Mendidik Anak di Era Global
ALKITAB MENGANUT DISIPLIN ROTAN


MENDIDIK ANAK DI ERA GLOBAL
Disusun dengan anugrah Tuhan oleh Grace Sumilat S.MG
PENDAHULUAN
Tugas kita para orang tua pada zaman ini adalah menyiapkan sebuah generasi baru yang akan menyambut kedatangan Tuhan Yesus ke dua kali, generasi yang akan ‘mewarisi negri’ dan generasi yang akan mengambil alih bangsa dan zaman ini.
ANAK-ANAK DALAM ALKITAB
(diintisarikan dari buku: Membangun Generasi Baru, Pdt Ir Jarot Wijanarko)
- Samuel adalah seorang nabi yang dipakai oleh Tuhan secara luar biasa karena:
- Dilahirkan dari doa seorang ibu (hana)
- Dibesarkan dengan jubah dari orang tua, jubah melambangkan gambar diri yang terbentuk dari cara orang tua mengarahkan Samuel untuk menjadi seorang pelayan.
- Yoas, Raja (raja dalam PL di dalam PB sering disamakan fungsinya dengan fungsi Rasul) sejak kecil Yoas adalah raja yang memerintah sejak umur 7 tahun (2 Raja-Raja 11:21-12:1,2) Sejak bayi hingga berumur 7 tahun, Yoas tinggal di bait Allah dan hidup dari Firman Tuhan terus-menerus.
- Yohanes Pembabtis adalah penginjil yang penuh Roh Kudus sejak dalam kandungan, karena:
- Orang tuanya adalah orang yang hidup takut akan Tuhan, dan adalah orang tua yang dipenuhi Roh Kudus (luk 1:5-6, Luk 1:41, Luk 1:67)
- Dijaga kekudusannya sejak dari kandungan (Luk 1:15) Didikan dimulai sejak dari kandungan
- Timotius menjadi seorang pengajar kitab suci yang handal, karma sejak kecil dididik mengenal Firman Tuhan ( II Tim 3:15)
- Yesus, adalah gembala yang penuh dengan hikmat sejak kecil. Yusuf dan Maria sangat mentaati Firman Tuhan, taurat Musa, dalam mendidik Yesus, dan dalam umur 12 tahun, Yesus dapat bersoal jawab dengan ahli-ahli taurat. Yusuf adalah seorang laki-laki yang sangat menguasai diri (Mat 1:25), sedangkan Maria adalah seorang hamba Tuhan yang penuh dengan penyerahan hidup (Luk 1:38)
PEMULIHAN DIMULAI DARI ORANG TUA
Berbicara mengenai menjadi orang tua yang baik bagi anak-anak, kita mesti mundur ke belakang dan menanyakan satu pertanyaan yang penting sebelum membahas banyak hal, “Apakah kita sebagai orang tua sudah dipulihkan?” Pemulihan anak tidak bisa dilepaskan dari pemulihan orang tua. Orang tua yang mau anak-anaknya berubah, harus dimulai dari dirinya sendiri.
Ada beberapa pintu yang harus ditutup di belakang kita, yaitu:
- Pintu penolakan dan takut ditolak.
Tuhan Yesus tidak pernah menolak anak-anak, melainkan menyambut mereka (Mrk 10:14). Ada orang tua yang menolak seorang anak karena masalah jenis kelamin, anaknya sudah banyak, jarak umur yang terlalu dekat dengan kakaknya, atau bahkan jarak umur yang terlalu jauh, anak yang dilahirkan dalam usia tua, atau anak yang dilahirkan di luar pernikahan, masalah ekonomi dlsb.
Yefta adalah anak yang tertolak, sebenarnya Tuhan tidak menuntut Yefta bernasar, tetapi orang yang tertolak selalu ingin diterima dengan cara-cara yang tidak perlu (Hak 11).
Daud adalah anak yang tertolak (Maz 27:10), anak yang tidak diperhitungkan keberadaannya, tetapi di padang penggembalaan Daud dipulihkan dengan cara berhubungan erat dengan Tuhan.
- Pintu trauma masa kecil
- Pintu kegagalan masa lalu
- Pintu ketakutan dan kekawatiran
- Pintu pola salah asah dari orang tua
- Pintu kutuk keturunan
- Pintu luka-luka batin, minta dipulihkan oleh Tuhan (Maz 139:8)
- Pintu trauma prenatal minta Tuhan memulihkan rekaman-rekaman yang rusak Maz 139:13-16
- dll
ORANG TUA HARUS HIDUP BENAR
Tuhan berjanji jika kita hidup benar (Maz 37:25), maka anak cucu kita tidak akan meminta-minta roti / hidup berkekurangan.
Apa itu hidup benar? Pembahasan hidup benar dalam Alkitab, banyak sekali, namun ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan sebagai keluarga.
- Bayar perpuluhan (Mal 3:10)
Di Maleakhi 3:10 dikatakan: Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.
Kata berkat yang dipakai di sini adalah B@rakah yang berasal dari kata BARAK
Salah satu jenis berkat adalah; berkat Tuhan yang turun atas anak cucu kita, tertulis pada
Mazmur 112:1-2
Haleluya ! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintahNya. Anak cucunya akan perkasa di bumi, angkatan orang benar akan diberkati.
Kata diberkati di sini menggunakan kata BARAK, kata yang sama yang dipakai di MALEAKHI 3: 10 yang mengungkap tentang perpuluhan.
Kata perkasa di sini menggunakan kata GIBBOWR yang artinya; orang tangkas, pahlawan-Mu, kaya raya, perwira, pejuang, kuat, pahlawan, gagah perkasa, berkuasa, orang yang kaya, tangkas.
- Jangan memberontak kepada Tuhan dan pada Pemimpin, karena pemberontakan adalah dosa serius yang sama dengan dosa penyembahan berhala. ( I Sam 15:23)
Kalau di point 1 tadi kita bicara tentang ANAK CUCU yang DIBERKATI, sekarang mari kita bandingkan apa yang terjadi dengan ANAK CUCU ORANG FASIK, mereka akan DILENYAPKAN,
Mazmur 37:28
Sebab TUHAN mencintai hukum, dan Ia tidak meninggalkan orang-orang yang dikasihiNya. Sampai selama-lamanya mereka akan terpelihara, tetapi anak cucu orang-orang fasik akan dilenyapkan.
Contoh; Beberapa peristiwa dalam Alkitab, mengkisahkan bagaimana anak-anak yang hidup dalam keluarga dari orang-orang fasik ;
Anak-anak DATAN DAN ABIRAM mati, mereka adalah orang-orang yang dipilih oleh umat Israel yang membantah MUSA dan HARUN, dalam kumpulan KORAH, ketika mereka membantah TUHAN, Bil 26:9; 16:12; Mazmur 106:17 , dan dikatakan di Bilangan 16:27 mereka mati bersama-sama dengan isterinya, para anaknya dan anak-anak yang kecil.
Tetapi anak anak Korah, tidaklah mati, Keluaran 6:24, Bilangan 26:11, karena Asir, Elkana dan Abiasaf tidaklah ikut-ikutan kejahatan dosa pemberontakan yang dilakukan ayah mereka.
Keturunan merekalah, dari Bani Korah, yang tidak ikut mati ini, yang menuliskan Mazmur 47:1 Untuk Pemimpin Biduan, dari bani KORAH.
Contoh lain; AKHAN juga mati bersama anak-anaknya yang laki-laki dan perempuan. Yosua 7:24
- Jangan berhutang (Rm 13:8, Ams 22:7)
Contoh; janda yang berhutang, anaknya akan menjadi budak atau keluar dari hutang karena muzizat (2Raj 4:1)
- Hidup oleh iman (Rm 1:17)
PRINSIP MENDIDIK ANAK
Pendidikan anak tidak dapat diserahkan sepenuhnya pada pihak sekolah atau pihak gereja. Pendidikan anak-anak adalah tanggung jawab orang tua dan harus dimulai di rumah. Rumah adalah sekolah dan gereja yang utama bagi anak-anak dimana anak-anak mendapatkan banyak hal yang tidak didapatkan di gereja dan di sekolah.
Sifat anak-anak pada dasarnya adalah bodoh Amsal 22:15 Kebodohan bukan dari otak atau IQ-nya tetapi kebodohan yang berasal dari hatinya. Kebodohan harus diatasi dengan disiplin.
Kitab Amsal menjelaskan tiga cara melatih atau mendisiplin seorang anak:
- Cara utama adalah dengan perkataan Amsal 13:1; 15:5
- Dengan tongkat Amsal 13:24 Tongkat akan menyingkirkan kebodohan dan pemberontakan dari anak anda. II Sam 7:14, Amsal 14:3, Amsal 23:13-14 berbicara bahwa Tuhan memakai rotan untuk mengilustrasikan pendisiplinan-Nya pada umat-Nya dan Tuhan menganjurkan kita menggunakan rotan, bukan tangan.
- Lingkungan akan dipakai Allah untuk turut mendidik anak kita Amsal 30:17
BERBICARA KHUSUS MENGENAI PUKULAN:
Memukul dalam bahasa alkitab tidak berarti meninju anak atau melempar tubuhnya dengan sebuah benda.
Memukul di sini berarti
- Memukul dengan rotan/tongkat
- Memberi pukulan di pantat
- Diterapkan dengan benar
- Tidak bertujuan untuk menimbulkan luka fisik, melainkan untuk mengoreksi sikap hati. (Ibr 12:11)
- Perhatikan II Sam 7:14, Amsal 14:3, Amsal 23:13-14
16 PERATURAN UNTUK DISIPLIN YANG BERHASIL
- Mendisiplin adalah tugas Ayah ( Amsal 1;8) sedangkan tugas ibu adalah mengajar. Untuk itu jika ayah ada di rumah adalah tugas ayah untuk memberi disiplin. Jika ayah pulang kerja hari itu, saat yang tepat untuk mendisiplin bisa ditunggu sampai ayah pulang. Namun dalam kasus di mana ayah bekerja di luar kota, dan baru pulang pada akhir pekan/ beberapa bulan sekali, maka tugas mendisiplin untuk sementara bisa diambil alih oleh Ibu, karena pendisiplinan tidak dapat ditunda-tunda dalam beberapa hari, harus hari itu juga segera ditangani/ diluruskan sikap hati atau karakter yang salah tersebut.
- Disiplin rotan hanya diterapkan sampai anak berusia 7 tahun saja, selebihnya dapat diganti dengan disiplin sanksi.
- Gunakan alat yang tepat Ams 29:15, 13:24 ; 22:15, 23:13-14 . Rasa sakit saat didisiplin akan membawa anak pada pengertian bahwa upah dosa adalah maut. Ams 20:30 pukulan dapat membersihkan lubuk hati.
Mendisiplin harus menggunakan rotan, karena rotan adalah yang direkomendasikan oleh Alkitab.Keunikan rotan adalah:
-
- Direkomendasikan oleh Alkitab
- lentur,
- licin, tidak melukai secara fisik daripada kulit,
- tidak membahayakan tulang ( jika diarahkan pada tempat yang tepat, yaitu pada pantat)
- Jangan menggunakan tangan langsung, karena tangan kita pakai untuk membelai.
- Anda sendiri harus selalu dalam keadaan terkendali, penerapan pukulan bukanlah suatu kesempatan untuk melampiaskan frustrasi, ketegangan ataupun amarahnya sendiri. Yak 1:20. Jangan bawa kekesalan/ permasalahan di luar rumah dan melampiaskannya kepada anak-anak.
- Jangan menunda untuk mendisiplin Pngkh 8:11, Ams 19:18
- Pastikan bahwa anak tahu apa yang menjadi kesalahannya sebelum ia didisiplin. II Sam 12, Tuhan menegur Daud lewat nabi Natan. Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, Ams 28:13
- Posisikan anak dengan posisi yang tepat. Amsal 15:10 , pilihlah bagian pantat yang empuk. Jangan menyentuh bagian wajah sama sekali dalam mendisiplin misalnya dengan menampat, menjewer, menyelentik mulut, dlsb, hal ini akan merusak gambar diri anak-anak.
- Peluk kembali, dekap dan katakan bahwa semua hal ini untuk kebaikannya sendiri.
- Jangan sekali-kali orang tua meminta maaf kepada anak, setelah memberikan disiplin. Anak harus tahu bahwa kita tidak sedang melakukan sebuah kesalahan saat memberi disiplin kepada mereka, melainkan kita terpaksa dan dengan penuh sedih hati melakukan hal itu karena mengasihi dia dan ingin dia menjadi anak yang baik. Katakan tujuan anda adalah agar kesalahan yang sama tidak terulang lagi, nyatakan keyakinan anda bahwa anak anda dapat berubah. Katakanlah bahwa disiplin ini adalah terpaksa karna kasih saudara kepadanya.
- Obati daerah pantat yang memerah dengan menggunakan minyak.
- Ajak anak meminta ampun kepada Tuhan dalam doa dan membereskan langsung masalah-masalah yang berkaitan dengan orang lain.
- Katakan prilaku yang buruk, bukan ‘anak yang buruk’. Koreksi yang baik harus mendatangkan perubahan, setiap koreksi harus beralasan. Jangan mengeluarkan kata-kata kutukan/ kata kata yang tidak membangun. Kendalikan emosi anda.
- Selamatkan harga diri anak anda. Memuji di hadapan umum, mendisiplin secara pribadi. Saat ayah memberi disiplin, pihak ibu atau kakek atau nenek tidak boleh membela. Saat ayah memberi disiplin, pihak lain jangan ikut-ikutan menghakimi/ ikut menimpali. Lakukan disiplin secara pribadi/ di ruang tersendiri. Jangan disiplin anak di hadapan kakak/ adiknya/ tetangga/ tamu/ pembantu, dll
- Ada kondisi-kondisi dimana anak tidak boleh didisiplin:
-
- Kekanak-kanakan
- Kekurangmampuan
- Kecelakaan
- Informasi yang tidak lengkap
- Pelampiasan kemarahan semata-mata dari orang tua
- Peraturan belum disepakati/ diketahui bersama baik secara lisan maupun tertulis
- Dua hal yang harus dikenai disiplin:
- Ketidaktaatan yang disengaja
- Sikap yang salah.
Ef 6:1, ketaatan kepada orang tua membawa anak taat kepada Tuhan juga. Isu-isu terpenting dalam pendisiplinan anak adalah : Mikha 6:8, Pengk 12:13
Ketaatan meliputi :
- Berlaku adil
- Hidup dengan berpegang pada perintah-Nya
Sikap2 yang benar meliputi:
- Mencintai kebaikan
- Rendah hati
- Takut akan Allah
Apa arti taat?
- Ketaatan sepenuhnya, bukan sebagian
- Dilakukan dengan segera, tidak ditunda-tunda
- Melakukan dengan sukacita
6 MODAL DALAM MENDIDIK ANAK
Orang tua harus memiliki 6 hal ini agar Firman Tuhan yang telah diajarkan ini dapat menetap dalam diri anak-anak:
- Otoritas, Amsal 13:24, Amsal 22:15., Amsal 29:15 Gantikan kebodohan anak dengan hikmat Tuhan. Anak yang terlalu dimanja dan kurang otoritas akan sangat menyedihkan. Ingat anak-anak Eli
- Kasih sayang, dekap dan belailah anak anda, anak membutuhkan kasih yang diungkapkan, diucapkan dan dinyatakan. Disiplin tanpa kasih sayang akan membuat anak menurut hanya saat kita ada di depan mata, dan itu tidak akan mengubah hati. Tetapi kasih sayang tanpa disiplin akan membuat anak tidak bijaksana. Dua hal ini yaitu otoritas dan kasih sayang harus berjalan seiring.
- Persetujuan
- Penerimaan
Persetujuan dan penerimaan adalah hal yang sangat penting. Seorang anak yang diterima di keluarganya tidak lagi mencari penerimaan di luar rumah. Puji anak anda jika dia melakukan sesuatu yang baik. Bahkan ketika anak kita gagal, nyatakan penerimaan kita. Kita menerima dia bukan karena prestasinya, tetapi karna kita mengasihi dia. Allah membanggakan ayub di depan iblis. Dan 10:11 Tuhan 3 kali lewat perantaraan malaikat-Nya berkata kepada Daniel bahwa Tuhan menyayangi Daniel. Tuhan memberi perumpamaan talenta dan berkata kepada hamba yang mengembangkan talentanya ‘baik sekali perbuatanmu itu hai hambaku yang baik dan setia.’Akan tetapi berhati-hatilah karena pujian yang berlebihan akan merusak anak I Raja-raja 1:6
- Pengajaran
- Teladan
MENJAGA ANAK-ANAK DENGAN FIRMAN TUHAN
Hadiah terbaik yang dapat kita berikan kepada anak-anak kita adalah karunia hikmat Allah. Sepeda baru akan segera usang dan rusak, tetapi prinsip-prinsip kebenaran firman Tuhan yang kita berikan anak menjadi hadiah yang bernilai kekal.
Menanamkan Firman Tuhan pada anak-anak, mengajak anak-anak merenungkan Firman Tuhan, memutuskan apakah sesuatu dapat dilakukan atau tidak (menyaring). Maz 119:9, Yos 1:8, I Kor 6:12 Salomo dari kecil dididik untuk mencari hikmat (Ams 4:1 dst) oleh karena itu pada waktu Salomo menjadi pemimpin hikmat itulah yang pertama kali dimintanya daripada Tuhan. Batsyeba menjadi seorang penasehat dan pengajar yang baik bagi Salomo sehingga Salomo menjadi seorang pemimpin yang berhikmat.
Tidak cukup anak hanya dapat membedakan apa yang baik dan yang tidak, tetapi perlunya melatih anak-anak untuk mengambil keputusan untuk taat akan firman Tuhan.
MENGAJAK ANAK BERPIKIR POSITIF (FIL 4:8)
Melatih anak berpikir positif adalah suatu gaya hidup yang dimulai dari orang tua yang selalu berpikiran positif sehingga menjadi teladan bagi anak-anak untuk selalu berpikir positif juga.
DENGARKAN DAN TANGGAPI ANAK ANDA
Keengganan manusia untuk mendengar dan menangggapi orang lain, bisa menjadi batu sandungan fatal dalam hubungan antar sesama.
Orang tua harus selalu menyediakan telinga bagi anak-anak ketika mereka sedang bercerita atau bertanya. Orang tua harus bisa menjaga privacy atau rahasia anak, jangan bocorkan rahasia atau kelemahan anak pada teman-temannya atau orang lain.
Contoh: Musa masa kecilnya disembunyikan dan dilarang berbicara, akhirnya dia tidak siap menjadi pemimpin.
KENALI ANAK ANDA
Periksalah tingkah laku anak anda, Amsal 20;11. Dukung dan puji jika tingkah laku anak baik, tetapi tingkah laku yang buruk harus dibereskan dengan cara mendidik, melatih dan mendisiplin. Menjalin hubungan dengan anak sangatlah penting, karma pada akhirnya ketika anak-anak jauh dari kita yang tersisa hanyalah sebuah hubungan. Lihat cerita anak yang hilang, mengapa anak yang hilang meninggalkan rumah? Karna ia tidak mau terikat pada hukum, ia ingin bebas, tetapi pada akhirnya hubungan yang intim saat dia kecil dan yang dibina terus sampai bertahun-tahun itulah yang menggiring dia untuk pulang ke rumah Bapa.
MILIKI MULTIFUNGSI TINGKAT HUBUNGAN DENGAN ANAK
- Guru/pengajar
- Sahabat
- Teman
- Konselor/penasehat/teman curhat
- Pendidik
- Pendoa (Hanna seorang pendoa bagi Samuel, ditengah krisis morah dan krisis rohani, Samuel tetap peka anan Tuhan dan hidup takut akan Tuhan, menjadi nabi yang berhasil)
- Pemimpin/pendorong
- Pemberi teladan
- Imam
- Wakil Allah di dunia bagi anak-anak
BAGAIMANA MENGATASI ANAK YANG SULIT DIKENDALIKAN?
- Tetap mengasihinya
- Percayalah bahwa Tuhan sanggup mengubahnya
- Berikanlah mereka Firman Tuhan
- Dampingilah mereka untuk meyakinkan bahwa orang tua menyayanginya
- Disiplinkan dia sesuai Firman Tuhan
- Beri kesempatan kepadanya untuk berubah sesuai dengan kepribadiannya dan sesuai kehendak Tuhan. (FK-majalah Karmel No 4/TH2/1997)
BERDOA UNTUK ANAK-ANAK KITA
Banyak pendoa-pendoa bagi anak yang mencetak keberhasilan hidup anak-anaknya lewat doa. Hana berdoa buat anaknya. Ayub berdoa buat anak-anaknya, Daud berdoa buat anak-anaknya. Dalam Mazmur 72:20, Daud menulis’ sekianlah doa-doa Daud bin Isai’ Dari semua doa-doa Daud yang pernah dinaikkan, doanya yang paling akhir adalah untuk anaknya, Salomo yang sekarang menjadi Raja Israel. Pada ayat satu dan dua dari pasal 72 ini Daud berdoa agar Salomo dapat mengadili umat Tuhan dengan keadilan, dan ini digenapi, Salomo memerintah dengan adil dan penghakimannya diakui di segala penjuru dunia. Di ayat 7 Daud berdoa agar ada damai, dan digenapi bahwa pada pemerintahan Salomo, tidak ada lagi perang. Ayat 10 menjelaskan bahwa banyak raja-raja akan memberi persembahan, termasyuk Ratu syeba, dan ini pun digenapi, di ayat 17 doa Daud digenapi bahwa nama Salomo menjadi sangat masyur bahkan sampai sekarang ini. Setelah Daud mati, isi doanya bagi anaknya pun tetap digenapi Tuhan. Doa-doa kita bernilai kekal dan supranatural. Kita pun dapat berdoa bagi anak-anak kita, sebut nama mereka dan berdoa bagi masa depan, jodoh mereka kelak, tuntut karakter ilahi dalam hidup mereka.
Mari belajar dari Susanna Wesley yang berdoa buat anak-anaknya, sampai dari ke 19 orang anaknya, 9 di antaranya meninggal, dari ke 10 anaknya, 2 anaknya dipakai Tuhan luar biasa.
Sumber Pustaka:
Membangun Generasi Baru, Pdt Ir Jarot Wijanarko, hal 8
Kaset Pengajaran tentang Mendidik Anak dari Bpk & Ibu Frans dan Wanti Wowor
Alkitab.
https://www.abbaloveministries.org/susanna-wesley/
Susanna Wesley
Ibu yang Menanam Benih Firman Tuhan sejak Dini kepada Anak-Anaknya
Siapa yang tidak kenal dengan John dan Charles Wesley? Dua orang bersaudara ini dikenal sebagai Bapak Gerakan Methodis di Inggris pada abad ke-18. Semangat menginjil mereka dikenal di seluruh dunia; melalui khotbah-khotbah mereka, gereja-gereja di Inggris mengalami kebangunan rohani dan banyak orang kembali kepada Yesus. Sementara Charles Wesley berkarya dan melayani Tuhan sebagai salah satu penggubah lagu-lagu gereja terbesar di Inggris dengan sekitar 8.000 lagu himne pujian ciptaannya, John Wesley semakin berdampak dan berbuah-buah melalui pelayanan khotbah dan pengajarannya. Dari mana mereka mendapatkan kegigihan dan iman yang luar biasa seperti ini? Rupanya, di balik semua yang orang lihat, ada seorang ibu yang mendidik John dan Charles sejak kecil, menanam benih-benih Firman Tuhan, mengajar mereka dari Allkitab, dan berdoa bagi mereka. John dan Charles Wesley bertumbuh sebagai orang-orang yang takut akan Tuhan, dari didikan sang ibu, Susanna Wesley.
Sesuai tekad dan kesepakatan mereka dalam pernikahan, bersama sang suami Samuel Wesley, Susanna Wesley mendidik anak-anaknya dengan disiplin yang tinggi, untuk mengenal Allah dalam pribadi Yesus. Dua di antara 19 anak mereka ialah John dan Charles Wesley. Tentang didikan ibunya ini, John menulis, “Aku lebih banyak mengenal kehidupan kristiani dari ibuku, ketimbang dari para ahli teologi di seluruh Inggris.”
Susanna lahir pada tanggal 20 Januari 1669 di London, Inggris, sebagai anak bungsu dari 25 anak. Ayahnya, Samuel Annesley, adalah pendeta gereja puritan Inggris yang menikah dengan seorang wanita bernama Mary White. Ayah Susanna mewarisi iman kaum puritan Inggris yang mendidik anak-anak untuk mengenal Allah sejak usia dini. Pada usia remaja, Susanna sudah sanggup membaca dalam tiga bahasa yang cukup penting, yakni bahasa Ibrani (bahasa Perjanjian Lama), bahasa Yunani (bahasa Perjanjian Baru), dan bahasa Latin (bahasa Alkitab Septuaginta). Ayahnya selalu mendorong anak-anaknya untuk bebas mengutarakan pendapat dalam segala hal.
Samuel Annesley sendiri ialah hamba Tuhan terkemuka yang kemudian menjadi pemimpin yang memisahkan diri dari gereja Inggris. Gabungan intelektual dan kekudusan hidup ialah pusaka yang berharga dalam keluarga Samuel. Itulah sebabnya, sebelum mencapai usia 13 tahun, Susanna menunjukkan karakter mandiri, kuat, cerdas, dan mampu membuat keputusan sendiri untuk bergabung di gereja Anglikan. Ia melahap buku-buku karya para pemikir teologi terkemuka masa itu, yang berjajar di perpustakaan ayahnya.
Setelah menjadi pengikut gereja Anglikan, Susanna berkenalan dengan Samuel Wesley. Pada usia 19 tahun, Susanna menikah dengan Samuel. Susanna melahirkan 19 anak setelah menikah 19 tahun, dengan beberapa anak meninggal saat kelahiran. Anak-anak yang hidup dari keluarga itu ialah Charles, John, Samuel, Mary, Mehetabel, Wright, Susanna, Anne, Emilia, dan Martha. Peran Susanna sebagai seorang istri dan ibu sangat berpengaruh pada putaran roda kehidupan rumah tangganya, termasuk pada proses pertumbuhan dan perkembangan anak-anaknya.
Susanna menerapkan hidup disiplin dengan menyusun jadwal harian yang ketat. Ia menulis, “Anak-anak diarahkan pada pola hidup teratur sesuai hal-hal yang sanggup mereka lakukan sejak lahir. Tentang mengganti baju atau seprei. Kapan bangun tidur, sekolah, makan, doa keluarga, dan waktu tidur…” Menurut Susanna, setiap menit harus dimanfaatkan dengan baik oleh anak-anaknya. Tiap hari dimulai dengan membaca Mazmur dan berdoa, mempelajari Alkitab satu pasal, baik dari Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, lalu ditutup dengan nyanyian mazmur. Anak-anaknya belajar membaca (Alkitab) sejak usia lima tahun, diajar menulis (bahasa Latin), diajar menulis puisi dan musik, serta mempelajari bahasa Yunani dan Ibrani tiap malam bersama ayah mereka. Susanna juga mengajarkan kepada anak-anaknya sejak umur satu tahun untuk takut akan tongkat dan menangis dengan suara pelan. Ia mendidik mereka untuk hormat pada otoritas dan menguasai diri dalam meluapkan emosi. Ia melatih anak-anak untuk patuh dan memiliki karakter yang kuat.
Salah satu disiplin adalah anak-anak Samuel dan Susanna Wesley ialah rutin bersaat teduh dengan Firman Tuhan. Sejak anak berusia lima tahun, Susanna sebagai ibu menetapkan aturan bahwa waktu membaca Alkitab dan berdoa setiap hari harus sama banyaknya dengan waktu bersantai. Susanna bahkan juga menjadwalkan dirinya bersekutu dengan masing-masing anak, satu per satu, secara rutin. Setiap anak mendapat “jatah” mengobrol dan diajar oleh ibunya selama satu jam per minggu.
Sebenarnya, sejak muda Susanna merencanakan agar keluarganya tidak memiliki banyak anak seperti ibunya sendiri yang melahirkan dua puluh lima anak. Kenyataannya ia dikaruniai sembilan belas anak, dan sembilan di antaranya meninggal. Namun, realitas itu tidak membuatnya kewalahan atau patah semangat untuk melayani Tuhan dengan mengajar dan mendidik anak-anaknya menurut jalan Tuhan. Setiap malam sebelum anak-anak tidur, ia selalu mendoakan mereka satu per satu, lalu barulah ia sendiri pergi tidur. Melalui investasi benih Firman Tuhan setiap saat ini, anak-anak Susanna bertumbuh menjadi orang-orang yang beriman dan berkarya di jalan Tuhan pula. Dua di antara mereka, seperti kita ketahui, ialah John Wesley sang pengkhotbah besar dan Charles Wesley sang penggubah himne pujian.
Susanna meninggal pada tanggal 23 Juli 1742 di London. Ia ialah contoh seorang ibu yang menanam benih-benih Firman Tuhan kepada anak-anaknya sejak usia dini mereka, yang diyakininya kelak akan menjadi pagar pelindung bagi anak-anaknya saat dewasa. Keyakinannya terbukti benar dalam kehidupan anak-anaknya. Baiklah kita pun giat dan setia melakukan bagian kita masing-masing dalam melayani Tuhan dan menabur benih-benih Kerajaan Allah, karena pada akhirnya Tuhan akan membuktikan bahwa semua jerih lelah kita bagi Kerajaan Allah itu tidaklah sia-sia.

Terima kasih ibu,,, sangat inspiratif & membangun. Memang di era globalisasi, modernisasi, dan serba instan yang menurut saya sangat mempengaruhi perkembangan dan gaya hidup saat ini apalagi dgn anak-anak, diperlukan filterisasi Alkitab bagi kita orang tua dan juga anak-anak kita. Sehingga kita bisa bertahan dgn jati diri kita sbg Pengikut Kristus bahkan mempengaruhi yg lain untuk masuk menjadi barisan pengikut Kristus.
JBU & fam, karya dan tulisan ibu sangat memberkati saya dalam membangun keluarga saya.
terima kasih jug telah menyemangati saya. Doakan saya terus bisa jadi berkat buat Indonesia, dan generasi di bawah kita. Saya sendiri juga terus belajar untuk jadi orang tua yang baik buat 3 anak yang Tuhan percayakan. GBU too
Haleluya luar biasa,saya sangat di berkati dengan artikel ibu,semoga dengan tuntunan ROH KUDUS saya dan suami dapat melaksanakannya,trimakasih.JBU
Terima kasih untuk komentar ibu, segala pujian dan hormat hanya bagi TUHAN, Raja di atas segala raja yang memberi kita roh hikmat dan wahyu untuk mendidik anak dengan cara Alkitab. Mohon diseminarkan kembali di gereja ibu ya, ibu atau bapak yang jadi pembicaranya. Semakin banyak diberitakan, VISI Tuhan semakin cepat menyebar. Amin
Ping-balik: Pengertian prinsip pendidkan anak menurut Amsal 1 – 7 | Yesus Adalah TUHAN yang di Nubuatkan dalam Perjanjian Lama dan yang diGenapi dalam Perjanjian.
Amazing…sangat memberkati
Yesus is my superhero..
Yes yes yes
salom…trimaksi bnyak kak grace, sangat diberkati dgn artikel nya , shgga dibri pengertian yg benar dalm mendisiplin anak..Jesus bless you …
Puji Tuhan, Haleluya
Trimaksh bu Grace. Artikelnya sangat memberkati saya. Saya ada pertanyaan ttg salah satu kondisi anak tdk boleh didisiplin adalah kekanak2an. Maksudnya kekanak2an bgmn? Apakah sifatnya yg msh spt anak kecil meski umurnya lebih tua?
Misalnya anak umur 3 tahun memecahkan gelas, nah itu tidak boleh didisiplin, karena dia kan masih keci, belum bisa memegang gelas dengan baik.