PEKAN ROHANI ANAK SESI 4. LUKA ITU TELAH SEMBUH UNTUK SD 4 5 6 SMP DAN SMA


SESI 4

Lukaku itu Telah Sembuh

KARTU PEMIMPIN RESTORE MY HEART SHARING

PETUNJUK UNTUK PEMIMPIN KELOMPOK

PROPERTY SESI 4

SESI 4 luka itu telah sembuh

Sesi 4

Kartu ini dirancang designnya oleh Kak Christian Adi Wijaya, designer pada http://KomikAlkitabAnak.blogspot.com

KEDUA KARTU DI ATAS ADALAH BOLAK BALIK

Tujuan  :

  • Anak-anak mengambil langkah untuk dipulihkan dan
  • Doa tantangan / Altar Call

DURASI;

  • 15 menit pujian dan penyembahan awal
  • 15 menit OPENING OLEH PEMBICARA
  • 90 menit BERMAIN DAKON
  • 30 menit Altar Calling
  • Total butuh waktu 2,5 JAM

 

Pemulihan adalah sebuah keputusan pribadi. Tanpa keputusan dari dalam, kita tidak dapat mengharapkan sebuah pemulihan.

Dalam memutuskan sebuah pemulihan, kita tidak dapat menjanjikan bahwa orang tua mereka akan berubah menjadi baik atau lebih baik. Karena jaminan ke arah itu tidak bisa berlaku secara instan 100 persen terjadi. Walaupun orang tua sudah dibekali dengan 2 sesi di sesi Parenting, sepekan sebelumnya. Dan walaupun nantinya ada sesi yang mempertemukan orang tua dan anak.

Setelah sesi 4 ini akan ada sesi pertemuan orang tua dan anak. Nantinya sebelum mereka kita pertemukan, ada waktu 0,5 jam di mana kita mendorong orang tua untuk mengoreksi diri mereka berdasarkan keluhan-keluhan anak-anak tentang orang tua mereka ( dari angket tanpa nama anak, dan tanpa nama orang tua dari anak itu) , di titik ini, setelah itu kita akan lebih mendorong orang tua yang harus meminta maaf pada anak-anak mereka.

Untuk itu kita akan membagikan 2 jenis angket, sebelum sesi ini:

  1. Angket pada orang tua; ANGKET KELUARGA BAHAGIA. Angket ini berisi evaluasi sejauh manakah kebahagiaan keluarga saya? Angket ini tidak akan dikumpulkan, hanya akan diisi oleh orang tua itu sendiri, dan akan mereka simpan sendiri sebagai evaluasi, dan mereka bawa pulang sendiri. Mengingat mengisi angket ini membutuhkan waktu tersendiri, mohon panitia dapat menolong memikirkan kapankah angket KELUARGA BAHAGIA ini akan diberikan kepada para orang tua. Keputusan panitia GBI DS Malang, Angket akan dibagi pada saat orang tua pulang dari Seminar Parenting.
  2. Angket pada anak-anak. Angket ini diisi TANPA NAMA ANAK, juga TANPA NAMA ORANG TUA, berisi semua pertanyaan tentang keluhan –keluhan mereka tentang orang tua mereka ( sikap, perlakuan dan perkataan dari orang tua mereka, baik dari ayah atau dari ibu) . Angket ini DIKUMPULKAN pada amplop tertutup/ ada perekatnya. Amplop dibiarkan kosong/ polos tanpa tulisan apa-apa. Jadi guru juga tidak bisa menghafalkan ini angket milik siapa, dll. Angket akan direkap oleh TIM tamu dari GBI DS Batu, sehingga panitia dan guru dari GBI DS Malang pun tidak membaca secara langsung tulisan anak-anak. Metode ini ditempuh untuk menghindari hal-hal yang tidak diperlukan. Angket ini diisi SETELAH SESI 4 INI, dan akan direkap oleh Tim GBI DS Batu untuk dipakai pada sesi orang tua, menjelang mereka dipertemukan pada anak-anak. Diharapkan ketika anak-anak diberi kesempatan menuliskan isi hati mereka yang terdalam, tanpa takut orang tuanya marah, juga tanpa takut masalah dalam keluarganya diketahui publik, maka anak-anak sudah mulai membuka diri, ini menjadi pintu masuk untuk pemulihan yang lebih tuntas setelah sesi 4 ini. Mengingat mengisi angket ini membutuhkan waktu tersendiri, mohon panitia dapat menolong memikirkan kapankah angket ANAK-ANAK ini akan diberikan kepada anak anak untuk diisi.
  3. HASIL REKAP ANGKET ANAK-ANAK akan diketik rapi dan dibagikan kepada wali murid. Sehingga mereka dapat baca-baca lagi di rumah.

 

Dalam sesi 4 ini kita akan lebih mengutamakan dari sisi ANAK bagaimana dia memutuskan untuk mengampuni orang tuanya, apa pun keadaan mereka.

Jadi yang bisa kita lakukan di sesi ini adalah, membuka hati mereka untuk memberi diri dipulihkan oleh Tuhan.

Dengan cara:

  1. Lewat Firman-Nya
  2. Lewat komitment
  3. Lewat Pikiran Kristus
  4. Lewat Perasaan Kristus
  5. Lewat mendoakan orang tua
  6. Lewat mengampuni orang tua
  7. Lewat menghormati orang tua
  8. Lewat sikap hati seorang anak yang juga mau bertobat dari hal-hal yang sudah mendukakan orang tua , misalnya ketidak taatan, ketidak hormatan, pemberontakan, kebohongan, dll.

Untuk itu kita akan memakai METODE ANGKA, METODE GAME, METODE SHARING, METODE GILIRAN, METODE TUMBUHAN, METODE MENTORING, METODE DOA, METODE NASIHAT, METODE SKRIPTURA, METODE KOMITMENT, METODE KARTU, METODE DOLANAN ANAK, METODE PEMAPARAN AWAL, dll dalam satu kegiatan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PEMAPARAN AWAL DARI PEMBICARA

Durasi 15 menit.

 

Pembicara akan memberikan pemaparan awal.

Ayat emas dipimpin pembicara:

Filipi 3:13-14

Aku melupakan apa yang telah dibelakangku ( 1) dan mengarahkan diri ( 2) kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari (3)  kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

HADIAH, ada di hadapan, tetapi terkadang yang terjadi adalah, kita tidak bisa berlari-lari di tujuan itu dengan bebas, karena ada beban ( tas ransel berat).- peragakan lari yang berat sambil membawa ransel.

Isinya apa sih ransel ini? Buka dan keluarkan, “ Ya ampuuuuunnnn… untuk apa ya lari ke depan, mau meraih hadiah yang sudah disediakan di garis finish kog membawa batu-batu nggak berguna ini, memberat-berati saja. Bisa-bisa nggak nyampe-nyampe nich ke garis finish nanti…”

Guru mengeluarkan satu per satu batu itu sambil menyebutkan NAMA BATU.

NAMA BATU DAN NOMOR BATU akan di print dan ditempel pada batu menggunakan esolasi bening. Tulisan hanya untuk contekan guru, tidak untuk dibaca anak anak dari jauh.

SLEMPANG akan diberikan PANITIA pada Guru , mohon slempang juga diberi NOMOR, agar bisa urut sesuai cerita. Nomor kecil ditaruh di paling atas, nomor besar di taruh di paling bawah

SLEMPANG akan diberi kancing/ atau mudah diikatkan ke samping pinggang, atau bisa menggunakan staples, dobletape/ esolasi bolak balik, ataupun menggunakan paper clip dua buah, disematkan di kanan dan kiri.

SLEMPANG yang harus dipersiapkan adalah:

  1. MENGASIHI ( nomor 1)
  2. BERSYUKUR ( nomor 2)
  3. MEMBANGGAKAN ( nomor 3)
  4. RAJIN ( nomor 4)
  5. MENGHORMATI ( nomor 5)
  6. TAAT ( nomor 6)
  7. TERBUKA ( nomor 7)
  8. MENATA HIDUP ( nomor 8)

 

  • Batu ( 1) kemarahan pada papa dan mama
    • “Mestinya ini tidak perlu dibawa, BATU KEMARAHAN KAN TIDAK MENYELESAIKAN MASALAH”
    • Panitia langsung lari dengan mengalungkan SLEMPANG. Nah kalau ini ringan dan bagus, yaitu: “Mengasihi orang tuaku
    • Pembicara MAJU SELANGKAH mendekati Garis Finish
  • Batu (2) kekecewaan pada papa dan mama
    • “Mestinya ini tidak perlu dibawa, BATU KEKECEWAAN JUGA TIDAK MENYELESAIKAN MASALAH”
    • Panitia langsung lari dengan mengalungkan SLEMPANG. Nah kalau ini ringan dan bagus, yaitu: “Bersyukur pada Tuhan atas keluarga yang Tuhan berikan. ”
    • Pembicara MAJU SELANGKAH mendekati Garis Finish
  • Batu (3) ingin membalas dendam pada papa dan mama
    • “Mestinya ini tidak perlu dibawa, BATU MEMBALAS DENDAM PADA PAPA DAN MAMA JUSTRU AKAN MENAMBAH MASALAH BARU”
    • Panitia langsung lari dengan mengalungkan SLEMPANG. Nah kalau ini ringan dan bagus, yaitu: “Aku mau jadi anak kebanggaan mereka, membuat mereka bangga punya anak seperti aku. Aku ingin membuat mereka tersenyum. ”
    • Pembicara MAJU SELANGKAH mendekati Garis Finish
  • Batu (4) ingin segera minggat dari rumah/ lari dari rumah/ ingin segera keluar dari rumah
    • “Mestinya ini tidak perlu dibawa, BATU MINGGAT DARI RUMAH JUSTRU AKAN MEMBUAT HIDUPKU BERANTAKAN”
    • Panitia langsung lari dengan mengalungkan SLEMPANG. Nah kalau ini ringan dan bagus, yaitu: “Aku mau jadi anak yang rajin membantu orang tuaku di rumah ”
    • Pembicara MAJU SELANGKAH mendekati Garis Finish
  • Batu (5) memberontak pada orang tua, menunjukkan bahwa ‘aku juga bisa menyakiti mereka kog’
    • “Mestinya ini tidak perlu dibawa, BATU MEMBERONTAK PADA ORANG TUA, INGIN MENUNJUKKAN BAHWA KAU JUGA BISA KOG MENYAKITI MEREKA. Kalau aku bawa batu seperti ini, aku berarti tidak taat pada perintah Tuhan agar aku taat pada orang tua dan menghormati mereka.”
    • Panitia langsung lari dengan mengalungkan SLEMPANG. Nah kalau ini ringan dan bagus, yaitu: “Aku mau jadi anak menghormati orang tuaku, dan berhenti membuat masalah di rumah ”
    • Pembicara MAJU SELANGKAH mendekati Garis Finish
  • Batu (6) sengaja tidak taat
    • “Mestinya ini tidak perlu dibawa, BATU SENGAJA TIDAK TAAT PADA ORANG TUA.”
    • Panitia langsung lari dengan mengalungkan SLEMPANG. Nah kalau ini ringan dan bagus, yaitu: “Aku mau jadi anak yang TAAT pada orang tuaku, karena aku tahu nggak ada orang tua yang ingin menjerumuskan anaknya ke jurang, pasti mereka itu sayang padaku, dan perintah mereka untuk kebaikanku. ”
    • Pembicara MAJU SELANGKAH mendekati Garis Finish
  • Batu (7) sengaja bohongin mereka, main sembunyi dari mereka
    • “Mestinya ini tidak perlu dibawa, BATU BOHONGIN ORANG TUA.”
    • Panitia langsung lari dengan mengalungkan SLEMPANG. Nah kalau ini ringan dan bagus, yaitu: “Aku mau jadi anak yang JUJUR kepada orang tuaku. Supaya mereka bisa berdoa buat masalah-masalah yang aku hadapi. Aku mau terbuka pada mereka”
    • Pembicara MAJU SELANGKAH mendekati Garis Finish
  • Batu ( 8) merusak saja hidupku sendiri, biar mereka puas telah membuat aku rusak seperti ini, ini semua gara-gara mereka.
    • “Mestinya ini tidak perlu dibawa, BATU SENGAJA MERUSAK HIDUPKU SENDIRI.”
    • Panitia langsung lari dengan mengalungkan SLEMPANG. Nah kalau ini ringan dan bagus, yaitu: “Aku mau jadi anak yang MENATA HIDUPKU DENGAN BAIK , contoh belajar yang rajin, mengembangkan talentaku, rajin meraih cita-citaku, dll. Karena kalau hidupku aku rusak, aku rugi, kan yang rugi juga aku sendiri deh.”
    • Pembicara MAJU SELANGKAH mendekati Garis Finish
  • Dan masih banyak lagi………………….

 

LALU BILA SEMUA BATU-BATU INI yang bikin berat ini SUDAH AKU BUANG………..Lalu…lalu…????

Emang di depan sana ada hadiah apa sih…??

Oooooooo…. ada hadiah PANGGILAN SORGAWI

Ternyata Tuhan memanggil aku DALAM PANGGILAN SORGAWI/ HIGH CALLING dalam hidupku kelak, sesuai dengan rencana Tuhan yang indah untukku, untuk kelak aku bisa jadi :

DOKTER, PILOT, SARJANA, DOSEN, PEDAGANG/ BISNISMAN/ BISNIS WOMAN, EKSPORTIR, INPORTIR, POLITIKUS, PENELITI, ILMUAN, PENULIS BUKU, PENYIAR TV, PENDETA/ HAMBA TUHAN, KONSELOR, RELAWAN, dll.

Jadi tadi yang sudah aku lakukan adalah: MEMBUANG BATU BATU INI yang bikin berat saja, yang menghambat aku mencapai finish

Batu-batu ini harus dibuang, karena kalau tidak, ini bisa dipakai iblis untuk menghambat langkahku untuk mencapai finish/ garis akhir.Karena iblis juga nggak mau kalah, dia juga punya rencana atas hidupku.

Iblis ingin aku jadi orang gagal, jadi orang stress, jadi orang yang tidak berguna, jadi orang yang tidak memuliakan nama Tuhan, jadi orang pecundang/ kalah, jadi orang yang putus asa, jadi orang yang TIDAK BISA MENCAPAI CITA-CITA ATAU RENCANA TUHAN DALAM HIDUPKU.

Untuk itu aku harus berlari-lari:

Rajin belajar, rajin bekerja ( membantu orang tua di rumah), rajin ikut organisasi ( mengasah diri), rajin melayani Tuhan, rajin mengasah talenta, dll

Ingat tokoh Daud pada sesi 2????

Daud tidak pernah menjadikan orang tuanya yang kurang  mengasihi dia, sebagai alasan untuk dia jadi pecundang, jadi orang kalah, jadi orang yang marah, pahit hati, dendam, dan tidak mau mengampuni orang tuanya. SAMA SEKALI TIDAK.

Yang dilakukan Daud adalah terus berlari –lari pada tujuan Tuhan yang sudah Tuhan sediakan bagi hidupnya !!

Sebentar lagi kita akan main GAME dakon, kakak harap, kalian bisa SERIUS untuk memutuskan PULIH, dengan cara membuang semua batu-batu itu. Agar kalian bisa mencapai hadiah/ di titik finish nanti, yaitu panggilan sorgawi dalam hidup kalian bisa tercapai.

MARI KITA BERDOA SEBELUM KITA BERMAIN GAME

Selanjutnya pembicara akan terus berdoa membangun atmosfir selama anak anak bermain dakon bersama kelompok masing-masing.

 

GAME DAKON

Untuk meniru game dakon, kita tidak perlu membeli dakon, tetapi bisa kita pakai alat lain.

Tiap kelompok pemain dakon terdiri dari 10 orang. Info pengelompokan harus sebelum sesi diketahui semua GURU dan ANAK, sehingga tidak memakan waktu dalam pengelompokan nantinya pada durasi sesi.

  • Anak A akan memainkan piring dakon nomor 1 dan 2 Utara
  • Anak B akan memainkan piring dakon nomor 3 dan 4 utara
  • Anak C akan memainkan piring dakon nomor 5 dan 6 utara
  • Anak D akan memainkan piring dakon nomor 7 dan 8 utara
  • Anak E akan memainkan piring dakon nomor 9 dan 10 utara
  • Anak F akan memainkan piring dakon nomor 1 dan 2 selatan
  • Anak G akan memainkan piring dakon nomor 3 dan 4 selatan
  • Anak H akan memainkan piring dakon nomor 5 dan 6 selatan
  • Anak I akan memainkan piring dakon nomor 9 dan 10 selatan
  • Anak J akan memainkan piring dakon nomor 11 dan 12 selatan

Satu kelompok dipandu 1 atau 2 guru.

Boleh keluar dari aula, atau cari tempat outdoor misal di bawah pohon rindang, atau di teras, dll

Sepakati kembali pada jam yang sama, yaitu 1,5 jam kemudian.

Jarak satu kelompok dengan kelompok lain harus berjauhan, agar suara tidak saling mengganggu

Sehingga sharing bisa lebih leluasa.

 

 

 

 

FORMASI DAKON

1 utara                                                   5 utara                                                               10 utara

 

 

 

Lumbung barat                                                                                                 lumbung timur

 

 

 

1 selatan                                              5 selatan                                                            10 selatan

 

Bahan yang diperlukan: ( untuk satu kelompok)

PADA SATU PAKET DAKON DIPERLUKAN SBB;

  • 22 piring kertas, tempel pada karton atau kardus bekas, gunakan double tape. Atau bisa diperkuat dengan di staples
  • Tiap piring ( tidak termasuk lumbung) diberi 5 biji KACANG MERAH Jadi total kacang MERAH yang dibutuhkan per kelompok adalah 5 X 20 = 100 buah.

Kartu dari karton tebal . ( sebanyak 10 KARTU dikalikan 2 / untuk sisi yang duduk di utara, dan yang duduk di selatan.)

Angka kartu akan menyatu dengan kartu, disusun berdekatan dengan piring dakon

 

Kita akan pakai arti-arti angka dalam Alkitab sbb:

Angka 1, keutamaan , Ulangan 5:7

KARTU 1

  • Jika biji terakhir jatuh pada lobang pertama, AJAK ANAK yang duduk di depan piring 1, untuk memimpin KOMITMEN untuk mengutamakan TUHAN, karena ketika kita mengutamakan TUHAN, maka Tuhan akan menolong kita untuk PULIH dari luka-luka masa lalu.
  • “Kami berkomitment untuk selalu akrab dengan Tuhan setiap hari, caranya membaca Alkitab setiap hari, bercakap-cakap dengan TUHAN setiap hari dalam doa-doa kami. Dengan pertolongan TUHAN. Amin. ”
  • KOMITMEN boleh dari kata-katamu sendiri.

Angka 2, kesaksian, Ulangan 17:6

KARTU 2

  • Bila biji terakhir jatuh pada lobang kedua, AJAK ANAK yang duduk di depan piring 2, untuk SHARING. Cara sharing: PIKIRKAN SEMUA YANG BAIK TENTANG AYAHMU DAN IBUMU, pasti ada yang baik dari mereka, dan SHARINGKAN. Ketika kita memikirkan kebaikan-kebaikan mereka, kita akan tahu bahwa di balik semua kelemahan mereka sebagai orang tua, pasti ada satu kebaikan yang bisa kita lihat. Karena Firman Tuhan pernah bilang; Pikirkan semua yang manis, …Filipi 4:8. ( ajak anak anak membaca bagian Alkitab ini)
  • “Yang baik tentang ayahku adalah:………………………………………”
  • “Yang baik tentang ibuku adalah:………………………………………..”

Angka 3, pengkotbah 4:12 , kekuatan dari unity/ the power of unity

KARTU 3

  • Bila biji terakhir jatuh pada lobang ketiga, AJAK ANAK yang duduk di depan piring 3, untuk MENGAMBIL KEPUTUSAN agar selalu menjaga kesatuan dalam keluarga, antara papa, mama dan anak, antara kakak dan adik, dll. Karena menurut Mazmur 133 Kesatuan adalah kunci dimana berkat Tuhan diturunkan. Ucapkan kalimat komitment kesatuan keluarga
  • “Kami berkomitment untuk menjaga kerukunan dalam keluarga kami. Kalau untuk rukun itu artinya aku harus mengalah, aku mau mengalah. Dengan pertolongan TUHAN.
  • KOMITMEN boleh dari kata-katamu sendiri.

Angka 4, Kejadian 1:18-19 , Tuhan menciptakan benda-benda penerang. Daniel 12 :3 Tuhan ingin kita jadi orang bijaksana yang bercahaya seperti cahaya cakrawala, yang menuntun banyak orang kepada kebenaran, seperti bintang-bintang , tetap untuk selama-lamanya.

KARTU 4

  • Bila biji terakhir jatuh pada lobang keempat, AJAK ANAK yang duduk di depan piring 4, untuk MENYEBUTKAN CITA-CITANYA, ( dan anak ini bertugas menanyakan cita-cita semua teman-teman dalam kelompok tersebut) dan mulai mendoakan cita-citanya dari sekarang. Yang terpenting adalah APA CITA-CITA TUHAN ATAS HIDUPKU, karena belum tentu cita-cita kita sama dengan cita-cita Tuhan atas hidup kita. Karena Tuhan yang menenun kita dalam kandungan ibu kita, Tuhan yang sudah tahu rancangan apa yang terbaik daripadaNya untuk kita semua. Jika cita-cita TUHAN tercapai dalam hidup kita, itu artinya kita sudah memperoleh PANGGILAN SORGAWI itu.
  • Guru bisa menolong semua yang lain menyebutkan cita-citanya masing-masing dan ambil waktu mendoakan mereka satu per satu. Atau untuk menyingkat waktu, bisa dimulai dengan Guru mendoakan salah satu anak, sebagai contoh, setelah itu boleh diberi kesempatan untuk mereka saling mendoakan secara berpasangan dengan temannya.
  • “Cita-citaku adalah:………………………………..”

Angka 5, hukum ke 5 hormatilah orang tuamu

KARTU 5

  • Bila biji terakhir jatuh pada lobang kelima, AJAK ANAK yang duduk di depan piring 5, untuk berkomitment MENGHORMATI ORANG TUA. Guru dapat menanyakan dari antara mereka apakah ada yang sangat terluka pada orang tuanya, sehingga sudah sulit untuk menghormati mereka lagi. Jika ada, guru memimpin doa untuk anak ini dapat berbalik kepada jalan TUHAN.
  • “Kami berkomitment untuk mulai sekarang, menghormati orang tua, dengan pertolongan TUHAN.
  • KOMITMEN boleh dari kata-katamu sendiri.

Angka 6, angka manusia , manusia diciptakan hari ke enam. Kejadian 1: 27-31

KARTU 6

  • Bila biji terakhir jatuh pada lobang keenam, AJAK ANAK yang duduk di depan piring 6, untuk berkomitment MENDOAKAN KELEMAHAN ORANG TUA SEBAGAI MANUSIA. Tentunya tiap orang tua punya kelemahan. Anak-anak tidak perlu kecewa atau marah atas hal ini, yang perlu dilakukan adalah, mendoakan orang tua, agar Tuhan menolong orang tua untuk berubah atau bertobat dari kelemahan mereka. Di titik ini, TIDAK PERLU SHARING KELEMAHAN ORANG TUA. Atau bila dimungkinkan ada keterbukaan/ sharing, maka harus ada komitmen bersama untuk isi sharing itu tidak perlu diceritakan di luar acara ini/ jangan digosipkan.
  • Kita akan berdoa masing-masing anak. Dipimpin oleh temanmu yang duduk di nomor 6.
  • Contoh doanya kira-kira seperti ini:
  • “Aku berdoa untuk segala kelemahan dan dosa orang tua ku, aku meminta Tuhan yang memulihkan mereka dan membuat mereka bertobat dari jalan mereka yang salah. Dalam nama Yesus, amin.”
  • Doa ini boleh dari kata-katamu sendiri.
  • Pemimpin doa: Mari kita berdoa :…………………………………………………………..( doa masing masing )………………………..Amin !

Angka 7, angka unlimitid/ tanpa batas. Sewaktu Yesus mengatakan kepada Petrus bahwa ia harus mengampuni saudaranya ”bukan: Sampai tujuh kali, tetapi: Sampai tujuh puluh tujuh kali”, pengulangan angka ”tujuh” menunjukkan bahwa pengampunan tidak ada batasnya.—Matius 18:21, 22.

KARTU 7

  • Bila biji terakhir jatuh pada lobang ketujuh, AJAK ANAK yang duduk di depan piring 7, untuk berkomitment MENGAMPUNI ORANG TUANYA. Guru menanyakan apakah ada murid yang benar-benar sulit mengampuni orang tuanya, karena mungkin orang tua sudah keterlaluan? Bila ada, guru mendoakan anak tersebut bersama dengan semua anggota kelompok. Di titik ini, TIDAK PERLU SHARING DOSA ATAU KESALAHAN ORANG TUA YANG TELAH MELUKAI ANAK.
  • “Tuhan aku melepaskan pengampunan untuk orang tuaku, atas semua perlakuan dan perkataan mereka yang melukai aku, dalam nama Yesus, amin.”
  • Doa ini bolehdari kata-katamu sendiri.

Angka 8, angka keselamatan. I Petrus 3:20. Yesus bangkit di hari ke delapan. Bayi Israel disunat di hari ke delapan, dll Orang yang tidak mau mengampuni tidak akan diampuni oleh Bapa ( Markus 11:26), kalau itu terjadi, maka tidak akan selamat.

KARTU 8

  • Bila biji terakhir jatuh pada lobang ke delapan, AJAK ANAK yang duduk di depan piring 8, untuk membaca Markus 11:26 Guru menjelaskan arti ayat tersebut
  • “Orang yang tidak mau mengampuni tidak akan diampuni oleh Bapa ( Markus 11:26), kalau itu terjadi, maka tidak akan selamat.”

Angka 9, angka berbuah, 9 buah Roh. Galatia 5:22

KARTU 9

  • Bila biji terakhir jatuh pada lobang ke sembilan AJAK ANAK yang duduk di depan piring 9, untuk MENYEBUTKAN BUAH-BUAH APA SAJA / KARAKTER / SIFAT APA SAJA YANG SELAMA INI INGIN DIUBAH, TERHADAP ORANG TUA  ( contoh; yang tadinya sering tidak taat, sekarang mau taat, dll)
  • “Mulai sekarang, saya ingin berbuah ……………………………………… di rumah.

 

Angka 10, angka kegenapan. Keluaran 34:28; Lukas 19:13; Penyingkapan 2:10.

KARTU 10

  • Bila biji terakhir jatuh pada lobang ke sepuluh, AJAK ANAK yang duduk di depan piring 10, untuk MEMIMPIN DOA KEGENAPAN.
  • ‘Di dalam nama Yesus, Tuhan memampukan kami, untuk melakukan firman Tuhan, untuk menghormati dan taat kepada orang tua kami, dalam nama Yesus, amin.”
  • Doa ini bolehdari kata-katamu sendiri.

 

Aturan main:

  1. Dalam kelompok duduklah anak-anak, 5 anak di UTARA dan 5 anak di SELATAN
  2. Tiap anak bertanggung jawab atas 2 piring
  3. Di tiap piring , di dekatnya ada nomor 1-10 ( utara) , 1-10 ( selatan). Nomor 1 berhadapan dengan nomor 1, 2 dengan 2, dst)
  4. Piring lumbung tidak diberi nomor.
  5. Di tiap piring, di dekatnya ada KARTU NOMOR 1-10 ( UTARA) DAN 1-10 ( SELATAN)
  6. Tiap kartu berisi penjelasan apa yang harus dilakukan, seperti draft di atas
  7. Giliran pertama, ANAK NOMOR 1 (SELATAN) , memainkan DAKON, dengan cara memilih PIRING SATU SELATAN untuk bijinya di jatuhkan satu demi satu ke ARAH BERLAWANAN DENGAN JARUM JAM, sampai biji habis. DI PIRING MANA BIJI TERAKHIR JATUH, misalnya di PIRING 6, maka anak yang duduk di PIRING 6 , bertugas melakukan hal yang diperintahkan lewat KARTU 6. Dalam bimbingan guru ( guru melihat contekan guru yang sudah lengkap , sama dengan semua kartu- jadi kartu-kartu game akan dipegang siswa)
  8. Setelah anak tersebut melakukan hal yang diperintahkan lewat KARTU 6, kini anak nomor 6 tersebut, MENJALANKAN DAKON dari PIRING 6. DI PIRING MANA BIJI TERAKHIR JATUH, misalnya di PIRING 10 Utara, maka anak yang duduk di PIRING10 utara, bertugas melakukan hal yang diperintahkan lewat KARTU 10.
  9. Kartu yang sudah disharingkan boleh DIBALIK. Disign kartu memang sengaja dibuat BOLAK BALIK.
  10. JIKA BIJI JATUH DI NOMOR YANG SAMA BAIK SELATAN MAUPUN BAGIAN UTARA, maka kartu yang sama TIDAK DIBACA LAGI/ TIDAK DILAKUKAN LAGI. Jadi kartu hanya berlaku dibaca pada nomor kartu yang belum pernah dilakukan. Contoh: ( INI ADALAH HASIL GAME REKAYASA – kalau anda menuruti semua aturan, maka permainan akan PASTI SEPERTI INI
    1. 1 Selatan ADALAH PIRING PERTAMA YANG DIJALANKAN BERLAWANAN ARAH JARUM JAM
    2. 6 Selatan
    3. 10 utara
    4. 4 Utara
    5. 2 Selatan
    6. 9 Selatan
    7. 6 utara lewati, karena 6 selatan tadi sudah disharingkan
    8. 1 selatan, sharing, karena tadi 1 selatan hanya sebagai pemain pertama, tanpa sharing
    9. 3 Selatan
    10. Lumbung barat
    11. 8 utara
    12. Lumbung timur
    13. 3 selatan lewati, karena 3 selatan tadi sudah disharingkan
    14. 4 selatan lewati, karena 4 utara tadi sudah disharingkan
    15. 9 utara lewati, karena 9 selatan tadi sudah disharingkan
    16. Lumbung timur lewati, karena lumbung timur tadi sudah dilakukan
    17. 1 selatan lewati, karena 1 selatan tadi sudah disharingkan
    18. 3 selatan lewati, karena 3 selatan tadi sudah disharingkan
    19. 4 selatan lewati, karena 4 utara tadi sudah disharingkan
    20. 5 selatan
    21. 7 utara
    22. Sampai pada titik ini, SEMUA KARTU SUDAH TERBUKA. Maka bila waktu masih ada, permainan dakon bisa diteruskan untuk membuka kartu bagian SELATAN ATAU UTARA dari pemain yang tadi belum sharing di nomor yang sama.
  11. Jadi jika biji jatuh di lobang bagian SELATAN, dan di nomor itu belum pernah dishare kartunya/ dibahas, maka akan dijalankan di pemain bagian selatan. Namun bila biji jatuh di lobang bagian UTARA, dan di nomor itu belum pernah di share kartunya/ dibahas, maka dijalankan di pemain bagian UTARA. Namun bila biji jatuh di bagian Utara atau Selatan, tetapi nomor itu sudah pernah dibahas, maka tidak dibahas lagi.
  12. Kartu yang sudah disharingkan akan DIBALIK agar tidak usah repot repot mengingat mana kartu yang sudah disharingkan dan mana yang belum.
  13. Bila semua kartu telah di buka dan semua lumbung pernah dimainkan, ternyata masih ada sisa waktu, permainan bisa dilanjutkan, kini bila nomor yang tadi sudah dibuka, kini jatuh pada pemain yang lain/ misalnya tadi dibuka kartu nomor 2 utara, kini jatuh pada 2 selatan, maka pemain 2 selatan harus sharing. Jadi permainan ini bisa dilakukan dalam 2 putaran untuk mencapai semua lobang bisa disharingkan oleh 20 orang.
  14. Bila biji jatuh pada lumbung BARAT DAN TIMUR, yang akan pimpin adalah guru pembimbing kelompok. Dan yang akan memainkan dakon adalah guru pembimbing tersebut.
  15. Guru dapat membagi tugas sbb:
    1. Guru A, menjalankan lumbung TIMUR dengan memandu kartu 1-5
    2. Guru B, menjalankan lumbung BARAT dengan memandu kartu 6-10
  16. Semua lumbung timur ataupun barat, HARUS SELALU DIJATUHI BIJI KACANG TANAH.
  17. Jika biji terakhir dari pemain jatuh pada LUMBUNG TIMUR, maka guru mengajak anak anak memperkatakan ayat emas di Filipi 3:13-14
  18. Jika biji terakhir dari pemain jatuh pada LUMBUNG BARAT maka guru mengajak anak anak menyanyikan lagu pengampunan. ( guru bisa siapkan beberapa lagu bertemakan pengampunan)
  19. Guru tidak perlu membaca ayat terkait dengan ANGKA DALAM ALKITAB
  20. Guru tidak perlu menjelaskan arti angka dalam Alkitab yang kita pakai
  21. Guru hanya mengarahkan anak –anak melakukan BAGIAN POINT/ DOT.
  22. Permainan dakon ini tidak seperti pada umumnya, bila jatuh di lobang kosong , maka biji di seberang boleh diambil dan ditaruh pada lumbung, SAMA SEKALI TIDAK, namun hanya menggunakan biji untuk menentukan siapa yang bergilir selanjutnya, itu saja. Jadi pada akhir game dakon tidak digunakan sistem menghitung biji terbanyak, siapa kalah atau menang. TIDAK sama sekali.

 

Petunjuk untuk Pemandu kelompok:

  1. Panitia akan memberikan pada guru contekan dari semua isi kartu dari kartu 1 sampai 10, siapkan 2 paket untuk setidaknya 2 pembimbing kelompok.
  2. Guru harus menguasai aturan main sebaik mungkin, ikuti kelas simulasi game
  3. Guru harus berdoa agar walaupun ini game, tetapi ada lawatan Tuhan dalam setiap point kartu.
  4. Guru harus memperhatikan waktu yang tersedia
  5. Guru mengajak anak-anak dalam doa pembukaan dan penutup
  6. Guru mengajak anak anak berkomitment untuk sharing ini menjadi rahasia bersama, bukan untuk menjadi bahan gosip.
  7. Guru jangan kaku terhadap permainan, jika Roh Kudus mendorong untuk berdoa, maka abaikan game, fokuskan pada DOA seperti tuntunan Roh Kudus
  8. Guru harus dorong anak anak untuk melakukan petunjuk kartu dengan SUNGGUH SUNGGUH
  9. Guru jangan terpancang pada SIAPA YANG DUDUK DI NOMOR PIRING ITU, artinya misalnya yang dapat kartu anak nomor 8, tetapi komitment, atau doa atau apa saja, bisa saja diterapkan pada semua anak lainnya. Atau misalnya yang sharing anak nomor 5, tetapi ternyata yang perlu dilayani anak nomor 7, bisa saja itu terjadi. Jadi jangan terpancang pada permainan ini yang sebenarnya hanya sebagai alat saja.
  10. Diusahakan semua kartu boleh dilakukan / yaitu 10 point
  11. Untuk menyingkat waktu, maka bila biji terakhir jatuh pada LUMBUNG BERKALI-KALI, maka tidak perlu berkali-kali membaca ayat mas dan menyanyi. Jadi bisa dilewati saja lumbung itu. Mohon kepekaan Guru untuk mengambil keputusan yang tepat, menyesuaikan dengan waktu yang ada.

 

Setelah waktu habis, semua pernak pernik game dirapikan oleh pemandu kelompok denggan tas plastik yang sudah disediakan panitia.

PEMBICARA mengajak menyanyi, dan ada altar call pada sesi ini.

Penekanan altar call, agar anak-anak MEMUTUSKAN UNTUK SEMBUH DARI SETIAP LUKA-LUKA, dengan MENGAMPUNI ORANG TUA MEREKA.

Dalam altar call ini, pembicara juga boleh MENSHARINGKAN HIDUPNYA, bagaimana dalam keseharian pembicara juga melepaskan pengampunan untuk orang tua.

 

Altar call atau doa bersama juga dimungkinkan dilaksanakan pada tiap kelompok, di akhir acara, jadi tidak selalu harus bersama-sama dari pembicara.

Follow upnya nanti adalah:

PADA KARTU PETUNJUK SHARING  untuk pegangan guru, ada GARIS GARIS yang bisa diisi dengan NAMA ANAK ANAK dan anak-anak yang bermasalah cukup dalam, untuk dikonseling lebih lanjut setelah acara selesai nanti.

 

Penulis: jeniuscaraalkitab

Menjadi Alat di Tangan Tuhan untuk Mencetak Generasi Jenius bagi Kemuliaan Nama Tuhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s