BUKU BIOGRAPHY ANAK SAYA – VICIEL – YANG MENINGGAL 4 AGT 2011 DIUSIA 4,5 BULAN

Buku yang anda bisa anda download di sini, adalah biography dari anak saya Viciel, yang meninggal di usia 4,5 bulan, Tanggal 4 Agustus 2011 yang lalu. Semoga jadi berkat


Tulisan ini terkait dengan kesaksian hidup anak kami Viciel, yang sudah meninggal, dan kisahnya dapat dibaca di buku ini:

Promo TVC

Puji Tuhan, buku The Victorious Girl telah terbit !!

MAMA CIUM VICIEL AJI (ANAK JENIUS INDONESIA)
MAMA CIUM VICIEL AJI (ANAK JENIUS INDONESIA)

 

Saya membuat buku biography Viciel, anak saya yang ketiga yang meninggal di usia 4,5 bulan. Ada banyak hal yang Tuhan bicara melalui kehidupan si kecil Viciel ini.

Blog Jenius Cara Alkitab memulai sepak terjangnya pada bulan Mei 2010, pada masa-masa itu Tuhan berkata pada saya “Kalau kamu gaptek (gagap teknologi) , Aku tidak bisa pakai kamu lebih lanjut”, mau tidak mau saya belajar Facebook, belajar wordpress, bahkan memanggil guru les prifat komputer datang ke rumah, beli buku wordpress di Gramedia dan berusaha keras belajar melayani Tuhan melalui menerbitkan tulisan di internet. Selain itu mau tidak mau saya harus belajar dari anak sulung saya serta suami saya yang sudah lebih dulu nge-net.

Bulan Mei blog JCA ini hadir, bulan Juni saya hamil Viciel, putri bungsu kami yang ke dua, dan anak kami yang ke tiga. Kehadiran Viciel tidak lepas kaitannya dari hadirnya juga blog saya lainnya yaitu http://www.berbagirhema.wordpress.com yang memuat naskah-naskah PA (Penyelidikan Alkitab) saya bersama rekan PA saya, cik Anie, serta naskah-naskah khotbah saya.

Viciel adalah anak prophetic yang Tuhan hadirkan dalam keluarga kami.

Dengan segala pujian hormat dan syukur hanya bagi kemuliaan nama Tuhan ….saya haturkan buku ini di ruang keluarga anda, di ruang kantor gereja anda, di ruang kamar anda dan di ruang hati anda….

Selamat membaca…..Tuhan Beserta…

in Memory of victory marcia elnissi widiono

(Kenangan Dari Victory Marcia Elnissi Widiono)

God Vision & Prophetic

from Pregnancy, Born, Growth until Death

Visi Tuhan & Nubuatan

dari sejak Kehamilan, Kelahiran, Pertumbuhan hingga Meninggal

 

 


BIOGRAPHY OF VICTOrY MARCIA ELNISSI WIDIONO

We Called Her “Viciel”,

The Victorious Girl

 

 

 

 

 

Written By : Susan Grace H Widiono

Editor : Ari Prasetyo Widiono

 

 

ã Victory Design

Rambutan 4 Street, 19 – 21

Kalinegoro, Mertoyudan, MAGELANG – 56172

Phone 08122690078

Cetakan ke – 1 : Agustus 2011 : 80 Eksemplar

Cetakan ke – 2 : Agustus 2011 : 100 Eksemplar


Chapter

1

Kata Pengantar dan Ucapan Terima Kasih

Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu.. (Filipi 1:3)

M asih segar dalam ingatan saya saat-saat dimana putri kami terkasih Victory Marcia Elnissi Widiono dengan panggilan sayang Viciel, dipanggil Tuhan pulang ke sorga tanggal 4 Agustus 2011 yang lalu, dalam usia 4,5 bulan, pada pukul 18.40 WIB.

Ada banyak cara untuk mengungkapkan cinta pada Viciel, ada banyak cara untuk mengenang segala pernak-pernik tentang Viciel, tetapi ada dorongan kuat dari dalam diri saya untuk mengungkapkan cinta dan kenangan-kenangan manis tentang Viciel itu dalam bentuk tulisan. Mungkin dorongan itu tak lepas dari kebersamaan saya dan Viciel sejak dalam kandungan, dimana saya mulai dibawa Tuhan ke pelayanan menulis pada waktu hamil dia. Walau ditengah derai air mata kala rasa sedih menerjang hebat, saya berusaha menyelesaikan tulisan-tulisan ini, tentu dengan pertolongan dan penghiburan dari Roh Kudus. Suami saya pun ikut mengedit semua gambar dan tulisan, dengan hati yang diliputi semua kenangan tentang Viciel, dengan hati penuh cinta dari seorang ayah yang luar biasa. Keinginannya untuk memberi yang terbaik itulah yang membuat buku ini bisa tampil apik di tangan saudara, karena terus terang, saya kurang artistic, dan kekurangan itu sudah ditambahkan oleh pasangan saya, puji Tuhan.

Selain menjadi ajang pengungkapan cinta dan suatu bentuk cara untuk mengenang Viciel, saya memiliki impian, agar semua hikmah yang telah menyelimuti kami sekeluarga selama kami bersentuhan hidup dengan Viciel, dapat menjadi hikmah dan inspirasi bagi orang lain yang membacanya, sekaligus bisa menjawab beberapa pertanyaan-pertanyaan yang lahir dari rasa ingin tahu perhihal meninggalnya Viciel, putri kami terkasih.

Terima kasih yang sangat mendalam pada Bapa Sorgawi, Tuhan Yesus Sahabat terbaik kami, serta pada Roh Kudus, sumber penghiburan kami.

Terima kasih sedalam-dalamnya kami sampaikan buat seluruh jajaran AF pusat maupun cabang, tak hilang dari ingatan saya saat kami baru saja kehilangan Viciel, teman-teman AF yang menjenguk di Yogyakarta, dengan sigap membantu kami melakukan beberapa hal. Segala syukur juga untuk kehadiran Mas Danar dalam menolong kami hingga larut malam. Kehadiran Bpk Bambang Handoyo dan rekan-rekan semuanya di acara penguburan Viciel meninggalkan kesan yang mendalam dalam hati kami.

Terima kasih yang mendalam pada segenap handai taulan yang mengasihi kami, terutama bapak dan Ibu Pdt. Nathan Sanjaja beserta seluruh jemaat  (GUP Madiun) yang telah bersentuhan hidup dengan anak kami Viciel sejak dalam kandungan sampai lahirnya, dan rombongan yang jauh-jauh dari Madiun datang di ibadah Penguburan, Ibu Pdt Doni S. Basri yang selama ini sudah berdoa untuk Viciel, Bpk dan Ibu Pdt. Deni Yoga Trianto (GPDI Kharisma Kalinegoro) yang mendampingi kami dalam hari-hari terakhir Viciel, serta menolong semua persiapan dan prosesi penguburan serta malam penghiburan, menyampaikan Firman Tuhan baik di ibadah Penguburan maupun di ibadah Penghiburan,  segenap jemaat GPDI Kharisma Kalinegoro yang menemani Viciel berdoa setiap hari serta ikut disibukkan dengan banyak hal, Ibu Pdt Deni Yoga Trianto yang mendandani Viciel yang sederhana menjadi Viciel yang mempesona, serta membuat keranda bunga dari Koran, yang mana melalui karya ‘unik’nya berhasil menggoreskan Visi dari Tuhan atas Indonesia bagi keluarga kami secara symbolic prophetic, serta menolong saya untuk mengedit isi naskah buku ini. Bpk dan Ibu Pdt. Bambang Sri Harianto beserta seluruh jemaat (Bethany Magelang), yang menolong mencetak Foto serta menabur baju putih untuk para kakak, serta tak ketinggalan Ibu Susan Malino dan rekan-rekan Pelnap GPDI Bayeman, yang menjadi Rekan Estafet Visi Tuhan atas keluarga kami,

Kami haturkan juga rasa terima kasih kami pada handai taulan dan kerabat :Bpk dan Ibu Bambang Gunawan (Toko Kurnia Kasih, Muntilan) yang memberi perhatian penuh pada keluarga kami, dan memberikan pendampingan saat Jenazah Viciel diboyong dari Yogya ke Magelang.  Tante Noortantini  serta Cik V. Ratnawati (Yogyakarta) yang menemani hari-hari saya di Rumah Sakit, dan membawakan kipas untuk Viciel dan berguna sekali saat dia kepanasan di ruang kelas III, Ibu Ester (tetangga depan rumah yang juga saudara seiman) yang rumahnya sempat porak poranda dalam segala perhelatan penguburan dan penghiburan Viciel kami tersayang. Terima Kasih juga kami haturkan buat segenap warga RT 09 yang dengan segenap kerelaannya membantu kami.

Terimakasih kami kepada sahabat-sahabat yang Tuhan kirimkan dalam hidup kami, kami sangat berterima kasih kepada Bpk dan Ibu dr. Agung (sahabat kami dari Madiun) yang memberi dukungan doa dan dana yang tidak sedikit sejak kelahiran Viciel, masuknya Viciel ke rumah sakit karena terkena penyakit Kuning, pergumulan kami dalam pra operasi, jauh-jauh datang dari Madiun ke Yogyakarta untuk  menjenguk Viciel sebelum operasi dan pada puncaknya menyempatkan secara khusus datang ke Madiun untuk menghibur kami. Ibu Lincie, Ibu Elisabeth Christianti juga adalah sahabat-sahabat yang Tuhan kirimkan menghibur kami melalui facebook. Kunjungan Tante Ida dan keluarganya juga menjadi suatu penghiburan tersendiri bagi kami. Kehadiran teman-teman Dito sekelas juga memberikan penghiburan tersendiri bagi kami.

Secara khusus kami haturkan terima kasih pada handai taulan yang telah bersedia menyumbangkan darahnya buat Viciel. Juga buat kedatangan  Om Hermon yang datang dari Surabaya, Tante Yvon dari Malang, serta Tante Siwi dari Semarang yang jeperet sana jepret sini, kami sangat berterima kasih. Tak lupa juga kami haturkan terimakasih kepada Om Billy, kami berterima kasih buat doa dan simpatinya, serta dana pembuatan buku ini, sehingga buku ini bisa memberkati orang banyak.

Tuhan pasti membalas kebaikan anda semuanya. Tidak semua pihak tentunya dapat kami sebutkan secara mendetail, untuk itu kami memohon maaf sebesar-besarnya.

Akhir kata, tulisan ini saya persembahkan untuk Tuhan, The Best Friend, Sahabat Terbaik dalam hidupku, dan tentunya untuk mengenang Viciel, putri cantikku tersayang.

 

Saya beserta team,

Susan Grace Hadazah Widiono, mama Viciel, Penulis.

Ari Prasetyo Widiono, papa Viciel, Artistic Editor

Febe Trianto, budhe Viciel, Content Editor

Billy Sumilat, om Viciel, Produser

 

Kami, segenap keluarga,

Ari Prasetyo Widiono, papa Viciel

Susan Grace Hadazah Widiono, mama Viciel

Ardito Kenanya Hudson Widiono, kakak Viciel

Melody Harvest Elnerd Widiono, kakak Viciel

 

Magelang, 12 Agustus 2011, jam 03 dini hari.

Chapter2

Daftar Isi

0        Halaman Judul…………………………………………1

  1.      Kata Pengantar dan Ucapan terimakasih……………..         2
  2.      Daftar Isi…………………………………………………………..   5
  3.      Catatan Kehamilan Si Bungsu……………………………. 6
  4.      Puisi untuk Viciel……………………………………………….  9
  5.      Kelahiran Viciel dan Kronologis Kematiannya……….         11
  6.      Apakah Viciel Pernah Jatuh ?…………………………….. 20
  7.      Misteri Ilahi……………………………………………………….   28
  8.      Teman Sekamar Viciel di Rumah Sakit……………….. 34
  9.      Berterimakasih…………………………………………………    37
  10. Hari, Tanggal, dan Angka Viciel…………..         ……………..  41
  11. Viciel dan Musik………………………………………………..   43
  12. Keranda Bunga dari Koran………………………………… 47
  13. Orang-orang Tak Terduga…………………………………. 56
  14. Barang-barang Viciel…………………………………………  59
  15. Jari Viciel yang unik…………………………………………..  61
  16. Air Mata Viciel…………………………………………………..   64
  17. Target Ilahi dan Target Manusiawi……………………….          66
  18. Prioritas dalam Keluarga……………………………………  74
  19. Kasih Sayang Kakak bagi Viciel…………………………. 77
  20. Kasih Sayang Papa bagi Viciel…………………………… 80
  21. Kasih Sayang Mama bagi Viciel………………………….  83
  22. Pertumbuhan Iman……………………………………………  86
  23. Mazmur 20          ………………………………………………………    88
  24. Rahasia Ilahi…………………………………………………….  94
  25. Mazmur 23……………………………………………………….  97
    1. Peringatan Bagi Ibu Hamil……………………..  99
    2. Tentang Penulis…………………………………100

 


Chapter

3

Catatan Kehamilan Si Bungsu

(Catatan asli … tidak ada perubahan)

Sayangku…

Kamu adalah anak yang special yang Tuhan turunkan dari surga untuk kami semua

Kehadiranmu cukup mengejutkan kami semua

Tetapi sampai di satu titik kami menyadari sepenuhnya bahwa Tuhan punya rencana yang indah untuk kita semua….

9 maret, 8 feb, 7 jan, 6 des, 5 nov, 4 okt, 3 sept, 2 agt, 1 juli, 0 juni

Bulan Juni kamu sudah ada di rahim mama….

Mama kira mama sedang sakit, dan mama ke dokter dan test darah…

Ternyata mama hamil.

Mama test peck lagi dan ternyata mama hamil.

Saat itu usia kandungan mama sudah 6 minggu ….

Waktu itu kamu ikut mama Family Camp gereja GUP, di Kaliurang Yogya.

Kamu juga ikut mama seminar di Solo, itulah seminar Jenius Cara Alkitab yang akhirnya hasil rekamannya dikirim Tuhan ke seluruh Indonesia sayang

Bulan Juli kamu ikut mama seminar di Madiun, di hadapan wakil dari Ibu-Ibu gereja GBT Se Indonesia.

Bulan Agustus, kamu ikut mama seminar di GPDI Efata Jakarta, mengajak Kakak Mhel dan Bu Bono juga ikut.

Bulan Sebtember, kamu ikut mama lagi seminar di Semarang,

Bulan Oktober dan Nopember kamu ikut mama naik pesawat seminar di Jakarta, GPDI Mahanaim

Bulan Desember sampai sekarang, kamu tidak ikut mama seminar lagi, itu karena mama taat pada Papa yang peduli terhadap kondisi mama yang jangan sampai terlalu capek.

Selama hamil kamu sayang, mama tetap ngelesi nyanyi dan keyboard, melatih koor, belanja ke pasar, merawat kakak Mhel, mengantar jemput kakak Dito, dan masih banyak lagi

Kita pernah berpesta dan makan makanan nikmat, tiga kali sayang, di pernikahan Om Hendy, di Sincia Mitra Harapan di Hotel Merdeka

Selebihnya mama sangat sering makan soto….nyaris seminggu tiga kali…rupanya kamu hobby soto ya sayang…?

Pernah mama ingin masak macaroni schootel….waktu mama ulang tahun…dan huuuuu nikmat sekali

Mama juga suka makan rujak buah yang selalu membuat mama menikmati semua buah sampai buah asam-asam yang biasanya tidak mama sukai.

Waktu hamil kamu, sejak bulan Juli, mama diminta Tuhan untuk membuat bahan sekolah minggu, dan itu mama kerjakan sayang

Waktu hamil kamu , Tuhan juga meminta mama merintis kelas ibu hamil…itupun mama kerjakan

Dan semua program sekolah minggu dimulai dipakai bulan Januari 2011, dan luar biasa sayang, Tuhan memberi banyak inspirasi pada mama saat mama mengetik bahan-bahan itu. Harapan mama kamu bertumbuh sangat kreatif…sayang.

Hampir setiap hari mama mendengar khotbah lewat internet, dan kamu sangat senang dengan khotbah khotbah yang lucu…

Mama juga suka menonton konser musik klasik di TV.

Mudah-mudahan kamu tidak bosan mendengar lagu Kevin Kerin yang setiap hari pasti ditonton oleh Kak Mhel.

Selama kamu di perut mama, papa banyak mengalami pergumulan di Kantor AF Madiun (sejak November 2010)

Dan puncaknya bulan Maret ini papa ditugaskan di Magelang lagi. Anehnya mama diberi Tuhan ketabahan luar biasa, dan terus berdoa untuk papa.

Eyang sakit dan ada di Magelang, sehingga mungkin tidak bisa menunggui kamu lahir sayang…nggak papa ya…kan ada Tuhan Yesus yang selalu jagain kita, juga Roh Kudus dan Bapa Sorgawi tak pernah tinggalkan kita

Dokter yang menangani kelahiranmu kelak sudah disediakan Tuhan…..sayang

Minggu-minggu ini mama sedang menunggu kelahiranmu sayang…..mama berharap kita dapat bekerja sama dengan baik dalam proses kelahiran yang sudah lama mama doakan agar semuanya lancar.

Papa terus bergumul untuk namamu sampai saat ini sayangku

9 Maret 2010

Mama sayang kamu dik.

Sesungguhnya…buah kandungan adalah suatu upah (Mazmur 127:3)

Perenungan

Betapa berharganya catatan kehamilan ini, menjadi kenangan antara mama, janin dan keluarga. Mari miliki catatan-catatan khusus dengan perkembangan anak-anak kita, jangan hanya catatan target pekerjaan, catatan keuangan, catatan tabungan, dan catatan lainnya.

Kelak ketika anak-anak kita dewasa, melalui catatan-catatan kita, mereka dapat belajar untuk menjadi orang tua yang baik buat cucu-cucu kita.


Chapter

4

Puisi Untuk Viciel

Oleh Pdt Deni Yoga Trianto

20 Maret 2011….

kudengar berita lahirmu

VICTORY MARCIA ELNISSI WIDIONO

dari timur bahagia menyeruak

dengan Mazmur segenap jiwa bersorak

“Haleluyaaaaaaaa, Puji Tuhaaaaaaaan !”

seribu satu syukur berpadu dengan besarnya harapan

20 Juni 2011….

kulihat sosok kecilmu

manis, lembut, tenang dengan mata yang sayu

sesekali bersenandung…..sesekali tersenyum…..melihat ke samping ….melihat ke atas

kau lawan sakitmu dengan tawamu

kau bungkam deritamu dengan senandungmu

dalam gendongku aku tahu engkau berdoa

tak terdengar kata

namun lantang dengan bahasa sukma

4 Agustus 2011

kudengar kabar pergimu

tersentak hatiku

tergoncang jiwaku

menyesal aku tak bisa menemanimu

di puncak bukit deritamu

Viciel, …

kini usapku tak bisa membangunkanmu

kecupku tak dapat membuka matamu

hilang  kehangatan

hanya dingin sekujur badan

Viciel kecilku terbujur kaku di kotak kecil yang mengurungmu

diam tertidur pulas

selamanya dalam pelukan Bapa

Viciel

kini kau bebas…..kini engkau sembuh

terbanglah ! menarilah ! bersoraklah !

menyanyilah ! di hadapan Bapa Yesus Penciptamu

(dibacakan oleh Pdt deni Yoga Trianto

di ibadah Penguburan,

Pdt Deni adalah Pakdhe Viciel, sekaligus gembala kami)

 

Berharga di mata Tuhan, kematian semua orang yang dikasihi-Nya (Mazmur 116:15)


Chapter

5

Kelahiran Viciel & Kronologis Kematiannya

Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan (Filipi 1:21)

Minggu, Tanggal 20 Maret 2011,

Tuhan memberikan kepada kami seorang anak, Victory Marcia Elnissi Widiono, yang menurut perkiraan tiga dokter kandungan, diperkirakan dari hasil USG berat janin tersebut berkisar antara 4-5 Kg, sesuai dengan ukuran diameter kepala yang terlihat di layar USG. Dengan perkiraan berat bayi yang fantastis itulah semua dokter menyarankan kami menempuh jalan Operasi Caesar. Akhirnya hari itu kami memutuskan melahirkan dengan jalan operasi Caesar di sebuah rumah sakit di Madiun.

Bayi tersebut akhirnya lahir pada jam 19.10, dengan berat 3.750, panjang 49 cm, dan lingkar kepala 41 cm, dengan nilai apgar 8, 8, 9, dengan catatan rekam medis, bayi tidak segera menangis saat dilahirkan. Dokter menyimpulkan, ternyata berat bayi tidak mencapai 4-5 Kg seperti yang diperkirakan, akan tetapi ukuran lingkar kepala Viciel, 41 cm adalah di atas ukuran normal anak kebanyakan yang berkisar antara 33-34 cm.

Selasa, 22 Maret 2011

Saya sudah bisa berjalan menuju kamar bayi. Saya memberi ASI pertama pada si kecil Viciel. Saat itu saya terkejut saat menjumpai sendiri  jari Viciel terkena syndrome Sindaktil (jari tengah dan jari manis tangan kanan dihubungkan selaput tipis, sekalipun struktur tulang dan ukurannya normal)

Rabu, 23 Maret 2011,

Tiga hari setelah Viciel lahir, kami berkonsultasi pada dokter anak yang menolong kelahiran Viciel secara Caesar. Menurut beliau, ukuran kepala Viciel masih proporsional dengan ukuran tubuhnya. Kami bermaksud mengetahui lebih jelas perihal besarnya kepala Viciel, apakah memungkinkan untuk dilakukan pemeriksaan melalui CT Scan.

Dokter tersebut mengatakan bahwa CT Scan sangat membahayakan sekali jika dilakukan pada seorang bayi. Itu akan menyebabkan efek samping yang luar biasa dan dokter menyarankan untuk menunggu saja kalau dia sudah dewasa nanti. Sedangkan untuk Sindaktilnya dapat dioperasi setelah umur setahun. Begitu pendapat beliau.

Jumat, 25 Maret 2011

Viciel sering menumpahkan susu yang diminumnya sampai keluar dari hidungnya (tetapi berbeda dengan gumoh, ini benar-benar tumpah). Tubuh Viciel yang lemah, tidak bertenaga meminum ASI maupun susu formula, gerakan tubuhnya tidak lincah, tangisannya tidak keras dan dapat dikatakan sangat jarang menangis, cukup mengkawatirkan keadaannya. Kami membawa Viciel ke dokter anak yang lain, bukan dokter anak yang menolong kelahiran Viciel. Viciel dinyatakan terkena penyakit Kuning, kurang cairan. Hari itu juga Viciel kami

 

larikan ke rumah sakit lain yang memiliki alat penyinaran. Dokter anak tersebut menyatakan tidak curiga terhadap ukuran kepala Viciel yang masih terlihat proporsional dengan ukuran tubuhnya. Saat kami tanyakan perihal Viciel sering tumpah sampai keluar dari hidung, beliau mengatakan hal tersebut cukup ‘serius’, bukan gumoh biasa. Tetapi tidak diadakan pemeriksaan lebih lanjut, karena vokus saat itu adalah di penyakit kuningnya.

Senin, 28 Maret 2011

Viciel dinyatakan sembuh dari penyakit kuning. Sesampainya di rumah kami merawat Viciel seperti biasa. Viciel adalah bayi yang sangat lambat dalam meminum susu. Jam pemberian susu berikutnya selalu mundur karena susu jam sebelumnya belum juga habis diminum, alhasil, hampir sepanjang waktu kami terus-terusan memegang dot. Viciel masih sering tiba-tiba tumpah sampai keluar dari hidungnya.

3 April 2011

Viciel saya bawa ke sekolah minggu kelas bayi, saat itu Viciel sudah bisa mengarahkan tangannya dengan sengaja ke arah dot, seperti memegang dot , walaupun belum bertenaga untuk menahan dot itu sendiri agar tidak jatuh. Beberapa orang di gereja cukup heran melihat Viciel yang berusia dua minggu sudah dapat mengarahkan tangan dengan sengaja ke arah dot. Hal ini sudah biasa kami jumpai sehari-hari di rumah.

Pada usia dua minggu, Viciel sudah dapat memiring-miringkan badannya.

Tgl 20 April 2011

Viciel kami bawa untuk diimunisasi, saat itu kepala Viciel diukur, dengan pertambahan 2 cm. (pertambahan 2 cm di bulan pertama ini normal menurut data yang kami dapat dari sumber internet)

Tgl 27 April 2011

Pada usia satu bulan lebih satu minggu, Viciel sudah dapat menatap dalam-dalam wajah orang yang menggendongnya. Seakan tatapan matanya itu penuh arti. Seakan-akan pandangan matanya itu menyelidiki orang yang menggendongnya. Hal ini menjadi perhatian khusus buat saya, karena jarang menjumpai tatapan mata seperti itu pada bayi-bayi lain pada umumnya, termasuk pada kakak-kakaknya.

Tgl 20 Mei 2011

Viciel kami bawa untuk diimunisasi, saat itu masih sama, ukuran lingkar kepala Viciel bertambah 2 cm, masih normal). Pada usia dua bulan, Viciel jika diajak bicara sudah bisa memberi respon “auuuw…auuuw” seolah-olah

ingin ikut menjawab orang yang meliling/menggodanya. Hal ini cukup mengejutkan kami. Mulai saat itu saya menduga bahwa mungkin Viciel ini anak yang jenius, karena kemampuan bahasanya di atas rata-rata bayi kebanyakan. Sejak saat itulah saya sering menggoda dia dengan berkata “Viciel AJI….Anak Jenius Indonesiaaaaaaaaa” sambil menggenggam salah satu tangannya, dan mengangkat tangannya itu ke atas

Pada minggu itu, suami saya sakit dan kami mengantar dia ke dokter umum di Madiun, yaitu dr Aloysius. Pada saat itu sekaligus saya menanyakan kepadanya, perihal kepala Viciel yang besar, dan dia meminta Viciel ditidurkan di tempat tidur pasien, dia pun melihat gerak-gerik tangan dan kaki Viciel yang lincah seperti anak anak pada umumnya, dia tidak curiga Viciel Hydrocyphalus, tetapi dia menyarankan membawa Viciel ke ahli bedah syaraf di Madiun, dengan menunjukkan nama dan tempat praktek dokter yang dimaksud. Berhubung dokter-dokter di Madiun pada umumnya tidak di tempat pada hari Sabtu dan Minggu, sementara suami ada di rumah Madiun hanya Sabtu dan Minggu saja, karena selebihnya bekerja di Magelang, maka saya bawa Viciel dokter ahli bedah syaraf di Madiun, di hari Rabu, menggunakan taxi tanpa kehadiran suami, tetapi sayang sekali, dokter ahli bedah syaraf yang kami tuju tutup. Akhirnya suami pun menyarankan melalui pembicaraan telephon, nanti saja berobat di Yogya, kalau kami sudah posisi pindah Magelang.

Tgl 5 Juni 2011

Dalam usia 2,5 bulan Viciel sudah bisa tengkurap. Tetapi belum kuat mengangkat kepala

Tgl 20 Juni 2011

Kami pindah ke Magelang karena kepindahan tugas suami. Saat itu Viciel tepat berusia 3 bulan.

Tgl 30 Juni 2011

Perkembangan Viciel secara bahasa sungguh sangat mengejutkan kami, karena di usia 3 bulan lebih dua minggu, dia dapat menjawab saat di tanya. Dalam sebuah percakapan saya bertanya pada Mhel, kakaknya, “Ya Mhel ya…?” kakaknya diam saja tak menjawab (mungkin karena sedang memperhatikan hal lain), tetapi saat pertanyaan saya lanjutkan ke Viciel “Ya Viciel ya…?” di luar dugaan Viciel pun menjawab “heeemmm” pendek, layaknya orang dewasa yang sedang menjawab.

Lebih kurang di minggu yang sama, saya kembali dikejutkan oleh tingkah Viciel yang lucu, bisa diajak bergurau…ketika kami orang dewasa di sekitarnya menggoda, dia bisa tertawa terpingkal seperti orang dewasa. Biasanya bayi seusia Viciel saat itu (3 bulan) belum mencapai perkembangan bahasa yang sedemikian cepat.

Tgl 4 Juli  2011

Dalam usia 3,5 bulan Viciel sudah bisa membalikkan badan kembali setelah tengkurap.  Saat tengkurap, kakinya sangat aktif seolah-olah sudah ingin segera merangkak. Hal ini cukup mengejutkan suami saya. Viciel belum dapat mengangkat kepalanya, baik saat tengkurap maupun saat digendong.

Tgl 20 Juli 2011

Kecurigaan saya terhadap Viciel mulai muncul saat menyadari bahwa di usia 4 bulan, antara jam tidur dan jam berjaga Viciel, lebih banyak jam tidurnya, tidak seperti anak-anak lain seusianya. Rata-rata jika jam berjaga selama sehari di total belum tentu mencapai 60 menit/ satu jam.

Pada minggu ini, Viciel sudah sedikit-sedikit dapat menegakkan kepalanya saat digendong, tetapi saat lelah, ia segera menyandarkan kepalanya di bahu orang yang menggendongnya. Pada saat tengkurap Viciel belum bisa mengangkat kepala, tetapi jika dibantu orang dewasa, ditopang dengan tangan kita, dia dapat ikut bekerja sama menopang kepalanya dengan leher, jadi tenaga kita menopang kepalanya hanya sedikit saja, selebihnya dari tenaga Viciel sendiri.

Tgl 23 Juli 2011

Pada minggu ini, saya mulai memperkatakan Mazmur 23 pada Melody dan Viciel, karena ayat hafalan di sekolah minggu di Magelang ini adalah ayat pengulangan di Madiun, jadi saya putuskan agar anak-anak selalu dapat ayat yang baru, saya mengajak anak-anak memperkatakan Mazmur 23.

Keadaan rumah sudah rapi paska pindahan, kami berangkat ke Yogya dengan tujuan utama memeriksakan jari Viciel ke ahli bedah anak, di Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta. Pada hari yang sama, kami juga memeriksakan Viciel ke Ahli Bedah Syaraf di Rumah Sakit yang sama, yaitu dr Sudiharto.

Karena jam praktek dokter ahli bedah anak jauh lebih siang daripada ahli bedah syaraf, kami bertemu dokter ahli bedah syaraf terlebih dahulu

Yang menjadi pertanyaan utama kami saat itu adalah apakah anak kami mengalami kelainan dengan lingkar kepala saat lahir 41 cm, jauh lebih besar dari anak-anak kebanyakan yang hanya berkisar 33-34 cm.

Dokter meminta kami CT Scan untuk melihat secara medis. Hal itu sangat mengejutkan, bahwa ternyata bayi boleh juga di CT Scan, hal serupa dikatakan oleh petugas di radiology, bahkan menurut kesaksian beliau, banyak bayi lebih kecil tidak menjadi masalah untuk di CT Scan. Hal ini cukup mengejutkan kami, karena tidak sama dengan penjelasan Dokter anak yang menolong kelahiran Viciel di Madiun.

Hasil CT Scan yang diperiksa oleh dokter, menunjukkan bahwa anak saya mengalami Pendarahan Otak dan Hydrocyphalus. Dokter mengatakan bahwa satu-satunya jalan adalah operasi, karena tidak bisa diobati dari luar, darah di otak harus dikeluarkan jika ingin otak berkembang optimal tidak terhambat oleh darah tersebut. Operasi tidak cukup sekali saja, karena tahap berikutnya adalah mengeluarkan cairan di otak / hydrocypalus.

Menurut dokter Operasi ini berisko tinggi. Beliau menanyakan apakah anak ini lahir di VACUM ? jawabannya adalah TIDAK, karena anak ini dilahirkan melalui Operasi Caesar. Dokter pun menanyakan apakah anak ini pernah jatuh ? Kami pun berkata TIDAK, karena

memang dalam pengasuhan kami, anak ini tidak pernah jatuh (tempat tidur di rumah kami tidak menggunakan dipan, kasur kami letakkan di lantai)

Setelah itu kami mengontrolkan Viciel ke Ahli Bedah Anak untuk menanyakan kapan kami bisa mengoperasi jari Viciel,  yang mana jari tengah dan jari manis di tangan kanan Viciel dihubungkan oleh selaput tipis walaupun struktur tulang tetap lengkap (nama penyakitnya adalah sindaktil). Dokter anak menyatakan bahwa operasi jari bisa dilakukan belakangan, saat ia berusia 10 bulan nanti, dan menurut beliau, kami harus mengutamakan operasi kepala yang sudah dinyatakan kronis oleh dokter ahli bedah syaraf sebelumnya.

Tgl 29 Juli 2011

Sebagai pembanding dari hasil sebelumnya, kami memeriksakan Viciel ke Ahli Bedah Syaraf lainnya di Rumah Sakit Sarjito, yaitu dr Endro Basuki. Yang belakangan baru kami ketahui bahwa dokter ini sangat berpengalaman sekali..  Hasil CT Scan kami tunjukkan, dan diagnosanya tetap sama dengan dokter pertama. Viciel mengalami pendarahan otak dan hydrocyphalus. Menurut beliau, operasi seperti ini sudah biasa dan tingkat kegagalannya 10 % dengan resiko pendarahan paska operasi, infeksi paska operasi, dan resiko itu pun  jarang sekali terjadi. Beliau memperkirakan setelah operasi pertama, akan dipantau perkembangan Viciel selama dua minggu, setelah itu bila dirasa perlu, akan diadakan operasi ke dua. Karena bisa jadi setelah darah dikeluarkan dari kepala pada operasi pertama, bisa saja secara otomatis cairan hydrocyphalusnya akan mengalir tanpa harus dibuatkan jalur selang. Beliau memberi surat pengantar untuk kami bisa memilih rumah sakit yang kami mau

Sepulang dari RS Sarjito, kami pun mensurvey RS yang ada di YK dan kami mantap untuk memilih RS Bethesda.

Sepulang dari YK kami berdoa di rumah Pdt Deni yang adalah pendeta sekaligus kakak kami

Hari hari itu kami pun bergumul dalam doa untuk langkah apa yang akan kami ambil.

Kemungkinan pertama : Jika menempuh jalur tidak operasi, itu artinya kami membiarkan Viciel menderita pendarahan otak AKUT .

Kemungkinan kedua : Jika kami menempuh operasi, kami pun sadar bahwa segala sesuatu bisa saja terjadi.

Setelah kami berdoa, kami pun mencari kehendak Tuhan dan kami sepakat untuk menempuh jalur operasi.

Tgl 31 Juli

Kami mendoakan Viciel di gereja dengan doa khusus oleh seluruh jemaat

Sepulang dari gereja, kami pelayanan di sebuah gereja, setelah itu kami pun foto keluarga ( ini adalah acara foto keluarga rutin setahun sekali, setiap kali kami ulang tahun pernikahan) Setelah foto bersama kami pun ke rumah adik kami yang juga adalah keluarga pendeta. Di sana pun Viciel didoakan bersama.

Tgl 1 Agustus 2011

Sebenarnya kami ingin berangkat Senin tanggal 1 Agustus 2011, tetapi mengingat dua minggu bukan waktu yang sebentar bagi kami meninggalkan Melody (Kakak Viciel, 19 bulan)  yang juga masih kecil dan membutuhkan kasih sayang kami, malam itu pun kami memutuskan untuk bercengkrama lebih banyak dengan sang kakak dan menunda kepergian ke YK tanggal 2 Agt 2011

Tgl 2 Agustus 2011

Viciel kami bawa dari rumah ke RS Bethesda, Yogya setelah sebelumnya kami ajak dia mengantar kakaknya Melody ke rumah Om dan Tantenya di Magelang Kota.

Setelah melaui proses administrasi dan pengambilan sample darah untuk pemeriksaan lab, Viciel diberi tindakan infuse dan masuk kamar 7A pada bangsal anak RS Betesda. Sepanjang hari itu tidak ada Visit dokter.

Pada waktu di rumah sakit, saat saya memperkatakan Mazmur 23 pada Viciel, Viciel sudah dapat memberi respon dengan tatapan mata, wajah yang berbinar, sesekali tersenyum saat intonasi saya lucu meninggi. Mungkin karena sudah diulang-ulang selama beberapa waktu terkahir, ia sudah memberi respon sejak  awal sekali saya berkata “Tuhan adalah gembalaku….”

Tgl 3 Agustus 2011

Siang harinya baru kami diberi tahu operasi akan dilaksanakan malam itu jam 20.00 malam. Viciel pun digundul untuk persiapan operasi. Viciel diambil sample darahnya untuk laboratorium, sebagai  persiapan cadangan transfusi darah saat operasi

Viciel sudah diharuskan berpuasa susu dari jam 16 sore itu. Oleh karena itu, saya memberikan dia susu sampai dia puas minum hingga jam 16 tepat.

Karena pihak rumah sakit menjelaskan bahwa persediaan darah golongan A kosong baik di Bank Darah RS Bethesda, maupun di PMI Yogyakarta, maka kami pihak keluarga diminta mencari pendonor sendiri. Saya pun segera menghubungi teman-teman di Yogya dan meminta bantuan suami saya mencari pendonor di Magelang.

Akhirnya kebutuhan darah tercukupi jam 18.00. Lebih kurang jam 18.00 Viciel tidur nyenyak sekali. Jam 20.00 tiba…tetapi belum ada yang menjemput ke ruang operasi.  Jam 21.00 Viciel dibawa ke ruang operasi dalam gendongan saya. Kami menunggu sampai Pk 23.00

Pk 23.00 Viciel telah selesai operasi, dan dokter memanggil kami karena ingin menunjukkan  darah merah kehitaman yang berhasil dikeluarkan dari kepala Viciel, yang mungkin menurut perkiraan kami lebih kurang 120 cc. Dokter berkomentar bahwa “Darah ini sudah sekian lama berada di kepala anak ibu…jadi kita lihat saja nanti perkembangannya…” Kami tidur malam itu di ruang tunggu kusus ICU. Dan hanya bisa berdoa karena ruang tunggu terpisah dari ruang perawatan ICU.

Tgl 4 Agustus 2011

Pagi hari kami meminta korden penghalang keluarga pasien melihat keadaan pasien dibuka, karena kami ingin melihat dari kamar tunggu keadaan Viciel. Suster pun meminta dot susu pada kami. Kami melihat Viciel sudah sadar. Ia minum susu dengan lahap. Tubuhnya dibalut selimut agar gerakan tubuhnya tidak mengganggu segala peralatan yang ada. Kami tidak tega melihat Viciel diperban kepalanya, dan ada tampungan cairan di atas kepalanya, serta ada kabel-kabel yang terhubung dengan alat pengontrol detak jantung.

Tidak berapa lama kemudian, suami saya mendapat telephon dari Magelang yang mengabarkan bahwa sang kakak, Melody, rewel luar biasa, karena sudah 3 malam tidak berjumpa dengan kakaknya (Dito), adiknya (Viciel)  serta ayah dan ibunya.

Dengan berbagai pertimbangan suami saya pulang ke Magelang, untuk menghibur sang kakak

Pagi itu ada pembesuk Oma dari Yogya, saat kami melihat dari korden, saya bilang ke suster memakai bahasa isyarat, mengapa viciel tidak diberi susu lagi, ternyata suster pun menjelaskan bahwa Viciel tumpah setelah minum susu dan sekarang ini diberi selang untuk memasukkan susu ke lambung, agar lambung tidak kosong, walaupun tetap ada infuse.

Siang hari Tuhan membangunkan tidur saya dan saya diminta berdoa. Saya pun berdoa dan bersyafaat untuk Viciel. Sekitar jam 4 sore saya ke ruang ICU untuk menanyakan pada suster, cairan apakah yang ditampung diatas kepala anak saya. Saya pun memberi nomor telephon HP saya pada suster karena data di sana data nomor telephone suami saya yang sedang tidak berada di tempat.

Setelah itu saya diijinkan masuk. Viciel melihat ke arah saya dan mengeluarkan suara suara pendek, seperti ingin bercerita atau mungkin ingin berpamitan.

Saya meminta suster membuka korden karena ada Oma dari Muntilan akan datang menjenguk.

Setelah puas menghibur Viciel, saya pun keluar dari ICU karena sang Oma sudah di depan pintu gedung ICU.

Saya ajak oma ke ruang tunggu dan saya ajak Oma melihat Viciel dari kejauhan dari balik korden.

Setelah puas mengobrol, saya mengantar  Oma  ke pintu keluar RS Betesda yang cukup jauh menempuh lorong lorong.

Dari kedatangan Oma dari Muntilan sampai saya kembali ke gedung ICU lagi, lebih kurang memakan waktu sekitar 15 menit dan setelah itu saya masih sempat ngobrol dengan orang tua pasien lain sekitar satu menit. Tiba-tiba telepon saya berdering dan suster mengatakan bahwa kondisi anak saya menurun.

Berhubung saya sudah di depan ICU, saya pun segera masuk ke dalam. Saya melihat Viciel sedang diberi oksigen dan dadanya dipompa untuk menolong getaran jantungnya.

Saya pun menyanyi, memberi kata kata penguatan untuk Viciel, menyatakan bahwa kami sekeluarga menyayangi dia, dan memperkatakan Maz 23 yang merupakan ayat Hafalan Viciel dua minggu terakhir ini.

Saya segera menelpon suami saya untuk segera meluncur ke YK.

Sementara itu perawat dan dokter ICU terus memompa jantung Viciel baik dengan tangan maupun dengan pompa seperti pompa balon, juga memberi suntikan obat pacu jantung.

Tidak berapa lama Pdt Deni Yoga Trianto menelpon saya dan berdoa bersama untuk Viciel melalui percakapan telephone

Suami saya juga menelpon sambil mengingatkan saya untuk berdoa dan tetap tenang.

Saat suami tiba…ia memberi kata-kata penguatan untuk VICIEL dan VICIEL pun dijemput malaikat Tuhan pulang ke sorga.

Saya segera mencari baju Viciel, diantara tumpukan baju yang dipersiapkan untuk perawatan selama dua minggu sesuai petunjuk dokter. Saya menemukan baju berwarna putih dengan model tali dan bolero.

Jenazah Viciel dimandikan oleh petugas khusus rumah sakit. Viciel terlihat sangat cantik saat dimandikan, tubuhnya padat berisi, wajahnya manis dan elok.

Jam 11 malam, kami sampai di Magelang, dan keesokan harinya Viciel dikuburkan.

Selamat jalan Viciel, Tuhan memanggil Viciel melalui cara ini….papa mama sudah mencari kehendak Tuhan dan Tuhan pilihkan yang terbaik.

Enam hari setelah Viciel meninggal, kami bertemu dengan dokter yang mengoperasi Viciel, dokter berkata bahwa darah di kepala Viciel berumur lebih kurang 4 bulan, sama seperti usia Viciel saat meninggal adalah 4,5 bulan. Dokter menyimpulkan pendarahan otak terjadi saat proses persalinan, dengan berbagai kemungkinan yang ada.

 

 

Perenungan ;

Biasakan memberi kata-kata penguatan pada orang lain, sehingga di saat-saat genting datang, kita sudah terlatih oleh kebiasaan itu.

Anak yang dibesarkan dengan makian, akan belajar memaki, tetapi anak yang dibesarkan dengan dorongan dan dilatih untuk beriman, akan bertumbuh menjadi anak yang tegar sampai ajal menjemputnya sekalipun.


Chapter

6

Apakah Viciel Pernah Jatuh ?

Sebab Tuhan ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu, malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu; sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu.(Mazmur 91:9-12)

Karena Viciel terkena pendarahan otak, pertanyaan ini ditanyakan oleh banyak orang pada kami. “Apakah Viciel pernah jatuh?” Semua dokter yang pernah kami temui pun menanyakan hal yang sama. Kami jawab tidak pernah. Dan memang Viciel tidak pernah jatuh selama dalam pengasuhan kami. Hal itu diperkuat juga oleh beberapa hal berikut ini:

3 PEMBANTU

Dengan kondisi keuangan kami yang sedang dalam masa-masa berat, sejak dua minggu setelah Viciel lahir, kami memutuskan memakai 3 tenaga pembantu.

Suami melarang saya pelayanan kembali apabila tidak ada 3 tenaga seperti yang kami inginkan, dan saya tunduk. Tetapi sehari sebelum saya memulai pelayanan lagi, Tuhan kirimkan dua tenaga yang kami butuhkan. Setelah memastikan semuanya OKE, suami saya pun mengijinkan saya pelayanan kembali.

Untuk diketahui mengapa kami membutuhkan sampai tiga pembantu?

Satu pembantu khusus untuk merawat Melody (15 bulan kala itu)  di tengah tengah kesakitan saya paska operasi Caesar.

Satu lagi yang khusus untuk menyapu, menyetrika dan mencuci baju kami sekeluarga yang mana dia datang dua hari sekali.

Satu lagi yang khusus untuk merawat VICIEL pada saat saya pelayanan di sore hari.

Kami mengatur sedemikian rupa sehingga Viciel tidak pernah kami tinggal di rumah hanya dengan satu pembantu saja. Sehingga tidak mungkin Viciel jatuh di gendongan pembantu tanpa kami ketahui. Setiap kali hari minggu tiba, Viciel selalu kami ajak ke gereja, tidak pernah kami tinggal di rumah hanya dengan pembantu saja.

Itu cara kami merawat Viciel, ditengah kesibukan saya sebagai pelatih paduan suara yang saat itu adalah masa-masa menjelang penampilan Paskah.

Itulah seorang ayah yang baik, yang begitu menjaga dan melindungi anaknya. Itulah istri yang baik yang tunduk pada suaminya, dan itulah Tuhan yang baik yang menyediakan pembantu dua orang lagi sehari sebelum jadwal pelayanan tiba. Dan itulah pembantu yang baik yang menyediakan diri membantu saya yang mau terjun lagi ke pelayanan.

TEMPAT TIDUR TANPA DIPAN

Tempat tidur kami di bawah/ tanpa dipan, sehingga kemungkinan Viciel jatuh selama dalam pengasuhan kami, bisa dikatakan tidak mungkin terjadi. Disamping itu, Viciel adalah seorang bayi mungil yang belum dapat merangkak sampai hari dia meninggal.

 

MUNGKINKAH VICIEL JATUH DALAM PROSES PERSALINAN?

Pertanyaan ini muncul di benak kami, setelah dokter ahli syaraf mempertanyakan perihal ada tidaknya kemungkinan Viciel pernah jatuh.

Kami pun teringat akan semua kejanggalan-kejanggalan , fenomena dan kejadian aneh saat Viciel dilahirkan, diantaranya:.

1.      Saya dibius separuh badan saat operasi Caesar, dan mata saya dihalangi kain, sehingga pandangan saya terbatas, namun telinga saya bisa mendengar dengan jelas suara-suara di ruang operasi tersebut. Saat itu saya menjumpai adanya  perubahan situasi mendadak di ruang operasi, yang tadinya ada orang bercakap-cakap, tiba-tiba terjadi ketegangan, di sana sini terdengar desahan “aduh…!!” lalu sunyi beberapa detik. Saat saya bertanya kepada dokter anestasi , apa yang terjadi,  dia menjelaskan bahwa tidak terjadi apa-apa.

2.      Saya tidak mendapat pemberitahuan saat anak saya lahir. Setelah operasi berjalan cukup lama, saya menanyakan apakah bayi saya sudah lahir, dan mendapat jawaban dari dokter anestasi tersebut, bahwa anak saya sudah lahir sejak tadi, saya pun heran, karena tidak mendengar tangisan bayi sama sekali.

 3.      Setelah operasi selesai, dokter menjelaskan bahwa pada saat Viciel lahir, karena air ketuban saya banyak, licin, hal itu menyebabkan kepala Viciel yang tadinya sudah posisi di bawah, tiba-tiba melintang, akhirnya dokter menarik kaki Viciel lerlebih dulu keluar. (Penjelasan ini menurut beberapa sumber, tidak masuk akal)

4.      Tanda lahir Viciel keluar minggu pagi jam 6, dan selama 13 jam menuju pukul 7 malam saat operasi dilaksanakan, tidak ada kontraksi rahim sama sekali, bahkan pembukaan satu saja tidak (hasil periksa sekitar jam 13.00). Dengan demikian tidak mungkin Viciel mengalami benturan dengan dinding rahim yang sedang kontraksi sehingga menyebabkan pendarahan otak, karena selama 13 jam dari tanda lahir sampai jam operasi, tidak terjadi kontraksi rahim sama sekali.

5.      Ada bekas memar tangan/jari dokter di tubuh Viciel, yang mana saya sendiri melihat bekasnya. Hal ini juga diakui oleh doker kandungan itu sendiri

6.      Nilai apgar 8,8,9  (bagus) tetapi dengan penjelasan ‘bayi tidak segera menangis saat dilahirkan’, sesuatu yang aneh, mestinya jika bayinya tidak segera menangis setelah dilahirkan, nilai apgarnya rendah.

7.      Ada kecurigaan dari kami bahwa pihak rumah sakit hanya memandikan Viciel  sekali saja setelah lahir, dan setelah itu tidak dimandikan lagi. Kecurigaan ini muncul karena fakta yang kami dapati bahwa :

a.       Kotoran di area kemaluan Viciel sangat menebal sepulang dari rumah sakit, sampai-sampai untuk membersihkannya kami menghabiskan lebih kurang 20 cutton but bolak-balik dengan menggunakan baby oil

b.      Jari Viciel yang sindaktil, tidak diketahui oleh pihak rumah sakit. Kami menjumpainya sendiri dalam kekagetan kami. Hal ini mengindikasikan bahwa Viciel tidak dimandikan. (berdasarkan berbagai sumber yang kami dapatkan kemudian, seorang bayi yang mengalami benturan di kepala, tidak boleh dimandikan agar tidak terjadi resiko pergerakan kepalanya)

8.      Viciel diberi bantuan Oksigen setelah keluar dari kamar operasi Caesar, tanpa penjelasan pada kami untuk apa dan mengapa harus diberi bantuan oksigen

9.      Pembicaraan dengan dokter anak, sebelum kami membawa Viciel pulang dari rumah sakit, mengindikasikan adanya upaya menutup-nutupi sesuatu, dan upaya untuk menghalang-halangi kami melakukan pemeriksaan CT scan untuk mengetahui kenapa kepala Viciel berukuran besar.

10.  Penjelasan pihak rumah sakit bahwa Viciel minum susu formula dengan lahap, tetapi dalam kenyataannya, tidak. Sesampainya di rumah baru kami ketahui bahwa Viciel sangat tidak bertenaga untuk minum, baik ASI maupun susu formula, sehingga karena kurang cairan Viciel terkena sakit Kuning dan dirawat di rumah sakit lain selama 4 hari. Sepulang dari rumah sakit, Viciel tetap minum susu formula dengan sangat lambat.

11.  Catatan tindakan di ruang operasi sengaja tidak diberikan pada kami dengan alasan belum selesai dicatat

12.  Masa bayi Viciel sering muntah sampai-sampai susu  keluar dari hidung. Tetapi ini bukan Gumoh. Murni muntah.

Kami curiga bahwa ada sesuatu hal yang ditutup-tutupi pihak rumah sakit tersebut. Karena tidak berniat untuk memperuncing masalah ini, kami hanya bisa bawa masalah ini di hadapan Tuhan, biarlah Tuhan yang membukakan bagi kami.

 PERISTIWA JATUHNYA BAYI YANG BARU LAHIR PERNAH TERJADI

Saat perjalanan ke Yogya menggunakan bis, enam hari setelah Viciel mininggal, dalam rangka berkonsultasi dengan dokter paska operasi, di perjalanan saya bertemu dengan tetangga di Kalinegoro, sekaligus teman suami saya di AF. Cerita punya cerita, ternyata tetangganya yang tinggal di perumahan sebelah, yaitu perum Arga Jaya, pernah mengalami jatuhnya anaknya dalam proses persalinan normal. Pihak rumah sakit tidak mau dipersalahkan dan bayi merah ini mengalami pendarahan otak serta patah tulang panggul.

Tanpa operasi, tetapi dengan penanganan khusus, akhirnya sang bayi hanya bertahan 3 bulan, setelah itu meninggal dunia. Kini keluarga itu tinggal di Bali.

Dari sini kita mempertanyakan apakah pihak rumah sakit itu dapat menjamin tingkat keamanan dari seorang bayi yang dilahirkan..? Seberapa persenkah tingkat keamanan meja operasi, ketersediaan jumlah tenaga yang cukup ?

 IKATAN BATIN MAMA DAN ANAK

-SYNDROME BABY BLUES-

Saya menangis terus dalam beberapa hari setelah Viciel lahir, tanpa tahu kenapa. Setiap sore hari tiba, saya selalu menangis tanpa sebab yang jelas.

Mungkinkah secara tanpa sadari, ini adalah sebuah bentuk ikatan batin antara ibu dan anak, sehingga batin saya mengerti bahwa anak saya sedang dalam ancaman bahaya maut, walaupun pikiran sadar saya tidak mengerti apa-apa dikarenakan ada sesuatu yang tidak diungkapkan pihak rumah sakit ?

Saat saya bertanya pada Roh Kudus, apa yang harus saya lakukan saya diminta untuk membaca Maz 91… setiap hari saya memperkatakan Mazmur 91 sampai saya sembuh

Setelah semua fenomena ini terjadi, sekarang ini saya baru sadar bahwa di pasal ini ayat 10-12 dikatakan “malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu; sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. Mereka akan menatang engkau di atas tangannya , supaya kakimu jangan terantuk kepada batu.”

Mungkinkah ayat ini adalah ayat-ayat yang ketika diperkatakan, menjadi Firman Tuhan yang melindungi si kecil Viciel dari ancaman kematian ?

PENGLIHATAN ANEH

Suatu saat, ketika kami berdoa di rumah Pdt Deni sepulang dari control di dokter ke dua, kami pun menyembah dan berdoa pada Tuhan.

Saat itu saya melihat dalam pengelihatan itu saya ada di meja operasi…dan Viciel terjatuh dari meja operasi itu. Untunglah malaikat Tuhan menangkap dia dalam pelukan malaikat itu. Malaikat yang sama menunjukkan si kecil Viciel kepada saya yang sedang dibius separuh badan. Begitu ramah sang malaikat itu pada saya, tidak seperti ekspresi suster ‘asli’ yang kala itu menunjukkan Viciel pada saya dengan tegang dan sama sekali tidak ramah.

RESPON VICIEL

Setiap kali saya berdiskusi dengan suami membahas apakah mungkin Viciel pernah jatuh saat proses persalinan, di luar yang kami ketahui, Viciel tidak pernah bereaksi apa-apa. Dan setiap kali itulah suami saya pun tidak pernah mau mengiyakan pengelihatan saya.

Memang dia benar, pengelihatan dan nubuatan atau apa pun juga bentuknya, harus diuji terlebih dahulu.

Saat tiba di rumah sakit pertama kali di ruang pemeriksaan menjelang masuk ke kamar, kami berjumpa dengan pasien lain yang menceritakan bahwa anaknya hampir jatuh saat dilahirkan secara normal karena sang dokter datang terlambat. Selagi sang dokter baru memakai kaos tangan, sang bayi sudah keluar dahulu, dan buru-buru sang dokter menangkap kepala bayi dengan benturan agak kasar, karena tangan belum siap menerima dengan mulus.

Hal itu saya ceritakan pada suami saya, dan dia pun berkomentar bahwa bisa saja hal yang sama terjadi pada VICIEL, tanpa kita ketahui karena tidak ada penjelasan sama sekali dari pihak rumah sakit.

Saat suami berkomentar “Bisa saja ma…masuk akal juga…Viciel terjatuh saat lahir”. Baru kali itu suami saya menanggapi positif segala analisa saya mengenai mungkin tidaknya Viciel terjatuh saat proses persalinan.

Tiba-tiba Viciel tertawa terpingkal…kami berdua terkejut.

Saya pun langsung menanyakan pada si bayi Viciel

“Iya ya Viciel…saat kamu lahir kamu jatuh…trus di tangkap malaikat Tuhan…?”

Dia pun tertawa lagi terpingkal-pingkal…seolah olah mengiyakan dan menyetujui hal tersebut. Pertanyaan yang sama saya ulang dan respon Viciel tetap sama. Suami pun terhenyak seakan tak percaya.

Itulah kepolosan Viciel, bagi kita orang dewasa membayangkan anak bayi baru lahir jatuh pastilah sebuah peristiwa yang sangat mengerikan.

Tetapi di mata Viciel, itu adalah peristiwa yang lucu, karena yang menyenangkan bagi dia adalah saat ia jatuh, ada malaikat yang menatang dia di atas tangannya sehingga ia tidak terantuk kepada batu.

Dokter Endro Basuki yang mengoperasi Viciel menunjukkan darah di kepalanya yang berhasil dikeluarkan, dan berkata

“Karena darah ini sudah sekian lama di kepala anak ibu….kita lihat saja nanti perkembangannya”

Sekian lama…? Berapa lamakah tepatnya?

USIA DARAH DI KEPALA VICIEL

Enam hari setelah Viciel meninggal, kami datang ke Yogya khusus untuk berkonsultasi dengan dokter yang mengoperasi Viciel, dan ternyata usia darah yang dikeluarkan dari kepala Viciel berusia lebih kurang 4 bulan. Pas dengan usia Viciel saat operasi, 4,5 bulan.

Kami terus terang tidak tahu apa yang terjadi dalam proses kelahiran Viciel, karena tidak ada keterangan dari rumah sakit setempat. Dan kami tidak mau mencari tahu dan tidak ingin memperkeruh masalah.

Satu hal yang kami yakini adalah : meskipun ada banyak kejanggalan dengan rumah sakit tersebut, kami yakin dokter kandungan yang bermaksud menolong proses kelahiran Viciel tidak mungkin menjatuhkan Viciel dengan sengaja.

Kalau seandainya Viciel benar-benar jatuh saat proses persalinan , itu dinamakan kecelakaan. Dan Tuhan mengijinkan semuanya terjadi.

Dan sebuah Mujizat bagi kami, Viciel yang pendarahan otak, diasuh tanpa petunjuk bagaimana harus menangani kepalanya, dia bisa tetap bertahan hidup sampai usia 4,5bulan tanpa rewel tanpa menyusahkan….tanpa banyak tangisan dan keluhan.

NAMA KOTA PONTIANAK

Beberapa saat setelah Viciel lahir, Viciel hari itu rewel yang agak aneh, sepertinya ada kuasa kegelapan yang sedang mengancam dia.

Malam itu suami saya meminyaki dia dan berdoa khusus untuk dia. Malam itu pula suami saya bermimpi tentang nama kota PONTIANAK.

Mencari data di internet, ternyata kata Pontianak itu adalah berasal dari kata KUNTILANAK, suatu roh yang sering digambarkan mengambil nyawa anak-anak.

Beberapa hari sebelum  Viciel meninggal, seorang sepupu dari suami saya yang tinggal di PONTIANAK bermimpi eyangnya Viciel menyerahkan bayi merah ke tangan-nya.

Dari dua hal ini ditarik kesimpulan bahwa saat Viciel masih sangat kecil, masih bayi merah, ada roh jahat yang mengancam nyawanya.

Untunglah Tuhan mengirim malaikat-Nya untuk menjaga Viciel sehingga dia tidak mati seketika itu juga, melainkan diberi Tuhan perlindungan sampai tiba saat-Nya Tuhan sendiri yang memanggil dia.

Sekitar dua minggu setelah kepergian Viciel, kami ibadah keluarga di pagi hari…dan suami saya memimpin kami menyanyikan lagu yang bersyair seperti ini…

“Kau mengasihiku lebih dari yang kuduga, bahkan di saatku tiada menyadarinya. Kau sentuh hatiku dengan kasih yang sempurnya. Kau mengasihiku lebih dari yang kurasa…

Saya menangis saat menyanyikan lagu ini, karena menyadari betapa besarnya kasih dan perlindungan Tuhan atas keluarga kami, bahkan di saat-saat yang tidak kami sadari bentuk perlindungan-Nya atas kami.

VICIEL MENYATAKAN DAMAI PADA SANG DOKTER KANDUNGAN

Hari itu, (empat hari sebelum Viciel meninggal)  kami akan foto keluarga setelah pulang dari gereja. Semua baju saya sempit karena saya lumayan gemuk setelah melahirkan dengan cara operasi Caesar. Foto keluarga ini adalah agenda rutin kami saat kami ulang tahun pernikahan.

Hanya ada satu baju yang tidak sempit, baju batik yang tidak bermodel kancingan depan.

Setelah Viciel meninggal, saya pun mencari baju berwarna putih. Saat itulah bola mata saya pun terhenyak saat melihat baju batik yang dipakai untuk photo keluarga. Mengapa..? Karena saya baru menyadari bahwa baju itu adalah baju pemberian istri sang dokter yang menolong operasi Caesar.

Saya pun tersenyum dan berkata pada Tuhan “Tuhan….seandainya semuanya ini benar, bahwa Viciel jatuh saat dilahirkan, saya ampuni sang dokter dan rumah sakit tersebut atas ketidak terusterangannya pada kami semua”

Sebagai tanda persetujuan saya pada Viciel, baju batik itu saya pakai lagi pada saat ibadah penghiburan.

MISTERI ILAHI

Jadi saat ada orang bertanya “Apakah Viciel pernah terjatuh?”

Jawaban kami adalah “Itu suatu misteri. Misteri dari Tuhan, yang anehnya kami baru tahu bahwa dia pendarahan otak. setelah dia berumur 4 bulan”. “yang jelas, kami tidak pernah menjatuhkan dia dalam pengasuhan kami.”. Misteri itu membawa kami pada ucapan syukur, mungkin ceritanya akan lain kalau kami sudah mengetahui hal tersebut sejak Viciel lahir. Tuhan merahasiakan sedemikian rupa dari kami, sampai Viciel berusia 4 bulan.

IBADAH TANPA VICIEL

Pagi ini saya ke gereja. Biasanya Viciel ada dalam gendongan saya. Hari ini tangan saya kosong tidak menggendong Viciel cantikku.

Saat lagu penyembahan dinaikkan, saya ‘melihat’ Tuhan mengulurkan tangan-Nya, meminta saya memindahkan Viciel dari gendongan saya ke dalam gendongan tangan-Nya

Saya pun menyerahkan Viciel dalam gendongan Tuhan Yesus, karena tahu bahwa dalam gendongan-Nya, Viciel tidak mungkin terjatuh, celaka atau apa pun juga, baik karena tidak sengaja, apalagi karena unsur kesengajaan, itu tidak mungkin sama sekali bisa terjadi

Gendongan-Nya itu nyaman, damai, lembut, ashik, dan menyenangkan.

“Selamat nyaman dalam gendongan Tuhan bagi putri kami tercinta VICIEL.” Amin.

PERENUNGAN

Mari belajar mensyurkuri pertolongan-pertolongan Tuhan yang bahkan tidak kita sadari. Kita ada sebagaimana kita ada sekarang, pastilah karena ada penjagaan-Nya yang sempurna atas hidup kita. Mari belajar mengampuni orang-orang yang mungkin secara tidak sengaja melakukan kesalahan. Berpikirlah positif pada mereka dan ambil hikmah dari setiap peristiwanya.

-catatan mama- 7 agt 2011- diedit 11 Agt 2011

Chapter

7

Misteri Ilahi

Untuk segala sesuat ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal,…(Pengkhotbah 3:1-2)

Tidak ada yang tahu mengapa Viciel begitu singkat umurnya, hanya sampai usia 4,5 bulan tepat, Viciel lahir 20 Maret 2011 tepat di hari ulang tahun kakaknya Ardito, dengan selisih 12 tahun.

Viciel meninggal dunia tanggal 4 Agustus 2011, tepat empat bulan lebih 15 hari. Hari meninggalnya Viciel adalah tepat satu setengah bulan setelah kami tinggal di Magelang. Karena kami pindah tepat Viciel berusia 3 bulan, yaitu tanggal 20 Juni.

Terkadang ada penyesalan mengapa kami menempuh jalur operasi. Secara manusia, penyesalan itu jelas manusiawi.

Kami sudah berdoa sebelum mengambil keputusan ini, sebuah keputusan yang sulit.

Karena ada 4 keterangan bahwa pendarahan otak di kepala Viciel adalah KRONIS.

Keterangan tertulis dari Dr Radiologi

Keterangan dari Dr Ahli Bedah Syaraf yang pertama

Keterangan tertulis dari surat pengantar Dr. Operasi Bedah Syaraf yang kedua yang menangani operasi Viciel

Keterangan lisan dari Dokter Ahli Bedah Anak yang menyarankan kami menomorduakan operasi jari Viciel, dan mendahulukan operasi pendarahan otak yang harus segera ditangani

Keempat sumber mengatakan VICIEL mengalami Pendarahan Otak Kronis yang segera harus ditangani.

Pengobatan dari luar tidak akan dapat menolong pendarahan otak, satu-satunya jalan hanya operasi. Jika operasi tidak dilaksanakan, anak ini bisa terhambat pertumbuhan otaknya karena ada darah yang menghambatnya.

Ternyata di hari yang sama ada teman dari kakak kami yang bercerita bahwa kakak beliau yang sedang dirawat di SOLO juga masuk rumah sakit di hari yang sama dengan Viciel dan dioperasi di hari yang sama dengan Viciel dan meninggal di hari yang sama dengan Viciel, tetapi beliau sudah seorang Bapak yang sudah cukup berumur.

Empat hari setelah Viciel meninggal, ada pelayat yang menceritakan temannya juga baru saja kehilangan anaknya berusia 1,5 tahun hanya karena sakit diare, dan tidak tertolong, meninggal di perjalanan ke rumah sakit. Kalau Tuhan menghendaki seserorang dipanggil pulang ke Sorga, Dia tetap panggil, walau hanya dengan cara melalui penyakit diare yang tampaknya sepele

Seminggu setelah Viciel meninggal, kami dipertemukan dengan seorang Oma yang cucunya meninggal sehari sebelum perencanaan hari operasi.

Dari sini kita simpulkan  bahwa kalau Tuhan tidak ijinkan seorang itu meninggal, walau mengalami kecelakaan mobil yang sangat hebat, sampai mobilnya ringsek sekalipun, dia akan tetap selamat..

Teringat di ingatan saya, ada seorang hamba Tuhan bernama Pdt Dodi Prasojo yang pernah jadi pembicara tamu di gereja kami, di GUP Madiun, beliau menunjukkan foto mobilnya yang ringsek/ tingkat kerusakan akibat kecelakaan mencakup 95 %, akan tetapi beliau selamat sama sekali, tidak mengalami patah tulang atau kejadian naas lainnya. Entah kebetulan atau sudah diatur Tuhan, seusai ibadah, saya berpose dengan beliau sambil menggendong Viciel di dekat tangga gereja

Seminggu sebelum Bpk Pdt Dody Prasojo hadir, ada juga jemaat GUP Madiun yang bersaksi bahwa cucunya mengalami kecelakaan hebat, dan foto mobilnya yang ringsek 95 % itu, diperlihatkan di screen LCD, tetapi cucunya selamat, tidak tergores sedikitpun, tulangnya utuh.

Kesimpulan kami, mati hidup ada di tangan Tuhan.

Jika kami tidak dibukakan Tuhan mengenai adanya pendarahan otak di kepala Viciel, dan suatu ketika tanpa kami sadari Viciel mengalami hal-hal yang mendadak dan mengejutkan, tentu hal tersebut akan membuat kami kebingungan mengenai sebab musabab kematiannya, dan bisa jadi  lebih menyesal karena tidak berkesempatan berbuat yang maksimal untuk dia.

Kami bersyukur, sempat tahu mengenai pendarahan otak tersebut, dan sempat mengambil keputusan untuk menolong dia melalui jalur operasi. Tetapi saat Tuhan memanggil dia pada waktu-Nya, kami juga tetap mengucapsyukur.

PERIHAL DANA

Sebagai orang tua Viciel, kami tetap meminta Tuhan tanda, jika memang Tuhan menghendaki kami menempuh jalur operasi. Kami pun meminta tanda, biar Tuhan sendiri yang menyediakan dana operasinya, sebelum operasi berlangsung.

Operasi-nya saja, diperkirakan memakan dana 7 juta. Pihak kantor AF sebenarnya memberi ganti ongkos opname, tetapi dengan cara tukar nota paska perawatan. Semua tabungan kami sudah terkuras untuk pindah rumah dari Madiun ke Magelang dan untuk renovasi rumah yang mau tidak mau harus dilakukan kalau ingin rumah cukup dengan kedatangan 3 anak. Dana cadangan memang ada, untuk dana pendidikan anak-anak, kami sudah sepakat kalau memang harus habis-habisan ya tidak mengapa, demi Viciel.

Kami harus melangkah dengan iman untuk berangkat ke Yogya. Saya berkomitment untuk tidak mewartakan operasi Viciel ke khalayak umum, kecuali ke keluarga dekat, seperti kakak dan adik saya, sahabat saya di Madiun, serta keluarga inti suami saya. Tetapi di luar dugaan sama sekali, kakak ipar saya sms ke berbagai penjuru. Dan benar saja, banyak sekali yang mendukung dalam doa dan dalam sehari sebelum operasi Viciel itu sudah Tuhan kirimkan berkat 8, 2 Juta.

Secara tanda yang kami minta, langsung dijawab oleh Tuhan dengan memecahkan rekor dalam keluarga kami, belum pernah dalam sejarah keluarga kami mendapat simpati 8,2 juta dalam sehari. Kalau bukan karena Tuhan, itu mustahil. Diantara 8, 2 juta itu ada 3 juta diantaranya kiriman dari Orang Jakarta yang tidak terlalu kenal dekat dengan kami.

PEMBICARAAN DENGAN DOKTER PASCA OPERASI

Pembicaraan dengan dokter yang mengoperasi Viciel, enam hari setelah Viciel dipanggil pulang ke sorga, menyimpulkan bahwa keadaan Viciel secara hasil lab darah pra operasi semuanya baik.

Setelah Operasi Rabu malam, kamis paginya Viciel sudah sadar, kami pun melihat sendiri, Viciel meminum susu dengan lahap. Bahkan sekitar lima belas menit sebelum kondisi Viciel menurun drastis, saya sempat menengok Viciel di ruang ICU, dia tampak sadar sepenuhnya, matanya bening, dan ia sempat bersuara “emmm…emmmm” paduan antara mengadu, memanggil atau bisa juga berpamitan.

Dari kondisi ini dikatakan Operasi berhasil, karena pasien tidak mengalami meninggal di meja operasi, tidak mengalami koma, tidak mengalami alergi obat bius, sudah sadar, sudah bisa mengkonsumsi susu, dan bisa diajak berkomunikasi

Namun, secara mendadak kondisinya tiba-tiba drop/menurun drastis. Dokter sendiri tidak dapat mengetahui apa yang menjadi penyebab dropnya kondisi Viciel. Apakah karena jantungnya, apakah karena kadar gulanya, ataukah karena sebab lain. Menurut hasil penelitian, anak penderita Hydrocypalus itu pasti mempunyai penyakit bawaan lain, misalnya disertai tuna rungu, jantung, atau lainnya, itulah yang tidak bisa dideteksi oleh dokter pra operasi, walaupun sudah menempuh prosedur pemerikasaan lab darah.

Secara medis dinyatakan operasi berhasil, tetapi jika dokter itu sudah jujur berkata bahwa dia tidak tahu apa penyebab Viciel drop, satu saja jawabannya;

Viciel bukan gagal operasi, tetapi memang sudah saatnya dipanggil Tuhan pulang ke sorga, sehari setelah Tuhan membuktikan keadaannya sangat baik.

Kalau dokter bisa menjawab semua pertanyaan yang berkenaan dengan penyebab pastinya meninggalnya putri kami Viciel, justru hal tersebut patut dipertanyakan, apakah mungkin sang dokter sedang berdalih, tetapi saya salut dengan dokter yang dengan jujur berkata ‘tidak tahu’ mengapa Viciel tiba-tiba drop, setelah sebelumnya kondisinya sangat baik.

Jika pendarahan otak dibiarkan tanpa operasi, bisa jadi Viciel mengalami terhambatnya pertumbuhan otak, dan ini bisa berakibat lain, seperti cacat, dll.

Semua penjelasan dokter cukup melegakan kami. Tuhan memang berkehendak lain. Dengan adanya kami menempuh jalur operasi, Tuhan memberi kesempatan pada kami untuk berbuat maksimal buat anak kami, Tuhan juga sudah membuktikan bahwa operasi berhasil, karena kondisi Viciel yang sangat baik setelah operasi, kami yakin bahwa Tuhan sendiri yang memimpin jalannya operasi, dan pada akhirnya Tuhan sendiri yang memanggil Viciel pulang ke sorga karena itu memang bagian dari kedaulatan-Nya atas kehidupan Viciel

Perenungan:

Hidup ini begitu singkat, seperti uap yang segera berlalu, seperti bunga rumput yang sebentar tumbuh kemudian layu.

Hidup ini seperti orang yang mampir minum atau kata orang Jawa; ‘mampir ngombe’ dan memang Viciel belum sempat menikmati bubur bayi, baru susu formula dan ASI. saja

Seorang pelayat mengatakan pada saya bahwa filosofi Jawa berkata bahwa hidup ini ditangan Sang Dalang. Tuhan menjadi Dalang Agung kehidupan kita. Kapan kita sebagai tokoh pewayangan keluar di layar….kapan kita harus turun dari layar dan digantikan tokoh lain…semua diatur sang Dalang Agung.

Ketika Viciel sebagai jenasah memasuki rumah duka, Eyangnya menangis dan berkata ‘mengapa tidak saya dulu?’ Saya pun menjawab ‘Tuhan masih punya PR untuk Ibu’

Mari kita isi hidup yang singkat ini yang tidak tahu berapa umur kita nanti saat Tuhan memanggil kita, isi dengan hidup takut akan Tuhan, isi dengan Karya Bagi Tuhan, isi dengan memuliakan nama Tuhan, isi dengan menjadi teladan dan terang bagi banyak orang.

Perenungan :

Hidup bukan soal berapa lamanya , tetapi soal bagaimana kita mengisinya.

Chapter8

Teman Satu Kamar Viciel (sesama penderita Hydrocephalus)

Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain. (Yohanes 15:17)

Baru saja tanggal 2 Agustus pagi itu kami sampai di kamar  rumah sakit sekitar pukul 10.00. Kira-kira setengah jam kemudian datanglah pasien lain …

Betapa terkejutnya kami saat kami tahu bahwa pasien itu sakit hidrocypalus. Ia berumur dua bulan, namanya NEVON, kepalanya besar sekali berbentuk balon, mungkin tiga kali lipat besar kepala VICIEL. Tangannya sangat kecil sekali , demikian juga dengan kakinya. Matanya terus melihat ke atas hampir terlihat putih semua, Tubuh anak itu diam saja dan tidak dapat bergerak-gerak. Ia sangat rewel, dan berbeda sekali dengan Viciel yang riang, dan bersukacita, senang bersenandung, suka bernyanyi dan bermain irama lagu.

Saya pun bertanya pada suster, apakah banyak penderita hydrocypalus di rumah sakit ini, dan suster menjawab “Setahun belum tentu ada satu pasien bu…”

“Lha kog sekarang ini ada dua pasien sekaligus suster…”

“Lha iya….hal seperti ini belum pernah terjadi, dalam sehari ada dua pasien hydrocepalus berbarengan datang di sini”

Inilah yang dinamakan Pertemuan Ilahi (pertemuan yang dirancang oleh Bapa Sorgawi)

Hari kedua kami sekamar , dia dioperasi jam 13 siang. Sementara itu Viciel dioperasi malamnya jam 21.00

Dari pembicaraan bersama tahulah kami bahwa keluarga itu adalah keluarga kristiani.Di pagi hari, hari ke dua itu, saya terdorong mengajak mereka mendengarkan rekaman khotbah yang ada di HP saya, sebuah khotbah dari Bpk Pdt Jonathan Setiawan, berjudul Dari Kesakitan Pada Kemuliaan. Dan benar saja…saya pun ikut diberkati saat mendengar khotbah itu.

Inti dari khotbah itu adalah menceritakan bahwa Yabes yang dilahirkan dalam kesakitan, kesialan, doanya dijawab Tuhan, sehingga Tuhan memuliakan hidup Yabes.

Setelah itu saya pun terdorong untuk mendoakan anak ini, dan mengajari orang tua mereka mendoakan menggunakan minyak urapan, dengan cara meminyaki anak saya sendiri seperti yang selama ini sudah saya lakukan dua minggu terakhir ini.

Saya pun terdorong untuk melatih mereka memperkatakan Maz 91, untuk terapi Firman buat anak mereka, seperti yang juga saya lakukan untuk Viciel beberapa hari berturut-turut setelah Viciel lahir , dan beberapa minggu terakhir sebelum operasi.

Sore hari saat saya lari sana sini mengurus kebutuhan darah Viciel, saya menitipkan Viciel pada penjagaan mereka.

Malam itu sebelum operasi Tuhan kirimkan tiga hamba Tuhan berdoa untuk Viciel,dan atas sebuah dorongan, saya memohon 3 hamba Tuhan ini untuk mendoakan pasien Hydrocyphalus tetangga Viciel, NEVON

Mereka sangat bahagia sekali, karena didoakan oleh orang-orang yang tak terduga.

Sesaat sebelum berangkat ke ruang operasi saya pun terdorong untuk ‘memberkati’ mereka dengan uang.

PERENUNGAN

Setelah Viciel meninggal, seakan-akan saya diberi gambaran bahwa seperti itulah nanti jadinya Viciel jika usianya lebih panjang lagi…penderitaan-demi penderitaan yang akan mendera dia, karena penyakit hydrocepalus

Tuhan bisa saja menyembuhkan Viciel, tetapi kalau Dia memilih memanggil ….pastilah itu yang terbaik, Tuhan tak pernah salah.

Lalu apa rencana Tuhan buat anak ini? Mengapa ia hidup setelah operasi dan Viciel dipanggil pulang ?

Itu adalah misteri ilahi. Tidak berarti Tuhan tidak sayang anak ini dan keluarga ini dengan mengijinkan anak ini bertumbuh sedemikian menderita. Tidak berarti juga Tuhan tidak sayang kami dengan mengijinkan Viciel pulang ke sorga.

Tuhan itu unik, dan Dia sedang bekerja dengan tangan-Nya yang unik, Dia sedang mengukir kehidupan kita sedemikian rumit. Tak perlu banyak bertanya sebelum ukiran itu jadi, karena bentuknya aneh dan tak tertebak bentuk akhirnya. Tetapi kemudian setelah itu jadi….waaaauuuu betapa indah karya-Nya.

Perenungan berikutnya adalah: mari gemar berbuat baik, Tuhan membawa kita bersentuhan hidup dengan orang lain agar kita bisa berbagi kasih.

Trimakasih Tuhan untuk setiap keputusan-Mu….kami ikut apa yang terbaik menurut-Mu. Jadikan kami berkat buat setiap orang yang kami jumpai dalam hidup kami sepanjang sisa umur kami ini.

Chapter

9

Berterimakasih

Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu. (Efesus 4:32)

Berterima kasih bukan hal yang selalu mudah tampaknya.

Enam hari setelah Viciel meninggal dunia, kami berangkat ke Yogya dan berkonsultasi  dengan dokter yang mengoperasi Viciel

Dokter mengatakan bahwa  darah yang dikeluarkan dari kepala Viciel, darah itu berusia lebih kurang 4 bulan. Itu adalah usia Viciel saat meninggal, 4,5 bulan.

Viciel tidak pernah jatuh dalam pengawasan kami yang cukup ketat, dengan 3 orang pembantu di Madiun dan dengan 1 orang pembantu di Magelang (tetapi kesibukan saya di Magelang berkurang sangat drastis, saat ke gereja pun 99% saya ajak, hanya sekali saja pernah saya tidak ajak Viciel acara doa malam)

Dokter yang mengoperasi Viciel, seorang ahli bedah syaraf, mengatakan bahwa ada sesuatu yang terjadi dalam proses kelahiran Viciel, yang menyebabkan pendarahan otak di kepala Viciel. Tetapi kami dan dokter sepakat tidak bisa menjurus ke satu alasan, bisa saja terjadi beberapa kemungkinan secara medis.

Ketika timbul kecurigaan Viciel terjatuh saat dilahirkan tanpa ada keterusterangan dari pihak rumah sakit yang bersangkutan, saya diuji apakah tetap dapat berterima kasih pada dokter yang menolong proses kelahiran Caesar anak saya.

Saya mencoba berpikir positif; Toh dia bermaksud menolong, dan tidak mungkin ada dokter manapun di dunia ini yang membanting bayi yang ditolongnya. Kalau dalam perjalanan waktu dia dan pihak rumah sakit tidak berterus terang, yaaaah, itu tanggung jawab mereka di hadapan Tuhan

Dalam hati pun saya mengucapkan terima kasih pada sang dokter tersebut (Karena tidak mungkin mengungkapkan secara langsung), walaupun ada kecurigaan adanya ketidakterusterangan beliau dan pihak rumah sakit terhadap proses kelahiran yang mana menyebabkan Viciel pendarahan otak.

Saat ini Viciel sudah meninggal, saat mengingat kembali masa lalu, saya tidak menyesali saat kontrol nifas paska melahirkan, saya sempat memberi dokter kandungan itu souvenir handuk dari kelahiran Viciel, yang bertuliskan

TELAH LAHIR DENGAN SELAMAT ATAS PERTOLONGAN TUHAN

VICTORY MARCIA ELNISSI WIDIONO

( Kehadiran Allah membawa mars kemenangan karena panji-panji Tuhan telah ditegakkan)

Saat itulah secara ‘kalimat iman’ tanpa kami sadari, kami  telah menyatakan bahwa Victory telah menang mengatasi maut yang sempat mengancam dia saat dilahirkan. Viciel diberi kemenangan oleh TUHAN. Puji Tuhan !!

Waktu mengingat pemberian souvenir itu saat ini, saya tidak menyesal telah melakukannya. Kalau hati saya pahit/ sakit hati, tentu saya akan menyesali, betapa polosnya saya saat itu pakai acara memberi souvenir segala. Sedikitpun tidak terlintas sikap hati yang seperti itu. Saya tahu, itu tidak mudah, tetapi Roh Kudus yang memampukan saya

untuk saya punya sikap hati yang positif

Saat pulang dari pemeriksaan Viciel yang pertama dan terlebih yang kedua, saya menangis di perjalanan pulang dari YK ke Magelang. Terbayang di pelupuk mata saya betapa menderitanya ada di rumah sakit saat operasi, saya tidak tega kalau Viciel harus dioperasi, dia masih sangat kecil, 4,5 bulan

Saya pernah 3 kali operasi, pertama saat kaki kiri saya terserang Virus Gangren, seminggu setelah melahirkan anak pertama kami, kaki saya dioperasi

Operasi kedua adalah saat tangan saya tulangnya sempat patah. Saya menjalani operasi pemasangan pen

Operasi ketiga adalah saat melahirkan Viciel melalui Tindakan Operasi Caesar.

Saat itu setengah badan saya dibius, otak memerintahkan menggerakkan kaki, tetapi kaki tidak dapat digerakkan.

Saat itu ada area tubuh saya gatal dan saya tidak dapat menggaruknya karena masih mati rasa, tidak bisa mendeteksi titik mana yang gatal, tetapi rasa gatal itu menyiksa dan membuat sekujur tubuh saya rasanya panas, suster penjaga enggan membantu saya, saya merasa tersiksa menahan rasa gatal.

Saat itu saya benar-benar haus setelah operasi, dan setelah buang angin sebenarnya sah bagi saya untuk minum, tetapi suster di ruang UGD tidak bersedia mengambilkan air minum untuk saya, saya sangat tersiksa menahan haus.

Saat mengingat penderitaan Yesus di kayu salib menahan haus, dan mungkin juga bisa jadi Ia menahan gatal, saya bersyukur diberi kesempatan  mengalami peristiwa langka itu dan saya ampuni suster itu.

Semua hal di ruang ICU paska operasi itu terbayang di benak saya…saya pun menangis, saya takut menghadapi kenyataan apabila Viciel ternyata harus dioperasi dalam usia yang sekecil itu dan saat itulah Roh Kudus membisikkan satu kalimat pada saya “ayo mengucap syukurlah”

Saat Viciel dipanggil Tuhan pulang ke sorga, saya sambil menunggu Viciel dijemput petugas memandikan jenazah, saya menelpon dokter ahli bedah syaraf yang mengoperasi Viciel dan bermaksud mengucapkan ‘terima kasih Dok telah mengoperasi anak saya’

Dokter yang sepertinya sudah terbiasa menghadapi komplain keluarga pasien yang meninggal, buru-buru mengatakan ‘ibu sudah berbuat yang terbaik untuk anak ibu’ dan masih banyak lagi yang dia katakan saat itu. Setelah puas dia berbicara panjang lebar saya pun berkata ‘ndak papa Dok, Tuhan punya rencana untuk kami yang kami belum tahu…saya menelpon ini hanya ingin mengucapkan terima kasih saja dok. terimakasih Dokter telah mengoperasi anak saya” dengan lega akhirnya intonasi berbicara sang dokter itu pun mereda dan berkata “ya bu, sama-sama”

Setelah Viciel dikuburkan, saya mengucapkan terima kasih pada pembantu rumah tangga yang membantu saya merawat Viciel yang ikut pindah bersama kami dari Madiun ke Magelang

Kemarin malam, saya pun menelpon perawat Viciel di Madiun, yang sempat merawat Viciel selama saya pelayanan di Madiun selama lebih kurang 3 bulan, serta mengucapkan terima kasih atas bantuannya selama ini merawat Viciel.

Perenungan:

Saat Yesus disalibkan, ia benar-benar menahan haus yang luar biasa tak tertahankan, sampai sampai ia berkata “Aku haus” Pernahkah dalam bagian lain di Alkitab kita menjumpai Yesus mengeluh atau berkomentar lain seperti “Aku capek”. “Aku jengkel” atau “Aku lapar…” setahu saya tidak pernah, jadi kalau Ia berkata “Aku haus” Dia benar-benar kehausan luar biasa

Sudahkah kita berterima kasih atas penderitaan-Nya menahan haus demi menebus kita?

Sudahkah kita berterima kasih pada orang-orang di sekeliling kita …? Walaupun keadaan tidak seperti yang kita harapkan?

Misalnya berterima kasih pada wali kelas anak kita, yang sudah mendidik anak kita, walaupun mungkin anak kita itu tidak naik kelas? Misalnya berterima kasih pada guru yang melatih menjelang lomba walaupun akhirnya anak kita tidak menang?

Misalnya berterima kasih pada Sang Dokter, walaupun akhirnya anak kita dipanggil pulang ke sorga…tanpa kita duga?

Berterima kasih bukan hal yang selalu mudah tampaknya.   Tetapi jika kita berpegang bahwa Allah turut bekerja dalam segala perkara untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi Dia dan yang terpanggil sesuai dengan rencana-Nya,….kita akan dapat berterima kasih pada Tuhan dan pada sesama.

Chapter

10


Hari, Tanggal dan Angka Viciel (bukan untuk dikeramatkan)

Pengkhotbah 3: 11

Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka.

Viciel lahir di hari Minggu, Ibadah penghiburan untuk keluarga Viciel jatuh di hari Minggu

20 Maret 2011, adalah tanggal yang sama dengan kelahiran sang kakak, Dito, 12 tahun yang silam, 20 Maret 1999.

Tanggal yang sama ini bukan karena kami memilih tanggal operasi, sebenarnya kami berjanjian operasi Caesar dengan dokter tanggal 23 Maret 2011, karena sang kakak pada awalnya keberatan kalau tanggal lahirnya sama dengan adik.

Tetapi Tuhan berkehendak lain, tanggal 20 Maret pagi, tanda lahir keluar. Ahirnya malam itu juga saya dioperasi.

Viciel lahir jam TUJUH lebih sepuluh , malam

Viciel meninggal jam setengah TUJUH lebih sepuluh menit, malam

Viciel mondok di kamar TUJUH A

Viciel mendapat nomor kamar icu kamar TUJUH

Viciel adalah cucu ke TUJUH yang sempat lahir dari keluarga suami saya dan juga dari keluarga saya.

Entah mengapa angka tujuh ini mengelilingi hidup Viciel. Dalam Alkitab angka tujuh sering digambarkan sebagai angka sempurna, saya yakin Viciel menyatakan karya Tuhan yang sempurna atas hidupnya.

Hari meninggalnya Viciel adalah pas empat bulan lebih 15 hari / pas empat bulan setengah

Hari kepindahan kami dari Madiun ke Magelang adalah pas saat Viciel berusia 3 bulan, yaitu tanggal 20 Juni, sehingga ada kesempatan pas satu setengah bulan Viciel bercengkrama dengan penduduk Magelang yang sangat ramah ini.

Tanggal kepindahan ini pun diatur Tuhan sedemikian rupa, tidak dapat diundur karena ada denda Rp 100.000,- per hari dari pemilik rumah. Juga tidak dapat mundur karena saya ditunggu pelayanan di Magelang, dan juga Truk sudah terlanjur dipesan. Sampai-sampai karena tanggal ini tidak dapat diganggu gugat, anak saya Dito pun harus kami titipkan temannya untuk mengurus tanda tangan ijazah SD-nya.

Viciel masuk rumah sakit hari selasa, dioperasi hari rabu, meninggal dunia hari kamis, dan dikubur hari jumat..

Perenungan:

Ada waktu untuk lahir…ada waktu untuk mati….

Mari menghitung hari-hari sedemikain rupa sehingga kita beroleh hati yang bijaksana.

Chapter

11

Viciel dan Musik

Masmur 91:1-2

Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlingdunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”

Saat hamil Viciel, saya berkesempatan mendengarkan musik klasik lewat siaran TV. Saat hamil Viciel, saya tetap melatih paduan suara, melatih ansamble, serta mengajar privat keyboard serta vocal. Itulah pengalaman musical bersama janin yang kemudian dipanggil Viciel setelah dia lahir.

Dari sejak hamil Viciel sampai hari ia dipanggil, musik selalu mewarnai suasana di mobil dalam perjalanan ke mana pun.

Saat Viciel lahir, saya membesarkan Viciel dengan timangan lagu anak-anak, serta setelah dia agak besar saya sering menjadikan pantatnya ketipung saat menggendongnya sambil bernyanyi, dengan demikian saya mengenalkan irama dan pola irama kepadanya. Dengan dua tangan saya saya memukul-mukulkan dengan lembut irama-irama yang ashik sambil bernyanyi-nyanyi untuknya.

Karena jarak Viciel dengan sang kakak Melody hanya 15 bulan, sejak hamil tua sang kakak hobby sekali menonton DVD Kevin dan Karyn lagu anak-anak dari berbagai bahasa, ada bahasa Indonesia ada bahasa Inggris, tak ketinggalan pula bahasa Mandarin.

Bahkan setelah dedek Viciel lahir, sang kakak juga suka mendengarkan DVD Kevin dan Karyn tersebut tanpa rasa bosan sedikitpun, dan hampir setiap hari diputar.

Rupanya tiga dari album Kevin Karyn bertajuk Lagu Untuk Papa Mama, lagu nomor 8,9 dan 10 menjadi inspirasi buat saya membuat tulisan tentang acara 17-an, saat-saat terakhir menjelang Viciel meninggal.

Di saat itulah saya menduga-duga, mungkin saja Viciel kecil ini juga memiliki kegemaran yang sama dengan sang kakak dan tidak pernah merasa bosan dengan lagu Kevin Karyn yang sudah didengarnya berulang-ulang sejak dalam kandungan sampai hari-hari terakhirnya.

Tanggal 4 Agustus 2011 Viciel meninggal dunia Pk 18.40 malam, pagi harinya sebelum dia meninggal, di hari yang sama, saya dan suami saya mendirikan mezbah keluarga di ruang tunggu ICU RS Betesda

Seperti biasanya, suami saya tidak sembarangan mengangkat lagu. Ia selalu mengikuti tuntunan Roh Kudus melalui suara hati, lagu apa yang khusus untuk hari itu.

saat itu, suami saya mengangkat lagu berikut ini :

“Saat kusendiri, tiada seorangpun, yang memperhatikanku seperti Kau Yesus…

Saat kuberjalan lewat lembah kelam, kupercaya Kau s’lalu sertaku

Tangan kuat yang memegangku, slalu menuntunku, ku tak mau jalan sendiri,

 Yesus kuperlu kasih-Mu , kuperlu kuasa-Mu, sampai akhir hidupku”

ternyata lagu itu “VICIEL BANGET”, sangat menggambarkan pribadi Viciel, yang sering mengalami kesendirian. Itu baru suami saya sadari setelah Viciel tiada. Saya bahkan sudah lupa dengan lagu itu, bahwa lagu itu yang diangkat di pagi hari menjelang Viciel meninggal malam harinya

KESENDIRIAN VICIEL

Pada waktu Viciel lahir di Madiun, tidak ditunggu-in Eyangnya, tidak seperti Kakak Dito dan Kakak Mhel. Itu karena sang Eyang sedang sakit di Magelang. Ke- SENDIRI-an Viciel

Setelah lahir, Viciel, terpisah dari mama selama dua hari. Hal itu dikarenakan mama harus belajar berjalan ditengah derita luka operasi, dan setelah dua hari bisa berjalan ke kamar bayi, baru bisa jumpa Viciel untuk memberi ASI. Dua hari itu Viciel tidur di kamar bayi. Berbeda dengan Dito, karena lahir di rumah sakit khusus untuk melahirkan, beberapa jam setelah dilahirkan, si kecil Dito dibawa ke kamar mama untuk langsung diberi ASI, demikian juga dengan kakak Mhel, di kamar mama malah ada box bayi, dan mengalami rawat gabung (mama dan baby sekamar). Di sinilah Viciel mengalami yang namanya ke -SENDIRI.-an Viciel

Pada saat ari-ari Dito dan Mel dikubur, suami saya ditemani mertua saya, tetapi hal itu tidak terjadi saat mengubur ari-ari Viciel.

Hari Minggu, Viciel lahir, hari Rabu pulang dari rumah sakit, hari Jumat Viciel terpaksa masuk rumah sakit lagi karena terkena sakit kuning. Senin barulah Viciel diijinkan pulang

Di rumah sakit ini, Viciel adalah satu-satunya pasien di ruangan itu, dan mama tidak boleh menungguin, hanya boleh datang di jam besuk memberikan ASI.

SENDIRI lagi.

Umur 4 bulan setengah, Viciel harus dioperasi pendarahan otak, setelah mondok di kelas III, Viciel harus dioperasi dan papa mama hanya menunggu di ruang tunggu operasi.

Setelah itu Viciel dipindah ke ruang ICU, saat itu papa dan mama hanya boleh menungguin di ruang tunggu khusus, terpisah oleh kaca dan tertutup oleh Korden, hanya bisa dibuka sewaktu-waktu atas permintaan keluarga pasien, itu pun hanya sebentar

Di sinilah Viciel SENDIRI lagi.

Sejak kecil Viciel kami nilai sebagai anak yang tabah, anak yang tegar, anak yang tidak rewel sama sekali. Siapa yang sangka kalau ia ternyata mengalami pendarahan otak? Kami baru mengetahuinya setelah ia berusia 4 bulan.

Satu hal yang kami percaya: seperti lagu biston keluarga terakhir bersama Viciel (walau dipisahkan dinding), kesendiriannya secara manusia, dia lalui bersama YESUS, sejak kecil dia sudah mengalami penyertaan Tuhan ditengah kesendiriannya, Tangan-Nya yang kuat menopang dia, dan selalu menuntun dia, dia alami kasih Yesus, dia alami kuasa Yesus, dan itu berlaku sampai akhir hidupnya.

Sebagai seorang mama, saya pun dilatih hal yang sama. Saat melahirkan Viciel, saya menganjurkan suami saya pulang dan menemani Melody yang juga membutuhkan perhatian orang tua di usianya sebagai seorang kakak yang baru 15 bulan kala itu. Setiap malam saya tidur sendiri di rumah sakit itu, bahkan saat saya di ICU selepas operasi saya kehausan luar biasa, tidak ada keluarga yang dapat dimintai tolong, sementara suster tidak bersedia mengambilkan minum.

Di sinilah saya belajar mengalami TUHAN di dalam kesendirian. Peristiwa itu membawa saya merenungkan penderitaan Yesus di kayu salib menahan haus untuk kita.

Saat mejelang operasi, suami saya tidak ditempat. Tetapi pada saat operasi berjalan, kami berdua menunggui Viciel. Itu memang sudah rencana Tuhan, karena pada saat Viciel membutuhkan darah segar bergolongan A, suami saya mencari dari teman-teman Magelang, sementara saya mencari dari relasi Yogya.

Saat itulah saya merasa sendiri lagi, tanpa suami, harus bolak-balik mengurus kebutuhan darah untuk Viciel, ke warnet, ke bank darah rumah sakit, telpon sana sini, dll, dalam waktu yang sangat mendesak.

Di sinilah saya belajar mengalami TUHAN di dalam kesendirian. Ternyata pendonor jauh lebih banyak dari yang dibutuhkan, itu pasti karya Tuhan buat Viciel, dan waktunya pas sekali, dimana saat operasi dimulai, darah pun sudah selesai diproses

Saat detik-detik terakhir meninggalnya Viciel, saya menghadapinya sendiri, sebelum akhirnya suami saya datang menyusul.

Padahal, saat mami saya pulang ke sorga, saya tidak ditempat, karena saya sedang kuliah di Yogya saat mami meninggal di Malang.

Saat papi saya pulang ke sorga, saya sendiri yang tidak bisa layat, karena si ‘bayi’ Dito saat itu sedang minum ASI, jadi saya tidak mungkin terbang dari Jawa ke Manado, dan pada saat itu keuangan kami tidak memungkinkan.

Saat ayah mertua saya dipanggil Tuhan pulang ke sorga, hanya sayalah yang tidak hadir dikarenakan si kecil  Dito rewel sekali dan saya pulang untuk menidurkan dia.

Ini pengalaman pertama saya, sendiri bersama orang yang akan berangkat ke Sorga, sendiri menghadapi Viciel yang sedang dalam detik-detik terakhir.

Perenungan:

Ada saatnya kita dibawa kepada pengalaman kesendirian. Saat itulah Tuhan ingin beracara dengan kita. Dalam kesendirian, kita mau tidak mau bertatap muka dengan Tuhan sendiri, tidak bisa lagi mengharapkan keluarga, sahabat, teman, suami, istri, kerabat, mama, papa atau siapa saja.

Kesendirian tidak selalu berarti kita ada di ruangan sendiri, tanpa siapa-siapa. tetapi kesendirian juga berarti tak ada yang bisa mengerti panggilan kita, tak ada yang bisa mengerti kepekaan kita, tak ada yang bisa mengerti beban kita, tak ada yang bisa mengerti VISI kita, tak ada yang bisa mengerti rencana Tuhan dalam hidup kita,

tak ada orang yang mengakui pertobatan kita, tak ada yang meng’iya’kan planning kita, kecuali Tuhan sendiri dengan kita, tak ada orang lain, tak ada seorang pun.

Saat itulah…Tuhan tahu, Tuhan mengerti, Tuhan menuntun, Tuhan menyatakan Diri-Nya dan kasih-Nya pada kita. Sampai di satu titik yang jauh sekali, orang-orang itu akan berkata ‘ya’ pada kita, dan kita cuma bisa tersenyum menanggapi respon yang terasa ‘terlambat’ itu.

Jangan marah pada mereka. Syukuri kesendirian kita. Karena ketika  saatnya tiba…mereka akan melihat buah dari apa yang sudah Tuhan tanamkan dalam hidup kita, di saat itulah kita sudah berjalan melesat di depan bersama dengan Tuhan.

Jangan musuhi mereka, tengok mereka di belakang dan ajak mereka berlari bersama kita mengejar Tuhan yang ada di depan kita.

Pagi ini, setelah seminggu Viciel tiada, suami saya berkata seperti ini saat kami sarapan bersama. “Saya bangga akan ketabahan seorang Viciel, saya bangga punya anak seperti dia”

Terimakasih pada Viciel yang bertahan dalam kesendirian, karena ia tidak sendiri, ia selalu disertai Tangan Kuat yang memegangnya.  Kami mau hidup dalam perjalanan iman bersama dengan penyertaan Tuhan.Kami tidak mau dan tidak berani jalan sendiri.

Chapter12

Keranda Bunga Dari Koran

Yoel 2: 28

“Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat…”

Minggu, 31 Juli 2011

Hari itu rekanku memintaku membuat rencana acara 17-Agustus-an untuk Sekolah Minggu. Rekanku itu tidak tahu menahu perihal pergumulan operasi Viciel, karena memang saya berniat merahasiakan perkara ini dari khalayak umum.

“Baik,” jawabku, sambil dalam hati aku sedikit mengeluh…karena mengapa aku dalam keadaan pergumulan yang berat akan jadi tidaknya kami menempuh jalan operasi untuk si kecil Viciel, dan aku enggan menceritakan pergumulan keluarga kami ini kepada khalayak….mengapa dan mengapa aku harus membuat naskah sekolah minggu baru.

Sejenak aku berpikir, bahwa aku harus melayani Tuhan dalam apapun keadaan emosiku saat ini.

Senin- 1 Agustus 2011

MALAM TERAKHIR BERSAMA VICIEL DI MAGELANG DENGAN TAMU SPECIAL

Mulailah saat si kecil tidur…dan kakaknya pun sedang terlelap…

Pagi itu aku menulis naskah acara 17-an.

Penulisan naskah acara itu menggiringku pada masa lalu dimana lebih kurang 3 tahun lalu…aku pernah membuat acara DOA untuk INDONESIA, yang mana kami membuat peta Indonesia Raksasa yang terbuat dari Koran bekas.

Mengapa kenangan manis itu tidak diulang ? kataku dalam hati. Aku ingin ajak anak-anak mencintai Indonesia dan berdoa bagi bangsa ini

Mulailah aku membuat contoh peta Indonesia berukuran raksasa terbuat dari Koran. Dan segera aku masukkan di blog www.jeniuscaraalkitab.wordpress.com

Malam itu adalah malam terakhir sebelum kami ke Yogya mengantarkan Viciel masuk rumah sakit, datanglah rekanku yang tidak tahu menahu rencana pengobatan Viciel….ke rumah kami. Sebelum sebelumnya ia selalu ‘ngotot’ ingin ke rumah saya, tetapi saya sungkan, dan selalu sayalah yang ke Magelang kota, yang berjarak 11 Km dari rumah kami, tapi entah kenapa malam itu saya mengalah dan berkata “Baik, bu, silahkan datang, saya tunggu”. Itulah Tamu TERAKHIR di rumah sebelum kami berangkat mengantar Viciel ke Yogya.

Begini begitu aku memberi penjelasan singkat mengenai acara 17-an itu sekaligus membagikan apa yang harus dilakukan dengan Koran-koran itu.Saat aku berusaha mencari Koran lagi selain dari peta yang sudah jadi…tidak ada lagi. Jadi Koran yang tadi pagi kubuat peta adalah KORAN TERAKHIR, akhirnya untuk menjelaskan contoh pembuatan

Peta raksasa itu saya memakai tabloid Rumah milik suami saya yang tidak mungkin dapat saya gunting dan saya perlakukan seenaknya.

“Tapi maaf ya bu…pokok doa untuk semua propensi di Indonesia , saya tidak sempat buat…. mohon ibu buat sendiri ya…”

Ternyata Itulah malam terakhir kami di Magelang bersama Viciel, dengan tamu yang berurusan dengan 17-an

Selasa – 2 Agustus 2011 KAMI BERANGKAT KE YOGYAKARTA

Hari itu aku berpuas-puas melayani Viciel …karena hanya ada Viciel di dekatku, aku tidak perlu membagi konsentrasi dengan sang kakak Melody yang sudah aman di bawah pengasuhan Tantenya di Magelang. Modem akses internet tidak kubawa…karena pasti tidak mungkin aku mengetik ria sementara anakku sakit dan membutuhkan perhatianku.

Malam itu suamiku pulang ke Magelang karena belum ada kepastian operasi hari itu, sedang besok harinya dia bermaksud masuk kantor karena ada meeting. Saya pun berjanji memberi kabar jam berapa operasi akan dilaksanakan, jika sudah ada pemberitahuan dari pihak rumah sakit.

Rabu – 3 Agustus 2011 HARI VICIEL DIOPERASI

Sore itu suamiku datang lagi untuk menemani Viciel Operasi. Setelah operasi berlangsung….kami tidak diijinkan menemani Viciel di ruang ICU. Kami pun menunggu Viciel sampai pagi di ruang khusus yang diperuntukkan bagi keluarga pasien. Malam itu pun berlalu dengan doa doa dan doa.

Kamis, 4 Agustus 20100 PESAN TERAKHIR VICIEL

Pagi pun tiba. Anehnya…tanpa kuminta ternyata suamiku kemarin sorenya telah membawakanku modem akses internet, karena anak sulungku jarang memakainya saat ia bermalam di rumah pakdenya, dan aku baru tahu pagi itu.

Pagi itu kami melihat Viciel dari korden saja.

Setelah puas kami memandanginya, Mas Ari suamiku mendapat telepon yang menceritakan bahwa anak kedua kami yang juga masih kecil ( 19 bulan) Melody, rewel karena sudah dua hari tidak bertemu papa dan mamanya, serta kakak dan adiknya (dia tidur di rumah adik ipar saya, terpisah dari kakaknya yang tidur di kakak ipar saya serta terpisah dari papa mama dan adiknya yang sedang berobat di YK)

Akhirnya suamiku pun pulang ke Magelang, menghibur sang kakak.

Karena tidak dapat menungguin si bungsu di ruang ICU, saya mulai mengetik memakai laptop.

Beberapa minggu lalu, computer saya terkena virus, sehingga mati tidak dapat dibuka kembali, untunglah dapat dibetulkan

Karena takut semua data terhilang jika terjadi hal serupa, saya pun memindahkan semua data yang ada di computer di eksternal harddisk saya

Saat itu di rumah sakit…saya mulai membuka file-file yang ada dan membuang file yang tidak diperlukan lagi.

Saat membuka file itu saya pun kaget karena menemukan Data Pokok Doa sesuai dengan pembagian PROVINSI di INDONESIA yang pernah saya ketik tiga tahun lalu. Saya sungguh-sungguh tidak menyangka kalau data pokok doa itu ternyata masih ada.

Cepat-cepat saya kirim ke teman yang meminta buat acara 17-an, melalui a-mail. Data pokok doa untuk Indonesia pun saya edit dari nama Kota menjadi nama Negara. Data editan saya kirim juga ke blog jenius cara alkitab, dengan tambahan keterangan

“Mohon data propensi disesuaikan / diedit dengan keadaan sekarang, mohon maaf saya tidak dapat memberi data yang tepat sekarang ini”.

Setelah semua itu selesai, saya pun mengantuk dan menutup lap top dan segera tidur melepas kelelahan.

ITULAH TULISAN TERAKHIR SEBELUM VICIEL MENINGGAL – YAITU POKOK DOA UNTUK INDONESIA

singkat cerita…malam itu Viciel dipanggil pulang di sorga. Dalam perjalanan pulang dari Yogya ke Magelang, sambil memangku peti mati berisi jenazah Viciel, saya merenungkan apa sebenarnya pesan Viciel untuk saya secara pribadi. Dia seorang bayi yang belum bisa berbicara…apakah dia sudah bisa berpesan?Tiba-tiba terlintas di pikiran saya bahwa pesan Viciel adalah VISI Indonesia Bagi Kristus. Saya pun tersenyum, tidak terlalu menganggap serius pikiran yang sempat terlintas itu.

KORAN -KORAN……

Sesampainya di rumah duka, saya sangat terkejut saat melihat Ibu Pendeta kami memandu ibu-ibu membuat keranda bunga yang terbuat dari KERTAS KORAN BEKAS.

“Apa pernah sebelumnya membuat keranda dari kertas Koran bekas?” tanyaku…

“Baru kali ini….”
”Idenya…?” tanyaku penasaran

“Harga bunga sekarang sangat mahal….mengapa tidak memanfaatkan Koran bekas saja…?”

“Dari mana dapat Koran…? Di rumah saya sudah tidak ada lagi…yang senin itu Koran terakhir…” tanyaku keheranan, sambil berpikir, mungkin ada Koran lain di bagian rumah ini yang tidak kuketahui keberadaannya.

“Oh oh…saya minta Koran pada tetangga” jawabnya dengan polos tanpa tahu apa yang menjadi keterkejutan saya. Mendengar jawaban polos itu, saya melongo hampir tak percaya.

Saya teringat peta Indonesia Raksasa yang terbuat dari Koran yang saya buat terakhir sebelum berangkat ke YK

Saya teringat pokok doa untuk  propensi-propensi di Indonesia yang saya temukan tanpa sengaja dan menjadi aktivitas saya terakhir dengan mengirimnya ke e-mail teman serta ke blog jenius cara alkitab, dan saya juga teringat akan nubuatan seorang hamba Tuhan tentang Indonesia.

Jumat, 5 Agustus 2011

Viciel dikubur…..Dipenuhi oleh keranda bunga yang terbuat dari Koran

Koran-koran itu dicat warna Merah dan Putih, dan saya mulai teringat karena sekitar seminggu sebelumnya, rumah ini dikuduskan dan diminyaki, saat pendoa syafaat berdoa, ada yang mendapat pengelihatan adanya Bendera yang ditancapkan di sebuah alas bendera terbuat dari emas yang dipanaskan oleh bara api di bawahnya.

Nama Viciel sebenarnya adalah nama panggilan, dan merupakan  singkatan dari nama panjangnya

 

Victory Marcia Elnissi Widiono

yang artinya kehadiran Tuhan mendatangkan Mars Kemenangan karena panji-panji Tuhan telah ditegakkan. Nama panggilan Viciel pun mengandung arti VICI ; aku menang. EL singkatan dari Elohim / yang artinya Allah, shingga jika digabungkan menjadi Aku menang karena Allah. Ada juga arti lain dari Viciel yang berarti Visi dari Allah. Bukankah panji-panji itu artinya bendera, dan bukankah sekarang ini bulan kemerdekaan Indonesia (Bulan Agustus?)

KORAN ITU berbicara mengenai kesederhanaan seorang Viciel, tetapi berisi berita-berita tentang Indonesia di masa kini, dan walaupun sederhana, setelah di beri warna merah putih…koran-koran itu terlihat cantik. Sederhana tapi cantik.

Viciel ingin saya berjalan dalam Visi Tuhan ; INDONESIA BAGI KRISTUS

Tidak hanya untuk saya….pesan yang sama juga berlaku untuk kita semua…mari kita berdoa untuk negri ini…negri tercinta INDONESIA

akhir kata…

MERDEKA !!

MERENUNGKAN KEMBALI MENGENAI VISI BAGI BANGSA

BAYI KECIL DENGAN VISI RAKSASA

 

Saat saya terpana pada pesan khusus Viciel bagi saya, saya berdiskusi dengan pendeta saya, dan beliau menjelaskan bahwa Nabi Hosea pun melahirkan anak-anak yang merupakan anak prophetic/ atau anak nubuatan, dimana melalui kelahiran dan pemberian nama anak itu, merupakan suatu tanda akan pesan Tuhan bagi bangsa Israel. Maka lahirlah Ro-Ruhama yang artinya ; tanpa belas kasihan (without Mercy), dan adiknya Lo Ami yang artinya ; bukan umat-Ku (not My people)

Darimana anak sekecil ini bisa memiliki suatu Visi

yang sebesar itu? Itu adalah suatu hal yang mengejutkan saya

secara pribadi. Tetapi ketika saya membuka kembali masa-masa dimana saya mengandung dia, saya baru teringat bahwa selama saya mengandung dia:

Saya ajak janin Viciel seminar Jenius Cara Alkitab di GBT Madiun, dihadapan ibu-ibu dari wakil-wakil GBT se-Indonesia, Juli 2010, dan di kota-kota lainnya.

Selama saya hamil Viciel, seminggu sekali di rumah saya diadakan doa untuk anak-anak di Indonesia. Doa ini terus kami lakukan sebagai peperangan rohani yang memback-up seluruh pelayanan Jenius Cara Alkitab. Dan saat kami berdoa bersama, lagu wajibnya adalah “Yesus sayang anak-anak, anak-anak di Indonesia, Sabang sampai Merauke, semua disayang Yesus, Yesus sayang anak-anak semua.” Tiap minggu, lagu itu tidak pernah absent, pasti kami nyanyikan menjadi bagian dari doa kami. Saat itu saya bernyanyi sambil bermain keyboard.

Pada saat saya hamil Viciel 7 bulan, tepatnya pada tanggal 10 Januari 2011, saya bersama rekan saya Cik Anie, menyelidiki Yesaya 42: 1-17 yang berisi tentang Pesan Tuhan bagi Indonesia, dan pada tanggal 26 Januari 2011, kami melanjutkan kembali sampai selesai. PA (Penyelidikan Alkitab ini rutin kami adakan setiap minggu di rumah saya)

Saya sering berkata pada Viciel saat bergurau dengan dia sambil mengangkat salah satu tangannya “Viciel AJI, Anak Jenius Indonesiaaaaaaaaaaaa”, saat itu pasti dia tersenyum, tertawa, riang dan sukacita. Mungkinkah pengulangan-pengulangan ini membuat Viciel menjadikan ini mottonya ?

Sejak dalam kandungan dan sampai Viciel berusia 4,5 bulan, hampir setiap hari kakaknya Melody selalu memutar lagu Kevin dan Karyn yang diantaranya bersyair seperti ini: “Damai damailah, damailah negriku…..damai damailah negriku tercinta, saling mengasihi, harga menghargai….sampai cita-citaku menjadi nyata.” Saya sendiri tidak menguasai lagu ini. Dan terkejut sekali karena lagu-lagu inilah yang menginspirasi saya membuat naskah 17-an sehari sebelum kami berangkat ke Yogya untuk mengantar Viciel berobat, sebelum akhirnya Viciel dipanggil Tuhan pulang ke sorga.

Perenungan :

Ternyata apa yang kita sebagai seorang mama lakukan, pelajari, katakan, dengarkan dan lakukan berulang-ulang selama kita hamil, dan kebiasaan-kebiasaan yang sering dilakukan anggota keluarga lainnya, sangat mempengaruhi sang janin dan itu terus berlanjut saat dia bayi, bertumbuh menjadi seorang anak, remaja dan akhirnya dewasa. Mari sebagai orang tua yang bijak, kita meminta visi ilahi untuk anak kita dan Tuhan akan tanamkan sesuai dengan rencana-Nya.

TUHAN MEMPERTAJAM VISI KAMI BAGI INDONESIA

Minggu , 7 Agustus 2011

Hari ini adalah hari Minggu pertama setelah kepergian Viciel, tanggal 4 Agustus 2011 yang lalu.

Saya bersama suami saya duduk di barisan kedua dari depan. Di gereja kami diletakkan banner-banner / bendera-bendera/ panji-panji di kursi-kursi jemaat, di samping itu ada juga tamborin-tamborin. Saat lagu praise di naikkan, kita boleh mengambil bendera tersebut dan melibatkan diri dalam ibadah Saat itu suami saya mengambil bendera berwarna merah, entah unsur kebetulan atau tidak, saya melihat di sebelah bendera putih itu ada bendera berwarna putih, saya pun mengambilnya, dan dengan berdampingan kami berdua mengibarkan bendera merah dan putih. Terlepas dari kebetulan atau tidaknya bendera merah putih itu berdampingan, yang jelas dalam hati saya pun percaya, bahwa Tuhan akan menyatukan Visi kami berdua dengan Visi dari Tuhan yang sudah Tuhan tanamkan di dalam diri Viciel.

Minggu 14 Agustus 2011

Sejak tanggal 25 Juli , pendeta kami mengatakan bahwa saya mendapat tugas berkhotbah pada Agustus minggu ke dua. Waktu itu kami sudah mengetahui mengenai hasil pemeriksaan Viciel pada dokter pertama, tetapi belum tiba saatnya kontrol ke dokter kedua, jadi belum mengambil keputusan mengenai operasi dan belum mengerti bahwa ke depannya dokter menyarankan Viciel akan mengalami proses mondok selama dua minggu.

Setelah itu, saat akhirnya dokter kedua menyatakan bahwa Viciel perlu dioperasi dan observasi paska operasi memakan waktu dua minggu, saya cukup ragu dengan tugas khotbah itu, sepertinya saya tidak mungkin bisa berada di tempat pada tanggal 14 Agustus nanti.

Ternyata Tuhan memanggil Viciel pada tanggal 4 Agustus 2011, tanpa kami duga sebelumnya.

Saya pun bertanya pada pendeta saya, apakah tugas saya berkhotbah itu tidak berubah, dan beliau mengatakan bahwa saya tetap bertugas.

Itu artinya, saya harus siap menyampaikan firman Tuhan pada tanggal 14 Agustus 2011. Tadinya saya akan berkhotbah mengenai panji-panji. Tetapi hari Kamis, saat saya mengikuti Sel di daerah Borobudur, Tuhan menuntun kami untuk mendoakan daerah Borobudur itu, dan saya dituntun Tuhan untuk memperkatakan salah satu ayat di Yesaya 42, yang berisi pesan Tuhan atas Indonesia.  Dari situlah saya mendapat tanda, bahwa saya harus mengubah rencana khotbah saya dari awalnya bertemakan Panji-panji , menjadi bertemakan Pesan Tuhan untuk Indonesia, yang naskahnya dapat anda baca di blog www.berbagirhema.wordpress.com Bahan khotbah Pesan Tuhan untuk Indonesia itu adalah materi PA saya dengan cik Anie, Januari 2011 saat Viciel masih di kandungan saya, usia kandungan 7 bulan.

Kami dengan semua jemaat berdoa untuk Indonesia. Ada pendoa syafaat yang berdiri di depan sambil memegang bendera merah putih, sementara jemaat berdoa bagi kelompok. Di acara ini, kembali kami berjumpa dengan Merah Putih.

Rabu, 17 Agustus 2011 Saya sungguh bersyukur, karena pada tanggal 17 Agustus kali ini gereja kami mengadakan aksi misi mengecat sebuah gereja di Dusun Kelimahan, Ngablak. Di acara ini, saya tidak bertugas memasak, dan juga karena tidak bisa mengecat, saya membawa buku bacaan untuk memanfaatkan waktu yang ada agar tidak terbuang. Suami saya menitipkan handy camp pada saya sambil berkata “titip dulu Ma, aku mau memasang list..” saya pun mengiyakan tanpa terlalu memperhatikan apa yang dimaksud dengan list tersebut. Belakangan karena tahu saya tidak mengerjakan apa-apa, Ibu pendeta saya, Ibu Febe meminta bantuan saya memegang list yang akan di paku. Tanpa sadar, saya akhirnya terjun juga untuk mempercantik gereja itu. Setelah hari berganti, saya baru sadar, bahwa list itu berwarna putih dan dihias dengan wajik merah, dan kembali terulang lagi, saya bekerja sama dengan suami saya dalam mengerjakannya, dia yang memaku, saya yang memegang dan mengukur agar pemasangan hiasan tampak simetris. Merah-Putih….lagi lagi bertemu dengan merah putih. Bulan ini memang dipenuhi dengan Merah Putih, khususnya bagi keluarga kami, mulai dari Keranda Viciel, Bendera/ banner di gereja, doa untuk Indonesia di ibadah Jemaat disertai bendera Merah Putih, hiasan gereja yang mengandung unsur Merah Putih di tanggal 17 Agustus, dan puncaknya……..

Minggu, 21 Agustus 2011 Konser Merah Putih untuk Indonesia oleh Anak Indonesia, digelar di Hotel Puri Asri, oleh anak-anak GPDI Bayeman, Magelang. Saya sungguh bersyukur pada Tuhan atas konser Merah Putih ini, dimana anak-anak melakukan parade merah putih untuk Indonesia, parade perkusi untuk Indonesia, puisi untuk Indonesia, nyanyian untuk Indonesia dan tarian untuk Indonesia, serta yang paling penting di sini adalah Doa untuk Indonesia.  Saya membawakan Firman Tuhan tentang Aku Pahlawan Indonesia. Semua ide acara ini Tuhan berikan sehari sebelum kami berangkat ke Yogya membawa Viciel ke rumah sakit untuk operasi. Dan saat saya mengetik naskah acara tersebut…saya sungguh tidak menyangka kalau pada hari H acara itu digelar, Viciel sudah dibawa Tuhan pulang ke sorga.

Saat melihat merah-putih di setiap anak…mulai dari pita rambut, gelang, stiker di wajah, kaos, bendera, payung kecil dan masih banyak lagi….saya kembali dipertemukan pada Merah Putih….sebuah Visi yang Tuhan tanamkan untuk keluarga kami, sebuah Visi dari Tuhan yang Tuhan tanamkan juga dalam diri Viciel, putri kecil kami yang kini telah ada di Sorga, yang saat ini kami percaya dia pun ikut berdoa bagi Indonesia.

Perenungan :

Empat peristiwa ini membawa saya menyadari bahwa Tuhan memperkuat penanaman Visi-Nya pada keluarga kami, dan hal itu tak akan berhenti Dia kerjakan dengan berbagai cara- Nya. Dan Visi yang sama…Tuhan akan kerjakan bagi anda…..bagi keluarga anda…bagi Indonesia. Tuhan ingin kita berdoa bagi bangsa kita….dan bangkit menjadi terang bagi Indonesia. Amin.

INDONESIA ISTIMEWA DI MATA TUHAN

buah karya : Grace

(ide dari Yesaya 42:1-17, puisi ini dibuat Kamis, 1 Agt 2011, 3 hari sebelum Viciel meninggal, dalam naskah Konser Doa untuk Indonesia)

Pulau-pulau yang berbaris rapi dari Sabang hingga Merauke

Besar kecil bertebaran bagai batu-batu dalam genggaman tangan TUHAN

“Aku cinta pulau-pulau ini…” bisik Tuhan mesra

Orang Batak, Jawa, Madura, Ambon….dan masih banyak lagi….

ada yang putih, coklat, sawo matang, hitam manis, atau bahkan hitam legam

“Aku suka warna-warni ini…” gumam Tuhan dengan  sunggingan senyum di ujung bibir-Nya

Terdengar angklung, gamelan, musik bambu dari desa-desa..

“mmmmm mmmmm mmmmm” Tuhan pun ikut berdendang sembari kaki-Nya mengetuk ngetuk mengikuti irama desa

Gedung-gedung pencakar langit tak mau kalah mendengungkan kebisingan kota

“Aku mau memerintah di setiap KOTA” begitu tekad Tuhan atas setiap kota yang ada dalam catatan-Nya.

Gunung-gunung menjulang tinggi,

sungai-sungai berkelak-kelok,

telaga berwarna warna,

padang gurun sepi nan asri,

hutan lebat jantung dunia,

bukit batu tegar nan perkasa,

mata Tuhan mengikuti setiap kelokannya dan

desiran angin di atasnya.

Nafas Tuhan ada atas setiap jengkal tanah Indonesia

Berbondong-bondong orang Indonesia ingin mengenal Pencipta-nya

mereka berlelah-lelah tanpa tahu Siapa Jalan Kebenaran dan Hidup yang sesungguhnya.

Merah putih, tanda kesucian karena darah-Mu telah dicurahkan

Basahi Indonesia dengan Darah-Mu

Sucikan Indonesia dengan kuasa Salib-Mu

Kerberanian dari Singa Yehuda membanjiri negri ini.

Jadikan kami terang atas bangsa ini Tuhan

Bersinar, berbinar, berpendar, …….Sampai Indonesia diselamatkan.

Chapter13

Orang – orang Tak terduga

Pengkhotbah 7:2

Pergi ke rumah duka lebih baik daripada pergi ke rumah pesta, karena di rumah dukalah kesudahan setiap manusia; hendaklah orang yang hidup memperhatikannya.

Saat di rumah sakit ada orang-orang tak terduga yang Tuhan kirimkan:

Ada dua hamba Tuhan dari Yogya yang saya sudah lupa siapa namanya, dan tidak begitu kenal, datang mendoakan Viciel

Ada satu anak muda dari gereja Reform yang sama sekali tidak kenal, datang untuk menyumbang darah untuk Viciel, tetapi karena pendonor sudah cukup, ia dipakai Tuhan untuk berdoa buat Viciel.

Ada pendeta dari gereja Kalam Kudus Yogyakarta datang mendoakan Viciel, padahal saya belum sempat mengenal secara langsung, hanya bertemu lewat facebook saja.

Ada pianis Gereja Kalam Kudus Yogyakarta datang ke PMI untuk menyumbangkan darahnya buat Viciel, padahal saya sudah sepuluh tahun lebih tidak berjumpa dan tidak pernah kontak mereka. Mereka juga datang saat jenasah Viciel dimandikan

VICIEL DIKELILINGI PARA OMA

Sebelum berangkat ke Yogya, Viciel didoakan Eyangnya, pada saat di Yogya Viciel dikunjungi Oma dari Yogya dan Opa Oma dari Muntilan.

VICIEL DILAYAT OLEH PENDETA-PENDETA

Ada lebih kurang dua belas pendeta yang datang di ibadah penguburan Viciel

VICIEL DILAYAT OLEH JEMAAT-JEMAAT

Ada jemaat GPDI Kharisma Kalinegoro, ada jemaat Bethany Magelang, Bethany Secang, ada jemaat GUP Madiun, ada jemaat GPDI Bayeman, Jemaat GKJ, GPIB, GKI, GBI, Gereja Wesleyan. (mohon maaf jika ada yang terlewat)

VICIEL DILAYAT OLEH ARMADA FINANCE

Para karyawan Armada Finance dari AF Magelang, AF Pusat AF Parakan, AF Madiun, AF Magetan, AF Tayu, AF Jepara, AF Demak, AF Tegal,  AF Salatiga, AF  Boyolali, AF Purworejo, AF Yogyakarta, Termasuk para pimpinan pusat. (mohon maaf bila ada yang terlewat)

VICIEL DILAYAT OLEH SEKOLAH SEKOLAH

Sekolah Pantekosta, sekolah Playgroup Gloria, sekolah SMP Kristen Satu, SMA EL Syadai, STT Magelang, dan TK Pembina dan mungkin ada yang belum saya sebutkan, juga ada Kepala Sekolah Kid Fun Madiun datang menjenguk Viciel saat Viciel masih hidup dan saat Viciel sudah dikubur

VICIEL DIDOAKAN PARA PENDOA

Ada pendoa yang digerakkan berdoa dan berpuasa untuk Viciel. Pada saat Viciel meninggal, dalam waktu yang sama para pendoa melihat Viciel menari dan juga menyanyi .

Untuk anak sekecil Viciel, Tuhan sungguh-sungguh mengubah kematiannya menjadi kemuliaan bagi nama-Nya pada hari pemakamannya.

VICIEL MENDAPAT BANYAK TANGGAPAN DI DUNIA MAYA

Banyak koment di Facebook menguatkan kami sekeluarga.

VICIEL DILAYAT PENDUDUK KALINEGORO

Penduduk Kalinegeoro melayat Viciel dalam jumlah yang sangat banyak (tidak seperti biasanya, apalagi yang meninggal seorang bayi mungil berusia 4,5 bulan)

dan mereka merasakan jenazah Viciel terlihat ‘damai’ ‘cantik’ ‘seperti boneka barby..’ dan sangat memberkati mereka.

Penguburan Viciel sangat megah…karena jumlah pelayat diluar dugaan kami. Demikian juga dengan acara ibadah penghiburan, didatangi oleh seratus orang lebih, dan banyak jemaat oekumene di luar gereja kami menghadiri ibadah penghiburan ini.

Perenungan :

Lebih berbahagia datang ke rumah duka daripada datang ke rumah pesta.

Saat kita datang ke rumah pesta, kita menerima segalanya; tontonan, hiburan, dll.

Tetapi saat datang ke rumah duka, kita memberi segalanya; kata-kata pengutan, empati, dukungan, doa, dll

Terlebih bahagia memberi daripada menerima.

Terimakasih pada semua orang yang memberikan dukungan, doa dan simpati.

Doa Syukur : Terima kasih Tuhan untuk karya-Mu mengubah kematian Viciel menjadi kemuliaan bagi Nama-Mu

Chapter14

Barang – barang Viciel

Amsal 3: 27 Janganlah menahan kebaikan daripada orang-orang yang berkah menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya. Janganlah engkau berkata kepada sesamamu “Pergilah dan kembalilah, besok akan kuberi,” sedangkan yang diminta ada padamu.

Kami mempunyai prinsip, bahwa kado baju untuk Viciel, harus dipakai Viciel, sekalipun mungkin karena ukurannya besar bisa dipakai sang kakak. Lain halnya apabila baju sang kakak sudah terlalu kecil, Viciel mendapat warisan. Tetapi untuk pakaian baru Viciel yang kebesaran, tunggu sampai cukup baru akan dipakaikan

Saat akan berangkat ke rumah sakit, dari Magelang ke Yogyakarta, saya memilihkan baju baru untuk dipakai Viciel.

Perenungan : Tuhan sudah menyediakan berkat buat kita pribadi demi pribadi secara special.

Waktu di Rumah Sakit ada pembesuk dari Madiun yang membawakan Viciel diapers yang sangat banyak sekali. Akhirnya setelah Viciel meninggal, diapers itu pun menumpuk dengan diaper persediaan kami untuk sebulan Agustus ini, akhirnya diaper yang banyak sekali itu saya tabur kepada jemaat yang membutuhkan

Perenungan : Mengapa kalau Tuhan tahu Viciel akan meninggal, kog justru memberi berkat diapers yang tidak mungkin terpakai? Ingatlah bahwa tidak semua berkat Tuhan itu untuk dimakan/dipakai kita, melainkan ada beberapa bagian diantaranya yang berupa benih untuk ditabur/diberikan pada orang lain.

Setiap kita adalah bendahara kerajaan sorga. Semua berkat yang sampai ke tangan kita itu hanya sebuah titipan/ kepercayaan.

Kita harus bertanya pada Tuhan, mana yang roti, dan mana yang benih.

Seminggu sebelum Viciel masuk rumah sakit, saya menata baju-baju Viciel, dan baju-baju yang sudah sempit saya taburkan untuk anak jemaat yang membutuhkan.

Perenungan : Jangan tunggu ajal menjemput untuk berbuat baik pada sesama.

Saat Viciel lahir, kami memesan souvenir berupa handuk, dan saat pindah ke Magelang souvenir tersebut masih tersedia banyak sekali.

Sayapun membagikan souvenir tersebut ke beberapa saudara yang menjenguk Viciel di Magelang dan juga ke beberapa pendoa syafaat yang mendoakan pengudusan rumah kami.

Saat Viciel meninggal, handuk itu masih sangat banyak, akhirnya saat ibadah penghiburan, handuk itu dibagikan pada jemaat secara merata setiap satu keluarga satu handuk.

Sampai sudah meninggal pun, Tuhan masih menyisakan semangat Viciel menabur pada kami.

Perenungan : Saat kita meninggal….semangat hidup kita…karakter kita….keteladanan kita…itulah yang kita tinggalkan bagi orang-orang disekitar kita.

Beberapa minggu setelah kepindahan kami ke Magelang, ada lomba kebersihan antar RT. Dalam lomba itu suami saya sibuk memperindah tampilan depan rumah kami.

Ada satu kursi jelek yang sudah tidak layak pakai dan modelnya juga sudah ketinggalan jaman tergeletak di halaman rumah.

Saat itu, akhirnya kami putuskan untuk menabur kursi itu pada pemulung.

Syukurlah akhirnya pada hari meninggalnya Viciel, kami tidak perlu repot menyingkirkan kursi itu lagi, karena sudah ditabur, sehingga tampilan depan rumah tidak dikotori oleh kursi itu lagi.

Pemulung sangat diberkati dengan kursi itu karena dia dapat menjadikan kursi itu barang berharga di rumahnya.

Perenungan: jangan menahan kebaikan bagi orang lain, jika kita bisa melakukannya. Lepaskan ikatan dengan benda-benda yang sudah waktunya kita lepaskan.

Chapter15


Jari Viciel Yang Unik

Roma 8:28

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan, bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Saat saya hamil Viciel usia 4 bulan kehamilan, pembantu saya menyatakan ingin keluar karena akan menikah. Karena itulah, kami mengijinkan dia keluar. Setiap kali mencari pembantu yang baru, kami bergumul dalam doa, mohon Tuhan mengirimkan yang terbaik.

Dari seorang teman saya mendapatkan nomor telepon seorang makelar pembantu.

Siang itu telepon saya berdering, “Bu…ini ada pembantu tetapi tangan dan kakinya cacat, jarinya tidak lengkap, orangnya rajin bekerja dan bisa masak seperti yang ibu inginkan, belum nikah dan anaknya berparas lumayan”

Saya tersenyum dan mempersilahkan makelar itu membawa Mbak Desi ke rumah saya. Saat pertama melihat mbak Desi, memang saya cukup kaget juga. Tangan dan kaki mbak Desi terkena penyakit Lobster Syndrome, yang merupakan penyakit langka, dimana jari-jarinya tumbuh tak beraturan dan cenderung memanjang seperti capit kepiting lobster. Saya bertanya pada Tuhan, apa yang harus saya lakukan dengan orang ini, dan saya pun akhirnya menerima dia bekerja di rumah saya.

Hari terus berlalu..sampai akhirnya tiba,  seminggu sebelum Viciel lahir, di sekolah minggu kelas gabung/ raya, kami memutar Film Hee Ah Lie, seorang pianis asal Korea yang juga terserang penyakit lobster syndrome. Mbak Desi juga melihat Film itu, karena dia juga selalu menolong saya mengantar Melody ke kelas bayi, jadi saya bisa leluasa mengajar di kelas yang sama.

Betapa terkejutnya saya ternyata tanpa pemberitahuan pihak rumah sakit saya menemui sendiri, pada saat hari kedua  setelah kelahiran Viciel, saya datang untuk memberinya ASI, ternyata anak saya jari tengah dan jari manis di tangan kanannya dihubungkan oleh selaput tipis, sekalipun struktur tulangnya lengkap dan ukuran tulangnya pun normal. Untunglah saya diingatkan bahwa Tuhan sudah mempersiapkan saya sebelumnya melalui pemutaran film pianis berjari empat itu. Itu bukan sebuah kebetulan.

Beberapa orang berkata bahwa ‘sebuah kesalahan’ menerima Mbak Desi sebagai seorang pembantu pada saat saya hamil. Mungkin ‘sindaktil’nya jari Viciel karena saya sering melihat jari jemari Mbak Desi selama hamil Walaupun mungkin saja hal itu masuk akal, tetapi saya memandang dengan cara lain persoalan ini. Bisa jadi yang terjadi sebaliknya, Tuhan justru mengirimkan pembantu yang seperti ini, karena dalam kemaha-tahuan-Nya Ia sedang menyiapkan seorang Mbak Desi yang bisa menyayangi Viceil, apa adanya. Sehingga dengan demikian dia bisa membantu saya merawat Viciel dengan penuh kasih, tidak memperlakukan Viciel dengan kasar.

Saat pertama kali mbak Desi saya beritahu bahwa anak saya sindaktil, ia terkejut, dan ia berwelas asih pada Viciel kecil. Sejenak ia tampak terharu, mungkin saja ia ingat masa-masa yang berat  yang harus dilaluinya karena ke’cacatan’nya itu.

JARI SINDAKTIL VICIEL MEMBAWA BERKAT

Saat saya mencoba mendekatkan jari tengah dan jari manis, saya cukup terkejut, karena justru membentuk 3 huruf V, 3 Victory, 3 kemenangan.

Saat saya bertanya pada Tuhan perihal jari jemari Viciel, Tuhan hanya berkata bahwa “Aku melatih jari-jarinya untuk berperang”

Jika bukan karena ingin memeriksakan jari jemari Viciel, kapan harus dioperasi dan sebagainya, pastilah kami tidak bakal tahu menahu mengenai pendarahan otak pada kepala Viciel.

Sejak kecil memang Viciel berkepala besar, dengan lingkar kelapa 41, di atas anak-anak bayi baru lahir lainnya yang berkisar antara 33-34 cm.

Doker anak yang menolong proses kelahiran Viciel mengatakan bahwa CT Scan sangat berbahaya untuk anak kecil, kami pun dengan polosnya percaya saja.

Saat memeriksakan Viciel yang sakit kuning ke dokter anak lainnya, sang dokter anak tidak mencurigai Viciel sakit Hydrocephalus karena masih dipandang proporsional dengan tubuhnya. Kami pun tidak menanyakan mengenai CT Scan dan dia pun juga tidak menyarankan CT Scan.

Saat setiap bulan kami mengajak Viciel imunisasi, kepala Viciel selalu diukur, bahkan saya sendiri punya meteran khusus untuk Viciel, meteran itu  barwarna hijau.

Setiap bulan lingkar kepala Viciel bertambah 2cm, berdasarkan keterangan yang kami dapat di Internet, pertambahan 2 cm itu normal untuk 3 bulan pertama.

Saya memiliki catatan bahwa lingkar kepala Viciel, 41 saat lahir , 43 di usia satu bulan, 45 di usia dua bulan , dan 47 di usia tiga bulan serta 49 di usia empat bulan. PAS.

Saat Viciel berusia 4 bulan, kami periksakan ke Yogya, sebenarnya tujuan utamanya adalah  memeriksakan jarinya. Sedangkan memeriksakan kepalanya hanyalah ‘aji mumpung’ kami ke Yogya, sekalian kami priksakan

Tetapi karena jam praktek dokter ahli bedah anak (untuk konsultasi jarinya yang ‘sindaktil’) lebih siang dibanding dengan jam perjanjian khusus dengan dokter ahli bedah syaraf, maka kami ke dokter ahli bedah syaraf lebih dulu,  barulah setelah itu kami ke ahli bedah anak.

Dokter ahli bedah syaraf meminta kami CT Scan, di situlah saya terkejut, saya tidak menyangka kalau bayi itu boleh di CT Scan. Dari hasil CT Scanlah kami baru tahu bahwa Viciel mengalami pendarahan otak yang akut, selain ia memang memiliki penyakit Hydrocephalus, itulah yang menyebabkan kepalanya berukuran di atas normal. Berawal dari keterkejutan saya itulah, saya mulai teringat semua kejanggalan di rumah sakit di Madiun tempat Viciel dilahirkan.

Seandainya Jari Viciel tidak Sindaktil , tentulah kami tidak dimungkinkan mengantar Viciel kontrol ke ahli bedah syaraf yang kemudian akhirnya meminta kami menjalani CT Scan. Hal itu dipegaruhi dari keterangan dokter anak yang menolong proses persalinan, yang terkesan menghalang-halangi kami CT scan. Jika sampai terjadi kami tidak pernah memeriksakan Viciel CT-Scan, bisa jadi suatu saat, Viciel meninggal dunia tanpa kami tahu apa sebabnya.

Tetangga dari teman kami, di perumahan Arga Jaya (perumahan sebelah perumahan kami) anaknya pernah jatuh saat dilahirkan secara normal, mengalami patah tulang, dan pendarahan otak, hanya bisa bertahan sampai usia 3 bulan, walaupun dirawat secara khusus dalam arti kepalanya tidak boleh digoyang –goyang/ diayun/ditimang/dimandikan, dll.

Tuhan itu baik.

Perenungan:

Jangan memandang sebelah mata pada orang yang cacat, mereka pun disayang Tuhan. Lihatlah seseorang jangan hanya dari yang tampak luar. Mari memandang dengan cara Tuhan memandang.

Miliki cara pandang yang positif untuk setiap peristiwa yang menimpa kita.

Chapter16


Air Mata Viciel

Wahyu 7:17

Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka.

Viciel sejak lahir mengeluarkan air mata walaupun tidak sedang menangis, dan matanya sering terdapat kotoran mata yang terkadang kering dan memenuhi bulu matanya di pagi hari, siang hari, sore hari dan malam hari.

Terkadang kotoran mata itu sempat membuatnya sulit membuka mata. Mata Viciel sering terlihat sayu

Saya menyiapkan kapas yang dibasahi air hangat untuk membasahi mata Viciel, sehingga kotorannya ikut terangkat, sehingga matanya terlihat bening tanpa kotoran.

Kami mengontrokan hal ini ke dokter anak, dan Viciel pun mendapat obet tetes mata.

Sampai sebulan lebih, dan obat tetes mata itu pun sudah habis, mata Viciel tidak mengalami perbaikan yang berarti. Setelah habis satu botol obat, suami saya  memutuskan untuk stop obat, karena sudah terlalu lama.

Sampai hari terakhirnya, Viciel terus mengeluarkan air mata yang meleleh di pipinya, walau tidak sedang menangis dan tahi matanya masih banyak walaupun tidak sebanyak dulu, tetapi masih lebih dari ukuran normal.

Viciel bayi yang jarang menangis, ia sama sekali tidak rewel. kalau ia lapar, ia hanya bergerak-gerak saja, demikian juga saat dia buang ari kecil atau buang air besar.

Kalau kita terlalu lama membuat susu, barulah ia menangis.

Ajaib…! Sehari sesudah operasi, Viciel sempat sadar, dan saat saya berkesempatan menengok langsung di ruang ICU, beberapa menit sebelum kondisinya menurun drastis, saya melihat Viciel dalam kesadaran penuh, saat saya mendekati tempat tidurnya, bola matanya mengikuti langkah tubuh saya yang mendekat ke  tempat

tidurnya, saat itu matanya terlihat bulat, bening, dan bersinar indah sekali. Inikah pertanda bahwa Viciel sudah siap menghadap Bapa ?

Saat Viciel lahir, kami memesan Souvenir handuk. Dan saat Viciel meninggal, handuk yang masih banyak itu kami bagikan pada para jemaat yang hadir di acara kebaktian penghiburan.

Saya teringat bahwa di sorga tidak diperlukan handuk lagi, karena sudah tidak ada air mata di sana.

Seorang sahabat saya dari Madiun, Ibu Nunik, memberikan buku pada saya, pada saat ia menengok Viciel di rumah sakit sebelum operasi. Buku itu yang sangat memberkati saya selama saya menjalani masa-masa berat. Di buku Dukaku Tempat Kudus-Mu., tulisan dari Yohan Candawasa, halaman 77 bertuliskan seperti ini:

Airmata adalah sahabat yang setia di dalam kita mengarungi kehidupan ini. Pada saat lahir, tangisan keras terdengar kala seorang bayi keluar dari rahim dan paru-parunya yang kecil terisi dengan udara. Dan pada akhirnya, seperti yang terjadi pada awal kehidupan, airmata juga akan menutupi hari-hari kehidupan kita yang fana. Namun orang percaya memiliki janji bahwa suatu hari kelak semua iarmata akan dihapuskan.

Perenungan :

Saya bersyukur bahwa saat ini Viciel di sorga sudah tidak mengeluarkan air mata lagi, handuk itu adalah untuk kita, agar kita mengusap air mata kita dengan handuk itu, dan meminta Tuhan memberi penghiburan lewat karya Roh Kudus dalam hidup kita.

Ada saatnya menangis….ada saatnya menghapus air mata…ada saatnya menatap masa depan dengan tersenyum…karena ada Roh Kudus serta kita. Amin.

 

Chapter17

Target Ilahi dan Target Manusiawi

Yohanes 15: 5

Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rangtingnya, . Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Terget Ilahi dan target manusiawi, kedua hal ini terkadang berjalan seiring, namun juga terkadang berjalan tidak sejalan

Ketika seseorang mencapai target manusiawi, belum tentu ia memenuhi target sorgawi, demikian pula sebaliknya orang yang mencapai target ilahi terkadang tidak masuk hitungan dalam target manusiawi

Itulah yang terjadi dengan Viciel.

Sebagai seorang mama,

Saya menargetkan melahirkan normal, tetapi apa daya, tiga orang dokter menyatakan harus Caesar, karena diameter kepala anak saya yang besar itulah yang menyebabkan anak saya dikira berberat 5 kg. Ternyata beratnya hanya 3.750 Kg.

Namun orangtua Nevon, seorang anak penderita Hydrocepalus (teman viciel di rumah sakit) yang melahirkan anaknya dengan lingkar kepala 40 cm, selisih 1 cm dengan anak saya (Viciel lahir dengan lingkar kepala 41 cm),sang ibu bercerita bahwa ia mengalami semaput/ tak sadarkan diri selama 3 kali saat melahirkan anaknya secara normal.

Dari situ saya simpulkan bahwa pilihan operasi Caesar saat melahirkan Viciel buat saya adalah pilihan yang sudah benar. Karena saat melahirkan Melody, kakak Viciel, saya mengalami kesakitan yang luar biasa, karena si kecil terlilit tali pusat, memakan waktu 24 jam dari sejak tanda lahir dan kontraksi awal, walau si kecil lahir dengan lingkar kepala bayi rata-rata pada umumnya 34 cm dan berat 3,800 kg. Saya tidak dapat membayangkan apa jadinya jika saya melahirkan secara normal.

Saat Viciel yang baru lahir dijenguk para handai taulan, ada seseorang yang melihat dia yang berkepala besar dengan pandangan aneh.

Saya menargetkan Viciel bayi, mendapatkan ASI seperti kakak sulungnya yang mendapatkan ASI selama  2 tahun penuh. Tetapi apa daya, Viciel kecil yang sangat lemah dalam meminum susu formula serta sangat lemah dalam menyedot ASI saya yang cukup sedikit keluarnya, hanya mendapat ASI sampai 3 bulan saja, itupun bisa dihitung dengan jari kapan dia mau minum ASI , diantara beberapa kali yang saya berikan

Orang yang tidak mengetahui pergumulan kami, menganggap saya adalah ibu yang malas memberi ASI pada anak saya. Mereka tidak tahu perjuangan saya memberi ASI, oleh karena itu jangan gampang menghakimi orang lain.

Saya menargetkan Viciel bayi, mendapatkan susu formula sesuai aturan pakai yaitu 30 cc tiap jamnya, melainkan ia tak pernah mencapai target. Tenaganya yang lemah setelah dilahirkan membuat ia selalu tersusul jam berikutnya, sedang botol yang tadi belum juga habis. Ini berlaku terus sampai hari terakhirnya, kalau bayi lain sehari menghabiskan 8 botol, sedang dia Cuma 5 botol. Target nya tak pernah tercapai. Sampai akhirnya kami menyerah dan memutuskan biarlah dia punya jatah minum susu yang disesuaikan dengan tingkat kesanggupannya menghabiskan susu itu.

Saya menargetkan si bayi Viciel, punya jari yang lentik, tulang yang panjang, sehingga kelak siapa tahu dia akan jadi pianis yang handal,  tetapi apa daya saat ia lahir, dua jari nya yaitu jari tengah dan jari manis di tangan kanannya menyatu oleh selaput tipis. Sebagai orang tua yang peduli terhadap perkembangan Viciel kelak, kami bermaksud mengoperasikan jari Viciel saat dia berusia 10 bulan sesuai dengan petunjuk dokter.

Perihal jari ini mungkin menyebabkan beberapa orang memandang sebelah mata kepadanya.

Saya menargetkan si bayi Viciel digoda orang banyak saat ditimang seperti Melody saat seusia dia, tetapi apa daya, sedikit sekali orang yang menyayangi dia dengan tulus, mungkin karena tampak luar wajahnya terlihat sedikit aneh.

Tetapi bagi saya Viciel tidak aneh…saya tetap menikmati wajah Viciel yang bagi saya lucu, dan menggemaskan.

Apa yang dilakukan khalayak terhadap Viciel itu berbeda dengan yang saya lakukan

Setiap hari saat menggoda Viciel dan Melody kakaknya, saya sering memperkatakan perkataan positif seperti ini “Dek Viciel, anak yang cantiiiiik, Dek Viciel, anak yang maniiiiiiis, Dek Viciel, anak yang diurapi Tuhan, Dek Viciel, anak yang pandaaaaaaaaiiiiiiiiiii, Dek Viciel, anak yang taaaaaaaaaaaat, Dek Viciel, anak yang diberkati Tuhaaaaaaaaaaaan. dst..

Dari situ saya membangun citra diri positif dalam diri anak saya, memandang dia sebagai anak yang berharga di mata TUHAN.

Hal yang sama saya lakukan pada sang kakak, dan pembantu rumah tangga kami juga melakukan hal yang sama tanpa saya suruh. Ia melihat teladan.

Mungkin anda berkata….mamanya Viciel ini kog penuh target….saya rasa semua mama tanpa disadari juga punya target-target yang setinggi langit untuk setiap anaknya, namun tidak terdefinisikan. Selama target kita wajar….memang untuk kebaikan dia, (minum susu sesuai aturan, meminum asi seperti yang diharapkan, berjari lentik sebagai calon pianis) apa salahnya?

Tetapi mari kita lihat kehidupan si kecil Viciel di mata Tuhan, yang saya percaya Tuhan juga punya target-target atas hidup kita.

Viciel adalah bayi yang selalu kami ajak ke gereja di kebaktian umum, baik di Madiun, maupun di Magelang, sejak ia berusia 1 minggu ( saya tidak pernah menunda untuk tidak mengajak bayi saya ke gereja, sesegera mungkin setelah dia lahir langsung kami bawa ke gereja ketika bertemu hari minggu berikutnya) Di gereja, Viciel tidak pernah rewel, dia sangat enjoy.

Target ilahi di sini tercapai. Viciel seorang yang enjoy ibadah bersama mama dan papa

Waktu di Madiun, kami rindu mengikuti ibadah doa, namun karena ibadah doa di pagi hari, kami tidak bisa ikut. Di Magelang, ibadah doa dilaksanakan sore hari jam 18.00, dan jarak rumah kami dengan gereja hanya 100 m, hal ini memudahkan kami mengikuti ibadah doa tiap hari dan hanya cukup berjalan kaki saja.

Pernah di awal-awal kami selalu mengajak Viciel dan Melodi, namun pernah suatu saat karena sudah terlambat, Viciel kami tinggal di rumah bersama pembantu, dan kami hanya mengajak Dito dan Melody, sepulangnya dari gereja pembantu lapor bahwa Viciel sangat rewel selama ditinggal ibadah doa.

Berikutnya saya pun tahu bahwa Viciel ingin selalu ikut doa. Saya pun menurutinya, saya selalu mengajaknya ikut berdoa. Heran, padahal di gereja ya cuma digendong saja…apa bedanya digendong di rumah dengan digendong di gereja?

Belakangan salah seorang pendoa sehari menjelang dia meninggal, melihat pengelihatan. Saat itu Viciel sudah di rumah sakit di Yogya bersama kami.

Dalam pengelihatan itu terlihat Viciel datang berdoa di gereja, dia berjalan sendiri, dia terlihat berani, beriman, wajahnya bercahaya, dia siap menghadapi operasi dan terlihat sangat bersukacita bersiap menghadap Bapa. Tidak ada beban sama sekali. Pendoa itu berteriak pada Tuhan “kasihan anak ini masih kecil Tuhan…” dan pendoa-pendoa lain mendengarkan jeritan ibu ini. Tetapi dalam pengelihatan itu Viciel berwajah terang sekali, ia sangat beriman sekali.

Itulah target ilahi yang terpenuhi dari seorang bayi mungil bernama Viciel, dia adalah seorang bayi pendoa syafaat. Apakah alkitabiah? Oh ya….lihat dan baca di Mazmur 8:3

Viciel terbiasa saya goyang-goyangkan tangannya yang sedang menggenggam tangan saya, saat ibadah di gereja, mengikuti irama musik. terkadang saya lambaikan ke atas seperti orang dewasa, dan tangannya tidak pernah kaku, melainkan relaks mengikuti gerakan saya. Si kecil Viciel suka menari mengikuti irama.

Itulah target ilahi yang terpenuhi dari seorang bayi kecil mungil bernama Viciel, dia adalah seorang bayi penari.

Saat Viciel dijemput malaikat Tuhan pulang ke sorga, ada pendoa syafaat, di jam yang sama melihat Viciel menari. Saat pendoa itu bertanya pada Roh Kudus, ‘dia menari di sini (di bumi) karena sembuh….atau di sana (di sorga) karena masuk dalam rumah Bapa?”

Roh Kudus Cuma menjawab….’kamu akan tahu nanti…”

Setelah acara doa malam itu berakhir…datanglah berita bahwa Viciel dipanggil Tuhan pulang ke sorga dengan perkiraan waktu yang sama/pas….Setengah jam yang lalu.

Viciel suka bernyanyi memuji Tuhan. Saat terkadang saya menimang sambil menyanyikan pujian bagi Tuhan, dia pun ikut bersenandung “emmmmmmm emmmmm emmmmmmm” bahkan seminggu belakangan saat di rumah atau hari hari terakhir di rumah sakit, ia pun sering bergumam emmmmmm emmmmmmm walaupun tidak saya pancing dengan nyanyian saya terlebih dahulu….lalu saya pun merespon dengan menggoyang-goyangkan jari saya ke bibirnya sehingga berbunyi ‘wa wa wa wa wa wa….’ dia sungguh riang sekali memuji Tuhan.

Dan saat ia dijemput malaikat Tuhan, selain salah seorang pendoa mendapat pengelihatan dia sedang menari, ada pendoa lain melihat dia sedang menyanyi, di jam yang sama saat dia meninggal

Saat saya tanya ibu itu, ‘lagu yang dinyanyikan syairnya apa..?’ ibu itu pun menjawab ‘haleluya…haleluya…itu yang saya dengar’

Itulah target ilahi yang terpenuhi dari seorang bayi kecil mungil bernama Viciel, dia adalah seorang bayi penyanyi.

 

Sejak lahir, Viciel mengikuti kelas sekolah minggu kelas bayi. Di kelas bayi ada ayat hafalan yang harus diperkatakan sang mama saat menimang, saat memandikan, saat memberi susu, dll

Dua minggu terakhir sebelum Viciel meninggal, karena di gereja yang baru di Magelang, ayat hafalannya sama dengan yang di Madiun (karena materi kelas bayi mengulang dari pertama dari bahan yang saya pakai di Madiun), saya dituntun Roh Kudus memperkatakan Mazmur 23 secara bertahap baik pada Mhel maupun pada Viciel.

Viciel sangat memberi respon yang luar biasa saat kitab Mazmur 23 dibacakan kepadanya, tidak kalah heboh dengan sang kakak. Pandangan matanya dalam dalam menatap saya, sesekali ia tersenyum saat saya memberi intonasi yang lucu

Saat menunggui Viciel di detik-detik terakhir menjelang meninggal, saya menyanyikan beberapa lagu yang Roh Kudus tuntunkan, saya memberi kata-kata penguatan padanya, saya mengungkapkan bahwa kami sekeluarga menyayangi dia, dan saya mengulangi memperkatakan Kitab Mazmur 23 yang sebenarnya di hari-harinya ayat hafalan itu belum genap sampai ayat terakhir, namun saat itu saya dituntun Roh Kudus, memperkatakan ayat tersebut sampai ayat terakhir. Betapa terkejutnya saya, bahwa ayat terakhir berbunyi “dan aku akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa….” saat itulah saya menyadari bahwa Viciel tidak lama lagi akan berangkat ke rumah Bapa.

Di sinilah target Ilahi tercapai. Viciel mencintai Firman Tuhan.

Firman Tuhan jugalah yang menuntun Viciel ke rumah Bapa.

Sejak kecil, walaupun Viciel saya beri anting-anting, sering dikira orang-orang dia anak lelaki, padahal dia anak perempuan. Target manusiawi menuntut Viciel tampak Feminin dan Cantik, tetapi sebaliknya ia tampak seperti seorang bayi lelaki

Saat saya bertanya pada Tuhan ‘mengapa demikian Tuhan?’

Tuhan menjelaskan pada saya “Aku menciptakan dia sebagai seorang anak perempuan, tetapi dengan ketegaran seorang laki-laki”

Kecantikan lahiriah itu target manusiawi, tetapi kekuatan roh yang terpancar sebagai inner beauty itu adalah target ilahi.

Saat ibu pendeta saya di Magelang, yang sekaligus adalah kakak ipar saya pertama kali berjumpa dengan Viciel yang berusia 3 bulan, waktu kami pindah rumah dari Madiun ke Magelang karena kepindahan penempatan kerja suami, dia pun langsung hatinya berpaut pada Viciel kecil, karena ia berkata

“anak ini istimewa….ia punya spirit yang luar biasa”

dan pada saat meninggal, jenasah Viciel didandani. Dari rumah sakit ia mengenakan baju putih sederhana, sebenarnya setelah sampai di rumah duka akan diganti dengan baju lain yang lebih ‘gemerlap’ tetapi karena ia sudah terbujur kaku, niat itu dibatalkan. Tetapi sang juru rias yang tak lain adalah Ibu Pendeta saya sendiri yang merangkap sebagai Budhenya- Viciel, tidak hilang akal, ia pun menambahkan kain hias di atas baju Viciel tanpa harus mengganti dengan baju baru. Kesederhanaan Viciel pun langsung terlihat beda, padahal hanya dengan sedikit ‘sentuhan’ menambahkan pada kostumnya sehelai kain hias.

Itulah target ilahi……kesederhanaan yang diubah Tuhan menjadi kemuliakan bagi nama-Nya

Semua pelayat terkesima oleh kecantikan si kecil Viciel di peti mati

Saat pertama kali kami pindah dari Madiun ke Magelang, saat itu usia Viceil pas tiga bulan. Tentu saat kami pindah, sudah banyak cerita mengenai keadaan Viciel yang berkepala besar dan jarinya sindaktil sudah terdengar di telinga sanak saudara di Magelang.

Saat orang dewasa secara manusiawi memandang Viciel dengan rasa ingin tahu, seperti apakah anak ini, saat itulah mereka dipertobatkan dengan respon anak-anak mereka yang langsung lengket dengan si Viciel kecil. Anak-anak memandang Viciel apa adanya, tanpa memandang keanehan-keanehan dalam diri Viciel. Saat itulah terlintas firman Tuhan, kalau mau melihat kerajaan sorga harus menjadi seperti anak kecil ini.

Cerita itu sangat memberkati saya sendiri. Saya berjanji akan memandang setiap anak, seperti cara pandang teman-temannya. Karena kepolosan anak-anak selalu memandang dalam ketulusan, seperti cara pandang Tuhan.

Barulah saat itu saya mengerti apa artinya saat Tuhan menjawab pertanyaan saya dulu “ada apa dengan kepala anakku yang besar Tuhan?” dan Tuhan hanya menjawab santai “nggak kenapa-kenapa kok”

Itulah cara pandang Tuhan. Tuhan memandang Viciel dengan cara-Nya.

Bunga keranda Viciel hanyalah Koran biasa, murah, mudah didapat, ada di mana saja, terkadang hanya dibuang buang, untuk pembungkus gelas yang dipak agar tidak pecah, untuk diberi air guna membersihkan jendela kaca, untuk tukang nasi bungkus membungkus nasi, dan untuk hal-hal yang tampaknya sepele, tetapi saat kesederhanaan Koran itu dihias menggunakan cat merah putih….ia begitu cantik.

Itulah target ilahi…..kemuliaan Tuhan di balik kesederhanaan.

Saya tidak pernah menyesal melahirkan bayi Viciel. Bagi saya….abaikan saja target manusiawi asalkan target sorgawi tercapai.

Perenungan

Mungkin kita tidak selangsing orang lain, mungkin hidung kita tidak semancung hidung tetangga, mungkin talenta kita tidak sebanyak talenta orang lain, mungkin nilai-nilai kita di sekolah tidak seperti sang juara kelas, mungkin kita hanyalah seorang guru sekolah minggu biasa, seorang pendoa syafaat biasa, seorang anak kecil  biasa…seorang pendeta di desa, seorang ibu yang sudah janda dan sudah tua….

Ingatlah….

jangan pusingkan target manusia…tetapi capailah target ilahi dalam hidup kita.

Saat kita diminta Tuhan menjadi seorang pendoa syafaat, capailah itu untuk Tuhan, kejar dan raihlah itu, walaupun mungkin pelayanan itu tak pernah dianggap se’wah’ pelayanan WL atau singer.

Saat kita diminta Tuhan mengajar seorang anak cacat, lakukanlah itu, dengan kesungguhan hati, raihlah itu, targetkan itu sebagai target ilahi, walau orang mungkin memandang rendah guru SLB seperti anda

Saat mungkin kita hanya diminta mengepel gereja, capailah itu, raihlah itu..lakukanlah itu untuk Tuhan, walau tak seorang pun pengunjung gereja yang ingin tahu siapa nama petugas kebersihan gereja.

Saat mungkin anda diberi beban oleh Tuhan untuk mengajar sekolah minggu, mengajak anak-anak kecil datang kepada Tuhan, jangan sepelekan pelayanan ini, kejar itu, raih itu, dan targetkan itu menjadi target ilahi dalam hidupmu

Saat saya menulis perjalanan rohani Viciel di bawah ini, batasnya sangat tipis antara menyombongkan diri dengan ingin menyaksikan karya Tuhan dalam hidup Viciel, tetapi saya merasa sangat perlu untuk mencantumkan ini menjadi inspirasi bagi keluarga-keluarga.

 

Perjalanan rohani VICIEL yang menutup usia di usia 4,5 bulan:

  • Janin di perut mama yang setiap hari mendapat doa berkat dari papa
  • Janin di perut mama yang setiap hari mengikuti ibadah keluarga/ mezbah Keluarga/ Biston keluarga.
  • Dalam kandungan mama, ikut mama melayani Tuhan sebagai:
  • janin di perut mama yang  hamil sambil bermain piano
  • Janin di perut mama yang hamil sambil menjadi pemimpin pujian/ WL
  • Janin di perut mama yang hamil sambil melatih paduan suara
  • Janin di perut mama yang hamil sambil menjadi pembicara seminar Jenius Cara Alkitab
  • Janin di perut mama yang hamil sambil berdoa syafaat untuk anak-anak di Indonesia seminggu sekali
  • Janin di perut mama yang hamil sambil mendengarkan Firman Tuhan
  • Janin di perut mama yang hamil sambil menyelidiki Firman Tuhan dalam acara PA bersama mak Anie
  • Janin di perut mama yang hamil sambil menulis naskah cerita sekolah minggu, mulai dari kelas ibu hamil, kelas bayi, kelas batita, balita, kelas tengah dan kelas besar
  • Janin di perut mama yang hamil sambil menulis naskah drama tokoh bola KAKA serta melatih drama untuk natal
  • Janin di perut mama yang mana saat mama hamil diperintahkan Tuhan untuk merintis kelas ibu hamil dan mama taat.
  • Janin di perut mama yang hamil sambil memberi pelajaran privat vocal dan keyboard
  • Minggu pagi masih ikut mama kebaktian, dan mengajar sekolah minggu, sebagai janin, sebelum akhirnya malam hari itu juga lahir sebagai bayi.
  • Beribadah di gereja setiap minggu bersama papa dan mama sejak dalam kandungan dan setelah lahir sejak berusia 1 minggu
  • Diserahkan dalam ibadah penyerahan anak, dalam usia tiga bulan kurang satu minggu, di GUP Madiun, dan didoakan oleh Ketua Sinode GUP serta Pdt Natan Sanjaja.
  • Menjadi bayi penari sejak lahir
  • Menjadi bayi penyanyi sejak lahir
  • Menjadi bayi yang cinta Firman Tuhan sejak lahir
  • Menjadi bayi yang rajin datang di kelas bayi dan sangat menikmati kelas bayi, dibawah asuhan mama dan Kak Marta
  • Menjadi bayi pendoa syafaat sejak berusia 3 bulan, sejak kepindahan ke Magelang, di bawah asuhan Bpk dan Ibu Pdt Deni Yoga Trianto
  • Menyaksikan babtisan air di Hotel Trio , dua kali, yang pertama secara tak terduga saat mengantar kakak berenang, GPDI Ganjuran, dan satu kali secara sengaja saat mengantar Kakak Dito babtis.

Viciel ; kami semua bangga akan karya Tuhan dalam hidupmu, kami bangga menjadi orang tua mu, kakakmu, eyangmu, om dan tantemu, pakde dan budemu, kakak kakak sepupumu.

Terpujilah nama Tuhan untuk kehidupan seorang VICIEL.

Bawa kami mencapai target-target-Mu Tuhan, melebihi target manusiawi yang ditargetkan oleh keluarga kami atau bahkan orang-orang di sekitar kami.


Chapter18


Prioritas Dalam Keluarga

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. (Roma 12: 2)

Saat bulan Desember 2010 datang, itu berarti usia kandungan saya saat itu sudah berusia 6 bulan. Sejak hamil muda sampai usia kandungan 5 bulan saya setiap bulan seminar di luar kota, terkadang naik kereta, pernah juga naik pesawat. Bulan  Desember itu ada tawaran seminar di luar pulau, tetapi suami saya tidak memberi ijin, mengingat perut saya semakin membesar. Sebagai seorang pengajar tentu saja, larangan itu cukup membuat saya merasa terhenti. Tetapi di satu sisi saya menyadari sepenuhnya bahwa suami saya benar.

Dan sejak saat itu, dengan penuh kesadaran -tanpa merasa terpaksa- saya menolak semua tawaran pembicara seminar termasuk seminar yang ditawarkan oleh Yayasan Domba Kecil, yang mana dihadiri oleh Guru sekolah minggu se-Indonesia, pada bulan februari 2011, saat usia kandungan saya saat itu 8 bulan. saya tahu, pihak mereka sangat kecewa, tetapi apa boleh buat, saya harus menetapkan prioritas dengan tepat.

Keluarga harus lebih saya perhatikan di atas penatalayanan. Kami memiliki urutan prioritas nomor satu TUHAN, nomor dua KELUARGA dan nomor ketiga barulah PENATALAYANAN.

Ketika urutan prioritas ini dijungkirbalikkan, maka, akan terjadi kekacauan seperti yang sudah pernah saya alami pada keluarga saya bersama papa dan mama saya dulu di masa kecil.

Tuhan baik, akhirnya Tuhan memberi say aide untuk  membuat paket DVD rekaman seminar Jenius Cara Alkitab,  untuk dikirim melalui Pos, apabila ada orang yang membutuhkan pembelajaran, jadi saya tidak harus datang.

Saat kehamilan muda, saya sempat beristirahat sekitar satu bulan tidak melatih koor, karena tubuh saya terasa letih sekali.

Tetapi saat bulan berikutnya saya sehat kembali, saya kembali melatih paduan suara.

Saat kehamilan tua, usia 8 bulan, saya pun stop semua murid les saya agar saya bisa bersiap diri menghadapi kelahiran. Berhentinya pemasukan uang les tidak menjadi masalah buat kami, asalkan kandungan saya sehat  dan siap menghadapi kelahiran.

Saat kondisi keuangan kami cukup ketat, kami pun tetap mempekerjakan 3 orang pembantu agar pelayanan tetap dapat berjalan dan anak anak tetap aman. Itulah cara kami berkorban demi keluarga. Dengan catatan pelayanan yang saya kerjakan itu tidak merampas waktu yang sangat banyak sekali, hanya di sore hari, sedang sepanjang hari sisanya saya bersama anak-anak.

 

Saat kami pindah ke Magelang, beberapa tawaran pekerjaan berdatangan. Rupanya kehadiran kami dahulu selama 8 tahun di Magelang dari pengantin baru sampai saatnya berpindah ke Madiun selama 5 tahun, cukup membekas di kota Magelang ini. Tawaran mengajar di SMP Kristen I, di SMA El Syadai, serta di Playgroup Gloria. Setelah melalui pergumulan doa, semua tawaran tersebut kami tolak, itu semua juga melalui berbagai pertimbangan bahwa anak-anak kami yang masih kecil ini sangat membutuhkan perhatian ekstra.

Setelah Viciel meninggal, saya tidak menyesal menolak semua tawaran tersebut, karena itulah yang terbaik untuk keluarga kami, saya bisa berpuas-puas menemani Viciel di rumah maupun di rumah sakit. Jika seandainya saat itu saya sudah mengajar, tentu cukup merepotkan membagi waktu antara pekerjaan dengan keluarga.

Di saat ini, Tuhan membawa ke pelayanan menulis, dimana pelayanan ini bisa dilakukan di rumah sambil menjaga anak-anak.

Pernah suatu kali, saya diminta menjadi pembicara SIL (Sekolah Injil Liburan)  di sebuah gereja yang cukup saya kenal. Tawaran sudah datang sejak di Madiun, tetapi tanggal jatuhnya hari H pada saat diperkirakan kami sudah di Magelang.

Berhubung saya sama sekali tidak menanyakan apakah acara itu bermalam atau tidak, karena sepengetahuan saya yang namanya SIL itu tidak bermalam, saya pun meng-iyakan dan menerima tawaran tersebut.

Seminggu menjelang acara baru saya tahu bahwa acara itu bermalam, saya tidak mungkin mundur lagi, berdasarkan pemikiran kasihan pada panitia yang harus mencari pembicara pengganti secara mendadak.

Saya pun berangkat sebagai pembicara SIL di luar kota selama tiga hari dua malam. Anak-anak saya titipkan ke tantenya. Saya pun terus berdoa agar anak-anak tidak rewel.

Setiap malam saya telpon anak-anak dan menanyakan keadaan mereka, ternyata Tuhan menolong sehingga anak-anak tidak rewel sama sekali, malah sebaliknya bersukacita karena di rumah adik kami, bercengkrama dengan sepupu-sepupunya yang juga masih kecil-kecil.

Waktu Viciel meninggal, dalam waktu semalam kami harus menyediakan foto untuk dibawa ke pemakaman.

Adik kami memilihkan foto yang sebenarnya saya kurang cocok dengan pilihannya itu.             

Belakangan baru saya tahu bahwa foto itu diambil di rumahnya saat saya pergi sebagai pembicara SIL. Di foto itu Viciel terlihat sedang mengayunkan tangannya seperti sedang menari. Saat itulah Viciel seakan-akan berkata pada saya

“Pergi SIL aja nggak papa mah….Viciel di rumah Tante senang kog….Viciel tahu kog bahwa mama harus ada di Bandungan….”

Saya tidak jadi menyesal dengan pilihan adik saya itu, karena foto itu memang bukan yang terbaik, tetapi foto itu meninggalkan kesan tersendiri karena diambil saat saya melayani Tuhan di luar kota.

Semua sesi di SIL itu sebenarnya adalah untuk saya juga, karena bahan saat teduh saya di hari-hari menjelang meninggalnya Viciel adalah mengenai Perintah Tuhan untuk Abraham pergi ke tempat yang ia belum tahu. Bagian ini, tanpa saya atur, adalah salah satu sesi di SIL tersebut. Dan saat ada teman datang menguatkan kami di rumah sakit sebelum Viciel operasi juga mengatakan hal yang sama “Bapak dan Ibu Ari akan dibawa Tuhan ke tempat yang Bapak dan Ibu belum tahu…”

Sesi terakhir dari SIL itu juga menggunakan metode rekam peristiwa meninggalnya Rasul Paulus, dimana orang-orang yang pernah dilayaninya bersaksi mengenai keberanian Paulus untuk bersaksi dan melayani. Acara itu seperti memberi pesan pada saya “Teruslah bersaksi buat Yesus, walaupun Viciel sudah dipanggil pulang ke Sorga”

Perenungan : Mari bergumul untuk setiap pekerjaan kita, pelayanan kita, karena kita harus tepat memilih berkata ‘Ya’  atau ‘Tidak’  sesuai dengan kehendak Tuhan dan prioritas yang Tuhan mau. Tuhan akan tunjukkan pilihan yang sempurna untuk kita

Mari menyadari bahwa masa-masa anak-anak kita kecil itu tidak dapat diulang kembali. Tetapi uang itu bisa kita cari kapan saja. Saat karir sepertinya menuntut untuk kita kejar, mari menyadari bahwa anak-anak kita tidak sekedar membutuhkan uang, pakaian, susu, sekolah, tetapi mereka juga membutuhkan kehadiran dan belaian kasih sayang kita.

Chapter19

Kasih Sayang Kakak bagi Viciel

Pengkhotbah 3: 5 Ada waktu untuk memeluk…

Sejak saya hamil Viciel, Dito (13 tahun)-lah yang sering cerewet pada saya “Mah…mbok ya adik di perut diajak ngomong…”

Dialah yang sangat mendambakan adik selain saya tentunya. Dia berdoa bertahun-tahun sampai akhirnya hampir 11 tahun kemudian lahirlah Melody.

Walaupun dia ingin adik lelaki biar bisa diajak main bola katanya, akhirnya setelah saya beri pengertian, dia pun menerima kehadiran janin Mhel dengan sukacita, apa pun jenis kelaminnya

Setelah Melody lahir, dia pun bergumam “adikku kog cuma satu ya….”

Tanpa kami duga, saya hamil lagi saat Melody berusia 5 bulan

Kali ini perempuan lagi berdasarkan hasil USG. Dito tidak kecewa kali ini.

Sebagai kakak, Dito tidak pernah absent untuk mengantar kami control kehamilan setiap bulan, baik saat saya hamil Melody maupun saat saya hamil Viciel. Pernah suatu kali di jam 10 malam, kami mengajaknya kontrol kehamilan Viceil,  terakhir kali ke Maospati yang cukup jauh dari rumah kami, berhubung sang dokter keesokan harimya akan berangkat ke luar kota.

Dito (13 tahun) adalah anak sulung kami, sejak Viciel lahir ia gemas dengan Viciel, sama dengan saya. Bagi saya Viciel itu anak yang lucu dan menggemaskan, dari nama panggilannya saja sudah menggemaskan. Hal itu juga yang dirasakan oleh Dito.

Dito sangat gemar mencium adik-adiknya saat bangun tidur pagi hari atau saat pulang sekolah. Terkadang saat adiknya sudah tidur sekalipun ia tidak perduli kalau-kalau adiknya terbangun, maka kamilah yang protes karena sudah berusaha menidurkan dengan susah payah.

Pada saat Viciel harus pulang dari rumah sakit karena sakit kuning, suami saya posisi di Magelang. Gerimis kecil kala itu. Dito saya mintai tolong untuk bersama saya naik taxi ke rumah sakit ikut membantu membawakan

barang si kecil Viciel, dan memayungi kami,  sementara saya lah yang akan menggendongnya. Pembantu standby di rumah untuk menjaga Melody (15 bulan kala itu)

Saat itu pihak rumah sakit cukup lama memberi laporan keuangan, sementara itu sang kakak sudah tak sabar menunggu lama dan berkata “Mah….besok aku try out , aku belum belajar….ini masih lama toh Ma…?”

Saat itulah ia menjadi seorang kakak tertua, dan menggantikan posisi ayahnya yang tidak ditempat. Saya bangga punya dia. Di foto ini terlihat dia sedang melihat adiknya dari jendela kaca.

Minggu malam, tanggal 31 Juli, Dito berangkat ke Lamongan untuk berekreasi dengan para hamba Tuhan se-Magelang mengisi hari libur awal puasa-nya. Untunglah sebelum berangkat, Dito sempat mencium dek Viciel. Itulah saat terakhir Dito berjumpa dek Viciel sebelum Viciel dipanggil Tuhan pulang ke sorga.

Perenungan:

Mari beri peluk cium buat orang-orang yang kita kasihi, selagi mereka masih hidup.

Melody adalah kakak yang baik buat Viciel. Sejak saya hamil Viciel, saya sudah berdoa agar sekalipun jarak umur kakak adik ini nantinya dekat sekali (15 bulan), saya memohon Tuhan memberikan mereka kerukunan.

Saya melatih Melody menyayangi adiknya sejak dalam kandungan. Melody suka mencium perut saya yang membuncit karena hamil. Dan itu pun sering dia lakukan.

Melody sudah jarang saya gendong saat saya hamil tua, tetapi dia tidak pernah protes akan hal ini, setelah saya sering memberi pengertian kepadanya. Saya sendiri pun cukup tersiksa, karena rindu menggendong dia, tetapi setelah operasi Caesar, kerinduan untuk menggendong Melody belum juga bisa terpuaskan, karena ada luka bekas operasi yang belum memungkinkan saya untuk mengangkat yang berat-berat. Melody sudah belajar menjadi kakak yang berbagi, sejak adiknya dalam kandungan mama.

 

Saat Viciel lahir, dia menjadi kakak yang baik. Doa saya terjawab. Hampir tidak pernah jealous/ iri. Yah…pernah sesekali, tetapi bisa dihitung dengan jari. Itupun hanya di minggu awal kelahiran adiknya, selebihnya hampir tidak pernah.

Saat di mobil, Melody harus selalu pangku saya, dan tidak mau duduk di belakang. Mau tidak mau Viciel saya kalahkan, digendong pembantu. Di sinilah saya kagum dengan Viciel, karena Viciel tidak pernah protes.

Tetapi saat tidur, saya ada di tengah dua anak ini. Saat keduanya bersamaan sedang tidur meminum susu dot, Melody pun mengalah dan tidak memasalahkan apabila saya tidur menghadap dedeknya, karena saya sedang memegang dot dedek, sedang dia sendiri dengan mandiri memegang dot sendiri sambil tidur di samping saya. Cukup bagi dia menempelkan sebagian tubuhnya di tubuh saya. Itulah Mhel. Dia sangat menyanyangi Viciel

Kebiasaan rutin Melody setelah bangun tidur adalah mendekati adiknya dan menciumnya berulang -ulang sambil berkata “dedek dedek…”

Saat Viciel sudah meninggal, saya pun menjelaskan padanya bahwa dedek sekarang sudah digendong Tuhan Yesus, dan ada di sorga.

Kebetulan saya memiliki buku cerita anak-anak yang menggambarkan tentang sorga. Buku itu pun saya pakai untuk menjelaskan tentang sorga kepada Melody yang ditinggal adiknya dalam usia 19 bulan.

Kelak, ketika Kak Melody besar, saya harap dia dapat membaca buku ini, dan mengenang kembali masa-masa indah bersama adiknya.

Perenungan : Kasih sayang membuat kita bisa rukun satu sama lain

Chapter20

Kasih Sayang Papa Bagi Viciel

Efesus 6: 4

Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.

Suami sayalah yang sangat memproteksi Viciel sejak dalam kandungan. Suami yang baik tidak mengijinkan istrinya yang sedang hamil terlalu capek, terlalu sibuk, melakukan perjalanan jauh dan melelahkan dalam usia kandungan yang sudah tua. Itu cara dia mengungkapkan betapa ia mengasihi janin kami berdua

Suami saya tidak pernah bosan mengantar saya makan soto kesukaan saya saat hamil Viciel, bisa jadi saya makan soto sampai tiga kali seminggu, belum ditambah kalau kami masak soto di rumah. Itu semua dia lakukan karena sayang janin kami berdua

Suami saya mengambil cuti satu minggu saat Viciel lahir. Itulah ekspresi kasih seorang ayah yang ingin punya waktu special dengan bayinya yang baru lahir.

 

Suami saya siap dengan handy camp saat Viciel keluar dari ruang operasi.

Suami saya yang menggendong Viciel saat didoakan khusus di  ibadah penyerahan anak.

Suami saya dipindahtugaskan ke Magelang, tanggal 1 Maret, sementara itu tanggal 20 Maret Viciel lahir. Setelah cuti satu minggu berakhir, suami saya pun kembali ke Magelang dan setiap week-end pulang ke Madiun menghabiskan waktu bersama keluarga. Berangkat jumat malam dari Magelang, sampai dini hari hari Sabtu di Madiun, Minggu bersama-sama sibuk di gereja, senin pagi dini hari sudah balik ke Madiun

Tubuhnya terasa lelah, tetapi saat saya menyarankan laju dua minggu sekali, ia tidak bersedia, karena ia kangen anak-anak. Itulah ayah yang baik, berkorban tenaga dan waktu dan perjalanan yang jauh dengan menyetir sendiri, demi keluarga.

Terkadang tubuhnya letih sehabis perjalanan atau sehabis kerja, ia berusaha ikut terlibat menimang anak-anak dan menidurkan mereka.

Kenangan manis bersama Viciel, adalah saat sudah letih menidurkannya, Viciel yang disangka sudah tidur, membuka mata dan tiba-tiba tersenyum menggoda, setelah itu menutup mata lagi…..Itulah Viciel yang mungkin punya bakat ‘iseng’ dan ayahnya yang diuji kesabarannya saat menimang dalam kondisi tubuh terasa letih.

Malam hari, suami saya tidak segan-segan bergantian membuatkan susu buat anak-anak. Tidak semua ayah seperti itu.

Sebelum kedatangan kami pindah dari Madiun ke Magelang sekeluarga, Mas Ari bersibuk ria menyiapkan rumah buat kami, mengecet ruang-ruang sesuai permintaan masing-masing pemilik kamar, mengatur perbaikan rumah agar layak untuk kami tempati bersama

Dengan anak 3 (dulu, 5 tahun yang lalu kami berangkat ke Madiun dengan satu anak, tetapi kini sepulang dari Madiun, membawa 3 anak)

Saat tahu bahwa Viciel harus menempuh jalur operasi, dia pun siap habis-habisan dalam hal keuangan. Itulah kasih sayang seorang ayah, demi anaknya yang disayanginya.

Setiap pagi, ia selalu melepaskan doa berkat bagi istri dan anak-anaknya sebelum berangkat ke kantor, ia menyentuh kepala anak-anak dan memperkatakan hal-hal yang positif buat kami. Sebelum berangkat, ia pun menyempatkan mencium istri dan anak-anaknya dengan penuh mesra.

Anak-anakku merasakan kemesraan seorang ayah.                                                                          

Setiap pagi ia memimpin kami sekeluarga berdoa dan menyembah Tuhan bersama, membaca Alkitab dan memberi nasehat-nasehat untuk Dito anak kami yang sudah besar.

Sejak anak-anak masih kecil, ia sudah merancangkan biaya study mereka, dan ia selalu berdoa buat masa depan mereka.

Seribu satu yang sudah Mas Ari, suamiku hujankan buat Viciel, dan juga buat Dito serta Melody,  hujan perlindungan, hujan penyediaan, hujan pelukan, hujan ciuman, hujan perhatian, hujan kasih sayang, hujan perencanaan, hujan doa, dan masih banyak lagi yang tak tertuliskan di sini.

Saya sangat bersyukur untuk suami terbaik yang Tuhan berikan dalam hidup kami sekeluarga. Saya yakin hidupnya dapat memberi inspirasi bagi para ayah yang lainnya.

Perenungan

Kalau bapa jasmani saja tidak mungkin memberikan ular saat anaknya meminta roti…apalagi Bapa Sorgawi, Dia akan terlebih lagi mengasihi kita, anak-anak-Nya. Kita diberi kebebasan memanggil dia Abba, Bapa.

Perenungan : Saat kita sudah menyerahkan anak kita dalam ibadah penyerahan anak, itu artinya sepenuhnya kita serahkan kehidupan anak kita pada Tuhan, baik masa depannya, baik kebutuhannya, baik studynya, maupun hari matinya. Karena setiap anak memiliki baik bapa jasmani maupun Bapa Sorgawi.

Chapter21


Kasih Sayang Mama Bagi Viciel

Amsal 6: 20

Hai anakku, perliharalah perintah ayahmu, dan janganlah menyia-nyiakan ajaran ibumu.

Sebagai seorang mama, sebenarnya seluruh isi buku ini sudah dapat menggambarkan kasih sayang saya pada Viciel. Tetapi tidak ada salahnya jika saya mengambil bab ini menjadi bab special yang merupakan segitiga antara Tuhan,  saya dengan Viciel.

Kenangan saat saya hamil Viciel sudah tertuang di Catatan Kehamilan si Bungsu. Tetapi ada bagian terunik yang belum tertuang di sana, dan karena saya ingin catatan kehamilan itu asli, saya tidak ingin menambahkan cerita lainnya yang teringat kemudian.

Waktu saya hamil Viciel, ada semacam keinginan terpendam yang menghantui, yang bila tak terpenuhi rasanya belum puas. Mungkin bisa dikatakan ‘ngidam’ kata orang Jawa. Entah dari mana asal muasalnya, saya sangat ingin sekali bernyanyi solo, dalam keadaan hamil. Keinginan ini saya ceritakan pada suami saya, juga pada pianis gereja. “Pak Catur…kapan ya…tolong saya diiringi, saya ingin nyanyi solo..” demikian pinta saya. Dan beliau pun menyambut antusias. “Siap bu..!” Waktu terus berlalu, saya pun mengira saya akan nyanyi solo di ibadah raya di gereja, tetapi saya tahu bahwa saatnya tidak tepat dan sepertinya bukan dengan cara itu. Sampai suatu ketika kami pun membentuk Vokal Group Pemuda dadakan untuk mengisi acara Perjamuan Kudus yang kala itu kosong dari penampilan paduan suara yang resmi.

Suatu saat, ada sepasang pengantin yang mendadak meminta pihak gereja menghadirkan solois yang bisa menyanyikan lagu Trimakasih Papa-Mama, dari album Kevin dan Karyn, sebagai lagu iringan penghormatan pada orang tua kedua mempelai. Sebagai pengiring ibadah pernikahan, saya pun mencari solois yang ‘mau’ menyanyi solo dan waktunya bisa. Tetapi setelah dengan susah payah telepon sana -telepon sini, tidak ada satu pun solois yang mau dan yang bisa di jam itu. Akhirnya saya pun ‘terpaksa’ menyanyi solo lagu itu, dengan diiringi Pak Catur. Alhasil pengiring ibadah pernikahan tetap saya, tetapi pengiring solo Pak Catur, dan sebagai pengiring merangkap solois, saya pun memakai mike wireless yang langsung di pasang di kepala. Dalam hati saya ketika itu “Oooooh ini tooooh yang diidamkan anak ini….mama nyanyi solo…lagu anak-anak…di ibadah pernikahan… sementara perut besar….” Geli juga kala itu, karena tak seperti yang saya bayangkan, menyanyi solo dengan lagu orang dewasa di ibadah raya.

Kira-kira seminggu setelah Viciel meninggal, saya menangis saat Melody mendengarkan DVD Kevin Karyn diputar, lagu ‘Terimakasih Papa Mama” adalah lagu pertama di album itu. Saya pun seperti disadarkan bahwa itulah lagu yang diidamkan janin Viciel untuk saya nyanyikan ketika saya hamil. Syair lagu itu berkata seperti ini “Trimakasih Oh Tuhan, Kau berikan kepadaku, Papa dan Mama yang sangat kusayangi….” Air mata saya pun tak tertahankan berderai berlinang, tatkala mengetahui bahwa ternyata Viciel sangat menyanyangi kami, Papa dan Mamanya…..dan dia menyatakannya dengan cara yang unik.

Saat saya mendambakan mendengar ungkapan cinta Viciel pada saya…saya pun menyanyikan lagu ini walaupun sambil menangis. Satu hal yang saya mengerti, bahwa Viciel itu menutup usia dalam keadaan belum bisa berkata “aku sayang mama…” tapi saya tahu, dia sayang saya mamanya dan dia juga sayang papanya.

Kenangan pada saat Viciel  lahir adalah tatapan mata saya yang pertama kali melihat wajahnya saat ia ditunjukkan oleh suster kepada saya.

Kerinduan untuk segera menimangnyalah yang menjadi sumber semangat saya untuk belajar miring, belajar sedikit-sedikit duduk tegak, belajar berdiri, dan malangkah sedikit-demi sedikit di tengah kesakitan yang luar biasa dari luka bekas sayatan pisau operasi. Setelah saya kuat berjalan, barulah saya sah mengunjungi Viciel di kamar bayi dan memberinya ASI pertama kali.

Kenangan yang tak terlupakan adalah saat saya menjenguk Viciel di jam besuk rumah sakit, ketika itu Viciel mondok karena sakit kuning, saya datang untuk memberinya ASI, dan saat itulah sambil memberinya ASI, saya menyanyikan nyanyian-nyanyian rohani untuk dia, menyembah dalam roh sambil menimang dia, saat itulah saya merasakan kedekatan yang sangat berharga sekali di tengah-tengah waktu jam besuk yang sangat terbatas. Seolah-olah saya ingin menjadikan lagu-lagu timangan itu ‘bekal’ untuk dia, selama saya tinggalkan sampai jam besuk berikutnya tiba.

Nama panggilan Viciel, ditemukan oleh suami saya dalam mobil saat perjalanan pulang dari rumah sakit. Nama panggilan itu lahir karena cukup sulit juga memanggil nama Victory yang terdiri dari tiga suku kata. Kami tidak mau memanggil dia dengan panggilan Vicky, atau Tory atau Icto….Saya kagum dengan kekreatifitasan suami saya menemukan nama panggilan itu sebagai singkatan dari nama panjangnya. Nama panggilan Viciel itu bagi saya terasa menggemaskan. Setiap kali saya memanggil nama itu, seperti ada kesan bahwa nama itu adalah nama yang sangat ‘manja’, khas anak bungsu pada umumnya. Terkadang karena ‘gemas’, saya pun memanggil dengan sebutan “Piciel- Piciel…..??!”

Perjuangan untuk memberi ASI bagi si kecil ditengah dilematik riwayat Viciel yang pernah kena penyakit kuning karena kurang cairan, target minum susu Viciel yang harus terus dikejar…sedikitnya ASI karena dipengaruhi oleh syndrome baby blues / stress yang saya alami, membuat saya mengharuskan diri untuk cepat pulih dari kesedihan, segera memperhatikan nutrisi selama menyusui serta meminum air rebusan kacang hijau campur beras merah untuk mendapatkan produksi ASI yang baik. Saat yang tak terlupakan adalah saat usia 3 bulan Viciel meminum ASI sambil bersenandung dan seolah-olah menjadikan ASI itu ‘mainan’-nya. Saya pun terpingkal geli karena tingkahnya yang lucu.

Memang berat meninggalkan rekan-rekan sepelayanan di gereja GUP Madiun, tempat kami bercengkrama selama 3 tahun terakhir, tetapi saya menyadari sepenuhnya bahwa kepindahan kami dari Madiun ke Magelang ada dalam rencana Tuhan yang indah dan dalam multi tujuan-Nya. Salah satu tujuan Tuhan ‘memindahkan’ kami ke Magelang,  yang saya ‘tangkap’ sejak kami masih di Madiun adalah bahwa Tuhan memberi saya kesempatan lebih banyak waktu dengan anak-anak, khususnya Melody dan Viciel yang masih kecil-kecil.

Di Madiun, tidak setiap kali jam mandi saya bisa memandikan Viciel, itu karena terkadang di jam dia mandi, saya ada murid les, ataupun harus segera berangkat ke pelayanan. Namun sedapat mungkin apabila saya bisa, sayalah yang memandikan baik Viciel maupun Melody.  Tetapi di Magelang, saya sangat menikmati saat-saat setiap hari pagi dan sore saya bisa memandikan anak-anak hampir tanpa absent. Setelah Viciel baru Mhel, atau sebaliknya Mhel dulu baru Viciel. Viciel tampak sangat senang bila dimandikan, apalagi bila dimandikan oleh mama. Oleh karena itu saya selalu berkomentar “Viciel mandi sama mamaaaaa”, dan dia pun membalas dengan senyumnya yang khas. Hati saya sangat puas.

Masih terbayang di ingatan saya sampai saat ini seolah-olah hal itu baru terjadi semenit yang lalu, manakala saya mencium pipinya bertubi-tubi sambil membunyikan suara-suara yang berpola irama tertentu. Seperti biasa, ia pun hanya tersenyum sambil sesekali melirik ke arah saya.

“Viciel adalah putri kecilku yang sangat kusayangi, dan aku tahu bahwa ia juga sayang aku…”

Jari tangan Viciel di foto keluarga tampak unik, karena berpose seperti sepasang kaki yang sedang melangkah. Sepertinya ia sedang berkata “Ayo Ma….melangkah lagi….Ayo Ma….Tuhan menolong mama melangkah lagi ….” Itulah cinta segitiga antara Tuhan, Viciel dan aku. Tuhan ingin aku melangkah terus….dan Tuhan memakai Viciel untuk menyemangati aku.

Otak Viciel yang terkena pendarahan otak dan hydrocephalus itu begitu berharga…itu baru satu anak bernama Viciel. Bagaimana dengan otak anak-anak di Indonesia….yang merupakan jutaan otak? Saya tidak akan mundur dalam pelayanan Jenius Cara Alkitab, karena otak anak-anak di Indonesia sangat berharga sekali. Seperti panggilan Tuhan dalam hidup saya untuk menjadi mama Viciel, demikian juga saya menjawab panggilan Tuhan dalam hidup saya untuk membawa anak-anak Indoneisa, Jenius Cara Alkitab Apapun yang terjadi, saya tidak akan mundur, bersama Roh Kudus…saya pasti bisa memenuhi Visi Ilahi dalam hidup saya. !! AMIN.

“Mama sayang Tuhan Yesus, mama sayang Viciel, mama sayang anak-anak Indonesia…”

Perenungan:

Gendong anak kita selama ada kesempatan menggendongnya, karena ketika ia sudah berlarian kesana kemari , ia malu untuk minta gendong lagi  Mandikan anak kita selama ada kesempatan memandikannya, karena ketika ia sudah besar, kita tidak mungkin lagi mengayunkan gayung ke tubuhnya. Suapi anak kita selama masih ada kesempatan menyuapinya, karena ketika ia sudah pandai me’mian’kan sendok dan garpu ke mulutnya, kesempatan itu sudah pergi selamanya.

Chapter22

Pertumbuhan Iman

I Kor 13:11

Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.

Saat mami saya meninggal tahun 1991 dulu, saya memberontak kepada Tuhan. Kala itu saya berteriak “Tuhaaaaaaaaaaaaan Jahaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat !!”

Saya marah pada Tuhan, mengapa mami saya tidak disembuhkan-Nya dari penyakit ginjal itu? Karena marah, saya memberontak, saya memakai hidup saya dengan sembarangan sebagai bentuk protes. Belakangan kira-kira tiga tahun kemudian, saya bertobat saat mendengar khotbah natal yang bertajuk “TUHAN ITU GEMAR BERBUAT BAIK”

Saat papi saya meninggal tahun 2000, saya merasa malu, karena papi saya  meninggal dengan cara yang aneh. Sejak itu gambar diri saya tercoreng. Tidak ada yang saya ceritakan mengenai ayah saya kecuali suami saya sendiri, bahkan mertua saya saja pun tidak saya beritahu perihal keanehan meninggalnya ayah saya tersebut. Setelah kira-kira beberapa bulan, saya bertobat saat mendengar khotbah natal yang membahas mengenai tokoh Alkitab bernama Mefiboset, dimana ia menganggap dirinya sebagai ‘anjing mati’, karena ia adalah cucu dari mantan raja Saul, serta anak dari pangeran Yonathan, yang keduanya mati di medan perang.Kakeknya raja Saul  bukanlah seorang yang memiliki trek recor yang baik, di mata bangsa Israel dan juga di mata Tuhan, oleh karena itu, ia pun sebagai cucu beliau merasa ‘minder’ dalam khotbah itu dikatakan, bahwa Daud, karena pernah mengikat janji dengan Yonathan, memperlakukan Mefiboset sebagai anaknya, dan mengajak Mefiboset tinggal di istana serta makan sehidangan dengan raja dan keluarga raja. Lewat khotbah itu saya dimerdekakan. Saya dibukakan, bahwa Tuhan itu memandang saya secara pribadi apa adanya. Tuhan mengasihi saya terlepas dari kondisi ayah saya. Saya berharga di mata Tuhan.

Kali ini, saat Viciel, putri tersayang kami, menutup usia dalam 4,5 bulan, oleh anugrah Tuhan dan oleh pertolongan Roh Kudus, saya dimampukan untuk ‘mengucap syukur’ dalam lembah kekelaman sekalipun.

Saya sendiri juga heran, mengapa saya tidak berontak pada Tuhan seperti dulu? Mengapa saya tidak minder ketika orang tahu bahwa anak saya menderita hydrocypalus ? Mengapa saya tidak marah pada Tuhan…?

Barulah disitu saya menyadari bahwa tanpa kita sadari iman kita itu terus bertumbuh, seperti benih yang terus bertumbuh menjadi pohon yang besar. Kapan tumbuhnya tidak tahu, kalau diamati hari-kehari sepertinya biasa-biasa saja. Tetapi setelah setahun, tiba-tiba pohon itu sudah tinggi.

Tuhan ingin kita terus bertumbuh dalam iman. Tuhan ingin kita tinggalkan masa kanak-kanak rohani kita, dan memasuki masa akil balik bahkan menginjak ke masa dewasa.

Mertua saya pun mengkhawatirkan saya shok dalam peristiwa meninggalnya Viciel, mengingat sejarah saya di masa lalu.

Terima kasih buat handai taulan yang terus mendukung kami dalam doa. Kami sangat membutuhkan dukungan doa.

Suatu pagi, saat menidurkan Melody, saya teringat Viciel, saya menangis sejadi-jadinya dan segera menelpon suami saya.. Saya menangis karena teringat betapa singkatnya waktu yang saya lewati bersamaViciel. Saat itu suami menganjurkan saya jalan-jalan, agar tidak terlalu sedih. Tetapi saat telepon saya tutup, saya berdoa dan Roh Kudus mengingatkan saya untuk mengucap syukur.

Mengucap syukur atas kesempatan berharga boleh menimang Viciel sampai 4, 5 bulan itu.

Saya pun taat, dan mulai mengucap syukur. Hati saya diliputi kedamaian, dan akhirnya saya pun tertidur pulas.

Perenungan:

Ayo bertumbuh dalam iman !! Saya juga terus mau bertumbuh…tidak mau berhenti sampai di titik ini saja!!


Chapter23

Mazmur 20

Mazmur 20: 6-7

Kami mau bersorak-sorai tentang KEMENANGANMU

dan mengangkat PANJI-PANJI demi nama ALLAH KITA;

kiranya TUHAN memenuhi segala permintaanmu.

Sekarang aku tahu,

bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya,

dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus

dengan kemenangan yang gilang gemilang oleh tangan kanan-Nya

Mazmur 20 ini adalah Mazmur yang Viciel banget gitu lhoh. Mengapa Mazmur 20 ini Viciel banget? Karena arti arti nama Viciel ada di dalam Mazmur ini.

Pada saat kami menggumuli nama anak bungsu kami, suami saya memberinya nama Victory, karena pada masa kehamilan saya, dia menghadapi banyak pergumulan di kantor dan ternyata Tuhan menolong sehingga suami saya mengalami kemenangan demi kemenangan. Nama Elnissi yang saya cari disetujui oleh suami saya, demikian juga dengan Marcia. Nama panggilan VICIEL, justru hadir setelah dia lahir. Suami sayalah yang menemukan nama panggilan itu, dimana nama itu adalah nama singkatan  dari ketiga namanya, dan tetap mengandung arti yang senada.

Setelah viciel lahir, dan diberi nama barulah saya ‘menemukan’ pasal ini. Cukup kaget juga waktu membaca pasal ini. Tanggal berapanya saya menemukan pasal ini dalam saat teduh saya, sayang sekali saya tidak mencatatnya, namun dari catatan saya PA (penyelidikan Alkitab) bersama sahabat saya Cik Anie (Madiun) ternyata Mazmur 20 ini pernah kami bahas bersama, setelah saya jatuh cinta pada pasal yang Viciel banget ini dalam saat teduh saya secara pribadi

Nama Viciel:

VICTORY MARCIA ELNISSI WIDIONO  berarti

WIDIONO                : Kehadiran Allah

MARCIA                    : tempo Mars pada sebuah lagu

VICTORY                  : kemenangan

ELNISSI                    : panji-panji Tuhan.

Secara keseluruhan arti namanya adalah

Kehadiran Allah membawa mars / derap kemenangan karena Panji-panji Tuhan telah ditegakkan.

Nama panggilan Viciel pun mengandung arti VICI / aku menang, EL, singkatan dari Elohim/ Allah, jika digabung menjadi “Aku menang karena Allah”. Bisa juga nama panggilan Viciel diartikan Visi dari Allah, atau membawa Visi Allah.

Mari, saya akan salinkan Mazmur 20 khusus untuk anda, dan perhatikan yang sengaja saya cetak tebal. Setelah saya menyalinkan Mazmur 20 untuk anda, saya cantumkan pembahasan PA-nya sekaligus . Dan pagi ini, pk 05.25 dini hari saat saya membaca kembali hasil PA ini, saya sendiri sungguh sangat dikuatkan, Magelang, 12 Agustus 2011.

MAZMUR 20

Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud.

Kiranya TUHAN menjawab engkau pada waktu kesesakan !

Kiranya nama Allah Yakub membentengi engkau !

Kiranya dikirimkan-Nya bantuan kepadamu

dari tempat kudus

dan disokong-Nya engkau dari Sion.

Kiranya diingat-Nya segala korban persembahanmu,

dan disukainya korban bakaranmu.

S e l a

Kiranya diberikan-Nya kepadamu apa yang kaukehendaki

dan dijadikan-Nya berhasil apa yang kaurancangkan.

Kami mau bersorak-sorai tentang KEMENANGANMU

dan mengangkat PANJI-PANJI demi nama ALLAH KITA;

kiranya TUHAN memenuhi segala permintaanmu.

Sekarang aku tahu,

bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya,

dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus

dengan kemenangan yang gilang gemilang oleh tangan kanan-Nya

Orang ini memegahkan kereta

dan orang itu memegahkan kuda,

tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN, Allah kita.

Mereka rebah dan jatuh,

tetapi kita bangun berdiri dan tetap tegak.

Ya TUHAN, berikanlah kemenangan kepada raja !

Jawablah kiranya kami pada waktu kami berseru !

 

PA dengan Cik Anie, tanggal 25 Mei 2011

Mazmur 20 : 1-10 (Naskah ini asli, tidak ada perubahan)

Ayat 1

Pasal 20 ini ditulis oleh Daud. Judul

Ayat 2 – 3

Kiranya Tuhan menjawab engkau pada waktu kesesakan.

Tuhan memberi respon terhadap jeritan umat-Nya.

Tidak hanya pada saat suka saja Tuhan mau hadir, tetapi juga pada waktu duka/kesesakan.

Tuhan tidak pernah bosan terhadap doa kita , walaupun terkadang doa kita itu mengenai sesuatu pergumulan yang sama terus menerus dalam waktu yang cukup lama, justru Tuhan menganjurkan kita untuk tidak jemu-jemu berdoa, dan harus berdoa dengan tekun.

Contoh anak yang hilang, pada saat berfoya foya hidup jauh dari Bapa. Baru setelah melarat, ingat pada Bapa. Tetapi saat anak itu pulang, Bapa tetap menerima dan menyambut dengan baik.

Hal ini diulangi lagi di ayat 10b

Kiranya nama Allah Yakub membentengi engkau.

Mengapa di sini yang disebutkan adalah Allah Yakub, bukan Allah Israel, Allah Abraham, Allah Ishak, dll?

Dan nama ini mengapa dikait-kaitkan dengan BENTENG?

Kejadian 31: 13

Tuhan mengingatkan Yakub, bahwa di Betel dulu ia pernah bernazar kepada Tuhan.

Apa isi nazar Yakub itu?

Isi nazar Yakub bisa kita baca di Kejadian 28: 20-22

Nazar itu berisi bahwa

Tuhan akan diakui Yakub menjadi Allahnya kalau Tuhan melakukan beberapa hal sebagai syaratnya:

Tuhan menyertai dan melindungi dia

Tuhan menyediakan kebutuhannya berupa roti dan pakaian

Tuhan membuat dia selamat kembali ke rumah ayahnya

Point pertama dan kedua , sudah terbukti bahwa Tuhan melindungi Yakub dan menyediakan segala kebutuhan Yakub , walaupun upahnya diganti-ganti selama 10 kali oleh mertuanya laban, tetapi Tuhan tetap menolong memberikan semua kebutuhannya.

Sekarang tinggal point ke 3, akankah dia selamat sampai ke rumah ayahnya?

Ternyata, semalam sebelum Laban mengejar dia, Tuhan sudah memperingatkan Laban, agar Laban jangan mengata-ngatai Yakub. Dan akhirnya didirikan tugu untuk batas antara Laban dan Yakub. Dan Tuhan ternyata membuat Yakub pergi dengan anak dan istrinya dengan tetap membawa upah, hasil kerjanya, yang kalau dia berpamitan baik-baik dengan Laban, tentulah dia akan pergi dengan tangan hampa. (Kejadian 31: 22-55)

Kejadian 32: 6

Esau sedang berjalan ke arah Yakub dengan diiringi 400 orang….

Hal ini bukan main-main, bisa saja Esau berniat untuk PERANG, karena ia tidak sendiri, melainkan membawa pasukan.

Akhirnya dengan seribu akal cerdik Yakub, ia membagi keluarganya dalam dua pasukan yang terpisah, serta mengirim persembahan persembahan ternak pada Esau terlebih dahulu sebelum esoknya ia berangkat menyusul.

Malam itulah ia bergumul dengan malaikat Tuhan, dan terjadilah pemulihan, dari nama Yakub yang artinya penipu diubah menjadi Israel yang artinya Pemenang. Barulah ia mendapat doa berkat, sehingga saat keesokan harinya ia bertemu dengan Esau, ia selamat.

Kej 33: 4

Terjadi pemulihan kakak beradik, yang tadinya sebenarnya direncakan pertumpahan darah.

Mengapa di pakai nama Allah Yakub? Dan dikaitkan dengan benteng?

Karena untuk Abraham memanggil Allah sebagai Allahnya itu mudah. Untuk Ishak memanggil Allah Abraham menjadi Allahnya itu juga mudah

Tetapi untuk Yakub mengakui Allah Abraham dan Allah Ishak itu menjadi Allahnya- tidak mudah, dalam arti Yakub meminta bukti bahwa ALLAH sanggup menjadi Allah yang membentengi hidupnya.

Dan ternyata terbukti bahwa Allah Abraham Allah Ishak itu juga adalah Allah Yakub, karena Allah membuktikan bahwa janji-Nya terhadap Yakub di Bethel itu terbukti..

Mazmur 20:3

Kiranya dikirimkan-Nya bantuan kepadamu dari tempat kudus, dan disokongnya engkau dari Sion.

Keren !! Bantuan bukan dari walikota, gubenur, bahkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah, melainkan BANTUAN LANGSUNG DARI SORGA….

Yang menjadi dekingan kita adalah TUHAN sendiri.Hal ini ditegaskan lagi di ayat 7

Ayat 4

Kiranya diingat-Nya segala korban persembahanmu, dan disukai-Nya korban bakaranmu.

Ada hubungan dua arah di ayat ini, kita memberikan persembahan dan korban bakaran, ternyata Tuhan meresponi dengan mengingatnya dan menyukainya.

Apakah korban itu? Segala sesuatu yang kita persembahkan pada Tuhan , dengan melalui rasa sakit. Misalnya ; korban syukur, artinya pada saat yang tidak enak, sedang sedih, diminta tetap bersyukur dan bersukacita. Itu namanya korban. Kalau sedang senang diminta bersyukur, itu gampang.

Ayat 5

Kiranya diberikan-Nya kepadamu apa yang kaukehendaki dan dijadikan-Nya berhasil apa yang dirancangkannya

Janji Tuhan:

Bukan hanya apa yang kita butuhkan saja, tetapi juga apa yang kita kehendaki. Di kata ‘kehendaki’ mengandung unsure selera kita. Misalnya; kita membutuhkan panci, Tuhan tidak hanya sekedar memberi panci sembarangan, tetapi Tuhan akan berikan sesuai apa yang kita kehendaki, misalnya ukuran panci nya, tutupnya, warnanya, modelnya, gambarnya, dll.

Apa yang jadi rancangan…kita, dijadikan Tuhan berhasil. Jadi Tuhan itu sampai mengerti dan mau memahami rancangan kita sampai sekecil-kecilnya, ibarat rancangan bangunan rumah, Dia itu mau mewujudkan sampai ke berapa ukuran kamar, kermaiknya, lampunya, jendelanya, ac –nya, warna catnya dll

Diulangi lagi di ayat 6c

Kiranya Tuhan memenuhi segala permintaanmu

Ayat 6a

Kami mau bersorak-sorai tentang kemenanganmu dan mengangkat panji-panji demi nama Allah kita.

Ayat ini bicara tentang : peperangan rohani. Harus bersorak. Semangat, pekik peperangan. Seperti mayoret di depan barisan drum band, harus ada tongkat tinggi yang terlihat sampai ke barisan paling belakang.

Chapter

24

RAHASIA ILAHI

Ringkasan Khotbah Pemberangkatan Jenazah (4 Agustus 2011)

Pdt. Deni Yoga Trianto

Ayat Pembuka : Amsal 25:2A

Kemuliaan Allah ialah merahasiakan sesuatu

Terkadang muncul pertanyaan-pertanyaan seperti ini:

Mengapa harus Viciel ? Mengapa dia lahir seperti ini ? Mengapa dia hidup secepat itu ? Mengapa bukan yang lain ?

Dan barangkali sampai saat ini, sampai Viciel dimakamkan,  jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu belum dapat terjawab, dan masih ada rahasia.

Diagnosa dokter menyebutkan bahwa Viciel menderita Hydrocephalus, yaitu adanya pembesaran kepala karena ada cairan di kepala. Pada hari yang sama 3 Agustus 2011 lalu, ada pasien lain yang juga operasi. Yang membedakan Viciel dari pasien itu adalah, pasien itu hanya menderita Hydrocephalus, sehingga setelah operasi, dia kembali ke kamar biasa, sedangkan Viciel setelah operasi harus pindah ke kamar ICU, karena ada pendarahan otak di kepalanya selain adanya penyakit hydrocephalus. Dokter menanyakan apakah anak ini pernah terjatuh atau terbentur ? Menurut orang tuanya tidak pernah. Darimanakah darah itu? Dan apakah yang menjadi penyebabnya ? Apakah ada salah penanganan saat proses kelahiran ? Sampai hari ini itu tetap misteri.

Kembali pada Firman Tuhan : terkadang Tuhan sengaja menyembunyikan sesuatu. Mengapa ? Supaya kita bergantung pada-Nya, supaya kita bergumul kepada-Nya, supaya kita berharap kepada-Nya.

Cerita Ayub menjadi menarik, karena Ayub yang adalah orang benar, tetapi kemudian diijinkan Tuhan hidup menderita. Ayub mencoba mencari tahu alasan mengapa dia menderita, padahal dia sudah hidup benar. Teman-temannya mencoba mendiagnosa, “karena kamu berbuat dosa…karena kamu melakukan ini, dan itu…” Tetapi sebenarnya itu bukan sebuah diagnosa yang tepat. Yang terjadi sebenarnya adalah, adanya  sebuah dial/ ada sebuah transaksi antara Allah dan Iblis, transaksi terjadi ketika Allah berkata kepada Iblis “Iblis, Aku memberi kuasa kepadamu untuk mencobai Ayub”

Ayub tidak pernah mengerti bahwa di alam roh, di sorga,  sudah terjadi deal antara Allah dan Iblis. Sekarang si Ayub menderita. Cerita itu menjadi menarik karena orang mencoba mencari jawaban dari penderitaaan Ayub, tetapi toh tetap sampai Ayub dipulihkan sekalipun, mereka tetap tidak dapat menemukan alasan mengapa Ayub menderita. Tidak masuk akal kan, orang yang hidup benar, orang yang takut akan Tuhan, mengalami penderitaan bertubi-tubi seperti itu ? Kalau bagi kita yang mengerti jawabannya, itu karena kita sudah membaca kisahnya, tetapi bagi si Ayub yang mengalami peristiwa itu, dia tetap tidak mengerti bahwa pernah terjadi transaksi /pembicaraan antara Tuhan dengan setan, jadi Tuhan sengaja merahasiakan transaksi itu terhadap Ayub. Supaya apa? Supaya Ayub bergumul, berserah dan bergantung pada Tuhan.

Saya percaya, jika kita sudah mengetahui semua perihal hari depan kita, tanggal berapa kita mati, hari ini mungkin kita tidak akan sungguh-sungguh ikut Tuhan, kita akan berfoya-foya saja, ‘toh aku sudah tahu hari matiku, aku nikmati saja dunia ini, hidup berfoya-foya’ begitu mungkin sikap kita jika kita sudah tahu hari mati kita.

Kenapa kita hari ini mencoba mengejar kekudusan, Mengapa hari ini kita mau coba hidup benar di hadapan Tuhan, ditengah dunia yang berdosa, mengapa ? Karena kita tidak tahu hari mati kita, jadi kita harus berjaga-jaga apabila sewaktu-waktu Tuhan panggil kita.

Jadi ketika ada pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab dalam hidup kita, kita harus sepakat percaya bahwa Yesus adalah jawaban dari semua pertanyaan yang tidak terjawab. Yesus adalah sumber segala jawaban dan Dia akan buka pada akhirnya nanti. Tetapi hari ini jika kita tidak dapat menemukan jawaban dari misteri-misteri kehidupan, itu karena Tuhan ingin supaya kita bergantung dan bergumul kepada Allah.

Jika sejak anak kita bayi, kita tahu anak kita kelak akan jadi dokter, mungkin kita tidak akan mendorong dia belajar musik, hanya mengkonsentrasikan dia pada bidang biology saja.  Tetapi yang terjadi tidak demikian, kita akan tahu bahwa anak kita jadi dokter dalam sebuah perkembangan.

Jika kita tahu suatu saat istri kita si A atau si B, mungkin kita akan hidup free sex, ‘toh nanti aku akan menikah dengan si A’ begitu mungkin pikir kita.

Jadi dalam hidup kita ada banyak hal yang tidak terjawab, karena kembali ke Amsal, ayat mas kita hari ini “Kemuliaan Allah adalah merahasiakan sesuatu”

Jadi ketika kita tidak menemukan jawaban untuk beberapa pertanyaan dalam hidup kita, itu artinya Tuhan sedang menyatakan kemuliaan-Nya.

Yohanes 16:12. Pasal ini adalah pasal terakhir, yang merupakan pasal pamitan Yesus pada murid-murid-Nya, sebelum Ia disalibkan, dan dalam kalimat-kalimat pamitan-Nya, pada murid-murid-Nya Ia berkata seperti ini:

“Masih banyak hal yang harus kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran.”

Jadi, Yesus berkata bahwa sebenarnya masih banyak hal yang harus dikatakan Yesus pada murid-murid-Nya, tetapi Ia belum mau mengatakannya, karena Yesus tahu bahwa murid-murid belum dapat menanggungnya, kalau Yesus buka semuanya, murid-murid-Nya belum siap, nanti ada Roh Kudus yang akan memimpin mereka dalam seluruh kebenaran.

Dalam hidup berlaku rumus bahwa apabila kita mengetahui segala sesuatu, itu melalui sebuah proses waktu, perlahan demi perlahan Roh Kudus membuka dan menyingkapkan dan pada akhirnya kita tahu.

Dalam kita Daniel, Daniel diperintahkan untuk memeteraikan sebuah rahasia, yang harus dimeteraikan / disimpan/ disegel sampai akhir zaman. Supaya tidak ada orang yang tahu, tetapi pada akhir zaman, orang akan menyelidiki dan pengetahuan akan bertambah-tambah.

Ulangan 29:29 Hal-hal yang tersembunyi adalah bagi Tuhan Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita, sampai selama-lamanya , supaya kita melakukan segala perkataan hukum taurat ini.

Bagi Ari, Grace dan segenap handai taulan, Saat pertanyaan tak terjawab itu muncul “Mengapa Viciel harus mengalami seperti ini?” mari serahkan pada Tuhan, dan biarkan hal-hal yang masih Dia sembunyikan itu menjadi bagian Tuhan,

Ada saatnya mungkin Dia nyatakan, ada saatnya mungkin Dia buka, tetapi menurut waktu Tuhan.

Soal gumpalan darah itu hari ini masih misteri. Tetapi Ibu Grace bercerita bahwa dia akan membuat janji pertemuan dengan dokter yang mengoperasi Viciel untuk mendiskusikan mengenai dari mana gumpalan darah itu. Tetapi hari ini masih misteri. Serahkanlah pada Tuhan. Dan kalau hasil pertemuan dengan dokter itu, ternyata dokter pun tidak dapat menyimpulkan dari mana datangnya gumpalan darah itu, mari tetap percaya kepada Tuhan.

Sebab Sadrakh Mesakh dan Abednego berkata “Aku tahu Allahku bisa melepaskan aku dari api yang besar ini, tetapi kalaupun tidak, aku tetap percaya kepada Tuhan, aku tidak akan menyembah berhala”  – (diringkas oleh penulis dengan seijin Pdt Deni Yoga Trianto)

MAZMUR 23

Ringkasan Khotbah Ibadah Penghiburan, 6 Agustus 2011.

Pdt. Deni Yoga Trianto

(diringkas oleh penulis dengan seijin Pdt Deni Yoga Trianto)

Mazmur ini adalah Mazmur yang sudah sering kita dengar. Alasan mengapa saya digerakkan membawakan Mazmur 23 ini, karena menurut cerita dari Ibu Grace, ketika Viciel dalam keadaan menjelang pulang ke rumah Bapa, Ibu Grace membacakan ayat-ayat itu, walaupun sudah hafal, Ibu Grace sempat kaget juga saat membaca di akhir pasal ini berbunyi “dan aku akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa”. Walau sudah hafal pasal ini, lupa kalau pasal ini berakhir dengan kata-kata tersebut, sehingga hal itu menjadi semacam peneguhan akan kepulangan Viciel ke rumah Bapa.

Ketika Viciel meninggal dunia di Yogya, kami pendoa syafaat di jam yang sama di sini di Magelang juga menyanyikan lagu-lagu yang berasal dari ayat ini, tanpa berjanjian.

Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Adalah kalimat kunci untuk memahami bagaimana sang Gembala Agung menyediakan banyak hal dalam hidup kita. Ayat ini akan mewarnai ayat-ayat berikutnya.

Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau. Rumput adalah makanan bagi domba. ………….sehingga aku tidak akan kekurangan makanan.

 

Ia membimbing aku ke air yang tenang, air yang tenang menggambarkan sebuah  kedamaian……..sehingga aku tidak akan kekurangan damai sejahtera.

Gembala kita , Dia menjamin kebutuhan kita akan kedamaian. Mungkin keluarga ini saat ini masih tergoncang, tetapi Tuhan sebagai Gembala yang baik, Dia berjanji bahwa kita tidak akan kekurangan damai sejahtera.

Ia menyegarkan jiwaku, …..sehingga aku tidak akan kekurangan pemulihan pada masa kelemahan dan kegagalan

 

Ia menuntun aku di jalan yang benar…..sehingga aku tidak akan kekurangan pimpinan.

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya….sehingga  aku tidak kekurangan keberanian

Gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku……..sehingga aku tidak kekurangan penghiburan

 

Engkau menyediakan hidangan bagiku di hadapan lawanku, ……..sehingga aku tidak akan kekurangan perlindungan, pemeliharaan dan penghormatan. Tuhan mengangkat kita di hadapan para musuh.

Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak, minyak adalah gambaran sukacita….sehingga kita tidak akan kekurangan sukacita. Akan ada sukacita yang baru.

Pialaku penuh melimpah….maka aku tidak akan kekurangan kelimpahan berkat.

 

Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku seumur hidupku…..sehingga aku tidak akan kekurangan anugrah.

Dan Aku akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa, ….sehingga aku tidak kekurangan tempat kediaman di sorga.

 

Pribadi Allah dalam karya-Nya nyata dalam Mazmur 23

Jehovah Jireh,  Allah yang menyediakan  – muncul di ayat:  Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku…..Ia menyediakan hidangan bagiku.

Jehovah Rapha,  Allah yang menyembuhkan – muncul di ayat : Ia menyegarkan jiwaku, itu berbicara mengenai pemulihan, pekerjaan Tuhan sebagai Penyembuh.

Jehovah Shalom, Allah damai sejahtraku – muncul di ayat:  Ia membimbing aku ke air yang tenang.

Jehovah Tsidkenu, Tuhan keadilan kita – muncul di ayat : Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya

Yehovah Syammah, Tuhan hadir di situ – muncul di ayat : Aku tidak takut bahaya

Yehovah Nissi – Tuhan panji-panjiku, -Viciel bernama Elnissi –  muncul di ayat : Tuhan menyediakan   hidangan di hadapan para lawanku. Di sana ada pesta di hadapan lawan, menunjukkan ada peperangan sebelumnya. Di situlah ada ekspresi Yehovah Nissi

Yehovah Raah – Tuhan adalah Gembalaku – muncul di ayat awal – Tuhan adalah gembalaku. Betapa bangganya kita memiliki Tuhan yang sanggup mencukupkan segala kebutuhan kehidupan kita. Tuhan akan memampukan keluarga ini melewati proses ini.

Viciel sudah di sorga sekarang, pada tempat yang terbaik. PUJI TUHAN ,  HALELUYAH !!

Peringatan Bagi Para Calon Orang Tua dari Seorang Janin yang akan Dilahirkan:

  • Pilihlah rumah sakit yang memiliki tenaga kerja yang cukup, lebih baik memilih rumah sakit yang menyediakan fasilitas rawat gabung (dimana ibu dan anak dalam satu kamar yang sama), periksalah kamar operasi apakah tergolong memiliki alat-alat yang memadai/ lengkap atau tidak.
  • Pilihlah dokter kandungan anda. Dokter kandungan yang baik minimal mengadakan pemeriksaan berat badan ibu hamil serta tensi ibu hamil. Jika dokter kandungan anda tidak mengadakan pemeriksaan minimal tersebut, patut dipertanyakan kompetensinya.
  • Konsultasikan perihal anak anda jangan hanya di satu dokter, pergunakan Internet sebagai ‘teman’ anda dalam mencari informasi perihal kesehatan anak anda
  • Jika dokter menyarankan anda operasi, tanyakan alasannya dan periksakan ke dokter lain sebagai study banding. Jangan terlalu mudah untuk memutuskan operasi ataupun tidak operasi. Keduanya mengandung resiko yang berbeda dan tetap saja melalui proses ‘sakit’.
  • Keterpisahan ruangan perawatan ibu dan anak, keterbatasan tenaga medis yang tersedia di sebuah rumah sakit, dan kondisi Ibu paska operasi yang belum dapat memberi ASI sampai rata-rata hari kedua setelah dia bisa berjalan ke kamar bayi, merupakan factor-faktor pemicu bayi-bayi terserang sakit kuning, karena kelalaian pihak rumah sakit dalam keteraturan pemberian susu pada setiap bayi.
  • Hal-hal tersebut juga merupakan pemicu terputusnya ASI baik dari pihak Ibu yang mana tidak segera diadakan rangsangan keluarnya ASI segera setelah melahirkan, maupun dari pihak anak, yang mana sudah terlebih dahulu diperkenalkan susu formula dibandingkan dengan ASI.
  • Sebaiknya pihak keluarga jangan hanya memantau sang Ibu yang baru melahirkan, melainkan juga memantau jam pemberian minum susu pada bayi anda di kamar bayi, karena jika bayi anda kekurangan cairan, akan menyebabkan anak anda terserang sakit Kuning. (Di kota besar seperti di Surabaya, sudah menjadi prosedur standart dimana sebelum bayi pulang dari rumah sakit harus di cek terlebih dahulu kadar bilirubin-nya, apakah ia terserang sakit kuning, jika ya, tidak boleh segera pulang, melainkan sang bayi akan diberi perawatan lanjutan. Tetapi di kota seperti Madiun belum diberlakukan) Mohon pelajari lebih lanjut tanda-tanda anak sakit kuning dan bagaimana cara menanganinya. Penyakit ini terkadang dianggap biasa, tetapi tidak sedikit juga yang tidak tertolong.
  • Foto dan periksalah sekujur badan bayi anda sesaat setelah dilahirkan, karena dokumentasi ini sangat bermanfaat bagi anda jika sewaktu-waktu diperlukan di kemudian hari. Periksalah apakah dia segera menangis atau tidak saat dilahirkan.
  • Para suami, sedapat mungkin masuk ke dalam ruangan melahirkan istrinya, beri dukungan sang istri dan sambil ikut menyaksikan dan mengawasi  jalannya proses kelahiran.
  • Jika ada kelainan pada ukuran lingkar kepala bayi anda sejak dalam kandungan, konsultasikan lebih lanjut pada dokter, dan jangan segan-segan menempuh jalan CT Scan, jika memang diperlukan dan ada yang mencurigakan.
  • Catatlah perkembangan anak anda, seperti misalnya kapan dia bisa miring, kapan dia bisa tengkurap, kapan dia bisa merangkak, dll. Karena catatan ini akan sangat berguna bagi anda memantau perkembangan bayi anda.
  • Pelajari mengenai Score APGAR bayi anda.

 

Tentang Penulis

Penulis, Susan Grace Widiono, S.MG.  mulai dibawa Tuhan memasuki pelayanan Jenius Cara Alkitab sejak bulan Januari 2010, dan sebulan sebelum mengandung Viciel, tepatnya pada awal Mei 2010 memulai pelayanan menulis, yang dipublikasikan melalui blog internet. Sejak itulah ia mulai menerbitkan naskah-naskah yang berhubungan dengan pelayanan anak, mulai dari bahan sekolah minggu, materi training guru sekolah minggu, naskah drama anak, dll. Semua tulisannya yang disinggung dalam Biography ini, bisa anda baca di :

www.jeniuscaraalkitab.wordpress.com (tulisan berjudul : Konser Doa untuk Indonesia, dalam tulisan ini ada penjelasan mengenai pembuatan peta Indonesia berukuran raksasa, serta puisi “Indonesia Istimewa di Mata Tuhan”, serta syair-syair lagu Kevin dan Karyn yang berhubungan dengan Konser Doa untuk Indonesia)

www.berbagirhema.wordpress.com (tulisan berjudul Pesan Tuhan untuk Indonesia, Mazmur 20 dengan judul : Pasal Kemenangan Orang yang Diurapi).

Bahan-bahan sekolah minggu yang ditulisnya (berdasarkan prinsip kerja otak tengah) telah diterapkan di GUP Harvest Madiun dengan hasil yang luar biasa, dan kini menjadi kurikulum di Sekolah Minggu  GPDI Bayeman Magelang. Jika Anda ingin mengikuti lebih lanjut tulisan-tulisan penulis, anda juga bisa bergabung dalam Group Facebook : Jenius Cara Alkitab, Berbagi Rhema, serta menjadi teman penulis dengan nama facebook Grace Sumilat.

Silahkan klik tautan berikut ini untuk men download buku yang penuh rahmat ilahi ini…MUNGKIN AGAK LAMA NUNGGUNYA KARNA ADA 100 HALAMAN DAN PENUH FOTO…..SABAR NUNGGUNYA YA….

BIOGRAPHY OF VICIEL, THE VICTORIOUS GIRL

Akan sangat bersyukur sekali jika anda bisa memberikan tanggapan..yang bisa menguatkan kami sekeluarga.

zwani.com myspace graphic comments

Penulis: jeniuscaraalkitab

Menjadi Alat di Tangan Tuhan untuk Mencetak Generasi Jenius bagi Kemuliaan Nama Tuhan

6 thoughts on “BUKU BIOGRAPHY ANAK SAYA – VICIEL – YANG MENINGGAL 4 AGT 2011 DIUSIA 4,5 BULAN”

  1. Ada banyak hal yg datang dalam kehidupan kita yg kita tidak mengerti. namun satu hal yg pasti bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
    Sabar dan kuatkan hatimu, Tuhan mau nyatakan kuasa-Nya.

  2. Awalnya, saya fikir bahwa buku ini hanya memiliki rema yang sangat minim yang berkaitan dengan anak yang masih sangat kecil. Setelah membaca lebih lagi, ternyata pemikiran saya sangat salah. melalui si kecil ini, saya banyak belajar apa maksud Tuhan di balik kehidupan saya. Saya sangat berharap, keluarga Kristen khususnya untuk membaca buku ini. Buku ini mengajarkan Ibu, Ayah, dan anak dalam menjalankan perannya masing-masing dengan baik sesuai mau Tuhan. terus terang, saya yg masih terbilang muda, sudah menjadikan isi buku ini sebagai bekal untuk membentuk keluarga saya yang Tuhan akan tetapkan nanti, dan itu masih menjadi rahasia Tuhan yang sangat indah tentunya. Saya juga sangat bangga dengan Ibu Grace, dia selalu bersyukur dengan segala sesuatunya, Saya sangat terpana dengan renungannya yang mengatakan “sudahkah kita berterimakasih dengan wali kelas anak kita walau ternyata anak kita tidak naik kelas?” Terkadangan kita hanya mau berterimakasih kepada orang lain bahkan kepada Tuhan hanya karena apa yang kita harapkan itulah yang terjadi. Saya melihat sukacita dalam setiap harinya dalam kelurga Ibu Grace. Ibu Grace tidak segan menyapa saya dengan wajahnya yang berseri-seri, Suaminya juga demikian, Mhelody juga saya sangat bangga saat melayani di sekolah minggu dan melihat anak ini sangat menikmati Ibadah, Dito yang adalah pemimpin rohani saya yang tidak pernah mengatakan “meh” saat saya terkadang terlihat mengesalkan, di usiannya yang lebih mudah setahun dari saya, saya tetap menghargainya karena dia sangat memahami posisinya, saya sangat mengagumi keluarga mereka dan saya sangat senang dapat membaca buku biografi viciel, karena saya merasa terhanyut dalam kejadian yang terjadi saat itu. Maaf kalau terlalu panjang, Terimakasih. Tuhan Yesus memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s