AUDIO
  2. VISUAL
  3. AUDIO VISUAL
  4. KINESTETIK saja

 

Tetapi harus melangkah lebih jauh kepada GAYA BELAJAR/MENGAJAR

  1. HUBUNGAN dan
  2. LIFE STYLE

 

Mari kita pelajari bagaimana gaya KEGURUAN DAUD dalam membentuk AKHLAK para pengikutnya yang mereka sekaligus adalah anak-anak rohaninya dan juga sekaligus murid-muridnya.

 

KEGURUAN DAN PEMBAPAKAN DAUD

MENGUBAH SEBUAH KOMUNITAS

MENGUBAH BANGSA

HANYA LEWAT MENGAJAR/ MENJADI GURU/ MEMURIDKAN-lah kita dapat MENGUBAH SEBUAH BANGSA. Dimulai dari mengubah sebuah kota, komunitas, keluarga, dan kalau semua keluarga sudah terjangkau, maka akan ada perubahan sebuah bangsa.

Buktinya??  Caranya??

Tidak adakah cara lain?? Apakah serius nih saya harus double profesi, untuk jadi guru juga bagi generasi ini? Saya sudah cukup disibukkan dengan pekerjaan saya, keluarga saya, pencapaian karier saya….apakah saya punya waktu untuk  itu????

Kita lihat contoh daripada kehidupan seorang DAUD.

Daud seorang yang diurapi oleh Tuhan lewat nabi Samuel menjadi raja, namun tidak serta merta keesokan harinya dia menjadi raja.

Dia menjadi seorang gembala kambing domba, musisi kerajaan, ajudan raja ( pembawa senjata Saul), prajurit, kepala pasukan tentara, menantu raja (anggota keluarga kerajaan), dan buronan raja. Sebelum pada akhirnya dia menjadi benar-benar seorang raja.

Sebagai calon RAJA,  Tuhan melatih Daud menjadi seorang  pemimpin. Mulai dari memimpin kambing domba, memimpin tentara dalam peperangan ( sebelum dia jadi buronan) dan pada saat dia menjadi buronan raja Saul, Tuhan melatih Daud menjadi seorang pemimpin gerombolan.

Dalam kurun waktu lebih kurangnya 10 tahun- Daud mengubah ‘gerombolan’ ini menjadi ‘pasukan para pahlawan’

Bagaimana caranya…????

PRIBADI SEORANG GURU DALAM KEPEMIMPINAN DAUD

Mazmur 34:12

Marilah anak-anak,

dengarkanlah aku,

takut akan TUHAN

akan kuajarkan kepadamu !

Pada saat ayat ini ditulis Daud belum memiliki anak kandung satu pun (II sam 3: 2-5, II Sam 5: 13-16), dia menempatkan diri sebagai seorang guru yang mengajar bagi anak-anak, bisa jadi anak-anak di sini adalah ANAK-ANAK ROHANINYA- para pengikutnya – Daud sedang mengajar kepada rombongannya –

Perhatikan di Mazmur 34: 1- ada petunjuk keterangan peristiwa di sini:

Dari Daud, pada waktu ia pura-pura tidak waras pikirannya di depan Abimelekh, sehingga ia diusir, lalu pergi.

Pada saat peristiwa Daud pura-pura gila di depan Abimelekh ini, dia belum memiliki pasukan. Tentunya Daud menulis Mazmur 34 ini setelah dia diusir oleh Abimelekh itu. Dan dia selamat dari pembunuhan oleh musuh, dengan cara pura-pura gila.  Namun setelah persitiwa itu, dia memiliki pasukan.

(Bandingkan dengan I Sam 21:10-15 lanjutkan dengan II Sam 22: 1-2) Ada kata LALU Daud pergi….dst

Pasukan seperti apa yang ikut dengan Daud di gua Adulam?

Pada saat Daud di gua Adulam , ikutlah bersama dia 400 orang dengan latar belakang:

  • Dalam kesukaran,
  • dikejar-kejar tukan piutang,
  • sakit hati.

Dikatakan Daud menjadi PEMIMPIN mereka. Pemimpin dari orang-orang yang berlatar belakang orang –orang gagal.

Bagaimana gaya kepemimpinan Daud?

Daud memimpin dengan menjalankan VISI dari Tuhan. Apa itu VISI dari Tuhan..atas 400 yang dipimpinnya ini?

MAZMUR 34:1

Daud harus menempatkan diri sebagai GURU yang MENGAJAR mereka

Mazmur 34:12 Marilah anak-anak, dengarkanlah aku, takut akan TUHAN akan kuajarkan kepadamu !

Apa yang diajarkan Daud pada mereka sepanjang pelarian dari kejaran ancaman dan usaha pembunuhan oleh Saul?

Kurikulum –nya ternyata sbb: (Mazmur 34: 12-23)

  1. Takut akan Tuhan
  2. Jika ingin menjadi orang yang menyukai hidup dan ingin punya umur panjang dan ingin menikmati yang baik dalam hidup ini, maka ada beberapa prinsip yang harus dilakukan: HARUS JADI ORANG BENAR
    1. Jaga lidah terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu
    2. Jauhi yang jahat dan lakukan yang baik
    3. Cari perdamaian dan berusahalah mendapatkannya !
  3. Mengapa begitu? Karena orang benar itu akan alami:
    1. Diperhatikan Tuhan dan didengar Tuhan, dibela Tuhan dari orang jahat
    2. Diselamatkan Tuhan , Dilepaskan Tuhan dari segala kesesakan, kemalangan, dilindungi dari celaka, dibebaskan jiwanya, diluputkan dari hukuman.

Pasukan ini bertambah jumlahnya menjadi 600 orang ( I Sam 23:13) dan juga jumlah pasukan Daud terus bertambah banyak (I Taw 12; 1-22), pada akhirnya orang-orang berlatar belakang orang-orang gagal ini setelah DIAJAR OLEH DAUD – berubah menjadi PAHLAWAN-PAHLAWAN YANG HEBAT ( II Sam 23: 8-39)

Bagaimana bisa …????

  1. Seorang guru seperti Daud, dia terlebih dahulu berguru dari TUHAN.

Seorang guru yang baik mengawali kariernya sebagai murid yang baik

Daud menjadikan Tuhan sebagai Gurunya

  • Mazmur 119:102 Aku tidak menyimpang dari hukum-hukum-Mu, sebab Engkaulah yang mengajar aku

Daud menjadikan Tuhan sebagai Trainner/ Pelatihnya

  • Ajarkanlah kepadaku kebijaksanaan dan pengetahuan yang baik, sebab aku percaya kepada perintah-perintah-Mu

Daud menempatkan Tuhan sebagai Conselor/ Penasihat dalam hidupnya

  • Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.

Seberapa banyak kita menimba dari sumbernya sebegitu banyaknya juga kita dapat memberi minum orang-orang lain di sekitar kita

Seberapa miskin kita akan air karena tidak menimba dari sumber air hidup itu  sebegitu miskinnya juga kita dapat berbagi kepada orang lain di sekitar kita

  1. Seorang Daud melepaskan pengajaran-pengajarannya !

Benar-benar berkonsentrasi untuk membuat kurikulum kehidupan, dan benar-benar berkonsentrasi bagaimana mengubah karakter anak buahnya yang berangasan, ugal-ugalan, kepahitan, sakit hati, kurang bertanggung jawab, hidup dalam kegagalan, menjadi memiliki karakter unggul seorang PAHLAWAN/ KESATRIA. Bagaimana menjadikan hidupnya itu sebuah pengaruh bagi mereka, bagaimana membuat mereka itu melihat karya Tuhan lewat kehidupannya !

(Mazmur 34:1)

Ketika seorang guru menyembunyikan rumus-rumusnya, pada saat yang sama dia sedang menjadikan murid-muridnya tak lebih dari hanya sekedar sekumpulan penonton.

  1. Seorang Daud memberikan teladan hidupnya

Apakah Daud melakukan mata pelajaran dari kurikulumnya pada gereombolannya itu :

Cari perdamaian dan berusahalah mendapatkannya !

Owww !! Anak buah Daud menjadi saksi mata saat Daud melepaskan kesempatan membunuh Saul sampai 2 kali kesempatan !

Apakah Daud melakukan mata pelajaran dari kurikulumnya pada gerombolannya itu :

Jauhi yang jahat dan lakukan yang baik !

Anak buah Daud menjadi saksi mata saat Daud membatalkan niat membalas dendam kepada Nabal hanya gara gara dinasihati seorang ‘perempuan’ !

Teori secanggih apa pun tidak akan dapat mengubahkan kehidupan siapa pun murid, sampai sang guru menampakkan bahwa dia bukan hanya seorang pengajar, tetapi juga seorang pelaku.

Kesimpulan kita: Daud bukan seorang dosen, tetapi dia seorang pemimpin gerombolan. Dia mengasah anak buahnya sampai mengalami perubahan hidup. Pada saat yang sama tanpa dia sadari, sebenarnya dia sedang mengajar mereka, menjadi guru buat mereka.

Itu yang Tuhan mau buat kita, ayo sebagai apa pun profesi kita, kita mau jadikan hidup kita seorang GURU yang memberi pengaruh buat lingkungan kita, dan kita mau dipakai Tuhan mempersiapkan generasi di bawah kita untuk kerajaan Tuhan di atas muka bumi. Muridkan…muridkan…dan muridkan mereka sampai mereka menjadi murid Kristus !

 

PEMBAPAKAN DAUD BAGI ANAK-ANAK ROHANINYA

BAGAIMANA MENJADI AYAH ROHANI DAN IBU ROHANI BAGI MURID-MURID SAYA

Bagaimana cara menjadi ayah dan ibu rohani bagi murid-murid saya, saya bukan ayah dan ibu kandung mereka ! ( 1 TESALONIKA 2: 7-8, 11-12)

Rasul Paulus menempatkan diri sebagai BAPA dan sebagai IBU rohani bagi murid-murid nya, bisa kita simak di I Tesalonika 2: 7-8, 11-12

 

Tugas AYAH

3 Fungsi ayah rohani menurut I Tes 2: 11-12 adalah

  • menasehati,
  • menguatkan hati (menanamkan pendirian/ prinsip-prinsip),
  • meminta dengan sangat/ mendisiplin agar kita hidup sesuai dengan kehendak Allah. Ketiga hal ini sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter

Amsal  1;7, Mal 4:6 , I Tes 2: 11-12

Fungsi ayah adalah mempengaruhi kelangsungan bumi, pelayanan terpenting dalam keluarga dipegang oleh seorang ayah/suami.

Ayah/ laki-laki diciptakan Allah untuk menjadi penghasil, pemecah masalah dan berprestasi.

 

Apa tugas IBU ?

3 Fungsi ibu rohani menurut I Tes 2:7 -8 adalah

  • mengasuh,
  • merawat,
  • mengasihi

Mengajar anak-anak takut akan Tuhan (Ams 1:7)

Ibu/Wanita diciptakan Allah untuk membangun hubungan

 

KESIMPULAN

Kita semua dipanggil menjadi seorang guru, apapun profesi kita, apapun keadaan kita, entah kita sudah menikah atau belum, entah kita sudah punya anak atau belum

Sebagai orang tua kita dipanggil menjadi seorang guru bagi anak-anak yang Tuhan percayakan pada kita

Menjadi seorang guru adalah panggilan yang sangat mulia dalam hidup kita. Karena Yesus adalah juga seorang guru.

Ayo memuridkan orang-orang di sekitar kita sampai mereka alami perubahan hidup, menjadi murid Yesus yang melakukan segala perintah Tuhan dalam hidup mereka.

Sampai mereka mengalami pembaharuan budi/ memiliki akhlak yang mulia dalam hidup mereka

Kita contoh kehidupan Daud, dia memakai jalur pendidikan dan pengajaran untuk mengubah sebuah gerombolan menjadi sebuah pasukan pahlawan.

Daud tidak hanya melepaskan pengajarannya, tetapi dia juga menimba dari Tuhan serta memberikan teladan.

Ayo lebih bersungguh-sungguh lagi sebagai gereja/ tubuh Kristus ( dalam profesi apa pun)  yang mengajar ( memberi dampak buat lingkungannya) , orang tua yang mengajar, guru sekolah minggu yang luar biasa !!

 

SEMUANYA BERMULA DENGAN KESETIAAN SEORANG GURU SEKOLAH MINGGU…

Edward Kimball adalah SEORANG GURU Sekolah Minggu pemalu tapi tekun dan setia, suatu hari Edward Kimball mengunjungi seorang anak muda bernama DL Moody yang bekerja di sebuah toko sepatu sebagai tukang semir sepatu, Edward menjumpainya di belakang rak-rak sepatu lalu berdoa, Ketika Kimball berdoa dan meletakkan tangan dibahunya untuk menerima Kristus, DL Moody tetap menyemir sepatu.

Melalui ketekunan dan kesetiaan akhirnya DL Moody menjadi salah satu murid Sekolah Minggu Edward Kimball, ia selalu duduk di bagian belakang sambil mengantuk karna kecapean kerja. Suatu ketika Edward menyuruh DL Moody membuka Alkitabnya Injil Yohanes, tetapi DL Moody membuka kitab Kejadian, sehingga anak-anak disekitarnya saling tersenyum mengejek. Namun Edward Kimball terus setia membimbing DL Moody sampai akhirnya dia meninggalkan toko sepatu untuk menjadi seorang pengkhotbah dan penginjil hebat di sepanjang zaman.

Pada 17 Juni 1873 Dwight L. Moody, mengunjungi Liverpool Inggris untuk melakukan perjalanan penginjilan dan KKR. Moody berkunjung ke Gereja Baptis yang digembalakan oleh seorang pemuda bernama FB Meyer. Dalam khotbahnya, Moody menyampaikan kisah yang sangat menyayat hati tentang seorang guru Sekolah Minggu yang telah mengunjungi setiap murid-muridnya dan membawa mereka kepada Kristus. Khotbah itu mengubah pelayanan Meyer, membakar dan menginspirasinya untuk menjadi penginjil seperti Moody.

Dan ketika FB Meyer melakukan perjalanan dan penginjilan keliling ke Amerika. FB Meyer Berkhotbah di Northfield, Massachusetts, dan seorang pendeta muda mendengar kata-kata Meyer, “Sekiranya anda tidak sanggup menyerahkan segalanya untuk Kristus, adakah anda sanggup untuk dijadikan sanggup?” Kenyataan itu yang membuat J. Wilbur Chapman untuk menyahut panggilan Tuhan dalam hidupnya.

Chapman kemudiannya menjadi salah satu penginjil paling hebat di zamannya. Seorang sukarelawan dengan nama Billy Sunday telah menolong Chapman untuk melakukan penginjilan dan KKR. Sambil belajar berkhotbah dengan memperhatikan Chapman. Akhirnya Billy Sunday pun mengambil alih dari pelayanan Chapman dan menjadi salah satu penginjil paling dinamik abad ini. Pelayanan Billy Sunday telah membawa beribu-ribu orang kepada Kristus.

Setelah Menjadi penginjil luar biasa di Amerika pada tahun 1924 di Charlotte, North Carolina, Billy Sunday mendirikan Charlotte Bisnisman Club untuk sekelompok orang Kristen yang mendedikasikan diri mereka untuk menjangkau kota mereka untuk Kristus.

Melalui perkumpulan itu akhirnya memenangkan seorang pengusaha Mordecai Ham untuk menjadi penginjil. Mordecai Ham menulis sebuah doa di setiap perlengkapan hotelnya “Tuhan kirimlah seorang Hamba Tuhan untuk member kekuatan..”

Tuhan menjawab doanya melalui mimpi agar Dia melayani di sebuah sekolah SMU. Dan ketika Mordecai Ham melakukan KKR pada tahu 1932, seorang remaja yang tinggi semampai duduk di tengah khalayak ramai, tertegun dengan khotbah yang disampaikan oleh pengkhotbah berambut putih itu. Pada setiap malam, pengkhotbah itu seolah-olah berseru dan menudingkan jarinya ke arah anak muda itu. Malam demi malam, remaja itupun datang dan akhirnya maju ke hadapan untuk menyerahkan hidupnya kepada Kristus. Remaja itu adalah Billy Graham.

Billy Graham telah menjadi penginjil dan pengkhotbah yang hebat, dan dihadiri jutaan orang. Dan sejarah mencatat semua itu dimulai dari seorang guru Sekolah Minggu yang bernama Erdward Kimball. Dimana berjuta-juta orang telah menerima kesan dan keputusan dimulai dari menjangkau seorang anak di toko sepatu untuk menerima Kristus.

Apakah karya Roh Kudus itu masih berlaku dan bisa terjadi saat ini?. Tentu saja! Tuhan mau memakai Anda dan saya untuk mengubah dunia. Bawalah perubahan untuk investasi kekekalan dengan menyampaikan Injil kepada siapapun dan berdoa untuk mereka yang melakukan pekerjaan Tuhan di seluruh dunia.

Praise God !!

 

 

Penulis: jeniuscaraalkitab

Menjadi Alat di Tangan Tuhan untuk Mencetak Generasi Jenius bagi Kemuliaan Nama Tuhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s