MATERI P.A PEMUDA 5. PRESTASI SEMU AHITOFEL


Ceriooooooooooooo !!

Bertemu lagi di materi PA yang ke 5 !!

Setelah kita mempelajari tokoh Daud dan juga Yefta, kali ini kita akan belajar tokoh Ahitofel. Nama yang jarang dibahas, namun kita akan berselancar bersama-sama untuk mendalami keseruan Firman Tuhan ini.

DOA:

Jadikan hari ini hari yang luar biasa Tuhan, di mana kami dapat memahami Firman-Mu dan mengalami pembaharuan di dalam -Mu. dalam nama Yesus, amin.

Belajar lagu keren ini dan nyanyikan dalam perenunganmu:

AHITOFEL

 

Sebagai seorang raja, Daud memiliki orang-orang hebat di sekelilingnya, yang membantunya.

Siapa saja mereka itu? Salah satunya adalah Penasihat Raja Daud, dia bernama Ahitofel.

  • Ahitofel penasihat raja
    • Sebagai penasihat raja, Ahitofel tentunya adalah seorang yang pandai, seorang yang pada masa itu/ pada zaman itu/ nasehatnya didengarkan, seseorang yang nasehatnya/ sarannya/ masukkannya sangat dihormati oleh Daud ataupun oleh Salomo ( II Sam 16: 20), sangat dihargai seperti wahyu kenabian, dan sangat beruntung sekali memiliki Ahitofel sebagai penasihat.
    • II Sam 16: 23 Pada waktu itu nasihat yang diberikan Ahitofel adalah sama dengan petunjuk yang dimintakan dari pada Allah; demikianlah dinilai setiap nasihat Ahitofel, baik oleh Daud maupun oleh Absalom.
    • Artinya pada masa-masa sebelumnya didapati nasihat-nasihat dari Ahitofel itu bisa jadi jarang gugur/ hampir selalu tepat seperti yang Tuhan kehendaki untuk mereka lakukan, sehingga nasihat Ahitofel bisa dijadikan semacam standart pengambilan keputusan.  Jika tidak demikian tentunya tidak mungkin Ahitofel pada masa itu bisa menjadi penasihat kerajaan.
    • Setelah Ahitofel mati, kemudian Daud menggantikan kedudukan Ahitofel dengan dua nama ini
      • Yoyada bin Benaya; dia adalah seorang tentara ( I Taw 11: 24)
      • Abyatar, dia adalah sorang imam ( dia adalah anak imam Ahimelekh bin Ahitub yang ditumpas oleh Saul- tetapi Abyatar lolos- sejak itu Abyatar mengikut rombongan Daud) Abyatar ini lah yang bertugas memintakan petunjuk urim dan tumim lewat baju Efod ( I Sam 30: 7)
      • Hebat bukan? Pekerjaan dua orang, oleh Ahitofel dipegang sendiri/ cukup oleh satu orang saja. Berarti Ahitofel adalah seorang yang pandai sekali, sampai-sampai setelah dia mati, harus digantikan oleh dua orang.

Wah, hebat sekali bisa jadi penasihat raja. Bekerja di Istana.

 

Namun tahukah kamu apa arti nama daripada Ahitofel ini?

Ahitofel dilahirkan tanpa dijelaskan di Alkitab, siapa ayah atau ibunya.

Namun ada penjelasan dia berasal dari GILO ( II Sam 23:34, II Sam 15:12)

Ahitofel orang Gilo, kemungkinan besar Ahitofel adalah orang Yehuda, karena Gilo adalah daerah yang diperuntukkan bagi orang-orang suku Yehuda ( Yosua 15:51)

Apa arti nama dari Ahitofel ini?

Arti namanya adalah: KEBODOHAN ADALAH SAUDARAKU.

Ahitofel = “my brother is foolish (folly)”/ kebodohan adalah saudaraku.

Itu artinya, orang tua daripada Ahitofel ini sedari Ahitofel kecil memanggil Ahitofel dengan sebutan yang kira –kira seperti ini artinya:

“Hai….saudaranya bodoh, sini kamu si goblok…!!”

Kalau saudara daripada bodoh, pastinya tidak jauh dari bodoh, misalnya : goblok, o’on, otak dengkul, otak udang, stupid, dll.

Betapa menyakitkannya hal ini bagi Ahitofel

Bisa jadi Ahitofel ini sejak kecil dijuluki sebagai ‘si bodoh’. Ahitofel bertumbuh sebagai anak yang tertolak, selalu dikata-katai bodoh oleh keluarga dan orang sekitarnya melalui penamaan dirinya. Harga dirinya tercoreng.

Mengapa ayahnya membiarkan AHITOFEL mempunyai nama yang seburuk ini.

Mengapa ibunya membiarkan AHITOFEL mempunyai nama yang sejelek ini.

Apakah ini karena Ahitofel dilahirkan sebagai seorang anak EDIOT/ anak berkebutuhan khusus/ down sindrome?

Sehingga diberi nama seperti itu?

Apa yang terjadi pada Ahitofel?

Bisa saja pada waktu kecil Ahitofel ini mindernya luar biasa. Dia bisa jadi tidak punya teman yang mau berteman dengan dia, dan bisa jadi Ahitofel menjadi seorang anak yang tidak ingin namanya disebutkan, dia merasa malu dengan namanya, dst

Coba kalau kalian diberi nama Kentut, malu nggak yeah..??

 

 

 

 

 

 

Bisa jadi Ahitofel kemudian bertumbuh dengan tekat yang bulat untuk menjadikan dirinya orang yang paling bijaksana. Terkadang prestasi seseorang bisa saja didapat dari keingingan yang kuat untuk diterima lingkungannya, sehingga dia mengejar prestasi itu sampai dapat, sehingga dengan demikian dia berharap dapat diterima oleh lingkungan sekitarnya. Dan hal ini berhasil, Ahitofel bertumbuh menjadi orang yang pandai, seorang yang pada masa itu/ pada zaman itu/ nasehatnya didengarkan, seseorang yang nasehatnya/ sarannya/ masukkannya sangat dihormati oleh Daud ataupun oleh Salomo ( II Sam 16: 20), sangat dihargai seperti wahyu kenabian, dan sangat beruntung sekali memiliki Ahitofel sebagai penasihat.

HAL YANG PERTAMA YANG BISA TERJADI PADA SEORANG YANG TIDAK MEMILIKI KASIH SAYANG AYAH:

  1. Berjuang untuk membuktikan bahwa dia hebat ( seperti yang terjadi pada Ahitofel)
  2. Atau bisa juga terjadi sebaliknya: Menyerah dengan hidupnya, dan jadi orang yang gagal, karena minder.

 

 Ahitofel ini memiliki seorang anak, bernama ELIAM

Ahitofel bercita-cita agar anaknya kelak bertumbuh menjadi orang yang berpengaruh di masyarakat luas. Orang yang hebat, orang yang mengabdi pada negara dan bangsa.

Oleh karena itu , bisa jadi Ahitofel menamakan anaknya ELIAM yang artinya

Allahku adalah orang-orang/rakyat.

Dan cita-cita Ahitofel tercapai; dimana anaknya Eliam, menjadi pahlawan Israel II Samuel 23: 34.

Namun sayangnya, semuanya itu bukan dengan tujuan untuk memuliakan nama TUHAN, hanya untuk mengejar pujian dari orang banyak saja.

HAL YANG KEDUA YANG BISA TERJADI PADA SEORANG YANG TIDAK MEMILIKI KASIH SAYANG AYAH:

  1. Tujuan hidupnya yang paling utama bukan untuk memuliakan nama TUHAN, tetapi untuk supaya bisa diterima oleh orang-orang di sekitarnya.
  2. Atau bisa juga, merusakkan hidupnya dengan sengaja, agar mendapatkan perhatian dari orang-orang disekitarnya.

 

Dan Ahitofel memiliki cucu bernama Batsyeba

Cita-cita Ahitofel untuk benar-benar memiliki keluarga yang punya nama besar di Israel terlihat dari nama cucunya Batsyeba yang artinya PUTRI SUMPAH.

Artinya Ahitofel bersumpah, bahwa cita-citanya harus tercapai. Yaitu keluarganya harus terhormat di Israel, keluarganya harus terkenal.

Walaupun Alkitab tidak menceritakan dengan jelas, namun MUNGKIN peristiwa ini telah terjadi. ( bagi pembicara, jangan lupa frase ini sangat penting, karena bagian ini hanya PENAFSIRAN SAJA)

Salah satu anggota tentara-nya Daud, bernama URIA adalah orang HET.

Orang HET mestinya adalah bangsa yang harus ditumpas. Namun karena URIA ini menggabungkan diri pada rombongan Daud, sejak dari gua Adulam, maka Daud menerima Uria ini menjadi tentaranya/ salah satu anak buahnya.

Rupanya Uria ini menikahi Cucu daripada Ahitofel.

Jadi begini, Ahitofel punya anak namanya Eliam, yang adalah tentara Israel yang sangat membanggakan ayahnya, lalu Eliam ini juga punya anak lagi namanya Batsyeba. Jadi Batsyeba adalah cucu Ahitofel. Batsyeba ini kemudian menikah dengan URIA.

Satu-satunya cucunya, yang diberi nama PUTRI SUMPAH, mengapa membuat malu keluarga dengan menikah dengan orang HET itu, si URIA itu.

Oleh karena itulah ELIAM, keluar dari barisan tentara dan pahlawan Israel, namanya tidak terdaftar lagi dari barisan tentara –nya Daud.

Mungkin saja Ahitofel menyuruh Eliam keluar saja, daripada menjadi satu pasukan dengan Uria, cucu menantunya itu.

Lalu, pada suatu waktu, Daud tidak ikut berperang, dan malah berjalan-jalan di atas sotoh istana dan melihat Batsyeba, isteri Uria yang sedang mandi.

Lalu Daud berbuat yang kurang sopan kepada Batsyeba, lalu membuat rencana jahat untuk membunuh Uria di medan peperangan.

Setelah Uria mati, Daud mengambil Batsyeba menjadi isterinya.

Ini adalah perbuatan yang sangat kejam.

Pada saat Tuhan mengirim nabi Natan untuk menegur Daud, Daud pun bertobat.

Dalam pertobatannya Daud menulis Mazmur 51, yaitu mazmur pengakuan dosa yang dinyanyikan oleh para pemimpin biduan/ dijadikan lagu paduan suara.

Secara langsung, kakek daripada Batsyeba ini menjadi malu. Karena keluarganya, cucunya menjadi korban kejahatan Daud.

Akhirnya Ahitofel ini dendam pada Daud. Tidak bisa mengampuni Daud, walaupun Daud sudah bertobat kepada TUHAN, dan sudah bertanggung jawab untuk mengambil Batsyeba menjadi isterinya, setelah Uria suaminya itu mati. Dan tentunya Daud bertanggung jawab merawat anak-anak Uria hasil pernikahannya dengan Batsyeba.

 

 

HAL YANG KETIGA YANG BISA TERJADI PADA SEORANG YANG TIDAK MEMILIKI KASIH SAYANG AYAH:

  1. Mudah tersinggung, Menyimpan dendam, dan sulit sekali untuk mengampuni. Tidak bisa menghargai pertobatan orang lain.
  2. Atau bisa terjadi sebaliknya, menjadi orang yang apatis, cuek terhadap orang lain, tidak peduli pada apa yang terjadi pada orang lain.

 

Darimana kita tahu semuanya itu, walaupun Alkitab tidak secara jelas menceritakan hal itu?

Dari bagaimana AHITOFEL yang memihak kepada ABSALOM, ketika Absalom mengadakan perlawanan kepada Daud, ayahnya, dan ingin menjadi raja dengan menyingkirkan ayahnya.

Dan dari nasihat Ahitofel kapada Absalom, untuk melakukan hal-hal yang tidak sopan kepada gundik-gundik Daud yang tertinggal di istana raja, dan untuk melakukan hal-hal yang tidak sopan itu dilakukan di atas sotoh istana. Dan nasihat jahat ini dituruti oleh Absalom yang juga sama-sama jahat.

Kelihatan sekali kan kalau Ahitofel itu memang berniat balas dendam pada DAUD?

Juga saat itu Ahitofel ‘ngotot’ / bersikeras untuk menyerang Daud, dengan tangannya sendiri sangat ingin membunuh Daud, dengan dua belas ribu orang –orang pilihan. 12.000.

Tetapi, nasihatnya yang kedua ini, yaitu Ahitofel ingin membunuh Daud secara langsung itu , DITOLAK OLEH ABSALOM.

Karena Absalom lebih mendengarkan nasihat Husai, orang Arkhi yang adalah sabahat Daud, yang berpura-pura memihak pada Absalom juga.

Husai menasihatkan, pada Absalom, untuk membawa seluruh rakyat untuk ikut berperang melawan rombongan raja Daud.

Akhirnya Absalom lebih mendengarkan nasihat Husai.

Hal ini memang sudah didoakan oleh Daud, Daud berdoa kepada Tuhan, agar nasihat Ahitofel itu digagalkan atau digugurkan. Dan Tuhan menjawab doa Daud. II Sam 15: 31, II Sam 17: 14

Hal ini membuat Ahitofel gagal untuk mendapat kesempatan membunuh Daud langsung dari tangannya.

Begitu Ahitofel tahu bahwa nasihatnya tidak diperdulikan, dia memasang pelana keledainya dan ia kemudian berangkat ke rumahnya, ke kotanya.

Apa yang diperbuatnya?

Mengatur urusan rumah tangganya. Kemudian dia mati menggantung diri.

 

HAL YANG KEEMPAT YANG BISA TERJADI PADA SEORANG YANG TIDAK MEMILIKI KASIH SAYANG AYAH:

  1. Membunuh dirinya ; bisa dalam arti bunuh diri betulan, atau membunuh dalam arti membenci, mungkin dalam hal ini membenci dirinya sendiri, membunuh potensi yang ada dalam dirinya, tidak mau mengembangkan bakatnya, tidak mau bekerja, mogok, dll
  2. Atau membunuh orang lain, membenci sama dengan membunuh, menjatuhkan orang lain, menggosipkan yang tidak baik tentang orang lain, menjatuhkan nama baik orang lain, tidak memberi kesempatan orang lain untuk bertindak/ berkarya, dll.

 

Sayang sekali akhir kehidupan daripada Ahitofel adalah akhir hidup yang sia-sia, mati bunuh diri.

Padahal Ahitofel di mata raja Daud, adalah sebenarnya bukan hanya sekedar penasihat kerajaan, tetapi Ahitofel dianggap Daud sebagai sahabatnya sendiri.

Walaupun  Ahitofel ini secara jabatan/-pekerjaan adalah penasihat raja, namun di mata raja Daud, Ahitofel adalah  (Maz 41:9, Maz 55: 14-16)

  • teman raja
  • orang dekat raja
  • sahabat karibnya
  • orang kepercayaannya
  • makan sepiring dengan dia ( sangat akrab)
  • bersama-sama bergaul dengan baik
  • teman yang sama-sama ibadah, masuk ke rumah Allah di tengah-tengah keramaian

Namun ternyata Ahitofel ini adalah seorang yang ‘mengangkat tumitnya’ terhadap Daud / menghianati raja Daud. ( Maz 41: 10)

HAL YANG KEELIMA  YANG BISA TERJADI PADA SEORANG YANG TIDAK MEMILIKI KASIH SAYANG AYAH:

  1. Tidak bisa menjadi sahabat yang tulus
  2. Jarang memiliki sahabat
  3. Hidup dalam kepura-puraan, pura pura baik, padahal niat hatinya jahat.

 

 

 

KESIMPULAN

Kemudian di Alkitab ditulis DEMIKIANLAH IA MATI, LALU IA DIKUBURKAN DALAM KUBURAN AYAHNYA.

Sang ayah yang sangat melukai hati anaknya, anaknya sendiri diberi nama ‘ saudara si bodoh’ Maka terjadilah seperti yang dikatakan ayahnya. Ketika si Ahitofel bertumbuh dalam hidup yang pahit, dan terluka, dan tidak mau dipulihkan, tidak mau mengampuni.

Oleh karena itu, jika ada perkataan negatif atau perlakuan negatif dari orang tua kita, AMPUNILAH MEREKA, jangan aminkan perkataan mereka yang kasar, tetapi perkatakan firman bahwa:

AKU BERHARGA DI HADAPAN TUHAN

AKU DISAYANG TUHAN

AKU MILIK TUHAN

Hal ini juga dialami oleh Yabes, dia diberi nama yang artinya “ Anak pembawa sengsara/ anak pembawa sial’ oleh ibunya. Ayahnya tidak membela dia, tidak memberi nama baru kepadanya, nama yang lebih baik.

Berbeda dengan Benyamin, yang diberi nama yang buruk oleh ibunya Ben-Oni ( anak penderitaanku) , tetapi oleh ayahnya nama itu diubah menjadi Benyamin ( anak tangan kananku yang mendatangkan bahagia)

Tetapi Yabes tetap berseru kepada Tuhan, tetap hidup dekat dengan Tuhan, tidak menjadi anak-anak yang liar. Hidupnya dipulihkan oleh TUHAN, dan dia dimuliakan lebih daripada saudara-saudaranya.

Hal ini juga dialami oleh Daud, di sesi sebelumnya kita sudah belajar bahwa Daud ditinggalkan oleh ayah dan ibunya. Tetapi Daud hidup dipulihkan.

 

Apakah kalian adalah anak-anak yang seperti AHITOFEL ini, terluka oleh seorang ayah, disakiti oleh ayah kalian, dibuang, dikasari, dll?

Jika iya, maka kalian butuh dipulihkan, agar hidup kalian tidak seperti AHITOFEL, tetapi hidup kalian bisa seperti Yabes atau Daud yang dipulihkan dan mengalami kasih Bapa yang Sempurna itu.

 

Mungkin hati kalian telah hancur, tetapi ingatlah, TUHAN sanggup mengumpulkan kepingan-kepingan puzzle hatimu yang mungkin sudah berserakan.

Tuhan sanggup membalut luka hatimu, dan menyembuhkanmu.

Tuhan sanggup membuat hatimu baru, dengan kuasa salib Kristus yang menyembuhkan, tidak saja luka fisik/ tubuh, tetapi juga sanggup menyembuhkan luka hati.

Buka hatimu, ijinkan Tuhan menyembuhkanmu.

 

Doa penutup: sampaikan isi hatimu kepadaNya

Sharingkan apa yang perlu kamu utarakan kepada pembimbing rohanimu.

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s