MENANGKAL SEX ABUSE/PELECEHAN SEXUAL PADA ANAK, DI KELUARGA KITA


MELATIH BAGAIMANA ORANG TUA MEMBERIKAN

PENDIDIKAN SEX UNTUK ANAK

AGAR ANAK DIBEKALI BAGAIMANA MENGHINDARI

SEX ABUSE

Materi ini pernah disampaikan di Parenting/ Ibadah Keluarga Muda, di GPdI Church On The Way/ Temanggung/ Jawa Tengah, Oktober 2015

BAGI YANG INGIN SHARE BALIK, BISA DOWNLOAD DUA TAUTAN INI GRATIS LANGSUNG DARI KOMPUTER SAYA, KARENA FILE DENGAN MENGGUNAKAN WORDPRESS HASILNYA UNTUK BAGAN DLL KURANG MAKSIMAL

SEX ABUSE

MAKALAH SEMINAR SEX ABUSE PADA ANAK

Sebelum kita belajar lebih jauh hal-hal praktis apa yang dapat kita terapkan dalam mendidik anak kita agar mereka terhindari dari sex abuse, terlebih dahulu kita melihat apa kata Alkitab tentang sex abuse.

Apakah Alkitab membahas tentang Sex Abuse?

Oh ya !

Mari kita simak pada tiga peristiwa dalam Alkitab:

  1. Peristiwa Amnon dan Tamar
  2. Peristiwa Dina dan Sikhem
  3. Peristiwa Yusuf dan Nyonya Potifar

AMNON DAN TAMAR

II Sam 13 mengisahkan tentang hal ini.

Siapakah Tamar itu? Tamar adalah anak Daud, dari hasil pernikahan dengan anak Maakha, yakni anak perempuan Talmai, raja Gesur. (I Tawarikh 3:2, 9) Maakha adalah isteri ke 4 daripada Daud.

Siapakah Maaka, siapakah Talmai, raja Gesur?

Baca di Yosua 13:13 Orang Gesur dan orang Maakha seharusnya dihalau orang Israel pada zaman Yosua, namun orang Israel tidak menghalau mereka, sehingga orang-orang ini tinggal di tengah-tengah Israel.

Kemungkinan besar Maakha adalah penyembah berhala/dewa Ashera, karena cucu buyutnya, yang namanya juga Maakha adalah penyembah dewa Asyera (I Raj 15:13)

BAGAN KELUARGA

Batsyeba                       DAUD                    Maakha

putri Talmai, Raja Gesur

SALOMO        ABSALOM  TAMAR YG DIPERKOSA AMNON

REHABEAM                     TAMAR                                   URIEL

MAAKHA

???                                        RAJA ABIAM/ABIA

RAJA ASA…… memecat Maakha neneknya.

Maakha, anak perempuan Talmai raja Gesur adalah isteri Daud yang keempat, dia memperanakkan Absalom dan Tamar. Banyak nama Maakha dalam Alkitab, tetapi untuk pribadi Maakha sebagai isteri Daud hanya ditulis namanya 2 kali dalam Alkitab.

Setidaknya hasil didikan Maakha terlihat dari siapa sebenarnya Absalom dan Tamar ini. Setidaknya ada 111 kali nama Absalom disebut –sebut dalam Alkitab. Pengaruh Absalom sangat besar dan kuat pada bangsa Israel, namun sayangnya bukan pengaruh baik, melainkan pengaruh jahat.

Kemungkinan besar keluarga Absalom dari pihak mamanya (Ibunya,  Maakha) , sangat mementingkan kecantikan luar Outer beauty, sangat mementingkan sejak kecil perawatan tubuh, dll terbukti baik anak perempuan mereka (Tamar ) maupun cucu perempuan nya (juga Tamar namanya)  sangat dijaga sekali kecantikan fisiknya, bahkan si Absalom yang laki-lakipun adalah laki-laki pesolek ( terbukti Alkitab mencatat kegemarannya memanjangkan rambut, dan merawatnya dengan teliti) Absalom sejak kecil dipuji puji kecantikannya ( II Sam 14:25), dari telapak kakinya sampai ujung kepalanya tidak ada cacad padanya. Hal ini tidak sepenuhnya salah sebenarnya, karena kecantikan luar/outer beauty juga penting untuk kita perhatikan. Namun apabila perawatan kecantikan luar itu tidak diimbangi dengan kecantikan batiniah, itu menjadi hal yang ironis.

Seperti halnya Maakha adalah seorang ibu yang  tidak mengajar Absalom untuk memiliki kecantikan batiniah, terbukti Absalom melakukan beberapa dosa : dendam, membunuh, tidak mau mengakui kesalahannya, tidak sopan terhadap Yoab, orang yang lebih tua, tidak tulus pada ayahnya, merencanakan pemberontakan, mengadakan persepakatan gelap, munafik, ambisi yang berlebihan, sombong.

Bagaimana dengan Tamar?

PEMBEDAAN PERLAKUAN TERHADAP GENDER PEREMPUAN.

I Tawarikh 3: 1-9

Nama Tamar disebutkan paling akhir setelah menyebut nama-nama dari anak-anak dari isteri Daud yang tidak disebutkan namanya-siapa nama isteri-isterinya itu, bahkan tidak diperhitungkan sebagai anak Daud ( karena di ayat 4 , yang dihitung hanya 6 anak dari semua isterinya selama Daud ada di Hebron) – jadi walaupun Tamar adalah adik kandung daripada Absalom, dan adalah seorang anak kandung daripada raja Daud, tetapi karena dia perempuan, dia tidak dihitung, alias tidak pernah diperhitungkan keberadaannya.

Bahkan dalam keluarga Daud, di II Sam 3:2-5 nama Tamar tidak masuk dalam daftar nama anak-anak Daud.

 

 

Diindikasikan Tamar adalah anak perempuan Daud satu-satunya yang dicatat dalam Alkitab, karena anak-anak dari gundik-gundik Daud tidak dicatat, apakah ada anak laki-laki atau perempuan. Tetapi yang jelas Tamar adalah satu-satunya anak kandung, dari isterinya yang sah ( walaupun bukan isteri pertama) , yang merupakan anak perempuan.

Bangsa Israel memang membedakan gander, namun tidak dengan Allah Israel, karena terbukti bahwa dua nama kitab di PL adalah menggunakan nama perempuan, yaitu Kitab Rut dan Kitab Ester.

DAUD BUKAN SEORANG AYAH YANG DEKAT DENGAN ANAK PEREMPUANNYA.

Perhatikanlah bahwa Daud terkesan tidak memiliki hubungan dekat dengan anak perempuannya, karena untuk berbicara dengan Tamar, Daud menyuruh orang. ( II Sam 13:7)

Ketika Daud menyuruh Tamar melayani Amnon yang sedang sakit, Daud tidak memberikan perlindungan yang cukup kepada Tamar, tidak memberikan pengawasan yang dibutuhkannya dari seorang ayah.

Sedangkan yang didapat oleh Tamar adalah perhatian dan perlindungan seorang kakak. Namun bentuk perlindungan yang diberikan oleh Absalom kepada adiknya, Tamar, adalah jenis perlindungan yang salah, lebih menjurus ke dendam dan berakibat fatal. Kelak, untuk menunjukkan pembalasan dendamnya, karena berakar dari kasus Amnon memperkosa Tamar, Absalom berusaha menggulingkan pemerintahan ayahnya, dan berbuat tidak senonoh dengan gundik-gundik ayahnya di sotoh istana atas nasihat Ahitofel itu. Perlindungan yang dibutuhkan Tamar dari ayahnya tidak dapat tergantikan oleh siapa pun juga, termasuk juga oleh kakaknya.

Ketika Daud, ayah Tamar mendengar hal tentang perkosaan ini, Daud hanya marah saja, ( II Sam 13:21) tetapi tidak ada tindakan apa-apa kepada Amnon, tidak ada teguran, tidak ada sangsi, tidak ada tindakan rekonsiliasi antara kakak (Amnon) dan adik tiri ( Absalom/Tamar) ini, atau apa pun tidak ada.  Jadi Tamar tidak dikunjungi ayahnya, dihiburkan, ditolong, ditengok, dll.

Hal ini  terjadi bukan karena Daud seorang yang cuek kepada semua anaknya, terbukti dalam peristiwa-peristiwa lainnya, Daud juga memberi perhatian kepada anak-anaknya:

  • Waktu Amnon berpura-pura sakit saja, Daud sebagai ayahnya begitu perhatian untuk menengok anak pertama laki-laki ini ( II Sam 13:6)
  • Bahkan Alkitab mencatat bagaimana Daud pun pernah rindu pada Absalom II Sam 14:1. Pada saat Absalom mati pun Daud menangis II Sam 18:33

KESIMPULAN TENTANG TAMAR:

  1. Didandani sangat cantik. Kecantikan luar yang sangat dirawat dengan baik.
  2. Dijaga sekali keperawanannya ( dengan pergaulan yang ketat) II Sam 13:2
  3. Namun karena terlahir sebagai perempuan, tidak diperhitungkan, keberadaannya tidak dianggap. Baik oleh budaya masyarakat, maupun oleh ayahnya, dan keluarga besarnya. Menjadi seorang anak yang bertumbuh dengan kepribadian yang tertolak.
  4. Mendapat didikan dari ibu yang kemungkinan besar tidak takut akan Tuhan.
  5. Tidak mendapat perhatian dan kasih sayang dari seorang ayah.
  6. Tidak mendapatkan pembelaan dan penghiburan dari seorang ayah ketika mengalami peristiwa traumatik, yaitu perkosaan dari kakak tiri.
  7. Walaupun dia mendapatkan perlindungan, pembelaan dari sang kakak ( notabene dengan cara yang salah) – namun itu semua tidak dapat menggantikan kebutuhannya akan perhatian dan kasih sayang seorang ayah.
  8. Dalam peristiwa perkosaan Amnon terhadap Tamar, terlihat pribadi Tamar sebagai seorang gadis yang ‘tidak peka’, ‘tidak cerdik membaca situasi yang mencurigakan’, ‘tidak cakap menggunakan teriakan, lari, dll’ (padahal pintu tidak terkunci), tidak dipersiapkan melalui pendidikan bagaimana harus berhati-hati sebagai seorang gadis yang hanya berduaan dengan seorang pria dewasa di sebuah ruang tertutup.
  9. Sebagai seorang gadis yang tertutup/tidak terbuka kepada ayahnya, tentang apa yang terjadi pada dirinya/karena ketidak ada-an suatu jenis hubungan persahabatan antara ayah dan anak, di antara Daud dan Tamar. Oleh karena itu keterbukaannya adalah pada kakaknya bukan pada ayahnya.
  10. Seorang yang kepribadiannya terlihat jelas dari kata-katanya, bahwa alasan dia tidak mau disetubuhi oleh Amnon, bukan karena takut akan Tuhan, tetapi karena mempertahankan status di hadapan masyarakat, memikirkan ‘apa kata orang’/ harga diri, sebagai yang utama lebih daripada alasan karena takut akan Tuhan. Bandingkan dengan apa yang dikatakan Yusuf kepada isteri Potifar. ( II Sam 13; 12-13)

DINA DAN SIKHEM

Siapakah Dina, Dina adalah anak le tujuh daripada Yakub dan Lea dan adalah satu-satunya anak perempuan dari semua anak Yakub beserta semua isteri dan gundiknya yang berjumlah 13 anak ini.

Di Kejadian 29:31-30:24 dituliskan bagaimana Isteri-isteri Yakub dan gundik-gundiknya mempunyai anak . Jika kita perhatikan ternyata semua kelahiran anak Yakub mendapatkan arti nama dan komentar dari para ibu mereka tentang visi dan harapan sang ibu pada anak-anak ini, kecuali pada Dina tidak. Tidak ada komentar apa-apa. Kejadian 30:21. Tentu hal ini sangat peka dan melukai. Karena nama sangat berarti dalam kehidupan seseorang dan dibawa seumur hidup.

Bila tidak ada Visi maka menjadi liarlah rakyat. (Amsal 29:18)

Anak perempuan tidak diperhitungkan keberadaannya, tidak dibanggakan, tidak ditunggu, tidak dihitung sebagai anak ke berapa.

Kita melompat ke Kejadian 34.

Dina pergi meninggalkan rumah, untuk mengunjungi perempuan-perempuan di negeri itu. Dina sepertinya adalah seorang anak yang senang akan kebebasan di luar, dan seorang pembosan untuk tinggal di rumah terus. Dia bukan seorang anak yang nyaman tinggal bersama keluarganya, sehingga untuk menutupi kekosongan hatinya itu, dia pun pergi meninggalkan rumahnya dan mencari hiburan di luar.

Dina dilarikan oleh Sikhem, anak Hemor, orang Hewi, dan diperkosanya.

Ketika Yakub mengetahui hal itu, dia tidak bertindak apa-apa, hanya diam saja, hanya menunggu kakak-kakaknya Dina pulang kerja (Kej 34:5) Penyelesaian yang dilakukan oleh kakak-kakak Dina adalah tidak tepat, yaitu dengan cara menipu dan membunuh dengan keji.

Anak-anak Yakub pada saat itu belum menjadi orang-orang yang menyembah Allah yang hidup, bisa dikatakan belum hidup takut akan Tuhan, bisa dibuktikan di Kejadian 35:1-4.

Kesimpulan tentang Dina:

  1. Dina seorang yang tertolak karena tidak ada Visi dalam kelahirannya, yang ditunjukkan oleh orang tuanya dengan memberi arti dalam namanya.
  2. Dina seorang yang tertolak juga oleh karena jenis kelamin perempuan bukan jenis kelamin yang dihargai di kalangan masyarakat pada saat itu.
  3. Dina mencari kebebasan di luar dan tidak mendapatkan perlindungan yang cukup dari ayahnya.
  4. Dina tidak mendapatkan kasih sayang yang cukup dari ayah dan bundanya.
  5. Dina tidak mendapatkan pendidikan yang cukup untuk dia dapat mengetahui resiko-resiko apa saja yang mungkin dihadapi di luar rumah. Bandingkan dengan kesadaran penuh daripada Abraham dan Ishak tentang kecantikan isteri-isteri mereka dan apa yang mereka lakukan untuk melindungi diri sendiri dari lingkungan luar/asing lengkap dengan budayanya yang akan mereka masuki.

YUSUF DAN NYONYA POTIFAR

Yusuf adalah seorang yang takut akan Tuhan. Meskipun dia jauh dari keluarganya, jauh dari pengawasan ayahnya dan kakak-kakaknya, Yusuf berhasil terlepas dari sex abuse yang coba dilakukan oleh Nyonya Potifar. Ternyata pelaku sex abuse bukan hanya laki-laki tetapi juga perempuan. Jangan memiliki paradigma yang salah, bahwa yang harus dijaga hanya anak-anak perempuan saja, anak-anak laki-laki juga harus kita jaga.

Kunci keberhasilan Yusuf terlepas dari sex abuse adalah:

  1. Hidup dalam penyertaan Tuhan (Kej 39:2)
  2. Yusuf menjadikan Allah sebagai alasan utama agar dia tidak berbuat kejahatan dan dosa di hadapan-Nya ( Kej 39:8-9) Itu artinya Yusuf takut akan Allah
  3. Yusuf memegang komitmen/ketetapan hatinya walaupun dibujuk oleh Nyonya Potifar dari hari ke hari untuk tidur di sisinya dan tidur dengan dia.
  4. Yusuf lari menjauh, bukan lari mendekat. Yusuf tahu bagaimana memproteksi diri. Yusuf tahu apa yang harus dia lakukan saat dia dijebak.
  5. Yusuf tidak berkompromi demi mempertahankan kenyamanan hidup, karier, dll.

Dari ketiga peristiwa ini,baik kisah tentang Amnon dan Tamar

maupun kisah Dina dan Sikhem, ataupun Yusuf dan Nyonya Potifar

dapat kita simpulkan:

 

Di sinilah ada 7 pintu-pintu masuk dalam sex abuse ini:

  1. Pendidikan yang kurang dari keluarga, untuk hidup sebagai orang yang takut akan Tuhan.
  2. Penolakan bisa terjadi karena apa saja:
    1. Karena jenis kelamin yang tidak merupakan jenis kelamin kebanggaan di mata masyarakat luas.
    2. Karena jenis kelamin yang tidak diharapkan
    3. Karena terlahir cacat/mempunyai cacad bawaan
    4. Karena terlahir sebagai anak yang nomor ke sekian di tengah-tengah ekonomi keluarga yang tidak mendukung.
    5. Karena terlahir sebagai anak haram.
    6. Karena warna kulit yang tidak diinginkan
    7. Karena wajah yang dinilai tidak tampan/tidak cantik/ tidak mirip dengan ayah atau ibu
    8. Karena dilahirkan di keluarga yang pernikahannya tidak direstui nenek/kakeknya
    9. Karena dititipkan pada pihak lain
    10. Karena tidak diasuh oleh orang tua sendiri tetapi dalam asuhan pembantu
    11. Karena teman-temannya tidak mau berteman dengan dia
    12. Dll

Anak yang tertolak, dan belum mengalami pemulihan kasih Bapa, akan mudah jatuh sebagai  korban sex abuse, ataupun sebagai pelaku sex abuse, karena mereka haus akan kasih sayang dan perhatian yang tidak mereka dapatkan dari keluarga.

  1. Kurangnya kasih sayang ayah atau bunda atau kedua-duanya.
  2. Kurangnya pendidikan sex pada anak untuk bagaimana menghindari sex abuse.
  3. Kurangnya pengetahuan bagaimana kejahatan bisa terjadi di dunia di luar rumah. Anak terlalu polos dan menganggap semua orang baik.
  4. Keadaan rumah yang kurang feel at home sehingga anak mencari kebahagiaan di luar rumah sebagai sumber kebahagiaan primer.
  5. Kebebasan dalam pergaulan, yang pada zaman modern sekarang ini bisa berupa : cara berpakaian yang kurang sopan /sangat terbuka, menjadi suatu pergeseran norma di masyarakat, bahkan kini bisa saja merambah ke dunia pergaulan di antara anak-anak Tuhan dalam gereja Tuhan.

Nah sekarang bisa kita masuk ke cara-cara/hal-hal praktis untuk menghindari sex abuse pada anak:

DEFINISI

Pelecehan seksual adalah bentuk kekerasan, dimana anak di bawah umur dipaksa terlibat dalam aktivitas seksual, dipaparkan atau dipertunjukkan organ kelamin secara tidak senonoh, anak disalahgunakan untuk mendapatkan kepuasan seksual, atau menggunakan anak dalam pornografi.

RENTANG USIA KORBAN:

Menurut berbagai penelitian, korban pelecehan seksual adalah anak laki-laki dan perempuan berusia bayi sampai usia 18 tahun.

Berdasarkan data yang diperoleh di Pusat Krisis Terpadu (PKT) RSCM, korban child sexual abuse lebih banyak menimpa anak yang belum sekolah, anak yang sedang duduk di taman kanak-kanak dan sekolah dasar.

Departemen Kesehatan dan Pelayanan Sosial di Amerika Serikat menemukan bahwa sekitar 25% anak pernah mengalami pelecehan seksual sebelum usia 18 tahun (Child Welfare Information Gateway; CWIG, 2010). Namun begitu, hanya sekitar 16% yang melaporkan pengalaman pelecehan seksual pada orang lain, dan hanya sekitar 3% pelaku pelecehan yang berhasil ditangkap dan dijerat secara Pidana. Kenyataannya, sebagian besar pelaku pelecehan seksual bebas dan dapat mencari korban anak baru di antara masyarakat.

 

CIRI-CIRI ANAK YANG JADI SASARAN EMPUK

  • Berdasarkan data yang diperoleh di Pusat Krisis Terpadu (PKT) RSCM, korban child sexual abuse , adalah mereka yang menjadi korban karena memiliki beberapa karakter yang seringkali membuat pelaku bisa lebih mudah memperdaya mereka.
  • Briggs dan Hawkins (1997: 114-115) pun mengungkapkan beberapa penyebab yang membuat anak-anak mudah menjadi sasaran child sexual abuse, yaitu:
    1. anak-anak yang polos mempercayai semua orang dewasa,
    2. anak-anak yang berusia belia tidak mampu mendeteksi motivasi yang dimiliki oleh orang dewasa,
    3. anak-anak diajarkan untuk menuruti orang dewasa, secara alamiah,
    4. anak-anak memiliki rasa ingin tahu mengenai tubuhnya, namun tidak mendapat penjelasan yang cukup dari orangtuanya
    5. dan anak-anak diasingkan dari informasi yang berkaitan dengan seksualitasnya.

Kalangan Masyarakat Mana yang bisa mengalami sex abuse: (*)

  • Narasumber juga menjelaskan bahwa kasus yang dilaporkan biasanya berasal dari kalangan ekonomi lemah.
  • Kejadian child sexual abuse pun biasanya terjadi pada rumah petak.
  • Child sexual abuse juga terjadi di kalangan ekonomi atas tapi tidak di laporkan karena orang yang berasal dari kalangan ekonomi atas merasa kejadian ini merupakan suatu aib bagi mereka.

OKNUM PELAKU

Kebanyakan pelakunya adalah orang yang mereka kenal dan percaya.

Riset menurut Holmes dan Holmes (2002) mengklasifikasi 2 jenis pelaku pelecehan seksual:

  1. berdasarkan situasional – tidak memilih pemuasan seksual hanya pada anak, namun pada kondisi tertentu bisa berhubungan seksual dengan anak. Jenisnya dapat dibagi menjadi:
    a. Tipe regresi: memiliki relasi intim dengan orang dewasa lain, namun stress hidup membuat mereka mencari anak untuk memuaskan seksualitas
    b. Tipe kemunduran moral: melakukan berbagai penyimpangan seks, pelecehan pada anak hanya salah satu hal penyimpangannya
    c. Tipe naïf/tidak mampu: tidak mampu membuat relasi dengan lawan jenis yang setara, maka mencari anak karena mudah patuh dan tidak melawan
  2. berdasarkan pilihan – pelaku memang memiliki minat seksual pada anak
    a. Tipe mysoped: memiliki kecenderungan sadis dan melakukan kekerasan
    b. Tipe fiksasi: minat pada dunia kanak terfiksasi sehingga tidak ada atau kurang melakukan aktivitas sosial dengan orang sebayanya

Pelaku pelecehan seksual pada anak bisa berasal dari residivis pelaku kejahatan seksual, pedofilia, pelaku pelecehan anak atau remaja, dan orang yang memiliki penyimpangan seksual namun bekerja di sekitar anak (misalkan: guru, rohaniwan, dan sebagainya).

Jika pelaku adalah orangtua, maka lebih mudah melakukan pelecehan pada anaknya sendiri; bahkan membuat pasangannya (istri) tidak mengetahui pelecehan seksual di rumahnya. Biasanya pelaku berusaha menghambat komunikasi terbuka antara orang-tua (Ibu) dan anak.

CIRI CIRI PELAKU

Jika Anda orang tua, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui. Anda perlu mengetahui ciri-ciri pelaku dan bagaimana modusnya. Orang tua sering membayangkan pelaku sebagai orang tak dikenal yang mengintai di kegelapan, mencari-cari cara untuk menculik dan memperkosa anak-anak. Orang jahat seperti itu memang ada. Media berita sering kali melaporkan tentang mereka. Namun, secara relatif mereka jarang ada. Dalam sekitar 90 persen kasus pelecehan seksual anak, pelakunya adalah orang yang sudah dikenal dan dipercaya oleh si anak.

Orangtua sulit untuk berpikir atau membayangkan bahwa manusia di sekitarnya yang dikenal baik seperti tetangga, guru, tenaga medis, pelatih olahraga, atau kerabat bisa berp[optensi melakukann pelecehan seksual pada anak. Dan, kebanyakan orang memang tidak begitu.  Padahal, sebagian besar pelakunya justru orang dekat yang dikenal anak atau keluarga. Memang seharusnya tidak perlu mencurigai setiap orang di sekitar. Namun, orangtua dapat melindungi anaknya dengan mengetahui karakteristik  seorang pelaku pelecehan.

Berdasarkan  pembahasan mengenai fenomena child sexual abuse yang dilaporkan ke Pusat Krisis Terpadu RSCM, dalam sebuah seminar pada hari Senin, tanggal 5 Juni 2006, di Pusat Studi Jepang, Universitas Indonesia. dipaparkan data-data yang pernah dilaporkan sejak tahun 2002 sampai dengan tahun 2006. sbb: ( semua data dari seminar ini diberi tanda (*)

Pelaku bisa saja : (*)

  • Kondisi orang tua pun biasanya stress dan tidak menyangka bahwa pelaku adalah orang terdekat anak.
  • Pelaku juga adalah anak-anak, penyebab yang mempengaruhi mereka untuk melakukan sexual abuse adalah karena mereka melihat orang tuanya.
  • Pelaku pada kalangan atas biasanya adalah sopir, pengasuh, dan lain-lain.

Melihat betapa pelaku bisa berasal dari manapun, baik orang asing bahkan orang terdekat anak; maka penting agar orang tua, guru dan orang dewasa di sekitar anak untuk belajar bagaimana cara-cara menghindari pelecehan seksual dan cara-cara mengidentifikasi korban pelecehan seksual.

Namun perlu dipahami, berdasarkan survey pada kejahatan pelecehan seksual anak ditemukan bahwa sebagian besar pelaku pelecehan seksual anak berasal dari lingkungan terdekat anak, seperti: kenalan atau keluarga; dan lebih banyak pelaku adalah laki-laki daripada perempuan (Fergusson, Lynskey, & Horwood, 1996).

Penelitian menemukan bahwa sebagian pelaku pelecehan seksual dulunya pernah menjadi korban pelecehan seksual. Namun tidak semua korban pelecehan seksual anak akan menjadi pelaku di masa dewasanya.

MODUS PELAKU

Karakteristik Pelaku Pelecehan Seksual

  1. Lihai

Seorang pelaku pelecehan seksual pada anak atau pemerkosa biasanya  sangat  lihai sehingga tidak akan memaksa korbannya. Sebaliknya, ia mungkin lebih suka merayu anak-anak secara bertahap.

  1. Memilih korbannya

Mula-mula, ia memilih calon korbannya, sering kali anak yang kelihatan tidak berdaya dan penurut, dengan demikian secara relatif mudah dikendalikan.

  1. Memberi perhatian khusus

Pelaku memberikan perhatian pada anak dan membuat anak merasa spesial
Pelaku mencoba mendapatkan kepercayaan dan persahabatan dengan anak.

Kemudian, ia memberikan perhatian khusus kepada anak itu sehingga anak itu merasa special. Ia mungkin juga mencoba mendapatkan kepercayaan orang tuanya. menampilkan diri di depan keluarga si anak sebagai orang yang bisa dipercaya sehingga tidak ada rasa curiga dari orang-orang di sekitar anak Para pemerkosa sering kali mahir berpura-pura menaruh minat yang tulus kepada si anak dan keluarganya.

Pelaku sangat memahami apa yang disukai dan tidak disukai anak, serta menggunakan pemahaman ini untuk mendekati anak atau mempertahankan anak di bawah kendalinya. Bahkan ia tidak segan-segan berbuat baik dengna cara  memberikan mainan, atau hadiah yang disukai anak.

  1. Kontak badan sedikit demi sedikit

Akhirnya, si pemerkosa akan mulai mempersiapkan si anak untuk dijadikan korban. Sedikit demi sedikit, ia mulai lebih banyak mengadakan kontak badan dengan si anak melalui pertunjukan kasih sayang, gulat-gulatan, dan gelitikan yang tampaknya polos.

  1. Memisahkan korban dari lingkungannya

Ia mungkin menghujani si anak dengan hadiah dan mulai memisahkannya dari teman-teman, kakak adik, dan orang tua, supaya bisa berduaan saja dengan si anak. Pelaku akan mengisolasi anak dari teman-teman bermainnya, dengan alasan ingin bermain berdua saja.

Pada suatu waktu, ia mungkin meminta si anak tidak menceritakan rahasia kecil kepada orang tua—mungkin tentang suatu hadiah atau rencana jalan-jalan. Taktik-taktik tersebut melicinkan jalan untuk rayuan. Sewaktu si pemerkosa telah mendapatkan kepercayaan si anak serta orang tuanya, ia siap beraksi. Memanfaatkan keingintahuhan anak.

Jika pelaku bekerja dengan anak, maka pelaku akan sering menggunakan waktunya untuk beraktivitas bersama anak di luar rumah, misalkan: mengajak jalan.

Cara yang dilakukan tampaknya   tidak kentara, tidak kejam atau memaksa. Ia mungkin memanfaatkan keingintahuan wajar si anak tentang seks, menawarkan untuk menjadi ”guru”, atau ia mungkin mengajaknya mengadakan ”permainan istimewa” yang tidak boleh diketahui orang lain. Ia mungkin mencoba memperlihatkan pornografi kepada si anak supaya perilaku demikian tampak normal.

Awalnya, pelaku akan mencobai rasa ingin tahu anak dan mengetes seberapa besar kemampuan anak dalam menjaga diri; diawali dengan memberikan lelucon tentang seks, main kuda-kudaan, meraba punggung anak, mencium dan bermain yang terkait dengan seks. Jika anak terlihat tidak terlalu terganggu dan penasaran (sebagian besar anak normal akan menunjukkan rasa ingin tahu), maka pelaku akan bertindak lebih jauh dengan melakukan perilaku seks secara langsung, seperti: menunjukkan organ kelamin, menyentuh organ kelamin anak, masturbasi, intercourse dan melakukan pornografi dengan anak.

Pelaku menggunakan rasa ingin tahu anak dengan bercanda humor seks, menggunakan pornografi dan bermain permainan seksual

Sebagian besar anak tidak memahami apa yang terjadi, tidak paham bahwa yang dialaminya bermakna seksual; bahkan tidak tahu bahwa aksi pelaku adalah salah.

  1. Trik untuk menutup-nutupi

Jika ia berhasil memperkosa si anak, ia sekarang ingin sekali memastikan bahwa si anak tidak menceritakannya kepada siapa-siapa. Ia mungkin menggunakan berbagai taktik, misalnya dengan mengancam, memeras, dan menyalahkan, atau mungkin dengan mengkombinasikan cara-cara itu. Contohnya, ia mungkin mengatakan, ”Salah kamu sendiri. Kamu sih tidak menyuruh saya berhenti.” Ia mungkin menambahkan, ”Kalau kamu beri tahu Mama Papa, mereka akan memanggil polisi dan saya dipenjarakan untuk selamanya.” Atau, ia mungkin mengatakan, ”Ini rahasia kita berdua. Kalau kamu cerita, tidak ada yang bakal percaya. Awas kalau Mama Papa sampai tahu, akan saya hajar mereka.” Ada banyak sekali taktik licik dan jahat yang akan diupayakan orang-orang ini.

Di awal, pelaku berusaha untuk tidak melukai secara fisik korban anak, karena tahu jika anak terluka maka anak akan lebih mungkin bercerita pada orang lain. Hal ini dapat menggagalkan usahanya untuk mengambil keuntungan secara seksual. Selanjutnya, setelah perilaku seksual terjadi, pelaku akan membuat anak berpikir bahwa ialah yang bertanggungjawab atas aksi seksual pelaku atas dirinya. Anak akan merasa terjebak dan tidak sanggup bercerita pada orang lain. Pelaku lebih memililih untuk memanipulasi pikiran anak agar si anak berpikir bahwa pelecehan terjadi karena kesalahannya sendiri; atau pelaku dapat mengarahkan agar si anak berpikir bahwa pelecehan seksual adalah hal biasa atau wajar. Manipulasi pikiran akan membuat anak semakin sulit menceritakan pengalamannya bahkan berusaha menutupi perilaku pelecehan seksual tersebut.

Pelaku jarang tertangkap. Hal ini terjadi karena pelaku menggunakan cara-cara berikut dalam memanipulasi anak:
1. Mempengaruhi anak agar berpikir bahwa pelecehan adalah kesalahannya sendiri
2. Membuat anak berpikir bahwa tidak akan ada yang mempercayainya jika ia mau menceritakan pengalamannya pada orang lain
3. Mengatakan pada anak bahwa orangtua mereka akan kecewa dan sedih jika tahu tentang pengalaman pelecehan seksual ini
4. Mengajak anak berpikir bahwa mereka sangat spesial karena bisa memahami dan memaklumi kondisi pelaku

 

 

 


  1. Menjelaskan pada anak bahwa perilaku pelecehan seksual adalah hal wajar, misalkan: setiap ayah memang akan menyentuh anaknya seperti ini (secara seksual).
    6. Mengajak anak menutupi pengalaman pelecehan seksual sebagai pertanda kasih sayang untuk pelaku

 

SIKAP BERHATI-HATI PARA ORANG TUA TERHADAP KEMUNGKINAN

ADANYA NIAT JAHAT DARI PELAKU DI SEKITAR MEREKA

Dengan mengenali taktik-taktik tersebut, sebagai orang tua dapat lebih siap untuk bertindak dalam hal mencegah terjadinya segala sesuatu.

  • Misalnya, jika seseorang, yang tampak lebih berminat pada anak-anak ketimbang orang dewasa,
  • memberikan perhatian khusus
  • dan hadiah-hadiah kepada anak Anda
  • atau menawarkan untuk menjaganya tanpa bayaran
  • atau bertamasya berduaan dengan anak.

Meskipun belum tentu harus dicurigai sepenuhnya, paling tidak tidak ada salahnya saat itu mulai dilakukan tindakan preventif.

 

Waktu Kejadian Perkara: (*)

  • child sexual abuse biasanya terjadi pada jam 6.00-12.00 wib.

Tempat Kejadian Perkara (*)

  • Kejadiannya berlangsung di rumah si korban pada saat orang tua sedang tidak ada di rumah.
  • Kekerasan seksual terhadap anak sekarang sudah menjadi ancaman yang serius. Bahkan tempat yang dianggap paling aman, yakni keluarga dan sekolah juga rentan terhadap kekerasan seksual. Baru-baru ini telah terungkap kasus kekerasan seksual terhadap anak sekolah Jakarta International School (JIS). Kondisi keamanan sekolah yang super ketat pun tidak menjadi alasan bahwa anak-anak akan aman dari para pedofilia (gangguan jiwa cinta anak-anak).

Pelapor: (*)

  • yang mengantarkan korban ke PKT RSCM biasanya adalah polisi, orang tua, lembaga swadaya masyarakat, dan ada pula kasus dimana anak melapor sendiri.
  • Kondisi orang tua pun biasanya stress dan tidak menyangka bahwa pelaku adalah orang terdekat anak.

BUKTI FISIK: (*)

  • Dampak fisik yang diderita korban child sexual abuse tidak sepele, ditunjukkan dengan foto-foto yang memilukan.

 

YANG HARUS DILAKUKAN ORANG TUA:

  1. Sebagai orangtua, sangat mutlak harus melindungi anak di sekitarnya untuk terlindung dari bahaya pelecehan seksual pada anak.
  2. Memberikan pendidikan seksual dan pemberian informasi tentang permasalahan pelecehan seksual tampaknya dapat mencegah perilaku pelecehan seksual.
  3. Tanggung jawab utama untuk melindungi anak-anak dari pelecehan ada pada orang tua, bukan pada anak-anak. Karena itu, orang tua harus terdidik sebelum bisa mendidik anak.

Oleh karena anak-anak memiliki berbagai karakter yang dapat menjerumuskan mereka menjadi korban child sexual abuse,

  1. anak-anak membutuhkan perlindungan dari orang dewasa terutama orang tuanya.
  2. Orang tua harus dapat memberikan pendidikan seksualitas terhadap anak-anaknya sehingga anak-anak dapat tercegah dari child sexual abuse

PENTINGNYA MEMBERI PELAJARAN TENTANG SEKS PADA ANAK

 

Kapan  bisa dimulai memberikan pendidikan seks pada anak?

Pendidikan seks wajib diberikan orangtua pada anaknya sedini mungkin. Tepatnya dimulai saat anak masuk play group (usia 3-4 tahun), karena pada usia ini anak sudah dapat mengerti mengenai organ tubuh mereka

 

Membahas masalah seks pada anak memang tidak mudah. Namun, mengajarkan pendidikan seks pada anak harus diberikan agar anak tidak salah melangkah dalam hidupnya. Anak yang tidak tahu apa-apa tentang seks akan menjadi korban empuk berikutnya.

Banyak orang tua merasa segan dan risi untuk membahas topik seks dengan anak-anak. Apalagi anak  mungkin lebih risi lagi.

Dengan mengajarkan pendidikan seks pada anak, menghindarkan anak dari resiko negatif perilaku seksual. Karena dengan sendirinya anak akan tahu mengenai seksualitas dan akibat-akibatnya bila dilakukan tanpa mematuhi aturan hukum, agama, dan adat istiadat, serta kesiapan mental dan material seseorang.

Anak-anak yang kurang pengetahuan tentang seks jauh lebih mudah dibodohi oleh para pelaku pelecehan seksual.  Sehingga  untuk melindungi anak dari segala sesuatu yang tidak diinginkan, amatlah penting memberikan edukasi khusus kepada anak. Pendidikan yang terkait adalah pendidikan seks dan pemberian informasi berbagai permasalahan yang berkaitan dengan upaya pelecehan seksual.

Pendidikan seksualitas kepada anak-anak sebagai salah satu upaya pencegahan child sexual abuse terhadap anak menjadi suatu hal yang penting karena child sexual abuse memiliki berbagai dampak yang negatif. Tentu saja, pihak yang akan merasakan dampak negatifnya secara langsung adalah korban child sexual abuse itu sendiri.

Dianawati (2003) mengatakan bahwa “pendidikan seksualitas yang diberikan oleh orang tua akan jauh lebih efektif karena kebersamaan anak dan orang tua tidak dibatasi oleh waktu”. Namun permasalahannya adalah orang tua kerap kali merasa tabu dalam melakukan pendidikan seksualitas kepada anak-anaknya. Sementara itu, anak-anak membutuhkan pendidikan seksualitas sejak dini sehingga mereka dapat terhindar dari child sexual abuse.  

Narasumber (*) menekankan bahwa pendidikan seks akan lebih baik apabila diberikan oleh orang tua dalam suasana akrab dan terbuka antara orang tua dan anak.

(*) Sedangkan pendidikan seksualitas di sekolah merupakan kelanjutan dari pendidikan yang diberikan oleh orang tua.

(*) Pendidikan seksualitas yang diberikan oleh orang tua maupun sekolah sebaiknya tidak dilakukan dengan komunikasi yang bersifat dua arah. Orang tua maupun guru sebaiknya tidak hanya memberikan larangan kepada anak, tetapi juga menjelaskan alasan mengapa sebuah perilaku dilarang.

 

 

 

 

(*) Berdasarkan beberapa pertanyaan yang diajukan oleh peserta seminar, narasumber menjelaskan bahwa orang tua harus berhati-hati dengan pemberian USB kepada anak, karena ada kasus dimana USB anak berisi video atau gambar-gambar porno dimana anak mengambilnya dari internet.

(*) Kemudian narasumber juga menjelaskan bahwa dari kasus-kasus yang muncul, jika anak tidak mendapatkan pendidikan seks dalam perspektif agama, mereka akan berpacaran dengan melakukan hal-hal yang biasa dilakukan oleh orang yang sudah menikah.

(*) Narasumber memberikan penekanan bahwa pemberdayaan anak sebagai salah satu upaya pencegahan child sexual abuse sangat penting karena anak tidak mungkin diawasi terus, pelaku kekerasan makin canggih, saat-saat yang menentukan justru harus diputuskan oleh korban, dan saksi paling menentukan dalam kasus kekerasan seksual adalah saksi korban.

(*)Oleh karena itu, pendidikan seksualitas kepada anak memang perlu dilakukan.Pendidikan seksualitas perlu diberikan oleh orang tua sejak anak berusia tiga tahun.

(*)Selain itu, orang dewasa pada dasarnya memiliki otoritas untuk menetapkan peraturan dan mengatur informasi dikeluarganya.

KAPAN ANAK-ANAK SUDAH MULAI DIAJARKAN

UNTUK MENGHINDARI SEX ABUSE?

Terdapat beberapa informasi dan pengetahuan kepada anak yang perlu diberikan kepada anak agar terhindar dari kekerasan  seksual, sejak anak berusia 2-4 tahun.

Pendidikan seks wajib diberikan orangtua pada anaknya sedini mungkin. Tepatnya dimulai saat anak berusia 3-4 tahun, karena pada usia ini anak sudah dapat mengerti mengenai organ tubuh mereka dan dapat pula dilanjutkan dengan pengenalan organ tubuh internal

INFORMASI UNTUK ANAK DAN APA YANG HARUS DILAKUKAN ORANG TUA

AREA KELUARGA

  • DIDIK ANAK-ANAK DALAM TAKUT AKAN TUHAN
    • Dirikan mezbah keluarga
    • Ajak anggota keluarga menyembah Tuhan , berdoa, membaca Alkitab secara berurutan
    • Kisahkan kisah Alkitab kepada mereka menjelang mereka tidur
    • Miliki ayat-ayat mas keluarga untuk diperkatakan bersama
    • Dorong anak-anak melayani Tuhan di gereja
    • Dorong anak-anak bertumbuh dalam lingkungan yang sehat di rumah Tuhan.
  • KASIH SAYANG DAN PERHATIAN YANG CUKUP
    • Berikan anak Anda waktu cukup sehingga anak tidak akan mencari perhatian dari orang dewasa lain.
    • Anak anda harus mendapatkan belaian kasih sayang yang cukup dari Ayah, dan dari Ibu. Anak yang kurang belaian akan secara tidak sadar mencari belaian di luar.
    • Perhatikan ulang tahun mereka.
    • Berikan doa berkat setiap kali mereka akan pergi berangkat ke sekolah.
  • MENGEMBANGKAN GAYA HIDUP YANG SOPAN
    • Jangan berikan pakaian yang terlalu terbuka pada anak, karena bisa menjadi rangsangan bagi tindakan pelecehan seksual;
    • Tanamkan rasa malu sejak dini dan ajarkan si kecil untuk tidak membuka baju di tempat terbuka ( misalnya di sekitar kolam renang, bukan di kamar ganti) , juga tidak buang air kecil selain di kamar mandi;
    • Tanamkan budaya keluar dari kamar mandi sudah berpakaian lengkap, jangan hanya berlilitkan handuk
    • Tanamkan budaya pada seisi keluarga untuk berganti pakaian di kamar mandi, bukan di hadapan ayah, ibu, kakak atau adik
    • Orang tua ( terutama ibu-ibu) jangan memakai pakaian rumah yang terlalu sexi di hadapan anak remaja putra.
  • MENJALIN TINGKAT HUBUNGAN PERSAHABATAN DENGAN ANAK
    • Jalin hubungan komunikasi senyaman mungkin dengan anak. Orang tua adalah tempat pengaduan segala keluh kesah anak. Minta anak supaya terbuka mengenai segala aktivitas yang telah dikerjakan. Jadilah orang tua yang siap menjadi tempat curahan hati bagi anak.
  • MENEMPATKAN DIRI SEBAGAI PELINDUNG ANAK
    • Lebih baik utarakan secara jelas kepada anak bahwa ia dapat bercerita apa saja kepada Anda. Termasuk saat ia merasa bingung atau takut akan sesuatu. Tegaskan bahwa Anda akan selalu ada untuk membantu dan menyayanginya.
  • AWASI DIRI ANDA SENDIRI DALAM ML DENGAN PASANGAN ANDA
    • Kamar yang berbeda lebih sehat daripada anda sekamar dengan anak-anak anda
    • Latih anak anda tidur di kamar mereka sendiri
    • Jika mereka belum dapat tidur sendiri, maka anda harus memiliki ruangan /kamar khusus
    • Pastikan kamar anda terkunci dan bebas dari masuk keluarnya anak-anak secara tiba-tiba.
    • Anak yang terbiasa melihat orang tuanya ML di depan matanya, akan mudah jatuh dalam sex abuse, atau bahkan menjadi pelaku sex abuse

AREA PRIBADI ANAK- FISIK

  • ANATOMI TUBUH
  • Pendidikan seks yang sederhana pada anak didefinisikan sebagai pendidikan mengenai anatomi organ tubuh , menyebutkan bagian-bagian tubuh internal,yang dapat dilanjutkan pada reproduksi seksual.
  • ‘MILIKKU’
    • Beberapa contoh kasus dalam pembelajaran pendidikan seks pada anak misalnya mengatakan bahwa alat kelamin atau  penisnya adalah milik pribadi, dan bukan mainan. Tidak boleh dijadikan mainan oleh siapa pun—Mama, Papa, bahkan dokter. Sewaktu kami membawanya ke dokter, saya menjelaskan bahwa dokter hanya mau memeriksa dan karena itu boleh memegangnya.”
    • Berikan informasi pada anak mengenai mana bagian-bagian tubuhnya yang pribadi: jelaskan bagaimana dan siapa yang boleh menyentuh bagian tubuhnya.
  • Kedua orang tua ikut dalam pembicaraan singkat ini dari waktu ke waktu, dan meyakinkan si anak bahwa ia bisa memberi tahu mereka kapan saja jika ada yang menyentuhnya dengan cara yang tidak benar atau yang membuatnya merasa risi. Para pakar dalam bidang pengasuhan anak dan pencegahan penganiayaan menyarankan agar semua orang tua mengadakan percakapan serupa dengan anak-anak mereka.
  • Anak-anak perlu tahu bahwa ada yang suka meraba anak-anak atau menyuruh anak-anak meraba mereka dengan cara yang salah. Peringatan ini tidak perlu membuat anak-anak cemas, ketakutan atau mencurigai semua orang dewasa. ”Itu semacam petunjuk kewaspadaan dan keamanan saja.
  • (*)Di Amerika, anak yang berusia tiga tahun sudah diajarkan oleh orang tuanya untuk tidak menerima pemberian orang lain tanpa sepengetahuan orang tuanya. Apabila anak dipaksa, anak harus memanggil guru atau orang tua.
  • (*)Orang tua juga harus memberitahu anak bahwa ada bagian-bagian tertantu yang tidak boleh dipegang oleh orang lain.
  • Mengembangkan kemampuannya dalam menghindari dan mencegah pelecehan seksual , misalkan: jika sentuhan dipaksakan dan membuat anak tidak nyaman, maka anak diajarkan berteriak minta tolong dan minta bantuan orang dewasa yang dapat dipercaya
    • Dukung anak jika ia menolak dipeluk atau dicium seseorang (walaupun masih keluarga), Anda bisa menjelaskan kepada orang bersangkutan bahwa si kecil sedang tidak mood. Dengan begitu anak Anda belajar bahwa ia berwewenang atas tubuhnya sendiri;
  • PENGGUNAAN ISTILAH
  • Sebaiknya dipakai bahasa yang benar, bukan bahasa anak-anak, untuk memperlihatkan kepada mereka bahwa tidak ada satu bagian pun dari tubuh mereka yang aneh atau memalukan
  • Tak perlu mengganti istilah-istilah sensitif dengan kata-kata yang lebih halus, kata Robin Sax,  penulis buku Predators and Child Molesters. “Tak apa-apa menyebutkan kata vagina dan penis pada anak di rentang usia ini.” Efeknya, anak tak akan bingung dan bisa jadi lebih berani membicarakan kondisi yang berkaitan dengan alat kelaminnya sendiri.
  • TOILET TRAINING
  • Pendidikan seks lain yang secara tidak disadari sudah dilakukan adalah mengajari anak untuk membersihkan alat genitalnya dengan benar setelah buang air kecil (BAK) maupun buang air besar (BAB), agar anak dapat mandiri dan tidak bergantung dengan orang lain. Pendidikan ini pun secara tidak langsung dapat mengajari anak untuk tidak sembarangan mengizinkan orang lain membersihkan alat kelaminnya
  • (*)Jika anak sudah berusia 10-11 tahun anak harus diajari masalah-masalah seksual. Berdasarkan pertanyaan yang diajukan dalam seminar, narasumber menjelaskan bahwa kelompok sasaran sebagai orang tua harus menjelaskan kepada anak apa yang berbahaya. Jika kita menjelaskan apa yang bahaya bagi anak, anak dapat lebih siap menghadapi permasalahan.
  • (*)Narasumber pun menekankan supaya orang tua memberitahu kepada anak agar harus bermain di tempat yang terbuka dan bisa diawasi oleh orang banyak.
  • (*)Kemudian apabila ada orang dewasa yang bermain bersama anak telah memegang bagian tubuh anak yang dilarang untuk disentuh, maka orang tua harus melarang anak bermain lagi dengan pelakunya.
  • MEMBEDAKAN JENIS SENTUHAN
    • Anak harus diajar untuk mengerti perbedaan antara sentuhan aman dan sentuhan tidak aman
    • Dan jika sentuhan tidak aman dialami anak, ajari mereka cara mencari pertolongan dan menghentikan pelaku
    • Berikan pengertian tentang sentuhan salah yang harus mereka hindari. Sentuhan yang menyenangkan dan baik adalah ciuman saat pamit ke sekolah, pelukan selamat datang dari sekolah, dan juga berjabat tangan dengan orang lain. Sentuhan yang buruk berupa sentuhan pada bagian pribadi anak dan anak harus diajarkan untuk menolak dan memberi tahu Anda jika mengalami sentuhan yang buruk ini;

AREA PRIBADI ANAK- PSIKIS

  • MEMBERI PARADIGMA YANG BENAR
    • Menjelaskan pada anak bahwa pelecehan seksual bukanlah tanggungjawab si anak melainkan adalah tanggungjawab pelaku yang telah melakukan kejahatan pada anak
    • Hilangkan perasaan bersalah – yakinkan si kecil bahwa bukan salahnya jika ada yang bersikap secara seksual terhadapnya dan ia harus memberitahu Anda dengan segera. Hal ini bisa bisa menangkal senjata utama para pelaku pelecehan, yaitu berusaha membuat anak merasa bersalah, malu atau takut.

AREA PRIBADI ANAK- KETERBUKAAN

  • KOMUNIKASI TERBUKA DAN RASA PERCAYA
  • Jangan berharap bahwa anak dapat melindungi dirinya sendiri atau mampu serta-merta menceritakan pelecehan seksual yang dialaminya. Anak perlu dibantu untuk dapat melakukannya.
    Mengembangkan komunikasi terbuka, dan percaya pada anak. Sebenarnya, anak jarang berbohong dalam berbicara tentang pengalaman pelecehan seksual.
  • Dengarkan ketika anak berusaha memberitahu Anda sesuatu, terutama ketika ia terlihat sulit untuk menyampaikan hal tersebut;
  • Ajak anak bicara tentang seksualitas. Pada tahap ini, anak mungkin terintimidasi oleh teman-temannya–termasuk dalam hal-hal yang bersifat seksual. Agar ia tidak mencari tahu ke sumber yang salah, buat anak merasa nyaman untuk membahas hal ini dengan Anda. Cari cara dan waktu yang tepat untuk membicarakannya tanpa membuatnya malu.
  • GAYA BAHASA PENYAMPAIAN PADA ANAK
    • Tekankan keamanan diri sendiri. Mulai diskusikan aturan perilaku seksual yang diterima oleh keluarga. Sampaikan pendidikan seksual secara terbuka namun tidak vulgar sesuai dengan tingkat pemahamannya. Persiapkan diri Anda juga karena ketika anak diajarkan mengenai seks, anak akan kristis dan ingin tahu tentang segala hal. Jangan melarang ia bertanya tentang hal-hal tersebut dengan alasan ia masih kecil atau alasan lainnya sebaliknya berikan jawaban yang jelas sesuai usianya.
  • Misalnya jika suatu hari si kecil yang berusia 4 tahun bertanya dari mana datangnya bayi, berikan jawaban yang jujur dan sesuai dengan tingkat pemahamannya. Hindari berkata kepada anak bahwa ia belum cukup umur untuk mengetahui hal seperti itu atau melarangnya bertanya tentang hal-hal tersebut, anjur Robin Castle, manajer pencegahan pelecehan seksual terhadap anak di lembaga Prevent Child Abuse Vermont.
  • SESUAIKAN USIA ANAK

Cara menyampaikan pendidikan seksual itu pun tidak boleh terlalu vulgar, karena justru akan berdampak negatif pada anak. Di sini orangtua sebaiknya melihat faktor usia. Artinya ketika akan mengajarkan anak mengenai pendidikan seks, lihat sasaran yang dituju. Karena ketika anak sudah diajarkan mengenai seks, anak akan kristis dan ingin tahu tentang segala hal.

Dibeberapa negara yang sudah maju  para orangtua telah mendapatkan buku panduan mengenai pendidikan seks agar mereka dapat menjawab setiap pertanyaan yang diajukan anak. Sementara di Indonesia, karena belum ada, maka sebaiknya para orangtua sigap dengan mencari informasi mengenai pendidikan seks di internet, buku bacaan, koran  atau majalah.

 

AREA PRIBADI ANAK- PEMBANGUNAN KARAKTER

  • KEMBANGKAN KARAKTER TERTENTU PADA ANAK
    • BERANI MENOLAK DAN BERKATA TIDAK
      • Ajarkan kepada anak anda jika dia diperlakukan tidak baik sama seseorang, dia harus berani menolak, harus berani lari atau berteriak keras-keras. Dia harus berani melaporkan ancaman tindakan kekerasan kepada orang yang dapat melindunginya, seperti orang tua, petugas keamanan, guru di sekolah, dll.  Ajarkan anak-anak jangan takut jika diancam seseorang atau diiming-imingi imbalan tertentu.
    • WASPADA
      • Terkadang, orang yang tak dikenal melihat anak Anda kemudian memuji betapa lucunya dia. Tak jarang tindakan itu dibarengi dengan mengusap rambut atau mencubit pipinya. Sekilas, tindakan ini tampak tidak berbahaya. Namun, ada baiknya Anda menjelaskan kepada anak bila ada orang tak dikenal menyentuhnya, sebaiknya segera menghindar atau menjauh dari orang tersebut.
      • Jangan berbicara atau menerima pemberian dari orang asing.
    • PAMIT
      • Pamit adalah salah satu bentuk tunduk pada orang tua.
      • Anak juga harus  selalu meminta izin orang tua jika akan pergi.
      • Anak juga harus dilatih untuk selalu mudah dihubungi saat bepergian ke mana pun.

AREA SOSIAL ANAK

  • PENGAWASAN PADA ORANG-ORANG DI SEKITAR
    • Beritahu anak agar jangan berbicara atau menerima pemberian dari orang asing;
  • Kenali siapa saja teman anak serta awasi orang-orang yang bermain dengan anak kita.
    • Ketahui dengan siapa anak Anda menghabiskan waktu dan temani ia saat bermain bersama teman-temannya. Jika tidak memungkinkan maka sering-seringlah memantau kondisi mereka secara berkala;
    • Jangan membiarkan anak menghabiskan waktu di tempat-tempat terpencil dengan orang dewasa lain atau anak laki-laki yang lebih tua;
    • Jika menggunakan pengasuh, rencanakan untuk mengunjungi anak anda yang sedang dalam pengasuhan pengasuh, secara mendadak tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
    • Jangan membiarkan anak anda main ke rumah tetangga yang anda tidak bisa tahu dengan jelas apakah di rumah tetangga tempat dia bermain itu  benar-benar aman.
  • SADAR RESIKO
  • Ajak anak berdiskusi tentang cara menjaga diri dan menjelaskan berbagai faktor resiko yang perlu dijauhi anak agar terhindar dari pelecehan seksual
  • Mengajarkan bahwa mungkin saja ada orang yang dekat dengan anak yang mencoba menyakiti
  • Jadilah tempat berlindung bagi si kecil dan lakukan pembicaraan singkat dari waktu ke waktu. Yakinkan si kecil bahwa ia bisa memberi tahu Anda kapan saja saat ia merasa bingung atau takut akan sesuatu, termasuk jika ada yang menyentuhnya dengan cara yang tidak benar atau yang membuatnya merasa risih. Anak perlu tahu bahwa ada yang suka meraba anak-anak atau menyuruh anak-anak meraba mereka dengan cara yang buruk dan mengerti bahwa hal itu merupakan perbuatan yang salah. Ajarkan anak untuk berani menolak, menjauh dan menghindar dari orang seperti itu. Peringatan ini hanya untuk kewaspadaan saja, tidak perlu membuat anak-anak cemas, ketakutan atau mencurigai semua orang dewasa;
  • Anak remaja harus tahu beberapa hal ini : Diskusikan pemerkosaan, pemerkosaan saat kencan, penyakit menular seksual, dan kehamilan yang tidak diinginkan;
  • Tunjukkan berita di TV atau di koran, tentang nyata-nyata adanya sex abuse di masyarakat luas.

AREA ANAK- DUNIA MAYA  DAN TV

  • AWASI PENGGUNAAN INTERNET PADA ANAK
    • Jaga koneksi internet anak bersih dari pornografi.
    • Ajarkan penggunaan internet yang aman – berikan batasan waktu baginya dalam menggunakan internet, selalu awasi situs-situs yang ia buka. Jelaskan juga bahwa tidak semua orang yang ia kenal di internet sebaik yang ia kira, jadi ia tak boleh sembarangan memberi informasi atau bercerita kepada mereka;
    • Minta anak untuk segera memberitahu Anda jika ada yang mengirimkan pesan atau gambar yang membuat anak tak nyaman;
    • Awasi juga penggunaan gadget seperti seperti ponsel atau smartphone jangan sampai anak terekspos dengan hal berbau porno melalui alat-alat tersebut meskipun tidak disengaja karena bisa berdampak pada perkembangan seksual anak.
  • Jadi, berikan batasan waktu baginya dalam menggunakan internet dan selalu awasi situs-situs yang ia buka. Jelaskan juga bahwa orang-orang yang dilihat atau dikenal anak di internet tak selalu sebaik yang ia kira, jadi ia tak boleh sembarangan membagi informasi atau bercerita kepada mereka. Dan jika ada orang yang mengirimkan pesan atau gambar yang membuat anak tak nyaman, minta anak untuk segera memberitahu Anda.
  • Anak zaman sekarang mampu menggunakan gadget seperti ponsel, smartphone, serta video game dengan mudah, meski tidak pernah diajarkan sebelumnya. Oleh sebab itu, Anda perlu mengawasinya ketika sedang mengulik ponsel Anda. Yang ditakutkan adalah ia terkoneksi ke internet kemudian tanpa sengaja membuka situs-situs dewasa. “Banyak orang tua tak menyadari akan hal ini. Padahal dampaknya bisa jadi berbahaya terutama bagi perkembangan seksual anak,” terang Dr. Julie Medlin, PhD, yang bersama Seteven Knauts, PhD, menulis buku Avoiding Sexual Dangers: A Parent’s Guide to Protecting Your Child.
  • Game untuk anak-anak pun ada yang merangsang eksploitasi tubuh, walaupun tidak berbentuk foto, misalnya berbentuk lukisan. Ajari anak anda mengerti bahwa game yang dia pilih, harus yang menyenangkan hati Tuhan.
  • AWASI DIRI ANDA SENDIRI DALAM PENGGUNAAN GADGET
    • Jangan mengunggah foto anak bayi anda yang sedang telanjang, tengkurap tanpa busana, sedang berenang, dengan busana minim, sedang mandi dll di media sosial.
    • Jangan menyimpan gambar/video vulgar, yang tanpa anda sadari dapat dibuka oleh anak-anak anda. Semua video atau gambar dari What’s Upp, ada yang secara otomatis tersimpan dalam galery tablet anda. Jadi walaupun kita tidak mengunduh, itu otomatis tersimpan. Sebaiknya keluar dari group yang tidak membangun.
  • AWASI POLUSI PENGELIHATAN
    • Jaga si kecil dari tayangan pornografi baik film atau iklan; dari TV, dari game, dll
    • Jangan jadikan TV sebagai baby sitter anak anda.
    • Sediakan film film bermutu yang sudah anda seleksi sebelumnya

 

CIRI-CIRI ANAK YANG PERNAH MENJADI KORBAN SEX ABUSE

  • Gejala dan tanda seorang anak yang mengalami pelecehan seksual tidak selalu jelas. Ada anak-anak yang menyimpan rahasia pelecehan seksual yang dialaminya dengan bersikap manis dan patuh, berusaha agar tidak menjadi pusat perhatian. Meskipun pelecehan seksual terhadap anak tidak memperlihatkan bukti yang jelas.
  • Namun, jika tanda-tanda yang mencurigakan tampak pada anak dan terlihat terus-menerus dalam jangka waktu panjang, kiranya perlu segera mempertimbangkan kemungkinan anak telah mengalami pelecehan seksual. Tanda dan indikasi pelecehan seksual antara lain
  • memar pada alat kelamin atau mulut,
    • iritasi kencing,
    • penyakit kelamin,
    • dan sakit kerongkongan tanpa penyebab jelas bisa merupakan indikasi seks oral.

Pada Remaja

  • Remaja Tandanya sama dengan di atas
  • dan kelakuan yang merusak diri sendiri,
  • pikiran bunuh diri,
  • gangguan makan,
  • melarikan din,
  • berbagai kenakalan remaja,
  • penggunaan obat terlarang atau alkohol,
  • kehamilan dini,
  • melacur, seks di luar nikah,
  • atau kelakuan seksual lain yang tak biasa.
  • Tanda perilaku emosional dan sosial, antara lain sangat takut
    • kepada siapa saja
    • atau pada tempat tertentu
    • atau orang tertentu,
  • perubahan kelakuan yang tiba-tiba, gangguan tidur :
    • susah tidur,
    • mimpi buruk,
    • dan ngompol,
  • menarik diri atau depresi,
  • serta perkembangan terhambat.

Anak usia prasekolah Gejalanya sama ditambah tanda-tanda berikut:

  • Tanda fisik:
    • antara lain perilaku regresif, seperti mengisap jempol,
    • hiperaktif,
  • keluhan somatik
    • seperti sakit kepala yang terus-menerus,
    • sakit perut,
  • Tanda pada perilaku emosional dan sosial:
    • kelakuan yang tiba-tiba berubah,
    • anak mengeluh sakit karena perlakuan seksual.
  • Tanda pada perilaku seksual:
    • masturbasi berlebihan,
    • mencium secara seksual,
    • mendesakkan tubuh,
    • melakukan aktivitas seksual terang-terangan pada saudara atau teman sebaya,
    • tahu banyak tentang aktivitas seksual,
    • dan rasa ingin tahu berlebihan tentang masalah seksual.

Anak usia sekolah Memperlihatkan tanda-tanda di atas

  • serta perubahan kemampuan belajar,
    • seperti susah konsentrasi,
    • nilai turun,
  • telat atau bolos,
  • hubungan dengan teman terganggu,
  • tidak percaya kepada orang dewasa,
  • depresi,
  • menarik diri,
  • sedih,
  • lesu,
  • gangguan tidur,
  • mimpi buruk,
  • tak suka disentuh,
  • serta menghindari hal-hal sekitar buka pakaian.

Sumber Bacaan:

  1. Alkitab
  2. http://klinikanakonline.com/2009/08/26/upaya-pencegahan-pelecehan-seksual-pada-anak/
  3. http://milissehat.web.id/?p=1753
  4. https://staff.blog.ui.ac.id/sari.viciawati/2008/09/22/jurnal-ilmu-kesejahteraan-sosial-april2007vol5no1/
  5. http://psikologiforensik.com/2014/12/17/menjaga-anak-anak-kita-dari-pelecehan-seksual/
  6. http://www.kompasiana.com/atonimeto/sex-education-untuk-anak_54f672d2a3331157178b4b71
  7. https://www.facebook.com/CantikTanpaKosmetik/posts/10151599324739259

Penulis: jeniuscaraalkitab

Menjadi Alat di Tangan Tuhan untuk Mencetak Generasi Jenius bagi Kemuliaan Nama Tuhan

1 thought on “MENANGKAL SEX ABUSE/PELECEHAN SEXUAL PADA ANAK, DI KELUARGA KITA”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s