99. NATAL JANUARI 2016, SEKOLAH MASEHI TEMANGGUNG DENGAN THEMA ; HIDUP BERSAMA SEBAGAI KELUARGA ALLAH, DISERTAI LOMBA FOTO ANTAR KELAS


Foto-foto dari lomba foto pada acara ini dapat anda akses di sini

https://www.facebook.com/media/set/?set=a.1001141896591544.1073741873.100000872280053&type=3

NATAL SEKOLAH MASEHI 8 JANUARI 2016.

UNTUK SISWA

KELOMPOK BERMAIN-TK-SD-SMP MASEHI

TEMANGGUNG

GURU DAN KARYAWAN

PENGURUS YAYASAN

DILENGKAPI DENGAN LOMBA FOTO

THEMA: HIDUP BERSAMA SEBAGAI KELUARGA ALLAH

Jika tampilan dalam wordpress ini tidak dapat memuaskan anda, maka anda dapat mendownload secara gratis materi ini dengan klik tautan sebagai berikut:

NATAL SEKOLAH MASEHI 8 JANUARI 2016

NILAI PENJURIAN LOMBA FOTO

Tujuan:

BAGI ANAK-ANAK

  1. Anak-anak boleh bersyukur untuk keluarga yang Tuhan berikan, Papa, Mama, Kakak dan Adik. Bagi yang tidak memiliki keluarga, mereka juga dapat bersyukur untuk apa pun keadaan orang tua mereka, untuk apa pun keadaan kakak/adik mereka saat ini ( mungkin jika mereka adalah anak yang dititipkan pada nenek/kakek/pantiasuhan/dari keluarga yang bercerai.)
  2. Anak-anak boleh menghormati dan taat kepada orang tua mereka/ pengasuh mereka/guru mereka.
  3. Anak-anak boleh hidup rukun dengan kakak/adik/teman mereka.
  4. Anak-anak boleh memahami bahwa kita memiliki keluarga rohani di dalam tubuh Kristus.
  5. Anak-anak yang tertolak di keluarganya memahami bahwa Tuhan menyambut mereka Maz 27:10
  6. Anak-anak yatim piatu memahami bahwa Tuhan sendiri yang menjadi pelindung bagi mereka Maz 68:6 , Maz 146:9
  7. Anak-anak mengampuni orang tua mereka, dan berdoa buat mereka.

BAGI ORANG TUA MURID/GURU/KARYAWAN/YAYASAN

  1. Suami yang mengasihi isterinya dan isteri yang tunduk kepada suaminya
  2. Menjadi figur orang tua bagi segenap murid-murid yang Tuhan percayakan untuk bersekolah di sekolah ini. Yaitu menjadi ibu, dan menjadi ayah bagi generasi ini.
    1. Fungsi ayah; bekerja siang malam, menasihati, menguatkan hati seorang demi seorang, meminta dengan sangat supaya anak-anaknya hidup sesuai kehendak Tuhan ( I Tes 2: 9-12) Mendidik ( Amsal 4:1, Amsal 1:8) Mendidik mereka dalam ajaran dan nasihat Tuhan ( Ef 6:4), sayang kepada anak-anaknya Maz 103:13, memberi perintah Amsal 6:20
    2. Fungsi ibu: ramah, mengasuh, merawati, memberikan kasih sayang yang besar ( I Tes 2:6-8, mengajar Amsal 1:8
  3. Menjadi orang tua agar tidak menyakiti hati anaknya sehingga anaknya menjadi orang yang tawar hati Kol 3:21, jangan bangkitkan amarah dalam hati anak-anak Ef 6:4
  4. Memberi teladan bagi generasi ini.

 

 

 

Penjelasan mengenai Tujuan.

 

Tampaknya tujuan yang telah dijabarkan di atas terlihat terlalu banyak. Memang idealnya saat menyampaikan Firman Tuhan di dalam suatu kesempatan, apalagi yang dihadiri dan ditujukan untuk anak-anak, terpusat di satu tujuan saja.

 

Namun kompleksitas acara yang dihadiri oleh semua usia, mulai dari balita sampai dengan orang tua, maka dipilih metode FOTO KELUARGA, dengan mengedepankan metode keluarga yang ada di Alkitab sebagai contoh langsung, bagaimana para anggota keluarga dalam Alkitab menjalin kekeluargaan satu sama lain.

 

Dengan cara ini maka hanya dengan mengenang/mengingat peristiwa dalam keluarga-keluarga yang ada di Alkitab, semua tujuan yang banyak/multi itu dapat terangkum jadi satu,karena dalam tiap keluarga pasti ada anggota-anggota keluarga dengan sifat dan karakter masing-masing.

 

Pembahasan:

Keluarga-keluarga dalam Alkitab

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KELUARGA DALAM ALKITAB BAGIAN ALKITAB YANG DIFOTOKAN KETERANGAN FOTO PEMBAHASAN PEMBICARA TANTANGAN MELAKUKAN FIRMAN TUHAN DALAM KESEHARIAN AYAT MAS YANG DIPERKATAKAN DISARANKAN UNTUK
1.       Kain dan Habel

KAKAK DAN ADIK

Kejadian 4: 1-15 Tampak dalam foto Kain membunuh Habel Kakak yang jahat terhadap adiknya. Maukah kalian hidup rukun?  Hati-hati dengan rasa iri hati di dalam hidupmu. Iri hati dapat menjadikan seseorang menjadi pembunuh. Yakobus 4:2

 

Para orang tua/guru perlu mengusahakan untuk memelihara kesatuan Roh  buat anak-anak yang Tuhan percayakan. Efesus 4:3

Yak 4:1-2 ANAK SD
2.       Yusuf mengampuni saudara-saudaranya

KAKAK DAN ADIK

Kejadian 45: 1-15 Tampak dalam foto, Yusuf memeluk saudara-saudaranya Yusuf mengambil keputusan untuk mengampuni saudara-saudaranya, sehingga setelah persitiwa perdamaian itu, Yakub diboyong ke Mesir, dan mereka mendapatkan Gosyen, tempat terbaik di Mesir, dan setelah peristiwa perdamaian itu Yusuf mendapat hikmat Tuhan untuk bagaimana mengatur 5 tahun kelaparan yang masih tersisa. Terkadang ada hal-hal yang menyakitkan yang kita alami, karena ada saudara-saudara yang jahat kepada kita,iri, dll. Ambil kesempatan untuk mengampuni mereka.

 

Latih anak-anak untuk mengampuni teman-teman mereka, apabila mereka berselisih/bertengkar.

Mazmur 133:1 ANAK SD
3.       Musa dan Harun

KAKAK DAN ADIK

Kejadian 6:25-26 Tampak dalam Foto Musa dan Harun menghadap Firaun Harun membantu Musa dalam melakukan tugasnya menghadap Firaun. Tuhan ingin kalian dapat bekerja sama antara kakak dengan adik, juga bekerja sama antara teman-teman di sekolah, saling bekerja-sama antar guru, antar yayasan, antar karyawan.  Saling mengisi dalam perbedaan yang ada.

 

Latih anak-anak untuk bisa bekerja sama dengan orang lain dalam teamwork

Galatia 6:2 ANAK SD
4.       Nuh, Sem, Ham dan Yafet

ANAK TERHADAP ORANG TUA

Kejadian 9:18-28 Tampak dalam foto Ham sedang menceritakan hal-hal yang tidak senonoh mengenai ayahnya, kepada Sem dan Yafet ( ayat 22), sambil menahan tawa. Ham tidak menghormati orang tuanya. Setiap orang tua memiliki kekurangan/kelemahan. Tetapi Tuhan mengajarkan kita untuk tetap menghormati mereka. Ulangan 5: 16 ANAK SMP
5.       Mordekai dan Ester

ANAK TERHADAP ORANG TUA

Ester 2: 5-18 Tampak dalam foto Ester menolak memberitahukan kebangsaan dan asal-usulnya. Ester seorang anak yatim piatu. Namun Ester seorang anak yang sangat patuh dan taat kepada ayah angkatnya. Ketaatan Ester pada ayah angkatnya menjadikan Ester pribadi yang juga taat kepada Hegai, sida-sida raja. Jadilah anak yang taat kepada orang tua. Seperti Ester, karena ketaatannyalah maka bangsa Israel dapat selamat dari pembunuhan oleh musuh-musuh mereka.

 

 

Efesus 6:1-3 ANAK SMP
6.       Daud dan Absalom

ORANG TUA TERHADAP ANAK

II Sam 14:24 Tampak dalam foto Daud mengacungkan telunjuknya, untuk memberi tahu Yoab bahwa Absalom tidak boleh datang ke hadapan raja Daud. Absalom orang yang sejak kecilnya dipuji-puji ke’cantik’kannya, ( bertumbuh sebagai anak yang dididik untuk menonjolkan outer beauty dan melupakan pentingnya juga inner beauty) sehingga ketika dia dewasa bertumbuh menjadi orang yang berkarakter buruk.  Dia membunuh Amnon/ karena tidak mau mengampuni kesalahan Amnon. Ternyata Daud pun tidak mau melepaskan pengampunan pada Absalom. Bagaimana pun anak-anak pernah menyakiti hati orang tua/guru  dengan perkataan/tingkah laku mereka. Untuk itu kita sebagai orang tua perlu melepaskan pengampunan buat mereka.

 

Jika kalian pernah melakukan sesuatu yang melukai hati orang tua kalian, datanglah meminta maaf pada mereka.

Kolose 3: 13 ANAK SMP
7.       Samuel dan keluarga Imam Eli

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

I Samuel 2: 11 Tampak dalam foto Samuel bersama Imam Eli Samuel tinggal jauh dari papa dan mamanya, tetapi didikan Hana pada Samuel pada masa BATITA, sangat menolong  Samuel untuk hidup tidak ikut-ikutan Imam Eli, Hofni dan Pinehas, di dalam pertumbuhan hidupnya. Samuel tidak menjadikan dirinya yang jauh dari orang tua, jauh dari pengawasan mereka, untuk hidup seenaknya dan berbuat dosa semau-maunya. Justru Samuel hidup dekat dengan Tuhan dan dipakai Tuhan jadi berkat bagi seluruh bangsa Israel. Jangan remehkan pendidikan BATITA, di usia keemasan. Nilai-nilai yang kita tanamkan itu akan terus mengakar sampai dia dewasa nanti.

 

Jangan jadikan ketidakhadiran orang tua yang terus mengawasi sebagai alasan untuk mendapatkan kesempatan berbuat dosa semau-maunya. Ingat, Tuhan melihat apa pun yang kita perbuat.

Amsal 15:3 ANAK KB
8.       Daud dan Mefiboset

ANAK BERKEBUHAN KHUSUS

II Sam 9:1-13 Tampak dalam foto Daud merangkul Mefiboset si pincang. Setelah Daud berjaya sebagai seorang raja, Daud tidak melupakan janjinya baik kepada Yonatan sahabatnya, maupun kepada Saul, mertuanya yang selama ini telah jahat terhadap dia. Dia mencari keturunan Saul, dan didapati cucu Saul, anak Yonatan yang pincang kakinya. Daud mengasihi Mefiboset seperti anaknya sendiri dan mengajak Mefiboset tinggal di istana raja. Selama ini mungkin kita seperti Mefiboset si pincang, tetapi percayalah, Tuhan mengasihi kita apa adanya. Kita diangkat menjadi anak-Nya dan Dia menyelamatkan hidup kita.

 

Guru-guru/orang tua harus melihat ‘mefiboset-mefiboset’ ini seperti Daud memandang mereka, dan seperti Yesus mengasihi mereka, apa adanya.

Yesaya 43; 4a ANAK SMP
9.       Lapidot dan Debora

KESEIMBANGAN HIDUP

Hakim-hakim 4;1-24 terutama ayat 4 Tampak dalam foto Debora memberikan segelas air teh kepada Lapidot. Debora adalah seorang nabiah, tetapi Alkitab jelas menuliskan bahwa dia seorang isteri Lapidot. Nama suaminya dikenal, disebutkan. Debora walaupun sibuk sebagai seorang nabiah, seorang hakim yang menghakimi bangsa Israel, dia tidak melupakan kewajibannya sebagai seorang isteri bagi suaminya.  Tuhan juga ingin para ibu-ibu tidak melupakan tugasnya sebagai ibu rumah tangga bagi anak-anaknya/keluarganya Sesibuk apa pun para suami dan para isteri di luar rumah, jangan melupakan bahwa isteri anda, suami anda, dan anak-anak anda membutuhkan kehadiran anda di tengah-tengah mereka.

 

Jika orang tua kalian sibuk di luar rumah, ambillah waktu untuk berbicara dari hati ke hati dengan mereka, dan jika mereka tidak berubah, doakan mereka dan carilah kegiatan yang positif untuk mengisi hari-harimu bersama dengan TUHAN.

Titus 2: 3-5. I Tim 3:12 ANAK SMP
10.   Adam, Hawa, Set dan Enos

POLA DIDIK ORANG TUA

Kejadian 4: 25-26, Kej 5: 1-11 Tampak dalam foto Enos menyembah Tuhan, dan Adam-Hawa serta Set dan beberapa orang lain, ikut menyembah Tuhan bersama-sama. Pemulihan dalam sebuah pola keluarga Adam dan Hawa. Dulu mereka salah dalam mendidik Kain dah Habel, kini mereka memulai pola baru dalam mendidik Set, sesuai dengan gambar dan rupa Adam yang adalah segambar dan serupa dengan Allah, sehingga Set berhasil mendidik Enos, sehingga Enos menjadi pelopor penyembahan kepada Tuhan yang benar Kejadian 5: 3 Maukah papa dan mama mendidik anak-anak dalam takut akan TUHAN?

 

Jika papa mama kalian bukan orang yang takut akan Tuhan, hidup kalian sendiri yang takut akan Tuhan akan menjadi berkat buat mereka.

Amsal 22:6 ANAK SD
11.   Ishak dan Ribka, Esau dan Yakub

POLA DIDIK ORANG TUA

Kejadian 25: 19-34, Kejadian 27 Tampak dalam foto Ishak memeluk Esau sedangkan Ribka menggandeng Yakub. Memiliki anak emas bukanlah cara yang baik dalam mendidik anak. Hal ini akan melukai setiap anak yang merasa tidak dicintai, terjadi persaingan yang tidak sehat dan saling membenci Orang tua yang memiliki anak emas, guru yang memiliki anak emas, harus bertobat, dan harus mengasihi semua anak-anak yang Tuhan titipkan dengan tulus hati tanpa melihat apakah anak ini pandai, cantik, kaya, berbakat, berhobby sama, dll

 

Jika kalian agak tersisihkan, jangan kuatir, Tuhan selalu menerima kalian apa adanya, dan tidak pernah membeda-bedakan anak-anakNya.

Mazmur 145:17 ANAK TK
12.   Yakub, Rahel dan Benyamin

POLA DIDIK ORANG TUA

Kejadian 35: 16-22a Tampak dalam foto Yakub menggendong Benyamin. Pada saat kelahiran Benyamin sangat sukar, maka Rahel memberi nama Ben –Oni kepada bayinya, yang artinya ‘anak kesengsaraanku’

Tetapi Yakub mengganti nama itu menjadi Benyamin ‘ anak tangan kananku/ anak yang mendatangkan bahagia’. Yakub bertindak untuk memperkatakan hal yang baik buat anaknya.

Ayo jadi orang tua/guru  yang memperkatakan hal-hal yang baik pada anak-anak/murid-murid kita, jangan mengatakan hal-hal yang buruk tentang mereka, misalnya; dasar kamu anak bodoh, anak nggak tahu di untung, anak gendut, dll

 

Jika seandainya papa mama dan guru-gurumu orang-orang yang sering menyakiti hatimu dengan perkataan mereka, ampuni dan doakan mereka.

Amsal 18:21 Keluarga Karyawan
13.   Yakub dan Yusuf

POLA DIDIK ORANG TUA

Kejadian 37: 1-11 Tampak dalam foto Yakub menegur Yusuf mengenai mimpinya. Mimpi Yusuf terdiri dari 2 babak, seperti juga dalam hidup Yusuf, dia mengalami dua babak, dimana mimpi pertama menggambarkan sampai pada titik dimana dia menjadi pemimpin mengatasi kakak-kakaknya, tetapi pada pada mimpi kedua menggambarkan bagaimana sebagai seorang pemimpin, Tuhan memakai hidupnya menjadi berkat bagi KAUM KELUARGANYA.

Yakub tidak dapat mengerti mimpi daripada Yusuf, dan menegur Yusuf. Namun pada suatu waktu akhirnya Yakub mengerti juga saat kedua mimpi Yusuf itu digenapi oleh Tuhan.

Orang tua harus belajar menghargai mimpi –mimpi / cita-cita dari anak-anaknya. Orang tua jangan memaksakan kehendak pada anak-anaknya, misalnya si anak harus jadi juara, harus nilai 10 di matematika, harus jadi dokter, harus melanjutkan usaha orang tua, dll. Percayakan masa depan anak-anak kita pada Tuhan dan dorong mereka bertumbuh sesuai dengan talenta yang Tuhan berikan secara unik dalam diri mereka masing-masing.

 

Jika orang tuamu tidak dapat menghargai mimpimu, tidak menjadi masalah, bawa mimpi-mimpimu kepada TUHAN saja yang sanggup mengerti semua yang kau angan dan harapkan.

Daniel 12:3 ANAK SMP
14.   Daud dan Adonia

POLA DIDIK ORANG TUA

I Raj 1: 5-6 Tampak dalam foto Adonia meninggikan diri/sombong.  Di sekelilingnya ada orang-orang yang sujud menyembah dia. Karena Adonia sejak kecil sangat elok, dia sangat dimanjakan oleh ayahnya Daud, dan dia belum pernah ditegur oleh ayahnya, tidak pernah didisiplin, tidak pernah diarahkan. Apa akibatnya? Adonia bertumbuh menjadi anak yang sombong, tinggi hati, dan juga melakukan kudeta untuk mendongkel kedudukan ayahnya sebagai seorang raja. Mari para ayah, jangan mengulang kesalahan daripada Daud. Memanjakan anak terlalu berlebih-lebihan dan tidak pernah mendisiplin mereka hanya akan menghasilkan generasi yang sombong/tinggi hati.

 

Mari anak-anak bersyukurlah kalau kamu masih memiliki orang tua ataupun guru yang menegur, mengarahkan, menasihati. Jangan menganggap mereka cerewet. Karena mereka mengasihi kalian semua.

Amsal 13: 24 ANAK SD
15.   Daud, Batsyeba dan Salomo

POLA DIDIK ORANG TUA

Amsal 4:1-4 Tampak dalam foto Daud dan Batsyeba sedang mengajar Salomo Daud dan Batsyeba bergandeng tangan untuk bersama-sama mendidik dan  mengajar Salomo agar hidup dalam hikmat. Ajar anak kita lebih daripada mengejar Hikmat/ EQ dan pengetahuan / IQ, tetapi harus juga memiliki yang namanya SQ/ takut akan Tuhan, agar dalam sepanjang umur hidupnya tidak meninggalkan Tuhan. Amsal 1:7 Anak SD
16.   Yabes dan orang tuanya

PEMULIHAN LUKA BATIN

 

POLA DIDIK ORANG TUA

I Tawarikh 4: 9-10 Tampak dalam foto Yabes lebih dimuliakan daripada saudara-saudaranya. Yabes dilahirkan dengan ibunya mengalami kesakitan, oleh karena itu nama Yabes artinya ‘penderitaan’.  Yabes dibesarkan di keluarga yang mana ayahnya tidak berfungsi sebagaimana mestinya, ibunya bukan orang yang suka mengucap syukur ataupun beriman pada Tuhan. Yabes dibesarkan dengan panggilan yang artinya tidak baik.Namun Yabes tidak pernah menyalahkan hari kelahirannya, orang tuanya, atau siapa pun. Namun dia datang berseru-seru kepada Tuhan dalam doanya, dan Tuhan mengabulkan perminataannya dan akhirnya hidup Yabes sungguh luar biasa. Lewat hidupnya banyak orang  diberkati. Jangan salahkan siapa pun, jangan salahkan orang tuamu, tetapi datanglah pada Tuhan atas semua keadaanmu.

 

Jangan jadi orang tua yang suka mengomel/menggerutu/mengeluh/bersungut-sungut. Karena akibat hal-hal seperti itulah bangsa Israel tidak dapat memasuki tanah Kanaan.

 

Jangan seperti ibu daripada Yabes yang gagal melihat hal-hal baik yang Tuhan sudah sediakan lewat hidup anaknya, Yabes.

Mazmur 118:5 Anak TK
17.   Yusuf, Maria dan Yesus

POLA DIDIK ORANG TUA

Lukas 2: 41-52 Tampak dalam foto Yusuf dan Maria sedang kebingungan mencari Yesus Yusuf dan Maria adalah orang tua dari Remaja bernama Yesus. Pada saat mereka berangkat tidak terjadi masalah, tetapi ketika mereka pulang, mereka mengira Yesus bersama-sama dengan orang-orang seperjalanan mereka. Di sini kita lihat bahwa Yusuf dan Maria memberi kepercayaan kepada Remaja Yesus. Mereka bukan orang tua yang serba protektif dan cerewet. Yusuf mengajarkan taurat kepada Yesus sampai taraf yang luar biasa. Yusuf mengajarkan ilmu pertukang-kayuan kepada Yesus sampai Yesus pun menjadi tukang kayu Markus 6:3. Maria seorang ibu yang terus mengikuti perkembangan pelayanan Yesus sampai di kayu salib, bahkan di hari Pentakosta Maria ada di sana.

 

Yesus mau taat dan kembali dalam asuhan orang tua-Nya.

Jadilah seperti Yusuf dan Maria yang mengandung Yesus dan yang membesarkan Yesus sesuai dengan kehendak Bapa.

 

Jadilah seperti Yesus yang mau taat kepada orang-tuaNya.

Ulangan 11:19-20 Anak SD
18.   Lois , Eunike dan Timotius

POLA ASUH DALAM KELUARGA

II Tim 1:5, II Tim 3: 15 Terlihat bagaimana Nenek Lois , Ibu Eunike dan Timotius bersama-sama membaca Alkitab Keluarga ini sangat beriman dan sangat cinta Firman Tuhan, dan mendidik Timotius sejak kecil untuk mengasihi Tuhan dan beriman pada Tuhan dan mencintai firman Tuhan. Mari jangan bosan-bosan membawa anak-anak kita cinta Tuhan, cinta Firman Tuhan sejak mereka masih kecil

 

Ayo cinta Firman Tuhan sejak kita kecil.

II Tim 3: 16-17 Dewan Guru
19.   Daud dan Amnon

 

POLA DIDIK ORANG TUA

II Sam 13:1-22 terutama ayat 21 Tampak dalam foto Daud sangat marah ketika ada orang yang datang menceritakan peristiwa Amnon dan Tamar Amnon berbuat yang tidak sopan terhadap adiknya, Tamar. Tetapi yang dilakukan Daud hanya sangat marah. Daud tidak pernah menegur Amnon, tidak pernah memberikan sangsi yang tegas kepadanya. Para ayah harus memiliki hubungan pribadi dengan anak prianya, sampai mereka dewasa. Hubungan pribadi yang terjalin antara ayah dan anak inilah yang menyebabkan seorang ayah dapat menegur, memberikan sangsi, memberi ketegasan, memberikan disiplin.

 

Jika kalian memiliki hubungan yang kaku dengan orang tua kalian, datang saja pada Bapa surgawi yang selalu menyayangi kita

Amsal 4:4 ANAK SMP
20.   Daud dan Tamar

POLA DIDIK ORANG TUA

I Taw 3: 1-9, II Sam 3: 2-5, II Sam 13:1-22 terutama ayat 7 dan ayat 21 Tampak dalam foto Tamar menangis sendirian Daud adalah seorang ayah yang kurang memperdulikan kehadiran seorang anak perempuan di keluarganya, terbukti nama Tamar disebutkan terakhir, bahkan tidak dihitung dalam keenam anaknya. Daud adalah seorang ayah yang kurang menjalin komunikasi dengan anak perempuannya ini, terbukti hanya mengutus orang untuk berbicara kepadanya. Daud adalah seorang ayah yang kurang melindungi anak perempuannya dan tidak memberikan penghiburan manakala anak perempuannya terluka. Orang tua harus bisa menerima gender anaknya dengan sukacita. Entah anak laki-laki atau perempuan

 

Para ayah harus memiliki hubungan pribadi dengan anak perempuannya sampai mereka dewasa.

 

Hubungan pribadi yang terjalin antara ayah dan anak inilah yang menyebabkan seorang  anak perempuan dapat memiliki keterbukaan dengan sang ayah.

 

Jika kalian adalah anak-anak yang tertolak karena kalian dilahirkan sebagai laki-laki atau sebagai perempuan, atau cacat/ ataupun anak yang tidak diharapkan, dll, datanglah kepada Tuhan yang sanggup memulihkan hidupmu.

Mazmur 145:8 Anak SMP
21.   Daud dan rombongan Gua Adulam

 

POLA KEPEMIMPINAN DALAM KELUARGA ROHANI

Mazmur 34:1, I Sam 21:13-15, Mazmur 34:12, Mazmur 34: 1-23 Tampak dalam foto Daud sedang mengajar orang-orang yang di gua Adulam untuk mereka takut akan Tuhan. Daud juga memiliki keluarga rohani. Pada saat Daud belum memiliki anak, semua pengikutnya di Gua Adulam yang berlatarbekalang buruk diajar oleh Daud dan dianggap oleh Daud sebagai anak-anaknya sendiri. Kepemimpinan Daud yang berhasil mengubah rombongan orang gagal menjadi para pahlawan ini, mengedepankan KEKELUARGAAN sebagai seorang ayah dengan anak-anaknya, dan juga mengedepankan PENDIDIKAN karakter sebagai seorang guru kepada murid-muridnya. Mazmur 34:12 Anak TK
22.   Yosua dan keluarga rohaninya, Akhan

POLA KEPEMIMPINAN DALAM KELUARGA ROHANI

Yosua 7:1-26, terutama ayat 19 Tampak dalam foto Yosua memegang pundak Akhan sambil menasihati seperti seorang ayah pada anaknya. Yosua adalah pemimpin rombongan panti asuhan terbesar di dunia, dengan membawa ribuan orang yang ayah bunda mereka mati di padang gurun. Yosua memimpin mereka dengan sifat kebapakan yang kuat/dan kekeluargaan yang kental. Tuhan ingin kita mengajar/memimpin/memperlakukan semua anak-anak yang Tuhan percayakan untuk kita didik, seperti kita berhadapan dengan anak-anak kita sendiri. Ada disiplin tetapi juga ada kasih, ada teguran tetapi juga ada pujian, ada tuntutan tetapi juga memberikan hak. Karena Tuhan pun juga memberi ajaran kepada kita seperti seorang ayah kepada anak yang disayangiNya.

 

Jika ada guru kalian yang galak, tidak punya kasih, doakan mereka, sayangi mereka.

 

Amsal 3:12 Anak TK
23.   Ibu Rufus dan Paulus

KEKELUARGAAN DALAM TUBUH KRISTUS

Roma 16:13 Tampak dalam foto Paulus yang sedang makan bersama Ibu Rufus Ibu Rufus menjadi ibu bagi Paulus, yang mengasihi Paulus, merawati Paulus dan memperhatikan hidup Paulus, walaupun Paulus bukan anak kandungnya Tuhan ingin kita bersifat keibuan bagi orang-orang di sekitar kita, menebarkan kasih, perhatian dan kepedulian buat semua orang di sekitar kita. Bisa pada murid-murid kita, tetangga kita, rekan kerja kita, dll

 

Doakan para bapak dan ibu guru kita.

I Yohanes 4:7 Anak SD
24.   Paulus , Timotius dan Titus

KEKELUARGAAN DALAM TUBUH KRISTUS

II Tim 1:1-2 Tampak dalam foto Paulus merangkul Timotius anak rohaninya Paulus menganggap Timotius sebagai anaknya, walaupun Timotius bukan anak kandungnya. Tuhan ingin kita mengajar dengan pola kebapakan kepada para murid kita, sehingga dengan metode hubungan, proses belajar mengajar akan lebih efektif. Mazmur 103:3 Anak SD

 

 

 

 

1.unit SMP
G 7: 3 kelas
G 8: 3 kelas
G 9: 2 kelas
total 8 kelas

 

  1. unit SD
    Kls 1 : 1 kelas
    Kls 2 : 2 kelas
    Kls 3: 1 kelas
    Kls 4 : 2 kelas
    Kls 5 : 1 kelas
    Kls 6 : 2 kelas
    Total : 9 kelas

 

  1. Unit TK
    KB = 1 kelas
    TK A = 2 kelas
    TK B = 2 kelas
    Total = 5 kelas..

 

Keterangan:

  1. Baik Keluarga Karyawan, Dewan Guru, maupun tiap kelas harus mengumpulkan FOTO
  2. Tiap kelas/bagian akan mengumpulkan foto yang berbeda, seluruhnya ada 24 foto. Untuk itu panitia akan mengundi antar SD, SMP dan lain-lain agar ada keadilan.
  3. Foto menggunakan KOSTUME ALA ISRAEL, seperti jubah, kain penutup kepala, ikat kepala, ikat pinggang kain, selendang, dll. Kain yang digunakan boleh sarung, seprai, korden, selimut, jubah paduan suara, jubah babtisan, jubah drama dll
  4. Foto menggunakan property seperti tongkat, mahkota, dll sesuai kebutuhan tokoh yang difotokan
  5. Foto bisa outdoor, indoor, lokasi boleh di sekolah dan bila panitia menghendaki peserta menggunakan kamera sendiri, maka foto boleh juga diambil di lokasi luar sekolah.
  6. Foto menggunakan kamera masing-masing/ diatur oleh panitia natal apakah akan menggunakan kameraman dari sekolah, agar kualitas gambar seragam.
  7. Tanggal 4 pengumuman lomba foto ini akan diumumkan/dijelaskan. Lalu tiap kelas/kelompok akan berunding siapa yang akan ditunjuk untuk mewakili, bagaimana dengan kostumenya, dll
  8. Tanggal 5 tiap kelas/bagian akan berfoto
  9. Tanggal 6 foto akan diserahkan ke panitia dalam bentuk softcopy dan hardcopy dengan ukuran yang ditentukan panitia
  10. Tanggal 7 foto akan dipajang panitia di ruang berlangsungnya natal/pada board
  11. Pada tanggal 7 foto akan dinilai oleh Juri
  12. Pada tanggal 7 foto akan dikirim e-mail ke Ibu Grace untuk dibuat menjadi Power Point
  13. Tanggal 8 akan diumumkan pemenang lomba foto ini.
  14. Juri ditunjuk anggota yayasan yang NETRAL.
  15. Format penilaian lomba foto mohon dibuatkan oleh panitia.

Kriteria Lomba Foto:

  1. Mimik muka/ ekspresi muka pelakon
  2. Kostum yang sesuai dengan cerita
  3. Gesture/ body language/acting pelakon
  4. Pemakaian kreatifitas property
  5. Makeup para pelakon ( kumis, berewok, dll)
  6. Pencahayaan pada photo
  7. Tata Letak foto, dll

Waktu yang saya butuhkan :

60 menit, untuk itu tiap 2 menit akan berganti pembahasan.

Penulis: jeniuscaraalkitab

Menjadi Alat di Tangan Tuhan untuk Mencetak Generasi Jenius bagi Kemuliaan Nama Tuhan

One thought on “99. NATAL JANUARI 2016, SEKOLAH MASEHI TEMANGGUNG DENGAN THEMA ; HIDUP BERSAMA SEBAGAI KELUARGA ALLAH, DISERTAI LOMBA FOTO ANTAR KELAS”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s