95.CHRISTMAS FASHION SHOW DENGAN THEMA INCREDIBLE CHRISTMAS


CHRISTMAS  FASHION SHOW

Saya di sebelah kanan, menjadi pemilik penginapan juga
Saya di sebelah kanan, menjadi pemilik penginapan juga
Melody di sebelah kiri, putri saya, menjadi pemilik penginapan. Sdri Chesa, di sebelah kanan menjadi Orang majus
Melody di sebelah kiri, putri saya, menjadi pemilik penginapan. Sdri Chesa, di sebelah kanan menjadi Orang majus

Saat materi ini diterapkan di GPDI Shiloh Parakan, ini foto-foto persiapan kostume mereka saat mereka fitting costume.

Yusuf dan Maria
Yusuf dan Maria
Pemilik Penginapan
Pemilik Penginapan
Herodes
Herodes
Para Gembala
Para Gembala
Orang majus
Orang majus

Dan ini foto-foto pelaksanaan natal di GPdI Shiloh Parakan: yang sudah lengkap dengan propertynya

GEMBALA 1 GEMBALA 2 GEMBALA 3 GEMBALA 4 GEMBALA 5 GURU MENIRU GEMBALA HERODES 1 HERODES 2 HERODES 3 HERODES 4 HERODES 5 HERODES 6 LOMBA MENIRU HERODES 1 LOMBA MENIRU HERODES 2 LOMBA MENIRU HERODES 3 MARIA MELODY ORANG MAJUS 1 ORANG MAJUS 2 ORANG MAJUS 3 ORANG MAJUS 4 PEMILIK PENGINAPAN PRIA PEMILIK PENGINAPAN WANITA WAWANCARA TV YUSUF

CHRISTMAS  FASHION SHOW

Tokoh-tokoh yang akan kita fashion showkan:

  1. Yusuf (Matius 1: 18-25, Lukas 2: 1-6)
  2. Maria (Matius 1: 18-25, Lukas 1: 26-38, Lukas 1: 39-56, Lukas 2: 1-6)
  3. Malaikat Gabriel (Lukas 1: 26-38)
  4. Orang-orang Majus dari Timur ( Matius 2: 1-12)
  5. Penduduk Yerusalem ( Matius 2: 1-12)
  6. Imam-imam kepala ( Matius 2: 1-12)
  7. Ahli-Ahli Taurat( Matius 2: 1-12)
  8. Herodes( Matius 2: 1-12)
  9. Petugas Sensus ( Lukas 2: 1-7)
  10. Pemilik Penginapan ( Lukas 2: 1-7)
  11. Gembala-gembala (Lukas 2; 8-20)
  12. Bala tentara surga/ malaikat paduan suara ( Lukas 2: 8-20)
  13. Kakek Simeon (Lukas 2: 21-40)
  14. Nenek Hana (Lukas 2: 21-40)
  15. Elisabet (Lukas 1: 39-56)

Keterangan: dalam tiap perikop Alkitab tersebut, tidak semua ayat kita fokuskan, hanya ayat yang terkait dengan tokoh tersebut saja.

Kita akan membagi anak-anak dalam kelompok.  Setiap kelompok nanti akan mengirimkan wakil untuk maju mewakili kelompoknya, misalnya : Kelompok Yusuf terdiri dari 7 orang anak laki-laki, nah dari 7 anak dalam kelompok Yusuf ini, akan diadakan audisi, siapa yang menang / paling bagus di kelompok itu, akan maju mewakili kelompoknya dan menjadi Yusuf-nya.

Berikut jumlah wakil yang kita perlukan:

  1. Yusuf (Matius 1: 18-25, Lukas 2: 1-6)
    • 1 orang anak laki-laki
  2. Maria (Matius 1: 18-25, Lukas 1: 26-38, Lukas 1: 39-56, Lukas 2: 1-6)
    • 1 orang anak perempuan
  3. Malaikat Gabriel (Lukas 1: 26-38)
    • 1 orang anak laki-laki ( walaupun di Alkitab malaikat tidak berjenis kelamin, namun kita dapat memilih seorang pria untuk tokoh ini)
  4. Orang-orang Majus dari Timur ( Matius 2: 1-12)
    • 6 orang anak laki-laki
    • Atau jumlahnya dapat disesuaikan keadaan jumlah anak sekolah minggu di gereja saudara.
  5. Penduduk Yerusalem ( Matius 2: 1-12)
    • 2 orang anak laki-laki pemeran 2 laki-laki dewasa/pemuda
    • 2 orang anak perempuan pemeran 2 perempuan dewasa/pemudi
    • 3 anak-anak pemeran anak-anak
    • 2 orang anak memerankan sepasang suami isteri
    • Atau jumlahnya dapat disesuaikan keadaan jumlah anak sekolah minggu di gereja saudara.
  6. Imam-imam kepala ( Matius 2: 1-12)
    • 4 orang anak laki-laki
    • Atau jumlahnya dapat disesuaikan keadaan jumlah anak sekolah minggu di gereja saudara.
  7. Ahli-Ahli Taurat( Matius 2: 1-12)
    • 3 orang anak laki-laki
    • Atau jumlahnya dapat disesuaikan keadaan jumlah anak sekolah minggu di gereja saudara.
  8. Herodes( Matius 2: 1-12)
    • 1 orang anak laki-laki
  9. Petugas Sensus ( Lukas 2: 1-7)
    • 2 orang anak laki-laki
    • Atau jumlahnya dapat disesuaikan keadaan jumlah anak sekolah minggu di gereja saudara.
  10. Pemilik Penginapan ( Lukas 2: 1-7)
    • 4 orang anak laki-laki
    • 2 orang anak perempuan
    • Atau jumlahnya dapat disesuaikan keadaan jumlah anak sekolah minggu di gereja saudara.
  11. Gembala-gembala (Lukas 2; 8-20)
    • 8 anak laki-laki
    • Atau jumlahnya dapat disesuaikan keadaan jumlah anak sekolah minggu di gereja saudara.
  12. Bala tentara sorga/ Paduan Suara malaikat ( Lukas 2: 8-20)
    • 10 anak perempuan
    • Atau jumlahnya dapat disesuaikan keadaan jumlah anak sekolah minggu di gereja saudara.
  13. Kakek Simeon (Lukas 2: 21-40)
    • 1 anak laki-laki
  14. Nenek Hana (Lukas 2: 21-40)
    • 1 anak perempuan
  15. Elisabet (Lukas 1: 39-56)
    • 1 anak perempuan

 

Tidak semua kelompok ini dapat anda pakai, karena menyesuaikan waktu yang tersedia dan kostume dan property yang tersedia serta menyesuaikan kondisi acara.

Estimasi Waktu Jika semua kelompok ini kita pakai, maka estimasi waktunya akan sangat fantastis sekali karena  tiap kelompok akan performance berikut Story tokoh

: 10 menit X 16 = 160 menit= 2 jam lebih 40 menit.

Itu belum termasuk perhitungan waktu untuk pujian, kolekte, pengumuman, dll.

Jika acara natal di gereja anda dibagi dalam dua termin/2 hari, untuk memisahkan kelas kecil dan kelas besar, maka anda dapat memakai tokoh-tokoh yang berbeda, misalnya 7 tokoh pertama untuk natal kelas kecil, dan 8 tokoh sisanya untuk kelas besar, dst.

 

PROPERTY YANG DISARANKAN:

  1. Yusuf (Matius 1: 18-25, Lukas 2: 1-6)
    1. Kostume ala Israel
    2. Tongkat
  2. Maria (Matius 1: 18-25, Lukas 1: 26-38, Lukas 1: 39-56, Lukas 2: 1-6)
    1. Kostume ala Israel
    2. Bunga
  3. Malaikat Gabriel (Lukas 1: 26-38)
    1. Sayap
    2. Tongkat malaikat
    3. Hiasan kepala ( bandana bunga/bandana renda/cadar yang terbuka, dll)
  4. Orang-orang Majus dari Timur ( Matius 2: 1-12)
    1. Mahkota
    2. Jubah mewah
    3. Nampan persembahan dan persembahannya/ tiruan dari emas/kemenyan/mur
  5. Penduduk Yerusalem ( Matius 2: 1-12)
    1. Kostume ala Israel
    2. Tongkat
    3. Tas kain
    4. Kendi air minum
    5. dll
  6. Imam-imam kepala ( Matius 2: 1-12)
    1. Kostume ala Israel
    2. Gulungan kitab/Alkitab
    3. Peta Betlehem
    4. Stiek bambu untuk menunjuk peta
  7. Ahli-Ahli Taurat( Matius 2: 1-12)
    1. Kostume ala Israel
    2. Gulungan kitab/Alkitab
    3. Peta Betlehem
    4. Stiek bambu untuk menunjuk peta
    5. Pena bulu/kertas/gulungan kertas untuk menulis
  8. Herodes( Matius 2: 1-12)
    1. Mahkota
    2. Jubah Mewah
    3. Tongkat raja
    4. Kursi tahta
  9. Petugas Sensus ( Lukas 2: 1-7)
    1. Kostume ala Israel
    2. Meja sensus
    3. Pena bulu
    4. Gulungan kertas
    5. Botol tinta untuk meletakkan pena bulu ( kosong saja/ tidak perlu diisi tinta betulan)
  10. Pemilik Penginapan ( Lukas 2: 1-7)
    1. Kostume ala Israel
    2. Kantung uang
  11. Gembala-gembala (Lukas 2; 8-20)
    1. Kostume ala Israel
    2. Tongkat gembala
    3. Sarung/kain penghangat badan/selimut
  12. Bala tentara surga/ malaikat paduan suara ( Lukas 2: 8-20)
    1. Sayap
    2. Jubah putih
  13. Kakek Simeon (Lukas 2: 21-40)
    1. Kostume ala Israel
    2. ongkat orang tua
    3. Kacamata baca
    4. Make up untuk menampilkan rambut putih
  14. Nenek Hana (Lukas 2: 21-40)
    1. Kostume ala Israel
    2. Tongkat orang tua
    3. Kacamata baca
    4. Make up untuk menampilkan rambut putih
  15. Elisabet (Lukas 1: 39-56)
    1. Kostume ala Israel
    2. Kendi air minum

 

Pilihan acara dapat dipilih dari beberapa kemungkinan berikut ini:

  1. ACARA DILAKUKAN SECARA SPONTAN.
  1. Artinya semua property  dan kostume disiapkan oleh panitia sebelumnya, sesuai tokoh yang dipilih dan direncanakan , dan telah dibagi-bagi untuk tiap tas/kardus berisi semua kostume dan property yang diperlukan tiap kelompok. Jadi disiapkan misalnya kardus 1. YUSUF. Isinya: kostume ala Israel dan tongkat, dst.
  2. Pembagian anak-anak sesuai kelompoknya juga telah dipersiapkan oleh panitia sebelumnya.
  3. Anak-anak dibagi dalam kelompok oleh panitia. Dengan usia CAMPUR, kelas kecil-tengah-besar
    1. Bila kelompok itu nantinya memerankan anak laki-laki, maka seluruh anggota kelompok harus anak laki-laki semua, misalnya kelompok Yusuf, maka kelompok ini harus terdiri dari semuanya anak laki-laki, karena nanti akan diadakan audisi di kelompok masing-masing, Yusuf terbaik dalam kelompok itu nanti akan maju di panggung menjadi tokoh Yusuf dalam fashion show
  4. Semua guru pembimbing telah mendapatkan breafing dan gladi bersih sebelumnya. Misalnya sebulan sebelumnya, dst. Bisa juga semua persiapan property, make up serta kostume dibebankan pada tiap guru pembimbing kelompok
  5. Namun anak-anak datang pada acara secara spontan, mereka tidak tahu sebelumnya jika di acara natal nanti ada acara Christmas fashion show, atau kalau pun mereka tahu sebelumnya, mereka belum tahu apa yang akan terjadi nanti.
  6. Oleh karena itu tiap kelompok nanti akan melakukan AUDISI PEMILIHAN ANAK yang jadi Model Christmas Fashion Show ini, pada HARI H
  7. Latihan para model juga pada hari H
  8. Pemakaian kostume , make up dan property semuanya pada HARI H
  9. Pembicara akan merangkai anak-anak yang mewakili kelompok, saat mereka tampil di panggung, dengan CHRISTMAS STORY DILENGKAPI DENGAN CHRISTMAS FASHION SHOW.
  10. Dengan demikian urutan kelompok yang tampil/show disesuaikan dengan rangkaian cerita yang dibawakan pembicara, yang sudah disesuaikan dengan tokoh apa saja yang telah dipilih. Misalnya, pembicara tidak mungkin mendahulukan kisah orang Majus, pasti akan lebih mendahulukan kisah Maria. Dst.

Keuntungan metode spontan ini:

  1. Tidak perlu ada latihan dengan anak-anak di hari sebelumnya, sehingga metode ini dapat dipakai oleh pembicara tamu yang membawa tim pembimbing kelompok, ataupun oleh pembicara tamu yang melibatkan guru-guru setempat untuk jadi pembimbing kelompok, dengan komunikasi /breafing sebelumnya.
  2. Keuntungan lainnya, semua anak yang datang dapat dilibatkan, karena ada audisi di kelompok masing-masing pada hari H, sehingga anak-anak baru/pendatang/tamu dapat ikut terlibat.

Kerugian metode ini:

  1. Jika ada anak-anak yang mendadak datang/ sebagai tamu, kita akan kurang siap memasukkan mereka dalam kelompok yang ada.
  2. Waktu yang diperlukan lebih lama, dan tokoh yang dihadirkan tidak sebanyak bila menggunakan metode lomba karena waktunya sudah banyak dipakai untuk berlatih.

APA YANG AKAN DILAKUKAN PEMBIMBING KELOMPOK PADA MODEL ACARA SPONTAN

Apa yang harus dilakukan oleh guru kelompok adalah sbb:

  • Mengajak anak-anak berdoa pembuka , pada acara dinamika kelompok
  • Mengajak anak-anak membaca bagian Alkitab terkait tokoh tersebut
  • Mengajak anak-anak menuliskan karakter/sifat-sifat apa yang dimiliki tokoh tersebut, Misalnya kita mengambil contoh tokoh Daud, adalah orang yang pemaaf, dia seorang pemimpin, dia seorang yang suka menyembah dan memuji Tuhan, dia seorang yang pandai berperang, dll (tokoh Daud saya pilih sebagai contoh untuk menjelaskan ini, agar adil, karena tokoh Daud bukan merupakan salah satu tokoh Natal dalam acara fashion show kali ini- namun demikian, dalam prakteknya contoh ini harus langsung pada tokoh yang diperankan, misalnya kelompok Maria, maka guru akan menggali karakter/sifat-sifat Maria itu seperti apa)- ada draft nanti yang tersedia untuk memandu anda.
  • Guru melatihkan beginilah kira-kira GAYA BERJALAN seorang Maria itu. Saat guru mencontohkan, property seperti tongkat, dll sudah dipakai guru. Hal ini terkait dengan penggunaan property nanti dalam FASHION SHOW akan mendapat nilai tambah bila digunakan dengan gaya yang tepat/ kreatif

Sedangkan kostume tidak perlu dipakai oleh guru saat mencontohkan gaya berjalan Maria. ( untuk menghemat waktu)

  • Di dalam kelompok itu sendiri akan diadakan audisi, yang terbaik pilihan guru, dialah yang akan didandani dan akan maju menjadi Yusuf mewakili kelompoknya. Audisi hanya pada GAYA BERJALAN DAN PENGGUNAAN PROPERTY saja, sehingga tidak perlu dalam audisi tersebut menggunakan kostum.
    • Setelah terpilih wakil kelompok, siapa yang jadi model nantinya, kini saatnya mendandani anak tersebut/wakil kelompok tersebut dengan kostume dan property serta make up. Make up di sini seperti tambahan kumis, berewok, alis, dll ( bukan make up artis)
    • Guru memberikan kepada peserta yang mewakili kelompoknya rute rencana perjalanan si model/pemeran nantinya di atas catwalk, dengan menggunakan denah panggung/ denah catwalk. Denah ini boleh dicorat-coret oleh guru untuk menunjukkan pada siswa nanti dia berjalan dari titik mana, berhenti berjalan untuk berpose pada sudut mana, menghadap ke mana, dst.
    • Akan diberi waktu untuk si model berlatih di bawah bimbingan guru kelompok.
    • Semua wakil kelompok/ model, akan duduk di kursi yang telah disediakan khusus untuk para pemeran FASHION SHOW NATAL INI
    • Narator telah disiapkan oleh panitia, tetapi naskah narasi akan diberikan kepada peserta/kelompok agar mereka tahu apa yang nanti dibaca oleh narator

RUNDOWN ACARA NATAL METODE SPONTAN.

  1. Puji-pujian natal ( 20’)
  2. Penjelasan acara spontan disertai : Contoh Fasion Show Natal oleh Panitia dengan tokoh Yesaya/ yang menubuatkan kelahiran Yesus (5’)
  3. Pengaturan tempat duduk sesuai kelompok (10’)
  4. Dinamika kelompok- TOTAL (1 jam), dengan perincian waktu sebagai berikut:
    1. Doa pada masing-masing kelompok (1’)
    2. Pembacaan Alkitab pada tokoh yang akan diperankan (15’)
    3. Pengisian draft Karakter tokoh (10’)
    4. Guru mencontohkan gaya berjalan tokoh, lengkap dengan property ( tanpa kostume tokoh) (2’)
    5. Audisi di antara anggota kelompok , untuk 10 anak diestimasikan/diperkirakan (5’, jadi tiap anak cukup 0,5 menit)
    6. Mendadani model sebagai wakil dari kelompok, kostume dan make up serta propertynya. (15’)
    7. Breafing kelompok mengenai rute perjalanan model di atas catwalk (2’)
    8. Latihan oleh pembimbing kepada si Model ( lengkap kostume, make up dan property) (5’)
    9. Pengaturan tempat duduk khusus bagi para model (5’)
  5. Pengumuman untuk memperkenalkan siapa saja anggota Dewan Juri Christmas Fashion Show ini. Dewan juri dipersilahkan menduduki tempat yang telah disediakan ( 2’)
  6. Doa Story (3’)
  7. Story with Christmas Fashion Show, untuk 3 tokoh= 3X10’ = 35’
  8. Kolekte (5’)
  9. Doa Penutup (5’)
  10. Pengumuman pemenang oleh ketua dewan juri. (5’)

Total waktu yang diperlukan 2 jam 30 menit.

 

  1. Acara dilakukan sebagai LOMBA
    1. Semua guru kelas telah mendapatkan breafing dan gladi bersih sebelumnya. Misalnya sebulan sebelumnya, dst. Bisa juga semua persiapan property, make up serta kostume dibebankan pada tiap guru kelas
    2. Jika dalam sebuah sekolah memiliki banyak sekali kelas paralel, maka bisa diadakan dua babak, babak pertama babak penyisihan, dan babak kedua adalah babak final, pada babak final nanti, akan diselenggarakan pada hari H dan dinilai oleh Juri.
    3. Artinya bisa dua macam, lomba antar kelas untuk tiap kelas mendapat tokoh yang berbeda sesuai dengan undian, misalnya kelas Galelia, mendapat tugas tokoh YUSUF, kelas Yerikho, mendapat tugas tokoh Maria, dst
      1. Tiap kelas akan melakukan audisi di kelasnya masing –masing, misalnya di dua atau tiga minggu sebelum hari H
      2. Tiap-tiap guru kelas melatih anak wakil dari kelasnya, di sebelum hari H, bisa dua atau tiga minggu sebelumnya dengan waktu yang diatur sendiri
  • Juri pada hari H akan memilih tokoh terbaik dari sekian banyak tokoh yang ada. Misalnya pemenangnya adalah pemeran tokoh MARIA
  1. Atau bisa juga, lomba antar kelas untuk tiap kelasnya mendapatkan tokoh yang banyak dan sama, misalnya kelas Galilea, mengirimkan 1 tokoh Yusuf, 1 tokoh Maria, 1 tokoh Herodes, dst. Demikian juga dengan kelas Yerikho juga sama, mengirimkan 1 tokoh Yusuf, 1 tokoh Maria, 1 tokoh Herodes, dst.
    1. Tiap kelas akan melakukan audisi di kelasnya masing –masing, misalnya di dua atau tiga minggu sebelum hari H
    2. Tiap-tiap guru kelas melatih anak wakil dari kelasnya, di sebelum hari H, bisa dua atau tiga minggu sebelumnya dengan waktu yang diatur sendiri
  • Juri pada hari H akan memilih siapa Maria terbaik, siapa Yusuf terbaik, siapa Herodes terbaik, dst.
  1. Artinya semua property dan kostume dan make up disiapkan oleh kelas masing-masing sebelumnya, sesuai tokoh yang ditugaskan untuk kelas tersebut/ telah diundikan untuk kelas tersebut,  misalnya untuk tokoh   Persiapkan :  kostume ala Israel dan tongkat, make up kumis dst.
  2. Anak-anak yang menjadi wakil tiap kelas akan mengikuti gladi resik untuk mereka dapat tahu mereka duduk di mana, mereka urutan ke berapa majunya. Dst.
  3. Pembicara akan merangkai anak-anak yang mewakili kelas, saat mereka tampil di panggung, dengan CHRISTMAS STORY DILENGKAPI DENGAN CHRISTMAS FASHION SHOW
  4. Dengan demikian urutan kelompok yang tampil/show disesuaikan dengan rangkaian cerita yang dibawakan pembicara, yang sudah disesuaikan dengan tokoh apa saja yang telah dipilih. Misalnya, pembicara tidak mungkin mendahulukan kisah orang Majus, pasti akan lebih mendahulukan kisah Maria. Dst.

Keuntungan metode LOMBA ini:

  1. Persiapan lebih matang lagi, karena tiap wakil kelompok dapat memiliki waktu yang lebih lama untuk persiapan kostume dan property dan juga berlatih.
  2. Waktu yang diperlukan lebih sedikit pada hari H, dan tokoh yang dihadirkan bisa lebih banyak, karena tidak dibutuhkan waktu berlatih pada hari H.

Kerugian metode ini:

  1. Semua acara dipersiapkan sebelumnya, sehingga pada hari H, anak-anak yang tidak terpilih tidak dapat terlibat, termasuk di antaranya anak-anak pendatang/tamu.

APA YANG AKAN DILAKUKAN GURU KELAS PADA MODEL ACARA LOMBA ANTAR KELAS

Apa yang harus dilakukan oleh guru KELAS pada hari-hari sebelum hari H/ pada jam khusus yang disediakan masing-masing kelas untuk mempersiapkan acara ini.

  • Mengajak anak-anak berdoa pembuka
  • Mengajak anak-anak membaca bagian Alkitab terkait tokoh tersebut
  • Mengajak anak-anak menuliskan karakter/sifat-sifat apa yang dimiliki tokoh tersebut, Misalnya kita mengambil contoh tokoh Daud, adalah orang yang pemaaf, dia seorang pemimpin, dia seorang yang suka menyembah dan memuji Tuhan, dia seorang yang pandai berperang, dll (tokoh Daud saya pilih sebagai contoh untuk menjelaskan ini, agar adil, karena tokoh Daud bukan merupakan salah satu tokoh Natal dalam acara fashion show kali ini- namun demikian, dalam prakteknya contoh ini harus langsung pada tokoh yang diperankan, misalnya kelompok Maria, maka guru akan menggali karakter/sifat-sifat Maria itu seperti apa)- ada draft nanti yang tersedia untuk memandu anda.
  • Guru melatihkan beginilah kira-kira GAYA BERJALAN seorang Maria itu. Saat guru mencontohkan, property seperti tongkat, dll sudah dipakai guru. Hal ini terkait dengan penggunaan property nanti dalam FASHION SHOW akan mendapat nilai tambah bila digunakan dengan gaya yang tepat/ kreatif

Karena waktu latihan di sini lebih longgar, maka guru boleh mencontohkan sekaligus dengan menggunakan kostume yang nanti akan dipakai oleh sang model cilik.

Karena waktu latihan di sini lebih longgar, maka guru dapat melatihkan sekaligus dengan rute perjalanan di atas catwalk nanti akan seperti apa, dari mana ke mana, berhenti di titik mana, bagaimana posenya, dll

  • Di dalam kelas itu sendiri akan diadakan audisi, yang terbaik pilihan guru, dialah yang akan didandani dan akan maju menjadi Yusuf mewakili kelasnya. Audisi hanya pada GAYA BERJALAN DAN PENGGUNAAN PROPERTY saja, sehingga tidak perlu dalam audisi tersebut menggunakan kostum.
    • Setelah terpilih wakil kelompok, siapa yang jadi model nantinya, kini saatnya tiap kelas mengadakan gladi resik sendiri, dengan mendandani anak tersebut/wakil kelompok tersebut dengan kostume dan property serta make up. Make up di sini seperti tambahan kumis, berewok, alis, dll ( bukan make up artis). Gladi resik ini boleh dilaksanakan hari itu juga, atau boleh juga pada hari lain.
    • Pada hari H, tiap model telah memakai kostume dari rumah menuju ke tempat acara. Dan duduk di tengah-tengah acara, siap maju di panggung.
    • Pada hari H nanti sudah tidak diperlukan latihan lagi, semua wakil kelompok/ model, akan duduk di kursi yang telah disediakan khusus untuk para pemeran/model CHRISTMAS FASHION SHOW ini.
    • Narator telah disiapkan oleh panitia, tetapi naskah narasi akan diberikan kepada peserta/kelompok agar mereka tahu apa yang nanti dibaca oleh narator

RUNDOWN ACARA NATAL METODE LOMBA ANTAR KELAS

  1. Puji-pujian natal ( 20’)
  2. Pengaturan tempat duduk sesuai wakil kelas masing-masing yang mengirimkan pemain dalam final ini. (10’)
  3. Pengumuman untuk memperkenalkan siapa saja anggota Dewan Juri Christmas Fashion Show ini. Dewan juri dipersilahkan menduduki tempat yang telah disediakan ( 2’)
  4. Doa Story (3’)
  5. Story with Christmas Fashion Show, untuk 7 tokoh= 7X10’ = 70’
  6. Kolekte (5’)
  7. Doa Penutup (5’)
  8. Pengumuman pemenang oleh ketua dewan juri. (5’)

Total waktu yang diperlukan 2 jam, bila anda menginginkan selesai dalam 2 jam 30 menit, tokoh bisa diperbanyak lagi, ditambah 3 tokoh lagi, sehingga dapat membahas 10 tokoh. Atau waktu 30 menit sisanya dapat dipakai untuk acara lainnya, misalnya penampilan paduan suara, dll

 

  1. Acara dilakukan sebagai PERFORMANCE dilengkapi dengan metode Pra Acara/ ada persiapan sebelum hari H
    1. Semua guru kelas memilih anak-anak yang akan dilibatkan sesuai dengan tokoh yang dipilih
    2. Semua persiapan property, make up serta kostume dipersiapkan oleh panitia
    3. Pembicara/panitia melatih anak-anak yang akan terlibat bisa beberapa hari sebelum hari H/ beberapa minggu sebelum hari H. Latihan bisa tanpa kostume dulu, baru kemudian ada semacam gladi resiknya menggunakan kostume seperti yang nanti dipakai untuk tampil. Dalam latihan ini pembicara/panitia akan mengajak tiap-tiap anak untuk mendalami tokoh sehingga mengerti apa yang akan mereka lakukan/dalami , saat berjalan di catwalk nanti.
    4. Semua pemain ini akan ditentukan duduknya sesuai dengan urutan tokoh yang akan dipakai pembicara dalam storynya. Mereka harus tahu mereka urutan ke berapa saat maju nanti, sesuai urutan duduk mereka.
    5. Pembicara akan merangkai anak-anak yang mewakili kelas, saat mereka tampil di panggung, dengan CHRISTMAS STORY DILENGKAPI DENGAN CHRISTMAS FASHION SHOW
    6. Dengan demikian urutan kelompok yang tampil/show disesuaikan dengan rangkaian cerita yang dibawakan pembicara, yang sudah disesuaikan dengan tokoh apa saja yang telah dipilih. Misalnya, pembicara tidak mungkin mendahulukan kisah orang Majus, pasti akan lebih mendahulukan kisah Maria. Dst.

Keuntungan metode PERFORMANCE dilengkapi dengan metode pra acara ini:

  1. Persiapan lebih matang lagi, karena tiap pemain dapat memiliki waktu yang lebih lama untuk persiapan kostume dan property dan juga berlatih.
  2. Waktu yang diperlukan lebih sedikit pada hari H, dan tokoh yang dihadirkan bisa lebih banyak, karena tidak dibutuhkan waktu berlatih pada hari H.
  3. Jika diselenggarakan di sekolah minggu/ sekolah yang jumlah muridnya sedikit, bisa menguntungkan bila dapat melibatkan semua anak yang menjadi semua tokoh, karena semua tokoh kita pilih. Waktu tidak akan terlalu panjang karena tidak ada waktu berlatih oleh audience pada hari H acara.

Kerugian metode ini:

  1. Yang dapat terlibat hanya anak-anak tertentu, tidak bisa kita melibatkan semua audience.

 

APA YANG AKAN DILAKUKAN PEMBICARA/ PANITIA  pada pilihan acara PERFORMANCE  dilengkapi dengan metode Pra Acara/ ada persiapan sebelum hari H

  • Memilih anak-anak sesuai tokoh yang dipilih dalam materi pembicara
  • Mengumpulkan anak-anak yang terpilih untuk sesi latihan dan gladi resik
  • Pada sesi latihan dan gladi resik hal-hal ini akan dilakukan:
    1. Mengajak anak-anak berdoa pembuka
    2. Mengajak anak-anak membaca bagian Alkitab terkait tokoh tersebut
  • Mengajak anak-anak menuliskan karakter/sifat-sifat apa yang dimiliki tokoh tersebut, Misalnya kita mengambil contoh tokoh Daud, adalah orang yang pemaaf, dia seorang pemimpin, dia seorang yang suka menyembah dan memuji Tuhan, dia seorang yang pandai berperang, dll (tokoh Daud saya pilih sebagai contoh untuk menjelaskan ini, agar adil, karena tokoh Daud bukan merupakan salah satu tokoh Natal dalam acara fashion show kali ini- namun demikian, dalam prakteknya contoh ini harus langsung pada tokoh yang diperankan, misalnya kelompok Maria, maka guru akan menggali karakter/sifat-sifat Maria itu seperti apa)- ada draft nanti yang tersedia untuk memandu anda.
  1. Guru melatihkan beginilah kira-kira GAYA BERJALAN seorang Maria itu. Saat guru mencontohkan, property seperti tongkat, dll sudah dipakai guru. Hal ini terkait dengan penggunaan property nanti dalam FASHION SHOW akan mendapat nilai tambah bila digunakan dengan gaya yang tepat/ kreatif

Karena waktu latihan di sini lebih longgar, maka guru boleh mencontohkan sekaligus dengan menggunakan kostume yang nanti akan dipakai oleh sang model cilik.

Karena waktu latihan di sini lebih longgar, maka guru dapat melatihkan sekaligus dengan rute perjalanan di atas catwalk nanti akan seperti apa, dari mana ke mana, berhenti di titik mana, bagaimana posenya, dll

  • Pada hari H, tiap model telah memakai kostume dari rumah menuju ke tempat acara. Dan duduk di tengah-tengah acara, siap maju di panggung.
  • Pada hari H nanti sudah tidak diperlukan latihan lagi, semua wakil kelompok/ model, akan duduk di kursi yang telah disediakan khusus untuk para pemeran/model CHRISTMAS FASHION SHOW ini.
  • Narator telah disiapkan oleh panitia, tetapi naskah narasi akan diberikan kepada peserta/kelompok agar mereka tahu apa yang nanti dibaca oleh narator

RUNDOWN ACARA NATAL pada pilihan acara PERFORMANCE  dilengkapi dengan metode Pra Acara/ ada persiapan sebelum hari H

  1. Puji-pujian natal ( 20’)
    1. Para pemain telah duduk di tempat yang sudah disediakan lengkap dengan urutan duduk sesuai urutan tokoh yang akan diceritakan pembicara dan juga lengkap dengan semua kostume dan property yang akan dipakai dalam fashion show nanti.
  2. Karena ini bukan lomba tetapi adalah Performance/ penampilan, jadi kita tidak memerlukan juri ataupun hadiah. Namun apabila anda menginginkan improvisasi acara dengan melibatkan siapa audience yang berani menirukan gaya berjalan si tokoh, maka anda dapat menyiapkan juri rahasia yang duduk di antara penonton ataupun menyiapkan hadiah secara langsung.
  3. Doa Story (3’)
  4. Story with Christmas Fashion Show, untuk 7 tokoh= 7X10’ = 70’
  5. Kolekte (5’)
  6. Doa Penutup (5’)
  7. Pengumuman pemenang oleh ketua dewan juri. (5’)

Total waktu yang diperlukan 108 menit atau kurang dari 2 jam , bila anda menginginkan selesai dalam 2 jam 30 menit, tokoh bisa diperbanyak lagi, ditambah dengan beberapa  tokoh lagi, sehingga dapat membahas tokoh yang lebih banyak lagi.  Atau waktu sisanya dapat dipakai untuk acara lainnya, misalnya penampilan paduan suara, dll

 

Kriteria Juri Fashion Show: (untuk semua jenis acara yang membutuhkan penjurian)

  • Gaya berjalan sesuai dengan tokoh yang diperankan
  • Penggunaan property
  • Mimik muka sesuai dengan tokoh
  • Kostume dan make up
  • Kesesuaian gaya berjalan dengan musik pendukung

CONTOH NARASI NARATOR ( yang dibaca oleh MC/ pembicara sebelum sang model memasuki panggung)

  1. Inilah Yusuf…seorang yang tulus hatinya
  2. Inilah Maria ..seorang yang taat pada Tuhan
  3. Dst

Keterangan untuk pembicara:

Sesuaikan story/kisah anda dengan tokoh yang akan dipilih, jumlah tokoh yang dipilih, dan rangkaian mata acara yang ada ; misalnya ada pujian paduan suara, anda akan tempatkan itu dalam kisah anda sebagai lagu malaikat, dll

Anda harus mengemas kisah natal dalam STORY TOKOH/ thematik sesuai tokoh model yang akan berjalan di atas catwalk, jadi bukan alur kisah natal biasa.

Anda jangan mengajak anak-anak kembali kepada YESUS SEBAGAI BAYI LAGI, tetapi bagaimana anda dapat menonjolkan SIFAT/ KARAKTER BAIK dari si tokoh Alkitab, untuk bagaimana anak-anak menyambut kedatangan Tuhan Yesus kedua kali sebagai Raja di atas segala raja.

Anda harus dapat memberi pengertian anak-anak untuk TOKOH JAHAT, seperti Herodes, bahwa bukan si Rudy ini yang jahat, tetapi si Herodes yang diceritakan di Alkitab itu yang jahat, kalau si Rudy ini anaknya baik, dia hanya beracting sombong, tetapi Rudy ini anaknya rendah hati kog, dst.

Anda harus dapat memberi pengertian kepada anak-anak bagaimana untuk membuang sifat /karakter buruk pada tokoh misalnya Herodes, dll

Contoh:

  • Adik-adik, kakak mau perkenalkan, seorang Maria dalam Alkitab, dia adalah seorang yang rendah hati, taat pada Tuhan…pada waktu malaikat Tuhan datang kepadanya….dst….
  • Inilah Maria yang rendah hati dan taat pada Tuhan…. ( narasi untuk memanggil model naik ke panggung)
  • Christmas Fashion Show oleh sang model
  • Setelah model selesai berjalan,kini pembicara menjelaskan bagaimana APLIKASI, rendah hati, bagaimana APLIKASI taat, dalam kehidupan sehari-hari untuk menyambut kedatangan Yesus bukan sebagai bayi lagi, tetapi yang akan datang sebagai Raja segala raja.
  • Setelah itu anda dapat beralih ke tokoh berikutnya, misalnya Gabriel…., dst

 

TOKOH YANG DIPERANKAN

 

BAGIAN ALKITAB YANG DIBACA

 

SIAPAKAH TOKOH INI DALAM KISAH KELAHIRAN YESUS

 

APA PEKERJAANNYA

 

APA SIFAT-SIFATNYA

 

APA PROPERTY YANG KITA DAPAT PAKAI UNTUK TOKOH INI

 

SEPERTI APA KIRA-KIRA GAYA BERJALANNYA TOKOH INI

 

SEPERTI APA KIRA-KIRA MIMIK WAJAHNYA

 

 

Mengapa draft karakter tokoh pada kolom-kolom isian di atas perlu kita isi, karena kita ingin mengajak anak-anak menganalisa karakter tokoh tersebut. Misalnya Herodes yang sombong, tentu gaya berjalan orang sombong sangat berbeda jauh dengan gaya berjalan Maria yang taat dan rendah hati. Cara mereka mendongakkan kepala juga beda, tatapan mata mereka juga beda, karena semuanya itu menunjukkan sikap hati mereka.

 

BAGAN KARPET MERAH PADA FASHION SHOW NANTI

 

INCREDIBLE CHRISTMAS

 

IN- Intimacy

CRE- Creative

DI – Discipline

BLE – Blessing

 

Dengan thema Incredible Christmas ini saya akan mengupas aspek in-cre-di-ble pada masing-masing tokoh, yang nanti dapat dirangkai oleh pembicara dalam  CHRISTMAS FASHION SHOW

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Yusuf (Matius 1: 18-25, Lukas 2: 1-6)
IN- Intimacy

 

Karena Yusuf intim dengan Tuhan, maka Yusuf bisa mengerti maksud Tuhan yang disampaikan oleh Tuhan melalui mimpinya. Tuhan dapat berbicara kepada kalian lewat apa saja. Jika kalian dekat dengan Tuhan, kalian akan mengerti apa yang Tuhan mau
CRE- Creative

 

Seorang yang kreatif itu tidak takut menjadi berbeda dari orang lain, manakala perbedaan yang dia miliki itu bernilai POSITIF. Contoh, Yusuf mau menikahi Maria yang sudah hamil oleh Roh Kudus.  Ketika Yusuf mau mempercayai apa yang Tuhan sampaikan itu, mau mempercayai apa yang kelihatannya mustahil karena belum pernah terjadi yang seperti itu dan tidak akan pernah akan terjadi lagi di segala zaman, pada saat itulah Yusuf memiliki daya kreatifitas yang tinggi. Terkadang Tuhan ingin kamu berani berbeda dari teman-temanmu yang kebanyakan, tetapi perbedaan itu yang tentunya bernilai POSITIF.

 

Janganlah takut untuk menjadi berbeda, asalkan itu POSITIF, apabila di situlah justru akan muncul daya kreatifitas yang tinggi.

 

Semua penemu-penemu dunia, adalah karena mereka berani berbeda dari apa yang sudah ada pada kebanyakannya. Dan perbedaan itu bernilai POSITIF.

DI – Discipline

 

Seorang yang disiplin dia adalah orang yang taat. Yusuf memiliki ketaatan kepada Tuhan, dia menikahi Maria, dan dia segera melarikan Maria dan Bayi Yesus ke Mesir. Ketaatan itu tidak menunda-nunda, dia segera melakukannya. Belajarlah taat kepada Tuhan. Taat artinya tidak menunda-nunda. Tetapi melakukan tepat pada waktunya. Tidak menunda-nunda dalam membuat PR, dalam belajar, dalam merapikan kamar, dalam menolong mama di rumah, dalam berlatih, dalam menyelesaikan tugas-tugas, dll.
BLE – Blessing

 

Kehidupan Yusuf memberkati bayi Yesus, karena Yusuf taat kepada Tuhan, maka Bayi Yesus selamat dari usaha pembunuhan oleh Herodes.

 

Kehidupan Yusuf yang mengajarkan taurat kepada Yesus sesuai tradisi Yahudi, dan mengajarkan Yesus pertukangan, menjadi berkat bagi Yesus sampai pada taraf luar biasa di umur 12 tahun dan juga berhasil meneruskan usaha Yusuf menjadi tukang kayu, sehingga bisa menjadi tiang dalam keluarga.

Semua kataatan akan mendatangkan berkat bagi sekeliling kita, sebaliknya ketidaktaatan kita akan membuat kita merugikan orang-orang di sekeliling kita. Contoh anak yang membawa 5 roti dan 2 ikan itu taat memberikan bekalnya pada Yesus, akhirnya mendatangkan berkat. Sedangkan Yunus tidak taat, akhirnya seluruh isi kapal merasakan hal-hal yang tidak enak di kapal itu. Ayo taat kepada papa dan mama, bpk ibu guru di sekolah, taat pada Firman Tuhan, taat pada guru sekolah minggu, taat pada pemimpin, dll

 

 

 

  1. Maria (Matius 1: 18-25, Lukas 1: 26-38, Lukas 1: 39-56, Lukas 2: 1-6)
IN- Intimacy

 

Karena Maria intim dengan Tuhan, dia dapat tahu apa yang menjadi kehendak Tuhan dalam hidupnya Jika kalian intim dengan Tuhan kalian akan dibimbing Tuhan untuk mengetahui apa yang Tuhan mau bagi hidup kalian. Dan orang intim dengan Tuhan akan mengerti bimbingan Tuhan dalam hidupnya.
CRE- Creative

 

Seorang yang kreatif itu tidak takut menjadi berbeda dari orang lain, manakala perbedaan yang dia miliki itu bernilai POSITIF. Contoh, Maria mau taat menjadi Ibu daripada Yesus, dengan cara mengandung oleh Roh Kudus.   Ketika Maria mau mempercayai apa yang Tuhan sampaikan itu, mau mempercayai apa yang kelihatannya mustahil karena belum pernah terjadi yang seperti itu dan tidak akan pernah akan terjadi lagi di segala zaman, pada saat itulah Maria memiliki daya kreatifitas yang tinggi. Terkadang Tuhan ingin kamu berani berbeda dari teman-temanmu yang kebanyakan, tetapi perbedaan itu yang tentunya bernilai POSITIF.

 

Janganlah takut untuk menjadi berbeda, asalkan itu POSITIF, apabila di situlah justru akan muncul daya kreatifitas yang tinggi.

 

Semua penemu-penemu dunia, adalah karena mereka berani berbeda dari apa yang sudah ada pada kebanyakannya. Dan perbedaan itu bernilai POSITIF.

DI – Discipline

 

Salah satu ciri orang yang disipline adalah melakukan dengan TEPAT, walaupun menyadari sepenuhnya resiko apa yang dia hadapi nanti.

Demikian juga Maria, dia berkata ‘ terjadilah seperti yang kau KATAKAN ….’.

 

Setelah Maria tahu semua resiko apa yang akan dia hadapi untuk mengandung oleh Roh Kudus, Maria bersedia menyediakan hidupnya dan biarlah kehendak Tuhan terjadi dalam hidupnya secara TEPAT.

Ketepatan itu berbicara mengenai TEPAT WAKTU, TEPAT CARANYA, TEPAT TUJUANNYA/ MOTIVASINYA, TEPAT URUTANNYA, TEPAT BAHANNYA, TEPAT HASILNYA, dll.

 

Tepat itu artinya tidak asal-asalan, melainkan memiliki SPIRIT OF EXCELLENCE.

 

Seandainya Maria berkata, ya tapi mengandungnya 1 bulan aja ya…

 

Atau Maria berkata, ya tapi mengandungnya perutnya jangan terlihat membesar ya…

 

 

 

 

 

 

KARENA hati Maria siap, maka dia akan jaga kandungannya  dengan baik, dia akan makan makanan bergizi, dia akan jaga kesehatan, dia akan berhati-hati, dll

 

Itu artinya Maria tidak memiliki sikap hati yang ingin melakukan dengan TEPAT, walaupun itu mengandung resiko yang tinggi.

 

Misalnya PR Matematika, berapa nomor, rumusnya apa, ditulis di buku apa, kapan dikumpulkan, harus pakai pensil atau ballpoint, dll HARUS DILAKUKAN DENGAN TEPAT. DAN TIDAK ASAL-ASALAN.

BLE – Blessing

 

Kehidupan Maria yang menyediakan rahimnya untuk Yesus bertumbuh dan dilahirkan, menjadi berkat buat Yesus. Dan menjadi berkat bagi dunia.

 

Maria hadir saat Yesus melayani Bapa, saat Yesus disalibkan, dan Maria hadir saat hari Pentakosta. Maria memberikan hidupnya untuk menyembah Allah dan itu menyenangkan hati TUHAN

Maukah kalian memberikan hidup kalian bagi Tuhan dan menyenangkan hati Tuhan?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Pemilik Penginapan ( Lukas 2: 1-7)
IN- Intimacy

 

Para pemilik penginapan ini tidak memiliki keintiman dengan Tuhan, karena mereka sama sekali tidak tahu bahwa yang akan lahir ini Juruselamat. Pikiran mereka hanyalah uang. Bagaimana meraup uang sebanyak mungkin di tengah-tengah sensus penduduk kala itu. Sedangkan Yusuf dan Maria adalah keluarga sederhana serta Maria hamil besar, tentunya akan menambah kerepotan saat proses kelahiran nantinya. Jika kalian intim dengan Tuhan kalian akan dibimbing Tuhan untuk mengetahui apa yang Tuhan mau bagi hidup kalian. Dan orang intim dengan Tuhan akan mengerti bimbingan Tuhan dalam hidupnya. Tetapi orang yang tidak intim dengan Tuhan tidak akan merasakan apa-apa, karena pikiran mereka tidak tertuju kepada TUHAN.
CRE- Creative

 

Kreatifitas seseorang itu bisa muncul manakala dia tidak beroientasi pada uang/upah/hasil berupa materi. Tetapi manakala seseorang itu berbuat yang terbaik untuk Tuhan, ada atau tidak ada upahnya sekalipun.  Para penemu dunia setelah diteliti visi hidup mereka bukanlah untuk mencari uang.

Contoh Yusuf. Di rumah Potifar dia jadi budak yang tidak dibayar, tetapi dia lakukan yang terbaik. Di situlah dia belajar mengorganisasikan bisnis di rumah Tuan Potifar, sehingga usaha Tuan Potifar maju sejak ada Yusuf tinggal di rumahnya. Yusuf tidak dapat upah, tetapi dia mendapat pengalaman kreatifitas bagaimana mengembangkan sebuah usaha. Di penjara Yusuf juga tidak dibayar, tetapi dia melakukan tugasnya dengan baik, sampai-sampai juru roti dan minuman raja bisa terbuka kepadanya/ bersahabat dengan dia.

 

 

 

 

Yusuf belajar ilmu baru yaitu konseling/ ketika hanya dari raut wajahnya saja Yusuf tahu bahwa kedua orang ini terlihat gelisah.

Jangan sedikit-sedikit kita mencari yang namanya upah/hadiah. Misalnya diminta mama pergi ke warung, lalu kita minta upah uang. Misalnya kita berusaha jadi juara kelas tetapi ujung-ujungnya harus diberi hadiah papa dan mama HP baru, dst. Hal-hal semacam ini akan membuat kamu tidak kreatif walaupun mungkin bisa saja kamu jadi juara. Berbeda hasilnya dengan anak yang belajar dan ingin mendapat nilai terbaik untuk memuliakan nama Tuhan, nah anak yang seperti ini akan diberi Tuhan kreafitas yang luar biasa.

Proses saat kita belajar itu sendiri sudah merupakan upah bagi kita untuk di kemudian hari kita dapat ilmu kreatifitas yang banyak sekali.

DI – Discipline

 

Disiplin yang diterapkan pemilik penginapan ini adalah disiplin yang kaku, ya kalau nginap sini ya biayanya segini, mahalnya segini, ya kalau nginap sini ya tidak bisa kami melayani proses kelahiran. Disiplin yang kaku seperti ini membuat pemilik penginapan tidak punya kasih

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Disipline yang kita terapkan harus disiplin yang dalam kasih. Kasih yang kita terapkan juga harus kasih yang disiplin.

. Contoh ; sekolah di sini harus bayar 50 juta, kalau tidak mampu walaupun pandai tidak bisa sekolah di sini, dst.  Orang yang punya kasih tidak akan menerapkan disiplin dengan kaku, contohnya Tuhan Yesus mengasihi Petrus, selama Petrus mau bertobat, Tuhan Yesus mau mengampuni dia kembali, tetapi Yudas Iskariot hanya menyesal, tetapi tidak mau bertobat, sehingga dia binasa.

Contoh kalian jadi ketua kelas, kalian harus menerapkan kasih yang disilin dan disiplin yang penuh kasih.  Misalnya kalau ada yang terlambat masuk kelas, dapat hukuman harus push up 10 kali. Tetapi ada satu orang temanmu yang terlambat karena di jalan mengalami kecelakaan motor, tentu tidak tepat jika temanmu yang patah tulang itu kalian hukum 10 kali push-up bukan?

BLE – Blessing

 

Pemilik penginapan tidak dapat jadi berkat, masa tidak ada satu pun dari penginapan itu yang menyediakan tempat bagi lahirnya Yesus? Waaauuuu, memalukan sekali, Yesus sampai harus lahir di kandang, karena mereka menolak kelahiran Yesus dalam penginapan mereka. Jika kita berorientasi pada uang, maka hidup kita tidak dapat menjadi berkat buat orang banyak, tidak dapat menjadi berkat buat orang yang membutuhkan.

 

 

 

  1. Gembala-gembala (Lukas 2; 8-20)
IN- Intimacy

 

Gembala-gembala memiliki keintiman dengan Tuhan, buktinya :

1.       Mereka tahu bahwa berita malaikat itu adalah pemberitahuan TUHAN kepada mereka

2.       Mereka taat untuk pergi cepat-cepat melihat bayi Yesus

3.       Mereka bersaksi tentang apa yang mereka dengar

4.       Dan mereka memuji-muji dan memuliakan Allah. Sepertinya mereka sudah terbiasa melakukan hal itu, karena para gembala biasanya membawa kecapi saat mereka menggembalakan kambing domba mereka.

5.       Para gembala tahu bahwa Betlehem adalah Kota Daud, mereka adalah orang-orang yang ikut menantikan lahirnya Juruselamat.

CRE- Creative

 

Kreatifitas bukan hanya milik orang kaya, orang berpendidikan, dan orang yang keturunan raja. Tetapi kreatifitas pun bisa dimiliki orang-orang sederhana. Apa kunci kreatifitas para gembala? Mereka tidak hanya mendengar berita sukacita, tetapi juga membuktikan hal itu dengan pergi ke sana.

 

 

 

 

 

 

Ada banyak pengetahuan tetapi belum tentu kita praktek untuk membuktikan apakah hal itu benar atau tidak. Seorang yang kreatif adalah ketika dia mempraktekkan apa yang dia dengarkan/ ketahui.
DI – Discipline

 

Disiplin daripada para gembala adalah mereka KOMPAK ( berkata seorang kepada yang lain). Dan mereka juga CEPAT-CEPAT berangkat. Orang yang disiplin adalah MENJAGA UNITY/ KESATUAN HATI untuk mencapai tujuan, serta juga BERSEGERA agar tidak kehilangan momentum, tidak hidup dalam penundaan. Hayoooooooooo siapa di sini yang suka bertengkar dan suka menunda-nunda….???

Untuk belajar hidup rukun juga perlu disiplin diri untuk mengalah, belajar mendengarkan pendapat orang lain, belajar bekerja sama, belajar mengedepankan tim/bukan diri sendiri.

BLE – Blessing

 

Para gembala telah memberkati : semua orang yang mendengarkan cerita mereka, dan telah membuat Maria merenungkan segala perkara itu. Para malaikat ternyata menyebutkan kata lampin dan palungan kepada para gembala itu. Dua kata itu tidak pernah diberitahukan malaikat Tuhan baik kepada Yusuf dan Maria, Jadi kelahiran Yesus yang sesederhana itu bukan suatu kebetulan atau kesialan atau kesalahan Yusuf dan Maria, tetapi memang harus seperti itu. Para gembala ini tidak membawa emas ,kemenyan dan mur, seperti halnya para majus. Tetapi mereka sudah bisa jadi berkat yang luar biasa bagi orang-orang yang mereka jumpai dan bagi Maria, karena hidup mereka bisa jadi BERKAT. Bagaimana dengan kalian? Memberkati tidak saja dengan cara memberi persembahan berjuta-juta, atau memberi uang untuk mendirikan sebuah gereja, tetapi menjadi berkat bisa hal yang sangat sederhana, bersaksi tentang Tuhan, memuji nama Tuhan, tersenyum, mendoakan orang yang sakit, menghibur orang yang sedih, dll

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Orang-orang Majus dari Timur ( Matius 2: 1-12)
IN- Intimacy

 

Keintiman orang Majus terlihat bagaimana mereka dapat mengerti maksud Tuhan sehingga mereka pulang melalui jalan lain. Keintiman membuat mereka tidak perlu harus bertemu lagi dengan Herodes yang ingin membunuh bayi Yesus. Keintiman kita dengan Tuhan membuat kita dapat mengerti hal-hal apa yang Tuhan peringatkan dalam hidup kita, misalnya saat kita sombong, malas, iri, dll Tuhan akan peringatkan kita agar kita tidak salah berjalan/bertingkah laku. Maukah kalian tahu apa yang Tuhan tidak senangi? Intimlah dengan TUHAN.
CRE- Creative

 

Kreatifitas Orang Majus dalam menelaah bintang khusus sungguh luar biasa

 

Kreatifitas ini dilahirkan dari latihan, penelitian, penajaman, dan usaha untuk mencapai hasil akhir dari sebuah penelitian

Maukah kalian seperti orang Majus, yang menguasai suatu bidang dengan sangat serius dan ahli? Capailah cita-cita kalian yang dirajut dari sekarang !! Semua kesempatan yang Tuhan hadirkan di hadapan mata kita saat ini adalah sebuah TALENTA untuk kita raih, dan kembangkan, asah dan pertajam untuk menjadikan kita semakin AHLI dalam bidangnya.
DI – Discipline

 

Orang Majus menempuh jarak yang sangat jauh dalam perjalanan mereka untuk menyembah Yesus. Bisa jadi memakan waktu sekitar 2 tahun lamanya. Karena di Alkitab dikatakan Yesus bukan bayi lagi, tapi Anak, dan Yesus bukan di kandang lagi, tetapi di sebuah rumah. Untuk melakukan perjalanan panjang dan lama membutuhkan disiplin untuk TETAP BERTAHAN DAN TIDAK MENYERAH SEBELUM MEMBUAHKAN HASIL. Apakah kalian cepat bosan? Apakah kalian segera menyerah jika belum berhasil? Apakah kalian mundur jika kalian merasa sulit, tidak mampu dan pasti kalah?

 

Dalam perjalanan panjang hidupnya Yusuf tidak pernah menyerah, bahkan ketika dia harus diperhadapkan pada kakak-kakaknya, Yusuf pun menangis dengan keras, dan memilih untuk mengampuni mereka.

BLE – Blessing

 

Orang Majus memberi persembahan kepada Raja Yesus, walaupun mereka mungkin saja terkejut mengapa bintang itu menuntun mereka bukan kepada istana raja, melainkan pada sebuah rumah biasa. Memberi persembahan kepada Tuhan terkadang tidak seperti yang kita pikirkan.  Misalnya janda miskin justru dipuji oleh Tuhan, anak dengan 5 roti dan 2 ikan justru dipakai oleh Tuhan, dst.

 

 

 

 

 

Tetapi ketika kita mau dengan sukacita memberkati dengan cara MEMBERI, misalnya memberi senyuman, memberi waktu, memberi perhatian, memberi telinga, memberi maaf, memberi ucapan yang menguatkan hati, memberi penghiburan, memberi uang, memberi pakaian, memberi makanan, memberi pujian, memberi talenta, dll TUHAN akan  memakai hidup kita semakin indah dihadapan Tuhan dan manusia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Herodes( Matius 2: 1-12)
IN- Intimacy

 

Hati Herodes yang jahat membuat Herodes ingin sekali berjumpa dengan Yesus, tetapi bukan untuk menyembah Yesus, melainkan untuk membunuh Dia. Di sinilah kita lihat hati Herodes yang munafik, jahat, kejam, semuanya itu karena IRI HATI. Dia tidak ingin ada raja lain selain dirinya. Dosa membuat kita semakin jauh daripada Tuhan.
CRE- Creative

 

Sebagai seorang raja, sebenarnya Herodes mudah saja membayar orang untuk mengikuti orang Majus itu, ke mana mereka perginya. Artinya sebagai seorang raja, semua fasilitas dimiliki oleh raja itu. Tetapi tetap saja dia tidak dapat menemukan Yesus, tidak dapat membunuh Yesus. Banyak bayi dibunuh tetapi tetap saja Yesus lolos. Artinya semua fasilitas sehebat apa pun tidak menjadi suatu kepastian/jaminan untuk kita pasti dapat berhasil. Kita tidak dapat mengandalkan fasilitas /uang/kemapanan/alat/kepandaian/ dll untuk menghasilkan kreatifitas. Namun orang yang sungguh-sungguh intim dengan Tuhan, walaupun ada keterbatasan; misalnya cacat, tidak punya uang yang banyak sekali, tidak punya alat, dia tetap dapat dipakai Tuhan untuk memuliakan nama Tuhan.

 

Tuhan ingin kita jangan mengandalkan uang/kekayaan/alat-alat/talenta, tetapi Tuhan ingin kita mengandalkan TUHAN, sehingga kita bisa muncul sebagai orang yang kreatif.
DI – Discipline

 

Herodes tidak mendapatkan apa-apa karena karakter yang ada pada dirinya adalah; malas, meremehkan, merendahkan, menganggap dengan semua yang ada pada dirinya, semua orang akan menurut padanya, mengambil langkah instan; suruh saja orang majus balik ke sini, nanti akan ketahuan di manakah letak Bayi itu.  Herodes tidak diselamatkan/ tidak hidup kekal selamanya di surga,  karena tidak mau mendisiplin karakternya untuk mengasihi Tuhan, mengasihi sesama, tidak mau bertobat. Stop dari sikap instan, malas, sombong, meremahkan, merendahkan dan iri hati.
BLE – Blessing

 

Herodes tidak mendatangkan berkat, tetapi justru mendatangkan tangisan bagi seluruh Betlehem karena ada banyak bayi-bayi di bawah umur dua tahun yang dibunuh pada saat itu. Iri hati selalu mendatangkan pembunuhan, seperti Kain terhadap Habel, saudara-saudara Yusuf berniat membunuh Yusuf, dll Pembunuhan modern tidak saja berupa pembunuhan orang, tetapi juga pembunuhan potensi.

 

 

 

 

KETERANGAN UNTUK GURU SEKOLAH MINGGU:

Bahasa yang saya tulis di draft di atas adalah bahasa untuk orang dewasa, sengaja saya buat demikian agar draft ini bisa juga dipakai untuk khotbah di hadapan orang dewasa. Jadi tugas anda adalah menyederhanakan menjadi bahasa yang mudah ditangkap oleh anak-anak.

 

 

URUTAN INCREDIBLE CHRISTMAS FASHION SHOW

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Malaikat Gabriel (Lukas 1: 26-38)
IN- Intimacy

 

Malaikat Gabriel adalah malaikat pembawa berita. Sebagai pembawa berita Tuhan, dia harus tahu apa yang akan dia beritakan Jika kalian rajin membaca Alkitab, maka kalian akan tahu apa yang harus kalian katakan pada siapa saja , tentang siapakah Tuhan dan apa yang sudah Tuhan lakukan bagi kita.
CRE- Creative

 

Perhatikan cara-cara yang dipakai oleh Malaikat Gabriel dalam memberitakan tentang Yesus kepada Maria Jika kalian dekat dengan Tuhan, maka Tuhan akan mengajar kepada kalian bagaimana melakukan sesuatu dengan pendekatan yang tepat. Contoh bagaimana cara melakukan pendekatan pada papa, mama, kakak, adik, teman, guru, sahabat, dll
DI – Discipline

 

Malaikat Gabriel tidak boros dalam kata-katanya, dia tidak pernah mengatakan kata-kata yang tidak berarti, melainkan semua kata-katanya penuh makna. Orang yang disiplin adalah orang yang berhati-hati dengan perkataannya, karena dalam perkataan ada kehidupan dan kematian. Maukah kalian disiplin dalam perkataan-perkataan kalian? Untuk tidak lagi mengucapkan kata-kata yang sia-sia dan mulai belajar mengatakan hal-hal yang positif.
BLE – Blessing

 

Kehadiran Malaikat Gabriel menjadi berkat bagi Maria, sehingga apa saja yang diberitakan dan dijawab olehnya ( untuk menjawab beberapa pertanyaan Maria) dapat membuat pada akhirnya Maria mengatakan ‘YA’ . Misinya berhasil. Tujuan kedatangannya berhasil. Keberhasilah Gabriel memberkati kita semua pada saat ini, dengan lahirnya Juruselamat melalui rahim Maria. Tahukah kalian, bahwa keberhasilan kalian dalam belajar, dalam bergaul, dalam mengembangkan talenta, dalam berkomunikasi dengan Tuhan, sesama dan keluarga, adalah pencapaian yang Tuhan mau agar hidup kita dapat menjadi BERKAT baik bagi Tuhan , maupun bagi sesama. Lho apa bisa kita memberkati TUHAN…?? Memberkati Tuhan artinya, hidup kita membuat Tuhan senang, Tuhan puas, Tuhan bangga.

 

 

 

 

 

  1. Penduduk Yerusalem ( Matius 2: 1-12)
IN- Intimacy

 

Karena mereka tidak intim dengan Tuhan, mereka tidak tahu menahu apa yang sedang terjadi pada saat itu, bahwa Juruselamat telah lahir Jangan sampai, saat Yesus datang kedua kali menjemput gereja-Nya, umat-umatNya, jangan sampai kita tidak tahu, karena kita tidak intim dengan TUHAN.
CRE- Creative

 

Karena mereka tidak intim dengan Tuhan, maka kreatifitas mereka pun tumpul. Saat mereka melihat ada tamu, orang-orang Majus dari Timur/ orang asing datang, dan mereka gempar, tetapi tidak ada satu pun dari mereka yang mau ikut orang-orang majus ini untuk menyembah YESUS. Dan karena mereka tidak berjumpa Yesus, maka tidak ada sesuatu apa pun yang istimewa yang mereka lakukan bagi Yesus. Tuhan ingin kita kreatif, tetapi kalau kita tidak intim dengan Tuhan, maka kreatifitas kita akan menjadi TUMPUL. Otak untuk mengolah kreatifitas itu dimiliki, tetapi tidak digunakan/tidak diasah.
DI – Discipline

 

Disiplin itu artinya PRAKTEK dari APA YANG SUDAH DIKETAHUI. Orang-orang Yerusalem itu tahu apa yang sedang terjadi, mereka juga tahu apa yang telah dilaporkan imam-imam kepala dan  ahli ahli taurat kepada raja Herodes, namun mereka tidak mau PRAKTEK, untuk melihat kehadiran Juruselamat itu. Disiplin artinya melakukan apa yang kita sudah tahu bahwa itu harus dilakukan. Contohnya, kita tahu kita harus mengampuni, maka kita harus mengampuni, contoh lain, kita tahu harus berbuat baik, maka kita harus berbuat baik. Itulah namanya disipline. Saat kita tahu tetapi kita tidak melakukan/ tidak praktek, itu artinya kita tidak disiplin. Orang yang tidak mendisiplin dirinya untuk berubah ke arah yang lebih baik, tidak akan bertumbuh ke arah Kristus.
BLE – Blessing

 

Penduduk Yerusalem Cuma bisa gempar saja, tetapi tidak melakukan sesuatu yang luar biasa bagi Tuhan. Mereka orang kota yang modern pada masa itu, tidak seperti para gembala yang di padang / di pinggiran kota/ di desa, tetapi sebagai orang kota, mereka tidak mengalami apa pun yang membuat mereka itu diberkati ataupun menjadi berkat. Padahal Juruselamat yang sudah lahir itu tidak jauh dari kota Yerusalem itu. Kegemparan/hiruk pikuk/belum tentu itu artinya kita bisa menjadi berkat. Misalnya : kita berpakaian mewah, makan makanan yang enak, tinggal di rumah yang megah, belum tentu kehadiran kita memberkati orang miskin di sekitar kita.

 

 

  1. Imam-imam kepala ( Matius 2: 1-12)
  2. Ahli-Ahli Taurat( Matius 2: 1-12)

Dua tokoh ini akan saya bahas menjadi satu pembahasan INCREDIBLE yang sama.

IN- Intimacy

 

Pengetahuan bahwa Juruselamat itu akan lahir di Betlehem, di kota Daud, tidak membuat mereka ingin menyembah Yesus. Karena hati mereka jauh daripada Tuhan walaupun mereka menguasai/hafal taurat Tuhan. Keintiman dengan Tuhan bukan karena kita hafal Firman Tuhan, tetapi karena kita cinta akan firman Tuhan, cinta akan hadirat Tuhan, ingin rindu terus menyembah Tuhan.  Lho menghafal Firman Tuhan itu tidak salah, itu bagus, tetapi tidak boleh hanya berhenti sampai di situ saja.
CRE- Creative

 

Karena mereka tidak intim dengan Tuhan, maka kreatifitas mereka pun tumpul. Saat mereka melihat ada tamu, orang-orang Majus dari Timur/ orang asing datang, dan mereka sempat menjelaskan kepada Herodes dimanakah Juruselamat itu lahir, tetapi tidak ada satu pun dari mereka yang mau ikut orang-orang majus ini untuk menyembah YESUS. Dan karena mereka tidak berjumpa Yesus, maka tidak ada sesuatu apa pun yang istimewa yang mereka lakukan bagi Yesus. Tuhan ingin kita kreatif, tetapi kalau kita tidak intim dengan Tuhan, maka kreatifitas kita akan menjadi TUMPUL. Otak untuk mengolah kreatifitas itu dimiliki, tetapi tidak digunakan/tidak diasah.
DI – Discipline

 

Disiplin itu artinya PRAKTEK dari APA YANG SUDAH DIKETAHUI. Imam-imam kepala dan ahli-ahli taurat  itu tahu apa yang sedang terjadi, namun mereka tidak mau PRAKTEK, untuk melihat kehadiran Juruselamat itu. Disiplin artinya melakukan apa yang kita sudah tahu bahwa itu harus dilakukan. Contohnya, kita tahu kita harus mengampuni, maka kita harus mengampuni, contoh lain, kita tahu harus berbuat baik, maka kita harus berbuat baik. Itulah namanya disipline. Saat kita tahu tetapi kita tidak melakukan/ tidak praktek, itu artinya kita tidak disiplin. Orang yang tidak mendisiplin dirinya untuk berubah ke arah yang lebih baik, tidak akan bertumbuh ke arah Kristus.
BLE – Blessing

 

Imam-imam Kelapa dan ahli-ahli taurat itu, Cuma bisa BERTEORI saja tetapi tidak melakukan sesuatu yang luar biasa bagi Tuhan. Mereka orang kota yang berpendidikan pada masa itu, tidak seperti para gembala yang di padang / di pinggiran kota/ di desa, tetapi sebagai orang yang berpendidikan mereka tidak mengalami apa pun yang membuat mereka itu diberkati ataupun menjadi berkat. Padahal Juruselamat yang sudah lahir itu tidak jauh dari kota Yerusalem itu. Pendidikan tinggi/belum tentu itu artinya kita bisa menjadi berkat. Misalnya : kita sekolah sampai tinggi belum tentu pengetahuan kita memberkati masyarakat dan bangsa kita.   Misalnya kita juara kelas, juara lomba, belum tentu kita menjadi pribadi yang sering mengajari teman kita yang kesulitan matematika, dll

 

 

Silahkan anda bisa membahas lebih lanjut untuk tokoh tokoh berikutnya:

  1. Petugas Sensus ( Lukas 2: 1-7)
  2. Bala tentara surga/ malaikat paduan suara ( Lukas 2: 8-20)
  3. Kakek Simeon (Lukas 2: 21-40)
  4. Nenek Hana (Lukas 2: 21-40)
  5. Elisabet (Lukas 1: 39-56)

kesaksian dalam pelayanan di Natal Pelnap GPdI Shiloh Parakan:

Oleh-oleh Natal Anak/ PELNAP GPdI Shiloh Parakan:

1. Mujizat dalam pelayanan ini adalah, tulisan tentang Christmas Fashion Show sudah lama saya tulis sebelum dapat tugas di natal ini. Pas saya bergumul dalam doa, ada dorongan kuat untuk membawakan metode Fashion show ini, tinggal bagaimana memasukkan INCREDIBLE= Intimacy, Creative, Discipline, Blessing, pada tiap tokoh tokoh natal yang di fashion-show-kan.

2. Anak-anak yang dipilih talented banget…seru abiz saat latihan dengan mereka !

3. Gereja ini tergolong punya perbendaharaan kostume yang lumayan lengkap, buktinya untuk tokoh Yusuf, Maria, 4 gembala, 4 pemilik penginapan, 3 orang majus, dan Herodes, semuanya keren-keren.

4.Belum lagi property yang sengaja dipersiapkan dengan matang dan keren.

5. Catwalknya juga ashik…panitia menyediakan dengan bagus
7. Flowing yang sangat enak saat mengajar karena anak-anak lapar akan Firman Tuhan dan ada hikmat yang Tuhan alirkan dalam spontanitas saat menjelaskan tokoh demi tokoh. Terkadang ada ide untuk siaran TV , melibatkan guru yang hadir, lomba slpontan, bahkan mengajak anak-anak yang berani menirukan tokoh yang tadi sudah tampil, dan Melody pun ikutan menirukan

7. Flowing yang sangat enak saat mengajar karena anak-anak lapar akan Firman Tuhan dan ada hikmat yang Tuhan alirkan dalam spontanitas saat menjelaskan tokoh demi tokoh. Terkadang ada ide untuk siaran TV , melibatkan guru yang hadir, lomba slpontan, bahkan mengajak anak-anak yang berani menirukan tokoh yang tadi sudah tampil, dan Melody pun maju untuk menirukan Maria.

tak lepas dari musisi di sini bisa dukung fashion show dan pemberitaan firman dengan baik

8. Dan kejutan dari Tuhan benar-benar menghentak hati saya, ternyata ada project besar yang sudah Tuhan rancangkan untuk Parakan. Waaauuuu!!

Oh ya, Minggu pagi sempat ibadah pagi di sana, dan dapat Firman Tuhan yang luar biasa diulas oleh Hamba-Nya ibu Rachel Supeno, huuuiiihhhh !!

Thanks Lord !!

Penulis: jeniuscaraalkitab

Menjadi Alat di Tangan Tuhan untuk Mencetak Generasi Jenius bagi Kemuliaan Nama Tuhan

One thought on “95.CHRISTMAS FASHION SHOW DENGAN THEMA INCREDIBLE CHRISTMAS”

  1. Sudah terbayang bagaimana serunya acara fashion show ini, bukan hanya sekedar fashion fashion yang memamerkan busana tapi ada makna positif bagi anak anak belajar karakter tokoh tokoh alkitab.keren keren👍👏

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s