GAYA BAHASA YANG SALAH DARI PARA PENDIDIK


GAYA BAHASA YANG SALAH DALAM MENDIDIK ANAK

Power Point makalah ini dapat anda download dengan klik tautan berikut ini:

GAYA BAHASA PENDIDIK YANG POSITIF PADA ANAK

AMSAL 18:21

Hidup dan mati dikuasai lidah,

siapa suka menggemakannya,

akan memakan buahnya.

Apa arti ayat tersebut ? kalau anda memakai lidah untuk menggemakan kehidupan-kehidupan-kehidupan…..anda akan memakan buah kehidupan

Sebaliknya jika anda memakai lidah anda untuk menggemakan kematian-kematian-kematian…anda akan memakan buah kematian

Apa maksudnya menggemakan kehidupan ? Perkataan yang baik, yang membangun, menguatkan, menasehati, dll

Apa maksudnya menggemakan kematian ? Perkataan mengutuk, menuduh…dan masih banyak lagi (yang nanti kita akan jelaskan lebih jauh di tulisan berikut ini )

Mengapa saya terdorong untuk menulis materi ini ? Karna dari hasil pengamatan saya ada banyak sekali gaya bahasa yang salah yang diucapkan oleh para orang tua murid maupun oleh guru sekolah minggu, maupun oleh para pendidik di sekolah umum

Sebuah kue yang sudah siap dimakan, dan pada saat dimakan ada sesuatu yang aneh, misalnya karna gosong, atau karna bumbunya kurang pas, atau pun bisa karna ada campuran bahan yang berlebih atau bisa juga karna proses pematangan yang kurang pas, bisa dinilai dari rasa kue itu setelah di makan, atau bisa juga dinilai dari penulisan resep-nya yang kurang pas. Itulah sebabnya saat membaca sebuah resep, biasanya saya akan cari resep pembanding, dan saya pilih resep mana yang lebih teliti, baik dari bahan, ukuran, cara, urutan, serta saran penyajian. Pernah suatu kali saya memasak Makaroni schootel, dan hanya membaca dari satu resep, ternyata setelah dipanggang/ oven cukup lama tidak matang-matang juga, dalamnya masih lembek. Akhirnya saya mencari resep lain, dan barulah saya tahu, mestinya dikukus dulu baru di oven, saya coba, dan ternyata berhasil, harus dikukus dulu baru kemudian dipangang.

Demikian juga dengan gaya bicara. Bisa saja saya menteorikan begini begitu gaya bicara yang benar dan seharusnya, tetapi tidak salah juga kalau saya bertolak dari apa yang sudah salah (ibarat:dari kue yang sudah matang), membahasnya, dimana kesalahannya, dan baru kemudian mencontohkan gaya bahasa yang benar (ibarat : memperbaiki resep yang kurang teliti tadi)

Apakah anda siap terkejut dan siap berubah…?

Perubahan bukanlah perubahan sampai terjadi perubahan.

  1. “Dasar anak bodoh…gitu aja nggak bisa…!”

Inilah yang disebut GAYA BAHASA MENGUTUKI ANAK.

Lanjutkan membaca “GAYA BAHASA YANG SALAH DARI PARA PENDIDIK”