Andalan

SEMINAR PARENTING ; MENDIDIK DAN MENGAJAR ANAK DI ERA INDUSTRI 4.0


MENDIDIK DAN MENGAJAR ANAK

DI ERA INDUSTRI 4.0

Disusun dengan anugerah Tuhan oleh Grace Sumilat S.MG

Beberapa materi diambil dari:

Rangkuman Seminar The Rise of The I-Gen, Pastor Sukirno Tarjadi, 16 Maret 2018

MENDIDIK ANAK DI ERA INDUSTRI 4.0

Seperti dikutip dari Line Today, revolusi industri adalah perubahan besar terhadap cara manusia dalam mengolah sumber daya dan memproduksi barang. Revolusi industri merupakan fenomena yang terjadi antara 1750 – 1850. Saat itu, terjadi perubahan secara besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, dan teknologi. Perubahan tersebut ikut berdampak pada kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di dunia.

Revolusi Industri 1.0

Revolusi Industri yang pertama terjadi pada abad ke-18 ditandai dengan penemuan mesin uap yang digunakan untuk proses produksi barang. Saat itu, di Inggris, mesin uap digunakan sebagai alat tenun mekanis pertama yang dapat meningkatkan produktivitas industri tekstil. Peralatan kerja yang awalnya bergantung pada tenaga manusia dan hewan akhirnya digantikan dengan mesin tersebut.

Selain itu, mesin uap digunakan pada bidang transportasi. Transportasi internasional pada masa itu adalah transportasi laut yang masih menggunakan tenaga angin. Namun, angin tidak dapat sepenuhnya diandalkan karena bisa jadi angin bertiup dari arah yang berlawanan atau bahkan tidak ada angin sama sekali.

Penggunaan tenaga angin pada alat transportasi pun mulai berkurang semenjak James Watt menemukan mesin uap yang jauh lebih efisien dan murah dibandingkan mesin uap sebelumnya pada 1776. Dengan mesin uap tersebut, kapal dapat berlayar selama 24 jam penuh jika mesin uap tetap didukung dengan kayu dan batu bara yang cukup.

Revolusi industri memungkinkan bangsa Eropa mengirim kapal perang ke seluruh penjuru dunia dalam waktu yang jauh lebih singkat. Negara-negara imperialis di Eropa mulai menjajah kerajaan-kerajaan di Afrika dan Asia. Selain penjajahan, terdapat dampak lain dari revolusi industri, yaitu pencemaran lingkungan akibat asap mesin uap dan limbah-limbah pabrik lainnya.

Revolusi Industri 2.0

Revolusi industri 2.0 terjadi di awal abad ke-20. Revolusi industri ini ditandai dengan penemuan tenaga listrik. Tenaga otot yang saat itu sudah tergantikan oleh mesin uap, perlahan mulai tergantikan lagi oleh tenaga listrik. Walaupun begitu, masih ada kendala yang menghambat proses produksi di pabrik, yaitu masalah transportasi.

Di akhir 1800-an, mobil mulai diproduksi secara massal. Produksi massal ini tidak lantas membuat proses produksinya memakan waktu yang cepat karena setiap mobil harus dirakit dari awal hingga akhir di titik yang sama oleh seorang perakit mobil. Artinya, untuk merakit banyak mobil, proses perakitan harus dilakukan oleh banyak orang yang merakit mobil dalam waktu yang bersamaan.

Revolusi terjadi dengan terciptanya “lini produksi” atau assembly line yang menggunakan “ban berjalan” atau conveyor belt pada 1913. Hal ini mengakibatkan proses produksi berubah total karena untuk menyelesaikan satu mobil, tidak diperlukan satu orang untuk merakit dari awal hingga akhir. Para perakit mobil dilatih untuk menjadi spesialis yang mengurus satu bagian saja.

Selain itu, para perakit mobil telah melakukan pekerjaannya dengan bantuan alat-alat yang menggunakan tenaga listrik yang jauh lebih mudah dan murah daripada tenaga uap.

Revolusi industri kedua ini juga berdampak pada kondisi militer pada perang dunia II. Ribuan tank, pesawat, dan senjata diciptakan dari pabrik-pabrik yang menggunakan lini produksi dan ban berjalan. Hal ini terjadi karena adanya produksi massal (mass production). Perubahan dari masyarakat agraris menjadi masyarakat industri boleh dibilang menjadi komplit.

Revolusi Industri 3.0

Setelah revolusi industri kedua, manusia masih berperan sangat penting dalam proses produksi berbagai macam jenis barang. Tetapi, setelah revolusi industri yang ketiga, manusia tidak lagi memegang peranan penting. Setelah revolusi ini, abad industri pelan-pelan berakhir dan abad informasi dimulai.

Jika revolusi pertama dipicu oleh mesin uap, revolusi kedua dipicu oleh ban berjalan dan listrik, revolusi ketiga ini dipicu oleh mesin yang dapat bergerak dan berpikir secara otomatis, yaitu komputer dan robot.

Salah satu komputer pertama yang dikembangkan di era perang dunia II sebagai mesin untuk memecahkan kode buatan Nazi Jerman adalah komputer bernama Colossus. Komputer yang dapat diprogram tersebut merupakan mesin raksasa sebesar ruang tidur yang tidak memiliki RAM dan tidak bisa menerima perintah dari manusia melalui keyboard. Komputer purba tersebut hanya menerima perintah melalui pita kertas yang membutuhkan daya listrik sangat besar, yaitu 8.500 watt.

Namun, kemajuan teknologi komputer berkembang luar biasa pesat setelah perang dunia kedua selesai. Penemuan semikonduktor, transistor, dan kemudian integrated chip (IC) membuat ukuran komputer semakin kecil, listrik yang dibutuhkan semakin sedikit, serta kemampuan berhitungnya semakin canggih.

Mengecilnya ukuran membuat komputer bisa dipasang di mesin-mesin yang mengoperasikan lini produksi. Komputer pun mulai menggantikan banyak manusia sebagai operator dan pengendali lini produksi.

Revolusi Industri 4.0

Nah, inilah revolusi industri yang saat ini sedang ramai diperbincangkan. Bahkan, diangkat menjadi salah satu topik dalam Debat Capres 2019. Industri 4.0 adalah tren di dunia industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi siber. Istilah industri 4.0 berasal dari sebuah proyek dalam strategi teknologi canggih Pemerintah Jerman yang mengutamakan komputerisasi pabrik.

Pada industri 4.0, teknologi manufaktur sudah masuk pada tren otomatisasi dan pertukaran data. Hal tersebut mencakup sistem siber-fisik, internet of things (IoT), cloud computing, dan cognitive computing.

Tren ini telah mengubah banyak bidang kehidupan manusia, termasuk ekonomi, dunia kerja, bahkan gaya hidup. Singkatnya, revolusi industri 4.0 menanamkan teknologi cerdas yang dapat terhubung dengan berbagai bidang kehidupan manusia.

Banyak hal yang tak terpikirkan sebelumnya, tiba-tiba muncul dan menjadi inovasi baru, serta membuka lahan bisnis yang sangat besar. Contoh terdekatnya, munculnya transportasi dengan sistem ride-sharing seperti Go-Jek dan Grab. Kehadiran revolusi industri 4.0 memang menghadirkan usaha baru, lapangan kerja baru, dan profesi baru yang tak terpikirkan sebelumnya.

Tidak dapat dipungkiri, berbagai aspek kehidupan manusia akan terus berubah seiring dengan revolusi dan perkembangan teknologi yang terjadi. Memang perubahan seringkali diiringi banyak dampak negatif dan menimbulkan masalah-masalah baru. Namun, perubahan juga selalu bisa membawa masyarakat ke arah yang lebih baik.

Simpulannya, revolusi industri 4.0 bukanlah suatu kejadian yang menakutkan, justru membuka peluang yang semakin luas bagi anak bangsa untuk berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

https://www.wartaekonomi.co.id/read226785/mengenal-revolusi-industri-dari-10-hingga-40.html

 

Menyaksikan VIDEO

https://www.youtube.com/watch?v=XENMOfD-mLs

 

Internet of Things, Big Data, Cloud Computing, dan Mechine Learning. Tujuan dari “Industri 4.0” adalah untuk memproduksi barang dengan lebih mudah, cepat, dan murah.

Beberapa hal yang dulu sempat begitu sulit, sekarang jadi lebih mudah diproses. Hal ini memunculkan berbagai profesi baru, sebagai bentuk penyesuaian kebutuhan perusahaan dan para startup yang mulai berkembang pesat.

Beberapa di antaranya adalah profesi yang cenderung membutuhkan kreativitas manusia untuk bersaing dan membuat inovasi baru. Berikut adalah beberapa pekerjaan yang jadi peluang besar di era Revolusi Industri 4.0.

 

PEKERJAAN YANG TREND DI ERA INDUSTRI 4.0

  1. Aplikasi Developer

App Developer bertugas membangun atau mengembangkan software dengan memakai bahasa pemrogaman.

  1. Web Developer

pembuat aplikasi berbasis website dengan menggunakan bahasa pemrograman.

  1. Content Creator

Seorang content creator dapat berasal dari berbagai profesi atau bidang ahli yang berbeda. Namun mereka harus memiliki softskill seperti daya kreativitas dan kemampuan komunikasi yang tinggi untuk dapat menghasilkan karya dan berkompetisi dengan yang lain. Mereka memproduksi berbagai konten menarik yang memiliki kekuatan besar untuk mempengaruhi banyak orang.

Bukan hal mudah untuk menjadi content creator, namun jika kamu punya bakat dan mau belajar; pekerjaan ini jadi peluang besar di era Revolusi Industri 4.0.

  1. Content Writer dan Copy Writer

Profesi Content Writer bertugas untuk membuat konten untuk disampaikan pada konsumen melalui tulisan. Sama-sama berbentuk tulisan, namun Copywriter cenderung dibuat untuk promosi atau iklan sebuah produk agar konsumen tertarik dengan produk yang dipasarkan.

Keduanya memiliki andil yang besar di era digital saat ini, profesi ini semakin dibutuhkan oleh perusahaan yang ingin memasarkan produknya menggunakan jasa promosi dalam bentuk digital.

  1. Spesialis Media Sosial

Hampir setiap orang saat ini memiliki media sosial, itulah yang dimanfaatkan perusahaan sebagai promosi dan mendapatkan konsumen melalui media sosial. Tren iklan yang dulunya menggunakan media televisi, sekarang sudah bergeser melalui media sosial. Sebagai pemasaran atau branding satu produk, dibutuhkan Spesialis Media Sosial yang bertanggungjawab atas konten dan menganalisa feedback dari warganet.

  1. SEO Specialist

SEO Specialist bertanggungjawab untuk selalu update terhadap perkembangan informasi mengenai algoritma Google yang terus menerus diperbarui. Inilah alasan kenapa profesi SEO menjadi penting, terutama bagi perusahaan yang memanfaatkan kanal digital sebagai pemasaran mereka.

Selain itu, mereka juga bertugas untuk mengoptimalkan website sehingga mampu berada pada posisi teratas di halaman pertama Google. Keahlian ini masih langka, namun justru itu yang membuat mereka yang berprofesi SEO Spesialist dibayar mahal oleh perusahaan yang menggunakan jasanya.

  1. Manager Pemasaran Digital

Di dunia digital yang sangat pesat, butuh manajer yang menguasai SEO, Strategi Media Sosial, sampai Content Digital dengan efektif. Mereka bertugas untuk meningkatkan promosi kanal digital seperti Google, Media Sosial, Email, Website dan lain-lain. Seorang Manager Media Sosial juga butuh kemampuan selalu update terhadap apa yang menjadi tren untuk mengetahui apa yang sedang dibutuhkan pasar.

  1. Cyber security

adalah teknologi, proses dan praktik yang dirancang untuk melindungi jaringan, komputer, program dan data dari serangan, kerusakan atau akses yang tidak sah. Cyber security juga disebut sebagai upaya untuk melindungi informasi dari adanya cyber attack

  1. Digital Public Relations

adalah Jurusan hubungan masyarakat berbasis digital di era modern ini.

  1. Datascienctist

melakukan proses analisis data menggunakan berbagai cara dan algoritme untuk menemukan solusi dari suatu masalah yang rumit. Data Scientist mengombinasikan beberapa pasang data untuk mengungkap suatu pola. … Statistik merupakan inti dari Data Scientist.

  1. Spesialis Kecerdasan Buatan

Spesialis kecerdasan buatan

  1. BlockchainSpesialist

adalah sistem penyimpanan data digital berisikan catatan yang terhubung melalui kriptografi. Teknologi blockchain kini telah dimanfaatkan oleh berbagai sektor, salah satunya untuk transaksi mata uang kripto seperti Bitcoin.

Sistem blockchain dapat dikatakan menyerupai catatan transaksi digital yang terdiri dari banyak server. Berkat teknologi ini, transaksi menjadi jauh lebih mudah karena kamu tidak lagi memerlukan keberadaan perantara.

Itu belum semua dibahas, masih banyak lagi. *Dari berbagai sumber http://www.google

 

Pekerjaan apa yang akan tergerus arus Industri 4.0

  1. Pengantar Surat
  2. Loan Officer
  3. Dosen
  4. Kasir
  5. Travel Agen
  6. Teller Bank
  7. Agen Asuransi
  8. Telemarketing
  9. Pustakawan
  10. Tukang Parkir
  11. Developer

https://blog.gamatechno.com/11-pekerjaan-yang-diperkirakan-akan-hilang-karena-perkembangan-teknologi/

 

Ada 3 pandangan tentang teknologi

  1. Cara FRONTAL yaitu mengasingkan diri dari teknologi / gaptek
  2. Cara FATALISTIK, yaitu diterima semuanya apa adanya tanpa penyaringan, sehingga hanyut dan manjadi korban teknologi
  3. Cara PENYARINGAN/ Pemilah-milah

Untuk cara penyaringan ini memerlukan kerja keras: untuk bagaimana mengambil positifnya tetapi juga membuang negatifnya

 

Kesimpulannya:

Kita tidak dapat menghindari datangnya era industri 4.0 ini.

 

Bagaimana ciri-ciri generasi pada zaman akhir ini? Simak di II Timotius 3:1-5

Semua dampak buruk internet/ era industri 4.0 ada pada II Timotius 3:1-5

Tetapi apakah itu artinya kita akan didik dan ajar anak-anak kita jadi gaptek?

 

10 HAL INI YANG AKAN TERGILAS OLEH GERUSAN/ DISRUPTION ERA INDUSTRI 4.0

  • MENOLAK BERINOVASI
  • MEMPERTAHANKAN YANG TIDAK EFEKTIF
  • MEMPERTAHANKAN YANG TIDAK EFISIEN
  • MENGHINDARI PERSAINGAN
  • TIDAK MAU BERJEJARING
  • TIDAK MAU BEKERJA SAMA
  • TIDAK MAU BERUBAH
  • TIDAK MAU MASUK DALAM ERA ORANG- KE MESIN-ORANG/ ORANG-MESIN
  • TIDAK MAU BERKERJA DENGAN MENGGUNAKAN KEMAJUAN IT

https://www.youtube.com/watch?v=JLN4O4nHtYo

 

LANTAS KITA HARUS BAGAIMANA?

Lantas bagaimana kita bisa mendidik dan mengajar anak-anak kita dalam menyongsong era industri 4.0 ini?

  1. Kenali dulu ciri-ciri lintas generasi, untuk menghindari gap generation/ gap antar generasi ( lihat bagan pada lampiran)
  • BABY BOOMERS GENERATION ( 2020 USIANYA 60-75)
  • X GENERATION ( 2020 USIANYA 40-59)
  • Y GENERATION ( 2020 USIANYA 25-39)
  • Z GENERATION ( 2020 USIANYA 10-25)
  • ALPHA GENERATION ( 2020 USIANYA 9 TAHUN KE BAWAH)

Generasi I-Gen/ generasi Z dan dilanjut dengan Generasi Alpha/ Global Citizen,

sangat beda dengan generasi sebelumnya

  • Mereka telah mengenal Gadget pada usia dini, dan dibesarkan dalam dunia yang terkoneksi secara virtual.
  • Mereka sangat bergantung pada gawai
  • Perhatiannya sangat singkat
  • Perhatiannya lebih ke gawai yang memicu dopamin ( memberi rasa nyaman, dan bersifat candu)
  • Tidak memiliki kepekaan terhadap situasi/ tidak peka situasi
  • Kurang aktif secara fisik dan berkomunikasi secara cepat tetapi dangkal
  • Ketika mereka melihat gawai, mereka lupa akan segalanya.
  • Untuk generasi ini HP sudah jadi mall buat mereka, sehingga di AS tingkat kehamilan menurun dan ruang bermain/ ruang berbelanja, dll sudah pindah dari mall ke gawai
  1. Kita harus bisa mengantisipasikan dampak negatifnya tetapi di lain sisi kita harus bisa membuat anak-anak kita cakap menjadi pewarta injil saat mereka masuk dalam era industri 4.0 dalam profesi masing-masing mereka kelak.
  2. Mewaspadai dampak buruk apabila anak-anak menjadi kecanduan gadget:
    1. Penurunan Perkembangan Otak
    2. Radiasi
    3. Mengurangi kemampuan Interaksi Sosial. akan mengurangi interaksi dan mengganggu keterampilan komunikasi.
    4. Temperamental
    5. Merusak Pengelihatan
    6. Kurang Minat Bermain di alam terbuka
    7. Pornografi
    8. Depresi
    9. Bulliying/ Perundungan
    10. Predator
    11. Berita palsu/ ajaran sesat/ ajaran ekstrim
    12. Kurang awas terhadap lingkungan
    13. Kurang gerak/ olahraga sehingga obesitas
    14. Kurang interaksi fisik dengang orang lain
    15. 90% mengganggu tidur/ imsomnia
    16. Gangguan Kesehatan dan study
  3. Perhatikan beberapa tokoh IT berikut ini:
    1. Steve Jobs, justru tidak mengijinkan anaknya memakai i-pad
    2. Bill Gates, memberlakukan bagi anaknya, sebelum 14 tahun tidak boleh pakai HP
    3. Justin Roseostein, mereka semua menemukan bahayanya teknologi
  4. Perhatikan apa yang terjadi pada area Silicon Valley

Banyak orang telah terbiasa dalam memandang Silicon Valley sebagai perwakilan tertinggi dari tatanan baru di dunia korporat. Kawasan elit teknologi yang berbasis di Santa Clara Valley di San Francisco Bay Area ini dikenal untuk kontribusinya dalam menumbuhkan inovasi, keterampilan dan pengetahuan.

Prestasi dari perusahaan besar seperti Google, Facebook dan Apple, bahkan mengubah cara manusia terhubung atau berinteraksi sebagai spesies. Namun, apakah Silicon Valley selalu menjadi tempat impian untuk bekerja? Atau sebenarnya memiliki sisi tak terduga yang tidak diketahui banyak orang?

Ini yang terjadi di silicon valley

  • Banyak pelecehan sexual terhadap kaum wanita
  • Budaya egosentris- tidak mau menerima masukan dan kritikan
  • Depresi
  • Hilangnya waktu dengan keluarga

 

TIPS UNTUK KELUARGA

BAGAIMANA MENGAJAR DAN MENDIDIK ANAK DI ERA INDUSTRI 4.0

  1. Untuk anak dibawah 2 tahun NO GADGET AT ALL
  2. MEMBUAT KESEPAKATAN ANTARA SUAMI DAN ISTERI DALAM MENETAPKAN ATURAN DALAM BERGAWAI
  3. Berikan landasan firman tuhan 1Korintus 10:23
    • Jika anda berhasil mencetak generasi digital yang tahu bagaimana menggunakan dunia digital sesuai kehendak tuhan..
      Maka anda ikut serta dalam mempersiapkan generasi akhir zaman sebagai anak panah di tangan tuhan..!!
    • Garis bawahi kata – “ketidakseimbangan”
      jadi bukan tidak boleh
      atau mengarah pada gaptek
    • Tetapi harus ada keseimbangan dalam kehidupan
      jangan sampai gadget kita ijinkan
      merampas hal-hal positif yang bisa kita dapat dari dunia life
  4. Kenali sistem rating video game

Video Game dapat menjadi alat permainan yang menyenangkan, sebagian bahkan mendidik, namun tidak semua judul video game tepat untuk anak usia tertentu. Penting bagi orangtua untuk paham terhadap sistem rating video game dan mendampingi anak memilih judul game yang sesuai dengan usia dan tahap perkembangannya. Saat anak memilih video game, perhatikan label rating yang tertera pada sampulnya. Salah satu sistem rating yang paling banyak digunakan adalah sistem rating ESRB dengan pemilihan sbb:

  • Early Childhood – aman untuk anak usia 3 tahun.
  • Everyone – untuk anak 6 tahun ke atas. Dapat mengandung elemen fantasi, kekerasan fisik, dan verbal secara minimal
  • Everyone 10+ – Untuk usia 10 tahun ke atas. Dapat mengandung sekidit elemen fantasi, kekerasan fisik dan verbal.
  • TEEN- untuk remaja di atas 13 tahun. Dapat mengandung elemen kekerasan fisik dan verbal, humor kasar, darah minimal.
  • MATURE- untuk usia 17 tahun ke atas. Dapant emengandung elemen kekerasan yang intens, darah dan kekejian serta elemen seksual.
  • ADULTS ONLY- hanya untuk dewasa. Terdapat banyak elemen kekerasan yang intens, elemen seksual dan/atau perjudian.
  1. Batasi waktu anak-anak dalam dunia internet- seimbangkan waktu mereka dengan keluarga-saudara-teman, dll . Buatlah kesepakatan dengan anak mengenai durasi dan aturan menggunakan gadget. Buatlah jadwal penggunaan gadget.

DURASI 2 JAM SEHARI

  1. Stop bermain gadget saat makan bersama, jangan makan di depan tv/ layar apa pun,

Jadikan obrolan anda di seputar meja makan sebagai layar.

  1. Perbanyak waktu bermain bersama anak-anak , indoor atau outdoor, misal berenang, bermain buble, melukis bersama, bermain air, ke taman , ke kebun, ke desa, ke kebun binatang, olah raga, dll
  2. Ajak anak bermain bersama teman di gereja, di rumah, di kerabat, di tetangga ( tentu dengan pengawasan)
  3. Berikan keragaman pada anak dari gadget ke buku, bacakan cerita, berjalan jalan ke perpustakaan/ toko buku, banyak beli kaset film rohani, lagu anak yang mendidik, dll
  4. Jadi contoh bagi anak –anak dalam bergawai karena mereka adalah peniru ulung
  5. Ciptakan dunia sekolah dan gereja yang mengembalikan mereka ke ‘dunia’ life. (contoh : materi-materi jca jeniuscaraalkitab.com akan menjadi contoh bagaimana mengembalikan mereka ke dunia anak yang seimbang dan sehat untuk roh jiwa dan tubuh mereka)
  6. Kesibukan di dunia pekerjaan
  • Ibu mencari alternatif pekerjaan yang bisa dilakukan di dalam rumah , seperti misalnya:
  • Menjadi penulis buku
  • Membuka usaha catering
  • Membuka industri rumah tangga ( misalnya membuat kerupuk, dll)
  • Membuka warung di rumah
  • Membuka kantor di rumah
  • Dll
  1. Hindari hal-hal sebagai berikut:
  • anak dititipkan di rumah kakek dan nenek
  • anak dididik oleh pembantu rumah tangga
  • anak dititipkan di tempat penitipan anak / day care
  1. Sepakati apa kegunaan gadget untuk seluruh anggota keluarga anda
  2. Orang tua harus mengerti dunia gadget agar dapat mendampingi, mengawasi, mengontrol dunia gadget anak-anaknya.
  3. Punya ruang bergadget- di ruang terbuka- bukan di kamar tertutup. Buat aturan ini
  4. Latih anak-anak untuk memanfaatkan gadget secara positif: ( sesuai umur mereka saat mereka sudah diperbolehkan memiliki jejaring sosial)
    • Membuat status / kalimat mutiara yang memberkati orang banyak
    • Memberi pengaruh injil kepada sebanyak mungkin orang dalam waktu cepat
    • Membuat website/blog yang positif
    • Membaca ilmu pengetahuan
    • Mengembangkan hobby yang positif, misal fotography, editing video, video kreatif, editing foto, humor membangun, dll
    • Mengembangkan jaringan yang sangat positif- cari teman yang sehat dan dapat saling membangun dan tetap berhati-hati terhadap orang yang tidak dikenal
  5. Perkenalkan bahaya-bahaya apabila:
  • Menjalin persahabatan yang terlampau akrab dengan orang yang tidak dikenal di dunia nyata- teman di dunia maya sebanyak mungkin bukan sebuah prestasi
  • Memberikan informasi alamat, nomor hp/ pin bb pada siapa saja
  • Mengupload foto-foto masa kecil saat sedang mandi/berenang, dll
  • Tidak perlu membuat foto-foto yang tidak sopan
  • Tidak perlu menonton film film yang porno
  • Cari judul-judul film yang bagus untuk ditonton bersama
  1. Matikan blue light. Matikan notifikasi, batasi aplikasi, nyalakan aplikasi parental control
  2. Pakai gawai sebagai motivator bukan sebagai alat suap
  3. Jangan hadapi anak-anak dengan kemarahan melainkan dengan ketenangan
  4. Latih dengan ketat di awal sehingga bisa longgar di belakang
  5. Diskusikan pemakaian medsos yang benar jangan sekedar melarang

 

 

 

 

 

PEKAN ROHANI ANAK PARENTING SESI 1 POLA ASUH TERHADAP ANAK ALA ALKITAB


THEMA                                                 : RESTORE MY HEART

AYAT THEMA                                     : Maleakhi 4:6

TUJUAN                                               :

  1. Anak-anak mengerti siapa dan bagaimana karakter Bapa kita di Surga
  2. Anak-anak bisa punya hubungan yang dekat dan intim dengan TUHAN
  3. Anak-anak dengan mudah bisa menyembah Tuhan karena punya gambaran Bapa yang benar
  4. Anak-anak belajar menghormati orang tua dan dipulihkan hubungannya dengan orang tuanya.

PEKAN ROHANI ANAK diadakan dalam 3 gelombang

Lanjutkan membaca “PEKAN ROHANI ANAK PARENTING SESI 1 POLA ASUH TERHADAP ANAK ALA ALKITAB”