MENGGALI ISI ALKITAB


Apabila anda ingin mempelajari tulisan terkait, buka tulisan berikut:

BACA TULISAN TERKAIT:

CERITANYA KOG ITU LAGI SIH KAK

BAGAIMANA CARA MEMBUAT BAHAN SEKOLAH MINGGU SENDIRI

MENGGALI ISI ALKITAB SEBAGAI DASAR PEMBELAJARAN

160 LEBIH TUJUAN PEMBELAJARAN STANDART ALKITAB

PEMBIASAAN GURU SEKOLAH MINGGU TELADAN

SESI 1 KAJIAN MEDIS DAN PSIKOLOGIS

CARA MENGAJAR SEKOLAH MINGGU DENGAN PRINSIP OTAK TENGAH

500 LEBIH METODE MENGAJAR KREATIF

BAGAN MULTI METODE MENGAJAR KREATIF

METODE MENGAJAR YANG DIREKOMENDASI OLEH ALKITAB

MENCONTOH TELADAN YESUS GURU KREATIF MULTI METODE

METODE SIMULTAN VERSI GURU DI ATAS SEGALA GURU

ANDAIKAN IBADAH ANAK SEBUAH PANGGUNG SANDIWARA

CARA MENUMBUHKEMBANGKAN 8 DIMENSI KECERDASAN SEBAGAI METODE MENGAJAR

CONTOH MULTI METODE MENGAJAR UNTUK PARA MAMA

PENJELASAN METODE GAME

PENJELASAN METODE BINATANG

PENJELASAN METODE BENDA 3 DIMENSI

METODE DOA SEBAGAI METODE BAHASA GAMBAR KE 23

Apabila Anda ingin membuat bahan sekolah minggu sendiri, anda perlu memahami bagaimana cara menggali isi Alkitab.

Kita tidak dapat memberikan apa yang kita tidak punya (Kis 3:6)

Sebelum kita membuat bahan sekolah minggu, terlebih dahulu kita harus mengadakan penggalian isi Alkitab, sampai kita menemukan Rhema.

Rhema yang kita dapatkan dari Tuhan- itulah yang dapat kita share/bagikan pada anak-anak.

Itulah sebabnya dalam beberapa tulisan materi sekolah minggu yang saya tulis, saya menyertakan UNTUK DIBACA GURU sebelum kemudian saya menyertakan UNTUK MURID.  Mengapa demikian? karna bagian UNTUK DIBACA GURU  itu adalah hasil perenungan dan penggalian alkitab yang saya lakukan, yang saya ingin itu dapat memberkati guru yang akan bercerita. Baru setelah itu sang guru dapat meneruskan yang ia dapatkan kepada anak didiknya.

Untuk menggali isi Alkitab tidak harus anda itu lulusan Sekolah Alkitab. Karna siapapun dapat melakukannya.  Selamat mencoba !! Di bawah tulisan ini, saya menyertakan contoh hasil penggalian Alkitab yang saya lakukan, dan bagaimana jadinya setelah jadi bahan sekolah minggu.

Menggali Isi Alkitab

Apa yang dimaksud dengan menggali isi Alkitab?

Menggali isi Alkitab adalah sebuah usaha untuk kita menemukan mutiara-mutiara kebenaran Firman Tuhan yang diterangi oleh Pengurapan Roh Kudus.

Apa kegunaan kita dapat menggali Isi Alkitab?

  • Dapat jadi mutiara yang berharga dalam hidup kita, tidak hanya membaca secara sepintas saja
  • Dapat dikotbahkan, menjadi berkat bagi orang lain

Kapan sebaiknya kita menggali isi Alkitab?

Menggali Isi Alkitab membutuhkan waktu khusus, untuk itu kita harus mempunyai waktu special yang berbeda dengan membaca Alkitab Setahun,  idealnya adalah selaki seminggu. Miliki buku-buku khusus, buatlah catatan-catatan dan sediakan ballpoint dalam Alkitab. Buatlah coretan, garis bawah, warna-warna, tanggal yang special, dll.

Topical atau Eksposisi?

Adadua hal yang sangat berlainan  yang terjadi pada pikiran kita saat kita membaca Alkitab:

  1. Menggali Isi Alkitab dengan cara Topikal.

Kita mempunyai pokok pikiran, lalu kita mencari jawabannya di Alkitab.         Misalnya kita mempunyai  suatu pokok pikiran tentang “kuatir”, lalu kita     mulai menyelidiki apa kata Alkitab atau apa komentar Alkitab tentang topic    “kuatir” ini. Dapat disimpulkan sbb: Kita bertanya, Alkitab Menjawab

  1. Menggali Isi Alkitab dengan cara Eksposisi

Kebalikan dari yang pertama, cara eksposisi ini yaitu kita memilih dari   Alkitab bagian mana dari Alkitab yang ingin kita selidiki, baru setelah mengadakan penyelidikan, kita menemukan pokok-pokok pikiran. Misalnya      kita ingin menyelidiki makna apa yang terkandung dari kisah Zakeus ?           Setelah kita menyelidiki kisah Zakeus, kita akan menemukan pokok-pokok      pikiran dari kisah Zakeus tersebut. Dapat disimpulkan sbb: Alkitab      bertanya, kita menjawab

Dua cara tersebut sama baiknya, tergantung Roh Kudus membawa kita ke mana.

Saat ini kita akan belajar bagaimana caranya menggali isi Alkitab dengan cara Eksposisi.

  1. Berdoalah minta hikmat dan pengurapan dari Roh Kudus (I Yoh 2 : 22. 27)
  2. Tentukan sebuah pasal atau perikop yang akan kita gali.
  3. Cari tahu siapa nama pengarang dari kitab itu
  4. Cari tahu kepada siapakah tulisan itu ditujukan
  5. Cari tahu apa latar belakang dari kitab itu atau latar belakang bagian yang akan kita pelajari itu, misalnya latar belakang sejarah, latar belakang politik, latar belakang budaya, dll
  6. Cari tahu hubungan bagian itu dengan bagian/perikop/pasal sebelumnya dan sesudahnya. Apa peristiwa yang mengawali atau mengikutinya, berkaitan atau tidak.
  7. Cari tahu referensi perikop atau referensi ayat yang sudah tertera di dalam Alkitab kita ( di bawah judul perikop atau di catatan kaki perikop atau halaman Alkitab)
  8. Jika ada cerita yang sama di bagian kitab yang berbeda, carilah perbandingannya sehingga boleh saling melengkapi.
  9. Cari tahu apakah ada hubungan antara PL dan PB dalam bagian itu. Misalnya nubuatan atau tipologi/bayangan (PL) dan penggenapan / kutipan (PB)

10. Cari tahu siapa sajakah tokoh-tokoh dalam  perikop itu

11. Bayangkanlah kita ada dalam situasi itu, kita berperan menjadi tokoh-tokoh itu, bagaimana perasaan/ pikiran kita saat itu

12. Cari kata-kata yang asing di dalam kamus Alkitab

13. Gunakan peta Alkitab untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang jarak dan ruang.

14. Garis bawahi kata-kata yang menarik, dan renungkan artinya, mungkin di situ ada nasehat, teguran, pernyataan, nubuatan, kesaksian, pengajaran, dll

15. Gunakan Kamus, dan Beberapa Alkitab dalam beberapa terjemahan yang berbeda untuk mendapatkan makna yang lebih dalam

16. Jangan melewatkan kata-kata sambung, kata-kata sebutan/panggilan, kata-kata langsung dan tak langsung, kata-kata kerja, kata-kata sifat, kata-kata kiasan, dll

17. Perhatikan dengan lebih seksama kata-kata yang sering diulang-ulang

18. Buatlah poin-poin yang telah di susun berdasarkan no 11

19. Dalam setiap poin yang telah di susun tersebut, terangkan artinya dan ambillah bagian Alkitab lain yang dapat mendukung kesimpulan tiap poin tersebut

20. Renungkan tiap point tersebut lebih dalam dan hubungkan dengan keseharian kita. Yang sangat penting adalah bagaimana melakukan kebenaran-kebenaran tersebut dalam keseharian hidup kita

21. Carilah sebuah ilustrasi/ cerita yang kira-kira dapat lebih mempertegas hal-hal yang sudah didapat tadi. Dua ilustrasi tersebut, salah satu dapat diletakkan di depan sebagai pancingan inspirasi, dan yang lainnya bisa juga diletakkan di belakang sebagai penutup

22. Bagikan kepada orang lain apa yang menjadi hasil perjalanan kita ‘menggali isi Alkitab’

23. Kini anda telah siap Berkhotbah!!

Contoh:

Buatlah penggalian isi Alkitab dari dua bagian Alkitab berikut ini:

Yesus Menyembuhkan Seorang Buta dekat Yerikho

(Luk 18:35-43)

Yesus Menyembuhkan Dua Orang Buta

(Mat 20:29-34)

Cobalah, Anda pasti bisa !!

NB : secara pribadi saya sampaikan terima kasih saya yang terdalam pada almarhum ayah mertua saya Bpk Dony Sadono Basri M.Div  yang memberi kesempatan yang seluas-luasnya pada saya untuk berkhotbah dari tahun 1998-2006 di GPDI KHarisma Magelang , sehingga secara autodikdak, saya terus belajar dengan tuntunan Roh Kudus dan sekarang bisa membagikannya pada Saudara.

CONTOH HASIL PENGGALIAN ALKITAB DAN MATERI SEKOLAH MINGGU YANG DIHASILKAN DARIPADANYA:

1. contoh hasil Penyelidikan Alkitab , yang akan saya bagikan sebagai BACAAN GURU ( perhatikan di sini: untuk bacaan guru saya mendaftarkan banyak point/ rhema yang saya dapatkan saya bagikan semua, tetapi untuk membuatnya menjadi bahan mengajar, saya hanya memakai salah satu point saja, tidak semuanya saya berikan pada anak-anak, karna untuk anak-anak hanya cukup satu point saja, tetapi harus dibahas secara mendalam)

UNTUK DIBACA GURU

Ilustrasi:
Maukah kita sekarang jadi pemain cadangan? Yang mungkin selama pertandingan kita hanya duduk di pinggir lapangan dan hanya dipanggil jika ada pemain yang cidera? Kalau anda hanya sebagai cadangan, apakah anda tetap bersungguh-sungguh latihan?

Kis 1:15-26
Yudas tadinya mengikut Yesus, tetapi berubah menjadi pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus.
Jabatan Yudas Iskariot harus diambil alih oleh orang lain. Anugrah yang sangat besar untuk menjadi pengikut Yesus telah disia-siakan oleh Yudas dan ia lebih memilih menjadi pengikut iblis
Ada dua orang yang dicalonkan menggantikan Yudas, yaitu, Matias dan Yusuf yang disebut Barsabas dan yang juga bernama Yustus.

Dua nama ini tidak pernah disebut-sebut sebelum dan sesudah peristiwa di Kis 1-15-26 ini.

Ada keistimewaan2 dari 2 orang calon pengganti Yudas ini:
1. Matias dan Yusuf senantiasa datang berkumpul dengan Tuhan Yesus dan 12 murid lainnya
2. Maitas dan Yusuf tidak pernah absent sejak dari peristiwa Bbtisan Yohanes sampai dengan Yesus terangkat ke surga
3. Matias dan Yusuf telah dapat menjadi saksi tentang Yesus, tentang kebangkitan-Nya
Akhirnya Matias –lah yang terpilih untuk ditambahkan pada bilangan kesebelas rasul itu, menggantikan Yudas Iskariot.

Pelajaran apa yang kita dapatkan dari kehidupan Matias dan Yusuf ini?
1. Mereka setia menjadi pengikut Yesus, walaupun nama mereka tidak tercantum secara resmi sebagai dua belas murid pilihan (perenungan: apakah nama/ jabatan/kedudukan itu sangat penting bagi kita? Mikha 6:8)
2. Mengapa mereka dapat jadi saksi? Karena telah setia menjadi pengikut. Mujijat-mujijat yang Yesus kerjakan, mereka melihat, Pengajaran Yesus mereka mendengar, Kebangkitan Yesus mereka melihat, kenaikan Yesus ke Surga mereka ikut menyaksikan, bahkan menantikan turunnya Roh Kudus pun, mereka ikut menantikan. Kehadiran dalam setiap moment, adalah hal yang penting. Bahkan kriteria ini pun tidak dapat kita jumpai pada Rasul Paulus (Rasul yang besar itu) (Perenungan : guru yang baik adalah guru yang dahulu telah berhasil menjadi murid yang baik, seorang pemimpin mengawali karirnya dengan menjadi pengikut, sudahkah kita selalu ikut dalam kegerakan Tuhan? Luk 16:10)
3. Kehadiran mereka memberi nilai tambah (genap/plus) pada sebuah situasi kurang (min) (Perenungan: Sudahkah kita memberi nilai tambah?Seperti Yusuf memeri nilai tambah di Mesir)
4. Betapa berharganya waktu-waktu yang telah mereka lalui bersama dengan Yesus, dan hal itu tidak dapat diulangi lagi. Sama seperi Yudas Iskariot membuang waktu berhaga itu, sebaliknya Matias dan Yusuf mengambil kesempatan emas ini. (Perenungan: Pikirkan bahwa ada khairos yang tidak dapat diulangi, sudahkah kita melayani Tuhan dengan lebih sungguh lagi? Maz 90:12)
5. Ada waktunya menjadi penonton, ada waktunya menjadi pemain. Tadinya Matias dan Yusuf bukanlah orang-orang yang masuk hitungan, tetapi ada saatnya Tuhan menghargai kesetiaan mereka, dan merasa perlu untuk mencantumkan nama mereka di Kitab-Nya Lihat:II Kor 10:18 (Perenungan: jangan puas hanya jadi penonton, masuk lah ke arena bermain, layani Tuhan dengan lebih sungguh. Ibr 12:1)
6. Dari dua orang ini Tuhan memilih Matias. Tetapi tidak ada catatan Alkitab yang menyatakan bahwa Yusuf mundur dalam mengikut Tuhan. Inilah yang dinamakan ujian motivasi. Motivasi apa yang melandasi Matias dan Yusuf dalam mengikut Kristus akan terlihat di sini. Tidak terpilih secara de Yure tetapi tetap mengikut Tuhan secara de Fakto, bukan menjadi orang pilihan pertama tetapi memilih berkata Ya pada tawaran kesempatan yang ke dua. (Perenungan : ayo Cek Motivasi Kita. Kol 3:23)
7. Perhatikan bahwa pada kitab wahyu ada 12 rasul anak domba……Matias termasuk satu diantaranya…bukan Paulus, karna Rasul Anak Domba punya kriteria tertentu

Lukas 6:13 Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul:

Lukas 8:1 Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia,

Matius 19:28 Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.

Lukas 22:29-30 Hak-hak kerajaan
Dan Aku menentukan hak-hak Kerajaan bagi kamu, sama seperti Bapa-Ku menentukannya bagi-Ku,
bahwa kamu akan makan dan minum semeja dengan Aku di dalam Kerajaan-Ku dan kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.

Namanya ada di batu tulis
Wahyu 21:14 Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba itu.

Mari kita cek motivasi kita dalam mengiring dan melayani Tuhan, sudahkah kita memiliki motivasi yang murni? Pakai setiap waktu yang ada untuk melayani Dia lebih lagi. Ayo bangkit menjadi generasi tanpa wajah, menggarami dan menerangi dunia walau tanpa nama!

Bagaimana dengan Rasul Paulus akan mendapatkan Mahkota Kebenaran.
II Timotius 4:8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

PEMAIN CADANGAN

(sikap hati: setia/ loyal)

(dimensi kecerdasan: kecerdasan emosi, kecerdasan olah tubuh/kinestik)

 BACAAN GURU

Kis 1:15-26

tulisan di atas (UNTUK DIBACA GURU)

 BACAAN MURID

Ajak murid membaca Kis 1: 15-26

 PENDAHULUAN

Tunjukkan gambar pemain cadangan yang sedang duduk di kursi cadangan dalam sebuah pertandingan sepak bola.

Ceritakan bahwa dalam sebuah pertandingan ada pemain utama dan pemain cadangan. Pemain cadangan dipersiapkan untuk keadaan darurat di mana pemain utama sedang mengalami cidera dan tidak bisa bermain lagi, atau kelelahan.

Jadi pemain utama memang enak, dikenal banyak orang, tetapi jadi pemain cadangan tidak enak. Seandainya pemain utama tidak ada yang cidera, ya ia Cuma ‘nganggur’ di situ aja. Tidak jauh beda dengan penonton biasa.

Seandainya kalian ditunjuk sebagai pemain cadangan…..pada saat latihan menjelang pertandingan, kira-kira apakah kalian akan berlatih dengan sungguh-sungguh, atau biasa-biasa saja? Kan Cuma sebagai cadangan ?

 BERMAIN PERAN

 Keterangan untuk guru:

 Biasanya peran drama diperagakan oleh banyak orang, dimana setiap orang hanya memerankan satu tokoh, misal satu anak jadi Yesus, satu anak lain jadi Yudas Iskariot, dan seterusnya

Tetapi kali ini, beda, banyak anak dalam waktu yang bersamaan akan memerankan satu tokoh yang sama beramai-ramai. Disinilah ashiknya, dalam waktu yang bersamaan semua anak bisa menyelami perasaan tokoh yang sama yang sedang diperankan. Disinilah kecerdasan emosi anak-anak diasah, sekaligus kecerdasan olah tubuh mereka dipertajam dengan memperagakan gerak-gerik tokoh tersebut.

Guru bercerita, anak-anak memperagakan apa yang diperintahkan guru, secara bersamaan untuk tokoh yang sama.

Guru mengajak anak-anak serius dengan apa yang dilakukan ini (terkadang karna geli, anak-anak pada awalnya akan merasa aneh, lucu dan tertawa, tetapi kita harus dorong mereka untuk serius, lama kelamaan mereka akan tenggelam dalam keasikan bermain peran ini)

Guru menyiapkan stiker point tambahan untuk setiap pemeran terbaik dalam setiap adegan.

 Bermain Peran dimulai

 Saat itu Tuhan Yesus berdoa semalam-malaman (Mat 6:12). Untuk apa Yesus berdoa? Untuk memilih 12 orang murid-Nya.

Peragakan Yesus sedang berdoa semalam-malaman.

Ada12 orang yang dipilih Tuhan , termasuk diantaranya Yudas Iskariot. (Luk 6; 16). Kira-kira senang tidak ya Yudas Iskariot  terpilih menjadi murid Yesus, dan termasuk dalam 12 sekawan ? Yudas diibaratkan sebagai pemain utama (dalam lomba sepak bola misalnya).

Peragakan senangnya Yudas Iskariot terpilih jadi murid Yesus

Apakah Yesus tahu, bahwa Yudas Iskariot suatu hari nanti akan menjadi penghianat? Tahu donk….terus kog tetap dipilih jadi murid-Nya? Itu karna Tuhan Yesus mengasihi Yudas dan tetap ingin memberi kesempatan Yudas untuk bertobat.

Peragakan cara Yesus memandang Yudas dengan kemahatahuan-N ya serta kasih-Nya pada Yudas dengan cara memberi Yudas kesempatan untuk bertobat.

 Adajuga di situ orang-orang yang tidak terpilih……menjadi 12 murid Yesus. Di antara mereka ada yang bernama Matias dan Yusuf. Mereka tidak terpilih, dalam hal ini mereka hanyalah pemain cadangan (dalam sebuah lomba sepak bola misalnya), kurang diperhitungkan keberadaannya.)

Peragakan Matias atau Yusuf yang berwajah sedih, karna tidak terpilih menjadi 12 murid Yesus, padahal mereka ingin sekali menjadi murid Yesus

Sebagai murid Yesus, Yudas melihat semua yang dilakukan Yesus, sama seperti murid-murid yang lain. Yesus menyembuhkan orang sakit, Yesus membangkitkan orang mati, Yesus memberi makan 500 orang lebih, Yesus menyembuhkan orang kusta, dan masih banyak lagi. Yudas juga ikut mendengar pengakuan Petrus bahwa Yesus itu Mesias (juruslamat yang dijanjikan) Tetapi Yudas tetap tidak bertobat, sebagai bendahara dalam kelompok Yesus, Yudas sering mencuri uang kas (Yohanes 12:6). Yudas menyia-nyiakan kesempatan yang ada sebagai salah satu dari 12 murid Yesus. Yudas menyia-nyiakan kesempatan sebagai pemain utama

Peragakan Yudas dengan diam-diam mencuri uang kas, dan memasukkan uang itu ke kantongnya sendiri.

 Sebagai orang yang tidak terpilih menjadi 12 murid Yesus yang asli/resmi, tentu saja Matias dan Yusuf boleh ikut Yesus, boleh juga tidak.

Ibaratnya kalau anak sekolahan, boleh masuk, boleh juga bolos. Seperti dalam dunia perkuliahan, mereka hanya sebagai ‘pendengar pasif’, boleh datang kuliah, boleh juga tidak, boleh ikut ujian boleh juga tidak, mereka tidak mendapat nilai, dan biasanya tidak membayar, tidak perlu tanda hadir/absent.

Tetapi dua orang ini sangat setia mengikut Yesus, tidak pernah bolos sekalipun. (Kis 1: 21-22) Selama ada Tuhan Yesus berkumpul bersama 12 murid, dua orang ini juga ada di sana, mulai dari babtisan Yohanes, sampai hari Yesus terangkat ke sorga, bahkan dua orang ini juga melihat / menyaksikan/ menjadi saksi kebangkitan Yesus.

Dua orang ini memang ‘Cuma’ pemain cadangan, tetapi mereka tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan untuk mengikut Yesus, walaupun nama mereka tidak pernah disebut-sebut.

 Peragakan Matias dan Yusuf mengikut Yesus dengan bersungguh-sungguh, wajah yang antusias/bersemangat mengikut Yesus, kemana pun Yesus pergi.

Tuhan menghargai kesetiaan mereka, dan Tuhan memilih salah satu dari mereka untuk menggantikan Yudas Iskairot yang telah tidak setia itu. Dan yang terpilih melalui doa dan undian adalah Matias.

Peragakan wajah Matias yang begitu senang karna dari pemain cadangan ia kini diangkat menjadi pemain utama

 Yusuf tidak kecewa. Alkitab tidak pernah mencatat Yusuf yang kecewa dan terus meninggalkan Tuhan. Yusuf tetap setia mengikut Tuhan, walau ia tetap duduk di kursi cadangan. Ia tetap jadi saksi Tuhan, ia tetap tidak pernah melupakan betapa dahsyatnya selama ini ia menjadi saksi mata pelayanan Yesus di dunia, ia tidak pernah menyesal mengikut Yesus, dan ia tidak ingin meninggalkan Yesus hanya gara-gara ia tidak terpilih menjadi orang yang menggantikan kedudukan Yudas Iskariot menjadi rasul.

Peragakan wajah Yusuf yang tetap tersenyum walaupun ia tetap jadi pemain cadangan. Ia bertekad untuk tetap setia ikut Yesus.

 Matias terpilih menggantikan Yudas Iskariot. Apa yang menjadi upah Matias selama ini mengikut Yesus dengan setia?

Ajak anak anak membuka ayat-ayat sbb;

Matius 19; 28 duduk di salah satu tahta diantara 12 tahta yang tersedia, bersama Yesus untuk menghakimi kedua belas sukuIsrael

Lukas 22: 29-30

makan dan minum semeja dengan Tuhan di dalam Kerajaan-Nya

Wahyu 21: 14

Nama Matias ikut tertulis di salah satu batu dasar yang ada di Yerusalem Baru, diantara 12 batu  yang ada.

Peragakan wajah Matias yang tersenyum sambil meraba batu yang bertuliskan namanya “MA –TI-AS” , di kota Yerusalem Baru, sambil seakan tak percaya.

Bagaimana dengan Yusuf? Apa upah kesetiaan Yusuf?

Yusuf dan kita semua (kalau kita setia) akan mendapat upah dari Tuhan juga.

Apa upahnya?

Wahyu 2: 10b

Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.

Peragakan wajahmu sendiri di sorga nanti saat menerima Mahkota Kehidupan dari Tuhan sebagai upah atas kesetiaanmu pada Tuhan

Kesimpulan:

Sebagai pemain utama Yudas Iskariot menyia-nyiakan kesempatan emas untuk menjadi pengikut Yesus yang setia, ia justru menghianati Yesus demi ‘uang’, ia tidak mau bertobat dari kebiasaannya  mencuri. Ingat adik-adik, akar segala kejahatan adalah ‘cinta uang’

Tetapi Matias dan Yusuf walaupun hanya sebagai pemain cadangan, mereka tetap setia mengikut Yesus, dan bagi orang yang setia Tuhan sudah menyediakan upahnya.

Maukah kalian tetap setia mengikut Yesus? Sampai kapan pun?

Contoh ketidaksetiaan mengikut Yesus:

Demi naik jabatan….menyangkal Yesus, dan tidak ke gereja lagi tapi ke tempat lainnya

Demi mendapat istri/suami, meninggalkan Yesus, dll.

 

Ayat Mas:

Wahyu 2: 10b

Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s