PEKAN ROHANI ANAK PARENTING SESI 1 POLA ASUH TERHADAP ANAK ALA ALKITAB


THEMA                                                 : RESTORE MY HEART

AYAT THEMA                                     : Maleakhi 4:6

TUJUAN                                               :

  1. Anak-anak mengerti siapa dan bagaimana karakter Bapa kita di Surga
  2. Anak-anak bisa punya hubungan yang dekat dan intim dengan TUHAN
  3. Anak-anak dengan mudah bisa menyembah Tuhan karena punya gambaran Bapa yang benar
  4. Anak-anak belajar menghormati orang tua dan dipulihkan hubungannya dengan orang tuanya.

PEKAN ROHANI ANAK diadakan dalam 3 gelombang

GELOMBANG 1. Seminar dan KKR Parenting

  1. Sesi 1. Pola Asuh dalam Keluargaku

Tujuan  :

  • Agar tiap orang tua dapat memahami pola asuh seperti apa yang selama ini dia terapkan dalam mendidik dan mengajar anak dalam keluarganya
    • Agar pola asuh yang salah dapat diubah menjadi pola asuh yang benar
    • Agar ayah dan ibu memiliki kesepakatan menggunakan pola asuh yang sama
    • Agar ada pertobatan pada orang tua yang selama ini telah menggunakan pola asuh yang salah.

POLA ASUH ANAK

DI DALAM ALKITAB

Disusun dengan anugrah Tuhan oleh; Grace Sumilat S.MG

http://www.jeniuscaraalkitab.com

(Panitia dapat memilih dari pola asuh yang ada, mana yang akan diseminarkan dengan waktu yang ada.) Di tulisan ini sengaja saya selidiki semuanya, namun mengingat waktu tidak dapat disampaikan semuanya sekaligus.

BERIKUT POWER POINT YANG BISA ANDA DOWNLOAD GRATIS

POLA ASUH ANAK JCA

Sedianya materi ini akan disampaikan pada Seminar Parenting GBI Diaspora Sejahtera Malang, bulan Juni 2018.

 

POLA ASUH yang selama ini diselidiki oleh para pakar,  meliputi beberapa saja, yaitu;

  • OTOLITER ( memerapkan aturan yang kaku)
  • DEMOKRATIS ( memperlakukan komunikasi dua arah dengan anak)
  • TEMPORIZER ( pola yang tidak konsisten karena selalu berubah-ubah)
  • APPEASERS/ OVERPROTECTIVE ( terlalu memberikan perlindungan pada anak secara berlebih-lebihan)
  • PERMISIF ( serbah membolehkan)
  • OTORITATIF ( memberikan kebebasan tetapi tetap diberi pengawasan)

 

Namun ternyata di Alkitab, pola asuh yang dikemukakan jauh lebih banyak dan lebih lengkap.

Dari karakteristik hewan-hewan dalam Alkitab yang disebutkan dengan anak-anak mereka  pastilah Tuhan memiliki maksud kepada kita, ketika memakai hewan-hewan ini sebagai gambaran/ ilustrasi, tentang POLA ASUH DALAM KELUARGA.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. BURUNG GAGAK

POLA ASUH MENOLAK SANG ANAK

 

Ayub 38:41

Siapakah yang menyediakan mangsa bagi burung gagak, apabila anak-anaknya berkoak-koak kepada Allah, berkeliaran karena tidak ada makanan?

Lukas 12: 24

Perhatikanlah burung-burung gagak yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mempunyai gudang atau lumbung, namun demikian diberi makan oleh Allah. Betapa jauhnya kamu melebihi burung-burung itu!

 

“Bughats” anak burung gagak yg baru menetas. Burung gagak ketika mengerami telurnya akan menetas mengeluarkan anak yg disebut “bughats”. Ketika sdh besar dia menjadi gagak (ghurab).
Apa perbedaan antara bughats & ghurab…? Telah terbukti secara ilmiah, anak burung gagak ketika baru menetas warnanya bukan hitam seperti induknya, karena ia lahir tanpa bulu. Kulitnya berwarna putih. Di saat induknya menyaksikanya, ia tdk terima itu anaknya, hingga ia tdk mau memberi makan dan minum, lalu hanya mengintainya dr kejauhan saja. Anak burung kecil malang yg baru menetas dr telur itu tdk mempunyai kemampuan untuk banyak bergerak, apalagi untuk terbang.

 

 

 

Lalu bgmna ia makan dan minum…?

Tuhanlah yang memberikan rejeki pada anak burung gagak ini.
Tuhan menciptakan  AROMA tertentu yg keluar dr tubuh anak gagak yg dpt mengundang datangnya serangga ke sarangnya. Lalu berbagai macam ulat & serangga berdatangan sesuai dengan kebutuhan anak gagak, lalu ia pun memakannya… Keadaannya terus seperti itu sampai warnanya berubah menjadi hitam, karena bulunya sdh tumbuh. Ketika itu barulah gagak mengetahui itu anaknya & ia pun mau memberi makannya hingga tumbuh dewasa & bisa terbang mencari makan sendiri. Secara otomatis aroma yg keluar dari tubuhnya pun hilang & serangga2 tdk berdatangan lagi ke sarangnya.

 

Anak bisa ditolak karena:

  • Berusaha digugurkan,
  • dibeda-bedakan dari kakak atau adiknya, dari sepupunya, dari temannya, dll
  • ditolak karena anak sudah banyak,
  • ditolak karena jenis kelamin yang tidak diinginkan,
  • ditolak karena anak yang dilahirkan di usia tua,
  • merasa ditolak karena tidak mirip papa atau mama,
  • ditolak karena wajahnya mirip kakek/nenek yang tidak akur dengan mamanya/ papanya,
  • ditolak karena pada waktu lahir terjadi peristiwa yang dianggap sial, sehingga dianggap pembawa sial
  • tertolak karena warna kulit yang tidak diharapkan
  • tertolak karena pernikahan orang tua yang tidak direstui keluarga besar
  • tertolak karena cacat lahir
  • tertolak karena sakit-sakitan sejak kecil
  • tertolak karena orang tua yang selalu bertengkar
  • tertolak karena perceraian orang tua
  • tertolak karena lahir sebagai status anak haram
  • tertolak karena perkataan yang kasar dari orang tua atau pengasuh atau nenek/kakek, dll
  • tertolak karena perlakuan kasar (KDRT) dari orang tua/ pengasuh, dll
  • tertolak karena dititipkan pengasuhannya pada nenek/kakek/pembantu rumah tangga, dll
  • pernah dilecehkan secara sex
  • faktor fisik; misalnya gemuk, kurus, pesek, dll
  • dibully oleh teman-teman, dll
  • terluka karena peristiwa yang memalukan dalam keluarga
  • tertolak karena dipanggil tidak sesuai dengan namanya, misalnya dipanggil dengan sebutan endut, kriwil, dll.

Burang gagak adalah gambaran dari ORANG TUA YANG MENOLAK ANAKNYA,

 

Contoh dalam Alkitab:

 

Ben Oni/ Benyamin;

 

Ketika Benyamin lahir, ibunya, Rahel memberinya nama Ben Oni, yang artinya “son of my sorrow” / anak kesedihanku.

Ben Oni menjadi anak yang tertolak oleh ibunya. Ibunya menolak dia karena persalinannya sangat sukar.

Tetapi Ben- Oni diberi nama Benyamin oleh ayahnya, Yakub, yang artinya:

Anak tangan kananku. ( Kejadian 35: 16-17)

 

Contoh berikutnya:

Yabes adalah juga anak yang ditolak oleh ibunya, karena proses kelahiran Yabes yang membuat ibunya kesakitan. ( I Tawarikh 4: 9-10)

Arti nama Yabes adalah Sorrow/ kesedihan.

 

Contoh berikutnya:

Daud ditinggalkan oleh ayah dan ibunya ( Mazmur 27:10)

 

Akibat yang bisa terjadi, bila anak tertolak:

  1. Suka berpura-pura.
  2. Gaya bicara membentak
  3. Mencari gara-gara, dengan mengecam, menuduh, dll
  4. Menekan orang lain
  5. Curiga yang berlebihan.
  6. Membatasi orang lain, membunuh potensi orang lain, menjatuhkan nama baik orang lain, dll.
  7. Membuat cara balas dendam, agar orang lain mengalami pengalaman pahit yang sama.
  8. Bisa tetap terlihat berbuat baik kepada orang yang dibencinya, hanya di permukaan luar, padahal hatinya tetap dendam.
  9. Pandai membuat skenario/ hidup dalam kepura-puraan/ kemunafikan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. SINGA BETINA

POLA ASUH

INDUK SEBAGAI TULANG PUNGGUNG KELUARGA

Ayub 4 : 10-11

Singa mengaum, singa meraung- patahlah gigi singa-singa muda.

Singa binasa karena kekurangan mangsa, dan anak-anak singa betina bercerai berai.

 

SINGA

Singa habitatnya di padang pasir. Hewan ini tergolong noktural, dalam sehari 20 jam berbaring di bebatuan atau di bawah pohon yang teduh.

Hewan giat malam atau hewan nokturnal adalah hewan yang tidur pada siang hari, dan aktif pada malam hari.

Singa betina jauh lebih aktif dalam berburu, sedangkan singa jantan lebih santai bersikap menunggu dan meminta jatah dari hasil buruan para betinanya.

Singa habitatnya di padang pasir. Hewan ini tergolong noktural, dalam sehari 20 jam berbaring di bebatuan atau di bawah pohon yang teduh. Tiap kelompok terdiri dari jantan 1-6 ekor, betina 4-15 ekor. Wilayah kekuasaan satu kelompok antara 20–400 km2. Jika makanan habis, singa betina sehari penuh mencari makanan sambil meluaskan wilayah kekuasaan. Tugas singa jantan adalah melindungi betina dari singa jantan kelompok lain, dan menjaga wilayah kekuasaan. Saat merebut wilayah kelompok lain, jantan yang merebut kelompok lain akan membunuh anak singa yang berada di kelompok yang direbut. Kecepatan lari singa jantan adalah 58 km/jam.

Makanannya daging, biasanya memangsa mamalia besar yang beratnya sekitar 50–500 kg. Selain itu, singa juga memangsa mamalia kecil seperti burungreptil, dan serangga. Singa biasanya berburu sewaktu malam, tetapi kalau di rumput panjang yang bisa menutup tubuh bisa berburu siang hari. Biasanya, singa betina yang berburu dan hasil buruan dimonopoli singa jantan.

Anak singa sering mati karena dibunuh jantan dari kelompok lain atau tidak dirawat oleh singa betina karena ketersediaan makanan yang sedikit. Anak singa yang hidup sampai 1 tahun hanya 40%, sampai 2 tahun adalah 20%, kalau sudah menjadi singa dewasa persentase kematiannya menurun. Singa jantan umur 3-4 tahun sudah menjadi singa dewasa, dan singa betina 3 tahun sudah menjadi singa dewasa.

 

Nahum 2:12

Biasanya singa itu menerkam supaya cukup makan anak-anaknya, mencekik mangsa bagi betina-betinanya, dan memenuhi liangnya dengan mangsa dan persembunyiannya dengan terkaman.

 

Sudah sejak lama kita meyakini bahwa singa jantan bergantung pada para betina dalam urusan berburu mangsa. Namun dari bukti-bukti terbaru, diketahui bahwa singa jantan sebenarnya merupakan pemburu yang sangat sukses. Bukti-bukti ini dipaparkan dalam sebuah laporan yang dipublikasikan di Animal Behavior.

Dalam berburu mangsa, singa betina diketahui mengandalkan strategi kerja sama. Tetapi, dari beberapa studi terdahulu, diketahui singa jantan juga mampu berburu berkelompok seperti para betina. Namun, kemungkinan para singa jantan berburu beramai-ramai sangatlah kecil. Lalu, yang jadi pertanyaan, bagaimana cara berburu para singa jantan?

Menurut Scott Loarie, Greg Asner dari Carnegie Mellon University, Amerika Serikat, dan Craig Tambling, peneliti dari University of Pretoria, Afrika Selatan, dalam berburu, singa jantan memanfaatkan lebatnya vegetasi di kawasan padang rumput. Kondisi ini cocok untuk strategi penyergapan yang mereka gunakan saat berburu di Afrika.

Awalnya, memastikan bahwa singa jantan berburu dengan memanfaatkan lebatnya rerumputan di kawasan sabana sangat sulit diketahui. Pasalnya, studi untuk mempelajari itu sangatlah sulit dilakukan dan sangat berbahaya. Tetapi, menggunakan kombinasi berbagai teknologi mutakhir membuat kesulitan bisa teratasi.

Pertama, para peneliti membuat peta tiga dimensi dari vegetasi di kawasan sabana menggunakan laser yang menyapu seluruh dataran Afrika. Mereka melakukannya menggunakan pemindah Light Detection and Ranging (LiDAR) yang dipasang di pesawat Carnegie Airborne Observatory (CAO).

Kemudian, peta habitat tiga dimensi ini dikombinasikan dengan data GPS terkait interaksi antara predator dan mangsa dari kawanan yang terdiri dari tujuh ekor singa di Kruger National Park, Afrika Selatan. Dari data tersebut, mereka menghitung jumlah di mana singa-singa menangkap mangsa dan di mana para singa beristirahat.

Singa (Panthera leo) jantan Afrika. (Thinkstockphoto)

Hasilnya, singa betina berburu dan beristirahat di kawasan sabana yang tersembunyi, namun dengan sudut pandang luas. Sedangkan singa jantan, berburu pada malam hari di kawasan yang bervegetasi lebat.

Kawasan ini merupakan kawasan di mana para mangsa sangat mudah diserang dan juga merupakan kondisi yang sangat jarang dieksplorasi oleh para peneliti.

Studi ini membuktikan bahwa menyergap mangsa dari balik pepohonan atau semak belukar di malam hari sangat berkaitan dengan keberhasilan berburu di kalangan singa jantan. Meski mereka tidak banyak melakukan strategi kerja sama seperti para singa betina di kawasan padang rumput yang terbuka.

“Dengan mengaitkan perilaku berburu singa jantan dengan kawasan bervegetasi lebat, studi ini mengindikasikan bahwa perubahan pada struktur pepohonan sangat berpotensi mengganggu keseimbangan antara predator dan mangsanya,” kata Loarie.

Dalam laporannya, para peneliti menegaskan, temuan ini memang masih harus dikonfirmasikan lewat sejumlah studi lain di seluruh kawasan sabana Afrika. Tetapi, hasil ini bisa memiliki implikasi yang sangat besar pada pengelolaan taman nasional yang seringkali melakukan perubahan vegetasi.

“Berhubung mamalia besar semakin terbatasi di kawasan terlindungi, memahami bagaimana menjaga habitat mereka dan mendukung perilaku alami mereka sangatlah penting untuk dijadikan prioritas dalam konservasi,” kata Asner.

Studi yang dilakukan kali ini juga menegaskan pentingnya peran pengukuran berbasis peralatan teknologi tinggi untuk melakukan riset yang belum pernah dimungkinkan sebelumnya di kawasan geografis yang kompleks dan berbahaya.

Pencitraan tiga dimensi dari habitat ekologi oleh CAO, beserta pelacakan lewat GPS terhadap spesies-spesies yang ada di habitat tersebut telah membuka cara baru untuk memahami bagaimana spesies berinteraksi satu sama lain di seluruh lingkungan alami mereka. Ini tidak akan bisa dilakukan tanpa pemanfaatan teknologi mutakhir.

(Abiyu Pradipa. Sumber: Phys.Org)

http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/03/teknologi-bantu-ungkap-rahasia-berburu-singa-jantan

 

Singa adalah gambaran dari pejantan yang tidak berfungsi untuk mencari mangsa, malah cenderung memanfaatkan hasil buruan singa betina untuk dimonopoli, sehingga anak-anak singa ditinggalkan induknya untuk mencari mangsa, sehingga anak-anak singa menjadi sasaran empuk bagi kawanan singa lain yang sedang merebut wilayah.

 

Ini dilakukan bukan karena SINGA JANTAN TIDAK BISA BERBURU, tetapi karena malas.

 

Dalam artikel dikatakan Singa tidur 20 jam sehari.

 

Amsal 26:14 Seperti pintu berputar pada engselnya, demikianlah si pemalas di tempat diturnya

 

Ini adalah gambaran dari kepala keluarga/ ayah yang tidak bertanggung jawab mencari nafkah di keluarganya karena MALAS, sehingga ketika seorang ibu terlalu sibuk di luar rumah, maka anak-anak menjadi kurang perhatian dari seorang ibu, sehingga mereka menjadi generasi yang mudah di terkam ‘singa’ / dunia yang jahat/ pengaruh negatif/ mudah jatuh ke dalam dosa.

 

Contoh dalam Alkitab,

adalah beberapa jemaat pria di Tesalonika yang malas bekerja:

 

I Tesalonika 3:7-12

Rasul Paulus bekerja keras agar hidupnya memberi teladan. Dia tidak lalai bekerja di antara jemaat Tesalonika. Juga agar tidak menjadi beban bagi jemaat. Rasul Paulus memberi peringatan keras, agar jemaat yang tidak bekerja , janganlah ia makan.

Rasul Paulus menentang kemalasan pada kaum pria yang ditemuinya di Tesalonika.

 

Akibatnya bila ini terjadi adalah;

Anak bertumbuh menjadi minder, dan tertutup.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. RUSA BETINA

POLA ASUH EGOISME ORANG TUA

ORANG TUA YANG TIDAK MEMBERI PERLINDUNGAN PADA ANAKNYA

 

Yeremia 14:5

Bahkan rusa betina di padang meninggalkan anaknya yang baru lahir, sebab tidak ada rumput muda.

 

AYUB 39:4-7

Apakah engkau mengetahui waktunya kambing gunung beranak, atau mengamat-amati rusa waktu sakit beranak? Dapatkah engkau menghitung berapa lamanya sampai genap bulannya, dan mengetahui waktunya beranak? Dengan membungkukkan diri mereka melahirkan anak-anaknuya, dan mengeluarkan isi kandungannya. Anak-anaknya menjadi kuat dan besar di padang, mereka pergi dan tidak kembali lagi kepada induknya.

Ayub 39: 4-7 ini langsung memperbandingkan antara KAMBING GUNUNG dengan RUSA

Musim semi dan musim panas adalah saat rusa tahun melahirkan anak-anak mereka. Seekor rusa mungkin memiliki antara satu dan tiga bayi, dua yang paling umum. Anak rusa lahir dari bulan April hingga Juni. Mereka dilahirkan dengan mata terbuka dan penuh bulu. Anak rusa dapat berdiri dalam 10 menit dan dapat berjalan dalam 7 jam. Anak-anak rusa muda tinggal bersama ibu mereka sampai musim dingin berikutnya.

 

Anak-anak bayi yang sehat setiap hari ditinggal sendirian oleh ibu mereka sementara ibu mencari makanan.

https://www.nativeanimalrescue.org/understanding-deer/

Rusa betina itu tidak akan kembali ke bayinya karena ia akan merasakan bahaya. Begitu dia merasakan bahaya potensial hilang, dia kemudian akan bergabung kembali dengan bayinya.

Ingat, jika Anda menemukan seekor rusa yang berbaring dengan tenang di hutan, jangan diganggu. Ibu dekat dan akan kembali ke bayinya ketika Anda pergi.

Jika anak rusa berkeliaran tanpa tujuan dan menangis, itu bisa menjadi indikasi ibu mungkin telah terluka dan tidak akan kembali.

 

https://www.nativeanimalrescue.org/understanding-deer/

 

 

Perbedaan keduanya adalah, kambing gunung sangat merawat anaknya dalam setahun pertama kehidupan anaknya setelah lahir, dengan cara menghabiskan sebagian besar waktunya bersama anaknya. Tetapi sangat berbeda sekali dengan Rusa yang melakukan yang sebaliknya, begitu anaknya lahir, langsung ditinggalkan sendirian, ditinggalkan untuk mencari rumput/ makanan. Walaupun dia akan kembali kepada anaknya, tetapi bila ada bahaya mengancam anaknya, si induk tetap memilih untuk tidak kembali kepada anaknya. Tidak memberi perlindungan pada sang anak.  Betapa egoisnya si rusa ini.

 

Rusa terkenal suka menyendiri.

 

Ini adalah gambaran pola asuh dalam keluarga, di mana orang tua begitu egois dengan dirinya sendiri, dan anak-anaknya  dibiarkan saja, tanpa bimbingan, tanpa arahan, tanpa kasih sayang, tanpa belaian, tanpa perhatian.

 

 

Contoh;

Dina adalah anak yang tidak diperhitungkan keberadaannya dalam keluarga, tidak masuk hitungan. Semua saudaranya dan saudara-saudara tirinya, waktu lahir diberi nama dan artinya, namun pada saat Dina lahir, tidak diberi arti nama. Ini sangat menyakitkan dan melukai. Dibesarkan tanpa VISI, tanpa arahan. (Kejadian 30:21)

 

Pada saat Dina diperkosa oleh Sikhem, ayahnya tidak serta merta menolong.

Mengapa Dina bisa diperkosa, karena Dina pergi dari rumah dan mencari kesenangan di luar rumah.

 

Contoh berikutnya yaitu;

 

Tamar bin Daud. Tamar tidak mendapatkan perlindungan yang penuh dari Daud ayahnya. Ayahnya tidak peka, bahwasannya Amnon kakaknya jatuh cinta kepadanya. Ketika terjadi perkosaan terhadap Tamar oleh Amnon, Daud tidak memberikan penghiburan kepada Tamar, dan yang dilakukan Daud hanya marah saja ( I Sam 13: 21)  tetapi tidak memberikan hukuman yang setimpal pada Amnon.  Seharusnyalah Amnon dihukum mati menurut Ulangan 22: 22-30. Tamar menghadapi luka ini sendirian ( I Sa 13: 20), dan akhirnya kakaknya, Absalom membela Tamar dengan cara yang salah, yaitu dengan cara membunuh Amnon, dan kemudian lari ke Gesur, dan setelah kembali ke istana tidak mengalami rekonsiliasi yang baik dengan Daud, ayahnya,  dan pada puncaknya melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan Daud, ayahnya sendiri.

 

 

Akibatnya ; Anak bertumbuh menjadi anak yang kesepian, memiliki gambar diri yang tidak sehat, karena kekurangan kasih sayang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. BERUANG

POLA ASUH TERLALU MELINDUNGI ANAK/ OVER PROTEKTIF

Hosea 13:8

Aku mau mendatangi mereka seperti beruang yang kehilangan anak,..

 

II Sam 17:8

Engkau tahu bahwa ayahmu dan orang-orangnya adalah pahlawan, dan bahwa mereka sakit hati seperti beruang yang kehilangan anak di padang.

 

Amsal 17:12

Lebih baik berjumpa dengan beruang betina yang kehilangan anak, dari pada dengan orang bebal dengan kebodohannya.

 

 

Namun, ketika induk merasa anaknya terancam, induk beruang akan berperilaku ganas.

https://id.wikipedia.org/wiki/Beruang

 

Semua binatang kebanyakan punya naluri untuk melindungi anaknya, tetapi mengenai beruang, memiliki kekhususan, karena beruang memiliki perlindungan kepada anaknya terlalu over.

 

 

Contoh dalam Alkitab:

 

Saul dibesarkan oleh ayahnya dengan pola asuh overprotektif

Saul yang sudah menikah, diperintahkan mencari keledai yang hilang, dengan ditemani seorang bujang. Uang yang dipakai sebagai bekal dititipkan pada sang  bujang. Dan berkali-kali Alkitab mencatat bahwa Kish, ayah Saul mencemaskan dan mengkawatirkan keadaan Saul. ( I Sam 9 dan 10)

 

Ini adalah gambaran pola asuh yang terlalu melindungi anaknya sehingga anak merasa terkekang, tidak dapat bereksplorasi dan takut untuk mengembangkan diri.

Bisa juga terjadi dua kemungkinan, di mana anak menjadi rapuh, sulit bangkit bila mengalami kegagalan, dan tidak memiliki daya tahan/ daya juang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. BURUNG UNTA

POLA ASUH KEKERASAN TERHADAP ANAK

 

AYUB 39: 16-21

Dengan riang sayab burung unta  berkepak-kepak,

tetapi apakah kepak dan bulu itu menaruh kasih sayang?

Sebab telurnya ditinggalkannya di tanah, dan dibiarkannya menjadi panas di dalam pasir,

tetapi lupa, bahwa telur itu dapat terpijak kaki, dan diinjak-injak oleh binatang-binantang liar.

Ia memperlakukan anak-anaknya dengan keras seolah-olah bukan anaknya sendiri,

ia tidak perduli, lau jerih payahnya sia-sia,

karena Allah tidak memberinya hikmat, dan tidak membagikan pengertian kepadanya.

Apabila ia dengan megah mengepakkan sayapnya, maka ia menertawakan kuda dan penunggangnya.

 

Ratapan 4:3

Serigalapun memberikan teteknya dan menyusui anak-anaknya,

tetapi puteri bangsaku telah menjadi kejam seperti burung unta di padang pasir.

 

 

PEMBAHASAN:

Sayap burung unta tidak dapat membuat burung itu terbang, karena burung unta tidak dapat terbang.

Mengapa? Karena sayap burung itu tidak dapat menahan berat badannya, dan tulang dadanya rata sehingga tidak mempunyai ”lunas dada” sebagai tumpuan otot-otot terbang burung penerbang. Bulu-bulu burung unta, walaupun indah, tidak mempunyai filamen-filamen kecil seperti kait yang menyatu dan yang membuat bulu-bulu burung penerbang dapat menahan udara sehingga dapat terbang.

Biasanya kekerasan terhadap anak, lahir dari orang tua yang ‘tidak dapat terbang’.

Sarang burung unta tidak di bangun di puncak bukit batu yang tinggi, melainkan hanya menggali lubang dangkal di tanah yang dikelilingi gundukan yang tidak tinggi. Di situlah burung unta betina bertelur.

Biasanya kekerasan terhadap anak, lahir dari keluarga yang tidak berlindung pada Tuhan/ tidak berlindung pada batu karang, tetapi hidup membangun rumahnya di atas pasir/ alias tidak sungguh-sungguh melakukan Firman Tuhan, walaupun mendengar Firman. Jadi hidupnya tidak takut akan Tuhan. Tidak sungguh-sungguh dalam Tuhan.

Burung unta berpoligami. Dalam satu sarang terdapat banyak telur dari beberapa betina ( bisa dua sampai tiga betina)

Biasanya kekerasan terhadap anak lahir dari keluarga yang terpecah/ bercerai/ orang tua tiri/ orang tua yang tidak setia/ suka bertengkar dengan pasangannya, dll/ tidak harmonis.

Burung unta jantan mengerami telur-telur itu pada malam hari dan yang betina pada siang hari, tetapi sang induk diketahui suka meninggalkan sarangnya beberapa kali sehari pada waktu sinar matahari panas terik. Pada saat-saat seperti itu, telur-telur tersebut, walaupun cangkangnya sangat tebal, menjadi rentan terhadap kerusakan atau dapat diambil oleh binatang lain atau oleh manusia

 

Pola asuh kekerasan adalah: Meninggalkan, dan membiarkan.

 

 

’Memperlakukan Anak-Anak dengan Kasar.’ Pernyataan bahwa burung unta ”memperlakukan anak-anaknya dengan kasar, seolah-olah bukan kepunyaannya” (Ayb 39:16) dan ”kejam” terhadap keturunannya (Rat 4:3) telah dibantah oleh beberapa orang yang menyatakan bahwa burung unta cukup berhati-hati dalam mengurus anak-anak mereka. Walaupun kata Ibrani (rena·nimʹ) yang digunakan di Ayub 39:13 secara gramatikal dapat berlaku untuk burung unta jantan atau betina, beberapa leksikograf mengakui bahwa kata itu memaksudkan burung betina. Tampaknya memang demikian, mengingat konteksnya menyebutkan tentang telur-telur yang jelas dihasilkan oleh burung betina. Jika yang dimaksud adalah burung unta betina, ungkapan puitis sehubungan dengan ’kekejaman’ burung unta itu memang sangat beralasan karena segera setelah telur-telur menetas, yang jantan ”mengambil alih perawatan anak-anak mereka, sementara burung-burung betina biasanya pergi bersama-sama”. (All the Birds of the Bible, karya Alice Parmelee, 1959, hlm. 207) Selain itu, burung-burung yang kuat ini, baik jantan maupun betina, dengan cepat meninggalkan sarang dan anak-anak mereka begitu merasakan adanya bahaya, dan sekalipun mereka menggunakan taktik mengalihkan perhatian untuk menjauhkan musuh dari sarang, hal itu tetap merupakan perlakuan ”kasar” terhadap anak-anak yang tidak terlindung. Anak-anak burung yang ditinggalkan tanpa pertahanan itu hanya dapat terlindung karena warna bulu pemberian sang Pencipta sehingga binatang-binatang musuh tidak melihat mereka dan mengejar orang tua mereka yang melarikan diri. Demikianlah, burung unta dengan tepat dapat disebut ”kejam”, jika dibandingkan dengan banyak burung lain dan khususnya jika dikontraskan dengan bangau, yang terkenal karena dengan penyayang memperhatikan dan tanpa henti menjaga anak-anaknya.

”Melupakan Hikmat.” Burung unta dikatakan ”melupakan hikmat” dan ’tidak mendapat bagian dalam hal pengertian’. (Ayb 39:17) Para pengamat modern telah mengakui hal ini. Orang Arab mempunyai sebuah ungkapan ”lebih bodoh daripada burung unta”. (Soncino Books of the Bible, diedit oleh A. Cohen, London, 1946, Job, hlm. 205) Burung unta cenderung berlari dalam garis lengkung yang besar sehingga para pengejarnya, jika cukup banyak, bisa mengepungnya. Tetapi di lintasan yang lurus, burung unta dengan kaki-kakinya yang kuat dapat ”menertawakan kuda dan penunggangnya”. (Ayb 39:18) Sewaktu berlari, langkahnya dapat memanjang hingga 3,5 m dalam sekali ayun, dan kecepatannya bisa mencapai 70 km/jam. Sayap-sayapnya, walaupun tidak dapat digunakan untuk terbang, membantu burung itu untuk menyeimbangkan tubuhnya yang berat seraya ia berlari.

Burung unta mempunyai beberapa karakteristik yang konon membingungkan para ilmuwan yang cenderung menggolongkan burung unta sebagai burung yang ’lebih rendah atau lebih primitif’. Ia memiliki kandung kemih tempat asam urat terkumpul; organ yang merupakan karakteristik mamalia tetapi tidak dimiliki oleh burung dari famili lainnya. Ia juga mempunyai bulu mata yang melindungi matanya dari pasir yang beterbangan. Jadi, walaupun tidak cerdas, burung unta yang kuat dan cepat itu memberi kesaksian mengenai hikmat Penciptanya.

Kekuatan dan kecepatan burung unta itu hanya berlaku bila dia berlari dengan lurus, sedangkan kalau dia berlari dalam garis lengkung, burung unta dikategorikan bodoh, karena dapat dengan mudah dikepung oleh musuh jika jumlah musuh banyak.

Inilah yang dimaksudkan bahwa dalam berlari lurus, sebenarnya burung unta boleh mentertawakan kuda dan penunggangnya, namun dalam garis yang tidak lurus/ lengkung burung unta adalah bodoh.

Ini menggambarkan betapa kejamnya burung unta terhadap anaknya, meskipun dia kuat dan cepat, dia selalu cari aman buat dirinya sendiri, dengan cara membiarkan anak-anaknya diserang musuh, membiarkan anak-anaknya mati, dan sang betina malas untuk mengurus anak.

 

Jenis orang tua yang seperti ini, adalah jenis orang tua yang memperlakukan anak-anaknya dengan kekerasan, membiarkan anak-nya tidak memiliki keperdulian terhadap anaknya, anaknya dibiarkan saja.

Burung unta meninggalkan anaknya; tidak adanya kehadiran orang tua dalam keluarga jenis burung unta

Burung unta membiarkan anaknya; tidak adanya komunikasi orang tua dan anak dalam keluarga jenis burung unta

Telur burung unta bisa saja terinjak-injak; keluarga jenis burung unta, membiarkan anak-anaknya diinjak-injak oleh system nilai dunia, membiarkan anak-anaknya dibuly, dan  membiarkan anak-anaknya jatuh dalam pelecehan sexual, karena korban pelecehan sexual adalah anak-anak yang kurang kasih sayang dan sangat mudah jatuh dalam jerat pelaku pelecehan yang pura pura baik dan perhatian)

Perhatikan ada kata ‘ ia memperlakukan anak-anaknya dengan KERAS’

Di sini ternyata kekerasan pada anak, bisa berupa PEMBIARAN. Anak yang dibiarkan, sebenarnya sedang mengalami kekerasan dalam rumah tangga.

 

Contoh dalam Alkitab

Lot.  Lot berniat memberikan kedua putrinya untuk ‘dipakai’ oleh orang-orang kota Sodom. ( Kejadian 19:8)

Akibatnya lahirlah generasi yang liar, pemberontak, dan tidak memiliki etika

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. UNTA

MEMANJAKAN ANAK-ANAKNYA

 

Kejadian 32:15 Tiga puluh unta yang sedang menyusui beserta anak-anaknya, empat puluh lembu betina dan sepuluh lembu jantan, dua puluh keledai betina dan sepuluh keledai jantan.

 

 

ITULAH IBU !

Fotografer gambar tersebut bertutur,

“Aku mengamati seekor induk onta yang menjerum dalam kubangan air,
kemudian berdiri dan langsung menyusui anaknya.
Aku dibuat heran dengan tingkah sang induk onta ini.
Lantas aku pun bertanya kepada Badui pemilik onta perihal sebab kelakuan ontanya tadi.
Ia pun menjawab,

“Sesungguhnya onta itu mendinginkan susunya untuk anaknya dengan cara merendam dirinya di dalam kubangan air itu, barulah kemudian ia langsung menyusui anaknya,
sehingga anaknya dapat minum susu yang dingin di tengah terik matahari yang sangat menyengat.”

https://helmyashar.wordpress.com/2017/06/28/kisah-singkat-menakjubkan-induk-unta-yang-mengandung-banyak-pelajaran/

 

 

Unta pengembangbiakan

Unta umumnya reproduksi lambat, betina umumnya hanya melahirkan satu anak unta setiap dua tahun. Sebagian besar betina melahirkan anak unta tunggal

 

Sejak Abad Pertengahan, orang Arab menggunakan alat seperti IUD (batu kecil meluncur ke rahim) untuk mencegah kehamilan pada unta.

 

Seekor unta berdiri sekitar tiga kaki ketika lahir. Setelah sekitar sehari ia bisa berjalan cukup baik mengikuti induknya ke area mencari makan.

 

Induk unta terus-menerus memberangus dan merawat anak-anak mereka dan tampaknya benar-benar puas setiap kali mereka berada di dekat mereka. Anak unta mencari naungan di bawah induknya di siang hari dan meringkuk kepadanya untuk kehangatan di malam hari.

 

Di daerah gurun, unta menyediakan lebih banyak susu daripada sapi dan nomaden yang paling menguntungkan  adalah unta. Betina unta umumnya terus menghasilkan 2 ½ galon susu sehari di musim hujan dan sekitar satu galon per hari di musim kemarau selama satu setengah tahun setelah mereka melahirkan (seekor sapi dengan kontras hanya menyusui selama tujuh sampai sembilan bulan dan memberi antara satu liter dan dua liter sehari).  Bahkan ketika air langka atau payau atau ada kekeringan, unta terus menghasilkan susu.

 

Unta bayi sering dibunuh dan kulit mereka digantung untuk menjaga unta betina memproduksi susu.

http://factsanddetails.com/world/cat52/sub331/item1181.html

 

 

Mengendalikan Unta

Unta dikemudikan atau dikendalikan dengan pegs hidung kayu yang dibor melalui daging mereka, cincin logam yang ditusuk melalui bibir atas atau hidung unta. Unta ditambatkan meskipun cincin hidung dan pelana mereka.

 

Unta digiring dalam satu file dalam kelompok sekitar enam. Pack unta tidak akan maju kecuali seseorang atau sesuatu memimpin dia.

 

Penggembala unta memukul hewan mereka di hidung karet untuk mendapatkan rasa hormat dari hewan mereka. Mereka mencambuk unta mereka untuk membuat mereka berlutut atau maju. Seekor unta adalah selama tongkat berjalan dan bengkok di ujung.

 

Unta tertatih-tatih agar mereka tidak tersesat. Terkadang lutut ditekuk dan tali terikat di sekitarnya. Seluruh kawanan dapat tertatih-tatih dalam waktu sekitar 20 menit.

 

Perintah sh sh sh membawa unta ke tanah. Meraih saddle pommel ke perintah zzt zzt seharusnya membuat hewan naik tetapi sering cambuk atau pukulan tajam sering satu-satunya yang akan membuatnya jatuh ke tanah. Bahkan kemudian sering ada erangan, berteriak dan bahkan meludah dan menggigit.

http://factsanddetails.com/world/cat52/sub331/item1181.html

 

 

 

 

Ini adalah gambaran bagaimana unta sedemikian memanjakan anak-anaknya.  Di udara yang sangat terik sekali Unta mau berendam agar anaknya mendapatkan asi ‘ice’ / suhu yang dingin.

 

Oleh karena itu karakteristik unta adalah; sulit diajak bekerja sama, karena terbiasa dimanjakan oleh induknya.

 

Contoh dalam Alkitab:

Hofni dan Pinehas, dalam didikan Eli.

Imam Eli lebih  menghormati anak-anaknya daripada TUHAN ( I Sam 2: 29). Setiap kali didengar bahwa anak-anaknya tidur dengan perempuan-perempuan pelayan di depan pintu Kemah Pertemuan, Eli tidak menindak mereka secara tegas sesuai dengan Hukum Taurat. Eli hanya menasihati mereka seperti seorang balita. Padahal, menurut Taurat, semestinya Eli membawa mereka ke depan tua-tua Israel dan mengadukan segala kejahatan mereka, lalu melontari mereka dengan batu ( Ulangan 21: 18-21)

 

Juga ada beberapa pola asuh Daud kepada anaknya yang cenderung memanjakan:

Sebelum membahas keluarga Daud, sebaiknya kita pelajari dulu ayat sbb:

  • Kis 13: 36 Sebab Daud melakukan kehendak Allah pada zamannya. Kata ‘melakukan kehendak Allah’ artinya: serve, minister unto ( melayani/melakukan kehendak, telah bekerja)
  • Perhatikan ayat ini bukan berbicara mengenai keluarga, bagaimana Daud menjadi seorang kepala keluarga, melainkan hanya pada lingkup pelayanannya saja, pekerjaannya saja.
  • Sebagai seorang Ayah, Daud memiliki kekurangan dalam pola asuhnya kepada anak-anaknya.

Adonia, anak Hagit,  dalam didikan Daud.

  • I Raja-raja 1:5 -6 Lalu Adonia, anak Hagit, meninggikan diri dengan berkata: “Aku ini mau menjadi raja.” Ia melengkapi dirinya dengan kereta-kereta d  dan orang-orang berkuda serta lima puluh orang yang berlari di depannya.  Selama hidup Adonia, ayahnya belum pernah menegor 1  e  dia dengan ucapan: “Mengapa engkau berbuat begitu?” Iapun sangat elok perawakannya dan dia adalah anak pertama sesudah Absalom.
  • Anak yang tidak pernah ditegur dan serba diperbolehkan berbuat apa saja, biasanya adalah karena dia elok, dan anak yang dimanja karena alasan tertentu (dalam hal ini Adonia adalah anak pertama sesudah Absalom). Perhatikan kata AYAHNYA. Alkitab menggaris bawahi bahwa menegor adalah tugas AYAH.
  • Menegor di sini menggunakan kata dengan arti: bersusah hati, membentuk, kesakitan, dilukainya, memilukan, mendukakan, menegor.
  • Artinya, para ayah harus RELA MENEGOR, apabila anaknya berbuat salah, dengan cara BERTANYA, “Mengapa engkau berbuat begitu?” walaupun pada saat yang sama sang ayah akan melakukannya dengan susah hati, sakit, terluka, pilu, berduka, karena menegor pada anak yang disayangi. Semua itu memang harus terjadi untuk sebuah proses pembentukan.

APA AKIBATNYA MEMANJAKAN ANAK

 

(https://psyline.id/akibat-terlalu-memanjakan-anak/)

 

1.       Anak semakin banyak keinginan

2.       Anak menjadi keras kepala dan pemarah

3.       Akibat Terlalu Memanjakan Anak, Anak menjadi egois

4.       Anak menjadi suka melawan orang tua

5.       Anak sulit dewasa

6.       Anak sulit mengatasi kekecewaan

7.       Anak Kurang Bisa Mandiri

8.       Anak Kurang Bisa Mengatur Waktu

9.       Anak Kurang Inisiatif dan Kreatif

10.   Sudah Dewasa Tetapi Pola Pikir Masih Seperti Anak-anak

11.   Akibat Terlalu Memanjakan Anak timbul Tantrum pada Anak.

12.   Anak Bisa Saja Terlibat Kenakalan Remaja

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. BURUNG WALET/ SWALLOW

POLA ASUH MEMBESARKAN ANAK DI RUMAH TUHAN/ DI HADIRAT TUHAN

 

Mazmur 84:4

Bahkan burung pipit telah mendapat sebuah rumah,

dan burung layang-layang ( Swallow) sebuah sarang,

tempat menaruh anak-anaknya, pada mezbah-mezbah-Mu, ya TUHAN semesta alam,

ya Rajaku dan Allahku !

 

Dalam ayat ini ditulis dalam bahasa Indonesia, sebagai burung layang-layang, namun dalam terjemahan Alkitab dalam bahasa Inggris, semua versi menyebut sebagai Swallow. Swallow dalam bahasa Indonesia lebih tepat diterjemahkan sebagai Burung Walet, bukan burung layang-layang.

 

Sarang burung walet dibuat dengan cara Walet dengan sabar mengeluarkan liurnya dan kemudian menempelkannya pada papan sirip yang telah disediakan siang dan malam sampai menjadi sarang yang sempurna. Itu adalah perjuangan sepasang walet dalam membuat sarang untuk kelangsungan anak keturunannya.

Dan apabila di tempat itu mereka membuat sarang, maka selamanya akan menetap di situ, dan beranak pinak di sarang yang sama itu.

http://konsultanwaletgedung.blogspot.co.id/2012/04/bagaimana-walet-membuat-sarang.html

 

 

Burung walet merupakan burung Apodidae ( A = tidak, Podos = kaki) atau memilki kaki semu, burung ini termasuk kedalam burung non-passeriformies atau burung yang tidak berkicau. Jenis burung ini seringkali tertukar dengan kembarannya yaitu burung layang layang, apalagi saat kedua burung ini terbang. Namun, jika diperhatikan baik-baik burung Walet dan Burung layang-layang sebenarnya memilki perbedaan yang cukup mencolok baik dari bentuk tubuh, cara terbang maupun prilaku.

Burung Walet yang termasuk kedalam burung apodidae membuatnya memilki kaki yang sangat kecil, kaki yang dimilki oleh burung ini tidak memungkinkan bagi burung ini untuk bertengger selain di sarangnya. Oleh karena itu kita akan sangat jarang sekali menemukan burung walet bertengger di dahan, jika kita menemukan burung yang mirip dengan walet dan bertengger di dahan pohon, maka bisa dipastikan itu bukan burung walet melainkan burung layang-layang. Inilah perbedaan pertama antara burung walet dengan burung layang-layang.

http://himakova.lk.ipb.ac.id/burung-walet-atau-burung-layang-layang/

 

Burung walet digambarkan oleh pemazmur, membuat sarangnya di rumah Tuhan, dan karena burung walet akan selalu menetap di sarangnya, dan karena burung walet memiliki kaki semu, sehingga dia hanya bisa bertengger di sarangnya, maka pemazmur menggambarkan bahwa burung walet ini akan selalu senang tinggal di rumah Tuhan.

Burung walet adalah gambaran keluarga yang mendidik anak-anaknya cinta rumah Tuhan, senang melayani Tuhan di rumah Tuhan, dan selalu bertumbuh dalam lingkungan rumah Tuhan. Selalu menjadikan keluarga sebagai tempat di mana hadirat Tuhan dibangun, mezbah Tuhan didirikan, dan pujian penyembahan dinaikkan.

 

Contoh dalam Alkitab:

Filipus dan keempat anak daranya, yang semuanya berkarunia bernubuat. ( Kis 21:9)

Pola asuh seperti ini menghasilkan generasi yang dipakai Tuhan secara dahsyat di akhir zaman.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. BURUNG PIPIT/ BURUNG GEREJA/ SPARROW

POLA ASUH

TAKUT AKAN TUHAN

 

Amsal 26:2

Seperti burung pipit mengirap dan burung layang-layang terbang, demikianlah kutuk tanpa alasan tidak akan kena.

Mazmur 91:10

Malapetaka  tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu.

 

Burung pipit/ burung gereja, adalah burung yang sebenarnya sangat mudah terjerat oleh jerat penangkap burung, namun di Amsal 26:2 dijelaskan bahwa burung pipit/ burung gereja juga bisa terhindar dari jerat penangkap burung. Sebagaimana bila orang yang berlindung pada Tuhan, ( Mazmur 91) tidak akan terkena kutuk. Daud juga mengemukakan hal ini di Mazmur 124.

 

Matius 10: 29 -31

Bukankah burung pipit/ burung gereja dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu.

Dan kamu, rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.

 

Lukas 12:6-7

Bukankah burung pipit/ burung gereja dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekor pun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut di kepalamu pun terhitung semuanya, Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.

Dari dua bagian Alkitab ini ( Matius 10:29-31, Lukas 12:6-7) , kita tahu bahwa burung pipit itu murah, namun mendapat PERLINDUNGAN TUHAN, dan juga mendapat perlakuan DIINGAT OLEH TUHAN.

Ternyata pemazmur menemukan bahwa burung pipit ini/ burung gereja ini suka tinggal di rumah Tuhan

Mazmur 84:4

Bahkan burung pipit ( Sparrow) telah mendapat sebuah rumah,

dan burung layang-layang sebuah sarang, tempat menaruh anak-anaknya,

pada mezbah-mezbah-Mu, ya TUHAN semesta alam, ya Rajaku dan Allahku !

 

Sebagai orang lemah dan orang sederhana, seperti juga burung pipit yang gampang dijerat dan sangat murah harganya, ternyata kita bisa menjadi orang-orang yang mendapat perlindungan Tuhan dan juga diingat oleh Tuhan, apabila kita menjadi keluarga burung pipit yang menjadikan mezbah-mezbah Tuhan sebagai rumah kita. Menjadikan takut akan Tuhan sebagai kurikulum keluarga. Mendidik dan mengajar anak anak untuk beriman hanya kepada perlindungan Tuhan, dan menjadi orang-orang yang diingat oleh Tuhan.

Burung pipit adalah gambaran dari keluarga yang lemah dan sederhana, namun membuat pola asuh, mengajak anak-anaknya hidup dalam perlindungan Tuhan, beriman pada Tuhan, Takut akan TUHAN.

Membangun pola mezbah keluarga dalam keluarganya.

Tidak heran bahwa kicauan burung pipit/ burung gereja ini, yang speed/ kerapatan/ kecepatan kicauannya ini dianggap indah oleh pecinta kicauan burung, sehingga burung pipit/ burung gereja ini dijadikan BURUNG MASTER, untuk sengaja dihadirkan agar kicauannya dapat ditiru oleh burung –burung yang akan diikutkan lomba berkicau.

Seperti burung gereja yang kicauannya memukau, mari kita suka tinggal di rumah Tuhan, suka mendirikan mezbah penyembahan bagi Tuhan, suka menjadi pemuji dan penyembah Tuhan. Sehingga walaupun keadaan keluarga kita sederhana, tetapi selalu mendapat PERLINDUNGAN TUHAN dan DIINGAT OLEH TUHAN.

Contoh dalam Alkitab:

Timotius dibesarkan dalam pertumbuhan iman, cinta Firman Tuhan, sejak kecil oleh ibu dan oleh neneknya, sehingga Timotius ketika dewasa menjadi pemuda yang Takut Akan Tuhan.

 

Pemasteran burung berkicau adalah proses melatih untuk menirukan atau mendoktrin burung berkicau dengan suara-suara lain, agar dapat merekam dan menirukan suara-suara lain yang kita perdengarkan.

Suara-suara lain tersebut antara lain suara burung sejenis, suara burung lain dan suara-suara lain yang kita inginkan.

Tujuan utama Pemasteran atau Memaster burung berkicau adalah supaya variasi lagu pada burung berkicau dapat lebih banyak dan menjadi beragam.

Suara burung greja memiliki speed yang sangat rapat apalagi bila dibawakan pada saat bertarung, Suara burung greeja tarung apabila mampu terekam dan dibawakan oleh burung kacer dengan suara yang keras diyakini bisa menjadi speed pada pembawaan lagu burung kacer terasa istimewa.

Burung GEREJA, Kini Tak lagi dipandang Sebelah Mata – Burung yang akrab dengan kegiatan sehari-hari manusia tentunya sudah tidak asing lagi bagi kita sebagai kicau mania. Burung gereja sangat mudah dijumpai, terutama bagi sobat paburung yang tinggal di daerah pedesaan. Burung gereja seringkali hidup berkelompok dan membuat sarang di pepohonan di depan rumah atau sekitar rumah. Burung ini juga sering bergerombol ketika petani desa memanen padi atau menjemur padi. Burung gereja selalu hadir untuk mencuri-curi makannan berupa padi atau sekedar memunguti sisa padi yang berceceran untuk dimakan.

Di rumah saya sendiri, burung yang berkarakter gesit ini banyak hidup di pohon pala dan pohon nangka. Ketika saya hendak mengembunkan burung-burung peliharaan di rumah, burung gereja akan bangun dan langsung ramai ketika mendengar burung-burung yang di embunkan berkicau sambil bersahutan.

Ditempat tinggal saya memang tak ada yang memelihara burung gereja, burung lebih banyak dibiarkan hidup di alam bebas. Selain tidak usah repot-repot memelihara dan merawatnya, kicauan burung gereja ini masih bisa kita nikmati bahkan lebih ramai ketika burung bebas berkeliaran di luar sangkar. suaranya pun bisa menjadi masteran alami burung-burung di rumah.

Ketika ada yang panen padi, segerombolan burung gereja biasanya datang menyerbu untuk mencari sisa-sisa padi yang berceceran, maka tak aneh jika kita melihat banyak burung gereja ditempat penjemuran padi atau penggilingan padi.

Untuk sobat yang tinggal didaerah perkotaan, burung gereja seringkali dijual dipasar burung. Sebagian penjual terkadang mengabaikan burung yang berkeliaran disekitar kiosnya. Harga burung gereja memang relatif murah. Karena jarang sekali sobat kicau yang membelinya untuk dipelihara. sudah sejak lama burung gereja menemani burung pipit yang ditangkap baik itu menggunakan jaring atau pikatan, Burung hanya dijadikan santapan burung predator seperti elang, alap-alap, jagal dan pentet. Biasanya burung dibeli dari yang menangkapnya langsung denga harga seribu rupiah.

Sobat paburung juga mungkin pernah melihat burung warna warni yang sering dijual dengan sangkar kecil terbuat dari kawat. Burung gerja dijual kepada anak kecil dengan iming-iming warna yang indah sebagai mainan dengan harga sekitar 3000-5000 saja. Sangat malang nasibnya burung gereja ini, masih mending dia bertahan lama. Kebanyakan nasibnya tak lebih dari sehari setelah dibeli oleh seorang anak.

Bisa dibilang sebuah fenomena, kini burung gereja tak lagi dipandang sebelah mata. Ternyata bruung gereja bisa dipelihara di dalam sangkar, bisa jinak dan bisa gacor. Burung gereja juga bisa menirukan beberapa suara bruung kicau diantaranya menirukan suara burung gelatik batu. Suara has yang sering kita dengar adalah crecetan rapatnya. jika bruung gereja sedang bergerombol dan terlihat seperti sedang bercanda, saling menejar sambil mengeluarkan suara crecetannya. Suara crecetan has gereja tersebut memikat hati banyak kicau mania yang kemudian menjulukinya dengan istilah suara burung gereja tarung, karena terlihat seperti suara bruung yang bertarung dengan penuh banyak emosi.

Suara gereja tarung banyak disukai sobat kicau mania untuk memaster burung kicauan jagoannya agar lebih bervariasi suaranya. Burung yang sering dimasteri dengan suara bruung gereja tarung diantaranya, burung cucak ijo yang apabila suara masteran tersebut bisa direkamnya, burung cucak ijo menirukannya dengan fasih. Suara burung gereja tarung juga dimasterkan pada burung cucak jenggot, seperti yang kita tahu saat ini, biasanya burung CJ yang bisa menirukan suara burung gereja terung adalah salah satu kandidat juara saat lomba. Selain 2 nama burung petarung tersebut, masih banyak burung lain yang sering dimasteri suara burung gereja terung. Tipikal suara gereja termasuk kategori burung bersuara kasar, jadi burung yang dimasterinya pun burung yang bertipikal suara kasar juga.

Suara masteran burung gereja tarung, memang bisa kita berikan dari mp3. Bagi sobat yang tinggal di pedesaan dan burung gereja banayak menghuni pepohonan, saya lebih menyarankanburung tetap dibiarkan hidup di alam liar, karena suaranya tetap bisa kita dengar, jika sobat ingin melihatnya lebih dekat, sobat cukup memancingnya untuk turun denganmenaburkan pakan berupa biji-bijian misalnya pakan untuk burung kenari, Cara itu jauh lebih baik bahkan burung peliharaan kita dapat termasteri secara alami. Namun untuk sebagian sobat yang tinggal diperkotaan dan kemungkina sangat jarang ada burung gereja disekitar rumah, burung gereja boleh saja dipelihara bahkan lebih baik jika menangkapnya untuk hal penangkaranatau pelestarian.

Burung gereja kini memang banyak dipelihara sebagai burung pemaster. Menang burung gereja sudah tak lagi dipandang sebelah mata. Suara has crecetannya yang disebut suara gereja tarung merupakan daya tarik yang dimiliki burung gereja.

Pola asuh seperti ini menghasilkan generasi yang  takut akan Tuhan, yang memiliki pengetahuan, hikmat dan didikan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. KAMBING GUNUNG

POLA ASUH DALAM KANDUNGAN

POLA ASUH DALAM GOLDEN AGE

 

AYUB 39:4-7

Apakah engkau mengetahui waktunya kambing gunung beranak, atau mengamat-amati rusa waktu sakit beranak? Dapatkah engkau menghitung berapa lamanya sampai genap bulannya, dan mengetahui waktunya beranak? Dengan membungkukkan diri mereka melahirkan anak-anaknuya, dan mengeluarkan isi kandungannya. Anak-anaknya menjadi kuat dan besar di padang, mereka pergi dan tidak kembali lagi kepada induknya.

https://portal-ilmu.com/kambing-gunung/

 

Keistimewaan kambing gunung adalah:

Kambing gunung merupakan hewan mamalia terbanyak yang ditemukan hidup di habitat wilayah dataran tinggi. Mereka dapat hidup pada dataran tinggi hingga 4000 meter di atas permukaan laut atau setinggi 13.000 kaki.

Umumnya mereka tinggal di tempat -tempat yang penuh dengan tebing dan jurang. Nah, di sini nih hebatnya. Para kambing gunung ini bisa dengan begitu hebat dan lincah berlarian di tebing -tebing curam. Mereka sepertinya tak khawatir jatuh atau terperosot dari tebing curam .

Tebing ini bisa mencapai kemiringan hingga hampir vertikal , sampai 90 derajat dan mereka masih juga lincah berkeliaran di tebing curam tersebut.

Kambing gunung dewasa mencapai kematangan untuk melakukan pembuahan di usia 30 bulan. Biasanya, musim kawin kambing gunung berlangsung antara bulan Oktober hingga Desember.

Israel terdapat di belahan utara bumi, Di belahan utara bumi, musim dingin dimulai sekitar tanggal 21 Desember hingga 21 Maret, Itu artinya pada musim dingin inilah Kambing Gunung mengandung/ hamil anak-anaknya.

Kemudian, para betina ini akan mengandung bayi -bayi kambing gunung.

Mereka biasanya hidup berkelompok, terutama ketika musim dingin tiba. Pada saat musim dingin, mereka membentuk kelompok dalam jumlah yang lebih besar. Sedangkan ketika musim panas tiba, mereka biasanya membentuk kelompok yang lebih kecil.

Setelah musim kawin selesai, para pejantan dan betina ini akan berpisah. Kambing jantan biasanya hidup menyendiri atau berkumpul hanya dengan satu atau dua kambing jantan lain.

Semua kambing gunung akan melahirkan anak-anaknya  pada musim semi, sekitar akhir bulan Mei atau awal Juni.  Karena mereka akan sama-sama mengandung selama enam bulan.

Selama masa mengandung, para betina biasanya hidup berkelompok. Dalam satu kelompok terdiri sekitar 50 ekor.

Ketika lahir, bayi kambing gunung memiliki berat sekitar 3 kg. Menariknya, dalam beberapa jam setelah kelahirannya, bayi kambing gunung ini akan mulai lari dan memanjat tebing -tebing di sekitarnya.

Kambing betina menghabiskan sebagian besar kehidupan mereka dengan anak-anak mereka.

Mereka tinggal di wilayah yang banyak tebing -tebing curam. Dan di wilayah mengerikan seperti itu, mereka bisa berdiri dengan tegak, bermain, juga mencari makan.

Ow ya, para indukan kambing gunung ini biasanya sangat protektif terhadap wilayahnya. Kebanyakan sih yang protektif justru para betina. Mereka berusaha sekuat tenaga untuk melindungi wilayah dan sumber makanan mereka.

Mereka bahkan mahir berkelahi agar dapat mendominasi suatu wilayah. Ketika berkelahi, para betina yang juga punya tanduk ini akan mengelilingi satu sama lain. Mereka pun saling menundukkan kepala untuk memamerkan tanduk mereka.

Mereka pun dapat bertarung untuk mempertahankan wilayah mereka dan diri mereka dari para predator. Jadi, kalau mereka diserang oleh serigala, beruang, anjing hutan, lynk, dan lainnya, mereka pun akan bertarung.

Mereka biasanya cukup mahir dalam mempertahankan diri. Karena selain lihai bertarung, mereka juga lincah untuk memanjat tebing curam yang tentunya sulit dilakukan oleh para predator tersebut.

Selama satu tahun pertama dalam hidupnya, bayi -bayi kambing gunung ini akan terus mengikuti induknya kemana pun. Akan tetapi, bila induknya sudah memasuki masa kawin lagi, maka anak -anak ini pun haus hidup mandiri.

Selama berkelana dengan anaknya, para indukan kambing gunung ini akan melindungi anak -anaknya dan mengajari mereka berbagai hal. Mereka belajar untuk menghindar dari bahaya dan menghadapi para predator.

Ketika ada predator, maka para ibu akan berdiri di depan anaknya. Sedangkan ketika mereka sedang merangkak di tebing curam, maka para induk ini akan berdiri di bawah anaknya untuk mencegah si anak tergelincir.

 

Kambing Gunung adalah gambaran dari keluarga yang mana Induk kambing gunung menjaga kandungannya dengan baik dengan cara hidup berkelompok untuk melindungi diri dari predator.

 

Pada manusia, ini adalah yang dinamakan dengan PENDIDIKAN PRA NATAL ( pendidikan janin dalam kandungan)

 

Kambing Gunung adalah gambaran dari seorang ibu yang mengajari anaknya dengan baik, menghabiskan sebagian besar waktunya bersama dengan anak-anaknya ( dalam kurun waktu setahun pertama dalam kehidupannya) , dan pada waktunya nanti,  anaknya dapat dilepas secara mandiri.

 

Anak-anaknya menjadi kuat dan besar di padang, mereka pergi dan tidak kembali lagi kepada induknya.

Ini adalah gambaran dari Alkitab, bahwa  anak-anak yang mendapatkan pendidikan dan asuhan yang baik pada masa kecilnya, maka kelak dewasa akan menjadi anak-anak yang kuat dan besar.  Menjadi perkasa di bumi.

 

 

Contoh dalam Alkitab:

 

Sebagaimana Hana memberikan waktunya secara eksklusif ( I Sam 1: 21-24) untuk si kecil Samuel, dalam memberi ASI sampai di kecil Samuel siap dilepas di lingkungan keluarga Eli dalam masa kanak-kanak ( lebih kurang usia 3 tahun, sesuai budaya Israel menyapih anaknya pada usia 3 tahun)

 

Inilah yang dinamakan GOLDEN AGE ( 1-3 TAHUN)

 

Kelak Samuel bertumbuh mandiri, sejak kanak-kanak betul telah tinggal terpisah dari orang tua, dan bertumbuh dalam takut akan Tuhan, dan menjadi nabi yang luar biasa di Israel. Samuel tinggal di lingkungan Keluarga Eli yang bobrok, tetapi Samuel tidak terpengaruh. Setiap tahun Hana membuatkan Samuel jubah kecil. Jubah berbicara mengenai identitas, penerimaan, gambar diri yang sehat, perhatian, dan kasih sayang dan sebuah doa dari seorang ibu.

 

Pola asuh yang seperti ini menghasilkan generasi yang mandiri dan dapat berprestasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. KELEDAI

POLA ASUH PERSAHABATAN

Kejadian 49:11

Ia akan menambatkan keledainya pada pohon anggur, dan anak keledainya pada pohon anggur pilihan;

 

Matius 21:7

Mereka membawa keledai betina itu bersama anaknya, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka dan Yesus pun naik ke atasnya.

 

Yohanes 12:15

Jangan takut hai puteri Zion, lihatlah, Rajamu datang, duduk di atas seekor anak keledai.

 

Zakharia 9:9

Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sioan, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lembah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.

 

Keledai juga membutuhkan teman untuk bertumbuh bersama, tidak seperti domba atau kambing, lembu serta sapi bisa dipelihara sendiri, keledai harus mempunyai teman, oleh karna itu Yesus melepaskan keledai itu tidak sendirian , melainkan bersama dengan induknya.

Yesus menyuruh murid-Nya melepaskan keledai itu beserta induknya, karna tahu bahwa keledai itu membutuhkan teman. (Matius 21:2)

https://jeniuscaraalkitab.com/2012/04/05/thn-ii-14-hosana-bagi-sang-raja/

 

Di sinilah kita lihat bahwa keledai memperlakukan anaknya, sebagai sahabatnya, bila anaknya akan menghadapi tantangan, maka induknya akan mendampingi.

Demikian juga ini adalah menjadi gambaran pola asuh orang tua yang mendampingi anaknya, memberi kesempatan pada anaknya terus berkembang, tetapi juga dengan terus membangun komunikasi sebagai seorang sahabat bagi anaknya.

 

Contoh dalam Alkitab;

Daud mendampingi Salomo dalam mempersiapkan Salomo sebagai raja dan sebagai pembangun bait Allah.

I Raja-raja 2:1-9 Sebelum mati Daud memberikan arahan kepada Salomo anaknya.

I Taw 22: 1-5 Daud menyediakan banyak persediaan bagi persiapan pembangunan rumah Tuhan

I Taw 22: 6-16 Daud memberi arahan kepada Salomo VISI pembangunan rumah Tuhan

I Taw 22: 17-19 Daud menggunakan wibawanya untuk berbicara kepada para pembesar Israel agar mereka memberi bantuan kepada Salomo, anaknya untuk membangun rumah Tuhan

I Taw 23:1- pasal 27 Daud di masa tuanya mengatur petugas petugas ibadah

I Taw 28:1-10 Daud memberi arahan kepada Salomo di depan semua pembesar

I Taw 28: 11-21 Daud menyerahkan seluruh rancang bangun yang dia dapatkan dari Tuhan – ayat 19

Serta emas-emas yang telah dikumpulkan Daud, untuk keperluan pembangungan rumah Tuhan itu.

 

Pola asuh yang seperti ini membentuk generasi yang mampu tegak berdiri pada zamannya.

  1. BURUNG RAJAWALI

POLA ASUH OTORITATIF

MELATIH LEWAT CARA DISIPLIN

Ulangan 32: 11

Laksana Rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di atas anak-anaknya, mengembangkan sayabnya, menampung seekor, dan mendukungnya di atas kepaknya.

Menampung seekor; berbicara mengenai KASIH YANG TIDAK BERSYARAT

Dengan arti kata; mengambil untuk menerima, artinya penerimaan tanpa syarat.

MENGGOYANGBANGKITKAN artinya membangunkan anak-anaknya, yang sedang tidur, untuk mereka bisa membuka mata mereka, ini berbicara mengenai MENARUH IDENTITAS YANG BENAR pada diri anak.

Ada 5 identitas diri, yang setiap anak harus punyai:

Identitas utama yaitu: AKU DICIPTAKAN SERUPA DAN SEGAMBAR DENGAN ALLAH

Identitas sekunder, yaitu; AKU dilahirkan di keluarga seperti apa, di suku apa, di bangsa mana, warna kulitku seperti apa, dll. Identitas seperti ini harus bisa diterima dengan ucapan syukur pada TUHAN

Identitas masa kini; apa talentaku, apa bakatku, dll. Identitas masa kini akan terhubung dengan identitas utama.

Identitas masa lalu ; bisa berupa keberhasilan atau kegagalan masa lalu. Kesembuhan dari trauma penting untuk sembuh dari trauma masa lalu.

Identitas masa depan; cita-cita, harapan, dll

Meletakkan identitas pada diri seorang anak adalah ketika kita memberikan pujian, penerimaan, peneguhan, penguatan hati, penerimaan diri, dll

Contoh: Saat anak-anak mendapat nilai 90, jangan langsung dicari salahnya di mana, tidak telitinya di mana, tetapi puji akan nilai 90 yang sudah diraih, dan puji akan soal-soal tersulit yang sudah dikerjakan dengan betul. Untuk soal-soal yang gagal dijawab, bisa dikerjakan kembali bersama-sama, dibantu untuk bagaimana menyelesaikan soal sulit tersebut, jadi kesalahan yang dibuat untuk DIBANTU bukan untuk DIHAKIMI, sehingga anak-anak terbiasa TERBUKA dan tidak takut untuk mengakui kesalahannya.

MELAYANG-LAYANG berbicara mengenai Orang tua yang stay very close tanpa harus menyentuh, artinya orang tua yang menggunakan otoritasnya sebagai orang tua untuk mengawasi area MORAL anak, namun tidak melakukan INTERVENSI ,  jadi melakukan pengawasan terhadap moral anak, tetapi tidak bersikap OTOLITER)

MENDUKUNG; adalah sebuah peneguhan/ afirmasi atas anak-anak.

Rajawali mengajari anak-anaknya untuk terbang. Latihan ini dilakukan dengan cara yang luar biasa. Rajawali adalah burung yang terkenal dengan ketangguhannya menghadapi badai. Kekuatannya terletak pada sayapnya yang mampu terbang tinggi dan ketajaman inderanya saat mengejar mangsa.

Namun…
Kekuatan terbang burung rajawali tidak datang dengan sendirinya. Rajawali selalu membangun sarang di pohon yang tertinggi di puncak bukit yang tinggi dan terjal.

Saat anak rajawali belajar untuk terbang, dengan tanpa perasaan, induknya akan menjungkirbalikkan sarangnya.

Tidak tanggung-tanggung, rajawali kecil itu akan dibiarkan terjun bebas beribu-ribu meter menuju batu-batu tajam yang ada di bawahnya.

Dalam kepanikannya, anak rajawali itu akan berusaha mengepak-kepakk­an sayapnya. Di detik terakhir sebelum ia menghujam batu-batu tajam itu,
induk rajawali dengan sigap menyambar anaknya dan menjatuhkan anaknya kembali.

Dilakukan berulang-ulang sampai menjadi cukup kuat dan akhirnya mampu terbang sendiri. Awalnya mungkin anak rajawali itu tidak mengerti maksud dari “kekejaman” induknya. Tapi ketika induknya melakukannya berulang-ulang, ia pun mengerti dan menikmati proses belajarnya sampai akhirnya ia bertumbuh menjadi rajawali yang perkasa,
sama seperti induknya.

https://web.facebook.com/DuniaRealMadrid/posts/492302187473971?_rdc=1&_rdr

 

Jika anak rajawali masih belum mau lompat keluar dari sarangnya (keluar dari zona nyaman) dan mulai terbang maka induknya akan mencengkeram dan membawanya terbang lalu melemparkan anaknya itu dari ketinggian agar dia terbang. Pada saat jatuh mau tidak mau anak Rajawali akan berusaha untuk mengepak-ngepakkan sayapnya untuk terbang, sementara Induknya akan tetap berjaga-jaga “melayang-layang diatas anaknya” dan siap menangkapnya kembali sebelum jatuh ke tanah. Tindakan tersebut akan dilakukan berulang-ulang oleh induk Rajawali sampai anaknya dapat terbang sempurna. Dan setelah mampu terbang sempurna maka Induk Rajawali akan mengajar anaknya ke level lebih tinggi yaitu terbang melintasi badai.

http://heri.biz/blog/seperti-rajawali-mengajar-terbang-anaknya.html

 

Burung rajawali mengasuh anaknya dengan cara yang unik. Hingga usia tertentu induk akan terus keluar mencarikan makanan untuk anak-anaknya. Anak-anaknya bisa dengan nyaman tinggal di sarang tanpa perlu bersusah payah. Tapi pada saatnya ketika mereka dirasa sudah cukup dewasa, sang induk akan segera mengajar anak-anaknya untuk belajar terbang dan mencari makan sendiri. Tidak jarang sang induk harus mengguncang sarang agar anak-anaknya mulai bergerak keluar. Sarang dibongkar hingga yang tinggal hanyalah lapisan kasar penuh duri, lalu si anak akan diterjunkan ke bawah. Mau tidak mau anak-anak rajawali inipun akan mulai mengembangkan sayap dan melatih otot-otot mereka agar dapat terbang. Pada mulanya tentu sulit. Anak-anaknya mungkin takut, dan ketika dilepas mereka bisa meluncur cepat menghujam ke bawah. Disaat seperti itu sang induk akan segera menyambar dan membawa anaknya naik kembali. Begitu seterusnya berulang-ulang sampai anak-anaknya bisa terbang sendiri.

http://www.renunganharianonline.com/2012/05/induk-rajawali-dan-anak-anaknya.html

 

Latihan ini dilakukan kepada anaknya SEEKOR DEMI SEEKOR, one by one, one on one, bukan secara rombongan. Karena tiap anak memiliki keunikan masing-masing.

Keluarga rajawali, adalah keluarga yang mendidik anak-anaknya dengan pola; OTORITATIF.

Pola mendidik  anak dengan cara melatih terus menerus dalam pola kedisiplinan.  Yaitu tetap memberi kebebasan namun terus memberikan pengawasan yang diperlukan secara wajar/ tidak berlebih-lebihan.

 

Contoh dalam Alkitab:

Ester dalam didikan Mordekai

Ester mendapatkan larangan dari Mordekai ( ayah angkatnya)  bahwa dia dilarang untuk memberitahukan kebangsaan dan asal-usulnya. Dan Ester taat sehingga dia menjalankan larangan ini (Ester 2: 10,20). Ada demokrasi yang apik di antara Mordekai dan Ester di dalam Ester pasal 4. Keputusan bukan karena secara otoliter dipaksakan oleh Mordekai kepada Ester atau karena Ester mengambil keputusan dalam tekanan, melainkan Ester mengambil keputusan sendiri setelah Mordekai memperhadapkan Ester pada pertimbangan dan arahan yang dia berikan.

Pola didikan yang seperti ini menghasilkan: pribadi Ester yang :

  • Taat pada semua protokoler istana
  • Tekun dalam doa dan puasa
  • Berani mempertaruhkan nyawanya bagi keselamatan bangsanya
  • Cakap menyelenggarakan pesta yang dapat memuaskan hati raja
  • Tahu bagaimana mengelola emosinya dengan baik. ( karena dia tidak menggunakan cara biasa ataupun keterburu-buruan dalam mengemukakan perihal kejahatan Haman pada raja)

Pola asuh yang seperti ini menghasilkan generasi yang pandai mengambil keputusan yang bijaksana dan siap menjadi pribadi yang matang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. DOMBA

POLA ASUH  KETAATAN

Yesaya 53:7

Seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian, seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.

Dilaporkan bahwa domba mengenal suara pengembalanya, ketika suara gembalanya memberikan kode dengan teriakan, para domba dengan segera mengambil perhatian dan mengikuti perintah pengembala. Contoh sifat domba ini dapat dilihat pada massa musim mencukur bulu domba tiba, domba tidak perlu diikat mereka sangat penurut dan percaya akan apa yang dikerjakan pencukur terhadap domba-domba. Karakter domba ternyata terwakili dari berkatnya, domba dengan bulunya yang tebal dan disaat masa cukur tiba, domba-domba menurut saja untuk dicukur. Artinya karakter dan keperluan domba itu sdh dibentuk atau terbentuk sedemikian rupa (genotif).

https://www.kompasiana.com/bhtrg/apakah-kamu-jenis-domba-atau-kambing_55008b74a333111d7251116a

 

Domba dewasa adalah domba yang taat, dan tidak memberontak saat dia digunting bulunya, hal ini memberi teladan pada anak domba, yang tidak memberontak saat dibantai/ disembelih.

Ketaatan orang tua kepada Tuhan, memberi teladan pada anak bagaimana anak bisa taat juga kepada Tuhan.

Ketaatan orang tua kepada orang tuanya ( kepada kakek dan nenek dari pada anaknya) memberi teladan pada anak bagaimana anak bisa taat juga kepada orang tuanya

Ketundukan isteri kepada suaminya, memberi teladan pada anak untuk bagaimana menghormati ayah.

Tetapi isteri yang selalu mengajak bertengkar suami, tidak punya ketundukan pada suaminya, akan menghasilkan generasi bebal ( Amsal 19:13)

 

Contoh dalam Alkitab:

Keluarga yang tidak taat.

Lot juga pribadi yang berlambat-lambat dalam melaksanakan perintah Tuhan ( Kej 19:16)

Isteri Lot adalah contoh pribadi yang tidak taat kepada perintah Tuhan lewat malaikat-Nya. ( Kejadian 19)

Ternyata anak-anak mereka, kedua anak perempuan mereka, bertindak a moral dengan membuat ayah mereka mabuk dan melakukan INCEST dengan ayah mereka. Incest jelas adalah dosa.

 

Keluarga yang taat.

Pada saat Yesus berumur 12 tahun.

Lalu ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka,

 

Kata hidup dalam asuhan, HUPOTASSO artinya Yesus  hidup dalam ketaatan/ ketundukan  kepada Yusuf dan Maria.

Sebagaimana Yusuf tunduk kepada Tuhan, tunduk kepada aturan hukum Taurat, dan sebagaimana Maria tunduk kepada Tuhan, tunduk kepada suaminya, maka teladan mereka dilihat oleh Yesus.

Pola asuh yang seperti ini menghasilkan generasi yang taat dan mencapai destiny ilahi dalam hidupnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. MERPATI

POLA ASUH AYAH DAN IBU YANG MENGASIHI ANAKNYA

DAN  BAHU MEMBAHU DALAM MEMBESARKAN ANAK-ANAKNYA.

Kejadian 15:9

…seekor anak burung merpati.

Lukas 3:22

..dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: “ Engkaulah AnakKu yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku bermenan.”

Dalam korban-korban yang ditentukan, untuk burung tekukur, tidak pernah disebutkan ANAK BURUNG TEKUKUR, tetapi untuk merpati hampir selalu disebutkan ANAK BURUNG MERPATI atau dalam beberapa ayat juga muncul BURUNG MERPATI. Tetapi tidak pernah dituliskan ANAK BURUNG TEKUKUR.

Ini bisa kita jumpai pada banyak ayat;

Imamat 14:30, Imamat 1:14, Bilangan 6:10, Imamat 15:29, Lukas 2:24, Imamat 15:14, dll

Mengapa demikian? Karena korban-korban ini adalah sebuah perlambang akan Bapa Sorgawi yang mempersembahkan Yesus Kristus, sebagai Anak Tunggal yang disayangi. Sebagaimana seekor burung merpati, yang sangat menyayangi anaknya.

Bagaimana kita melihat keluarga burung merpati dalam mengasihi anak-anak mereka, mau berkorban untuk anak-anaknya,  dan bagaimana mereka bekerja sama dalam membesarkan anak-anak mereka.

 

  1. MERPATI MEMILIKI KESETIAAN PADA PASANGAN

Merpati juga memiliki sifat setia pada pasangannya. Sifat ini kemudian digunakan sebagai dasar balap merpati sprint. Prinsipnya dengan melepas burung jantan sehingga terbang mencari betina yang dipegang oleh joki. Karena di adu dengan pejantan lain maka sang merpati akan terbang sekencang-kencangnya untuk melindungi pasangannya dari merpati lawan.

Merpati berpasangan secara tetap sepanjang hidupnya, tetapi jika salah satu mati atau dipisahkan oleh manusia maka akan dicarilah pasangan lain dalam beberapa hari. Tetapi bila yang dipisah itu dikembalikan, pasangan lama akan terwujud kembali.

  1. MERPATI BEKERJA SAMA JANTAN DAN BETINA DALAM MEMBUAT SARANG

Merpati betina jantan terlibat dalam pembuatan sarang, yang mana pada burung jenis lain hanya dilakukan oleh si jantan

Setelah menemukan pasangan yang saling suka, biasanya mereka akan segera membuat sarang. Aktivitas membuat sarang dilakukan dengan merajut lembar demi lembar rumput-rumput kering. Sarang dibuat di atas pohon yang rimbun untuk menghindari tetesan air hujan dan terik sinar matahari. Uniknya, jika pada burung lain, aktivitas membuat sarang biasanya dilakukan oleh si jantan saja, pada merpati, sang betina pun ikut repot membantu.

 

  1. BURUNG MERPATI CINTA AKAN RUMAHNYA

Walau merpati  telah berada di tempat yang jauh, ia akan selalu pulang kembali ke rumahnya. Ia tidak pernah lupa jalan pulang. Walaupun untuk itu ia harus menempuh berkili kilo meter jauhnya dan menghadapi banyak tantangan di perjalanan, dia tidak perduli, dia akan tetap pulang ke rumahnya

 

  1. BURUNG MERPATI SUKA AKAN RUMAH YANG BERSIH

Burung merpati suka kandang yang bersih, burung merpati adalah burung yang suka kebersihan. Dan salah satu tips untuk merawat merpati adalah menjaga kandangnya tetap bersih.

  1. BURUNG MERPATI MEMBUAT SARANG DI TEMPAT YANG TERLINDUNG

Pada merpati yang hidup di alam liar, mereka akan membangun sarang di tempat-tempat yang tinggi, yaitu di sepanjang tebing berbatu, yaitu di celah-celah tebing berbatu tersebut, yang terlindung dari angin dan hujan serta hewan-hewan pemangsa.

Tempat yang tersembunyi ini dipilih merpati karna tempat ini tidak mudah ditemukan, dan tingkat kesulitan yang tinggi untuk diraih.

Yesaya 48:28, Nabi Yesaya menubuatkan terhadap bangsa Moab, sbb: “Tinggalkanlah kota-kota dan diamlah di bukit batu, hai penduduk Moab! Jadilah seperti burung merpati yang bersarang di dinding mulut liang.”

  1. MERPATI BEKERJA SAMA DAMA MENGERAMI TELURNYA

Merpati jantan ikut terlibat dalam proses pengeraman, dimana pada burung jenis lain hanya dilakukan oleh si betina saja.

Mereka membagi dua shift dalam sehari.

Betina mengambil bagian lebih banyak dalam pengeraman, dia akan mengerami telurnya pada pukul 4 atau 5 sore sampai sepanjang malam dan berhenti pada pukul 11 siang, sedangkan pejantan akan mengerami pada jam 11 siang sampai jam 4 atau 5 sore

Tampaknya kegiatan mengeram ini merupakan beban yang cukup berat bagi keduanya. Berat badan mereka biasanya akan turun secara drastis, berpuasa selama mengeram benar-benar menguras cadangan lemaknya. Walaupun demikian kedua merpati terlihat seperti tambah gemuk, karena menjelang pengeraman bulu-bulunya akan tumbuh sangat lebat. Aktivitas mengeram biasanya akan berlangsung selama 20 hari.

  1. MERPATI BEKERJA SAMA JANTAN DAN BETINA DALAM MEMBERI SUSU KEPADA ANAKNYA

Burung merpati merupakan jenis burung artifisial, yakni jenis burung yang merawat anaknya setelah menetas, sebelum mereka mampu mencari makan sendiri. Agar anak-anak merpati yang baru menetas dapat bertahan hidup kedua induknya harus menyuapinya dengan jenis makanan yang halus.

Anak-anak merpati yang baru menetas belum dapat mencerna makanan berupa biji-bijian. Makanan yang diberikan berupa makanan cair yang berwarna putih kekuning-kuningan, yang dikeluarkan dari paruh induknya. Para ilmuan zoologi memberi nama makanan tersebut, susu merpati.

Umumnya, susu hanya dihasilkan oleh bangsa mammalia saja, tetapi ternyata anak-anak merpati ini minum susu juga. Sebagaimana susu mammalia, susu merpati juga memiliki kandungan protein yang tinggi. Selain kaya protein susu merpati juga terbukti lebih efektif dibanding susu mamalia. Anak dari hewan mamalia butuh waktu 10 hari untuk mencapai kenaikan dua kali berat badan, sedangkan anak merpati cukup membutuhkan waktu 2-3 hari saja untuk melipatduakan berat-badannya.

Dari mana susu ini keluar, padahal kita tahu bahwa bangsa burung tidak memiliki kelenjar mammae atau kelenjar susu? Ternyata, kelenjar yang berfungsi sebagai kelenjar susu merpati adalah organ tembolok. Dalam kondisi normal tembolok berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan. Fungsi ini beralih ketika merpati memasuki masa mengeram dan menyusui. Itulah sebabnya mengapa merpati puasa saat mengeram, karena perubahan fungsi tembolok sudah dimulai pada saat itu. Hal ini sekaligus  menjadi penjelasan, kenapa pasangan merpati tidak dapat menyimpan cadangan makanan dalam temboloknya selama masa mengeram, sehingga mengakibatkan penurunan berat badan yang cukup drastis.

Untuk mencukupi kebutuhan energi selama berpuasa, merpati memanfaatkan lemak yang ada dalam tubuhnya. Aktivitas makan baru bisa dilakukan ketika merpati memasuki jam bebas mengeram, sekaligus dimanfaatkan untuk istirahat dan memulihkan energi (pada saat dia bergantian sift dengan pasangannya setiap 12 jam)

Proses pembentukan susu merpati, dimulai sesaat setelah mata merpati melihat ada telor di dalam sarang. Selanjutnya informasi tersebut langsung dikirim ke otak. Informasi diolah di otak, kemudian otak merespon dengan memerintahkan tubuh untuk mensekresi hormon prolaktin dalam darah. Hal ini telah diperkuat dengan suatu uji coba mempergunakan telur buatan. Kandungan prolaktin dalam darah ternyata dapat ditemukan pada merpati yang tidak sedang bertelur ketika diletakkan benda mirip telur dalam sarangnya.

Hormon prolaktin inilah yang selanjutnya bertanggung jawab terhadap pembentukan susu merpati. Tahap pembentukan susu merpati dalam tembolok dimulai dengan adanya penebalan lapisan-lapisan pembentuk dinding tembolok. Tembolok yang berfungsi menyimpan cadangan makanan bagian dalamnya berbentuk kantong atau lumen. Penebalan lapisan dinding tembolok menyebabkan kantong atau lumen tembolok menjadi semakin sempit. Ketebalan akan semakin tinggi dan mencapai ketebalan maksimal menjelang telur-telur merpat menetas.

Hakikat susu merpati sesungguhnya adalah hasil peluruhan lapisan paling atas dari beberapa lapisan penyusun dinding tembolok yang mengalami penebalan. Lapisan yang meluruh tersebut berubah menjadi cairan yang terkumpul dalam rongga tembolok dan siap untuk disuapkan pada anak merpati yang baru menetas. Selain dengan cara disuapkan, terkadang anak-anak merpati yang kelaparan mengambil sendiri susu merpati dari paruh induknya.

Pemberian susu merpati ini dilakukan selama hampir sebulan.

Setelah seluruh lapisan paling atas dari dinding tembolok habis diluruhkan, luas rongga tembolok hampir berangsur-angsur kembali seperti semula. Selanjutnya fungsi tembolok kembali lagi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan.

Sedangkan secara hormonal perubahan kandungan estrogen dalam darah yang semula meningkat juga mulai menurun, demikian pula dengan kadar prolaktin dalam darah akan menurun pula. Pada masa-masa tersebut anak-anak merpati biasanya sudah mampu mandiri, makan sendiri makanan berupa biji-bijian.

Merpati jantan ikut memberi susu pada bayi mereka, secara bergantian, karna merpati jantan juga ikut memproduksi susu merpati, dan hal semacam ini  bahkan tidak pernah dilakukan oleh mamalia lainnya

Kerja sama antara merpati jantan dan betina ini menunjukkan bahwa mereka saling bekerja sama, berkemurahan hati untuk menolong, tidak egois, tidak mencari kepentingan diri sendiri, tetapi mau saling berbagi beban, mau sharing.

Kalau memang ternyata anakan yang menetas hanya satu ekor maka pemeliharaannya oleh peternak biasanya  bisa tetap pada induk tersebut atau dititipkan pada induk yang lain yang mempunyai anak hanya 1 ekor juga. Dengan demikian pasangan yang anaknya di titipkan pada pasangan lain akan mulai berproduksi lagi.

Merpati itu baik, dia mau memelihara anak dari merpati lain.

Dan merpati itu terbukti tetap mau mengerami yang bukan telurnya, karna pernah diujicoba telur buatan ditaruh disarangnya, begitu Merpati melihat telur itu, walaupun bukan dia yang bertelur, maka dia pun rela berkorban untuk mulai berpuasa, mengerami dan menetaskan, sampai menyusui bayi merpati itu, sampai bayi itu mandiri

 

  1. BURUNG MERPATI MEMASTIKAN ANAKNYA BENAR-BENAR DEWASA

Mengapa kita tidak pernah menjumpai bayi merpati sedang terbang? Sebagian kecil burung jenis lain selain merpati, menjadi dewasa dalam waktu singkat, yaitu 2 sampai 3 minggu saja, bahkan ada yang dapat terbang meninggalkan sarangnya dalam usia dini, yaitu hanya dalam usia 10 hari saja.

Tetapi berbeda sekali dengan merpati, anak merpati akan tetap dalam sarangnya sampai berusia 2 bulan / 8 minggu, walaupun sebenarnya dia sudah melampaui beberapa tahap sbb;

  • 3 hari pertama hanya memakan susu merpati, yang didapat dari merpati induk dan merpati jantan
  • Memakan susu merpati yang didapat dari merpati induk dan merpati jantan, masih terus berlanjut sampai usianya mencapai 6-7 minggu, setelah berusia 7 minggu barulah ia disapih oleh kedua orang tuanya.
  • Pada usianya yang ke 10 hari, ia sudah bisa membuka matanya, dan bulu-bulunya mulai tumbuh, dan pada usia ini dia sudah bisa memakan makanan keras seperti biji-bijian walaupun pemberian susu masih terus berlanjut
  • Pada usianya yang ke 15 hari sebenarnya dia sudah bisa terbang.
  • Pada usianya yang ke 30-33 hari, ia sudah memiliki bulu-bulu jarum yang cukup kuat.
  • Pada usianya yang ke 30-60 hari, sebenarnya dia sudah dapat makan sendiri tanpa disuapi oleh induknya.
  • Pada usianya yang ke 60 hari, merpati terlihat seperti orang tua mereka, dewasa. Oleh karna itu kita tidak pernah menjumpai bayi merpati atau merpati remaja terbang, karna mereka hanya meninggalkan sarang saat mereka benar-benar dewasa.

Perkembangan tersebut diamati dari burung merpati liar, tetapi pada peternak merpati, pada usianya yang ke 15 hari sampai 30 hari, sang merpati akan dipercepat proses penyapihannya, dengan tujuan agar sang betina dan pejantan dapat memproduksi telur berikutnya, jadi tidak perlu menunggu sampai anak merpati mencapai usia 7 minggu.

Walaupun ada proses mempercepat masa penyapihan, tetapi ujung-ujungnya tetap sama, pada tata cara berternak merpati, tetaplah merpati sudah bisa dipanen jika dia sudah berusia 60 hari/2 bulan. Pada usia 15 hari saat dia sudah bisa terbang , dia dikelompokkan dalam kandang pembesaran yang dapat memuat 20-25 ekor merpati yang bertumbuh bersama secara koloni.

Dari sinilah kita mendapat kesimpulan sbb:

  • Walaupun sebenarnya pada usia 30 hari/ 1 bulan/4 minggu, merpati sudah bisa membuka matanya, sudah bisa memakan makanan keras,dan pada usia yang sama sebenarnya dia sudah dapat makan sendiri tanpa disuapi induknya,  dia tetap memutuskan untuk tetap menerima susu dari orang tuanya sampai ia berusia 7 minggu. Merpati mau mengikuti proses memakan air susu merpati ini dengan sabar
  • Walaupun sebenarnya pada usia 15 hari dia sudah bisa terbang, dan pada usia 30 hari dia pun sudah memiliki bulu-bulu jarum yang cukup kuat, dia tetap bertahan pada sangkarnya, tetap dalam asuhan induk dan pejantannya, sampai ia berumur 8 minggu/2 bulan.
  • Dalam masa –masa itu ternyata merpati tidak terburu-buru meninggalkan sarangnya adalah karna dia membutuhkan banyak lagi pengalaman dalam bergaul dengan merpati lainnya ( dalam peternakan merpati), atau pada merpati yang bertumbuh di alam liar, ia ternyata masih membutuhkan mata yang berpengalaman, dan paruh yang berkembang sempurna, sampai ia tampak dewasa dan tak jauh beda dari orang tuanya.

Inilah yang dinamakan kesabaran dalam mengikuti proses, tidak terburu-buru, mau mengikuti setiap tahapan dengan baik, sampai matang sekali untuk dikatakan sebagai merpati dewasa.

 

Diselidiki oleh Grace Sumilat, dari berbagai sumber:

https://jeniuscaraalkitab.com/2012/11/16/sesi-iii-setulus-merpati-serupa-yesus/

 

Contoh dalam Alkitab;

Daud dan Batsyeba bahu membahu membesarkan Salomo, sebagai calon putra mahkota kerajaan.

Salomo mendapat didikan Daud dan Batsyeba Amsal pasal 4.

Masa tua Salomo meninggalkan Tuhan, itu sudah bukan tanggung jawab Daud dan Batsyeba lagi, tetapi sebagai orang tua, Daud dan Batsyeba telah bersama-sama membesarkan Salomo dengan pola kerja sama yang baik.

 

Pola asuh yang seperti ini menjadikan pribadi yang matang, dewasa dan bijaksana.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. LEMBU

POLA MEMBESARKAN ANAK DENGAN PENUH BELAIAN KASIH SAYANG

KEDEKATAN SECARA FISIK

 

I Sam 6: 7, 10

 

Lembu yang menyusui tidak akan pernah mau meninggalkan anaknya/ terpisah dari anaknya. Oleh karena itu dalam peristiwa ini merupakan suatu tanda mujizat, mengapa lembu-lembu ini tidak kembali ke anaknya, padahal mereka adalah lembu yang sedang menyusui.

 

Anak sapi akan mulai berdiri setelah 45 menit dilahirkan, 2 s.d. 5 jam kemudian akan mencari putting induknya, induk sudah harus pada posisi bisa berdiri (karakter menyusui dengan berdiri). Mekanisme identifikasi anak – induk dilakukan melalui vokalisasi, olfactory (penciuman) and visionCalf akan menyodok ambing dan putting induknya untuk merangsang terjadinya mekaniasme laktasi. Induk dengan permasalahan kelahiran membutuhkan waktu lebih lama untuk berdiri, sehingga anak sulit mengakses susu “butuh bantuan peternak”. Mekanisme menyusu biasa diawali dengan menyusu pada putting bagian depan, induk secara aktif menolak menyusui anak sapi lain (sangat individualis). Nilai hertabilitas induk dengan mothering ability yang baik pada sapi relatif rendah. Karakteristik tingkah laku anak : melonjak, menendang, mencakar, mendengkur, bersuara dan mengadu kepala (butting). sapi jantan lebih sering menunggangi dan mendorong anak sapi betina (buller rider syndrome). Induk sapi menjilati urogenital dan rectal untuk menstimulasi urinasi dan defekasi. Mekanisme ini diatur secara hormonal. Anak kembar mendapatkan perlakuan “grooming” lebih sedikit dibanding anak tunggal. Kontak yang terjadi 5 menit setelah kelahiran akan menciptakan ikatan yang sangat kuat antara induk – anak

Pada ternak sapi, jalinan antara induk dengan anak yang terlahir kembar lebih lemah dibanding induk yang melahirkan anak tunggal yang ditunjukkan dengan frekuensi menjilati kedua anaknya yang lebih rendah dibanding kelahiran tunggal. Kontak induk – anak pada sapi setelah 3 menit kelahiran sudah cukup untuk membangun jalinan yang baik antara induk – anak. Pemisahan sampai 5 jam sesudah lahir memberikan suatu kemungkinan 50% penerimaan induk terhadap anaknya sendiri, dan pemisahan lebih dari 24 jam menyebabkan penolakan secara permanen oleh induk. Pengenalan induk oleh anak pada sapi sebagaimana ternak lainnya membutuhkan waktu beberapa hari, dan bila lapar akan terus mendekati induk lainnya sebelum mampu mengidentifikasi induknya.

 

http://www.ilmuternak.com/2015/04/tingkah-laku-ternak-antara-induk-dan-anak.html

 

Ternyata Alktitab memberi gambaran pentingnya belaian kasih sayang, sebagaimana seorang ibu sangat perlu memberi sentuhan kepada anak-anaknya.

Memangku, menggendong, membelai, menggandeng, menumpangkan tangan, mencium, dll sangat diperlukan oleh seorang anak untuk pertumbuhannya.

 

Contoh dalam Alkitab;

 

Musa diberi ASI oleh ibunya. Diperkirakan sampai usia 3 tahun, menurut budaya Israel.

Keluaran 2: 10

Pada akhirnya Musa walaupun tinggal di istana Mesir, pada masa dewasanya menolak disebut putri Firaun( Ibrani 11:24). Musa menjadi generasi yang kuat dan menang.

 

Seperti apa hasilnya, gererasi yang dibesarkan dengan cukup belaian kasih sayang ?

 

Menjadi gerasi yang kuat ( Mazmur 29:6, 11), dan generasi yang menang (Maleakhi 4:2)

Karena anak lembu yang lepas dari kandang akan melompat-lompat.

 

Mazmur 29:6

Ia membuat gunung Libanon melompat-lompat seperti anak lembu, dan gunung Siryon seperti anak banteng.

 

Maleakhi 4:2

Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayabnya. Kamu akan keluar dan berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. SERIGALA

MEMBESARKAN ANAK-ANAK MEREKA DALAM KELOMPOK

Ratapan 4:3

Serigalapun memberikan teteknya dan menyusui anak-anaknya,

tetapi puteri bangsaku telah menjadi kejam seperti burung unta di padang pasir.

 

Kata ‘memberikan’ di sini digunakan kata CHALATS yang artinya ‘untuk menyelamatkan’

 

Fakta Tentang Serigala

http://wolffvs.blogspot.co.id/p/fakta-tentang-serigala-nyatanya-inilah_16.html

 

Nyatanya inilah beberapa fakta dari serigala, pemburu yang setia, pemburu yang bisa menjadi sahabat si pemburu, pemburu dengan raungan yang menyayat. Hidup dan berburu dalam kelompok (pack), adalah serigala!
Serigala adalah “anjing liar” yang datang dari kelompok yang sama seperti dingo dancoyote.

Perbandingan antara dingo, coyote dan serigala, perbedaan terletak pada bulu, bentuk kaki, telinga, dan ekor.

 

 

Berikut, nyatanya beberkan beberapa fakta tentang serigala,

 

– Serigala adalah hewan pemburu yang sangat baik, dapat ditemukan hampir diseluruh kawasan di dunia dibandingkan dengan mamalia lainnya, kecuali manusia.

– Serigala adalah nenek moyang segala keturunan anjing domestik yang ada di dunia, serigala juga bagian dari kelompok hewan yang disebut “anjing liar” sama seperti dingo dan coyote.

 

– Serigala yang paling berat sekitar 40 kilogram, tetapi serigala terberat yang pernah tercatat seberat lebih dari 80 kilogram!

 

– Tapak kaki serigala dewasa cukup besar, Seekor serigala dewasa akan memiliki cetak kaki hampir 13 sentimeter panjang dan lebar 10 cm.

 

– Serigala hidup dan berburu dalam kelompok(pack) . Satu kelompok serigala biasanya terdiridari dua serigala atau paling banyak 20 serigala,tergantung pada faktor-faktor seperti habitat danpasokan makanan.

 

 

 

– kawanan (pack) serigala memiliki pemimpin yang disebut “alpha” , alpha terdiri dari seekor jantan dan betina. Pasangan Alpha adalah pemegang hierarki tertinggi dalam kawanan, merekalah yang terlebih dahulu mencicipi hasil buruan, saat serigala berpapasan dengan alpha, maka serigala itu harus selalu merendahkan ekornya. Alpha jantan dapat diibaratkan sebagai raja yang bijaksana dan mencintai.

 

– Kesetiaan serigala juga ditandai dengan betapa mereka memilikisense of brotherhood yang tinggi dengan sesamanya. Bukan hal aneh bila kita melihat serigala yang sedang terluka, maka serigala lain akan berburu dan mencarikan makan untuknya, dan menjaganya hingga sembuh.

 

Seluruh anggota kawanan (pack) berperan dalam merawat bayi serigala. Bahkan seekor serigala betina yang sendirian terkadang berperan sebagai “bibi”, mengurus bayi serigala lain sementara induknya berburu atau dalam proses recovery setelah melahirkan. Loyalitas merupakan hal paling utama bagi serigala.

 

– Anak serigala dilahirkan tuli danbuta dengan berat sekitar 0,5 kg.Dibutuhkan sekitar 8 bulan sebelum mereka cukup umur untuk secara aktifbergabung dalam perburuan bersama kumpulan serigala.

 

– Serigala Kutub harus melakukan perjalanan jarak jauh lebih lamadaripada serigala hutan untuk mencari makanan & terkadang akan pergi berhari-hari tanpa makan.

 

– Ketika berburu sendirian, serigalamenangkap hewan-hewan kecil seperti tupai, rakun atau kelinci.Namun, serigala dapat berburu hewan yang sangat besar seperti rusa, kerbau dan lembuketika dalam kumpulannya.

 

– Serigala memiliki dua lapisan bulu,lapisan bawah dan lapisan atas, yang memungkinkan mereka untukbertahan hidup dalam suhu rendah di minus 40 derajat Celcius.

 

– Serigala dapat berlari dengan kecepatan 65km/jam ketika mengejar musuhnya, ini dikarenakan serigala memiliki kaki yang panjang dan telah terbiasa berlari 12-16km/jam .

 

– Serigala hewan yang setia ! Selain setia dengan kawanannya (pack), serigala juga setia dengan pasangannya. Serigala adalah hewan monogami yang hanya mengawini satu lawan jenisnya seumur hidupnya.

 

– Serigala rata-rata memiliki 42 Gigi.

– Periode kehamilan serigala betina 63hari.

 

 

– Walaupun termasuk hewan liar dan buas, serigala bisa bersahabat dengan manusia.

 

 

Pola hidup serigala yang membesarkan anak –anak mereka secara bersama-sama dalam kelompok mereka memberikan gambaran bahwa kita harus saling bahu membahu dalam membesarkan anak kita, dalam kelompok-kelompok yang ada, misalnya dalam komsel anak, dalam sekolah minggu, dalam lingkungan sekolah, dalam gereja anak.

Ijinkanlah lingkungan yang sehat ikut membesarkan anak anda. Berikan ruang kepada lingkungan untuk memberi masukan kepada anda, apabila anak anda didapati melakukan penyimpangan di masyarakat.

 

Berekreasi bersama, bertukar pikiran bersama, masuk dalam kelas parenting, dll, adalah hal-hal yang perlu kita kembangkan untuk menciptakan lingkungan yang bersama-sama membesarkan anak-anak kita.

 

Contoh dalam Alkitab:

 

Raja Yoas  menjadi raja pada saat ia berumur 7 tahun.

Ibunya bernama Zibya, dari Bersyeba.

Yoas melakukan apa yang benar di mata TUHAN seumur hidupnya, SELAMA IMAM YOYADA MENGAJAR DIA ( II Raj 12:2, II Taw 24:2)

Ibu daripada Yoas, mengijinkan imam Yoyada ikut mendidik anaknya.

 

Raja Uzia menjadi raja pada saat dia berumur 16 tahun

Nama ibunya ialah Yekholya, dari Yerusalem

Ayahnya, Amazia adalah orang yang melakukan apa yang benar di mata TUHAN

Ia mencari Allah selama hidup Zakharia, yang mengajarnya supaya takut akan Allah, dan selama ia mencari TUHAN, Allah membuat segala usahanya berhasil. ( II Taw 26: 1-5)

Ibu daripada Uzia, mengijinkan imam Zakharia ikut mendidik anaknya.

Demikian juga dengan Amazia, ayah daripada Uzia, mengijinkan Imam Zakharia ikut mendidik anaknya.

 

Eunike, ibu daripada Timotius, mengijinkan Rasul Paulus untuk ikut mendidik Timotius, sebagai anak rohaninya. ( II Timotius 1:2)

 

Pola asuh yang seperti ini akan menghasilkan generasi yang cerdas secara emosi, dan memilki kecerdasan bergaul yang tinggi.

 

https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_hewan_di_Alkitab

Penulis: jeniuscaraalkitab

Menjadi Alat di Tangan Tuhan untuk Mencetak Generasi Jenius bagi Kemuliaan Nama Tuhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s