PEKAN ROHANI ANAK SESI 2 DIA ADALAH BAPAKU. UNTUK SD 4.5.6. SMP DAN SMA


SESI 2

DIA ADALAH BAPAKU

SESI 2 DIA ADALAH BAPAKU SESI 2

Tujuan :

  • Anak-anak mengampuni figur bapa duniawi mereka yang rusak ( otoliter, tidak bertanggung jawab, pilih kasih, dll), dan tetap menghormatinya.

KELAS RAYA/ GABUNGAN DARI SD 4-5-6, SMP, SMA

 

Di sesi 1 sebelumnya,  kita sudah memperkenalkan Bapa Surgawi kepada anak-anak,  bagaimana sifat-sifat/ karakter Bapa Surgawi kita, yang :

  • BAGAIMANA BAPA MENCIPTAKAN AKU
  • BETAPA BAPA MENGENAL, MEMIKIRKAN DAN MEMPERHATIKAN AKU
  • BETAPA BAPA MENGASIHI AKU
  • BAPAKU MENYEDIAKAN KEBUTUHANKU
  • BAPAKU ADALAH PAHLAWAN DAN SAHABATKU

Mungkin anak-anak akan berkata seperti ini dalam hati mereka:

“Lho itu kan Bapa di surga, tapi bapakku, papaku, ayahku, pakneku tidak seperti itu, dia kurang mengenal, memikirkan, atau memperhatikan aku, kurang menyayangi aku, kurang menyediakan kebutuhanku, tidak pernah jadi pahlawanku apalagi sahabatku, …”

Mungkin ada juga yang berkata seperti ini:

“Papaku kejam, jahat, bengis, cuek, sibuk, nggak peduli, nggak punya waktu, nggak perhatian, kasar, dll…”

Jadi bagaimana dong kalau kita memiliki bapa/ papa/ayah/pakne yang seperti itu?????

 

Untuk mengajak anak-anak memiliki gambaran, apa yang terjadi pada Daud, yang walaupun memiliki ayah dan ibu yang sangat banyak kekurangan, tetapi Daud tetap dapat bertahan dan menjadi lebih dari pemenang dalam kehidupannya, dengan cara menjadikan TUHAN itu Allahnya, Bapanya, dan pengharapan dalam hidupnya, kita akan memakai metode DRAMA TUNGGAL dengan DAUD sebagai pemeran utama dan satu-satunya.

Untuk itu, kita akan BACA DULU BACAAN GURU – yang wajib dibaca oleh terutama, pemeran DAUD.

 

BACAAN GURU

 

Mari kita ayat thema kita berikut ini:

Mazmur 27:10

Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku.

 

Ayat ini ditulis oleh DAUD.

Daud adalah seorang tokoh Alkitab yang sangat terkenal.

Namanya dituliskan dalam PL maupun PB sebanyak LEBIH KURANG 1.163 KALI.

Yesus pun disebut sebagai Anak Daud ( karena Silsilah Yesus Kristus adalah dari keturunan Daud)

Dia adalah seorang gembala, pemazmur, pemusik istana, ajudan raja/ pembawa senjatanya raja Saul, pemenang duel melawan Goliat, tentara Israel, pemimpin pasukan Israel, menantu raja Saul, buronan raja Saul selama bertahun-tahun, dan pada akhirnya jadi raja Israel yang hebat.

Namun dibalik kehidupan Daud yang seperti itu, sebenarnya Daud adalah seorang anak yang ditinggalkan oleh ayah dan ibunya.

 

Siapakah nama Ibu dari Daud? Tidak tertulis di Alkitab.

Berbeda dengan nama-nama ibu dari tokoh-tokoh lainnya, dalam Alkitab ditulis, contohnya:

Ibu dari Musa bernama Yokhebed.

Ibu dari Samuel bernama Hana.

Ibu dari Yesus bernama Maria.

 

Itu artinya, ibu dari Daud tidak pernah memberikan  peranannya sebagai seorang ibu kepada Daud.

Daud tidak pernah merasakan peranan ibunya sebagai seorang yang:

I Tes. 2:7-8, 11-12

Mengasuh, merawat dan mengasihi

  • Apakah ada dari antara kalian, di mana ibu kalian adalah seorang ibu yang lalai dalam mengasuh, merawat dan mengasihi kalian? Seperti yang dialami oleh DAUD?
  • Kalau ada, ampunilah ibu kalian, karena Tuhan bisa jadi ibu yang menyambut kita.
  • Mazmur 27:10

Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku.

 

Ayah Daud tertulis namanya dalam Alkitab, namun sayang sekali, ayah Daud juga menjadi pribadi yang melukai Daud, dengan meninggalkan Daud.

Nama ayah Daud, adalah Isai orang Betlehem itu. ( I Samuel 16:1)

Terkesan ayah Daud adalah seorang yang dikenal di Betlehem, mungkin saja dia adalah salah seorang tua –tua di kota Betlehem. ( I Samuel 16:4-5)

Isai, sangat membanggakan ketiga anaknya , yaitu Eliab ( yang sulung), dia seorang yang parasnya tampan dan perawakannya tinggi.

Juga Abinadab ( anaknya yang kedua), dan Syama ( anaknya yang ke tiga).

Orang Israel sangat membanggakan penampilan fisik, ini bisa kita lihat pada I Samuel 9:20, dan I Sam 10:23, bagaimana Saul memiliki kriteria fisik seperti yang diinginkan orang Israel, yang didambakan bagaimana fisik seorang raja bagi mereka.

Oleh karena itu Samuel juga sempat terkecoh, pada waktu akan mengurapi salah satu dari anak-anak Isai, dikira Samuel, Eliablah yang dipilih Tuhan untuk menggantikan Saul menjadi raja. Sampai kemudian Tuhan menegur Samuel, bahwa kriteria Tuhan bukan soal fisik, karena Tuhan mau melihat HATI.

Mungkin dari antara kalian ada yang merasa tidak disayangi oleh orang tua kalian, karena masalah fisik kalian sering dijadikan bahan ejekan di keluarga;

  • Misalnya karena pendek, hitam kulitnya, keriting rambutnya, pesek hidungnya, atau karena terlalu kurus, atau terlalu gemuk.
  • Tidak cantik atau tidak ganteng
  • Tidak mirip siapa-siapa , baik mirip ibu atau mirip ayah
  • Sering diledekin bahwa mungkin kamu tertukar dengan bayi lain di rumah sakit, dll
  • Kalau iya, ampunilah keluarga kalian, dan ketahuilah bahwa Tuhan melihat isi hati kita, bukan fisik kita.
  • Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati. ( I Samuel 16:7)

Pada saat itu ke tujuh anak Isai sudah disuruh lewat semua di depan Samuel, tetapi Samuel berkata kepada Isai:” Semuanya ini tidak dipilih Tuhan.”

Jawaban Isai, terkesan menghalang-halangi Daud untuk datang ke acara penting itu, perhatikan pada kata TETAPI ketika Samuel menanyakan seperti ini.”Inikah anakmu semuanya?”

Jawabnya: “Masih tinggal yang bungsu, TETAPI sedang menggembalakan kambing domba.”

Aneh sekali, bila semua anaknya ada, tetapi Daud tidak ada di situ.

Tujuh anaknya, dihadirkan, padahal satu di antara mereka sebenarnya bukan anak Isai dari isteri pertama, tetapi dari perempuan lainnya. Sehingga terkesan Daud adalah anak ke delapan.

Padahal Daud sebenarnya adalah anak ke tujuh dari isteri pertama. ( I Tawarikh 2:15)

Dan anak Isai sebenarnya ada 8, namun yang satu tidak masuk dalam silsilah resmi karena bukan anak dari seorang isteri yang sah ( II Samuel 17:12, I Tawarikh 2:15)

Sebenarnya Isai memiliki 8 anak laki-laki, karena yang satu adalah anak dari ibu yang lain, I Sam. 17:12, I Taw 27:18. Dalam silsilah resmi, justru Daud adalah anak ke tujuh, dan Elihu justru tidak masuk dalam silsilah resmi yang ditulis di kitab Tawarikh , lihat di I Taw 2:13-15 dan I Taw. 27:18. Elihu, salah seorang saudara Daud , mengandung arti dalam bahasa aslinya adalah ANAK DARI PEREMPUAN LAIN/ SAUDARA TIRI DAUD.

 

 

Ini semua dilakukan Isai bisa karena beberapa kemungkinan:

  • Daud memang diperlakukan berbeda. Daud dianggap anak bungsu yang tidak penting untuk hadir di acara keluarga. Daud harus selalu menggembalakan kambing domba, sebagai alasan untuk supaya Daud tidak usah datang ketika ada Nabi Samuel datang. Padahal di kesempatan lain, bisa kog Daud itu tidak menggembalakan kambing domba, karena dia diberi tugas mengirim makanan pada kakak-kakaknya, maka kambing dombanya dititipkan pada seorang penjaga. I Sam 17:20
  • Di sinilah kita lihat, Daud sering disingkirkan dalam keluarga, terutama oleh ayahnya, hanya karena ada indikasi ke arah, menutup-nutupi aib dalam keluarga, di mana Isai memiliki anak dari perempuan lain.
  • Atau justru karena Daud dianggap saingan terkuat, maka Daud sengaja tidak dihadirkan. Karena Daud sudah terkenal sebagai seorang yang pandai bermain kecapi, seorang pahlawan yang gagah perkasa, seorang prajurit yang pandai bicara dan elok perawakannya, dan TUHAN menyertai dia. ( I Samuel 17:18)
  • Kakaknya Daud yang paling besar, bernama Eliab, sangat galak pada Daud, dan jahat. (I Sam 17:28. Mengapa engkau datang? Dan pada siapakah kautinggalkan kambing domba yang dua tiga ekor itu di padang gurun? Aku kenal sifat pemberanimu dan kejahatan hatimu: engkau datang ke mari dengan maksud melihat pertempuran.”) Daud dituduh tidak bertanggung jawab, padahal Daud sangat rajin dan bertanggung jawab. Daud dituduh jajat, padahal sama sekali itu tidak ada pada Daud, Daud dituduH melihat pertempuran, padahal dia Cuma taat pada suruhan ayahnya, Isai. Ini rasa-rasanya muncul karena IRI pada Daud yang telah diurapi menjadi raja yang berikutnya.

Namun kita akan lihat bagaimana perlakuan Daud kepada Ayah dan Ibunya:

  1. Daud selalu pulang ke rumah Isai, ayahnya, untuk menggembalakan domba ayahnya, di Betlehem, walaupun pada saat itu dia sudah menjadi pemusik Istana Kerajaan, bahkan menjadi ajudan raja Saul, menjadi pembawa senjata Saul ( I Samuel 16:14-23, I Samuel 17:15). Ini berbicara tentang ketundukan, ketaatan pada ayahnya, dan bertanggung jawab menyelesaikan pekerjaannya di rumah sebagai penggembala kambing domba ayahnya yang hanya dua tiga ekor itu.
  2. Meskipun ayahnya Isai bukan orang kaya ( karena kambing dombanya saja hanya dua tiga ekor, bukan beratus-ratus, dan tidak dicatat di Alkitab bahwa Isai memiliki binatang mahal semacam keledai atau unta, juga tersirat dari ayat ini I Samuel 18:18; 18:23), Daud tidak kelihangan rasa hormat kepada ayahnya. Walaupun Daud pada saat menjadi pemusik istana, dan ajudan raja Saul, hidupnya sudah nyaman. Namun bila peperangan terjadi, Saul dan ketiga kakak Daud pergi berperang, dan Daud tidak diajak berperang oleh Saul, tetapi Daud tidak tenggelam dalam kenyamanan istana, saat dia libur dari pekerjaan di istana, dia tetap pulang ke rumah ayahnya yang adalah orang sederhana. ( I Samuel 16:14-23, I Samuel 17:15). Daud tidak kecewa terhadap keadaan keluarganya yang sederhana.
  3. Saat Daud disuruh ayahnya yang sudah tua ( I Sam 17:12), untuk mengirim makanan pada kakak-kakaknya di medan perang, DAUD taat. Tidak membantah. Daud menghormati perintah ayahnya, dia tidak berkata “Kog tumben yah..nyuruh aku…lha dulu itu pas Nabi Samuel datang, aku kog disuruh njaga kambing domba…Apa sekarang nggak nyuruh orang lain saja…kakak-kakak yang lain kan masih banyak, kenapa harus aku?” Tetapi dikatakan dalam Alkitab, Daud langsung taat, dia bangun pagi-pagi dan melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik ( I Samuel 17:20)
  4. Ketika Daud mengalahkan Goliat, maka keluarganya dibebaskan dari pajak di Israel ( I Samuel 19:25). Jadi Daud telah membawa kesejahteraan kepada keluarganya, termasuk memberi kemudahan kepada ayah dan ibunya.
  5. Tetapi ketika Daud menjadi buronan raja Saul, maka seisi keluarganya terancam bahaya, karena Saul adalah raja yang bengis ( bisa dilihat di I Samuel 22: 9-19 dimana Saul tidak segan-segan membantai orang orang di Nob). Oleh karena itu seluruh saudara-saudaranya dan juga seluruh keluarganya berhimpun bersama dengan Daud di Adulam. I Sam 22: 1-2. Mereka ada dalam ketakutan yang luar biasa ( I Samuel 23: 3) Di sini kita lihat, Daud melindungi keluarganya, termasuk ayahnya dan ibunya, yang selama ini kurang menyayanginya, juga kakaknya Eliab yang selama ini juga jahat kepadanya. Lalu Alkitab mencatat dengan jelas saat Daud menitipkan ayah dan ibunya pada raja negeri Moab, untuk melindungi mereka dari kejaran Saul. I Samuel 22:3-4)

 

Bagaimanakah dengan kita?

Apakah kita jadi kehilangan hormat pada orang tua kita, karena mereka tidak adil, ataukah karena mereka punya segudang kelemahan, ataukah karena keadaan mereka tidak seperti yang kita inginkan ( misalnya; miskin, atau terlalu sibuk, atau berselingkuh, atau tidak bertanggung jawab sebagai seorang ayah atau ibu, tinggal di luar kota, kurang memperhatikan kita, dll)

Daud tetap menghormati orang tuanya, tetap mengasihi orang tuanya, dan tetap melindungi orang tuanya yang sudah tua.

Akhirnya : ( MENGENAI UPAH KETAATAN PADA ORANG TUA AKAN DIBAHAS DI SESI LAIN)

Janji Tuhan terjadi dalam hidupnya: ( Ulangan 5:16, Keluaran 20:12; I Tawarikh 29:28)

  • Panjang umur
  • Keadaannya baik
  • Mendapatkan tanah/ property di bumi.

Jadi kalau kita mau HORMAT pada orang tua kita, maka janji Tuhan ini akan kita dapatkan:

Panjang umur, keadaan kita baik, dan kita akan mendapatkan tanah/ property di bumi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

NASKAH DRAMA TUNGGAL

DIA ADALAH BAPAKU

 

Pemeran                     : Guru SM pria yang pandai beracting/ memerankan suatu tokoh

Kostum                        : Ala raja Israel, gunakan jubah yang cukup mewah secara bahan/

kainnya.

Bisa juga ditambahkan dengan kain penutup kepala, ikat pinggang,

atau Mahkota, sepatu berikat tali sampai ke arah lutut/ kasut/ dll.

Make Up                     : Jenggot, berewok atau kumis buatan dengan memakai eye liner

make up

LCD                              : Semua gambar di LCD akan menolong Pemeran Drama Tunggal

menghafalkan pada gambar apa, monolognya apa, dst.

Musik Latar                 : Organis tunggal dibutuhkan untuk menjadi back sound dalam

seluruh drama tunggal ini.

Hadiah Langsung        : untuk interaksi dengan pendengar ( mohon disediakan panitia)-

sebanyak 30 hadiah- sudah termasuk dengan cadangan

Alat Interaktif              :Tiap anak memegang

Sedotan untuk diacungkan bila ingin menjawab

( Pilih sedotan yang warnanya mencolok dan berwarna-warni)

Asisten                         : memilih anak yang angkat tangan duluan, memberikan mike wireless

dan memberikan hadiah bila

jawaban benar, dan mengambil sedotan dari anak yang sudah

pernah menjawab ( entah jawabannya salah atau benar, jadi bila

jawaban salah, dia tidak mendapat kesempatan ke dua.)

Jumlah asisten bisa disesuaikan area ( bisa 4-5 orang)

Microphone Wireless : Untuk audience menjawab, sedapat mungkin siapkan sesuai jumlah

asisten pada area yang ada

Aturan Main                : Pertanyaan yang jawabannya dijawab salah oleh audience, tidak

perlu dilempar kepada penjawab lain oleh pemeran drama tunggal.

Jika jal ini dilakukan akan menghabiskan banyak waktu. Jadi jika

audience menjawab salah, maka pemeran drama tunggal, tinggal

membetulkan jawaban salah tersebut dengan jawaban yang benar,

dan terus melaju ke kisah berikutnya.

Pembuka Acara           : Shalom adik-adik semua, hari ini kita kedatangan tamu…siapakah

tamu kita…?? Yok kita panggil…namanya siapa ya…eh biar dia nanti

memperkenalkan diri ya? ( Pak Daudnya tidak mau masuk, ternyata,

sebelum anak-anak memperkatakan Mazmur 27:10)

Penguasaan Materi    : Pemeran drama tunggal WAJIB MEMBACA BACAAN GURU, DAN

SEMUA AYAT TERKAIT HARUS DIBACA DALAM PERSIAPAN.

Setelah anak-anak dipandu beberapa kali memperkatakan Mazmur 27:10, maka tokoh Daud

masuk ke dalam ruangan.

 

NOMOR POWER POINT MONOLOG
1. Halloooo semuanya….perkenalkan nama saya …..??? Hayo siapa yang bisa tebak nama saya. Saya seorang raja Israel, saya juga seorang pemazmur, saya juga seorang tentara, dan saya ayah dari Raja Salomo, karena dialah yang menggantikan saya menjadi raja Israel yang berikutnya. Ayooo…. angkat sedotanmu, yang tahu jawabannya …!! Ya..betul kamu …saya adalah Daud, ini hadiah untukmu.
2. Siapa yang tahu siapakah saya/ apa saja pekerjaan yang pernah saya jalani? Atau mungkin siapa yang pernah jari mertua atau sabahat saya?
3. Ups ya betul saya seorang GEMBALA, ini hadiah untukmu
4. Ups ya betul, saya seorang PEMAZMUR
5. Ups ya betul saya seorang PEMUSIK ISTANA,  ini hadiah untukmu
6. Ups ya betul saya seorang AJUDAN RAJA YANG MEMBAWA SENJATA RAJA SAUL,  ini hadiah untukmu
7. Ups ya betul saya seorang SAHABAT dari PANGERAN YONATAN,  ini hadiah untukmu
8. Ups ya betul saya seorang MENANTU RAJA SAUL,  ini hadiah untukmu
9. Ups ya betul saya seorang PRAJURIT,  ini hadiah untukmu
10. Ups ya betul saya seorang KEPALA PRAJURIT/ KEPALA PASUKAN ,  ini hadiah untukmu
11. Ups ya betul saya seorang BURONAN RAJA,  ini hadiah untukmu
12. Ups ya betul saya seorang GURU DAN AYAH dari rombongan gua Adulam, mereka semua saya latih menjadi pasukan pahlawan. ( Mazmur 34:12)
13. Ups ya betul saya seorang RAJA,  ini hadiah untukmu
14. Ups ya betul , saya seorang SUAMI DAN AYAH bagi keluarga saya.
15. Di sesi sebelumnya saya dengar, kalian sudah belajar ya bahwa ternyata Bapa di Sorga itu begitu baik, ada 5 hal yang saya catat di sini:
16. Tebak gerakan saya : BAPA MENCIPTAKAN AKU ( menirukan gerakan ibu hamil)- Betul, ini hadiah untukmu
17. Tebak gerakan saya: BAPA MENGENAL, MEMIKIRKAN, DAN MEMPERHATIKAN AKU ( seperti gerakan Bapa dari Surga melihat ke bumi dan mengangguk-anggukkan kepala dan sedang memikirkan anaknya)- Betul, ini hadiah untukmu
18. Tebak gerakan saya: BAPA MENGASIHI AKU ( dua tangan di dada, dua tangan direntangkan seperti salib Kristus) SAMPAI MENGARUNIAKAN YESUS. Betul, ini hadiah untukmu
19. Tebak gerakan saya: BAPA MENYEDIAKAN KEBUTUHANKU ( membuat gerakan untuk makanan, minuman dan pakaian) Betul, ini hadiah untukmu
20. Tebak gerakan saya; BAPA ADALAH PAHLAWAN DAN SAHABATKU ( membuat gerakan MACHO/ ALA BINARAGA dan GERAKAN MERANGKUL) Betul, ini hadiah untukmu.
21. Tetapi mungkin ada yang berkata: Lha itu kan Bapa di surga, kalau papaku nggak sebaik Bapa di sorga, dia kurang mengenal aku, tidak pernah memikirkan aku, kurang menyayangi aku, kurang menyediakan kebutuhanku, cuek, kasar, tidak bertanggung jawab, pilih kasih, dan masih banyak lagi sifatnya yang tidak mengenakkan buat aku anak-anaknya. Dia kejam, jahat, bengis, cuek, sibuk, nggak peduli, nggak punya waktu, nggak punya perhatian, kasar, dll
22. Mungkin kalian berkata LHA ENAK AJA PAK DAUD, semua hidupnya lancar lancar saja, papa mamanya baik…LHO siapa bilang?

Tadi ayat yang kalain baca kan aku yang menulisnya dalam tuntunan Roh Kudus Mazmur 27:10 Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku. Sebenarnya di balik semua yang kalian tahu tentang aku, bahwa aku seorang Raja Israel, seorang Pemazmur yang disenangi di Israel ( II Sam 23:1), sebenarnya aku seorang yang KURANG KASIH SAYANG AYAH DAN IBUKU. Boleh kan aku ceritakan lebih jauh tentang diriku?

23. Siapakah yang tahu nama Ibuku?- Yup kamu..yupz jawabanmu salah! Nama ibuku tidak dicatat dalam Alkitab. Mengapa begitu? Karena ibuku adalah seorang ibu yang kurang berperan dalam keluargaku. Beda kan dengan nama ibunya Musa, ditulis di Alkitab, hayoooo siapa yang tahu…nama ibunya Musa? Yups benar YOKHEBED, kalau ibunya Samuel? Yups benar HANA, kalau ibunya Yesus, …yups benar MARIA.
24. Mestinya ada 3 peran seorang ibu yaitu…..apa….apa dan apa….siapa yang secepat mungkin bisa MEMBUKA PALING CEPAT  di I Tesalonika 2:7-8. Yups benar, coba kamu baca! Ini hadiah untukmu. Peranan ibu ternyata ada 3, yiatu: MENGASUH, MERAWAT DAN MENGASIHI
25. Ternyata ibuku bukanlah seorang yang mengasuh aku, merawat aku dan mengasihi aku dengan baik. Mungkin ada di antara kalian yang ibunya seperti ibuku, nggak mengasuh kalian dengan baik, merawat dan mengasihi kalian dengan baik. Tetapi aku tetap mengasihi ibuku, dan menghormati serta mentaatinya. Karena bagaimanapun, dia adalah ibuku, yang melahirkan aku. Dan karena Tuhan ingin aku mentaati dan menghormati ibuku, walaupun dia bukanlah seorang ibu yang baik dan menjalankan peranan/ fungsinya/ tugasnya dengan baik, ITULAH SEBABNYA AKU TETAP TAAT PADA IBUKU DAN MENGHORMATINYA
26. Mestinya juga, ada 3 peranan seorang ayah yaitu…..apa….apa dan apa….siapa yang secepat mungkin bisa MEMBUKA PALING CEPAT  di I Tesalonika 2:11-12 Yups benar, coba kamu baca! Ini hadiah untukmu. Ternyata ada 3 peranan seorang ayah: MENASIHATI, MENGUATKAN HATI dan MEMINTA DENGAN SANGAT SUPAYA ANAK-ANAK HIDUP TAKUT AKAN TUHAN.
27. Ternyata ayahku bukanlah ayah yang seperti itu. Nama ayahku adalah Isai. Ayahku bukanlah orang yang bisa menguatkan hatiku. Dia seorang manusia biasa, seorang ayah biasa, yang penuh dengan kelemahan, walaupun dia seorang tua-tua di kota Betlehem. ( I Sam 16:4-5)
28. Pada suatu waktu, di desaku, di Betlehem kedatangan tamu agung, beliau adalah Nabi Samuel. Nabi Samuel adalah seorang Nabi yang sangat terkenal di Israel. Banyak  orang diundang untuk hadir pada acara bersama tamu agung itu. Acaranya pada saat itu adalah Upacara Pengorbanan. Semua keluargaku hadir dalam acara itu, yaitu kakak-kakaku yang 6 orang; yaitu; Eliab, Abinadab, Simea, Netaneel, Radai, Ozem, serta ada satu kakak tiriku ( anak dari ayahku bersama perempuan lain, yang bukan ibuku) bernama Elihu, TETAPI AKU TIDAK DIUNDANG DALAM ACARA ITU. Entah apakah pada saat itu ayahku melupakan aku, bahwa aku sedang menggembalakan kambing domba, aku dilupakan, selalu tidak pernah diingat…. Atau mungkin memang sengaja aku tidak diundang dalam acara itu. Atau bisa juga aku sengaja tidak diundang, karena ayahku tidak ingin aku bertemu dengan Nabi Samuel itu. Pada saat itu nabi Samuel memang sedang mencari calon raja yang baru yang akan diurapi untuk menjadi raja menggantikan Raja Saul, raja pertama Israel yang sudah tidak berkenan di hadapan Tuhan. Bisa jadi ayahku memang ingin salah satu dari kakakku bertiga yaitu , kakakku yang tertua, Eliab, kakakku yang tampan/ ganteng dan perawakannya tinggi, kakakku yang kedua Abinadab dan kakakku yang ketiga yaitu Syama, mereka semua adalah tentara, apa mungkin…. ayahku ingin salah satu dari mereka bertiga menjadi seorang raja berikutnya. Sedangkan aku? Aku terlihat kemerah-merahan , mataku indah dan parasku elok. ( I Sam 16:12) Tapi aku anak paling kecil, anak bungsu, dan aku bukan tentara seperti yang dibanggakan ayahku.

 

Mungkin dari antara kalian ada yang merasa tidak disayangi oleh orang tua kalian, karena masalah fisik kalian sering dijadikan bahan ejekan di keluarga;

·    Misalnya karena pendek, hitam kulitnya, keriting rambutnya, pesek hidungnya, atau karena terlalu kurus, atau terlalu gemuk.

·    Tidak cantik atau tidak ganteng

·    Tidak mirip siapa-siapa , baik mirip ibu atau mirip ayah

·    Sering diledekin bahwa mungkin kamu tertukar dengan bayi lain di rumah sakit, dll

·    Kalau iya, ampunilah keluarga kalian, dan ketahuilah bahwa Tuhan melihat isi hati kita, bukan fisik kita.

·    Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati. ( I Samuel 16:7)

 

29. Rasanya sedih nggak kalau jadi aku? Sedih kan… ada acara penting, semua diundang, tetapi aku tidak. Padahal kan kalau aku diundang, sebenarnya kambing domba yang dua tiga ekor milik ayahku yang biasa aku gembalakan itu kan bisa dititipkan pada seorang penjaga. Buktinya waktu ayah menyuruh aku mengirim makanan pada kakak-kakakku yang sedang berperang, kambing domba itu juga bisa kog dititipkan pada penjaga. Juga buktinya waktu aku dipanggil raja Saul untuk main musik di istana, toh kambing domba ayahku tetap ada yang menjaga kalau aku sedang di istana.
30. Walaupun ayahku seperti itu, meninggalkan aku, tetapi aku tetap menghormati dia sebagai ayahku, kalau dia tidak ada, aku juga tidak akan ada. Aku tetap menghormati dia sebagai ayahku.
31. Mungkin di antara kalian ada yang seperti aku. Ayahnya tidak sempurna. PASTINYA TIDAK ADA AYAH YANG SEMPURNA DI DUNIA INI. Setiap ayah pasti punya kelemahan, terkadang mungkin kalian merasa sedih memiliki ayah yang tidak seperti yang kalian harapkan. Ingatlah satu hal, bahwa TUHAN MELIHAT HATI KALIAN, tidak melihat RUPA/ tidak melihat apakah kamu itu anak yang cemerlang prestasinya, anak yang ganteng rupanya, anak yang putih kulitnya, anak yang mancung hidungnya, anak yang paling mirip ayah atau bunda…semua itu TUHAN TIDAK LIHAT, tetapi yang pasti adalah TUHAN ITU MENYAMBUT KALIAN, lebih daripada ayah dan ibu kalian menyambut kalian.  Itulah yang aku percayai, bahwa TUHAN MENYAMBUT AKU. Walaupun ayahku dan ibuku meninggalkan aku. Aku percaya itu, aku pegang itu, aku menjadikan TUHAN sebagai Bapa dan juga sebagai Ibu bagi hidupku.
32. Mungkin kalian bertanya APA BUKTINYA PAK DAUD TETAP MENGHORMATI AYAH DAN IBUNYA, TETAP TAAT PADA MEREKA
33. Jadi gini, waktu aku dipanggil ke istana menjadi seorang pemusik istana, aku main musik sebagai teraphy atau pengobatan bagi jiwa raja Saul yang sedang galau. Nah, pada saat raja Saul pergi berperang, aku tidak diajak, jadi kalau aku tidak diajak, ya sudah aku tetap pulang ke rumah ayahku , Pak Isai. Di rumah ayahku, aku meninggalkan jubah istana, dan menggantinya dengan pakaian gembala, dan aku tetap menggembalakan kambing domba ayahku yang hanya dua tiga ekor itu. Di rumah, aku tidak terus jadi boss kecil, mentang mentang aku sekarang sudah punya gaji sendiri sebagai pegawai musik istana. Tetapi aku tetap taat pada ayahku. Aku tetap lakukan tugasku menggembalakan kambing domba ayahku itu.
34. Meskipun ayahku Isai, bukan orang kaya, hanya orang sederhana atau bisa dikatakan miskin. Tetapi aku tidak pernah malu memiliki ayah seperti dia. Aku tetap menghormatinya, tetap mengasihinya, tetap taat kepadanya. Bagaimana dengan kalian, apakah kalian jadi malu bila ayah atau ibu kalian orang sederhana, atau mungkin kalian justru kecewa memiliki orang tua yang punya segalanya, tetapi tidak pernah punya waktu buat kalian?  Apakah ada kekecewaan-kekecewaan kalian karena keadaan orang tua kalian tidak seperti yang kalian harapkan? Tidak seperti orang tua-orang –tuanya teman-teman lainnya?
35. Saat disuruh ayahku mengirim makanan ke kakak-kakakku yang sedang perang, aku tetap TAAT. Aku tidak membantah.
36. Ketika aku dikejar-kejar raja Saul untuk dibunuh, secara pasti keluargaku juga diincar untuk dibunuh, karena raja Saul adalah raja yang kejam dan bengis, maka aku melindungi keluargaku dan seluruh saudara-saudaraku yang mengikuti aku sejak dari Gua Adulam. Aku melindungi mereka, jangan sampai mereka dibunuh raja Saul, termasuk juga kakakku Eliab yang selama ini jahat dan galak , iri kepadaku. Aku juga melindungi dia. Pernah, dalam keadaan gawat sekali, ayah dan ibuku aku titipkan pada raja negeri Moab, karena mereka sudah tua, sedangkan aku harus pergi ke sana dan ke mari menghindari kejaran Saul. Aku tetap hormat dan menyayangi ayah dan ibuku, apa pun perlakuan mereka kepadaku, aku tetap hormati mereka.
37. Saat ini kalau kalian keliling dunia dan mencari ayah dan ibu yang sempurna, pasti tidak akan mendapatkan satu pun dari semua manusia yang ada
38. Apakah kita jadi kehilangan hormat pada orang tua kita, karena mereka tidak adil, ataukah karena mereka punya segudang kelemahan, ataukah karena keadaan mereka tidak seperti yang kita inginkan ( misalnya; miskin, atau terlalu sibuk, atau berselingkuh, atau tidak bertanggung jawab sebagai seorang ayah atau ibu, tinggal di luar kota, kurang memperhatikan kita, dll)

Aku, Daud tetap menghormati orang tuaku, tetap mengasihi orang tuaku, dan tetap melindungi orang tuaku yang sudah tua.

 

Oleh karena itu, ayo ampuni saja mereka, lalu bagaimana dengan kita?

 

Mari mendekat pada Tuhan dan, biarkanlah TUHAN yang menyambut kita, sebagai anakNya. ( mohon hal ini sangat ditekankan/ dijelaskan lebih mendalam)

 

 

39. Siapa yang ingin mengampuni ayah dan ibunya boleh maju ke depan, dan saya akan berdoa bagi kalian
40. ALTAR CALLING

 

 

 

 

 

Penulis: jeniuscaraalkitab

Menjadi Alat di Tangan Tuhan untuk Mencetak Generasi Jenius bagi Kemuliaan Nama Tuhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s