METODE DOA SEBAGAI METODE BAHASA GAMBAR KE 23


METODE DOA

Berdoa untk kota yogya dgn peta
Berdoa untk kota yogya dgn peta
Menunjuk negara negara asean di peta dunia
Menunjuk negara negara asean di peta dunia
Setiap kelompok dibimbing oleh seorang guru
Setiap kelompok dibimbing oleh seorang guru

Saya sangat bersyukur karna multi metode ini terus Tuhan tambahkan seiring dengan berjalannya waktu.
Ternyata Doa merupakan salah satu metode. Pada awalnya saya ragu dengan pemikiran bahwa Doa juga memenuhi syarat sebagai salah satu metode BAHASA GAMBAR
Namun setelah melihat kriteria-kriteria Bahasa Gambar, ternyata memang DOA memiliki semua kriteria yang dibutuhkan. APA saja kriteria BAHASA GAMBAR ITU?
1. Dapat dilihat oleh mata sebagai PANCA INDRA yang membuat INFORMASI masuk ke PIKIRAN BAWAH SADAR. Apakah saat anda berdoa, adegan doa itu sendiri dapat dilihat ? jawabanya adalah YA. (nanti akan saya jelaskan bedanya doa pribadi dengan METODE DOA, dan juga bedanya lagi dengan Doa sebagai TELADAN PRIBADI)


2. Segala sesuatu yang dapat merangsang Imajinasi. Apakah saat kita berdoa, imajinasi kita dapat dibangkitkan ? jawabannya adalah Ya. Saat kita memohon cuaca terang, jelas imajinasi kita dapat membayangkan langit cerah tanpa mendung atau hujan. Saat kita memohon kesembuhan bagi seseorang yang sakit, jelas kita dapat membayangkan atau mengimajinasikan kesembuhan orang sakit itu, dimana kini dia sudah dapat berjalan lagi, melompat lagi, dst

3. Segala sesuatu yang dapat membuat ingatan kita bekerja lebih tajam akan sebuah informasi, sehingga informasi yang didapat segera tertanam di pikiran bawah sadar dalam percepatan waktu. Apakah Doa memiliki cara kerja yang seperti itu? Oh ya jelas…manakala kita berdoa, Roh Kudus mengingatkan kita akan ayat-ayat yang meneguhkan doa kita, dan saat ayat yang di-recalling memory-kan oleh Roh Kudus itu kita perkatakan, dan si pendoa hidup dalam kebenaran, ternyata doa orang benar itu bila dengan yakin didoakan, sangat besar sekali kuasanya.
4. Masih di point 3 di atas, apakah Doa mengandung unsur percepatan waktu? Nah inilah anehnya DOA itu, doa bukan saja mengandung percepatan waktu, tetapi ada yang aneh di dalam dimensi doa , yaitu:
a. Jawaban doa dari Tuhan terkadang lebih dari yang dapat kita bayangkan / pikirkan/ angankan, misalnya kita hanya meminta 5 murid baru/jiwa baru, ternyata Tuhan memberikan 10 jiwa baru, lebih banyak daripada yang kita doakan. Bukankah itu sebuah PERCEPATAN? Bayangkan kalau kita minta 5 dan dijawab 5, itu artinya untuk mendapatkan 10 kita harus berdoa lagi
b. Bahkan Alkitab mencatat bahwa sebelum lidah kita mengeluarkan perkataan, jadi masih di pikiran, ternyata Tuhan sudah mengetahui apa yang menjadi isi doa kita. Nah kalau sudah begini ini namanya bukan percepatan lagi. Karna dalam DOA ternyata tidak dikenal yang namanya dimensi waktu, maklum karna kita berhubungan dengan ALLAH yang Maha Tahu. Oleh karna itu tidak heran, kalau di Pemazmur mengajak kita BERGEMBIRALAH KARNA TUHAN maka Ia AKAN memberikan apa yang diinginkan hatimu, demikian juga PB mengajak kita untuk percaya bahwa SUDAH menerima, pada saat kita berdoa (walaupun dalam kenyataannya belum menerima)
5. Segala sesuatu yang dapat membuat kita dapat menggambarkan sebuah peristiwa yang dapat tergambar dengan jelas di pikiran kita, hal ini jelas sudah terpaparkan di point 4 b di atas, jadi kalau kita dapat menggambarkan dengan jelas, kita memperoleh keyakinan telah menerima, dan juga dapat bergembira.

PERBEDAAN ANTARA
DOA PRIBADI,
METODE DOA DAN
DOA SEBAGAI TELADAN PRIBADI
Karna di semua metode lainnya, saya mengutip bagaimana Yesus menggunakan semua metode itu, demikian juga untuk menjelaskan perbedaan antara doa pribadi, metode doa dan doa sebagai teladan pribadi saya akan menyoroti kehidupan Yesus sebagai MODEL Guru di atas segala guru bagi kita.
Apakah Yesus memiliki kehidupan Doa Pribadi…? Oh ya jelas….Dia sering menghilang di pagi hari, setelah dicari murid-murid-Nya, ternyata Ia sedang berdoa sendirian di pagi hari. Apakah Doa Pribadi Yesus ini merupakan Metode Yesus dalam mengajar pada murid-murid-Nya. Bisa dibilang tidak, bisa juga dibilang iya. Mengapa? Karna sebagai seorang Pengajar, Yesus tetap menjaga komunikasi pribadi-Nya dengan Bapa Sorgawi yang mengutus Dia. Apakah komunikasi yang terjaga terus seperti ini berpengaruh langsung pada cara-Nya mengajar? Ya. Apakah saat Yesus membangun doa pribadi, itu berpengaruh langsung pada murid-murid-Nya? Kalau menurut saya Ya, karna saat Yesus menyembuhkan orang sakit, berkotbah di atas bukit, membuat Mujizat, membangkitkan orang mati, menghadapi pertanyaan-pertanyaan jebakan dari para Farisi, dll, mereka sadari sepenuhnya bahwa semua yang Yesus lakukan, telah didasari oleh DOA pribadi-Nya di pagi hari tadi, saat mereka ‘kelabakan’ mencari Yesus yang menghilang di tengah-tengah mereka.
Kalau itu metode, apakah motivasi Yesus dalam doa pribadi-Nya itu, agar ditonton murid-murid-Nya…? Tentu saja tidak. Gaya hidup bukan untuk dipertontonkan, tetapi mau tidak mau tetap TERLIHAT. Guru yang berani mengajak murid-muridnya tinggal seatap dengan dia, guru tersebut bersedia dilihat seluruh gaya hidupnya. Demikian juga dengan Yesus. Dia siap dilihat seluruh gaya hidupnya, kehidupan doanya, dan seluruh cara-Nya mengambil keputusan, cara-Nya berbicara, cara-Nya memanagement waktu, dll
Inilah yang dinamakan DOA PRIBADI yang secara tidak langsung menjadi METODE doa yang ditularkan lewat TELADAN HIDUP. (pelajari Metode TELADAN dan metode ORANG dalam tulisan terkait)
Doa Pribadi inilah yang Yesus katakan, labih baik masuk ke kamar dan kunci kamar itu. Lalu kalau memang harus masuk kamar dan menguncinya, mengapa Yesus juga berdoa di depan umum saat akan membagi 5 roti dan 2 ikan pada minimal 5000 orang itu?
Masuk kamar dan kunci pintunya, menggambarkan bahwa doa pribadi itu merupakan sebuah hubungan keintiman antara kita dengan Bapa. Sehingga kita bisa punya kamar di mana saja, di Bus, di Ayunan, di sekolah, diperjalanan, di kamar, di dapur saat memasak, dll. Karna kalau tidak demikian , orang-rang yang tidak punya kamar pribadi, dan pintu kamarnya tidak ada kuncinya, jelas-jelas tidak bisa memenuhi syarat dalam berdoa bukan? Yesus sendiri berdoa di padang, saat pagi hari, menyendiri, apakah ada kunci pintunya….di padang seluas itu…? Ha ha…
Tetapi Yesus juga selain memperkenalkan Doa Pribadi dalam gaya hidup-Nya , Ia juga menerapkan Metode Doa.
Apakah selain Doa Pribadi, Yesus juga mengajarkan Doa sebagai METODE? Oh ya jelas….karna Ia tidak menolak mengajarkan Doa Bapa Kami pada murid-murid-Nya saat mereka meminta topik Doa sebagai salah satu materi pelajaran mereka kala itu. Dan pada saat Yesus melipatgandakan 5 roti dan 2 ikan untuk 5000 orang lebih, Dia mengucapkan syukur dalam Doa-Nya yang terang-terangan di depan umum.
Di Perjanjian Lama, bahkan ada contoh-contoh doa yang tak kalah dahsyat:
• Elia mendemonstrasikan Doa, sebagai Metode, agar bangsa Israel tahu siapa Allah yang sebenarnya. Doa Elia yang singkat itu, menurunkan Api dari langit.
• Elia menyuruh bujangnya melihat sampai 7 kali, dan kali ke 7 ketika terlihat awan segumpalan kecil , sebesar telapak tangan, saat itulah Elia sadar, bahwa doanya telah terjawab, persis seperti apa yang dia bayangkan, awan pembawa hujan.

Bagaimana Penerapan Metode Doa ini?
1. Mengajak anak-anak berdoa
2. Guru berdoa di depan anak-anak
3. Guru mengajak anak-anak doa keliling
4. Membentuk Pasukan Doa Anak
5. Doa sambil memegang PETA dari area yang didoakan
6. Membuat Altar Calling / setelah selesai menyampaikan materi
7. Menuliskan nama suku yang didoakan di punggung anak-anak, huruf per huruf ( bisa oleh guru atau antar teman) , dalam hal ini, kita memadukan antara Metode Doa dan Metode Sentuhan
8. Membuat kartu doa
9. Membuat agenda doa dan chek list untuk doa yang telah dijawab
10. Membuat Kunjungan Doa
11. Membuat doa area
12. Membuat rantai doa
13. Membuat ibadah doa khusus
14. Membuat kotak doa
15. Membuat doa sahabat
16. Membuat doa missi
17. Membuat doa kota
18. Mengajak anak-anak doa yel yel
19. Mengajak anak-anak doa tari
20. Mengajak anak-anak doa nyanyian
21. Mengajak anak-anak doa prophetik
22. Mengajak anak-anak doa surat
23. Mengajak anak-anak doa untuk teman sekelas dan guru-guru di sekolah
24. Berdoa di pasar
25. Berdoa di mall
26. Berdoa di rumah sakit
27. Berdoa di sekolah
28. Berdoa di panti jompo
29. Berdoa di panti asuhan
30. Berdoa di rumah anak penyandang cacat YPAC
31. Berdoa di lapangan
32. Berdoa dengan Parade Band
33. Berdoa belaskasihan pada yang menderita
34. Berdoa dengan Karnafal Doa
35. Membuat kliping doa, dengang menggunting data-data suku-suku yang akan didoakan, ,browsing di internet, dll
36. Membuat jaringan doa dengan Lembaga Missi

Di tempat saya melayani Tuhan sekarang ini, kami membuka pelayanan PASUKAN DOA ANAK, yang mereka (anak-anak sendiri yang memberi nama ) beri nama PASDAAN ABRAHAM.
Kami sudah pernah mempraktekkan beberapa metode Doa di atas, yang saya beri warna pink, itu sudah pernah kami praktekkan.
Dalam kelas sekolah minggu, jangan pakai cara yang itu-itu saja untuk menanamkan kebenaran Firman Tuhan pada anak-anak. Misalnya : Siapa yang mulai sekarang berjanji untuk menghormati Orang Tua?
Bisa kita ganti dengan : Yang berjanjia mulai sekarang akan lebih menghormati orang tua, kakak ajak berdoa sekarang “ Tuhan..kami ingin lebih lagi dalam menghormati orang tua kami, papa dan mama kami, ampuni selama ini kami sering membantah dan memberontak pada mereka, kami ingin belajar taat pada mereka dan mulai belajar menghormati mereka, dalam nama Yesus , Amin”

PENJELASAN YANG LEBIH DETAIL:

1. DOA TARI.

Pilih salah satu suku yang akan didoakan. Tirukan gerakan-gerakan tarian yang sekiranya khas dari suku tersebut. Sambil menggerakkan tarian suku itu, katakan / tirukan perkataan iman dari kakak “suku Bali diselamatkan…..neng neng-neng-neng…(menirukan suara gamelan Bali)…”suku Bali menari untuk Tuhan….suku Bali menari karna telah dibebaskan dari dosa mereka…neng neng neng…”dst.

kami pernah melakukan hal demikian untuk Suku suku yang ada di Papua dengan menirukan tarian mereka yang melompat-lompat, anak-anak sangat senang. Jadi yang namanya berdoa tidak selalu harus tutup mata dan melipat tangan saja.

2. DOA YEL YEL

Kumpulkan data mengenai sesuatu suku yang akan didoakan, kemudian buat Yel yel.(dengan gerakan, tepukan tangan, tepuk di paha, atau hentakan kaki berirama atau tepuk bersama teman di samping/ pasangan)

Misalnya :

Indonesia bebas korupsi, ashik ashik……(plok plok plok plok plok)

Indonesia diselamatkan dari jerat narkoba…, dahsyat-dahsyat-dahsyat…!! (plok plok plok plok plok)

Indonesia bangkit dari kemiskinan…., tiada yang mustahil…hil hil hil hil hiiiiiiiiiiiiiiil (plok plok plok plok plok)

dst (bisa juga bersahut-sahutan dengan guru/ guru mencotohkan per kalimat, anak-anak menirukan semirip mungkin baik kata-kata, intonasi maupun irama kaki/tangan)

3. Doa Nyanyian

Misalnya dengan membuka ayat-ayat yang berkenaan dengan Nubuatan atas Indonesia Yesaya 42 (untuk lebih jelasnya, mohon anda membaca tulisan mengenai Pesan Tuhan untuk Indonesia di blog ini dengan Judul Biography of Viciel, dengan sub thema Pesan Tuhan Untuk Indonesia)

Ayat- ayat di Yesaya 42 itu dinyanyikan ayat per ayat, bergantian tiap anak, dan tegaskan pada mereka bahwa jangan takut dengan nada yang mereka hasilkan, karna semuanya merdu di telinga Tuhan, tetapi membuat si Iblis ketakutan. Katakan pada anak-anak bahwa setiap ayat nubuatan yang dinyanyikan sangat berkuasa di alam roh, dan semakin sering dikatakan, baik lewat kata-kata nada biasa maupun nada bermusik/bernyanyi, akan semakin cepat rencana Tuhan atas Indonesia digenapi. Kakak memberi contoh dahulu satu ayat. Perhatikan kalau ingin memakai tehnik ini, progressif chord yang digunakan oleh pemusik tidak sama dengan perputaran accord biasa, bisa anda baca di blok ini ada lampiran accord GEMA NADA di judul makalah NCWC sesi LAGU DAN GERAK.

4. Doa Sentuhan

Metode ini saya dapatkan secara spontan, kala suatu saat kami berdoa dalam Pasukan Doa Anak Abraham, kala itu saya terbersit suatu ide baru, yaitu, menuliskan nama suku yang akan kami doakan pada punggung anak-anak. Caranya adalah buat mereka berpasangan laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan. Lalu minta salah seorang anak dalam pasangan menuliskan huruf demi huruf di punggung temannya. Jelaskan pada anak-anak, agar mereka merasakan tiap goresan huruf sentuhan itu di tiap hari mereka, agar hati mereka tidak pernah meluapakan nama suku istimewa itu. Setelah itu ajak mereka berdoa untuk suku itu, kalau sudah selesai, ajak mereka bergantian, dengan menuliskan pada teman pasangan nama suku sasaran doa berikutnya.

5. Membuat Kartu Doa

Kartu doa ini dibuat dengan ukuran kecil saja / ukuran saku. Satu kartu sengaja dibuat bolak-balik, misalnya sisi sini berisi tulisan isi pokok doa, dan sisi yang lainnya kita isi dengan gambar pokok doa itu. Mengapa kita isi dengan gambar? Karna gambar ini memudahkan kita mengingat doa itu di rumah.

Kartu doa ini tidak dibawa pulang ke rumah, melainkan ditaruh di kaleng-kaleng. Kaleng-kaleng ini kita beri label nama, misal kaleng pertama berisi pokok doa gereja lokal, kaleng kedua berisi pokok doa suku-suku, kaleng ketiga berisi pokok doa untuk kota, kaleng keempat berisi pokok doa khusus untuk anak-anak di Indonesia/ pemerintahan Indonesia, dst.  Sehingga dengan adanya label-label ini, kita bisa membuat beberapa tehnik:

satu kaleng untuk hari Senin, jadi setiap senin pasti mendoakan gereja lokal.

atau tiap hari mengambil satu pokok doa dari tiap kaleng, jadi pokok doa bisa merata dari lokal sampai international

jangan lupa membuat kaleng yang isinya permohonan doa pribadi, yang boleh didoakan orang lain.

MENGAPA HARUS BERBENTUK KARTU?

Karna kartu itu simple, bisa dipegang, ada gambarnya, dan mudah disimpan, bisa diacak dan bisa ditambah jumlahnya. Sifatnya yang tidak bisa menampung banyak tulisan memaksa si penulis untuk menulis intisari saja, dan tidak bertele-tele dalam penulisan pokik doa, misalnya:

Magelang: pemerintah, sekolah-sekolah, instansi-instansi, anggota DPRD, kesejahteraan.

tidak mungkin dalam kartu kecil kita menulis misalnya seperti ini: Mari kita doakan pemerintahan Magelang, agar mereka dapat menjalankan tugas-tugas mereka dengan penuh integritas……bla bla bla…

Waaah ini sudah larut…kapan kapan saya lanjut lagi ya…ceriooooo

Penulis: jeniuscaraalkitab

Menjadi Alat di Tangan Tuhan untuk Mencetak Generasi Jenius bagi Kemuliaan Nama Tuhan

2 thoughts on “METODE DOA SEBAGAI METODE BAHASA GAMBAR KE 23”

  1. syalom… Puji Tuhan ! saya diberkati dengan web “jeniuscaraalkitab” khususnya tentang topik metode doa di atas, sy sharing dikit ya kak !… di tempat pelayanan saya, kami mulai bentuk Rumah Doa Anak sejak Agustus tahun lalu (2011), dan luarbiasa Tuhan mulai Bekerja bagi anak2 khususnya dan daerah kami umumnya, salah satu kesaksian nyata yg kami alami, pd wkt bulan oktober sd. desember kami berdoa bagi daerah kami Sumba Timur-NTT yang dilanda rawan pangan karena belum turun hujan akibat musim kemarau yang panjang (27 desa terancam rawan pangan dan kelaparan). Kami berdoa bersatu hati setiap jumat sore memohon mujizat hujan kepada Tuhan Yesus, dan ajaib, hujan turun di sepanjang desember smp pebruari kini… masy. sumba mulai panen jagung dll. Dahsyat Tuhan Yesus !!! oh iya kak, kami ingin di email kan materi dari 35 metode doa spt postingan kakak di atas biar RDA kami semakin mengalami peningkatan kualitas dan kuantitas. Amin

    1. waaah sebaliknya saya juga sangat diberkati dengan kesaksian saudara. Sebenarnya semua materi di blog ini tidak ada yang saya kunci, semuanya bisa diblog di copy lalu di paste di komputer anda. tetapi jika anda menginginkan saya post ke a-mail anda juga tidak masalah, akan saya kerjakan apapun yang Tuhan mau, dan apapun yang bisa saya lakukan untuk pekerjaan-Nya.

      Kapan-kapan pasukan doa anak di tempat kami sekali-seklai dapat kiriman pokok doa dari anda donk…via a-mail saya gracesumilat@yahoo.com dan sebaliknya kami akan kirim pokok doa kami dari Magelang. bagaimana….siap barter pokok doa…dan jadi partner doa…?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s