28. MAZMUR 1

Mengajar anak-anak dengan parade puisi? Ah…yang benar saja…apa bisa…? Coba sama-sama yuuuk !! Siapa takut..?


DAUN HIJAU CANTIK

  • Daun sangat mudah kita temui di mana saja. Bentuk daun pun bermacam-macam. Kali ini kita akan menggunakan daun untuk kreatifitas anak.

Cara yang digunakan:

    • dengan cara menjiplak daun, letakkan daun di bawah kertas, dan goreskan cryon di atasnya, Mudah bukan?
Contoh Hasil Jiplakan daun
Contoh Hasil Jiplakan daun
  • bisa juga dengan cara memakai daun sebagai pola, untuk cara ini anda harus meletakkan daun di atas kertas.

Bahan utama

    • daun berbagai ukuran,
    • boleh dari satu pohon yang sama,
    • pilih tekstur daun yang agak tebal agar tidak mudah robek
    • kalau ada beberapa warna , boleh ambil beberapa warna, agar anak-anak mengenal daun hijau, daun menguning dan daun yang sudah coklat
Ambil daun dgn berbagai ukuran
Ambil daun dgn berbagai ukuran
  • ambil tissue basah untuk membersihkan tiap helai daun dari kuman dan debu
Bersihkan dgn tissue
Bersihkan dgn tissue

Alat yang dibutuhkan:

  • gunting
  • kertas
  • pensil warna/ cryon/ warna pastel
  • tissue basah

Bentuk 1

    • Dua daun untuk membentuk 2 pohon. Pilih dua warna hijau yang berbeda.
Dua tangkai daun bisa juga terlihat seperti dua buah pohon
Dua tangkai daun bisa juga terlihat seperti dua buah pohon

Bentuk 2

  • Satu daun besar untuk membentuk Peta Jalan
Gunakan daun besar untuk mendapatkan jiplakan tulang daun mirip JALAN RAYA
Gunakan daun besar untuk mendapatkan jiplakan tulang daun mirip JALAN RAYA

Bentuk 3

  • (mohon ditekankan agar kelompok ini mewarnai jiplakan daun dengan dua warna, boleh variasi warna kanan – kiri, atas-bawah, atau diperubahan siluet hati seperti yang saya contohkan di foto, biarkan anak-anak berkreasi, yang penting mengandung dua warna, warnanya apa saja, terserah kelompok tersebut)
    • Hati dengan dua warna
Bentuk hati dgn dua warna
Bentuk hati dgn dua warna

Bentuk 4

      • Matahari bersinar terang.
      • Lebih dulu lepaskan tangkai tiap daun sampai benar-benar ujung
      • Susun daun bertumpuk melingkar di tengah
      • warnai bagian tengah dengan cara melingkar, setelah itu tambahkan dua warna lain secara arah berpencar keluar, tekstur daun akan membetntuk semacam pancaran sinar
      • di gambar milik saya  ada garis jiplakan nat keramik, anda dapat mempersiapkan media yang lebih rata
Untuk membentuk matahari dan bunga, terlebih dulu lepaskan tangkainya sampai ujung
Untuk membentuk matahari dan bunga, terlebih dulu lepaskan tangkainya sampai ujung
Susun daun melingkar di tengah, untuk mendapatakan jiplakan bentuk matahari
Susun daun melingkar di tengah, untuk mendapatakan jiplakan bentuk matahari
Tampak dekat daun susun melingkar di tengah
Tampak dekat daun susun melingkar di tengah
Matahari bersinar, bedakan warna serta arsiran antara as dan sinar
Matahari bersinar, bedakan warna serta arsiran antara as dan sinar

Bentuk 5

      • Bentuk bunga,
      • seperti bentuk 4 lebi dulu lepaskan tangkai tiap daun sampai benar-benar ujung
      • susun daun bertumpuk melingkar, tetapi sisakan bagian tengah tetap kosong
      • beri warna bagian kosong
      • jiplak bagian tepinya
      • bentuk bagian luar seperti kelopak, jangan seperti sinar
Susun daun bertumpuk melingkar dengan menyisakan area lobang tengah, untuk menjiplak bentuk bunga
Susun daun bertumpuk melingkar dengan menyisakan area lobang tengah, untuk menjiplak bentuk bunga
Jadi bunga, bedakan warna as dan warna kelopak,  jgn lupa lengkungkan bagian luar spt kelopak, jangan seperti sinar
Jadi bunga, bedakan warna as dengan warna kelopak, jgn lupa lengkungkan bagian luar spt kelopak, jangan seperti sinar

Bentuk 6

    • Pancaran Hati
    • Pakailah daun sebagai pola, taruh di atas kertas
    • Rautlah cryon dengan alat rautan khusus yang biasanya ada di box crayon
    • Pakai jari anda menggeser serbuk rautan dari dalam daun ke arah luar sehingga membentuk seperti duri
Pancaran Hati
Pancaran Hati
Untuk mendapat bentuk Pancara Hati, gunakan Daun sbg pola, taruh daun di atas kertas.
Untuk mendapat bentuk Pancara Hati, gunakan Daun sbg pola, taruh daun di atas kertas.
Pakai jari menggeser ke arah luar, serbuk hasil rautan cryon
Pakai jari menggeser ke arah luar, serbuk hasil rautan cryon

Bentuk 7

  • Ombak Besar
  • pakai gunting untuk mengambil sisi luar bergerigi/ berlekuk ombak
  • susun beberapa ombak di area tengah kertas, jangan terlalu kebawah atau ke atas – di atas kertas menyerupai ombak membanjir ke luar kertas
  • abaikan bentuk bagian bawah yang tidak mirip ombak, nanti bagian itu tidak akan kita jiplak
  • tutup dengan kertas lain, pastikan ada ombak mengintip di kanan kiri
  • buatlah jiplakan ombak dengan cara menidurkan cryon, ambil bagian permukaan atas saja, abaikan bagian bawah ombak
  • Kini anda telah mendapatkan satu gelombangombak.
  • angkat kertas dan geser ke bawah untuk menjiplak ombak bagian atas, gunakan ombak yang mengintip ke luar sebagai acuan.
  • buatlah gelombang ke dua, yang lebih atas
  • sekarang tambahkan gelombang ke tiga dengan mengangkat kertas yang atas lebih tinggi dari kertas yang bawah, gunakan ombak yang mengintip keluar sebagai acuan
  • Kini anda telah mendapatkan 3 ombak yang sangat oke
Untuk membentuk ombak Pakai gunting untk ambil sisi luar daun bergerigi
Untuk membentuk ombak Pakai gunting untk ambil sisi luar daun bergerigi mirip ombak
Susun seperti ombak, biarkan ujung-ujungnya lebih ke luar
Susun seperti ombak, biarkan ujung-ujungnya lebih ke luar
Ombak tampak dekat, abaikan bentuk bawah saat menjiplak nanti
Ombak tampak dekat, abaikan bentuk bawah saat menjiplak nanti
Tutup dgn kertas lain, pastikan ada sisa daun 'mengintip' di kanan kiri
Tutup dgn kertas lain, pastikan ada sisa daun ‘mengintip’ di kanan kiri
Buat jiplakan ombak dgn cara menidurkan cryon, abaikan bagaian bawah daun, ambil bagian atas saja.
Buat jiplakan ombak dgn cara menidurkan cryon, abaikan bagaian bawah daun, ambil bagian atas saja.
Jadilah ombak gelombang pertama
Jadilah ombak gelombang pertama
Buat gelombang ke dua, dengan cara menggeser kertas lembar atas ke bawah, gunakan daun yang 'mengintip' sebagai acuan.
Buat gelombang ke dua, dengan cara menggeser kertas lembar atas ke bawah, gunakan daun yang ‘mengintip’ sebagai acuan.

Buat gelombang ke tiga dgn menaikkan kertas lembar atas. Kini anda telah selesai membuat ombak besar.

SETELAH DIJIPLAK MENUNJUKKAN KARYA TUHAN YANG BEGITU DAHSYAT.
SETELAH DIJIPLAK MENUNJUKKAN KARYA TUHAN YANG BEGITU DAHSYAT.

2    KELAS TENGAH
•    Bisa juga anda gunakan untuk kegiatan awal kala anda bercerita tentang Mazmur pasal 1,
    untuk menggambar pohon gunakan gambar BENTUK 1
    untuk menggambarkan tidak berdiri di jalan orang berdosa, tidak berjalan menurut nasehat orang fasik, tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, gunakan gambar BENTUK 2. (Keterangan : tulang-tulang daun seperti sebuah peta jalan. Hanya satu saja jalan yang menuju ke puncak daun/ tujuan akhir, yaitu tulang daun yang tengah, yang lurus, sisanya menyimpang ke samping/ tidak mencapai sasaran/ tujuan, jika kita ikut nasehat orang fasik, jalan orang berdosa, bahkan duduk/menetap dalam kumpulan pencemooh, kita akan tersesat dan tidak sampai pada tujuan yang Tuhan mau, Tuhan ingin kita ikut jalan yang tengah, lurus sampai tujuan, apa itu jalan lurus? Jalan lurus adalah jalan ikut hasil perenungan akan Firman Tuhan Maz 1:3, lebih tepatnya lagi Yesus adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup Yohanes 14:6), BENTUK 3, terkadang kita dihadapkan pada dua pilihan suara hati, ada suara yang mengajak kita jadi pelaku Firman Tuhan, tetapi juga ada suara yang mengajak kita untuk ikut nasehat orang fasik, orang berdosa dan para pencemooh. BENTUK 4, tetapi Tuhan ingin kita jadi Terang dunia seperti Matahari yang menerangi dunia, Tuhan ingin kita memancarkan kemuliaan Tuhan, BENTUK 5, Tuhan juga ingin kita seperti bunga yang menebarkan keharuman, sehingga orang-orang di sekitar kita ingin mengenal Tuhan lewat hidup kita yang saleh, BENTUK 6 itu semua bisa terjadi (jadi terang dan menyebarkan keharuman) kalau hati kita dipenuhi oleh Firman Tuhan, memancarkan kemuliaan Tuhan. Untuk punya hati yang seperti ini, kita perlu menjaga hati dengan penuh kewaspadaan, karna dari hati itulah terpancar mata air kehidupan. BENTUK 7 hati yang terjaga dengan baik, tidak akan goyah saat ada badai kehidupan datang melanda. (Tutup cerita dengan kesaksian guru, atau dengan cerita yang terkait isi cerita)

3    KELAS BESAR
•    Bisa juga anda bagi menjadi 7 kelompok, beri waktu dan pendampingan pada mereka untuk membuat setiap bentuk yang ada,supaya adil menggunakan undian saja. Setelah selesai, mintalah setiap kelompok mempresentasikan dalam bentuk parade puisi berseri/ puisi yang mengandung cerita dalam sebuah rangkaian dari puisi satu ke puisi lainnya. Puisi ini ciptaan saya sendiri, bisa juga anda mengarang sendiri untuk murid-murid anda tersayang. (puisi bisa dibaca tunggal, dua orang, atau tiga orang, sehingga puisi bisa dipecah-pecah/ bergantian membaca—–sesuaikan dengan jumlah murid anda)

  • Pembagian kelompok ini adalah flexible : jika murid anda sedikit, bisa per kelompok dua orang, puisi dibaca dua orang, dan konfigurasi dinilai secara perorangan.

PRA ACARA
•    Ajak anak-anak membaca Mazmur pasal 1 bersama-sama. Tidak perlu dijelaskan Mazmur 1 ini, karna kita akan mengajarkan isi Mazmur pasal satu ini pada anak-anak melalui kreatifitas dari daun dan melalui parade puisi yang dipentaskan.
•    Saran Pembagian Tugas Anggota Kelompok
    tiga anak membuat bentuk yang diinginkan, pilih karya terbaik
    satu anak berlatih mempresentasikan puisi yang diberikan
    tujuh anak berlatih membuat konfigurasi/ bentuk-bentuk yang dibuat dari formasi berdiri/ duduk/ beberapa orang. Konfigurasi itu semacam tarian, tetapi lebih menitikberatkan pada bentuk barisannya, gerakan tidak terlalu dipentingkan. Misalnya berbaris membentuk gambar hati, salib, dll Tetapi bentuk yang diminta disini disesuaikan BENTUK kreatifitas daun dari kelompok tersebut. KONFIGURASI tidak selalu harus berupa baris, bisa juga berupa jari-jari, atau kaki-kaki, atau wajah-wajah, dll dari beberapa orang.

•    Saran Presentasi
    Hasil kreatifitas Daun dipegang oleh 3 anak pembuatnya, menghadap penonton
    Satu anak membaca puisi
    Sementara anak tersebut membaca puisi, 7 orang lainnya memperagakan konfigurasi/ bentuk yang dimaksud/ semacam pantomime group
    Sediakan musik latar, bisa life dengan keyboard, atau pakai lagu demo keyboard, atau juga bisa dari soundsystem dengan musik yang anda siapkan dari rumah
    Guru sekolah minggu yang bisa main musik, mengiringi dengan musik/ demo song/ sound effek yang diminta oleh kelompok peserta
    Supaya kelompok lain ikut menyimak, saya punya ide, bahwa semua kelompok diberi lembar isian untuk mengambil kesimpulan dari semua penilaian Parade Puisi ini, apa yang mereka dapatkan dari keseluruhan Parade Puisi ini , minta tiap kelompok berdiskusi dan menuliskan kesimpulan, kesimpulan ini juga ikut dinilai oleh juri  Saat pertunjukan dimulai, anak-anak sudah tidak boleh berlatih lagi, semua sudah harus siap.

KESIMPULAN: kesimpulan dipresentasikan oleh tiap kelompok, ingatkan pada anak-anak bahwa kesimpulan yang mereka tarik adalah mencakup semua ayat, bukan hanya ayat mereka saja, dan harus pakai kata-kata mereka sendiri, bukan mengambil dari puisi mereka, setelah itu ditutup oleh kesimpulan oleh guru.

Anda akan menemukan bahwa tanpa kita bercerita panjang lebar mengenai mazmur 1 mini, mereka sendiri sudah dapat menyimpulkan apa inti dari Mazmur 1 ini. Tugas kita hanya secara singkat menggarisbawahi apa yang sudah mereka serap. Luar biasa…!!

    Juri menilai

•    Saran Penjurian
    Kriteria Penilaian Juri
•    Intonasi Puisi, artikulasi puisi (kejelasan pengucapan), ekspresi pembaca puisi
•    Kreatifitas Konfigurasi
•    Hasil jiplakan Daun (keindahan, pemilihan warna, kerapian)
•    Kekompakan Team/ teamwork
•    Kesinambungan dari kelompok sebelumnya
•    Kesimpulan akhir dari tiap kelompok (apakah kelompok tersebut berhasil menarik benang merah kesimpulan dari semua isi parade puisi)
•    Peformance secara keseluruhan
    Penjurian juga bisa anda pisah sesuai kompetensi Juri, misal juri A khusus menilai puisi, juri B khusus menilai Koreografi dalam konfigurasi kelompok, Juri C khusus menilai hasil karya jiplakan daun, dan juri D khusus menilai sisanya: kekompakan team, performance secara keseluruhan, kesinambungan dari kelompok sebelumnya dan kesimpulan akhir

KETERANGAN PARADE PUISI:
Setiap puisi di baris terakhirnya mengandung kata-kata yang ditulis dengan huruf besar semua, pada saat kata-kata itu dibaca, mohon kelompok berikutnya bersiap-siap memulai pembacaan puisi berikutnya. Jadi saran saya, masukkan kalimat terakhir yang dibaca oleh kelompok sebelumnya, dalam guntingan naskah kelompok selanjutnya, sehingga setiap anak pembaca puisi, dapat menyimak di lembarannya sendiri, kata terakhir dari pembaca puisi sebelum dia
Judul puisi perlu di baca, namun ide dan buah karya siapa saya rasa tidak harus dibaca, namun tetap saya cantumkan karna memang ada sumber ayat yang memberi inspirasi.
Karna puisi ini mengandung cerita berseri, maka setiap kelompok diharapkan bisa melakukan secara BERKESINAMBUNGAN / tidak terputus dari kelompok sebelumnya. Dan kesinambungan ini ada criteria penilaiannya, dan bagi kelompok satu, kesinambungan dinilai dari kesiapannya saat MC acara menyebut judul acara “PARADE PUISI” kelompok satu diharapkan sudah siap/ standby.
Untuk kesinambungan ini anda dapat melakukan dengan tata panggung sbb:
•    semua peserta tampil di panggung
•    oleh karna itu peserta berikut sudah siap di tempat yang dekat panggung
•    atau semua peserta menampilkan dari tempat masing-masing
•    untuk cara ke dua ini, anda kondisikan anak-anak duduk melingkar berkelompok
•    sediakan dua mike wireless untuk kelompok 1 dan 2, sehingga apabila kelompok 1 sudah selesai, wireless dapat dipakai kelompok 3 dst.

PUISI BENTUK 1 ;

DUA POHON
HIDUPKU BAGAI POHON

buah karya : Grace
ide : Mazmur 1

Hidupku bagai pohon….

Akarku selalu bersorak…..bergirang….
saat ia selalu menemukan air segar pelepas dahaga….
sari-sari makanan tak kunjung habis diserapnya dan diluncurkannya naik ke atas…..
terus…terus dan terus…
Suara aliran air ditepiku selalu menggelitik telinga akarku
ia melompat setiap kali mendengar percikannya…tertawa dan girang riang berkumandang

Musim berbuah pun datang….orang-orang pun datang memetik buahku
kudengar mereka memuji kemanisannya, menikmati kesegarannya dan mengagumi warnanya yang ranum
ada juga yang menjual buah-buah itu…dan pundi-pundi uang mereka pun menggunung

Tak satupun daunku terlihat layu
tidak dan tidak….tidak dan tidak akan pernah !!
Semua hijau…asri…memukau
Burung-burung berebut membuat sarang di dahanku
Para musafir antri ingin berteduh dibawahku
Saat hujan datang ….daun-daun itu bagai payung
Saat terik datang….daun-daun itu bagai penudung

Hidupku bagai pohon….
pohon yang hidup dan bukan hidup yang biasa

tetapi sebuah kehidupan yang berhasil
berhasil dalam apa saja………
MANAKALA AKU MENYUKAI TAURAT TUHAN DAN MERENUNGKANNYA
SIANG DAN MALAM

MANAKALA AKU MENYUKAI TAURAT TUHAN DAN MERENUNGKANNYA
SIANG DAN MALAM

Puisi BENTUK 2
PETA JALAN

DI SEBUAH PERSIMPANGAN JALAN
buah karya : Grace
ide : Mazmur 1

Menyukai Taurat Tuhan?
Merenungkan Taurat Tuhan siang dan malam?
Kunci keberhasilan?
Oooooh itu jalan yang lurus…..

Jalan itu? Yang itu?
Lebih ashik katamu…? Lebih menarik ?
Oh yeah….?
Jalan itu tak banyak aturan katamu…?
Menarik juga ya…
lebih berkelok…berbelok….terlihat elok

Jalan lurus itu…
sepertinya kuno….
lurus
satu jurus
seperti orang kurus

Pilih mana ya….?
Jalan berkelok tampak elok
Atau jalan lurus tambak kurus?

Aku bingung…
Mau jujur atau menyontek
Mau jadi penurut atau pemberontak
Mau belajar atau masa bodoh dengan pelajaran

JALAN MANA YANG HARUS KUPILIH ?

JALAN MANA YANG HARUS KUPILIH ?

Puisi BENTUK 3
HATI DENGAN DUA WARNA

DUA SUARA MENGGEMAI RELUNG HATI
buah karya : Grace
ide : Mazmur 1

Jalan mana yang harus kupilih?

Suara-suara itu tak pernah berhenti menggemai hatiku
Suara yang satu itu
dan
Suara yang satu ini

“Ikuti Firman Tuhan saja…..”
bisik suara itu

“Ikuti pencemooh lebih ashik
lebih keren
Ajakan orang fasik lebih menarik
lebih heboh
Orang berdosa itu terlihat lebih bahagia kan?”
begini begitu bisik si suara ini

Hatiku harus memilih…..
mendengar….
mendengar….
MENDENGAR BISIKAN YANG MANA YA …?

MENDENGAR BISIKAN YANG MANA YA …?

Puisi BENTUK 4

MATAHARI BERSINAR TERANG

MENTARI OH MENTARI
buah karya : Grace
ide : Mat 5:14, Yoh 9:5, Maz 1

Mendengar bisikan yang mana?

Mari dengar bisikan-Ku

Selama Aku di dalam dunia …..Akulah terang dunia

tapi…..setelah Aku naik ke sorga……

Kamulah terang dunia itu

Aku ingin kamu bercahaya menerangi dunia ini

Bukaaaaannnnnn….

bukan lilin-lilin kecil…..

Lilin-lilin kecil hanya menerangi ruangan kecil

dengan cahaya kecil

dengan pandangan kecil

Cahayamu harus besar

Sebesar mentari

Menerangi sebuah kota di atas gunung

Dari jauh kota itu terlihat oleh siapa saja

Mentari menerangi siapa saja

Dimana saja

Apa saja

Bagaimana saja

Kapan saja

Dia tak pernah terlambat bersinar

tak pernah lelah

tak lalai

Nasihat orang fasik

Jalan orang berdosa

Kumpulan Pencemooh

Itu semua kegelapan…..

bukan terang…..

Aku ingin kau jadi terang dunia………..

benderang….

bersinar….

bercahaya….

berninar-binar…..

BERSINARLAH BAGI-KU

BERSINARLAH BAGI-KU

Puisi BENTUK 5

BUNGA NAN WANGI
SEMERBAK BUNGA MEWANGI
buah karya : Grace
ide : II Kordintus 2: 14-16, Maz 1

Yaaaah…bersinarlah bagi-Ku

Seperti bunga-bunga cantik ini

Mereka bersinar bagi-Ku

Wewangiannya semerbak mengitari hidung-Ku

Aku ingin kamu juga seperti bunga-bunga harum ini….

Lewat hidupmu yang mewangi

Semua orang datang mendekat

“Kami ingin lebih kenal Allah-muuuuu…..”

Teriak mereka kala terperangkap oleh semerbak harum hidupmu

“Hidupmu begitu indah
cantik

harum

memancarkan kemuliaan Ilahi

begitu berharga”

begitu kata orang-orang yang ingin mengenal Aku lewat hidup wangimu itu

Jadilah bunga-Ku

Bunga Cantik-Ku

Bunga wangi-Ku

Bawalah sebanyak mungkin orang

Mengenal Aku lewat hidup wangimu………

Jangan ikut jalan pencemooh itu

pula orang fasik dan orang berdosa di sekitarmu

Hidup mereka bag bau busuk menusuk hidung-Ku

Ayoooo…

MEWANGILAH BAGI-KU

MEWANGILAH BAGI-KU

Puisi BENTUK 6

PANCARAN HATI
PANCARAN HATIKU
buah karya : Grace
ide : Ams 4:23, Maz 1

Mewangi bagi-Mu Tuhan….
Aku raih hasrat hati-Mu dalam genggaman hatiku.

Bersinar bagi-Mu Tuhan…

Kan kugapai niat hati-Mu dalam relung hatiku

Menyukai taurat-Mu Tuhan….merenungkannya siang dan malam….

Ku kan rengkuh yang menyenangkan Hati-Mu dalam lubuk hatiku

Nasehat orang Fasik…….jalan orang berdosa……..kumpulan pencemooh……….

Kalau itu Kau benci Tuhan…

Hatiku ikut membencinya

Suka taurat-Mu ….merenungkannya siang dan malam…..

Kalau itu Kau gemari Tuhan…

Hatiku ikut menggemarinya

Hati yang memancarkan sinar kemuliaan Tuhan

Adalah hati yang dijaga baik

penuh waspada

Hati yang memancarakan mata air kehidupan

ADALAH HATI YANG DIPENUHI

FIRMAN TUHAN

ADALAH HATI YANG DIPENUHI

FIRMAN TUHAN

Puisi BENTUK 7

GELORA OMBAK
GELORA OMBAK KEHIDUPAN
buah karya : Grace
ide : Matius 7:24-25, Maz 1

Hati yang dipenuhi Firman Tuhan

bukan berarti tanpa

angin topan badai kehidupan

bukan berarti tanpa

ombak banjir menerjang deras rumah kehidupan

bukan berarti tanpa

hujan deras menyerbu  perahu layar kehidupan

Tuhan tak pernah berjanji

hati yang dipenuhi Firman Tuhan

selalu senyum tanpa tangis

selalu manis tanpa pahit

selalu enak tanpa sakit

selalu ada tanpa tiada

tetapi Tuhan berjanji

hati yang dipenuhi Firman Tuhan

hati yang bersinar memancarkan kemuliaan Tuhan

hati yang mewangi menyerbakkan keharuman pengenalan akan Tuhan

akan tetap tegak di tengah badai

akan terbang menerjang badai

akan teguh diserbu badai

akan kokoh dilautan badai

bagaikan batu karang.

Hidupku bagai pohon yang berbuah lebat

yang tak pernah layu daunnya

Walau banyak rintangan seperti ombak menerjang

Apa saja yang kulakukan….PASTI BERHASIL

zwani.com myspace graphic comments

Penulis: jeniuscaraalkitab

Menjadi Alat di Tangan Tuhan untuk Mencetak Generasi Jenius bagi Kemuliaan Nama Tuhan