58. UPAH DOSA IALAH MAUT


58.

UPAH DOSA IALAH MAUT

SI IMUT PEMBAWA MAUT

Sikap Hati: do not underestimate the sin/ tidak meremehkan dosa

AYAT MAS:

Roma 6:23 Sebab upah dosa ialah maut, tetapai karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

POWER POINT DAPAT ANDA KLIK DI BAWAH INI

POWER POINT SI IMUT PEMBAWA MAUT

Dalam power point tersebut ada dua klip yang dapat anda browsing di : YouTube dengan judul sbb:

Flu Attack! How A Virus Invides Your Body

Masks For Protection Against Pandemic Flu 1918

SERANGAN WABAH KUMAN FLU

Alkisah, dahulu kala, hiduplah seorang cendekiawan yang sangat cerdik, bernama Tuan Thomas L Snyder. Dia adalah seorang dokter Kepala Urologi di Kaiser Permanente-Medical Center di Martinez, CA, selama 10 tahun lamanya.

Pada zaman itu, tahun 1918 terjadi dua hal yang terjadi bersama-sama di atas muka bumi ini, yaitu perang dunia I, yang sekaligus disertai WABAH FLU GLOBAL yang mematikan penduduk dunia. Dokter Snyder menyelidiki mengenai wabah flu ini dan menuliskan dalam bukunya berjudul  “Krisis Flu Besar di Mare Navy Yard Island, dan Vallejo, California.”

Pada musim semi, bulan April 1918, koran-koran memuat berita perang dunia yang pertama. Tetapi di halaman depan surat kabar juga dilaporkan seorang prajurit di Fort Riley di Kansas, mengunjungi rumah sakit karna mengeluh sakit, nyeri dan demam. Tak lama kemudian flu menjadi penyakit yang menyebar secara umum, dan tak lama kemudian, pada akhir minggu, terjadi kematian 48 tentara yang tadinya fit, muda dan sehat, diantara 500 personil tentara lainnya.

Pada musim panas dan musim gugur berikutnya 1,5 juta tentara Amerika menyeberangi lautan Atlantik untuk berperang. Dalam kapal yang membawa para tentara itu, ada beberapa pria Kansas yang terserang virus flu, dalam waktu singkat seluruh kapal itu terjangkit virus flu, dan kebanyakan dari mereka meninggal di perjalanan laut itu, dan yang selamat membawa virus itu ke garis depan peperangan.

Virus Flu ini seperti mengadakan perjalanan melewati satu tubuh ke tubuh lain, menular, dan secara kejam menjadi penyakit yang mematikan. Virus ini bahkan mengandung kekuatan pembunuhan yang lebih ampuh dibandingkan peluru musuh.

Virus flu ini melakukan perjalanan penyebaran ke Italia, Jerman dan Perancis. Inggris meremehkan penyakit ini, demikian juga dengan Spanyol. Tetapi ternyata Spanyol hancur akibat virus ini. Virus Flu ini bahkan dikenal sebagai Flu Spanyol bukan karna asalnya dari sana, tetapi karna begitu banyak orang Spanyol yang mininggal akibat virus flu ini, yaitu 8 juta jiwa

Pada musim gugur, virus flu ini mendarat kembali di Amerika Serikat, kali ini di Camp Devans. Pangkalan militer di luar kota Boston, menjadi jalur keluar masuk pergantian tentara yang akan berangkat berperang ataupun yang akan pulang dari peperangan. Pada tanggal 12 Sebtember, terjadi ledakan penyebaran penyakit ini, dan pada akhir Oktober sudah terjadi 17.000 kasus  orang terjangkit virus flue dan hampir 800 orang yang masih muda meninggal.

Keluhan yang umum diterima adalah: bengkak, paru-paru penuh cairan berdarah, buih berdarah, tubuh membiru karena kekurangan oksigen, keluar darah dari hidung dan telinga, serta pusing dan kelelahan, menderita sakit parah dan akhirnya meninggal.

Dalam hitungan bulan, flu menyerang ke negara-negara dunia. Di Philadephia, terjadi 11.000 orang yang tewas dalam satu bulan, yang pada pagi hari dinyatakan sehat, dan mati di malam hari, hanya gara-gara adanya 200.000 orang-orang yang berkumpul untuk menyaksikan parade kemenangan tentara dari peperangan.

Ini adalah film pendek dari parade 1918 di San Francisco, California pada tanggal 11 November 1918, merayakan akhir Perang Dunia I. Banyak demonstran mengenakan masker wajah untuk perlindungan terhadap wabah flu. Dalam upaya untuk mengontrol penyebaran itu, hukum kota telah diberikan sehingga wajib untuk memakai masker di tempat umum.

Virus itu melakukan perjalanan di jalan raya, dan rel kereta api, mampir ke kota-kota kecil dan besar, menyebarkan bibit penyakit.

Sampai-sampai untuk menghentikan penyebarannya, kota-kota ditutup, bioskop dan gereja pun ditutup. Bahkan orang-orang harus memakai masker jika ada di tempat umum, tetapi ternyata masker itu tidak dapat menghentika mikroba kecil yang dapat melarikan diri ke udara dan menembusi lobang kecil di masker itu.

Virus itu terus berjalan dan mematikan dunia, para ahli memperkirakan setidaknya 50-100 juta orang di seluruh dunia meninggal, setidaknya 500 juta orang terinfeksi dalam periode dua tahun, dan 600.000 di Amerika serikat saja,dalam waktu 10 bulan, lebih banyak orang meninggal karna flu ini daripada yang meninggal di medan pertempuran.

Seorang perawat bernama Josie Brown menjelaskan fakta bahwa “kamar mayat dikemas hampir ke langit-langit dengan tubuh ditumpuk satu di atas yang lain. Para pemeriksa mayat bekerja lembur siang dan malam. Setiap kali anda melihat truk merah besar, truk itu pasti penuh dengan peti mati untuk dikirim pulang menuju stasiun kereta api.”

Setelah dilakukan penelitian yang cukup lama dan teliti, maka diketahui bahwa penyakit yang mengerikan itu dinamakan penyakit flu, dan penyakit yang sangat berbaya ini ternyata disebabkan oleh sebuah virus atau kuman yang sangat kecil sekali ukurannya.

Ukuran virus atau kuman itu adalah 14.000 kali lebih kecil dari sebuah titik yang berdiameter 8 per seribu inci.

Waaauuu, ukuran sekecil itu, tentunya tidak dapat dilihat oleh mata biasa, kecuali jika mata kita dibantu oleh sebuah alat yang bernama Mikroskop.

Meskipun ukurannya sangat kecil, virus atau kuman ini ternyata dapat menyebabkan berjangkitnya lebih kurang 500 jenis penyakit, misalnya batuk, pilek, pusing, dan masih banyak lagi, bahkan yang lebih ngeri lagi, penyakit-penyakit yang ditimbulkan oleh virus atau kuman ini, dapat saja membuat orang menjadi mati.

Hasil penelitian ini, sangat mengejutkan banyak orang pada jaman itu, mereka tidak habis pikir, bagaimana mungkin, kuman yang sekecil itu dapat menjadi musuh yang sangat mematikan dan telah membunuh banyak orang.

Sekarang ini, para ahli yang sangat pandai telah menemukan obat untuk menolong orang yang terserang flu, agar orang itu bisa sembuh. Flu bukanlah penyakit yang ditakuti lagi oleh orang-orang jaman ini. Tetapi sekarang ini kita tahu, ternyata ada juga yang namanya virus atau kuman flu burung, yang membunuh banyak sekali ayam-ayam di seluruh dunia, bahkan jika manusia tertular virus atau kuman ini, manusia juga bisa mati!

Sahabat, dosa itu adalah seperti virus atau kuman yang mematikan ini. Jika kita berbuat dosa, percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya, di dalam hidup kita ada virus atau kuman yang mematikan. Dosa mematikan hubungan kita yang indah dan akrap dengan Tuhan. Upah dosa adalah maut. Dosa membawa kita ke pintu neraka

Sahabat, maukah kita bertobat dari dosa-dosa yang biasa kita lakukan, maukah kita hidup kudus? Maukah memuliakan nama Tuhan? Hidup menyenangkan hati Tuhan? Jangan anggap enteng jika kita berbuat dosa yang menurut kita  itu dosa kecil. Jangan biarkan virus yang nampaknya kecil itu me’mati’kan hidup persekutuan kita dengan Tuhan.

GIGITAN SERANGGA IMUT YANG MEMBAWA MAUT

Veneta, Oregon, Wajah tampan Adam Spencer berubah menjadi mengerikan ketika keropeng mulai menyebar di sebagian besar pipi kanannya. Pipinya penuh dengan luka bernanah karena digerogoti parasit pemakan daging.

Kondisi mengerikan ini bermula ketika Adam Spencer (23 tahun) melakukan perjalanan ke Amerika Selatan untuk melamar kekasihnya. Bukannya menatap masa depan untuk membentuk keluarga baru, Spencer bahkan takut menjalani hidup karena parasit pemakan daging di pipiya berpotensi mematikan.

Spencer dan kekasihnya Shalynn Pack yang berasal dari Veneta, Oregon, berada di tengah perjalanan selama 6 bulan di Amerika Selatan, ketika mereka bertunangan di bagian atas Inca Trail di Machu Pichu, Peru.

Setelah dua bulan menjalani pendakian dan melihat burung-burung Amazon, Spencer melihat ada noda keropeng di wajahnya saat menyeberangi dataran garam Bolivia.

“Ini hampir mengeras, membentuk keropeng,” jelas Adam Spencer, seperti dilansir Dailymail, Rabu (7/3/2012).

Saat itu, pasangan tunangan ini tidak menganggap noda di wajah itu sebagai hal yang serius. Tetapi kelamaan noda kecil di wajahnya justru tumbuh besar dan berubah merah. Nanah pun mulai keluar dari luka terbuka itu.

Spencer mendapatkan antibiotik dari dokter setempat dan berharap infeksi misterius itu akan segera bersih. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Setelah berpesta di Bolivia, ia terbangun dan menemukan bahwa luka di pipinya sudah meletus.

Dia diperban dan diberi suntikan, pil serta salep dari klinik, namun kondisi wajahnya makin membengkak. Saat pulang ke Oregon, Spencer langsung menemui dokter umum, Dr Stephan Ames dari Thurston Medical Clinic, Springfield.

“Adam Spencer datang dengan luka di sisi kanan wajahnya. Keras tapi lembut dan lembek di bagian dalam. Saya khawatir ini adalah infeksi Staph (yang disebabkan oleh bakteri Staphyloccocus), yang dapat menginfeksi beberapa organ dan dapat menyebabkan kematian,” jelas Dr Stephan Ames.

Alih-alih merencanakan pesta pernikahan dengan teman dan keluarga, Spencer sekarang berhadapan dengan penyakit yang berpotensi fatal. Dia harus mengonsumsi penisilin selama seminggu untuk melihat perubahan. Pengujian menunjukkan tidak ada bukti infeksi Staph dan luka terus berkembang.

“Kami tidak tahu kapan itu akan berakhir. Itu hampir mengenai matanya dan itu cukup menakutkan,” ujar kekasihnya Shalynn Pack.

Karena luka tersebut, Spencer juga tidak bisa menelan dan mulut terasa tidak enak. Ketika diteliti dengan senter, kekasihnya menemukan ada gumpalan putih besar di bagian belakang tenggorokannya.

“Itu mengerikan. Saya takut itu bisa mempengaruhi suaranya. Hal ini sangat menakutkan bisa dibayangkan,” jelas Shalynn.

Luka Spencer tumbuh dengan diameter sekitar 5 cm. Dr William Muth dari Samaritan Infectious Disease Clini di Corvallis, menyadari luka tersebut adalah Mucocutaneous Leishmaniasis, yang disebabkan oleh Leishmania, yaitu parasit bersel tunggal. Ini semua karna Spencer digigit oleh serangga bernama AGAS di Amerika Selatan.

Sel-sel kekebalan tubuhnya berusaha melawan penyakit, tetapi parasit itu terus makan dan memperbanyak diri hingga menyebabkan luka mengerikan.

Dokter menemukan simpul getah bening di sisi leher Spencer, yang menunjukkan bahwa infeksi menyebar dan berada dalam bahaya karena berkembang ke hidung dan mata, bahkan berpotensi bisa membunuhnya.

“Luka ini terus membesar dan mempengaruhi setiap bagian dari hidupnya. Dia tidak bisa makan, tidak bisa bernapas tanpa rasa sakit, itu benar-benar menakutkan,” jelas Shalynn.

Namun setelah 21 hari pengobatan, parasit yang dikirimkan ke kulitnya melalui gigitan nyamuk agas kecil di Amazon, akhirnya lenyap. Tapi Spencer masih memiliki bekas luka.

“Ada luka atau tidak, dia masih jadi pria paling tampan yang saya tahu,” tutup Shalynn.

Nah adik-adik, Spencer tadinya meremehkan luka di wajahnya, dianggapnya hal biasa, ternyata semakin lama semakin parah, wajahnya yang ganteng jadi mengerikan. Padahal yang menggigit hanyalah serangga kecil saja kan..?

Demikian juga dengan hidup kita, tadinya manusia diciptakan begitu indah, segambar dengan rupa Allah, tetapi sayangnya manusia jatuh ke dalam dosa. Dosa membuat hidup kita jadi jelek, untunglah Tuhan tetap mengasihi kita seperti Shalynn tetap mengasihi Spencer, apapun keadaannya. Tuhan turun ke dunia, mati di kayu salib untuk menebus kita dari lumpur dosa. Supaya kita dipulihkan, hidup kita kembali memancarkan kemuliaan Tuhan.

Mulai sekarang, jangan remehkan dosa, misalnya : ah bohong sekali nggak papa, ah mencuri sekali nggak papa. Ah nyoba lihat film atau gambar porno Cuma sekali kog, sekaliiii ini saja, ah nyoba rokok Cuma sekali kog, dst..

Lama –kelamaan, dosa yang dianggap kecil itu menjadi hal yang serius, karna di mata Tuhan tidak ada dosa kecil atau dosa besar, dosa adalah dosa, semua dosa ada akibatnya , yaitu MAUT, atau kematian kekal.

DOSA BERAKIBAT FATAL:

Adam dan Hawa tidak taat, akhirnya seluruh penduduk dunia ikut dilahirkan dalam dosa

Contohnya: Akhan menyembunyikan barang-barang saat menyerang kota Yerikho, padahal Tuhan melarang mengambil barang milik musuh, akhirnya apa yang terjadi, saat bangsa Israel menyerang kota Ai, yang lebih kecil dari kota Yerikho, mereka pun kalah. Dan banyak bangsa Israel yang mati, gara-gara ketidaktaatan Akhan.

Ananias dan Safira berbohong, dan akibatnya mereka pun mati

Yunus tidak taat pada perintah Tuhan, dan hal itu mengakibatkan seluruh isi kapal yang dinaiki Yunus ikut menjadi susah, karna kapal itu diterpa ombak yang besar. Orang-orang ketakutan, dan barang-barang banyak yang dibuang ke laut. Semua orang mengalami kerugian

Raja Ahab menyembah berhala, menyembaah BAAL, dan akibatnya seluruh Israel mengalami musim kekeringan selama 3, 5 tahun.

SEBALIKNYA KEKUDUSAN MEMBAWA BERKAT

Yusuf hidup dalam kekudusan, akibatnya, seluruh Mesir mendapat berkat dari hikmat Tuhan yang Tuhan berikan pada Yusuf

Tuhan Yesus juga dicobai, tetapi tidak berbuat dosa. Yesus rela disalibkan demi menebus dosa kita

AYO BERTOBAT

Ayo bertekad untuk bertobat, daftarkan dosamu, dan minta ampun pada Tuhan, setiap hari mintalah Tuhan ampun atas setiap dosa yang kamu lakukan, dan pada saat minta ampun jangan seperti ini “Tuhan ampuni semua dosaku, amin” tetapi sebaiknya seperti ini “Tuhan, aku tadi sudah malas membantu mama menyapu rumah, ampuni aku ya Tuhan, ajar aku besok agar lebih rajin lagi, dalam nama Yesus , Amin” (Jadi sebutkan secara khusus dosa apa itu)

SUMBER BACAAN

Alkitab

http://www.history.navy.mil/library/online/influenza_mareis.htm

http://health.howstuffworks.com/diseases-conditions/cold-flu/history-of-influenza3.htm

http://blog.historians.org/resources/784/the-great-pandemic

http://www.youtube.com/watch?v=sHK3oWpD5ZI

http://health.howstuffworks.com/diseases-conditions/cold-flu/history-of-influenza3.htm

 

Sumber: Snyder, Kapten Thomas L., MC, USNR (Purn) “Krisis Flu Besar di Mare Navy Yard Island, dan Vallejo, California.” Angkatan Laut Kedokteran 94, tidak. 5 (September-Oktober 2003): 25-29.
Dr Snyder adalah Kepala Urologi di Kaiser Permanente-Medical Center di Martinez, CA, selama 10 tahun. Dia pensiun pada bulan April.

The Great Influenza:  the Epic Story of the Deadliest Plague in History by John Barry

http://library.uvawise.edu/NewBooks/GreatInfluenza

Penulis: jeniuscaraalkitab

Menjadi Alat di Tangan Tuhan untuk Mencetak Generasi Jenius bagi Kemuliaan Nama Tuhan

One thought on “58. UPAH DOSA IALAH MAUT”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s