SESI II. MENJADI GURU SEKOLAH MINGGU YANG MAWAS DIRI DALAM KEHIDUPAN


MENJADI GURU SEKOLAH MINGGU

YANG MAWAS DIRI DALAM KEHIDUPAN

Disusun dengan anugrah Tuhan oleh Grace Sumilat S.MG

www.jeniuscaraalkitab.com

POWER POINT MATERI INI DAPAT DIUNDUH DI SINI

MAWAS DIRI DALAM KEHIDUPAN

Mawas diri dalam kehidupan, sebuah frase kalimat yang indah.

Mengapa seorang guru perlu mawas diri dalam kehidupannya?

Karena seorang guru dapat dipakai Tuhan mengubahkan sebuah komunitas untuk memberi perubahan pada sebuah bangsa.

Ini terjadi pada komunitas gerombolan Adulam, yang kemudian menjadi pahlawan bangsa Israel, dibawah asuhan Pak Guru Daud, dan di bawah asuhan Papa Daud/ melalui keguruan dan pembapakan Daud kepada para pengikutnya ini.

Mari kita lihat perbedaan-perbedaan apa yang telah diraih dalam kurun waktu lebih kurang 13 tahun.

Orang –orang yang dalam kesukaran I Sam 22:1-2 Disebut Pahlawan II Sam 23:8-39

I Taw 11:10-47

Orang-orang yang dikejar-kejar tukang piutang I Sam 22:1-2 Disebut Pahlawan II Sam 23:8-39

I Taw 11:10-47

Orang yang sakit hati I Sam 22:1-2 Disebut Pahlawan II Sam 23:8-39

I Taw 11:10-47

Tidak berperan dalam masyarakat / bisa dibilang sampah masyarakat I Sam 22:1-2 Berperan mengiringi Daud, memberi dukungan kuat pada Daud, bersama-sama dengan seluruh Israel, dalam mencapai kedudukan Daud sebagai raja dan mengangkat dia sebagai raja, seperti yang difirmankan Allah tentang Israel I Taw 11:10
Tidak dicatat namanya I Sam 22:1-2 Nama-nama mereka dicatat sebagai pahlawan II Sam 23:8-39
Sepertinya tidak punya masa depan karena hanya berhimpun I Sam 22:1-2 Ikut serta menggenapi janji Tuhan bahwa Tuhan mengurapi Daud menjadi raja. I Taw 11:10
Dipimpin oleh seorang buronan Raja Saul, tanpa alasan yang masuk akal I Sam 22:1-2 Dipimpin oleh seorang raja, yaitu raja Daud I Taw 11:10
Berjumlah kira-kira 400 orang. I Sam 22:1-2 Bertambah menjadi 600 orang I Sam 25:13, I Sam 27:2
Tidak tercatat keahliannya sama sekali I Sam 22:1-2 Setiap keahlian mereka dicatat dengan teliti II Sam 23:8-39

I Taw 11:10-47

Tidak memiliki peringkat dalam sebuah gerombolan I Sam 22:1-2 Peringkat disusun berdasarkan keahlian dalam berperang II Sam 23:8-39

I Taw 11:10-47

 

Dalam hal ini kita tidak membicarakan pasukan pahlawan lainnya yang ditambahkan I Tawarikh 12: 1-40, karena hanya pasukan Gua Adulam yang memang ikut Daud dari awal pelariannya di gua Adulam sampai Daud jadi raja. Mereka-mereka inilah yang mengecap keguruan dan keayahan Daud dari sejak awal, Lihat Mazmur 34:1, 12 ( dalam sesi 1 sudah kita bahas bagaimana mazmur ini ditulis Daud saat dia belum punya anak kandung, jadi yang dimaksud Daud di sini adalah murid-muridnya dan anak anak rohaninya di Adulam.)

Mengapa seorang guru harus mawas diri, karena sadar atau tidak sadar, seluruh kehidupannya diserap oleh para pengikut/ murid-murid/ anak rohaninya.

 

MARI KITA LIHAT BAGAIMANA KEHIDUPAN DAUD, DISERAP OLEH URIA ORANG HET ITU.

Alkitab mencatat bahwa Uria bergabung dengan pasukan Daud sejak Rombongan Daud yang pertama ( I Taw 11: 10-11, 41  ; II Sam 23: 8-39), dan bukan baru bergabung dalam rombongan kedua ( di Ziglag ataupun di Hebron I Taw 12)

Uria mengikuti rombongan Daud sejak dari gua Adulam  II Sam 23: 8, 39. Dan orang-orang yang ikut sejak di Gua Adulam adalah orang-orang yang sbb:

Dalam kesukaran

Dikejar-kejar tukang piutang

Sakit hati

Uria adalah orang yang mau dibentuk dari seorang berlatar belakang buruk menjadi seorang PAHLAWAN. Dengan kurikulum sekolah karakter yang didirikan oleh Daud ( Mazmur 34)

 

 

 

KECINTAAN DAUD PADA TABUT TUHAN TERSERAP OLEH URIA

Daud cinta Tabut Allah.

Mazmur 132: 1-6 Visi hidup Daud sejak masih jadi gembala adalah kelak ketika dia jadi raja, adalah membangun tempat permanen bagi TABUT Tuhan/ membangun bait Allah.

Bagaimana Daud mengupayakan perpindahan tabut Allah, dan dia menari-nari di hadapan Tuhan, adalah peristiwa yang sangat terkenal. II Sam 6:14.

Ketika pemberontakan Absalom terjadi, yang sangat dipertahankan Daud adalah; janji Tuhan tentang Salomo sebagai penggantinya, dan Salomo sebagai generasi yang akan membangun bait Allah itu. ( Mazmur 132)

Kecintaan Daud terhadap Tabut Allah dapat sangat kentara pada II Sam 15:25, bahwa bila dia selamat dari kudeta Absalom, maka hal pertama yang akan dia lihat saat kembali ke kota adalah TABUT ALLAH.

Peristiwa inilah yang dikomentari oleh Yesus di Markus 2:23-28. Tidak ada kesalahan penyebutan nama imam di perikop ini, karena terlalu banyak perbedaan antara peristiwa yang Yesus tulis, dengan peristiwa di I Sam 21:1-6. Peristiwa yang dikisahkan Yesus referensinya bukan di kitab Samuel, melainkan di Mazmur 132.  Kecintaan Daud akan tabut Allah membuat Daud langsung ke kemah tempat tabut Allah berdiam, segera setelah dia masuk ke kota, selepas kematian Absalom dalam kasus kudeta tersebut.

 

Uria, murid Daud, juga sangat cinta Tabut Allah

HATI YANG BERPAUT PADA TABUT TUHAN

Kemunginan besar Uria adalah  seorang yang tidak banyak bicara, terbukti di Alkitab, tidak banyak kata-kata Uria yang dicatat. Bahkan hanya satu kalimat saja, yaitu di dalam II Samuel 11: 11  ( bacalah dari Alkitab dari ayat 10)

Tetapi Uria berkata kepada Daud: “Tabut serta orang Israel  dan orang Yehuda diam dalam pondok, juga tuanku Yoab dan hamba-hamba tuanku sendiri berkemah di padang; masakan aku pulang ke rumahku untuk makan minum dan tidur  dengan isteriku? Demi hidupmu dan demi nyawamu, aku takkan melakukan hal itu!”

Perhatikan dalam kalimat URIA ini; kata pertama yang disebut untuk menjawab pertanyaan Daud adalah  kata : TABUT, betapa hatinya berpaut pada Tabut Tuhan.  Dia tidak memakai kata ‘Aku’ sebagai kata pertamanya yang mengawali kalimatnya. Ataupun kata ‘isteriku’ atau ‘anakku’ ataupun ‘keluargaku’.

Mengapa bisa seperti itu…bukankah dia orang HET?? Apakah orang HET seperti Uria bisa jatuh cinta dengan tabut Tuhan?

  • Uria menjadi saksi mata bagaimana Daud memindahkan tabut Tuhan ke Yerusalem. Selama mengikuti rombongan Daud sejak di gua Adulam, Uria belum pernah melihat tabut Allah. Peristiwa perpindahan tabut Allah yang sempat menyambar Uza. Peristiwa menyimpangnya tujuan penempatan tabut Allah ini ke rumah Obed Edom juga menjadi catatan tersendiri buat Uria. Bagaimana Daud menanggalkan jubah kerajaannya dan semua atribut kerajaannya, serta mengenakan baju Efod II Sam 6:14 dan menari-nari di depan Tabut Tuhan, bisa jadi sangat berkesan dalam diri Uria menyaksikan Daud sang pempimpin perangnya sangat bersukacita di depan Tabut Tuhan. Di titik inilah Uria melihat sosok Daud yang sering menggubah lagu untuk Tuhan, intim dengan Tuhan, mengekspresikan dirinya dalam tarian. Bisa jadi dia bertanya banyak hal kepada isterinya Batsyeba mengenai sejarah tabut Tuhan asal muasalnya sampai di zamannya itu. Rupanya hal ini bisa jadi sangat berkesan dalam diri Uria, sehingga saat Alkitab mencatat pertama kali ucapan apa yang keluar dari bibir sesosok Uria ini, kata pertama yang disebutkannya adalah TABUT.
  • Tetapi Uria berkata kepada Daud: “Tabut serta orang Israel dan orang Yehuda diam dalam pondok, juga tuanku Yoab dan hamba-hamba tuanku sendiri berkemah di padang; masakan aku pulang ke rumahku untuk makan minum dan tidur  dengan isteriku? Demi hidupmu dan demi nyawamu, aku takkan melakukan hal itu!”
    • Perhatikan dalam kalimat URIA ini; kata pertama yang disebut adalah TABUT, betapa hatinya berpaut pada Tabut Tuhan.

Maukah kita seperti Uria, menjadikan tabut Allah/ hadirat Tuhan/ keintiman dengan Tuhan, menjadi hal yang utama di dalam hidup kita ? Sehingga kita bisa terus memenuhi panggilan Tuhan yang sangat berharga dalam hidup kita ini?

 

KUALITAS HIDUP DAUD YANG DISERAP OLEH URIA

 

  1. PEMILIHAN TUHAN ATAS DAUD

Mazmur 78: 65-72

  1. VISI HIDUP DAUD

terutang di Mazmur 132

  1. KOMENTAR ALLAH TENTANG DAUD

Kisah rasul 13:22, ( He’s a man whose heart beats to my heart, ..(MSG Version)

Kis 13:36

Melakukan kehendak Allah = hupetereo= melayani/ telah bekerja, to serve, minister unto

Jadi melakukan kehendak Allah di sini hanya pada lingkup pelayanannya kepada Allah, pekerjaannya. Bukan dalam lingkup bagaimana Daud berinteraksi dengan keluarganya, anak-anaknya.

 

  1. DAUD SEBAGAI PARAMETER SEMUA RAJA LAINNYA

HUBUNGAN DENGAN TUHAN

  1. Dengan sepenuh hati berpaut kepada Tuhan Allahnya ( I Raj 11:4, 15:3)

PERATURAN TUHAN

  1. Tetap mengikuti segala peraturan Tuhan ( I Raj 9:4-5)

PERINTAH TUHAN

  1. Berbuat sesuai dengan segala yang Tuhan perintahkan ( I Raj 9:4-5)
  2. Tetap mengikuti segala perintah Tuhan ( I Raj 3:14)
  3. Tidak menyimpang dari segala yang diperintahkanNya seumur hidupnya, kecuali dalam perkara Uria, orang Het itu. ( I Raj 15:5)

Daud juga bukan pribadi yang sempurna, karena ada perkecualian, dalam perkara Uria, orang Het itu. Namun karena Daud pribadi yang cepat bertobat saat ditegur, di sinilah Tuhan tetap menjadikan Daud standart alamiah, standart manusiawi, bagi raja-raja lainnya.

KETETAPAN TUHAN

  1. Tetap mengikuti segala ketetapan Tuhan ( I Raj 3:14)

JALAN TUHAN

  1. Hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN ( I Raj 3:14)

KARAKTER

  1. Hidup di hadapan Tuhan dengan benar/ berbuat kebenaran ( I Raj 9:4-5) Melakukan apa yang benar di mataTuhan ( I Raj 15:11)
  2. Hidup di hadapan Tuhan dengan ketulusan hati (I Raj 9:4-5)

 

 

 

 

BAGAIMANA DENGAN URIA ORANG HET ITU

 

PERUBAHAN VISI HIDUP URIA

TERLIHAT DARI CARA URIA MEMBERI NAMA PADA ANAK-ANAKNYA.

  • Uria ikut berpindah bersama dengan rombongan Daud dari Hebron ke Yerusalem
  • Di Yerusalem inilah kemungkinan besar, Uria menikah dengan Batsyeba binti Eliam, alias Batsyua binti Amiel. Dan melahirkan anak-anak : Syamua, Sobab dan Natan.
  • Untuk memahami bahwa ke tiga nama ini adalah anak Uria, dan bukan anak kandung Daud, dapat dibaca di tulisan ini (https://berbagirhema.wordpress.com/2014/12/01/rahasia-di-balik-silsilah-yesus-kristus/)
  • Bisa jadi motivasi awal Uria menikahi Batsyeba karena alasan ingin terkenal, hal tersebut bisa kita lihat dari arti nama anaknya yang pertama SYAMUA yang artinya terkenal. Mengingat Batsyeba memiliki ayah seorang pahlawan (ELIAM) dan kakek seorang penasihat raja / penasihat kerajaan ( AHITOFEL). Atau bisa jadi sebenarnya Uria membutuhkan semacam penerimaan dari orang Israel. Dia selama ini mengembara bersama Daud dan rombongan dari sejak di gua Adulam, tentunya masyarakat luas Israel belum mengenal dia. Tetapi begitu pemerintahan Daud meluas sampai ke seluruh Israel, dan Daud serta rombongannya berpindah ke Yerusalem, tentunya Uria yang notabene adalah satu-satunya tentara asing, berasal dari HET ( sebelum kemudian dalam perkembangan selanjutnya menurut daftar pahlawan versi kitab Tawarikh- ada 1 orang asing lagi dari Moab)- membutuhkan penerimaan dari bangsa Israel, membutuhkan pengakuan, membutuhkan sambutan. Oleh karena itu bisa jadi hal-hal semacam itulah yang mendasari penamaan anak pertamanya yang bernama Syamua ini.
  • Bisa jadi Eliam, mertua Uria tidak menyetujui pernikahan antar bangsa ini, karena pernikahan antar bangsa ini dilarang oleh Tuhan. Sehingga bisa jadi Eliam tidak ikut lagi dalam barisan tentara Daud, oleh karena itu nama Eliam tidak tercatat lagi sebagai barisan tentara Daud dalam catatan penulis kitab Tawarikh. Apakah Eliam ini juga menghindar untuk bertemu dengan Uria di dalam pasukan perang yang sama? Sehingga dia memutuskan untuk keluar dari kesatuan perang ini? Hal tersebut bisa kita prediksi dari arti-arti nama anak Uria, terutama nama anaknya yang kedua SOBAB yang artinya Pemberontak. Apakah di titik ini Uria marah, merasa tertolak, dan apakah di titik ini Uria membenci mertuanya? Merasa kesal karena cintanya pada Batsyeba tersandung penolakan?
  • Uria melihat bagaimana Daud mengangkat Mefiboset menjadi anaknya. Kedalaman pengalaman iman Daud bersama dengan Tuhan yang terimplementasikan dalam kehidupan nyata, bagaimana Daud mencari keturunan Saul ( Alkitab bukan menyebut bahwa Daud mencari keturunan Yonatan, melainkan Alkitab mencatat bahwa Daud mencari keturunan Saul- hal ini adalah karena Daud pernah mengadakan ikat janji bukan hanya dengan Yonatan, tetapi juga dengan Saul, I Sam 24: 23) inilah yang kemungkinan besar mengubah paradigma Uria tentang makna kehidupan.
  • Bisa jadi anak Uria yang ketiga lahir di titik ini, yang diberi nama Natan yang artinya si pemberi. Apakah di titik ini Uria memberikan hidupnya sepenuhnya pada Tuhan Israel? Apakah pada titik ini Uria benar-benar menyadari bahwa hidup bukan soal menerima ketenaran, mengumbar nafsu amarah dam pemberontakan, tetapi hidup adalah soal pemberian, pengabdian, penyembahan kepada Allah yang hidup? Apakah kehidupan Daud sedemikian menginsipirasi dirinya? Betapa cintanya Daud pada tabut Allah itu? Bagaimana kasihnya Daud pada Mefiboset yang notabene adalah cucu Saul itu? Apakah di titik ini Uria mau memberikan pengampunan kepada keluarga isterinya? Mertuanya? Dan mulai memutuskan untuk terus hidup bagi Tuhan?

 

MILITANSI URIA

  • Uria taat pada hukum perang, bahwa dalam peperangan seorang tentara tidak boleh membawa perempuan dan tidak boleh bersetubuh.

Peperangan yang disucikan. Pada zaman dahulu, pasukan biasanya disucikan sebelum mereka terjun dalam pertempuran. (Yos 3:5; Yer 6:4; 51:27, 28) Selama peperangan, pasukan Israel, termasuk yang non-Yahudi (seperti Uria, orang Het, yang kemungkinan adalah seorang proselit bersunat), harus tetap tahir. Mereka tidak boleh mengadakan hubungan seks, bahkan dengan istri mereka sendiri, selama suatu kampanye militer. Maka tidak ada pelacur yang ikut bersama pasukan Israel. Selain itu, perkemahan harus dijaga bersih dari pencemaran.—Im 15:16, 18; Ul 23:9-14; 2Sam 11:11, 13.

Jika kita baca Ulangan 23; 9-14 maka seorang tentara harus menjaga ketahiran perkemahan. Berhubungan badan membuat seorang laki-laki mengeluarkan air mani yang tidak tahir, sehingga harus ada cara-cara untuk pentahirannya, Imamant 15:16, Ulangan 23; 9-14, dan II Sam 11: 11, 13. Jadi tentara dapat berhubungan badan dengan isterinya tetapi tidak boleh kembali ke perkemahan bila dia belum ditahirkan kembali. Namun demikian sepertinya Daud memberlakukan ketentuan ini dengan ketat, sehingga tentaranya dijaga sama sekali dari kehadiran perempuan. I Sam 21: 5-6.

Jika sampai di perkemahan tentara ada yang tidak kudus, maka Tuhan akan berbalik menyerang Israel Ulangan 23: 9-14.

Dari sinilah kita bisa tahu alasan mengapa Uria berkata “ Masakan aku pulang ke rumahku untuk makan minum dan tidur dengan isteriku? Demi hidupmu dan demi nyawamu, aku tidak akan melakukan hal itu. Jadi bukan perkara enteng untuk tidur dengan isteri, karena jika tentara tidak tahir, maka Tuhan bisa berbalik menyerang Israel, akibatnya bisa negara dan raja sendiri yang ikut dirugikan.

Jika tentara ada di hari biasa, bukan hari perang, dia boleh berhubungan suami isteri lagi dengan isterinya.I sam 21: 5-6.

 

Tetapi tentara yang pengantin baru boleh cuti satu tahun Ulangan 24:5

Komitment Daud untuk semua tentara tahir dari perempuan dapat dibaca di I Sam 21: 5-6. Sepertinya karena Uria telah lama mengikut Daud sebagai pasukan sejak dari Gua Adulam, kita melihat di sini bahwasannya Uria mengikuti aturan ini dengan ketat.

 

  • Walaupun saat itu dia sedang pulang ke Yerusalem, ke kota isterinya, dia tetap menganggap saat itu dia masih dalam rangka misi perang. Selama perang belum berakhir, dia tidak akan mau pulang ke rumahnya dan tidur dengan isterinya. Bisa jadi hal ini yang menyebabkan Uria tidak mau menikah dulu sampai Daud benar benar jadi raja atas seluruh Israel.
    • ( baca I Taw 11: 10 Inilah kepala-kepala para pahlawan yang mengiringi Daud, yang telah memberi dukungan yang kuat kepadanya, bersama-sama seluruh Israel, dalam mencapai kedudukan raja dan yang mengangkat dia sebagai raja, seperti yang difirmankan TUHAN mengenai Israel…..ayat 41; Uria orang HET.)
  • Perhatikan di sini, Uria begitu tunduk pada Daud, dia berkata DEMI HIDUPMU, dan juga…
  • Uria begitu sayang pada Daud, dia berkata DEMI NYAWAMU
  • Uria menganggap jika dia pulang ke rumah dan tidur dengan isterinya, dia melalaikan tanggung jawab untuk tunduk pada atasannya dan untuk berjaga-jaga atas nyawa atasannya, karena meninggalkan peperangan untuk pergi bersenang-senang.
  • “Tinggallah hari ini di sini. Besok aku akan melepas engkau pergi.” Jadi Uria tinggal di Yerusalem pada hari itu.
    • Jawaban Daud ini seakan memperlihatkan bagaimana Daud tidak berkutik melihat bagaimana Uria begitu berpaut pada Tabut Tuhan, bagaimana ketaatan Uria terhadap atasan, cinta Uria terhadap dirinya sebagai pemimpinnya, serta ketaatan Uria terhadap aturan perang, dan juga serta bagaimana Uria begitu bertanggung jawab. Tidak seperti dirinya yang berjalan-jalan di sotoh istana selagi perang berlangsung. Daud tidak bisa membantah semua kata-kata URIA.
    • Mestinya Daud tersentuh dengan kata-kata ini, dan segera bertobat, nyatanya tidak juga. Dosa membuat Daud tidak peka.
  • Keesokan harinyaDaud memanggil dia untuk makan dan minum dengan dia, dan Daud membuatnya mabuk. Pada waktu malam keluarlah Uria untuk berbaring tidur di tempat tidurnya, bersama-sama hamba-hamba tuannya. Ia tidak pergi ke rumahnya.
    • Daud sadar bahwa Uria tidak dapat diperdaya secara SADAR untuk melawan hukum perang demi kesenangan pribadi, karena Uria pribadi yang taat dan setia. Lalu Daud memakai trik lain/ plan B, memakai jalur pikiran BAWAH SADAR, jadi Uria dibuat mabuk.
    • Ternyata dalam keadaan mabuk pun/ trans/ pikiran bawah sadar Uria, tetap sama, dia tetap tidak pergi ke rumahnya
  • Paginya Daud menulis surat kepada Yoab dan mengirimkannya dengan perantaraan Uria.
    • ‘Kegilaan’ Daud mengirimkan surat pada Yoab dengan perantaraan Uria, padahal surat ini adalah surat kematian Uria sendiri, saya tafsir adalah karena Daud tahu pasti bahwa kesetiaan dan ketaatan Uria pada hukum perang, membuat Uria tidak mungkin membuka isi surat rahasia itu.
  • Ditulisnya dalam surat itu, demikian: “Tempatkanlah Uria di barisan depan dalam pertempuran yang paling hebat, kemudian kamu mengundurkan diri dari padanya, supaya ia terbunuh mati 
    • Daud tahu betul bahwa Uria yang adalah prajurit nomer 37 dari 37 orang, jadi Uria tidak akan mungkin bertahan jika ditaruh di garis depan pertempuran, dia pasti akan mati di tangan musuh
  • Uria mati di kota Raba, di tangan bani Amon, pedang bani Amon.

 

URIA MAU JADI PEMAIN, DAN TIDAK MAU HANYA SEBAGAI PENONTON

Alkitab mencatat bahwa Uria bergabung dengan pasukan Daud sejak Rombongan Daud yang pertama ( I Taw 11: 10-11, 41  ; II Sam 23: 8-39), dan bukan baru bergabung dalam rombongan kedua ( di Ziglag ataupun di Hebron I Taw 12)

Uria adalah satu-satunya orang asing ( yaitu orang HET) yang menjadi anggota gerombolan Daud yang mengikuti Daud dari sejak di Gua Adulam . Bacalah II Sam 23: 8, 39,  dalam daftar itu Uria adalah pahlawan dengan nomor urut 37 dari 37 orang , itu artinya dia pahlawan dengan nomor urut paling akhir .

Mengapa..? Apakah karena Daud pilih kasih? Oh tidak. Kepangkatan Uria sudah sesuai dengan prestasinya, karena rupanya Uria bukan seorang prajurit yang sangat tangkas sehingga ditempatkan di barisan paling depan, dia selalu ada di barisan paling belakang. Oleh karena itu tidak heran, saat sekali waktu dengan sengaja dia ditempatkan di barisan paling depan, dia langsung mati di tangan musuh.  (II Sam 11:15, 16-17).

Walaupun kepangkatan Uria adalah nomor 37/ nomor-nomor paling akhir, kita mesti tahu bahwa Uria tetaplah termsuk dalam 37 orang yang dianggap pahlawan dibandingkan dengan 563 orang lainnya yang  hanya ikut-ikutan saja / penonton saja ( 600-37= 563) (rombongan Daud seluruhnya berjumlah 400 orang yang kemudian berkembang menjadi 600 orang ) ( II Sam 221-2, II Sam 23: 13, II Sam 15: 18)

Namun demikian, walaupun kapasitas Uria bukan yang teratas,  Uria ikut bergabung sebagai PEMAIN, dan bukan penonton, diantara 400 orang lainnya/yang kemudian berkembang menjadi 600 orang rombongan Daud

Tahukah kita ..bahwa terkadang kita seperti URIA, kita bukanlah orang-orang yang dianggap utama. Kita sering diremehkan, pelayanan kita dianggap pelayanan kelas bawah, nomor paling belakang, tidak penting, tidak utama.  Tetapi sadarilah bahwa di hadapan Tuhan, entah kita di barisan depan atau belakang, di mata Tuhan, saat kita ikut terlibat dalam ladang pelayanan-Nya, dan tidak duduk manis hanya sebagai penonton saja,  kita adalah pahlawan.  Sama seperti Uria yang adalah seorang Pahlawan Israel. Tuhan mengangkat kita menjadi REKAN SEKERJA-NYA

Garisbawahi Alkitab anda pada ayat ini:  I Korintus 3:9 Karena kami adalah kawan sekerja Allah…

 

URIA MAU MENGEMBANGKAN KAPASITASNYA/ TALENTANYA

Bacalah I Tawarikh 11: 11, 41 , Uria adalah pahlawan dengan nomor urut 36 di antara 51 orang yang ada . Uria naik pangkat walaupun hanya 1 pangkat saja. Bandingkan dengan II Sam 23: 8, 39,  dalam daftar itu Uria adalah pahlawan dengan nomor urut 37

Uria naik pangkat, hanya satu pangkat ( sedangkan teman-temannya maksimal naik dua pangkat), di sini kita lihat bahwa URIA orang yang mau mengembangkan kapasitas/talentanya. Dan di bawahnya ada 51-36= 15 orang lainnya. Kini dia bukan yang terakhir.

 

SETIA SAMPAI AKHIR

Daftar nama pahlawan-pahlawan Daud yang tercantum di 2 Samuel 23:8-39 jika dibandingkan dengan I Tawarikh 11: 10-47, tidak sama persis, karena ada nama-nama yang bertahan dan ada nama-nama yang sudah menghilang. Perlu kita ketahui bahwa data di kitab Tawarikh adalah data yang paling akhir, karena kitab Tawarikh ditulis lebih belakangan dibandingkan kitab Samuel.

Ada 8 orang yang hebat di catat di Kitab Samuel, tetapi tidak tercatat lagi di kitab Tawarikh, mereka adalah orang –orang yang hebat, dan lebih hebat dari Uria, tetapi mereka orang yang mengundurkan diri, mereka tidak setia sampai akhir seperti halnya Uria orang Het yang setia sampai akhir:

  • Sama anak Age ( urutan 4)
  • Elika orang Harod ( urutan 10)
  • Yasyen orang Guni ( urutan 24)
  • Elifelet anak Ahasbai orang Maakha ( urutan 27)
  • Eliam anak Ahitofel orang Gilo ( urutan 28)
  • Paerai orang Arbi ( urutan 30)
  • Yigal (urutan 31)
  • Bani orang Gad ( urutan 32)

 

Memang Uria bukan yang terhebat, tetapi dia setia sampai akhir hayat hidupnya.

Banyak guru sekolah minggu yang tidak setia sampai akhir. Pada saat muda mereka melayani Tuhan di bidang anak, tetapi setelah mereka menikah ataupun setelah mereka bekerja,  mereka meninggalkan pelayanan anak. Banyak orang yang tidak setia sampai akhir ketika mereka masuk dalam pelayanan lain yang lebih ‘keren’, misalnya pemimpin pujian, singer, dll. Tetapi tidak sedikit juga yang sampai tua tetap setia melayani Tuhan di bidang anak-anak.

Mari kita contoh teladan Uria, dia seorang yang mau setia sampai akhir.

Tandai Alkitab anda : Wahyu 2; 10b  Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.

 

PENUNDUKAN PADA PEMIMPIN

II Sam 11:6 Datang menghadap Daud. Meninggalkan medan perang untuk datang menghadap raja

II Sam 11:12 Tetap menginap semalam lagi sesuai perintah raja

II Sam 11:17 tidak banyak bertanya saat harus pindah ke barisan depan

 

TAAT KEPADA HUKUM

Tidak mau pulang ke rumah saat peperangan sedang berlangsung. II sam 11:8

II Sam 11:14 membawa surat untuk Yoab, tanpa membaca sedikitpun

 

TIDAK MAU DISOGOK HADIAH-TIDAK MATA DUITAN

II Sam 11:8

 

POLOS DAN TIDAK GAMPANG CURIGA/ TIDAK BERPIKIRAN NEGATIF

II Sam 11:7, II Sam 11:17

 

RENDAH HATI

II Sam 11;8

 

KEPALA RUMAH TANGGA YANG DIKENAL BAIK OLEH MASYARAKAT

II Sam 11:3

APA KOMENTAR TUHAN TENTANG URIA?

II Sam 12:9

Uria,  orang Het itu, kaubiarkan ditewaskan dengan pedang;

isterinya kauambil menjadi isterimu,

dan dia sendiri telah kaubiarkan dibunuh oleh pedang bani Amon.

 

Sebagaimana kehidupan Daud diserap oleh Uria, anak didiknya, maka Daud sebagai seorang guru dan ayah rohani daripada Uria, harus mempertanggung jawabkan dirinya, hidupnya, di hadapan Tuhan, apakah dia sudah menjadi guru dan ayah yang baik bagi Uria. II Sam 12:9.

Uria orang Het- adalah sebutan resmi Uria sebagai prajurid Israel, karena setiap orang disebut dengan nama daerah asal sebagai embel-embel nama di belakang namanya

Anehnya di sini Tuhan menyebutkan kata HET- tetapi tidak pernah membenarkan tindakan Daud untuk membiarkan si HET ini ditewaskan dengan pedang, karena dia bukan orang HET biasa, dia adalah biji mata TUHAN, sangat berharga di mata Tuhan.

Kalimat yang sebenarnya sama artinya menjadi sebuah pengulangan: dia sendiri telah kaubiarkan dibunuh oleh pedang bani Amon.

Mengapa ada kata ‘dia sendiri’..??
Tuhan mengajak Daud memandang Uria sebagai bagian keluarganya, karena Uria mengikuti Daud dengan setia mulai dari Daud jadi buron di goa Adulam sampai Daud mencapai puncak kursi kerajaan sebagai raja.

Banyak pegawai Daud membawa anak dan isterinya waktu mereka tinggal di Ziklag ! Tetapi tafsiran saya Uria baru menikah setelah Daud tinggal di Yerusalem dan menjadi raja atas seluruh Israel ( karena Daud tidak mengenali isteri Uria- sampai harus bertanya kepada pegawainya siapa wanita yang sedang mandi itu) padahal Uria ikut Daud terus dari gua Adulam, zigklag, sampai Daud di Hebron menjadi raja atas Yehuda, sampai Daud di Yerusalem menjadi raja atas seluruh Israel) .

Ini adalah bentuk kesetiaan Uria pada Daud, tidak akan menikah sebelum tuannya benar benar jadi raja. Bahkan di Hebron Daud sudah berani punya anak, tetapi Uria pun masih menunggu janji Tuhan digenapi dalam hidup Daud. Sungguh-sungguh kesetiaan seorang prajurit yang luar biasa kepada atasannya !

Penyebutan bani Amon oleh Tuhan menunjukkan bahwa Tuhan ingin menggarisbawahi Daud, bahwa Uria bukan musuh, walau dia orang HET, tetapi mengapa Daud membiarkan musuh ( Amon) menewaskan pahlawan Israel, yaitu Uria???

Waaauuu…dahsyat pembelaan Tuhan atas seorang Uria !

Di perjanjian baru, ditulis seperti ini:

Matius 1:6 Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria

Nama Batsyeba tidak ditulis, tetapi di sini dituliskan nama URIA.

Dan tidak ada embel-embel kata HET di belakang namanya.

Uria adalah sesosok kepala keluarga yang luar biasa di mata TUHAN, sehingga namanya yang ditulis, dia menjadi imam di keluarganya, walau banyak peristiwa keji yang mereka alami dalam keluarga mereka.

NAMA URIA DALAM SILSILAH YESUS KRISTUS VERSI MATIUS

  1. Nama Uria masuk dalam jajaran nama-nama yang disebut dalam Silsilah Yesus Kristus versi kitab Matius. Yaitu di Matius 1: 6
  2. Mengapa demikian?
    1. Ada beberapa nama orang asing yang masuk dalam daftar ini, dan semuanya perempuan kecuali Uria, seorang laki-laki
      1. Nama-nama mereka adalah, TAMAR, dia adalah seorang perempuan Kanaan ( Matius 1:3)
      2. RAHAB, dia adalah seorang perempuan Kanaan ( Matius 1:5)
  • RUT, dia adalah seorang perempuan Moab ( Matius 1: 5)
  1. URIA, dia adalah seorang LAKI-LAKI Het (Matius 1: 6)
  1. Yang unik di sini, adalah nama-nama lain dalam daftar ini tidak dicantumkan NAMA PASANGAN MEREKA, tetapi khusus untuk 4 nama ini, tercantum bagaimana kaitan mereka sebagai suami isteri dengan orang Israel. Yehuda dan Tamar, Salmon dan Rahab, Boas dan Rut, serta Uria dan ISTERINYA. Sedangkan nama Sara/isteri Abraham, nama Ribkah isteri Ishak, tidak disebutkan, walaupun sebagai pasangan  mereka sering disebut-sebut di PL. Di sinilah saya melihat bahwasannya Tuhan sangat menghargai orang-orang yang menyerahkan hidupnya, meninggalkan ilah-ilah masa lalunya, bahkan sampai berani menikah dengan orang Israel dan menjadi warganegara Israel, menyembah Allah yang hidup.
  2. Keunikan berikutnya adalah mengapa tidak disebutkan saja DAUD memperanakkan Salomo dari Batsyeba. Tetapi disebutkan DAUD memperanakkan Salomo dari isteri URIA. Di sini saya tafsirkan beberapa hal:
    1. Tuhan mengasihi bangsa-bangsa, dan tidak memandang suku bangsa. Notabene kitab Matius ditujukan kepada orang Yahudi, yang mengagung-agungkan keaslian Yahudi-nya, di sini justru Tuhan mengungkapkan ada nama-nama orang asing yang menyembah Allah Israel yang hidup, beriman kepada Allah Israel yang hidup, entah dia sebagai isteri, atau sebagai suami ( Uria), Tuhan memperhitungkan iman mereka. Tidak pernah disebut dalam silsilah di kitab Matius ini, embel-embel Tamar perempuan Kanaan, Rahab perempuan Yerikho, Rut orang Moab, dan Uria orang Het, walaupun terkadang penyebutan seperti ini sesekali muncul di PL. Tuhan sudah mencoret ke-kanaan atau ke-het-an daripada hati mereka, karena mereka telah menjadi warganegara Israel, telah menjadi biji mata-Nya.
    2. Tuhan memandang pribadi URIA sebagai imam/kepala keluarga atas Batsyeba yang telah dinikahinya secara sah, dan Tuhan menghargai lembaga pernikahan yang telah didirikan ini. Batsyeba adalah isteri Uria yang telah direbut dengan paksa dan kejam oleh Daud. Tidak perduli seorang LAKI-LAKI, Uria tetap menjadi imam yang syah, manakala dia ikut menyembah Allah Israel yang hidup. Jadi bukan karena yang lain-lain adalah perempuan yang ikut suaminya, semata-mata ikut Allah Israel hanya karena pernikahan, tetapi di sini Tuhan seakan-akan ingin menegaskan bahwa bukan semata-mata karena pernikahan, melainkan karena iman mereka pada Allah Israel yang hidup, jadi di mata Tuhan tidak perduli dia seorang perempuankah atau seorang laki-lakikah, manakala dia memiliki iman pada Allah yang hidup, Tuhan perhitungkan hal itu.

KEIKUTSERTAAN KETURUNAN URIA DALAM SILSILAH YESUS KRISTUS VERSI LUKAS

Untuk memahami hal ini; bagaimana keikutsertaan keturunan Uria dalam silsilah Yesus Kristus menurut versi kitab Lukas, tidak semudah itu, karena ada ratusan halaman yang harus dibaca/ dipelajar/ diselidiki/ dibuktikan, dalam tautan sbb:

(https://berbagirhema.wordpress.com/2014/12/01/rahasia-di-balik-silsilah-yesus-kristus/)

Sebagai kesimpulannya saja ( jadi bukan sebagai pembuktian, karena untuk pembuktian, anda harus membaca tautan tsb di atas), maka kita simpulkan sbb:

  • Pengangkatan Daud kepada Natan bin Uria orang Het itu, yaitu anak ke tiga dari Uria, sebagai anak angkat Daud, adalah gambaran bagaimana Tuhan juga menyelamatkan bangsa-bangsa lain, selain Israel, sebagai bangsa cangkokan.
  • Penghargaan Tuhan kepada iman Uria, kesetiaan Uria, dan militansi Uria, sangat tinggi sehingga, nama Uria masuk dalam silsilah Yesus Kristus menurut versi Matius, dan nama anak ke tiganya ; Natan, ke dalam silsilah Yesus Kristus menurut versi Lukas.
  • Natan adalah gambaran bagaimana Tuhan memulihkan VISI hidup Uria dari yang tadinya ingin terkenal, menjadi pemberontak, dan pada akhirnya ingin menjadi SI PEMBERI , memberikan seluruh hidupnya pada Tuhan, mengikut Allah Israel.
  • Natan adalah gambaran pemulihan Daud, ketika Daud kembali bertobat dan lahirlah Salomo. Natan juga adalah gambaran pemulihan hati Batsyeba, yang menjadi korban pemuasan nafsu Daud. Maka Daud, tanpa dicatat secara gamblang oleh Alkitab, telah mengangkat ketiga anak Uria sebagai anak-anak angkatnya.
  • Natan adalah juga gambaran buah pelayanan Daud kepada Uria. Lalu Uria mendidik Natan dengan baik, lalu didikan Uria dilanjutkan oleh didikan Daud atasnya. Sedangkan Salomo adalah gambaran anak kandung Daud yang lahir di keluarga Daud secara langsung.
  • Batsyeba adalah perempuan yang dipilih oleh Tuhan untuk menurunkan baik Salomo sebagai anak kandung Daud, dan juga Natan sebagai anak angkat Daud, yang adalah anak kandung Uria.
  • Beberapa garis keturunan Uria mewarnai silsilah Yesus Kristus, sampai pada pembuangan di Babel, kembali silsilah ini balik ke garis darah orang Israel.
  1. Seperti apakah Uria ini kog sedemikian istimewanya sehingga dia masuk dalam jajaran nama-nama dalam silsilah Yesus Kristus?

 

ARTI NAMA URIA

Tidak pernah Alkitab mencatat kapan Uria dilahirkan, siapa nama ibunya atau ayahnya.  Bahkan Alkitab tidak pernah menceritakan siapa nama saudaranya, kerabatnya, dll. Ibaratnya Uria sepertinya tiba-tiba datang seorang diri , terpisah dari keluarganya dan bergabung dengan bangsa Israel.

Uria adalah dari bangsa HET. Ada 6 bangsa yang seharusnya harus ditumpas sama sekali ( Ulangan 20: 17)

  • Orang Het, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi, dan orang Yebus .

Arti nama URIA

‘Uwriyah

Perhatikan ; kata yah di akhir nama ini menunjuk kepada Jehovah/ Yahweh

Nama URIA itu sangat nama Israel sekali, karena nama Uriah berarti

Jehovah is my light/flame =  Yehowa adalah terangku/ apiku/kobaranku/luapanku/ sinarku/kekasihku

Light= terang

Flame=  api, nyala api, sinar, kekasih, bernyala, berkobar, meluap, bersinar

Bisa jadi orang tua dari Uria orang HET ini , walaupun tidak pernah ditulis dalam Alkitab, siapa nama ayah dan ibu daripada Uria ini, bisa jadi orang tuanya adalah pengagum Allah Israel, sehingga mereka memberi nama Uria dengan nama yang sangat berbau Israel sekali, karena nama Yah…di belakang nama URI ini berarti Yahweh/ sebutan untuk Allah Israel.

Nama Uria orang Het ini, adalah nama pribadi pertama dalam Alkitab yang menggunakan kata URIA, tetapi orang –orang yang hidup setelah Uria orang Het ini mati, ada beberapa orang-orang penting yang dipakai Tuhan di zaman-zaman setelah Uria orang Het ini mati, juga menggunakan nama Uria, yaitu:

  • Nama seorang Imam di kitab Yesaya, Yesaya 8:2
  • Nama seorang Nabi Tuhan yang bernubuat menyampaikan pesan Tuhan URIA bin Semaya dari Kiryat- Yearim. Yeremia 26: 20
  • Nama seorang imam di II Raj 16: 10
  • Nama seorang ayah daripada Meremot, dimana Meremot ini adalah seorang Imam pada zaman Ezra, yang mengawasi penimbangan perlengkapan perak dan emas di dalam rumah Tuhan Ezra 8: 33, Neh 3: 21

Apakah keluarga-keluarga daripada hamba-hamba Tuhan ini diam-diam mengagumi kesetiaan dan ketulusan hati Uria orang Het, dan mereka ‘meminjam’ nama Uria orang Het ini menjadi nama anak  mereka, toh nama Uria itu tidak berbau HET sama sekali.

Orang tua URIA memiliki Visi, kelak anaknya akan menjadi terang Yahweh/ terang Tuhan/ luapan api kobaran api cinta kepada Tuhan, seperti halnya orang Israel.

Walaupun mereka keluarga HET. Diam-diam mereka mengagumi Yahweh yang disembah orang Israel, tak ubahnya Rahab  si orang Yerikho, yang diam-diam mengagumi Allah Israel dengan segala perbuatan-Nya yang dahsyat.

Nama Uria, yang mengacu pada Uria orang Het/ suami Batsyeba ini ( jadi bukan imam Uria , dll) – disebut baik di PL dan di PB ( Kitab Matius) – ditulis sebanyak 28 kali.

Angka 28 dalam Alkitab, salah satunya dipakai Tuhan menjadi angka ukuran panjang dari 10 buah tenda pada Kemah Suci, yaitu 28 hasta. Keluaran 26: 1-6.

Melihat bahwa nama-nama Uria-Uria yang lain setelah Uria orang Het ini mati, adalah nama-nama dari Imam dan Nabi Tuhan, bisa diasumsikan ada arti rahasia dari penyebutan 28 kali nama URIA ini dalam Alkitab.

Bahwasannya Uria adalah hamba Tuhan yang hidupnya berkenan kepada-Nya. Kehidupannya yang dipulihkan membuat Uria ini menyenangkan hati Tuhan, bagaikan sepuluh tenda kemah suci :

  • dari lenan halus yang dipintal benangnya ( hidupnya dibentuk oleh Tuhan),
  • dan dari kain ungu tua , kain ungu muda dan kain kirmizi ( lambang darah Yesus),
  • dengan ada kerubnya ( lambang tabut Tuhan, lambang persekutuan dengan Tuhan, hadirat Tuhan),
  • buatan ahli tenun ( dibentuk sampai profesional- bagaimana Uria sangat profesional sebagai seorang tentara dan itu menjadi persembahan yang menyenangkan hati Tuhan, sebuah persembahan yang berkualitas : more than everage/ di atas rata-rata)

Sebenarnya Uria adalah orang yang harus ditumpas, karena dia adalah orang HET

Tetapi ketika dia menggabungkan diri dengan rombongan Israel, dan mau percaya pada Allah Israel, Allah yang hidup, seperti halnya Rahab dan Rut, Tuhan menerima Uria menjadi warna negara Israel, seperti halnya hidup kita telah ditebus dari HET/ dosa masa lalu kita oleh kuasa salib Kristus sehingga kita bisa menjadi warga negara kerajaan sorga.

Maukah kita menjadi seperti arti nama Uria : Yehowa adalah terangku/apiku/kobaranku/luapanku/sinarku/kekasihku?

Kita dipanggil tidak hanya untuk  diselamatkan saja ! tetapi kita juga dipanggil untuk melayani Tuhan .

Maukah hidup kita memenuhi panggilan Tuhan sebagai perabotan yang mulia di dalam rumah-Nya? Seperti juga hidup Uria yang menyenangkan hati TUHAN?

Tandai ayat mas ini di Alkitab anda : II Timotius 2: 20 Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia

 

 

 

Kesimpulan:

Karena seluruh hidup kita diserap oleh anak –anak didik kita, murid-murid  kita, anak –anak rohani kita, maka sebaiknya kita selalu MAWAS DIRI dengan kehidupan kita, yang meliputi:

  • Pergaulan dengan Tuhan
  • Cara berpikir yang mempengaruhi tindakan kita
  • Cara berpikir yang mempengaruhi cara pandang kita terhadap sesuatu , seseorang, masalah, dll
  • Cara kita mengekspresikan berbagai bentuk emosi
  • Cara kita berkata-kata, berpakaian, menggunakan uang, mengelola waktu, menata kehidupan kita, dll.

Semuanya itu diserap oleh murid kita baik di dalam kelas maupun di keseharian hidup kita.

Mari kita adaptasi apa yang dikatakan Rasul Paulus;

I Korintus 11: 1 Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bandungan , Jumat, 13 April 2018

 

 

Kepada murid-muridku, anak-anak rohaniku :

( tulis nama murid-murid dan anak-anak rohani anda)

……………………………………………………………………………………………………………..

 

……………………………………………………………………………………………………………..

 

……………………………………………………………………………………………………………..

 

……………………………………………………………………………………………………………..

 

……………………………………………………………………………………………………………..

 

Jadilah pengikutku,……………………………………………………………………………….

( tulis nama anda)

 

Sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.

 

 

Tertanda,

 

 

 

 

 

(………………………………………………………)

 

 

buka tulisan lainnya di :

RETREAT GURU SEKOLAH MINGGU  se kota Ambarawa dengan thema

SMART

S= Sehat

M= Mawas Diri

A= Aktif

R= Rendah Hati

T= Teladan

Sesi 1. Menjadi Guru Sekolah Minggu yang Sehat Roh, Jiwa dan Tubuhnya

Sesi 2. Menjadi Guru Sekolah Minggu yang Mawas Diri dalam Kehidupannya

 

Sesi 3. Menjadi Guru Sekolah Minggu yang Aktif berinovasi dengan Metode Kreatif

Sesi 4. Menjadi Guru Sekolah Minggu yang Rendah Hati Mengembangkan Talenta

Sesi 5. Menjadi Guru Sekolah Minggu yang Menjadi Teladan dalam Perkataan.

Semua tautan bisa di klik di tautan di bawah ini, gratis;

SESI 1

SESI 2

SESI 3

SESI 4

SESI 5

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s