BATU KILANGAN


BATU KILANGAN

Peringatan yang Tuhan Yesus berikan sbb; Markus

9:42 “Barangsiapa menyesatkan u  salah satu dari anak-anak kecil 8  yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya v  lalu ia dibuang ke dalam laut. 9:43 Dan jika tanganmu menyesatkan w  engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka 9 , x  ke dalam api yang tak terpadamkan; y  9:44 (di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.) 9:45 Dan jika kakimu menyesatkan z  engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, dari pada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka; a  9:46 (di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.) 9:47 Dan jika matamu menyesatkan b  engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka, c  9:48 di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam.d  9:49 Karena setiap orang akan digarami e  dengan api 10 9:50 Garam 11  memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? f  Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu g  dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain. h 

 

Kata menyesatkan, skandalizo

dalam ayat 42 mengandung arti sbb;

  • Menyesatkan
  • Tergoncang, akan tergoncang
  • Meletakkan batu sandungan atau rintangan di jalan, menyebabkan orang lain tersandung dan jatuh
  • Menjadi Batu Sandungan, telah menjadi batu sandungan, orang tersandung
  • Membuat orang kecewa dan menolak
  • Menggoncangkan iman, mengguncang
  • Menyebabkan orang jatuh dalam dosa atau tersesat
  • Menyebabkan seseorang secara pasif dibawa sehingga menyangkal imannya yang dulu
  • Menolak, meninggalkan, meragukan
  • Memancing amarah
  • Mengejutkan
  • Menyebabkan jatuh atau berdosa
  • Menentang
  • Menghina
  • Membujuk orang lain berdosa
  • Menyebabkan seseorang mulai tidak percaya dan meninggalkan seseorang yang dia harus percayai dan taati
  • Menyebabkan jatuh
  • Menghalangi seseorang untuk mengakui milik orang lain atau wewenang orang lain
  • Menyebabkan seseorang menghakimi orang lain dengan tidak adil
  • Menyebabkan orang lain tersandung atau kakinya terjerat sehingga orang itu merasa terganggu
  • Menyebabkan satu ketidaksengajaan pada suatu hal
  • Membuat marah, rasa tidak senang.

 

Yang menarik di perikop ini adalah:

  • Frasa; ‘menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini.’
  • Dilanjutkan dengan penjelasan: dan jika…. ( artinya ayat –ayat ini saling terkait satu sama lain, Yesus bukan sedang membicarakan topik lain, tetapi masih dalam topik yang sama, yaitu PENYESATAN ATAS ANAK-ANAK.)
  • Namun yang menarik adalah kata ‘dan jika….’ tidak diteruskan dengan kata-kata sbb:
    • …dan jika tanganmu menyesatkan anak anak kecil yang percaya ini
    • ….dan jika kakimu menyesatkan anak anak kecil yang percaya ini
    • ….dan jika matamu menyesatkan anak-anak kecil yang percaya ini

Melainkan ditulisnya sbb:

  • …dan jika tanganmu menyesatkan engkau
  • ….dan jika kakimu menyesatkan engkau
  • ….dan jika matamu menyesatkan engkau
  • Tidak ditulis seperti ini:
    • …..dan jika PENGAJARANMU MENYESATKAN ANAK-ANAK KECIL YANG PERCAYA INI
    • Tetapi ditulis Barangsiapa menyesatkan….
    • Sama sekali tidak dicantumkan kata ‘pengajaranmu’ tetapi justru dibahas TANGAN, KAKI dan MATA.
  • Tidak ditulis seperti ini:
    • ….dan jika tangan mereka menyesatkan engkau
    • ….dan jika kaki mereka menyesatkan engkau
    • ….dan jika mata mereka menyesatkan engkau.

 

Apa artinya dari semua itu?

  1. Sebagai guru yang ajarannya MENYESATKAN anak anak kecil yang percaya pada Yesus, adalah dengan proses si guru itu sendiri terlebih dulu disesatkan, atau si guru itu sendiri telah lebih dulu tersesat. Setelah guru itu disesatkan atau tersesat, barulah pada tahap berikutnya dia menyesatkan anak-anak kecil yang percaya pada Yesus.
  2. Tuhan Yesus tidak menyinggung kata ‘pengajaran’ tetapi menyinggung kata Tangan, Kaki dan Mata, karena apa? Karena seorang guru yang tangan, kaki dan matanya sudah sesat atau disesatkan, maka secara OTOMATIS pengajarannya akan menyesatkan. Mata di sini termasuk AREA VISUAL apa yang kita tonton. Kalau kita semudah itu disesatkan secara VISUAL, maka otomatis kita akan menyesatkan anak-anak didik kita (anak rohani, murid didikan). Sekali lagi itu adalah sebuah KEPUTUSAN, apakah kita semudah itu disesatkan, mestinya kita tidak semudah itu disesatkan, karena kita akan selalu Back to the Bible.
  3. Tuhan Yesus dalam hal ini tidak sedang mengecam pihak-pihak yang menyesatkan si guru, tetapi tetap yang ditegur si guru itu sendiri. Karena itu adalah sebuah KEPUTUSAN, apakah kita mau disesatkan atau tidak. Selama kita selalu back to the BIBLE mestinya kita tidak akan tersesat, atau tidak semudah itu disesatkan.

 

Amsal 6: 16-19

MATA SOMBONG

TANGAN YANG MENUMPAHKAN DARAH ORANG YANG TIDAK BERSALAH ( membunuh)

KAKI YANG SEGERA LARI MENUJU KEJAHATAN

 

Perhatikan lanjutan ajaran Yesus dalam Markus 9:49-50 , dilanjutkan dengan kata KARENA….., yang berbicara tentang HIDUP BERDAMAI

 

Amsal 6:16-19

6:16 Enam perkara ini yang dibenci b  TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya: 6:17 mata sombong, c  lidah dusta, d  tangan yang menumpahkan darah e orang yang tidak bersalah, 6:18 hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan,f  6:19 seorang saksi g  dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan h  dan yang menimbulkan pertengkaran saudara. i 

 

Hidup Berdamai bergantung pada 4 perkara lainnya, di antara 7 perkara yang jadi kekejian bagi TUHAN, yaitu:

  • Lidah dusta
  • Hati yang membuat rencana-rencana yang jahat
  • Seorang saksi dusta yang menyembur –nyemburkan kebohongan
  • Saksi dusta yang menimbulkan pertengkaran saudara

 

 

Kesimpulan:

  1. Saat mata kita sombong ( tidak mau dikoreksi, tidak mau mendengar masukan, tidak mau dibentuk, tidak mau diajak berpikir sehat, tidak mau diajak menganalisa sebuah pengajaran, tidak mau back to the Bible) saat itulah kita berpotensi menjadi PENYESAT
  2. Saat tangan kita membunuh ( membenci, tidak mau mengampuni, hidup dalam kepahitan) saat itulah kita berpotensi menjadi PENYESAT
  3. Saat kita hidup dalam kemunafikan, di mana kaki kita mudah mengambil jalan dosa, sementara kita memakai topeng di kelas di hadapan murid-murid, tidak hidup dalam pertobatan setiap hari, saat itulah kita berpotensi menjadi PENYESAT.
  4. Saat kita tidak mau hidup berdamai dengan cara hati yang membuat rencana jahat, lalu lidah yang curang, selalu bermasalah dengan siapa saja, saat itulah kita berpotensi menjadi PENYESAT.

Ternyata menjadi penyesat tidak sesempit paradigma kita bahwa itu hanya menyangkut pengajaran saja, tetapi lebih luas lagi dari itu adalah TELADAN HIDUP KITA, untuk berdamai dengan semua orang, tangan dan kaki serta mata yang tidak tersesat, semuanya itu masuk dalam lingkup GAYA HIDUP kita apakah ikut mengajar, ataukah kita hanya jadi pengajar saat di kelas saja.

 

Kembali ke definisi skandalizo, salah satunya:

  • Menyebabkan jatuh atau berdosa

 

Sedangkan dosa artinya; MELESET dari sasaran.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s