17. KUDUS DI TENGAH LINGKUNGAN YANG JAHAT

Cerita tentang tokoh Samuel, tidak selalu harus diceritakan pada saat dia kecil, bagaimana kalau kita menceritakan dalam cerita wawancara saat dia sudah tua…?


MINGGU KE 17
CERITA ALKITAB PER KELAS

KUDUS DI TENGAH LINGKUNGAN YANG JAHAT
(SIKAP HATI: KUDUS / HOLY)
Cerita model WAWANCARA

KELAS TENGAH (1-3 SD)

Salah seorang guru pria menyamar menjadi SAMUEL yang sudah tua. Guru tersebut memakai kostum khusus ala Israel, yang dapat menarik perhatian anak-anak. Penutup kepala, kumis buatan, brewok buatan, jubah putih, ikat pinggang, sandal jepit yang diberi tali-tali berlilit ke kaki atas, tas kulit kuno (kalau ada)

Sediakan kotak berisi potongan-potongan kertas yang sudah ditulisi pertanyaan pada Samuel, tetapi pertanyaan tersebut bernomor urut dan sudah ditata urut dari nomor kecil/ pertanyaan pertama sampai selesai/pertanyaan terakhir

Minta anak-anak maju satu persatu dan membacakan pertanyaan yang telah dipersiapkan kakak.

Jika jumlah pertanyaan yang tersedia lebih sedikit dari jumlah anak, maka untuk menghindari perebutan dan kekecewaan, maka anda bisa memilih anak yang duduknya paling manis, atau anak yang bisa mengingat ayat hafalan minggu lalu, atau anak yang bisa mengingat cerita minggu lalu (pilih sekaligus 13 anak, agar nanti tidak mengganggu jalannya wawancara)

Pemeran Samuel tidak perlu hafal mati, karna pertanyaan sudah urut, yang dia lakukan adalah menjawab dari jawaban yang sudah dipersiapkan, tetapi usahakan menggunakan intonasi yang senatural mungkin, jangan berkesan membaca.

Pemeran Samuel wajib membaca I Samuel pasal 1- 3, di rumah, sehingga dapat lebih mendalami tokoh Samuel dengan baik.

Untuk diketahui: semua hasil wawancara ini diambil dari sumber-sumber Alkitab. Usia Samuel saat dibawa ke Imam Eli diperkirakan oleh para ahli 3 tahun, karna budaya Israel memberi ASI anaknya sampai usia 3 tahun

Pra Cerita Wawancara:

Guru lain/ bukan guru pembawa cerita wawancara:

Selamat pagi adik adik….? Hari ini kita kedatangan tamu dari Israel……Siapa ya nama tamu itu? Ooooooo rahasia…..!! Kita akan bertanya pada sang tamu itu apa saja…..dan pertanyaannya sudah kakak siapkan. Tugas kalian nanti, setelah tamu itu pulang, menebak kira-kira siapa dia…..(pssssssssst…..!! tapi jangan beri tahu temanmu dulu….!! ) nanti siapa yang menebak dengan tepat akan dapat hadiah/ point stiker dari kakak. OKE?

Tamu kita ini sudah tua, tetapi ia akan menceritakan pengalamannya waktu masih kecil dulu. Kalian siap menebak siapa dia? Tapi yang kakak maksudkan di sini bukan nama Kak Lia, Kak Wati atau Kak Joni, tetapi siapa yang diperankan oleh Kak Lia, Kak Wati atau Kak Joni itu.

Kakak membagikan kertas jawaban, minta anak-anak simpan baik-baik, dan waktu menuliskannya nanti jangan sampai teman-teman yang lain tahu.

Sudah siap terima tamunya?

Baik, kita persilahkan dia masuk….

“SILAHKAN MASUK PAK TAMU……”

TamuAdik-adikTamuKakak GSMTamuKakak GSMTamuAnak SM dengan pertanyaan 1TamuPertanyaan 2

Tamu

Pertanyaan 3

Tamu

Pertanyaan 4

Tamu

Pertanyaan 5

Tamu

Pertanyaan 6
Tamu

Pertanyaan 7

Tamu

Pertanyaan 8

Tamu

Pertanyaan 9

Tamu

Pertanyaan 10

Tamu

Pertanyaan 11

Tamu

Pertanyaan 12

Tamu

Pertanyaan 13

Tamu

:::
:
:::
::
:
::::::
:

:

:

:
:

:

:

:

:

:
:

:
:

:
:

:

:

ShaloooooooooooooooooooomShalooooooooooooooooooooooooooooooooooooomHo ho ho…kakek senang sekali ada di sini sekarang.Kek, siapa namamu?Waaaaah itu rahasia……kalau adik-adik di sini rajin baca Alkitab pasti kalian bisa menebak siapa nama kakekAdik-adik di sini ingin bertanya-tanya tentang kehidupan kakek boleh?Ooooooooooooh dengan senang hati cuuuukKatanya kakek pernah tinggal di Silo ya….sejak kapan kek?Waktu itu umur kakek baru tiga tahun, masih kecil ya….?!Kakek tinggal di Silo sama siapa saja Kek ?

Waktu itu kakek, ditinggal sama papa dan mama kakek, sejak dalam perjalanan mama sudah berpesan bahwa nanti sesampai di Silo, kakek tidak akan ikut pulang bersama papa dan mama, tapi akan tinggal di sana bersama Kakek Eli yang sudah tua dan juga bersama Om Hofni dan Om Pinehas, anak-anak Kakek Eli itu.

Siapa yang mengurus kakek waktu itu? Kan kakek masih sangat kecil?

Waktu itu kakek walaupun masih kecil, sudah bisa mandi sendiri, gosok gigi sendiri, makan sendiri, belajar sendiri, jadi tidak merepotkan keluarga Kakek Eli di sana. Kakek mandiri sekali, karna sudah dipesan oleh mama kakek, bahwa kakek harus jadi anak yang mandiri dan anak yang KUDUS, takut akan Tuhan, karna kakek kan mau dipakai Tuhan jadi hamba Tuhan, jadi harus jadi anak baik.

Kakek bobok di mana?

Kakek tidak punya kamar khusus, jadi kakek tidur di bait suci Tuhan, kakek tidur di dekat tabut Allah.

Apa yang kakek lakukan di sana?

Ooooh, kakek tetap ada tugas….tugas kakek waktu itu ada dua, yaitu menjaga agar lampu di rumah Allah jangan sampai padam, jadi kakek menjaga agar minyaknya jangan sampai habis, tugas kakek yang kedua adalah setiap pagi kakek bertugas membuka pintu bait Allah

Bagaimana keadaan keluarga Kakek Eli itu?

Kakek Eli itu adalah seorang imam yang sudah tua, ia mempunyai dua anak Om Hofni dan Om Pinehas. Imam Eli orang yang sangat gendut sekali, karna ia sangat rakus, begitu juga anak-anaknya meminta dengan paksa pada bangsa Israel, lemak-lemak yang seharusnya dibakar dulu. Mereka juga sangat serakah dan sangat rakus. Dan bukan itu saja. Om Hofni dan Om Pinehas itu melakukan hal-hal yang tidak baik dengan perempuan-perempuan yang melayani Tuhan di depan pintu Kemah Peremuan. Berganti-ganti pacar dan hidupnya sangat tidak menyenangkan hati TUHAN, tidak menghormati TUHAN.

Apa yang kakek lakukan melihat hal itu? Apa kakek ikut-ikutan?

Aaaaaah, aku nggak mau ikut-ikutan aaah ! sejak kecil mamaku selalu mengajariku untuk hidup KUDUS, takut akan Tuhan, karna Tuhan mau memakai aku jadi Hamba Tuhan. Walaupun setiap hari aku melihat Kakek Eli dan Om Horni serta Om Pinehas itu rakus, serakah serta melakukan hal-hal yang tidak baik dengan perempuan-perempuan di rumah TUHAN, aku nggak mau ikut-ikutan.

Selama kakek tinggal di Silo, berarti Kakek tidak pernah ketemu dengan papa dan mama kakek?

Yaaaaa ketemu dong, setahun sekali. Papa mama dan adik-adikku setahun sekali pasti datang, dan mamaku selalu membawakanku baju baru, jubah baru yang indah-indah. Setiap memakai jubah baru yang dibawakan mamaku, aku selalu teringat akan nasihat-nasihatnya padaku bahwa aku harus jadi anak yang mandiri dan anak yang hidup kudus, menyenangkan hati TUHAN.

Katanya, kakek pernah mendengar suara Tuhan memanggil ya…? Ceritakan dong Kek!!

Oooo itu. Sebenarnya bukan hanya kali itu saja kakek mendengar suara Tuhan, tapi sejak saat itu dan seterusnya kakek sering mendengar suara Tuhan, dan ngobrol dengan Tuhan.

Waktu itu kakek telah tertidur…ada suara memanggil-manggil nama kakek, kakek kira itu suara Kakek Eli, ternyata bukan, itu suara TUHAN.

Apa Kek yang waktu itu Tuhan katakan?

Waktu itu Tuhan berkata bahwa Tuhan akan menghukum keluarga Kakek Eli, termasuk Om Hofni dan Pinehas itu. Karna mereka tidak menghormati TUHAN. Tidak hidup kudus di hadapan TUHAN.

Bagaimana kisah hidup kakek selanjutnya?

Puji Tuhan, semakin lama kakek semakin besar, dan Tuhan semakin mengasihi kakek, dan bukan itu saja, bangsa Israel juga semakin menyayangi kakek. Setiap kakek mendengar suara Tuhan dan pesan Tuhan untuk bangsa Israel, kakek sampaikan pada mereka semua.

Akhirnya kakek semakin bertumbuh terus, dan dipakai Tuhan jadi seorang Nabi di Israel, sampai kakek TUA seperti sekarang ini.

Apa saja yang kakek lakukan sebagai seorang NABI Tuhan?

Kakek menyampaikan isi hati Tuhan pada umat-Nya serta kakek juga mengurapi SAUL serta DAUD menjadi Raja di Israel.

Apa pesan kakek buat kami semua?

Kakek berpesan agar kamu semua hidup KUDUS, dan jangan ikut-ikutan teman-temanmu, kalau mereka jadi anak nakal. Kalau temanmu malas membuat PR, jangan ikut-ikutan. Kalau kakakmu membantah orang tua jangan ikut-ikutan, kalau temanmu ada yang nyontek di kelas saat ulangan jangan ikut-ikutan. Kalau teman-temanmu masih kecil sudah pacar-pacaran jangan ikut-ikutan, kalau teman-temanmu mulai suka bohong dan mencuri uang mama dari dompetnya untuk beli jajan dan beli kaset PS, jangan ikut-ikutan. Kalau teman-temanmu suka ngomong kotor, jorok, jangan ikut-ikutan ya….Seperti Kakek tidak mau ikut-ikutan perbuatan serakah dan rakus serta tukang pacaran dari keluarga Kakek Eli tempat kakek tinggal dulu. OKE? Tuhan pasti senang kalau kalian mau hidup KUDUS.

Baik, kakek pulang dulu ya…..daaaa semua….!!

Pertanyaan yang siap print dan gunting.

Pertanyaan 1 : Katanya kakek pernah tinggal di Silo ya….sejak kapan kek?

Pertanyaan 2 : Kakek tinggal di Silo sama siapa saja Kek ?

Pertanyaan 3 : Siapa yang mengurus kakek waktu itu? Kan kakek masih sangat kecil?

Pertanyaan 4:  Kakek bobok di mana?

Pertanyaan 5 : Apa yang kakek lakukan di sana?

Pertanyaan 6:  Bagaimana keadaan keluarga Kakek Eli itu?

Pertanyaan 7 : Apa yang kakek lakukan melihat hal itu? Apa kakek ikut-ikutan?

Pertanyaan 8 : Selama kakek tinggal di Silo, berarti Kakek tidak pernah ketemu dengan papa dan mama kakek?

Pertanyaan 9 : Katanya, kakek pernah mendengar suara Tuhan memanggil ya…?  Ceritakan dong Kek!!

Pertanyaan 10 : Apa Kek yang waktu itu Tuhan katakan?

Pertanyaan 11 : Bagaimana kisah hidup kakek selanjutnya?

Pertanyaan 12 : Apa saja yang kakek lakukan sebagai seorang NABI Tuhan?

Pertanyaan 13 : Apa pesan kakek buat kami semua?

Post Cerita Wawancara: (sediakan hadiah sederhana untuk anak dengan jawaban terbaik)

Nah adik-adik sekarang tuliskan jawabanmu di kertas ini:

Siapa nama tamu tadi ?

Apa pesannya pada kita tadi? (pesan terakhir sebelum ia pulang tadi)

Lembar jawaban ini milik :………………..(tuliskan namamu sendiri)

AYAT HAFALAN :

I Petrus 1: 16 Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

Apabila guru yang bertugas Guru Perempuan, cerita ini bisa diganti dengan wawancara dengan Hana, sang ibunda dari Samuel, tokoh yang ditebak tetap Samuel-nya, bukan Hana

Salah seorang guru perempuan menyamar menjadi HANA yang sudah tua. Guru tersebut memakai kostum khusus ala Israel, yang dapat menarik perhatian anak-anak. Kerudung, kumis buatan, brewok buatan, jubah putih, ikat pinggang, sandal jepit yang diberi tali-tali berlilit ke kaki atas, tas kulit kuno (kalau ada)

Sediakan kotak berisi potongan-potongan kertas yang sudah ditulisi pertanyaan pada Samuel, tetapi pertanyaan tersebut bernomor urut dan sudah ditata urut dari nomor kecil/ pertanyaan pertama sampai selesai/pertanyaan terakhir

Minta anak-anak maju satu persatu dan membacakan pertanyaan yang telah dipersiapkan kakak.

Jika jumlah pertanyaan yang tersedia lebih sedikit dari jumlah anak, maka untuk menghindari perebutan dan kekecewaan, maka anda bisa memilih anak yang duduknya paling manis, atau anak yang bisa mengingat ayat hafalan minggu lalu, atau anak yang bisa mengingat cerita minggu lalu (pilih sekaligus 13 anak, agar nanti tidak mengganggu jalannya wawancara)

Pemeran Hana tidak perlu hafal mati, karna pertanyaan sudah urut, yang dia lakukan adalah menjawab dari jawaban yang sudah dipersiapkan, tetapi usahakan menggunakan intonasi yang senatural mungkin, jangan berkesan membaca.

Pemeran Hana wajib membaca I Samuel pasal 1- 3, di rumah, sehingga dapat lebih mendalami tokoh Samuel dengan baik.

Untuk diketahui: semua hasil wawancara ini diambil dari sumber-sumber Alkitab. Usia Samuel saat dibawa ke Imam Eli diperkirakan oleh para ahli 3 tahun, karna budaya Israel memberi ASI anaknya sampai usia 3 tahun

Pra Cerita Wawancara:

 

Guru lain /bukan pmbawa cerita wawancara:

Selamat pagi adik adik….? Hari ini kita kedatangan tamu dari Israel……Siapa ya nama tamu itu? Ooooooo rahasia…..!! Kita akan bertanya pada sang tamu itu apa saja…..dan pertanyaannya sudah kakak siapkan. Tugas kalian nanti, setelah tamu itu pulang, menebak kira-kira siapa dia…..dan siapa nama anaknya yang paling besar (pssssssssst…..!! tapi jangan beri tahu temanmu dulu….!! ) nanti siapa yang menebak dengan tepat akan dapat hadiah/ point stiker dari kakak. OKE?

Tamu kita ini sudah tua, tetapi ia akan menceritakan pengalamannya bersama anaknya dulu. Kalian siap menebak siapa dia?

Kakak membagikan kertas jawaban, minta anak-anak simpan baik-baik, dan waktu menuliskannya nanti jangan sampai teman-teman yang lain tahu.

Sudah siap terima tamunya?

Baik, kita persilahkan dia masuk….

“SILAHKAN MASUK BU TAMU……”

TamuAdik-adikTamuKakak GSMTamuKakak GSMTamuAnak SM dengan pertanyaan 1TamuPertanyaan 2

Tamu

Pertanyaan 3

Tamu

Pertanyaan 4

Tamu

Pertanyaan 5

Tamu

Pertanyaan 6
Tamu

Pertanyaan 7

Tamu

Pertanyaan 8

Tamu

Pertanyaan 9

Tamu

Pertanyaan 10

Tamu

Pertanyaan 11

Tamu

Pertanyaan 12

Tamu

Pertanyaan 13

Tamu

:::
:
:::
:
:
:
::::::
::

:

:
:

:

:

:

:

:
:

:
:

:
:

:

:

ShaloooooooooooooooooooomShalooooooooooooooooooooooooooooooooooooomHo ho ho…nenek senang sekali ada di sini sekarang.Nek, siapa namamu?Waaaaah itu rahasia……kalau adik-adik di sini rajin baca Alkitab pasti kalian bisa menebak siapa nama nenekAdik-adik di sini ingin bertanya-tanya tentang kehidupan nenekboleh?Ooooooooooooh dengan senang hati cuuuukKatanya nenek sering pergi di Silo ya….dan sejak kapan nek, nenek menitipkan anak nenek tinggal di Silo?Nenek setiap tahun pergi ke Silo bersama suami, nenek berdoa minta anak pada Tuhan, dan waktu anak nenek itu sudah berumur 3 tahun nenek bawa dia ke Silo, dan nenek titipkan dia di sana, biar jadi pelayan Tuhan. Masih kecil ya anak nenek waktu itu ?

Anak nenek tinggal di Silo sama siapa saja nek ?

Waktu itu anak nenek tinggal bersama Imam Eli dan keluarganya. Tapi sejak dalam perjalanan sudah nenek beritahu “nak, nanti jangan menangis ya….kamu tidak ikut papa dan mama pulang, tetapi kamu akan tinggal di Silo bersama kakek Eli dan Om Hofni dan Pinehas, anak-anak Kakek Eli itu.

Siapa yang mengurus anak nenek waktu itu? Kan waktu itu anak nenek masih sangat kecil?

Waktu itu nenek sudah mempersiapkan anak nenek, sejak kecil sudah nenek ajarin dia mandiri, walaupun masih kecil, sudah bisa mandi sendiri, gosok gigi sendiri, makan sendiri, belajar sendiri, jadi tidak merepotkan keluarga Kakek Eli di sana. Anak nenek itu mandiri sekali, karna sudah nenek pesan bahwa dia harus jadi anak yang mandiri dan anak yang KUDUS, takut akan Tuhan, karna kelak kan mau dipakai Tuhan jadi hamba Tuhan, jadi harus jadi anak baik.

Trus, anak nenek itu bobok di mana?

Setahu nenek sih dia tidak punya kamar khusus, jadi dia tidur di bait suci Tuhan, dia tidur di dekat tabut Allah.

Apa yang dia lakukan di sana?

Ooooh, dia tetap ada tugas….tugas anak nenek waktu itu ada dua, yaitu menjaga agar lampu di rumah Allah jangan sampai padam, jadi anak kebanggaan nenek itu menjaga agar minyaknya jangan sampai habis, tugasnya yang kedua adalah setiap pagi dia bertugas membuka pintu bait Allah

Bagaimana keadaan keluarga Kakek Eli itu?

Imam Eli itu adalah seorang imam yang sudah tua, ia mempunyai dua anak Hofni dan Pinehas. Imam Eli orang yang sangat gendut sekali, karna ia sangat rakus, begitu juga anak-anaknya meminta dengan paksa pada bangsa Israel, lemak-lemak yang seharusnya dibakar dulu. Mereka juga sangat serakah dan sangat rakus. Dan bukan itu saja. Hofni dan Pinehas itu melakukan hal-hal yang tidak baik dengan perempuan-perempuan yang melayani Tuhan di depan pintu Kemah Peremuan. Berganti-ganti pacar dan hidupnya sangat tidak menyenangkan hati TUHAN, tidak menghormati TUHAN.

Apa nenek tidak takut menitipkan anak nenek di keluarga yang seperti itu, apa nenek tidak takut kalau anak nenek ikut-ikutan berbuat jahat, serakah dan rakus ?

Ooooh, kejahatan keluarga Imam Eli sudah terkenal di antara rakyat Israel, yang nenek lakukan adalah berdoa terus buat anak pertama nenek itu, dan sejak kecil nenek sudah mengajari anak nenek, “kamu harus hidup KUDUS, takut akan TUHAN, karna Tuhan mau memakai kamu menjadi hamba-Nya. Nenek yakin, bahwa anak nenek nggak mungkin bakalan ikut-ikutan Hofni dan Pinehas itu Selama anak nenek tinggal di Silo, berarti nenek tidak pernah ketemu dengan anak nenek itu?

Yaaaaa ketemu dong, setahun sekali. Aku dan suamiku setahun sekali pasti datang, dan setelah adik-adiknya lahir, mereka pun aku bawa sama-sama ke Silo untuk menyembah Tuhan dan untuk bertemu kakaknya dan aku selalu membawakanku baju baru, jubah baru yang indah-indah. Setiap mebawakan  jubah baru pada anakku, aku selalu menasihati dia agar dia harus jadi anak yang mandiri dan anak yang hidup kudus, menyenangkan hati TUHAN.

Katanya, anak nenek  pernah mendengar suara Tuhan memanggil-manggil namanya ya…? Ceritakan dong Nek!!

Oooo itu. Sebenarnya bukan hanya kali itu saja dia mendengar suara Tuhan, tapi sejak saat itu dan seterusnya dia sering mendengar suara Tuhan, dan ngobrol dengan Tuhan.

Waktu itu katanya dia sudah tertidur…ada suara memanggil-manggil namanya, dia kira itu suara Imam Eli, ternyata bukan, itu suara TUHAN.

Apa nek yang waktu itu Tuhan katakan?

Waktu itu Tuhan berkata bahwa Tuhan akan menghukum keluarga Imam Eli, termasuk Om Hofni dan Pinehas itu. Karna mereka tidak menghormati TUHAN. Tidak hidup kudus di hadapan TUHAN.

Bagaimana kisah hidup anak nenek selanjutnya?

Puji Tuhan, semakin lama anakku itu semakin besar, dan Tuhan semakin mengasihi dia, dan bukan itu saja, bangsa Israel juga semakin menyayangi dia. Setiap kali dia mendengar suara Tuhan dan pesan Tuhan untuk bangsa Israel, pasti sampaikan pada mereka semua.

Akhirnya dia semakin bertumbuh terus, dan dipakai Tuhan jadi seorang Nabi di Israel, sampai dia dewasa seperti sekarang ini.

Apa saja yang dia lakukan sebagai seorang NABI Tuhan?

Dia menyampaikan isi hati Tuhan pada umat-Nya serta dia juga mengurapi SAUL serta DAUD menjadi Raja di Israel.

Apa pesan nenek buat kami semua?

Nenek berpesan agar kamu semua hidup KUDUS, dan jangan ikut-ikutan teman-temanmu, kalau mereka jadi anak nakal. Kalau temanmu malas membuat PR, jangan ikut-ikutan. Kalau kakakmu membantah orang tua jangan ikut-ikutan, kalau temanmu ada yang nyontek di kelas saat ulangan jangan ikut-ikutan. Kalau teman-temanmu masih kecil sudah pacar-pacaran jangan ikut-ikutan, kalau teman-temanmu mulai suka bohong dan mencuri uang mama dari dompetnya untuk beli jajan dan beli kaset PS, jangan ikut-ikutan. Kalau teman-temanmu suka ngomong kotor, jorok, jangan ikut-ikutan ya….Seperti anak nenek itu lho, dia tidak mau ikut-ikutan perbuatan serakah dan rakus serta tukang pacaran dari keluarga Imam Eli tempat dia tinggal. OKE? Tuhan pasti senang kalau kalian mau hidup KUDUS.

Baik, nenek pulang dulu ya…..daaaa semua….!!

AYAT HAFALAN :

I Petrus 1: 16 Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

Pertanyaan yang siap print dan gunting.

Pertanyaan 1 : Katanya nenek sering pergi di Silo ya….dan sejak kapan nek, nenek menitipkan anak nenek tinggal di Silo?

Pertanyaan 2 : Anak nenek tinggal di Silo sama siapa saja nek ?

Pertanyaan 3 : Siapa yang mengurus anak nenek waktu itu? Kan waktu itu anak nenek masih sangat kecil?

Pertanyaan 4:  Trus, anak nenek itu bobok di mana?

Pertanyaan 5 : Apa yang dia lakukan di sana?

Pertanyaan 6:  Bagaimana keadaan keluarga Kakek Eli itu?

Pertanyaan 7 : Apa nenek tidak takut menitipkan anak nenek di keluarga yang seperti itu, apa nenek tidak takut kalau anak nenek ikut-ikutan berbuat jahat, serakah dan rakus ?

Pertanyaan 8 : Selama anak nenek tinggal di Silo, berarti nenek tidak pernah ketemu dengan anak nenek itu?

Pertanyaan 9 : Katanya, anak nenek  pernah mendengar suara Tuhan memanggil-manggil namanya ya…? Ceritakan dong Nek!!

Pertanyaan 10 : Apa nek yang waktu itu Tuhan katakan?

Pertanyaan 11 : Bagaimana kisah hidup anak nenek selanjutnya?

Pertanyaan 12 : Apa saja yang dia lakukan sebagai seorang NABI Tuhan?

Pertanyaan 13 : Apa pesan nenek buat kami semua?

Post Cerita Wawancara: (sediakan hadiah sederhana untuk anak dengan jawaban terbaik)

Nah adik-adik sekarang tuliskan jawabanmu di kertas ini:

Siapa nama tamu tadi ? Nenek…………………………

Siapa nama anak pertamanya yang setelah dewasa menjadi Nabi? Nabi…………….

Apa pesannya pada kita tadi? (pesan terakhir sebelum ia pulang tadi)

Lembar jawaban ini milik :………………..(tuliskan namamu sendiri)

AYAT HAFALAN :

I Petrus 1: 16 Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

KELAS KECIL

AYAT HAFALAN :

I Petrus 1: 16 Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

Cerita wawancara  ini kita ubah menjadi cerita DRAMA TUNGGAL

Apabila guru yang bertugas Guru Laki-laki, cerita drama tunggal memerankan tokoh Samuel yang sudah tua

Salah seorang guru laki-laki menyamar menjadi Samuel yang sudah tua. Guru tersebut memakai kostum khusus ala Israel, yang dapat menarik perhatian anak-anak. Kerudung, kumis buatan, brewok buatan, jubah putih, ikat pinggang, sandal jepit yang diberi tali-tali

Pemeran Samuel wajib membaca I Samuel pasal 1- 3, di rumah, sehingga dapat lebih mendalami tokoh Samuel dengan baik.

Untuk diketahui: semua hasil naskah ini diambil dari sumber-sumber Alkitab. Usia Samuel saat dibawa ke Imam Eli diperkirakan oleh para ahli 3 tahun, karna budaya Israel memberi ASI anaknya sampai usia 3 tahun

Sebagai berikut naskah yang anda harus hafalkan sebagai pemeran Kakek Samuel (guru pria) atau Nenek Hana (guru wanita)

Shaloooooooooooooooooooom

Ho ho ho…kakek senang sekali ada di sini sekarang.

Kenalkan, nama kakek adalah Kakek Samuel

Dulu kakek pernah tinggal di Silo sejak kakek baru berusia 3 tahun, masih kecil sekali kan..? Ada di antara kalian yang berumur 3 tahun? Ya…kira-kira kakek dulu sekecil kamu..dik !
Waktu itu kakek, ditinggal sama papa dan mama kakek, sejak dalam perjalanan mama sudah berpesan bahwa nanti sesampai di Silo, kakek tidak akan ikut pulang bersama papa dan mama, tapi akan tinggal di sana bersama Kakek Eli yang sudah tua dan juga bersama Om Hofni dan Om Pinehas, anak-anak Kakek Eli itu.

Waktu itu kakek walaupun masih kecil, sudah bisa mandi sendiri, gosok gigi sendiri, makan sendiri, belajar sendiri, jadi tidak merepotkan keluarga Kakek Eli di sana. Kakek mandiri sekali, karna sudah dipesan oleh mama kakek, bahwa kakek harus jadi anak yang mandiri dan anak yang KUDUS, takut akan Tuhan, karna kakek kan mau dipakai Tuhan jadi hamba Tuhan, jadi harus jadi anak baik.

Kakek tidak punya kamar khusus, jadi kakek tidur di bait suci Tuhan, kakek tidur di dekat tabut Allah.

Walaupun masih kecil, kakek tetap ada tugas….tugas kakek waktu itu ada dua, yaitu menjaga agar lampu di rumah Allah jangan sampai padam, jadi kakek menjaga agar minyaknya jangan sampai habis, tugas kakek yang kedua adalah setiap pagi kakek bertugas membuka pintu bait Allah

Kakek Eli itu adalah seorang imam yang sudah tua, ia mempunyai dua anak Om Hofni dan Om Pinehas. Imam Eli orang yang sangat gendut sekali, karna ia sangat rakus, begitu juga anak-anaknya meminta dengan paksa pada bangsa Israel, lemak-lemak yang seharusnya dibakar dulu. Mereka juga sangat serakah dan sangat rakus. Dan bukan itu saja. Om Hofni dan Om Pinehas itu melakukan hal-hal yang tidak baik dengan perempuan-perempuan yang melayani Tuhan di depan pintu Kemah Peremuan. Berganti-ganti pacar dan hidupnya sangat tidak menyenangkan hati TUHAN, tidak menghormati TUHAN.

Walaupun begitu, aku nggak mau ikut-ikutan aaah ! sejak kecil mamaku selalu mengajariku untuk hidup KUDUS, takut akan Tuhan, karna Tuhan mau memakai aku jadi Hamba Tuhan. Walaupun setiap hari aku melihat Kakek Eli dan Om Horni serta Om Pinehas itu rakus, serakah serta melakukan hal-hal yang tidak baik dengan perempuan-perempuan di rumah TUHAN, aku nggak mau ikut-ikutan.

Selama kakak dulu tinggal di Silo, setahun sekali kakek dulu tetap ketemu papa dan mama dan adik-adik yang datang menyembah Tuhan di Silo. Mereka datang dari tempat kelahiranku , yaitu dari Pengunungan Efraim. Dan kalau mamaku selalu membawakanku baju baru, jubah baru yang indah-indah. Setiap memakai jubah baru yang dibawakan mamaku, aku selalu teringat akan nasihat-nasihatnya padaku bahwa aku harus jadi anak yang mandiri dan anak yang hidup kudus, menyenangkan hati TUHAN.

Waktu masih sangat kecil, kakek dulu pernah mendengar suara Tuhan memanggil-manggil nama kakek “Samuel…samuel…?!”

Waktu itu kakek telah tertidur…ada suara memanggil-manggil nama kakek, kakek kira itu suara Kakek Eli, ternyata bukan, itu suara TUHAN. Waktu itu Tuhan berkata bahwa Tuhan akan menghukum keluarga Kakek Eli, termasuk Om Hofni dan Pinehas itu. Karna mereka tidak menghormati TUHAN. Tidak hidup kudus di hadapan TUHAN.

Sebenarnya bukan hanya kali itu saja kakek mendengar suara Tuhan, tapi sejak saat itu dan seterusnya kakek sering mendengar suara Tuhan, dan ngobrol dengan Tuhan.

Puji Tuhan, semakin lama kakek semakin besar, dan Tuhan semakin mengasihi kakek, dan bukan itu saja, bangsa Israel juga semakin menyayangi kakek. Setiap kakek mendengar suara Tuhan dan pesan Tuhan untuk bangsa Israel, kakek sampaikan pada mereka semua.

Akhirnya kakek semakin bertumbuh terus, dan dipakai Tuhan jadi seorang Nabi di Israel, sampai kakek TUA seperti sekarang ini.

Kakek menyampaikan isi hati Tuhan pada umat-Nya serta kakek juga mengurapi SAUL serta DAUD menjadi Raja di Israel.

Kakek berpesan agar kamu semua hidup KUDUS, dan jangan ikut-ikutan teman-temanmu, kalau mereka jadi anak nakal. Kalau temanmu malas membuat PR, jangan ikut-ikutan. Kalau kakakmu membantah orang tua jangan ikut-ikutan, kalau temanmu ada yang nyontek di kelas saat ulangan jangan ikut-ikutan. Kalau teman-temanmu masih kecil sudah pacar-pacaran jangan ikut-ikutan, kalau teman-temanmu mulai suka bohong dan mencuri uang mama dari dompetnya untuk beli jajan dan beli kaset PS, jangan ikut-ikutan. Kalau teman-temanmu suka ngomong kotor, jorok, jangan ikut-ikutan ya….Seperti Kakek tidak mau ikut-ikutan perbuatan serakah dan rakus serta tukang pacaran dari keluarga Kakek Eli tempat kakek tinggal dulu. OKE? Tuhan pasti senang kalau kalian mau hidup KUDUS.

Baik, kakek pulang dulu ya…..daaaa semua….!!

Apabila guru yang bertugas Guru Perempuan, cerita ini bisa diganti dengan cerita drama tunggal oleh nenek Hana, sang ibunda dari Samuel. Tokoh yang dikedepankan tetap tokoh Samuel-nya, bukan Hana

Salah seorang guru perempuan menyamar menjadi HANA yang sudah tua. Guru tersebut memakai kostum khusus ala Israel, yang dapat menarik perhatian anak-anak. Kerudung, kumis buatan, brewok buatan, jubah putih, ikat pinggang, sandal jepit yang diberi tali-tali

Pemeran Hana wajib membaca I Samuel pasal 1- 3, di rumah, sehingga dapat lebih mendalami tokoh Samuel dengan baik.

Untuk diketahui: semua hasil naskah ini diambil dari sumber-sumber Alkitab. Usia Samuel saat dibawa ke Imam Eli diperkirakan oleh para ahli 3 tahun, karna budaya Israel memberi ASI anaknya sampai usia 3 tahun

Sebagai berikut naskah yang anda harus hafalkan sebagai pemeran Nenek Hana (guru wanita)

Shaloooooooooooooooooooom

Ho ho ho…nenek senang sekali ada di sini sekarang.

Nama nenek adalah Hana, mudah bukan mengucapkannya?

Nenek mau cerita, bahwa waktu nenek masih mudah dulu Nenek setiap tahun pergi ke Silo bersama suami, nenek berdoa minta anak pada Tuhan, Tuhan benar-benar menjawab doa nenek,  dan waktu anak nenek itu sudah berumur 3 tahun nenek bawa dia ke Silo, dan nenek titipkan dia di sana, biar jadi pelayan Tuhan. Masih kecil ya anak nenek waktu itu ? Nenek menangis saat meninggalkan dia di tempat Iman Eli

Waktu itu anak nenek tinggal bersama Imam Eli dan keluarganya. Tapi sejak dalam perjalanan sudah nenek beritahu “nak, nanti jangan menangis ya….kamu tidak ikut papa dan mama pulang, tetapi kamu akan tinggal di Silo bersama kakek Eli dan Om Hofni dan Pinehas, anak-anak Kakek Eli itu.

Waktu itu nenek sudah mempersiapkan anak nenek, sejak kecil sudah nenek ajarin dia mandiri, walaupun masih kecil, sudah bisa mandi sendiri, gosok gigi sendiri, makan sendiri, belajar sendiri, jadi tidak merepotkan keluarga Kakek Eli di sana. Anak nenek itu mandiri sekali, karna sudah nenek pesan bahwa dia harus jadi anak yang mandiri dan anak yang KUDUS, takut akan Tuhan, karna kelak kan mau dipakai Tuhan jadi hamba Tuhan, jadi harus jadi anak baik.

Setahu nenek sih dia tidak punya kamar khusus, jadi dia tidur di bait suci Tuhan, dia tidur di dekat tabut Allah.

Anak nenek, si Samuel kecil itu diberi Imam Eli tugas-tugas….tugas anak nenek waktu itu ada dua, yaitu menjaga agar lampu di rumah Allah jangan sampai padam, jadi anak kebanggaan nenek itu menjaga agar minyaknya jangan sampai habis, tugasnya yang kedua adalah setiap pagi dia bertugas membuka pintu bait Allah

Imam Eli itu adalah seorang imam yang sudah tua, ia mempunyai dua anak Hofni dan Pinehas. Imam Eli orang yang sangat gendut sekali, karna ia sangat rakus, begitu juga anak-anaknya meminta dengan paksa pada bangsa Israel, lemak-lemak yang seharusnya dibakar dulu. Mereka juga sangat serakah dan sangat rakus. Dan bukan itu saja. Hofni dan Pinehas itu melakukan hal-hal yang tidak baik dengan perempuan-perempuan yang melayani Tuhan di depan pintu Kemah Peremuan. Berganti-ganti pacar dan hidupnya sangat tidak menyenangkan hati TUHAN, tidak menghormati TUHAN.

Sebenarnya ngeri juga menitipkan anak nenek di keluarga yang seperti itu, kejahatan keluarga Imam Eli sudah terkenal di antara rakyat Israel, yang  nenek lakukan adalah berdoa terus buat anak pertama nenek itu, dan sejak kecil nenek sudah mengajari anak nenek, “kamu harus hidup KUDUS, takut akan TUHAN, karna Tuhan mau memakai kamu menjadi hamba-Nya. Nenek yakin, bahwa anak nenek nggak mungkin bakalan ikut-ikutan Hofni dan Pinehas itu

Selama anak nenek tinggal di Silo, nenek ketemu Samuel anak nenek itu setahun sekali. Aku dan suamiku setahun sekali pasti datang, dan setelah adik-adiknya lahir, mereka pun aku bawa sama-sama ke Silo untuk menyembah Tuhan dan untuk bertemu kakaknya dan aku selalu membawakanku baju baru, jubah baru yang indah-indah. Setiap mebawakan  jubah baru pada anakku, aku selalu menasihati dia agar dia harus jadi anak yang mandiri dan anak yang hidup kudus, menyenangkan hati TUHAN.

Anak nenek si Samuel itu pernah mendengar suara Tuhan memanggil namanya.

Waktu itu katanya dia sudah tertidur…ada suara memanggil-manggil namanya, dia kira itu suara Imam Eli, ternyata bukan, itu suara TUHAN.

Waktu itu Tuhan berkata bahwa Tuhan akan menghukum keluarga Imam Eli, termasuk Om Hofni dan Pinehas itu. Karna mereka tidak menghormati TUHAN. Tidak hidup kudus di hadapan TUHAN.

bukan hanya kali itu saja dia mendengar suara Tuhan, tapi sejak saat itu dan seterusnya dia sering mendengar suara Tuhan, dan ngobrol dengan Tuhan.

Puji Tuhan, semakin lama anakku itu semakin besar, dan Tuhan semakin mengasihi dia, dan bukan itu saja, bangsa Israel juga semakin menyayangi dia. Setiap kali dia mendengar suara Tuhan dan pesan Tuhan untuk bangsa Israel, pasti sampaikan pada mereka semua.

Akhirnya dia semakin bertumbuh terus, dan dipakai Tuhan jadi seorang Nabi di Israel, sampai dia dewasa seperti sekarang ini.

Samuel, anak nenek itu menyampaikan isi hati Tuhan pada umat-Nya serta dia juga mengurapi SAUL serta DAUD menjadi Raja di Israel.

Nenek berpesan agar kamu semua hidup KUDUS, dan jangan ikut-ikutan teman-temanmu, kalau mereka jadi anak nakal. Kalau temanmu malas membuat PR, jangan ikut-ikutan. Kalau kakakmu membantah orang tua jangan ikut-ikutan, kalau temanmu ada yang nyontek di kelas saat ulangan jangan ikut-ikutan. Kalau teman-temanmu masih kecil sudah pacar-pacaran jangan ikut-ikutan, kalau teman-temanmu mulai suka bohong dan mencuri uang mama dari dompetnya untuk beli jajan dan beli kaset PS, jangan ikut-ikutan. Kalau teman-temanmu suka ngomong kotor, jorok, jangan ikut-ikutan ya….Seperti anak nenek itu lho, dia tidak mau ikut-ikutan perbuatan serakah dan rakus serta tukang pacaran dari keluarga Imam Eli tempat dia tinggal. OKE? Tuhan pasti senang kalau kalian mau hidup KUDUS.

Baik, nenek pulang dulu ya…..daaaa semua….!!

KELAS BESAR

AYAT HAFALAN :

I Petrus 1: 16 Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

Minta anak-anak kelas besar membuka mengenai kisah Samuel di

I Samuel pasal 1- 3. ALKITAB SEBAGAI PANDUAN SISWA.

Gunakan naskah wawancara pada KELAS TENGAH di atas sebagai PANDUAN GURU

Perhatikan : naskah tanya jawab kelas tengah tersebut tidak ditunjukkan pada siswa, itu hanya sebagai panduan guru penilai

Bagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok laki-laki dan kelompok perempuan.

Guru menyiapkan property berupa kostum yang siap pakai, tanpa harus si anak berganti baju (jadi model kostum yang hanya diselubungkan ke baju yang sudah ada), hiasan kepala, sepatu ala padang pasir, kerudung, dll

Guru mempersiapkan (Print dan gunting) 13 pertanyaan yang anda bisa baca di materi kelas tengah. 13 pertanyaan tersebut diberikan pada kelompok lawan (pertanyaan untuk Hana diberikan pada kelompok laki-laki, sedangkan pertanyaan untuk Samuel diberikan pada kelompok Perempuan)

Aturan Main:

  1. kelompok lawan (kelompok perempuan) mengajukan pertanyaan pertama pada kelompok laki-laki)
  2. Tokoh Samuel tua harus bisa menjawab. (Jika berhasil menjawab, dapat nilai 100)
  3. Jika tidak bisa menjawab, anggota kelompoknya boleh membantu dengan melihat atau mencari jawabannya di Alkitab)- dan jika dibantu kelompok ternyata jawaban benar, nilai hanya 50, jika salah tidak mendapat nilai
  4. Sekarang giliran pertanyaan kedua ditujukan pada kelompok Perempuan oleh kelompok laki-laki, minta tokoh pemeran Hana menjawab, jika berhasil nilai 100, jika harus dibantu anggota kelompok, nilai hanya 50, jika salah nilai 0
  5. demikian seterusnya sampai pertanyaan yang ke 12 (dengan demikian masing-masing mendapat kesempatan yang sama yaitu menjawab 6 pertanyaan)
  6. pertanyaan ke 13 ditanyakan pada kedua kelompok, jawaban terbaik menurut guru pembimbing dapat nilai 100 yang kurang baik dapat nilai 50.
  7. total nilai tertinggi menjadi kelompok pemenang.

Jika mereka tidak bisa menjawab pertanyaan yang detail , misalnya apa yang jadi tugas Samuel di Silo, bagaimana  keadaan Keluarga Imam Eli, itu artinya mereka kurang teliti dalam membaca Alkitab sebagai panduan.

Untuk panduan guru:

Ayat panduan kunci untuk kakak penilai :

Pertanyaan 1 : I Sam 1:24

Pertanyaan 3 : I Sam 3:1

Pertanyaan 4:  I Sam 3:3

Pertanyaan 5 :  I Sam 3:3, 15

KUNCI JAWABAN : Lihat di naskah wawancara untuk kelas tengah.

 

zwani.com myspace graphic comments

Penulis: jeniuscaraalkitab

Menjadi Alat di Tangan Tuhan untuk Mencetak Generasi Jenius bagi Kemuliaan Nama Tuhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s