MENJADI GURU SEKOLAH MINGGU YANG PROFESIONAL


Berikut ini saya upload materi ret-reat Guru Sekolah Minggu, yang pernah dilaksanakan di oleh guru-guru ABI (Anak Bethel Indonesia), GBI Ambarawa, di STT Nusantara, Salatiga, Juli 2013

RET-REAT INI berthemakan MENJADI GURU SEKOLAH MINGGU YANG PROAKTIF, PRODUKTIF DAN PROFESIONAL, yang akan saya bagi menjadi 3 tulisan berseri dapat anda buka di link ini:

PROAKTIF

PRODUKTIF

PROFESIONAL

Bagi yang ingin menyeminarkan kembali monggo, silahkan, saya upload juga semua power point serta video-vodeo yang perlu anda download

Selamat belajar dan mengajar !! GBU !

SESI 3

MENJADI GURU SEKOLAH MINGGU YANG PROFESIONAL

SERUUUU!!!

SERUUUU!!!

CIMG0221 CIMG0222 CIMG0224

Profesi merupakan suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian atau keterampilan dari pelakunya.

Profesionalitas merupakan sikap para anggota profesi benar2 menguasai, sungguh2 kepada profesinya.

Profesional;

Seseorang yang melakukan suatu (kegiatan, aktivitas, usaha, pekerjaan) yang dilakukan untuk mendapatkan (nafkah, kesenangan) atau memberi (konstribusi) dengan mengandalkan (keahlian, keterampilan, kemahiran) yang tinggi dengan melibatkan komitmen pribadi (moral) yang mendalam.

Seorang profesional ahli dalam bidangnya, menerima upah atas jasanya, dan sepenuh hati dalam melaksanakan tugasnya

Profesionalisme:

Lebih mengarah pada (spirit, jiwa, sikap, karakter, semangat, nilai) yang dimiliki dari seorang yang profesional. Profesionalisme merupakan komitmen para anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuannya secara terus menerus.

Tanpa profesionalisme sebuah institusi, sebuah organisasi, sebuah perusahaan tidak akan bertahan lama dan langgeng, karena jiwa profesionalisme inilah yang menghidupkan setiap aktivitas-aktivitas yang ada didalamnya. Julukan profesional sebenarnya bukan label yang kita berikan untuk diri sendiri melainkan penilaian orang lain atas kinerja dan peforma yang kita tampilkan.

Profesionalisasi

adalah proses atau perjalanan waktu yang membuat seseorang atau kelompok orang menjadi profesional.

7 Strategi menjadi Pribadi yang profesional:

1. Kembangkan keahlian (Expert)

2. Mahir membangun hubungan (Relationship)

3. Tingkatkan kemampuan berkomunikasi (Communicator)

4. Hasilkan yang terbaik (Excellent)

5. Berpenampilan menarik (Good Looking)

6. Kehidupan yang seimbang (Balance of life)

7. Memiliki nilai moral yang tinggi (Strong Value)

 PEMBIASAAN GURU SEKOLAH MINGGU TELADAN

SKALA PENILAIAN

TIDAK PERNAH SAMA SEKALI = 0

JARANG= 1

KADANG-KADANG= 2

SERING= 3

SELALU= 4

 

HUBUNGAN DENGAN TUHAN

  1. Rajin membaca Alkitab dan berdoa serta memuji Tuhan setiap hari
  2. Rajin mencatat khotbah yang didengar
  3. Rajin mencatat rhema saat saat teduh pribadi
  4. Rajin beribadah, sebagai teladan hidup bagi anak-anak

HUBUNGAN DENGAN ANAK-ANAK

  1. Selalu tersenyum pada anak-anak di mana pun, tidak hanya saat bertemu mereka di sekolah minggu saja
  2. Selalu membiasakan diri membelai anak-anak dengan MEANING FULL TOUCH
  3. Rajin mengamati tingkah laku anak
  4. Rajin mendoakan anak-anak dan menyebut nama mereka
  5. Rajin menuliskan nama-nama mereka di selipan alkitab, untuk didoakan
  6. Rajin mengunjungi anak-anak
  7. Menatap mata anak saat berbicara dengan mereka, dan tidak segan-segan merendahkan posisi berdiri agar anak-anak tidak terlalu mendongak ke atas
  8. Terbiasa memberi pujian pada anak yang wajar
  9. Rajin mengajak anak-anak bermain ke rumah anda, dan mengijinkan mereka melihat keseharian anda. (misalnya pada hari libur)
  10. Secara berkala mengajak anak ngobrol secara empat mata, bergantian, hari ini si Adi,  minggu depan si Ria, dst, setelah sekolah minggu berkahir.

HUBUNGAN DENGAN SESAMA GURU SEKOLAH MINGGU

  1. Menjaga hubungan baik dengan sesama rekan guru
  2. Tunduk pada pemimpin di department anak
  3. Jika anda pemimpin department anak, jaga hubungan baik dengan gembala dan tunduk pada-nya

HUBUNGAN DENGAN WALI MURID

  1. Terbiasa menjalin hubungan yang indah dengan wali murid dan tidak segan-segan menanyakan kehidupan keseharian anak di rumah
  2. Rajin menanyakan bagaimana pelajaran anak di sekolah pada si anak dan wali murid

PENAMPILAN

  1. Berpakaian sopan dan enak dilihat
  2. Berambut rapi dan tidak berantakan

GAYA HIDUP

  1. Sopan dalam ucapan , termasuk saat bergurau
  2. Sopan dalam pergaulan, termasuk dalam bergaul dengan rekan sesama guru sekolah minggu
  3. Selalu datang tepat waktu di acara apapun juga

KETELADANAN

  1. Membuang sampah pada tempatnya, memberi teladan yang baik pada anak-anak
  2. Rajin menulis secara pribadi kejadian hidup yang dapat dijadikan ilustrasi true story

MENINGKATKAN KAPASITAS

  1. Rajin kliping ilustrasi dari setiap bacaan yang pernah ditemui, untuk bank ilustrasi
  2. Rajin kliping gambar dari setiap bacaan yang ditemui untuk bank alat peraga
  3. Rajin kliping lagu dari setiap lagu anak-anak yang pernah ada untuk bank lagu anak
  4. Rajin membaca artikel tentang dunia anak
  5. Rajin kliping kisah nyata / kesaksian orang lain
  6. Rajin kliping kisah tokoh inspirasional
  7. Rajin mencatat ide yang pernah terlintas
  8. Rajin mengamati guru lain saat bercerita dan menyerap ilmu dari mereka
  9. Rajin mengamati intonasi pemain drama/sinetron/lawak/pembaca brita, dll untuk dipetik ilmunya
  10. Rajin mengamati bahasa tubuh setiap orang dan berlatih menirukan gaya berjalan dari keunikan tiap orang, untuk memperkaya gerak-gerik saat bercerita
  11. Rajin berlatih berbagai macam suara dan pergantian suara
  12. Rajin mengamati suara binatang, angin, dll untuk berlatih sound effeck saat bercerita
  13. Rajin mengembangkan talenta diri ( musik, power point, internet, vocal, menulis naskah, teater, dll)
  14. Rajin membaca buku pendukung seorang guru sekolah minggu
  15. Rajin membeli kaset lagu/ cerita anak-anak
  16. Rajin membaca buku saat teduh anak untuk menambah inspirasi
  17. Rajin mengikuti seminar Guru Sekolah Minggu
  18. Rajin membuka blog www.jeniuscaraalkitab.wordpress.com dan blog lainnya di internet yang membahas pelayanan anak
  19. Rajin merekam dan memberdayakan handphone untuk merekam gambar dan video yang nantinya dapat digunakan sebagai ilustrasi untuk anak-anak.
  20. Rajin mengkoleksi buku humor dan permainan.

ALAT PERAGA

  1. Di tasnya selalu tersedia gunting untuk dimana pun dan kapanpun menggunting materi yang berharga ( di pesawat, di ruang tunggu dokter, dll) tentu saja dengan seijin pemilik Koran/ majalah yang bersangkutan
  2. Rajin mengumpulkan bahan bekas yang akan disulap menjadi ‘bahan ajaib’
  3. Rajin berlatih membuat alat peraga sendiri
  4. Rajin membeli dan mencoba alat permainan anak-anak
  5. Rajin membeli dan membaca buku percobaan science untuk disimultankan dengan cerita yang ada

SHARE

  1. Rajin berbelanja gift murah meriah untuk anak-anak
  2. Rajin memberi sms ayat yang menguatkan anak-anak
  3. rajin mencatat tanggal lahir mereka dan memberi kejutan istimewa di hari ulang tahun mereka

PERSIAPAN SAAT BERTUGAS DI SEKOLAH MINGGU

55. Mempersiapakan materi sedikit-dikitnya satu minggu sebelum bertugas

56. Membaca bagian Alkitab yang akan diajarkan berulang-ulang

57. Mempersiapkan ilustrasi yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan

58. Mempersiapkan alat peraga yang menarik untuk kelas anda

59. Mempersiapkan metode yang menarik untuk penyampaian materi

60. Berdoa memohon pengurapan dari TUHAN.

Dari total nilai akan terlihat tingkat profesionalitas masing-masing guru:

0-60           Tidak profesional

61-120       Terus berlatih ke arah  yang profesional

121-180     Standart Profesional

181-240     Profesional

Jika anda menginginkan kolom kolom untuk menulis standart penilaian, dapat anda klik di tautan berikut ini

SKALA PENILAIAN PROFESIONALITAS GURU

Dalam sesi ini, tidak dibutuhkan power point, beri kesempatan peserta untuk mengevaluasi diri seberapa profesionalkah dia, lalu setelah itu bahas apa yang ada ingin singgung/bahas dari point-point di atas.

Karna qustioner ada 60 point, maka saya membuat skala 1-60 ( 60X1)

61-120 ( angka 120 diambil dari 60X2)

212-180 (angka 180 diambil dari 60X3) , dst

Jika anda ingin menambahkan ciri-ciri profesionalitas guru SM dengan point 61 dst bisa bisa saja, tinggal skala penilaian total nilai, dibuat dengan cara tsb di atas, misal anda menambahkan 10 point lagi, menjadi 70 point, skalanya berubah menjadi sbb

0-70 tidak profesional sama sekali

71-140 terus berlatih ke arah profesional

141-210 standart profesional

dst… ( Kelipatan dari 70..)