MERANCANG NATAL DENGAN METODE LOMBA MIMIK MUKA


MERANCANG NATAL LOMBA MIMIK MUKA 2020

MAKALAH MIMIK MUKA 2019

MERANCANG NATAL DENGAN LOMBA MIMIK MUKA

Disusun dengan anugrah Tuhan oleh Grace Sumilat S.MG

 

  1. LATAR BELAKANG PEMILIHAN METODE MIMIK MUKA

 

  • Desember kita belum tahu apakah akan ibadah natal secara online ataukah sudah bisa dilaksanakan secara offline.

Untuk itu kita membutuhkan materi yang dapat menjadi dua opsi pilihan, apakah akan diselenggarakan secara online ataukah secara offline.

Untuk itu metode yang kita pilih adalah metode yang paling cocok dengan dunia layar, baik secara online ataukah secara offline. Dunia layar di sini, kita ambil metode yang paling pas dengan dunia online ataupun online adalah METODE VISUAL sebagai metode utama, ditambah lagi dengan metode AUDIO sebagai metode tambahan

Untuk itu, kita bisa gunakan media YouTube sebagai media VISUAL sebagai metode utama, ditambah lagi dengan metode AUDIO sebagai metode tambahan

 

Pemilihan metodenya:

  1. Life tayangan MIMIK MUKA di dalam ibadah offline, jika ibadah Offline sudah memungkinkan, berupa pajangan di ruangan, ataupun berupa slide pada power point
  2. Rekam tayangan MIMIK MUKA berupa VIDEO MIMIK MUKA untuk tayang YouTube di ibadah online, jika ibadah Offline belum memungkinkan
  3. Rekam tayangan MIMIK MUKA untuk tayang LCD Screen di ibadah Offline, sekedar membuat rekaman untuk bisa ditayangkan baik dalam ibadah secara online ataupun dalam ibadah secara offline

 

  1. Melibatkan para family dalam lomba MIMIK MUKA akan membuat anak-anak bisa bekerja sama dengan orang tua mereka/ kakak/adik mereka dalam mengikuti lomba MIMIK MUKA ini.

 

  1. Contoh bercerita dengan Metode LOMBA MIMIK MUKA

https://youtu.be/6xOX_29R3xcHasil MIMIK MUKAnya dapat dilihat pada link ini:

https://www.facebook.com/media/set/?set=a.1001141896591544&type=3

 

 

  • PERSIAPAN
  1. Kameraman yang ditunjuk/ atau dari panitia/ atau amatiran oleh peserta
  2. Koreografer
  3. Peserta jenis tunggal/ kelompok/ family
  4. Kostume
  5. Make Up
  6. Property
  7. Naskah lomba MIMIK MUKA
  8. Pembicara yang nanti akan memakai hasil MIMIK MUKA dalam acara natal
  9. Pencahayaan
  10. Green Screen
  11. Soundsystem untuk pembicara pada hari H
  12. Kamera
  13. Layar/ green screen
  14. Pianis/ musik latar
  15. MIMIK MUKA boot yang dipersiapkan/ untuk ibadah offline
  16. Bingkai MIMIK MUKA edit yang dipersiapkan oleh panitia/ bila dibutuhkan.
  17. Editor Video

Pembuatan Naskah yang disesuaikan keadaan umur anak, SDM, media, budget, dll

Pembuatan Rekaman suara/ dubbing jika diperlukan

Pembagian tugas tim:

  • Semisal menggunakan pose MIMIK MUKA dari masing-masing komisi
  • Atau pose MIMIK MUKA dari masing-masing keluarga
  • Dll

 

  1. Tips Pembuatan Naskah sendiri

 

  1. Sesuaikan pemilihan materi yang akan dinaskahkan dengan jumlah peserta lomba MIMIK MUKA ini
  2. Libatkan sebanyak mungkin anak-anak dan atau dengan keluarga mereka
  • Jenis MIMIK MUKA; Pose dengan tujuan/ bukan asal MIMIK MUKA , tetapi dengan tujuan tertentu

 

  1. Tips Intonasi oleh Narator:
  • Latihlah narator untuk mempelajari intonasi dengan membuka link tersebut

https://jeniuscaraalkitab.com/2020/04/29/pelatihan-intonasi-yjca/

  • Libatkan murid anda yang jago berintonasi

 

NB: Ibu Grace Sumilat bersedia memberikan konsultasi naskah. Dengan perjanjian waktu dan tidak kejar tayang.

  1. PILIHAN TOKOH-TOKOH NATAL YANG AKAN DI MIMIK MUKAKAN
  2. Yusuf (Matius 1: 18-25, Lukas 2: 1-6)
  3. Maria (Matius 1: 18-25, Lukas 1: 26-38, Lukas 1: 39-56, Lukas 2: 1-6)
  4. Malaikat Gabriel (Lukas 1: 26-38)
  5. Orang-orang Majus dari Timur ( Matius 2: 1-12)
  6. Penduduk Yerusalem ( Matius 2: 1-12)
  7. Imam-imam kepala ( Matius 2: 1-12)
  8. Ahli-Ahli Taurat( Matius 2: 1-12)
  9. Herodes( Matius 2: 1-12)
  10. Petugas Sensus ( Lukas 2: 1-7)
  11. Pemilik Penginapan ( Lukas 2: 1-7)
  12. Gembala-gembala (Lukas 2; 8-20)
  13. Bala tentara surga/ malaikat paduan suara ( Lukas 2: 8-20)
  14. Kakek Simeon (Lukas 2: 21-40)
  15. Nenek Hana (Lukas 2: 21-40)
  16. Elisabet (Lukas 1: 39-56)

Keterangan: dalam tiap perikop Alkitab tersebut, tidak semua ayat kita fokuskan, hanya ayat yang terkait dengan tokoh tersebut saja.

Sesuaikan pemilihan tokoh dengan kondisi peserta; apakah perorangan/ kelompok/ keluarga

Berikut jumlah wakil yang kita perlukan:

  1. Yusuf (Matius 1: 18-25, Lukas 2: 1-6)
    • 1 orang anak laki-laki
  2. Maria (Matius 1: 18-25, Lukas 1: 26-38, Lukas 1: 39-56, Lukas 2: 1-6)
    • 1 orang anak perempuan
  3. Malaikat Gabriel (Lukas 1: 26-38)
    • 1 orang anak laki-laki ( walaupun di Alkitab malaikat tidak berjenis kelamin, namun kita dapat memilih seorang pria untuk tokoh ini)
  4. Orang-orang Majus dari Timur ( Matius 2: 1-12)
    • 6 orang anak laki-laki
    • Atau jumlahnya dapat disesuaikan keadaan jumlah anak sekolah minggu di gereja saudara.
  5. Penduduk Yerusalem ( Matius 2: 1-12)
    • 2 orang anak laki-laki pemeran 2 laki-laki dewasa/pemuda
    • 2 orang anak perempuan pemeran 2 perempuan dewasa/pemudi
    • 3 anak-anak pemeran anak-anak
    • 2 orang anak memerankan sepasang suami isteri
    • Atau jumlahnya dapat disesuaikan keadaan jumlah anak sekolah minggu di gereja saudara.
  6. Imam-imam kepala ( Matius 2: 1-12)
    • 4 orang anak laki-laki
    • Atau jumlahnya dapat disesuaikan keadaan jumlah anak sekolah minggu di gereja saudara.
  7. Ahli-Ahli Taurat( Matius 2: 1-12)
    • 3 orang anak laki-laki
    • Atau jumlahnya dapat disesuaikan keadaan jumlah anak sekolah minggu di gereja saudara.
  8. Herodes( Matius 2: 1-12)
    • 1 orang anak laki-laki
  9. Petugas Sensus ( Lukas 2: 1-7)
    • 2 orang anak laki-laki
    • Atau jumlahnya dapat disesuaikan keadaan jumlah anak sekolah minggu di gereja saudara.
  10. Pemilik Penginapan ( Lukas 2: 1-7)
    • 4 orang anak laki-laki
    • 2 orang anak perempuan
    • Atau jumlahnya dapat disesuaikan keadaan jumlah anak sekolah minggu di gereja saudara.
  11. Gembala-gembala (Lukas 2; 8-20)
    • 8 anak laki-laki
    • Atau jumlahnya dapat disesuaikan keadaan jumlah anak sekolah minggu di gereja saudara.
  12. Bala tentara sorga/ Paduan Suara malaikat ( Lukas 2: 8-20)
    • 10 anak perempuan
    • Atau jumlahnya dapat disesuaikan keadaan jumlah anak sekolah minggu di gereja saudara.
  13. Kakek Simeon (Lukas 2: 21-40)
    • 1 anak laki-laki
  14. Nenek Hana (Lukas 2: 21-40)
    • 1 anak perempuan
  15. Elisabet (Lukas 1: 39-56)
    • 1 anak perempuan

 

Tidak semua kelompok ini dapat anda pakai, karena menyesuaikan waktu yang tersedia dan kostume dan property yang tersedia serta menyesuaikan kondisi acara.

Estimasi Waktu Jika semua kelompok ini kita pakai, maka estimasi waktunya sbb

: 10 detik X 16 = 160 detik = 1,5 menit

Itu belum termasuk perhitungan waktu untuk pujian, perangkaian MIMIK MUKA dengan story, kolekte, pengumuman, dll.

Jika acara natal di gereja anda dibagi dalam dua termin/2 hari, untuk memisahkan kelas kecil dan kelas besar, maka anda dapat memakai tokoh-tokoh yang berbeda, misalnya 7 tokoh pertama untuk natal kelas kecil, dan 8 tokoh sisanya untuk kelas besar, dst.

 

  • PROPERTY YANG DISARANKAN
  1. Yusuf (Matius 1: 18-25, Lukas 2: 1-6)
    1. Kostume ala Israel
    2. Tongkat
  2. Maria (Matius 1: 18-25, Lukas 1: 26-38, Lukas 1: 39-56, Lukas 2: 1-6)
    1. Kostume ala Israel
    2. Bunga
  3. Malaikat Gabriel (Lukas 1: 26-38)
    1. Sayap
    2. Tongkat malaikat
    3. Hiasan kepala ( bandana bunga/bandana renda/cadar yang terbuka, dll)
  4. Orang-orang Majus dari Timur ( Matius 2: 1-12)
    1. Mahkota
    2. Jubah mewah
    3. Nampan persembahan dan persembahannya/ tiruan dari emas/kemenyan/mur
  5. Penduduk Yerusalem ( Matius 2: 1-12)
    1. Kostume ala Israel
    2. Tongkat
    3. Tas kain
    4. Kendi air minum
    5. dll
  6. Imam-imam kepala ( Matius 2: 1-12)
    1. Kostume ala Israel
    2. Gulungan kitab/Alkitab
    3. Peta Betlehem
    4. Stiek bambu untuk menunjuk peta
  7. Ahli-Ahli Taurat( Matius 2: 1-12)
    1. Kostume ala Israel
    2. Gulungan kitab/Alkitab
    3. Peta Betlehem
    4. Stiek bambu untuk menunjuk peta
    5. Pena bulu/kertas/gulungan kertas untuk menulis
  8. Herodes( Matius 2: 1-12)
    1. Mahkota
    2. Jubah Mewah
    3. Tongkat raja
    4. Kursi tahta
  9. Petugas Sensus ( Lukas 2: 1-7)
    1. Kostume ala Israel
    2. Meja sensus
    3. Pena bulu
    4. Gulungan kertas
    5. Botol tinta untuk meletakkan pena bulu ( kosong saja/ tidak perlu diisi tinta betulan)
  10. Pemilik Penginapan ( Lukas 2: 1-7)
    1. Kostume ala Israel
    2. Kantung uang
  11. Gembala-gembala (Lukas 2; 8-20)
    1. Kostume ala Israel
    2. Tongkat gembala
    3. Sarung/kain penghangat badan/selimut
  12. Bala tentara surga/ malaikat paduan suara ( Lukas 2: 8-20)
    1. Sayap
    2. Jubah putih
  13. Kakek Simeon (Lukas 2: 21-40)
    1. Kostume ala Israel
    2. ongkat orang tua
    3. Kacamata baca
    4. Make up untuk menampilkan rambut putih
  14. Nenek Hana (Lukas 2: 21-40)
    1. Kostume ala Israel
    2. Tongkat orang tua
    3. Kacamata baca
    4. Make up untuk menampilkan rambut putih
  15. Elisabet (Lukas 1: 39-56)
    1. Kostume ala Israel
    2. Kendi air minum

CONTOH NARASI NARATOR ( yang dibaca oleh MC/ pembicara pada saat MIMIK MUKA dihadirkan di layar/ di Video edit, Power Point, dll

  1. Inilah Yusuf…seorang yang tulus hatinya
  2. Inilah Maria ..seorang yang taat pada Tuhan
  3. Dst

Keterangan untuk pembicara:

Sesuaikan story/kisah anda dengan tokoh yang akan dipilih, jumlah tokoh yang dipilih, dan rangkaian mata acara yang ada ; misalnya ada pujian paduan suara, anda akan tempatkan itu dalam kisah anda sebagai lagu malaikat, dll

Anda harus mengemas kisah natal dalam STORY TOKOH/ thematik sesuai tokoh dalam lomba MIMIK MUKA ini

Anda jangan mengajak anak-anak kembali kepada YESUS SEBAGAI BAYI LAGI, tetapi bagaimana anda dapat menonjolkan SIFAT/ KARAKTER BAIK dari si tokoh Alkitab, untuk bagaimana anak-anak menyambut kedatangan Tuhan Yesus kedua kali sebagai Raja di atas segala raja.

Anda harus dapat memberi pengertian anak-anak untuk TOKOH JAHAT, seperti Herodes, bahwa bukan si Rudy ini yang jahat, tetapi si Herodes yang diceritakan di Alkitab itu yang jahat, kalau si Rudy ini anaknya baik, dia hanya beracting sombong, tetapi Rudy ini anaknya rendah hati kog, dst.

Anda harus dapat memberi pengertian kepada anak-anak bagaimana untuk membuang sifat /karakter buruk pada tokoh misalnya Herodes, dll

Contoh:

  • Adik-adik, kakak mau perkenalkan, seorang Maria dalam Alkitab, dia adalah seorang yang rendah hati, taat pada Tuhan…pada waktu malaikat Tuhan datang kepadanya….dst….
  • Inilah Maria yang rendah hati dan taat pada Tuhan…. ( narasi untuk memunculkan MIMIK MUKA)
  • Setelah MIMIK MUKA muncul,kini pembicara menjelaskan bagaimana APLIKASI, rendah hati, bagaimana APLIKASI taat, dalam kehidupan sehari-hari untuk menyambut kedatangan Yesus bukan sebagai bayi lagi, tetapi yang akan datang sebagai Raja segala raja.
  • Setelah itu anda dapat beralih ke tokoh berikutnya, misalnya Gabriel…., dst
  • DRAFT KARAKTER TOKOH

 

TOKOH YANG DIPERANKAN

 

BAGIAN ALKITAB YANG DIBACA

 

SIAPAKAH TOKOH INI DALAM KISAH KELAHIRAN YESUS

 

APA PEKERJAANNYA

 

APA SIFAT-SIFATNYA

 

APA PROPERTY YANG KITA DAPAT PAKAI UNTUK TOKOH INI

 

SEPERTI APA KIRA-KIRA PHOSE DARI TOKOH INI

 

SEPERTI APA KIRA-KIRA MIMIK WAJAHNYA

 

 

Mengapa draft karakter tokoh pada kolom-kolom isian di atas perlu kita isi, karena kita ingin mengajak anak-anak menganalisa karakter tokoh tersebut. Misalnya Herodes yang sombong, tentu gaya MIMIK MUKA/ posenya sangat berbeda jauh dengan phose daripada Maria yang taat dan rendah hati. Cara mereka mendongakkan kepala juga beda, tatapan mata mereka juga beda, karena semuanya itu menunjukkan sikap hati mereka.

 

 

 

 

 

 

 

CONTOH PERSIAPAN MATERI

NATAL DENGAN LOMBA MIMIK MUKA

 

NATAL GPdI Shiloh Parakan

INCREDIBLE CHRISTMAS

 

IN- Intimacy

CRE- Creative

DI – Discipline

BLE – Blessing

 

Dengan thema Incredible Christmas ini saya akan mengupas aspek in-cre-di-ble pada masing-masing tokoh, yang nanti dapat dirangkai oleh pembicara dalam  TAMPILAN LOMBA MIMIK MUKA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Yusuf (Matius 1: 18-25, Lukas 2: 1-6)
IN- Intimacy

 

Karena Yusuf intim dengan Tuhan, maka Yusuf bisa mengerti maksud Tuhan yang disampaikan oleh Tuhan melalui mimpinya. Tuhan dapat berbicara kepada kalian lewat apa saja. Jika kalian dekat dengan Tuhan, kalian akan mengerti apa yang Tuhan mau
CRE- Creative

 

Seorang yang kreatif itu tidak takut menjadi berbeda dari orang lain, manakala perbedaan yang dia miliki itu bernilai POSITIF. Contoh, Yusuf mau menikahi Maria yang sudah hamil oleh Roh Kudus.  Ketika Yusuf mau mempercayai apa yang Tuhan sampaikan itu, mau mempercayai apa yang kelihatannya mustahil karena belum pernah terjadi yang seperti itu dan tidak akan pernah akan terjadi lagi di segala zaman, pada saat itulah Yusuf memiliki daya kreatifitas yang tinggi. Terkadang Tuhan ingin kamu berani berbeda dari teman-temanmu yang kebanyakan, tetapi perbedaan itu yang tentunya bernilai POSITIF.

 

Janganlah takut untuk menjadi berbeda, asalkan itu POSITIF, apabila di situlah justru akan muncul daya kreatifitas yang tinggi.

 

Semua penemu-penemu dunia, adalah karena mereka berani berbeda dari apa yang sudah ada pada kebanyakannya. Dan perbedaan itu bernilai POSITIF.

DI – Discipline

 

Seorang yang disiplin dia adalah orang yang taat. Yusuf memiliki ketaatan kepada Tuhan, dia menikahi Maria, dan dia segera melarikan Maria dan Bayi Yesus ke Mesir. Ketaatan itu tidak menunda-nunda, dia segera melakukannya. Belajarlah taat kepada Tuhan. Taat artinya tidak menunda-nunda. Tetapi melakukan tepat pada waktunya. Tidak menunda-nunda dalam membuat PR, dalam belajar, dalam merapikan kamar, dalam menolong mama di rumah, dalam berlatih, dalam menyelesaikan tugas-tugas, dll.
BLE – Blessing

 

Kehidupan Yusuf memberkati bayi Yesus, karena Yusuf taat kepada Tuhan, maka Bayi Yesus selamat dari usaha pembunuhan oleh Herodes.

 

Kehidupan Yusuf yang mengajarkan taurat kepada Yesus sesuai tradisi Yahudi, dan mengajarkan Yesus pertukangan, menjadi berkat bagi Yesus sampai pada taraf luar biasa di umur 12 tahun dan juga berhasil meneruskan usaha Yusuf menjadi tukang kayu, sehingga bisa menjadi tiang dalam keluarga.

Semua kataatan akan mendatangkan berkat bagi sekeliling kita, sebaliknya ketidaktaatan kita akan membuat kita merugikan orang-orang di sekeliling kita. Contoh anak yang membawa 5 roti dan 2 ikan itu taat memberikan bekalnya pada Yesus, akhirnya mendatangkan berkat. Sedangkan Yunus tidak taat, akhirnya seluruh isi kapal merasakan hal-hal yang tidak enak di kapal itu. Ayo taat kepada papa dan mama, bpk ibu guru di sekolah, taat pada Firman Tuhan, taat pada guru sekolah minggu, taat pada pemimpin, dll

 

 

 

  1. Maria (Matius 1: 18-25, Lukas 1: 26-38, Lukas 1: 39-56, Lukas 2: 1-6)
IN- Intimacy

 

Karena Maria intim dengan Tuhan, dia dapat tahu apa yang menjadi kehendak Tuhan dalam hidupnya Jika kalian intim dengan Tuhan kalian akan dibimbing Tuhan untuk mengetahui apa yang Tuhan mau bagi hidup kalian. Dan orang intim dengan Tuhan akan mengerti bimbingan Tuhan dalam hidupnya.
CRE- Creative

 

Seorang yang kreatif itu tidak takut menjadi berbeda dari orang lain, manakala perbedaan yang dia miliki itu bernilai POSITIF. Contoh, Maria mau taat menjadi Ibu daripada Yesus, dengan cara mengandung oleh Roh Kudus.   Ketika Maria mau mempercayai apa yang Tuhan sampaikan itu, mau mempercayai apa yang kelihatannya mustahil karena belum pernah terjadi yang seperti itu dan tidak akan pernah akan terjadi lagi di segala zaman, pada saat itulah Maria memiliki daya kreatifitas yang tinggi. Terkadang Tuhan ingin kamu berani berbeda dari teman-temanmu yang kebanyakan, tetapi perbedaan itu yang tentunya bernilai POSITIF.

 

Janganlah takut untuk menjadi berbeda, asalkan itu POSITIF, apabila di situlah justru akan muncul daya kreatifitas yang tinggi.

 

Semua penemu-penemu dunia, adalah karena mereka berani berbeda dari apa yang sudah ada pada kebanyakannya. Dan perbedaan itu bernilai POSITIF.

DI – Discipline

 

Salah satu ciri orang yang disipline adalah melakukan dengan TEPAT, walaupun menyadari sepenuhnya resiko apa yang dia hadapi nanti.

Demikian juga Maria, dia berkata ‘ terjadilah seperti yang kau KATAKAN ….’.

 

Setelah Maria tahu semua resiko apa yang akan dia hadapi untuk mengandung oleh Roh Kudus, Maria bersedia menyediakan hidupnya dan biarlah kehendak Tuhan terjadi dalam hidupnya secara TEPAT.

Ketepatan itu berbicara mengenai TEPAT WAKTU, TEPAT CARANYA, TEPAT TUJUANNYA/ MOTIVASINYA, TEPAT URUTANNYA, TEPAT BAHANNYA, TEPAT HASILNYA, dll.

 

Tepat itu artinya tidak asal-asalan, melainkan memiliki SPIRIT OF EXCELLENCE.

 

Seandainya Maria berkata, ya tapi mengandungnya 1 bulan aja ya…

 

Atau Maria berkata, ya tapi mengandungnya perutnya jangan terlihat membesar ya…

 

 

 

 

 

 

KARENA hati Maria siap, maka dia akan jaga kandungannya  dengan baik, dia akan makan makanan bergizi, dia akan jaga kesehatan, dia akan berhati-hati, dll

 

Itu artinya Maria tidak memiliki sikap hati yang ingin melakukan dengan TEPAT, walaupun itu mengandung resiko yang tinggi.

 

Misalnya PR Matematika, berapa nomor, rumusnya apa, ditulis di buku apa, kapan dikumpulkan, harus pakai pensil atau ballpoint, dll HARUS DILAKUKAN DENGAN TEPAT. DAN TIDAK ASAL-ASALAN.

BLE – Blessing

 

Kehidupan Maria yang menyediakan rahimnya untuk Yesus bertumbuh dan dilahirkan, menjadi berkat buat Yesus. Dan menjadi berkat bagi dunia.

 

Maria hadir saat Yesus melayani Bapa, saat Yesus disalibkan, dan Maria hadir saat hari Pentakosta. Maria memberikan hidupnya untuk menyembah Allah dan itu menyenangkan hati TUHAN

Maukah kalian memberikan hidup kalian bagi Tuhan dan menyenangkan hati Tuhan?

 

 

 

 

Pemilik Penginapan ( Lukas 2: 1-7)

IN- Intimacy

 

Para pemilik penginapan ini tidak memiliki keintiman dengan Tuhan, karena mereka sama sekali tidak tahu bahwa yang akan lahir ini Juruselamat. Pikiran mereka hanyalah uang. Bagaimana meraup uang sebanyak mungkin di tengah-tengah sensus penduduk kala itu. Sedangkan Yusuf dan Maria adalah keluarga sederhana serta Maria hamil besar, tentunya akan menambah kerepotan saat proses kelahiran nantinya. Jika kalian intim dengan Tuhan kalian akan dibimbing Tuhan untuk mengetahui apa yang Tuhan mau bagi hidup kalian. Dan orang intim dengan Tuhan akan mengerti bimbingan Tuhan dalam hidupnya. Tetapi orang yang tidak intim dengan Tuhan tidak akan merasakan apa-apa, karena pikiran mereka tidak tertuju kepada TUHAN.
CRE- Creative

 

Kreatifitas seseorang itu bisa muncul manakala dia tidak beroientasi pada uang/upah/hasil berupa materi. Tetapi manakala seseorang itu berbuat yang terbaik untuk Tuhan, ada atau tidak ada upahnya sekalipun.  Para penemu dunia setelah diteliti visi hidup mereka bukanlah untuk mencari uang.

Contoh Yusuf. Di rumah Potifar dia jadi budak yang tidak dibayar, tetapi dia lakukan yang terbaik. Di situlah dia belajar mengorganisasikan bisnis di rumah Tuan Potifar, sehingga usaha Tuan Potifar maju sejak ada Yusuf tinggal di rumahnya. Yusuf tidak dapat upah, tetapi dia mendapat pengalaman kreatifitas bagaimana mengembangkan sebuah usaha. Di penjara Yusuf juga tidak dibayar, tetapi dia melakukan tugasnya dengan baik, sampai-sampai juru roti dan minuman raja bisa terbuka kepadanya/ bersahabat dengan dia.

 

 

 

 

Yusuf belajar ilmu baru yaitu konseling/ ketika hanya dari raut wajahnya saja Yusuf tahu bahwa kedua orang ini terlihat gelisah.

Jangan sedikit-sedikit kita mencari yang namanya upah/hadiah. Misalnya diminta mama pergi ke warung, lalu kita minta upah uang. Misalnya kita berusaha jadi juara kelas tetapi ujung-ujungnya harus diberi hadiah papa dan mama HP baru, dst. Hal-hal semacam ini akan membuat kamu tidak kreatif walaupun mungkin bisa saja kamu jadi juara. Berbeda hasilnya dengan anak yang belajar dan ingin mendapat nilai terbaik untuk memuliakan nama Tuhan, nah anak yang seperti ini akan diberi Tuhan kreafitas yang luar biasa.

Proses saat kita belajar itu sendiri sudah merupakan upah bagi kita untuk di kemudian hari kita dapat ilmu kreatifitas yang banyak sekali.

DI – Discipline

 

Disiplin yang diterapkan pemilik penginapan ini adalah disiplin yang kaku, ya kalau nginap sini ya biayanya segini, mahalnya segini, ya kalau nginap sini ya tidak bisa kami melayani proses kelahiran. Disiplin yang kaku seperti ini membuat pemilik penginapan tidak punya kasih

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Disipline yang kita terapkan harus disiplin yang dalam kasih. Kasih yang kita terapkan juga harus kasih yang disiplin.

. Contoh ; sekolah di sini harus bayar 50 juta, kalau tidak mampu walaupun pandai tidak bisa sekolah di sini, dst.  Orang yang punya kasih tidak akan menerapkan disiplin dengan kaku, contohnya Tuhan Yesus mengasihi Petrus, selama Petrus mau bertobat, Tuhan Yesus mau mengampuni dia kembali, tetapi Yudas Iskariot hanya menyesal, tetapi tidak mau bertobat, sehingga dia binasa.

Contoh kalian jadi ketua kelas, kalian harus menerapkan kasih yang disilin dan disiplin yang penuh kasih.  Misalnya kalau ada yang terlambat masuk kelas, dapat hukuman harus push up 10 kali. Tetapi ada satu orang temanmu yang terlambat karena di jalan mengalami kecelakaan motor, tentu tidak tepat jika temanmu yang patah tulang itu kalian hukum 10 kali push-up bukan?

BLE – Blessing

 

Pemilik penginapan tidak dapat jadi berkat, masa tidak ada satu pun dari penginapan itu yang menyediakan tempat bagi lahirnya Yesus? Waaauuuu, memalukan sekali, Yesus sampai harus lahir di kandang, karena mereka menolak kelahiran Yesus dalam penginapan mereka. Jika kita berorientasi pada uang, maka hidup kita tidak dapat menjadi berkat buat orang banyak, tidak dapat menjadi berkat buat orang yang membutuhkan.

 

  1. Gembala-gembala (Lukas 2; 8-20)
IN- Intimacy

 

Gembala-gembala memiliki keintiman dengan Tuhan, buktinya :

1.       Mereka tahu bahwa berita malaikat itu adalah pemberitahuan TUHAN kepada mereka

2.       Mereka taat untuk pergi cepat-cepat melihat bayi Yesus

3.       Mereka bersaksi tentang apa yang mereka dengar

4.       Dan mereka memuji-muji dan memuliakan Allah. Sepertinya mereka sudah terbiasa melakukan hal itu, karena para gembala biasanya membawa kecapi saat mereka menggembalakan kambing domba mereka.

5.       Para gembala tahu bahwa Betlehem adalah Kota Daud, mereka adalah orang-orang yang ikut menantikan lahirnya Juruselamat.

CRE- Creative

 

Kreatifitas bukan hanya milik orang kaya, orang berpendidikan, dan orang yang keturunan raja. Tetapi kreatifitas pun bisa dimiliki orang-orang sederhana. Apa kunci kreatifitas para gembala? Mereka tidak hanya mendengar berita sukacita, tetapi juga membuktikan hal itu dengan pergi ke sana.

 

 

 

 

 

 

Ada banyak pengetahuan tetapi belum tentu kita praktek untuk membuktikan apakah hal itu benar atau tidak. Seorang yang kreatif adalah ketika dia mempraktekkan apa yang dia dengarkan/ ketahui.
DI – Discipline

 

Disiplin daripada para gembala adalah mereka KOMPAK ( berkata seorang kepada yang lain). Dan mereka juga CEPAT-CEPAT berangkat. Orang yang disiplin adalah MENJAGA UNITY/ KESATUAN HATI untuk mencapai tujuan, serta juga BERSEGERA agar tidak kehilangan momentum, tidak hidup dalam penundaan. Hayoooooooooo siapa di sini yang suka bertengkar dan suka menunda-nunda….???

Untuk belajar hidup rukun juga perlu disiplin diri untuk mengalah, belajar mendengarkan pendapat orang lain, belajar bekerja sama, belajar mengedepankan tim/bukan diri sendiri.

BLE – Blessing

 

Para gembala telah memberkati : semua orang yang mendengarkan cerita mereka, dan telah membuat Maria merenungkan segala perkara itu. Para malaikat ternyata menyebutkan kata lampin dan palungan kepada para gembala itu. Dua kata itu tidak pernah diberitahukan malaikat Tuhan baik kepada Yusuf dan Maria, Jadi kelahiran Yesus yang sesederhana itu bukan suatu kebetulan atau kesialan atau kesalahan Yusuf dan Maria, tetapi memang harus seperti itu. Para gembala ini tidak membawa emas ,kemenyan dan mur, seperti halnya para majus. Tetapi mereka sudah bisa jadi berkat yang luar biasa bagi orang-orang yang mereka jumpai dan bagi Maria, karena hidup mereka bisa jadi BERKAT. Bagaimana dengan kalian? Memberkati tidak saja dengan cara memberi persembahan berjuta-juta, atau memberi uang untuk mendirikan sebuah gereja, tetapi menjadi berkat bisa hal yang sangat sederhana, bersaksi tentang Tuhan, memuji nama Tuhan, tersenyum, mendoakan orang yang sakit, menghibur orang yang sedih, dll

 

  1. Orang-orang Majus dari Timur ( Matius 2: 1-12)
IN- Intimacy

 

Keintiman orang Majus terlihat bagaimana mereka dapat mengerti maksud Tuhan sehingga mereka pulang melalui jalan lain. Keintiman membuat mereka tidak perlu harus bertemu lagi dengan Herodes yang ingin membunuh bayi Yesus. Keintiman kita dengan Tuhan membuat kita dapat mengerti hal-hal apa yang Tuhan peringatkan dalam hidup kita, misalnya saat kita sombong, malas, iri, dll Tuhan akan peringatkan kita agar kita tidak salah berjalan/bertingkah laku. Maukah kalian tahu apa yang Tuhan tidak senangi? Intimlah dengan TUHAN.
CRE- Creative

 

Kreatifitas Orang Majus dalam menelaah bintang khusus sungguh luar biasa

 

Kreatifitas ini dilahirkan dari latihan, penelitian, penajaman, dan usaha untuk mencapai hasil akhir dari sebuah penelitian

Maukah kalian seperti orang Majus, yang menguasai suatu bidang dengan sangat serius dan ahli? Capailah cita-cita kalian yang dirajut dari sekarang !! Semua kesempatan yang Tuhan hadirkan di hadapan mata kita saat ini adalah sebuah TALENTA untuk kita raih, dan kembangkan, asah dan pertajam untuk menjadikan kita semakin AHLI dalam bidangnya.
DI – Discipline

 

Orang Majus menempuh jarak yang sangat jauh dalam perjalanan mereka untuk menyembah Yesus. Bisa jadi memakan waktu sekitar 2 tahun lamanya. Karena di Alkitab dikatakan Yesus bukan bayi lagi, tapi Anak, dan Yesus bukan di kandang lagi, tetapi di sebuah rumah. Untuk melakukan perjalanan panjang dan lama membutuhkan disiplin untuk TETAP BERTAHAN DAN TIDAK MENYERAH SEBELUM MEMBUAHKAN HASIL. Apakah kalian cepat bosan? Apakah kalian segera menyerah jika belum berhasil? Apakah kalian mundur jika kalian merasa sulit, tidak mampu dan pasti kalah?

 

Dalam perjalanan panjang hidupnya Yusuf tidak pernah menyerah, bahkan ketika dia harus diperhadapkan pada kakak-kakaknya, Yusuf pun menangis dengan keras, dan memilih untuk mengampuni mereka.

BLE – Blessing

 

Orang Majus memberi persembahan kepada Raja Yesus, walaupun mereka mungkin saja terkejut mengapa bintang itu menuntun mereka bukan kepada istana raja, melainkan pada sebuah rumah biasa. Memberi persembahan kepada Tuhan terkadang tidak seperti yang kita pikirkan.  Misalnya janda miskin justru dipuji oleh Tuhan, anak dengan 5 roti dan 2 ikan justru dipakai oleh Tuhan, dst.

 

 

 

 

 

Tetapi ketika kita mau dengan sukacita memberkati dengan cara MEMBERI, misalnya memberi senyuman, memberi waktu, memberi perhatian, memberi telinga, memberi maaf, memberi ucapan yang menguatkan hati, memberi penghiburan, memberi uang, memberi pakaian, memberi makanan, memberi pujian, memberi talenta, dll TUHAN akan  memakai hidup kita semakin indah dihadapan Tuhan dan manusia.

 

 

 

  1. Herodes( Matius 2: 1-12)
IN- Intimacy

 

Hati Herodes yang jahat membuat Herodes ingin sekali berjumpa dengan Yesus, tetapi bukan untuk menyembah Yesus, melainkan untuk membunuh Dia. Di sinilah kita lihat hati Herodes yang munafik, jahat, kejam, semuanya itu karena IRI HATI. Dia tidak ingin ada raja lain selain dirinya. Dosa membuat kita semakin jauh daripada Tuhan.
CRE- Creative

 

Sebagai seorang raja, sebenarnya Herodes mudah saja membayar orang untuk mengikuti orang Majus itu, ke mana mereka perginya. Artinya sebagai seorang raja, semua fasilitas dimiliki oleh raja itu. Tetapi tetap saja dia tidak dapat menemukan Yesus, tidak dapat membunuh Yesus. Banyak bayi dibunuh tetapi tetap saja Yesus lolos. Artinya semua fasilitas sehebat apa pun tidak menjadi suatu kepastian/jaminan untuk kita pasti dapat berhasil. Kita tidak dapat mengandalkan fasilitas /uang/kemapanan/alat/kepandaian/ dll untuk menghasilkan kreatifitas. Namun orang yang sungguh-sungguh intim dengan Tuhan, walaupun ada keterbatasan; misalnya cacat, tidak punya uang yang banyak sekali, tidak punya alat, dia tetap dapat dipakai Tuhan untuk memuliakan nama Tuhan.

 

Tuhan ingin kita jangan mengandalkan uang/kekayaan/alat-alat/talenta, tetapi Tuhan ingin kita mengandalkan TUHAN, sehingga kita bisa muncul sebagai orang yang kreatif.
DI – Discipline

 

Herodes tidak mendapatkan apa-apa karena karakter yang ada pada dirinya adalah; malas, meremehkan, merendahkan, menganggap dengan semua yang ada pada dirinya, semua orang akan menurut padanya, mengambil langkah instan; suruh saja orang majus balik ke sini, nanti akan ketahuan di manakah letak Bayi itu.  Herodes tidak diselamatkan/ tidak hidup kekal selamanya di surga,  karena tidak mau mendisiplin karakternya untuk mengasihi Tuhan, mengasihi sesama, tidak mau bertobat. Stop dari sikap instan, malas, sombong, meremahkan, merendahkan dan iri hati.
BLE – Blessing

 

Herodes tidak mendatangkan berkat, tetapi justru mendatangkan tangisan bagi seluruh Betlehem karena ada banyak bayi-bayi di bawah umur dua tahun yang dibunuh pada saat itu. Iri hati selalu mendatangkan pembunuhan, seperti Kain terhadap Habel, saudara-saudara Yusuf berniat membunuh Yusuf, dll Pembunuhan modern tidak saja berupa pembunuhan orang, tetapi juga pembunuhan potensi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KETERANGAN UNTUK GURU SEKOLAH MINGGU:

Bahasa yang saya tulis di draft di atas adalah bahasa untuk orang dewasa, sengaja saya buat demikian agar draft ini bisa juga dipakai untuk khotbah di hadapan orang dewasa. Jadi tugas anda adalah menyederhanakan menjadi bahasa yang mudah ditangkap oleh anak-anak.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PEMBAHASAN LENGKAP SEMUA TOKOH LAINNYA

  1. Malaikat Gabriel (Lukas 1: 26-38)
IN- Intimacy

 

Malaikat Gabriel adalah malaikat pembawa berita. Sebagai pembawa berita Tuhan, dia harus tahu apa yang akan dia beritakan Jika kalian rajin membaca Alkitab, maka kalian akan tahu apa yang harus kalian katakan pada siapa saja , tentang siapakah Tuhan dan apa yang sudah Tuhan lakukan bagi kita.
CRE- Creative

 

Perhatikan cara-cara yang dipakai oleh Malaikat Gabriel dalam memberitakan tentang Yesus kepada Maria Jika kalian dekat dengan Tuhan, maka Tuhan akan mengajar kepada kalian bagaimana melakukan sesuatu dengan pendekatan yang tepat. Contoh bagaimana cara melakukan pendekatan pada papa, mama, kakak, adik, teman, guru, sahabat, dll
DI – Discipline

 

Malaikat Gabriel tidak boros dalam kata-katanya, dia tidak pernah mengatakan kata-kata yang tidak berarti, melainkan semua kata-katanya penuh makna. Orang yang disiplin adalah orang yang berhati-hati dengan perkataannya, karena dalam perkataan ada kehidupan dan kematian. Maukah kalian disiplin dalam perkataan-perkataan kalian? Untuk tidak lagi mengucapkan kata-kata yang sia-sia dan mulai belajar mengatakan hal-hal yang positif.
BLE – Blessing

 

Kehadiran Malaikat Gabriel menjadi berkat bagi Maria, sehingga apa saja yang diberitakan dan dijawab olehnya ( untuk menjawab beberapa pertanyaan Maria) dapat membuat pada akhirnya Maria mengatakan ‘YA’ . Misinya berhasil. Tujuan kedatangannya berhasil. Keberhasilah Gabriel memberkati kita semua pada saat ini, dengan lahirnya Juruselamat melalui rahim Maria. Tahukah kalian, bahwa keberhasilan kalian dalam belajar, dalam bergaul, dalam mengembangkan talenta, dalam berkomunikasi dengan Tuhan, sesama dan keluarga, adalah pencapaian yang Tuhan mau agar hidup kita dapat menjadi BERKAT baik bagi Tuhan , maupun bagi sesama. Lho apa bisa kita memberkati TUHAN…?? Memberkati Tuhan artinya, hidup kita membuat Tuhan senang, Tuhan puas, Tuhan bangga.

 

 

 

 

  1. Penduduk Yerusalem ( Matius 2: 1-12)
IN- Intimacy

 

Karena mereka tidak intim dengan Tuhan, mereka tidak tahu menahu apa yang sedang terjadi pada saat itu, bahwa Juruselamat telah lahir Jangan sampai, saat Yesus datang kedua kali menjemput gereja-Nya, umat-umatNya, jangan sampai kita tidak tahu, karena kita tidak intim dengan TUHAN.
CRE- Creative

 

Karena mereka tidak intim dengan Tuhan, maka kreatifitas mereka pun tumpul. Saat mereka melihat ada tamu, orang-orang Majus dari Timur/ orang asing datang, dan mereka gempar, tetapi tidak ada satu pun dari mereka yang mau ikut orang-orang majus ini untuk menyembah YESUS. Dan karena mereka tidak berjumpa Yesus, maka tidak ada sesuatu apa pun yang istimewa yang mereka lakukan bagi Yesus. Tuhan ingin kita kreatif, tetapi kalau kita tidak intim dengan Tuhan, maka kreatifitas kita akan menjadi TUMPUL. Otak untuk mengolah kreatifitas itu dimiliki, tetapi tidak digunakan/tidak diasah.
DI – Discipline

 

Disiplin itu artinya PRAKTEK dari APA YANG SUDAH DIKETAHUI. Orang-orang Yerusalem itu tahu apa yang sedang terjadi, mereka juga tahu apa yang telah dilaporkan imam-imam kepala dan  ahli ahli taurat kepada raja Herodes, namun mereka tidak mau PRAKTEK, untuk melihat kehadiran Juruselamat itu. Disiplin artinya melakukan apa yang kita sudah tahu bahwa itu harus dilakukan. Contohnya, kita tahu kita harus mengampuni, maka kita harus mengampuni, contoh lain, kita tahu harus berbuat baik, maka kita harus berbuat baik. Itulah namanya disipline. Saat kita tahu tetapi kita tidak melakukan/ tidak praktek, itu artinya kita tidak disiplin. Orang yang tidak mendisiplin dirinya untuk berubah ke arah yang lebih baik, tidak akan bertumbuh ke arah Kristus.
BLE – Blessing

 

Penduduk Yerusalem Cuma bisa gempar saja, tetapi tidak melakukan sesuatu yang luar biasa bagi Tuhan. Mereka orang kota yang modern pada masa itu, tidak seperti para gembala yang di padang / di pinggiran kota/ di desa, tetapi sebagai orang kota, mereka tidak mengalami apa pun yang membuat mereka itu diberkati ataupun menjadi berkat. Padahal Juruselamat yang sudah lahir itu tidak jauh dari kota Yerusalem itu. Kegemparan/hiruk pikuk/belum tentu itu artinya kita bisa menjadi berkat. Misalnya : kita berpakaian mewah, makan makanan yang enak, tinggal di rumah yang megah, belum tentu kehadiran kita memberkati orang miskin di sekitar kita.

 

  1. Imam-imam kepala ( Matius 2: 1-12)
  2. Ahli-Ahli Taurat( Matius 2: 1-12)

Dua tokoh ini akan saya bahas menjadi satu pembahasan INCREDIBLE yang sama.

IN- Intimacy

 

Pengetahuan bahwa Juruselamat itu akan lahir di Betlehem, di kota Daud, tidak membuat mereka ingin menyembah Yesus. Karena hati mereka jauh daripada Tuhan walaupun mereka menguasai/hafal taurat Tuhan. Keintiman dengan Tuhan bukan karena kita hafal Firman Tuhan, tetapi karena kita cinta akan firman Tuhan, cinta akan hadirat Tuhan, ingin rindu terus menyembah Tuhan.  Lho menghafal Firman Tuhan itu tidak salah, itu bagus, tetapi tidak boleh hanya berhenti sampai di situ saja.
CRE- Creative

 

Karena mereka tidak intim dengan Tuhan, maka kreatifitas mereka pun tumpul. Saat mereka melihat ada tamu, orang-orang Majus dari Timur/ orang asing datang, dan mereka sempat menjelaskan kepada Herodes dimanakah Juruselamat itu lahir, tetapi tidak ada satu pun dari mereka yang mau ikut orang-orang majus ini untuk menyembah YESUS. Dan karena mereka tidak berjumpa Yesus, maka tidak ada sesuatu apa pun yang istimewa yang mereka lakukan bagi Yesus. Tuhan ingin kita kreatif, tetapi kalau kita tidak intim dengan Tuhan, maka kreatifitas kita akan menjadi TUMPUL. Otak untuk mengolah kreatifitas itu dimiliki, tetapi tidak digunakan/tidak diasah.
DI – Discipline

 

Disiplin itu artinya PRAKTEK dari APA YANG SUDAH DIKETAHUI. Imam-imam kepala dan ahli-ahli taurat  itu tahu apa yang sedang terjadi, namun mereka tidak mau PRAKTEK, untuk melihat kehadiran Juruselamat itu. Disiplin artinya melakukan apa yang kita sudah tahu bahwa itu harus dilakukan. Contohnya, kita tahu kita harus mengampuni, maka kita harus mengampuni, contoh lain, kita tahu harus berbuat baik, maka kita harus berbuat baik. Itulah namanya disipline. Saat kita tahu tetapi kita tidak melakukan/ tidak praktek, itu artinya kita tidak disiplin. Orang yang tidak mendisiplin dirinya untuk berubah ke arah yang lebih baik, tidak akan bertumbuh ke arah Kristus.
BLE – Blessing

 

Imam-imam Kelapa dan ahli-ahli taurat itu, Cuma bisa BERTEORI saja tetapi tidak melakukan sesuatu yang luar biasa bagi Tuhan. Mereka orang kota yang berpendidikan pada masa itu, tidak seperti para gembala yang di padang / di pinggiran kota/ di desa, tetapi sebagai orang yang berpendidikan mereka tidak mengalami apa pun yang membuat mereka itu diberkati ataupun menjadi berkat. Padahal Juruselamat yang sudah lahir itu tidak jauh dari kota Yerusalem itu. Pendidikan tinggi/belum tentu itu artinya kita bisa menjadi berkat. Misalnya : kita sekolah sampai tinggi belum tentu pengetahuan kita memberkati masyarakat dan bangsa kita.   Misalnya kita juara kelas, juara lomba, belum tentu kita menjadi pribadi yang sering mengajari teman kita yang kesulitan matematika, dll

 

 

 

 

 

Silahkan anda bisa membahas lebih lanjut untuk tokoh tokoh berikutnya:

  1. Petugas Sensus ( Lukas 2: 1-7)
  2. Bala tentara surga/ malaikat paduan suara ( Lukas 2: 8-20)
  3. Kakek Simeon (Lukas 2: 21-40)
  4. Nenek Hana (Lukas 2: 21-40)
  5. Elisabet (Lukas 1: 39-56)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

CONTOH KETERANGAN LOMBA MIMIK MUKA DI SEBUAH SEKOLAH

  1. Baik Keluarga Karyawan, Dewan Guru, maupun tiap kelas harus mengumpulkan MIMIK MUKA
  2. Tiap kelas/bagian akan mengumpulkan MIMIK MUKA yang berbeda, seluruhnya ada 24 MIMIK MUKA. Untuk itu panitia akan mengundi antar SD, SMP dan lain-lain agar ada keadilan.
  3. MIMIK MUKA menggunakan KOSTUME ALA ISRAEL, seperti jubah, kain penutup kepala, ikat kepala, ikat pinggang kain, selendang, dll. Kain yang digunakan boleh sarung, seprai, korden, selimut, jubah paduan suara, jubah babtisan, jubah drama dll
  4. MIMIK MUKA menggunakan property seperti tongkat, mahkota, dll sesuai kebutuhan tokoh yang diMIMIK MUKAkan
  5. MIMIK MUKA bisa outdoor, indoor, lokasi boleh di sekolah dan bila panitia menghendaki peserta menggunakan kamera sendiri, maka MIMIK MUKA boleh juga diambil di lokasi luar sekolah.
  6. MIMIK MUKA menggunakan kamera masing-masing/ diatur oleh panitia natal apakah akan menggunakan kameraman dari sekolah, agar kualitas gambar seragam.
  7. Tanggal 4 pengumuman lomba MIMIK MUKA ini akan diumumkan/dijelaskan. Lalu tiap kelas/kelompok akan berunding siapa yang akan ditunjuk untuk mewakili, bagaimana dengan kostumenya, dll
  8. Tanggal 5 tiap kelas/bagian akan berMIMIK MUKA
  9. Tanggal 6 MIMIK MUKA akan diserahkan ke panitia dalam bentuk softcopy dan hardcopy dengan ukuran yang ditentukan panitia
  10. Tanggal 7 MIMIK MUKA akan dipajang panitia di ruang berlangsungnya natal/pada board
  11. Pada tanggal 7 MIMIK MUKA akan dinilai oleh Juri
  12. Pada tanggal 7 MIMIK MUKA akan dikirim e-mail ke Ibu Grace untuk dibuat menjadi Power Point
  13. Tanggal 8 akan diumumkan pemenang lomba MIMIK MUKA ini.
  14. Juri ditunjuk anggota yayasan yang NETRAL.
  15. Format penilaian lomba MIMIK MUKA mohon dibuatkan oleh panitia.

Kriteria Lomba MIMIK MUKA:

  1. Mimik muka/ ekspresi muka pelakon
  2. Kostum yang sesuai dengan cerita
  3. Gesture/ body language/acting pelakon
  4. Pemakaian kreatifitas property
  5. Makeup para pelakon ( kumis, berewok, dll)
  6. Pencahayaan pada MIMIK MUKA
  7. Tata Letak MIMIK MUKA, dll

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s