MENYELENGGARAKAN SEMINAR ANAK


MENYELENGGARAKAN SEMINAR ANAK

https://web.facebook.com/photo.php?fbid=1205917156126525&set=pcb.1205917789459795&type=3

tampak dalam photo; Ibu Neno sedang membagikan kertas dan ballpoint pada PESERTA SEMINAR ANAK

Para peserta seminar anak duduk di kursi dan memakai sepatu
Seusai SEMINAR ANAK dengan thema Aku Anak Merdeka, Pokemon Go, bukan masalah boleh nggak boleh

 

Seminar anak?? Apa itu??

Itu adalah SEMINAR yang diikuti oleh anak-anak.

Apakah anak-anak sudah bisa ikut seminar?

BISA !!

Anak-anak pada masa kini tidak seperti zaman kita dulu kecil, cukup perlu tahu bahwa Zakheus naik ke atas pohon karena ingin mengenal Yesus, atau cerita –cerita lain yang sejenis itu.

Di  zaman kita dulu, kita tidak mengenal ratusan saluran TV seperti sekarang, hanya adanya TVRI dengan kisah UNYIL dan kisah The Little House in the Prairie dengan tokoh favourite saya Laura, atau melihat bagaimana Pak Tino Sidin menggambar dan semua gambar anak dibilang BAGUS!

Di zaman kita dulu, kita tidak mengenal juga video game, play station, game boy, I Pad, Tablet, Google, YouTube, dll seperti anak zaman sekarang.

Di zaman kita dulu, orang yang kedapatan hamil di luar nikah, sangat memalukan, tetapi pada zaman sekarang ini, justru orang yang masih perawan atau perjaka saat menikah adalah hal yang semakin jarang ditemukan kalau tidak mau disebut langka.

Cara orang tua mendidik kita sudah tidak dapat lagi terpakai dengan bagaimana kita mendidik generasi di bawah kita.

Anak-anak zaman sekarang perlu tahu yang namanya:

  • Apa itu bahaya aborsi
  • Apa bahaya pernikahan dini
  • Apa bahaya free sex
  • Apa bahaya berpacaran dengan orang tidak seiman
  • Apa bahaya sex abuse (pelecehan sexual pada anak) , bagaimana menghindari hal tersebut
  • Apa bahaya rokok
  • Apa bahaya narkoba
  • Apa bahaya kecanduan pornografi bagi otak
  • Cita-cita apa yang perlu didoakan dan diketahui bidang-bidang pekerjaan kelak- semacam belajar tentang BIDANG PROFESI, WIRA USAHA, dll
  • Apa bahayanya kecanduan video game
  • Apa bahanyanya internet
  • Bagaimana menggunakan internet untuk hal positif, dll.

 

 

Terjadi dua ekstrem di sini;

Sekolah Minggu yang metodenya sangat kuno, yaitu selalu setiap minggu menggunakan metode yang selalu didominasi story. Bisa jadi tiap minggu tanpa disadari oleh gereja tersebut, anak-anak sudah tanpa sadar mengikuti SEMINAR tiap minggu. Iya, karena pemaparan hanya satu arah saja, mungkin dengan gaya bercerita yang tidak kreatif. Walaupun tidak disebut seminar, namun gaya yang dipakai sebenarnya adalah gaya seminar ( tanpa disadari tentunya)

Atau Sekolah Minggu yang metodenya sangat modern, yaitu yang setiap minggu selalu menggunakan metode yang seru di kelas-kelas. Namun sekolah minggu dengan model seperti ini, juga sekali waktu perlu mengadakan kelas gabung/ kelas  raya. Kekawatiran yang bisa saja muncul pada sekolah minggu yang sangat kreatif, adalah bahwa mereka takut untuk mengadakan SEMINAR ANAK yang berlangsung sedemikian TERTIB / TERATUR/ RESMI, dll

 

Baik, sebelum  membahas lebih lanjut tentang seminar anak, saya akan giring dulu pada MENU IBADAH ANAK

Menu di ibadah anak, sebaiknya mencakup 3 model ini:

  1. MODEL KELAS KECIL ( SMAL CLASS) – 1 GURU/ lebih, 12 murid, 2 murid cadangan = 15 orang termasuk guru, formasi ini mencontek model 12 murid Yesus + Yesus+ Matias dan Yusuf ( murid cadangan= sehingga total berjumlah 15 orang. Guru bisa lebih dari satu, tetapi perbandingan ini adalah 1 banding 14. Menurut penelitian para ahli, dalam 12 orang, tiap orang dimungkinkan berdasarkan peluang kemungkinan yang ada, dapat mengenal dengan baik groupnya, dan satu orang pemimpin dapat dimungkinkan mengadakan hubungan yang lebih intensif dengan 12 murid, namun lewat dari angka ini akan membuat ke’gemukan’ jumlah kelompok kecil ini perhatian satu dengan lainnya menjadi dapat memudar. Oleh karena itu bila di sekolah minggu anda ada 24 anak usia 5 tahun ( kelas Balita), dapat dipecah menjadi 2 kelas dengan dua guru, atau 1 kelas dengan 2 group atau 2 guru. Dalam Small Class ini, ada keunikan yang tidak bisa ada di model kelas lain:
    1. Anak kelas 1 SD bisa sekelas dengan anak lain yang sama –sama kelas 1 SD, dengan demikian tingkat pertumbuhan dan pemahaman mereka seirama/ mirip/ sama. Anak kelas  5 SD bisa sekelas dengan anak lain yang umurnya sama, dst
    2. Dimungkinkan adanya METODE TANYA JAWAB/ INTERAKSI DUA ARAH, sebagaimana Yesus menjelaskan lebih dalam ke murid-muridNya apa artinya 4 macam tanah, pada benih yang jatuh dari penabur itu.
    3. Pada smal class seperti ini Yesus punya lagi lingkaran inti; Yohanes, Petrus dan Andreas untuk dipersiapkan menjadi pemimpin para rasul di masa datang. Terbukti Petrus akhirnya bangkit menjadi pengkotbah di hari Pentakosta, dan 3000 orang bertobat. Jadi pada smal class seperti ini, dimungkinkan adanya PEMURIDAN / dan juga MENTORING, serta TRAINING.
  2. MODEL KELAS SEDANG ( MIDDLE CLASS) – i GURU/ lebih, dengan maksimal 70 murid , formasi ini mencontek model Yesus dengan 70 murid. Inilah yang kita NAMAKAN KELAS GABUNGAN KELOMPOK UMUR. Misal: Kelas bayi sampai kelas balita- DIGABUNG, kelas 1SD sampai kelas 3 SD digabung, Kelas 4 SD sampai kelas 1 SMP digabung.  Bila pada satu kelas gabungan kelompok umur ( pada mega church/ gereja raksasa) jumlahnya 140, maka bisa dibuat 2 kelas gabung, karena kelas gabung semacam ini batasannya adalah 70 murid. Contoh di sebuah gereja besar, jumlah anak kelas 1 SD sampai kelas 3 SD ada 140 murid, maka kelas gabungan kelompok umur A dapat di ruang Bethany, dengan 70 murid, dan kelas gabungan kelompok umur B dapat di ruang Yerusalem, dengan 70 murid lainnya.  Dalam Middle class ini tentunya ada keunikan yang tidak bisa ada di model kelas lain;
    1. Anak-anak bisa sekelas dengan anak-anak lain yang sebaya, sama-sama balita, sama-sama anak kecil , atau sama-sama anak yang sudah besar.
    2. Dimungkinkan adanya KERJA KELOMPOK/ LOMBA KELOMPOK/ GAME KELOMPOK/ PRESENTASI KELOMPOK, dll, sebagaimana Yesus mengutus murid-muridnya dalam PRAKTEK KERJA LAPANGAN BERKELOMPOK / PKL kelompok, yaitu berdua-dua. Satu tim terdiri dari dua orang.
  3. MODEL KELAS RAYA ( BIG CLASS) – 1 GURU atau lebih, dengan ribuan orang, formasi ini mencontek Yesus yang mengajar ribuan orang dalam satu kali mengajar , contoh Khotbah di bukit. Ini yang kita namakan KELAS RAYA / KELAS GABUNGAN SEMUA UMUR, dari anak bayi sampai pra remaja, jadi satu. Perhatikan di sini Khotbah di bukit, Yesus gunakan metode BERPUISI, sehingga pada model kelas raya seperti ini kita bisa gunakan metode KKR, PENTAS SENI ; Puisi, Drama, Operet, Konser Musik, Nonton Bareng, Seminar, Dll.

Sehingga, bila ketiga model ini bisa terakomodir semua, maka bisa kita racik menu sbb:

  1. MINGGU PERTAMA ; MODEL SMAL CLASS
  2. MINGGU KE DUA; MODEL MIDDLE CLASS
  3. MINGGU KETIGA; MODEL SMAL CLASS lagi
  4. MINGGU KE EMPAT ; MODEL BIG CLASS
  5. MINGGU KE LIMA; Special Event, seperti mengunjungi panti asuhan, rekreasi ke pantai, mengunjungi jemaat jompo, pergi ke museum, mengadakan project pembuatan film, dll.

Jadi jika ada gereja yang melulu model smal class, perlu rasanya menambah menu dengan model middle class dan juga big class.

Ada juga gereja yang  melulu modelnya big class, perlu rasanya menambah menu dengan model middle class dan juga smal class.

Sedangkan gereya yang melulu modelnya middle class, perlu rasanya menambah menu dengan small class dan big class.

 

MENGADAKAN SEMINAR ANAK

Seminar anak, bisa kita kategorikan pada BIG CLASS ( minggu ke 4) atau juga pada SPECIAL EVENT

( minggu ke 5).

Baik, sekarang kita akan membahas bagaimana menyelenggarakan SEMINAR ANAK.

Tujuan diadakannya seminar anak:

  1. Anak-anak perlu mengenali dunianya sendiri, apa yang menjadi rambu-rambu mereka.
  2. Anak-anak perlu diajak menelanjangi siasat iblis untuk menyeret generasi mereka ke neraka lewat media, lewat pergaulan, dll.
  3. Anak-anak perlu diajak serius untuk menata hidup mereka sejak dini
  4. Anak-anak kita ajak lebih kepada MENCEGAH daripada MENGOBATI. Sebelum mereka jatuh kepada dosa kekerasan dan dosa sex, kita beri dulu mereka arahan, apa yang baik dan tidak, mana yang positif dan tidak.
  5. Kesenjangan orang tua dan anak bisa jadi membuat seminar di tingkat orang tua saja, menjadi percuma apabila orang tua saja tidak tahu YouTube, tidak tahu internet, tidak tahu e-mail, tidak tahu FB, Tweeter, dll.
  6. Kesenjangan orang tua dan anak bisa jadi membuat pengetahuan di tingkat orang tua saja tidak cukup, karena bila orang tua tidak dapat menyampaikan dengan tepat kepada anak, maka anak tidak akan sampai pada taraf TAAT. Dalam hal ini gereja Tuhan harus melayani secara holistik/ menyeluruh, baik menggarap orang tuanya, maupun menggarap anak-anak/ generasi ini.
  7. Maka pada point 5 dan 6 disarankan membuat beberapa alternatif sbb:
    1. SEMINAR TERPISAH ANTARA SEMINAR ORANG TUA, DAN SEMINAR ANAK
    2. SEMINAR GABUNGAN ANTARA ORANG TUA DAN ANAK

 

Membuat seminar orang tua, tentu mudah ya….seperti menyelenggarakan seminar pada umumnya.

Namun menyelenggarakan seminar anak, tidak mudah. Bagaimana caranya?

 

TIPS MENYELENGGARAKAN SEMINAR ANAK

  • Bentuk panitia seminar yang terdiri dari GURU DAN ANAK
  • Buat penumuman/ promo lewat ibadah raya, ibadah anak, semenarik mungkin
  • Buat brosur / flyer untuk dicetak dan dibagikan ke sekolah-sekolah/ keluarga-keluarga/ jemaat-jemaat/ komunitas, dll
  • Cantumkan :
    • SEMINAR ANAK
    • Hari
    • Jam
    • Tempat
    • PEMBICARA ( walaupun orang dalam, tetap cantumkan namanya, agar acara ini terlihat sebagai seminar betulan)
  • Persiapkan HOST CILIK/ MC cilik , berikut naskahnya, latih host cilik dengan baik, bagaimana dia bisa ;
    • Mengucapkan selamat datang. “Selamat datang pada rekan-rekan peserta seminar anak”
    • Bagaimana memanggil atau menyapa audience dengan ‘PARA PESERTA SEMINAR ANAK’ jangan sekali kali mengatakan TEMAN-TEMAN !, boleh juga memanggil dengan Rekan Rekan Peserta Seminar….
    • Membaca urutan acara
    • Memperkenalkan profil pembicara
    • Membacakan peraturan mengikuti SEMINAR
    • Mengumumkan adanya LOMBA CATATAN TERKEREN, dan LOMBA PERTANYAAN TERUNIK.
    • Mengumumkan bahwa semua pertanyaan harap dicatat tersendiri untuk nanti ditanyakan pada saat waktu TANYA JAWAB tiba.
    • Memeriksa apakah peserta seminar sudah mendapatkan NAME TAG, MAKALAH, NOTE, BALLPOINT, MINUMAN, DLL
    • Mengumumkan break, tempatnya di mana, waktunya sampai kapan, di mana letak kamar kecil, dll
    • Menjadi moderator tanya jawab
    • Mencatat pertanyaan dan mengerti bagaimana mengatur termin tanya jawab
  • Kalau dimungkinkan pemain musik dan WL yang mengangkat 1 sampai 2 lagu sebelum seminar, akan lebih baik, namun bila itu dilakukan guru. MOHON JANGAN MEMISAHKAN PRAISE AND WORSHIP DI AWAL SEBAGAI IBADAH ANAK SEBELUM MASUK KE SEMINAR ANAK, MELAINKAN PERLAKUKAN ANAK-ANAK SEJAK AWAL SEBAGAI PESERTA SEMINAR, panggil mereka sebagai Peserta Seminar Anak. Contoh Hindarkan “Shalom anak-anak…..” tapi ganti menjadi “Shalom para peserta seminar anaaaaaakkkkk……!”
  • Persiapkan KOSTUM HOST CILIK , berupa JAS/ SCRAFT/ KEBAYA, dll
  • Buat tea corner
  • Kondisikan mereka duduk di kursi dan bersepatu
  • Beri tulisan PANITIA pada meja pendaftaran. Kalau dimungkinkan panitia yang duduk di meja pendaftaran ini adalah anak-anak akan lebih baik.
  • Bagikan NAME TAG, NOTE, BALLPOINT,MINUMAN, dll
  • UMUMKAN seminggu atau beberapa minggu sebelumnya; MINGGU DEPAN KITA AKAN MENGADAKAN SEMINAR ANAK, dan anak-anak semua akan menjadi PESERTA SEMINAR. Sebaiknya anak-anak memakai sepatu, sopan, tertib dan datang tepat waktu, Seminar ini akan menghadirkan pembicara …..( sebut namanya Bapak…atau Ibu…)

METODE APA YANG KITA PAKAI DALAM SEMINAR ANAK INI:

  1. Imajinasi anak-anak. Anak-anak kan ingin jadi orang dewasa, inilah saatnya perlakukan mereka seolah-olah mereka sedang seminar seperti orang dewasa.
  2. PENYEBUTAN DAN PENYAMBUTAN DAN PERLAKUAN IMAJINASI oleh para guru sekolah minggu, seolah-olah mereka ini orang dewasa yang mengikuti seminar. Perlakukan mereka seperti orang dewasa yang mengikut seminar, jangan sekali pun panggil mereka ANAK-ANAK, melainkan panggil mereka SAUDARA. Contoh; “Silahkan saudara bisa duduk di sini.”  “Silahkan saudara bisa ambil makalah ini”, dst.  Jadi semua orang di ruangan itu MASUK DALAM PERMAINAN IMAJINASI SEOLAH-OLAH INI ADALAH SEMINAR BETULAN./SUNGGUHAN YANG DIHADIRI OLEH ORANG DEWASA.  Untuk itu para guru pendamping blog, dan para Host/ WL/ Panitia cilik perlu GLADI RESIK/ LATIHAN
  3. Tidak perlu kita memaksa mereka tertib. Karena selama mereka merasa jadi orang dewasa, mereka akan tertib dengan sendirinya.
  4. KARENA MATERI SEMINAR TENTU SERIUS , maka butuh perhatian penuh dari mereka, KITA PERLU TIAP GURU DUDUK DI TIAP BLOG
  5. Umumkan dari awal bahwa catatan mereka nanti akan dikumpulkan, dan diberi nama, minggu depan akan diumumkan CATATAN siapa yang terkeren. Umumkan bahwa semua pertanyaan harap dicatat untuk nanti dapat ditanyakan di termin tanya jawab.
  6. Semua peraturan yang kita inginkan dapat diberitahukan di awal seminar. Mereka akan mudah diatur bila mereka sepakat dengan kita aturannya apa.
  7. URAPAN, yang didapat dari DOA DAN PUASA. Bukan berarti pelayanan bentuk lain nggak perlu doa dan puasa dan urapan, bukan sama sekali, namun untuk membuat anak-anak duduk dengan tertib perlu sekali kita membungkus acara ini dengan DOA PUASA DAN URAPAN, karena banyak materi kita adalah materi PEPERANGAN ROHANI, untuk merebut mereka dari arah ke neraka menjadi ke arah surga. Ini metode utama dan metode wajib yang tidak bisa diperlakukan sebagai metode tambahan yang boleh ada atau tidak. Tanpa ini, maka seminar akan kacau, anak-anak tidak bisa tertib. Ingat….pada seminar ini sama sekali tidak ada game, semuanya hanya andalakan URAPAN ROH KUDUS dan juga memainkan IMAJINASI ANAK saja.

 

  1. Diskusi kelompok untuk mengajukan pertanyaan kelompok. Guru yang duduk di tiap blok akan menolong kelompok di blog tersebut mengajukan pertanyaan terunik. Pada sesi tanya jawab.
  2. DOA KELOMPOK PADA SAAT ALTAR CALLING. Guru yang duduk di tiap kelompok akan membuat lingkaran untuk doa altar calling yang dipandu dari mimbar oleh pembicara. Sehingga bila dimungkinkan adanya konseling singkat, doa pelepasan dari ikatan, doa pertobatan, dll dapat lebih ditangani anak per anak oleh guru kelompok.
  3. Metode yang dipakai pembicara:
    1. Power point full gambar
    2. Video pada pemaparan
    3. Intonasi
    4. Body language
    5. Yel Yel
    6. Kisah nyata yang pernah kita lihat sendiri di dunia keseharian
    7. Tanya jawab pada termin tanya jawab
    8. Roll Play, dll
  4. METODE PROSESI, atau urut-urutan acara. jangan dikira anak-anak tidak suka metode prosesi, atau urut-urutan acara, karena apa ? Karena yang memandu adalah teman mereka sendiri, mereka terkagum bagaimana mungkin teman mereka bisa seperti MC atau Host yang di TV atau di acara seminar orang dewasa?

 

Untuk sementara ini MATERI SEMINAR ANAK sudah ada 1, yaitu AKU ANAK MERDEKA , POKEMON GO BUKAN MASALAH BOLEH NGGAK BOLEH.

Bisa dilihat di tautan ini:

https://jeniuscaraalkitab.com/2016/08/16/105-aku-anak-merdeka/

 

 

Dan SEMINAR ANAK sudah pernah diselenggarakan di GEREJA BETHANY KENDARI, dengan materi tersebut.

 

Thema yang disarankan:

  • Apa itu bahaya aborsi
  • Apa bahaya pernikahan dini
  • Apa bahaya free sex
  • Apa bahaya berpacaran dengan orang tidak seiman
  • Apa bahaya sex abuse (pelecehan sexual pada anak) , bagaimana menghindari hal tersebut
  • Apa bahaya rokok
  • Apa bahaya narkoba
  • Apa bahaya kecanduan pornografi bagi otak
  • Cita-cita apa yang perlu didoakan dan diketahui bidang-bidang pekerjaan kelak- semacam belajar tentang BIDANG PROFESI, WIRA USAHA, dll
  • Apa bahayanya kecanduan video game
  • Apa bahanyanya internet
  • Bagaimana menggunakan internet untuk hal positif, dll.

 

JIKA ANDA menyelenggarakan Seminar gabungan Orang tua dan anak, tentunya bisa membuat duduk mereka terpisah, dengan memperlakukan anak-anak sebagai PESERTA SEMINAR KELUARGA.

Atau membuat mereka duduk bersama, dengan memperlakukan anak-anak sebagai PESERTA SEMINAR KELUARGA.

Penulis: jeniuscaraalkitab

Menjadi Alat di Tangan Tuhan untuk Mencetak Generasi Jenius bagi Kemuliaan Nama Tuhan

1 thought on “MENYELENGGARAKAN SEMINAR ANAK”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s