CREATIVE TEACHING ( MATERI LAMA) – WORKSHOP BAGI GURU SEKOLAH MINGGU


MATERI CREATIVE TEACHING INI pernah disampaikan di beberapa tempat sbb:

1. di GPDI Petra Semarang, dengan materi di BAWAH INI  ( hanya dua macam: 1. cerita berseri dengan beragam alat peraga yang sudah ditentukan, 2. membuat berbagai macam gambar, dari kertas kue) – KARNA DI SEMINAR INI WAKTUNYA KHUSUS MEMBAHAS CREATIVE TEACHING- MAKA ADA TEORI DI AWAL, TETAPI DI KESEMPATAN LAIN, SAYA LANGSUNG AJAK PESERTA PRAKTEK-TIDAK LEWAT TEORI, MENGINGAT TERBATASNYA WAKTU)

2. di GPDI Temanggung, dengan hanya satu macam 1. cerita berseri dengan beragam alat peraga yang sudah ditentukan

3. di Workshop PELNAP JATENG, di Salatiga, dengan 4 macam

  • Cerita berseri dengan beragam alat peraga yang sudah ditentukan
  • Cerita yang sama oleh semua kelompok, dengan alat peraga yang beragam yang sudah ditentukan
  • Cerita yang berbeda, tetapi dengan alat peraga yang sama
  • Membuat aneka gambar dari kertas kue

4. di ret-reat Guru SM GBI Ambarawa, dengan 3 macam

  • Cerita berseri dengan beragam alat peraga
  • Cerita yang sama, tetapi dengan METODE BERBEDA YANG SUDAH DITENTUKAN
  • Membuat aneka gambar dari kertas kue

Berikut oleh-oleh dari ret-reat GSM GBI Ambarawa, 2013, Juli

UNTUK LEBIH LENGKAPNYA ANDA BISA UNDUH BEBERAPA DRAFT BERIKUT INI:

PRAKTEK ANEKA BAHASA GAMBAR   (SEMINAR GSM GPDI TEMANGGUNG DAN SEKITARNYA)

SESI V CREATIVE TEACHING  (WORKSHOP GSM PELNAP JATENG)

CREATIVE TEACHING  ( RET-REAT GSM GBI AMBARAWA)

Jika anda merasa tampilan di sini kurang pas dengan kolom kolom yang ada ( ini memang kelemahan wordpress), anda dapat download dengan klik tautan di bawah ini

KREATIF TEACHING – tayang net

Power Point dari seminar ini dapat anda download di sini

KREATIVE TEACHING

koleksi foto  WORKSHOP PELNAP JATENG dalam sesi V Creative Teaching

DENGAN ALAT PERAGA KOREK API DENGAN CERITA ANAK YANG HILANG

Lanjutkan membaca “CREATIVE TEACHING ( MATERI LAMA) – WORKSHOP BAGI GURU SEKOLAH MINGGU”

SEMINAR MEMBUAT ALAT PERAGA KREATIF


MEMBUAT ALAT PERAGA KREATIF

Siapa bilang untuk membuat alat peraga kita harus pandai menggambar?

Siapa bilang alat peraga hanya berupa gambar?

Siapa bilang alat peraga haruslah yang mahal?

Siapa bilang alat peraga harus beli?

Siapa bilang sampah tidak bisa disulap menjadi barang menarik dan berguna?

Lanjutkan membaca “SEMINAR MEMBUAT ALAT PERAGA KREATIF”

PELATIHAN 5 MACAM RESONANSI UNTUK GURU CERITA DAN PEMAIN DRAMA


Suatu malam, tiba-tiba telepon saya berdering, saya pun mengangkatnya. Tak diduga sama sekali, ternyata panggilan telpon itu dari sahabat saya masa kecil di Malang dulu, bahkan sama-sama bertumbuh sampai lulus SMA, kami satu sekolah minggu, satu remaja dan satu pemuda, serta bergabung dalam paduan suara dan vokal group yang sama. Sekarang beliau tinggal di Kalimantan Timur…wau jauh juga dari Magelang tempat saya tinggal sekarang ini.

Sudah puluhan tahun tidak kontak sejak tahun 1991- hingga sekarang…berapa tahun ya 20 tahun..wah lama juga ya….Akhirnya ngobrol sana sini. Saya pun berjanji padanya untuk menerbitkan rekaman via YouTube yang isinya melatih 5 macam resonansi.

Memang sudah  beberapa waktu belakangan ini saya merencanakan untuk membuat materi ini, tetapi agaknya hasil pembicaraan di telepon ini cukup mendorong saya untuk segera mewujudkannya di Blog JCA ini. Puji Tuhan…atas terwujudnya video pengajaran ini, ditengah kesulitan mencari waktu yang tepat.

Pelatihan ini sangat berguna bagi kita, agar pada saat kita bercerita atau bemain drama kita dapat menggunakan kekayaan 5 macam resonansi ini.

Selamat belajar, dan Tuhan memberkati pelayanan anda

====================

LIMA MACAM RESONANSI, VOKAL TUTORIAL, SERI 1

Pelatihan ini berguna untuk , Anda , sebagai :

-pemain drama- guru cerita sekolah minggu- narator- orator -pengkotbah- penyiar radio -pembaca berita- MC-WL-Singer, dll

Ikuti 7 klip ini secara sertahap:

klip 1 adalah pendahuluan

klip 2 landasan teori

klip 3 resonansi dada

klip 4 resonansi dada untuk bercerita

klip 5 resonansi dada dan leher

klip 6 resonansi mulut

klip 7 resonansi hidung dan kepala

selamat belajar…Tuhan beserta Anda….!

Lanjutkan membaca “PELATIHAN 5 MACAM RESONANSI UNTUK GURU CERITA DAN PEMAIN DRAMA”

MELODY HARVEST (3 BULAN) MERESPON FIRMAN TUHAN


Anak  bayi berusia tiga bulan pun sudah dapat meresponi Firman Tuhan. Itulah salah satu alasan mengapa kita perlu membuka kelas bayi di gereja kita.

Saya sertakan rekaman Melody Harvest Elnerd Widiono, yang lahir 15 Desember 2010 serta pada saat rekaman ini ia berusia 3 bulan. Dalam rekaman ini, suami saya sedang bercerita padanya. Saya mendorong para ayah ikut terlibat dalam pertumbuhan iman anak-anak.

GAYA BAHASA YANG SALAH DARI PARA PENDIDIK


GAYA BAHASA YANG SALAH DALAM MENDIDIK ANAK

Power Point makalah ini dapat anda download dengan klik tautan berikut ini:

GAYA BAHASA PENDIDIK YANG POSITIF PADA ANAK

AMSAL 18:21

Hidup dan mati dikuasai lidah,

siapa suka menggemakannya,

akan memakan buahnya.

Apa arti ayat tersebut ? kalau anda memakai lidah untuk menggemakan kehidupan-kehidupan-kehidupan…..anda akan memakan buah kehidupan

Sebaliknya jika anda memakai lidah anda untuk menggemakan kematian-kematian-kematian…anda akan memakan buah kematian

Apa maksudnya menggemakan kehidupan ? Perkataan yang baik, yang membangun, menguatkan, menasehati, dll

Apa maksudnya menggemakan kematian ? Perkataan mengutuk, menuduh…dan masih banyak lagi (yang nanti kita akan jelaskan lebih jauh di tulisan berikut ini )

Mengapa saya terdorong untuk menulis materi ini ? Karna dari hasil pengamatan saya ada banyak sekali gaya bahasa yang salah yang diucapkan oleh para orang tua murid maupun oleh guru sekolah minggu, maupun oleh para pendidik di sekolah umum

Sebuah kue yang sudah siap dimakan, dan pada saat dimakan ada sesuatu yang aneh, misalnya karna gosong, atau karna bumbunya kurang pas, atau pun bisa karna ada campuran bahan yang berlebih atau bisa juga karna proses pematangan yang kurang pas, bisa dinilai dari rasa kue itu setelah di makan, atau bisa juga dinilai dari penulisan resep-nya yang kurang pas. Itulah sebabnya saat membaca sebuah resep, biasanya saya akan cari resep pembanding, dan saya pilih resep mana yang lebih teliti, baik dari bahan, ukuran, cara, urutan, serta saran penyajian. Pernah suatu kali saya memasak Makaroni schootel, dan hanya membaca dari satu resep, ternyata setelah dipanggang/ oven cukup lama tidak matang-matang juga, dalamnya masih lembek. Akhirnya saya mencari resep lain, dan barulah saya tahu, mestinya dikukus dulu baru di oven, saya coba, dan ternyata berhasil, harus dikukus dulu baru kemudian dipangang.

Demikian juga dengan gaya bicara. Bisa saja saya menteorikan begini begitu gaya bicara yang benar dan seharusnya, tetapi tidak salah juga kalau saya bertolak dari apa yang sudah salah (ibarat:dari kue yang sudah matang), membahasnya, dimana kesalahannya, dan baru kemudian mencontohkan gaya bahasa yang benar (ibarat : memperbaiki resep yang kurang teliti tadi)

Apakah anda siap terkejut dan siap berubah…?

Perubahan bukanlah perubahan sampai terjadi perubahan.

  1. “Dasar anak bodoh…gitu aja nggak bisa…!”

Inilah yang disebut GAYA BAHASA MENGUTUKI ANAK.

Lanjutkan membaca “GAYA BAHASA YANG SALAH DARI PARA PENDIDIK”

ANDAIKAN IBADAH ANAK ADALAH SEBUAH PANGGUNG SANDIWARA


ANDAIKAN IBADAH ANAK

ADALAH

SEBUAH PANGGUNG SANDIWARA……

 

Apa sajakah unsur sebuah panggung sandiwara itu?

  • Aktor dan Aktris
  • Sutradara
  • Panggung
  • Naskah / Skenario
  • Penonton
  • Produser/ Penyelenggara
  • Dekorasi/ Latar Belakang Panggung/ Layar/ Lighting / dll

Dan kalau diibaratkan ibadah anak itu adalah sebuah panggung sandiwara, …..kebanyakan dari kita akan menjabarkan sebagai berikut…

  •  Aktor dan Aktris…………nya adalah GURU SEKOLAH MINGGU
  • Sutradara……………………nya adalah GURU SEKOLAH MINGGU
  • Panggung…………………..nya adalah KELAS SEKOLAH MINGGU
  • Naskah / Skenario……….nya adalah MATERI SEKOLAH MINGGU bisa berupa BUKU BAHAN MENGAJAR, dll
  • Penonton……………………nya adalah MURID SEKOLAH MINGGU
  • Produser/ Penyelenggara……………………..nya adalah DEPARTEMENT ANAK di gereja Anda

Lanjutkan membaca “ANDAIKAN IBADAH ANAK ADALAH SEBUAH PANGGUNG SANDIWARA”