SHARE TIPS PENULISAN BUKU MATERI ANAK SEKOLAH MINGGU

Tulisan ini ditujukan buat kerabat-kerabat yang ingin menulis buku mengenai sekolah minggu, dimulai dari hal-hal apa yang harus dipersiapkan dan masih banyak lagi hal-hal yang bisa membantu teman-teman menuangkan pikiran dalam bentuk buku materi sekolah minggu.


MENJADI PENULIS BUKU MATERI SEKOLAH MINGGU

20141229_134433 20141229_134459

Kesaksian seputar acara TEMU BUKU, Desember 2014.

Oleh -oleh TEMU BUKU

Wauuuuu Puji Tuhan !!

Sejak di Kendari, sudah diberi beban oleh Tuhan untuk adakan temu buku di Jawa !

Di teguhkan oleh ibu Fiet Wien Fe yang mengupload pelaksanaan materi SM buatannya sendiri !

Diteguhkan juga oleh seorang sahabat di Jawa, lewat telephone !

Baiklah ! Makalah segera dibuat sejak di Kendari. Menjelang kepulangan ke Jawa makalah sudah dicatat di mana saja, saat ide terlintas dan apa-apa saja yang akan dibahas !

Tibalah di Jawa…mau diadakan di mana ya temu buku ini? Saya terus berdoa, meminta Tuhan tunjukkan mau di mana temu buku ini …

Sesampainya di Ambarawa dalam rangka persiapan KKR Natal Anak GBI Ambarawa, saya diajak Miss Nana / Septiana Agustin untuk jalan-jalan di Goa Maria Kereb, dekat hotel tempat saya bermalam. Nah, saya jatuh cinta sama tempat ini, pas sekali dengan yang ada di hati saya, karena saya ingin tempat yang tidak memicu suasana tegang, saya ingin tempat yang santai dan semi outdoor, nggak kehujanan, tetapi tetap bisa nikmati angin alam,….waaaau pas sekali tempat ini !

Cari tanggal yang pas, dan ternyata tempat yang diincar kosong , belum dipakai orang lain ! Puji Tuhan !

Ambarawa- oh Ambarawa…
Kota ini sangat bersejarah bagi hidup saya ! dan bagi pelayanan yang Tuhan percayakan !

Semua teman-teman yang berpotensi untuk temu buku, sudah dihubungi dan ternyata yang bisa hadir adalah 200 orang ( ha ha ha ha…maksud saya dua orang)

Tetap saya syukuri, karena awal-awal saya seminar di GPdI Kharisma Kalinegoro, sekitar tahun 1998- 2006 juga adalah seminar-seminar kecil dihadiri 5 sampai 10 orang. Mereka adalah wali murid SM, juga guru guru SM di kala itu..

Tetap semangat..karena dua orang ini, bukan orang-orang biasa, mereka orang-orang yang bisa dicetak dan mau dicetak jadi penulis materi anak !

Tuhan sediakan mobil, juga yayank aku Ari Prasetyo Widiono bisa antarkan, juga ananda aq Melody semangat ikut, karena ada Fe.., semua dana juga Tuhan sediakan..materi juga dengan pertolongan Tuhan, setelah dilembur -lembur bisa selesai…

Juga Tuhan sediakan kemauan dalam diri saya, yang tadinya sempat tarik ulur dengan Tuhan, maunya menunda lain kali saja kalau buku JCA sudah terbit, ternyata Tuhan ingin percepatan dan semua bisa berjalan bersama-sama, mengingat saya akan pulang ke Jawa lagi baru Juni/Juli mendatang, waktu terus berjalan..dan saya memilih taat. Bersyukur atas itu semua ! Puji Tuhan.

Temu Buku…..saya tidak akan pernah lupakan momentum ini…sebuah awal untuk berjamurnya penulis materi anak !! haleluya !!

Thanks God !

 

 

PENDAHULUAN

  • Sharing pribadi
    • Saya tidak pernah bermimpi menjadi penulis materi anak, tetapi Tuhan menggiring ke arah sana
    • Tuhan sudah persiapkan sejak SMA masuk di sekolah SMAK Santa Maria , Malang dimana saya mendapat pelajaran yang paling saya sukai, mengetik dengan 10 jari
    • Seorang ibu pendeta MDC Magelang, ibu Juli Soerijaty mengungkapkan satu kalimat pada saya, puluhan tahun yang lalu, saat membaca makalah seminar kecil-kecilan yang pernah saya susun ; “Bu, ibu punya bakat menulis, kembangkan terus bu, itu talenta yang Tuhan berikan, siapa tahu suatu saat, ibu menjadi penulis..!” Kalimatnya tidak persis seperti itu, tetapi kira-kira intinya begitu. Saya tertawa dalam hati, tidak percaya akan perkataannya, akan tetapi ternyata itu semacam visi mungil yang telah Tuhan tanamkan seperti benih dalam hati saya, melalui sebuah kata-kata dorongan dari seorang hamba Tuhan yang dengan tulus hati mau melihat talenta orang lain di sekitarnya, saya sangat diberkati dengan perkataan beliau, yang tidak lebih dari satu kalimat tetapi yang kini berdampak ribuan kalimat pada tiap tulisan saya.
    • Dimulai dari menulis website, dan kemudian ikut dalam team penulisan buku Anak Terang Indonesia, Pelnap Jateng, dan jika Tuhan menghendaki akan meluncurkan buku bersama Penerbit Andi Offset Yogyakarta, kurikulum sekolah minggu, Jenius Cara Alkitab (Buku ini sedang digarap/ edit layout)
  • Visi ke depan
    • Ada kerinduan yang dalam untuk share bagaimana menulis buku materi anak, agar trial and error yang saya alami, tidak perlu dialami oleh penulis lain yang baru belajar, sehingga dengan demikian buku materi anak akan terus bermunculan/berjamuran di Indonesia dan mancanegara.
  • Ayo, kamu bisa !
    • Selama anda tidak buta huruf, anda bisa jadi penulis !

 

APAKAH ANDA PERNAH BERCITA-CITA MENJADI PENULIS?

  • Jarang anak kecil bercita-citakan jadi penulis, kebanyakan mereka ingin menjadi Doker, Pilot atau Insinyur !
  • Jadi kalau penulis bukan impian anda, tidak perlu ragu…Tuhan akan memperlengkapi anda menjadi penulis materi anak ! Haleluya !!

 

MENGAPA KITA MENJADI PENULIS MATERI SEKOLAH MINGGU?

  1. Karena ide kita akan segera lenyap jika tidak dituliskan
  2. Karena penulisan membuat ide kita bisa lebih ditajamkan
  3. Karena dengan menulis, ide kita bisa diawetkan bahkan sampai waktu yang tidak terbatas. Sampai kita mati pun ide kita akan terus bisa dibaca anak cucu kita kelak
  4. Karena dengan menulis, kita membuat banyak sekali percepatan. Tanpa kita harus menceritakan dari mulut ke mulut, satu per satu, ide-ide kita bisa berpindah tangan dari satu orang ke orang lain melalui buku yang bisa dibeli siapa saja, kapan saja, di mana saja. Bisa jadi orang yang membeli buku kita bahkan kita tidak kenal.
  5. Karena dengan menulis , kita membuat ide kita bisa dihargai orang (dengan cara mereka membeli buku yang kita tulis) dan pada saat buku sudah selesai di tulis, dalam arti pada saat waktu kita bisa kita pakai untuk hal –hal yang lain, si proses penjualan buku itu akan terus berjalan, dan penghargaan berupa pembelian ini akan terus berlangsung. Otomatis penghargaan itu terkait dengan royalty
  6. Karena dengan menulis, kita bisa lebih dikenal masyarakat luas, sehingga jangkauan pelayanan kita, area kita bisa lebih diperluas lagi.
  7. Karena dengan menulis, orang-orang yang membaca mengalami percepatan waktu, tanpa harus bersusah-susah membuat materi, mereka tinggal membeli buku kita, dan mereka tinggal mempraktekkan, tanpa takut mengalami kegagalan, karena semua tingkat kegagalan sudah kita minimalisir sedemikian rupa. Itulah gunanya penulis, dia membagikan percepatan waktu pada para pembacanya. Contohnya :dengan membaca biografi seorang Bung Karno, misalnya, hanya dalam 1 jam saja buku selesai dibaca, tidak perlu mengalami pengalaman seperti Bung Karno dari enol tahun sampai dia meninggal, cukup dalam satu jam saja bisa memetik intisari apa yang menjadi  kunci keberhasilan atau titik –titik letak kegagalan beliau.
  8. Karena pekerjaan menulis adalah pekerjaan yang bisa kita lakukan dengan waktu yang sangat flexible, kita bisa atur waktu kita sendiri, tidak seperti jika kita harus mengantor di suatu perusahaan.
  9. Karena pekerjaan menulis adalah pekerjaan yang bisa kita lakukan dengan tempat yang sangat flexible, di mana pun kita bisa menulis, di rumah, di perjalanan, di pantai, di mana saja.
  10. Karena pekerjaan menulis adalah pekerjaan yang bisa kita lakukan dengan media apa saja, HP, Tablet, Laptop, Mesin Ketik, Komputer, dll
  11. Karena peluang untuk menulis di Indonesia masih sangat besar. Masih sangat sedikit para penulis buku materi anak.
  12. Karena dengan menulis materi anak, kita ikut mencerdaskan bangsa.
  13. Karena dengan menulis materi anak, kita ikut serta mempercepat VISI Tuhan atas anak-anak di Indonesia digenapi oleh Tuhan.
  14. Karena dengan menulis materi anak, kita dapat menyesuaikan kurikulum sesuai kebutuhan kita, visi kita, visi gereja, doktrin gereja kita, dll tanpa harus memaksakan diri harus mengikuti buku yang sudah beredar di masyarakat.
  15. Karena untuk menulis materi anak, kita tidak dibatasi oleh ijazah, entah kita lulusan SMA, S1, S2 dll, asal kita tidak buta huruf, kita bisa menulis. Bahkan ibu rumah tangga biasa saja pun bisa jadi penulis. Tidak sama kalau kita bekerja di perusahaan , ijazah kita menjadi suatu tolok ukur sampai di mana gaji kita, pada penulisan buku, asal buku kita bagus, royalty buku dan diskon pada penulis buku tidak ditentukan oleh ijazah di penulis.

 

BAGAIMANA CARA MENERBITKAN TULISAN KITA?

  1. Menerbitkan tulisan bisa lewat Blog gratisan. Penulisan lewat blog tidak mendatangkan royalty, tidak mendatangkan untung apa pun untuk kita sebagai penulis. Kecuali pada blog anda diberikan iklan pay per click dan semacamnya. Namun demikian walaupun tidak mendatangkan royalty penulisan lewat blog ini mendatangkan banyak keuntungan lainnya, yang tidak berupa uang:
    1. Tulisan anda bisa memberkati para pembaca blog secara gratis, dengan demikian sama saja anda sedang menabur, sedangkan hukum tabur tuai mengatakan bahwa apa yang kita tabur akan kita tuai
    2. Tulisan anda membuat anda bisa membuat jejaring sosial sendiri, sehingga pada dunia maya anda sudah dikenal oleh pembaca-pembaca anda. Kelak ketika buku anda terbit, mereka yang sudah mengenal tulisan-tulisan anda akan berburu buku anda. Pembuatan blog ini , bisa menjadi semacam ajang pencetakan ‘pasar’, yang segera melahap penjualan buku anda kelak.
  • Penulisan pada blog membuat anda bisa belajar bagaimana menulis. Dari para komentator blog anda akan mendeteksi sejauh mana tulisan anda itu bisa dipahami, bisa dipraktekkan, dan bisa bermanfaat bagi orang lain. Jika terjadi kesalahan penulisan pada blog, tidak masalah, dengan mudah kita bisa mengeditnya berulang-ulang, sampai pada suatu titik, tulisan kita menjadi ‘sempurna’ (artinya sampai bagus sekali- karena melalui beberapa proses editing)
  1. Penulisan pada blog juga membuat anda seperti memiliki bank tulisan, selain pada komputer anda, sehingga sewaktu-waktu komputer dan data anda bermasalah, masih ada data di dunia maya.
  2. Penulisan pada blog membuat anda bisa memiliki jaringan yang sangat luas, di mana banyak orang akan tahu siapa anda tanpa harus berkenalan langsung dengan anda, melalui ide-ide yang ada pada tulisan-tulisan anda. Dari situlah anda akan dikenal, dan tidak mustahil mereka akan mengundang anda untuk mengajar sebagai guru tamu di pelayanan mereka. Dan di dunia maya, seluruh dunia bisa membaca tulisan anda pada detik yang sama saat anda menerbitkan tulisan anda, karena internet adalah JENDELA DUNIA
  3. Kelak blog anda juga akan bermanfaat sebagai sarana promosi buku anda yang telah terbit.
  1. Menerbitkan tulisan , juga bisa melalui Website. Apa bedanya website dengan blog? Website bisa kita dapatkan apabila kita membeli Domain, dengan membeli domain, kita berhak memiliki alamat yang lebih singkat, misalnya ; Blog jeniuscaraalkitab.wordpress.dom bisa menjadi lebih singkat sbb: www.jeniuscaraalkitab.com. Dengan memiliki domain sendiri, anda bisa membuat alamat e-mail sendiri seperti e-mail saya gracesumilat@jeniuscaraalkitab.com . Semua manfaat penerbitan tulisan melalui Blog gratisan sama saja dengan penerbitan tulisan melalui Website.
  2. Menerbitkan tulisan, juga bisa secara sederhana, anda membuat master secara softcopy, anda membawa ke percetakan, anda mencetak sebanyak eksemplar yang anda inginkan, anda jual sendiri. Cara ini akan membuat anda tidak bisa menjual buku di toko-toko buku, karena buku anda tidak memiliki barcode, namun tiap buku dapat dijual secara manual dari anda pribadi kepada teman-teman atau menerima pesanan lewat promo buku anda secara online/ melalui internet.
  3. Menerbitkan tulisan melalui penerbit. Anda membawa sample buku ke penerbit, dan jika buku anda dianggap layak jual, maka penerbit akan menerbitkan buku anda dengan biaya mereka, dan mereka juga yang akan mendistribusikan buku anda, anda akan mendapatkan royalty dari setiap buku yang terjual, dan anda akan mendapatkan tambahan keuntungan berupa potongan harga/ discound apabila sebagai penulis anda membeli buku anda sendiri. Untuk penerbitan melalui penerbit ini, anda akan melewati proses :
    1. Penandatanganan kontrak dengan penerbit buku
    2. Pembuatan Nomer Wajib Pajak

Plus Minus Penerbitan buku lewat penerbit : dapat anda baca pada tautan berikut ini:

http://ekonomi.kompasiana.com/wirausaha/2011/04/11/plus-minus-menerbitkan-buku-melalui-penerbit-353847.html

  1. Menerbitakan tulisan dengan cara selfpublish. Artinya : semua urusan yang berhubungan dengan penerbitan buku pun menjadi tanggung jawab anda, mulai dari editing, desain buku, pembuatan cover, pengurusan ISBN, mencetak buku, mendistribusikan buku, mempromosikan buku, dan sebagainya, semuanya anda tangani sendiri. Walau bisa jadi dalam praktekanya hal-hal tersebut dikerjakan oleh orang lain ( atas perintah Anda), yang jelas Andalah koordinator atau ‘pemimpin proyeknya’. Tak terlepas pula semua biaya yang berhubugnan dengan penerbitan buku pun menjadi tanggung jawab anda pribadi, dengan kata lain, anda harus menyediakan modal uang untuk membiayai penerbitan buku tersebut. Pada buku jenis selfpublish seperti ini, pada buku hanya ada nama penulis dan nama penerbit yang diciptakan sendiri oleh penulis tersebut, karena dia sendirilah penerbit sekaligus penulisnya. Ada juga perusahaan-perusahaan tertentu yang melayani penulis-penulis selfpublish dan membantu mereka dalam hal-hal yang dibutuhkan penulis seperti distribusi buku, dlsb. Penulisan Selfpublish akan menghindarkan anda dari penolakan, karena anda menerbitkan buku anda sendiri, otomatis anda tidak akan ditolak oleh penerbit mana pun. Anda bebas menerbitkan buku anda sendiri.
  2. Joint Publishing, modal ditanggung bersama 50%-50% antara penulis dengan penerbit, sehingga nanti baik nama penulis maupun nama penerbit sama-sama tercantum di dalamnya.
  3. E-book. E-book adalah penerbitan buku secara elektronik di dunia maya, dimana para pembaca diharuskan membayar, jika ingin mendownload tulisan anda.

BAGAIMANA CARA MENJUAL BUKU KITA?

  1. Penjualan buku bisa dilakukan oleh penulis sendiri dengan cara manual, dari orang ke orang.
  2. Penjualan buku bisa dilakukan oleh penerbit yang memiliki distribusi ke seluruh nusantara.
  3. Penjualan buku bisa dilakukan melalui jasa distributor buku yang akan memasarkan buku anda ke toko-toko buku di kota-kota yang anda inginkan.
  4. Penjualan buku bisa dilakukan melalui cara online, dimana anda dapat mempromokan buku anda melalui website, blog, website, facebook, tweeter, dll.

 

SIAPA YANG BISA JADI PENULIS MATERI ANAK?

  1. Penulis materi anak bisa saja perorangan. Penulis perorangan artinya anda seorang diri yang menyusun tulisan, menulis, mengedit, mencari ide, mencari metode, ayat mas, dll. Penulis perorangan tetap membutuhkan bantuan orang lain seperti ilustrator buku, editor, dan nanti pihak penerbit akan membantu anda membuat cover buku dan mengedit layoutnya.
  2. Penulis perorangan artinya anda sendiri yang mengusung semua ide –ide yang ada di konten/isi buku, sedangkan ilustrator buku, dll hanya membantu anda menyempurnakan ide anda dengan gambar- design-dll, jadi tidak dalam arti anda benar-benar bekerja sendiri tanpa bantuan orang lain.
  3. Penulis materi anak bisa juga dilakukan secara berkelompok. Penulis Kelompok artinya ada beberapa orang yang terlibat dalam penulisan satu buku, untuk itu bisa beberapa alternatif pembagian tugas sbb:
    1. Pembuatan thema secara bersama-sama
    2. Pembuatan kerangka materi secara bersama-sama ( Ayat yang diambil, tujuan cerita apa, dll). Biasanya membutuhkan waktu untuk bermalam untuk menentukan point a dan b ini
    3. Alternatif 1: Tiap orang mendapat tugas yang berbeda dari kerangka yang sudah tersedia, misalnya si A membuat alat peraganya untuk semua materi yang ada, hanya alat peraga saja. Si B membuat ayat masnya, si C membuat metodenya, dst. Untuk pendelegasian tugas ini bisa dikerjakan masing-masing di rumah
    4. Alternatif 2: Tiap orang membuat semua materi secara lengkap, ayat masnya, bacaan nya, dll tetapi dibagi tugas misalnya si A membuat materi dari minggu 1 sampai minggu 4, sedang si B membuat dari minggu 5 sampai minggu 8, dst. Tentu saja alternatif ke 2 ini juga sama-sama melalui tahap a dan b dimana buku sudah memiliki kerangka materi. Untuk pendelegasian tugas ini bisa dikerjakan masing-masing di rumah
    5. Setelah itu butuh waktu lagi bermalam untuk membicarakan sinkornisasi semuanya.

 

KAPANKAH KITA MENULISKAN MATERI ANAK?

  1. Dengan sengaja meluangkan waktu khusus untuk menulis buku materi anak.
  2. Saat mengajar sekolah minggu, anda membuat materi sendiri, dan lama-lama tanpa terasa ketika materi anda sudah banyak sekali, bisa dikumpulkan menjadi satu buku.

MENGENAI KURIKULUM

  1. Kurikulum yang disusun berdasarkan suatu thema. Untuk lebih jelasnya mengenai thema materi pada buku dapat kita pelajari pada point berikutnya.
  2. Kurikulum yang disusun berdasarkan Urutan PL-PB. Kurikulum jenis ini akan mengurutkan kisah dari Kejadian sampai Wahyu
  3. Kurikulum lepasan tiap minggunya berdasarkan character building, yang mana nanti setelah jadi banyak materi, dapat kita urutkan berdasarkan suatu benang merah pemikiran.

 

THEMA MATERI PADA BUKU

  1. Thema yang berkesinambungan, misalnya:
    1. Kelas bayi,misalnya thema untuk usia 1-2 tahun “ Penciptaan”
    2. Kelas kecil, misalnya thema untuk usia 3-5 tahun“Aku Cinta Yesus”
  • Kelas tengah, misalnya thema untuk usia 6-8 tahun “Aku Bertumbuh”
  1. Kelas Besar, misalnya thema untuk usia 9-12 “Hidupku bagi-Nya”
  2. Kelas Pra Remaja, misalnya thema untuk usia 13-14 “Memberi Pengaruh”

Dalam kurikulum seperti ini, dari anak kecil sampai ketika dia pra remaja, dia akan mendapat thema yang bersambung terus, sehingga tiap kelas pada hari yang sama mempelajari thema yang berbeda beda.

Kurikulum yang disusun berdasarkan urutan PL PB juga menganut cara thema yang berkesinambungan ini. Bedanya contoh di atas menggunakan thema yang bersambung, namun pada kurikulum urutan PL PB mengurutkan thema dari Kejadian, Keluaran, Imamat, dst sampai kepada wahyu.

Untuk menyusun kurikulum seperti ini, ibarat seorang chef, anda perlu membuat resep dulu ( kerangka) baru membeli bahan yang dibutuhkan (membuat materi per minggu) sesuai yang tertera pada resep tersebut.

Sekali kurikulum ini selesai dibuat dari kelas bayi sampai kelas pra remaja, maka lebih kurang dalam kurun waktu 14 tahun, harus membuat 3 buku, karena saya sudah pernah menghitung , untuk kisah-kisah terkenal PL PB dalam kurun waktu 14 tahun akan berulang lebih kurang 3 kali putaran. Itu artinya saat seorang anak dari bayi sampai pra remaja dia akan mendegar kisah Adam dan Hawa itu berulang ulang sampai 3 kali, kisah Kain dan Habel juga 3 kali, dst. Untuk itu saat cerita yang sama berulang, maka penulis materi anak, harus kreatif mengubah-ubah:

  • Alur cerita
  • Tokoh utamanya
  • Metodenya
  • Alat peraganya
  • Penuturnya
  • dll

Sehingga walau sama materi Alkitabnya, tetap membuat anak-anak tidak akan bosan mendegar kisah/mempelajari kisah yang sama. Untuk mengerti hal ini lebih jauh, anda dapat mempelajari materi seminar JCA dengan judul : Ceritanya kog itu lagi sih kak?

 

  1. Thema yang serempak:
    • Kelas bayi, tahun pertama dengan thema “Buah Roh”
    • Kelas kecil, tahun pertama dengan thema “Buah Roh”
    • Kelas tengah, tahun pertama dengan thema “Buah Roh”
    • Kelas besar, tahun pertama dengan thema “Buah Roh”
    • Kelas pra remaja, tahun pertama dengan thema “Buah Roh”

 

  • Kelas bayi, tahun kedua dengan thema “Buah Karakter”
  • Kelas kecil, tahun kedua dengan thema “Buah Karakter”
  • Kelas tengah, tahun kedua dengan thema “Buah Karakter”
  • Kelas besar, tahun kedua dengan thema “Buah Karakter”
  • Kelas pra remaja, tahun kedua dengan thema “Buah Karakter”

 

  • Kelas bayi, tahun ketiga dengan thema “Buah Jiwa-jiwa”
  • Kelas kecil, tahun ketiga dengan thema “Buah Jiwa-jiwa”
  • Kelas tengah, tahun ketiga dengan thema “Buah Jiwa-jiwa”
  • Kelas besar, tahun ketiga dengan thema “Buah Jiwa-jiwa”
  • Kelas pra remaja, tahun ketiga dengan thema “Buah Jiwa-jiwa”
  • dst

Ada kerangka thema besar, baik secara dekade ( 10 tahun) maupun dalam thema tahunan, catur wulan , dst

Dalam kurikulum seperti ini, dari anak kecil sampai anak besar, dalam minggu yang sama mendapatkan thema yang sama semua, hanya metodenya yang berbeda-beda pada tiap kelas, misalnya sama-sama kisah Simson dan Delila, di kelas kecil dengan game, di kelas tengah dengan menonton film, tapi di kelas besar dengan debat.

Untuk menyusun kurikulum seperti ini, ibarat seorang chef, anda perlu membuat resep dulu ( kerangka) baru membeli bahan yang dibutuhkan (membuat materi per minggu) sesuai yang tertera pada resep tersebut. Dan dengan wortel yang sama anda dapat mengolahnya secara kreatif menjadi beberapa macam masakan, misalnya soup wortel, cah wortel, atau pastel wortel (ibarat satu bagian Alkitab bisa kita olah untuk beberapa kelas dengan usia yang berbeda, dengan metode/cara-cara yang berlainan)

Kurikulum yang seperti ini membuat setiap tahun harus membuat kurikulum baru, karena tidak mungkin anak yang sama pada tahun yang akan datang mendapatkan thema yang sama lagi dengan tahun lalu.

 

  1. Kurikulum Thema lepas

Kurikulum thema lepas ini lebih mengacu pada Character building/ pembangunan karakter.

Pada kurikulum ini dilandaskan pada ide yang muncul.

Sedangkan ide yang muncul tidak bisa dibingkai dalam kerangka PL PB ataupun thematik tertentu.

Maka semua materi akan dibuat Character building yang bisa disusun tanpa rangkaian antara satu minggu dengan minggu berikutnya atau sebelumnya. Sehingga ide-ide bisa bebas- namun semua harus memiliki tujuan pembentukan karakter. Misalnya anda mendapat ide dari air, maka buat saja character buildingnya membahas Mazmur 1 , pohon yang ditanam di tepi aliran air, kerinduan terus akan Firman Tuhan.

Seandainya minggu depannya, anda mendapat ide dari pensil, bahwa tulisan pensil itu bisa dihapus dengan stip, sedangkan ballpoint tidak bisa, lalu anda mendapat ide tentang bagaimana Tuhan mengahapus dosa kita, maka karakter building yang dibangun adalah mengaku dosa. Setiap character yang dibahas bisa berdiri sendiri-sendiri tiap minggu.

Nanti setelahkoleksi sudah banyak , tetap bisa dipilih dan diurutkan sehingga tetap bisa menjadi satu rangkaian Character Building yang berkesinambungan, walau pada awalnya tiap materi tetap berdiri sendiri.

Jadi pada cara ini, kerangka buku akan jadi belakangan. Bahan-bahan sudah ada dulu, baru kerangka dibuat belakangan berdasarkan character building yang sudah ada diantara pilihan-pilihan yang ada.

Metode ini yang dipakai di materi-materi Jenius Cara Alkitab.

Pada thema lepas ini, maka tiap materi harus dibuat penyesuaian kelas kecil, tengah dan besar. Jadi nanti hasilnya akan menjadi Thema Serempak, bukan thema urutan PL PB, tetapi proses dari awalnya tanpa didahului dengan kerangka thema besar terlebih dahulu.

Untuk menyusun kurikulum seperti ini, ibarat seorang chef, anda membeli dulu bahan-bahan masakan secara bebas, tanpa petunjuk resep. Mungkin anda perlu membeli wortel, kentang, makaroni, susu sapi, kacang polong, jamur, udang, dll

Baru setelah bahan-bahan banyak terkumpul, anda pilih bahan bahan tersebut mana yang bisa dimasak bersama-sama menjadi SOUP SUSU. Maka resep ( kerangka buku) bisa anda hadirkan belakangan, sesuai dengan bahan-bahan yang tersedia. Jika ada bahan yang tidak terpakai dalam resep Soup Susu ini, tidak menjadi masalah, kita akan simpan di almari pendingin ( kita koleksi saja) sampai suatu saat, bahan ini bisa cocok dengan bahan lainnya lagi untuk memasak resep lain ( buku kedua, dst)

 

PROSES PEMBUATAN BUKU MATERI SEKOLAH MINGGU

Untuk proses pembuatan buku materi sekolah minggu yang saya bahas di sini adalah proses pembuatan materi sekolah minggu secara perorangan saja, karena nanti semua pengalaman menulis perorangan ini sama dengan proses menulis secara kelompok, hanya perbedaannya terletak pada siapa yang mengerjakan, apakah satu orang , atau didelegasikan kepada banyak orang menjadi suatu kerja tim.

TAHAP 1.

  • Tentukan dahulu jenis kurikulum seperti apa yang ingin kita buat.
  • Tentukan dahulu thema yang ingin kita angkat
  • Jika kurikulum yang dipilih membutuhkan kerangka di awal penulisan ( ibarat resep yang harus ada pada awalnya) , maka tahap pertama anda perlu membuat KERANGKA BUKU
  • Namun apabila kurikulum yang dipilih merupakan kurikulum thema lepas, maka kerangka buku akan kita buat belakangan sesuai dengan cara pengurutan thema menjadi suatu benang merah pemikiran yang memiliki alur.

TAHAP 2

  • Membuat Kerangka Inti Buku
  • Kerangka Inti buku terdiri dari:
    • Thema Besar (Misalnya thema untuk 1 tahun)
    • Thema Kecil ( Misalnya thema untuk 3 bulan / 4 bulan)
    • Sub Thema (Misalnya thema untuk mingguan)
    • Materi Alkitab yang akan diajarkan
    • Tujuan Pembelajaran
    • Ayat Mas
  • Contoh Kerangka Inti Buku:
    • Thema Besar : Mengenal Allah Pencipta
    • Thema Kecil:
      • Caturwulan ( 4 bulan) pertama: Allah Maha Kuasa
      • Caturwulan kedua: Allah Kreatif
      • Caturwulan ketiga: Serupa dan segambar dengan Allah

 

 

  • Sub Thema:
    • Sub Thema caturwulan pertama: Allah Maha Kuasa
      • Allah berkuasa menciptakan terang ( Minggu 1)
      • Allah berkuasa menciptakan cakrawala (Minggu 2)
      • Dst
    • Kelas (Kecil, Tengah, Besar, dll- sertakan umur mereka)
    • Materi Alkitab yang akan diajarkan:
      • Allah Berkuasa Menciptakan Terang: Kejadian pasal 1
    • Tujuan Pembelajaran:
      • Allah Berkuasa Menciptakan Terang: Kejadian pasal 1
        • Agar anak-anak mengerti bahwa kita memiliki Allah yang dahsyat, sehingga anak-anak tidak ragu untuk memuji kedahsyatan Allah.
      • Ayat Mas:
        • Berfirmanlah Allah :”Jadilah terang!” Lalu terang itu jadi. (Kejadian 1:3)
      • Kerangka buku lainnya, sebagai accsesories yang mempercantik sinopsis tiap bab/materi tiap minggu, akan kita bahas belakangan. Yang penting untuk tahap awal, Kerangka Inti Buku sudah jadi. Buatlah dalam minimal kerangka untuk 1 tahun ajaran (52-53 minggu).
      • Untuk membuat kerangka buku, bisa anda sesuaikan dari Januari sampai Desember atau dari Juni- sampai Juli, dan pada hari-hari khusus Kerangka Inti materi anda harus disesuaikan dengan momentum :
        • Kehaliran Yesus; Natal
        • Yesus mengalami masa sengsara /Jumat Agung
        • Yesus mati di kayu salib :Paskah
        • Yesus bangkit
        • Yesus naik ke sorga
        • Hari Kemerdekaan Indonesia ( 17 Agt)
        • Dll
      • Butir-butir kerangka buku lainnya yang bisa anda tambahkan pada sinopsis tiap satuan materi, setelah materi anda tulis dan edit adalah:
        • Alamat Link yang perlu dibuka untuk ditonton
        • Metode apa saja yang anda gunakan dalam materi ini
        • Dimensi kecerdasan apa saja yang dipakai dalam materi ini
        • Bagaimana pembagian tugas untuk team work guru pada materi ini
        • Apakah materi ini dilengkapi Video pada DVD pelengkap buku atau tidak
        • dll

TAHAP 3

  • Pengolahan ide-ide kreatif untuk tiap satuan materi ( materi mingguan).
  • Semakin anda intim dengan Tuhan, maka anda akan semakin kreatif
  • Pelajari ribuan metode kreatif di website jeniuscaraalkitab.com. Usahakan jangan ada ide yang berulang satu kali pun, karena metode itu jumlahnya ribuan. Gunakan multi metode kreatif berlapis pada tiap satuan materi.
  • Kuasai konsep Metode Simultan / Metode keserempakan antara teori dan praktek, di website JCA ( Jenius Cara Alkitab), atau ikuti seminar yang membahas materi ini di Youtube dengan kanal : Susan Grace Widiono
  • Ide kreatif bisa disesuaikan:
    • Usia anak pada tiap kelas, pelajari psikologi perkembangan anak.
    • Metode yang sesuai dengan materi Alkitab yang ingin diajarkan
    • Tingkat realisasi di lapangan (ibarat seorang perancang busana, harus bisa memastikan rancangan di atas kertas ini bisa direalisasikan/ dipecahmodelkan menjadi sepotong busana)
  • Ide kreatif ini bisa dikembangkan dalam 2 macam:
    • Tiap kelas melakukan suatu Metode Simultan dalam METODE YANG SAMA, namun ada perbedaan pada tingkat kesulitan, misalnya semua kelas akan menjiplak daun, maka untuk kelas kecil masih dibantu guru, untuk kelas tengah menjiplak daun yang sudah disediakan guru, untuk kelas besar, menjiplak daun yang harus dicarinya sendiri di halaman gereja. (Contoh pada materi kurikulum JCA menganut model ini)
    • Tiap kelas akan mendapat metode yang berbeda-beda, walaupun mereka membahas materi Alkitab yang sama, misalnya untuk materi Alkitab Daud dan Goliad, kelas kecil akan menonton drama guru, kelas tengah akan membuat siaran berita radio tentang kemenangan Daud, dan kelas besar akan mewawancarai tokoh bintang tamu Daud. (Contoh pada buku pelnap Jateng Anak Terang Indonesia menganut model ini)

TAHAP 4

  • Pada tahap 4, anda mencoba menuliskan per materi/per minggu/per anda bertugas menyampaikan Firman Tuhan di sekolah minggu, lengkap dengan semua kerangka inti buku, dan penyajian metode simultan itu ke dalam bentuk tulisan
  • Tulisan ini harus dapat dimengerti orang lain. Anggap semua orang yang membaca tulisan ini nanti mereka orang yang sama sekali belum mengerti apa-apa sekecil apa pun dari ide-ide anda, maka tugas anda adalah bagaimana ide –ide kreatif anda itu bisa dimengerti orang lain dengan cara:
    • Mereka tahu apa saja yang mereka harus siapkan sebelum mengajar. Contoh pada metode Pentas Cahaya: mereka harus tahu bahwa mereka membutuhkan: gunting, kardus bekas susu bayi , senter, selotip, dll

 

 

  • Buatlah kalimat semacam ini:
    • Yang perlu dipersiapkan guru:
      • Gunting
      • Kardus bekas susu bayi
      • Senter
      • Selotip
    • Mereka tahu bagaimana mempersiapkan semuanya dengan baik, contoh pada metode Pentas Cahaya:
    • Buatlah kalimat semacam ini:
      • Cara Membuat Pentas Cahaya:
        • Siapkan pola gambar Salib,Bentuk Hati, rumput, bintang, dan pohon
        • Tempelkan pola –pola gambar tadi pada kardus bekas susu bayi, dan buatlah pola dengan cara menggoreskan pensil di pinggiran pola pada kardus tersebut
        • Siap digunting
        • dst
      • Mereka harus tahu urut-urutan peristiwa saat penyampain Firman Tuhan di kelas nanti, misalnya
        • Siapkan bahan pentas cahaya( lalu dijelaskan apa saja bahan yang dibutuhkan)
        • Pentas Cahaya oleh Guru Pengajar ( lengkap dengan kalimat-demi kalimat apa yang harus diucapkan guru pada saat pentas cahaya berlangsung- sesuaikan dengan bahasa anak-anak)
        • Beri kesempatan anak-anak bermain pentas cahaya secara bergantian
        • Beri hadiah untuk anak yang presentasi pentas cahayanya paling bagus
        • Dst
      • Mereka harus tahu tata cara permainan, aturan main apabila anda memakai metode Game, misalnya:
        • Bagi anak-anak dalam 5 kelompok
        • Tiap kelompok terdiri dari 7 anak
        • Jika anak-anak di kelas anda terlalu sedikit, maka permainan ini bisa dilakukan sedikit-dikitnya oleh 2 kelompok, dan tiap kelompok harus berjumlah 7 anak. Bila masih kurang jumlah anak di kelas anda, bisa melaksanakan game ini dengan cara kelas gabung
        • Tiap kelompok akan mendapat tali rafia sepanjang 2 meter
        • Dst
      • Mereka harus tahu ekspresi apa yang anda inginkan agar guru memperagakan, misalnya:
        • Anak bungsu itu pun kelaparan (guru memperagakan memegang perut yang lapar sambil wajahnya menahan sakit karena lapar)
        • Anak sulung itu marah dan tidak mau masuk ( guru memperagakan buang muka dengan sinis)
        • Dst
      • Mereka harus tahu, benda/gambar apa yang terkait dengan kisah, misalnya:
        • Cepat bawakan jubah terbaik ( guru menunjukkan gambar jubah terbaik, gambar 3.5) atau (guru mengambil jubah yang telah dipersiapkan)
        • Dst
      • Mereka harus tahu bagaimana cara mengajarkan ayat mas kreatif pada materi ini, yang selalu akan berbeda dengan materi bab berikutnya, dll
      • Dan lain-lain ,semuanya harus  ditulis sejelas-jelasnya. Bisa kita lihat lebih jelas nanti  pada contoh yang saya lampirkan.

TAHAP 5.

  • Praktek materi kreatif yang sudah anda tulis tadi di sekolah minggu saat anda bertugas
  • Catat hal-hal ralat apa yang kita jumpai di lapangan, hal-hal apa yang masih kurang dan perlu ditambahkan, hal-hal apa yang kurang sesuai dengan tingkatan umur, hal-hal apa yang bahasanya masih terlalu sulit dimengerti, aturan main mana yang ternyata masih perlu disempurnakan, dll
  • Setelah itu anda harus mengedit materi yang telah anda tulis sesuai dengan pelaksanaan di lapangan. Biasanya proses editing ini tidak dapat ditunda, karena semakin fresh anda menuliskan apa yang masih teringat, akan membuat editing anda lebih akurat.
  • Buatlah semacam angket, untuk diisi guru lain apabila materi anda ini diterapkan di kelas lain oleh guru lain. Angket akan ada pada lampiran
  • Kegunaan penerapan materi pada anak, ibarat uji resep di dapur Femina, sebelum resep tersebut dimuat di majalah Femina tersebut. Jika kita menuliskan materi yang sudah pernah dipraktekkan dan diedit berdasarkan suasana di lapangan, maka menjadi materi yang sangat berbeda dengan materi yang belum pernah dipraktekkan sama sekali. Ini  akan memberi nilai tambah pada penulisan buku kita untuk memberi jaminan kepada para pembaca bahwa tingkat kegagalan dari materi tersebut sudah di per minim.

TAHAP 6.

  • Buatlah dokumentasi berupa Photo atau Video persiapan ataupun pelaksanaan:
    • Detail peraga
    • Detail nama
    • Detail pemilihan bahan
    • Detail gambar
    • Detail urutan/kronologis, saat anda memberi nomor pada photo, di softcopy, otomatis photo itu akan menempatkan posisi sesuai nomornya.
    • Detail cara
    • Detail orang
    • Detail pemilihan warna
    • Detail ukuran
    • Detail jumlah
    • Detail dimana bahan itu bisa didapatkan/ di beli
    • Dll
  • Untuk itu anda perlu:
    • Filekan semua dokumen
    • Beri nomor dan keterangan
    • Beri folder yang sama untuk setiap materi
    • Buatlah file cadangan
  • Buatlah dokumentasi :
    • Nama File asli dari film yang kita unggah dari YouTube, kelak kita tidak akan memasukkan film yang kita unggah dari YouTube ke dalam DVD yang disertakan pada buku, melainkan hanya memberi saran para pembaca di link mana mereka dapat membuka film yang dimaksud
    • Nama link tiap sumber gambar
    • Detail nama pencipta peraga ( jika anda melibatkan orang lain, atau mengerjakan secara kelompok)
    • Detail nama si pemberi ide tambahan / ide lanjutan
    • Detail nama anak yang ada di foto, mungkin anak itu sedang memegang sebuah karyanya.
    • Detail nama guru yang sedang bertugas
    • Detail tanggal pembuatan photo dan video tersebut
    • Detail nama gereja / lokasi kota tempat pembuatan photo dan video tersebut
  • Mengapa kita lakukan semuanya itu? Karena daya ingat kita terbatas, sementara buku yang akan dibuat nanti belum tentu memakan waktu yang dapat dipastikan kita bisa tetap ingat proses pembuatan alat peraga, mana urutan foto yang lebih dulu, dst.

TAHAP 7

  • Semua design tulisan tangan harus dikomputerisasi, entah itu digunakan teknik photo, scan, ataupun digambar ulang menggunkan komputer/ design grafis/ semuanya menggunakan jasa ilustrator buku, kecuali anda bisa mengerjakan sendiri
  • Semua pembuatan alat peraga yang disarankan pada pembaca, perlu anda beri bagan keterangan, bagaimana cara membuatnya, dll
  • Semua gambar kartun yang menyangkut story kita, harus dibuatkan gambar asli
  • Semua pemuatan gambar yang kita unduh dari google haruslah gambar yang tidak memiliki logo bayangan, dan harus disertai alamat surel dari mana gambar tersebut kita dapatkan.
  • Semua film yang kita unduh dari YouTube tidak boleh kita masukkan pada DVD buku, apabila tidak disertai ijin, oleh karena itu, hanya cukup kita sarankan link yang dimaksudkan, untuk para pembaca bisa mencari film tersebut sesuai panduan link dari kita.

 

TAHAP 8

  • Editing ejaan. Untuk itu seorang penulis sebaiknya mempelajari lebih dalam lagi mengenai Ejaaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan
  • Atau bisa juga menggunakan jasa editor

 

TAHAP 9

  • Jika anda menggunakan thema lepasan, maka pada tahap 8, anda perlu membuat pilihan terhadap materi yang ada sehingga semua materi terpilih tersebut dapat dirangkai menjadi suatu benang merah pemikiran yang tersruktur

 

TAHAP 10

  • Memberi tambahan kelengkapan buku, seperti:
    • Daftar isi
    • Bagan kurikulum untuk satu tahun ( walaupun penerbitannya per triwulan atau per caturwulan, namun demikian pemberian bagan untuk satu tahun dapat meyakinkan pembeli bahwa materi ini tidak hanya terputus pada caturwulan atau triwulan saja, walaupun penerbitannya secara bertahap)
    • Kata Pengantar; semacam kata-kata awal dari penulis buku untuk para pembacanya, agar pembaca buku ini mendapatkan semacam gambaran singkat pengenai keseluruhan buku ini
    • Kata Pendahuluan; dari orang yang kompeten pada bidangnya, yang memberi komentar yang cukup panjang mengenai ulasannya terhadap konten buku kita
    • Ucapan terima kasih; adalah ungkapan terima kasih dari penulis buku kepada pihak-pihak yang telah membantu
    • Halaman persembahan; biasanya berisi nama dari orang-orang yang kepada merekalah penulis mempersembahkan bukunya, mendedikasikan bukunya.
    • Petunjuk singkat penggunaan buku; bisa disertai logo-logo atau arti dari kode-kode yang ada pada buku
    • Keistimewaan buku ini; memuat kelebihan-kelebihan buku ini, sehingga para pembaca atau calon pembeli dapat memetik manfaat saat mereka membeli buku ini
    • Endorsement; apa kata pembaca mengenai buku ini, apa komentar mereka, apa kesan mereka. Endorsement akan meningkatkan penjualan buku, apabila ditulis oleh orang-orang yang berkompeten dan beken.
    • Referensi; bisa dimuat pada halaman sekian, kita mendapatkan materi tersebut dari buku apa, halaman berapa , dst (pada buku JCA, semua referensi langsung dicantumkan pada sinopsis tiap bab)
    • Biodata Penulis; mengungkapkan siapa penulis, apa kegiatannya, dan lain-lain.
    • Apa pendapat murid-murid anda tentang buku ini, dll

TAHAP 11

  • Mengirim pada penerbit sebagai sampel
  • Pilihlah penerbit yang bisa dipercaya dan memiliki sistem distribusi buku yang sudah bagus.
  • Buatlah semacam proposal yang memuat apa saja keisteimewaan yang ada pada buku anda, dan mengapa buku ini layak diterbitkan oleh penerbit tersebut
  • Apabila buku anda lolos / diterima ada tahap selanjutnya yaitu penandatanganan kontrak dengan penerbit
  • Sementara menunggu buku anda terbit, maka anda bisa isi waktu anda dengan menulis buku berikutnya.

 

Selain buku kurikulum sekolah minggu, anda juga bisa membuat buku-buku lain, seperti:

  • Puisi rohani
  • Novel anak
  • Buku Komik anak
  • Kesaksian suka duka menjadi guru SM
  • Buku Kreatifitas Anak sesuai kelompok umur
  • Kumpulan cerita di hari khusus
  • Kumpulan tips mengajar
  • Buku Kreatifitas Alat Peraga
  • Buku renungan anak
  • Buku renungan guru
  • Buku ilustrasi cerita
  • Buku Games Anak
  • dll

BEBERAPA BIDANG INI YANG PERLU ANDA KEJAR DAN KEMBANGKAN SEBAGAI SEORANG PENULIS

  • Kecintaan akan Firman Tuhan
  • Rhema dari Firman Tuhan yang terus digali dan dipertajam
  • Design/menggambar
  • Editing Video
  • Browsing gambar dan Film dari internet
  • Kemampuan mengembangkan ide kreatif
  • Mengamati dunia anak-anak yang penuh dengan dinamika dan keajaiban
  • Mempelajari psikologi perkembangan anak
  • Banyak membaca buku
  • Kliping gambar beserta sumbernya
  • Kliping artikel menarik
  • Kliping orang-orang yang bisa jadi inspirasional dalam kehidupan
  • Menuliskan apa saja:
    • Sms
    • Status
    • Visi
    • Ayat mas
    • Job list
    • Check list
    • Diary
    • Rhema
    • Catatan khotbah pribadi
    • Catatan khotbah dari pengkhotbah lain
    • Ide-ide yang sempat terlintas
    • Komentar dari anak-anak sekolah minggu, celotehan mereka
    • Perenungan dari suatu peristiwa

Semua penulisan di atas akan mempertajam otak kita yang memang salah satu bagiannya sudah dicetak untuk memampukan kita bisa menuangkan ide kita melalui tulisan.

 

BEBERAPA KARAKTER INI YANG PERLU DIBENTUK DALAM HIDUP KITA SEBAGAI SEORANG PENULIS:

  • Tekun
  • Teliti
  • Peka
  • Tajam menganalisa
  • Kolektor
  • Pandai mengelola moody
  • Taat
  • Berhasrat yang tinggi untuk pencapaian panggilan ilahi
  • Terus menjaga hati
  • Intim dengan Tuhan/ Pencipta/ Creator sehingga selalu mendapatkan ide kreatif daripada-Nya
  • Rendah hati untuk menerima kritikan, dll
  • Tutur bahasa positif

 

CONTOH BUKU MATERI SEKOLAH MINGGU KREATIF

PRAKTEK MEMBUAT SATU SAJA SATUAN MATERI

 

Semua konsultasi dapat anda lakukan melalui e-mail saya

gracesumilat@jeniuscaraalkitab.com

God Bless You All.

Susan Grace Hadazah Sumilat Widiono, S.MG

 

Terima kasih kepada Ibu Agustina Wijayani yang telah memberi masukan pada makalah ini.

Penulis: jeniuscaraalkitab

Menjadi Alat di Tangan Tuhan untuk Mencetak Generasi Jenius bagi Kemuliaan Nama Tuhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s