Andalan

SEMINAR GURU S.M MENJADI GURU YANG CINTA FIRMAN TUHAN


MENJADI GURU YANG CINTA FIRMAN TUHAN

SEHINGGA MEMBERI DAMPAK BUAT MURID-MURIDNYA

Latar Belakang:

Banyak guru yang kurang cinta Firman Tuhan, sehingga bisa jadi salah dalam pengajarannya. Oleh sebab itu, karena kecintaan terhadap Firman Tuhan sangat kurang, maka dampak guru terhadap anak-anak didiknya juga sangat kurang, karena Firman Tuhan kurang diberi ruang untuk menguasai hidup si guru, sehingga teladan hidup si guru pun menjadi minim.

Kita akan mempelajari beberapa mata materi sbb:

  1. Tuhan Yesus memberi peringatan keras kepada para penyesat.
  2. Alih-alih menjadi penyesat, Tuhan inginkan kita menjadi guru yang dapat memberi dampak positif kepada anak didik kita.
  3. Mencontoh bagaimana Daud menjadi seorang guru yang cinta Firman Tuhan
  4. Mencontoh bagaimana Daud dapat menjadi seorang guru yang memberi dampak bagi anak didiknya, sampai akhlak mereka mengalami perubahan.

PERINGATAN KERAS DARI TUHAN YESUS

Peringatan yang Tuhan Yesus berikan sbb; Markus

9:42 “Barangsiapa menyesatkan u  salah satu dari anak-anak kecil 8  yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya v  lalu ia dibuang ke dalam laut. 9:43 Dan jika tanganmu menyesatkan w  engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka 9 , x  ke dalam api yang tak terpadamkan; y  9:44 (di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.) 9:45 Dan jika kakimu menyesatkan z  engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, dari pada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka; a  9:46 (di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.) 9:47 Dan jika matamu menyesatkan b  engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka, c  9:48 di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam.d  9:49 Karena setiap orang akan digarami e  dengan api 10 9:50 Garam 11  memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? f  Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu g  dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain. h 

Kata menyesatkan, skandalizo

dalam ayat 42 mengandung arti sbb;

  • Menyesatkan
  • Tergoncang, akan tergoncang
  • Meletakkan batu sandungan atau rintangan di jalan, menyebabkan orang lain tersandung dan jatuh
  • Menjadi Batu Sandungan, telah menjadi batu sandungan, orang tersandung
  • Membuat orang kecewa dan menolak
  • Menggoncangkan iman, mengguncang
  • Menyebabkan orang jatuh dalam dosa atau tersesat
  • Menyebabkan seseorang secara pasif dibawa sehingga menyangkal imannya yang dulu
  • Menolak, meninggalkan, meragukan
  • Memancing amarah
  • Mengejutkan
  • Menyebabkan jatuh atau berdosa
  • Menentang
  • Menghina
  • Membujuk orang lain berdosa
  • Menyebabkan seseorang mulai tidak percaya dan meninggalkan seseorang yang dia harus percayai dan taati
  • Menyebabkan jatuh
  • Menghalangi seseorang untuk mengakui milik orang lain atau wewenang orang lain
  • Menyebabkan seseorang menghakimi orang lain dengan tidak adil
  • Menyebabkan orang lain tersandung atau kakinya terjerat sehingga orang itu merasa terganggu
  • Menyebabkan satu ketidaksengajaan pada suatu hal
  • Membuat marah, rasa tidak senang.

Yang menarik di perikop ini adalah:

  • Frasa; ‘menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini.’
  • Dilanjutkan dengan penjelasan: dan jika….( artinya ayat –ayat ini saling terkait satu sama lain, Yesus bukan sedang membicarakan topik lain, tetapi masih dalam topik yang sama, yaitu PENYESATAN ATAS ANAK-ANAK.)
  • Namun yang menarik adalah kata ‘dan jika….’ tidak diteruskan dengan kata-kata sbb:
    • …dan jika tanganmu menyesatkan anak anak kecil yang percaya ini
    • ….dan jika kakimu menyesatkan anak anak kecil yang percaya ini
    • ….dan jika matamu menyesatkan anak-anak kecil yang percaya ini

Melainkan ditulisnya sbb:

  • …dan jika tanganmu menyesatkan engkau
  • ….dan jika kakimu menyesatkan engkau
  • ….dan jika matamu menyesatkan engkau
  • Tidak ditulis seperti ini:
    • …..dan jika PENGAJARANMUMENYESATKAN ANAK-ANAK KECIL YANG PERCAYA INI
    • Tetapi ditulis Barangsiapa menyesatkan….
    • Sama sekali tidak dicantumkan kata ‘pengajaranmu’ tetapi justru dibahas TANGAN, KAKI dan MATA.
  • Tidak ditulis seperti ini:
    • ….dan jika tangan mereka menyesatkan engkau
    • ….dan jika kaki mereka menyesatkan engkau
    • ….dan jika mata mereka menyesatkan engkau.

Apa artinya dari semua itu?

  1. Sebagai guru yang ajarannya MENYESATKAN anak anak kecil yang percaya pada Yesus, adalah dengan proses si guru itu sendiri terlebih dulu disesatkan, atau si guru itu sendiri telah lebih dulu tersesat. Setelah guru itu disesatkan atau tersesat, barulah pada tahap berikutnya dia menyesatkan anak-anak kecil yang percaya pada Yesus.
  2. Tuhan Yesus tidak menyinggung kata ‘pengajaran’ tetapi menyinggung kata Tangan, Kaki dan Mata, karena apa? Karena seorang guru yang tangan, kaki dan matanya sudah sesat atau disesatkan, maka secara OTOMATIS pengajarannya akan menyesatkan. Mata di sini termasuk AREA VISUAL apa yang kita tonton. Kalau kita semudah itu disesatkan secara VISUAL, maka otomatis kita akan menyesatkan anak-anak didik kita (anak rohani, murid didikan). Sekali lagi itu adalah sebuah KEPUTUSAN, apakah kita semudah itu disesatkan, mestinya kita tidak semudah itu disesatkan, karena kita akan selalu Back to the Bible.
  3. Tuhan Yesus dalam hal ini tidak sedang mengecam pihak-pihak yang menyesatkan si guru, tetapi tetap yang ditegur si guru itu sendiri. Karena itu adalah sebuah KEPUTUSAN, apakah kita mau disesatkan atau tidak. Selama kita selalu back to the BIBLE mestinya kita tidak akan tersesat, atau tidak semudah itu disesatkan.

Mari kita padukan peringatan keras dari Yesus ini dengan Amsal 6:16-19. Tuhan Yesus membahas mengenai TANGAN, KAKI dan MATA, ternyata dalam Amsal 6:16-19 juga dibahas tentang MATA,  TANGAN dan KAKI

Amsal 6: 16-19

MATA SOMBONG

TANGAN YANG MENUMPAHKAN DARAH ORANG YANG TIDAK BERSALAH ( membunuh)

KAKI YANG SEGERA LARI MENUJU KEJAHATAN

Perhatikan lanjutan ajaran Yesus dalam Markus 9:49-50 , dilanjutkan dengan kata KARENA….., yang berbicara tentang HIDUP BERDAMAI, ternyata pada Amsal 6:16-19 selain membahas tangan, kaki serta mata, Amsal 6:16-19 ini juga membahas perkara-perkara lain yang terkait juga dengan hal-hal yang dapat merusah HIDUP BERDAMAI. Ternyata ini terkait satu sama lain, antara Markus 9:49-50 dengan Amsal 6: 16-19

 Amsal 6:16-19

6:16 Enam perkara ini yang dibenci b  TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya: 6:17 mata sombong, c  lidah dusta, d  tangan yang menumpahkan darah e orang yang tidak bersalah, 6:18 hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan,f  6:19 seorang saksi g  dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan h  dan yang menimbulkan pertengkaran saudara. i 

 Hidup Berdamai bergantung pada 4 perkara lainnya, di antara 7 perkara yang jadi kekejian bagi TUHAN, yaitu:

  • Lidah dusta
  • Hati yang membuat rencana-rencana yang jahat
  • Seorang saksi dusta yang menyembur –nyemburkan kebohongan
  • Saksi dusta yang menimbulkan pertengkaran saudara

 Kesimpulan:

  1. Saat mata kita sombong ( tidak mau dikoreksi, tidak mau mendengar masukan, tidak mau dibentuk, tidak mau diajak berpikir sehat, tidak mau diajak menganalisa sebuah pengajaran, tidak mau back to the Bible) saat itulah kita berpotensi menjadi PENYESAT
  2. Saat tangan kita membunuh ( membenci, tidak mau mengampuni, hidup dalam kepahitan) saat itulah kita berpotensi menjadi PENYESAT
  3. Saat kita hidup dalam kemunafikan, di mana kaki kita mudah mengambil jalan dosa, sementara kita memakai topeng di kelas di hadapan murid-murid, tidak hidup dalam pertobatan setiap hari, saat itulah kita berpotensi menjadi PENYESAT.
  4. Saat kita tidak mau hidup berdamai dengan cara hati yang membuat rencana jahat, lalu lidah yang curang, selalu bermasalah dengan siapa saja, saat itulah kita berpotensi menjadi PENYESAT.

Ternyata menjadi penyesat tidak sesempit paradigma kita bahwa itu hanya menyangkut pengajaran saja, tetapi lebih luas lagi dari itu adalah TELADAN HIDUP KITA, untuk berdamai dengan semua orang, tangan dan kaki serta mata yang tidak tersesat, semuanya itu masuk dalam lingkup GAYA HIDUP kita apakah ikut mengajar, ataukah kita hanya jadi pengajar saat di kelas saja.

Kembali ke definisi skandalizo, salah satunya:

  • Menyebabkan jatuh atau berdosa

Sedangkan dosa artinya; MELESET dari sasaran.

Alih-alih menjadi penyesat generasi, lebih baik kita menjadi guru yang memberi dampak kepada anak didik kita sampai mereka mengalami pembaharuan akhlak.

 

APA YANG DIMAKSUD DENGAN GURU YANG MEMBERI DAMPAK PADA MURID?

AYAT KUNCI:

ROMA 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah; apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

 

Pembaharuan BUDI dalam bahasa aslinya mengandung arti:

  • Akal budi
  • Pikiran
  • Berpikiran sehat
  • BIJAKSANA
  • Bisa dimengerti
  • Nalar
  • Pemahaman dan persepsi
  • Pemahaman dan perasaan, menilai dan menentukan
  • Kapasitas untuk KEBENARAN SPIRITUAL
  • Kekuatan jiwa yang lebih tinggi
  • MEMAHAMI HAL-HAL ILAHI
  • MENGENALI KEBAIKAN DAN MEMBENCI KEJAHATAN
  • Kekuaran untuk mempertimbangkan dan menilai dengan bijaksana, tenang dan tidak memihak
  • Cara berfikir dan penilaian tertentu yaitu pikiran, perasaan dan keinginan.

 

Jadi tugas kita tidak saja membuat anak didik kita,  sekedar tahu saja/ tidak sekedar pengetahuan Alkitab saja, tidak sekedar juara Cerdas Tangkas Alkitab saja. Tetapi sampai murid-murid kita itu mengalami pembaharuan BUDI/ perubahan akhlak/ karakter.

 

Akhlak secara terminologi berarti tingkah laku seseorang yang didorong oleh suatu keinginan secara sadar untuk melakukan suatu perbuatan yang baik.

Akhlak merupakan bentuk jamak dari kata khuluk, berasal dari bahasa Arab yang berarti perangai, tingkah laku, atau tabiat.[2]

Cara membedakan akhlak, moral dan etika yaitu

  • Dalam etika, untuk menentukan nilai perbuatan manusia baik atau buruk menggunakan tolok ukur akal pikiran atau rasio,
  • sedangkan dalam moral dan susila menggunakan tolok ukur norma-norma yang tumbuh dan berkembang dan berlangsung dalam masyarakat (adat istiadat),
  • dan dalam akhlaq menggunakan ukuran Kitab Suci untuk menentukan baik-buruknya.

https://id.wikipedia.org/wiki/Akhlak

 

Menjadi guru yang cinta Firman Tuhan dan bertindak menjadi teladan akan sangat berdampak pada anak didik kita.

 

 

 

 

MENGAPA HARUS BELAJAR DARI DAUD?

Supaya kita tidak menjadi guru yang tersesat dan pada akhirnya menyesatkan kita harus hidup sebagai guru yang CINTA FIRMAN TUHAN. Karena ketika kita cinta Firman Tuhan, maka hidup kita tidak mungkin bisa menjadi guru yang menyesatkan, karena pertama-tama kita sendiri tidak mudah disesatkan.

Mari kita belajar dari hidup DAUD. Lebih tepatnya Pak Guru Daud.

KUALITAS HIDUP DAUD

  1. PEMILIHAN TUHAN ATAS DAUD

Mazmur 78: 65-72

  1. VISI HIDUP DAUD

terutang di Mazmur 132

  1. KOMENTAR ALLAH TENTANG DAUD

Kisah rasul 13:22, ( He’s a man whose heart beats to my heart, ..(MSG Version)

Kis 13:36

Melakukan kehendak Allah = hupetereo= melayani/ telah bekerja, to serve, minister unto

Jadi melakukan kehendak Allah di sini hanya pada lingkup pelayanannya kepada Allah, pekerjaannya. Bukan dalam lingkup bagaimana Daud berinteraksi dengan keluarganya, anak-anaknya.

  1. DAUD SEBAGAI PARAMETER SEMUA RAJA LAINNYA

HUBUNGAN DENGAN TUHAN

  1. Dengan sepenuh hati berpaut kepada Tuhan Allahnya ( I Raj 11:4, 15:3)

PERATURAN TUHAN

  1. Tetap mengikuti segala peraturan Tuhan ( I Raj 9:4-5)

PERINTAH TUHAN

  1. Berbuat sesuai dengan segala yang Tuhan perintahkan ( I Raj 9:4-5)
  2. Tetap mengikuti segala perintah Tuhan ( I Raj 3:14)
  3. Tidak menyimpang dari segala yang diperintahkanNya seumur hidupnya, kecuali dalam perkara Uria, orang Het itu. ( I Raj 15:5)

Daud juga bukan pribadi yang sempurna, karena ada perkecualian, dalam perkara Uria, orang Het itu. Namun karena Daud pribadi yang cepat bertobat saat ditegur, di sinilah Tuhan tetap menjadikan Daud standart alamiah, standart manusiawi, bagi raja-raja lainnya.

KETETAPAN TUHAN

  1. Tetap mengikuti segala ketetapan Tuhan ( I Raj 3:14)

JALAN TUHAN

  1. Hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN ( I Raj 3:14)

KARAKTER

  1. Hidup di hadapan Tuhan dengan benar/ berbuat kebenaran ( I Raj 9:4-5) Melakukan apa yang benar di mataTuhan ( I Raj 15:11)
  2. Hidup di hadapan Tuhan dengan ketulusan hati (I Raj 9:4-5)

 

Apakah Daud adalah seorang guru?

Ya.

Ada 6 nyanyian pengajaran Daud.

Mazmur 32 Nyanyian Pengajaran Daud
Mazmur 52 Nyanyian Pengajaran Daud
Mazmur 53 Nyanyian Pengajaran Daud
Mazmur 54 Nyanyian Pengajaran Daud
Mazmur 55 Nyanyian Pengajaran Daud
Mazmur 142 Nyanyian Pengajaran Daud

 

Seberapa produktifkah Daud menghasilkan nyanyian pengajaran/ mengajar lewat sebuah nyanyian?

Bandingkan dengan Bani Korah: ( 3 nyanyian)

  • Mazmur 42 Nyanyian Pengajaran Bani Korah
  • Mazmur 44 Nyanyian Pengajaran Bani Korah
  • Mazmur 45 Nyanyian Pengajaran Bani Korah

Bandingkan dengan Asaf: ( 2 nyanyian)

  • Mazmur 74 Nyanyian Pengajaran Asaf
  • Mazmur 78 Nyanyian Pengajaran Asaf

Bandingkan dengan Heman: ( 1 nyanyian)

  • Mazmur 88 Nyanyian Pengajaran Heman

Bandingkan dengan Etan: ( 1 nyanyian)

  • Mazmur 89 Nyanyian Pengajaran Etan

Ternyata nyanyian pengajaran yang paling banyak ditulis oleh Daud, sebanyak 6 gubahan/ 6 komposisi, dibandingkan dengan komposer-komposer/ rohaniawan-rohaniawan lainnya.

Siapakah murid-murid Daud?

Mazmur 34: 12,

Marilah anak-anak, dengarkanlah  aku,

takut akan TUHAN  akan kuajarkan kepadamu! 

Pada saat ayat ini ditulis Daud belum memiliki anak kandung satu pun (II sam 3: 2-5, II Sam 5: 13-16), dia menempatkan diri sebagai seorang guru yang mengajar bagi anak-anak, bisa jadi anak-anak di sini adalah ANAK-ANAK ROHANINYA- para pengikutnya – Daud sedang mengajar kepada rombongannya –

Perhatikan di Mazmur 34: 1- ada petunjuk keterangan peristiwa di sini:

Dari Daud, pada waktu ia pura-pura tidak waras pikirannya di depan Abimelekh, sehingga ia diusir, lalu pergi.

Pada saat peristiwa Daud pura-pura gila di depan Abimelekh ini, dia belum memiliki pasukan. Tentunya Daud menulis Mazmur 34 ini setelah dia diusir oleh Abimelekh itu. Dan dia selamat dari pembunuhan oleh musuh, dengan cara pura-pura gila.  Namun setelah persitiwa itu, dia memiliki pasukan.

(Bandingkan dengan I Sam 21:10-15 lanjutkan dengan II Sam 22: 1-2) Ada kata LALU Daud pergi….dst

Pasukan seperti apa yang ikut dengan Daud di gua Adulam?

Pada saat Daud di gua Adulam , ikutlah bersama dia 400 orang dengan latar belakang:

  • Dalam kesukaran,
  • dikejar-kejar tukan piutang,
  • sakit hati.

Dikatakan Daud menjadi PEMIMPIN mereka. Pemimpin dari orang-orang yang berlatar belakang orang –orang gagal.

Bagaimana gaya kepemimpinan Daud?

Daud memimpin dengan menjalankan VISI dari Tuhan. Apa itu VISI dari Tuhan..atas 400 yang dipimpinnya ini?

MAZMUR 34:1

Daud harus menempatkan diri sebagai GURU yang MENGAJAR mereka , dan sekaligus menjadi AYAH buat mereka.

Mazmur 34:12 Marilah anak-anak, dengarkanlah aku, takut akan TUHAN akan kuajarkan kepadamu !

 

BELAJAR DARI DAUD; HANYA LEWAT MENGAJAR/ MENJADI GURU/ MEMURIDKAN-lah kita dapat MENGUBAH SEBUAH BANGSA.

Dimulai dari mengubah sebuah kota, komunitas, keluarga, dan kalau semua keluarga sudah terjangkau, maka akan ada perubahan sebuah bangsa.

Buktinya??  Caranya??

Tidak adakah cara lain?? Apakah serius nih saya harus double profesi, untuk jadi guru juga bagi generasi ini? Saya sudah cukup disibukkan dengan pekerjaan saya, keluarga saya, pencapaian karier saya….apakah saya punya waktu untuk  itu????

Kita lihat contoh daripada kehidupan seorang DAUD.

Daud seorang yang diurapi oleh Tuhan lewat nabi Samuel menjadi raja, namun tidak serta merta keesokan harinya dia menjadi raja.

Dia menjadi seorang gembala kambing domba, musisi kerajaan, ajudan raja ( pembawa senjata Saul), prajurit, kepala pasukan tentara, menantu raja (anggota keluarga kerajaan), dan buronan raja. Sebelum pada akhirnya dia menjadi benar-benar seorang raja.

Sebagai calon RAJA,  Tuhan melatih Daud menjadi seorang  pemimpin. Mulai dari memimpin kambing domba, memimpin tentara dalam peperangan ( sebelum dia jadi buronan) dan pada saat dia menjadi buronan raja Saul, Tuhan melatih Daud menjadi seorang pemimpin gerombolan.

Dalam kurun waktu lebih kurangnya 10 tahun- Daud mengubah ‘gerombolan’ ini menjadi ‘pasukan para pahlawan’

Ini terjadi pada komunitas gerombolan Adulam, yang kemudian menjadi pahlawan bangsa Israel, dibawah asuhan Pak Guru Daud, dan di bawah asuhan Papa Daud/ melalui keguruan dan pembapakan Daud kepada para pengikutnya ini. ( Mazmur 34: 12- keguruan dan pembapakan Daud)

Mari kita lihat perbedaan-perbedaan apa yang telah diraih dalam kurun waktu lebih kurang 13 tahun.

Orang –orang yang dalam kesukaran I Sam 22:1-2 Disebut Pahlawan II Sam 23:8-39

I Taw 11:10-47

Orang-orang yang dikejar-kejar tukang piutang I Sam 22:1-2 Disebut Pahlawan II Sam 23:8-39

I Taw 11:10-47

Orang yang sakit hati I Sam 22:1-2 Disebut Pahlawan II Sam 23:8-39

I Taw 11:10-47

Tidak berperan dalam masyarakat / bisa dibilang sampah masyarakat I Sam 22:1-2 Berperan mengiringi Daud, memberi dukungan kuat pada Daud, bersama-sama dengan seluruh Israel, dalam mencapai kedudukan Daud sebagai raja dan mengangkat dia sebagai raja, seperti yang difirmankan Allah tentang Israel I Taw 11:10
Tidak dicatat namanya I Sam 22:1-2 Nama-nama mereka dicatat sebagai pahlawan II Sam 23:8-39
Sepertinya tidak punya masa depan karena hanya berhimpun I Sam 22:1-2 Ikut serta menggenapi janji Tuhan bahwa Tuhan mengurapi Daud menjadi raja. I Taw 11:10
Dipimpin oleh seorang buronan Raja Saul, tanpa alasan yang masuk akal I Sam 22:1-2 Dipimpin oleh seorang raja, yaitu raja Daud I Taw 11:10
Berjumlah kira-kira 400 orang. I Sam 22:1-2 Bertambah menjadi 600 orang I Sam 25:13, I Sam 27:2
Tidak tercatat keahliannya sama sekali I Sam 22:1-2 Setiap keahlian mereka dicatat dengan teliti II Sam 23:8-39

I Taw 11:10-47

Tidak memiliki peringkat dalam sebuah gerombolan I Sam 22:1-2 Peringkat disusun berdasarkan keahlian dalam berperang II Sam 23:8-39

I Taw 11:10-47

 

Dalam hal ini kita tidak membicarakan pasukan pahlawan lainnya yang ditambahkan I Tawarikh 12: 1-40, karena hanya pasukan Gua Adulam yang memang ikut Daud dari awal pelariannya di gua Adulam sampai Daud jadi raja. Mereka-mereka inilah yang mengecap keguruan dan keayahan Daud dari sejak awal, Lihat Mazmur 34:1, 12 ( dalam sesi 1 sudah kita bahas bagaimana mazmur ini ditulis Daud saat dia belum punya anak kandung, jadi yang dimaksud Daud di sini adalah murid-muridnya dan anak anak rohaninya di Adulam.)

Mengapa seorang guru harus menjadi teladan bagi anak didiknya? Karena sadar atau tidak sadar, seluruh kehidupannya diserap oleh para pengikut/ murid-murid/ anak rohaninya.

Bagaimana caranya…????

PRIBADI SEORANG GURU DAN SEORANG AYAH

DALAM KEPEMIMPINAN DAUD

Mazmur 34:12

Marilah anak-anak,

dengarkanlah aku,

takut akan TUHAN

akan kuajarkan kepadamu !

Apa yang diajarkan Daud pada mereka sepanjang pelarian dari kejaran ancaman dan usaha pembunuhan oleh Saul?

 

Kurikulum –nya ternyata sbb: (Mazmur 34: 12-23)

  1. Takut akan Tuhan
  2. Jika ingin menjadi orang yang menyukai hidup dan ingin punya umur panjang dan ingin menikmati yang baik dalam hidup ini, maka ada beberapa prinsip yang harus dilakukan: HARUS JADI ORANG BENAR
    1. Jaga lidah terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu
    2. Jauhi yang jahat dan lakukan yang baik
    3. Cari perdamaian dan berusahalah mendapatkannya !
  3. Mengapa begitu? Karena orang benar itu akan alami:
    1. Diperhatikan Tuhan dan didengar Tuhan, dibela Tuhan dari orang jahat
    2. Diselamatkan Tuhan , Dilepaskan Tuhan dari segala kesesakan, kemalangan, dilindungi dari celaka, dibebaskan jiwanya, diluputkan dari hukuman.

Pasukan ini bertambah jumlahnya menjadi 600 orang ( I Sam 23:13) dan juga jumlah pasukan Daud terus bertambah banyak (I Taw 12; 1-22), pada akhirnya orang-orang berlatar belakang orang-orang gagal ini setelah DIAJAR OLEH DAUD – berubah menjadi PAHLAWAN-PAHLAWAN YANG HEBAT ( II Sam 23: 8-39)

BELAJAR DARI DAUD BAGAIMANA DAUD BERGAUL DENGAN TUHAN

  1. Dengan sengaja setiap hari untuk bersekutu dengan Tuhan. (Mazmur 5:4)
  2. Menjadikan pagi hari sebagai waktu khusus untuk bersekutu dengan TUHAN ( Mazmur 108:2-3)
  3. Tidak menjadikan sebuah persekutuan harian dengan Tuhan sebagai rutinitas, tidak pernah terjebak dalam yang namanya rutinitas, tetapi terus membangun hasrat untuk bersekutu dengan Tuhan SETIAP HARI. (Mazmur 145:2)
  4. Terus membangun intensitas dan menjaga stamina dalam bersekutu dengan Tuhan ( Mazmur 119:164)

Tidak heran, gaya hidup pergaulan Daud dengan Tuhan yang seperti inilah yang menyebabkan Daud menularkan gaya hidup pergaulannya dengan Tuhan pada murid-muridnya ( bisa dilihat di Mazmur 34: 2,4,5,7. )

 

Bagi 4 kelompok, kemudian setiap kelompok mempresentasikan gerakan pada setiap ayat ( boleh melihat Alkitab).

Setiap kelompok mempersiapkan KOMITMEN KAMI SEBAGAI SEORANG GURU SEKOLAH MINGGU, hanya dalam 1 kalimat saja. ( komitmen harus sesuai dengan ayat dan pembahasan pembicara pada 4 point di atas- yang terpampang pada LCD Screen/ Power Point )

Presentasikan komitment tersebut dengan suara lantang dan kompak, setelah ayat selesai dipresentasikan dengan gerakan.

Diberi waktu persiapan  5 menit. Dan waktu presentasi 2 menit.

Kelompok 1. Mazmur 5:4

Kelompok 2. Mazmur 108:2-3

Kelompok 3. Mazmur 145:2

Kelompok 4. Mazmur 119:164

 

 

 

MENJAGA KESEHATAN ROH KAMI

 

Kelompok……………

 

Ayat:……………………………………………………………………………………………………….

Komitmen kami:……………………………………………………………………………………………………….

……………………………………………………………………………………………………………….

……………………………………………………………………………………………………………….

……………………………………………………………………………………………………………….

……………………………………………………………………………………………………………….

Nama Anggota Kelompok:………………………………………………………………………………………………..

……………………………………………………………………………………………………………….

……………………………………………………………………………………………………………….

———————gunting di sini , mohon panitia gandakan sesuai jumlah peserta, setiap orang dapat 1 lembar————————-

 

RESEP RAHASIA PAK GURU DAUD

SEBAGAI GURU YANG BERHASIL MENGUBAHKAN AKHLAK ANAK DIDIKNYA

Bagaimana bisa …????

  1. Seorang guru seperti Daud, dia terlebih dahulu berguru dari TUHAN.

Seorang guru yang baik mengawali kariernya sebagai murid yang baik

Daud menjadikan Tuhan sebagai Gurunya

  • Mazmur 119:102 Aku tidak menyimpang dari hukum-hukum-Mu, sebab Engkaulah yang mengajar aku

Daud menjadikan Tuhan sebagai Trainner/ Pelatihnya

  • Ajarkanlah kepadaku kebijaksanaan dan pengetahuan yang baik, sebab aku percaya kepada perintah-perintah-Mu

Daud menempatkan Tuhan sebagai Conselor/ Penasihat dalam hidupnya

  • Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.

Seberapa banyak kita menimba dari sumbernya sebegitu banyaknya juga kita dapat memberi minum orang-orang lain di sekitar kita

Seberapa miskin kita akan air karena tidak menimba dari sumber air hidup itu  sebegitu miskinnya juga kita dapat berbagi kepada orang lain di sekitar kita

  1. Seorang Daud melepaskan pengajaran-pengajarannya !

Benar-benar berkonsentrasi untuk membuat kurikulum kehidupan, dan benar-benar berkonsentrasi bagaimana mengubah karakter anak buahnya yang berangasan, ugal-ugalan, kepahitan, sakit hati, kurang bertanggung jawab, hidup dalam kegagalan, menjadi memiliki karakter unggul seorang PAHLAWAN/ KESATRIA. Bagaimana menjadikan hidupnya itu sebuah pengaruh bagi mereka, bagaimana membuat mereka itu melihat karya Tuhan lewat kehidupannya !

(Mazmur 34:1)

Ketika seorang guru menyembunyikan rumus-rumusnya, pada saat yang sama dia sedang menjadikan murid-muridnya tak lebih dari hanya sekedar sekumpulan penonton.

  1. Seorang Daud memberikan teladan hidupnya

Apakah Daud melakukan mata pelajaran dari kurikulumnya pada gereombolannya itu :

Cari perdamaian dan berusahalah mendapatkannya !

Owww !! Anak buah Daud menjadi saksi mata saat Daud melepaskan kesempatan membunuh Saul sampai 2 kali kesempatan !

Apakah Daud melakukan mata pelajaran dari kurikulumnya pada gerombolannya itu :

Jauhi yang jahat dan lakukan yang baik !

Anak buah Daud menjadi saksi mata saat Daud membatalkan niat membalas dendam kepada Nabal hanya gara gara dinasihati seorang ‘perempuan’ !

Teori secanggih apa pun tidak akan dapat mengubahkan kehidupan siapa pun murid, sampai sang guru menampakkan bahwa dia bukan hanya seorang pengajar, tetapi juga seorang pelaku.

Kesimpulan kita: Daud bukan seorang dosen, tetapi dia seorang pemimpin gerombolan. Dia mengasah anak buahnya sampai mengalami perubahan hidup. Pada saat yang sama tanpa dia sadari, sebenarnya dia sedang mengajar mereka, menjadi guru buat mereka.

Itu yang Tuhan mau buat kita, ayo sebagai apa pun profesi kita, kita mau jadikan hidup kita seorang GURU yang memberi pengaruh buat lingkungan kita, dan kita mau dipakai Tuhan mempersiapkan generasi di bawah kita untuk kerajaan Tuhan di atas muka bumi. Muridkan…muridkan…dan muridkan mereka sampai mereka menjadi murid Kristus !

 

RESEP RAHASIA DAUD

BAGAIMANA DIA MENGISI AKAL BUDINYA DENGAN FIRMAN TUHAN

Berikut ada daftar dari Mazmur 119 bagaimana Daud mengasihi Tuhan dengan segenap akal budinya.

 

Print di kertas tebal, dan tiap kelompok mendapatkan daftar tersebut.

 

 

DAUD MENGASIHI TUHAN

DENGAN SEGENAP AKAL BUDINYA

 

AJARKANLAH

 

119:12 Terpujilah p  Engkau, ya TUHAN; ajarkanlah q  ketetapan-ketetapan-Mu r  kepadaku.

. i 119:26 Jalan-jalan hidupku telah aku ceritakan dan Engkau menjawab aku–ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu j kepadaku.

119:64 Bumi penuh dengan kasih setia-Mu, u  ya TUHAN, ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu v  kepadaku.

119:68 Engkau baik c  dan berbuat baik; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu d kepadaku.

119:124 Perlakukanlah hamba-Mu sesuai dengan kasih setia-Mu, c  dan ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu d kepadaku. 

119:135 Sinarilah z  hamba-Mu dengan wajah-Mu, dan ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu a kepadaku. 

119:108 Kiranya persembahan sukarela yang berupa puji-pujian w  berkenan kepada-Mu, ya TUHAN, dan ajarkanlah hukum-hukum-Mu x  kepadaku. 

119:66Ajarkanlah kepadaku kebijaksanaan dan pengetahuan y  yang baik, sebab aku percaya kepada perintah-perintah-Mu.

BELAJAR

 

119:71 Bahwa aku tertindas g  itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu. 

119:7 Aku akan bersyukur kepada-Mu dengan hati jujur, apabila aku belajar hukum-hukum-Mu h  yang adil.

119:73 Tangan-Mu telah menjadikan i  aku dan membentuk aku, berilah aku pengertian, supaya aku dapat belajar perintah-perintah-Mu. 

 

INGAT

 

119:52 Aku ingat b  kepada hukum-hukum-Mu yang dari dahulu kala, ya TUHAN, maka terhiburlah aku.

119:55 Pada waktu malam aku ingat f  kepada nama-Mu, ya TUHAN; aku hendak berpegang pada Taurat-Mu. 

 

 

MERENUNGKAN

 

119:15 Aku hendak merenungkan titah-titah-Mu u  dan mengamat-amati jalan-jalan-Mu.

q 119:78 Biarlah orang-orang yang kurang ajar r  mendapat malu, karena mereka berlaku bengkok terhadap aku tanpa alasan; s  tetapi aku akan merenungkan titah-titah-Mu. 

119:23 Sekalipun pemuka-pemuka duduk bersepakat melawan aku 12 , hamba-Mu ini merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu. 

119:48 Aku menaikkan tanganku kepada perintah-perintah-Mu yang kucintai, dan aku hendak merenungkan v  ketetapan-ketetapan-Mu.

119:97 Betapa kucintai Taurat-Mu! e  Aku merenungkannya f  sepanjang hari.

119:148 Aku bangun mendahului waktu jaga malam u  untuk merenungkan janji-Mu. 

119:27 Buatlah aku mengerti petunjuk titah-titah-Mu 13 , supaya aku merenungkan perbuatan-perbuatan-Muk  yang ajaib.

 

MENGAMAT-AMATI

 

119:6 Maka aku tidak akan mendapat malu, f  apabila aku mengamat-amati segala perintah-Mu 9 . g 

MEMILIH

 

119:30 Aku telah memilih q  jalan kebenaran, r  telah menempatkan hukum-hukum-Mu di hadapanku. s 

119:173 Biarlah tangan-Mu menjadi penolongku, s  sebab aku memilih t  titah-titah-Mu.

 

 

MENGERTI/ PENGERTIAN

 

119:34 Buatlah aku mengerti, v  maka aku akan memegang Taurat-Mu;w  aku hendak memeliharanya dengan segenap hati. x 

119:100 Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu. 

119:104 Aku beroleh pengertian p  dari titah-titah-Mu, itulah sebabnya aku benci segala jalan dusta. q 

119:125 Hamba-Mu aku ini, e  buatlah aku mengerti, supaya aku tahu peringatan-peringatan-Mu. f 

119:144 Peringatan-peringatan-Mu adil untuk selama-lamanya, buatlah aku mengerti, p  supaya aku hidup.

119:169 Biarlah teriakku sampai i  ke hadapan-Mu, ya TUHAN; berilah aku pengertian j  sesuai dengan firman-Mu. k 

119:130 Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, o  memberi pengertian kepada orang-orang bodoh. p  

 

MEMIKIRKAN

 

119:59 Aku memikirkan jalan-jalan hidupku, n  dan melangkahkan kakiku menuju peringatan-peringatan-Mu.

 

MEMPERHATIKAN

 

119:95 Orang-orang fasik menantikan aku untuk membinasakan b  aku; tetapi aku hendak memperhatikan peringatan-peringatan-Mu. c  

 

TAHU

 

119:75 Aku tahu, ya TUHAN, bahwa hukum-hukum-Mu adil, l dan bahwa Engkau telah menindas aku dalam kesetiaan. 

119:152 Sejak dahulu aku tahu dari peringatan-peringatan-Mu, b  bahwa Engkau telah menetapkannya untuk selama-lamanya. c 

 

 

 

 

 

 

 

 

TIDAK AKAN KULUPAKAN

 

119:16 Aku akan bergemar v  dalam ketetapan-ketetapan-Mu; firman-Mu tidak akan kulupakan. 

119:61 Tali-tali orang-orang fasik membelit aku, tetapi Taurat-Mu tidak kulupakan. p  

119:83 Sebab aku telah menjadi seperti kirbat yang diasapi; namun ketetapan-ketetapan-Mu tidak kulupakan. c  

119:109 Aku selalu mempertaruhkan y  nyawaku, namun Taurat-Mu tidak kulupakan. z  

119:141 Aku ini kecil dan hina, l  tetapi titah-titah-Mu m  tidak kulupakan. 

119:153 Lihatlah sengsaraku d  dan luputkanlah e  aku, sebab Taurat-Mu tidak kulupakan. f 

119:176 Aku sesat seperti domba x  yang hilang 25 , carilah hamba-Mu ini, sebab perintah-perintah-Mu tidak kulupakan. y 

 

MENILAI DENGAN PENILAIAN ; BAIK

 

119:39 Lalukanlah celaku g  yang menggetarkan aku, karena hukum-hukum-Mu adalah baik. 

119:72 Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku, lebih dari pada ribuan keping emas h  dan perak.

 

BERHARAP

 

119:49 Ingatlah firman w  yang Kaukatakan kepada hamba-Mu, oleh karena Engkau telah membuat aku berharap. x  

119:43 Janganlah sekali-kali mencabut firman kebenaran dari mulutku, n  sebab aku berharap o  kepada hukum-hukum-Mu.

119:74 Orang-orang yang takut kepada-Mu melihat aku dan bersukacita, j  sebab aku berharap kepada firman-Mu. k 

119:81 Habis jiwaku x  merindukan keselamatan y  dari pada-Mu, aku berharap z  kepada firman-Mu. 

119:114 Engkaulah persembunyianku dan perisaiku; h  aku berharap i  kepada firman-Mu. 

119:147 Pagi-pagi buta t  aku bangun dan berteriak minta tolong; aku berharap kepada firman-Mu. 

 

BIJAKSANA

 

119:98 Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana 19  g  dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku.

MENJADI PENASIHATKU

 

119:24 Ya, peringatan-peringatan-Mu menjadi kegemaranku, menjadi penasihat-penasihatku. 

 

MENGIKUTI PETUNJUK PERINTAH/ KETETAPAN

 

119:32 Aku akan mengikuti petunjuk perintah-perintah-Mu, sebab Engkau melapangkan hatiku.

119:35 Biarlah aku y  hidup menurut petunjuk perintah-perintah-Mu, z  sebab aku menyukainya. a 

119:33 Perlihatkanlah kepadaku, u  ya TUHAN, petunjuk ketetapan-ketetapan-Mu, aku hendak memegangnya sampai saat terakhir.

119:14 Atas petunjuk peringatan-peringatan-Mu t  aku bergembira, seperti atas segala harta.

 

MEMBERI JAWAB

 

119:41 Kiranya kasih setia-Mu j  mendatangi aku, ya TUHAN, keselamatan dari pada-Mu itu sesuai dengan janji-Mu, k 

119:42 supaya aku dapat memberi jawab l  kepada orang yang mencela aku, m  sebab aku percaya kepada firman-Mu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MENGINGAT JANJI TUHAN

 

 119:76 Biarlah kiranya kasih setia-Mu n  menjadi penghiburanku, sesuai dengan janji o yang Kauucapkan kepada hamba-Mu.

119:82 Habis a  mataku merindukan janji-Mu; b  aku berkata: “Bilakah Engkau akan menghiburkan aku?”

119:103 Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu n  bagi mulutku. o

119:123 Mataku sangat merindukan z  keselamatan a  dari pada-Mu dan merindukan janji-Mu b  yang adil.

119:133Teguhkanlah langkahku oleh janji-Mu, v  dan janganlah segala kejahatan berkuasa w  atasku.

119:140 Janji-Mu i  sangat teruji, j  dan hamba-Mu mencintainya. k 

119:154 Perjuangkanlah perkaraku g  dan tebuslah h  aku, hidupkanlah i  aku sesuai dengan janji-Mu. j  

119:158 Melihat pengkhianat-pengkhianat, aku merasa jemu, q  karena mereka tidak berpegang pada janji-Mu. r

v  119:162 Aku gembira w  atas janji-Mu, seperti orang yang mendapat banyak jarahan. x 

k  119:170 Biarlah permohonanku datang l  ke hadapan-Mu; lepaskanlah m  aku sesuai dengan janji-Mu. n  

119:172 Biarlah lidahku menyanyikan q  janji-Mu, sebab segala perintah-Mu benar.

119:116 Topanglah k  aku sesuai dengan janji-Mu, l  supaya aku hidup, dan janganlah membuat aku malu m  dalam pengharapanku.

 

MENCERITAKAN/ BERBICARA

 

119:13 Dengan bibirku aku menceritakan segala hukum yang Kauucapkan. s  

. q  119:46 Aku hendak berbicara tentang peringatan-peringatan-Mu di hadapan raja-raja, r  dan aku tidak akan mendapat malu. s 

 

TIDAK SESAT

 

119:110 Orang-orang fasik telah memasang jerat a  terhadap aku, tetapi aku tidak sesat b  dari titah-titah-Mu.

 

 

 

 

 

Andalan

PEMBAPAKAN DAN PENGIBUAN GENERASI OLEH ELIA AKHIR ZAMAN- edit Agustus 2019


FREE DOWNLOAD MATERI SEMINAR PEMBAPAKAN DAN PENGIBUAN GENERASI

PEMBAPAKAN

Mohon maaf, saya sudah berusaha upload power point tetapi tidak berhasil, mungkin karena file terlalu besar.

 

SESI XII

IBADAH PENUTUP DAN PENGUTUSAN

 

PEM-BAPAK-AN

DAN PENG-IBU-AN GENERASI

Disusun dengan anugerah Tuhan oleh Grace Sumilat S.MG

 

GENERASI YANG DILANDA FATHERLESS

Fatherless, adalah sebuah kondisi yang sangat memprihatinkan, bilamana terjadi tidak hadirnya atau tidak berfungsinya seorang ayah pada sebuah generasi.

Bagaimana Fatherless bisa terjadi?

  • Melalui perceraian yang memisahkan anak-anak dari ayahnya. Angka perceraian yang terus meningkat di akhir zaman ini semakin mencetak lebih banyak lagi generasi fatherless.
  • Melalui kesibukan seorang ayah dalam pekerjaannya, yang tidak memiliki keseimbangan dengan kehidupan berkeluarga, membuat banyak sekali anak-anak yang memiliki ayah, tetapi tidak merasakan fungsi seorang ayah.
  • Melalui kematian ayah
  • Melalui keterpisahan karena pekerjaan ayah yang jauh di luar kota.
  • Melalui ketiadaan figur ayah, karena seorang ayah yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya ( karena berbagai faktor penyebab hal ini)
  • Melalui seorang ayah yang meninggalkan keluarganya begitu saja, atau meninggalkan keluarganya karena dipenjara/ menjalankan proses hukum
  • Melalui seorang ayah yang tidak harmonis dengan ibu dan tidak memperdulikan anak-anaknya
  • Melalui sebuah hubungan sex di luar nikah yang menyebabkan anak-anak dilahirkan tanpa ayah secara hukum dan secara kehadiran
  • Melalui sebuah kelahiran seorang anak akibat adanya seorang perempuan yang menjadi korban perkosaan.
  • dll

Fatherless? Beberapa temuan yang didokumentasikan dari buku Father’s Connection by Josh; (http://www.kepunton.com/GBIS/berita-305-fatherhood.html)

  • Ketidakhadiran ayah merupakan faktor utama yang lebih kuat dari kemiskinan yang menyebabkan anak-anak dibawah umur melanggar hukum/memberontak (Dr. Loren Mosher);
  • Kehadiran dan percakapan dengan ayah secara khusus pada saat makan malam, telah merangsang seorang anak untuk berprestasi lebih baik di sekolah (Dr. Marthin Deutsch);
  • Ketidakhadiran ayah secara emosi maupun fisik mengakibatkan rendahnya motivasi untuk pencapaian, ketidak mampuan untuk membedakan kenikmatan sesaat dengan akibat yang akan datang, rendah diri, dan cenderung dipengaruhi oleh kelompok dan pelanggaran hukum anak di bawah umur (DR Armand Nicholi).

 

Bagaimana bila memang ayah jasmani daripada generasi ini tidak hadir dan juga tidak berfungsi? Ada dari antara para ayah ini bisa pulih, tetapi tidak sedikit dari antara para ayah ini juga tidak bisa pulih.

Maka kita sebagai pembimbing rohani daripada generasi ini, kita harus memposisikan diri kita untuk membapaki mereka dalam Fatherhood. Mengapa ini wajib? Karena Tuhan mau kita berjalan dalam roh dan kuasa Elia di akhir zaman ini. Bergerak untuk membapaki dan mengibui generasi ini.

 

BERJALAN DALAM ROH DAN KUASA ELIA

 

Maleakhi 4: 5-6

Sesungguhnya Aku akan mengutus Nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu.

Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya ( RESTORASI KELUARGA) supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.

LEB He will change parents’ attitudes toward their children and children’s attitudes toward their parents. If not, I will come and reclaim my land by destroying you.”
NRSV ©

 

bibleoremus Mal 4:6

He will turn the hearts of parents to their children and the hearts of children to their parents, so that I will not come and strike the land with a curse.
REB He will reconcile parents to their children and children to their parents, lest I come and put the land under a ban to destroy it.

 

Lukas 1: 15-17

Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya.

Ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada TUHAN, Allah mereka, ( RESTORASI ROHANI BANGSA)

Dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan

hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi TUHAN suatu umat yang layak bagi-Nya.

 

Mari kita padukan kedua ayat ini, dengan perenungan sbb:

 

Hari Tuhan yang besar dan dahsyat itu bisa berarti kedatangan Mesias di eranya Yohanes Pembabtis.

Hari Tuhan yang besar dan dahsyat itu juga bisa berarti kedatangan Kristus kedua kaliNya

Yohanes Pembabtis adalah nabi yang berjalan dalam roh dan kuasa Elia, untuk mempersiapkan kedatangan Kristus sebagai Mesias.

Kita adalah Elia-Elia akhir zaman yang juga mempersiapkan suatu umat yang layak bagi kedatanganNya ke dua kali, di akhir zaman.

 

Ketika tidak didapati suatu umat yang layak bagiNya, maka yang terjadi adalah Tuhan akan memukul bumi sehingga musnah.

Oleh karena itulah, agar Tuhan tidak memukul bumi hingga musnah, diperlukan Elia-Elia akhir zaman yang melakukan RESTORASI KELUARGA

Tugas Yohanes Pembabtis melakukan RESTORASI BANGSA ternyata dibarengi juga dengan tugas untuk melakukan RESTORASI KELUARGA

Kunci daripada restorasi bangsa adalah restorasi keluarga.

 

Frase ini pada Maleakhi ‘dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya’ TIDAK ADA DI LUKAS

Tetapi frase ini pada  Lukas ‘dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar’ TIDAK ADA DI MALEAKHI

Kedua frase ini sinonim

Versi Lukas menjelaskan apa yang ditulis di Maleakhi

Artinya ketika hati orang tua ( hati bapa di beberapa versi terjemahan dalam bhs Inggris diterjemahkan sebagai Parent/ orang tua, jadi itu termasuk hati bapak dan hati ibu ) berbalik pada anak-anaknya, maka hati anak-anak juga akan berbalik pada orang tuanya.

Nah ketika anak-anak berbalik pada orang tuanya, yang terjadi adalah, akan ada pertobatan pada orang-orang durhaka ( kaum pemberontak) sehingga mereka menjadi orang orang yang berpikir secara benar ( PERUBAHAN PARADIGMA/ RESTORASI PARADIGMA)

Perubahan paradigma salah satunya dan yang paling fundamental/ mendasar adalah melalui RESTORASI KELUARGA.

Jadi gampangnya kronologis/ urut-urutan peristiwanya sbb:

  • Elia akhir zaman dipenuhi Roh Kudus
  • Elia akhir zaman merestorasi bangsa
  • Elia akhir zaman merestorasi bangsa dan juga merestorasi keluarga
  • Restorasi keluarga dimulai dari restorasi para orang tua terhadap anak-anak mereka
  • Restorasi keluarga dilanjutkan dengan restorasi anak-anak terhadap orang tua mereka
  • Ketika restorasi terjadi anak-anak yang memiliki pola pikir durhaka ( pemberontak) berubah menjadi anak-anak yang berpikir secara benar, restorasi paradigma terjadi
  • Ketika restorasi keluarga dan restorasi paradigma ini terjadi maka yang terjadi adalah terwujudnya suatu umat yang layak bagi-Nya
  • Ketika umat yang layak bagi-Nya terwujud, maka Tuhan tidak akan memukul bumi sehingga musnah

 

Apa hubungannya antara restorasi keluarga dengan restorasi bangsa adalah….

  • Ketika orang tua berfungsi dengan baik, maka anak-anak juga akan taat dan hormat pada orang tua
  • Ketaatan dan penghormatan pada orang tua akan memunculkan daftar berkat sbb
    • Lanjut umur ( keluaran 20:12
    • Baik keadaanmu ( ulangan 5:16)
    • Berbahagia ( efesus 6:1)
    • Mendapat tanah dari tuhan/ property ( keluaran 20:12)
  • Ketika setiap pribadi mendapatkan ini , maka restorasi bangsa pasti otomatis terjadi.

Oleh karena itu, generasi yang fatherless/ motherless harus dilayani dengan Pembapakan dan Pengibuan Generasi secara Rohani, dalam hubungan ayah dan ibu rohani di dalam TUBUH KRISTUS.  Semua itu dikarenakan,  tidak tentu restorasi dapat terjadi pada keluarga inti, tetapi mesti dimunculkan Elia-Elia di akhir zaman untuk menghadirkan restorasi generasi yang berdampak pada restorasi bangsa. Kitalah Elia-Elia itu !!

 

DIMULAI DARI

BAGAIMANA TUHAN MENJADI AYAH DAN IBU BUAT KITA

Permulaan bagaimana guru mengalami Tuhan sebagai ayah dan ibu, menjadikan seorang guru dapat menjadi ayah dan ibu bagi generasi yang Tuhan percayakan.

Sifat seorang ibu juga ada pada TUHAN. Karena Tuhan menciptakan pria dan wanita serupa dan segambar dengan Allah. Namun kita tidak pernah menyebutnya sebagai Tuhan Ibu. Kita tetap memanggil Dia, Bapa yang Kekal.

  1. Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun Tuhan menyambut aku. Itu adalah kalimat yang keluar dari mulut Daud. Mazmur 27:10
  2. Induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya- adalah AYAM BETINA. Matius 23:37
  3. KasihNya lebih dari kasih seorang ibu. Yesaya 49:15. Tuhan juga memiliki naluri keibuan di dalam Pribadi-Nya

 

BUKAN MASALAH GENDER

I Tes 2: 7, 11

I Tesalonika 2:11

Kamu tahu betapa kami, seperti bapa terhadap anak-anaknya, telah

  • menasihati kamu
  • dan menguatkan hatimu seorang demi seorang,
  • dan meminta dengan sangat, supaya kamu hidup sesuai dengan kehendak Allah, yang memanggil kamu ke dalam Kerajaan dan kemuliaan-Nya.

I Tesalonika 2:7

Tetapi kami

  • berlaku ramah di antara kamu,

sama seperti seorang ibu

  • mengasuh
  • dan merawati anaknya.
  • Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi

Bagi jemaat di Tesalonika, Rasul Paulus yang adalah seorang Laki-laki, menempatkan diri selain sebagai bapa bagi mereka, juga sebagai ibu bagi mereka.

Seorang laki-laki yang melakukan pembapakan , tetapi juga melakukan fungsi peng-ibu-an bagi generasi.

Seorang perempuan yang melakukan peng-ibu-an, tetapi juga melakukan fungsi pembapakan bagi generasi.

Kita semua dipanggil untuk bukan hanya sebagai pendidik, melainkan sebagai Bapak atau Ibu rohani bagi generasi yang Tuhan percayakan dalam keluarga rohani kita.

 

Tugas AYAH

3 Fungsi ayah menurut I Tes 2: 11-12 adalah

  • menasehati,
  • menguatkan hati (menghibur-mendorong),
  • meminta dengan sangat/ mendisiplin

agar kita hidup sesuai dengan kehendak Allah. Ketiga hal ini sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter

Amsal  1;7, Mal 4:6 , I Tes 2: 11-12

Fungsi ayah adalah mempengaruhi kelangsungan bumi, pelayanan terpenting dalam keluarga dipegang oleh seorang ayah/suami.

Ayah/ laki-laki diciptakan Allah untuk menjadi penghasil, pemecah masalah dan berprestasi.

Apa tugas IBU ?

3 Fungsi ibu menurut I Tes 2:7 -8 adalah

  • mengasuh,
  • merawat,
  • mengasihi

Mengajar anak-anak takut akan Tuhan (Ams 1:7)

Ibu/Wanita diciptakan Allah untuk membangun hubungan

  1. Ibu sebagai seorang GURU yang mengajari anak-anaknya (Amsal 6:20) yang JANGAN DISIA-SIAKAN.

Supaya tidak disia-siakan- jangan jadi ibu yang cerewet ! Tapi kita harus dapat mengajar dengan efficient.

Supaya tidak menghasilkan generasi bebal, kita jangan suka bertengkar dengan siapa saja ( suami, anak, dll) Amsal 19:13

  1. Ibuku sekaligus sebagai seorang PENGASUH ( I Tesalonika 2: 7-8)
  2. Ibuku sekaligus sebagai seorang PERAWAT ( I Tesalonika 2: 7-8)
  3. Ibuku sekaligus sebagai seorang yang memberikan KASIH SAYANG  ( I Tesalonika 2: 7-8)
  4. Ibu harus bergandengan tangan dengan ayah KOMPAK dalam mendidik dan mengajar anak. (Amsal 1:8)- ini adalah perkataan Daud pada Salomo agar Salomo tidak menyia-nyiakan ajaran ibunya.

 

BELAJAR DARI ALKITAB

TENTANG BAGAIMANA MENJADI AYAH DAN IBU BAGI GENERASI

Sapaan  normal seorang ayah kepada anak kandungnya, tercatat dalam beberapa bagian Alkitab berikut ini;

  1. Sapaan Zakharia kepada anaknya, Yohanes Pembabtis, dalam nyanyian nubuatannya ; “hai anakku” Lukas 1:76
  2. Sapaan Ishak kepada Yakub, yang pada saat itu disangkanya sebagai Esau “Lekas juga engkau mendapatnya, anakku!” Kejadian 27:20
  3. Sapaan normal Ribkah kepada Yakub sebagai seorang ibu kepada anaknya. Kejadian 27:43
  4. Sapaan normal Naomi kepada anak menantunya “Pulanglah, anak-anakku, ..” Rut 1:11. Sapaan yang sama dapat kita lihat di Rut 1:12, 2:2, 3:1, 16
  5. Sapaan normal Imam Eli kepada Hofni dan Pinehas, anak-anaknya. I Sam 2:24
  6. Sapaan normal seorang ayah angkat kepada anak angkatnya, yaitu sapaan Imam Eli kepada Samuel. I Sam 3:16. Dari panggilan Eli kepada Samuel, dan sebaliknya Samuel kepada Eli, kita bisa tahu bahwa Imam Eli memperlakukan Samuel seperti anaknya sendiri.
  7. Sapaan normal Saul kepada Daud sebagai menantunya I Sam 24:17
  8. Sapaan normal raja Daud kepada anaknya, Absalom. II Samuel 19:4, atau kepada anaknya, Salomo I Tawarikh 22:7, 11

Kesimpulan, tidak semua penyebutan “Anakku”, atau “Bapa.”, mengandung unsur pembapakan rohani, melainkan ada juga penyebutan ini hanya berlangsung secara normal/ alamiah. Contoh, Samuel memanggil Eli dengan sebutan “Bapa.” Tidak memiliki dampak apa-apa dalam hidup Samuel, karena tidak tercatat bagaimana Eli membapaki Samuel. Berbeda kasus dengan Elisa memanggil Elia dengan sebutan “Bapa.” Memang terjadi pembapakan dari Elia kepada Elisa.

 

PEMBAPAKAN ROHANI OLEH BAPA, YESUS DAN ROH KUDUS

  1. Bapa surgawi kita sebut. BAPA II Korintus 6:18. Bapa menyebut Israel sebagai ‘anak-anak-Ku’ Yeremia 3:22. Israel sebagai Anak Sulung-Ku Keluaran 4:22
  2. Roh Kudus membuat kita bisa berseru “Ya Abba, ya Bapa.” ( Galatia 4:6)
  3. Yesus mengajarkan doa BAPA KAMI, dengan menyebut Dia dengan sebutan “ Bapa.”
  4. Yesus juga adalah Bapa kita ( Yesaya 9:6)
  5. Inilah yang terjadi pada Yesus, dalam pelayanan-Nya
    1. Sapaan Yesus kepada murid-murid-Nya ketika Dia sedang bercakap-cakap dengan mereka

Yohanes 13:33 “Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu.

Markus 10:24 “Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”

  1. Sapaan Yesus kepada murid-muridNya yang kembali menangkap ikan setelah kebangkitan-Nya

Yohanes 21:5 Kata Yesus kepada mereka:

“Hai anak-anak, adalah kamu mempunyai lauk-pauk?” Jawab mereka: “Tidak ada.”

  1. Yesus mengajak Maria, Ibu-Nya untuk meng-ibu-i Yohanes, murid-Nya yang dikasihi-Nya , dan mengajak Yohanes menganggap Maria seperti ibunya sendiri

Yohanes 19:26  “Ibu, inilah anakmu!”

Yohanes 19:27  “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.

  1. Sapaan Yesus kepada seorang anak yang umurnya kira-kira 12 tahun, yang mati dan dibangkitkanNya:

Lukas 8:54 Lalu Yesus memegang tangan anak itu dan berseru, kata-Nya:

“Hai anak bangunlah!”

Markus 5:41 Lalu dipengang-Nya tangan anak itu, kata-Nya; “talita kum,” yang berarti:

“Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!”

  1. Sapaan Yesus kepada orang dewasa yang disembuhkanNya

Markus 2: 5 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu:

“Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!”

Versi kitab Matius 9:2  juga sama, Yesus menyapa orang lumpuh itu dengan sbb

 

“Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.”

 

  1. Sapaan Yesus kepada perempuan pendarahan yang disembuhkanNya

Lukas 8:48 Maka kata-Nya kepada perempuan itu:

“Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!”

Versi Markus 5:34 juga sama, dikatakan Yesus

“Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!”

Versi Matius 9;22 juga sama, dikatakan Yesus

“Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.” Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.

  1. Bahkan dalam perumpamaan-Nya-perumpamaan-Nya sekalipun, Yesus juga memakai sapaan sbb;

Lukas 15: 31

Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.

 

Matius 21:28 Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: “Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur.

 

Lukas 16:25 Tetapi Abraham berkata : Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.

 

Perumpamaan ini menekankan bahwa orang Yahudi selalu merasa aman, karena mereka merasa bahwa mereka adalah keturunan Abraham secara lahiriah.

Pada perumpamaan ini, dikatakan Abraham menyebut orang kaya ini dengan sebutan “Anak.”

Yesus menyebut orang Israel sebagai anak-anak-Nya. Matius 15:26

  1. Yesus menangisi Yerusalem, dan menganalogikan Yerusalem dengan diriNya seperti anak-anak ayam dengan induknya. Matius 23:37

 

BAGAIMANA BISA MENJADI AYAH  dan IBU ROHANI

BELAJAR DARI PAULUS SEBAGAI AYAH SEKALIGUS IBU ROHANI

 

Paulus juga memiliki Ibu rohani,  yaitu ibunya Rufus yang bagi rasul Paulus juga seperti ibunya sendiri Roma 16:13

Inilah yang ditulis Rasul Paulus pada suratnya kepada jemaat di Korintus, dalam terang Roh Kudus:

Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa. Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu. ( I Korintus 4:15)

 

PENDIDIK; paidagogos

PENDIDIK/ PAIDAGOGOS yaitu tutor atau wali dan pembimbing anak laki-laki. Di antara orang Yunani dan Romawi, pendidik/ paidagogos ini adalah budak yang bisa dipercaya untuk diberi tugas mengawasi kehidupan dan moral anak laki-laki agar mereka memilki kehidupan moral yang lebih berkelas. Anak-anak ini tidak diperbolehkan begitu banyak keluar rumah tanpa pengawasan mereka, sebelum mereka mencapai usia dewasa.

 

PENDIDIK DALAM KRISTUS

Pendidik dalam Kristus, adalah seorang pembimbing yang mengarahkan generasi ini secara moral, dengan nilai-nilai Kristiani, dengan standart karakter Kristus. Ternyata itu saja tidak cukup, melainkan harus masuk lebih dalam pada suatu PEMBAPAKAN GENERASI, karena pembapakan generasi adalah sesuatu hal yang berbeda dari hanya sekedar menjadi TUTOR/ PEMBIMBING ROHANI.

Ketika Rasul Paulus memberitakan injil kepada jemaat Korintus, dialah yang melalui injil Kristus, sah menjadi seorang bapa rohani buat mereka. Darah Yesus yang sama yang telah mengalir di  hati Paulus maupun di hati jemaat Korintus yang telah menerima karya Salib Kristus dan mengalami kelahiran baru di dalam Yesus. I Korintus 4:15

Banyak pendidik dalam Kristus, bahkan beribu-ribu, mereka bisa berupa pengkotbah, pembimbing rohani, rohaniawan, leader, cell group leader, penulis buku rohani, penyiar radio rohani, penulis lagu rohani,  dll. Tetapi tidak semua dari mereka adalah BAPAK ROHANI yang membapaki hidup kita. Tidak semua dari mereka adalah IBU ROHANI yang meng-ibu-i hidup kita

Banyak kali kita melakukan pengajaran, menjadi seorang Guru Sekolah Minggu, namun tidak semua dari kita telah menjalankan PEMBAPAKAN GENERASI dan PENG-IBU-AN GENERASI

Memastikan tiap anak didik menerima injil Kristus adalah syarat mutlak seorang bapak rohani dan seorang ibu rohani, yang ‘memperanakkan’ / dengan menyemaikan benih iman yang lahir dari pendengaran akan Firman Kristus  ( Roma 10:17), dan yang ‘mengalami sakit melahirkan’ untuk memperkenalkan mereka pada karya Salib Kristus.   (Galatia 4:19)

 

INILAH YANG DILAKUKAN RASUL PAULUS

UNTUK MENJADI SESEORANG YANG MEM-BAPAK-I  DAN MENG-IBU-I GENERASI

  1. Menegor anak rohani dengan motivasi terbesar adalah KASIH.

I Korintus 4: 14

Hal ini kutuliskan bukan untuk memalukan kamu, tetapi untuk menegor kamu sebagai anak-anakku yang kukasihi.

Tidak memakai cara-cara yang mempermalukan di depan umum, mengecam dan  menghakimi dengan kata-kata yang tajam,  menghancurkan keberhargaan diri, mematikan semangat.

Tetapi memakai cara-cara menegor seperti seorang bapa/ayah/papa yang merindukan pertobatan anak tanpa menginginkan kejatuhannya sama sekali.

Meminta anak-anak rohaninya membuka hati selebar-lebarnya untuk kemudian siap ditegur oleh seorang ‘ayah rohani’. Perhatikan setelah ayat 13 berikut ini, isi surat Paulus kepada jemaat Korintus adalah nasihat dan teguran.

II Korintus 6:13

Maka sekarang, supaya timbal balik—aku berkata seperti kepada anak-anakku–:Bukalah hati kamu selebar-lebarnya!

  1. Rasul Paulus meng-ibu-i jemaat Galatia, dengan cara rela menderita sakit bersalin, seperti seorang perempuan yang melahirkan, demi supaya rupa Kristus menjadi nyata di dalam mereka. Kerinduan Paulus yang sangat besar agar jemaat Galatia hidup dalam kebenaran ( Galatia 4:16), membuat Paulus berani menyatakan kebenaran kepada mereka. Bagaimana kalau hal ini membuat mereka jadi memposisikan diri Paulus sebagai seorang musuh? Di sinilah Paulus siap menderita ‘sakit bersalin’ sekali lagi, bukan untuk sebuah kelahiran baru mereka di dalam Kristus, tetapi untuk supaya anak-anaknya ini bisa hidup serupa Kristus. Dia menyebut mereka ‘anak-anakku’

Galatia 4:19 Hai anak-anakku, karena kamu aku menderita sakit bersalin lagi, sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu.

  1. Meng-ibu-i jemaat Galatia membuat Rasul Paulus dilanda rindu untuk berada di tengah-tengah mereka lagi, yang mana perjumpaan secara langsung tidak dapat digantikan dengan cara-cara lain selain kehadiran di tengah-tengah mereka, layaknya ibu yang langsung dapat berbicara dengan lebih leluasa saat berhadapan dengan anaknya secara langsung.

Galatia 4:20 Betapa rinduku untuk berada di antara kamu pada saat ini dan dapat berbicara dengan suara yang lain, karena aku telah habis akal menghadapi kamu

  1. Paulus menyebut Onesimus sebagai ‘anakku yang kudapat selagi aku dalam penjara.’ (Filemon ayat 10) Bahkan Rasul Paulus menyebut Onesimus sebagai ‘dia, yaitu buah hatiku.’ (Filemon ayat 12) Sebagai bapa rohani bagi Onesimus, Rasul Paulus memperjuangkan status Onesimus di hadapan Filemon dari hamba menjadi saudara yang kekasih ( Filemon 16), dengan menghadirkan Tuhan di antara mereka. Rasul Paulus pun memperjuangkan penerimaan Onesimus, oleh Filemon, agar Filemon menerima Onesimus seperti menerima dirinya sendiri. ( Filemon 17) Rasul Paulus mau menanggung hutang Onesimus kepada Filemon, menanggung semuanya. ( Filemon 18-19) Walaupun sebenarnya Filemon juga buah dari pelayanan Paulus, Paulus tidak mau memanfaatkan hal itu.  ( Filemon 19) Sebagai seorang ayah rohani, Rasul Paulus siap menanggung hutang Onesimus.
  2. Membapaki sampai sang anak rohani, sampai si anak rohani ini, siap menjadi duta yang siap mempresentasikan gaya hidup sang ayah rohani tersebut, di dalam Kristus Yesus,  serta siap meneruskan kembali pengajaran-pengajaran dari sang ayah rohani tersebut, yang memiiki standart umum, yang mana pengajaran tersebut juga sesuai dengan gaya hidup sang ayah rohani. Jadi kedatangan sang anak rohani sebenarnya sama saja dengan menghadirkan sang ayah rohaninya. Gaya hidup dan pengajaran yang paralel, yang ditongkatestafetkan lewat pembapakan generasi. Tidak heran, Paulus menggunakan kata ‘anakku yang kekasih dan yang setia dalam Tuhan’ untuk menyebut Timotius sebagai duta dirinya.

I Korintus 4:17

Justru itulah sebabnya aku mengirimkan kepadamu Timotius, yang adalah anakku yang kekasih dan yang setia dalam Tuhan. Ia akan memperingatkan kamu akan hidup yang kuturuti dalam Kristus Yesus, seperti yang kuajarkan di mana-mana dalam setiap jemaat.

Anakku yang kekasih; adalah sebuah penggarisbawahan ekspresi kasih dari seorang bapa/ayah/papa.

Yang setia dalam Tuhan adalah sebuah penggarisbawahan suatu kentinuitas, intensitas, proses yang panjang, dan bukanlah sebuah proses instan. Ada Tuhan di antara mereka sebagai bentuk hubungan segitiga antara Tuhan, Paulus dan Timotius.

  1. Berbicara kepada generasi dengan sapaan seorang ayah kepada anak-anaknya, dengan kata “Hai anak-anak…” memposisikan diri sebagai ayah buat mereka, bukan menggurui, tetapi nasihat yang lahir dari seorang ayah kepada anak-anaknya.

Kolose 3:20 Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan.

Efesus 6:2 Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.

  1. Menjadikan Timotius anak rohaninya, dan memberikan kepada Timotius kata-kata penguatan/ kata-kata dorongan/ kata-kata motivasi. Inilah yang membedakan antara ‘spirit ayah rohani’ dengan’spirit kompetitor’ Seorang ayah rohani tidak akan takut tersaingi oleh muridnya, justru kalau muridnya lebih sukses, dia ikut bangga sebagai ‘ayah’nya.

II Timotius 2:1 Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus.

 

MELIHAT BAGAIMANA RASUL PAULUS

MEMBAPAK-I DAN MENGIBU-I TIMOTIUS SECARA PRIBADI

 

TIMOTIUS YANG DIMUNGKINKAN FATHERLESS

MENDAPATKAN PAULUS SEBAGAI AYAH ROHANI DALAM HIDUPNYA

Hubungan Paulus dan Timotius

https://myblessedlife.wordpress.com/2008/08/13/hubungan-paulus-dan-timotius/

Aku banyak belajar dari hubungan Paulus dan Timotius. Pada saat Timotius mulai mengikuti perjalanan Paulus, Timotius masih sekitar umur 20 thn-an sedangkan Paulus sepertinya sudah di atas umur 60 thn. Hubungan mereka berlangsung dalam waktu 20 thn. Ketika Timotius ditinggalkan di Efesus, Paulus memberikan berbagai nasehat untuk memimpin Efesus. Sifatnya agak pemalu dan kurang percaya diri. Dia juga sering sakit terutama masalah pencernaan. Apakah Timotius berhasil mencotohi Paulus dalam memimpin? Pertanyaan nya adalah, bagaimana Tuhan dapat menggunakan org ini menjadi penerus Paulus?

Apa yang dapat aku belajar dari Paulus dalam membimbing Timotius?

  • Paulus dapat melihat potensi seseorang dengan lebih dalam. Kecendrungan orang mencari pengganti pasti mencari yang hebat juga, seperti waktu orang Israel mengangkat Saul menjadi raja. “Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah, manusia melihat apa yang kelihatan, tetapi Tuhan melihat hati” ( 1 Sam 16:7 ). Paulus memiliki visi seperti Tuhan dalam mencari dan melatih penerusnya. Dia percaya kepada Timotius dapat melanjutkan semua pengajaran dan nasehat yang telah diterima dari Paulus.
  • Paulus tidak hanya membimbing dengan cara memberikan nasehat, tapi Paulus membawa Timotius untuk mengikuti hidupnya dan hidup Kristus. Paulus mengajak Timotius keluar dari Listra, kampung halaman nya, untuk misi penginjilan ke berbagai kota. Paulus menugaskan Timotius membantu jemaat Tesalonika, Korintus, dan Filipi. Paulus juga berani mengajak Timotius ikut menderita dalam pemberitaan Firman. Paulus bukan nya mengasihani Timotius yg masih mudah dan meremehkan dia. Paulus justru menantang Timotius untuk bertumbuh menjadi pemimpin yang luar biasa. Paulus tidak “menurunkan ilmu” setengah2 kepada Timotius, tapi dia ingin Timotius menjadi pemimpin yg lebih baik daripada dia. Setiap pemimpin harus mencetak pemimpin berikutnya, tidak hanya mencari murid saja.
  • Dengan perbedaan umur yang cukup jauh, Paulus juga sangat mengasihi Timotius. Paulus care dengan masalah kesehatan Timotius. Paulus menceritakan semua pergumulan dan hatinya kepada Timotius. Pada saat surat terakhirnya kepada Timotius, Paulus menceritakan ttg perasaan nya mengenai kematian nya yg sudah dekat. Beberapa hari lalu, aku mengunjungi seorang saudara yang sudah lanjut umur dan sakit-sakitan. Dia sempat bicara dengan kita yg menjenguknya bahwa dia merasa dia akan segera pergi tidak lama lagi. Otomatis kata2 dia membuat aku sedih. Walaupun aku tidak terlalu dekat dgn dia, tetap saja aku merasa sedih. Aku bayangin begitulah perasaan Paulus, dan ia ingin menceritakan nya kepada Timotius, anak bimbingan yg sgt dia kasihi. Jika kita merasa akan segera mati, siapa yg kita harapkan untuk berada di sisi kita? Bukankah org yg paling kita kasihi?

 

Sebaliknya apa yang aku belajar dari Timotius sebagai anak bimbingan?

  • Timotius punya hati yang sangat ingin belajar, taat dan percaya kepada pembimbing rohaninya. Timotius telah belajar segala sesuatu yg diperlukan utk menjadi pemimpin yg benar di depan Tuhan. walaupun dia seorang yg masih muda dan kurang percaya diri, dia sangat setia dan taat. Dia bahkan ikut menderita aniaya yg diterima oleh Paulus dan ikut dipenjara di Filipi.
  • Timotius menggunakan karunia yg telah diberikan Tuhan kepadanya ( 2 Tim 1:6-7 ). Ingat bahwa kepemimpinan adalah karunia dari Tuhan, kita tidak bisa bergantung kepada kemampuan diri sendiri saja. Paulus sering mengingatkan Timotius utuk ingat hal ini supaya Timotius selalu bergantung kepada Tuhan dalam menghadapi setiap masalah jemaat.
  • Timotius sangat mengasihi Paulus. Timotius mendukung dgn sepenuh hati dan menjadi org yg dapat dipercaya oleh Paulus. Kita bisa tahu kenapa di saat-saat terakhir Paulus, dia meminta Timotius datang menjenguknya. Karena Timotius adalah anak bimbingan sekaligus seorang sahabat buat Paulus.

Sebagai pembimbing, apakah aku sudah memberikan yg terbaik untuk anak bimbingan?

Sebagai anak bimbingan, apakah aku sudah belajar bayak dari pembimbing?

BELAJAR DARI TOKOH LAIN YANG MEM-BAPAK-I DAN MENG-IBU-I GENERASI

 

  1. YOHANES MURID YESUS
  2. I Yohanes 2:12, 14 Yohanes menyapa generasi dengan sebutan ”Hai anak-anak.”
  3. I Yohanes 2:1, 18, 28, 3:18, 4:4, 5:21 , Yohanes menyapa jemaat Tuhan dengan sebutan “Anak-anakku.” Yang mana semua kalimatnya berisi ; nasihat, awasan, Visi ke depan, kata-kata penguatan.
  4. PENULIS KITAB IBRANI

Ibrani 12;5 Penulis kitab Ibrani mengingatkan jemaat Tuhan akan Firman dari PL dan tidak lupa mencantumkan sapaan kepada mereka dengan khas ‘hai anakku.’

Yosua adalah sesosok pemimpin yang melakukan pembapakan bagi generasi yatim piatu terbesar di dunia.  Saat Akhan didapati berbuat dosa, apa yang dikatakan Yosua kepadanya?

Yosua 7:19

Anakku, hormatilah TUHAN Allah Israel, dan  mengakulah di hadapan-Nya; katakanlah kepadaku apa yang kauperbuat, jangan sembunyikan kepadaku.

Ternyata Musa tidak pernah berkata kepada bangsa Israel dengan sebutan Anakku..tetapi Yosua punya gaya kepemimpinan yang berbeda, ketika dia menegur seorang Akhan, dia menegur dengan kasih, dia memperlakukan Akhan sebagai anaknya, di sinilah fathership-nya jalan. Sebuah hati bapa/bapak/ayah dari seorang pemimpin.

  1. YUSUF DENGAN PRIBADI SANGAT KEBAPAKAN
  • Raja Firaun menganggap Yusuf ( yang diperkirakan usianya jauh lebih muda daripada Firaun) sebagai ayahnya (Kejadian 45:8)
  • Yusuf memiliki empati pada orang yang berkesusahan ( Kejadian 40:6)
  • Saat Yusuf masih ‘acting’ dan belum memperkenalkan diri pada saudara-saudaranya, kepribadian aslinya tetap muncul saat berpura-pura memanggil Benyamin, adiknya, dengan sapaan khas kebapakan “Anakku.” Kejadian 43:29
  • Yusuf memberi kata-kata kekuatan kepada kakak-kakaknya saat dia memperkenalkan diri ( Kejadian 45:5)
  • Yusuf memberi rasa aman kepada mereka ( Kej 45:10)
  • Yusuf bersiap memelihara hidup mereka ( Kej 45:11)
  • Yusuf melepas saudara-saudaranya serta berkata; “Janganlah berbantah-bantah di jalan. ( Kej 45:24)
  1. ELIA

Pemuridan Elia kepada Elisa, bukan pemuridan biasa, karena Elisa memanggil Elisa sebagai “Bapa.” ( II Raja-raja 2:12) Elisa berhasil melihat Elia naik ke sorga, dan berhasil mendapat dua bagian roh Elia. Ini adalah warisan rohani dari ayah rohani kepada anak rohaninya

Mengapa rombongan nabi di Betel dan rombongan nabi di Yerikho tidak bisa melihat terangkatnya Elia ke sorga? Karena mereka tidak memiliki tingkat hubungan bapa dan anak, sebagaimana Elisa memiliki tingkat hubungan bapa dan anak dengan Elia.

  1. BOAZ

Boaz yang sangat kebapakan memanggil Rut dengan sebutan ‘anakku’ sebelum memperisteri dia ( Rut 2:8)

  1. DAUD memanggil anak buahnya yang mengikutinya sejak di gua Adulam dengan sebutan ‘anak-anak’ Mazmur 34:12
  2. Untuk multi tujuan, dalam Amsal 1, Salomo menuliskan Amsal, dengan muti tujuan sbb:
    1. Mengetahui hikmat
    2. Mengetahui didikan
    3. Mengerti kata-kata yang bermakna
    4. Menerima didikan yang menjadikan pandai
    5. Menerima kebenaran, keadilan dan kejujuran
    6. Memberikan kecerdasan bagi orang yang tidak berpengalaman
    7. Memberikan pengetahuan serta kebijaksanaan kepada orang muda
    8. Menambah ilmu bagi orang bijak
    9. Memberikan bahan pertimbangan kepada orang yang berpengertian
    10. Untuk mengerti amsal dan ibarat, perkatan dan teka-teki orang bijak

Untuk kesemuanya itu, Salomo menjadikan PEMBAPAKAN sebagai pendekatan utama, atau metode utama, dengan mengulang-ulang sapaan:

Hai anakku ( Amsal 1:8, 10, 15;  2:1  ; 3:1,11,21 ;  4:1,10,20 ;  5:1,7,20 ;   6:1, 3, 20  ;  7:1, 24   ; 8:32  ; 19:27  23:15,19,26  ;  24:13, 21  ; 27:11) total Salomo menyebut PARA PEMBACA AMSAL dalam sapaan “ Hai Anakku”  dalam 26 kali pengulangan.

Kata “Hai Anakku”  ini jelas jelas bukan ditujukan kepada anak kandungnya sendiri. Bisa dibuktikan lewat kalimat semacam ini

“Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu.” Amsal 1:8

Tidak dikatakan “Hai anakku, dengarkanlah didikanku, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu.” Maksudnya ‘ayahmu’ dan ‘ibumu’ ya dimaksudkan ayah dan ibumu masing-masing.

Ternyata di kitab Pengkotbah, Salomo juga menyebut para pembaca sebagai “anakku” Pengkotbah 12:12

Ternyata Salomo sejak belum lahir ke dunia pun, telah dinubuatkan Tuhan, bahwa Tuhan akan menjadi Bapa bagi Salomo, dan Salomo akan menjadi anak-Nya. II Sam 7:14. Tidak heran, dari semua anak Daud, hanya Salomo satu-satunya yang mendapat nama dari Tuhan sendiri. Tidak heran pembapakan Salomo begitu kental dalam tulisan-tulisannya di Amsal dan di Pengkotbah. Di samping itu tentunya Daud dan Batsyeba berperan besar dalam pendidikan dan pengajaran bagi pribadi Salomo. ( Lihat Amsal pasal 4:3-9)

  1. RAJA HIZKIA menyapa para imam dan orang –orang Lewi sebagai “anak-anakku” II Taw 29:11

 

Penutup

Restorasi bangsa dilakukan melalui pengajaran ( pendidikan) dan juga pembapakan ( fatherhood), seperti keseimbangan dua sayab. Hanya dengan pengajaran saja tidak cukup, tetapi juga dengan pembapakan. Hanya dengan pembapakan saja tidak cukup tetapi juga dengan pengajaran.

 

Biarlah Mazmur 34:12 menjadi motto hidup kita dan kita lakukan dalam pelayanan kita sebagai seorang Elia akhir zaman !!

SEMINAR GURU SEKOLAH MINGGU. MEMBUAT SOUVENIR UNTUK ANAK


SOUVENIR MADE IN GURU

Disusun dengan anugrah Tuhan oleh Grace Sumilat, S.MG

Yang dipersiapkan:

  1. Membuat kertas batik

Bawa taplak meja plastik, yang timbul . Satu taplak bisa dipakai 5 orang

Cryon dan kertas.

Kertas bisa tiap orang 5 lembar, Cryon bisa dipakai 4 orang 1 packnya

Plastik es lilin ( baru)

Alat Pelubang kertas

Pita kain

Karton bekas doos susu/ doos makanan

Kaleng bekas susu/biskuit/dll

 

  1. Gelang dari botol aqua bekas

Botol plastik bekas

Gunting

Kapas

Pita kain

  1. Bingkai foto dari gelas aqua bekas

Gelas Aqua bekas

Gunting

Pita kain

Lem

Foto siap gunting ukuran diameter gelas bekas

 

KELOMPOK 3

 

NON MATERI

MEMBUAT PUZZLE AYAT DARI TANGGALAN BEKAS

Sepidol

Tanggalan bekas ukuran berapa saja (yang penting ada gambarnya yang tidak seronok/wanita sexi)

Gunting,

Penggaris

Cutter

Pensil

Alkitab elektronik/ concordansi elektronik

(masih kelompok 3)

BINGKAI FOTO DARI GELAS AQUA BEKAS

Gelas Aqua bekas

Gunting

Pita kain

Lem

Foto siap gunting ukuran diameter gelas bekas (bisa ambil dari poster/majalah/dll)

 

KELOMPOK 5

 

NON MATERI

 

SENI MENGGUNTING KERTAS

Gunting tiap orang satu

Kertas lipat tiap orang satu pack, ukuran apa saja, kira kira butuh 30 lembar, warna apa saja

Kapas  /cat air/ pewarna kue/piring untuk mencairkan warna/ pewarna alamiah misalnya kunyit, pandan, dll

 

KELOMPOK 6

 

NON MATERI

 

MEMBUAT KERTAS BATIK

Bawa taplak meja plastik, yang timbul . Satu taplak bisa dipakai 5 orang

 

 

 

 

Cryon dan kertas.

Kertas bisa tiap orang 5 lembar, Cryon bisa dipakai 4 orang 1 packnya

Plastik es lilin ( baru)

Alat Pelubang kertas

Pita kain

Karton bekas doos susu/ doos makanan

Kaleng bekas susu/biskuit/dll

Penggaris dan pensil

Gunting

(masih kelompok 6)

MEMBUAT HADIAH GELANG UNTUK ANAK-ANAK

Botol plastik bekas

Gunting

Kapas

Pita kain

MEMB UAT KARTU UCAPAN untuk anak-anak

 

SEDIAKAN karton tebal untuk COVER/ SAMPUL/ KARTU, bisa 1 pholio karton tebal dibagi menjadi dua, untuk dua kartu

Setiap kartu itu akan dilipat menjadi dua lipatan

Sediakan ORIGAMI yang ukurannya lebih kecil dari ukuran kartu SETELAH DILIPAT

Tiap orang membutuhkan 4 origami, dengan warna bebas

Dan setiap orang membutuhkan1 buah  gunting