CARA HIDUP JEMAAT YANG PERTAMA


CARA HIDUP JEMAAT YANG PERTAMA

( KISAH 2: 41-47)

MEMPERSIAPKAN POT UNTUK WADAH LEDAKAN JIWA-JIWA

Kisah Rasul 2:41-47 mengkisahkan jemaat mula-mula yang mengalami ledakan jiwa-jiwa.

Namun…..

Kisah Rasul 2:41-47 tidak terjadi begitu saja, hal itu diawali oleh ayat-ayat sebelumnya.

  1. Start dari Yerusalem.

Dala nama-Nya, berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem ( Lukas 24: 47-49)

Murid Yesus harus tinggal di dalam kota Yerusalem, sampai mereka diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi. Ini dikatakan Yesus  di Yerusalem. ( Lukas 24: 47-49)

Lalu Yesus membawa mereka keluar kota sampai dekat Betania, kemudian di tempat itu, Yesus naik ke sorga. ( Lukas 24: 47-49). Tepatnya di bukit Zaitunlah Yesus naik ke sorga ( Kis 1: 12)

Lalu mereka dari bukit Zaitun itu mereka kembali ke Yerusalem ( Kisa 1: 12-14). Di sanalah , di Yerusalem, mereka menanti-nantikan janji Bapa, yaitu Yesus akan mengirimkan Pencurahan Roh Kudus atas mereka ( Luk 24: 49)

Berada di tempat yang Tuhan tentukan, adalah kunci ledakan jiwa-jiwa. Tuhan ingin kita berada di tempat yang Tuhan tetapkan. Injil harus dimulai dari Yerusalem. Yerusalem adalah start injil diberitakan ( Kis 1:8)

Inilah perkataan Yesus tentang Yerusalem:

  • Yerusalem adalah Kota Raja Besar ( Mat 5:25)
  • Yerusalem adalah kota yang ditangisi oleh Yesus karena sejarahnya yang kelam Lukas 13:34 , mereka membunuh nabi-nabi dan melempari batu orang-orang utusan Tuhan. Mat 23:37. Pada puncaknya di Yerusalemlah Yesus disalibkan ( Lukas 13:33, Matius 20:18) dan hal ini telah dinubuatkan oleh para nabi ( Luk 18: 31-33)
  • Yerusalem adalah kota yang ditangisi oleh Yesus karena kerinduan Yesus untuk mengayomi mereka ditolak oleh mereka. Lukas 13: 34, Mat 23:37
  • Yerusalem adalah kota yang perlu menangisi generasi mereka dan generasi di bawah mereka kelak ( Lukas 23: 28)
  • Yerusalem adalah kota yang menolak kesaksian Paulus tentang Yesus ( Kisah rasul 22:18)
  • Lukas 10:30 Perumpamaan Yesus tentang Orang Samaria yang baik hati, menunjukkan bagaimana seorang Imam dan seorang Lewi tidak menaruh belas kasihan pada orang yang dirampok, malahan orang Samaria yang melakukan kebaikan. Hal ini menunjukkan bahwa di seputaran jalan dari Yerusalem dan Yerikho, ada orang –orang Imam dan orang-orang Lewi yang hidup dalam kemunafikan, tampak rohani tetapi tidak punya kasih sama sekali.
  • Wahyu 3:12 Yerusalem adalah nama kota yang kemudian menjadi nama Yerusalem Baru/ nama kota yang ada di kekekalan nanti

Di manakah Yerusalem kita? Bisa tidak sama antara anda dan saya. Yerusalem bukanlah tempat yang selalunya nyaman, di sana  memang adalah Kota Raja Besar, tetapi di sana jugalah mungkin kita ditolak mentah-mentah, kota yang dipenuhi kemunafikan, tetapi di tempat seperti inilah justru injil dimulai, injil diberitakan, dan ledakan jiwa-jiwa akan terjadi. Tempat yang mungkin bahkan asing bagi kita, karena mereka di Yerusalem hanya menumpang ( Kis 1:13)

  • Pertemuan keluarga inti dan keluarga rohani,  dalam suatu kegerakan Roh Kudus, akan menghasilkan ledakan jiwa-jiwa.
    • Kita lihat di Kisah rasul 1: 12-14
      • Ada Murid-murid Yesus di ayat 13
      • Ada Keluarga inti Yesus di ayat 14
    • Mari kita lihat sejarah keluarga inti dan keluarga rohani ( atau bisa disebut masyarakat) dalam Alkitab.

ADAM, HAWA, KAIN DAN HABEL SEBAGAI KELUARGA INTI YANG PERTAMA

  • Terjadi pembunuhan keji pada keluarga inti yang pertama.
  • Terjadi kesalahan pola dalam keluarga inti yang pertama.
  • Tuhan memberi kesempatan ke dua kepada Adam dan Hawa dengan lahirnya Set dalam dinasty yang baru.

POLA 3 GENERASI PADA KELUARGA INTI ADAM SAMPAI PADA ENOS

ENOS DAN KELUARGA ROHANI PADA PERMULAAN ZAMAN

  • Secara turun temurun yang sangat kuat dari Adam sampai pada zaman Nuh, di seluruh Kejadian pasal 5 menunjukkan betapa kuatnya Adam dan keturunannya dibentuk Tuhan dalam keluarga inti.
  • Kejadian pasal 4: 25-26 Pola 3 generasi dari Adam, Set dan Enos, dalam pola asuh menurut rupa dan gambar Adam, menurut rupa dan gambar Allah, pada keluarga inti, pada akhirnya menghasilkan kegerakan pada keluarga rohani di zamannya Enos. ( Kej 5:1-7, Lukas 3:38)

HENOKH BERNUBUAT UNTUK KELUARGA ROHANI PADA ZAMANNYA

  • Henokh bergaul dengan Tuhan, berjalan bersama Tuhan, bernubuat untuk akhir zaman Yudas 1:14-15. Henokh mengajar/ menjadi guru  ( sebagaimana arti nama Henokh- mengandung arti ‘guru’) untuk orang-orang pada masa itu, dan bernubuat pada mereka, Bagaimana kuatnya Tuhan bekerja di keluarga inti, anak keturunan Adam sampai kepada Henokh, sehingga Henokh dapat bernubuat kepada keluarga rohani.

NUH DAN KELUARGA INTI

NUH PEMBERITA KEBENARAN PADA ZAMANNYA

  • Lantas ketika terjadi kebobrokan pada umat manusia di zaman Nuh, Tuhan bangkitkan keluarga inti ( Nuh dan keluarganya) untuk diselamatkan dari air bah. Nuh telah menjadi pemberita kebenaran ( II Pet 2:5) untuk masyarakat pada saat itu / keluarga rohani.

ABRAHAM DAN KELUARGA INTINYA

  • Lalu sejarah terus berlanjut sampai Tuhan bekerja di zaman Abraham
  • Bagaimana cara Tuhan bekerja melalui Abraham? Melalui keluarga inti. Oleh karena itulah kita mengenal Allah Abraham, Ishak dan Israel. Bukankah mereka keluarga/ 3 generasi?

YUSUF DAN KELUARGA INTINYA

  • Sampai di zaman Yusuf. Bagaimana cara Tuhan bekerja? Melalui keluarga inti. Yusuf dikirim Tuhan lebih dulu ke Mesir untuk mendahului keluarga besar mereka, sehingga mereka diselamatkan dari bahaya kelaparan di zaman itu. Yusuf diperhadapkan pada mengampuni saudara-saudaranya, untuk dia bisa jadi saluran berkat buat cikal bakal bangsa Israel.

MIRIAM , HARUN DAN MUSA SEBAGAI KELUARGA INTI

PENGANJUR UNTUK KELUARGA ROHANI

  • Sampai di perbudakan di Mesir. Tuhan bekerja melalui Keluarga inti, saat itu Tuhan memakai keluarga Amram, Yokhebed, dengan 3 anak mereka ; Miryam, Harun dan Musa sebagai penganjur Israel ( Mikha 6:4) Siapakah mereka? Keluarga Inti

Mereka ini, keluarga inti ini dipakai Tuhan untuk menjadi penganjur bagi keluarga rohani raksasa yaitu seluruh bangsa Israel.

DI ZAMAN YOSUA

KEMATIAN PEMIMPIN KELUARGA ROHANI

MEMICU HILANGNYA GENERASI

KETIKA KELUARGA INTI TIDAK MENJALANKAN FUNGSINYA

  • Yosua sebagai Pemimpin Bangsa Israel ( Yosua 1:6)
  • Pembacaan hukum Taurat, dibacakan oleh Yosua kepada seluruh jemaah Israel dan kepada perempuan-perempuan dan anak-anak ( keluarga inti) dan kepada pendatang yang ikut serta ( kepada keluarga rohani) . Yosua 1:35
  • Kegagalan pendidikan dan pengajaran dalam keluarga inti, membuat kematian dari para pemimpin bangsa, yaitu Yosua dan seluruh angkatan itu mati, ( sebagai pemimpin keluarga rohani) membuat era baru bangkitnya angkatan yang tidak mengenal Tuhan/ kehilangan generasi/ lost generation. ( Hakim-hakim 2: 8-16), karena gagalnya fungsi keluarga inti meneruskan kurikulum ilahi ini kepada generasi berikutnya.
  • Akhirnya pada era setelah kematian Yosua, Tuhan bangkitkan hakim-hakim.

DI ZAMAN IMAM ELI

KEBOBROKAN KELUARGA IMAM

SEBAGAI KELUARGA DARI PEMIMPIN KELUARGA ROHANI

Imam Eli, Hofni dan Pinehas, adalah salah satu contoh kebobrokan keluarga inti daripada keluarga imam, yang notabene adalah pemimpin rohani atas bangsa/ pemimpin keluarga rohani.

I Samuel 2: 12-36

Pada masa itu firman TUHAN jarang; penglihatan-penglihatan pun tidak sering. ( I Sam 3:1)

Di zaman Samuel: Tuhan bangkitkan Samuel sebagai hakim ( I Sam 7:15-17) untuk menjadi pemimpin keluarga rohani.

Orang Israel meminta raja. Permintaan raja ini juga karena kegagalan anak-anak Samuel, sebagai keluarga inti yang seharusnya bisa memimpin keluarga rohani/ bangsa Israel, di mana mereka didapati tidak berintegritas, sampai akhirnya orang Israel meminta raja.

Lalu raja pertama mereka adalah Saul, kemudian Daud, Salomo, dst.

PERTEMUAN KELUARGA INTI DAN KELUARGA ROHANI DI GUA ADULAM

Keluarga inti Daud berkumpul pada Daud di Gua Adulam ( I Sam 22:1). Keluarga rohani daripada Daud juga berkumpul pada Daud di Gua Adulam ( I Sam 22:2, Mazmur 34: 12) Perkumpulan ini pada akhirnya menghasilkan barisan para pahlawan Daud ( I Tawarikh 11: 10-47)

DI ZAMAN SALOMO

KELUARGA INTI MENJADI PRASYARAT DARI TUHAN

Perjumpaan Salomo yang ke dua kalinya dengan Tuhan, di I Raja-raja 9:4-9 merupakan suatu yang unik.

Kegagalan keluarga inti untuk bagaimana Salomo mendidik dan mengajar anak-anaknya menjadi generasi yang takut akan Tuhan, akan mempengaruhi bangsa Israel sebagai keluarga rohani yang Tuhan percayakan untuk saat itu dipimpin oleh Salomo.

DI ZAMAN RAJA-RAJA

DAUD SEBAGAI PERMODELAN KELUARGA INTI

YEROBEAM BIN NEBAT SEBAGAI PERMODELAN KELUARGA ROHANI

Kepada semua raja Yehuda dipakailah Daud oleh Tuhan sebagai standart/ tolok ukur bagi semua raja-raja kerajaan Yehuda.  ( Karena raja-raja setelah Daud adalah keluarga inti anak cucu keturunan Daud)

9 BUAH KEKUDUSAN DAUD

  • HUBUNGAN DENGAN TUHAN
    • SATU. Dengan sepenuh hati berpaut kepada Tuhan Allahnya ( I Raj 11:4, 15:3)
  • PERATURAN TUHAN
    • DUA. Tetap mengikuti segala peraturan Tuhan ( I Raj 9:4-5)
  • PERINTAH TUHAN
    • TIGA. Berbuat sesuai dengan segala yang Tuhan perintahkan ( I Raj 9:4-5)
    • EMPAT. Tetap mengikuti segala perintah Tuhan ( I Raj 3:14)
    • LIMA. Tidak menyimpang dari segala yang diperintahkanNya seumur hidupnya, kecuali dalam perkara Uria, orang Het itu. ( I Raj 15:5)
  • KETETAPAN TUHAN
    • ENAM. Tetap mengikuti segala ketetapan Tuhan ( I Raj 3:14)
  • JALAN TUHAN
    • TUJUH. Hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN ( I Raj 3:14)
  • KARAKTER
    • DELAPAN. Hidup di hadapan Tuhan dengan benar/ berbuat kebenaran ( I Raj 9:4-5) Melakukan apa yang benar di mataTuhan ( I Raj 15:11)
    • SEMBILAN. Hidup di hadapan Tuhan dengan ketulusan hati (I Raj 9:4-5)

Kepada raja- raja Israel, Yerobeam sebagai raja pertama setelah pecahnya kerajaan Israel menjadi dua kerajaan, Yerobeam dijadikan Tuhan sebagai tolok ukur raja-raja lainnya / dan tolok ukur bangsa, karena Yerobeam sebagai pemimpin keluarga rohani. Semua pengganti raja-raja kerajaan Israel pada masa itu, bukan merupakan anak cucu/ bukan karena keturunan.

I Raj 15:30, 14:16, 15:34, 16:9, 26, II Raj 3:3, 15:24, 17:22, 15:28, dan masih banyak ayat lain yang semacam ini.

DI ZAMAN PEMBUANGAN DI BABEL DAN ASYUR

Ester adalah suatu contoh, bagaimana keluarga inti, atas nasihat Mordekhai,  memberi pengaruh kepada keputusan Ester yang pada saat itu berkedudukan sebagai ratu untuk pada akhirnya dipakai Tuhan untuk menyelamatkan keluarga rohani dari ancaman pemusnahan.

Keberhasilan Mordekhai dalam mendidik dan mengasuh Ester, sebagai keluarga inti, pada akhirnya mampu menggerakkan doa puasa massal dalam keluarga rohani, untuk upaya penyelamatan bangsa.

Daniel, Hananya, Misael dan Azarya adalah contoh keluarga rohani yang kompak memegang teguh komitment mereka sebagai penyembah Allah Israel yang hidup.

NUBUATAN MALEAKHI

Nubuatan Maleakhi pada pasal 4:5-6, merujuk pada pemulihan keluarga inti menjadi penentu apakah Tuhan akan memukul bumi hingga musnah/ mempengaruhi seluruh keluarga rohani.

MARIA DAN ELISABET

Maria dan Elisabet, keduanya adalah keluarga inti/ kerabat. Saat itu Roh Kudus telah turun atas Maria dan kuasa Allah yang Mahatinggi telah menaungi Maria ( Lukas 1: 35, 38) Ketika Maria  bertemu Elisabet, dan memberi salam pada Elisabet, ada kepenuhan Roh Kudus terjadi pada Elisabet, dan si jabang bayi Yohanes Pembabtis ( Lukas 1: 41, Lukas 1:15)

YOHANES PEMBABTIS

Lukas 1: 15-17. Ketika Yohanes Pembabtis dipenuhi Roh Kudus sejak dalam rahim ibunya, ( melalui keluarga inti; Zakharia, Elisabet, dan juga Yohanes Pembabtis)  ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka. Ini adalah – kegerakan dalam keluarga rohani

Pelayanan Yohanes Pembabtis akan memulihkan keluarga-keluarga inti – yang akan berpengaruh pada kesiapan umat yang layak bagi Tuhan / berpengaruh pada keluarga rohani secara korporat.

KELAHIRAN JURU SELAMAT

Melalui silsilah keluarga Matius 1, Lukas 3. Melalui Yusuf dan Maria. Melalui keluarga Inti Yesus lahir ke dunia ini, dengan cara Roh Kudus turun ke atas Maria ( Lukas 1: 35)

Kelahiran Yesus didatangi oleh gembala dan majus, mereka adalah keluarga rohani.

KELUARGA INTI YESUS

Maria, Yakobus dan Yudas adalah keluarga inti yang Yesus pada akhirnya Yesus menangkan. ( Kisah Rasul 1:14, Yakobus 1:1) Tadinya kaum keluarga Yesus pernah menganggap Yesus tidak waras lagi ( Markus 3:21), sampai akhirnya keluarga inti Yesus ( Maria dan saudara-saudara Yesus) datang untuk memanggil Yesus , sementara Yesus mengajar

Markus 3:31-35 menunjukkan ketika Ibu dan saudara-saudara Yesus datang untuk menemui Yesus, kita melihat bagaimana Yesus mengemukakan konsep tentang keluarga rohani, yaitu siapa saja yang melakukan kehendak Allah, mereka bisa menjadi ibu-Nya, saudara-Nya laki-laki, saudara-Nya perempuan.

Pada akhirnya, keluarga Yesus dapat dimenangkan, sehingga Yakobus dan Yudas, adalah dua adik Yesus yang menuliskan kitab Yakobus dan kitab Yudas. Mereka ada pada saat keluarga inti daripada Yesus dan keluarga rohani daripada Yesus ( yaitu murid-murid-Nya)  sama –sama menantikan turunnya Roh Kudus ( Kis 1:12-14)

SALIB YESUS MEMPERTEMUKAN KELUARGA INTI DAN KELUARGA ROHANI

Yesus meminta Maria menjadi ibu bagi Yohanes, murid yang dikasihi-Nya. Dan Yesus meminta Yohanes, murid yang dikasihi-Nya menjadikan Maria sebagai ibunya. Maria sebagai keluarga inti Yesus pada akhirnya tinggal di rumah Yohanes sebagai keluarga rohani daripada Yesus. Yohanes 19:26-27.

2 dari 8 perkataan Yesus di Salib didedikasikan bagi terbentuknya keluarga rohani ini.

LOTENG YERUSALEM TEMBAT BERTEMUANYA KELUARGA INTI YESUS

( MARIA DAN SAUDARA-SAUDARA YESUS)

DAN KELUARGA ROHANI YESUS ( MURID-MURID-NYA)

Kisah Para Rasul 1: 12-14

Lawatan Roh Kudus terjadi dengan dahsyat ketika keluarga inti dan keluarga rohani bertemu.

CARA HIDUP JEMAAT YANG PERTAMA

Cara hidup jemaat yang pertama dapat kita lihat di Kisah Para Rasul 2:41-46.  Setelah terjadi pencurahan Roh Kudus secara besar-besaran di hari Pentakosta ( Kis 2:1-40) maka di ayat 41 langsung disambung pada perkembangan selanjutnya LEDAKAN JIWA-JIWA !!

Mereka bersatu sebagai keluarga rohani dalam Bait Allah, tetapi juga mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir. Ini berbicara keluarga inti. Ketika keluarga rohani dan keluarga inti semuanya bergerak bersama, maka terjadi ledakan jiwa-jiwa.

PENGGENAPAN NUBUATAN MALEAKHI DAN YOEL DI AKHIR ZAMAN

Karena nubuatan Tuhan melalui nabi Maleakhi akan digenapi di akhir zaman: Maleakhi 4:5-6

Pemulihan keluarga inti menjadi penentu apakah Tuhan akan memukul bumi hingga musnah??

Fungsi awal orang tua sebagai pendidik dan pengajar yang telah mendapat mandat kurikulum surgawi harus dikembalikan pada porsinya semua

Sampai semua generasi mendapat lawatan ilahi

Penggenapan Yoel 2:28

Anak laki-laki, anak perempuan, orang tua, teruna, ( ini semua adalah pencurahan Roh Kudus secara besar-besaran kepada keluarga inti)

Hamba-hambamu laki-laki, hamba-hambamu perempun, ( ini semua adalah pencurahan Roh Kudus secara besar-besaran kepada keluarga rohani)

Itulah yang disebutkan sebagai ‘semua manusia’

Nabi Yoel menubuatkan pencurahan Roh Kudus kepada keluarga inti, dalam kelengkapan semua generasi; anak-anak, teruna, sampai orang-tua/ kakek nenek. Pun juga pada keluarga rohani/ kepada hamba-hamba yang tidak bertalian darah/ bukan keluarga inti.

KESIMPULAN

Dua Sayap ini harus seimbang:

Antara pendidikan dan pengajaran dari keluarga rohani, harus seimbang dengan

Pendidikan dan pengajaran dari keluarga inti.

Seringkali kita mengutamakan keluarga rohani saja, dan tidak seimbang dengan pentingnya penanaman takut akan Tuhan di keluarga inti.

Ulangan pasal 6 harus menjadi intisari setiap keluarga, dan setiap jemaat harus dimobilisasi untuk melakukan ulangan pasal 6.

  • Penuh dengan Roh Kudus ( Kis 2: 4) bukan mabuk oleh anggur yang menimbulkan hawa nafsu ( Efesus 5:18)
  • Unity, perhatikan Kisah Rasul 2: 14 Bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu.

Bukan hanya Petrus yang berdiri, tetapi ke-11 rasul itu ikut berdiri/ walaupun yang berkotbah hanya Petrus.

11 orang berdiri, 1 orang berkotbah, semuanya dipenuhi Roh Kudus, apa yang terjadi?

Ledakan 3000 jiwa.

Bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan.  ( Kisah rasul 2: 42) Tidak ada di sini penonjolan rasul Petrus atau rasul yang lain. Tetapi semua rasul di sini pengajar, tidak ada yang mau ambil kredit ingin terkenal dalam kegerakan gereja mula-mula itu, tidak ada yang memiliki muatan pribadi/ agenda pribadi dalam upaya penonjolan diri. Semua berperan, tidak saling sikut, tidak saling menjatuhkan, tidak saling iri dan bersaing sengit.

Unity ini terus dibangun ; ayat 42- selalu berkumpul, ayat 44- tetap bersatu, ayat 46- dengan sehati, ….

Apa yang terjadi ?
Ledakan jiwa-jiwa – Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan ( ayat 47)

Stabil untuk terus membangun UNITY/ tidak boleh kendor/ jangan kasih kendor/ jangan biarkan iblis memecah belah, jangan buka celah untuk kepahitan, jangan buka celah untuk ;

  • percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir,
  • perseteruan, perselisihan, iri hati,
  • amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan,
  • roh pemecah, kedengkian,
  • kemabukan, pesta pora dan sebagainya.
  • Gila hormat, saling menantang, saling mendengki ( Galatia 5:19-21, 26)

yang sangat paradoks dengan Galatia 5:22 -23 yaitu buah Roh ( perhatikan di sini ada peran Roh Kudus- untuk membuat UNITY ini stabil )

  • Kasih , sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.

Peran Roh Kudus sangat luar biasa untuk membuat kestabilan Unity ini.

Kalau ingin ledakan jiwa-jiwa …maka ijinkan Roh Kudus terus berkarya, beri keleluasaan Roh Kudus untuk memangkas semua akar dosa yang jadi celah perpecahan, iri hati, dll. Beri keleluasaan Roh Kudus untuk membentuk karakter buah Roh dalam hidup umat-Nya.

  • Bertekun

Kata bertekun muncul  di ayat 42, 46, artinya kata ini sangat ditonjolkan sebagai unsur yang penting untuk ledakan jiwa-jiwa.

Bertekun dalam hal apa???

  • Dalam pengajaran rasul-rasul ( berbicara tentang PA)- Kis 2 ayat 42
  • Dalam persekutuan- ( berbicara tentang komunitas) – Kis 2 ayat 42
  • Dalam memecah roti- Kis 2 ayat 42
  • Dalam berdoa- Kis 2 ayat 42
  • Mengadakan mujizat dan tanda ( mengembangkan 7 karunia Bapa- Roma 12:6-8, 5 karunia Yesus, Efesus 4:11,  9 karunia Roh Kudus I Korintus 12: 7-11)- Kis 2 ayat 43
  • Dalam berbagi hidup/ sampai ke ranah ekonomi/ materi- Kis 2 ayat 44-45
  • Dalam ibadah raya- Kis 2 ayat 46
  • Dalam komsel- Kis 2 ayat 46
  • Dalam mengasah emosi positif – Kis 2 ayat 46
  • Dalam mengasah ketulusan hati / karakter ilahi- Kis 2 ayat 46
  • Dalam praise and worship- Kis 2 ayat 47
  • DISUKAI SEMUA ORANG

Disukai semua orang berbicara tentang betapa mereka tidak menjadi eksklusif.

Kuncinya agar menjadi the favor of man/ disukai manusia adalah:

Amsal 3: 3-4

Kasih dan setia

Kalungkan itu pada lehermu; sampai tidak meninggalkan  kita/ karena kita ijinkan kasih dan setia mempengaruhi kehendak kita/ seperti kalung yang dibawa ke mana-mana

Tuliskanlah itu pada loh hatimu, sampai tidak meninggalkan kita/ karena kita ijinkan kasih dan seetia mempengaruhi hasrat dari dalam hati/ jadi melakukannya bukan karena terpaksa.

Maka akan mendapat KASIH dan PENGHARGAAN dalam pandangan Allah serta manusia.

Menabur kasih———– akan menuai kasih

Menabur kesetiaan—– akan menuai penghargaan

Ketika kita disukai, sangat logis bilamana Tuhan menambahkan jumlah mereka dengan orang-orang yang diselamatkan.

Ketika menjadi eksklusif, tentunya bagaimana mungkin jumlah jiwa akan bertambah-tambah???

KESIMPULAN;

Bagaimana sih cara menjadi saksi Kristus start dari Yerusalem yang nanti akan berujung ke ujung bumi???

  1. Start dari Yerusalem kita masing-masing. Yerusalem adalah tempat unik yang Tuhan tunjukkan
  2. Pertemuan keluarga inti dan keluarga rohani dalam kegerakan Roh Kudus
  3. Penuh dengan Roh Kudus
  4. Mempertahankan terus UNITY oleh kuasa Roh Kudus
  5. Bertekun
  6. Disukai semua orang – nah ketika jumlah bertambah- maka injil otomatis tersebar- karena wadah nya sudah siap untuk menampung mereka diselamatkan dan bertumbuh dan berbuah dan bermultiplikasi. Apa yang jadi wadah yang siap itu?
    1. Sepakat dengan Tuhan atas Yerusalem yang Tuhan tentukan
    1. Menjadi keluarga inti yang sungguh-sungguh di dalam Tuhan, karena keluarga inti yang akan dipakai Tuhan atas keluarga rohani
    1. Penuh dengan Roh Kudus
    1. Unity
    1. Bertekun dalam semua hal tadi
    1. Terus mengembangkan kasih dan setia

Tidak ada di kisahkan ledakan jiwa-jiwa karena jumlah missionaris meledak.

Ledakan jiwa-jiwa dimulai dari wadah yang siap untuk menampung jiwa-jiwa.

Injil akan tersebar dengan sendirinya ketika wadahnya siap.

Karena ketika Tuhan menambah jumlah mereka—tidak dicatat di sini peran missionaris.

Apakah missi itu tidak penting???

Penting ! Namun missi yang tidak disediakan wadah pada akhirnya jiwa-jiwa tidak mungkin dapat berakar dan bertumbuh di dalam Kristus. Butuh wadah. Sebuah tanaman, butuh pot.

Hayuks belajar dari POT Kisah Rasul 2:41-47.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s