‘CERITANYA KOG ITU LAGI SIH KAK’

Tahukah anda, bahwa kemampuan anak memorykan/merekam apa yang mereka pernah dengar dan lihat adalah sangat tinggi.

Oleh karna itu jangan heran kalau mereka akan protes kalau cerita yang itu-itu saja yang mereka dengar, cerita penciptaan, Adam dan Hawa, Habel dan Kain, Nuh dan Bahtera, dll.


“CERITANYA KOG ITU LAGI SIH KAK”

POWER POINT DARI MAKALAH INI DAPAT ANDA UNDUH DENGAN KLIK TAUTAN BERIKUT INI:

PPT CERITANYA KOG ITU LAGI SIH KAK

Tahukah anda, bahwa kemampuan anak memorykan/merekam apa yang mereka pernah dengar dan lihat adalah sangat tinggi.

Oleh karna itu jangan heran kalau mereka akan protes kalau cerita yang itu-itu saja yang mereka dengar, cerita penciptaan, Adam dan Hawa, Habel dan Kain, Nuh dan Bahtera, dll.

Memang, mengajarkan kebenaran Firman Tuhan dapat tetap dilakukan berulang-ulang pada bagian Alkitab yang sama. Akan tetapi, jangan pernah anda membawakan satu cerita dengan :

  1. TUJUAN PEMBELAJARAN YANG SAMA
  2. TOPIK YANG SAMA
  3. TOKOH UTAMA YANG SAMA
  4. ALUR YANG  SAMA
  5. METODE MENGAJAR YANG  SAMA
  6. GAMBAR YANG SAMA
  7. PENUTUR YANG SAMA

Hal ini sangat penting untuk diungkapkan, agar kita dapat menyusun KURIKULUM yang luar biasa dalam perkembangan anak-anak kita mulai dari kelas bayi sampai kelas Tunas Remaja.

Jika PL dan PB itu diceritakan setiap cerita terkenal saja, saya coba hitung dari buku cerita bergambar untuk anak, 148 cerita PL dan 40 cerita PB, itu berarti memakan waktu lebih kurang 3,5 tahun.

Dengan ditambah cerita lepas, dianggap saja cerita PL PB ditempuh dalam 3 kali putaran selama mereka duduk di kelas bayi sampai mereka ke kelas Tunas Remaja

  • Putaran PL PB pertama diselesaikan sampai kelas BALITA
  • Putaran PL PB kedua diselesaikan sampai KELAS TENGAH (1-3 SD)
  • Putaran PL PB ketiga diselesaikan sampai KELAS BESAR (4-6 SD, 1 SMP)

Bagaimana caranya agar anda dapat membawakan bagian Alkitab yang sama

tetapi tetap dapat menarik perhatian anak-anak, dan mereka takkanbosan dengan cerita yang sama itu?

  1. Tetapkan tujuan pembelajaran yang berbeda, misalnya:
  • Cerita MenaraBabel: bisa diceritakan dengan tujuan :
    • Kesombongan manusia itu tidak disenangi Tuhan
    • Tanpa adanya kesatuan, mustahil kita dapat menghasilkan sesuatu
    • Tuhan sanggup menciptakan berbagai bahasa di atas muka bumi ini
    • Misalnya pada saat BALITA, kurikulum yang anda susun menetapkan tujuan pertama, mengenai Kesombongan manusia itu tidak disenangi Tuhan, pada saat mereka duduk di Kelas Tengah mereka kita giring ke tujuan ke dua, dan pada saat mereka duduk di Kelas Besar kita ajak mereka ke tujuan ke 3
  1. Buatlah topic yang berbeda dalam pengajaran anda:
    • Termin batita topiknya adalah :JANGAN SOMBONG
    • Termin Kelas Tengah topiknya adalah : AYO BERSATU
    • Termin Kelas Besar topiknya adalah : KEANEKARAGAMAN BAHASA DI DUNIA
  1. Buat-lah tokoh utama yang berbeda dalam 3 putaran tersebut, misalnya:
    • Misalnya tokoh utama pada termin BALITA, adalah orang-orang yang berniat membuat menara babel
    • Tokoh utama pada termin Kelas Tengah, dapat anda buat cerita imajinasi dengan AWAN sebagai tokoh utamanya- yang menyaksikan pembuatan menara itu, dan melihat bahwa menara itu tidak jadi menyentuh mereka
    • Tokoh utama pada termin Kelas Besar, bisa saja sorang ahli bahasa yang sedang mencari tahu kapankah asal muasal berbagai bahasa di bumi
  1. Buat-lah alur cerita yang berbeda dalam setiap termin, misalnya:
    • Termin pertama saat BALITA, mendengar alur persis seperti di Alkitab, misalnya DENGAN ALUR SBB:
      • Orang-orang membuat menaraBabel
      • Tuhan mengacaubalaukan bahasa mereka
      • Pembuatan menara itu gagal
      • Mereka terserak ke seluruh bumi
      • Itulah akibatnya kalau manusia jatuh dalam dosa kesombongan.
    • Termin kedua saat KELAS TENGAH, menciptakan alur mundur dengan tidak mengubah cerita asli dari Alkitab, hanya mengubah alurnya saja dari alur maju menjadi alur flash back/ alur mundur, misalnya DENGAN ALUR SBB:
      • Ada awan yang baru saja bangun dari tidurnya dan bingung mengapa menara babel itu tidak jadi menyentuh mereka/ menyentuh langit/ menyentuh awan
      • Ada awan lain yang menjawab dan menceritkan itu semua karna campur tangan Tuhan dengan cara mengacaukan bahasa mereka
      • Awan awan menyimpulkan betapa pentingnya kesatuan, karna tanpa kesatuan, tidak mungkin sesuatu berhasil diselesaikan
    • Termin ketiga saat KELAS BESAR, menciptakan alur mundur dengan tidak mengubah cerita asli dari Alkitab, hanya mengubah alurnya saja dari alur maju menjadi alur flash back/ alur mundur, misalnya DENGAN ALUR SBB:
      • Ada seorang ahli bahasa di jaman modern sekarang ini yang sedang mencari tahu keanekaragaman bahasa di atas muka bumi dan sedang meneliti sampai di manakah asal muasal adanya multi bahasa di atas muka bumi ini.
      • Akhirnya ditemukan jawabannya di kejadian pasal 11 itu.
      • Betapa dahsyatnya Tuhan dapat menciptakan berbagai bahasa di atas muka bumi ini
  1. Buat-lah METODE MENGAJAR yang  berbeda dalam setiap termin, misalnya:
    • Termin pertama saat BALITA, metode yang digunakan:
  • Cerita Alkitab
  • Alat peraga berupa gambar
  • Aktivitas : melipat menara, mewarna menara, menggunting menara, membuat tangga, melipat tangga, menggunting gambar tangga, dll
    • Termin kedua saat KELAS TENGH, metode yang digunakan (pilih salah satu dari beberapa ide ini):
        • Drama Guru dengan judul : GEROMBOLAN AWAN DI ATAS KOTA BABEL. (Metode yang digunakan di sini adalah metode AUDIO VISUAL)
        • Cerita Imajinasi dengan METODE ORANG – kostum, dimana sang guru yang bercerita menggunakan kostum awan (memakai kapas, dll)
        • METODE BENDA TIGA DIMENSI Aktifitas murid ; menempel kapas sebagai awan-awan di sebuah lukisan langit.
  • Termin ketiga saat KELAS BESAR metode yang digunakan (pilih salah satu dari beberapa ide ini):

i.      METODE REKAM PERISTIWA – dimana dihadirkan BULE/ tamu dari luar negri ( guru SM yang fasih berbahasa Inggris) yang berkostum (METODE ORANG-KOSTUM) ala peneliti, yang mengajak anak-anak di kelas meneliti bahasa –bahasa yang ada; misalnya kata-kata atau akar kata yang sama dari beberapa bahasa, meneliti rumpun bahasa, dll sampai akhirnya meneliti dari Alkitab

ii.      METODE AUDIO VISUAL – dimana guru memutarkan beberapa rekaman dari berbagai bahasa di dunia ( bisa saja guru membuat mini film terlebih dahulu, kata terima kasih dalam 30 bahasa Negara-negara di dunia)

iii.      METODE EKSPRESI KASIH –dimana anak-anak diminta membuat kartu ucapan terima kasih untuk sahabatnya di luar negri – dengan berbagai bahasa dunia.

  1. Buat-lah GAMBAR  yang  berbeda dalam setiap termin. Ingat  !! Apapun metode yang anda pakai, GAMBAR harus selalu ada, untuk memperkuat memory anak terhadap cerita yang mereka dengar, aktifitas yang mereka lakukan, dan penampilan yang mereka lihat
    • Termin pertama saat BALITA, gambar yang digunakan:
  • Cerita Alkitab – Menara Babel
  • Hasil aktifitas mereka juga berupa gambar yang terlihat
    • Termin kedua saat KELAS TENGH, gambar yang digunakan:
      • Sekumpulan awan
      • Menara Babel yang terlihat dari arah atas langit/ seperti nya gambar itu diambil dari atas pesawat
      • Lukisan langit yang ditempeli kapas sebagai awan , juga sudah berupa gambar
  • Termin ketiga saat KELAS BESAR, gambar yang digunakan

i.      Gambar abjad arab, abjad mesir, tulisan mandarin, aksara jawa, dll

  1. Buat-lah PENUTUR yang  berbeda dalam setiap termin.
    • Termin pertama saat BALITA, penuturnya adalah:
  • Salah satu orang di Babel sebagai penutur pertama
  • Orang-orang Babel lainnya sebagai penutur kedua dst.
  • Kata yang dipakai penutur : KITA
  • Contoh : “Yooook kita buat menara yang tinggi yooook”
  • Termin kedua saat KELAS TENGH, penuturnya adalah : ( di bagian ini sang guru membuat suara aneh-aneh seperti di film kartun, dengan resonansi dada, hidung, dan kepala)
  • Sebongkah awan sebagai penutur pertama
  • Awan-awan lain sebagai penutur ke dua dst.
  • Kata yang dipakai penutur : AKU
  • Contoh : “teman-teman, tadi aku ketiduran….sekarang ini kog sepi….mana suara-suara paku paku dan palu palu itu….? Apa semua orang yang membangun itu juga tidur seperti aku tadi…?”
  • Termin ketiga saat KELAS BESAR, penuturnya adalah

i.      Si bule sebagai penutur pertama

ii.      Orang Indonesia sebagai penutur ke dua dst

iii.      Kata yang dipakai adalah : SAYA

iv.      Contoh : “hai…saya datang dari jauh untuk menyelidiki keragaman bahasa suku yang ada diIndonesiaini….”

Dengan mengubah-ubah ke-7 hal tersebut, walaupun bagian Alkitab yang dibahas tetaplah MENARA BABEL, tetapi saya jamin anak-anak tidak akan pernah bosan.

Jika 7 hal tersebut dipadukan akan menjadi sbb:

BALITA:

TUJUAN PEMBELAJARAN

  • Kesombongan manusia itu tidak disenangi Tuhan

TOPIC

  • JANGAN SOMBONG

TOKOH UTAMA

  • orang-orang yang berniat membuat menara babel

ALUR CERITA

  • Orang-orang membuat menaraBabel
  • Tuhan mengacaubalaukan bahasa mereka
  • Pembuatan menara itu gagal
  • Mereka terserak ke seluruh bumi
  • Itulah akibatnya kalau manusia jatuh dalam dosa kesombongan.

METODE MENGAJAR

  • Cerita Alkitab
  • Alat peraga berupa gambar
  • Aktivitas : melipat menara, mewarna menara, menggunting menara, membuat tangga, melipat tangga, menggunting gambar tangga, dll

GAMBAR

  • Cerita Alkitab – Menara Babel
  • Hasil aktifitas mereka juga berupa gambar yang terlihat

PENUTUR

  • Salah satu orang diBabelsebagai penutur pertama
  • Orang-orangBabellainnya sebagai penutur kedua dst.
  • Kata yang dipakai penutur : KITA
  • Contoh : “Yooook kita buat menara yang tinggi yooook”

KELAS TENGAH:

TUJUAN PEMBELAJARAN

  • Tanpa adanya kesatuan, mustahil kita dapat menghasilkan sesuatu

TOPIC

  • Ayo bersatu

TOKOH UTAMA

    • AWAN sebagai tokoh utamanya- yang menyaksikan pembuatan menara itu, dan melihat bahwa menara itu tidak jadi menyentuh mereka

ALUR CERITA

    • menciptakan alur mundur dengan tidak mengubah cerita asli dari Alkitab, hanya mengubah alurnya saja dari alur maju menjadi alur flash back/ alur mundur, misalnya DENGAN ALUR SBB:
  • Adaawan yang baru saja bangun dari tidurnya dan bingung mengapa menara babel itu tidak jadi menyentuh mereka/ menyentuh langit/ menyentuh awan
  • Adaawan lain yang menjawab dan menceritkan itu semua karna campur tangan Tuhan dengan cara mengacaukan bahasa mereka

Awan awan menyimpulkan betapa pentingnya kesatuan, karna tanpa kesatuan, tidak mungkin sesuatu berhasil diselesaikan

Alkitabiahkah kita mengimajinasikan awan yang bercerita satu dengan yang lain? Jangan takut….! Pemazmur aja mengatakan “langit menceritakan kemuliaan Allah….” kenapa kit mesti anti dengan cerita imajinasi? Bukankah alam ikut dipakai Tuhan untuk memuliakan Dia…? TuhanYesus aja..mengatakan bahwa…Batu-batu ini dapat berteriak…”

METODE MENGAJAR

    • (pilih salah satu dari beberapa ide ini):
  • Drama Guru dengan judul : GEROMBOLAN AWAN DI ATAS KOTA BABEL. (Metode yang digunakan di sini adalah metode AUDIO VISUAL)
  • Cerita Imajinasi dengan METODE ORANG – kostum, dimana sang guru yang bercerita menggunakan kostum awan (memakai kapas, dll)

METODE BENDA TIGA DIMENSI Aktifitas murid ; menempel kapas sebagai awan-awan di sebuah lukisan langit.

GAMBAR

  • Sekumpulan awan
  • Menara Babel yang terlihat dari arah atas langit/ seperti nya gambar itu diambil dari atas pesawat
  • Lukisan langit yang ditempeli kapas sebagai awan , juga sudah berupa gambar

PENUTUR

  • Sebongkah awan sebagai penutur pertama
  • Awan-awan lain sebagai penutur ke dua dst.
  • Kata yang dipakai penutur : AKU
  • Contoh : “teman-teman, tadi aku ketiduran….sekarang ini kog sepi….mana suara-suara paku paku dan palu palu itu….? Apa semua orang yang membangun itu juga tidur seperti aku tadi…?”

 

KELAS BESAR

 

TUJUAN PEMBELAJARAN

  • Tuhan sanggup menciptakan berbagai bahasa di atas muka bumi ini

TOPIC

  • KEANEKARAGAMAN BAHASA DI DUNIA

TOKOH UTAMA

  • sorang ahli bahasa yang sedang mencari tahu kapankah asal muasal berbagai bahasa di bumi

ALUR CERITA

  • Adaseorang ahli bahasa di jaman modern sekarang ini yang sedang mencari tahu keanekaragaman bahasa di atas muka bumi dan sedang meneliti sampai di manakah asal muasal adanya multi bahasa di atas muka bumi ini.
  • Akhirnya ditemukan jawabannya di kejadian pasal 11 itu.
  • Betapa dahsyatnya Tuhan dapat menciptakan berbagai bahasa di atas muka bumi ini

METODE MENGAJAR

  • METODE REKAM PERISTIWA – dimana dihadirkan BULE/ tamu dari luar negri ( guru SM yang fasih berbahasa Inggris) yang berkostum (METODE ORANG-KOSTUM) ala peneliti, yang mengajak anak-anak di kelas meneliti bahasa –bahasa yang ada; misalnya kata-kata atau akar kata yang sama dari beberapa bahasa, meneliti rumpun bahasa, dll sampai akhirnya meneliti dari Alkitab
  • METODE AUDIO VISUAL – dimana guru memutarkan beberapa rekaman dari berbagai bahasa di dunia ( bisa saja guru membuat mini film terlebih dahulu, kata terima kasih dalam 30 bahasa Negara-negara di dunia)
  • METODE EKSPRESI KASIH –dimana anak-anak diminta membuat kartu ucapan terima kasih untuk sahabatnya di luar negri – dengan berbagai bahasa dunia.

GAMBAR

i.      Gambar abjad arab, abjad mesir, tulisan mandarin, aksara jawa, dll

PENUTUR

  • Si bule sebagai penutur pertama
  • OrangIndonesiasebagai penutur ke dua dst
  • Kata yang dipakai adalah : SAYA
  • Contoh : “hai…saya datang dari jauh untuk menyelidiki keragaman bahasa suku yang ada diIndonesiaini….”

“SELAMAT

MENJADI GURU

YANG TIDAK

MONOTON”

BACA TULISAN TERKAIT:


zwani.com myspace graphic comments

Penulis: jeniuscaraalkitab

Menjadi Alat di Tangan Tuhan untuk Mencetak Generasi Jenius bagi Kemuliaan Nama Tuhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s