MENGAMBIL HATI ORANG – MENGAJAR DENGAN GAYA BELAJAR HUBUNGAN (1)


Apa salahnya memberi jempol pada anak didik…kalau memang dia layak mendapatkan acungan jempol anda.

 

Saat saya sedang mempersiapkan ayat smart untuk sebuah sekolah di KENDARI ini, secara ‘tidak sengaja’ ( sebenarnya tidak ada ketidaksengajaan di dalam TUHAN), saya menemukan ayat yang luar biasa:

AMSAL 11;30

Hasil orang benar adalah pohon kehidupan                    (kita sebut ayat ini FRASE A)

dan

siapa bijak, mengambil hati orang                                       (kita sebut ayat ini FRASE B)

Saya menemukan rhema yang luar biasa dari ayat ini, kemudian saya tulis dan awalnya saya tulis di status FB saya, tetapi kemudian saya masukkan dalam blog saya http://www.berbagirhema.wordpress.com , dan tak lama sesudahnya, saya dibukakan lagi oleh TUHAN, bahwa rhema yang saya terima ini, terkait dengan GAYA BELAJAR DAN GAYA MENGAJAR- yaitu GAYA BELAJAR HUBUNGAN.

Gaya belajar HUBUNGAN adalah salah satu gaya belajar dari 6 gaya belajar manusia menurut VERSI ALKITAB, yang sudah saya tulis sebelumnya , dan dapat anda klik di tautan berikut ini:

ENAM GAYA BELAJAR MANUSIA MENURUT VERSI ALKITAB

Keterkaitan hal ini dengan GAYA BELAJAR HUBUNGAN inilah, yang menyebabkan saya mengurungkan niat saya, untuk hanya memuat tulisan saya di blog BERBAGI RHEMA itu saja, dan keputusan itulah yang membawa kita sampai pada tulisan ini di blog JENIUS CARA ALKITAB ini.

Saya tergelitik untuk menyelidiki lebih jauh mengenai gaya belajar hubungan ini, yang sepertinya banyak dituliskan oleh Salomo dalam amsal-amsalnya, yang mana hikmatnya didapat dari Tuhan  sendiri. Wauuu..tidak ragu saya mencantumkan angka (1) pada judul tulisan ini, dengan harapan muncul tips tips mengajar dengan gaya belajar HUBUNGAN, bagi anak-anak yang gaya belajarnya adalah gaya belajar hubungan.

Mengambil hati orang. Itu adalah perkara yang perlu kita latih.

Sebagai seorang guru kita perlu melatih cara mengajar dengan cara MENGAMBIL HATI MURID.

Penulis Amsal yang luar biasa menuliskan sbb;

AMSAL 11;30

Hasil orang benar adalah pohon kehidupan                    (kita sebut ayat ini FRASE A)

dan

siapa bijak, mengambil hati orang                                       (kita sebut ayat ini FRASE B)

Dengan mengambil hati orang/murid,  kita dapat lebih mudah menyampaikan nilai-nilai kebenaran ke dalam hidup orang itu , karna hatinya sudah terbuka terlebih dahulu.

Nilai-nilai kebenaran di sini tidak hanya berbicara mengenai Firman Tuhan, tetapi juga semua teori yang akan kita ajarkan pada anak-anak.

Tidak heran, ayat ini didahului oleh frase awal: Hasil orang benar adalah pohon kehidupan,
walaupun hasil kita seperti buah yang lezat, kalau ditolak oleh orang yang seharusnya menerima, juga akan mubazir kan…? Makanya dilanjut dengan frase berikutnya tadi; dan siapa bijak, mengambil hati orang.

Frase A: orang benar.
Frase B: orang bijak.

Orang benar belum tentu bijak, karna orang benar ada yang kaku dengan pendapatnya, memaksakan pendapatnya pada orang lain/ pada murid, walaupun pendapatnya benar, tapi caranya bisa salah.

Tetapi orang bijak itu bisa mengambil hati orang/hati murid. Dengan keahlian mengambil hati orang/hati murid inilah, orang bijak dapat menyalurkan buah-buah kebenaran dari pohon kehidupannya dengan mulus ( diterima dengan enak oleh orang-orang di sekitarnya)

Ini bicara mengenai cara. Kedengarannya simpel sih…sederhana, tetapi ini butuh KEBIJAKAN HATI, butuh latihan.

Tapi seringkali saat kita mendengar kalimat ; MENGAMBIL HATI ORANG …kebanyakan konotasi kita langsung negatif, karna cara ini sering dipakai oleh orang-orang jahat, yang bermaksud menipu, memanipulasi, merayu, menjilat, tidak tulus, memanfaatkan, dll. Orang-orang yang berkarakter seperti itu, hanya memakai frase ke dua/b dari ayat ini, dan tidak menerapkan frase A dari ayat ini..yaitu HIDUP BENAR.

Selama kita hidup dalam kebenaran, ketulusan hati, tidak punya maksud menipu, memanipulasi, merayu, menjilat, memanfaatkan orang lain/murid, dll ( yang jahat-jahat pokoknya), KITA HARUS BELAJAR MENGEMBANGKAN YANG NAMANYA – me-ngam-bil-ha-ti-o-rang/ha-ti-mu-rid.

Jadi ayat ini seperti dua sisi mata uang, di sisi yang satu HIDUP BENAR, di sisi lain BERHIKMAT untuk menyatakan kebenaran dengan cara MENGAMBIL HATI ORANG/HATI MURID.

Menangkan dulu hatinya, untuk mendapatkan jalan masuk ke dalam seluruh hidupnya.

Menangkan dulu hati murid anda, untuk anda mendapatkan jalan masuk ke dalam seluruh keterbukaannya menerima semua materi ajar.

Tips mengambil hati orang:
1. Bersikap sopan, dalam tutur kata, sikap tubuh, dan tindakan, dalam berpakaian.
2. Bersikap menghargai, mendengarkan pendapat orang lain/murid anda, memberi perhatian atas passion orang lain/murid anda, dan empaty dengan beban orang lain/murid anda
3. Bersikap jujur.
4. Mengalah, dalam arti bukan kompromi dengan dosa orang/dosa murid, tetapi mengalah dalam arti mengikuti proses orang itu/murid itu dari step enol bahkan dari step minus, sehingga kita tidak menaruh standart yang terlalu tinggi untuk digapainya, karna kita percaya pada perubahan secara proses, bukan instan. Kita ikuti prosesnya, itu yang saya maksud dengan mengalah. Memberi ruang untuk orang lain belajar dari kesalahannya untuk perbaikan di masa depan. (jangan diartikan kita kompromi dengan dosanya)
5. Mendengar dengan penuh perhatian, menyediakan telinga untuk menjadi tempat sampah, tempat keluhan, bahkan tempat sasaran emosi.
6. Memuji dengan wajar , tidak sok senior, tidak sok menggurui
7. Menjalin hubungan yang lebih mendalam, melalui sharing kehidupan.
8. Memberi perhatian lebih
9. Membawa oleh-oleh ( tidak selalu harus yang mahal)/ gift/hadiah
10. Memberi motivasi
11. Mendoakan
12. Mengasihi tanpa lelah.

13. Ramah, selalu tersenyum,

14. Memiliki intonasi yang manis saat berbicara, saat mengemukakan pendapat, saat berargumentasi, saat mengoreksi yang salah. dll

Jika anda mengembangkan gaya mengajar yang seperti ini, murid-murid yang sudah membuka hatinya dengan anda, dapat sangat cepat menyerap apa saja yang anda ajarkan di kelas.

Alkitab yang menjamin, karna Firman Tuhan ya dan amin, Salam Amsal 11:30. Catat ayat ini,

renungkan dan lakukan. Anda akan jadi guru yang luar biasa.

Bagaimana dengan guru yang sebaliknya: punya segudang ilmu untuk diajarkan,  tetapi tidak mengembangkan sikap MENGAMBIL HATI MURID- seperti contoh-contoh sikap berikut ini:

  • ketus
  • tidak suka tersenyum
  • galak
  • suka marah-marah
  • cepat menghukum, lambat mendengar duduk persoalan yang sebenarnya
  • suka mengkritik
  • tidak pernah bisa mengampuni murid dan melupakan kesalahan mereka
  • terkesan menggurui, sok pintar, tidak pernah sadar bahwa sebagai guru tidak menutup kemungkinan kita juga bisa belajar dari sosok seorang murid- mungkin belajar dari keluguan-nya, kejujuran-nya, keriangan-nya, dll
  • pelit pujian
  • pelit dorongan, senang melihat murid kerepotan
  • enggan membantu
  • enggan memakai nada lembut dalam berbicara
  • tidak mau mendengar usulan murid
  • tidak perduli keadaan murid di rumah/ kesulitan murid/keadaan keluarga murid, dll
  • menuntut lebih dari kemampuan murid
  • menjaga jarak antara guru dan murid, sehingga guru tidak pernah mensharingkan kehidupannya, hanya stop sampai sejauh materi ajar, tidak pernah memberi kisah hidup pribadinya, tertutup
  • menyudutkan, menyalahkan, mengecam, mengutuki,
  • tidak menikmati profesinya sebagai seorang guru
  • tidak pernah memberi inspirasi pada para murid

Hanya dalam sekali tatap muka dengan murid-murid anda, dalam jam pelajaran pertama, mereka semua akan menutup hatinya selamanya untuk anda, dan tidak hanya hatinya, tapi juga telinganya, dan pintu perubahan paradigma, perubahan sikap, perubahan akhlak yang ingin ada tanamkan GAGAL TOTAL pada putaran menit yang ke 60 bersamaan dengan berbunyinya bell  penanda jam pelajaran berikutnya telah tiba.

Saya harap, tidak ada guru sekolah minggu, atau guru sekolah yang gagal pada jam pertama ini, tetapi akan selalu mengembangkan keahlian MENGAMBIL HATI MURID, sehingga dalam seluruh tahun ajaran, murid-murid akan selalu buka hatinya untuk trima Firman, terima materi ajar.

GBU

Penulis: jeniuscaraalkitab

Menjadi Alat di Tangan Tuhan untuk Mencetak Generasi Jenius bagi Kemuliaan Nama Tuhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s