SEMINAR PELAYAN; MENJADI PELAYAN YANG MENYENANGKAN HATI TUANNYA


PELAYAN YANG MENYENANGKAN TUANNYA

Disusun dengan anugrah Tuhan oleh Grace Sumilat

www.jeniuscaraalkitab.com\

Tuan dan hamba

Lukas 17: 7-10

17:7 “Siapa di antara kamu

yang mempunyai seorang hamba yang membajak

atau menggembalakan ternak baginya,

akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang:

Mari segera makan! 17:8

Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu:

Sediakanlah makananku.

Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku d 

sampai selesai aku makan dan minum.

Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

17:9 Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu,

karena hamba itu

telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya?

17:10 Demikian jugalah kamu.

Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu,

hendaklah kamu berkata:

Kami adalah hamba-hamba yangtidak berguna;

kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan. e 

 

Maukah kita menjadi hamba-hamba Tuhan yang melayani di bidang anak, di bidang musik, di bidang pendidikan anak, dll, YANG MENYENANGKAN HATI TUANNYA? YAITU MENYENANGKAN HATI TUHAN?

Seperti apa caranya? Agar kita menjadi hamba yang menyenangkan hati TUHAN?

 

Ayat 7

Seorang hamba;

  1. Mempunyai tugas khusus; MEMBAJAK atau MENGGEMBALAKAN TERNAK.
    1. Membajak adalah mempersiapkan agar sebuah ladang siap ditanami.
      1. PETANI, itu bekerja keras. II Timotius 2:6. Dia menanam dengan mata iman. Hasilnya tidak langsung terlihat sekarang. Dia mengharapkan hasil dari kerja kerasnya. Hidupnya bergantung pada Tuhan yang memberikan hujan pada musimnya, panas pada musimnya.
    2. Menggembalakan ternak adalah memberi makan, memastikan ternak aman dari predator, menggiring ke kandang, dll
      1. Amsal 10:21. Salah satu cara menggembalakan adalah dengan ucapan bibir yang keluar dari ORANG BENAR. Orang benar mengucapkan kata-kata yang :
        1. Kolose 4:6
          1. Penuh kasih
          2. Jangan hambar
          3. Tahu bagaimana memberikan jawaban
        2. Efesus 4:29
          1. Jangan ada perkataan kotor
          2. Memakai perkataan yang baik untuk membangun, supaya mereka yang mendengarnya beroleh kasih karunia
        3. Yakobus 3:1-12
          1. Sebagai guru kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat, karena kita semua bersalah dalam perkataan kita.
          2. Kita harus MENGENDALIKAN perkataan kita. Jangan sampai lidah kita merupakan dunia kejahatan di antara anggota anggota tubuh kita.
          3. Dari mulut yang sama, keluar berkat dan kutuk, itu tidak boleh terjadi.
        4. Yesaya 50:4
          1. Kita memerlukan lidah seorang murid untuk memakai perkataan kita untuk memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Caranya? Harus memiliki telinga yang tajam untuk mendengar seperti seorang murid. Caranya? Setiap pagi mengasah pendengaran dan di ayat 5, taat pada apa yang Tuhan katakan.

 

  1. Mempunyai waktu kerja – yaitu waktu di mana dia harus ke ladang
    1. Tidak berhak atas waktu dan hidupnya sendiri Filipi 1:21
  2. Mempunyai hak untuk makan, tetapi harus tetap punya hati hamba untuk mendahulukan KEWAJIBAN lebih daripada haknya. Yaitu kewajiban melayani TUANNYA.
    1. Filipi 2:1-11. Yesus tidak mempertahankan hakNya sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan Dia mengosongkan Diri-Nya.
  3. Bagaimana melayani TUANNYA, menyediakan makanan baginya?
    1. Mengikat pinggangnya
      1. Lihat teladan Yesus, Yohanes 13:5 ( Berikut tafsiran Matthew Henry )
        •  (1) Tindakan itu sungguh rendah dan menghamba, biasa hanya dilakukan oleh pelayan yang paling rendah kedudukannya. Hambamu ini (kata Abigail) ingin menjadi budak yang membasuh kaki para hamba tuanku itu. Biarlah aku melayani di tempat terendah (1Sam. 25:41). Seandainya saja Kristus hanya membasuh tangan atau wajah mereka, maka hal itu saja sudah merupakan kerendahan hati yang besar (Elisa hanya mencucurkan air pembasuh ke tangan Elia, 2Raj. 3:11), jadi apa lagi kalau Ia sampai membungkuk sedemikian rupa, ini sungguh melampaui kekaguman kita. Dengan begitu Ia hendak mengajari kita supaya tidak pernah berpikir bahwa suatu pekerjaan terlalu rendah untuk kita lakukan, bila pekerjaan itu dapat memuliakan Allah dan mendatangkan kebaikan bagi saudara-saudara kita.
  • (2) Terlebih lagi, kerendahan hati-Nya itu sungguh amat luar biasa, sebab itu dilakukan-Nya terhadap para murid-Nya, orang-orang dari kalangan bawah yang tidak ada harganya, yang tidak peduli dengan tubuh mereka sendiri. Mungkin kaki mereka pun jarang dicuci, dan pasti sangat kotor. Dalam hubungan dengan Dia, mereka itu hanya murid-murid-Nya, para hamba-Nya. Merekalah yang seharusnya membasuh kaki-Nya, sebab mereka bergantung dan berharap dari Dia. Banyak orang melakukan hal-hal rendah untuk menjilat atasan mereka. Mereka merendahkan diri supaya bisa melaju, dan menghamba supaya bisa menanjak. Karena itu, pastilah perbuatan Kristus terhadap murid-murid-Nyaini bukanlah suatu tindakan pamer atau menjilat, melainkan murni kerendahan hati.
  • (3) Yesus bangun dari duduk-Nyauntuk membasuh kaki murid-murid-Nya itu. Meskipun KJV menerjemahkan (ay. 2makan malam hendak berakhir, sebaiknya ini dibaca sebagai makan malam sedang diadakan [bdk. TBmereka sedang makan bersama —] atau ketika Ia sedang makan malam, sebab setelah membasuh kaki murid-murid, Ia duduk kembali (ay. 12), dan kita mendapati-Nya mencelupkan roti (ay. 26). Dengan demikian, Ia membasuh kaki mereka di sela-sela makan malam-Nya, yang hendak mengajari kita agar,
    • [1] Bila kita dipanggil untuk melayani Allah atau sesama pada saat kita sedang makan, jangan sampai kita menganggap hal itu sebagai gangguan atau ketidaknyamanan, tetapi hendaklah kita menjunjung tinggi tugas kita lebih dari makanan kita(4:34). Kristus tidak bersedia meninggalkan khotbah-Nya untuk melayani kerabat dekat-Nya ( 3:33), tetapi rela meninggalkan makan malam-Nya untuk menunjukkan kasih-Nya terhadap murid-murid-Nya.
    • [2] Jangan terlalu mendewa-dewakan makanan jasmani kita. Membasuh kaki yang kotor pastinya dapat melenyapkan selera makan seseorang, tetapi Kristus tetap saja melakukannya, bukan supaya kita boleh seenaknya bersikap kasar dan jorok (sebab kebersihan dan kesalehan itu seia sekata), melainkan untuk mengajari kita supaya tidak terlalu rewel atau pilih-pilih, melainkan mematikan kesenangan tubuh dan selera makan, dan menempatkan sopan santun pada tempatnya, tanpa harus melebih-lebihkannya.
  • (4) Untuk melakukannya, Ia pun mengenakan pakaian seperti seorang hamba: Dia menanggalkan jubah-Nyayang longgar supaya bisa melayani dengan lebih leluasa. Kita harus menjalankan tugas kita dengan tidak memiliki keinginan untuk memegahkan diri, melainkan rela menanggung perih. Kita harus melepaskan segala sesuatu yang mungkin dapat membuat kita besar kepala atau merintangi maksud kita dalam melakukan apa yang harus kita perbuat, harus mempersiapkan akal budi kita, sebagaimana orang-orang yang menunaikan tugas mereka dengan sungguh-sungguh.
  • (5) Kristus membasuh kaki mereka dengan upacara yang sesederhana mungkin. Ia menjalankan setiap bagian pelayanan-Nya itu dengan cermat, tanpa melewatkan seorang pun dari mereka. Dia melakukannya sedemikian rupa, seolah-olah Dia memang sudah terbiasa melayani. Dia melakukannya seorang diri dan tidak dibantu oleh siapa pun. Dia mengikatkan sehelai kain lenan di pinggang-Nyasebagaimana pelayan mengenakan serbet pada tangannya atau memakai celemek. Ia menuangkan air ke sebuah basi dari tempayan-tempayan yang tersedia di sana (2:6), kemudian membasuh kaki mereka. Setelah itu, untuk menuntaskan tindakan-Nya, Ia lalu menyeka kaki mereka.

(6) Tidak ada tanda-tanda bahwa Kristus melewatkan kaki Yudas, sebab ia juga ada di sana (ay. 26). Memang sudah menjadi sifat seorang janda yang benar-benar janda untuk membasuh kaki saudara-saudara seimannya (1Tim. 5:10), dan hal ini mendatangkan penghiburan. Tetapi di sini, Yesus yang terkasih bahkan lebih dari itu, Ia membasuh kaki seorang pendosa, yang terbejat dari segala pendosa, yang terjahat yang pernah melawan Dia, yang pada saat itu sedang berikhtiar untuk mengkhianati-Nya.

      • Banyak penafsir menganggap bahwa pembasuhan kaki yang dilakukan Kristus ini merupakan gambaran keseluruhan tugas-Nya. Kristus tahu bahwa Dia setara dengan Allah dan segala sesuatu adalah kepunyaan-Nya, akan tetapi Dia bangkit dari takhta-Nya yang penuh kemuliaan, menanggalkan jubah-Nya yang penuh cahaya, lalu membebatkan sifat kita pada diri-Nya sendiri dengan cara mengambil rupa sebagai seorang hamba. Ia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani, menumpahkan darah-Nya, memberikan nyawa-Nya dan dengan begitu Ia mempersiapkan bejana pembasuhan untuk membersihkan kita dari dosa-dosa kita (Why. 1:5).
  1. Melayani tuannya sampai tuannya selesai makan dan minum
    1. Memprioritaskan Tuhan lebih dari segalanya, sedangkan untuk diri sendiri ditempatkan di nomor paling akhir.
    2. Seperti seorang PRAJURIT II Timotius 2: 3-4
      1. Ikut menderita
      2. Berjuang
      3. Tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya ( karena sebagai seorang prajurit, dia milik negara, kehidupannya telah dijamin oleh negara)
      4. Berkenan kepada komandannya.
  • Teladan Paulus, Filipi 4 : 11-13. Hati seorang hamba tidak berorientasi pada materi, karena sikap hamba adalah dapat menanggung segala perkara, karena mendapatkan kekuatan dari TUHAN.
  1. Baru setelah itu ( setelah tuannya selesai makan dan minum) hamba itu boleh makan dan minum
    1. Apa yang menjadi makanan Yesus? ( Yohanes 4:34)
      1. Melakukan kehendak Bapa
      2. Menyelesaikan pekerjaan Bapa
    2. Seharusnya Kerajaan Allah adalah ‘makanan’ yang seharusnya membuat kita paling berhasrat untuk mencarinya, seperti halnya kita mencari makanan favourite. ( Matius 6:33). Dan apakah kerajaan Allah itu? ( Roma 14:17)
      1. Kebenaran
      2. Damai sejahtera
  • Sukacita oleh Roh Kudus
  1. Tidak mencari ucapan terima kasih dari tuannya.
    1. Filipi 2:3. Tidak mencari puji-pujian yang sia-sia
    2. II Korintus 10:18. Standart tahan uji, ditentukan oleh Tuhan, bukan oleh puji-pujian terhadap diri sendiri, oleh diri sendiri.
  2. Memakai suatu prinsip sbb:
    1. Kami hanyalah hamba-hamba yang tidak berguna/ yang hina/ yang tidak layak. Lihat berbagai terjemahan sbb:

 

NETBible So you too, when you have done everything you were commanded to do, should say, ‘We are slaves undeserving of special praise; 1  we have only done what was our duty.’” 2 
NASB ©

biblegateway Luk 17:10

“So you too, when you do all the things which are commanded you, say, ‘We are unworthy slaves; we have done only that which we ought to have done.’”
HCSB <span class=”red”>In the same way, when you have done all that you were commanded, you should say, ‘We are good-for-nothing slaves; we’ve only done our duty.'”</span>
LEB Thus you also, when you have done all the _things you were ordered to do_, say, ‘We are unworthy slaves; we have done what we were obligated to do.’
NIV ©

biblegateway Luk 17:10

So you also, when you have done everything you were told to do, should say, ‘We are unworthy servants; we have only done our duty.’”
ESV So you also, when you have done all that you were commanded, say, ‘We are unworthy servants; we have only done what was our duty.'”
NRSV ©

bibleoremus Luk 17:10

So you also, when you have done all that you were ordered to do, say, ‘We are worthless slaves; we have done only what we ought to have done!’”
REB So with you: when you have carried out all you have been ordered to do, you should say, ‘We are servants and deserve no credit; we have only done our duty.’”
NKJV ©

biblegateway Luk 17:10

“So likewise you, when you have done all those things which you are commanded, say, ‘We are unprofitable servants. We have done what was our duty to do.’”
KJV So likewise ye, when ye shall have done all those things which are commanded you, say, We are unprofitable servants: we have done that which was our duty to do.

 

‘Kami adalah budak yang tidak layak mendapat pujian khusus; 1 kami hanya melakukan tugas kami. ’” 2

 

‘Kami adalah budak yang tidak layak; kami telah melakukan hanya apa yang seharusnya kami lakukan.'”

 

‘Kami adalah budak yang tidak layak; kami telah melakukan apa yang harus kami lakukan. “ ‘Kami adalah pelayan yang tidak layak; kami hanya melakukan tugas kami. “” ‘Kami adalah hamba yang tidak layak; kami hanya melakukan apa yang menjadi kewajiban kami. ‘” ‘Kami adalah budak yang tidak berharga; kami hanya melakukan apa yang seharusnya kami lakukan! ’” ‘Kami adalah pelayan dan tidak pantas mendapatkan kredit; kami hanya melakukan tugas kami. ’” ‘Kami adalah pelayan yang tidak menguntungkan. Kami telah melakukan apa yang menjadi tugas kami.'” Kami adalah hamba yang tidak menguntungkan: kami telah melakukan apa yang merupakan kewajiban kami untuk lakukan.

 

  1. Kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan.
    1. Yesaya 26:12. Sebenarnya kita hanya alat di tanganNya. Dialah yang hebat, bukan kita.
    2. Filipi 2:13. Allahlah yang melakukan KEMAUAN ( hasrat/ passion/ minat) maupun PEKERJAAN menurut KERELAAN-NYA ( jadi kita tidak bisa ikut mengatur, semua ada dalam kedaulatanNya)
  • II Korintus 3:5. KESANGGUPAN KITA adalah pekerjaan Allah.

 

AYAT PENUTUP

Mat 25:23 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara r  yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

 

Saling mendoakan agar kita semua memiliki hati hamba dalam pelayanan anak yang Tuhan percayakan kepada kita sebagai rekan kerjaNya.

 

Penulis: jeniuscaraalkitab

Menjadi Alat di Tangan Tuhan untuk Mencetak Generasi Jenius bagi Kemuliaan Nama Tuhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s