KESAKSIAN PRIBADI SAYA – SEBUAH ILUSTRASI NYATA DARI SEBUAH KEHIDUPAN

Terkadang saya menuntut diri saya tidak saja untuk membagikan tulisan saya…tetapi juga hidup saya. Di termin ini, terkadang saya terlihat cengeng, aneh, kekanak-kanakan, dan masih banyak lagi sisi lain dari pembentukan Tuhan atas karakter saya…saya tidak malu untuk share pada pembaca, karna itulah sisi hidup saya yang saya ingin orang tahu, bahwa saya mengalami yang namanya air mata, pergumulan dan naik turun dalam mengarungi kehidupan ini. Selamat membaca..!


Kekompakan dengan suami:
Pas di Conect Group saya bertugas membawakan renungan , tanpa saling beritahu apa thema renungannya, pas suami saya pimpin pujian, semuanya bisa klop karna kami berdua bawakan thematik tentang SUKACITA. waaauuuu ini pasti kerjaan Roh Kudus yang menyatukan thema kami berdua dalam pelayanan pekerjaan TUHAN, Haleluya..terima kasih Roh Kudus.

hari kemarin saya masak semur untuk makan siang, ternyata paginya suami saya di kantor juga kepikiran ayam di almari es enaknya dimasak semur. Puji Tuhan …kami sangat sering mengalami hal hal seperti ini..

mungkin karna setiap hari kami ibadah keluarga, doa bersama, memuji bersama, baca Alkitab bersama, jadi ada kesatuan hati, haleluya !!
KENDARI, NOVEMBER 2013

MAIN MUSIK BERSAMA SUAMI DI GEREJA MAWAR SHARON KENDARI, NOVEMBER 2013
    • 10 september 2013. Hari ini genap 40 tahun usiaku. Tepatnya 1973 bulan Sebtember tanggal 10 empat puluh tahun lalu aku lahir.
    • Ada yang seru di cerita seputar keberadaanku sebagai janin ketiga di rahim mamaku.Saat itu kami sekeluarga tinggal di Nongkojajar ( Lereng Gunung Bromo). Saat itu memang terjadi kelaparan, kekeringan, gagal panen di daerah itu, dan cukup lama juga sepertinya.Semua halaman, kebun, pekarangan, sawah, tidak ada yang membuahkan hasil sedikitpun, akan tetapi khusus di pekarangan rumah kami, ada mujizat Tuhan yang ajaib, ada kentang yang tumbuh dan berbuah lebat di tengah-tengah ladang lain yang tidak menghasilkan.Alhasil saat aku janin, hari hari makan kentang ajaib.

      Kentang memang suatu makanan yang bernilai sejarah.

      Selain peristiwa ajaib saat aku di perut bunda, juga saat kami bertumbuh.

      Ayahku sering menerima oleh-oleh dari muridnya berupa kentang, jadi dari TOSARI ke Malang, dia datang membawa kentang untuk kami sekeluarga

      Kentang yang tidak mudah busuk asal tidak di simpan di tempat lembab, menjadi simpanan penting, sehingga saat akhir bulan datang dan persediaan dompet menipis, kami sekeluarga makan kentang penyet, atau sering kami sebut SAMBAL KENTANG, yaitu kentang goreng yang dimemarkan di atas sambal trasi yang langsung disajikan di atas meja beserta batu penggilingnya.

      Seru juga makan kentang (karbohidrat) dengan nasi panas ( karbohidrat ) juga.

      Saat hari ini aku ke pasar dan membeli kentang untuk memasak soup, Tuhan kembali mengingatkan pemeliharaan-Nya dalam hidupku sejak aku dalam kandungan ibu, sampai masa kecil penuh gizi kentang, dan saat sudah menikah, hobynya memasak kentang ongklok ( masakan belanda yang lezat pisan)

      Hari ini sibuk memasak dari pagi sampai sore, karna ada 25-an sahabat datang di rumah.

      Dari takut menu nggak cukup ( sebelum acara)
      sampai takut nggak ada yang bantu ngabisin ( selepas acara)

      itulah bentuk pemeliharaan Tuhan buat hidup kita. LUBER. MELIMPAH

      Makasih Tuhan atas pemeliharaan-Mu dalam hidupku sejak aku bakal anak, sampai sudah berkepala empat, hari ini. EBEN HAEZER.HARI ULANG TAHUN YANG MENDUNG ( 7 Peb 2011)

Sekelumit ceritaku….

keluargaku adalah keluarga yang penuh kehangatan. Dan hari ulang tahunku adalah hari ulang tahun yang sama dengan hari-hari ulang tahun kakak-kakakku ataupun adikku.

Sudah seminggu sebelum hari itu tiba ibuku selalu menanyaiku, atau siapa pun yang akan berulang tahun, apa masakan istimewa yang aku idamkan.
Tentu saja berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan sebelumnya ia sudah menabung untuk hari istimewa itu. Menu menu seperti pastel tutup, makaroni schotel, soup kacang merah dengan kaki babi, puding, kue tart buatan ibuku sendiri, sirup istimewa, kue atau apapun juga yang membuat kami semua bersibuk membantunya dan bersemangat menyantapnya.

Kala hari itu tiba, pagi-pagi ciuman hangat mendarat di pipiku, dan sekelumit doa berkat mengiringi kepergianku ke sekolah. Dan sepulang dari sekolah….hmmmmmmmm yummy yummy sudah menunggu kami semua…tapi sabar…ini untuk makan malam bersama ayah.

Hari apapun saat kami berulang tahun, ayah pasti pulang, walaupun itu bukan jatahnya untuk pulang. (biasanya ayahku pulang hari Jumat sore dan Minggu pagi-pagi sekali sudah berangkat lagi ke ladang misi di Tengger)

Makan malam pun tiba, doa berkat kembali dihujankan pada si anak yang berulang tahun. Tidak ada kado yang mewah…hanya makan bersama, ciuman, doa dan amsal pasal 3 selalu kami baca bersama di ibadah keluarga di malam hari.

Dari tahun ke tahun…..selalu ritual itu berjalan. Dan si aku yang masih imut kini beranjak pemuda dan berada di luar kota. Kuliah dan merantau di Kota Yogya tidak pernah terbayang sejak kecil….jauh dari keluarga.

Mami meninggal kala aku masih menginjakkan kakiku di Yogya seminggu lamanya. Papi sakit dua tahun kemudian.

Ritual ulang tahun itu pun kini musnah tak berbekas….kami berempat tenggelam dalam kesibukan masing-masing. Jaman itu belum marak handphone seperti sekarang.

Kini hari ulang tahun bagiku adalah sebuah siksaan, rasa sepi, air mata mengenang semua cinta kasih bunda….

Jangankan di hari ulang tahun tiba….saat seminggu menjelang saja, mendung sindrome hari ulang tahun sudah menyerbu tak tertahankan.

Singkat cerita …..aku sudah menikah dan anakku kala itu masih balita.

Hari itu ulang tahunku tiba…..seperti biasa, seperti ada sebuah batu besar yang menyesak di dada, rasanya mau meledak dalam tangis.

Pagi itu aku bangun awal, aku ambil sebuah gitar…dan aku mainkan lagu …ah lagu apa , entah aku sudah lupa.

aku menangis……terisak-isak takut mengganggu suami dan anakku yang masih terlelap di pagi buta itu.
saat aku menyembah Tuhan di hari special mendung itu, aku merasakan ada sepasang tangan BAPA yang memeluk aku dengan sangat erat, bahkan gitar itu serasa tidak menjadi ganjalan bagi BAPA memelukku dengan sangat erat dan sangat sayang.

Aku tidak bisa meneruskan permainan gitarku, dan nyanyianku, bahkan penyembahanku. Yang ada hanyalah sebuah kesadaran bahwa saat itu BAPA surgawi sedang menyatakan kehadiran dan kasih-Nya kepadaku.

“selamat ulang tahun, nak…” ada suara itu di batinku yang paling dalam.
“Aku hadir saat kamu wisuda…., Aku hadir saat kamu menikah….Aku hadir saat kakimu sakit parah…Aku hadir saat kamu melahirkan…..Aku hadir setiap kali kamu berulang tahun termasuk pagi ini…..walaupun ayahmu tak pernah hadir….Aku, Bapamu selalu hadir….”

ada sebuah kedamaian yang sepertinya mengangkat batu besar itu. Aku menangis karna seperti ada sebuah luka yang dibuka dan diberi obat merah. Tapi aku tahu…sebentar lagi luka itu pasti kering.

Suamiku pun terbangun dari tidurnya karna mendengar isak tangisku yang tak sadar justru semakin tak tertahankan.

“ada apa sayang?”
“nggak papa…….”
“selamat ulang tahun ya…?!”
aku pun tersenyum…..itulah ulang tahun pertamaku yang dihiasi dengan senyuman setelah semua ritual itu hilang…..

Sejak saat itu….tidak ada mendung di hari ulang tahunku….

Karna aku tahu, aku punya Bapa surgawi yang luar biasa mengasihi aku……

20 April 2011

Air Mata Menitik Saat Membaca Sebuah Spanduk

suatu ketika aku berlibur ke pegunungan tengger bersama suami dan balitaku saat itu. Sore datang menjelang malam gelap. Aku melangkah…dan langkah santaiku sampai di sebuah smp, smp kristen Baithani. Aku membaca sebuah spanduk yang terpampang di tembok smp itu. “Dibuka Pendaftaran Murid Baru…ekstra kulikuler : Komputer, Fasilitas: Lab Komputer”. Mataku terbelalak….”hah??? komputer??? di desa seperti ini ada ekskul komputer…?”

Seketika tak terbendung air mataku membanjiri wajahku. Bagaimana mungkin ayahku bisa meninggalkan jejak sebuah SMP yang murid-muridnya menguasai komputer…sementara seumur hidupnya setahuku ia tidak pernah menjamah komputer.

Ia sudah meninggal…dan murid- murid sekolah ini mungkin sudah tidak mengenalnya lagi. Saat ia menghembuskan nafas yang terakhir…mungkin mereka masih TK.

ada sebuah suara yang bertanya menggema di telinga batinku dengan sangat keras, bagaikan menggunakan mikrophone di sebuah lapangan pertunjukan konser musik rock. “Maukah engkau merelakan ayahmu mengabdi di desa ini…..hal itulah yang membuatmu terpisah darinya sejak kamu masih batita….hanya berjumpa dengannya setiap hari Jumat dan Sabtu saja saat ia pulang ke Malang..? Pengabdiannya pada masyarakat Tengger ini…..menyebabkan adanya spanduk ini…”

“lho….dia sudah meninggal….”

“merelakan sesuatu bukan hanya hal-hal yang akan terjadi atau sedang terjadi….relakan hal-hal yang sudah terjadi….”

aku menangis tak tahan lagi…..”demi spanduk ini aku rela….” kataku.

Saat itu seperti ada batu besar tercabut dari tanah hatiku. Batu yang selama ini memberati hatiku.

Tanah yang berlubang bekas batu yang tercabut itu……terasa ringan…..

Seandainya ayahku masih hidup saat itu dan berkata “papi berangkat ke Tengger ya nik…” akan kubalas dengan senyuman dan bukan jeritan serta tangisan.

Aku menyanyangimu papi…dan terima kasih Tuhan, telah memberiku kesempatan membaca spanduk ini

20 April 2011

Anak gadisku berlarian di mall

anak gadisku yang berusia 15 bulan berlari kesana sini di sebuah lobby mall, sementara aku mengawasinya dari kejauhan…jangan sampai dia tertabrak orang-orang yang membawa belanjaan, jangan sampai ada orang asing yang menculiknya…saat ia terlalu jauh dan terlepas dari jarak pandang…buruan aku mengejarnya…Seketika aku terhenyak saat menyadari bahwa demikian juga Bapa surgawi jagai kita…bahkan lebih dari itu !!!

6 Mei 2011

By by syndrome baby blues

Suatu sore yang dingin….semua terasa dingin, hatikupun dingin.

Luka operasi itu masih terasa perih, bayi yang baru kulahirkan itu sedang tergolek disisiku, sementara anakku yang lainnya yang  masih berumur lima belas bulan berlarian sambil menangis berusaha merebut perhatianku dari si kecil. Si sulung sedang berjuang mempersiapkan datangnya ujian nasional bagi kelulusan studynya di peringkat dasar.

Minggu depan aku harus bergegas mempersiapkan datangnya Paskah…dimana paduan suara yang kulatih mesti mendendangkan sebuah kidung di hari istimewa demi mewartakan Firman lewat sebuah alunan nada.

Aku membutuhkan pembantu yang bisa menolongku mencuci dan menyetrika semua pakaian keluarga kami yang kini bertambah jumlahnya dengan hadirnya si kecil. Bagaimana mungkin mendapatkan pembantu dalam waktu sesingkat ini?

Suamiku mengatakan aku tak mungkin lagi melatih paduan suara jika si kecil tidak ada yang menjaga sementara ia sudah harus kembali bekerja di luar kota setelah cuti seminggunya habis senin lusa.

Kakakku yang sengaja datang dari luar kota juga harus kembali ke kotanya pada hari yang sama dengan kembalinya suamiku ke tempatnya bekerja.

Tambahan lagi , karna mau ikut kehendak Tuhan, berjalan dalam kebenaran, kami harus mengalami ‘kerugian’ dalam hal keuangan.

Aku menangis. Terkadang situasinya tidak seperti yang kubayangkan.

Sampai kutemukan sebuah ayat…..”TUHAN, siapakah yang boleh menumpang dalam kemah-Mu?” ………yang berpegang pada sumpah….walaupun rugi…” (Mazmur 15: 1,4)

berkat itu ternyata bisa dalam wujud …..diperkenankan menumpang di kemah TUHAN, walaupun kami harus mengalami kerugian karna mengikuti kehendak Tuhan.

Satu persatupun benang ruwet itu terurai oleh Tangan-Nya yang ajaib.

Hari senin tiba,dan pembantu yang menyuci baju Tuhan kirimkan…..senin tiba dan pengasuh baby yang memungkinkan aku melatih koor lagi datang….senin tiba dan suami serta kakakku meninggalkan aku yang empat hari ini cengeng dan menangis terus entah kata para psikolog mungkin aku terserang syndrome baby blues….ketika senin sore tiba ….aku tidak menangis lagi. Aku tahu ada penghiburan yang luar biasa dari Roh Kudus buat segala kecengenganku ini…

Aku mencoba mememorikan kembali ucapan bahagia….

Untunglah Tuhan Yesus tidak berkata…

berbahagialah yang punya banyak uang dan dapat membeli apa saja….

Kebahagiaan dalam daftar panjang itu tidak satupun yang menyebut nama benda-benda dan materi apapun yang melekat dalam hidup seseorang.

Yang ada adalah…berbahagialah orang yang berdukacita, karna mereka akan dihibur.

Dukacita karna mau ikut kehendak Tuhan di tengah arus dunia yang jahat ini……terkadang Tuhan ijinkan kita mengalami kerugian….pada saat justru kita berjalan dalam kebenaran. Kedengarannya aneh….tidak seperti teori teori yang sering kita dengar dari mimbar-mimbar. Hidup dalam kebenaran identik dengan ‘berkat’, dan ‘berkat’ identik dengan sumber sumber keuangan serta pundi-pundi yang terus melimpah.

Mimbar Alkitab berkata lain

Daniel dimasukkan gua singa justru karna ia rajin berdoa, Yusuf dimasukkan ke penjara justru karna ia menolak untuk berzinah..sadrakh mesakh dan abednego masuk ke dapur api justru karna memilih menyembah Allah yang hidup apapun yang terjadi. Daud dikejar-kejar Saul tanpa alasan yang masuk akal.

Tetapi semua kerugiaan itu tidak ada artinya jika dibandingkan dengan damai sejahtra karna mau ikut kehendak Tuhan yang sempurna. Damai sejahtera yang melampaui segala akal.

Seorang dokter yang memegang sumpah jabatannya , dan tidak mau menerima hujan uang dari hasil aborsi yang ilegal, tentu tidak sekaya dokter yang melakukan hal itu.  Si dokter kaya mungkin akan berkata pada si dokter yang lurus-lurus saja itu ;  “Rugi kamu…..”

tetapi di hadapan Tuhan, hanya dokter yang memegang sumpah walaupun rugi itulah yang boleh datang ke kemah-Nya, tetapi kepada dokter yang kaya di bumi itu, Tuhan berkata ; “sorry ya ….aku ngak kenal kamu Dok!”

Kesimpulan dari semuanya adalah…..

Tuhan di sorga tersenyum, Dia tahu bahwa api itu takkan menghanguskan mereka bertiga, singa-singa  itu takkan menerkam anak kesayangan-Nya, penjara itu justru membawa Yusuf melangkah ke istana, karna perkenalan dengan juru roti dan juru minuman raja, bukanlah terjadi di rumah tuan Potifar itu.

Selama Tuhan tersenyum pada kita…..perkenan-Nya itulah yang memampukan kita terus melangkah pasti dalam lindungan sayab-Nya.

Sekalipun ladang tak menghasilkan ….Tuhan menjadi bagianku dan kekuatanku. (Habakuk 3: 17-19)

lihat…kini aku dapat tersenyum

by by sindrome baby blues….

25 mei 2011

Dimanja saat ujian

Saat ujian nasional bagi anak sulungku sudah tiba…

Seminggu sebelumnya aku ke pasar dan khusus membelikan dia telur ayam kampung yang katanya kalau dibikin setengah matang dan dimakan setiap hari akan membuat badan kita kuat.

Dengan cermat aku menghitung berapa telur yang dibutuhkan, dan sepulang dari pasar, aku berkata pada anakku

“Makan telur setengah matang setiap hari ya, biar staminamu kuat menjelang ujian”

“Ashiiiiik….” katanya dengan wajah bernibar-binar

Setiap hari aku doakan secara khusus, agar dia diberi Tuhan kepandaian dan hikmat sorgawi

Setiap malam kupantau saat teduhnya, karna Amsal 1: 7 berkata ; takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.

Setiap pagi, kucarikan makanan kesukaannya, kumasakkan secara special

Hari H pun tiba.

“Besok tes UNAS, ada baiknya tidur lebih awal, agar besok tidak ngantuk…” dan anakku pun menurut.

aku sudah menyusun menu masakan yang paling disukainya agar dia makan banyak, dan kubelikan makanan ringan kesukaannya agar saat belajar selalu ada makanan pendamping yang mengatasi rasa laparnya yang terkadang tak kenal waktu.

Hari pertama sampai ke tiga pun berlalu.

Di hari ke empat, aku pun menelphone sahabat-sahabatku yang beradu nasib yang sama, karna anak kami sama-sama kelas 6 SD.

Tertawalah aku saat mengetahui bahwa semua mama mama memanjakan anaknya saat mereka ujian. Memperlakukan dengan khusus dan istimewa.

Saat itulah aku menyadari, justru pada saat kita mengalami ujian, saat itulah kita dimanjakan secara luar biasa oleh Bapa Sorgawi kita, bahkan lebih dari semua mama-mama yang memperlakukan anak-nya dengan istimewa di hari-hari anaknya menghadapi UNAS/ Ujian Nasional.

Terima kasih Bapa untuk ilustrasi kehidupan ini…..

Oleh oleh dari Banyuwangi: (14-17 April 2013)

1. Keluarga Pdm Bpk Lemuel yang sangat ramah menyambut kami dan menerima kami di rumah mereka. Luar biasa untuk keluarga ini, seluruh keluarga besar mereka juga kompak melayani Tuhan, saya sangat diberkati dengan kesaksian pelayanan mereka.

2. Ada ibadah doa dipimpin pendoa syafaat satu jam penuh menjelang ibadah, wah sangat keren, dua kali saya dapat pesan Tuhan dalam acara doa ini dan keduanya diteguhkan Tuhan di acara lain keesokan harinya.

3. Kehausan para jemaat dan anak-anak sekolah minggu akan Tuhan, di sana sini saya melihat jiwa-jiwa yang berseru -seru dan haus untuk mencari wajah Tuhan.

4. Doa sekota yang dihadiri umat-umat Tuhan dari berbagai gereja, berdoa dan berjaga buat kota mereka. KEREN BANGET.

5. Kesaksian dari salah seorang pembaca blog Jenius Cara Alkitab, yang pagi hari tanpa sengaja, membaca materi 8 Tangisan Yusuf, dan siangnya mendapat SMS untuk hadir di acara doa kota malam itu, serta malam harinya hadir di acara tersebut, dimana saya dituntun Tuhan untuk menyampaikan materi 8 tangisan Yusuf, ternyata materi itu akan dipakai di gerejanya untuk sekolah minggu, minggu yang akan datang. Semua murni pengaturan Tuhan, tanpa rekayasa manusia. Tuhan emang keren abiz

6. Diberi kesempatan bertemu dengan guru-guru dari salah satu tempat kursus di Banyuwangi, keren-keren mereka semua, dan antusias untuk belajar multi metode kreatif

7. Tetangga saya, Ibu Iin, yang menemani saya selama di Banyuwangi alami mujizat, dimana KTP-nya hilang , padahal diperlukan untuk naik kereta api (pemeriksaan tiket), dan lewat mimpi dia ditunjukkan dimana KTP itu berada ( yang sudah hilang 3 bulan), masih kondisi ngantuk, pagi-pagi buta, beliau mencari buku kuning seperti yang ada di mimpi itu, dan ternyata KTP-nya ketemu….HALELUYA…!!

8. Bisa bertemu dengan banyak bayi bayi di sana…sebuah tanda dari Tuhan atas generasi terbaru ini ada di hati TUHAN.

9. Bertemu Ibu Susan Diharja, yang sangat teachable, sangat cinta dunia anak, dan seorang istri dan ibu yang sangat baik. Saya sangat diberkati oleh kehidupan beliau, dan ada kegemasan yang belum kesampaian- mencium ananda Justine. (saya belum boleh cium karna saya sedang batuk kala itu)

10. Dan dapat doa berkat dari Ibu Pdt. Sisca Diharja, seorang Ibu Gembala yang rohnya sangat kuat dan luar biasa dipakai Tuhan untuk menggembalakan umat Tuhan.

Waaaaah oleh -olehnya banyak ya…(saya memang sedang belajar mememorykan mujjizat-mujizat Tuhan yang Dia kerjakan dalam pelayanan saya)- semoga jadi berkat untuk semuanya. To God be the Glory.

KALAU SUDAH JATAHNYA TIDAK AKAN KEMANA

Akhir-akhir ini saya mengalami fenomena yang aneh dalam pelayanan saya, biasanya pihak pengundang yang sudah mempunyai tanggal tertentu dan tidak bisa ditawar memilih mengganti pembicara dengan pembicara lain, asalkan tanggal mereka tidak diubah-ubah, tetapi dari beberapa peristiwa belakangan yang saya akan saksikan berikut, saya mengalami hal yang berbeda, dimana jika sudah jatah kita melayani Tuhan di suatu tempat, TUHAN AKAN MENGATUR sedemikian rupa, sehingga semua bisa berjalan seirama. Saya sangat mengagumi karya Tuhan dalam pelayanan saya maupun guru-guru SM yang menjadi team kami.

Hal kedua yang saya simpulkan dari beberapa peristiwa ini adalah semacam SIGN / tanda yang Tuhan berikan kepada saya, bahwa setiap pelayanan adalah JATAH yang Tuhan sudah rancang untuk kita terlibat di dalamnya, dan kalau sudah jatah, tidak akan pergi ke mana-mana, jadi kalau ada beberapa pihak membatalkan pelayanan yang tadinya kita dibuhungi untuk melayani, saya juga tahu, bahwa itu artinya bukan jatah kita. Dengan cara berpikir seperti ini, kita bisa santai, tidak ngotot, tidak ngoyo, tidak ngeyel, dan tidak jengkel, tetapi jalani aja yang sudah diatur oleh Tuhan sebagai Manager terhebat dalam hidup kita.

Dengan kepindahan kami sekeluarga bulan Juli ke Kendari, sepertinya tanda ini menyertai kami, bahwa di manapun kami berdomisili/ bertempat tinggal, jatah pelayanan yang sudah Tuhan patok bagi kami, tidak akan kemana. Thanks GOD 4 This sign.

Berikut 4 peristiwa beruntun yang jadi kesaksian untuk kemuliaan nama TUHAN

Jadwal pelayanan di Banyuwangi adalah tanggal 8-9-10 April 2013, untuk seminar guru dan paskah Anak, akan tetapi suatu pagi bapak gemabala saya menghubungi saya via phone untuk saya kotbah di gereja saya tanggal 7 April, saya menyadari bahwa tanggal itu saya kosong, akhirnya saya iyakan, walaupun saya belum bisa mengatur strategi keberangkatan ke Banyuwangi yang terasa sangat mepet. Siangnya pada hari yang sama bapak Pdm Lemuel dari Banyuwangi bell saya dan beritahu saya diminta khotbah di ibadah raya tanggal 7 April, terpaksa saya tolak , karna saya lebih mengutamakan gereja saya sendiri yang notabene juga lebih menghubungi beberapa jam lebih awal. Akhrinya gereja GBT Bethesda Banyuwangi memundurkan jadwal mereka menjadi tanggal 14-17 April dengan hari minggu saya tetap diberi jadwal khotbah di ibadah raya. Puji Tuhan

Jadwal pelayanan di PPA Rahayu yang diselenggarakan di Salatiga, sedianya mengambil tanggal 19 April 2013, tetapi karna mereka meminta saya berangkat dengan team, dan pada tanggal itu bukan tanggal merah, sehingga guru-guru yang bekerja tidak bisa ikut,  maka saya bermaksud melepas saja pelayanan tersebut, karna untuk game tidak mungkin kita membawa sedikit orang, akhirnya panitia yang mengalah dan memundurkan satu hari menjadi tanggal 20 April 2013, sehingga pada hari sabtu itu kami semua bisa berangkat bersama sebagai team, karna pada hari sabtu kami semua libur.  Puji Tuhan tempat yang akan dipakai tanggal itu juga masih kosong, Haleluya !!

25 MEI 2013 yang sedianya dipakai Seminar 1000 Metode Kreatif di GPDI Temanggung, dan GPDI Wilayah IV, guru-guru sekolah minggu kami yang adalah team saya, mengikuti Camp Pria Sejati, jadi kami tidak bisa berangkat dengan team, tetapi puji Tuhan , karna ada PILKADA, panitia setempat memundurkan acara seminar jadi tanggal 6 Juni. Justru pada tanggal itu kami bisa menyanggupi, karna guru-guru pada tanggal 6 Juni itu libur dan tidak bertabrakan dengan acara alainnya. Puji Tuhan

Tanggal 25-27 Juni mendatang ada workshop guru-guru SM se-JATENG dimana saya terlibat di dalamnya, lalu pada tanggal 27-29 juga ada Sekolah Injil Liburan di Karawang, mereka meminta saya, tetapi tanggal 27 jelas saya tidak bisa, saya sudah coba menawarkan solusi untuk ganti pembicara lain saja, tapi yang namanya sudah jatah, tidak akan kemana, akhirnya mereka tetap ngotot, saya harus melayani tanggal 28 dan 29 –nya saja.

Dan sepertinya ada tanggal 25 Mei yang sedang dikotak-katik oleh Tuhan, karna dalam schedulle-Nya kami harus  memaksimalkan sisa-sisa waktu selama di JAWA sampai akhir Juni nanti, saya sambung kesaksian ini jika sudah dapat bocoran dari –NYA. Puji Tuhan…

Kalau Tuhan sudah punya jatah pada anda, anda tidak dapat lari dari panggilan-Nya untuk melayani Dia di bidang apa pun yang Tuhan ingin anda kerjakan.

AMIN, magelang, 2 Mei 2013

BOCORAN YANG DARI TUHAN EMANG KEREN- 26 MEI 2013

Sambung status terdahulu: ternyata Tuhan itu pengatur skenario yang sangat oke banget. Ada saatnya Tuhan atur sedemikian rupa sehingga tanggal pelayanan begitu flexible mengikuti kesempatan kita, tetapi ada kalanya Tuhan tutup semua jalan pelayanan di tanggal yang sama, karna ada maksud lain yang Tuhan sedang rahasiakan sejak jauh-jauh hari.

Tanggal 25 Mei 2013 kemarin sedianya akan dipakai GPDI Temanggung untuk seminar 1000 metode kreatif, karna ada pilkada, batal, dan mereka mundur tanggal 6 Juni.

Tanggal yang sama akan diisi Tangerang, seminar guru, batal juga karna jadwal mereka tabrakan dengan kamp kaum muda,

tanggal yang sama akhirnya akan diisi GUPDI Solo yang sebenarnya mau menggelar seminar Agustus, tapi karna mumpung saya masih di Jawa ( belum keburu pindah ke Kendari) mereka akan maju bulan Mei, di tanggal yang sama, tapi setelah mereka rapat ternyata batal juga, tetap mau bulan Agustus saja.

Tanggal yang sama saya ajukan ke panitia Pelnap Jateng untuk rapat penyusunan buku, tapi Ibu ketua tidak menghendaki, akhirnya ujung-ujungnya mau saya isi hari itu untuk datang ke rapat pelnap wilayah V…

tapi Tuhan memang keren, hari 25 Mei 2013 itu memang saya harus ada di Muntilan. Di kota inilah kami menikah 15 tahun yang lalu.

Ceritanya suami saya yang sudah dibujuk-bujuk ikut pria sejati dari sejak di Madiun dulu (7 tahun yang lalu), akhirnya memutuskan juga ambil cuti dan ikut angkatan ke 2 di Magelang ini, dan ternyata tanggal 25 Mei 2013 ini adalah hari wisuda dimana para istri diminta datang pada sesi PERNIKAHAN YANG DILAHIRKAN KEMBALI.

Tapi jadi tidaknya suamiku ikut pria sejati memang sebuah perjuangan yang tidak mudah.

Senin tanggal 20 anak laki-lakiku kecelakaan motor, kami minta tanda, kalau rabu, tanggal 22 sudah boleh pulang dari rumah sakit, pastilah tanggal 23-nya suamiku jadi ikutan camp pria sejati ini, dan benar saja, Tuhan memang atur tanggal 22 sudah boleh pulang,

nah looo, tinggal hari sabtunya apakah ada yang bisa dititipin anak cantik dan anak ganteng di rumah, dan masalahnya apakah si kecil mau ditinggal? Semua diatur Tuhan, ada bu Ester yang mau jaga si kecil , dan si kecil juga mau ditinggal setelah berkali-kali diberi pengertian.

Pantasan semua jadwal pelayanan dibatalkan oleh Penulis Skenario Kehidupan, karna Tuhan sudah atur…ada juga saat-saat melayani keluarga, dan hadir di acara khusus dan special diantara segitiga cinta antara aku, sumiku dan Tuhanku. Amin. Thanks GOD!!

SETIA PERKARA KECIL

3 Mei 2013

Setia perkara kecil tampaknya sebuah slogan yang mudah diucapkan, tetapi tidak semudah itu untuk dilakukan.

Ada seorang teman FB-ku yang bertanya dengan tidak percaya ‘Masa iya ibu mulai pelayanan anak sejak 2010? Masa baru 3 tahun ini saja…’ Aku tahu yang dia maksudkan..tahu dan tahu.

Buruan aku ralat dan luruskan, bahwa 2010 adalah dimulainya Tuhan membawa aku jadi pembicara seminar bidang anak. Tapi bukan 2010 itu aku memulai pelayanan anak.

Sejak SMP kelas dua aku mulai pelayanan jadi guru bantu di sekolah minggu.  Tahun itu bisa dipastikan 1987.

Awalnya aku hanya absen-nin murid-murid. Kala itu aku bergereja di GKT III Malang. Jujur aku juga banyak lupa apa yang terjadi pada pelayananku dulu dan siapa saja murid-muridku dulu.

Aku sempat ikut seminar guru-guru sekolah minggu saat itu, dan nilaiku cukup C di sertifikat yang aku terima.

Ini sebuah persiapan Tuhan untuk sesuatu yang jauuuuuuuuuuh di depan yang saat itu aku belum tahu.

Saat keluar dari kota Malang, tahun 1991 aku kuliah di Yogyakarta, jurusan musik gereja di UKRIM. Selama jadi mahasiswa aku bergereja dan pelayanan di GBI, sebuah gereja di Maguwohardjo, lebih kurang 5 Km dari daerah kampus dan kost-ku. Di gereja ini aku tetap mengajar sekolah minggu. Sepertinya pelayanan anak ini tidak bisa lepas dari hidupku, sesuatu yang tampaknya melekat erat.

Sejak tahun 1993 aku pindah pelayanan di GKKK Yogyakarta, seumur hidupku hanya 5,5 tahun inilah aku tidak menjamah dunia sekolah minggu, karna memang sebagai pelatih paduan suara dan pemimpin departement musik di gereja ini, aku sama sekali tidak sempat menjamah dunia sekolah minggu, hanya tetap saja, aku memimpin paduan suara anak, bersama rekanku Lintjie Indahwati Nyoto.  Dunia anak masih mengitari diriku. Sampai akhirnya aku wisuda 1995 dan masih di GKKK sampai aku menikah 1998

Oleh karna itu tidak heran teman-teman Gereja Kristen Kalam Kudus Yogyakarta mungkin sampai saat ini agak asing dengan bidang anak yang sepertinya aku geluti sekarang, beberapa mungkin bertanya dalam hati ‘sejak kapan Grace ngajar sekolah minggu?’

Tahun 1998 aku menikah dengan yayangku. Karna cari kost untuk suami istri di Yogya sulitnya bukan main dan mahal sekali, aku dengan rela hati, karna motiv cinta, keluar dari kemapananku di Yogyakarta dan memutuskan untuk hijrah ke Magelang, kota tempat suamiku bekerja, dan kota kelahirannya serta kota tempat mertua, dan semua ipar tinggal.

Sebagai menantu pendeta, mau tidak mau aku bantu pelayanan mertuaku.  Kembali departemen sekolah minggu disodorkan Tuhan padaku, dan dunia musik disimpan dalam kotak emas lalu digembok.  Tapi bedanya kali ini, dibandingkan dunia sekolah minggu yang aku geluti sejak SMP kelas dua adalah, kalau dulu aku sekedar jadi guru sekolah minggu biasa, dan tetap tekun di dunia pelayanan anak ini, tetapi kini aku diminta TUHAN lebih fokus lagi di dunia anak, memberi waktu lebih lagi, memberi perhatian lebih lagi.

Gereja mertua bukan gereja yang WAH secara gedung, lokasi nya jauh dari kota (11 Km), jemaatnya orang-orang sederhana, dan anak-anak sekolah minggunya tak lebih dari 40 anak, bahkan bisa dibilang tak lebih dari 20 anak.

Dibesarkan di keluargaku yang sangat mengejar yang namanya ilmu dan minimal gelar S-1 yang kata mamie saya ‘sebagai warisan dari papi dan mami adalah ilmu, mamie sangat ingin kalian semua jadi sarjana, karna ilmu tidak bisa dicuri dan tidak bisa hilang, ingat itu, mamie dan papie tidak bisa memberi warisan berupa harta yang banyak sekali’ Tentu saja aku protes kepada Tuhan, “Tuhan..buat apa aku susah-susah mengejar ilmu sampai S1, kalau ilmu musikku tidak terpakai Tuhan…untuk apa aku buang banyak waktu di sekolah minggu ini…?”

Dua tahun aku bergumul untuk berkata “Ya” dan sepakat dengan Tuhan. Hari itu Dito, anakku yang sulung sakit panas, padahal keesokan harinya dia ulang tahun umur 1 tahun. Aku masih ingat betul peristiwa itu. Sebuah gereja di Surabaya, GKI Pregolan Bunder, melamar kami berdua untuk pindah ke Surabaya dan mengajak saya menjabat sebagai direktur musik gereja di gereja tersebut. Tawaran yang menggiurkan untuk aku membuka kotak emas yang lama terpendam, yaitu dunia musik dan berencana untuk  kembali menjadi guru sekolah minggu biasa, tanpa beban yang sedemikian besar untuk menekuni dunia anak lebih mendalam.

Saat aku bergumul lebih dalam, akhirnya terjawablah pergumulan doaku dalam Roma 12: 1-2 dimana aku harus berkata ‘ya’ pada kehendak Tuhan sampai level kehendak Tuhan yang sempurna.

Aku putuskan untuk berkata tidak pada Surabaya dan berkata ya pada KALINEGORO, nama daerah dimana aku melayani di gereja mertuaku itu.

Enam tahun sisanya aku mulai menggeluti dunia anak, mulai dari membuat seminar untuk guru sekolah minggu di gereja lokal Kalinegoro itu. Seminar kecil yang tidak lebih diikuti oleh hanya mungkin 5 guru.  Mulai menulis materi sekolah minggu kecil-kecilan yang arsipnya sekarang sudah hilang ( saat itu belum mempunyai komputer dan rumah berpindah-pindah terus). Dan mulai membuat seminar untuk orang tua murid ( jemaat), intern gereja itu saja , dan dihadiri tidak lebih dari 10 pasang suami istri. Rajin menghadiri seminar pendidikan anak yang sering diadakan oleh GPDI Bayeman , Magelang/ Sekolah Pantekosta ( di kota).

Siapa yang menyangka ternyata makalah kecil-kecilan itu semua nantinya terpakai pada tahun 2010….sepuluh tahun kemudian.

Sempat juga membuat seminar skope kota Magelang, dan menghadirkan beberapa pembicara, saat itu bekerja sama dengan gereja Bethany Magelang, yang digembalakan  oleh adik ipar saya. Sempat juga saat itu membuat Family Camp kecil-kecilan untuk intern gereja kami, dan untuk itu saya jualan sirup sirsat buatan saya sendiri, yang buahnya diambil dari halaman rumah, jualan roti bakar dan ice juice yang hasilnya belih kurang dua juta kala itu. Pokoknya gila-gilaan, all out untuk Tuhan.

Delapan tahun berlalu, terhitung dari dua tahun tidak taat dan enam tahun digodog Tuhan di pelayanan anak. Tetap… musik gereja disimpan di dalam kotak emas.

Tahun 2006 kami pindah ke Madiun. Bergereja di GBI Bethany, Madiun. Ingin mencoba rasanya jadi wali murid biasa, mengantar Dito ( anak sulungku) ke sekolah minggu dan duduk manis di barisan wali murid. Hari pertama aku mengantar anandaku ke sekolah minggu, ya ampun…hatiku seperti disedot magnet yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata, dan daripada babak belur, atas kecintaanku pada Tuhan, aku memilih taat, segera aku bell pengurus sekolah minggu, dan menyatakan ingin mendaftar pelayanan anak. Hari pertama absensi dulu. Terus minggu berikutnya absensi lagi, bantu musik sekolah minggu, sampai lama-lama jadi guru cerita, sampai lama-lama jadi pembuat materi sekolah minggu, di bidang kurikulum.  Semua materi di gereja ini juga sebagain besar hilang, mungkin hanya tersisa 10 persen di komputer saya.

Dua tahun bergereja di sini dan karna satu dan lain hal yang tidak ingin saya publikasikan di sini, kami sekeluarga pindah ke GUPDI Madiun.

Di gereja ini juga mencoba tidak membicarakan masalah sekolah minggu dengan Tuhan, dan biarkan Tuhan sendiri yang mendorong saya ke arah sana, karna saya tercegat oleh status JEMAAT BARU PINDAH, sebuah status yang nggak enak banget kedengarannya, jika saya langsung terjun ke dunia anak di sana.

Sebuah ibadah berlangsung pada hari minggu, tidak ada angin, tidak ada hujan, tidak ada lagu yang bersinggungan, dan tidak ada khotbah yang terkait, saya berdiri mengikuti lagu terakhir menjelang pulang “El syadai…Elsyadai….” tiba-tiba sebuah suara bergulir di telinga saya “Katanya mau sampai nenek-nenek  ngajar sekolah minggu, mana buktinya…?” Saya seperti ditampar…muka saya memerah (sepertinya) dan saya teringat gurauan saya dengan teman saya di gereja yang dulu , saya memang pernah ngomong seperti itu….Nah lho…!! Dicatat ternyata semua perkataan saya. Malu banget ama Tuhan, nggak bisa mengelak….oh dunia anak…oh dunia anak !!

Kriiiiiing kriiiiiiing, begitu mungkin deringan di HP Ibu Gembala saya di GUPDI Madiun, Ibu Pdt Nathan. Saya yang ngebell beliau, biasa…..lapor kalau mau pelayanan anak. Beliau terkejut luar biasa, karna semenit sebelum saya menghubungi beliau, beliau juga berniat bell saya untuk membicarakan perihal yang sama PELAYANAN ANAK , yang mana beliau ingin saya mengajar sekolah minggu di gereja saya yang baru itu. Naaaah…..nggak bisa lari….nggak bisa lari ke mana –mana..!!

Pertama mengajar kelas BATITA, yang mana seumur-umur saya belum pernah mengajar kelas BATITA. Anehnya dalam doa Tuhan sudah memberi gambaran di ruangan itu lah nantinya saya mengajar, dan ternyata benar ruangan Batita itu adalah di ruangan itu.

Mengabsen dan mengabsen lagi…mulai dari nol adalah cap yang memang pantas disandang oleh jemaat pendatang baru.

Dua tahun kemudian, saya dipercaya memimpin KAA ( Komisi Anak-Anak) di gereja itu.

Januari 2010 pecahlah sebuah booooommmmm untuk anak-anak di Indonesia. Di tahun Ayin/ tahun mata inilah, Iblis meluncurkan boooom-nya untuk anak-anak di Indonesia dihypnotis audio dan diterapy gelombang otak. Hati saya terbakar dan mendidih. Ini rupanya, 8 tahun di Magelang, empat tahun di Madiun….hmmmmmmm 12 tahun berlalu, bergelut dengan dunia anak. Bergelut dengan diri sendiri, bergelut dengan gembok kotak emas, bergelut dengan toga saat wisuda, bergelut dengan hasrat ingin jadi wali murid biasa saja. Dan Tuhan pun menaruh boooooom lainnya di tangan saya, yaitu untuk hancurkan strategi iblis untuk hancurkan anak-anak Indonesia.

Semua hal Tuhan bukakan untuk melucuti kedok penipuan lembaga otak tengah cara dunia itu. Seminar pertama di gelar, di Madiun, di gereja GUPDI, seminar kedua digelar di GBT jlan Batanghari, Madiun, seminar ketiga digelar di GPDI Magelang.

Dasar pembicara baru, buat power point aja nggak jelas, tulisannya kecil-kecil, kalimatnya panjang –panjang, pokoknya power point teraneh.

Setelah itu seminar di GPDI Temanggung, dasar pembicara baru, salah pengucapan, Quotient saya baca Question. Ditegur oleh salah satu pakar di sana. Duh malunya.

Seminar di Semarang, dijebak oleh panitia penyelenggara yang ternyata adalah pemilik waralaba otak tengah cara dunia, hampir masuk penjara, kalau tercetus di mulut nama lembaga mereka, atau salah ketik dan menulis nama lembaga mereka…..untung itu semua tidak terjadi.

Dari semuanya itu…baru sadar bahwa 25 persen materi seminar itu adalah masih terkait dengan materi-materi yang dibuat jaman dahulu di KALINEGORO, yang diseminarkan tak lebih dari 10 guru sekolah minggu sebagai pesertanya.

Waktu terus berlanjut. Bulan Pebruari 2010 tiba. Ada buku bagus sekali di toko buku Karmel, di GUPDI Magelang, buku CREATIVE TEACHING karya Ibu Meilania Chen. Aku melongo membaca buku itu…bagaimana mungkin mengajar sekolah minggu kog tidak pakai metode story dulu, tetapi langsung game dan aktivitas sembari menyampaikan Firman Tuhan. Ooooh aku tak percaya sebelum mencoba.

DI GUPDI ada 3 kali jam ibadah raya, ( jam 6 pagi- tidak ada sekolah minggu) jam 07.30 jam khusus SM, jam 09.00 ( ada sekolah minggu siang), dan jam 17.00 ( ada sekolah minggu sore)

Kebanyakan guru SM suka mengajar di jam khusus SM yaitu di jam 07.30 itu, tetapi kurang bersemangat mengajar SM siang atau sore. Saya sebagai ketua KAA yang baru, memberi contoh, dan ikut menjadwalkan diri saya sendiri mengajar siang atau sore hari, bahkan ditengah-tengah tugas saya lainnya di jam-jam ibadah raya, sebagai keyboardis ibadah, WL atau sebagai Conductor atau sebagai pianis paduan suara.

Materi-materi di buku ajaib itu saya coba…dan hasilnya LUAR BIASA sekali !!!

Saya mencari kunci dari materi kreatif dari materi-materi yang ada di buku tersebut, apabila semua materi di buku itu habis, apakah saya akan kembali ke metode story…lagi dan lagi..yang terasa sudah sangat menjemukan?

Pertanyaan itu menari-nari di kepala saya, sampai saya bawa dalam doa , dan ternyata suatu hari, Tuhan bukakan semuanya, bahwa yang sudah saya seminarkan selama ini mengenai fungsi otak tengah, itu yang jadi kuncinya. Tanpa sadar sebenarnya saya sudah punya ilmu/teorinya, tetapi saya tidak menyadarinya bahwa justru itu kuncinya.

Horeeeeeeeeeeeee…saya bersorak, dan mulai Juni 2010, saya mulai menyusun materi sekolah minggu menggunakan metode Simultan/ serempak teori dan praktek, yang berbasis pada fungsi otak tengah, dan materi itu mulai diterapkan 2011, Januari.

Juni 2011 kami berpamitan pada GUPDI Madiun, karna akan kembali ke Magelang, mengikuti perintah atasan suami saya. Ingin rasanya saya menggelar Konser, sebagai kenangan terakhir untuk gereja ini, mengingat selama 3,5 tahun itu, saya menjadi pelatih paduan suara anak, remaja, dan dewasa serta mengelola ansamble musik di sana. ( Kotak musik itu telah dibuka lagi selama di Madiun, baik di gereja Bethany maupun di GUPDI) Tetapi pintu penggelaran konser tertutup rapat, yang terbuka adalah SEMINAR METODE KREATIF, waaaah hati saya berdebar. Suka mengajar, tapi untuk menjelaskan mengenai metode yang Tuhan bukakan berbasis otak tengah memang agak susah. Sempat tawar menawar dengan Tuhan ,dengan alasan, “Aku nggak tahu cara bikin makalahnya Tuhan, aku nggak tahu gimana cara jelasinnya…Aku ngerti tapi untuk jelasin ini tidak mudah..”

Tapi Tuhan janji akan bantu beri hikmat saat membuat makalah.

Benar saja..Juni 2011 lahirlah makalah pertama dari 500 METODE KREATIF. Kembali lagi lagu lama…..25 persen makalah ini juga adalah MAKALAH KUNO dulu yang pernah disampaikan di guru-guru SM Kalinegoro yang tak lebih dari 10 orang.

Juli 2011 pindah ke Magelang lagi…Magelang oh Magelang….

Materi sekolah minggu saat itu sudah sampai pada 6 bulan/ setengah tahun. Dipraktekkan di GPDI Magelang (Kota) , menyusul kemudian materi 6 bulan berikutnya, dan selesai materi setahun pada Januari 2013…Tiga tahun sudah…menulis, praktek di sekolah minggu, edit, dan edit lagi, ulang lagi, lagi dan lagi, dari Januari 2010-Januari 2013.

Sementara itu, seminar sudah bergulir di metode kreatif…sedang pemberantasan otak tengah cara dunia sudah diatur Tuhan tiap hari menggelar konser via Youtube.

Setia perkara kecil dalam hidup saya adalah:

  • Setia berkata ya pada Tuhan untuk ditempatkan di pelayanan anak yang sering diabaikan dan sering dianggap sepele. Pelayanan yang tidak sementereng pelayanan musik
  • Setia menulis makalah kecil-kecilan untuk seminar kecil-kecilan
  • Setia terus kembali pelayanan anak di beberapa gereja yang jadi rumah rohani kami
  • Setia ngabsen dan ngabsen lagi setiap kali pindah ke gereja baru
  • Setia belajar membuat Power Point, belajar editing film, setia belajar metode kreatif
  • Setia belajar membuat blog untuk mempromokan materi yang Tuhan beri, belajar Youtube dan belajar Tweeter..Facebook…dll (sebenarnya aslinya saya itu gaptek)
  • Setia pelayanan di gereja yang tampaknya ‘kecil’ secara mata jasmani manusia
  • Setia membuat bahan sekolah minggu ( walau beberapa bahan hilang- dipinjam dan tidak dikembalikan – padahal tidak ada arsip lain di komputer)
  • Setia melakukan perkara sepele seperti mengedit naskah sekolah minggu, mengarsip, mengupload di blog, dll

Tidak mudah memang, dan tidak instan.

Kuncinya Cuma satu….saat kita CINTA TUHAN, kita dimampukan untuk setia, karna CINTA adalah bahan bakar mobil bermerk SETIA.

Cinta itu pun tidak begitu saja dimiliki, tetapi setiap hari dipupuk di kaki Tuhan, dan Tuhan yang memberikan cinta membara itu.

Apa itu setia perkara kecil dalam hidup saudara…?

Saudara bisa menjawab sendiri pertanyaan itu.

Oleh-oleh dari TEMANGGUNG: ( 9 Mei 2013)
1. Menikmati banget naik angkutan umum, murah meriah oooouuuiii cukup dengan delapan ribu rupiah bisa meloncat dari Kalinegoro, menuju Temanggung,
2. Sudah dua kali ini , nggak bisa pergi ikut rekreasi bersama jemaat Kalinegoro, karna bertepatan dengan jadwal pelayanan di Temanggung, (selalu dua kalinya kog ya pas Temanggung booking tanggal duluan…nggak bisa batalin deh..!) Di situlah saya memang harus berkorban demi pelayanan, tapi untunglah ada PAPA DITO DAN MHEL yang siap temanin anak-anak rekreasi.
3. Saya salute dengan guru-guru dan anak-anak yang terlibat acara, mereka berdoa khusus selama 1 jam di pagi harinya untuk persiapan sore hari, dan banyak ibu-ibu yang mengambil puasa khusus untuk persiapan acara ini. DOA adalah salah satu cara yang membuat kita menjangkau apa yang tidak bisa dijangkau oleh tangan kita. Dan itu Tuhan kerjakan.
4. Guru-guru Temanggung dan para kakak-kakak remaja yang diperbantukan dalam acara ini, memang jago jago acting semua…gudang actor, pasalnya antara latihan yang saya saksikan paginya, dengan tampilnya, yaaaa ammmmpuuuun banyak improvisasinya…bener bener keren !!
5. Guru-guru Temanggung, memang kreatif, mereka membuat sendiri beberapa property , seperti sarung tinju, gelang lonceng, bendera kertas, mahkota bergambar musik, dll Kreatif, mau repot dan dilakukan dengan penuh inisiatif dan antusias semua untuk kemuliaan Tuhan.
6. Ada kelas wali murid ( jadi di jam sekolah minggu, para wali murid daripada ngrumpi dibikinkan kelas parenting sendiri- sembari menunggu ananda kelar) yang ikut tampil sebagai salah satu kelompok YOSAFAT, mereka tidak segan-segan berlutut dan tersungkur dalam penampilan mereka dan saya melihat sendiri mereka tekun berlatih, dan semua pakai jubah putih , beneran seperti di II Taw 20, jubah lenan halus…KEREN ABIS pokokny…Praise God !!
7. Ada jalan keluar yang Tuhan beri untuk masalah yang sedang saya hadapi , dan jalan keluar itu Tuhan berikan pada saat berada di Temanggung, ….waaaaauuuu Tuhan memberi aku master buku Jenius Cara Alkitab lewat sahabat di sana yang punya mesin copy digital…jadi printerku terselamatkan ..!! Haleluya..!! ( Tuhan itu memang tidak pernah membiarkan kita sendirian..!!!)
8. Yayangku walau capek habis rekreasi ke CUNTEL, mau jemputin daku malam harinya, jalanan macet, tetapi dia tidak mengeluh, semua anak-anak ikut jemput. Itulah penghiburanku…rasa capek semua serasa hilang setelah melihat jantung hati dan buah hati.
9. Ada pesan khusus dari Tuhan untuk kegerakan Tuhan buat umat-Nya di GPDI Temanggung. Huuuuuuuuuuuuu dahsyat banget !!
10. Dapat doa berkat dari Tante Sian, ketua Pelnap di sana. Amin, amin dan amin.
11. Sahabat aku di sana dipakai Tuhan memberkati buku-buku yang keren abiz. Puji Tuhan. Berkat melimpah.
12. Ada api membara dalam diriku untuk membawa praise and worship di dunia anak, dan ada perintah dari Tuhan untuk lebih banyak lagi memberi waktu pribadi praise and worship di rumah, sehingga di lain hari akan lebih dahsyat lagi untuk kemuliaan nama TUHAN .
13. Materi untuk trian praise and worship WL dan Singer dewasa, ternyata oleh hikmat yang Tuhan berikan, dapat disulap jadi materi anak, disampaikan dalam cara-cara yang bisa dimengerti anak-anak.
14. Dapat Klip keren tentang Tentara yang sedang berlatih dan juga kesaksian Advent Bangun.

Praise GOD ….!! Owsome God !!

BERPOSE BERSAMA ANAK-ANAK EE KIDS/ PENGINJIL CILIK YANG LUAR BIASA,  DI NCWC 2012 SENAYAN JAKARTA..
BERPOSE BERSAMA ANAK-ANAK EE KIDS/ PENGINJIL CILIK YANG LUAR BIASA, DI NCWC 2012 SENAYAN JAKARTA..

zwani.com myspace graphic comments

Penulis: jeniuscaraalkitab

Menjadi Alat di Tangan Tuhan untuk Mencetak Generasi Jenius bagi Kemuliaan Nama Tuhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s