CARA MEMBUAT MAKALAH


CARA MEMBUAT MAKALAH

APA GUNANYA KITA BELAJAR CARA MEMBUAT MAKALAH SEMINAR?

Jika kita dapat membuat makalah sendiri, maka apa yang ingin kita ajarkan pada peserta seminar dapat sampai kepada mereka berupa informasi yang tertulis.

Namun bila seminar tidak disertai makalah, maka akan menyulitkan peserta memiliki catatan yang dapat disimpan lama dan dapat kapan pun dibaca-baca kembali atau pun bahkan diajarkan kembali kepada orang lain.

Seorang pembicara mau tidak mau harus dapat membuat makalah sendiri, berhubung panitia yang mengundang kita ataupun orang-orang yang kita ajar belum tentu meminta thema/ makalah yang kita sudah punya, melainkan mereka bisa saja meminta thema yang baru/ yang belum pernah kita bawakan sebelumnya.

BAGAIMANA CARA MEMBUAT MAKALAH?

  1. Kenali Thema/ Judul yang diinginkan. Ini penting sehingga makalah kita tervokus pada thema , tidak melebar ke mana-mana.

 

  1. Ketahui siapa nanti yang akan mengikuti seminar ini, apakah mereka guru sekolah minggu, apakah mereka wali murid sekolah minggu, apakah mereka guru sekolah umum? Apakah mereka pemula, apakah mereka sudah senior? Ini penting, karena akan menentukan bobot ringan, sedang atau berat dari materi kita. Makalah yang baik dapat mengakomodir baik pemula maupun yang mahir dalam makalah yang sama, mengingat jarang sekali dalam seminar dipisahkan tingkatannya. Jadi tinggal titik beratnya pada bagian dasar atau mahir. Sehingga para pemula tetap dapat bagian mahir, suatu saat mereka akan sampai ke titik itu, sedangkan yang mahir tidak gigit jari karena mereka juga dapat hal baru.

 

  1. Kenali tingkat pendidikan dari para peserta, apakah rata-rata mereka Cuma tamat SD, SMP, SMA atau bahkan rata-rata dari mereka pendidikannya S1, S2 bahkan S3? Atau bahkan ada campuran dari keduanya? Ini penting untuk memilih kosa kata pada bahasa penyampaian, apakah kosa kata sederhana atau bahkan yang tampak lebih intelek lagi.

 

  1. Ketahui apa tujuan sesi itu/ thema itu/acara itu, apakah untuk meletakkan dasar sebuah paradigma, ataukah untuk menambah keterampilan, ataukah untuk semacam sharing/kesaksian dari pembicara, ataukah sebuah gabungan dari ketiganya. Ini penting untuk meramu makalah dengan komposisi yang pas antara teori, praktek dan kesaksian.

 

  1. Ketahuilah berapa waktu yang disediakan oleh panitia penyelenggara. Ini penting agar kita dapat memastikan makalah kita cukup dibawakan 1 jam, 1,5 jam atau 3 jam dalam 2 sesi, dst

Secara teori manusia dapat berkonsentrasi dalam kurun waktu 1,5 kali usianya.

Anggap saja semua audience berusia 30 tahun, maka mereka dapat bertahan selama 30 X 1,5 = 45 menit.

Namun bila pembicara secara kreatif menggunakan:

  • Gambar/ power point
  • Animasi
  • Filim / audio visual
  • Tanya jawab
  • Diskusi
  • Metode kreatif dalam seminar:
    • Debat
    • Quiz sederhana
    • Ice Breaker
    • Game singkat
    • Simulasi
    • Ilustrasi
    • True Story
    • Puisi
    • Power Statement oleh audience
    • Pre Test
    • Post Test
    • Lomba Singkat
    • Brain Stroming
    • Kesimpulan
    • Polling
    • Dinamika Kelompok
    • Peran
    • Diorama
    • Puisi
    • Presentasi
    • Property audience
    • Talk Show
    • Break- snack
    • Testimoni
    • Bedah buku/ bedah kasus
    • Dll

Maka dapat dipastikan pada saat pembicara berganti metode maka konsentrasi pendengar di hitung dari waktu ke enol lagi.

Misalnya hanya dengan pemaparan biasa maka pada menit ke 45 para pendengar sudah mengantuk, maka jika di menit ke 46 pembicara mengajak peserta untuk mendengarkan Talk Show dari narasumber yang memberikan Testimoni, dan itu menarik, maka pada menit ke 46 dihitung dari konsentrasi dari detik ke enol lagi, jadi bisa diperpanjang lagi sampai 45 menit ke depan, dst.

Nah semua metode ini nanti akan kita rancangkan masuk dalam makalah, plus perhitungan waktunya , sehingga antara makalah dengan praktek/metode kreatif dalam seminar pun dapat berjalan dalam perhitungan yang matang.

APA SAJA JENIS-JENIS MAKALAH?

  1. Makalah yang isinya gambar mini seperti yang ada pada power point
  2. Makalah yang isinya point-point saja / seperti kerangka/ seperti daftar isi sebuah buku
  3. Makalah yang isinya kalimat yang ada bagian yang harus ditulis oleh peserta
  4. Makalah lengkap yang berisi intisari materi, sehingga saat orang membacanya kembali di kemudian hari, mereka dapat mengingat kembali semua yang disampaikan secara detail.

Dalam makalah ini saya tidak mengajarkan jenis makalah yang seperti di nomor 1-3, melainkan yang seperti di nomor 4, NAMUN tidak menutup kemungkinan bercampur dengan makalah yang berjenis ke 3.

 

APA SAJA YANG BISA KITA CANTUMKAN DALAM MAKALAH

  1. Nama Penulis Makalah
  2. Nama Pembicara, sertakan bagaimana peserta dapat menjumpai anda, bisa lewat e-mail , HP, WA, FB, dll
  3. Momentum pelaksanaan seminar; tanggal, tempat, nama acara, dll
  4. Latar belakang pemilihan judul ini/thema ini menjadi topik bahasan , apakah karena melihat kebutuhan yang ada, atau melihat hal-hal yang perlu dibetulkan/ditata, atau melihat situasi zaman, dll
  5. Devisnisi thema untuk menyatukan pendapat/ gagasan tentang thema tersebut.
  6. Sejarah terkait dengan thema
  7. Situasi yang dapat digambarkan pada saat ini sesuai thema
  8. 5 W DAN 1 H
    1. What
    2. Why
    3. Where
    4. Whom
    5. When
    6. How

Contoh: Makalah dengan thema ; Menanggulangi Keterikatan dengan Rokok

  • Apa yang dimaksudkan terikat dengan rokok?
  • Mengapa harus ditanggulangi
  • Di mana saja kita dapat melakukan penanggulangan ini?
  • Siapa yang dapat menolong pelaksanaan ini?
  • Kapan itu dapat kita lakukan?
  • Bagaimana caranya
  1. Ayat Alkitab
  2. Kesaksian / kisah nyata
  3. Apa yang terjadi jika kita tidak menguasai thema ini? Apa ruginya? Apa untungnya untuk peserta jika mereka menguasai thema ini?
  4. Perubahan apa yang bisa kita dapatkan ?
  5. Kesimpulan
  6. dll

 

METODE KREATIF APA YANG DAPAT KITA LAKUKAN DALAM SEMINAR BERBENTUK WORKSHOP?

  • Gambar/ power point
  • Animasi
  • Filim / audio visual
  • Tanya jawab
  • Diskusi
  • Metode kreatif dalam seminar:
    • Debat
    • Quiz sederhana
    • Ice Breaker
    • Game singkat
    • Simulasi
    • Ilustrasi
    • True Story
    • Puisi
    • Power Statement oleh audience
    • Pre Test
    • Post Test
    • Lomba Singkat
    • Brain Stroming
    • Kesimpulan
    • Polling
    • Dinamika Kelompok
    • Peran
    • Diorama
    • Puisi
    • Presentasi
    • Property audience
    • Talk Show
    • Break- snack
    • Testimoni
    • Bedah buku/ bedah kasus
    • Congregation may joint/ keterlibatan umat
    • Dll

 

 

MENGEVALUASI MAKALAH

Saat sebuah makalah dievaluasi, dan diedit maka kita dapat melihat hal-hal sebagai berikut:

  • Apakah ada kalimat yang terlalu sulit dimengerti
  • Apakah ada urutan yang perlu disusun kembali
  • Apakah ada power point yang perlu diubah
  • Apakah ada video yang ingin ditambahkan
  • Apakah ada penambahan atau pengurangan materi
  • Apakah perlu dipisah menjadi dua sesi/ dua babak
  • Bagaimana penekanan yang diinginkan?
  • Dll

 

TIPS MEMBUAT MAKALAH

  • Jangan membahas apa yang sudah sering diulas pembicara lain/ dalam kesempatan lain/ hal-hal yang sudah membosankan untuk dibahas. Jika anda ingin mencantumkan hal-hal semacam ini, masukkan saja dalam lampiran untuk dibaca peserta di rumah

 

 

 

Penulis: jeniuscaraalkitab

Menjadi Alat di Tangan Tuhan untuk Mencetak Generasi Jenius bagi Kemuliaan Nama Tuhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s