BELAJAR MENJADI PENULIS MATERI ANAK SESI 3


SESI 3

Disusun dengan anugrah Tuhan, oleh Grace Sumilat S.MG

Makalah dan Power Point dapat anda unduh gratis di sini:

SESI 3

( mohon maaf karena kuota web ini belum ditambah, jadi tautan yang satu lagi tidak tertaut, maka anda dapat mencari tautan di http://www.yayasanjeniuscaraalkitab.wordpress.com pada tulisan yang sama)

RANGKAIAN DARI MINGGU LALU:

Minggu lalu kita sudah belajar ; sebagaimana Tuhan dapat memperlengkapi para penulis Alkitab yang nota bene tidak ada satu pun di antara mereka yang memiliki profesi awal sebagai penulis, sebelum Tuhan sendiri memakai mereka menjadi penulis Alkitab, demikian juga Tuhan ingin kita berkata ‘Ya’ pada panggilan-Nya kepada kita, untuk bergabung dalam Tim Penulisan Materi Kreatif Sekolah Minggu Yayasan Jenius Cara Alkitab ini.

Selama kita tidak buta huruf, dan selama kita punya ide, kita bisa jadi penulis. Karena menulis adalah bagaimana menyampaikan ide ke dalam bentuk tulisan sampai dimengerti orang lain tepat seperti ide yang kita miliki.

Setiap hari kita memiliki ide dan menuliskannya dalam bentuk berbagai macam tulisan.

Mari kita tambahkan dari pelajaran minggu lalu , yang namanya SATUAN TULISAN.

( Pembicara menggunakan metode Raph)

Satuan Tulisan terdiri dari:

HURUF

KATA

KALIMAT

ALINEA

HALAMAN

BAB

BUKU

Jadi untuk membuat buku, merupakan rangkaian dari semuanya itu sampai menjadi buku. Jika kita rajin berlatih menulis, misalnya menulis status FB, maka kita sedang mengaktifkan otak yang digunakan untuk menulis. Bagaimana menyampaikan perasaan/pikiran kita sampai teman FB kita mengerti tepat seperti yang kita rasakan/pikirkan. Jika bagian otak untuk menulis terus kita akitfkan, maka menjadi suatu kebiasaan yang dapat menjadi langkah awal untuk berlatih menjadi penulis buku. Karena buku adalah kumpulan dari bab, halaman, alinea, kalimat, kata dan huruf.

 

 

 

 

Tugas nomor 1 minggu ini adalah:

  • Untuk merangsang otak kita yang dipakai untuk menulis, maka setiap hari Anda mendapat tugas untuk menulis status di FB/ tweeter/ WhatsApp Penulis Kurikulum YJCA, bisa berupa:
    • Kesaksian hari itu/ boleh juga kesaksian di masa lalu
    • Ayat emas yang berkesan berikut penjelasannya, mengapa ayat itu sangat berkesan bagi Anda.
    • Pengalaman lucu hari itu/ boleh juga pengalaman lucu di masa lalu
    • Rhema saat bersaat teduh hari itu
    • Ringkasan kotbah pendeta di gereja anda sendiri /boleh ringkasan kotbah yang mana saja/kotbah yang kapan saja. Jika kotbah terlalu panjang , anda dapat mengambil penjelasan salah satu point saja.
    • Ringkasan kotbah Anda sendiri/boleh ringkasan kotbah yang mana saja/kotbah yang kapan saja. Jika kotbah terlalu panjang, anda dapat mengambil penjelasan salah satu point saja.
    • Atau campuran dari a-f, atau berganti ganti tiap hari antara a-f.
  • Tag ke FB saya; Grace Sumilat
  • Seluruhnya harus ada 7 status. Untuk 7 hari.
  • Status tersebut akan saya koleksi, saya beri masukan, dan akan hasilnya akan saya share untuk semua peserta TEMU BUKU.
  • Pastikan status anda:
    • Jelas artinya. Melatih bagaimana menuangkan ide/gagasan kita dalam bentuk tulisan agar bisa dimengerti orang lain yang membacanya.
    • Tidak menggunakan singkatan dalam menulis
    • BUKAN COPY PASTE dari tulisan orang lain ataupun menyalin.
    • Menggunakan bahasa yang baku

 

Baiklah, sekarang kita melaju pada materi sesi 3 ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

APAKAH METODE ITU?

Disusun dengan anugrah Tuhan, oleh Grace Sumilat S.MG

 

Metode berasal dari Bahasa Yunani “Methodos’’

yang berarti cara atau jalan yang ditempuh.

Fungsi metode berarti sebagai alat untuk mencapai tujuan.

Jadi dapat kita simpulkan yang dimaksud dengan metode disini adalah :

cara/ jalan yang ditempuh sebagai alat untuk mencapai suatu tujuan.

METODE MENGAJAR DI SEKOLAH MINGGU ADALAH:

Cara atau jalan yang ditempuh

sebagai alat untuk menyampaikan kebenaran FIRMAN TUHAN

kepada anak sekolah minggu

 

METODE KREATIF DI SEKOLAH MINGGU ADALAH:

Cara atau jalan yang ditempuh

sebagai alat untuk menyampaikan kebenaran FIRMAN TUHAN

kepada anak sekolah minggu

Dengan cara yang kreatif sehingga Firman Tuhan

dapat diserap secara antusias oleh anak anak

dan dapat tertanam di hati anak-anak

‘Pesan yang baik, jika disampaikan dengan cara yang baik, akan diterima dengan baik

Pesan yang baik, jika disampaikan dengan cara yang salah, bisa jadi akan ditolak mentah-mentah’

Firman Tuhan yang adalah kebenaran,

 jika disampaikan dengan cara yang baik,

akan diterima dengan baik,

akan tetapi,

 jika disampaikan  dengan cara yang kurang menarik,

dan membosankan,

bisa jadi akan ditolak mentah-mentah,

walaupun isi Firman Tuhan itu adalah KEBENARAN.

Hanya cara/metode yang dicontohkan oleh Tuhan Yesus sebagai Guru Agung, dan dicontohkan oleh Alkitab,

 yang akan kita pakai menjadi metode kreatif.

 

Guru yang biasa-biasa berbicara

Guru yang bagus menerangkan

Guru yang hebat mendemonstrasikan

Guru yang agung memberi inspirasi

-William Arthur Ward-

 

 

LEMBAR KERJA

KELOMPOK …………………….

 

TULISLAH PERBEDAAN YANG MENCOLOK ANTARA METODE AYAM GORENG KFC DENGAN AYAM GORENG PINGGIR JALAN SBB:

METODE YANG DIPAKAI DI KFC:

————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————–

METODE YANG DIPAKAI DI AYAM GORENG KAKI LIMA:

————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————–

(PESERTA TEMU BUKU LUAR KOTA TIDAK PERLU MENGERJAKAN INI)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

APA YANG MENARIK ANAK-ANAK…??

Pembicara menggunakan metode testimoni/kesaksian

Maka hari ini kita akan belajar APA YANG DIMAKSUD DENGAN METODE KREATIF itu.

Mengapa kita perlu belajar tentang APA YANG DIMAKSUD DENGAN METODE KREATIF? Karena buku yang akan kita tulis nanti bukan buku materi sekolah minggu yang biasa-biasa saja, atau yang seperti biasanya ataupun yang seperti pada umumnya.

Melainkan merupakan buku yang KREATIF, karena dipenuhi dengan ide-ide kreatif, dipenuhi dengan cara-cara yang kreatif yang akan memunculkan hal-hal sebagai berikut:

  1. Anak-anak secara antusias belajar Firman Tuhan, bukannya ngantuk, iseng, ataupun melewatkan begitu saja.
  2. Anak-anak secara antusias datang beribadah kepada Tuhan, bukannya malas, harus dipaksa orang tua, ataupun sering membolos.
  3. Anak-anak secara antusias melakukan Firman Tuhan, bukannya lain di gereja – lain di rumah, sehingga tidak ada perubahan nyata.
  4. Anak-anak sangat terinspirasi pada Firman Tuhan , sangat menyenanginya, sangat mendambakannya dan sangat terkenang-kenang olehnya, bukannya dengan mudah menolaknya, membosaninya serta melupakannya.

Testimoni oleh Ibu Genoveiva Laembo Soumokil; tentang bagaimana antusiasme anak-anak saat mereka kita ajak mempelajari Firman Tuhan dengan metode kreatif.

 

Mengapa kreatifitas itu diperlukan?

  1. Karena kita sedang bersaing dengan keadaan zaman yang sangat menarik untuk anak-anak.
    1. Dunia layar,
    2. dunia layar sentuh,
    3. dunia audio visual,
    4. dunia komunikasi,
    5. dunia maya,
    6. dunia digital,
    7. dunia percepatan/ dunia instan
    8. dunia kemudahan,
    9. dunia penuh warna,
    10. penuh ide,
    11. penuh inovasi,
    12. penuh gaya,
    13. penuh informasi,
    14. penuh hiburan,
    15. penuh kesenangan,
    16. penuh penghargaan,

 

  1. penuh kesempatan,
  2. penuh komentar,
  3. penuh keterlibatan audience,
  4. penuh kebebasan,
  5. penuh kreatifitas,
  6. penuh pilihan,
  7. tanpa batas waktu,
  8. tanpa batas tempat,
  9. tanpa batasan usia,
  10. tanpa batasan budaya,
  11. suku dan agama,
  12. tanpa batasan dosa atau kekudusan.
  13. Dan lain-lain:……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Semuanya ditawarkan.

 

Namun semua yang saya tulis di atas tidak berarti saya setuju dengan semua pemakaian internet termasuk semua hal-hal negatif dari dalamnya. Melainkan saya hanya ingin mengajak anda memikirkan hal-hal apa saja sebenarnya yang sedang memberi pengaruh kuat kepada anak-anak kita pada era/zaman sekarang ini, dan apa sebabnya hal itu sangat berpengaruh pada mereka. Jika kita tahu sebab musababnya maka kita akan jadikan dunia anak itu menjadi KUNCI KREATIFITAS buat kita memasuki dunia mereka. Namun kita tetap secara tegas berkata ‘TIDAK’ terhadap dosa/pengaruh negatif internet terhadap anak. Itu pasti !

 

Lebih lanjut mengenai bagaimana mengatasi pengaruh negatif media terhadap anak, dapat kita pelajari lebih lanjut pada seminar lain bertajuk MENJADI ORANG TUA DI ERA DIGITAL

 

Mohon kedua topik berbeda ini tidak dicampuradukkan. Jadi kita bukan sedang membahas apakah internet itu positif atau negatif atau mungkin membahas bagaimana menghindari pengaruh negatif internet untuk mereka, tetapi kita sedang membahas mengapa anak-anak sekarang ‘gila’ internet. Pasti ada sesuatu hal yang menarik mereka. Nah, saat kita tahu kunci penyebabnya, maka kita bisa memakai hal itu sebagai pintu masuk yang sama pada saat kita mengajar. Nanti akan terjawab di kolom INTISARI, pada makalah sesi 3 ini.

 

 

 

 

 

 

 

  1. Karena anak-anak kita sekarang sedang berada pada kesenjangan yang terjadi antara dunia mereka ( yang tadi telah kita paparkan di atas) dengan dunia ‘gereja’ atau dunia ‘sekolah minggu’, yang nota bene:
    1. Mereka tiap minggu demi minggu dijejali dengan cerita-cerita dan cerita. Walaupun ceritanya berbeda-beda, tetapi selalu disampaikan dengan metode/cara yang sama, yaitu bercerita/ diceramahin. Betapa membosankannya. Sekali lagi, dalam hal ini saya bukan anti pada metode bercerita, tetapi metode bercerita tidak perlu mendominasi ibadah anak, karena METODE BERCERITA HANYA MERUPAKAN SALAH SATU METODE DI ANTARA RIBUAN METODE YANG ADA.
    2. Mereka dipaksa harus duduk diam mendengarkan cerita. Yang notabene guru yang bercerita belum tentu memiliki skill yang memadai untuk dapat dikategorikan sebagai seorang yang ‘ahli’ dalam bercerita. Pernyataan ini tidak berarti identik dengan saya anti dengan metode bercerita. Namun demikian metode bercerita menurut saya adalah:
      1. Hanya merupakan salah satu dari ribuan metode yang ada
      2. Dan untuk kita memakai metode ini kita harus sedikit-dikitnya memiliki skill/keahlian dalam hal:
        1. Mengubah-ubah suara
        2. Mengubah-ubah gerak-gerik sesuai tokoh
        3. Mengubah-ubah arah tubuh sesuai dengan percakapan oleh tokoh-tokoh dalam cerita
        4. Mengerti setting panggung dalam imajinasi si pencerita
        5. Menggunakan mimik muka yang sangat tidak menjaga image pribadi
        6. Menggunakan body language yang sangat berpengaruh besar pada penyampaian isi cerita
        7. Mengerti penggunaan alur biasa, alur maju, alur mundur, atau alur maju mundur- bahkan alur mundur maju
        8. Mengerti bagian-bagian cerita
        9. Mengerti bagaimana memulai cerita dengan mengajak imajinasi pendengar masuk dalam setting cerita
        10. Mengerti bagaimana untuk tidak selalu menggunakan tokoh utama dalam naskah sebagai tokoh utamanya, melainkan bisa juga menggunakan tokoh imajinasi,ataupun tokoh pendamping menjadi tokoh utamanya.
        11. Tahu bagaimana menggunakan property dan kostum yang tepat dan variatif dalam cerita
        12. Dan masih banyak lagi….
      3. Mereka tidak dilibatkan sama sekali, karena semua didominasi oleh guru. Dalam hal ini , anak-anak ditempatkan dalam posisi sebagai obyek saja, tetapi tidak diposisikan sebagai subyek. Hal ini membuat mereka tidak dapat mengekspresikan dirinya, mengeksplorasi ide dan gagasannya, menggali semua potensinya.

 

BAIKLAH, sekarang kita akan meneliti, apa sebenarnya yang membuat anak-anak tergila-gila dengan TABLET?

  1. Ada gambarnya
  2. Full colour/ penuh warna
  3. Ada suaranya/musiknya
  4. Ada gamenya
  5. Ada scorenya
  6. Ada pilihannya
  7. Bisa menentukan sendiri pilihan-pilihan
  8. Bisa dipakai untuk bermain secara tim- misal catur/ atau memakai lawan tanding
  9. Bisa di pause/ di jeda
  10. Bisa di simpan
  11. Ada akses ke dunia maya/ internet/ dunia kekinian
  12. Ada kameranya- dimana mereka dapat melihat dirinya sendiri dalam gambar photo
  13. Ada macam-macam template yang dapat dipakai untuk mengedit foto/gambar
  14. Ada masa di mana mereka bisa bermain bersama teman-temannya duduk sama-sama untuk bermain bersama/ melihat teman bermain
  15. Bisa di bawa ke mana –mana
  16. Bisa menghidupkan hobby mereka ( misal pelihara kucing- punya kebun-bangun rumah-main bola-mempercantik diri-menyanyi-musik-design-koki-dll)
  17. Ada pujian jika mereka berhasil
  18. Ada babak
  19. Ada aturan main
  20. Jika salah tidak dimarahin- paling paling dapat score enol, tetapi masih terus diberi kesempatan bermain lagi
  21. Ada jenjang/babaknya
  22. Beberapa game on line bisa dijual/dapat uang/hadiah
  23. Dimungkinkan untuk belajar sendiri tanpa harus les/dimentori
  24. Bisa diberi nama secara spesifik
  25. ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

 

 

 

 

 

 

 

INTISARINYA ADALAH;

Semua game anak, baik dari zaman dahulu ; permainan kelereng ataupun bermain layang-layang- sampai ke zaman sekarang TABLET, PLAY STATION, GAME ON LINE, HP, dll yang disukai anak-anak adalah karena……………………….

MEREKA TERLIBAT DI DALAMNYA

TIDAK SEKALI PUN MEREKA MENONTON SAJA/ DIAM SAJA/ PASIF SAJA

DAN HASILNYA ADALAH….???

MEREKA SANGAT MENGUASAI SEMUA SELUK BELUK GAME TERSEBUT

TANPA ADA YANG MENGAJARINYA

 

BAIKLAH, sekarang kita ingin mendata metode-metode apa saja yang kita pakai di sekolah minggu/ di kelas???

  1. Musik- YANG DIMAINKAN OLEH GURU
  2. Story- YANG DICERITAKAN OLEH GURU
  3. Gambar/alat peraga berupa gambar/power point- YANG DISEDIAKAN OLEH GURU
  4. Audio visual/film- YANG DIPUTARKAN OLEH GURU
  5. Mimik muka- YANG DIPERANKAN OLEH GURU
  6. Body language- YANG DIPERAGAKAN OLEH GURU
  7. Drama guru- YANG DIMAINKAN OLEH GURU

INTISARINYA ADALAH;

Hampir semua metode yang kita pakai di sekolah minggu/ di kelas adalah……

MEREKA       T.I.D.A.K.        TERLIBAT DI DALAMNYA

ALIAS MEREKA HANYA DIPAKSA UNTUK JADI PENONTON SAJA ,

DUDUK DIAM, DUDUK MANIS, MENDENGARKAN HARUS DENGAN PENUH PERHATIAN

DAN HASILNYA ADALAH….???

MEREKA BOSAN, MEREKA USIL, MEREKA LARI SANA DAN SINI, MEREKA DIPAKSA DAN TERPAKSA UNTUK KE SEKOLAH MINGGU/KE SEKOLAH, MEREKA TERTEKAN, MEREKA MEMBERONTAK, MEREKA TIDAK BERUBAH, MEREKA TIDAK MENAMPAKKAN BUAH YANG NYATA.

BERKALI –KALI MEREKA DI AJAR- NAMUN HANYA BEBERAPA PERSEN SAJA YANG MEREKA KUASAI/KETAHUI.

 

 

 

Mengapa hal itu bisa terjadi …??? Apa yang membedakan dunia anak yang begitu ashik bagi mereka, dengan dunia kelas yang begitu membosankan……???

YANG BEBEDAKAN ADALAH ADANYA SEBUAH KETERLIBATAN ATAU TIDAK !!

CONTOH:

Ada 10 orang dalam sebuah tempat rumah makan:

  1. Koki
  2. Pelayan yang melayani tamu, menerima pesanan makanan, dll
  3. Tamu
  4. Kasir
  5. Pemilik Rumah makan
  6. Tukang parkir
  7. MC
  8. Penyanyi
  9. Pemusik
  10. Office Boy

 

Siapakah dari ke 10 orang ini yang paling hebat dalam menjelaskan BAGAIMANA CARA MEMASAK STEAK TUNA yang merupakan menu favourite pada rumah makan tersebut? Mulai dari bahan, bumbu hingga cara memasak serta menyajikannya ?

Tentu KOKI ya…karena dia lah yang MEMASAK/ MENGALAMI SENDIRI.

Mungkin pelayan sering melihat koki itu memasak, mungkin tamu ada yang setiap hari ke rumah makan ini dan memesan menu yang sama, mungkin kasir sering melihat makanan itu, dst, tetapi hanya KOKI yang bisa menjelaskan dengan sangat detail, karena dia MENGALAMI SENDIRI.

Demikian juga dengan kelas sekolah minggu/ kelas –kelas pada umumnya, kita perlu mengajak anak-anak /murid-murid itu MENGALAMI SENDIRI, sehingga mereka bisa menguasai pelajaran hari itu. Bukan mengajak mereka MENONTON DOMINASI GURU, sehingga mereka hanya sebagai penikmat/penonton/dll melainkan kita akan mengajak mereka sebagai PEMAIN.

Selanjutnya pembicara menggunakan metode testimoni/kesaksian

Tugas Nomor 2, adalah:

Teliti buku/ materi sekolah minggu yang ada pada kita saat ini/ dari berbagai latar belakang gereja/denominasi;

  • 5 Cara apa yang dipakai di buku itu yang menurut analisa kita adalah CARA MENGAJAR DENGAN MENJADIKAN MURID SEBAGAI PENONTON, jelaskan !
  • 5 Cara apa yang dipakai di buku itu yang menurut analisa kita adalah CARA MENGAJAR DENGAN MENJADIKAN MURID SEBAGAI PEMAIN, jelaskan !
  • Mohon sebut nama buku, terbitan mana, halaman berapa, dlsb.

 

Peserta dalam kota dan luar kota Kendari mengerjakan tugas nomor 2 dengan buku pegangan mengajar yang dipakai oleh gereja  masing-masing .

Tugas Nomor 3, adalah:

Gunakan KAMUS RIBUAN METODE KREATIF JENIUS CARA ALKITAB untuk mencari 10 cara mengajar RUNTUHNYA TEMBOK YERIKHO dengan cara MENJADIKAN SISWA MENGALAMI SENDIRI:

Metode:………………………………………………….. Siswa akan melakukan:………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
Metode:………………………………………………….. Siswa akan melakukan:………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
Metode:………………………………………………….. Siswa akan melakukan:………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
Metode:………………………………………………….. Siswa akan melakukan:………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
Metode:………………………………………………….. Siswa akan melakukan:………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
Metode:………………………………………………….. Siswa akan melakukan:………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
Metode:………………………………………………….. Siswa akan melakukan:………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
Metode:………………………………………………….. Siswa akan melakukan:………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
Metode:………………………………………………….. Siswa akan melakukan:………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
Metode:………………………………………………….. Siswa akan melakukan:………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

 

Tugas nomor 3 dikerjakan oleh Peserta Temu Buku dalam kota maupun luar kota Kendari,namun metode yang sudah ada di tayangan seminar Temu Buku tidak boleh dipakai/disebutkan lagi sebagai jawaban Anda.

 

 

KESIMPULAN 1;

KELAS YANG KREATIF ADALAH;

Kelas yang menjadikan anak murid sebagai PEMAIN dan bukan sebagai PENONTON, sampai mereka mengalami sendiri dan dapat mengambil kesimpulan sendiri berdasarkan pengalaman itu, sehingga dengan demikian TUJUAN PEMBELAJARAN tercapai dan menetap secara PERMANEN, karena menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penulis: jeniuscaraalkitab

Menjadi Alat di Tangan Tuhan untuk Mencetak Generasi Jenius bagi Kemuliaan Nama Tuhan

1 thought on “BELAJAR MENJADI PENULIS MATERI ANAK SESI 3”

  1. Pembahasan sesi ini cukup jelas para penulis materi anak siap siap deh dapat ilmunya dijamin pasti dapat inspirasi yang baru untuk mengeluarkan dan mengembangkan ide ide kreatifnya untuk jadi penulis materi anak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s