METODE SIMULTAN VERSI GURU DI ATAS SEGALA GURU

Jangan-jangan metode SIMULTAN itu cuma akal-akalan saja dari teori saya pribadi yang saya lemparkan pada anda, dengan memakai kedok OTAK TENGAH…? He he he….maaf ya….silahkan anda boleh saja terkejut, karna TUHAN sebagai Guru di atas segala guru juga memakai METODE SIMULTAN/ serempak. Bahkan Dia adalah pemakai metode simultan yang pertama di dunia ini….dengan Adam sebagai murid tunggalnya. Penasaran…? Simak tulisan ini ! Jangan lupa membaca tulisan terkait ya…biar nggak bingung…!!


METODE SIMULTAN

VERSI

GURU DI ATAS SEGALA GURU

Guru di atas segala guru, yaitu TUHAN ternyata adalah yang pertama kali menggunakan metode SIMULTAN/ metode mengajar serempak.

Bagi anda yang belum mengerti mengenai metode mengajar dengan cara SIMULTAN/ serempak, anda saya sarankan membaca tulisan terkait, di tulisan lain dalam blog ini yang membahas KURIKULUM.

Mari kita simak bagian Alkitab berikut ini:

Kejadian 1: 18-23 sebagai landasan pembahasan kita kali ini.

Ayat 18. Tuhan Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”

Ayat 19. Lalu Tuhan Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu.

Ayat 20. Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.

Ayat 21. lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tmpat itu dengan daging.

Ayat 22. Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.

Ayat 23. Lalu berkatalah manusia itu: “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.”

Perhatikan ayat 18, dimana Tuhan memutuskan untuk menciptakan manusia kedua sebagai penolong bagi Adam, selain sebagai penolong, manusia ke dua ini harus memenuhi syarat : SEPADAN dengan Adam/ manusia.

Perhatikan bahwa ayat 18 ini tidak dilanjutkan dengan langsung ke ayat 21, lalu Tuhan membuat manusia itu tidur nyenyak….dst., tetapi dilanjutkan ke ayat 19 yang isinya : lalu Tuhan membentuk dari tanah segala binatang hutan…dst. APA HUBUNGANNYA …?

Seolah-olah tidak ada hubungan antara inisiatif Tuhan menciptakan penolong yang sepadan, dengan Tuhan memberi Adam tugas memberi nama binatang-binatang itu.  Mengapa kog dari ayat 18 tidak langsung disambung ayat 21 saja? Dan mengapa harus disisipi ayat 19-20 ?

Jawabannya adalah:

Sebagai Guru Agung, yaitu Guru di atas segala guru, Tuhan TIDAK MELAKUKAN HAL INI:

  1. Menjejali Adam dengan informasi semisal sebagai berikut : “Dam dam….kamu itu kan manusia, sedangkan ciptaan lainnya itu namanya hewan. Otak mereka tidak ada yang seperti otakmu….kemampuan mereka tidak ada yang seperti kapasitasmu….oleh karna itu nurut ya…kamu tidurlah yang nyenyak…dan selama kamu tidur itu Aku akan ciptakan seorang perempuan. Dia itu kamu perlukan, dia itu jadi penolongmu dan dia itu sepadan denganmu, tidak seperti monyet atau gajah ini”
  2. Menyuruh Adam duduk manis, tidak boleh ribut dan mulailah Tuhan memberi nama-nama binatang itu di depan Adam sambil membuktikan bahwa tidak ada yang sepadan dengan Adam di antara binatang-binatang itu, semisal sebagai berikut :”Dam dam….sekarang ini Aku akan namai binatang ini…karna hidungnya panjang, Aku namai dia GAJAH. Aku rasa dia tidak sepadan dengan kamu, ya kan…? Dia tidak bisa menolong kamu…ya kan…? Nah sekarang kamu tidur aja…biarkan Aku yang menciptakan penolongmu…OKE…?

Sebagai Guru Agung, yaitu Guru di atas segala guru, yang Tuhan lakukan adalah ini:

    1. Berinisiatif menciptakan seorang penolong untuk Adam
    2. Memberi Adam ‘game’/ permainan/ tugas yang mengashikkan/ dimana Adam diminta Tuhan memberi nama binatang-binatang.

zwani.com myspace graphic comments

  1. Sementara Adam memberi nama binatang-binatang itu, apa yang Tuhan kerjakan? Yang Tuhan kerjakan adalah: MELIHAT bagaimana Adam menamainya, dan juga Tuhan selain melihat juga MENGHARGAI cara Adam memberi nama, sehingga Tuhan mengijinkan binatang-binatang itu bernama seperti nama yang diberikan Adam, Tuhan sama sekali tidak menginterupsi, mengkritik dan mengoreksi nama yang diberikan Adam pada tiap binatang, misalnya saat Adam menamai Gajah, Tuhan berkata….ah nggak cocok, cocoknya bernama Kuda, dst.
  2. Pada saat itulah TUHAN sebagai Guru Agung….membiarkan atau lebih tepatnya menggiring Adam melalui  GAME / PERMAINAN/ AKTIVITAS itu, untuk supaya ADAM sampai di satu titik kesimpulan bahwa ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia. (ayat 20b) Dari mana Adam tahu bahwa di antara hewan-hewan itu tidak ada penolong yang sepadan dengan dia? Apakah diberi tahu Tuhan? Apakah dikuliahin Tuhan? Apakah diceramahin Tuhan? Jawabannya adalah TIDAK.
  3. Sebagai Guru Agung, yang Tuhan lakukan adalah mementoring si Adam, sehingga ia MENEMUKAN SENDIRI dari inti pembelajaran  saat itu yaitu KEBUTUHAN ADAM AKAN SEORANG PENOLONG TERNYATA TIDAK MUNGKIN DIPENUHI DARI SALAH SATU BINATANG YANG ADA
  4. Saat Adam sudah sampai pada penemuan sendiri akan inti pembelajaran, saat itulah baru Tuhan menciptakan Hawa.
  5. Itulah sebabnya saat Adam bangun dari tidur nyenyaknya, ia menyambut kehadiran Hawa dengan gembira, karna apa? Karna ia sudah sepakat dengan Tuhan, bahwa memang inisiatif Tuhan dalam menciptakan Hawa itu adalah langkah yang paling tepat.

Nah hal inilah yang saya maksudkan dengan metode SIMULTAN, yaitu metode serempak. Dimana keserempakannya?

Perhatikan di sini bahwa Tuhan tidak mempunyai kronologi sebagai berikut:

  1. Berinisiatif menciptakan perempuan sebagai penolong bagi Adam
  2. Menciptakan Hawa
  3. Membuktikan pada Adam bahwa Hawa itu memang diperlukan sebagai penolong dan Hawa itu sepadan. Dengan cara pembuktian melalui Tuhan memberi nama binatang-binatang.
  4. Sehingga dalam hal ini ADAM menjadi penonton dari sang Guru yang sangat sibuk sekali.

Tetapi kronologinya Tuhan adalah sebagai berikut:

  1. Berinisiatif menciptakan perempuan sebagai penolong bagi Adam
  2. Memberi Adam game/ permainan mengashikkan sampai Adam menyimpulkan sendiri bahwa ternyata binatang-binatang itu tidak mungkin ada yang bisa menjadi penolongnya dan sepadan dengan dia
  3. Sehingga dalam hal ini Tuhan- lah yang menjadi penontonnya, sedang Adam sedemikian sibuknya.
  4. Menciptakan Hawa

Perhatikan perbedaan cara kuno kita dalam mengajar:

    • Memiliki ide sebuah inti pembelajaran: misalnya tentang Penciptaan.
    • Menjejali anak-anak semua informasi mengenai hal itu dengan cara:
      • Cerita pada mereka tentang penciptaan
      • Guru membuat drama guru tentang kisah penciptaan
      •  Guru menyajikan gambar tentang penciptaan
      •  Dll
  • Walaupun semua cara di atas itu baik, kini anda telah menjadikan anak-anak itu penonton yang pasif.
  • Biasanya guru yang cukup ‘rajin’ memberi aktivitas/ permainan/ mewarna dll yang berhubungan dengan cerita tersebut
  • Memang itu baik, tetapi terbagi menjadi DUA termin, termin pertama GURU sangat aktif, murid menonton saja. Termin kedua GURU sangat pasif, dan murid sibuk sekali dalam kondisi yang sudah terlanjur ‘terdiam’ sebagai penonton beberapa saat.

Perhatikan metode SIMULTAN dalam mengajar, yang kita nobatkan sebagai cara baru, sbb:

    • Memiliki ide sebuah inti pembelajaran: misalnya tentang Penciptaan.
    • Mengajak anak-anak membaca kisah penciptaan hari per hari, dimulai hari pertama dulu…..lalu ajak mereka bermain “gelap dan terang”, lanjutkan dengan hari kedua, lalu ajak mereka bermain ‘memisahkan air dari air” , dst.
    • Percayalah, bahwa saat mereka bermain, otomatis mereka memorykan mengenai hari per hari kisah penciptaan itu dengan sangat baik
    • Dengan cara ini kita mengajak anak-anak seaktif mungin, dan sebagai guru kita hanya mengarahkan, menggiring dan menonton mereka
    • Saat mereka berusaha memisahkan air dari air dan itu tidak mungkin…saat itulah mereka akan berdecak kagum, ternyata menciptakan cakrawala itu tidak mudah, dan tidak mungkin kalau bukan Tuhan yang melakukannya
    • Tanpa kita harus menjejali mereka teori bahwa Tuhan itu Maha Kuasa dalam kisah penciptaan, saat mereka bermain, mereka akan MENEMUKAN KESIMPULAN SENDIRI mengenai hal itu
    • Tugas kita sebagai guru yang meniru cara Guru Agung, hanya menonton saja….dan biarkan mereka bermain dan menemukan penemuan luar biasa itu sendiri / SELF
    • Dengan demikian, pembelajaran tidak terbagi menjadi DUA TERMIN, melainkan hanya satu termin saja. Murid aktif, guru mementori saja, mengarahkan, membimbing, menolong mengambil kesimpulan, dan menyatukan ide yang bermunculan di tiap siswa.

Tuhan itu emang Guru yang keren abis…cek cek cek cek (1000 X)…..

Bagaimana dengan kita…??

BACA TULISAN TERKAIT:


zwani.com myspace graphic comments

Penulis: jeniuscaraalkitab

Menjadi Alat di Tangan Tuhan untuk Mencetak Generasi Jenius bagi Kemuliaan Nama Tuhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s