PELATIHAN INTONASI


PELATIHAN INTONASI

Disusun dengan anugrah Tuhan oleh; Grace Sumilat S.MG

Power Point materi ini dapat anda unduh dengan klik tautan berikut ini:

PELATIHAN INTONASI 2017

( semua gambar dalam power point tersebut juga sama dengan JPG/ photo PPT yang saya muat di bawah ini, dan sudah ada PPT mini/ per pertemuan latihan, yang juga bisa anda unduh gratis)

Makalah siap PRINT dapat anda unduh di sini:

PELATIHAN INTONASI edit 2017

PENDAHULUAN

JENIS PERCAKAPAN

EMOSI PENUTUR

DESAHAN NAFAS

PANJANG PENDEK PENUTURAN

KERAS LEMBUT

KLIMAKS DAN ANTIKLIMAKS

5 MACAM RESONANSI

https://www.youtube.com/watch?v=UpU8iB3qnEg

 

PERGANTIAN NADA PENUTUR

MEMAHAMI DATANGNYA SUARA

MEMAHAMI KARAKTER TOKOH

MEMOTONG PEMBICARAAN

MENIRUKAN SUARA-SUARA

https://www.youtube.com/watch?v=61FL84Bo1L8

ARTIKULASI

 

 

PELATIHAN INTONASI

Disusun dengan anugrah Tuhan oleh; Grace Sumilat S.MG

Intonasi atau penekanan suara pada saat berkomunikasi akan mempengaruhi arti pesan secara dramatik sehingga pesan akan menjadi lain artinya bila diucapkan dengan intonasi yang berbeda

 

Kegunaan berlatih intonasi adalah:

  1. Untuk semakin mempermahir komunikasi
  2. Untuk semakin mempertajam kemampuan bercerita
  3. Untuk semakin mahir dalam teater/drama/melatih pemain drama
  4. Untuk semakin mahir dalam pemeranan tokoh dalam performance apa pun.
  5. Untuk semakin mahir dalam menjadi narator, MC, penyiar radio, TV, dll.

 

Berlatih membaca naskah/bercerita, membutuhkan beberapa aspek:

  1. Pengetahuan tentang intonasi yang disesuaikan dengan jenis-jenis percakapan
  2. Pendalaman emosi penutur
  3. Menambahkan desahan nafas untuk menghidupkan suasana
  4. Memahami panjang pendek penuturan
  5. Memahami penekanan keras lembut pada kata-kata
  6. Memahami klimaks dan anti klimaks penuturan beruntun
  7. Memanfaatkan resonansi kepala, resonansi hidung, resonansi mulut, resonansi leher, resonansi dada
  8. Melatih pergantian nada penutur pada saat mengisi suara untuk 2 tokoh, dalam percakapan beruntun
  9. Memahami datangnya suara, dari jauh, dari dekat, menjauh, mendekat, terdengar sayup-sayup, dll
  10. Memahami karakter tokoh dan menciptakan logat/ keunikan suara sesuai dengan karakter tokoh tersebut
  11. Memahami frasering/ cara memutus frase, dan memahami cara berbicara yang terpotong lawan bicara, dan cara memutus pembicaraan lawan bicara saat pembicaraan sebenarnya belum selesai
  12. Menirukan suara-suara binatang/angin/alam/ombak/dll
  13. Memahami artikulasi/ kejelasan pengucapan.

 

 

 

 

Contoh-contoh kalimat yang kita pakai di sini adalah;

  1. Semua terkait dengan makanan
  2. Diimajinasikan dipakai dalam kisah Marta dan Maria

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. JENIS-JENIS PERCAKAPAN

 

Percakapan dengan lawan bicara/ kalimat langsung

“Kamu sudah makan belum?”

“Silahkan masuk.”

 

Perkataan kepada diri sendiri ( menggumam) /perkataan dalam batin/ dalam hati

‘Aku tadi sudah makan belum ya? Sepertinya belum!’

‘Tuhan Yesus suka teh nggak ya?’

 

Perkataan tidak langsung/ kalimat tidak langsung

Dia tadi bilang bahwa dia belum makan

Dia tadi bilang ; dia akan siapkan makan besar.

 

Perkataan pencerita/ narator

Hari sudah siang, tetapi Tono belum makan sesuap pun, perutnya pun terasa lapar melilit.

Yesus datang berkunjung ke rumah Maria, Marta dan Lazarus

 

  1. EMOSI PENUTUR

 

Gelisah

Aduuuh, gimana nich, udah sore Tono kog belum makan.

Huadeuwww gimana nich..lama sekali matangnya.

 

Bingung

Enaknya makan di mana ya siang ini? Di warung pojok itu, atau di warung sebrang sana ya ?

Masak mie goreng atau kuah ya enaknya?

 

Takut

Iya..iya Tante, sebentar lagi juga Tono makan.

Iya…iya Tuhan ! ( Marta takut saat ditegur oleh Yesus)

 

Senang

Asiiik, sebentar lagi makan!

Asssshhhiiiikkkk Tuhan Yesus datang !

 

Marah

Kenapa sih Ton, dari tadi kamu kog nggak segera makan? Ini kan udah siang!

Kamu ini gimana sich kog nggak mbantu aku !

 

Tidak konsentrasi

A         : Tono ini lho Bu, dari tadi belum makan

B         : (tidak konsentrasi) Belum makan…..apa katamu…belum makan?

 

Di situ ya… Ehhh di mana tadi ….garamnya?

 

Kaget

Lho, jadi dari tadi kamu belum makan thoh Ton?

Hah ?? Tuhan Yesus datang ke rumah kita !

 

 

Sedih

Kasihan ya, Tono belum makan, dia pasti lapar

Yaaaahhhh Yesus sudah pulang deh.

 

Geli

Bisa-bisanya dia bilang belum makan, padahal dia tadi udah habis dua piring lho!

Iya yach..ngapain juga aku tadi sibuk banget.

 

Jengkel

Dari tadi kamu ini yang diurus cuma makaaan aja!

Ke sini keeeekkk bantuin aku!

 

Gemas

Iiich….kamu makannya pasti banyak ya, anak gendut!

Emmmmmhhhh kayaknya uenuak ini…!!

 

Segan

Eeee terima kasih tante…bener saya sudah makan kog.

Silahkan Tuhan Yesus minum duluan !

 

 

Gugup

Bu.. bu…bukan saya Tante yang mencuri makanan itu …bu…bukan saya…benar Tante!

Se….be… sebenarnya…sa …saya bermaksud…. ba… ba… baik

 

Membujuk/ merajuk

Tapi….nanti tambah tho…..lauknya, ya? Mau kan?

Maria…bantu aku donk….aku sibuk banget nich…!

 

Manja

Aku mau tambah lagi ayam gorengnya !

Kapan Tuhan Yesus ke sini lagi?

 

Heran/tak percaya

Sudah tiga hari ini kamu tidak makan?

Tuhan Yesus emang sengaja mampir ke sini?

 

 

 

  1. DESAHAN NAFAS
  • Terengah-engah

Jadi…piringnya habis?

Hah ..hah.. hah… masih jauh ternyata warungnya!

 

  • Menahan rasa jengkel/membuang rasa kesal

A         :Heeeeh, udah nggak kebagian deh

B         :Aaaah, aku nggak mau makan!

 

Uuuuuuuuuggghhhhh…..nggak ada yang bantuin lagi !

 

  • Isakan tangis

Mama sedih kalau kamu nggak mau makan Ton!

Aku menyesal banget..tadi nggak ngobrol sama Yesus

 

  • Desahan Kaget

Hah…..? Belum makan?

Haaaaa…? Beneran Tuhan Yesus datang?

 

  • Rintihan kesakitan

Eeeeeh, perutku sakit….eeee aku belum makan

Eeeeeeegh..boleh numpang pipis?

 

  • Desahan saat mengantuk (peralihan dari alam sadar ke alam bawah sadar, atau sebaliknya)/ sedang mabuk

Eeee apa katamu? Aku belum makan?

Eeeeeeeehhh siapa yang datang?

 

  • Berbisik

Jadi, nanti kamu mau nambah nggak?

Menurutmu enak nggak masakan Martha?

  • Berteriak

Aaaaaa, jangan makan aku….!

Hoooooiiiiiiiiiii Maria…….sini bantu aku !!

 

 

  1. PANJANG PENDEK PENUTURAN

 

  • Penuturan terputus-putus/penekanan kata tertentu

Ja- di ? kamu belum makan?!

Nga-pa-in? Ya masak toh!

 

  • Penuturan cepat meluncur/beruntun

Pokoknya tadi aku makan mie, tahu , tempe, lodeh dan masih banyak lagi.

Pokoknya aku harus siapkan makanan, minum, snack, gorengan, kerupuk, pokoknya semua harus ada.

 

  • Penuturan nada panjang

Ooooooo, jadi kamu dari tadi belum makaaaaaaaan ?

Mengapa harus repot repoooooooooooooooot?

 

  • Penuturan pendek

A         :Kamu sudah makan?

B         :Sudah.

           

A         : Kamu kenapa sih?

            B         : Nggak apa-apa.

 

  1. PENEKANAN KERAS LEMBUT PADA KATA-KATA

 

  • Berikan keras dan lembut pada kata-kata berikut
    • Setiap manusia itu butuh makanan. Makanya itu kamu harus makan.

 

  • Berikan keras dan lembut pada bagian berikut ; Markus 10:41-42

“Marta,Marta, engkau kuatir  dan menyusahkan diri

dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu : 

Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”

 

 

  1. KLIMAKS DAN ANTIKLIMAKS PENUTURAN BERUNTUN

 

  • Berikan klimaks pada penuturan berikut:
    • Jadi pertamanya siapkan dulu tepungnya, garamnya, air, bawang putih yang sudah dimemarkan, ketumbar yang sudah dihaluskan, dan jangan lupa telur. Kocok semuanya dan masukkan tempenya. Goreng. Gampang kan !
    • Lho banyak yang harus dikerjakan: Siapkan minumnya, belum lagi makanannya, belum lagi cuci piring, belum lagi bikin kuenya !

 

  • Berikan antiklimaks pada penuturan berikut:
    • Memang enak tempe goreng ini, tetapi sebelum digoreng harus mau kupas bawang putih dulu, belum lagi siapkan ketumbar yang dihaluskan, belum lagi kocok telurnya. Emang gampang?
    • Tadi seru banget. Tuhan Yesus datang ke sini. Lalu aku mendengarkan firmanNya, kisah-kisahNya, cerita-cerita seruNya. Sekarang Dia sudah pulang deh

 

 

  1. MEMANFAATKAN LIMA MACAM RESONANSI SUARA

 

Untuk memunculkan beberapa karakter suara, kita bisa memakai tehnik resonansi:

 

Kuasai teknik 5 resonansi suara:

  • Resonansi dada : dipakai untuk nada-nada rendah, suara laki-laki dewasa, suara binatang besar (untuk cerita fabel), atau sesuatu yang menyeramkan (misalnya suara iblis), atau suatu suara yang berwibawa ( misalnya suara Allah Bapa)
  • Resonansi leher : dipakai untuk nada-nada tengah, suara asli seseorang kala berbicara, suara anak kecil, suara sesuatu yang natural (misalnya ketukan di pintu,langkah kaki kuda, dll), suara kakek atau nenek (disertai dengan fibra)
  • Resonansi mulut : dipakai untuk nada-nada tengah, suara narator, nada puitis.
  • Resonansi hidung : dipakai untuk nada-nada tinggi, suara binatang lucu (misalnya suara keledai Bileam, dll), dan suara aneh.
  • Resonansi kepala : dipakai untuk nada-nada tinggi, suara perempuan dewasa, suara yang datang dari jauh.

 

Mari kita belajar dari Tutorial Resonansi Suara  yang pernah saya buat:

 

LIMA MACAM RESONANSI, VOKAL TUTORIAL, SERI 1

 

 

Pelatihan ini berguna untuk , Anda , sebagai :

-pemain drama- guru cerita sekolah minggu- narator- orator -pengkotbah- penyiar radio -pembaca berita- MC-WL-Singer, dll

 

Ikuti 7 klip ini secara sertahap:

klip 1 adalah pendahuluan

klip 2 landasan teori

klip 3 resonansi dada

klip 4 resonansi dada untuk bercerita

klip 5 resonansi dada dan leher

klip 6 resonansi mulut

klip 7 resonansi hidung dan kepala

 

selamat belajar…Tuhan beserta Anda….!

 

http://www.youtube.com/watch?v=ip7sqpoRDGE

 

 

LANDASAN TEORI LIMA MACAM RESONANSI, SERI 2

 

Semua alat musik membutuhkan kotak resonansi untuk menggemakan suara-suara agar terdengar indah. Contohnya pada gitar, dibutuhkan kotak resonansi agar gitar itu berbunyi indah dan nyaring.

 

Demikian juga pita suara kita sebagai salah satu alat musik Vokal, juga membutuhkan kotak resonansi, yang sudah Tuhan ciptakan ada di tubuh kita

 

5 macam kotak resonansi di tubuh kita , yaitu:

-rongga dada

-rongga leher

-rongga mulut

-rongga hidung

-rongga kepala

 

Setiap kotak resonansi dapat kita fungsikan sesuai wilayahnya di area tubuh kita, semakin rendah nada yang kita butuhkan, maka semakin rendah pula bagian tubuh yang kita butuhkan, yaitu yang paling rendah, adalah resonansi dada. Semakin tinggi nada yang kita butuhkan, kita juga membutuhkan area tubuh yang lebih tinggi, dan yang tertinggi

adalah resonansi kepala.

 

 

 

RESONANSI DADA, SERI 3

 

Sesi Praktek 1 RESONANSI DADA

 

Getarkan dada anda, untuk mencapai nada rendah

Penyanyi Bass dan Penyanyi Alto dianjurkan untuk mengembangkan kemampuan resonansi dada, sehingga dapat mencapai nada rendah dengan lebih tebal dan berenergi

 

 

 

 

RESONANSI DADA UNTUK BERCERITA, SERI 4

 

Sesi Praktek 2. PENGGUNAAN RESONANSI DADA UNTUK CERITA

 

Contoh : Suara Raksasa Goliad dan Daud

 

http://www.youtube.com/watch?v=rvodJ_Wb8uo

 

 

RESONANSI DADA, LEHER, SERI 5

 

Sesi Praktek 3

 

Semua penyanyi, baik Soprano atau Tenor pun perlu mengembangkan kemampuan resonansi dada ini. Karna ada lagu-lagu tertentu menuntut pencapaian nada-nada rendah

 

Misalnya pada lagu How Great Thou Art.

 

Sesi Praktek 4

 

Resonansi Leher, hanya dipakai untuk berbicara biasa, dan pada saat suara itu kita butuhkan sebagai tokoh-tokoh tertentu, dalam drama atau cerita

 

Getarkan Leher anda, rasakan getaran di leher anda

 

Contoh penggunaan dalam cerita : Tokoh pertama menggunakan menggunakan resonansi dada, tokoh kedua menggunakan resonansi leher.

 

http://www.youtube.com/watch?v=mnF-u63Rlwc

 

 

RESONANSI MULUT, SERI 6

 

Sesi Praktek 5

 

Belajar Tehnik Humming, caranya:

jauhkan gigi atas dan gigi bawah, tetapi katubkan bibir anda, seperti mengulum apel atau bola tenes yang masih utuh.

Tirukan suara sapi, dengan demikian daerah kerongkongan anda membuka lebar

Pada saat kerongkongan membuka lebar, kita sudah memasuki area resonansi mulut.

Jika kerongkongan kita buka kecil saja, saat itulah kita menggunakan resonansi leher.

 

Pegang pipi anda, dan lakukan dengan dua cara,

gigi jarak dekat, cara kedua gigi dibuka lebar, keduanya dengan bibir tetap menutup.

 

Pertahankan posisi kerongkongan yang membuka ini, untuk menyanyikan

 

hmmmmmmm (suara sapi)

mmmmooooom mooooooom

lanjutkan untuk muuuuuuuum, miiiiiiiiiiiim, meeeeeeeeem, miiiiiiiiim, maaaaaaaam, pastikan area kerongkongan tetap memuka lebar

 

Sekarang anda sudah bisa membedakan perbedaan resonansi dada, leher dan mulut.

 

Resonansi mulut digunakan untuk nada-nada tengah, contoh pada lagu Bapa Sentuh Hatiku

 

Resonansi mulut ini juga digunakan untuk :

para narrator, pengkotbah, si pencerita, pekerja yang membutuhkan intonasi, pembaca pengumuman, operator telephone.

 

Resonansi mulut ini juga salah satu fungsinya untuk peredaman suara, sehingga suara kita tidak cempreng/ kasar/ tajam.

 

Buka terus leher anda

 

Penggunaan dalam cerita : tokoh pertama menggunakan suara dada, tokoh kedua mengunakan resonansi leher, dan tokoh ketiga menggunakan resonansi mulut.

 

 

http://www.youtube.com/watch?v=_bukPd1SVyU

 

RESONANSI HIDUNG DAN KEPALA, SERI 7

 

Sesi praktek 6

 

Getarkan Hidung anda, cek dengan memencet hidung ada dan lepaskan, lakukan berulang-ulang

 

Resonansi hidung itu digunakan untuk lagu dangdut.

 

Tenor, untuk mencapai nada tinggi digunakan resonansi hidung.

 

Dalam bercerita atau drama, suara hidung kita pakai untuk suara aneh, suara lucu, dll

 

Sesi Praktek 7

 

Resonansi Kepala

 

Getarkan kepala anda, dengan merasakannya melalui cara memegang leher anda bagian belakang.

Nada tinggi, larikan ke resonansi kepala, latihkan pada tangga nada

 

Dalam bercerita, resonansi ini dipakai untuk suara ibu-ibu, suara yang datang dari jauh.

 

Contoh yang lengkap:

suara anak anak – pakai resonansi hidung

suara bapak-bapak – pakai resonansi dada

suara ibu-ibu – pakai resonansi mulut

 

Tuhan memberkati Anda dan pelayanan Anda, Amin.

 

http://www.youtube.com/watch?v=pzgVuiRy-KQ

 

 

 

 

 

Contoh pemakaian 5 macam resonansi dalam kisah Zakeus

 

  • Buatlah suara Zakeus dengan resonansi hidung “Orang seperti apakah Yesus itu..?? Penasaran aku!”
  • Buatlah suara Yesus dengan resonansi dada “Hai Zakeus turunlah, Aku akan mampir di rumahmu!”
  • Buatlah suara Orang banyak (1) dengan resonansi kepala “ Hah..?? Mengapa Yesus mau-maunya mampir di rumah Zakeus itu..??”
  • Buatlah suara Orang banyak (2) dengan resonansi leher “ Iya benar ! Masakan Yesus tidak tahu siapakah Zakeus itu ..?? “
  • Buatlah suara Orang banyak (2) dengan resonansi mulut “ Lha Zakeus itu kan pemungut cukai ! Dia itu orang berdosa !”

 

  1. PERGANTIAN NADA PENUTUR

 

Wanita        tinggi

Pria            rendah

Anak-anak tinggi

 

Bapak        : Bu…aku sudah lapar nich

Ibu             : Iya Yah, sebentar lagi sudah matang kog

Anak         : Ashik ibu masak sup kesukaanku.

 

Yesus        :“Jangan halang-halangi anak-anak itu datang kepada-Ku!“

Petrus        :“Baik Tuhan Yesus…, mari Bu…boleh kog kalau mau mengajak anaknya    berjumpa  Tuhan Yesus”

Ibu             :“ooooh jadi boleh…wah terima kasih banyak ya…”

Anak kecil :“Halo Tuhan Yesus…..”

Yesus        :“Halo juga”

 

 

Tuhan Yesus         : “Jadi begitu Maria, kisahnya.”

Maria                     : “Waaaaauuu seru sekali.”

Petrus                    : “Guru masih punya   banyak kesaksian lainnya.”

Anak kecil             : “Ashiiiikkkkk….cerita lagi dong!”

 

 

  1. MEMAHAMI DATANGNYA SUARA

 

Teriakan dari jauh:

“Kami lapaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr”

“Yesus anak Daud….kasihanilah aku…!”

 

“Mariaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa”

 

Suara dari dekat

“Ambil lauk yang di sebelah situ.”

“ Angkatlah tilammu dan berjalanlah!”

 

Saya duduk dekat Tuhan Yesus

 

Menjauh

“Baik saya ambil sup lagi,  tidak lama-lama amat kog, tunggu ya!”

“ Baiklah Yah..terimakasih untuk warisannya, sekarang aku berangkat dulu ya yah….da da”

 

“Sebentar ya Tuhan Yesus, Marta sedang di dapur..Saya panggilan dulu ya!”

 

 

Mendekat

“Ya ini dia supnya sudah datang, yo ayo, siapa yang mau nambah yooo!”

“ Ya….sebentar-sebentar…..oh jadi anda mau roti lagi, boleh-boleh….(peristiwa murid-murid membagi 5 roti 2 ikan untuk 5000 orang)

 

“Baik Tuhan Yesus, sebentar ! Saya sekalian bawa minuman ini. Minum dulu yooookkk…”

 

 

Berbisik di telinga

“Nasinya keras dan supnya basi!”

“ Dia pasti mengusir Iblis dengan kuasa Belsebul!”

 

“Ternyata Marta masih sibuk terus, nggak seperti Maria ya !”

 

Sayup-sayup

“Cepat …..pesanan makanan sudah datang !”

“ Cepat bawa perahumu ke sini…..jalaku koyak….bantu aku..!cepat…!”

 

“Martaaa…Yesus dan murid-muridNya ke arah rumah kitaaaaaaaaa”

 

  1. MEMAHAMI KARAKTER TOKOH

DAN MENCIPTAKAN LOGAT/KEUNIKAN SUARA

SESUAI DENGAN KARAKTER TOKOH TERSEBUT

 

Menciptakan kalimat yang sering diulang-ulang oleh tokoh tertentu, semacam kata kunci, misalnya kata ‘gitu lho’, ‘ya tho’ dll, untuk memberi ciri khas gaya bicara tokoh

 

Keledai Bileam: weleh…weleh…..

Adam               : o wow…

Hawa                : aha..

 

Ehem ehm hem Dilanjutkan cerita yang berikutnya Ya Tuhan Yesus ! Ehemmm

 

 

  1. MEMAHAMI FRASERING

 

Berbicara terpotong lawan bicara/memotong lawan bicara

Jangan berkesan menunggu lawan bicara….supaya terdengar alamiah, langsung ganti dengan nada suara dan logat atau resonansi dari pribadi yang berbeda

 

A   :“Aku tidak bermaksud tidak membayar ( makanan ini, tapi dompetku ketinggalan.)”

B   : “Aaaaaaah bilang saja kamu bermaksud menipu kan!”

 

“Aku sudah tidak punya..(uang lagi untuk membeli makanan ini)”

“Aaaaaaaah sudahlah….kami sudah tidak mau berteman dengan kamu lagi….kamu sudah tidak punya uang lagi kan…?”

(anak yang hilang dan teman-temannya)

 

Maria         :Sebenarnya tadi aku bukannya tidak mau (…membantumu)

Marta         :Sudahlah, aku sudah tahu kog kebiasaanmu itu !

 

 

  1. MENIRUKAN SUARA-SUARA

 

Menirukan suara:

  1. Binatang: anjing; guk-guk, kucing, meong-meong, ayam kukuruyuuuuuk, ptok ptok ptok ptok, burung cicicuit-cicicuit, ringkik kuda hiiiiiiii khiiiiiiiii, dll
  2. Alam: angin, wuuuuus…wuuuuuus, gempa bumi gerrrrrrrrrrr, ombak byuuuuurrrrrr, dll
  3. Kereta api: hu jes jes huuuuuuu jes
  4. Langkah kuda ; plak ketuplak ketuplak ketuplak
  5. Bel rumah: neng nong
  6. Degup jantung : deg deg…deg deg…
  7. Suara pintu dibuka : ngiiiieeeeeet
  8. Bom : hiiiiiiiiiuuuuuuuu dueeeeerrrrr
  9. Langkah berat : bum bum bum bum
  10. Langkah cepat dan ringan ; thik ithik ithik
  11. Mendengkur : brrrrrr khrrrrroooogggggg brrrrrr khrrrrroooogggggg  brrrrrr khrrrrroooogggggg
  12. Malas bangun/menggeliat : heeeem heeeeh

 

Terdengar suara piring pecah di dapur; Piar !!

 

Tong-seng-tong-seng suara ribut terdengar dari dapur !

 

  1. MEMPERJELAS KATA-KATA/ARTIKULASI

 

Ada beberapa tips yang sangat membantu kita memperjelas kata-kata dalam pengucapan.

  1. Perjelas kata-kata dengan menggetarkan r, rrrrrrrrrrrrrr

Rumah rusa rusak rubah-rubah beruang beruang rebah resah berhamparan berat rasanya berton-ton beratnya besar sekarang kerusakannya

  1. Perjelas huruf sengau, m, n, ng dan ny, perpendek vocal a,i,u,e,o

Malam tak berbintang pun tak ada bulan terang

Tambahkan perjelas r

malam tak berbintang pun tak ada bulan terang

  1. Baca ulang (contoh no 1 dan 2 di atas) dengan tempo yang sangat cepat.

 

Juga terkadang dalam cerita, kita justru memakai tehnik pengucapan yang tidak jelas

 

  • Cadel/celat

Aku makan nasi goreng aja. Minumnya es jeruk ya

  • Menirukan percakapan bule yang tidak jelas dalam artikulasi bahasa Indonesia.

 

 

Bule     : Baiklah, sebenarnya saya datang dari Amerika dan saat ini saya sedang

meneliti sesuatu di Indonesia. Saya senang berjumpa dengan anda  semuanya.

Harapan saya kehadiran saya di sini dapat membawa sukacita bagi Anda semua yeahhh.

 

Penulis: jeniuscaraalkitab

Menjadi Alat di Tangan Tuhan untuk Mencetak Generasi Jenius bagi Kemuliaan Nama Tuhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s