98. DIORAMA NATAL DENGAN THEMA; MENYENANGKAN HATI TUHAN


DIORAMA NATAL

MENYENANGKAN HATI TUHAN

DSC00546

DSC00547 DSC00548 DSC00549 DSC00550 DSC00551 DSC00552 DSC00553 DSC00554 DSC00555 DSC00556 DSC00557 DSC00558 DSC00561 DSC00562 DSC00563

 

 

Diorama adalah potongan-potongan adegan yang mengkisahkan suatu kisah secara bersambung.

Ada kain terbentang untuk menutupi orang-orang yang sedang mempersiapkan adegan di balik kain.

Kain tersebut dipegangi oleh dua orang di ujung satu dan ujung lainnya.

Pada saat adegan dipersiapkan, akan lebih kaya bila dilengkapi dengan property, make up dan juga kostume, sesuai jalannya cerita.

Ketika kain penutup dibuka ke bawah oleh dua orang pemegang kain, maka dua orang pemegang kain ikut duduk, sehingga dapat membedakan mana pemeran dan mana pemegang kain.

Para pemeran diorama tidak bersuara sama sekali, dan mereka akan mematung tidak bergerak.

Sementara itu pemeran lainnya mempersiapkan diri, dan kostume dan property sedangkan si pencerita akan membacakan naskah atau akan bercerita secara lepas untuk merangkai dari adegan diorama satu kepada adegan diorama lainnya.

 

Diorama ini dapat dimainkan secara:

  • Kelompok tunggal penyaji diorama, kelompok tunggal ini bisa saja secara spontan, bisa juga telah melewati latihan pra acara.
  • Kelompok majemuk oleh audience sebagai penyaji diorama/ congregation may joint, kelompok majemuk oleh audience ini bisa saja secara spontan, bisa juga telah melewati waktu latihan yang disediakan di dalam rundown acara.
  • Kelompok penyaji dan kelompok peniru yang mana kelompok peniru ini dilakukan oleh kelompok majemuk oleh audience. Kelompok penyaji tentunya sudah latihan di pra acara, sedangkan kelompok peniru tentunya meniru secara spontanitas di sepanjang acara.

Karena keterbatasan waktu untuk mempersiapkan audience baik secara pra acara, maupun dengan cara lain yaitu menyediakan waktu untuk berlatih di hari H, maka saya memilih cara KELOMPOK TUNGGAL PENYAJI DIORAMA, yaitu akan dimainkan oleh TIM saya, Tim JCA.

Dan karena keterbatasan waktu juga, maka diorama ini akan mengedepankan 1 tokoh saja, yaitu Maria, dalam proses kelahiran Yesus, namun dalam beberapa adegan diorama yang dirangkai dalam satu cerita.

Ayat yang diambil adalah dari injil Lukas 1:26-38

Dialoge yang ada dalam diorama ini BUKAN UNTUK PEMAIN, melainkan untuk si pencerita.

Tujuan cerita:

Anak-anak dapat mencontoh kehidupan Maria yang rindu menyenangkan hati Tuhan dalam hidupnya.

 

 

PENCERITA; IBU GRACE

ADEGAN DIORAMA 1

Pemegang kain: kak Chesa dan Ibu Desty atau guru TK setempat.

Pemeran: Bpk Pdt Supriadi Salim sebagai Yesaya

Property: Gulungan Kitab.

Kostum: Jubah

Make Up: Jenggot.

Pada jaman dahulu kala…..hiduplah seorang Nabi yang diurapi Tuhan, ia biasa dipanggil dengan nama Yesaya. Jauh sebelum Tuhan Yesus lahir, Yesaya menyerukan suara Tuhan

“Sesungguhnya , seorang gadis akan mengandung, dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.” (Yes 7:14, revisi kata ‘perempuan muda’ menjadi kata ‘gadis’ disesuaikan dengan terjemahan New King James Version yang menggunakan kata ‘virgin’, oleh Grace, redaksi, karna perbedaan yang sangat mencolok antara perempuan muda, dengan ‘gadis’, sedangkan penggunaan kata ‘perawan’ agak asing bagi telinga anak-anak)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ADEGAN DIORAMA 2

Pemegang kain: kak Chesa dan Ibu Desty atau guru TK setempat.

Pemeran: Ibu Pdt Lidya Loway sebagai ibu

Seorang Bayi/Batita/ perempuan

Property: Selendang kain untuk menggendong bayi

Kostum: Jubah, kain penutup kepala, selendang kain untuk menggendong bayi, dot susu bayi.

Setiap ibu yang melahirkan bayi perempuan nan cantik dan lucu, menimang-nimang dengan penuh kasih sayang, sambil berbisik pada bayi mungilnya

‘Mungkinkah engkau gadis yang terpilih itu, sayang?’

‘Mungkinkah anak perempuanku yang akan terpilih, menjadi ibu-Nya Imanuel itu?’

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ADEGAN DIORAMA 3

Pemegang kain: kak Chesa dan Ibu Desty atau guru TK setempat.

Pemeran: Bpk Pdt Supriadi Salim sebagai Ayah

Adik Syela sebagai seorang putri

Adik Melody sebagai seorang putri

Property: Mainan anak

Kostum: Jubah, kain penutup kepala dan ikat kepala, ikat pinggang

Ketika bayi mungil itu semakin lama semakin besar…..

Semua Ayah akan mengajarkan pada anak-anak mereka tentang apa yang Tuhan Firmankan…

 

Dan ketika sampai pada cerita tetang Nabi Yesaya……

Sang Ayah mulai berkata kepada putrinya

‘ seorang gadis akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel’

“Oh yah?”

Wajahnya terkejut, matanya berbinar-binar, pipinya memerah, ia bertanya-tanya dalam hatinya

‘mungkinkah aku yang dipilih Tuhan menjadi ibu-Nya Imanuel itu….waaaau….seandainya…..’

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ADEGAN DIORAMA 4

Pemegang kain: kak Chesa dan Ibu Desty atau guru TK setempat.

Pemeran: Gadis 1. Ibu Neno Laembo

Gadis 2. Ibu Adolfina

Property: Alat Make up, atau cermin genggam

Kostum: Jubah , kain penutup kepala, ikat pinggang

Seperti biasa,para gadis senang bertemu dan berkumpul dengan teman-teman seusianya. Seorang gadis berkata kepada teman-temannya

“Kemarin Ayah-ku berkata bahwa suatu saat nanti akan ada seorang gadis yang akan mengandung seorang anak laki-laki yang disebut ….”

“Immanuel kan?”

“Aku sudah tahu, kira-kira sebulan yang lalu Ibuku juga menceritakan hal itu…..itu semua adalah Firman Tuhan yang disampaikan lewat seorang Nabi yang….”

“aaaah,” “aku juga udah tahu, maksudmu Nabi Yesaya kan? Itu kan cerita yang udah lama banget…kalian ini nggak gaul  deh!”

“coba bayangin kalau ternyata kamu yang terpilih….apa kamu mau?”

“kalau aku sih, senang sih senang, siapa yang nggak seneng sih terpilih jadi ibu-Nya Imanuel itu, tapi, terus terang, aku takut…!”

“Apa yang kau takutkan?”

Tentu saja akan ada ketakutan jika terpilih menjadi Ibu-Nya Imanuel, atau Juruslamat itu, …

Pada jaman itu, jika ada seorang gadis yang mengandung, padahal ia belum mempunyai suami, pastilah ia akan dianggap sebagai gadis yang tidak baik, dan dia akan dilontari batu sampai mati.  (Ul 22:23-24)

Seorang gadis bernama Maria yang ada di tengah-tengah gadis-gadis itu, dari tadi terdiam, ia hanya mendengarkan perkataan dan ocehan teman-temannya.

‘Dilontari batu sampai mati? Ihhhh ngeri…’pikir Maria . Sesekali ia memikirkan Yusuf, pemuda tampan pujaan hatinya. Yusuf yang ia sayangi, kini telah menjadi tunangannya, tidak lama lagi mereka akan menikah. ‘jangan sampai ada sesuatu apapun yang memisahkanku dari Yusuf…’ bisiknya dalam hati ‘aku sangat menyayangi dia’ tambahnya pula.

“Maria…!”

“ eh….iya?”

“Jangan ngelamun aja donk!”

Maria pun hanya tersenyum malu. Ia tidak ingin teman-temannya tahu, bahwa ia sedang memikirkan Yusuf, tunangannya.

 

 

ADEGAN DIORAMA 5

Pemegang kain: kak Chesa dan Ibu Desty atau guru TK setempat.

Pemeran: Bpk Pdt Supriadi Salim sebagai Malaikat Gabriel

Property: Sayap

Kostum: Jubah Putih

Waktu terus berlalu, semua orang menunggu-nunggu, kapankah saatnya Imanuel itu lahir, kapankah kiranya Juruslamat atau Mesias itu lahir?

…..telah lama berselang sejak Nabi Yesaya yang terkenal itu menyerukan suara

Tuhan

Hari ke hari, semua orang menunggu-nunggu

Minggu ke minggu, semua orang berharap harap cemas

Bulan ke bulan, setiap gadis berdebar-debar

Tahun ke tahun, orang –orang mulai bertanya “jangan-jangan Nabi Yesaya itu  salah?”

Waktu terus melaju, berpacu dengan putaran bumi

Tidak ada berita apa-apa

Tidak ada sesuatu yang istimewa

Sampai suatu waktu tiba………..

Dalam bulan yang keenam…..

Suara Tuhan memenuhi surga

“Gabriel….., Gabriel…..”

“Ya…Tuhan.”

Pergilah ke Galilea….ke sebuah kota bernama Nasaret”

“Siapa yang harus aku jumpai kali ini Tuhan?”

“Waktunya telah tiba”

“Apakah Tuhan sudah memilih seorang gadis…..untuk ikut dalam rencana huuuebat itu? Apakah saat kelahiran Imanuel, Juruslamat, Yesus Kristus itu sudah tiba sekarang, siapakah gadis yang beruntung itu?”

“Ya…Aku sudah memilih seorang gadis….”

“ Siapakah gadis yang beruntung itu, Tuhan?”

“Nama gadis yang telah Kupilih itu adalah ‘Maria’ “

“Maria? Maria yang mana Tuhan..? Banyak sekali gadis yang bernama Maria…..!”

“Tapi hanya satu saja gadis bernama Maria, yang bertunangan dengan seorang

pemuda bernama Yusuf”

“Yusuf….? Pemuda bernama Yusuf juga banyak Tuhan! Yusuf yang mana yang Tuhan maksudkan?”

“Yusuf yang berasal dari keluarga Daud, dia adalah keturunan Daud”

“Ooooh, Yusuf yang tukang kayu itu? Yusuf yang tulus hati itu? Oh ya..aku tahu, dia telah bertunangan dengan seorang gadis yang baik, gadis itu bernama Maria”

“Ya…betul, merekalah yang Kumaksudkan.”

“Baik Tuhan, aku akan memberitakan berita bahagia ini pada Maria yang telah Tuhan pilih”

Betapa senangnya menyampaikan berita bahagia ini pada Maria….

Maria adalah seorang gadis yang telah dipilih Tuhan,

“Waaaau, bagaimana ya nanti, maukah Maria ikut dalam rencana huuuebatNya Tuhan itu?”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ADEGAN DIORAMA 6

Pemegang kain: Ibu Neno dan Ibu Adolfina atau guru TK setempat.

Pemeran: Maria diperankan oleh Chesa/Ibu Desty/Kak Juwita

Pemeran: Bpk Pdt Supriadi Salim sebagai Malaikat Gabriel

Property: Alat memasak, sayap.

Kostum: Jubah, kain penutup kepala, ikat pinggang ( untuk Maria) Jubah putih untuk Gabriel

Sementara itu Maria sedang ada di rumah….

Baru saja ia memikirkan perkataan-perkataan Ayah Ibunya dulu…..bahwa suatu ketika akan ada seorang gadis yang akan mengandung, dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel…..Mengapa ya akhir-akhir ini, perkataan-perkataan ayah ibunya itu terngiang-ngiang lagi di telinganya, …..mengapa pula ya perkataan nabi Yesaya itu seperti terdengar lagi di telinganya…..Hati Maria berdebar-debar tak menentu.

“Salam,”

“Tuhan telah memilih kamu, Tuhan sendiri besertamu…”

“Hah?”

Maria menoleh dengan terkejut, di pintu rumahnya tiba-tiba ada seorang berdiri, menghalangi masuknya sinar matahari. Ia mengangkat kepala mencoba mengenali wajah orang asing itu. Namun sinar yang menyilaukan itu menghalanginya. Hatinya semakin berdebar. ‘di-pi-lih? Tu-han be-ser-ta-ku?, apa artinya?’ kata-kata malaikat itu membuat Maria bertanya-tanya dalam hati. Jangan-jangan….jangan-jangan….akulah gadis yang terpilih itu….Ketakutan mulai merayapi Maria….ia gemetar, ia tidak tahu harus berbicara apa. Ia juga tidak mengerti apa yang dikatakan Malaikat itu. Belum selesai Maria menjawab pertanyaan hatinya sendiri, Malaikat itu berbicara lagi

“Jangan takut hai Maria…sebab engkau diberkati oleh Tuhan.”

‘Dari mana ia tahu bahwa aku takut?’

“Diberkati?” Tanya Maria lagi dalam hati, ia sungguh-sungguh terheran-heran.

“Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah yang Mahatinggi, Dan Tuhan akan mengaruniakan kepada-Nya tahta Daud, bapa leluhur-Nya dan Ia akan menjadi raja atas keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan”

Perkataan malaikat itu membuat Maria mengerti…..semua yang diceritakan Ayah Ibunya sejak ia kecil itu , kini ada di hadapannya, ialah gadis yang terpilih itu…..

’Aku? benarkah itu? Benarkah aku akan mengandung dan melahirkan Juruslamat?’

 

 

 

Maria menggosok-gosok matanya dengan jari-jari tangannya, jangan-jangan aku sedang bermimpi. ‘Tidak, aku tidak sedang bermimpi!’ Pikirannya melayang-layang, banyak pertanyaan melintas di pikirannya….’Bagaimana nanti kalau aku  dianggap sebagai gadis yang tidak baik? Bagaimana nanti kalau Yusuf tahu bahwa aku mengandung, bagaimana menjelaskannya? Apakah dia percaya kalau aku telah dipilih Tuhan untuk menjadi Ibu bagi Juruslamat? Padahal….sebentar lagi pernikahan itu akan berlangsung, bisa-bisa aku   di-lon-ta-ri ba-tu sam-pai ma-ti oleh orang-orang seNasaret ini…., dan Yusuf…?

Wajah Yusuf tergambar di pelupuk matanya, bagaimana kalau Yusuf sampai menceraikan dia?

“Mana mungkin?”  “Aku kan seorang gadis? Aku kan belum menikah dengan Yusuf?”

“Maria,”  “Roh Kudus akan turun atasmu, dan kuasa Tuhan akan menaungi kamu, Maria, itulah sebabnya, anak yang lahir itu disebut Anak Allah….”

‘Roh Kudus?’ Rasa damai memenuhi hatinya saat Malaikat itu mengatakan ‘kuasa Tuhan akan menaungi engkau’

Malaikat Gabriel kemudian berbalik, dan berjalan ke pintu. Ia berhenti sejenak dan berkata “Elisabet, saudaramu, yang sudah tua itupun , sekarang ini sedang mengandung.”

Mendengar itu, Maria pun terheran-heran, bagaimana mungkin Elisabet yang sudah tua itu bisa mengandung….

“iyah…bagi Allah tidak ada yang mustahil”

‘Bagi Allah tidak ada yang mustahil?’ renung Maria dalam hati ‘iya ya….benar juga…bagi Allah tidak ada yang mustahil!’

Maria mulai mengerti maksud Tuhan dalam hidupnya. Ia segera tertunduk, semua bayangan buruk itu kembali melintas di pikirannya, …anggapan buruk….Yusuf….lontaran batu….pernikahan…..kata-kata itu seperti menari-nari di pikirannya

‘Tapi Tuhan sudah memilih aku, dan aku ini adalah Hamba Tuhan’

Hati Maria bergejolak. Seolah-olah ada kasih Tuhan yang melingkupi hatinya. Hati Maria bergejolak, ia mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa dan juga dengan segenap kekuatannya. Sambil menitikkan  air mata pergumulan , Maria mengambil suatu keputusan yang sebenarnya tidak mudah

“ Aku ini adalah hamba Tuhan…..” katanya sungguh-sungguh kepada Malaikat itu, air mata bahagia memenuhi pelupuk matanya. “ Terjadilah padaku seperti yang engkau katakan tadi!” tambahnya dengan yakin. Seketika kedamaian itu membanjiri hatinya.

Janji Tuhan bahwa kuasa Tuhan akan menaunginya…yah….janji itu terasa amat melegakan.  Malaikat itu tersenyum puas, saat Maria mengangkat kepalanya lagi, malaikat itu telah lenyap. Hati Maria masih berdebar, rasanya di rumah mungilnya itu, peristiwa itu belum juga berlalu. Semua peristiwa itu masih terasa di hatinya, dan semua perkataan malaikat ini, kata demi kata masih terngiang-ngiang di telinganya….hatinya dipenuhi rasa syukur pada Tuhan, wajahnya pun berseri-seri. Maria pun sujud menyembah Tuhan dan membisikkan doanya “Ya, Tuhan, jadilah kehendak-Mu, apapun yang terjadi, aku mau taat, karna aku ini hamba-Mu”

 

ADEGAN DIORAMA 7

Pemegang kain: kak Chesa dan Ibu Desty atau guru TK setempat.

Pemeran: Bpk Pdt Supriadi Salim sebagai Malaikat Gabriel

Property: Sayap

Kostum: Jubah putih

Malaikat Gabriel pun kembali ke surga….Sambil tersenyum simpul ia sangat

bersemangat untuk melaporkan hasil perjalannya pada Tuhan

“Dia mau Tuhan! dia mau Tuhan!”

“ Ya…Aku melihat dari sini, engkau melakukan tugasmu dengan baik, Gabriel…!”

” Ya….dan Maria itu orangnya….orangnya…..” (seperti sedang berpikir sambil berbicara)

“ Aku memilih siapa yang akan kupilih. Maria seorang gadis yang baik, dia menjaga hidupnya tetap kudus, dia tidak berpacaran dengan cara-cara yang sembarangan, dia taat kepadaKu, dia seorang yang rendah hati, dan dia mengasihi Aku”

“Berbahagialah Maria itu ya Tuhan, karena Engkau memilih dia. Ia adalah seorang gadis yang sangat beruntung dibandingkan dengan milyartan gadis lainnya….”

(Mat 12:50) “Tidak juga….”  “Siapa pun bisa jadi Maria-Maria!”

“Maksud Tuhan?”

“Siapapun yang melakukan kehendak Tuhan, mau menurut pada Tuhan, mau taat pada Tuhan, bagiku dia adalah juga Maria-Ku….”

“ Ooooh, begitu rupanya Tuhan.Jadi kalau adik-adik  mau jadi anak yang taat pada Tuhan, mau hidup kudus, dia juga istimewa bagiMu , seperti Maria?”

“Hemmmm, betul sekali Gabriel!”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kesimpulan :

  • Ajak penonton (anak-anak ataupun orang dewasa) menjawab pertanyaan ini:
    • Menurut kalian, sifat-sifat apakah yang dimiliki oleh Maria? (Ijinkan anak-anak menjawab)
    • Ya betul…Maria orang yang rendah hati, taat, cinta Firman Tuhan, mau berkorban, mengasihi Tuhan, dll.
    • Apakah Maria itu istimewa sekali (jawabannya adalah tidak, siapa pun kita bisa jadi istimewa di mata Tuhan seperti juga Maria, kalau kita mau melakukan kehendak Bapa Matius 12:50, yaitu taat pada Firman Tuhan dan hidup kudus di hadapan Tuhan)
    • Apakah kita bisa terpilih lagi menjadi Ibunya Juru slamat itu? (tidak bisa karna itu panggilan Maria secara khusus. Tetapi setiap kita akan dipanggil Tuhan dalam panggilan masing-masing, karna Yesus tidak akan datang lagi sebgai bayi, tetapi akan datang lagi sebagai Raja di atas segala raja. Kita harus berperan mempersiapkan sebanyak mungkin orang untuk siap menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya. Kepada tiap anak, Tuhan sudah menyediakan tugas yang khusus dan berbeda beda
    • Maukah kalian mencontoh kehidupan Maria yang begitu taat pada Tuhan dan menjaga kekudusannya di hadapan Tuhan?
    • Bagaimana kalau laki-laki, apakah bisa jadi Maria? Bagi kita yang lelaki, Tuhan akan jadikan kita adik-adik-Nya jika kita mau melakukan kehendak Bapa di sorga (Mat 12: 50).
    • Apa saja kehendak Bapa di sorga itu…?
  • Buat Matius 12: 50 sebagai ayat mas/ ayat hafalan hari ini

Tips untuk pementasan:

  • Mimik Muka pemeran diorama akan sangat mempengaruhi juga, jadi tdk hanya gesture tubuh saja yang diperhatikan, tetapi juga mimic muka.
  • Pakai kostum khusus, yang biasanya sesuai dengan karakter tokoh dan kondisi zaman pada saat itu
  • Bisa juga menyiapkan sayab untuk Gabriel
  • Make up juga mendukung
  • Sediakan property untuk Maria berganti ganti property seperti rangkaian bunga, pita, kipas, dll
  • Bisa ajak penonton berpose bersama Maria , atau bersama Nabi Yesaya, dll di akhir acara
  • Kata-kata dalam diorama ini hanya sebagai PANDUAN IDE, bukan untuk dibaca ataupun dihafalkan. Pakailah alur ceritanya, namun dalam pelaksanaannya pakailah kalimat anda sendiri.
  • Gunakan kalimat “Menyenangkan hati Tuhan” sebagai kode kalimat bagi si pembuka dan penutup layar diorama ini.

Penulis: jeniuscaraalkitab

Menjadi Alat di Tangan Tuhan untuk Mencetak Generasi Jenius bagi Kemuliaan Nama Tuhan

1 thought on “98. DIORAMA NATAL DENGAN THEMA; MENYENANGKAN HATI TUHAN”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s