Andalan

PEMBAPAKAN DAN PENGIBUAN GENERASI OLEH ELIA AKHIR ZAMAN- edit Agustus 2019


FREE DOWNLOAD MATERI SEMINAR PEMBAPAKAN DAN PENGIBUAN GENERASI

PEMBAPAKAN

Mohon maaf, saya sudah berusaha upload power point tetapi tidak berhasil, mungkin karena file terlalu besar.

 

SESI XII

IBADAH PENUTUP DAN PENGUTUSAN

 

PEM-BAPAK-AN

DAN PENG-IBU-AN GENERASI

Disusun dengan anugerah Tuhan oleh Grace Sumilat S.MG

 

GENERASI YANG DILANDA FATHERLESS

Fatherless, adalah sebuah kondisi yang sangat memprihatinkan, bilamana terjadi tidak hadirnya atau tidak berfungsinya seorang ayah pada sebuah generasi.

Bagaimana Fatherless bisa terjadi?

  • Melalui perceraian yang memisahkan anak-anak dari ayahnya. Angka perceraian yang terus meningkat di akhir zaman ini semakin mencetak lebih banyak lagi generasi fatherless.
  • Melalui kesibukan seorang ayah dalam pekerjaannya, yang tidak memiliki keseimbangan dengan kehidupan berkeluarga, membuat banyak sekali anak-anak yang memiliki ayah, tetapi tidak merasakan fungsi seorang ayah.
  • Melalui kematian ayah
  • Melalui keterpisahan karena pekerjaan ayah yang jauh di luar kota.
  • Melalui ketiadaan figur ayah, karena seorang ayah yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya ( karena berbagai faktor penyebab hal ini)
  • Melalui seorang ayah yang meninggalkan keluarganya begitu saja, atau meninggalkan keluarganya karena dipenjara/ menjalankan proses hukum
  • Melalui seorang ayah yang tidak harmonis dengan ibu dan tidak memperdulikan anak-anaknya
  • Melalui sebuah hubungan sex di luar nikah yang menyebabkan anak-anak dilahirkan tanpa ayah secara hukum dan secara kehadiran
  • Melalui sebuah kelahiran seorang anak akibat adanya seorang perempuan yang menjadi korban perkosaan.
  • dll

Fatherless? Beberapa temuan yang didokumentasikan dari buku Father’s Connection by Josh; (http://www.kepunton.com/GBIS/berita-305-fatherhood.html)

  • Ketidakhadiran ayah merupakan faktor utama yang lebih kuat dari kemiskinan yang menyebabkan anak-anak dibawah umur melanggar hukum/memberontak (Dr. Loren Mosher);
  • Kehadiran dan percakapan dengan ayah secara khusus pada saat makan malam, telah merangsang seorang anak untuk berprestasi lebih baik di sekolah (Dr. Marthin Deutsch);
  • Ketidakhadiran ayah secara emosi maupun fisik mengakibatkan rendahnya motivasi untuk pencapaian, ketidak mampuan untuk membedakan kenikmatan sesaat dengan akibat yang akan datang, rendah diri, dan cenderung dipengaruhi oleh kelompok dan pelanggaran hukum anak di bawah umur (DR Armand Nicholi).

 

Bagaimana bila memang ayah jasmani daripada generasi ini tidak hadir dan juga tidak berfungsi? Ada dari antara para ayah ini bisa pulih, tetapi tidak sedikit dari antara para ayah ini juga tidak bisa pulih.

Maka kita sebagai pembimbing rohani daripada generasi ini, kita harus memposisikan diri kita untuk membapaki mereka dalam Fatherhood. Mengapa ini wajib? Karena Tuhan mau kita berjalan dalam roh dan kuasa Elia di akhir zaman ini. Bergerak untuk membapaki dan mengibui generasi ini.

 

BERJALAN DALAM ROH DAN KUASA ELIA

 

Maleakhi 4: 5-6

Sesungguhnya Aku akan mengutus Nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu.

Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya ( RESTORASI KELUARGA) supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.

LEB He will change parents’ attitudes toward their children and children’s attitudes toward their parents. If not, I will come and reclaim my land by destroying you.”
NRSV ©

 

bibleoremus Mal 4:6

He will turn the hearts of parents to their children and the hearts of children to their parents, so that I will not come and strike the land with a curse.
REB He will reconcile parents to their children and children to their parents, lest I come and put the land under a ban to destroy it.

 

Lukas 1: 15-17

Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya.

Ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada TUHAN, Allah mereka, ( RESTORASI ROHANI BANGSA)

Dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan

hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi TUHAN suatu umat yang layak bagi-Nya.

 

Mari kita padukan kedua ayat ini, dengan perenungan sbb:

 

Hari Tuhan yang besar dan dahsyat itu bisa berarti kedatangan Mesias di eranya Yohanes Pembabtis.

Hari Tuhan yang besar dan dahsyat itu juga bisa berarti kedatangan Kristus kedua kaliNya

Yohanes Pembabtis adalah nabi yang berjalan dalam roh dan kuasa Elia, untuk mempersiapkan kedatangan Kristus sebagai Mesias.

Kita adalah Elia-Elia akhir zaman yang juga mempersiapkan suatu umat yang layak bagi kedatanganNya ke dua kali, di akhir zaman.

 

Ketika tidak didapati suatu umat yang layak bagiNya, maka yang terjadi adalah Tuhan akan memukul bumi sehingga musnah.

Oleh karena itulah, agar Tuhan tidak memukul bumi hingga musnah, diperlukan Elia-Elia akhir zaman yang melakukan RESTORASI KELUARGA

Tugas Yohanes Pembabtis melakukan RESTORASI BANGSA ternyata dibarengi juga dengan tugas untuk melakukan RESTORASI KELUARGA

Kunci daripada restorasi bangsa adalah restorasi keluarga.

 

Frase ini pada Maleakhi ‘dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya’ TIDAK ADA DI LUKAS

Tetapi frase ini pada  Lukas ‘dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar’ TIDAK ADA DI MALEAKHI

Kedua frase ini sinonim

Versi Lukas menjelaskan apa yang ditulis di Maleakhi

Artinya ketika hati orang tua ( hati bapa di beberapa versi terjemahan dalam bhs Inggris diterjemahkan sebagai Parent/ orang tua, jadi itu termasuk hati bapak dan hati ibu ) berbalik pada anak-anaknya, maka hati anak-anak juga akan berbalik pada orang tuanya.

Nah ketika anak-anak berbalik pada orang tuanya, yang terjadi adalah, akan ada pertobatan pada orang-orang durhaka ( kaum pemberontak) sehingga mereka menjadi orang orang yang berpikir secara benar ( PERUBAHAN PARADIGMA/ RESTORASI PARADIGMA)

Perubahan paradigma salah satunya dan yang paling fundamental/ mendasar adalah melalui RESTORASI KELUARGA.

Jadi gampangnya kronologis/ urut-urutan peristiwanya sbb:

  • Elia akhir zaman dipenuhi Roh Kudus
  • Elia akhir zaman merestorasi bangsa
  • Elia akhir zaman merestorasi bangsa dan juga merestorasi keluarga
  • Restorasi keluarga dimulai dari restorasi para orang tua terhadap anak-anak mereka
  • Restorasi keluarga dilanjutkan dengan restorasi anak-anak terhadap orang tua mereka
  • Ketika restorasi terjadi anak-anak yang memiliki pola pikir durhaka ( pemberontak) berubah menjadi anak-anak yang berpikir secara benar, restorasi paradigma terjadi
  • Ketika restorasi keluarga dan restorasi paradigma ini terjadi maka yang terjadi adalah terwujudnya suatu umat yang layak bagi-Nya
  • Ketika umat yang layak bagi-Nya terwujud, maka Tuhan tidak akan memukul bumi sehingga musnah

 

Apa hubungannya antara restorasi keluarga dengan restorasi bangsa adalah….

  • Ketika orang tua berfungsi dengan baik, maka anak-anak juga akan taat dan hormat pada orang tua
  • Ketaatan dan penghormatan pada orang tua akan memunculkan daftar berkat sbb
    • Lanjut umur ( keluaran 20:12
    • Baik keadaanmu ( ulangan 5:16)
    • Berbahagia ( efesus 6:1)
    • Mendapat tanah dari tuhan/ property ( keluaran 20:12)
  • Ketika setiap pribadi mendapatkan ini , maka restorasi bangsa pasti otomatis terjadi.

Oleh karena itu, generasi yang fatherless/ motherless harus dilayani dengan Pembapakan dan Pengibuan Generasi secara Rohani, dalam hubungan ayah dan ibu rohani di dalam TUBUH KRISTUS.  Semua itu dikarenakan,  tidak tentu restorasi dapat terjadi pada keluarga inti, tetapi mesti dimunculkan Elia-Elia di akhir zaman untuk menghadirkan restorasi generasi yang berdampak pada restorasi bangsa. Kitalah Elia-Elia itu !!

 

DIMULAI DARI

BAGAIMANA TUHAN MENJADI AYAH DAN IBU BUAT KITA

Permulaan bagaimana guru mengalami Tuhan sebagai ayah dan ibu, menjadikan seorang guru dapat menjadi ayah dan ibu bagi generasi yang Tuhan percayakan.

Sifat seorang ibu juga ada pada TUHAN. Karena Tuhan menciptakan pria dan wanita serupa dan segambar dengan Allah. Namun kita tidak pernah menyebutnya sebagai Tuhan Ibu. Kita tetap memanggil Dia, Bapa yang Kekal.

  1. Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun Tuhan menyambut aku. Itu adalah kalimat yang keluar dari mulut Daud. Mazmur 27:10
  2. Induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya- adalah AYAM BETINA. Matius 23:37
  3. KasihNya lebih dari kasih seorang ibu. Yesaya 49:15. Tuhan juga memiliki naluri keibuan di dalam Pribadi-Nya

 

BUKAN MASALAH GENDER

I Tes 2: 7, 11

I Tesalonika 2:11

Kamu tahu betapa kami, seperti bapa terhadap anak-anaknya, telah

  • menasihati kamu
  • dan menguatkan hatimu seorang demi seorang,
  • dan meminta dengan sangat, supaya kamu hidup sesuai dengan kehendak Allah, yang memanggil kamu ke dalam Kerajaan dan kemuliaan-Nya.

I Tesalonika 2:7

Tetapi kami

  • berlaku ramah di antara kamu,

sama seperti seorang ibu

  • mengasuh
  • dan merawati anaknya.
  • Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi

Bagi jemaat di Tesalonika, Rasul Paulus yang adalah seorang Laki-laki, menempatkan diri selain sebagai bapa bagi mereka, juga sebagai ibu bagi mereka.

Seorang laki-laki yang melakukan pembapakan , tetapi juga melakukan fungsi peng-ibu-an bagi generasi.

Seorang perempuan yang melakukan peng-ibu-an, tetapi juga melakukan fungsi pembapakan bagi generasi.

Kita semua dipanggil untuk bukan hanya sebagai pendidik, melainkan sebagai Bapak atau Ibu rohani bagi generasi yang Tuhan percayakan dalam keluarga rohani kita.

 

Tugas AYAH

3 Fungsi ayah menurut I Tes 2: 11-12 adalah

  • menasehati,
  • menguatkan hati (menghibur-mendorong),
  • meminta dengan sangat/ mendisiplin

agar kita hidup sesuai dengan kehendak Allah. Ketiga hal ini sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter

Amsal  1;7, Mal 4:6 , I Tes 2: 11-12

Fungsi ayah adalah mempengaruhi kelangsungan bumi, pelayanan terpenting dalam keluarga dipegang oleh seorang ayah/suami.

Ayah/ laki-laki diciptakan Allah untuk menjadi penghasil, pemecah masalah dan berprestasi.

Apa tugas IBU ?

3 Fungsi ibu menurut I Tes 2:7 -8 adalah

  • mengasuh,
  • merawat,
  • mengasihi

Mengajar anak-anak takut akan Tuhan (Ams 1:7)

Ibu/Wanita diciptakan Allah untuk membangun hubungan

  1. Ibu sebagai seorang GURU yang mengajari anak-anaknya (Amsal 6:20) yang JANGAN DISIA-SIAKAN.

Supaya tidak disia-siakan- jangan jadi ibu yang cerewet ! Tapi kita harus dapat mengajar dengan efficient.

Supaya tidak menghasilkan generasi bebal, kita jangan suka bertengkar dengan siapa saja ( suami, anak, dll) Amsal 19:13

  1. Ibuku sekaligus sebagai seorang PENGASUH ( I Tesalonika 2: 7-8)
  2. Ibuku sekaligus sebagai seorang PERAWAT ( I Tesalonika 2: 7-8)
  3. Ibuku sekaligus sebagai seorang yang memberikan KASIH SAYANG  ( I Tesalonika 2: 7-8)
  4. Ibu harus bergandengan tangan dengan ayah KOMPAK dalam mendidik dan mengajar anak. (Amsal 1:8)- ini adalah perkataan Daud pada Salomo agar Salomo tidak menyia-nyiakan ajaran ibunya.

 

BELAJAR DARI ALKITAB

TENTANG BAGAIMANA MENJADI AYAH DAN IBU BAGI GENERASI

Sapaan  normal seorang ayah kepada anak kandungnya, tercatat dalam beberapa bagian Alkitab berikut ini;

  1. Sapaan Zakharia kepada anaknya, Yohanes Pembabtis, dalam nyanyian nubuatannya ; “hai anakku” Lukas 1:76
  2. Sapaan Ishak kepada Yakub, yang pada saat itu disangkanya sebagai Esau “Lekas juga engkau mendapatnya, anakku!” Kejadian 27:20
  3. Sapaan normal Ribkah kepada Yakub sebagai seorang ibu kepada anaknya. Kejadian 27:43
  4. Sapaan normal Naomi kepada anak menantunya “Pulanglah, anak-anakku, ..” Rut 1:11. Sapaan yang sama dapat kita lihat di Rut 1:12, 2:2, 3:1, 16
  5. Sapaan normal Imam Eli kepada Hofni dan Pinehas, anak-anaknya. I Sam 2:24
  6. Sapaan normal seorang ayah angkat kepada anak angkatnya, yaitu sapaan Imam Eli kepada Samuel. I Sam 3:16. Dari panggilan Eli kepada Samuel, dan sebaliknya Samuel kepada Eli, kita bisa tahu bahwa Imam Eli memperlakukan Samuel seperti anaknya sendiri.
  7. Sapaan normal Saul kepada Daud sebagai menantunya I Sam 24:17
  8. Sapaan normal raja Daud kepada anaknya, Absalom. II Samuel 19:4, atau kepada anaknya, Salomo I Tawarikh 22:7, 11

Kesimpulan, tidak semua penyebutan “Anakku”, atau “Bapa.”, mengandung unsur pembapakan rohani, melainkan ada juga penyebutan ini hanya berlangsung secara normal/ alamiah. Contoh, Samuel memanggil Eli dengan sebutan “Bapa.” Tidak memiliki dampak apa-apa dalam hidup Samuel, karena tidak tercatat bagaimana Eli membapaki Samuel. Berbeda kasus dengan Elisa memanggil Elia dengan sebutan “Bapa.” Memang terjadi pembapakan dari Elia kepada Elisa.

 

PEMBAPAKAN ROHANI OLEH BAPA, YESUS DAN ROH KUDUS

  1. Bapa surgawi kita sebut. BAPA II Korintus 6:18. Bapa menyebut Israel sebagai ‘anak-anak-Ku’ Yeremia 3:22. Israel sebagai Anak Sulung-Ku Keluaran 4:22
  2. Roh Kudus membuat kita bisa berseru “Ya Abba, ya Bapa.” ( Galatia 4:6)
  3. Yesus mengajarkan doa BAPA KAMI, dengan menyebut Dia dengan sebutan “ Bapa.”
  4. Yesus juga adalah Bapa kita ( Yesaya 9:6)
  5. Inilah yang terjadi pada Yesus, dalam pelayanan-Nya
    1. Sapaan Yesus kepada murid-murid-Nya ketika Dia sedang bercakap-cakap dengan mereka

Yohanes 13:33 “Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu.

Markus 10:24 “Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”

  1. Sapaan Yesus kepada murid-muridNya yang kembali menangkap ikan setelah kebangkitan-Nya

Yohanes 21:5 Kata Yesus kepada mereka:

“Hai anak-anak, adalah kamu mempunyai lauk-pauk?” Jawab mereka: “Tidak ada.”

  1. Yesus mengajak Maria, Ibu-Nya untuk meng-ibu-i Yohanes, murid-Nya yang dikasihi-Nya , dan mengajak Yohanes menganggap Maria seperti ibunya sendiri

Yohanes 19:26  “Ibu, inilah anakmu!”

Yohanes 19:27  “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.

  1. Sapaan Yesus kepada seorang anak yang umurnya kira-kira 12 tahun, yang mati dan dibangkitkanNya:

Lukas 8:54 Lalu Yesus memegang tangan anak itu dan berseru, kata-Nya:

“Hai anak bangunlah!”

Markus 5:41 Lalu dipengang-Nya tangan anak itu, kata-Nya; “talita kum,” yang berarti:

“Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!”

  1. Sapaan Yesus kepada orang dewasa yang disembuhkanNya

Markus 2: 5 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu:

“Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!”

Versi kitab Matius 9:2  juga sama, Yesus menyapa orang lumpuh itu dengan sbb

 

“Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.”

 

  1. Sapaan Yesus kepada perempuan pendarahan yang disembuhkanNya

Lukas 8:48 Maka kata-Nya kepada perempuan itu:

“Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!”

Versi Markus 5:34 juga sama, dikatakan Yesus

“Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!”

Versi Matius 9;22 juga sama, dikatakan Yesus

“Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.” Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.

  1. Bahkan dalam perumpamaan-Nya-perumpamaan-Nya sekalipun, Yesus juga memakai sapaan sbb;

Lukas 15: 31

Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.

 

Matius 21:28 Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: “Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur.

 

Lukas 16:25 Tetapi Abraham berkata : Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.

 

Perumpamaan ini menekankan bahwa orang Yahudi selalu merasa aman, karena mereka merasa bahwa mereka adalah keturunan Abraham secara lahiriah.

Pada perumpamaan ini, dikatakan Abraham menyebut orang kaya ini dengan sebutan “Anak.”

Yesus menyebut orang Israel sebagai anak-anak-Nya. Matius 15:26

  1. Yesus menangisi Yerusalem, dan menganalogikan Yerusalem dengan diriNya seperti anak-anak ayam dengan induknya. Matius 23:37

 

BAGAIMANA BISA MENJADI AYAH  dan IBU ROHANI

BELAJAR DARI PAULUS SEBAGAI AYAH SEKALIGUS IBU ROHANI

 

Paulus juga memiliki Ibu rohani,  yaitu ibunya Rufus yang bagi rasul Paulus juga seperti ibunya sendiri Roma 16:13

Inilah yang ditulis Rasul Paulus pada suratnya kepada jemaat di Korintus, dalam terang Roh Kudus:

Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa. Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu. ( I Korintus 4:15)

 

PENDIDIK; paidagogos

PENDIDIK/ PAIDAGOGOS yaitu tutor atau wali dan pembimbing anak laki-laki. Di antara orang Yunani dan Romawi, pendidik/ paidagogos ini adalah budak yang bisa dipercaya untuk diberi tugas mengawasi kehidupan dan moral anak laki-laki agar mereka memilki kehidupan moral yang lebih berkelas. Anak-anak ini tidak diperbolehkan begitu banyak keluar rumah tanpa pengawasan mereka, sebelum mereka mencapai usia dewasa.

 

PENDIDIK DALAM KRISTUS

Pendidik dalam Kristus, adalah seorang pembimbing yang mengarahkan generasi ini secara moral, dengan nilai-nilai Kristiani, dengan standart karakter Kristus. Ternyata itu saja tidak cukup, melainkan harus masuk lebih dalam pada suatu PEMBAPAKAN GENERASI, karena pembapakan generasi adalah sesuatu hal yang berbeda dari hanya sekedar menjadi TUTOR/ PEMBIMBING ROHANI.

Ketika Rasul Paulus memberitakan injil kepada jemaat Korintus, dialah yang melalui injil Kristus, sah menjadi seorang bapa rohani buat mereka. Darah Yesus yang sama yang telah mengalir di  hati Paulus maupun di hati jemaat Korintus yang telah menerima karya Salib Kristus dan mengalami kelahiran baru di dalam Yesus. I Korintus 4:15

Banyak pendidik dalam Kristus, bahkan beribu-ribu, mereka bisa berupa pengkotbah, pembimbing rohani, rohaniawan, leader, cell group leader, penulis buku rohani, penyiar radio rohani, penulis lagu rohani,  dll. Tetapi tidak semua dari mereka adalah BAPAK ROHANI yang membapaki hidup kita. Tidak semua dari mereka adalah IBU ROHANI yang meng-ibu-i hidup kita

Banyak kali kita melakukan pengajaran, menjadi seorang Guru Sekolah Minggu, namun tidak semua dari kita telah menjalankan PEMBAPAKAN GENERASI dan PENG-IBU-AN GENERASI

Memastikan tiap anak didik menerima injil Kristus adalah syarat mutlak seorang bapak rohani dan seorang ibu rohani, yang ‘memperanakkan’ / dengan menyemaikan benih iman yang lahir dari pendengaran akan Firman Kristus  ( Roma 10:17), dan yang ‘mengalami sakit melahirkan’ untuk memperkenalkan mereka pada karya Salib Kristus.   (Galatia 4:19)

 

INILAH YANG DILAKUKAN RASUL PAULUS

UNTUK MENJADI SESEORANG YANG MEM-BAPAK-I  DAN MENG-IBU-I GENERASI

  1. Menegor anak rohani dengan motivasi terbesar adalah KASIH.

I Korintus 4: 14

Hal ini kutuliskan bukan untuk memalukan kamu, tetapi untuk menegor kamu sebagai anak-anakku yang kukasihi.

Tidak memakai cara-cara yang mempermalukan di depan umum, mengecam dan  menghakimi dengan kata-kata yang tajam,  menghancurkan keberhargaan diri, mematikan semangat.

Tetapi memakai cara-cara menegor seperti seorang bapa/ayah/papa yang merindukan pertobatan anak tanpa menginginkan kejatuhannya sama sekali.

Meminta anak-anak rohaninya membuka hati selebar-lebarnya untuk kemudian siap ditegur oleh seorang ‘ayah rohani’. Perhatikan setelah ayat 13 berikut ini, isi surat Paulus kepada jemaat Korintus adalah nasihat dan teguran.

II Korintus 6:13

Maka sekarang, supaya timbal balik—aku berkata seperti kepada anak-anakku–:Bukalah hati kamu selebar-lebarnya!

  1. Rasul Paulus meng-ibu-i jemaat Galatia, dengan cara rela menderita sakit bersalin, seperti seorang perempuan yang melahirkan, demi supaya rupa Kristus menjadi nyata di dalam mereka. Kerinduan Paulus yang sangat besar agar jemaat Galatia hidup dalam kebenaran ( Galatia 4:16), membuat Paulus berani menyatakan kebenaran kepada mereka. Bagaimana kalau hal ini membuat mereka jadi memposisikan diri Paulus sebagai seorang musuh? Di sinilah Paulus siap menderita ‘sakit bersalin’ sekali lagi, bukan untuk sebuah kelahiran baru mereka di dalam Kristus, tetapi untuk supaya anak-anaknya ini bisa hidup serupa Kristus. Dia menyebut mereka ‘anak-anakku’

Galatia 4:19 Hai anak-anakku, karena kamu aku menderita sakit bersalin lagi, sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu.

  1. Meng-ibu-i jemaat Galatia membuat Rasul Paulus dilanda rindu untuk berada di tengah-tengah mereka lagi, yang mana perjumpaan secara langsung tidak dapat digantikan dengan cara-cara lain selain kehadiran di tengah-tengah mereka, layaknya ibu yang langsung dapat berbicara dengan lebih leluasa saat berhadapan dengan anaknya secara langsung.

Galatia 4:20 Betapa rinduku untuk berada di antara kamu pada saat ini dan dapat berbicara dengan suara yang lain, karena aku telah habis akal menghadapi kamu

  1. Paulus menyebut Onesimus sebagai ‘anakku yang kudapat selagi aku dalam penjara.’ (Filemon ayat 10) Bahkan Rasul Paulus menyebut Onesimus sebagai ‘dia, yaitu buah hatiku.’ (Filemon ayat 12) Sebagai bapa rohani bagi Onesimus, Rasul Paulus memperjuangkan status Onesimus di hadapan Filemon dari hamba menjadi saudara yang kekasih ( Filemon 16), dengan menghadirkan Tuhan di antara mereka. Rasul Paulus pun memperjuangkan penerimaan Onesimus, oleh Filemon, agar Filemon menerima Onesimus seperti menerima dirinya sendiri. ( Filemon 17) Rasul Paulus mau menanggung hutang Onesimus kepada Filemon, menanggung semuanya. ( Filemon 18-19) Walaupun sebenarnya Filemon juga buah dari pelayanan Paulus, Paulus tidak mau memanfaatkan hal itu.  ( Filemon 19) Sebagai seorang ayah rohani, Rasul Paulus siap menanggung hutang Onesimus.
  2. Membapaki sampai sang anak rohani, sampai si anak rohani ini, siap menjadi duta yang siap mempresentasikan gaya hidup sang ayah rohani tersebut, di dalam Kristus Yesus,  serta siap meneruskan kembali pengajaran-pengajaran dari sang ayah rohani tersebut, yang memiiki standart umum, yang mana pengajaran tersebut juga sesuai dengan gaya hidup sang ayah rohani. Jadi kedatangan sang anak rohani sebenarnya sama saja dengan menghadirkan sang ayah rohaninya. Gaya hidup dan pengajaran yang paralel, yang ditongkatestafetkan lewat pembapakan generasi. Tidak heran, Paulus menggunakan kata ‘anakku yang kekasih dan yang setia dalam Tuhan’ untuk menyebut Timotius sebagai duta dirinya.

I Korintus 4:17

Justru itulah sebabnya aku mengirimkan kepadamu Timotius, yang adalah anakku yang kekasih dan yang setia dalam Tuhan. Ia akan memperingatkan kamu akan hidup yang kuturuti dalam Kristus Yesus, seperti yang kuajarkan di mana-mana dalam setiap jemaat.

Anakku yang kekasih; adalah sebuah penggarisbawahan ekspresi kasih dari seorang bapa/ayah/papa.

Yang setia dalam Tuhan adalah sebuah penggarisbawahan suatu kentinuitas, intensitas, proses yang panjang, dan bukanlah sebuah proses instan. Ada Tuhan di antara mereka sebagai bentuk hubungan segitiga antara Tuhan, Paulus dan Timotius.

  1. Berbicara kepada generasi dengan sapaan seorang ayah kepada anak-anaknya, dengan kata “Hai anak-anak…” memposisikan diri sebagai ayah buat mereka, bukan menggurui, tetapi nasihat yang lahir dari seorang ayah kepada anak-anaknya.

Kolose 3:20 Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan.

Efesus 6:2 Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.

  1. Menjadikan Timotius anak rohaninya, dan memberikan kepada Timotius kata-kata penguatan/ kata-kata dorongan/ kata-kata motivasi. Inilah yang membedakan antara ‘spirit ayah rohani’ dengan’spirit kompetitor’ Seorang ayah rohani tidak akan takut tersaingi oleh muridnya, justru kalau muridnya lebih sukses, dia ikut bangga sebagai ‘ayah’nya.

II Timotius 2:1 Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus.

 

MELIHAT BAGAIMANA RASUL PAULUS

MEMBAPAK-I DAN MENGIBU-I TIMOTIUS SECARA PRIBADI

 

TIMOTIUS YANG DIMUNGKINKAN FATHERLESS

MENDAPATKAN PAULUS SEBAGAI AYAH ROHANI DALAM HIDUPNYA

Hubungan Paulus dan Timotius

https://myblessedlife.wordpress.com/2008/08/13/hubungan-paulus-dan-timotius/

Aku banyak belajar dari hubungan Paulus dan Timotius. Pada saat Timotius mulai mengikuti perjalanan Paulus, Timotius masih sekitar umur 20 thn-an sedangkan Paulus sepertinya sudah di atas umur 60 thn. Hubungan mereka berlangsung dalam waktu 20 thn. Ketika Timotius ditinggalkan di Efesus, Paulus memberikan berbagai nasehat untuk memimpin Efesus. Sifatnya agak pemalu dan kurang percaya diri. Dia juga sering sakit terutama masalah pencernaan. Apakah Timotius berhasil mencotohi Paulus dalam memimpin? Pertanyaan nya adalah, bagaimana Tuhan dapat menggunakan org ini menjadi penerus Paulus?

Apa yang dapat aku belajar dari Paulus dalam membimbing Timotius?

  • Paulus dapat melihat potensi seseorang dengan lebih dalam. Kecendrungan orang mencari pengganti pasti mencari yang hebat juga, seperti waktu orang Israel mengangkat Saul menjadi raja. “Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah, manusia melihat apa yang kelihatan, tetapi Tuhan melihat hati” ( 1 Sam 16:7 ). Paulus memiliki visi seperti Tuhan dalam mencari dan melatih penerusnya. Dia percaya kepada Timotius dapat melanjutkan semua pengajaran dan nasehat yang telah diterima dari Paulus.
  • Paulus tidak hanya membimbing dengan cara memberikan nasehat, tapi Paulus membawa Timotius untuk mengikuti hidupnya dan hidup Kristus. Paulus mengajak Timotius keluar dari Listra, kampung halaman nya, untuk misi penginjilan ke berbagai kota. Paulus menugaskan Timotius membantu jemaat Tesalonika, Korintus, dan Filipi. Paulus juga berani mengajak Timotius ikut menderita dalam pemberitaan Firman. Paulus bukan nya mengasihani Timotius yg masih mudah dan meremehkan dia. Paulus justru menantang Timotius untuk bertumbuh menjadi pemimpin yang luar biasa. Paulus tidak “menurunkan ilmu” setengah2 kepada Timotius, tapi dia ingin Timotius menjadi pemimpin yg lebih baik daripada dia. Setiap pemimpin harus mencetak pemimpin berikutnya, tidak hanya mencari murid saja.
  • Dengan perbedaan umur yang cukup jauh, Paulus juga sangat mengasihi Timotius. Paulus care dengan masalah kesehatan Timotius. Paulus menceritakan semua pergumulan dan hatinya kepada Timotius. Pada saat surat terakhirnya kepada Timotius, Paulus menceritakan ttg perasaan nya mengenai kematian nya yg sudah dekat. Beberapa hari lalu, aku mengunjungi seorang saudara yang sudah lanjut umur dan sakit-sakitan. Dia sempat bicara dengan kita yg menjenguknya bahwa dia merasa dia akan segera pergi tidak lama lagi. Otomatis kata2 dia membuat aku sedih. Walaupun aku tidak terlalu dekat dgn dia, tetap saja aku merasa sedih. Aku bayangin begitulah perasaan Paulus, dan ia ingin menceritakan nya kepada Timotius, anak bimbingan yg sgt dia kasihi. Jika kita merasa akan segera mati, siapa yg kita harapkan untuk berada di sisi kita? Bukankah org yg paling kita kasihi?

 

Sebaliknya apa yang aku belajar dari Timotius sebagai anak bimbingan?

  • Timotius punya hati yang sangat ingin belajar, taat dan percaya kepada pembimbing rohaninya. Timotius telah belajar segala sesuatu yg diperlukan utk menjadi pemimpin yg benar di depan Tuhan. walaupun dia seorang yg masih muda dan kurang percaya diri, dia sangat setia dan taat. Dia bahkan ikut menderita aniaya yg diterima oleh Paulus dan ikut dipenjara di Filipi.
  • Timotius menggunakan karunia yg telah diberikan Tuhan kepadanya ( 2 Tim 1:6-7 ). Ingat bahwa kepemimpinan adalah karunia dari Tuhan, kita tidak bisa bergantung kepada kemampuan diri sendiri saja. Paulus sering mengingatkan Timotius utuk ingat hal ini supaya Timotius selalu bergantung kepada Tuhan dalam menghadapi setiap masalah jemaat.
  • Timotius sangat mengasihi Paulus. Timotius mendukung dgn sepenuh hati dan menjadi org yg dapat dipercaya oleh Paulus. Kita bisa tahu kenapa di saat-saat terakhir Paulus, dia meminta Timotius datang menjenguknya. Karena Timotius adalah anak bimbingan sekaligus seorang sahabat buat Paulus.

Sebagai pembimbing, apakah aku sudah memberikan yg terbaik untuk anak bimbingan?

Sebagai anak bimbingan, apakah aku sudah belajar bayak dari pembimbing?

BELAJAR DARI TOKOH LAIN YANG MEM-BAPAK-I DAN MENG-IBU-I GENERASI

 

  1. YOHANES MURID YESUS
  2. I Yohanes 2:12, 14 Yohanes menyapa generasi dengan sebutan ”Hai anak-anak.”
  3. I Yohanes 2:1, 18, 28, 3:18, 4:4, 5:21 , Yohanes menyapa jemaat Tuhan dengan sebutan “Anak-anakku.” Yang mana semua kalimatnya berisi ; nasihat, awasan, Visi ke depan, kata-kata penguatan.
  4. PENULIS KITAB IBRANI

Ibrani 12;5 Penulis kitab Ibrani mengingatkan jemaat Tuhan akan Firman dari PL dan tidak lupa mencantumkan sapaan kepada mereka dengan khas ‘hai anakku.’

Yosua adalah sesosok pemimpin yang melakukan pembapakan bagi generasi yatim piatu terbesar di dunia.  Saat Akhan didapati berbuat dosa, apa yang dikatakan Yosua kepadanya?

Yosua 7:19

Anakku, hormatilah TUHAN Allah Israel, dan  mengakulah di hadapan-Nya; katakanlah kepadaku apa yang kauperbuat, jangan sembunyikan kepadaku.

Ternyata Musa tidak pernah berkata kepada bangsa Israel dengan sebutan Anakku..tetapi Yosua punya gaya kepemimpinan yang berbeda, ketika dia menegur seorang Akhan, dia menegur dengan kasih, dia memperlakukan Akhan sebagai anaknya, di sinilah fathership-nya jalan. Sebuah hati bapa/bapak/ayah dari seorang pemimpin.

  1. YUSUF DENGAN PRIBADI SANGAT KEBAPAKAN
  • Raja Firaun menganggap Yusuf ( yang diperkirakan usianya jauh lebih muda daripada Firaun) sebagai ayahnya (Kejadian 45:8)
  • Yusuf memiliki empati pada orang yang berkesusahan ( Kejadian 40:6)
  • Saat Yusuf masih ‘acting’ dan belum memperkenalkan diri pada saudara-saudaranya, kepribadian aslinya tetap muncul saat berpura-pura memanggil Benyamin, adiknya, dengan sapaan khas kebapakan “Anakku.” Kejadian 43:29
  • Yusuf memberi kata-kata kekuatan kepada kakak-kakaknya saat dia memperkenalkan diri ( Kejadian 45:5)
  • Yusuf memberi rasa aman kepada mereka ( Kej 45:10)
  • Yusuf bersiap memelihara hidup mereka ( Kej 45:11)
  • Yusuf melepas saudara-saudaranya serta berkata; “Janganlah berbantah-bantah di jalan. ( Kej 45:24)
  1. ELIA

Pemuridan Elia kepada Elisa, bukan pemuridan biasa, karena Elisa memanggil Elisa sebagai “Bapa.” ( II Raja-raja 2:12) Elisa berhasil melihat Elia naik ke sorga, dan berhasil mendapat dua bagian roh Elia. Ini adalah warisan rohani dari ayah rohani kepada anak rohaninya

Mengapa rombongan nabi di Betel dan rombongan nabi di Yerikho tidak bisa melihat terangkatnya Elia ke sorga? Karena mereka tidak memiliki tingkat hubungan bapa dan anak, sebagaimana Elisa memiliki tingkat hubungan bapa dan anak dengan Elia.

  1. BOAZ

Boaz yang sangat kebapakan memanggil Rut dengan sebutan ‘anakku’ sebelum memperisteri dia ( Rut 2:8)

  1. DAUD memanggil anak buahnya yang mengikutinya sejak di gua Adulam dengan sebutan ‘anak-anak’ Mazmur 34:12
  2. Untuk multi tujuan, dalam Amsal 1, Salomo menuliskan Amsal, dengan muti tujuan sbb:
    1. Mengetahui hikmat
    2. Mengetahui didikan
    3. Mengerti kata-kata yang bermakna
    4. Menerima didikan yang menjadikan pandai
    5. Menerima kebenaran, keadilan dan kejujuran
    6. Memberikan kecerdasan bagi orang yang tidak berpengalaman
    7. Memberikan pengetahuan serta kebijaksanaan kepada orang muda
    8. Menambah ilmu bagi orang bijak
    9. Memberikan bahan pertimbangan kepada orang yang berpengertian
    10. Untuk mengerti amsal dan ibarat, perkatan dan teka-teki orang bijak

Untuk kesemuanya itu, Salomo menjadikan PEMBAPAKAN sebagai pendekatan utama, atau metode utama, dengan mengulang-ulang sapaan:

Hai anakku ( Amsal 1:8, 10, 15;  2:1  ; 3:1,11,21 ;  4:1,10,20 ;  5:1,7,20 ;   6:1, 3, 20  ;  7:1, 24   ; 8:32  ; 19:27  23:15,19,26  ;  24:13, 21  ; 27:11) total Salomo menyebut PARA PEMBACA AMSAL dalam sapaan “ Hai Anakku”  dalam 26 kali pengulangan.

Kata “Hai Anakku”  ini jelas jelas bukan ditujukan kepada anak kandungnya sendiri. Bisa dibuktikan lewat kalimat semacam ini

“Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu.” Amsal 1:8

Tidak dikatakan “Hai anakku, dengarkanlah didikanku, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu.” Maksudnya ‘ayahmu’ dan ‘ibumu’ ya dimaksudkan ayah dan ibumu masing-masing.

Ternyata di kitab Pengkotbah, Salomo juga menyebut para pembaca sebagai “anakku” Pengkotbah 12:12

Ternyata Salomo sejak belum lahir ke dunia pun, telah dinubuatkan Tuhan, bahwa Tuhan akan menjadi Bapa bagi Salomo, dan Salomo akan menjadi anak-Nya. II Sam 7:14. Tidak heran, dari semua anak Daud, hanya Salomo satu-satunya yang mendapat nama dari Tuhan sendiri. Tidak heran pembapakan Salomo begitu kental dalam tulisan-tulisannya di Amsal dan di Pengkotbah. Di samping itu tentunya Daud dan Batsyeba berperan besar dalam pendidikan dan pengajaran bagi pribadi Salomo. ( Lihat Amsal pasal 4:3-9)

  1. RAJA HIZKIA menyapa para imam dan orang –orang Lewi sebagai “anak-anakku” II Taw 29:11

 

Penutup

Restorasi bangsa dilakukan melalui pengajaran ( pendidikan) dan juga pembapakan ( fatherhood), seperti keseimbangan dua sayab. Hanya dengan pengajaran saja tidak cukup, tetapi juga dengan pembapakan. Hanya dengan pembapakan saja tidak cukup tetapi juga dengan pengajaran.

 

Biarlah Mazmur 34:12 menjadi motto hidup kita dan kita lakukan dalam pelayanan kita sebagai seorang Elia akhir zaman !!

SEMINAR GURU SEKOLAH MINGGU. MEMBUAT SOUVENIR UNTUK ANAK


SOUVENIR MADE IN GURU

Disusun dengan anugrah Tuhan oleh Grace Sumilat, S.MG

Yang dipersiapkan:

  1. Membuat kertas batik

Bawa taplak meja plastik, yang timbul . Satu taplak bisa dipakai 5 orang

Cryon dan kertas.

Kertas bisa tiap orang 5 lembar, Cryon bisa dipakai 4 orang 1 packnya

Plastik es lilin ( baru)

Alat Pelubang kertas

Pita kain

Karton bekas doos susu/ doos makanan

Kaleng bekas susu/biskuit/dll

 

  1. Gelang dari botol aqua bekas

Botol plastik bekas

Gunting

Kapas

Pita kain

  1. Bingkai foto dari gelas aqua bekas

Gelas Aqua bekas

Gunting

Pita kain

Lem

Foto siap gunting ukuran diameter gelas bekas

 

KELOMPOK 3

 

NON MATERI

MEMBUAT PUZZLE AYAT DARI TANGGALAN BEKAS

Sepidol

Tanggalan bekas ukuran berapa saja (yang penting ada gambarnya yang tidak seronok/wanita sexi)

Gunting,

Penggaris

Cutter

Pensil

Alkitab elektronik/ concordansi elektronik

(masih kelompok 3)

BINGKAI FOTO DARI GELAS AQUA BEKAS

Gelas Aqua bekas

Gunting

Pita kain

Lem

Foto siap gunting ukuran diameter gelas bekas (bisa ambil dari poster/majalah/dll)

 

KELOMPOK 5

 

NON MATERI

 

SENI MENGGUNTING KERTAS

Gunting tiap orang satu

Kertas lipat tiap orang satu pack, ukuran apa saja, kira kira butuh 30 lembar, warna apa saja

Kapas  /cat air/ pewarna kue/piring untuk mencairkan warna/ pewarna alamiah misalnya kunyit, pandan, dll

 

KELOMPOK 6

 

NON MATERI

 

MEMBUAT KERTAS BATIK

Bawa taplak meja plastik, yang timbul . Satu taplak bisa dipakai 5 orang

 

 

 

 

Cryon dan kertas.

Kertas bisa tiap orang 5 lembar, Cryon bisa dipakai 4 orang 1 packnya

Plastik es lilin ( baru)

Alat Pelubang kertas

Pita kain

Karton bekas doos susu/ doos makanan

Kaleng bekas susu/biskuit/dll

Penggaris dan pensil

Gunting

(masih kelompok 6)

MEMBUAT HADIAH GELANG UNTUK ANAK-ANAK

Botol plastik bekas

Gunting

Kapas

Pita kain

MEMB UAT KARTU UCAPAN untuk anak-anak

 

SEDIAKAN karton tebal untuk COVER/ SAMPUL/ KARTU, bisa 1 pholio karton tebal dibagi menjadi dua, untuk dua kartu

Setiap kartu itu akan dilipat menjadi dua lipatan

Sediakan ORIGAMI yang ukurannya lebih kecil dari ukuran kartu SETELAH DILIPAT

Tiap orang membutuhkan 4 origami, dengan warna bebas

Dan setiap orang membutuhkan1 buah  gunting