51. PEMAIN CADANGAN


MINGGU KE 51
CERITA ALKITAB PER KELAS

PEMAIN CADANGAN

(SIKAP HATI : KESETIAAN / LOYALITY)

PEMAIN CADANGAN DUDUK DI KURSI CADANGAN
PEMAIN CADANGAN DUDUK DI KURSI CADANGAN

FOTO KAK AGUS S YANG BERPOSE BERSAMA DENGAN ANAK PEMENANG LOMBA PERAN DALAM MATERI INI, ADIK FIRDA

KAK AGUS BERPOSE BERSAMA DEK FIRDA PEMENANG LOMBA PERAN "PEMAIN CADANGAN".
KAK AGUS BERPOSE BERSAMA DEK FIRDA PEMENANG LOMBA PERAN “PEMAIN CADANGAN”.

UNTUK DIBACA GURU

Ilustrasi:
Maukah kita sekarang jadi pemain cadangan? Yang mungkin selama pertandingan kita hanya duduk di pinggir lapangan dan hanya dipanggil jika ada pemain yang cidera? Kalau anda hanya sebagai cadangan, apakah anda tetap bersungguh-sungguh latihan?

Kis 1:15-26
Yudas tadinya mengikut Yesus, tetapi berubah menjadi pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus.
Jabatan Yudas Iskariot harus diambil alih oleh orang lain. Anugrah yang sangat besar untuk menjadi pengikut Yesus telah disia-siakan oleh Yudas dan ia lebih memilih menjadi pengikut iblis
Ada dua orang yang dicalonkan menggantikan Yudas, yaitu, Matias dan Yusuf yang disebut Barsabas dan yang juga bernama Yustus.

Dua nama ini tidak pernah disebut-sebut sebelum dan sesudah peristiwa di Kis 1-15-26 ini.

Ada keistimewaan2 dari 2 orang calon pengganti Yudas ini:
1. Matias dan Yusuf senantiasa datang berkumpul dengan Tuhan Yesus dan 12 murid lainnya
2. Maitas dan Yusuf tidak pernah absent sejak dari peristiwa Bbtisan Yohanes sampai dengan Yesus terangkat ke surga
3. Matias dan Yusuf telah dapat menjadi saksi tentang Yesus, tentang kebangkitan-Nya
Akhirnya Matias –lah yang terpilih untuk ditambahkan pada bilangan kesebelas rasul itu, menggantikan Yudas Iskariot.

Pelajaran apa yang kita dapatkan dari kehidupan Matias dan Yusuf ini?
1. Mereka setia menjadi pengikut Yesus, walaupun nama mereka tidak tercantum secara resmi sebagai dua belas murid pilihan (perenungan: apakah nama/ jabatan/kedudukan itu sangat penting bagi kita? Mikha 6:8)
2. Mengapa mereka dapat jadi saksi? Karena telah setia menjadi pengikut. Mujijat-mujijat yang Yesus kerjakan, mereka melihat, Pengajaran Yesus mereka mendengar, Kebangkitan Yesus mereka melihat, kenaikan Yesus ke Surga mereka ikut menyaksikan, bahkan menantikan turunnya Roh Kudus pun, mereka ikut menantikan. Kehadiran dalam setiap moment, adalah hal yang penting. Bahkan kriteria ini pun tidak dapat kita jumpai pada Rasul Paulus (Rasul yang besar itu) (Perenungan : guru yang baik adalah guru yang dahulu telah berhasil menjadi murid yang baik, seorang pemimpin mengawali karirnya dengan menjadi pengikut,
sudahkah kita selalu ikut dalam kegerakan Tuhan? Luk 16:10)
3. Kehadiran mereka memberi nilai tambah (genap/plus) pada sebuah situasi kurang (min) (Perenungan: Sudahkah kita memberi nilai tambah?Seperti Yusuf memeri nilai tambah di Mesir)
4. Betapa berharganya waktu-waktu yang telah mereka lalui bersama dengan Yesus, dan hal itu tidak dapat diulangi lagi. Sama seperi Yudas Iskariot membuang waktu berhaga itu, sebaliknya Matias dan Yusuf mengambil kesempatan emas ini. (Perenungan: Pikirkan bahwa ada khairos yang tidak dapat diulangi, sudahkah kita melayani Tuhan dengan lebih sungguh lagi? Maz 90:12)
5. Ada waktunya menjadi penonton, ada waktunya menjadi pemain. Tadinya Matias dan Yusuf bukanlah orang-orang yang masuk hitungan, tetapi ada saatnya Tuhan menghargai kesetiaan mereka, dan merasa perlu untuk mencantumkan nama mereka di Kitab-Nya Lihat:II Kor 10:18 (Perenungan: jangan puas hanya jadi penonton, masuk lah ke arena bermain, layani Tuhan dengan lebih sungguh. Ibr 12:1)
6. Dari dua orang ini Tuhan memilih Matias. Tetapi tidak ada catatan Alkitab yang menyatakan bahwa Yusuf mundur dalam mengikut Tuhan. Inilah yang dinamakan ujian motivasi. Motivasi apa yang melandasi Matias dan Yusuf dalam mengikut Kristus akan terlihat di sini. Tidak terpilih secara de Yure tetapi tetap mengikut Tuhan secara de Fakto, bukan menjadi orang pilihan pertama tetapi memilih berkata Ya pada tawaran kesempatan yang ke dua. (Perenungan : ayo Cek Motivasi Kita. Kol 3:23)
7. Perhatikan bahwa pada kitab wahyu ada 12 rasul anak domba……Matias termasuk satu diantaranya…bukan Paulus, karna Rasul Anak Domba punya kriteria tertentu

Lukas 6:13 Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul:

Lukas 8:1 Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia,

Matius 19:28 Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.

Lukas 22:29-30  Hak-hak kerajaan
Dan Aku menentukan hak-hak Kerajaan bagi kamu, sama seperti Bapa-Ku menentukannya bagi-Ku,
bahwa kamu akan makan dan minum semeja dengan Aku di dalam Kerajaan-Ku dan kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.

Namanya ada di batu tulis
Wahyu 21:14 Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba itu.

Mari kita cek motivasi kita dalam mengiring dan melayani Tuhan, sudahkah kita memiliki motivasi yang murni? Pakai setiap waktu yang ada untuk melayani Dia lebih
lagi. Ayo bangkit menjadi generasi tanpa wajah, menggarami dan menerangi dunia walau tanpa nama!

Bagaimana dengan Rasul Paulus akan mendapatkan Mahkota Kebenaran.
II Timotius 4:8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

PEMAIN CADANGAN
(sikap hati: setia/ loyal)
(dimensi kecerdasan: kecerdasan emosi, kecerdasan olah tubuh/kinestik)

BACAAN GURU
Kis 1:15-26
Tulisan di atas

BACAAN MURID
Ajak murid membaca Kis 1: 15-26 (mohon jangan terlewatkan bagian penting ini, karna cerita ini jarang diceritakan)

PENDAHULUAN
Tunjukkan gambar pemain cadangan yang sedang duduk di kursi cadangan dalam sebuah pertandingan sepak bola.

Ceritakan bahwa dalam sebuah pertandingan ada pemain utama dan pemain cadangan. Pemain cadangan dipersiapkan untuk keadaan darurat di mana pemain utama sedang mengalami cidera dan tidak bisa bermain lagi, atau kelelahan.

Jadi pemain utama memang enak, dikenal banyak orang, tetapi jadi pemain cadangan tidak enak. Seandainya pemain utama tidak ada yang cidera, ya ia Cuma ‘nganggur’ di situ aja. Tidak jauh beda dengan penonton biasa.

Seandainya kalian ditunjuk sebagai pemain cadangan…..pada saat latihan menjelang pertandingan, kira-kira apakah kalian akan berlatih dengan sungguh-sungguh, atau biasa-biasa saja? Kan Cuma sebagai cadangan ?

BERMAIN PERAN

Keterangan untuk guru:

Biasanya peran drama diperagakan oleh banyak orang, dimana setiap orang hanya memerankan satu tokoh, misal satu anak jadi Yesus, satu anak lain jadi Yudas Iskariot, dan seterusnya

Tetapi kali ini, beda, banyak anak dalam waktu yang bersamaan akan memerankan satu tokoh yang sama beramai-ramai. Disinilah ashiknya, dalam waktu yang bersamaan semua anak bisa menyelami perasaan tokoh yang sama yang sedang diperankan. Disinilah kecerdasan emosi anak-anak diasah, sekaligus kecerdasan olah tubuh mereka dipertajam dengan memperagakan gerak-gerik tokoh tersebut.

Guru bercerita, anak-anak memperagakan apa yang diperintahkan guru, secara bersamaan untuk tokoh yang sama.

Guru mengajak anak-anak serius dengan apa yang dilakukan ini (terkadang karna geli, anak-anak pada awalnya akan merasa aneh, lucu dan tertawa, tetapi kita harus dorong mereka untuk serius, lama kelamaan mereka akan tenggelam dalam keasikan bermain peran ini)

Guru menyiapkan stiker point tambahan untuk setiap pemeran terbaik dalam setiap adegan.

Bermain Peran dimulai
KELAS TENGAH (1-3 SD)
KELAS BESAR (4-6 SD)

Saat itu Tuhan Yesus berdoa semalam-malaman (Mat 6:12). Untuk apa Yesus berdoa? Untuk memilih 12 orang murid-Nya.

  1. Peragakan Yesus sedang berdoa semalam-malaman.

Ada 12 orang yang dipilih Tuhan , termasuk diantaranya Yudas Iskariot. (Luk 6; 16). Kira-kira senang tidak ya Yudas Iskariot  terpilih menjadi murid Yesus, dan termasuk dalam 12 sekawan ? Yudas diibaratkan sebagai pemain utama (dalam lomba sepak bola misalnya).

2. Peragakan senangnya Yudas Iskariot terpilih jadi murid Yesus

Apakah Yesus tahu, bahwa Yudas Iskariot suatu hari nanti akan menjadi penghianat? Tahu donk….terus kog tetap dipilih jadi murid-Nya? Itu karna Tuhan Yesus mengasihi Yudas dan tetap ingin memberi kesempatan Yudas untuk bertobat.

3. Peragakan cara Yesus memandang Yudas dengan kemahatahuan-N ya serta kasih-Nya pada Yudas dengan cara memberi Yudas kesempatan untuk bertobat.

Ada juga di situ orang-orang yang tidak terpilih……menjadi 12 murid Yesus. Di antara mereka ada yang bernama Matias dan Yusuf. Mereka tidak terpilih, dalam hal ini mereka hanyalah pemain cadangan (dalam sebuah lomba sepak bola misalnya), kurang diperhitungkan keberadaannya.)

4. Peragakan Matias atau Yusuf yang berwajah sedih, karna tidak terpilih menjadi 12 murid Yesus, padahal mereka ingin sekali menjadi murid Yesus

Sebagai murid Yesus, Yudas melihat semua yang dilakukan Yesus, sama seperti murid-murid yang lain. Yesus menyembuhkan orang sakit, Yesus membangkitkan orang mati, Yesus memberi makan 500 orang lebih, Yesus menyembuhkan orang kusta, dan masih banyak lagi. Yudas juga ikut mendengar pengakuan Petrus bahwa Yesus itu Mesias (juruslamat yang dijanjikan) Tetapi Yudas tetap tidak bertobat, sebagai bendahara dalam kelompok Yesus, Yudas sering mencuri uang kas (Yohanes 12:6).

Yudas menyia-nyiakan kesempatan yang ada sebagai salah satu dari 12 murid Yesus. Yudas menyia-nyiakan kesempatan sebagai pemain utama

5. Peragakan Yudas dengan diam-diam mencuri uang kas, dan memasukkan uang itu ke kantongnya sendiri.

Sebagai orang yang tidak terpilih menjadi 12 murid Yesus yang asli/resmi, tentu saja Matias dan Yusuf boleh ikut Yesus, boleh juga tidak.

Ibaratnya kalau anak sekolahan, boleh masuk, boleh juga bolos. Seperti dalam dunia perkuliahan, mereka hanya sebagai ‘pendengar pasif’, boleh datang kuliah, boleh juga tidak, boleh ikut ujian boleh juga tidak, mereka tidak mendapat nilai, dan biasanya tidak membayar, tidak perlu tanda hadir/absent.

Tetapi dua orang ini sangat setia mengikut Yesus, tidak pernah bolos sekalipun. (Kis 1: 21-22) Selama ada Tuhan Yesus berkumpul bersama 12 murid, dua orang ini juga ada di sana, mulai dari babtisan Yohanes, sampai hari Yesus terangkat ke sorga, bahkan dua orang ini juga melihat / menyaksikan/ menjadi saksi kebangkitan Yesus.

Dua orang ini memang ‘Cuma’ pemain cadangan, tetapi mereka tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan untuk mengikut Yesus, walaupun nama mereka tidak pernah disebut-sebut.

6. Peragakan Matias dan Yusuf mengikut Yesus dengan bersungguh-sungguh, wajah yang antusias/bersemangat mengikut Yesus, kemana pun Yesus pergi.

Tuhan menghargai kesetiaan mereka, dan Tuhan memilih salah satu dari mereka untuk menggantikan Yudas Iskairot yang telah tidak setia itu. Dan yang terpilih melalui doa dan undian adalah Matias.

7. Peragakan wajah Matias yang begitu senang karna dari pemain cadangan ia kini diangkat menjadi pemain utama

Yusuf tidak kecewa. Alkitab tidak pernah mencatat Yusuf yang kecewa dan terus meninggalkan Tuhan. Yusuf tetap setia mengikut Tuhan, walau ia tetap duduk di kursi cadangan. Ia tetap jadi saksi Tuhan, ia tetap tidak pernah melupakan betapa dahsyatnya selama ini ia menjadi saksi mata pelayanan Yesus di dunia, ia tidak pernah menyesal mengikut Yesus, dan ia tidak ingin meninggalkan Yesus hanya gara-gara ia tidak terpilih menjadi orang yang menggantikan kedudukan Yudas Iskariot menjadi rasul.

8. Peragakan wajah Yusuf yang tetap tersenyum walaupun ia tetap jadi pemain cadangan. Ia bertekad untuk tetap setia ikut Yesus.

Matias terpilih menggantikan Yudas Iskariot. Apa yang menjadi upah Matias selama ini mengikut Yesus dengan setia?

Ajak anak anak membuka ayat-ayat sbb;

Matius 19; 28 duduk di salah satu tahta diantara 12 tahta yang tersedia, bersama Yesus untuk menghakimi kedua belas suku Israel

Lukas 22: 29-30
makan dan minum semeja dengan Tuhan di dalam Kerajaan-Nya

Wahyu 21: 14
Nama Matias ikut tertulis di salah satu batu dasar yang ada di Yerusalem Baru, diantara 12 batu  yang ada.

9. Peragakan wajah Matias yang tersenyum sambil meraba batu yang bertuliskan namanya “MA –TI-AS” , di kota Yerusalem Baru, sambil seakan tak percaya.

Bagaimana dengan Yusuf? Apa upah kesetiaan Yusuf?
Yusuf dan kita semua (kalau kita setia) akan mendapat upah dari Tuhan juga.
Apa upahnya?

Wahyu 2: 10b
Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.

10. Peragakan wajahmu sendiri di sorga nanti saat menerima Mahkota Kehidupan dari Tuhan sebagai upah atas kesetiaanmu pada Tuhan

Kesimpulan:

Sebagai pemain utama Yudas Iskariot menyia-nyiakan kesempatan emas untuk menjadi pengikut Yesus yang setia, ia justru menghianati Yesus demi ‘uang’, ia tidak mau bertobat dari kebiasaannya  mencuri. Ingat adik-adik, akar segala kejahatan adalah ‘cinta uang’

Tetapi Matias dan Yusuf walaupun hanya sebagai pemain cadangan, mereka tetap setia mengikut Yesus, dan bagi orang yang setia Tuhan sudah menyediakan upahnya.

Maukah kalian tetap setia mengikut Yesus? Sampai kapan pun?

Contoh ketidaksetiaan mengikut Yesus:
Demi naik jabatan….menyangkal Yesus, dan tidak ke gereja lagi tapi ke tempat lainnya
Demi mendapat istri/suami, meninggalkan Yesus, dll.

Ayat Mas:

Wahyu 2: 10b
Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.

PENYESUAIAN UNTUK KELAS KECIL:

Yang memeragakan adalah GURU lain yang bukan guru cerita, semakin banyak guru yang terlibat semakin baik,

Dalam satu waktu yang sama, beberapa guru memerankan peran yang sama, sehingga dapat diperbandingkan.

Beri anak-anak pita/sedotan/ apa saja sehingga mereka bisa memilih guru mana yang menurut mereka actingnya paling bagus, di tiap adegan. Ajak mereka memberikan pita itu pada guru favorite mereka. Guru yang mendapat pita terbanyak, dia menjadi guru pemenang.

zwani.com myspace graphic comments

Penulis: jeniuscaraalkitab

Menjadi Alat di Tangan Tuhan untuk Mencetak Generasi Jenius bagi Kemuliaan Nama Tuhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s