MATERI SEMINAR KELUARGA; MENJADI KELUARGA YANG BERTAHAN DALAM SUKA DAN DUKA


Hari ini kita belajar tentang keluarga daripada Amram.

Amram beristerikan Yokhebed.

Pasangan Amram dan Yokhebed memperanakkan Harun, Musa dan Miryam. Ketiganya adalah pemimpin Israel. ( Keluaran 6:27, Mikha 6:4)

Kita akan melihat bagaimana keluarga ini mengalami suka dan duka bersama sebagai keluarga yang percaya kepada Tuhan.

 

  1. TUHAN MEMAKAI KELUARGA

UNTUK MELAHIRKAN GENERASI PEMIMPIN

Daftar silsilah Keluarga Amram, baru muncul di Keluaran pasal 6, ketika membahas Silsilah Musa dan Harun, sebagai para pemimpin Israel, yang membawa orang Israel keluar dari Mesir.

Dari silsilah ini, hanya nama Lewi, Kehat, Amram saja yang ditulis umurnya, sedangkan pada tokoh lain tidak ditulis umurnya.

Kisah masa kecil Musa ditulis lebih awal di Keluaran pasal 2. Namun pada Keluaran pasal 2 tidak disebutkan nama Amram dan Yokhebed.

Apakah ini ada artinya?

Ada.

Artinya adalah; Keluarga Amram adalah keluarga dari suku Lewi, sebuah keluarga biasa, bukan keluarga terkenal, bukan siapa-siapa.

Namun setelah anak-anak Amram menjadi pemimpin Israel, yaitu Musa-Harun dan Miryam, silsilah mereka sebagai pemimpin muncul ke permukaan.

Tidak harus kita menjadi keluarga yang terkenal dan hebat dulu, baru kemudian Tuhan bisa pakai keluarga kita melahirkan generasi pemimpin! Sebaliknya Tuhan memakai keluarga-keluarga yang ‘biasa’ di mata manusia, untuk mempersiapkan sebuah generasi pemimpin di masa datang.

Dan yang unik di sini dalam silsilah kaum kerabat mereka ( Keluaran pasal 6), silsilah suku mereka, hanya garis yang menuju kepada Musa, Harun dan Miryam saja yang disebutkan umur-umur mereka, yaitu Lewi 137 tahun, Kehat bin Lewi 133 tahun, dan Amram bin Kehat bin Lewi 137 tahun, sedangkan tokoh-tokoh lainnya di daftar silsilah ini disebutkan nama tetapi tidak disebutkan umur-umur mereka.

Di sini kita lihat bahwa, tahun-tahun dimana GENERASI PEMIMPIN itu dipersiapkan dari generasi yang satu kepada generasi yang lain, itu dicatat, itu dihitung, itu digarisbawahi oleh TUHAN.

Bagaimana Tuhan mempersiapkan Pemimpin?

DARI SEBUAH KELUARGA.

 

  1. KELUARGA YANG BERTAHAN DALAM SUKA DAN DUKA ADALAH KELUARGA YANG MENGHADIRKAN YESUS SEBAGAI YANG UTAMA

UNTUK SUPAYA KELUARGA KITA

DAPAT MELEWATI BADAI BERSAMA DENGAN DIA

 

Musa lahir dan diselamatkan ( Keluaran 2:1-10)

2:1 Seorang laki-laki dari keluarga Lewi c  kawin dengan seorang perempuan Lewi; d  2:2 lalu mengandunglah ia dan melahirkan seorang anak laki-laki 1 .

 

Berapakah selisih usia Harun dan Musa? 3 tahun !!

( Bilangan 33:38, Bilangan 33:39, Ulangan 34:7, Keluaran 7:7)

 

Kelahiran Harun tidak pernah dikisahkan, kelahiran Miryam juga tidak pernah dikisahkan. Hanya kelahiran Musa yang dikisahkan sangat detail. Alkitab mencatat umur –umur Harun, namun umur-umur Miryam tidak pernah dicatat. Jadi kita tidak pernah tahu apakah Miryam lebih tua daripada Harun atau lebih muda.

 

Kelahiran Harun dan kelahiran Miryam ada pada masa yang bebeda dengan kelahiran  Musa. Karena ketika Musa lahir, telah bangkit seorang raja baru yang memerintah Mesir yang tidak mengenal Yusuf dan dia menindas bangsa Israel dan memerintahkan bidan-bidan yang menolong perempuan Ibrani untuk membunuh bayi laki-laki. Dan ketika bidan-bidan itu tidak melaksanakan perintah raja karena takut akan Allah, maka Firaun memberi perintah langsung kepada seluruh rakyatnya. Keluaran 1:8-22

 

Kita lihat di sini bahwa keluarga Amram telah mengalami dua era yang berbeda, yaitu ketika Mesir masih diperintah oleh raja yang lama, dan kemudian berganti dengan raja yang baru.

 

Ketika semula keadaannya aman-aman saja, dengan kemudian adanya perubahan-perubahan yang ekstrim.

  • Mereka ditindas dengan kerja paksa
  • Memahitkan hidup mereka dengan pekerjaan berat yaitu mengerjakan tanah liat dan batu bata, dan berbagai pekerjaan di padang yang dengan kejam dipaksakan
  • Pembantaian anak-anak bayi laki-laki dari orang Ibrani dengan melempar mereka ke sungai Nil

Setidaknya terjadi perubahan dalam 3 tahun ( jarak umur Harun dan Musa) atau bisa saja lebih dari 3 tahun, bilamana Miryam lebih tua daripada Harun) Bisa saja antara 3-5 tahun, terjadi perubahan drastis di Mesir, di negara tempat mereka tinggal.

 

Kita melihat bagaimana Keluarga Amram, harus menyesuaikan diri dengan perubahan ekstrim ini. Ada sebuah topan badai melanda keluarga ini, karena situasi politik yang terjadi di negara tempat mereka berpijak.

 

Mari kita renungkan, apakah keluarga kita tetap dapat bertahan, pada saat ada topan badai melanda. Apakah keluarga kita tetap dapat bergandengan erat, saat ada kesulitan datang. Apakah keluarga kita tetap dapat menjadikan Tuhan pusat dalam keluarga kita?

 

Undang Yesus sebagai TUHAN dalam pernikahan kana di hidup pernikahan keluarga kita, biarkan Dia hadir untuk mengatasi kehabisan anggur itu, biarkan Dia melakukan mujizatNya yang pertama, karena pernikahan adalah sesuatu yang penting di mataNya, di hatiNya. Waktu dan saat dari Bapa, tiba pertama kali adalah dalam sebuah pernikahan di Kana, yang tidak melewatkan untuk menjadikan Yesus tamu, sekaligus Tuan yang dituruti perintahNya, sehingga air untuk membasuh kaki pun dapat Dia ubah menjadi anggur yang lebih manis.

Situasi bisa seperti kehabisan anggur, tetapi selama Yesus ada dan bertahta, Dia dapat mengubahnya menjadi sebuah Mujizat di Kana.

 

Hanya dengan menghadirkan Yesus sebagai yang utama (jadi yang utama bukan pengantinnya, bukan hidangannya, bukan tarian atau musiknya, bukan pemimpin pesta, atau para pelayan, atau bahkan enam tempayan itu- tetapi haruslah Yesus yang menjadi yang terutama dalam sebuah keluarga) , barulah keluarga kita dapat melewati badai.

 

 

 

 

 

 

  1. KELUARGA YANG BERTAHAN DALAM SUKA DAN DUKA

 

ADALAH KARENA KELUARGA ITU PUNYA VISI ILAHI

 

PUNYA TUJUAN ILAHI DALAM KEHIDUPAN BERKELUARGA

 

 

Keluaran 2:2

Ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik, e 

disembunyikannya tiga bulan f  lamanya.

 

Perhatikan kata ‘ketika dilihatnya’

 

Yokhebed MELIHAT bayi Musa. Have Vision.

 

Menyembunyikan seorang bayi laki-laki pada masa genting seperti itu, bukan hal mudah. Pikirkan hal-hal sebagai berikut: bagaimana menjemur baju bayinya, bagaimana meredam suara tangisnya, bagaimana mengajari kakak Harun dan kakak Miryam supaya jangan bilang ke tetangga kalau aku punya adik lucu, bagaimana menyembunyikan bayi ini kalau ada tamu di rumah mereka.

 

Hanya ketika Yokhebed PUNYI VISI, bisa melihat bayi ini kelak Tuhan bisa pakai, bisa melihat bagaimana Tuhan menjadikan bayi ini sehat, elok, ‘cantik’, maka Yokhebed bisa punya seribu satu cara untuk menyelamatkan bayi ini, maka dia bisa punya keberanian yang berbeda dari orang-orang lain pada masa itu yang hanya bisa menyerah dengan situasi politik yang pahit buat bangsa mereka.

 

Apakah kita punya VISI dalam hidup keluarga kita, apakah kita dapat melihat dari kacamata Tuhan untuk melihat hari depan anak-anak kita kelak? Apakah kita dapat melihat dari cara pandang Tuhan untuk melihat bagaimana Tuhan sedang mempersiapkan mereka sekarang buat pemakaian Tuhan buat hidup mereka di masa datang?

 

VISI membuat kita berani, VISI membuat kita dapat menemukan seribu satu cara.

 

 

 

 

 

 

 

  1. KELUARGA YANG BISA BERTAHAN DALAM SUKA DAN DUKA

 

ADALAH KARENA ADA IMAN PADA ORANG TUA

 

Mari kita baca pada Ibrani 11:23

Karena iman maka Musa, setelah ia lahir, disembunyikan selama tiga bulan oleh orang tuanya, karena kerena mereka melihat, bahwa anak itu elok rupanya dan mereka tidak takut akan perintah raja

 

Melihat= untuk memastikan apa yang harus dilakukan tentang hal itu

 

Nama Amram dan Yokhebed memang tidak disebut dalam daftar pahlawan iman di Ibrani 11 ini, namun jelas kata ‘mereka’ menunjuk kepada keluarga ini, Amram dan Yokhebed sebagai orang tua daripada MUSA.

 

Iman membuat mereka tidak takut akan perintah raja. Sebagaimana Iman pada Ester membuat Ester berdoa, berpuasa dan tidak takut akan perintah raja, sebagaimana iman daripada Hanyanya Misael dan Azarya tidak takut akan hukuman api, sebagaimana Daniel tetap berdoa seperti yang biasa dilakukannya karena dia tidak takut akan hukuman dilemparkannya dirinya ke gua singa itu…..daftar ini bisa masih panjang.

 

 

  1. KELUARGA YANG BISA BERTAHAN DALAM SUKA DAN DUKA

 

ADALAH KELUARGA YANG MELETAKKAN DASAR IMAN

 

DALAM MENDIDIK DAN MENGAJAR ANAK-ANAKNYA

 

2:10 Ketika anak itu telah besar, dibawanyalah kepada puteri Firaun, yang mengangkatnya menjadi anaknya, dan menamainya l  Musa, sebab katanya: “Karena aku telah menariknya m  dari air.”

 

Diangkat anak menjadi Putri Firaun tidak membuat pada akhirnya hati Musa menjadi MESIR.

 

Ada iman yang diturunkan oleh Amram dan Yokhebed dalam masa hamil sampai masa menyusui, sampai anak ini siap pindah ke istana Firaun.

 

Iman.

 

Iman bisa diturunkan; dari Louis ke Eunike kepada Timotius, karena iman itu timbul dari pendengaran akan firman Kristus. Ketika Louis memperkatakan kalimat iman pada Eunike, maka Eunike bertumbuh menjadi anak yang beriman, ketika Eunike menjadi seorang ibu beriman, kata-kata imannya didengar oleh Timotius, sehingga Timotius bertumbuh menjadi seorang pemuda yang beriman.\

 

Amram beriman, Yokhebed beriman, tak heran ketiga orang anak mereka dipakai Tuhan menjadi pemimpin atas umatNya Israel.

Karena lewat keluarga, salah satunya, iman itu diturunkan dari perkataan-perkataan orang tua yang penuh iman.

 

 

Ibrani 11: 24-29

11:24 Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun, y  11:25 karena ia lebih suka menderita sengsara z  dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa 9 11:26 Ia menganggap penghinaan a  karena Kristus b  sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah. c  11:27 Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir d  dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan. 11:28 Karena iman maka ia mengadakan Paskah dan pemercikan darah, supaya pembinasa e  anak-anak sulung jangan menyentuh mereka. f  11:29 Karena iman maka mereka telah melintasi Laut Merah sama seperti melintasi tanah kering, sedangkan orang-orang Mesir tenggelam, g  ketika mereka mencobanya juga.

 

  • Menolak disebut puteri Firaun; meletakkan identitas yang jelas akan kebangsaan Musa yang sebenarnya, pada masa ASI

 

  • Lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah; meletakkan perspektif yang benar tentang apa itu penderitaan dan apa itu kesenangan dari dosa

 

  • Pandangannya dia arahkan kepada upah surgawi; meletakkan VISI yang benar dalam pengejaran nilai nilai kehidupan.

 

  • Meninggalkan Mesir dan bertahan; meletakkan suatu persiapan menghadapi situasi yang akan datang apabila diperhadapkan pada mempertahankan iman percaya pada Allah Israel, bukan ikut-ikutan jadi penyembah berhala-berhala Mesir

 

  • Mengadakan paskah dan pemercikan darah; meletakkan dasar untuk TAAT kepada perintah Tuhan

 

  • Melintasi laut merah sementara orang Mesir tenggelam; meletakkan dasar untuk percaya bahwa Tuhan pasti hadir dan menolong bahkan dengan cara-cara yang spektakuler , sebagaimana saat bayinya dulu, dengan cara ajaib dia justru selamat dari upaya pembantaian massal.

 

 

  1. KELUARGA YANG BISA BERTAHAN DALAM SUKA DAN DUKA

 

ADALAH KARENA ADA DOA-DOA YANG DINAIKKAN

 

UNTUK SETIAP ANGGOTA KELUARGA

 

Keluaran 2:3 Tetapi ia tidak dapat menyembunyikannya lebih lama lagi, sebab itu diambilnya sebuah peti pandan, g  dipakalnya dengan gala-gala dan ter, h  diletakkannya bayi itu di dalamnya dan ditaruhnya peti itu di tengah-tengah teberau i  di tepi sungai Nil;

 

Ide yang ‘agak gila’. Setelah mati-matian menyembunyikan selama 3 bulan, kini justru mengeluarkan bayi ini dari rumah aman mereka, dari persembunyian mereka, dari rahasia yang selama 3 bulan ditutup rapat-rapat. Bahwa ini bayi Ibrani, bahwa ini anak ke tiga, dan bahwa ini adalah bayi laki-laki walaupun tampaknya dia ‘cantik’/ elok/ beautiful.

 

Walaupun sebenarnya bisa beberapa kemungkinan diambil; misalnya;

  • Membesarkannya sebagai anak perempuan; misalnya dipakaikan rok, dll ( ini melanggar kodrat ilahi- karena Musa dilahirkan sebagai seorang bayi laki-laki)
  • Menitipkannya pada orang Mesir yang baik hati, sebuah keluarga Mesir ( sebagaimana bidan bidan Mesir itu kan baik hati pada orang Israel)
  • Membiarkannya ketahuan dan pada akhirnya bayi itu akan dibunuh orang Mesir dengan dilemparkan ke sungai Nil.
  • Menerima resiko hukuman atas seluruh keluarga karena melanggar aturan orang Mesir

 

Atau mengikuti cara TUHAN, yaitu melepaskannya dengan selamat dengan menyertainya dengan doa dari kejauhan. Walaupun ada banyak resiko seperti misalnya buaya, ditemu oleh orang jahat, dibunuh, atau …bisa saja terjadi mujizat yang tidak pernah bisa diduga-duga.

 

 

Keluaran 2:3 Tetapi ia tidak dapat menyembunyikannya lebih lama lagi, sebab itu diambilnya sebuah peti pandan, g  dipakalnya dengan gala-gala dan ter, h  diletakkannya bayi itu di dalamnya dan ditaruhnya peti itu di tengah-tengah teberau i  di tepi sungai Nil;

 

Ketika membaca ayat ini, saya membayangkan peti pandan itu sebagai DOA KELUARGA AMRAM

Saya membayangkan gala-gala dan ter itu sebagai DOA KELUARGA AMRAM, bahkan tengah-tengah teberau di tepi sungai Nil juga adalah sebagai DOA KELUARGA AMRAM

 

Memang mereka meletakkannya pada peti, melindungi kebocoran peti itu dengan gala-gala dan terk, dan  meletakkan peti itu di sungai Nil, tetapi semuanya itu mereka lakukan dengan DOA.

 

Doa yang menjadi pelindung bayi Musa. Doa yang menjadi selimut bayi Musa. Doa yang tidak dapat dibatasi oleh kecilnya peti itu, tidak dapat dibatasi oleh ada kemungkinannya berkeliarannya buaya di sungai itu, doa yang tidak bisa dibatasi oleh keadaan politik di zaman itu, doa yang tidak dapat dibatasi oleh jenis kelamin bayi mereka, dan doa yang tidak dapat dibatasi oleh kemustahilan.

 

Doa seorang ibu

Doa seorang ayah

Doa seorang kakak

 

Buat si adik mungil Musa.

 

Keluaran 2:3 Tetapi ia tidak dapat menyembunyikannya lebih lama lagi,…

 

Tetapi DOA dapat memperpanjang usia anak ini

Tetapi DOA dapat berujung pada keselamatan anak ini

Tetapi DOA dapat menjadi suatu harapan untuk suatu mujizat terjadi pada anak ini.

 

Memang tidak ditulis pada Keluaran pasal 2 sebuah kata ‘doa’ satu kali pun. Tetapi saya melihat bahwasannya keluarga dari suku LEWI ini, melepaskan bayi Musa ini dengan doa-doa dan doa. Bisa kita simak penegasan kata LEWI ini ditulis sampai dua kali di ayat 1 dari Keluaran pasal  2 ini. Walaupun secara silsilah yang sangat jelas Lewinya itu memperanakkan siapa, lalu siapa, dst baru bisa nanti kita baca di pasal 6 dari Kitab Keluaran ini.

 

Lewi dilahirkan dari kerinduan Lea, untuk lebih erat, sebuah keintiman yang lebih dalam lagi dengan suaminya.

 

Mengandung pulalah ia, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, maka ia berkata: “Sekali ini suamiku akan lebih erat kepadaku, x  karena aku telah melahirkan tiga anak laki-laki baginya.” Itulah sebabnya ia menamai anak itu Lewi. y 

Kejadian 29:34

 

Arti kata LEWI adalah joined to

 

Amram dan Yokhebed dari suku LEWI, sebuah kerinduan untuk keintiman yang lebih dalam lagi.

 

Pada akhirnya Lewi menjadi suku yang spesial, menjadi keturunan para Imam, yang menyelenggarakan ibadah di rumah Tuhan.

 

Tuhan ingin keluarga kita adalah keluarga yang berdoa

 

Doa menembus batas waktu

Doa menembus batas ruang

Doa menembus batas kemustahilan

Doa mengetuk pintu surga

 

 

  1. KELUARGA YANG BISA BERTAHAN DALAM SUKA DAN DUKA

ADALAH KELUARGA YANG SALING MENOPANG

 

 

2:4 kakaknya perempuan j  berdiri di tempat yang agak jauh untuk melihat, apakah yang akan terjadi dengan dia.

2:5 Maka datanglah puteri Firaun untuk mandi di sungai Nil,

sedang dayang-dayangnya berjalan-jalan di tepi k  sungai Nil,

lalu terlihatlah olehnya peti yang di tengah-tengah teberau itu,

maka disuruhnya hambanya perempuan untuk mengambilnya.

2:6 Ketika dibukanya, dilihatnya bayi itu,

dan tampaklah anak itu menangis,

sehingga belas kasihanlah ia kepadanya dan berkata:

“Tentulah ini bayi orang Ibrani 2 .”

2:7 Lalu bertanyalah kakak anak itu kepada puteri Firaun:

“Akan kupanggilkah bagi tuan puteri seorang inang penyusu

dari perempuan Ibrani untuk menyusukan bayi itu

bagi tuan puteri?”

2:8 Sahut puteri Firaun kepadanya: “Baiklah.”

 

Kakak Miryam menolong bayi Musa. Dia tahu mengawasi, tahu membaca situasi dan cerdas memberikan situasi, tahu menjaga rahasia yang tidak perlu diceritakan, lancar berbicara, berani berbicara terhadap keluarga kerajaan Mesir, dan paham sekali atas semua resiko yang bisa saja terjadi bila rahasia keluarganya terbongkar oleh ekspresinya yang berlebihan. Jadi kemungkinan besar Miryam juga jaga mimik mukanya tetap datar, tidak menunjukkan bahwa dia senang kalau adiknya selamat, dan tidak menunjukkan bahwa inang penyusu yang akan dia panggilkan adalah ibunya sendiri dan adik bayi ini adalah adiknya sendiri.

 

Saya memprediksi, mungkin saja dengan kemampuan tersebut, Miryam adalah kakak tertua, lebih tua daripada Harun.

 

Papa Amram dan Ibu Yokhebed berdoa, tetapi Kakak Miryam berjaga.

 

Bisa jadi Bapak Amram dan Ibu Yokhebed mengajak kakak Harun ikut berdoa di rumah. Harun terlalu kecil untuk berbuat sesuatu dan juga Bapak Amram dan Ibu Yokhebed terlalu mencolok untuk mengamati bayi Musa dari kejauhan.

 

Sampai rumah mereka kepulangan Kakak Miryam dan memberi tahu “Mama dipanggil ke istana, karena Putri Firaun setuju untuk mama menyusui adik kita …!!”

Mungkin seisi rumah ingin bersorak kegirangan, tetapi ditahan, yang bisa mereka lakukan hanyalah bersyukur pada Tuhan, karena situasi politik bisa saja disebut sedang runyam, dan kelahiran adik bayi mereka bisa saja lahir di waktu yang dianggap salah, tetapi TUHAN ISRAEL tidak pernah kekurangan  cara untuk menjawab doa dan iman anak-anak-Nya, yang bisa melihat VISI-Nya, yang bisa menangkap isi hati-Nya, bahwa harus dilahirkan pemimpin dari generasi yang dikehendaki untuk ditumpas ini. Harus bangkit pemimpin atas bangsa ini.

 

  1. KELUARGA YANG BISA BERTAHAN DALAM SUKA DAN DUKA

 

ADALAH KELUARGA YANG MAU MELEPAS

 

APA YANG TUHAN INGIN KITA LEPASKAN

 

 

Lalu pergilah gadis itu memanggil ibu bayi itu. 2:9 Maka berkatalah puteri Firaun kepada ibu itu: “Bawalah bayi ini dan susukanlah dia bagiku, maka aku akan memberi upah kepadamu.” Kemudian perempuan itu mengambil bayi itu dan menyusuinya.

 

Ketika Keluarga Amram melepas bayi itu karena sudah tidak ada cara untuk mempertahankan dia dibesarkan secara rahasia, justru Tuhan mengembalikan bayi Musa ke pangkuan mereka secara legal/sah/ tidak dihantui ketakutan lagi untuk upaya pembunuhan, karena anak ini adalah anak angkat Putri Firaun.

 

Besar kemungkinan Musa baru diberi nama setelah ditemukan oleh Putri Firaun, sehingga sampai usia 3 bulan, bisa saja Musa tidak diberi nama. Karena pemberian nama juga mengandung resiko mana tahu Miryam atau Harun keceplosan/ kelepasan kata untuk menyebut nama adik mereka yang jelas-jelas beda antara nama anak laki laki dan perempuan.

Melepaskan hak untuk memberi nama bayi itu, justru menjadi jalan untuk mereka mendapatkan lagi bayi itu sudah dengan namanya, yang ternyata nama netral, tidak berbau nama ala-ala dewa dewa Mesir.

 

Ada banyak hal yang Tuhan inginkan kita lepaskan dalam keluarga kita, sebagai contoh:

  • Ibunya Timotius melepas Timotius pergi bermisi bersama dengan Rasul Paulus, dan dijadikan anak rohaninya- keterpisahan tempat terkadang Tuhan pakai untuk membawa anggota keluarga kita naik ke level yang lebih tinggi.
  • Yakub melepas Benyamin untuk dibawa ke Mesir saat anak-anaknya harus kembali membeli gandum untuk ke dua kalinya- keterpisahan jarak terkadang Tuhan pakai untuk jalan adanya sebuah pemulihan. Dengan hadirnya Benyamin, justru menjadi jalan pemulihan keluarga besar Yakub di tanah Mesir.
  • Keluarga Ribkah harus merelakan Ribkah pergi – keterpisahan karena anak kita yang menikah dan meninggalkan rumah
  • Ester menjadi yatim piatu sejak kecil karena kematian orang tuanya- keterpisahan karena kematian
  • Daniel dan kawan-kawan sejak muda harus terpisah dari orang tua mereka untu mereka menjadi orang buangan di negeri Babel- sebuah keterpisahan yang Tuhan ijinkan untuk keluarga kita bisa menjadi berkat di tempat lain
  • Yusuf dijual oleh kakak-kakaknya dan berada di Mesir sebagai budak dan hidup sengsara- sebuah keterpisahan yang traumatik yang Tuhan ijinkan ( walaupun pada akhirnya Yusuf sembuh dari trauma tersebut- kita bisa tahu Yusuf trauma adalah dari bagaimana caranya memberi nama pada anak-anaknya) karena Tuhan ingin memakai kita jadi saluran berkat lewat pembentukanNya dalam hidup kita.
  • Naomi melepaskan Moabnya dan pulang kembali ke Betlehem- perpindahan tempat terkadang Tuhan ijinkan untuk sebuah rencana agung daripadaNya.
  • Boaz melepaskan ‘namanya ditegakkan’ atas tanah yang dibelinya dari keluarga Naomi, karena dengan itu dia harus menegakkan nama suami Rut yang sudah meninggal. Tetapi dengan cara ini justru Boaz namanya masuk dalam silsilah Yesus Kristus tanpa dia sadari.
  • Abraham memboyong keluarganya yang sudah nyaman di UR KASDIM menjadi keluarga yang berkelana karena itulah yang jadi maunya TUHAN

 

 

…………………dan ini bisa masih panjang. Tetapi yang saya maksud sesuatu yang dilepaskan itu TIDAK TERMASUK MELEPASKAN PASANGAN, DAN BERPISAH KOTA DENGAN PASANGAN.

Kita teladani Filipus, dia justru mendatangkan keluarganya untuk tinggal satu kota dan melayani Tuhan bersama-sama

FILIPUS DI KAISAREA ( KIS. 8:40) SELANG BEBERAPA PASAL SAMPAI PADA KIS.21:8 FILIPUS DI KAISAREA SUDAH TINGGAL DI SEBUAH RUMAH DAN DIKATAKAN ADA 4 ORANG ANAK DARA. FILIPUS MEMBOYONG KELUARGANYA DARI YERUSALEM KE KAISAREA. SEORANG SUAMI DAN AYAH YANG SELALU INGIN KEUTUHAN KELUARGA SEBAGAI HAL YANG LAYAK DIPERJUANGKAN.

 

Lepaskan sesuatu yang Tuhan maui bukan berarti membiarkan keluarga kita terpecah-pecah dan porak poranda, melainkan ada musim-musim di keluarga kita dimana Tuhan merindukan untuk kita melepaskan hak kita, melepaskan apa yang kita genggam erat, untuk mengijinkan proses Tuhan berjalan buat keluarga kita. Tentu semuanya harus dengan doa.

 

Misalnya melepas anak kita untuk menikah dengan orang tidak seiman, kita tidak memberi nasihat kepada mereka, ITU SALAH, itu bukan yang saya maksudkan.

 

  1. KELUARGA YANG BERTAHAN DALAM SUKA DAN DUKA

ADALAH KELUARGA YANG MAU MENERIMA KEMBALI

 

Bilangan 12

12:15 Jadi dikucilkanlah Miryam ke luar tempat perkemahan d  tujuh hari e  lamanya, dan bangsa itu tidak berangkat sebelum Miryam diterima kembali. 12:16 Kemudian berangkatlah mereka dari Hazerot f  dan berkemah di padang gurun Paran. g 

 

Bangsa itu tidak berangkat sebelum Miryam diterima kembali. Musa melepaskan pengampunan dari hatinya yang penuh kerendahan hati. Dikata-katai tentu tidak enak, tetapi Musa mau melepaskan pengampunan buat kakaknya Miryam dan juga Harun.

 

  • KELUARGA YANG BERTAHAN DALAM SUKA DAN DUKA

ADALAH KELUARGA YANG BERANI MENEGUR KESALAHAN

 

Keluaran  32:21 Lalu berkatalah Musa kepada Harun: “Apakah yang dilakukan bangsa ini kepadamu, sehingga engkau mendatangkan dosa yang sebesar itu kepada mereka?”

 

Musa adalah adik, tetapi dia adalah pemimpin, Musa tidak segan segan menegur Harun kakaknya, ketika Harun berbuat sebuah kesalahan fatal.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s