112. BERGERAK DALAM KESATUAN


Sedianya materi ini akan disampaikan nanti malam dalam ibadah wanita di GPT PETRA KENDARI

akan tetapi, saya berharap materi ini juga bisa kita sampaikan ke anak muda, ke youth, remaja, pra remaja, kelas besar.

Silahkan mempergunakan semua materi diskusi kelompok berikut ini, dengan rundown sbb:

Pembukaan ( gunakan power point ) 20 menit ( sudah termasuk doa pembuka)

Diskusi kelompok 30 menit

Presentasi 4 kelompok X 5 menit = 20 menit

Doa Penutup 1 menit

BERGERAK DALAM KESATUAN

EMPAT ORANG KUSTA

LIMA SEKAWAN

MENARA BABEL

YONATAN DAN BUJANGNYA

dan ada Koran berisi ayat ayat terkait yang bisa dipilih oleh kelompok, mana dari ayat ayat tersebut yang sesuai dengan bahasan mereka

KORAN BERGERAK DALAM KESATUAN

Bacaan guru sbb:

BERGERAK DALAM KESATUAN

UNITY

Kita menggunakan kita Amos pasal 3 ayat 3-5 sebagai landasan menjelaskan UNITY dalam apa kata Alkitab tentang kesatuan

AMOS

3:3 Berjalankah dua orang bersama-sama 3 , jika mereka belum berjanji? 3:4 Mengaumkah o  seekor singa di hutan, apabila tidak mendapat mangsa? p  Bersuarakah singa muda dari sarangnya, jika belum menangkap q  apa-apa? 3:5 Jatuhkah seekor burung ke dalam perangkap di tanah, apabila tidak ada jerat terhadapnya? Membingkaskah perangkap dari tanah, jika tidak ditangkapnya sesuatu?

 

Mengapa pasangan suami isteri bisa berjalan bersama-sama padahal mereka memiliki perbedaan yang sangat tajam?

Karena mereka diikat dalam perjanjian nikah.

Ketika ada badai menghadang, perjanjian nikah yang membuat mereka tetap kokoh satu sama lain.

Yang ke dua, belajar dari bagaimana Singa menggunakan UNITY dalam konsep komunitas untuk mencari mangsa.

Singa aja yang raja hutan, tetap membutuhkan UNITY untuk menjangkau/memburu sasaran/mangsanya.

Semua UNITY pada akhirnya adalah dengan tujuan mengejar mangsa. Apa yang jadi mangsa kita?

‘Mangsa’ bisa berupa: VISI, SASARAN, TUJUAN, PENCAPAIAN, TARGET, dll

Yang ke tiga adalah belajar dari jaring penangkap burung, unity artinya berjejaring dengan tujuan menjerat mangsa.

 

Berikut ARTIKEL tentang bagaimana SINGA berburu mangsa dalam UNITY

 

http://sda-forum.org/threads/singa-yang-mengaum.18/

Saya masih ingat ketika sedang berbaring di tempat tidur pada malam hari saat saya masih muda, mendengarkan auman singa di luar rumah kami. Orangtua saya adalah misionaris di Etiopia. Ayah melayani di rumah sakit di Gimbie, jauh di pedalaman, di mana pada akhir 1940-an, kadang-kadang masih bisa mendengar auman singa di malam hari.

Auman biasanya dimulai dengan suara dengkuran berat, yang kemudian nada dan kenyaringanya meninggi. Berulang-ulang auman itu terdengar di udara malam, memberitahukan bahwa singa jantan itu berkeliaran mencari mangsa atau sedang mempertahankan wilayahnya. Auman itu keras dan bisa terbawa hingga tiga sampai enam mil, tergantung pada hembusan angin malam. Karena pendengaran singa jauh lebih baik daripada pendengaran kita, maka auman adalah cara yang baik bagi singa jantan maupun betina untuk berkomunikasi satu sama lain dalam jarak yang jauh.

Singa adalah kucing terbesar kedua, yang melebihi ukurannya hanyala harimau. Hewan ini sangat bersosial, hidup dalam kelompok yang disebut pride. Dari mobil yang aman, saya dapat memerhatikan sekelompok singa yang tidur di bawah naungan pohon berduri. Kalau beruntung, kami dapat melihat mereka saling menjilati satu sama lain atau saling menggosok kepala satu sama lain. Jika Anda memiliki kucing rumah, kucing Anda pasti pernah menggosokkan kepala nya kepada Anda juga.

Singa adalah pemburu terampil. Betina biasanya lebih banyak berburu dibandingkan jantan karena betina cenderung menjadi pemasok makanan untuk kelompok itu. Meskipun biasanya singa berburu secara sendirian, kelompok betina bisa saja pergi keluar bersama pada malam hari untuk mencari mangsa. Ketika singa-singa menemukan sebuah kijang atau rusa atau zebra, singa-singa ini akan berpisah dan membuat jebakan. Dengan licik, dengan bekerjasama, dengan auman, singa-singa akan membuat mangsa panik berhamburan ke mulut anggota kelompok yang diam-diam sudah menunggu.

 

https://proudtobeyours.wordpress.com/2013/11/07/singa-singa-yehuda-yesus-kristus

 

  1. Nahum 2 : 11-12 ‘ Di mana gerangan persembunyian singa dan gua singa-singa muda, tempat singa pulang pergi, tempat anak singa, di mana tidak ada yang mengganggunya ? Biasanya singa itu menerkam supaya cukup makan anak-anaknya, mencekik mangsa bagi betina-betinanya, dan memenuhi liangnya dengan terkaman.4.     Nahum 2 : 11-12 ‘ Di mana gerangan persembunyian singa dan gua singa-singa muda,

Nature-nya singa : bergerak dalam suatu komunitas

Singa itu binatang yang bersifat family.

Bila berburu mangsa, yang lari terlebih dahulu adalah singa-singa betina, lalu yang meng-eksekusi mangsa adalah singa jantan, lalu buruan dibawa ke anak-anaknya, dan singa jantan tersebut membagi-bagi buruan untuk makanan keluarganya.

Singa bergerak dalam suatu komunitas, tahu me-manage sesuai bagiannya masing-masing dalam kelompok (komunitas) tersebut. Setiap kelompok punya bagian-bagian yang luar biasa.

Bila ada singa yang terlepas / keluar dari kelompoknya, itu adalah singa-singa yang kalah (loser).

Anak singa juga diajari cara berburu.

Singa bila berburu akan berkelompok, lalu buruan disantap bersama-sama.

 

 

http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/03/teknologi-bantu-ungkap-rahasia-berburu-singa-jantan

Teknologi Bantu Ungkap Rahasia Berburu Singa Jantan

Jika singa betina berburu secara berkelompok, singa jantan lebih suka berburu secara individu, di malam hari, di kawasan bervegetasi lebat

yaay

Sudah sejak lama kita meyakini bahwa singa jantan bergantung pada para betina dalam urusan berburu mangsa. Namun dari bukti-bukti terbaru, diketahui bahwa singa jantan sebenarnya merupakan pemburu yang sangat sukses. Bukti-bukti ini dipaparkan dalam sebuah laporan yang dipublikasikan di Animal Behavior.

Dalam berburu mangsa, singa betina diketahui mengandalkan strategi kerja sama. Tetapi, dari beberapa studi terdahulu, diketahui singa jantan juga mampu berburu berkelompok seperti para betina. Namun, kemungkinan para singa jantan berburu beramai-ramai sangatlah kecil. Lalu, yang jadi pertanyaan, bagaimana cara berburu para singa jantan?

Menurut Scott Loarie, Greg Asner dari Carnegie Mellon University, Amerika Serikat, dan Craig Tambling, peneliti dari University of Pretoria, Afrika Selatan, dalam berburu, singa jantan memanfaatkan lebatnya vegetasi di kawasan padang rumput. Kondisi ini cocok untuk strategi penyergapan yang mereka gunakan saat berburu di Afrika.

Awalnya, memastikan bahwa singa jantan berburu dengan memanfaatkan lebatnya rerumputan di kawasan sabana sangat sulit diketahui. Pasalnya, studi untuk mempelajari itu sangatlah sulit dilakukan dan sangat berbahaya. Tetapi, menggunakan kombinasi berbagai teknologi mutakhir membuat kesulitan bisa teratasi.

Pertama, para peneliti membuat peta tiga dimensi dari vegetasi di kawasan sabana menggunakan laser yang menyapu seluruh dataran Afrika. Mereka melakukannya menggunakan pemindah Light Detection and Ranging (LiDAR) yang dipasang di pesawat Carnegie Airborne Observatory (CAO).

Kemudian, peta habitat tiga dimensi ini dikombinasikan dengan data GPS terkait interaksi antara predator dan mangsa dari kawanan yang terdiri dari tujuh ekor singa di Kruger National Park, Afrika Selatan. Dari data tersebut, mereka menghitung jumlah di mana singa-singa menangkap mangsa dan di mana para singa beristirahat.

Singa (Panthera leo) jantan Afrika. (Thinkstockphoto)

Hasilnya, singa betina berburu dan beristirahat di kawasan sabana yang tersembunyi, namun dengan sudut pandang luas. Sedangkan singa jantan, berburu pada malam hari di kawasan yang bervegetasi lebat.

Kawasan ini merupakan kawasan di mana para mangsa sangat mudah diserang dan juga merupakan kondisi yang sangat jarang dieksplorasi oleh para peneliti.

Studi ini membuktikan bahwa menyergap mangsa dari balik pepohonan atau semak belukar di malam hari sangat berkaitan dengan keberhasilan berburu di kalangan singa jantan. Meski mereka tidak banyak melakukan strategi kerja sama seperti para singa betina di kawasan padang rumput yang terbuka.

“Dengan mengaitkan perilaku berburu singa jantan dengan kawasan bervegetasi lebat, studi ini mengindikasikan bahwa perubahan pada struktur pepohonan sangat berpotensi mengganggu keseimbangan antara predator dan mangsanya,” kata Loarie.

Dalam laporannya, para peneliti menegaskan, temuan ini memang masih harus dikonfirmasikan lewat sejumlah studi lain di seluruh kawasan sabana Afrika. Tetapi, hasil ini bisa memiliki implikasi yang sangat besar pada pengelolaan taman nasional yang seringkali melakukan perubahan vegetasi.

“Berhubung mamalia besar semakin terbatasi di kawasan terlindungi, memahami bagaimana menjaga habitat mereka dan mendukung perilaku alami mereka sangatlah penting untuk dijadikan prioritas dalam konservasi,” kata Asner.

Studi yang dilakukan kali ini juga menegaskan pentingnya peran pengukuran berbasis peralatan teknologi tinggi untuk melakukan riset yang belum pernah dimungkinkan sebelumnya di kawasan geografis yang kompleks dan berbahaya.

Pencitraan tiga dimensi dari habitat ekologi oleh CAO, beserta pelacakan lewat GPS terhadap spesies-spesies yang ada di habitat tersebut telah membuka cara baru untuk memahami bagaimana spesies berinteraksi satu sama lain di seluruh lingkungan alami mereka. Ini tidak akan bisa dilakukan tanpa pemanfaatan teknologi mutakhir.

(Abiyu Pradipa. Sumber: Phys.Org)

 

Ada 4 kelompok yang akan membahas :

  • Menara Babel
  • Yonatan dan Bujangnya
  • Empat Orang Kusta
  • Lima Sekawan

Berikut adalah artikel-artikel dan pembahasan yang bisa dibaca untuk bisa mengarahkan diskusi kelompok bila mana jawaban mereka kurang mengena kepada sasaran diskusi ini.

 

MENARA BABEL

Diteliti oleh; Grace Sumilat

KETURUNAN YAFET, BANGSA DAERAH PESISIR, TANAH SENDIRI, BAHASA SENDIRI, KAUM DAN BANGSA SENDIRI


Kej
 10:5
Dari mereka inilah berpencar bangsa-bangsa daerah pesisir. Itulah keturunan Yafet, masing-masing di tanahnya, dengan bahasanya o  sendiri, menurut kaum dan bangsa mereka.

 

KETURUNAN HAM, KAUM SENDIRI, BAHASA SENDIRI, TANAH SENDIRI, BANGSA SENDIRI


Kej
 10:20
Itulah keturunan Ham menurut kaum mereka, menurut bahasa mereka, menurut tanah mereka, menurut bangsa mereka.

 

KETURUNAN SEM, KAUM MEREKA SENDIRI, BAHASA MEREKA SENDIRI, TANAH MEREKA SENDIRI, BANGSA MEREKA SENDIRI


Kej
 10:31
Itulah keturunan Sem, menurut kaum mereka, menurut bahasa mereka, menurut tanah mereka, menurut bangsa mereka.

 

(0.06) Kej 10:32 Itulah segala kaum anak-anak i  Nuh menurut keturunan mereka, menurut bangsa mereka. Dan dari mereka itulah berpencar bangsa-bangsa di bumi j  setelah air bah itu.

 

Perhatikan bahwa sebelum kejadian pasal 11, keturuanan NUH, baik keturunan Sem, Ham dan Yafet, semuanya memiliki tanah sendiri, bahasa dan bangsa sendiri.

Artinya di seluruh bumi terdiri dari negara-negara, karena unsur-unsur negara sudah ada; wilayah/tanah, bangsa/ penduduk, bahasa/ alat komunikasi.

Dicatat NIMROD sebagai orang yang berkuasa pertama kali sebagai RAJA dan mendirikan KERAJAAN

Kej 10:8 Kush memperanakkan Nimrod; x  dialah yang mula-mula sekali orang yang berkuasa di bumi;

 

(0.54) Kej 10:10 Mula-mula kerajaannya terdiri dari Babel, a  Erekh, b  dan Akad, c  semuanya di tanah Sinear. d 

Di kejadian 10:10 inilah pertama kali muncul kata KERAJAAN.

Perhatikan bahwa kata keraaan pertama kali muncul di TANAH SINEAR

Namun masuk kepada Kejadian pasal 11, terjadi perubahan.

 

Kejadian 11: 1-9

Menara Babel

11:1 Adapun seluruh bumi, satu bahasanya k  dan satu logatnya. 11:2 Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear 1 , l  lalu menetaplah mereka di sana. 11:3 Mereka berkata seorang kepada yang lain: “Marilah kita membuat batu bata m  dan membakarnya baik-baik.” Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu n  dan ter o  gala-gala sebagai tanah liat. 11:4 Juga kata mereka: “Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, p  dan marilah kita cari nama 2 , q  supaya kita jangan terserak r  ke seluruh bumi.s ” 11:5 Lalu turunlah t  TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu, 11:6 dan Ia berfirman: “Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa u  untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. 11:7 Baiklah Kita v  turunw  dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing. x ” 11:8Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, y  dan mereka berhenti mendirikan kota itu. 11:9 Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, z  karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa a  seluruh bumi b  dan dari situlah mereka diserakkan c  TUHAN ke seluruh bumi.

 

Full Life : TANAH DATAR DI … SINEAR.

Nas : Kej 11:2

Sinear adalah nama yang dipakai PL untuk wilayah Sumer kuno dan kemudian Babilon atau Mesopotamia.

2  Full Life : MARILAH KITA DIRIKAN … MARILAH KITA CARI NAMA

Nas : Kej 11:4

(versi Inggris NIV — supaya kita mendapat nama). Dosa umat di wilayah Sinear ialah keinginan untuk menguasai dunia dan nasib mereka terlepas dari Allah melalui kesatuan organisatoris, kuasa, dan keberhasilan besar yang berpusatkan manusia. Tujuan ini berlandaskan kesombongan dan pemberontakan terhadap Allah. Allah membinasakan usaha ini dengan memperbanyak bahasa sehingga mereka tidak bisa berkomunikasi satu dengan yang lain (ayat Kej 11:7). Peristiwa ini menjelaskan keanekaragaman bangsa dan bahasa di dunia. Pada saat itu, umat manusia berbalik dari Allah kepada berhala, sihir, dan nujum (bd. Yes 47:12;

lihat cat. –> Kel 22:18;

lihat cat. –> Ul 18:10).

[atau ref. Kel 22:18Ul 18:10]

Keadaan rohani manusia digambarkan dalam Rom 1:21-28. Akibatnya, Allah menyerahkan mereka kepada nafsu-nafsu dosa di dalam hati mereka sendiri (Rom 1:24,26,28), dan Ia berpaling kepada Abram untuk memulai jalan keselamatan bagi umat manusia

(lihat cat. –> Kej 11:31).

[atau ref. Kej 11:31]

3  Full Life : UR-KASDIM.

Nas : Kej 11:28

Kota kuno ini terletak sekitar 160 km di tenggara Babilon dekat Sungai Efrat di kawasan yang dewasa ini dikenal dengan nama Irak. Dewa bulan “Sin” merupakan dewa tertinggi kota ini.

4  Full Life : ABRAM, ANAKNYA.

Nas : Kej 11:31

Dengan ayat Kej 11:27 Alkitab memulai sejarah dari satu keluarga yang dipilih Allah untuk membawa penebusan kepada umat manusia. Kepala keluarga tersebut adalah Abram (kemudian diubah menjadi Abraham, lih. Kej 17:5), yang hidup sekitar tahun 2100 SM. Dalam Kis 7:2-3, Stefanus menyatakan bahwa Allah pertama kali menyatakan diri kepada Abram di tanah Kasdim sebelum tinggal di Haran (bd. Kej 15:7Neh 9:7). Panggilan Allah kepada Abram mungkin merupakan faktor pendorong yang membuat ayahnya Terah pindah ke Haran

(lihat art. PANGGILAN ABRAHAM).

Abram, nenek moyang bangsa Yahudi, adalah keturunan Sem (Kej 11:10)

 

 

 

Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya.

Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur menjumpai tanah datar di tanah SINEAR, lalu menetaplah mereka di sana.

Rupanya , ada kemungkinan NIMROD ini menjadi penguasa yang mana kerajaannya berhasil mempersatukan bangsa-bangsa pada saat itu, baik bangsa-bangsa keturunan SEM, keturunan HAM maupun keturunan YAFET. Atau lebih tepatnya, NIMROD berhasil mempersatukan atau mungkin lebih tepat disebut sebagai menaklukkan.

Dengan cara apa NIMROD menaklukkan bangsa-bangsa pada saat itu?

Dengan kemampuannya berburu yang handal ( Kejadian 10: 9). Apa hubungannya?

Yach..NIMROD berhasil menguasai persediaan makanan pada zaman itu, melalui perburuan binatang.

Tadinya setidaknya ada 3 bahasa, yaitu bahasa dari keturunan Sem, berbeda dengan bahasa dari keturunan Ham dan berbeda pula dengan bahasa dari keturunan Yafet.

Tuhan menyuruh mereka terserak, tetapi NIMROD memberontak pada Tuhan, dan justru punya VISI menyatu/ sentralisasi.

Tuhan menginginkan desentralisasi/ penuhilah bumi, beranak cuculah dan penuhilah bumi. Tetapi NIMROD justru menginginkan sentralisasi/ terkumpul dalam satu BANGSA, satu BAHASA dan satu TANAH.

Apa komentar TUHAN?

MEREKA INI SATU BANGSA DENGAN SATU BAHASA UNTUK SEMUANYA. INI BARULAH PERMULAAN USAHA MEREKA; MULAI DARI SEKARANG APA PUN JUGA YANG MEREKA RENCANAKAN, TIDAK ADA YANG TIDAK AKAN DAPAT TERLAKSANA.

Jadi adanya kesatuan bangsa, adanya kesatuan bahasa, adalah sebuah USAHA, bisa jadi usaha dari NIMROD berhasil membuat bahasa INTERNASIONAL pada saat itu. Dan berhasil menyatukan VISI bersama pada saat itu, yaitu VISI kesombongan, VISI memberontak kepada VISI Tuhan.

Kalau punya kesatuan yang keren kayak gini, maka rencana mereka PASTI BERHASIL.

YAITU untuk mencari NAMA.

Karena tujuan dari kesatuan ini salah total, Tuhan turun tangan untuk mengacaukan bahasa mereka.

Mulai dari saat itulah bahasa mereka dikacaubalaukan oleh TUHAN sehingga mereka terserak ke seluruh bumi.

 

Waaaauuuu…powerful dari sebuah KESATUAN.

Sayang sekali kesatuan mereka tidak dilandaskan dengan VISI yang sesuai dengan kehendak TUHAN.

 

VISI itu seperti pulau yang dituju.

KESATUAN itu seperti sebuah kapal yang dinaiki banyak penumpang

MISI itu seperti para penumpang yang setuju menuju pulau yang sama, oleh karena itu mereka setuju mengerjakan apa saja di kapal itu untuk mendukung tercapainya mereka mendarat di pulau yang sama. Apakah Misi itu berupa mengendalikan layar, muatan, setir, mesin, bahan bakar, dll

MOTIVASI DAN DEDIKASI  adalah seperti angin yang mendorong kapal itu mencapai pulau yang dimaksudkan.

 

Kalau pulau yang dituju jelas, penumpangnya ada, angin ada, tetapi tidak mungkin tanpa PERAHU untuk menjangkau pulau itu.

Kalau karena ombak besar, perahu itu terpecah atau terbalik, maka pulau belum tentu bisa digapai bersama.

Itulah kesatuan.

 

Mereka semua punya kesatuan yang sangat keren, tetapi sayang sekali, pulau yang ingin mereka tuju salah total.

Sebuah pulau kesombongan, dan pemberontakan.

 

Kalau bahasa yang berbeda, berhasil disatukan oleh NIMROD lalu kemudian dikacaukan lagi oleh TUHAN, maka kita harus menemukan suatu BAHASA yang baru untuk membentuk yang namanya KESATUAN/ UNITY

 

YONATAN DAN BUJANGNYA

Ditulis oleh Grace Sumilat

I Sam 11-20
THE POWER OF THE AGREEMENT

KUASA DARI SEBUAH KESEPAKATAN.
I Sam 14: 11-15
14:11 Ketika mereka keduanya memperlihatkan diri kepada pasukan pengawal orang Filistin, berkatalah orang Filistin itu: “Lihat, orang-orang Ibrani i keluar dari lobang-lobang tempat mereka bersembunyi. j ” 14:12 Orang-orang dari pasukan pengawal itu berseru kepada Yonatan dan pembawa senjatanya, katanya: “Naiklah ke mari, maka kami akan menghajar k kamu.” Lalu kata Yonatan kepada pembawa senjatanya: “Naiklah mengikuti aku, sebab TUHAN telah menyerahkan mereka ke dalam tangan l orang Israel.” 14:13 Maka naiklah Yonatan merangkak ke atas, dengan diikuti oleh pembawa senjatanya. Orang-orang itu tewas terparang oleh Yonatan, sedang pembawa senjatanya membunuh mereka dari belakangnya. 14:14 Kekalahan yang pertama ini, yang ditimbulkan Yonatan dan pembawa senjatanya itu, besarnya kira-kira dua puluh orang dalam jarak kira-kira setengah alur dari sepembajakan ladang. 14:15 Lalu timbullah kegentaran m di perkemahan, di padang dan di antara seluruh rakyat. Juga pasukan pengawal dan penjarah-penjarah n itu gentar, dan bumi gemetar, sehingga menjadi kegentaran yang dari Allah.
Iman dari Abraham sering dibahas, Iman dari Rahab sering dibahas, tetapi Iman daripada Yonatan??
Cuma berdua dengan pembawa senjatanya Yonatan berani untuk NAIK. Posisi di bawah dalam sebuah peperangan sangat rawan, karena sangat mudah dilumpuhkan oleh panah-panah senjata yang dengan mudah ditujukan dari arah atas.
Dan perhatikan, musuh di atas adalah PASUKAN PENGAWAL, bukan musuh sembarangan.
Tetapi para pasukan pengawal itu tidak menyadari bahwa Yonatan hanya berdua, mereka bukan berbanyak, mereka salah pengertian. Dapat terbaca sekali dari kata-kata mereka “Lihat, orang-orang Ibrani i keluar dari lobang-lobang tempat mereka bersembunyi. j ”
Yonatan pribadi yang tidak mudah terintimidasi. Saat orang Filistin berkata “Naiklah ke mari, maka kami akan menghajar kamu.”
Pribadi yang tidak mudah terintimidasi adalah karena dia punya IMAN kepada Allah yang hidup.
Seperti ini iman Yonatan yang juga telah ditularkan kepada bujang pembawa senjatanya atau bisa disebut ajudannya.
“Naiklah mengikuti aku, sebab TUHAN telah menyerahkan mereka ke dalam tangan l orang Israel.”
Perhatikan di sini ada kata TELAH, bukan AKAN, jadi kalimatnya bukan seperti ini
Tuhan akan menyerahkan mereka .. SAMA SEKALI BUKAN SEPERTI ITU KALIMATNYA, melainkan
TUHAN TELAH menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Israel.
Mengapa saya sebut iman itu menular? Karena kata-kata iman yang diucapkan, dilisankan, dilontarkan, diperkatakan, dibicarakan, akan terdengar, sedangkan iman timbul dari pendengaran.
Bujang ini mendengar iman Yonatan yang diucapkan, masuk ke hatinya melalui indra telinganya, maka imannya pun ikut bangkit.
Coba kalau Yonatan berkata begini; Ayo kita lari, kita bakalan tewas, Tuhan tidak berserta kita.
Pastinya bujang itu pun akan lari terbirit birit.
Itulah point pertama; IMAN YANG DITULARKAN.
Iman yang seperti ini bagaikan tameng yang menangkal intimidasi.
“Naiklah ke mari, maka kami akan menghajar kamu.” Kata-kata seperti itu tidak harus dijawab dengan hal yang berhubungan dengan kalimat itu, semisal dengan kalimat semacam ini:
“Huadew…gimana kalau kita Cuma berdua dan mereka berhasil menghar kita???”
Tetapi kata-kata intimidasi harus langsung dijawab dengan arah yang sama sekali lain. Orang menghujamkan intimidasi yang DIARAHKAN ke kita, tetapi kita harus menangkal dengan kata-kata iman yang diarahkan dari SURGA KE KITA, artinya apa kata Surga tentang kita, apa kata TUHAN, apa janji Tuhan.
Maka percakapannya akan menjadi seperti ini:
“Naiklah ke mari, maka kami akan menghajar kamu.”
Dijawab dengan kalimat seperti ini:
“Naiklah mengikuti aku, sebab TUHAN telah menyerahkan mereka ke dalam tangan l orang Israel.”

Panah dari musuh ke kita. Balasannya adalah TAMENG/ PERISAI IMAN, berupa mengambil senjata surgawi dari arah surga ke kita, berupa KALIMAT IMAN.
Saya kagum banget dengan Iman Yonatan yang jarang dibahas.
Perhatikan pada point berikutnya adalah:
KESEPAKATAN.
Mereka hanya berdua saja, tetapi IMAN TIDAK MELIHAT JUMLAH.
Yonatan berani sekali mengajak bujangnya naik ke atas, dalam posisi rawan dalam titik-titik medan perang secara logika manusia, tetapi Yonatan percaya TUHAN ISRAEL bersama mereka, dan mereka pasti menang, itulah yang membuat Yonatan di mata manusia terasa seperti orang NEKAT, memang antara iman dan nekat tipis sekali batasannya, tetapi TUHAN dapat membedakan batas tipis itu.
IMAN yang tidak sama dengan nekat itu, tidak melihat jumlah, karena pasukan malaikat yang tidak kelihatan yang sudah diutus TUHAN turun dari surga ada di sekeliling mereka. Tidak kasat mata, tetapi jumlahnya jelas besar, pasukan ber-regu-regu.
Di dalam hanya dua orang, mereka harus SEPAKAT.
Amos 3:3
Berjalankah dua orang bersama-sama 1 , jika mereka belum berjanji?
Hanya berdua, tidak menjadi masalah, asalkan ada kesepakatan, ada kekompakan, ada kesehatian.
Maka dalam kesehatian mereka, PASUKAN PENGAWAL dari Filistin aja bisa ditundukkan.
Lho Cuma sekitar 20 orang, tetapi mereka ini bukan pasukan biasa, mereka ini adalah pasukan khusus milik Filistin, mereka ini adalah pasukan pengawal.
Pada point ke tiga , perhatikan bahwa
Yonatan menjadi suatu PENDAHULU/ PENDOBRAK/ PERINTIS daripada sebuah kemenangan yang besar.
Karena di ayat 23 pada pasal ini, ditulis seperti ini
Demikianlah TUHAN menyelamatkan orang Israel pada hari itu. Pertempuran itu meluas sampai lewat Bet-Awen.
MELUAS, dimulai dari sebuah TITIK kecil.
Yonatan dan bujang pembawa senjatanya.
Sebuah titik kecil.
Walaupun hanya titik kecil, Yonatan harus berpikir GLOBAL
“Naiklah mengikuti aku, sebab TUHAN telah menyerahkan mereka ke dalam tangan l orang Israel.”
Perhatikan kata KE DALAM TANGAN ORANG ISRAEL, Yonatan sama sekali tidak berkata seperti ini
Naiklah mengikuti aku, sebab TUHAN telah menyerahkan mereka ke dalam tangan KITA.
Tetapi ini yang dikatakan; …. menyerahkan mereka ke dalam tangan orang ISRAEL.
Bertindak lokal untuk memberi efek global.
Tidak perduli hanya berdua, kalau punya IMAN, punya KESEPAKATAN, punya BERPIKIR GLOBAL PADA TINDAKAN LOKAL, maka sesuatu kegentaran akan terjadi.
14:14 Kekalahan yang pertama ini, yang ditimbulkan Yonatan dan pembawa senjatanya itu, besarnya kira-kira dua puluh orang dalam jarak kira-kira setengah alur dari sepembajakan ladang. 14:15 Lalu timbullah kegentaran m di perkemahan, di padang dan di antara seluruh rakyat. Juga pasukan pengawal dan penjarah-penjarah n itu gentar, dan bumi gemetar, sehingga menjadi kegentaran yang dari Allah.

Kegentaran adalah sebuah getaran, getaran detak jantung yang lebih berdebar, mungkin juga bisa berupa gempa bumi, mungkin juga bisa berupa getaran di surga yang berhasil membuat ribuan malaikat turun, atau bisa juga kedahsyatan yang dari Allah membuat musuh merinding, gemetar, kalah mental sebelum bertanding, dan bisa berupa apa saja yang membuat peperangan itu terasa gregetnya.
Hanya berdua, tetapi bisa membuat bumi gemetar dan surga bergetar.
Sepakat suami dan isteri.
Sepakat pemimpin dan yang dipimpin
Sepakat dua orang pendoa
Sepakat dua orang sahabat
Sepakat dalam tim work
Sanggup bertindak lokal, dengan iman yang memindahkan gunung, tetapi berefek global.
Hmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm.

Iman Pangeran Yonatan. I Love that…
Tak heran mengapa Pangeran Yonatan langsung klik dengan Daud ketika pertama bertemu, karena mereka punya getaran iman yang sama kepada Allah Israel.
Wauuu.

 

https://berbagirhema.wordpress.com/2011/01/08/empat-orang-kusta-yang-tetap-berpengharapan/

 

 

EMPAT ORANG KUSTA

Ditulis oleh Grace Sumilat

https://berbagirhema.wordpress.com/2011/01/08/empat-orang-kusta-yang-tetap-berpengharapan/

 

II RAJA-RAJA 7: 1-20

 

  1. EMPAT ORANG KUSTA
    Mengapa orang kusta ada di luar tembok kota? Karna orang kusta dianggap najis, jadi mereka tidak boleh tinggal di dalam kota.
    tetapi biasanya pintu gerbang adalah tempat dimana para pemimpin kota/ tua-tua kota berkumpul untuk mengambil keputusan mengenai kota tersebut. Bandingkan dengan Ruth 4: 1-2. Sedangkan orang kusta tidak boleh dekat-dekat dengan orang sehat. Kesimpulan di sini adalah: Para tua-tua kota Samaria itu, sudah tidak duduk di pintu gerbang lagi. Sehingga tempat itu diduduki oleh orang-orang kusta.

Rhema yang di dapat di sini adalah:
para tua-tua kota menginggalkan tugasnya mengadili kota, mengambil keputusan untuk kota, karena ada KELAPARAN.
Jangan biarkan kesulitan membuat kita mundur dari Tugas kita mengawasi. mengadili KOTA. Nasip kota ada di tangan Tuhan, melalui doa dan upaya kita, bandingkan dengan : Yer 29: 7 Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.

kalau kita tidak mengambil sikap, maka orang lain yang akan mengambil sikap untuk kita. Jika kita tidak mengambil keputusan, maka orang lain yang akan mengambil keputusan untuk kita.

Untunglah 4 orang kusta tadi , mengambil keputusan yang tepat, kalau tidak? bagaimana? dimana para tua-tua kota selama ini? Apa kerja mereka?

Sekarang kita bahas mengenai 4 orang kusta:
siapa nama mereka? tidak tercatat, berarti mereka tidak terkenal, dan tidak ada yang ingin kenal.
oleh karna itu jangan remehkan orang yang tidak terkenal, belum tentu orang yang tidak terkenal tidak dipakai Tuhan. Sedangkan tua-tua kota, kan pasti terkenal….mereka memilih untuk ngandang di rumah masing-masing, tidak mau ikut berperan bagi KOTA. Tuhan tidak mau memakai orang terkenal yang model begini, sembunyi di kala susah.

Berkatalah seorang kepada yang lain: itu artinya mereka melakukan PERUNDINGAN / musyawarah/ untuk mencapai mufakat.
ada 4 kemungkinan:
1. kemungkinan pertama: santai…tidak melakukan apa-apa. malas, duduk duduk saja. Hasilnya: tidak mendapat makanan dan MATI
2. kemungkinan ke dua: kembali ke KOTA, itu artinya mundur ke belakang.Hasilnya: ditolak orang KOTA, tidak mendapat makanan dan MATI
3. kemungkinan ke tiga: tetap tinggal di pintu gerbang. (pint ini tidak sama dengan point pertama, kalau point pertama; hanya duduk-duduk malas), kalau point ke 3, mereka tetap berusaha, misalnya mencari tumbuhan yang bisa dimakan, dll. Tapi cara itu tetap akan menyulitkan dikala bahan makanan sekitar situ sudah habis. Hasil: mati
4. kemungkinan ke empat: menyeberang ke perkemahan tentara aram. Hasil : bisa mati, bisa hidup, ada peluang kemungkinan untuk Hidup, yaitu peluangnya 50 %, tetapai juga ada resikonya: yaitu resiko memasuki daerah musuh, bisa diserang dan mati.
sama-sama ada resiko MATI, maka yang dipilih adalah MAJU, bukan diam di tempat atau mudur ke kota. Karena pada saat memutuskan untuk MAJU, ada kemungkinan untuk HIDUP.

empat orang kusta ini tidak mendengar apa pun yang dikatakan atau dinubuatkan oleh nabi Elisa kepada Raja, ( di ayat 1), tiba-tiba di ayat 3, mereka mendapat ide itu….ide untuk MAJU.

jadi yang terjadi BUKANLAH ide dari 4 orang kusta itu, diketahui oleh TUhan dalam kemahatahuan-Nya, lalu sebelumnya Tuhan memerintahkan Elisa menubuatkan…. BUKAN!!
yang terjadi adalah IDE keluar dari krisis ekonomi negara itu datangnya dari TUHAN, lalu Tuhan menyuruh Elisa bernubuat, saat nubuat diluncurkan, saat itulah 4 orang kusta di tempat yang berlainan diberi ide oleh TUHAN. Ide ini tidak diberikan pada TUA TUA KOTA yang mungkin sedang tidur di rumah mereka masing-masing/ cuti.

perhatikan ayat 5 orang Kusta bangkit berjalan ke arah perkemahan musuh pada waktu SENJA
perhatikan ayat 7 orang aram bangkit melarikan diri juga pada waktu SENJA

peristiwa ini terjadi bersamaan. itu artinya Tuhan membuat langkah 8 kaki orang kusta, terdengar bagaikan bunyi kereta, bunyi kuda, bunyi tentara yang besar, seolah-olah seperti ada tentara sekutu antara Israel, Orang Het, dan orang Misraim yang bersekutu menyerang mereka. ( saya percaya langkah 8 kaki ornag kusta ini diramaikan juga dengan langkah ribuan malaikat dan suara kereta surgawi) Karna bunyinya ‘nyata sekali’ sehingga sanggup membuat orang aram ketakutan dan lari terbirit-birit, padahal cuma langkah 8 kaki orang kusta, yang sedang lapar, dan tak punya tenaga, jalannya pun mungkin sempoyongan.

Karna terjadi bersamaan, maka ketika orang kusta sampai di perkemahan, maka perkemahan sudah kosong.

yang dilakukan 4 orang kusta ini ;
1. makan dan minum sepuas-puasnya
2. mengambil jarahan berupa emas, perak dan pakaian, menyembunyikannya, sampai dua kali. (serakah)

akhirnya mereka menyadari bahwa mereka tidak boleh egois.

rom 12:15 inilah prinsip untuk keluar dari EGOISME
bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis.

kalau mereka tidak memberitau orang kota, yang terjadi adalah ; orang kota menangis, sementara mereka tertawa. inilah yang dinamakan tertawa di atas penderitaan orang lain.

bagaimana cara membuat orang kota yang menangis itu jadi tertawa? dengan cara berbagi kebahagiaan dengan mereka dengan cara memberitakan kabar baik, bukannya serakah untuk diri sendiri.

padahal orang kusta dibenci dan dijuhi masyarakat….mereka tetap mau berbuat baik pada orang yang mengucilkan mereka. inilah yang dinamakan KASIH. Kasih mengalahkan egoisme

mengapa tidak boleh ditunda sampai pagi?
-karna banyak korban mati kelaparan- jangan sampai korabn jatuh lebih banyak
– karna jangan sampai kedahuuan musuh kembali ke perkemahan
– karna 4 orang kusta ini tidak mau menunda waktunya TUHAN ( bandingkan dengan pasal 7:1)
kasih itu tidak berloambat-lambat untuk segera melaksanakan tindakan KASIH

akhirnya mereka memutuskan utnuk pergi menghadap raja dan memberitahukan peristiwa ini> Keputuan ini ada resikonya:
1. ditolak raja, karna mereka kusta
2. belum tentu dipercaya perkataannya
3. kalau orang Samaria dan raja percaya, tentu mereka tidak mendapat kesempatan untuk mengambil jarahan sebanyak mungkin/ serakah/ mengikuti nafsu daging.

Inilah yang dinamakan KASIH, kasih itu rela berkoraban bagi orang lain, dan KAsih memampukan orang untuk menembusi segala rintangan dan halangan.

ayat 10, mereka kembali ke kota, berencana untuk menghadap raja secara langsung (ayat 9), tetapi kenyataan yang mereka hadapi, mereka hanya bisa bicara sampai di batas kota ( ayat 10) dan hanya bisa berbicara pada para penunggu pintu gerbang,

kenapa perjalanan mereka untuk menemui raja secara langsung tercegat ? karna mereka KUSTA. Rhema yang kita dapat di sini adalah : 4 orang kusta ini dibatasi oleh yang namanya KELAMAHAN DAN KETERBATASAN SEBAGAI MANUSIA BIASA.

Tapi rencana Tuhan tetap jalan tidak? Tetap jalan. Nubuatan Tuhan tetap digenapi nggak? Tetap digenapi, tidak perduli adanya keterbatasan si orang KUSTA sebagai pembawa kabar baik.

 

 

LIMA SEKAWAN

DIAMBIL DARI ; http://dbr.gbi-bogor.org/wiki/Devosi/2011-45

 

Menggotong “Si Lumpuh” datang kepada Kristus

Ada banyak kisah patriotik (kepahlawanan) yang dapat kita jumpai di dalam Alkitab yang membuat kita termotivasi untuk meneladani apa yang telah mereka lakukan. Misalnya, saat Abraham menyelamatkan Lot, Musa memimpin bangsa Israel keluar dari tanah Mesir, Yosua yang memimpin bangsa Israel dalam peperangan demi peperangan untuk merebut tanah perjanjian, kisah kepahlawanan raja Daud, serta kisah raja-raja Israel yang dipakai oleh Tuhan dengan luar biasa.

Mungkin kita berpikir, apa iya saya bisa dipakai Tuhan seperti mereka? Saat saya merenungkan hal ini, Roh Kudus membawa saya pada satu bagian dalam Alkitab dalam Perjanjian Baru. Satu kejadian yang sederhana, satu peristiwa yang sering kita baca atau dengarkan melalui pemberitaan Firman Tuhan, tapi melalui kisah ini Roh Kudus menguatkan saya bahwa kita semua bisa dipakai Tuhan secara patriotik bagi orang-orang lain di sekitar kita.

Ada banyak kisah patriotik (kepahlawanan) yang dapat kita jumpai di dalam Alkitab yang membuat kita termotivasi untuk meneladani apa yang telah mereka lakukan. Misalnya, saat Abraham menyelamatkan Lot, Musa memimpin bangsa Israel keluar dari tanah Mesir, Yosua yang memimpin bangsa Israel dalam peperangan demi peperangan untuk merebut tanah perjanjian, kisah kepahlawanan raja Daud, serta kisah raja-raja Israel yang dipakai oleh Tuhan dengan luar biasa.

Mungkin kita berpikir, apa iya saya bisa dipakai Tuhan seperti mereka? Saat saya merenungkan hal ini, Roh Kudus membawa saya pada satu bagian dalam Alkitab dalam Perjanjian Baru. Satu kejadian yang sederhana, satu peristiwa yang sering kita baca atau dengarkan melalui pemberitaan Firman Tuhan, tapi melalui kisah ini Roh Kudus menguatkan saya bahwa kita semua bisa dipakai Tuhan secara patriotik bagi orang-orang lain di sekitar kita.

Mari kita baca dalam Markus 2:1-5,

“Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintupun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!”

Dalam ayat-ayat yang baru saja kita baca di atas, kita mendapati ada 3 (tiga) tokoh sentral disana, yakni: 4 orang penggotong/pengusung orang lumpuh, orang lumpuh, dan Tuhan Yesus. Pada kesempatan kali ini, Roh Kudus membawa saya untuk kita merenungkan bersama-sama mengenai 4 (empat) orang yang menggotong orang lumpuh, bagaimana mereka telah dipakai Tuhan secara ‘patriotik’ untuk menjadi berkat bagi orang lumpuh yang mereka bawa.

Ada 3 (tiga) hal yang dapat kita pelajari dari keempat orang tersebut :

Daftar isi

[sembunyikan]

#1 Mereka memiliki hati yang berbelas kasihan kepada orang lain

Alkitab hanya memberikan keterangan kepada kita bahwa pada waktu itu ada empat orang yang membawa orang lumpuh, tetapi Alkitab tidak memberikan penjelasan lebih lanjut kepada kita tentang ada hubungan apa antara si keempat orang penggotong itu dengan si lumpuh yang mereka gotong. Adik? Kakak? Kerabat? Sahabat? Atau Teman Sekampung?. Tetapi yang sungguh menggugah hati saya adalah bagaimana keempat orang tersebut memiliki hati bagi orang lain, yang mereka tahu sangat membutuhkan jamahan Tuhan Yesus.

Orang lumpuh adalah gambaran dari keadaan orang-orang di sekitar kita. Secara Fisik mungkin mereka tidak mengalami kelumpuhan, tapi berapa banyak orang-orang di sekitar kita, bahkan mungkin orang yang memiliki kedekatan dengan kita sesungguhnya sedang mengalami “kelumpuhan” di dalam kehidupan mereka. Entah itu kelumpuhan secara rohani, kelumpuhan secara jiwani, kelumpuhan secara materi, dan lain-lain, di mana mereka sesungguhnya sangat membutuhkan jamahan dari Tuhan Yesus.

Adakah kita memiliki hati yang berbelas kasihan kepada mereka?

#2 Mereka mengupayakan agar orang lain berjumpa dengan Tuhan Yesus

Memiliki hati yang berbelas kasihan kepada orang lain tentunya akan mendorong kita untuk melakukan tindakan nyata agar mereka dapat mengalami perjumpaan dengan Tuhan Yesus sehingga mengalami pemulihan dan kesembuhan atas kelumpuhan mereka. Empat orang yang menjadi bahan perenungan kita pada kesempatan hari ini melakukan tindakan nyata. Mereka mengupayakan agar si lumpuh dapat mengalami perjumpaan dengan Tuhan Yesus.

Ternyata untuk mewujudkan hal tersebut mereka mengalami rintangan/hambatan. Terlalu banyak orang-orang berkerumun sampai-sampai mereka tidak lagi dapat masuk melalui pintu karena begitu banyaknya orang. Tapi mereka tidak mudah menyerah, mereka terus mengupayakan agar si lumpuh dapat berjumpa dengan Tuhan Yesus. Mereka membawa orang lumpuh tersebut menaiki atap, membongkar atap rumah, serta menurunkan tilam di mana orang lumpuh itu berbaring tepat dihadapan Tuhan Yesus. Haleluya!

Seberapa sungguh hati berbelaskasihan kepada orang lain menentukan seberapa keras kita mengupayakan orang itu untuk dapat mengalami perjumpaan dengan Tuhan Yesus.

Mungkin kita tidak memiliki kekuatan untuk menggotong orang secara fisik, tapi kita bisa ‘menggotong’ mereka melalui doa-doa kita. Untuk itu jangan pernah menyerah, dan jangan pernah berhenti berdoa bagi mereka yang membutuhkan perjumpaan dengan Tuhan Yesus.

Mungkin Anda sudah berdoa lamaaaaaaaa… bagi seseorang, tapi kok sepertinya tidak ada pertobatan/perubahan sama sekali atas diri orang tersebut sehingga Anda berpikir : “ah.. sudahlah, buat apa saya capek-capek berdoa buat dia kalo tidak ada pertobatan sama sekali…” Apalagi jika ada tambahan: “saudara bukan, sahabat bukan, kenal dekat juga enggak…”

Jangan berhenti berdoa! Doa-mu bagi orang-orang yang membutuhkan jamahan Tuhan Yesus tidak pernah sia-sia.

#3 Mereka memiliki iman yang nyata

Satu perkataan yang sangat menarik dari ayat yang kita baca di atas adalah : “…Ketika Yesus melihat iman mereka…”. Haleluya! Ada iman yang terlihat nyata melalui tindakan nyata dan upaya kita yang tidak kenal menyerah agar orang lain mengalami perjumpaan dengan Tuhan Yesus. Apa dampak dari iman tersebut?

Mari kita baca dalam ayat yang ke-11 dan 12, apa yang terjadi dengan orang lumpuh itu setelah Yesus melihat iman keempat orang yang menggotongnya:

“Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”
Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: “Yang begini belum pernah kita lihat.”

Puji Tuhan, orang lumpuh itu mengalami kesembuhan dari Tuhan Yesus dan semua orang yang hadir di sana memuliakan Allah karena mujizat yang Tuhan Yesus lakukan bagi orang lumpuh tersebut.

Ketika Tuhan Yesus melihat iman yang nyata melalui upaya dan doa kita untuk membawa orang lain berjumpa dengan Tuhan Yesus, ada saatnya sesuai dengan kairos Tuhan, si lumpuh yang kita gotong kepada Tuhan Yesus akan mengalami jamahan dan mujizat Tuhan Yesus dan orang-orang di sekitar kita akan memuliakan Tuhan. Tetaplah berdoa bagi jiwa-jiwa yang membutuhkan perjumpaan dengan Tuhan Yesus. Amin.

 

 

Ingat keempat artikel itu BUKAN UNTUK DISAMPAIKAN KEPADA SEMUA MURID/ KEPADA SEMUA KELOMPOK, hanya sebagai bacaan guru/ pembina saja.

Biarkan tiap kelompok mengisi MATERI DISKUSI yang telah disediakan. Semua pertanyaan akan menggiring kepada kesimpulan apa arti sebenarnya dari BERGERAK DALAM KESATUAN.

Setelah itu mintalah mereka mencari dari koran, ayat –ayat mana yang sekiranya mendukung materi yang tadi telah mereka diskusikan.

Lalu tiap kelompok diminta menuliskan komitmen untuk kesatuan dalam keluarga, dalam komunitas dan dalam gereja TUHAN.

 

Penulis: jeniuscaraalkitab

Menjadi Alat di Tangan Tuhan untuk Mencetak Generasi Jenius bagi Kemuliaan Nama Tuhan

2 thoughts on “112. BERGERAK DALAM KESATUAN”

  1. trimakasih untuk JCA semoga trus semangat dalam melayani Tuhan, kami sangat terbantu dalam pelayanan apalagi di daerah kami tiodak ada yang seperti JCA saya berdoa dan sangat rindu supaya JCA dapat melayani di Kota Medan. Amin Amin

    1. Shalom kak Emmi Hotasoit. Thanks telah menyemangati saya. Saya sangat membutuhkan kata -kata semangat untuk terus melayani Tuhan melalui menulis materi kreatif, mengingat ada banyak pergumulan yang seperti semua orang juga mengalami hal yang sama. Untuk Medan, boleh mulai saya doakan.

      Selamat melayani ya kak Emmi Hutasoit. Yuks gabung di WhatsApp Penggiat Anak Indonesia, agar bisa selalu mengikuti perkembangan pelayanan anak di Indonesia , WA ke saya dulu di 081946262599.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s