INCREDIBLE GENERATION- JOSHUA GENERATION- MINGGU 9


MINGGU 9

INCREDIBLE GENERATION

IN= INTIMACY, CRE=CREATIVE, DI= DISCIPLINE, BLE=BLESSING.

JOSHUA GENERATION

MATERI GABUNGAN SEMUA KELAS

THEMA; INTIMACY 8

BACAAN GURU LENGKAP BISA DIBACA DI SINI

https://berbagirhema.wordpress.com/2015/10/02/generasi-yosua-akhir-zaman/

MATERI BISA DIBUKA DI SINI:

IGJG 9

 

TUJUAN:

Anak-anak IGJG mengenal Yosua yang mengikut Tuhan dengan segenap hati karena imannya kepada Tuhan. Anak-anak berlatih menganalisa dalam kehidupan nyata apa bedanya mengikut Tuhan dengan segenap hati dan yang tidak.

 

BACAAN GURU:

BIL 13:1-14:1-38, BIL 26:1-65, BIL 32:10-12

 

Materi minggu ini tidak terlepas kaitannya dengan materi tiga minggu lalu tentang apa itu iman, dan materi dua minggu lalu bagaimana Yosua dan Kaleb adalah pribadi yang suka mengucap syukur. Serta materi minggu lalu bagaimana iman Yosua kepada Tuhan membuat dia menjadi pribadi yang menyatakan iman percayanya di dalam tindakan nyata. Orang yang beriman akan hidup berbeda dari orang yang tidak beriman.

Tiga  minggu yang lalu kita menjelaskan kepada anak-anak apa itu iman, dan bagaimana Yosua dan Kaleb ternyata adalah pribadi yang beriman, pengintai yang beriman.

Dan  dua minggu yang lalu kita belajar bahwa  ternyata iman itu juga terkait dengan UCAPAN SYUKUR. Orang yang beriman akan menjadi orang -orang yang gaya hidupnya selalu mengucap syukur, sebaliknya orang yang tidak beriman akan menjadi pribadi yang gaya hidupnya suka bersungut-sungut.

Dan pada  minggu yang lalu kita telah  belajar bahwa Iman selain terkait dengan ucapan syukur, ternyata juga terkait dengan perbuatan, karena iman tanpa perbuatan adalah mati.

Nah pada saat ini , semacam rangkuman antara ketiga hal tersebut/ kesimpulan dari perpaduan dari ke tiga hal tersebut : yaitu

  • IMAN,
  • UCAPAN SYUKUR,
  • BERANI TAMPIL BEDA DARI ORANG LAIN KARENA TIDAK MAU IKUT-IKUTAN BERBUAT DOSA
  • Ketiga hal tersebut di atas menjadikan Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune dapat disebut sebagai orang yang mengikut Tuhan dengan sepenuh

Pada saat 12 orang pengintai  pulang dari pengintaian, dan bangsa Israel tidak percaya pada kesanggupan Tuhan memberi mereka kemenangan, pada saat itu Tuhan memuji Kaleb bin Yefune dan Yosua bin Nun, yang ditulis di  Bilangan 14:24, dan diceritakan kembali 38 tahun kemudian oleh Musa di Bilangan 32: 10-12,  karena :

  • Kaleb memiliki jiwa yang lain
  • Kaleb mengikut Tuhan dengan sepenuhnya.
  • Keduanya mengikut Tuhan dengan sepenuh hatinya ( baik Yosua bin Nun maupun Kaleb bin Yefune.

Sedangkan Yosua bin Nun juga termasuk orang yang dikatakan Tuhan akan memasuki tanah Kanaan, karena Yosua bin Nun bersama dengan Kaleb bin Yefune adalah orang-orang yang tidak suka bersungut-sungut ( Bilangan 14: 29-30)

Namun 38 tahun setelah pengintaian itu ( karena pengintaian terjadi di tahun ke 2, sedangkan perhitungan laskar Israel yang kedua kalinya terjadi di tahun ke 40, jadi 40-2=38 tahun kemudian), Musa , sebagai pemimpin mereka  mendapati bahwa kedua orang ini, yaitu Kaleb bin Yefune dan Yosua bin Nun adalah orang yang mengikut Tuhan dengan sepenuh hati. Bilangan 32:12

Ternyata orang yang mengikut Tuhan dengan sepenuh hati itu adalah  1. orang –orang yang beriman, 2. orang-orang yang mengucap syukur dan 3. orang-orang yang berani tampil beda.

Tentunya telah 3 minggu berturut-turut semua materi menggiring ke arah kesimpulan bahwa orang-orang yang mengikut Tuhan dengan sepenuh hati, tidak  dengan setengah-setengah itu adalah orang-orang yang BERIMAN, MENGUCAP SYUKUR, BERANI TAMPIL BEDA

Jadi hari ini, di kelas gabung semua usia akan kita buat tiga thema ini

MENGIKUT TUHAN DENGAN SEPENUH HATI ARTINYA:

  1. BERIMAN PADA TUHAN
  2. SELALU MENGUCAP SYUKUR PADA TUHAN
  3. BERANI TAMPIL BEDA DARI ORANG LAIN YANG BERBUAT DOSA

 

PEMBUKAAN

Untuk mengawali kelas gabung ini ,maka tunjukkan bagan ini pada anak-anak kelas gabungan agar mereka tahu apa yang terjadi dengan Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune

Bagan ini dapat anda tunjukkan melalui layar LCD Screen.

Jelaskan arti bagan ini pada anak-anak untuk mereka dapat memahami apa artinya.

 

 

 

 

BAGAN PERJALANAN YOSUA BIN NUN DAN KALEB BIN YEFUNE

 

Hanya Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune

yang lolos bisa masuk Kanaan

 

 

Semua orang mati di padang gurun. Yang hidup tinggal anak-anak

yang mereka lahirkan selama di perjalanan selama 40 tahun.

 

 

Pengintaian

Di tahun ke 2 setelah keluar dari Mesir

Tuhan berfirman hanya Yosua dan Kaleb yang nanti akan lolos

 

Keluar dari Mesir

Tahun ke 40                                                                                                        setelah keluar dari Mesir

 

MENGIKUT TUHAN DENGAN SEPENUH HATI / DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH

 


INTI MATERI

Hari ini kita akan ajak anak-anak bermain ELIMINASI GAME.

Setiap anak mendapatkan 1 butir permen coklat Cho cho berwarna-warni Gunakan 3 warna saja untuk menggambarkan :

  • IMAN ( misalnya dengan warna biru)- disarankan untuk anak kelas TENGAH
  • UCAPAN SYUKUR ( misalnya dengan warna hijau)- disarankan untuk anak kelas KECIL
  • BERANI TAMPIL BEDA DARI ORANG YANG BERBUAT DOSA ( misalnya dengan warna oranye)- disarankan untuk anak kelas BESAR

Bagi tempat duduk anak dalam 3 area,

  • area IMAN ( tandai batas/barisnya dengan tulisan IMAN)
  • area UCAPAN SYUKUR ( tandai batas/barisnya dengan tulisan UCAPAN SYUKUR)
  • area BERANI TAMPIL BEDA ( tandai batas/barisnya dengan tulisan BERANI TAMPIL BEDA)

Untuk tiap baris/area duduk anak ini kita memiliki gamenya tersendiri. Nah setiap game akan dipandu oleh salah seorang guru. Jadi dibutuhkan 3 guru pemandu game ini.

Yang dipersiapkan :

3 Guru pemandu Game

3 Guru yang akan bersaksi

Hadiah bagi pemenang

 

GAME IMAN

 

Guru mengajak anak –anak yang duduk di area IMAN ini untuk  memperkatakan ayat emas dari Ibrani 11:1

Di sarankan anak-anak yang duduk di area ini adalah anak kelas tengah.

Ibrani 11:1

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan

dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Dari ayat tersebut guru memberi contoh

  • gerakan untuk kata DASAR ( misalnya dengan membungkuk dan menggerakkan tangan secara lurus dan datar di bawah)
  • gerakan untuk kata HARAPKAN ( misalnya dengan menunjukkan telunjuk yang di putar-putar di samping kepala)
  • gerakan untuk kata BUKTI ( misalnya dengan memukulkan kepalan tangan kanan pada tangan kiri yang terbuka)
  • gerakan untuk kata tidak kita LIHAT ( misalnya dengan menutup dua mata dengan kedua telapak tangan)

Ajak anak anak menghafalkan gerakan-gerakan ini.

Setelah itu game dimulai

Tata aturan game:

  • Semua anak yang duduk di area IMAN harus berdiri.
  • Bagi siapa yang salah nanti harus duduk
  • Lalu game dimulai lagi, sampai tersisa yang bertahan berdiri hanya tinggal 3 orang / beberapa orang finalis saja.
  • Finalis nanti masuk ke babak final beserta peserta dari area lain.

Cara Bermain Game:

  • Guru akan mengucapkan kalimat yang belum selesai, tugas anak-anak menyelesaikan kalimat tersebut dengan JAWABAN BERUPA GERAKAN SAJA
  • Contoh:
    • Iman adalah…???? ( maka anak-anak akan menggerakkan gerakan untuk kata DASAR, misalnya dengan membungkuk dan menggerakkan tangan secara lurus dan datar di bawah)
    • Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kitaaaaaaa…..???? ( maka anak –anak akan meggerakkan gerakan untuk kata HARAPKAN, misalnya dengan menunjukkan telunjuk yang di putar-putar di samping kepala)
    • Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan daaaaaaaaaaaaannnn…??? (maka anak-anak akan meggerakkan untuk kata BUKTI, misalnya dengan memukulkan kepalan tangan kanan pada tangan kiri yang terbuka)
    • Dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kitaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa….??? ( maka anak-anak akan menggerakkan untuk kata LIHAT, misalnya dengan menutup dua mata dengan kedua telapak tangan)
  • Anak-anak yang salah akan duduk
  • Untuk mengecoh anak-anak; guru dapat membolak balik soal , misalnya sbb:
    • Dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kitaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa….??? ( maka anak-anak akan menggerakkan untuk kata LIHAT, misalnya dengan menutup dua mata dengan kedua telapak tangan)
    • Iman adalah…???? ( maka anak-anak akan menggerakkan gerakan untuk kata DASAR, misalnya dengan membungkuk dan menggerakkan tangan secara lurus dan datar di bawah)
    • Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan daaaaaaaaaaaaannnn…??? (maka anak-anak akan meggerakkan untuk kata BUKTI, misalnya dengan memukulkan kepalan tangan kanan pada tangan kiri yang terbuka)
    • Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kitaaaaaaa…..???? ( maka anak –anak akan meggerakkan gerakan untuk kata HARAPKAN, misalnya dengan menunjukkan telunjuk yang di putar-putar di samping kepala)
  • Untuk trik berikutnya mengecoh anak- anak, guru dapat membuat soal jebakan dengan seolah-olah menggiring anak-anak pada jawaban A , padahal kita belum selesai dengan soalnya karena kita tujuannya meminta jawaban B dari mereka, contoh:
    • Iman adalaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah…( di saat anak-anak salah tangkap dikira kita akan meminta jawaban gerakan untuk kata DASAR- padahal sola masih berlanjut) dasar dari segala sesuatu yang kitaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa………..?
      • Sehingga pertanyaan jebakan bisa seperti ini:
        • Iman adalaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahdasar dari segala sesuatu yang kitaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa………..?
      • Jawaban yang betul bukan DASAR, tetapi yang betul adalah HARAPKAN
      • Yang tadi sudah terlanjur membuat gerakan DASAR berarti salah, harus duduk
    • Atau contoh lainnya:
    • Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan daaaaaaaaaaaaannnn… (di saat anak-anak salah tangkap dikira kita akan meminta jawaban gerakan untuk kata BUKTI- padahal sola masih berlanjut) bukti dari segala sesuatu yang tidak kitaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa….???
      • Sehingga pertanyaan jebakan bisa seperti ini:
        • Iman adalah segala sesuatu yang kita harapkan daaaaaaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnnnnnn bukti dari segala sesuatu yang tidak kitaaaaaaaaaaaaaaaa???
      • Jawaban yang betul bukan kata BUKTI, tetapi yang betul adalah LIHAT
      • Yang tadi sudah terlanjur membuat gerakan BUKTI berarti salah, harus duduk.
    • Sisakan sampai tinggal 3-5 anak untuk masuk final , untuk nanti maju lomba lagi setelah game 3 berakhir.

Kini jelaskan pada anak-anak bahwa Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune mengikut Tuhan dengan sepenuh hati/ dengan sungguh-sungguh.

Guru pemandu game ini  atau guru lain yang memang sudah bertugas bersaksi di akhir game Iman ini, kemudian mengakhiri game IMAN ini dengan kesaksian pribadi tentang bagaimana dia mempertahankan imannya kepada Tuhan, dalam peristiwa yang pernah terjadi di dalam hidupnya.

 

 

GAME UCAPAN SYUKUR

Guru mengajak anak –anak yang duduk di area UCAPAN SYUKUR ini untuk mengikuti game ucapkan syukur. Untuk mengucap syukur pada Tuhan, dapat dengan berbagai cara, salah satu caranya adalah berkata HALELUYA, yang artinya PUJI TUHAN !

Di sarankan anak-anak yang duduk di area ini adalah anak kelas kecil.

Misalnya kamu sedang pusing, katakan HALELUYA !! Jangan mengeluh berkata “Aduuuh kepalaku mau pecah!”

Seperti juga Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune selalu mengucap syukur dalam hidup mereka. Saat orang-orang di sekitar mereka mengeluh, bersungut-sungut, mengomel, tetapi mereka tetap MENGUCAP SYUKUR pada Tuhan.

Nah sekarang kita akan ikut GAME UCAPAN SYUKUR.

Guru menciptakan gerakan untuk 4 suku kata HA-LE-LU-YA

Posisi Awal , semua anak di area UCAPAN SYUKUR ini harus berdiri.

Guru mencontohkan gerakan HA– membungkuk dan kedua tangan memegang kaki/ lutut , artinya dalam setiap langkah hidup kita, apa pun yang terjadi kita akan mengucapkan sykur pada Tuhan.

Guru mencontohkan gerakan LE- kedua tangan memegang dada, artinya saat kita sedih, saat kita senang, saat kita berhasil atau sedang gagal, apa pun yang terjadi, kita tetap mengucap syukur keluar dari hati kita.

Guru mencontohkan gerakan LU- kedua tangan memegang kepala, artinya kita harus memikirkan bahwa Tuhan itu baik, bahwa Tuhan itu gemar berbuat baik, bahwa Tuhan itu tidak pernah berbuat jahat, jadi jika kita mengalami hal-hal yang membuat kita sedih, percayalah, Tuhan itu punya rencana yang indah dalam hidup kita, Dia tahu semua keadaan kita. Pikirkan yang baik tentang Tuhan.

Guru mencontohkan gerakan YA– kedua tangan direntangkan ke atas, di atas kepala, dan kedua talapak tangan digoyang-goyang  dengan ceria. Itulah namanya Haleluya, atau Puji Tuhan, biar kita selalu mengucap syukur dalam hidup kita, saat kita melangkah dengan kaki, apa pun yang kita rasakan dalam hati dan pikiran kita, kita akan selalu mengucap syukur, dan berkata Haleluya !

Ajak anak anak menghafalkan gerakan-gerakan ini.

Setelah itu game dimulai

Tata aturan game:

  • Semua anak yang duduk di area UCAPAN SYUKUR harus berdiri.
  • Bagi siapa yang salah nanti harus duduk
  • Lalu game dimulai lagi, sampai tersisa yang bertahan berdiri hanya tinggal 3 orang / beberapa orang finalis saja.
  • Finalis nanti masuk ke babak final beserta peserta dari area lain.

Cara Bermain Game:

  • Guru akan mengucapkan suku kata HA atau Le atau Lu atau Ya
  • tugas anak-anak menggerakkan sesuai yang DIKATAKAN oleh guru.
  • Namun guru terkadang mengatakan HA namun menggerakkan YA
  • Tugas anak-anak jangan meniru gerakan guru, tetapi harus memperhatikan kata –kata guru
  • Jika ada anak-anak yang terkecoh, dan mengikuti gerakan guru yang sengaja di buat salah/ tidak sama dengan apa yang dikatakan, maka anak-anak ini harus duduk
  • Sisakan sampai tinggal 3-5 anak untuk masuk final , untuk nanti maju lomba lagi setelah game 3 berakhir.

Kini jelaskan pada anak-anak bahwa Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune mengikut Tuhan dengan sepenuh hati/ dengan sungguh-sungguh.

Guru pemandu game ini atau guru yang bertugas bersaksi pada akhir game Ucapan Syukur ini, kemudian mengakhiri game UCAPAN SYUKUR  ini dengan kesaksian pribadi tentang bagaimana dia mengucap syukur  kepada Tuhan, dalam peristiwa tersulit yang pernah terjadi di dalam hidupnya.

GAME BERANI TAMPIL BEDA

Guru mengajak anak –anak yang duduk di area BERANI TAMPIL BEDA ini untuk mengikuti game berani tampil beda.

Di sarankan anak-anak yang duduk di area ini adalah anak kelas besar

Nah sebelumnya guru mengajak anak-anak menghafalakan gerakan LAWAN KATA BERIKUT INI

MENGELUH ( melipat tangan di dada dan wajah cemberut) MENGUCAP SYUKUR ( tangan menengadah ke atas sambil wajah tersenyum ke arah surga)
BERBUAT DOSA ( meninju di udara) MENGASIHI (menggandeng tangan teman di kanan dan kiri)
TIDAK PERCAYA (menaruh kedua tangan di dagu dan mata melotot serta mulut terbuka  lebar tanda tidak percaya) BERIMAN (kedua tangan mengacungkan jempol sambil wajah tersenyum)
MENYEMBAH BERHALA (tangan menyembah di pertemukan kedua telapak tangan dengan jari menghadap ke langit, persis di depan dada dengan kepala tertunduk) MENYEMBAH TUHAN ( berlutut dan tangan dilipat dalam doa)
MEMBERONTAK ( tangan di pinggang dan wajah marah) TAAT ( mengangguk-anggukkan kepala)

 

Ajak anak anak menghafalkan gerakan-gerakan ini. Saat orang lain mengeluh, Yosua dan Kaleb justru mengucap syukur. Saat orang lain berbuat dosa, Yosua dan Kaleb tetap mengasihi Tuhan dan sesama, saat orang lain Menyembah Berhala, Yosua dan Kaleb tidak ikut-ikutan. Saat orang lain memberontak pada Tuhan dan pada pemimpin mereka Musa dan Harun, tetapi Yosua dan Kaleb tetap  taat pada Tuhan dan pada pemimpin mereka.

Setelah itu game dimulai

Tata aturan game:

  • Semua anak yang duduk di area BERANI TAMPIL BEDA harus berdiri.
  • Bagi siapa yang salah nanti harus duduk
  • Lalu game dimulai lagi, sampai tersisa yang bertahan berdiri hanya tinggal 3 orang / beberapa orang finalis saja.
  • Finalis nanti masuk ke babak final beserta peserta dari area lain.

Cara Bermain Game:

  • Guru akan membacakan soal ; misalnya MENYEMBAH BERHALA ( sambil guru memperagakan gerakan MENYEMBAH BERHALA, maka anak-anak harus dapat membuat lawan katanya: Menyembah TUHAN. Yaitu dengan cara mengucapkan MENYEMBAH TUHAN sambil melakukan gerakan menyembah Tuhan, dan jangan menirukan gerakan guru menyembah berhala
  • Guru dapat mengubah-ubah urutan soal, agar membuat anak-anak selalu siap dengan lawan kata yang segera berganti urutan
  • Jika ada anak-anak yang terkecoh, dan mengikuti gerakan guru maka anak-anak ini harus duduk
  • Sisakan sampai tinggal 3-5 anak untuk masuk final , untuk nanti maju lomba lagi setelah game 3 ini berakhir.

Kini jelaskan pada anak-anak bahwa Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune mengikut Tuhan dengan sepenuh hati/ dengan sungguh-sungguh.

Guru pemandu game ini atau guru yang bertugas bersaksi pada Game Berani Tampil Beda ini,  kemudian mengakhiri game BERANI TAMPIL BEDA DARI ORANG LAIN YANG BERBUAT DOSA  ini dengan kesaksian pribadi tentang bagaimana dia berani tampil beda dari orang lain yang berbuat dosa, dalam peristiwa yang pernah terjadi di dalam hidupnya.

GAME FINAL

Guru pemandu game IMAN, game UCAPAN SYUKUR dan game BERANI TAMPIL BEDA ini maju semua untuk mengajak para finalis bermain dalam 3 game ini.

Memang anak finalis yang tadi duduk di area UCAPAN SYUKUR, tentu tidak menguasai game IMAN, dan juga game BERANI TAMPIL BEDA, namun karena ini para finalis, mereka harus dapat cepat menyesuaikan diri dengan game ini.

Guru pemandu game IMAN mengajak para finalis bermain GAME IMAN

Yang salah duduk

Guru pemandu game UCAPAN SYUKUR  mengajak para finalis bermain GAME UCAPAN SYUKUR

Yang salah duduk

Guru pemandu game BERANI TAMPIL BEDA mengajak para finalis bermain GAME BERANI TAMPIL BEDA

Yang salah duduk

Sisanya yang bertahan tetap berdiri , dialah pemenangnya.

 

PENUTUP

Orang yang bersungguh-sungguh mengikut Tuhan akan terlihat dari apa yang dia pikirkan, apa yang ada dalam imannya, apa yang dia harapkan, apa yang dia ucapkan dan apa yang dia lakukan.

Maukah kalian seperti Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune yang telah bersungguh-sungguh mengikut Tuhan?

Apakah kalian beriman dan percaya pada Tuhan?

Apakah kalian suka mengomel?

Apakah kalian ikut-ikutan mencontek, berbohong, bicara yang sia-sia, mencuri, dll??

 

Indikasi pencapaian

Bila anak-anak telah menunjukkan bagaimana mereka telah mengikut Tuhan dengan sungguh-sungguh.

 

 

1 Comment

  1. Game game dalam materi IGJG minggu 9 ini sangat bagus juga dipraktekkan sendiri dengan anak sendiri di rumah, seru juga meskipun hanya berdua saja dilakukan di rumah. Melatih juga daya ingat anak anak untuk bertumbuh dalam Tuhan sampai mereka dewasa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s