SEMINAR PARENTING; MELATIH ANAK THINK OUTSITE OF THE BOX


MELATIH ANAK BERPIKIR ‘THINK OUTSIDE OF THE BOX’

POWER POINT DAPAT DIUNDUH DI SINI

PPT THINK OUT OF THE BOX

THINK OUT OF THE BOX AND CREATIVE TEACHING

Berpikir keluar dari kotak, berpikir kreatif, terkadang membawa kita pada cara berpikir yang tidak biasa. Modal inilah yang menjadikan kita inovatif, super kreatif, produktif, dan menjadi modal penting dalam kehidupan di era global.

 

Misalnya, jual soto ayam sudah biasa. Jual pecel pun sudah biasa. Tetapi inofasinya adalah jual pecel yang disiram kuah soto.

 

Jual durian sudah biasa, tetapi ketika durian dijadikan krupuk durian, itu baru namanya unik.

 

Jual telur ayam sudah biasa, tetapi bagaimana kalau kulit telur ayam itu bisa dijadikan lukisan mahal….waaau itu sesuatu hal yang luar biasa. Dari barang murah, bahkan barang sampah bisa menjadi barang bernilai jual tinggi.

 

Bagaimana melatih anak-anak think out of the box ? Saya mendorong para orang tua melatih anak-anak berpikir keluar dari kotak, think out of the box.

 

Ada banyak cara melatihnya, ada banyak cara, tetapi di tulisan ini saya hanya mengetengahkan salah satu cara, yaitu dengan cara melatih anak-anak menggunakan satu alat permainan yang hanya diciptakan untuk satu tujuan, menjadi puluhan cara bermain yang ‘TIDAK BIASA’ . Di situlah imajinasi anak berkembang, ide-idenya pun bertambah, dan dia tidak akan pernah melihat sesuatu hal dengan hanya cara yang biasa-biasa saja, melainkan dari satu objek permainan, ia dapat memperoleh puluhan cara bermain yang baru.

 

Permainan DONAT bersusun milik anak saya, saya mainkan dengan dia dengan beberapa cara, walaupun mainan ini sebenarnya hanya diciptakan untuk satu tujuan, yaitu disusun bertingkat dari yang paling besar menuju ke yang paling kecil.

 

Saya mengajak anak saya bermain dengan memutarnya, menjadikannya berbaris seperti kereta api, menyusunnya dengan warna pelangi, menjadikannya seperti planet, membiarkan dia melepas rangkaian planet itu, melepas alas dan kerucutnya, menjadikannya gelang, menjadikannya gelang kaki, mengelompokkan sesuai warnanya, menjadikannya gelang tangan, menjadikannya seperti kacamata, atau seperti hand phone, memutar-mutar di jari anda, atau menjadikannya seperti gasing yang berputar di lantai. Anda bisa juga menyusunnya menjadi bentuk lingkaran, segitiga, atau segi empat, sambil mengenalkan bentuk-bentuk kepadanya.

 

 

 

 

Mungkin anda punya puzzle balok kayu, balok balok ini sebenarnya diciptakan untuk permainan puzzle, tetapi anda bisa menjadikannya menara (disusun bertingkat ke atas), seperti kereta api (disusun berjajar), disembunyikan dan di cari, dimasuk keluarkan dari tas, dlsb.

 

Ayo latih anak-anak think out of the box …!! Dan cetak generasi Genius Indonesia, bagi kemuliaan nama Tuhan..!!

 

 

ADA DUA CARA THINK OUT OF THE BOX:

 

  1. Dari satu media dipakai untuk menjelaskan banyak hal : kita namakan EKSPOSISI, contoh hanya dengan media benih; Tuhan menjelaskan 4 sikap hati

Cara ini kita gambarkan sebagai sebuah sumur yang sangat dalam. “Media bertanya…..”untuk apakah saya?” Kita yang menjawabnya dengan banyak jawaban”

 

  1. Dari banyak media/ banyak cara  dipakai untuk menjelaskan satu topic saja , kita namakan TOPIKAL, contohnya: Topik mencari yang hilang, Tuhan Yesus menjelaskan dengan 3 cerita : dirham yang hilang, domba yang hilang dan anak yang hilang. “Kita bertanya…, banyak media/cara yang menjawabnya”

 

PRAKTEK EKSPOSISI:

Praktek 1: Menjiplak Daun :

 

“ DAUN INI BISA JADI…………………….UNTUK MENJELASKAN…….”

 

  1. Jiplakan Daun ini …..bisa jadi gambar apa saja?
    1. Pohon
    2. Jalan
    3. Bunga
    4. Sinar Matahari
    5. Kipas
    6. Tangga
    7. Salib
    8. Hati
    9. Gelombang
    10. Pancaran Hati

 

 

 

 

 

  1. Gambar-gambar itu bisa untuk mengajarkan apa saja?
  • Pertumbuhan pohon
  • Bagian-bagian bunga
  • Hubungan sinar matahari dan daun/ proses fotosintesis
  • Warna: hijau, kuning, coklat, dll
  • Macam-macam bentuk daun
  • Menghitung dengan daun
  • Cerita Mazmur Pasal 1

 

Praktek 2 : Bermain Paper Klip

 

“ PAPER CLIP BISA JADI…………………….UNTUK MENJELASKAN…….”

 

  1. Bisa jadi apa saja dan untuk mengajarkan apa paper clip ini?
    1. Mengelompokkan sesuai warnanya/ belajar mengenal warna
    2. Merangkai menjadi kalung/ gelang——-belajar seni
    3. Menggambar dengan paper clip -seni
    4. Membentuk bentuk bentuk geometri :segitiga sama kaki, segitiga sama sisi, dll (matematika)
    5. Membentuk segitiga kecil dan besar : teori perbandingan
    6. Menimbang beratnya : teori matematika, ukuran, dll
    7. Mengukur luas, keliling dan isi dengan satuan paper clip (matematika)
    8. Membandingkan mana lebih banyak, warna putih, kuning, biru, dll (matematika)
    9. Membuat maracas dengan memasukkannya dalam botol (musik)
    10. Membedakan isi yang sama dari botol yang berbeda ( timbre/ musik)
    11. Menjepit kertas, untuk memadukan huruf kecil dan huruf besar (bahasa/ belajar huruf)
    12. Membentuk huruf, angka, dll (membaca)
    13. Membuat puisi dari melihat paper clip/ thema pelangi
    14. Membuat code dengan paper clip ( satu: pedas, dua dengan telur; tiga tanpa telur, dll): belajar kemasan / dagang
    15. Membuat harga berbeda untuk tiap warna, dan bermain jual beli dengan paper clip sebagai uangnya (matematik dan dagang)
    16. Membuat lingkaran lingkaran untuk dilompati (kinestetik)
    17. Membuat garis start dan finish untuk lomba lari
    18. Main sembunyi warna yang hilang dari pengelompokan warna (bodily kinestik ( di alam, natural)
    19. Mencari jejak di alam dengan code dari paper clip
    20. Menghias Botol Bekas
    21. Untuk titik-titik jam dan juga untuk jarum jamnya

 

 

 

    1. Rantai yang mengikat simson
    2. Kalung pada lehermu (amsal)
    3. Dll

 

 

PRAKTEK TOPIKAL

 

“ KITA AKAN MEMBUAT GAMBAR SALIB ……………DENGAN CARA……………”

 

MENJIPLAK KERAMIK UNTUK MENGGAMBAR SALIB

  • Mengubah arahnya
  • Mengubah jumlahnya
  • Mengubah warnanya
  • Mengubah alatnya (cryon dan cat air)
  • Menimpa dengan warna putih untuk mendapatkan warna pastel
  • Mengubah bentuknya
  • Mengubah cara mengarsirnya
  • Dll

 

 

MENGAJAR SATU SATUAN PELAJARAN, DENGAN RIBUAN IDE

  • Matematika – menghitung luas dan keliling segi empat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 1

CONTOH PENGGUNAAN

MULTI METODE BAHASA GAMBAR

Sebelum anda dapat mengerti isi tulisan ini, saya sarankan anda membaca tulisan terkait di akhir tulisan ini

Anda ingin mengajarkan pada anak anda : RUMUS menghitung LUAS atau KELILING SEGI EMPAT, serta menjelaskan pada anak tentang apa bedanya keliling dan luas,  saya akan mencoba menyarankan berbagai metode bahasa gambar yang bisa anda pakai:

  1. Metode Gambar ; gambarlah sebuah segi empat, sehingga anak anda tahu dengan   cara VISUAL/ melihat gambar segi empat tersebut
  2. Metode Audio ; ciptakan tepuk segi empat, misalnya:

Tepuk Segi Empat

Plok plok plok

Bergaris empat

Plok plok plok

Bersudut empat

Plok plok plok

 

 

Panjang kali lebar

Plok plok plok

Itu luasnya

Plok plok plok

Dua kali panjang tambah dua kali lebaaaaaar

Itu klilingnya

Plok plok plok

Segi empat !!

Di dalam tepuk ini, sudah mencakup audio, dan musik karna mengandung metode irama, dan apabila anda menambahkan gerakan di sela-sela tepukan tangan, itu sudah menambahkan satu metode lagi yaitu metode bahasa tubuh, dan karna anda mengajarkannya langsung pada anak, anda juga sudah secara tidak sengaja menggunakan metode Orang, dan EMOSI,  karna anak melakukan dengan sukacita

  1. untuk benda tiga dimensi: anda dapat menggunakan meja makan anda yang berbentuk segi empat.  Ajak dia mengelilingi seputar meja makan, dan katakanan padanya “ayo kita kelilingi segi empat ini”. Dan ajak dia menaruh benda besar di atas meja makan besar dan katakan  “kita menaruh piring besar ini di sini, karna meja ini luas….cukup ya…coba kalau kita pindahkan piring besar ini di meja yang tidak luas, tetapi sempit ini, waaaah tidak cukup ya” Naaaah, tadi kita keliling, itu namanya KELILING, sedangkan ini (raba permukaan meja makan ) namanya adalah LUAS. Menurutmu mana lebih luas, meja ini atau meja itu? ”

Dengan melakukan kegiatan ini anda menggunakan metode : benda tiga dimensi, orang, bahasa tubuh (karna mengelilingi), ilustrasi (karna menganalogikan luas segi empat dengan sebuah meja makan), sentuhan (karna memegang piring dan meletakkannya di atas meja), game (karna berupa permainan sederhana), rekam peristiwa (dia tidak akan melupakan aktivitas mengelilingi dan menaruh benda di atas meja itu), emosi (karna anda mengajak dia bersukaria dengan permainan mengashikkan tersebut)

  1. ekspresi kasih: peluk anak anda saat dia bisa menjawab dengan baik pertanyaan anda, puji dia atas keberhasilannya.
  2. bagaimana dengan sastra seni? Mama yang kreatif bisa membuat puisi untuk menjelaskan luas dan keliling segi empat, misalnya:

 

 

Oh meja makan segi empatku…..

Karna engkau begitu luas…..aku bisa menaruh sup kuah dalam mangkok besar di atasmu

Engkau tampak cantik dikelilingi renda taplak meja makan pink ini

Aku akan menjagamu baik-baik meja makan kesayanganku !!

  • Bagaimana dengan aroma dan rasa? Belikan/buatkan anak anda makanan/ kue segi empat, misalnya pudding yang dibuat di loyang segi empat. Potong-potong pudding tersebut dalam kotak-kotak teratur dan ajak dia menghitung, pudding itu berisi 12 potong, ternyata 12 potong itu adalah 4 X 3.  Berapa keliling pudding itu? Ukur dengan meteran, dan katakana, 8 cm sini dan sana, 10 cm sini dan sana, supaya mudah, 8 nya dikalikan dua, 10 nya dikalikan dua, semuanya ada berapa ya?  Saat anak anda ulangan, dia akan teringat pudding lezat lengkap beserta aromanya. Saat itulah suasana menyenangkan itu akan menolong pembelajaran masuk ke  memorynya.
  1. bagaimana dengan binatang? Panjang seperti panjangnya leher jerapah, lebarnya seperti lebarnya tubuh kuda nil.
  2. bagaimana dengan intonasi, gerakkan panjang dengan kedua tangan merentang penuh sambil berkata dengan nada meninggi “panjaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang sekali” setelah itu gerakkan tangan merentang tidak penuh dan katakan dengan intonasi merendah “lebaaaar”
  3. bagimana dengan metode tumbuhan? , anda dapat memetik sebuah daun, dan ajak anak anda mengukur berapa panjang serta lebar daun itu.

Dalam metode di atas sudah termasuk metode: visual/ karna dapat dilihat, audio karna dapat menjelasan dari mama, benda tiga dimensi, orang / karna diajarkan dengan menarik oleh seorang pribadi mama, sentuhan, karna memotong dan memegang, ekspresi kasih karna mama membelikan pudding itu atau memasaknya sendiri, game karna dilakukan, rekam peristiwa karna ada peristiwa yang dikenang, dan aroma dan rasa yang tak terlupakan yang ikut serta membantu penyimpanan memori teori luas dan keliling segi empat. Dan ditambah dengan metode binatang serta metode intonasi, tentu anak anda akan semakin melekat pemahamannya akan panjang dan lebar

Ayo jadi mama yang kreatif….!! dan jangan sekali-kali berkata pada anak

“dasar bodoh, luas dan keliling aja bingung…!!”

Koreksi diri….dan belajarlah jadi mama yang kreatif.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s