MATERI RET-REAT SD KELAS VI SESI 1. SELF IMAGE HEALING


PELAKSANAAN DI SEKOLAH MINGGU

 

PELAKSANAAN DI REAT-REAT SD KELAS VI UNTUK PERSIAPAN UN

 

PRINT – KOMIK MEFIBOZET

Dengan klik tautan di atas , anda akan mendapatkan komic Mefiboset yang siap diwarnai anak-anak, sebelum anda bercerita, atau jadi salah satu kegiatan Reat-reat, atau untuk oleh-oleh mereka sebelum mereka pulang.

Komic tersebut karya kak OCTA CHRIST, rekan pelayanan guru sekolah minggu, yang juga dulu adalah murid saya di sekolah minggu.

Jika anda menginginkan memesan komic lain pada beliau, dapat menghubungi beliau di nama facebook OCTA CHRIST, beliau juga menerima pesanan kaos lukis. Saya ucapkan terima kasih pada kak Octa Christ yang telah mengerjakan pesanan komic ini dengan sangat luar biasa.

KLIP PESERTA LOMBA FESTIFAL DRAMA/ PANTOMIM/TARI

VERSI DRAMA

KLIP 1

KLIP 2

KLIP 3

KLIP 4

KLIP 5

KLIP 6

KLIP 7

KLIP 8

KLIP 9

KLIP 10

KLIP 11

KLIP 12

KLIP 13

VERSI PANTOMIM

KLIP 14

KLIP 15

KLIP 16

VERSI TARI

KLIP 17

KLIP 18

KLIP 19

PDF KLIP

KLIP 20

KLIP 21

LAGU DENGAN TERJEMAHAN BAHASA INDONESIA – ‘RAJA MEMERINTAHKAN UNTUK MEMANGGILMU’

 FOMAT PENILAIAN JURI

(KLIK DOWNLOAD DI ATAS, KEMUDIAN MOHON DIBUKA SEMUA FOLDER DARI TAUTAN DI ATAS)

 THN II. MINGGU KE 24

MEFIBOSET; SI PINCANG DI PELUKAN AYAH

SIKAP HATI: PEMULIHAN GAMBAR DIRI/ SELF IMAGE HEALING

Materi ini akan dipraktekkan di reat-reat SD Kalam Kudus Yogyakarta, kelas VI SD tanggal 1-2 Pebruari, di Kaliurang, Yogyakarta. Puji Tuhan !!

Materi ini bisa kita gunakan untuk beberapa keperluan:

  1. Materi Reat-reat SD, menjelang Ujian Nasional, untuk membimbing mereka mengalami pemulihan gambar diri. Akan kita pakai materi cerita untuk anak, secara detail, dan hanya dua tayangan klip yang diputar ( tidak untuk dilombakan JURI CILIK), ditutup dengan refleksi diiringi musik lembut
  2. Materi Sekolah Minggu, yang saya sarankan adalah bentuk acara JURI CILIK FESTIFAL PANTOMIM / DRAMA.
  • Dalam acara ini, kita akan menggunakan cerita guru secara singkat, setelah itu anak-anak akan menjadi juri secara berkelompok untuk menilai 11 tayangan klip dari cerita dan pantomim yang sama, tetapi dengan pemain dan gereja yang berbeda, semua tayangan hanya berdurasi 4 menit. Untuk lebih jelasnya nanti anda bisa baca lebih detail
  1. Materi Pra Remaja/ remaja. Untuk acara pra remaja, disediakan 2 bacaan yang telah saya edit (Karna setelah saya teliti di Alkitab tidak ada petunjuk bahwa Makhir bin Amiel bersaudara dengan Ziba seperti yang tertulis dalam naskah ini- tetapi kalimat tersebut telah saya hapus) Bacaan ini bisa anda buat lomba narasi per kelompok atau pun bisa dijadikan materi saat teduh/ bacaan majalah remaja (NB: naskah bacaan  ini bukan buatan saya, tetapi telah saya cantumkan siapa penulisnya/narasumbernya.)
  2. Inspirasi untuk drama guru/ drama / pantomim anak. Untuk pementasan PASKAH.

Keterangan ; Bagi guru wajib membaca bacaan Alkitab yang cukup banyak serta Lampiran 1 dan 2 serta 3 dan 4 , demikian juga bagi peserta drama/pembimbing saat teduh/dll yang terlibat dalam acara ini. Tetapi anak sekolah minggu tidak perlu membaca lampiran-lampiran ini.

THN II. MINGGU KE 24

MEFIBOSET; SI PINCANG DI PELUKAN AYAH

SIKAP HATI: PEMULIHAN GAMBAR DIRI/ SELF IMAGE HEALING

BACAAN UNTUK GURU

  1. ALKITAB: (semua kitab yang bersinggungan dengan tokoh Mefiboset
  • II Sam pasal 4, 9, 16,19,21
  1. LAMPIRAN 1 :LATAR BELAKANG KELUARGA RAJA SAUL
  2. LAMPIRAN 2 : PERKIRAAN UMUR

POWER POINT DAPAT ANDA KLIK DI SINI

MEFIBOSET edit Agt 2014

Materi untuk anak

Mefiboset adalah cucu dari seorang raja pertama Israel, dan dia adalah cucu pertama yang dibangga-banggakan. Kakeknya bernama raja Saul, dan ayahnya bernama Yonatan. Sewaktu Mefiboset lahir…betapa senangnya keluarga besar ini. Sungguh bangga memiliki cucu pertama laki-laki. Mefiboset adalah anak tunggal dari Yonatan. Dan Mefiboset adalah cucu satu-satunya dari raja Saul.

 

Arti nama dari Mefiboset adalah : Pembasmi berhala/ Menghilangkan dewa kekejian. Menghilangkan rasa malu

 

Saat itu Baal adalah dewa yang disembah oleh orang-orang Kanaan, dewa alam yang diharapkan dapat memberi kesuburan, merupakan dewa kekejian bagi orang Israel.

 

Mungkin saja Mefiboset diberi nama seperti itu untuk menunjukkan bahwa ayahnya berharap, kelak Mefiboset akan bertumbuh menjadi anak yang berhasil membasmi semua penyembahan berhala di kanaan dengan cara menumpas semua musuh/ orang Filistin/ para penyembah berhala yang tadinya mendiami negri itu.

 

Mefiboset kecil bertumbuh terus menjadi anak yang menyenangkan, sampai suatu ketika dia sudah bisa tengkurap, duduk, merangkak, berlari ke sana dan ke sini, melompat dan bahkan berlari.

 

Mefiboset tinggal di istana yang megah, mendapat makanan terlezat, dilayani oleh pelayan-pelayan istana, dan pakaiannya indah-indah dan mahal-mahal. Dididik dengan didikan terbaik dan menjadi anak yang diperhatikan, disayangi dan dilimpahi kasih sayang. Waktu terus berlalu sampai Mefiboset berusia 5 tahun.

 

Pada waktu Mefiboset berumur 5 tahun, terjadi suatu peristiwa yang menyedihkan. Hari itu kakek Raja Saul, ayahnya Yonatan serta kedua pamannya, Paman Malkisua dan Paman Abinadab berangkat berperang melawan orang Filistin, tetapi di medan peperangan mereka semua mati, baik kakeknya , ayahnya maupun kedua pamannya.

 

Inang pengasuh Mefiboset berlari terburu-buru. Pada zaman itu, tentunya jika seorang raja kalah dalam pertempuran, dikawatirkan pewaris tahtanya akan di bunuh oleh raja yang baru. Akhirnya inang pengasuh Mefiboset itu pun melarikan Mefiboset sambil terburu-buru dan terjadilah kecelakaan itu, Mefiboset pincang sejak usianya 5 tahun.

 

Kini dia tidak bisa berjalan lagi dengan tegap, tidak bisa berlari lagi sesuka hati, tidak bisa melompat-lompat lagi dengan riang, bumi seolah olah runtuh. Tak punya teman lagi, dan semua menyindir-nyindir Dia pincang…dia pincang….anak yang memalukan.

 

Mefiboset akhirnya tinggal di rumah seorang kaya yang baik hati bernama Makhir bin Amiel yang tinggal di Lodebar. ( II Sam 9:4 dan II Sam 17: 27). Tinggal di rumah biasa, bukan istana. Daerah sepi ini bernama Lodebar.Lodebar adalah tempat yang artinya TANPA HARAPAN. Tidak ada lagi impian yang bisa diimpikan di tempat yang tandus seperti ini

 

Di tempat ini, Mefiboset tinggal di tempat biasa, dengan pakaian biasa, tidak ada orang yang menghormati seperti dulu lagi, bahkan ada orang-orang yang mungkin mengejek, menyindir, dan memandang rendah kakinya yang pincang. Ia tak punya apa-apa lagi, tak punya impian. Masa depan yang suram sebagai orang cacat yang tidak berarti lagi

 

Sejak saat itu ( mungkin untuk maksud penyamaran) namanya diganti menjadi Meribaal yang artinya Berjuang melawan Baal.

 

Meribaal alias Mefiboset merasa malu karna ia pincang, malu karna keluarganya adalah keluarga yang gagal, kakek dan ayah serta paman-pamannya telah meninggal dalam satu hari yang sama, kalah di tangan musuh.

 

Kini pamannya yang tinggal satu-satunya dari keluarga ayahnya, yang telah menjadi raja menggantikan kakeknya tak sekalipun mencarinya, tak sekalipun memperhatikannya dan mengajaknya tinggal bersama dengan dia di istana kakeknya dulu. Apakah pamannya takut kalau dia merebut kedudukannya sebagai raja…? Bukankan ia adalah anak dari Pangeran Yonatan, sang putra mahkota kerajaan? Sedangkan pamannya Isyboset  hanyalah anak bungsu? Dan orang yang pemalu? (arti nama Isyboset adalah Pria Pemalu)

Apakah pamannya malu memiliki ponakan pincang seperti dia?

 

Dan raja yang memerintah atas Yehuda, raja Daud….ow suatu ketika pastilah raja Daud ini akan menggulingkan pemerintahan dari paman Isyboset itu….apalagi sejak panglima Abner memihak pada Daud dan akhirnya meninggal. Paman Isyboset semakin gentar dan takut.

 

Mungkin saja raja Daud suatu saat akan membunuh Mefiboset, oleh karna itu nama samaran Meribaal itu sudah tepat…tidak ada orang yang tahu kalau Meribaal sebenarnya adalah Mefiboset, dia sebenarnya adalah cucu raja pertama Israel yaitu Mefiboset, si pembasmi berhala.

 

Waktu usianya kira-kira 12 tahun, Paman Isyboset meninggal karna dibunuh. Lengkaplah sudah penderitaan Meribaal, Kini tidak ada satu pun dari keluarganya yang duduk di pemerintahan Israel, dan semua saudara dari ayahnya yang laki-laki sudah meninggal, tinggal kedua tantenya, Tante Merab dan Tante Mikhal. Tapi kemana tante-tante itu? Tidak ada satupun yang perduli padanya. Mereka semua sibuk dengan urusannnya sendiri

 

Harapan untuk mendapatkan warisan kakek sepeninggal Paman sepertinya tidak boleh menjadi impian, apalagi harapan untuk mendapatkan kasih sayang dari siapa pun…benar benar tak boleh bermimpi…dan hidup di Lodebar daerah yang terkenal dengan tanah tanpa harapan….benar benar anjing mati saja….

 

Sepeninggal Paman, Ziba inang pengasuhnya semakin lama semakin kaya, semua harta kekayaan kakek dan ayahnya serta pamannya Isyboset itu telah menjadikannya sangat kaya..tidak sepeser pun Meribaal menikmati kekayaan itu, tak sepeser pun. Kini ia hanyalah beban bagi keluarga Tuan Makhir. Bayangkanlah mengelola harta kekayaan mantan raja pertama Israel dalam kurun waktu lebih kurang sepuluh tahun…ow ow..betapa banyak hasil ladang…betapa banyak ternak…Meribaal tidak bisa apa apa…dia pincang dan tidak bisa mengejar haknya….Ziba kini telah berubah dari hamba Saul, kakeknya, menjadi Tuan Ziba

 

Hidupnya seperti anjing mati yang tak berguna.

 

Sepeninggal Paman Isyboset, kini seluruh Israel dipimpin oleh Raja Daud.

 

Akhirnya Meribaal pun menikah, dan memiliki anak bernama Mikha yang artinya ‘yang seperti Allah’, Mungkin dengan memiliki anak, ada secercah harapan, siapa tahu anak ini kelak akan menjadi anak yang berguna, anak yang berhasil. Ketika dia mau berjuang melawan Baal (Meribaal), dia berharap anaknya kelak mewarisi sifat-sifat Allah Israel (Mikha)

 

Hidup terus berlanjut, usia Meribaal kini sudah mencapai kira-kira 22 tahun, tetap saja ia masih bergantung pada kebaikan hati Tuan Makhir. Ia punya anak tetapi tetap tidak bisa memberi harapan pasti pada Mikha, anandanya yang dia sayangi.

 

Tiba-tiba siang itu Ziba datang, dan mengatakan bahwa Raja Daud memanggilnya menghadap. Para pengawal kerajaan berseragam lengkap memenuhi rumah Tuan Makhir itu dan menjemput dia untuk dibawa ke istana

 

Dia gemetar….apa lagi nanti yang menimpa hidupnya…kini ia tak sendiri lagi …ada istrinya ada mikha anaknya…sudah cukup dengan semua yang sudah dia alami, kemalangan demi kemalangan, dan kini jangan ada apa apa yang bakalan menimpa keluarganya.

Jangan-jangan kini setelah kerajaannya kokoh, raja Daud itu ingin semakin mengokohkannya dengan menumpas keluargaku…satu-satunya cucu mantan raja yaitu cucu kakek Saul, dan anak dari si sulung putra mahkota, ayah Yonatan, dan …dan…..Mikha….Mikha…oh..jangan sampai Mikha pun terkena getah pahit dari semua ini.

 

Darimana raja tahu kalau dia ada di Lodebar? Ooooh Ziba yang memberi tahukannya. Mengapa Ziba memberitahu raja? Ooooh karna raja yang menanyakan perihal keluarganya.

Jadi raja tahu kalau aku cacat….? Tetapi tetap memanggil aku ke istana….?

 

Saat Mefiboset bin Yonatan bin Saul, datang menghadap, ia pun sujud dan menyembah.

 

“Mefiboset…!!” ( raja memanggil dia dengan naman lamanya Mefiboset- si pembasmi berhala’)

 

“inilah hamba tuanku!’’ jawabnya dengan gemetar.

 

“Janganlah takut, sebab aku pasti akan menunjukkan kasihku kepadamu oleh karena Yonatan, ayahmu; aku akan mengembalikan kepadamu segala ladang Saul, nenekmu , dan engkau akan tetap makan sehidangan dengan aku.”

 

Perkataan itu terdengar sangat menyejukkan…hampir tak dapat dipercaya.

Bukan untuk dibunuh, bukan untuk dihambat, bukan untuk dimusnahkan, tetapi untuk dikasihi, untuk dijadikan salah seorang anak raja.

 

“Apakah hambamu ini, sehingga engkau menghiraukan anjing mati seperti aku ?”

 

Meribaal merasa dirinya tidak berguna, seperti anjing mati saja.

Tetapi  semua kekayaan kakek Saul yang selama ini dicuri dan dirampas oleh Ziba kini dikembalikan kepadanya. Padahal dengan tinggal di istana dia sudah tidak memerlukan apa-apa lagi, semua makanan dijamin, pakaian, dan masih banyak lagi kemewahan lainnya…ini masih ditambah lagi dengan diberikannya dia tabungan, hasil dari ladang kakek dan ayahnya.

 

Ini seperti mimpi…ini sulit dipercaya…ini tak pernah terpikir sebelumnya…dan tidak hanya itu Ziba dan seisi rumahnya harus bekerja untuk melayani keluargaku. Penghinaan itu kini sudah berakhir…

 

Meribaal dijadikan salah satu anak raja. Perjuangannya kini telah mencapai hasilnya.

Kini dia dipanggil Mefiboset lagi, nama kecilnya dulu dikembalikan lagi kepada dirinya.

 

Mefiboset pun mengajak Mikha turut tinggal di istana bersamanya…..biarlah Mikha mengalami lagi seperti yang dia alami waktu kecil dulu…tinggal di istana, walaupun bukan istana kakek buyut Saul, tetapi kini dia memiliki kakek buyut yang baru, yaitu Kakek Daud.

 

Tinggal di istana, dapat baju kerajaan, disayang raja, diajak mengobrol, diajak tertawa di meja makan, bergurau tentang apa saja, dipeluk, dicinta, bercerita nostalgia tentang persahabatan raja Daud dengan ayahnya Yonatan, dan saat jam makan tiba….

 

Makanan sudah tersedia di meja…sebuah jamuan istana, dengan gelas kaca dan taplak sutra.

Semua anak raja, pangeran-pangeran ada di sana….Pangeran Amnon, Pangeran Kileab, Pangeran Absalom, Pangeran Adonia, Pangeran Sefaca, Pangeran Yitream,

 

Tetapi raja Daud berkata…sebentar…kita tunggu dulu Pangeran Mefiboset, kalau dia belum datang kita tidak akan memulai makan malam ini…

 

Mefiboset pun datang dengan terpincang-pincang, tetapi saat dia sudah duduk di kursi yang disediakan untuk dia sebagai salah seorang pangeran, kakinya yang pincang itu tertutupi oleh taplak sutra yang menjuntai sampai ke lantai itu..

 

Tidak ada yang boleh memandang rendah Mefiboset lagi, karna dia adalah anak raja, dia adalah pangeran, segala aibnya telah dihapus dan raja tidak pernah ingat bahwa dia pincang, di mata raja, dia adalah anak yang disayangi, dikasihi…raja tidak pernah malu jika di istananya dan di meja makannya duduk seorang MEFIBOSET

 

Bagi dia kebaikan dari Raja Daud, tidak sebanding jika dibandingkan dengan seluruh harta kekayaan warisan kakeknya Saul itu, dan biarlah seluruh harta itu diambil oleh Ziba…kalau memang Ziba mengejar kekayaan itu, bagi Mefiboset, kepulangan raja Daud dengan selamat dari pelariannya akibat pemberontakan Absalom, itu lebih penting dari segalanya. Hubungan dengan ayah angkatnya Daud lebih penting dari segalanya. Ziba tak kan mengerti hal ini, karna dia tidak mengalaminya.

MENONTON TAYANGAN 1 saya sarankan pilih klip terjemahan lagu dalam bahasa indonesia, klip 21

MENONTON TAYANGAN 2 saya sarankan pilih saja klip nomor 1

MENONTON TAYANGAN 3 saya sarankan pilih saja klip nomor 13

rata-rata klip adalah 5 menit, oleh karna itu, pemutaran klip ini tergantung juga dengan waktu yang tersedia.

PERENUNGAN:

  • Mefiboset sebenarnya adalah perlambang dari hidup kita
  • Kita dirancang untuk lebih dari pemenang/memusnahkan baal dalam hidup kita, menjadi penakluk, pemenang, dan diberkati, dikasihi, disayangi
  • Namun sayang…ada sebuah kepincangan yang tiba-tiba mengubah semuanya
  • Mungkin kaki kita tidak pernah pincang, tetapi mungkin saya kita memiliki
    • Keluarga yang pincang
    • Kurang kasih sayang dari orang tua
    • Dibanding-bandingkan dengan kakak/adik/sepupu kita
    • Papa dan mama yang tidak pernah rukun
    • Kepincangan ekonomi keluarga, dimana kita mungkin orang yang lahir dari keluarga yang sederhana. Tidak bisa beli apa apa
    • Kepincangan karna minder, tak punya baju bagus, tak punya tas bagus, tak punya sepatu yang bagus, tak punya rumah bagus dan selalu ngontrak, ke mana mana naik angkot dan nggak punya mobil mewah, dll
    • Kepincangan karna tak punya waktu banyak seperti teman-teman lainnya, karna harus membantu mama jaga warung, harus membantu mama bikin kue
    • Kepincangan karna mamaku sudah meninggal
    • Kepincangan karna papaku sudah meninggal
    • Kepincangan dalam pelajaran, sering dapat nilai jelek, tidak mengerti saat diterangkan pelajaran oleh guru, tidak pernah jadi juara kelas
    • Kepincangan dalam fisik, sering diejek karna pesek, karna kriting, karna hitam, karna gendut, karna terlalu kurus, karna mata sipit, dll
    • Kepincangan karna tidak ada teman yang mau bermain dengan kita, berteman dengan kita, tidak ada guru yang bangga pada kita, senang dengan kita, akrab dengan kita
    • Kepincangan karna walaupun semuanya ada, tapi papa dan mama jarang ada di rumah, mereka semua sibuk dengan urusan masing-masing
    • Kesemuanya itu terkadang membuat kita seperti anjing mati saja, tidak berguna, tidak layak, tidak membanggakan siapa pun
    • Sadarilah saat ini Bapa sorgawi, dibambarkan seperti raja Daud…Dia memanggilmu datang  ke istana, Dia ingin memulihkan keadaanmu. Dia ingin menghapuskan hal-hal yang bagimu memalukan itu, karna di mata-Nya kamu begitu berharga
      • Tidak ada keluarga yang sempurna, tidak ada orang tua yang sempurna, tidak ada teman dan guru yang sempurna, ampuni saat orang tuamu tidak seperti yang kamu mau, ampuni saat teman-temanmu tidak seperti yang kamu harapkan, dan ampuni saat kamu jumpai dirimu tidak semembanggakan seperti yang kamu harapkan
      • Tetapi ada kasih Bapa yang sempurna, dia mengasihimu tanpa syarat. Apapun keadaanmu Bapa mengasihimu, Dia mengenalmu sejak dalam kandungan ibumu, Dia menenunmu dalam kandungan ibumu, dan Dia menopang dan menggendongmu sejak kamu dalam kandungan ibumu, saat engkau lahir, kamu sangat berharga bagi Nya
      • Hanya kasih Bapa yang dapat memenuhkan kekosongan hatimu dengan kasih-Nya, dimana kekosongan itu tak dapat diisi oleh apa pun juga, seperti kekayaan, kepandaian, pakaian keren, piala, nama yang terkenal, keluarga yang tampaknya bahagia, atau apa pun juga. Hanya kasih Bapa yang dapat memelukmu dan itu dapat membuatmu bahagia. Sama seperti Mefiboset, semua yang berupa kekayaan warisan dari kakeknya tidak sebanding dengan kasih ayah angkat-nya Daud yang telah dia alami.
      • Kamu dipanggil ke istana dan Bapa ingin memelukmu.

lagu yang disarankan untuk mengiringi perenungan

Kau Kukagumi

 
Belum pernah ada
Kasih di dunia
Sanggup menerima diriku apa adanya
Selain kasihMu, YesusTak kan ada lagi
Kasih seperti ini
Sanggup mengubahkan hidupku
Menjadi baru
Selain kasihMu, YesusKau…
Ku kagumi dalam hati
KasihMu tiada duanya
Sampai kini, ku akui
KasihMu tiada duanya.
 

BENTUK ACARA UNTUK SEKOLAH MINGGU:

JURI CILIK FESTIFAL DRAMA

JURI CILIK FESTIFAL TARI

JURI CILIK FESTIFAL PANTOMIM

FOMAT PENILAIAN JURI

(MOHON DIBUKA SEMUA FOLDER DARI TAUTAN DI ATAS)

  1. Penjelasan mengenai kisah drama/ pantomim : MATERI UNTUK ANAK
  2. Penjelasan mengenai syair lagu yang dipakai untuk drama / dengan memutar lagu dan PDF. YAITU KLIP 20/ yang sudah saya terjemahkan dalam klip 21
  3. Pembagian kelompok
  4. Pembagian kriteria dan penjelasan tiap kriteria
  5. Penjelasan bagaimana cara mengisi lembar juri
  6. Perkenalan Juri Asli/ Juri dari panitia
  7. Festifal Pantomim / drama dilaksanakan
  8. Pengumuman Juara Umum Festifal
  9. Pengumuman juara JURI TERBAIK
  10. Kesimpulan oleh tiap kelompok mengenai CERITA MEFIBOSET

Anak-anak pada awalnya mendengar cerita tentang Mefiboset secara singkat saja.

Setelah itu mereka akan melihat tayangan LAGU DAN PDF dari lagu mengenai Mefiboset dalam bahasa Spanyol yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan guru membaca terjemahan bebas yang telah saya buat (LIHAT lampiran 5) sementara tayangan PDF diputar KLIP PDF INI ADALAH KLIP NO 20 dan sudah saya terjemahkan dalam klip 21

Pembagian kelompok, sesuaikan jumlah anak yang ada

Pakai kriteria sesuai dengan jumlah kelompok yang ada ( tidak harus semua kreiteria dipakai- saya membuat sebanyak mungkin kriteria untuk gereja yang anaknya berjumlah sangat banyak), satu kelompok cukup satu kriteria yang dinilai (misal kelompok satu hanya menilai kriteria kostum saja, kelompok dua hanya menilai mimik muka saja, dst), kelompok tiga hanya menilai actingnya saja, dst

Penjelasan  lembar juri

Pilih 3 orang juri dari luar SM atau dari guru SM untuk menilai semua kriteria yang ada dalam semua kelompok (misalnya satu juri dia menilai baik kostum, mimik muka maupun actingnya), sebagai JURI DEWASA

Pengumuman pemenang Festifal Pantomim oleh Kelompok Juri Cilik- jika yang dianggap mereka menang adalah sama dengan yang dianggap oleh juri DEWASA menang ( misalnya sama-sama dipilih klip 3 adalah kostum terbaik)- maka kelompok tersebut dapat nilai 100, tetapi jika berbeda ( misalnya juri cilik menganggap kostum terbaik pada klip 3 tetapi juri dewasa menganggap kostum terbaik pada klip 5)- maka kelompok tersebut mendapat nilai nol.

Jika anda mau, mintalah dari awal untuk tiap kelompok tidak hanya menilai klip terbaik sesuai kriteria mereka, tetapi juga memilih KLIP FAVORITE. ( walau hasilnya tidak selalu sama dengan kriteria mereka- misal secara kostum terbaik adalah klip 3 – menurut mereka- tetapi bisa saja klip terfavorite adalah KLIP 8 karna secara keseluruhan baik- tidak hanya kostumnya saja.

Jika penilaian kelompok mengenai Klip Favorite sama dengana klip favorite pilihan juri dewasa, berarti mereka mendapat point 100 lagi

Menonton 20  tayangan ( 20 tayangan ini boleh anda kurangi sesuai umur anak-anak)

Terakhir minta mereka maju (wakil) dan menceritakan tokoh apa yang paling berkesan dalam tiap tayangan tadi, dan minta mereka menjelaskan mengapa tokoh itu berkesan.

ALTERNATIF ACARA LAINNYA:

  • UNTUK PRA REMAJA/ BAHAN SAAT TEDUH/ LOMBA NARASI ( LAMPIRAN 3, 4)
  • LOMBA MEMBACA NARASI ; MEFIBOSET SI ANJING MATI ( LAMPIRAN 3)
  • BACAAN UNTUK KELAS PRA REMAJA ( LAMPIRAN 4)
  • LOMBA MENIRUKAN TARIAN PADA KLIP TARI (PILIH KLIP TARI)
  • LOMBA MEWARNA KOMIC MEFIBOSET ( TAUTAN ADA DI BAGIAN TERATAS DARI TULISAN INI)
  • MENJADI BACAAN DI MAJALAH DINDING GEREJA/SEKOLAH KRISTEN

LAMPIRAN 1: UNTUK BACAAN GURU

CARA PANDANG ILAHI

(diselidiki oleh Grace)

Kita tentunya tahu bahwasannya Saul itu dirasuk iri pada Daud, sampai –sampai ingin membunuh Daud tanpa alasan yang masuk akal. (I Sam 19:10)

Daud punya kesempatan untuk membunuh Saul selama dua kali, tetapi Daud tidak mau menjamah orang yang diurapi oleh Tuhan.

(I Sam 24: 10-11, I Sam 26: 18)

Saat Saul dan Yonatan dan dua adiknya mati dalam pertempuran, Daud pun berkabung II Sam 1: 17

Daud mengikat janji dengan Yonatan untuk supaya nama Yonatan jangan terhapus dari keturunan Daud. I Sam 18: 3, dan peristiwa perjanjian yang ke dua I Sam 20:16

Terbukti Daud menepati janjinya, dia mengangkat Mefiboset menjadi anggota keluarganya, makan sehidangan dengannya dan tinggal di istana bersamanya. (II Sam 9:13)

Tetapi Daud tidak saja berlaku ramah terhadap anak dari Yonatan, yaitu Mefiboset, saja, tetapi Terlepas dari itu semua kita bisa melihat kebesaran hati Daud dalam penelusuran keluarga berikut ini

Latar Belakang Keluarga

Raja Saul memiliki empat anak laki-laki dan dua anak perempuan

Empat anak laki-laki Saul

1. Yonatan, adalah putra mahkota, Yonatan memiliki anak tunggal bernama Mefiboset/ Mefiboset. I Taw 8: 34, II Sam 9:6

Mefiboset memperanakkan Mikha, dan Mikha memiliki anak Piton, Melekh Tarea dan Ahas I Taw 8: 34, I Taw 8:35

Yonatan akhirnya mati dalam pertempuran ( II Taw 10:2)

2. Malkisua, mati dalam pertempuran ( II Taw 10:2)

3. Abinadab, mati dalam pertempuran ( II Taw 10:2)

4. Esybaal/ sama dengan ISYBOSET , adalah anak Saul yang menggantikan Saul menjadi raja II Samuel 2: 10-11, sementara itu hanya kaum Yehuda saja yang dipimpin oleh Daud. Isyboset mati terbunuh oleh penjahat bernama Rekhab dan Baana bin Rimon, saat ia tidur siang di rumahnya, dan dipenggal kepalanya.  II Sam 4: 7. Alkitab tidak menceritakan bahwa Isyboset itu memiliki anak atau istri.

Esybaal yang arti namanya adalah SEORANG BAAL- baal juga berarti Tuan/Pemilik ) mengganti nama menjadi Isyboset , pria pemalu.

 

Dua  anak perempuan Saul

5. Merab yang sedianya akan diberikan pada Daud menjadi istrinya, tetapi akhirnya dinikahkan dengan orang lain bernama Adriel bin Barzilai. Merab memiliki 5 anak laki-laki yang namanya tidak dicatat dalam Alkitab I Sam 18:17

6. Mikhal yang akhirnya menjadi istri Daud, tetapi kemudian oleh Saul dinikahkan lagi dengan  Palti bin Lais dari Galim Mikhal tidak memiliki anak sampai hari matinya. I Sam 18:19, I Sam 25: 44

Raja Saul memiliki gundik, gundiknya bernama Rizpa binti Aya II Sam 21: 11

Gundiknya ini memiliki dua anak ARMONI dan Mefiboset II Sam 21:8

(jangan bingung dengan nama ini, karna ada dua nama Mefiboset dalam keluarga Saul, yang pertama adalah Mefiboset anak dari Yonatan, yaitu Cucu Saul, dan yang kedua adalah Mefiboset yang ini, anak dari Saul yang di dapat dari gundiknya)

II Samuel 21:1-14

Bangsa Israel mengalami kelaparan, dan saat Daud bertanya pada Tuhan, ternyata penyebabnya adlah hutang darah, di mana Saul melanggar perjanjian yang sudah dibuat antara Yosua dengan orang-orang Gibeon

Saat Israel mengalami kelaparan dan orang Gibeon menuntut nyawa dari 7 orang dari keluarga Saul; inilah yang dilakukan Daud, dia memilih 7 orang ini untuk ditumpas sebagai pembayaran hutang darah tersebut. :

  • 5 cucu Saul dari anak perempuannya Merab II Sam 21:8
  • 2 anak Saul yang didapat dari  gundiknya (yakni yang bernama Armoni dan Mefiboset – anak dari gundik-bukan mefiboset bin Yonatan) II Sam 21:8

Dan Daud tidak memilih:

  • 5 orang cucu Saul dari anak perempuannya Merab (Alkitab tidak pernah mencatat siapa nama kelima anak Merab ini)
  • Serta dua orang, yaitu anak Yonatan bernama Mefiboset serta cucu Yonatan bernama Mikha.  Menurut perhitungan sejarah ( dalam lampiran 2)  usia Mefiboset pada saat itu diperkirakan 38 tahun dan usia Mikha saat itu adalah 18 tahun – jika diasumsikan selisih usia Mefiboset dengan Mikha anaknya 2o tahun.

Dari semua bagian alkitab yang bersinggungan dengan keluarga Saul, kita mendapati bahwa ternyata Daud sangat menghormati dan mengasihi keluarga Saul, ini dibuktikan dengan adanya :

Daud justru menghukum mati orang-orang yang menyampaikan kabar kematian Saul (2 Sam 4: 10, 2 Sam 1: 1-16)

Menghukum mati orang yang membunuh Raja Isyboset bin Saul ( 2 Sam 4: 12)

Mengumpulkan tulang-tulang Saul dan tulang-tulang Yonatan, yang telah dicuri oleh warga kota Yabesh Gilead, juga tulang-tulang dari 7 orang yang digantung oleh orang Gibeon itu, dan semua tulang-tulang itu dikuburkan secara terhormat di tanah Benyamin di Zela di kubur Kish, ayah Saul. II Sam 21:13

Setelah itu kalaparan itu pun berhenti. II Sam 21: 1, 14

Daud menepati janjinya pada Yonatan dan Daud tidak pernah beriktiar untuk memusnahkan keluarga Saul, tetapi Tuhan sendiri yang mengkondisikan anak-cucu Saul mati di medan pertempuran, mati dibunuh, mati karna dituntut nyawa oleh orang GIBEON, dan ada yang terhenti keturunan karna kemandulan

Dari semua keluarga Saul, semuanya musnah , kecuali anak dan cucu dan cicit daripada Yonatan, mereka tetap hidup. (anaknya bernama Mefiboset bin Yonatan, dan cucunya bernama Mikha bin Mefiboset, serta cicitnya bernama Piton bin Mikha, Melekh bin Mikha,  Tarea bin Mikha dan Ahas bin Mikha.)

Ada beberapa rhema yang Tuhan berikan di sini  buat kita:

  1. Daud tahu betul bahwa kepemimpinannya atas Israel bukan dicapai dengan cara memusnahkan keluarga Saul. Bukan cara pintas seperti itu.
  2. Daud tidak terburu-buru menjadi raja Israel secara keseluruhan, saat dia masih memerintah atas Yehuda saja, Daud tidak secara kasar kemudian mengkondisikan bahwa dia akan memerintah Israel secara keseluruhan
  3. Daud memperlakukan Saul sebagai ayah mertuanya dan bukan memposisikan Saul sebagai musuhnya, sehingga kematian dari anggota keluarga Saul adalah perkabungan yang mendalam buat dirinya, walaupun sebagai seorang menantu, Daud dipermalukan karna calon istrinya (Merab) diberikan Saul pada orang lain, dan istri Daud (Mikhal) juga dinikahkan untuk kedua kalinya pada orang lain. (Hal ini bisa kita lihat dari cara Daud memanggil Saul dengan sebutan ‘ayah’ di I Sam 24: 1-23)
  4. .Yonatan memandang keberadaan dirinya sebagai putra mahkota secara budaya kerajaan, tidak dengan kacamata manusia, tetapi dengan mata imannya jauh ke depan, dia sudah menyadari bahwa kepemimpinan Israel akan jatuh ke tangan Daud yang memang sudah diurapi untuk menjadi raja menggantikan ayahnya.
  5. Yonatan tidak bersikap iri terhadap Daud, yang kelak bakalan menggeser kemungkinannya menjadi raja menggantikan ayahnya, tetapi sebaliknya Yonatan justru menjalin persahabatan dengan Daud dan membuat ikat janji agar Daud menjadikan keturunannya sebagai keturungan Daud. Inilah yang dinamakan perjanjian berdasarkan IMAN.
  6. Keturunan Yonatan pada akhirnya selamat baik dari pedang musuh, kejahatan, kemandulan, atau penuntutan balas dari para pendendam, sungguh berbeda sekali dengan keturunan Saul dari anak-anaknya yang lainnya. Mengapa ini terjadi? Perjanjian Daud dengan Yonatan adalah gambaran dari ikat janji keselamatan yang daripada Tuhan atas hidup kita. Dimana keselamatan yang daripada Tuhan akan melepaskan kita dari segala hutang darah, kematian, kekalahan, kemandulan, kejahatan, kutukan, hukuman, dll
  7. Saat keselamatan itu tiba, seperti hidup dari Mefiboset yang pincang, tinggal terasing di Lodebar, menganggap diri seperti anjing mati (minder), dan seluruh harta warisan dirampok oleh Ziba (gambaran dari kemiskinan yang menyerang), hidup menumpang di rumah orang bernama Makhir bin Amiel (tentunya tidak enak menumpang di rumah orang, merasa asing), TUHAN ADAKAN PEMULIHAN, sehingga Mefiboset dipanggil oleh Raja, diajak makan sehidangan dengan raja, semua harta kekayaan yang dirampok oleh Ziba dikembalikan kepadanya, tinggal di istana, semua kebutuhannya dicukupi oleh raja, memakai pakaian kerajaan, dan diperlakukan sebgai keluarga kerajaan.

LAMPIRAN 2 ( UNTUK BACAAN GURU)

PRAKIRAAN UMUR

(diselidiki oleh Grace)

Sumber analisa sejarah : William Gross

http://livingstonesclass.org/Archive/DavidChronologyGross.pdf.

William Gross

1000 SM

Saul dan Yonatan mati dalam pertempuran, I Sam 31, saat itu usia Mefiboset 5 tahun. II Sam 4:4

Pada saat itu Isyboset bin Saul menjadi raja atas wilayah lain selain Yehuda, memerintah selama 2 tahun, usia Isyboset saat itu 40 tahun ( 2 Sam 2:10).

Daud memerintah atas Yehuda selama 7 tahun dan 6 bulan. Pada saat itu usia Daud 30 tahun. Jadi selisih usia Daud dan Mefiboset adalah 30 tahun – 5 tahun = 25 tahun.

998 SM

Dua tahun lamanya Isyboset bin Saul memerintah di istana kerajaan tanpa memperdulikan keponakannya Mefiboset bin Yonatan sama sekali. Usia Mefoboset saat itu sudah mencapai usia 7 tahun ( 5 tahun di tambah 2 tahun)

993 SM

Isyboset terbunuh oleh orang jahat  7 tahun 6 bulan setelah Daud memerintah atas Yehuda.  Saat itu usia Mefiboset adalah 12, 5 tahun ( 5 tahun ditambah 7, 5 tahun)

Setelah itu Daud dilantik menjadi raja atas seluruh Israel II Sam 5: 4. Saat itu usia Daud adalah 37,5 tahun.

982 SM

Daud menang dalam pertempuran-pertempuran melawan Filistin, sehingga kerajaannnya semakin kokoh II Sam 8

Menurut ahli sejarah, ini memakan waktu lebih kurang 10 tahun terhitung sejak Daud memerintah atas seluruh Israel,

Saat itu usia Mefiboset adalah  22,5  tahun ( hasil perhitungan ini didapat dari usia Mefiboset saat Daud dilantik adalah 12,5 tahun, ditambah 10 tahun kemudian saat kerajaan Israel telah kokoh)

Dan  jika selisih usia Daud dan Mefiboset adalah 25 tahun, maka saat Mefiboset berusia 22,5 tahun, maka saat itu usia Daud adalah 47,5 tahun.

Pada saat itulah Mefiboset mulai tinggal di istana raja Daud, diusia 22,5 tahun, dan dicatat di Alkitab bahwa Mefiboset saat itu sudah memiliki anak laki-laki kecil bernama Mikha.II Sam 9:12

Jika dianggap saja Mikha kecil berusia 2,5 tahun, itu artinya kita perkirakan selisih usia Mikha dan Mefiboset adalah 20 tahun.

Bisa diperkirakan dari perhitungan ini berapa lamakah kira-kira Ziba karyawan Saul itu menguasai harta kekayaan raja Saul, yaitu sejak Isyboset mati sampai detik ketika harta kekayaan warisan Saul diberikan kembali ke pangkuan Mefiboset oleh keputusan raja Daud (22-12 = 10 tahun —– dari usia Mefiboset saat mulai tinggal di istana raja 22 tahun dikurangi 12 tahun usia Mefiboset saat pamannya Isyboset terbunuh)

10 tahun bukan waktu yang sedikit untuk menguasai harta kekayaan mantan raja pertama Israel, tidak heran Ziba merupakan orang kaya sekalipun dia Cuma hamba, dia memiliki 20 pelayan, dan memiliki 15 anak laki-laki. II Sam 9:7, 10

Bisa diperkirakan dari perhitungan ini berapa lamakah kira-kira Mefiboset ditolong oleh orang kaya yang baik hati bernama Makhir bin Amiel II sam 9:4, II sam 17:27, dari lodebar, yaitu  selama 17 tahun.

( 22 – 5 = 17 tahun—-dengan perhitungan 22 tahun usia Mefiboset saat dia mulai tinggal di istana raja Daud dikurangi 5 tahun usia Mefiboseet saat dia pincang dan mulai mengasingkan diri di Lodebar)

966 SM

Daud menyerahkan 7 keturunan Saul, kecuali Mefiboset bin Yonatan untuk dibunuh oleh orang Gibeon, untuk pembayaran hutang darah

Saat itu sudah berlangsung selama 16 tahun lamanya Mefiboset tinggal di istana raja Daud, itu artinya usia Mefiboset saat itu adalah 38 tahun.

Dan jika dianggap Mikah berselisih usia dengan ayahnya Mefiboset 20 tahun, itu artinya saat penyerahan 7 nyawa keluarga Saul, Mikha sudah berusia 18 tahun. (sudah bukan anak kecil lagi)

I Raj 2: 10, II sam 5; 4 Dari dua ayat terebut dapat kita simpulkan bahwa Daud mati di usia lebih kurang 70 tahun, (Daud mulai memerintah usia 30, dan 40 tahun lamanya memerintah, berarti sampai umur 70, akan tetapi ada selisih waktu di mana setelah Daud tidak memerintah lagi, dia masih hidup di jaman pemerintahan Salomo, putranya, dan Daud ikut mempersiapkan pembangunan bait suci Tuhan- jadi kira kira usia Daud waktu meninggal adalah 75 tahun)

Usia Mefiboset saat itu adalah 75-25 = 50  tahun, usia Mikha bin Mefiboset diperkirakan adalah 30 tahun, dan bahkan Mikha sudah memiliki anak-anak lagi ( cucu-cucu dari Mefiboset) yaitu  Piton, Melekh Tarea dan Ahas I Taw 8: 34, I Taw 8:35

Alkitab tidak mencatat kapankah Mefiboset mati, dan Alkitab tidak mencatat apakah cucu-cucu Mefiboset juga tinggal di istana, tetapi jika melihat bagaimana Daud tidak saja menampung Mefiboset tetapi juga Mikha, dan juga mengingat perjanjian Daud dengan Yonatan, besar kemungkinan, anak-cucu Mefiboset semuanya tinggal di Istana raja Daud.

Bisa jadi 27,5  tahun lamanya sudah Mefiboset tinggal di istana raja, dan bisa diperkirakan, jika Alkitab tidak mencatat dia diusir dari istana raja, itu artinya selama kepemimpinan Salomo, Mefiboset tetap tinggal di istana, jadi tinggal di istana terus sampai hari matinya, dan bahkan anak cucunya tetap tinggal di istana untuk seterusnya.

Hal tersebut dapat kita simpulkan, karna sesaat menjelang kematian Daud, Daud memerintahkan Salomo untuk menumpas Yoab, serta Simei, tetapi Daud meminta Salomo memberi makan dari meja raja pada anak-anak Berzilai, orang Gilead itu. (I Raj 2: 5-9) yang telah berbuat baik pada Daud saat Daud melarikan diri dari Absalom.

Daud sama sekali tidak  menganggap Mefiboset dan anak-anak cucu-cucunya sebagai ancaman akan kepemimpinan Salomo anaknya, walau sebelumnya Daud sempat terhasut oleh Ziba, saat Ziba memfitnah Mefiboset berambisi atas kedudukan raja, di kala kekeruhan suasana pemberontakan Absalom menyerang kepemimpinan Daud. II Sam 16: 1-4 II sam 19:24-30.

Sumber analisa sejarah : William Gross

http://livingstonesclass.org/Archive/DavidChronologyGross.pdf.

William Gross

 

 

LAMPIRAN 3

(UNTUK ALTERNATIF ACARA LAINNYA)

 


Mefiboset Si Anjing mati

 

http://amysetya.wordpress.com/2009/09/03/mefiboset-1-too-good-to-be-true/

( dengan sedikit editing oleh GRACE)

http://amysetya.wordpress.com/2009/09/03/mefiboset-1-too-good-to-be-true/

( dengan sedikit editing oleh GRACE)

Edditing ini didasarkan pada Nama awal tokoh kita adalah Mefiboset ( karna di catat di kitab Samuel yang lebih dulu sebelum penulisan kitab Tawarikh- yang ditulis pada masa pembuangan), baru namanya kemudian berganti menjadi  Meribaal.- penulis asli dari artikel ini menulisnya secara terbalik- Meribaal dahulu baru Mefiboset.

Dari segi arti nama Mefiboset dan arti nama Meribaal, memang banyak sumber sumber dan penafsiran yang berbeda-beda, namun saya mengintisarikan dari berbagai sumber dan menyimpulkan bahwa Mefiboset berasal dari kata Pa’ah yang artinya SERPIHAN, dan Bosyet yang artinya Aib/Shame/Malu yang dikaitkan dengan Dewa Kekejian/kejijikan pada arti nama lain/ bagian Alkitab lainnya, bisa anda pelajari lebih mendalam di tautan berikut ini:

http://www.sarapanpagi.org/mefiboset-meribaal-vt6631.htmlnhb.baw

Sehingga saya simpulkan arti nama Mefiboset adalah Membasmi (menjadikan sampai menjadi seperti serpihan) Berhala. (Berhala Kekejian/kejijikan)

Sedangkan arti nama Meribaal berarti : Berjuang/melawan Baal.

Definisi ini agak berbeda dengan pandangan penulis asli artikel ini.

Kedua hal tersebut telah saya edditing dalam tulisan ini

 

September 3, 2009 in Uncategorized

Dan Mefiboset bin Yonatan bin Saul masuk menghadap Daud, ia sujud dan menyembah. Kata Daud: “Mefiboset!” Jawabnya: “Inilah hamba tuanku.” Kemudian berkatalah Daud kepadanya: “Janganlah takut, sebab aku pasti akan menunjukkan kasihku kepadamu oleh karena Yonatan, ayahmu; aku akan mengembalikan kepadamu segala ladang Saul, nenekmu, dan engkau akan tetap makan sehidangan dengan aku.” Lalu sujudlah Mefiboset dan berkata: “Apakah hambamu ini, sehingga engkau menghiraukan anjing mati seperti aku?” (2 Samuel 9 : 6-8 )

Ketika Mefiboset dipanggil oleh Raja Daud untuk keluar dari tempat persembunyiannya di Lodebar, tanah tanpa harapan, Mefiboset Cuma punya 1 pemikiran dalam kepalanya .. tamatlah riwayatku.

Bertemu Raja Daud adalah satu – satunya hal yang paling dihindarinya .. itu mengapa dia tinggal di Lodebar, itu kenapa dia tinggal di rumah Makir .. itu kenapa dia berubah nama dari Mefiboset  menjadi Meribaal

Seperti Mefiboset, inilah cermin kehidupan kita .. Tuhan menciptakan kita seperti nama lama Meribaal , Mefiboset  : musuh/ pembasmi berhala. Demikianlah identitas kita sesungguhnya.

Dia menciptakan kita untuk tinggal dalam istanaNya, menikmati semua fasilitas kerajaan, dan berhak atas warisan yang diturunkan Raja.

Demikianlah Tuhan, menciptakan kita serupa dan segambar dengan Nya, Raja dari segala Raja. Kita ditetapkan untuk tinggal di taman Eden, yang adalah gambaran istana Raja. Semua sudah dipersiapkan untuk kita, berbicara tentang fasilitas kerajaanNya. Kita berhak menerima warisan yang diturunkanNya yaitu kuasa untuk memerintah atas segala ciptaanNya

Tapi seperti Mefiboset, musibah terjadi, kecelakaan terjadi. Orang tua dan Kakek kita mati, Adam dan Hawa “mati”. Yang tadinya adalah jaminan kemakmuran, kini menjadi jaminan kematian.

Adam dan hawa mati, berita ini merubah perjalanan manusia, termasuk Anda dan saya. Dari kehidupan dalam jaminan mendapatkan kemuliaan, menjadi jaminan mendapatkan kematian. Kita yang tadinya tinggal di istana harus lari ke Lodebar, tanah tanpa harapan, bersembunyi dari Raja, bersembunyi dari Nya.

Dalam musibah itu, Mefiboset menjadi lumpuh, demikian juga kita menjadi lumpuh ketika terpisah dari Allah. Dalam keadaan “lumpuh” kita berubah menjadi tergantung pada sosok asing yang tadinya diciptakan sebagai pelayan kita.

Perhatikan ini saudaraku – Bukankah Lucifer tadinya adalah malaikat Allah yang jatuh dalam dosa kekal karena ingin menjadi seperti Allah ? bukankah malaikat diciptakan Allah untuk melayani kita .. manusia ? Demikian Lucifer seharusnya melayani kita .. manusia.

Bukankah dunia sudah menjadi milik Lucifer .. tepat saat Adam dan hawa menyerahkan ketaatannya tidak pada Allah tapi pada Lucifer.

Hukum dunia dikuasai oleh Lucifer. Allah ajarkan, saat engkau ingin kaya .. tabur, maka engkau menuai. Lucifer mengajarkan, ingin kaya ? Ambil hutang. Mau lebih kaya ? Lebih banyak hutang. Allah ajarkan, kuduskanlah dirimu. Lucifer ajarkan untuk mengejar uang, kenikmatan dan kekuasaan. Allah ajarkan kuduskan hari Sabath. Lucifer ajarkan, kenapa beristirahat .. manfaatkan waktu luangmu untuk mengejar lebih banyak uang, kenikmatan dan kekuasaan. Allah mengajarkan kesetiaan dalam segala keadaan, Lucifer mengajarkan penghianatan dan bahkan mempertanyakan kesetiaan dengan pongahnya. Allah mengajarkan penundukan, dan Lucifer mengajarkan pemberontakan.

Hukum Allah menjadi sulit untuk kita mengerti, kita lebih mudah menerima hukum Lucifer. Kita kemudian menyadari, betapa kita kemudian hidup bergantung pada Lucifer, dan bukan pada Allah.. saat kita hidup dalam hokum Lucifer, kita masuk dalam system Lucifer .. dan frankly speaking – kita bergantung pada Lucifer. Menyedihkan.

Identitas kita berubah. Dari Mefiboset  .. yang adalah musuh berhala .. kita tadinya diciptakan untuk berkuasa atas segala ciptaan Allah .. kita tadinya diciptakan untuk berkuasa atas segala sesuatu yang berpotensi menjadi berhala .. kita diciptakan untuk menjadi musuh .. ancaman .. atas segala hal yang berpotensi menjadi berhala dalam kehidupan manusia.

Harta .. status .. kekayaan .. pasangan hidup .. anak .. kekuasaan .. popularitas .. apa saja ..bahkan benda – benda yang tak berdaya .. seperti keris .. tombak .. patung .. pohon .. dan binatang – binatang yang terbang, merayap, melata dan berenang. Orang Indian mendewakan rajawali, orang India menyembah sapi, menguduskan tikus, orang Bali di tanah lot mengkhususkan ular, dan banyak daerah menganggap ikan tertentu tidak boleh dimakan karena mengundang tulah ketika dimakan.

Kita tidak lagi berkuasa atas berhala ! Halo ?

Tapi inilah identitas kita yang baru setelah kejatuhan Adam dan Hawa .. nama kita berubah menjadi Meribaal; berjuang melawan Baal.

Hidup kita menjadi penuh aib, kita menjadi tidak berdaya atas segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah. Hati kita begitu mudah takluk terhadap segala sesuatu yang berpotensi menjadi berhala .. kita menjadi lemah .. dan lebih dari itu menjadi aib bagi Allah .. Sang Pencipta yang tadinya mendisain kita untuk berkuasa.

Kita begitu mudah menelan kepercayaan yang orang lain tawarkan .. bahwa benda-benda yang tadinya ada di bawah kaki kita, sekarang menjadi penuh kuasa. Betapa bodohnya kita.

Maka benarlah bahwa kita telah menjadi aib bagi Allah .. Raja segala Raja.

Mefiboset mengerti betul siapa dia di hadapan Allah : Anjing mati.

Tidak seperti kehidupan di masa kini, dimana dalam banyak keluarga, anjing menjadi peliharaan yang berharga .. didandani .. dilatih .. diberi makanan khusus .. diberi rumah khusus .. pergi ke salon khusus .. bahkan ketika sakit dibawa ke dokter hewan .. untuk mendapatkan obat bahkan perawatan hingga operasi yang menyelamatkan jiwa. Menghabiskan ratusan ribu bahkan jutaan uang pemiliknya untuk menyatakan bahwa si anjing berharga. Maka statement saya : anjing dalam kehidupan masa kini, adalah mahluk berharga.

Tapi anjing dalam kehidupan di masa Mefiboset bukanlah demikian.

Pada saat seorang wanita meminta Yesus untuk memulihkan anaknya, Yesus berkata : tidak baik memberikan roti yang disiapkan bagi anak kepada anjing .. dan wanita itu dengan rendah hati menjawab : tapi anjing juga makan remah – remah dari meja tuannya. Anjing di masa Mefiboset, tidak makan makanan khusus .. anjing di masa Mefiboset makan remah – remah yang jatuh dari meja tuannya. Bila tuannya cukup rakus sehingga tidak menyisakan remah – remah, maka berpuasalah anjing itu.

Anjing di masa Mefiboset bukan sahabat berharga seperti yang kita jumpai pada saat ini. Anjing pada masa Mefiboset seperti yang masih bisa kita dengar sampai sekarang, ketika seseorang marah dan tidak bisa menguasai dirinya .. maka anjing disebut dengan segenap hati yang terbakar kemarahan .. sebagai ungkapan penghinaan. Itulah anjing di masa Mefiboset : hina.

Mefiboset tahu betul siapa dia di hadapan Allah : Anjing mati .. bila anjing yang hidup di masa Mefiboset saja dipandang hina, apalagi anjing yang mati di masanya ? Tidak berguna, sampah yang najis dan menjijikkan .. tidak layak berada di hadapan Raja .. tidak layak berada di istana. Inilah kita di hadapan Allah, anjing mati. Sudah hina, mati pula. Tidak berharga .. najis jua.

Tapi Allah dalam sejarahNya .. adalah pribadi penuh cinta yang mengikuti gelora hatiNya untuk melakukan apa saja demi melihat kita tidak binasa.

Raja Daud memegang janji setianya pada Jonathan untuk memelihara keturunan Jonathan. Kenangan akan ikat janji yang dibuatnya dengan sahabat terkasihnya itulah, yang mendasari segala perbuatan tidak masuk akal Raja Daud.

Anjing mati itu diijinkan berada di hadapannya, tinggal dalam istananya, dan bahkan makan semeja dengannya.

Kasih yang tak bisa dibendung, kesetiaan yang tak bisa disangkal, itulah yang bergelora di hati Raja Daud. Sehingga anjing mati itu kini tinggal di istana, makan semeja denganNya.

Itulah saya, anjing mati yang tidak layak ada di hadapan Allah, kini menerima anugrah atas gelora cintaNya yang tidak bisa dibendungNya, kesetiaan yang tidak bisa disangkalNya .. hanya untuk 1 alasan, mencintai saya .. memelihara saya. Membiarkan saya kembali dalam hadiratNya yang ajaib .. duduk makan semeja denganNya .. dan bahkan diijinkannya memanggilNya .. Bapa .. sahabat setia .. penasihat ajaib.

Anjing mati ini menerima anugrah yang terlalu indah ..

Terima kasih Tuhan .. terima kasih

 

LAMPIRAN 4

(UNTUK ALTERNATIF ACARA LAINNYA)

 

 

September 3, 2009 in Uncategorized

LAMPIRAN 4

http://amysetya.wordpress.com/2009/09/03/mefiboset-1-too-good-to-be-true/

( dengan sedikit editing oleh GRACE)

Edditing ini didasarkan pada Nama awal tokoh kita adalah Mefiboset ( karna di catat di kitab Samuel yang lebih dulu sebelum penulisan kitab Tawarikh- yang ditulis pada masa pembuangan), baru namanya kemudian berganti menjadi  Meribaal.- penulis asli dari artikel ini menulisnya secara terbalik- Meribaal dahulu baru Mefiboset.

Dari segi arti nama Mefiboset dan arti nama Meribaal, memang banyak sumber sumber dan penafsiran yang berbeda-beda, namun saya mengintisarikan dari berbagai sumber dan menyimpulkan bahwa Mefiboset berasal dari kata Pa’ah yang artinya SERPIHAN, dan Bosyet yang artinya Aib/Shame/Malu yang dikaitkan dengan Dewa Kekejian/kejijikan pada arti nama lain/ bagian Alkitab lainnya, bisa anda pelajari lebih mendalam di tautan berikut ini:

http://www.sarapanpagi.org/mefiboset-meribaal-vt6631.htmlnhb.baw

Sehingga saya simpulkan arti nama Mefiboset adalah Membasmi (menjadikan sampai menjadi seperti serpihan) Berhala. (Berhala Kekejian/kejijikan)

Sedangkan arti nama Meribaal berarti : Berjuang/melawan Baal.

Definisi ini agak berbeda dengan pandangan penulis asli artikel ini.

Editting berikutnya juga adalah saya menghindari kesan adanya tokoh Ziba ikut menjemput Mefiboset, karena Alkitab tidak jelas jelas mengatakan demikian.

Ketiga  hal tersebut telah saya edditing dalam tulisan ini

September 3, 2009 in Uncategorized

Mefiboset adalah nama cucu Saul, Raja Israel. Ketika Saul dan Jonathan (ayah Mefiboset) meninggal, dan beritanya sampai ke istana, Mefiboset yang waktu itu masih kanak2 terjatuh dan menjadi lumpuh. pelayannya, membawa Mefiboset lari dan menyembunyikannya hingga puluhan tahun kemudian di Lodebar.

Nama aslinya adalah Mefiboset, yang artinya : Pembasmi  berhala.  Kini, Mefiboset tinggal di Lodebar, yang artinya : tanpa harapan. Namanya juga dirubah, mungkin untuk keperluan penyamaran, Meribaal, artinya  :  Berjuang melawan Baal

Mefiboset, tadinya adalah cucu Raja .. tinggal di istana, dilayani banyak pelayan2 yang siap melakukan perintah. Mengenyam pendidikan dari guru2 yang terbaik, mendapatkan pakaian terbaik, mainan terbaik, dan perlakuan terbaik ..

Tiba – tiba, Mefiboset harus mendapati kakinya lumpuh, Papa dan Kakeknya meninggal, saudara dan kerabatnya terbunuh (adalah suatu kebiasaan untuk menghabisi keluarga raja yang dikalahkan), harus lari dari tempat yang nyaman .. dan bersembunyi di Lodebar (bukan saja namanya yang “tanpa harapan”, tetapi memang keadaan fisik daerah tersebut tidak menjanjikan apa – apa) .. dan bahkan menyandang nama baru dan melupakan nama lamanya yang “penuh kuasa, membasmi berhala, membasmi Baal” menjadi “anak yang harus berjuang melawan Baal”

Bercermin dari Mefiboset, saya memandang hidup saya. Ada kalanya kita berhadapan dengan situasi yang tiba – tiba tidak bersahabat. Layaknya berdiri di atas lantai, dan tiba2 lantainya runtuh tak berdasar .. tiba – tiba kita melayang tanpa tahu akan mendarat di mana .. tidak ada pegangan ..

Menghadapi sistuasi sulit yang tidak pernah dibayangkan, tidak pernah diantisipasi, tidak pernah diajarkan untuk tahu bagaimana menghadapinya ..

Begitu tiba – tiba, hingga kita merasa bahwa keadaan kita sebelumnya seperti mimpi .. seperti asap yang sebentar ada dan sekejap lenyap.

Seringkali Tuhan membawa kita pada situasi seperti itu. Tiba – tiba harus kehilangan orang yang diandalkan. Tiba – tiba harus menghadapi situasi yang di luar dugaan.

Kehilangan pekerjaan, kehilangan sahabat, tertipu sehingga harus menanggung kehilangan modal, tertabrak musibah atau bencana, dan banyak lagi yang lainnya ..

Apakah Tuhan tidak tahu, bahwa kita akan menghadapi situasi seperti itu ? Tidakkah Tuhan punya cukup kuasa untuk menghentikannya ? Bukankah kita ini kesayangannya ? Biji matanya ?

Kenapa Dia membiarkan hal – hal itu terjadi seolah Dia tidak perduli ? Sedang berdustakah Dia ? Masakan Tuhanberdusta ? Kalau Dia berdusta, tidak mungkin Dia Tuhan .. umh.

Dulu Mefiboset, sekarang Meribaal, bersembunyi di Lodebar sampai usia dewasa .. hari – harinya dilewati dengan memandang ke luar .. memandang Lodebar yang tidak punya dasar untuk diharapkan .. Bergantung pada kebaikan Tuan Makir

Kadang – kadang, orang mengomentari nama Meribaal, engkau memang harus berjuang dan terus berjuang…yeaaahhh melihat keadaanmu yang seperti ini…itu memang pantas harus kau lakukan

Meribaal harus berjuang ….dan perjuangannya itu salah satunya untuk menutupi siapa dirinya sebenarnya, dulu dia tidak perlu berjuang untuk apa pun juga

Meribaal harus menelan pertanyaan itu, menelan keinginannya untuk berteriak bahwa aku ini sebenarnya cucu Raja !

Sama seperti kita, seringkali kita ingin berteriak membela diri .. tapi situasi seperti tembok yang mengintimidasi kita untuk diam, mencorongkan pedang panjang lagi tajamnya di leher kita dan memaksa kita menelan teriakan itu .. pahit, melukai tenggorokan .. dan terlebih lagi melukai hati kita. Glek.

Meribaal belajar berteriak dalam kesunyian, demi mempertahankan nyawanya.

Pikirannya melayang pada  kenangan istana di masa kecilnya, membuat tangannya terkepal dan meninju udara .. getir.

Air mata seperti tidak punya aturan, meleleh tanpa bisa dibendung .. membuat orang – orang yang kebetulan memandangnya .. mengernyitkan dahi dan berpikir .. Meribaalt terlalu berlebihan memandangi kemalangannya.

Barangkali, anak – anak muda bijaksana yang kebetulan di sekitarnya akan mendekati Meribaal, dan berkata .. saudaraku, menjadi lumpuh itu bukan akhir dari segalanya. Kau masih bisa berkarya .. ayo bangkit, lakukan sesuatu, jangan menangis ..

Anak muda yang bijaksana, Meribaal membatin, ini bukan soal lumpuh .. ini soal hilangnya identitasku, hilangnya kehidupan .. aku seperti orang asing bagi diriku sendiri .. aku bahkan tidak bisa menyebutkan silsilah yang dianggap penting bagi orang di jaman itu .. ini soal orang curiga aku ini anak siapa….masa cucu mantan raja Israel kog harus memperjuangkan hidupnya …ergh.

Mefiboset membatin .. memandang ke tanah dan tidak menjawab apa – apa. Membiarkan si anak muda bijaksana, yang memandangnya dengan sedih padanya ..  Mefiboset berteriak dalam batinnya, aku Mefiboset, anak Jonathan, cucu Saul .. pewaris tahta .. pewaris harta .. ugh, Meribaal mengeluh dalam hatinya.

Seringkali kita pun demikian, memandang pada situasi yang tanpa harapan. Tidak bisa membela diri, dan harus menelan nasehat dan teguran yang kadang tidak sesuai dengan context kesediahan yang kita tanggung.

Tapi toh, mereka tidak bersalah .. orang – orang ini hanya bijaksana .. dan kita mestinya bersyukur atas kebijaksanaan mereka .. meski sering kali tidak pada tempatnya .. tapi itu bukan kesalahan mereka ..

Kadang kita ada dalam situasi tidak bisa menjelaskannya .. dan harus menelan semuanay dalam diam. Akibatnya, alih – alih bertujuan mengobati, seringkali nasehatnya  jadi seperti menyiram cuka di atas luka.

Saat2 seperti itu, adalah saat kita belajar dari Daud .. di mazmur 73 : 21 – 22

Ketika hatiku merasa pahit dan buah pinggangku menusuk-nusuk rasanya, aku dungu dan tidak mengerti, seperti hewan aku di dekat-Mu.

Banyak situasi membuat kita menjadi “dungu”, situasi yang menekan membuat hati kita terasa pahit .. tertekan .. sesak .. dan seperti ada kesakitan di bagian tertentu (dalam hal ini, ginjal Daud terasa sakit .. ada yang coba bantu menjelaskan secara medis .. kenapa demikian ? Monggo lho .. )

Tetapi aku tetap di dekat-Mu; Engkau memegang tangan kananku. Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku, dan kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan (Mazmur 73 : 23-24)

Itulah yang Daud lakukan, tetap memegang tangan Allah. Diam di hadirat Allah, menantikan hikmatNya. Karena bukankah orang yang menanti – nantikan Allah akan mendapatkan kekuatan ?

Demikian juga Meribaal

Hari itu, dia seperti biasa. Duduk di atas ranjangnay, memandang ke luar .. ke Lodebar yang tanpa harapan. Pintu depan diketuk orang, dan ketika Makir membukanya, ia berkata :

Raja Daud mau bertemu dengan Mefiboset !

Meribaal bergetar di atas ranjangnya, kini Nama Mefiboset itu telah terbongkar, Raja telah tahu bahwa Meribaal sebenarnya adalah Mefiboset, setelah sekian lama menelan keluhan dalam diam, tiba – tiba seperti seorang maling yang bersembunyi di balik lemari, lemari seperti di gulingkan dari tempatnya ..

Dan Meribaal ada di sana .. merasa telanjang .. merasa tak berdaya .. topeng puluhan tahun gugur dari wajahnya .. Meribaal berpikir : sudah selesai .. aku sudah selesai .. Bayangan pedang di lehernya, seperti begitu nyata .. dingin di lehernya

Sepanjang perjalanan meninggalkan Lodebar, tanah tanpa harapan, Mefiboset dungu seperti hewan.

Sampailah Mefiboset di depan kaki Raja .. bayangan tentang kematian seperti gambar hidup di dalam kepalanya. Mefiboset berkeringat dingin .. benar – benar seperti mau mati rasanya ..

Saat Raja Daud memanggil namanya, sejenak kenangannya melayang

Raja Daud adalah sahabat karib Jonathan, papanya. Menurut cerita-cerita yang dia pernah dengar, mereka sangat dekat satu sama lain, Jonathan suka membanggakan sahabatnya, dan Raja Daud .. Dia seorang yang tampan, gagah, dan pintar ..

Akankah pedang Raja Daud yang biasa dipakai berperang akan melayang ke lehernya?

MEFIBOSET !

Seperti petir, sapaan Raja, menendang keluar jawaban Mefiboset : “Ya Raja, ini hamba ..” Raja memanggilnya dengan nama kecilnya, si pembasmi berhala.

Mefiboset dicabut dari kenangannya .. bayangan pedang Raja Daud seolah menggantung di langit – langit istana siap meluncur padanya .. jawabannya keluar seperti biji kedondong yang dipaksa keluar dari tenggorokannya .. sakittttt .. ergh

Dan Raja Daud berkata :

“Janganlah takut, sebab aku pasti akan menunjukkan kasihku kepadamu oleh karena Yonatan, ayahmu; aku akan mengembalikan kepadamu segala ladang Saul, nenekmu, dan engkau akan tetap makan sehidangan dengan aku.”

Too good to be true .. terlalu indah .. terlalu indah .. Mefiboset merasa telinganya salah mendengar .. ini pasti hayalanku .. ini pasti otakku yang terpanggang di Lodebar yang mengatakannya .. dasar otak kering !

Menyadari hayalannya yang keterlaluan, Mefiboset menjatuhkan dirinya dan berkata setengah berbisik : “Apakah hambamu ini, sehingga engkau menghiraukan anjing mati seperti aku?”

Mefiboset memejamkan matanya, menghirup debu lantai istana di wajahnya .. hayalannya kembali terbang saat dia bermain di lantai yang sama puluhan tahun yang lalu .. debu ini tak kan kuhirup lagi .. karena sebentar lagi aku mati ..

Dan Raja Daud memanggil Ziba, mengatakan :

“Segala sesuatu yang adalah milik Saul dan milik seluruh keluarganya kuberikan kepada cucu tuanmu itu”Segala sesuatu yang adalah milik Saul dan milik seluruh keluarganya kuberikan kepada cucu tuanmu itu.
  Engkau harus mengerjakan tanah baginya, engkau, anak-anakmu dan hamba-hambamu, dan harus membawa masuk tuaiannya, supaya cucu tuanmu itu ada makanannya. Mefiboset, cucu tuanmu itu, akan tetap makan sehidangan dengan aku.”

 

Mefiboset mengangkat mukanya, tak lagi mendengar jawaban Ziba .. mulutnya menganga .. seperti mimpi .. semuanya terjadi ..

Mefiboset memandang sekelilingnya .. dimana para pahlawabn Raja Daud berdiri gagah di sekelilingnya .. Ziba berdiri di sana sedang menjawab Raja Daud ..

Mefiboset tidak mampu berkata – kata ..

Ini terlalu indah .. ini terlalu indah .. apa yang tidak berani aku bayangkan .. apa yang tidak berani aku harapkan .. Tuhan sediakan ..

Tiba – tiba, pipi Mefiboset terasa hangat .. airmata bergulir seperti menyambut kehidupan yang dilahirkan kembali .. Mefiboset terguguk di lantai .. Ini terlalu indah .. Ini terlalu indah ..

Seperti Mefiboset, kehidupan kita bisa tiba – tiba berubah .. kaki kita tiba – tiba berdiri di atas lantai tanpa dasar .. dan sikap kita dalam situasi seperti itu sebaiknya mencontoh Daud .. yang tetap berdiri di sisi Tuhan .. menantikan hikmatNya yang memimpin kita  masuk dalam kemuliaan

Dan inilah yang terjadi, saat perkenanan Tuhan turun .. seperti yang dialami Mefiboset .. apa yang kita tidak berani bayangkan .. apa yang tidak berani kita pikirkan .. itu yang Tuhan sediakan ..  sehingga seperti Mefiboset .. mulut kita akan berkata : Ini terlalu indah .. ini terlalu indah .. this is too good to be true ..

Thanks My Dear Lord ..

 

http://amysetya.wordpress.com/2009/09/03/mefiboset-1-too-good-to-be-true/

LAMPIRAN 5

 

Califica la calidad de esta letra

Letra El Rey Te Mando A Llamar de Danny Berrios

 

TERJEMAHAN BEBAS OLEH GRACE

David llamo a Siba, y le preguntó:       DAUD MEMANGGIL ZIBA DAN BERTANYA:

Hay alguien de la casa de Saúl, quien yo pueda ayudar.       ADAKAH ORANG DI RUMAH SAUL YANG DAPAT KUBANTU

Recordándome del pacto,      UNTUK MENGINGATKANKU AKAN PERJANJIAN
que hice con mi amigo Jonathan,      YANG SAYA IKATKAN DENGAN SAHABAT SAYA YONATAN
Quiero hacer misericordia honrando su amistad.      SAYA INGIN MENGHORMATI PERSAHABATAN YANG PENUH RAHMAT ITU.

Y Siba le respondió:     DAN ZIBA MENJAWAB

Ha!! existe uno mi señor, que habita en lodebar,      HA ! ADA SATU TUANKU…! YANG TINGGAL DI LO DEBAR
Tierra de tristeza y dolor,     TANAH PENUH KESEDIHAN DAN RASA SAKIT
donde reina la maldad la miseria es realidad,     KEJAHATAN DAN PENDERITAAN SUNGGUH NYATA MEMENUHI TEMPAT ITU
es una tierra sin sueños señor lugar de pavor.     MEMILIKI TANAH TAPI TIDAK MEMILIKI IMPIAN SAMA SAJA DENGAN KETAKUTAN

David pregunta a Siba:    DAUD BERTANYA PADA ZIBA

Háblame mas de este hombre,   AYO CERITAKAN PADAKU TENTANG SIAPA DIA
por favor ya díganme su nombre.     DAN SIAPA NAMANYA

Siba:   ZIBA

Señor se llama mefiboset,    TUAN BOLEH MEMANGGILNYA MEFIBOSET
mas él no puede andar es invalido señor,    TETAPI DIA TIDAK BISA BERJALAN TUAN, DIA CACAT
no se puede ni arrastrar.    JALANNYA PUN PINCANG

David:   DAUD

Manda llamar a este hombre,    PANGGIL ORANG INI
que con él yo quiero hablar,    SAYA INGIN BERBICARA DENGAN DIA
dile a mefiboset que el Rey lo mandó a llamar.    MEFIBOSET PUN DIBERITAHU BAHWA RAJA MEMANGGIL DIA
(y mirándole a los ojos le dijo estas palabras) D   IA MELIHAT KE MATANYA DALAM-DALAM DAN BERKATA

Lo que era tuyo te devolveré,    AKU AKAN MENGEMBALIKANMU
voy a restituir lo que la vida te robó,    AKU AKAN MEMULIHKAN APA YANG DICURI DARIMU
el último en la casa de Saúl,    KAMULAH ORANG TERAKHIR DI RUMAH SAUL
ya no será más aquel a quien nadie le da valor.    TIDAK ADA SEORANG PUN KINI YANG BOLEH MEMANDANG RENDAH DIRIMU

Pasa a vivir en la Casa del Rey, pasa a comer en la Mesa del Rey,     JADILAH DIA TINGGAL DI RUMAH RAJA DAN MAKAN SEHIDANGAN DENGAN RAJA
pasa a vestir las Ropas del Rey, pasa a sentarte al lado del Rey,    MEMAKAI PAKAIAN KERAJAAN DAN DUDUK DI SAMPING RAJA
la miseria nunca mas conocerás, un adiós a lodebar tu vas a dar,    DI BALIK SEMUA PENDERITAAN SUNGGUH TAK TERDUGA, PERPISAHAN DENGAN LO DEBAR DIBERIKAN PADA ANDA
tu vida nunca más será igual, El Rey te mando a llamar    HIDUP ANDA TIDAK AKAN PERNAH SAMA LAGI SEJAK RAJA MEMERINTAHKAN UNTUK MEMANGGILMU
(El Rey te manda a llamar en esta hora y escucha bien lo que él quiere decirte en este momento)       RAJA MEMERINTAHKAN UNTUK MEMANGGIL ANDA SAAT INI JUGA DAN RAJA INGIN ANDA MENDENGARKAN APA YANG INGIN DIA KATAKAN

Lo que era tuyo te devolveré,    AKU AKAN MENGEMBALIKANMU
voy a restituir lo que la vida te robó,    AKU AKAN MEMULIHKAN APA YANG DICURI DARIMU
el último en la casa de Saúl,    KAMULAH ORANG TERAKHIR DI RUMAH SAUL
ya no será más aquel a quien nadie le da valor.    TIDAK ADA SEORANG PUN KINI YANG BOLEH MEMANDANG RENDAH DIRIMU

Pasa a vivir en la Casa del Rey, pasa a comer en la Mesa del Rey,    JADILAH DIA TINGGAL DI RUMAH RAJA DAN MAKAN SEHIDANGAN DENGAN RAJA
pasa a vestir las Ropas del Rey, pasa a sentarte al lado del Rey,    MEMAKAI PAKAIAN KERAJAAN DAN DUDUK DI SAMPING RAJA
la miseria nunca mas conocerás, un adiós a lodebar tu vas a dar,    DI BALIK SEMUA PENDERITAAN SUNGGUH TAK TERDUGA, PERPISAHAN DENGAN LO DEBAR DIBERIKAN PADAMU
tu vida nunca más será igual, El Rey te mando a llamar    HIDUPMU TIDAK AKAN PERNAH SAMA LAGI SEJAK RAJA MEMERINTAHKAN UNTUK MEMANGGILMU

(Escucha bien lo que te digo)    DENGARKAN APA YANG SAYA KATAKAN

El Rey te mando a llamar    RAJA MEMERINTAHKAN UNTUK MEMANGGILMU
(Todo lo que el enemigo te robo hoy el te lo devuelve al ciento por uno)    KAMU AKAN MENDAPATKAN SERATUS KALI LIPAT DARI APA YANG SUDAH DICURI OLEH MUSUH
El Rey te mando a llamar    RAJA MEMERINTAHKAN UNTUK MEMANGGILMU
Tomado de AlbumCancionYLetra.com

Diambil dari AlbumCancionYLetra.com

Oleh: MoNTeRo

Penulis: jeniuscaraalkitab

Menjadi Alat di Tangan Tuhan untuk Mencetak Generasi Jenius bagi Kemuliaan Nama Tuhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s