Andalan

MATERI P.A PEMUDA 10. RAJA MUDA YANG CENGENG??


Materi P.A. kita kali ini panjang dan lebar, kita dapat membaginya dalam 2 kali P.A. .atau bahkan 3 kali P.A.

Menengai di mana kita memotong P.A ini silahkan dapat diatur sendiri.

DOA PEMBUKAAN; Tuhan bantu aku untuk dapat melepaskan pengampunan pada orang-orang di sekitarku, dalam nama Yesus, meteraikan FirmanMu dalam hidupku dan mampukan aku untuk melakukannya dalam hidupku, dalam nama Yesus. Amin.

 

BAHAN PERENUNGAN; Pastikan semua ayat dibaca dari Alkitab

 

8 TANGISAN SANG RAJA MUDA MESIR

Disusun dengan anugerah Tuhan oleh Grace Sumilat S.MG

KELAHIRAN YUSUF

Kisah Yusuf dimulai di Kejadian pasal 37, sebelum tentunya diceritakan proses kelahirannya di pasal Kej 30:22-24. Yusuf dilahirkan dari rahim Rahel yang tadinya mandul, karna sebuah doa akhirnya Rahel pun mengalami yang namanya jawaban doa dengan lahirnya Yusuf, saat Yusuf lahir, ternyata Rahel menginginkan satu lagi anak laki-laki sebagai adik Yusuf, itulah sebabnya Yusuf adalah sebuah nama yang berarti: ‘biarlah Tuhan menambah’, dan benar juga, setelah itu Tuhan benar-benar menambah dengan lahirnya Benyamin yang arti namanya adalah Anak tangan kanan, atau anak yang mendatangkan bahagia (Kej 35:16-22)

DUA BABAK KEHIDUPAN YUSUF

BABAK I : DARI RUMAH AYAH MENUJU ISTANA RAJA

BABAK 2 : DIPAKAI TUHAN MEMELIHARA UMAT PILIHAN DI TENGAH BENCANA KELAPARAN YANG MELANDA BUMI.

Dalam lika-liku perjalanan hidup Yusuf, Tuhan menggunakan rumus yang sama yang ditujukan pada Abraham, dan juga kepada semua anak-cucu Abraham secara rohani, yaitu DIBERKATI UNTUK JADI BERKAT.

Rumus ini dapat kita baca di Kej 12:1-3. Tuhan tidak sekedar ingin kita diberkati saja, tetapi tujuan yang lebih mulia dari hanya sekedar diberkati  adalah agar kehidupan kita jadi saluran berkat bagi orang lain.

Hal inilah yang Tuhan lakukan buat hidup Yusuf, hidup Yusuf dibagi dalam tahap PROSES persiapan untuk dia menjadi pemimpin, dilanjutkan dengan DIBERKATI saat dia berhasil dilantik menjadi raja muda di Mesir, dan JADI BERKAT saat dia dipakai oleh Tuhan memelihara kehidupan seisi kaum keluarganya, dan menyelamatkan mereka dari ancaman bahaya kelaparan yang saat itu melanda dunia. Menyelamatkan sebuah bangsa, yaitu cikal-bakal bangsa Israel, bangsa pilihan Allah.

Dilantik menjadi raja muda Mesir, bukan tujuan akhir daripada Tuhan atas hidup Yusuf, saat penentu dalam hidup Yusuf justru setelah jadi raja muda Mesir, apakah ia berhasil jadi saluran berkat untuk keluarganya?

BABAK PERTAMA , 7 TIKUNGAN TERJAL TANPA AIR MATA SEDIKITPUN

Babak pertama kehidupan Yusuf dilalui tanpa air mata sedikitpun

Di kejadian 37 saat pertama kali diceritakan bahwa Yusuf bermimpi, usianya pada saat itu masih 17 tahun, yaaah kalau sekarang antara kelas 1-2 SMU.

Menarik di sini bahwa dari pasal 37 ini bermula, sampai di kej pasal 41:46 saat ia dilantik menjadi raja muda di Mesir pada usianya yang ke 30 tahun, (jadi sudah ditulis riwayat hidupnya yang mencakup 13 tahun pengembaraan di Mesir, mulai dari :

  • mimpinya ditertawakan/ dijadikan bahan ejekan
  • dilucuti
  • dimasukkan sumur
  • dijual,
  • bekerja jadi budak di rumah Potifar/ diperbudak
  • difitnah
  • dijebloskan dalam penjara
  • dilupakan teman sepenjara selama 2 tahun

tidak satu ayat pun menuliskan bahwa YUSUF MENANGIS, dalam 8 perkara tersebut.

Bagaimana mungkin hal ini terjadi? Bukankah yang Yusuf alami itu sungguh suatu hal yang sulit untuk dilalui tanpa air mata sedikitpun?

Bisa saja terjadi beberapa kemungkinan:

  • Visi yang sedemikian kuat dalam diri Yusuf untuk suatu saat mimpi-nya digenapi itulah yang mendorong dia untuk tetap bertahan dalam menghadapi segala tantangan
  • Kedekatan Yusuf dengan Tuhan, yang membuat Yusuf tetap bertahan, karna jika dibandingkan dengan Maz 1, dan kisah hidup Yusuf, bisa jadi karna Yusuf hidupnya dekat dengan Tuhan, menyebabkan apa saja yang diperbuatnya tetap berhasil, walau ia di penjara, di rumah Potifar, dan di mana saja.
  • Bisa jadi, memang Yusuf adalah pribadi yang tahan menderita.

Tetapi pertanyaannnya sekarang adalah, apakah Yusuf yang tahan menderita ini, masih tetap tahan berdiri teguh, saat dia berada di puncak kariernya?

PERTAMA KALI DICATAT GEJOLAK EMOSI YUSUF

l      Yusur menegor mereka dengan membentak (Kej 42:7)

Pertama kali Alkitab menuliskan emosi Yusuf yaitu pada saat ia berpura-pura tidak mengenal kakak-kakaknya saat kakak-kakaknya membeli gandum ke Mesir…..tetapi sungguh terasa emosional seorang Yusuf waktu ia
MENEGOR MEREKA DENGAN MEMBENTAK (Kej 42:7), padahal sebelumnya ia tidak pernah dicatat membentak siapa pun juga, baik itu kakak-kakaknya, temannya sesama budak di rumah Potifar, Nyonya Potifar, ataukah temannya di penjara, atau siapa pun juga.

Pertanyaannya sekarang, apakah bentakan Yusuf itu hanya sekedar acting/ berpura-pura semata, ataukah sebuah ‘peran antagonis’ yang awalnya ‘iseng’ tetapi kemudian sangat dinikmati?

ACTING ATAU SUNGGUHAN?

Beberapa ayat berikut ini menjadi

n      Acting  (Kej 42: 7), disertai tegoran dengan membentak

n      Memakai juru bahasa untuk menyamarkan bahwa Yusuf mengerti bahasa Ibrani (Kej 42:23)

n      Melemparkan tuduhan bahwa mereka pengintai (Kej 42:9) setelah ia teringat akan mimpinya

n      Memenjarakan mereka semua selama 3 hari Kej 42:17

n      Menyandra Simeon dan membelenggu di depan mata mereka Kej 42:24

n      Membuat gara-gara dengan piala di karung gandum Benyamin Kej 44:1-2 untuk melihat reaksi mereka, apakah mereka membenci Benyamin seperti mereka membencinya dulu.

Kalau Cuma acting, rasa-rasanya tidak perlu sampai harus memenjarakan mereka segala, membelenggu Simeon di depan mata mereka, dan lain sebagainya. Ini semua lebih mengarah pada ‘balas dendam’ terselubung. Ia sungguh ingin mereka merasakan juga rasanya dibelenggu, dimasukkan dalam penjara, diintimidasi, dan semua yang dulu pernah ia alami. Sepertinya ada kenikmatan tersendiri memerankan peran antagonis itu. Entah sampai kapan sandiwara itu akan berakhir…

NAIK TURUN EMOSI YUSUF

Perhatikan di sini naik turun emosi Yusuf. Dapatkah kita membayangkan saat kita masih hidup dan segar bugar, dikatakan sudah mati? Itulah yang dialami Yusuf saat kakak-kakaknya mengatakan dia sudah mati (Kej 42:13), perhatikan di ayat berikutnya (14-16) Yusuf pun bereaksi keras, ia tidak memperbolehkan mereka pulang, hanya satu saja yang boleh pulang dan hanya boleh datang lagi jika membawa Benyamin ke Mesir

Akhirnya mereka pun sebelum pulang, dibuat Yusuf mencicipi rasanya masuk penjara selama 3 hari.

Perubahan emosi Yusuf tampak, setelah ia mengubah keputusan setelah menjebloskan kakak-kakaknya dalam penjara selama 3 hari. Ia menyuruh mereka semua pulang, dan hanya menyandra salah satu dari mereka , yaitu Simeon. Bisa dimaklumi naik turun emosi Yusuf itu tampak, ketika perubahan keputusan itu tampaknya dikarenakan ia tidak tega kalau kaum kerabatnya mati kelaparan.

JADI KESIMPULANNYA, SEMUA ITU ACTING ATAU SUNGGUHAN?

Setelah Yusuf mengaku siapa dirinya sebenarnya dalam Kejadian 45:3, reaksi kakak-kakaknya menjadi takut dan gemetar menghadapi Yusuf. Bagaimana tidak? Mereka pernah dibentak, ditegor, disandra, dijebloskan dalam penjara, dibelenggu, dituduh, bahkan diancam untuk dibunuh (Kej 42:20). Kalau Yusuf cuma acting, rasanya tidak perlu sampai mereka takut dan gemetar. Sulit sekali membedakan antara acting dan sungguhan bagi para kakak, karna bisa saja di mata mereka, Yusuf dikawatirkan sebagai sosok raja muda yang kejam dan bengis.

SEORANG RAJA MUDA YANG MENGEJAR KEBAHAGIAAN

Yang dikejar dan didambakan Yusuf adalah bertemu dengan Benyamin, adik kandungnya. Dari kakak-kakaknya ia tahu bahwa ayahnya masih hidup, tetapi mengapa ia tidak mengejar ingin bertemu ayahnya?

Mungkin saja itu dikarenakan Yusuf curiga pada kakak-kakaknya kalau-kalau Benyamin yang pastinya juga adalah anak kesayangan ayahnya selepas kepergiannya, menjadi sasaran kebencian kakak-kakaknya seperti yang terjadi pada dirinya dulu. Oleh karna itu ia rela membunuh kakak-kakaknya kalau saja terbukti bahwa mereka membohonginya bahwa Benyamin masih hidup. (Kej 42:20). Ancaman pembunuhan ini tidak main-main, karna sudah keluar dari mulut seorang raja muda Mesir. Pada zaman dahulu perkataan seorang raja itu akan benar-benar dilaksanakan, jadi tidak mungkin raja hanya bergurau saja dalam ucapannya.

Tetapi secara rohani hal itu juga mengandung arti tersendiri. Yusuf, sang raja muda Mesir, mendambakan yang namanya BENYAMIN yang artinya KEBAHAGIAAN.

Apakah seorang Yusuf masih mengejar kebahagiaan dalam hidupnya? Apakah ia masih kurang dalam hal makanan, pakaian, kemewahan istana, keluarga yang bahagia ….? Apakah ia masih kurang puas dengan semua itu?

Ternyata kemewahan, uang, jabatan, fasilitas, tabungan, dan masih banyak lagi, tidak menjamin kebahagiaan seseorang. Dalam hidup Yusuf semuanya sudah ada, tatapi dalam hidupnya masih ada sesuatu yang masih mengganjal, yaitu: Kej 41:50-52, ada kepahitan dalam hidup Yusuf, sehingga ia berusaha mengubur dalam-dalam hal-hal yang menyakitkan di masa lalu, baik di Kanaan maupun di Mesir, itu terlihat dari caranya memberi nama anak-anaknya, Efraim dan Manasye. Melupakan masalah tidak menyelesaikan masalah, dan melupakan belum tentu disertai dengan mengampuni, tetapi mengampuni itu pasti melupakan.

Ternyata kebahagiaan tidak dapat digantikan dengan apa pun juga yang saat itu sudah dimiliki Yusuf.

Yusuf tetap ingin agar BENYAMIN didatangkan, kalau perlu disertai dengan membunuh kakak-kakaknya. Kej 42:20. Bukankah kebencian sama dengan pembunuhan? Kebencian Yusuf menjadi ganjalan dalam hidupnya, sehingga kebahagiaan yang sejati belum diraih olehnya.

Setelah panjang lebar kita membahas mengenai betapa tidak mudahnya proses Yusuf itu sampai pada titik mengampuni kakak-kakaknya, kini kita akan membahas mengenai 8 tangisan Yusuf, yang menggambarkan 8 step dalam kehidupan Yusuf, yang tentunya juga menggambarkan kehidupan kita juga.

8 TANGISAN YUSUF DI BABAK KEDUA KEHIDUPANNYA

13 tahun telah berlalu, sejak umur 17 tahun, sang remaja Yusuf bermimpi yang indah-indah, bervisi yang dahsyat-dahsyat, sampai akhirnya dia diproses sehingga di usia 30 tahun dia pun dilantik menjadi raja muda di Mesir, sebuah perjalanan panjang berliku dan terjal dilaluinya tanpa tangisan sedikitpun. Benar-benar hebat !

Kini telah berlalu selama 7 tahun masa kelimpahan dan 2 tahun masa kekeringan….usianya kini telah mencapai 39 tahun. babak kedua kehidupannya kini dimulai dengan kedatangan kakak-kakaknya.

mari kita ikuti tangisan demi tangisan yang mengalir di pipi Yusuf, sang raja muda Mesir itu…

TANGISAN YUSUF YANG PERTAMA

TANGISAN SAKIT HATI
KEJADIAN 42: 24

…kala itu Yusuf yang berpura-pura memakai juru bahasa, padahal ia tahu semua yang dipercakapkan kakak-kakaknya, ia mendengar kakak-kakaknya saling menyalahkan perihal kejahatan yang mereka lakukan dulu padanya.

saya membayangkan peristiwa itu, dan menyimpulkan bahwa pada saat itu Yusuf seperti dipaksa MEMBONGKAR LUKA LAMA YANG MENYAKITKAN.

Dia sebenarnya sudah bertekad melupakan saja masa lalu yang kelam itu , hal ini terlihat di caranya dalam memberi nama anaknya, Lihat Kejadian 41:50-52. Masa lalu yang kelam itu terdiri dari dua babak, masa lalu yang tidak enak saat ia dijahati oleh kakak-kakaknya di negrinya sendiri, dan masa lalu yang kelam saat ia difitnah istri Potifar dan dipenjara tanpa alasan dan dilupakan oleh Juru minuman raja.

LUKA yang belum sembuh, tetapi diungkit kembali akan menimbulkan AIR MATA YANG MENYAKITKAN. Dan luka itu kembali menganga saat (kej 42:9,13,22) kakak-kakaknya pun menyebutkan bahwa ia sudah tiada, bahwa ia sudah mati, bahwa ‘darah’ kematiannya menuntut kehidupan kakak-kakaknya. Tangisan ini adalah tangisan yang lahir dari trauma masa lalu yang menyakitkan, tangisan sakit hati karna ada luka lama yang disangka sudah sembuh karna sudah dilupakan ternyata masih bernanah.

Arti dari tangisan pertama ini : Tangisan sakit hati akan menghambat kita beranjak dari tahap pertama pada tahap kedua dalam kehidupan kita, menghambat kita beranjak dari tahap diberkati kepada tahap jadi berkat

Ingat dua mimpi Yusuf yang berbeda artinya, mimpi pertama menceritakan dimana gandum kakak-kakak Yusuf menyembah pada gandum Yusuf. Dalam mimpi ini digambarkan keberadaan Yusuf yang menjadi pemimpin, mengatasi kakak-kakaknya. Hal ini sudah digenapi saat Yusuf menjadi raja muda Mesir, dan kakak-kakaknya datang membeli gandum padanya.

Bagaimana dengan mimpi kedua? Tidak hanya ada bintang milik Yusuf, tetapi juga ada 11 bintang lainnya yang menyembah bintang Yusuf, tetapi tidak hanya itu saja, ada matahari dan bulan yang ikut menyembah. Pada saat Yusuf bermimpi ini, sebenarnya ibunya , Rachel, sudah meninggal, lalu kalau matahari menggambarkan ayah, mengapa digambarkan juga Bulan, bukankah pada saat Yusuf jadi raja muda Mesir, sang ibu tidak ikut datang ke Mesir, karna bahkan pada saat Yusuf masih bermimpi di usia belianya 17 tahun pun, sang ibunda telah tiada. Matahari dan bulan dan 12 bintang adalah penggambaran dari sebuah KELUARGA. Yusuf tidak hanya dibawa Tuhan pada mimpi pertama, jadi pemimpin, jadi orang yang berhasil saja, tetapi, Tuhan akan bawa Yusuf pada mimpi yang kedua, yaitu jadi berkat buat KELUARGA, memberi makan kaum keluarganya dan menyelamatkan mereka dari ancaman bahaya kelaparan, dan dengan demikian dia dipakai Tuhan untuk menyelamatkan cikal bakal bangsa Israel, umat pilihan Tuhan.

Mari beranjak dari mimpi pertama kepada mimpi yang kedua. Diberkati untuk kemudian bisa jadi berkat

TANGISAN YUSUF YANG KE DUA

TANGISAN RINDU TAK SAMPAI

Kej 43: 29-31

Yusuf menangis dengan sangat terharu saat ia melihat Benyamin, adik kandungnya. Kerinduan yang sangat dalam yang dipendam selama 22 tahun (13 tahun dari bermimpi sampai dilantik jadi raja muda, ditambah 7 tahun kelimpahan, ditambah 2 tahun masa kelaparan , KEj 45:6). Bahkan diceritakan bahwa Yusuf MENAHAN hatinya dari rasa rindu yang hebat (Kej 43:31)

Beda ceritanya, jika saat itu Yusuf sudah mengambil keputusan untuk mengampuni kakak-kakaknya, dan ia sudah memperkenalkan diri pada mereka, pastilah saat itu ia sudah dapat melepas rindunya pada Benyamin dan merangkulnya seperti yang ia lakukan setelah ia mengakui siapa dia sebenarnya di pasal 45:14.

Artidari tangisan kedua ini adalah : LUKA lama yang belum sembuh, KEPAHITAN yang belum dibereskan, HUBUNGAN yang rusak dan belum dipulihkan , akan menimbulkan TANGISAN. Tangisan ini adalah sebuah bentuk tangisan yang lahir dari adanya kerinduan-kerinduan yang belum tercapai.

Selama belum ada pengampunan, kebahagiaan yang sejati (Benyamin) tidak dapat diraih,  sekalipun sudah tinggal di istana yang mewah sekalipun

Mungkin anda rindu adanya pemulihan ekonomi, rindu pertobatan pasangan atau anak-anak anda, atau rindu segera mendapat pasangan, dll. Ayo lepaskan diri dari kepahitan, lepaskan pengampunan buat orang-orang yang menyakiti hati saudara, jangan biarkan ada air mata kerinduan yang tak sampai, tumpah ke pipi saudara.

TANGISAN YUSUF YANG KETIGA

TANGISAN PENGAMPUNAN

Kej 45: 1-4

Ada tangisan yang begitu keras, sampai-sampai seisi istananya mendengar tangisan itu. Darimana datangnya tangisan itu? Dari kej 45:1 Yusuf sudah tidak bisa lagi menahan hatinya. Saat ia memutuskan untuk memperkenalkan diri pada kakak-kakaknya, saat ia memutuskan untuk mengampuni kakak-kakaknya, ada sesuatu hal yang menyakitkan yang dicabut dari akar tanah hatinya.
Apa itu?
yaaaah semacam rasa sakit yang selama ini ‘dipelihara’ , menungu saatnya pembuktian siapa yang benar atau salah (baca hal ini di kej 42:9), menunggu saatnya pembalasan (Yusuf membentak mereka, menuduh mereka mata-mata, memenjarakan mereka selama 3 hari, menyandra salah satu dari mereka sampai Benyamin tiba, dan membuat gara-gara dengan meletakkan piala di kantung Benyamin), menguji apakah ada pertobatan di kakak-kakak, apakah mereka masih ada iri pada Benyamin adiknya, dll

rasa sakit yang terkadang mungkin terasa enak itu, kini harus berakhir. Kini harus mengambil langkah melupakan walau kadang mengingat kejahatan mereka di masa lalu itu sakit-sakit enak. Kini harus mengambil langkah mengampuni walau kadang sensasi membalas dendam itu rasanya memuaskan hasrat kemarahannya yang terpendam selama 22 tahun ini.

Saat keputusan itu diambil, ada EGO yang dibunuh, butuh kerelaan hati untuk berkata “ya sudah…saya digitukan ya ndak papa…”, butuh kerendahan hati untuk tidak berkata ‘sekarang saya berkuasa, …lha terus kamu mau apa…hah…?” , butuh hikmat untuk tidak perlu berkata “Bener kan mimpiku dulu itu…? Percaya nggak sekarang, bahwa aku jadi pemimpin atas kalian…?”

Itu sakit…kematian EGO itu sakit.

Saat ada air mata kala mengampuni, lepaskan saja, air mata pelepasan pengampunan itu sangat berharga di mata Tuhan, lepaskan tangis itu sekeras mungkin, tak mengapa, hati yang hancur tidak dipandang hina oleh Tuhan. Menurut penelitian, saat kita menangis, ada detoksifikasi yang sedang terjadi, ada racun-racun yang dibuang keluar dari tubuh kita.

Tangisan ketiga ini adalah titik terkritis dalam hidup Yusuf, karna tangisan ini adalah tangisan penentu akhir dari sebuah babak sandiwara. Terkadang kita tidak mau kehilangan ‘peran antagonis’ yang terkadang mengashikkan. Titik kritis dalam hidup Yusuf jusru bukan saat dia ada di sumur, dipenjara, dan lain-lain. Tetapi di tangisan ke tiga ini. Tangisan pengampunan inilah yang menyebabkan Yusuf dapat menaruh prioritas ilahi di atas agenda pribadinya, hal ini dapat kita lihat pada komentar Yusuf di kej 45:5-7, Yusuf memutuskan untuk sepakat dengan Tuhan bahwa pelantikannya jadi raja muda Mesir (Kej 45:8) hanyalah sebagai alat untuk mencapai tujuan utama Tuhan dalam hidupnya di Kej 45:5-7. Bandingkan dengan Rom 8:28, bahwa Allah turut bekerja di dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Kesadaran Yusuf, bahwa ia diberkati untuk tujuan utama jadi berkat.

Sama seperti Ester dipakai Tuhan menyelamatkan bangsa Israel dari pembunuhan keji, maka Yusuf pun dipakai Tuhan untuk menyelamatkan bangsa Israel dari ancaman bahanya kekurangan pangan yang saat itu melanda DUNIA.

Titik terkritis dalam hidup Yusuf ternyata di sini, di air mata ketiga. Bukan adanya dia di sumur gelap, bau, penuh tikus dan kecoa, bukan saat dia dijual di negri asing, bukan saat dia mengepel dan menyapu rumah Potifar, juga bukan saat menahan rasa sakit karna fitnahan tante Poti, juga bukan saat ia meringkuk di penjara tanpa sebab yang masuk akal, menunggu selama 2 tahun tanpa batas yang pasti, karna juru minuman melupakan dia.

Mengapa itu semua bukan titik kritis…?

Karna hanya dengan cara itu, Tuhan memakai skenario ‘unik’ dari babak- ke babak untuk menempatkan Yusuf menjadi Raja Muda di Mesir, Dia melengkapi Yusuf dengan:
-keahlian menafsirkan mimpi
-kecerdasan bergaul sehingga dimana pun disukai
-kepemimpinan sehingga dimana pun dianggat menjadi kepala
-pembentukan sikap hati dan karakter yang baik, sehingga di manapun selalu menjadi kesayangan.
-kemampuan memanagement sehingga bisa diberi hikmat mengatur strategi pendistribusian pangan selama 14 tahun.

tetapi setelah Yusuf duduk di kursi Raja Muda……ternyata itu bukan pencapaian akhir bagi Tuhan. Tuhan ingin memakai Yusuf jadi penyelamat keluarganya, kerabatnya.

Pencapaian akhir bagi Tuhan, belum tentu dijadikan Yusuf pencapaian akhir, kini Yusuf bisa berkata:
“semua sudah sukses sekarang….mau apa lagi…? Pura-pura tidak kenal kakak-kakak jahat itu juga nggak papa kog, nggak pengaruh apa-apa dalam hidupku”

Karna Yusuf bukan robot, ia bisa sakit hati, ia bisa terkenang perkara menyakitkan, ia bisa trauma, ia bisa menggunakan kekuasaannya untuk membalas dendam atau apa saja

Inilah titik kritis Yusuf, tetapi saat ia akhirnya berani berkata “Ya Tuhan, aku mau mengampuni mereka, karna aku tahu kursi raja muda ini bukan finish….tetapi finishnya adalah memeluk kakak-kakakku itu, dan memberi mereka makan agar mereka tetap hidup…kalau itu yang Engkau mau…aku juga mau Tuhan”
Titik kritis itu lewat….

Aneh kan Alkitab itu? Masa-masa Yusuf mengalami masa sulit, tak satupun membahas mengenai Yusuf menangis. Sampai ia jadi raja muda, tetapi saat ia sudah di posisi puncak…Alkitab mencatat ada delapan kesempatan ia menitikkan air mata

KEJ 45: 9, tangisan pengampunan membuat Yusuf beranjak dari mimpi pertama kepada mimpi keuda, bisa jadi berkat buat semuanya, dan tidak terlewatkan untuk bertemu dengan ayahnya dan mendapatkan doa berkat dari ayahnya sebelum ayahnya meninggal.

Seandainya Yusuf tidak menghentikan actingnya, tentunya ia hanya dikenang sebagai raja muda Mesir saja, tetapi tida dikenang sebagai alat yang dipakai Tuhan menyelamatkan cikal-bakal bangsa Israel dari ancaman bahaya kelaparan yang melanda dunia saat itu.

Memang air mata ketiga ini sangat menyakitkan, tetapi harus dialami atau Tuhan akan memakai orang lain (Bandingkan dengan Ester 4:14)

Arti dari air mata ketiga ini : Kalau kita ingin jadi berkat, tidak hanya sekedar diberkati, air mata ketiga ini , yaitu air mata pengampunan harus dialami, Tanpa pengampunan, kita tidak dapat menjadi berkat.

TANGISAN YUSUF YANG KEEMPAT

TANGISAN BAHAGIA

Kej 45: 14

Ada air mata yang terlepas saat kerinduan itu tersampaikan, yaitu memeluk adik kandungnya yang sudah 22 tahun tak bersua. Ada hasrat yang terlepas, ada sebuah kenyataan bahwa yang dirindukan ada di depan mata dan siap dipeluk tanpa ada batasan RAJA MUDA dan PEMBELI GANDUM, tanpa ada batasan bahasa Mesir dan bahasa Ibrani, tanpa ada batasan antara Kanaan dan Mesir, tanpa ada batasan antara kakak dan adik, tanpa ada batasan si kaya dan si pengembara.

Itulah air mata bahagia, air mata haru. terkadang aneh juga, karna air mata juga hadir tidak pada saat duka saja, tetapi juga pada saat suka yang amat sangat.

Arti tangisan keempat : Yusuf tak kan mengeluarkan air mata sukacita ini, kalau ia terus menunda dan tak kan memperkenalkan diri pada saudara-saudaranya. Yusuf tak kan mengeluarkan air mata sukacita ini, kalau ia tidak mengambil keputusan untuk mengampuni kakak-kakaknya.

Tangisan bahagia ini tidak dapat digantikan oleh kemewahan istana Mesir sekalipun.

Bisa saja Yusuf bertahan hanya di air mata pertama saja, yaitu air mata yang keluar karna rasa sakit hati, atau kemudian hanya bertahan di air mata berikutnya, yaitu air mata menahan rasa rindu. Dan seterusnya mereka akan jadi orang asing terus, dan akhirnya sampai menutup mata, ia hanya dikenal sebagai Raja Muda Mesir yang sangat terkenal saja, tetapi tidak dikenal sebagai orang yang dipakai Tuhan menyelamatkan kehidupan sebuah bangsa pilihan.

Perlunya Yusuf melewati air mata ketiga…yaitu air mata yang sangat menyakitkan daging, yaitu air mata melepas pengampunan….barulah tahap akhir ada air mata sukacita, air mata haru.

Mengapa ada banyak kerinduan kita belum terjawab? Mungkin karna ada titik kritis yang belum kita lewati…yaitu titik dimana kita memutuskan untuk melepaskan pengampunan. Tangisan keempat ini tak kan lahir tanpa adanya tangisan ketiga.

Dalam tangisan keempat ini ada semua kerinduan, angan-angan dan cita-cita serta pokok doa yang bisa terjawab saat melepaskan pengampunan. Doa orang benar jika dengan yakin didoakan sangat besar kuasanya. Orang benar di sini salah satu artinya adalah orang yang mau mengampuni

TANGISAN YUSUF YANG KELIMA

TANGISAN PEMULIHAN

Kej 45: 15

Mengapa saat memeluk Benyamin dengan kerinduan , tangisan dituliskan, dan di ayat berikutnya saat memeluk kakak-kakak yang lainnya , dituliskan lagi ia menangis… apakah tangisan ini berbeda?
Oh ya , jelas berbeda, karna pada Benyamin adalah tangisan kerinduan yang terlepas dan melegakan, tetapi pada kakak-kakak ada tangisan pemulihan

Tangisan pemulihan inilah yang melahirkan kemesraan dari sebuah hubungan yang tadinya retak, dan lumernya kekakuan komunikasi yang seolah-olah dibatasi tembok tebal, bahkan sanggup menyambungkan kembali komunikasi yang tadinya terputus. Kebekuan-kebekuan kini menjadi lumer (Bandingkan dengan kej 45: 3, 4)

Ketika ada tangisan pemulihan, semua berjalan dengan manis, akrab, indah, dari hati-ke hati, dst

Hasil dari tangisan ketiga (pengampunan), keempat (kebahagiaan) dan kelima (pemulihan) ini menghasilkan Kej 46: 16-20, saat Yusuf menerima kakak-kakaknya dengan baik dan mesra,  maka Firaun pun memperkalukan hal yang sama. Berkat tanah gosyen pun mengalir melalui kebaikan hati Firaun.

Jika yang terjadi sebaliknya, (kepahitan, kemarahan, dan hubungan yang kaku) mungkin Firaun akan ‘bantu’ Yusuf memenjarakan kakak-kakaknya selama-lamanya.

Hal ini sejalan dengan Maz 133, dimana ada kerukunan, kemesraan, disitulah Tuhan memerintahkan berkat untuk turun, seperti embun dan minyak yang mengalir.

Mungkin ada berkat-berkat yang beku/macet/belum cair dalam hidup kita, hal ini dikarenakan mungkin karna belum adanya tangisan pengampunan yang melahirkan datangnya tangisan pemulihan ini. Saat Zion dipulihkan, keadaan mereka penuh dengan tawa, lebih dari sekedar kebahagiaan biasa . (lebih daripada memeluk BENYAMIN)

TANGISAN YUSUF YANG KEENAM

TANGISAN MUJIZAT ITU NYATA

Kej 46:29

Tangisan ini adalah tangisan saat Yusuf bertemu dengan ayahnya Yakub. Mengapa kita namakan tangisan ini adalah tangisan Mujizat itu nyata? Karna pertemuan ini adalah hal yang mustahil di mata Yusuf, Yusuf  pun ragu apakah pada masa itu ayahnya masih hidup (lihat di Kej 43: 27, dan 47:28), serta hal ini pun menjadi hal yang mustahil di mata Yakub (Kej 45:26), Yakub sama sekali tidak menyangka kalau ia bakal bisa bertemu lagi dengan Yusuf.

Mengapa hal ini terjadi seperti itu? Mari kita main hitung-hitungan matematika Alkitab, untuk menghitung usia Yakub saat Yusuf pergi dijual ke Mesir

  • Usia Yusuf saat dijual ke Mesir (Kej 37:2), 17 tahun
  • Usia Yusuf saat dilantik jadi raja muda di Mesir (Kej 41:46) adalah 30 tahun
  • Jadi Yusuf diproses selama 30-17 = 13 tahun
  • Pada saat kakak-kakak Yusuf datang membeli gandum, saat itu adalah tahun kedua di masa 7 tahun kekeringan, itu artinya sudah melewati 7 tahun kelimpahan.
  • Jadi pada saat kakak-kakak datang membeli gandum (Kej  45:6)  itu adalah 13 tahun + 7 +2 = 22 tahun selepas kepergian Yusuf
  • Usia Yakub saat meninggal adalah 147 tahun (Kej 47:28), padahal di usia itu dicatat ia telah tinggal di Mesir selama 17 tahun
  • Jadi usia Yakub saat bertemu dengan Yusuf di Mesir adalah 147 -17 = 130 tahun.
  • Jadi usia Yakub saat berpisah dengan Yusuf saat Yusuf dijual ke Mesir adalah 130 – 22 = 108 tahun
  • Jadi usia Yakub saat Yusuf dilahirkan adalah 108 – 17 = 91 tahun, oleh karna itu Kej 37:3 mencatat bahwa Yusuf dilahirkan pada masa tuaYakub.
  • Jadi usia Yusuf saat bertemu ayahnya di Mesir adalah 17+22 = 39 tahun

Kini bisa kita bayangkan, bahwa Yusuf dilahirkan saat ayahnya berusia 91 tahun, dan saat Yusuf terpisah dari ayahnya karna dijual ke Mesir. usianya saat itu adalah 17 tahun, sedang usia ayahnya adalah 108 tahun. Kini telah berlalu 22 tahun kemudian, usia Yusuf kini mencapai 39 tahun, dan menurut perhitungan Yusuf, ayahnya kini telah berusia 130 tahun….dan masih hidup?

Waaau…luar biasa kalau masih bisa berkesempatan bertemu ayah. Dan karna kebaikan Tuhan, ia diberi kesempatan merawat ayahnya selama 17 tahun lagi. Jumlah tahun yang sama dimana Yusuf dari masa kecil sampai usia 17 tahun menerima kasih sayang ayah yang luar biasa.  Sebuah mujizat telah terjadi

Arti tangisan ke enam, pada titik ini bukan hanya hal-hal yang dirindukan/diimpikan/diidamkan yang Tuhan berikan setelah kita mengampuni, tetapi akan ada berkat yang diperintahkan, bahkan akan ada mujizat-mujizat yang kita alami, kita akan melihat perkara-perkara ajaib terjadi dalam hidup kita, hal-hal yang dahsyat yang Tuhan berikan buat kita, semua yang tak pernah kita pikirkan yang telah Dia sediakan bagi kita.

TANGISAN YUSUF YANG KETUJUH

TANGISAN ANAK SULUNG

Kej 50:1

Dalam tangisan ketujuh ini, Yusf menangis saat ayahnya meninggal dunia. Yusuf menangis karna sedih, karna ia kehilangan orang yang disayangi, tetapi juga tangisan kelegaan karna :

  • bisa bertemu dengan ayah lagi setelah terpisah selama 22 tahun, dalam usia ayah yang saat itu sudah sangat tua, 130 tahun
  • bisa merawat ayahnya selama 17 tahun di Mesir, dan menyelamatkan dari bencana kelaparan
  • bisa mendapat doa berkat sebagai berkat anak sulung, yaitu berkat double porsi (walaupun secara lahiriah Yusuf bukan anak sulung, tetapi ialah yang mendapat berkat hak kesulungan) Kej 48:22, Kej 49: 22-26, terutama ayat 26c
  • bisa berkesempatan dimana anak-anaknya (Efraim dan Manasye) mendapat doa berkat dari ayahnya
  • bisa menguburkan ayahnya dengan penguburan yang megah, Yusuflah yang memimpin upacara penguburan ini diantara kakak-kakaknya (Kej 50:14)
  • bisa menguburkan ayahnya di kuburan yang diinginkan ayahnya

Arti tangisan ketujuh ini: tidak cukup hanya mimpi yang digenapi, dan mujizat yang terjadi, tetapi lebih dari itu, ada berkat double porsi / hak kesulungan yang akan kita dapatkan, saat kita berhasil melewati air mati ketiga / air mata pengampunan. Karna air mata pengampunan Yusuf adalah pintu untuk bertemu dengan akhir dari kehidupan Yakub yang bertepatan dengan  moment doa berkat dan waris.

TANGISAN YUSUF YANG KEDELAPAN

TANGISAN UJIAN

Kej 50:17

Setelah 17 tahun mereka tinggal di Mesir, itu artinya 5 tahun menyelesaikan masa kelaparan, dan ditambah dengan 12 tahun masa pemulihan di Mesir, ayah mereka meninggal dunia. Setelah ayah meninggal, kakak-kakak Yusuf begitu kuatir kalau Yusuf membalas dendam pada mereka selepas kepergian ayah mereka. Mereka pun sekarang bergantian acting pada Yusuf, membuat cerita karangan akan pesan terakhir Yakub serta mengirim utusan untuk menyampaikan pesan itu.

Saat Yusuf mendengar pesan itu disampaikan, ia pun menangis. Apa belum cukup pembuktian selama 17 tahun ini, bahwa ia mengasihi mereka dengan tulus? Apa belum cukup pembuktian selama 17 tahun ini bahwa ia memelihara hidup mereka?

Tangisan ini adalah tangisan yang lahir dari rasa sakit hati karna tidak dipercaya, tidak dimengerti, tidak diterima dengan tulus, oleh kakak-kakaknya.

Jika timbul sakit hati kedua karna hal itu, dan Yusuf tidak bisa mengatasinya, bisa jadi Yusuf gagal untuk menjadi berkat (bandingkan dengan ayat Kej 50:19-21)

Arti dari tangisan kedelapan ini adalah: tangisan terakhir ini adalah tangisan yang menentukan apakah kita akan terus menjadi berkat atau tidak, tangisan ujian apakah kita akan tetap mengampuni atau tidak, tangisan ini adalah tangisan ujian apakah kita akan kembali pahit atau tidak, jika lulus dalam hal ini, akan menimbulkan ketenangan pada orang-orang sekitar dengan perkataan yang nyaman didengar (Kej 50:21 c). Tangisan ini adalah tangisan garis akhir atau tangisan garis penentu

KESIMPULAN

  • Ada tangisan sakit hati yang terkadang mampir dalam hidup kita
  • Ada tangisan kerinduan yang tak sampai, terkadang menerjang hidup kita, sehingga ada banyak kerinduan, cita-cita, angan-angan yang tidak tergapai dalam hidup kita
  • Tuhan ingin kita melepaskan tangisan pengampunan
  • Tangisan pengampunan ini akan mendatangkan tangisan bahagia, dimana semua impian kita jadi nyata
  • Tangisan pengampunan ini juga yang akan membawa kita pada pemulihan, sehingga berkat-berkat yang beku kini dilumerkan, dan berkat pun diperintahkan turun
  • Tangisan pengampunan ini juga yang akan membawa kita pada tangisan mujizat, semula hal yang kita piker mustahil, itu menjadi tidak mustahil bagi hidup kita.
  • Setelah itu kita diberikan juga tangisan ke 7 yaitu tangisan anak sulung yang membuat kita hidup dengan double porsi, double berkat
  • serta tangisan yang ke 8, yaitu tangisan ujian, yang membuat kita bisa terus jadi berkat.

Setelah kita sampai pada tangisan ke 6, kita dibawa Tuhan pada kelimpahan yang limpah ruah dalam hidup kita. Perhatkian Kej 46, dengan judul Yakub pindah ke Mesir, di sinilah Yusuf mengalami tangisan Mujizat itu nyata saat bertemu dengan ayahnya, kita maju ke Kej 47 dengan judul Yakub dan Firaun. Kita terus maju ke Kej 47: 13-26 dengan judul tindakan Yusuf.

dalam 14 tahun, Mesir mengalami 7 tahun masa kelimpahan dan 7 tahun masa kelaparan. Saat Yakub datang, itu adalah tahun kedua di masa kelaparan, itu artinya masih ada 5 tahun lagi masa kelaparan itu belum berlalu.

Menarik di sini, ternyata catatan Alkitab mengenai tindakan Yusuf untuk mengatur distribusi gandum bagi seluruh Mesir, bukan di catat di pergantian 7 tahun kelimpahan menuju 7 tahun kelaparan, tetapi Tindakan Yusuf itu dicatat di tahun kedua masa kelaparan SESUDAH YAKUB DAN SELURUH KERABATNYA DATANG KE MESIR.

Itu artinya, tangisan pengampunan itulah yang juga memungkinkan datangnya cikal bakal bangsa Israel itu ke MESIR. Setelah mereka datang ke MESIR, barulah Tuhan membukakan pada Yusuf hal-hal yang harus dilakukan untuk menyelesaikan 5 tahun kelaparan yang masih tersisa itu.

Apa yang Yusuf lakukan dalam 5 tahun tersisa itu?

  • gandum diberikan dengan pengganti uang
  • setelah uang orang Mesir habis, gandum diberikan dengan pengganti ternak
  • setelah ternak habis, gandum diberikan dengan pengganti orang mesir dan tanah milik rakyat
  • kini semua uang rakyat, ternak rakyat, rakyat itu sendiri dan tanah milik rakyat, kini MENJADI MILIK FIRAUN
  • bayangkan betapa kayanya Firaun itu….?
  • tidak hanya itu, setelah mereka menabur dan menuai, 20 persen hasil tanah itu menjadi milik Firaun, karna tanah dan tenaganya kan sudah dibeli oleh Firaun?!!
  • dan bayangkan …..juga kekayaan yang tak henti-henti milik Firaun itu menjadi bagian Yusuf juga….
  • Kog bisa? Ya …karna Yusuf sangat berjasa membuat Firaun menjadi kaya, serta Yusuf juga memiliki hubungan yang baik dengan Firaun, bahkan Firaun menganggap Yusuf sebagai ayahnya (Kej 45:8). hubungan Firaun dengan Yusuf bukan hanya hubungan kerja, tetapi Yusuf yang kebapakan itu telah juga mengayomi Firaun dalam hubungan bapa-anak yang sangat kekeluargaan.

Perhatikan di sini Kej 47:26 dituliskan akhir dari Tindakan Yusuf, dan diayat selanjutnya Kej 47:27 dituliskan sbb:

MAKA diamlah Israel di tanah Mesir, di tanah Gosyen, dan mereka menjadi penduduk di situ, Mereka beranak cucu dan sangat bertambah banyak.

Darimana biaya hidup mereka yang sangat bertambah banyak itu di negri asing…? Jelas dari kekayaan Yusuf yang berasal dari kekayaan Firaun. Darimana kekayaan Firaun ? Dari semua hikmat Tuhan yang Tuhan taruh di hati Yusuf. Bandingkan, bahwa sebelumnya Potifar pun diberkati saat Yusuf tinggal di rumahnya.

Sampai kapan biaya hidup itu terus mengalir…? Toh 14 tahun dari 7 tahun masa limpah dan 7 tahun masa kekeringan itu telah lama berlalu….?

Sampai Yusuf mencapai usia 110 tahun, perhatikan yang dicatat di akhir kisah ini

Kej 50: 22 Adapun Yusuf, ia tetap tinggal di Mesir beserta kaum keluarganya, dan Yusuf hidup seratus sepuluh tahun.

Berapa lama Yusuf tetap eksis setelah dilantik?

►    110 (usia Yusuf saat meninggal) – 30 tahun (usia Yusuf saat dilantik) = 80 tahun

Berapa lama Yusuf bertahan memberi makan sanak saudaranya yang bertambah banyak itu?

110 tahun (Usia Yusuf saat meninggal) – 39 tahun (usia Yusuf saat pertama memberi makan saudara-saudaranya di Mesir) =  71 tahun.

Berapa lama Yusuf tetap eksis, padahal 14 tahun  masa kelimpahan dan kekeringan itu telah berlalu?

►    110 (usia Yusuf saat meninggal) – 30 tahun (usia Yusuf saat dilantik) = 80 tahun

►    80 tahun  – 14 tahun (Thn kelimpahan + kekeringan)  = 66 tahun setelah masa itu lewat

Dalam semua masa itu Yusuf sempat melihat Efraim, anak dari Efraim (cucu Yusuf) sampai , cucu Efraim (buyut dari Yusuf), serta buyut dari Efraim (canggah dari Yusuf)

Di sini kita simpulkan bahwa Kej 47:12, ada sebuah tujuan Tuhan yang sudah tercapai dalam hidup Yusuf, sebuah hidup yang dipersembahkan di atas Mezbah

Mari kita kembali pada rumus awal, bahwa diberkati saja bukan menjadi tujuan akhir. Sekedar menjadi raja muda Mesir, itu adalah tujuan murahan. Puncak kesuksesan justru bukan saat pelantikan, tetapi saat tangisan yang pertama, kedua-ketiga dan seterusnya sampai tangisan ke delapan

Diberkati untuk jadi berkat adalah Tujuan Tuhan dalam hidup kita

Mari miliki tangisan pengampunan untuk pintu menuju Tujuan Akhir Tuhan dalam hidup kita, dan jangan hanya stop di tujuan murahan

Mari bertobat dari dosa pelit, orang kikir tidak mendapat bagian dalam kerajaan Sorga. Atau kalau tidak, Tuhan bisa memakai orang lain.

Hati yang bermurah hati, hati yang suka mengampuni, hati yang suka memberi adalah hati yang siap diberkati Tuhan dengan berkat berlimpah dimana kekayaan bangsa-bangsa akan dialirkan dalam hidup kita.

Siapakah dan maukah…? Mengenai siapa dan bidang apa yang Tuhan percayakan untuk kita ‘berkati’ , Tuhan yang akan membawa kita ke arah sana asal kita mau.

=====================

DOA PENUTUP; Ambil waktu merenungkan setiap tangisan Yusuf dan mintalah Roh Kudus mengingatkan bagian-bagian dalam hidupmu yang perlu dipulihkan, dan mintalah Tuhan memulihkan setiap luka hati. Ijinkan Tuhan melawat hidupmu, dengan melepaskan pengampunan dan mendoakan setiap orang yang telah pernah melukaimu.

 

Mintalah pembimbing rohanimu untuk mendengarkan sharingmu dan mendoakanmu.

 

 

Andalan

MATERI P.A PEMUDA 9. BAPA DENGAN DUA ANAK


BAPA DENGAN DUA ANAK

 

Dalam materi ini; kita melihat dari dua sisi, yaitu sisi orang tua/ khususnya BAPA, dan sisi anak, baik type anak si sulung dan type anak si bungsu.

Doa Pembukaan; bersyukurlah atas setiap keluarga yang Tuhan berikan.

 

LUKAS 15: 1-32

15:11 Yesus berkata lagi: “Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki. a  15:12 Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. b  Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu c  di antara mereka. 15:13 Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh 4 . Di sana ia memboroskan harta miliknya itu d  dengan hidup berfoya-foya. 15:14 Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat. 15:15Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya. e  15:16 Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya. 15:17 Lalu ia menyadari keadaannya 5 , katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. 15:18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa f  terhadap sorga dan terhadap bapa, 15:19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa. 15:20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh 6 , ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan 7 . Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. g  15:21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, h  aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa. 15:22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah i  yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya j  dan sepatu pada kakinya. 15:23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. 15:24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, k  ia telah hilang 8  dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria. l  15:25 Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian. 15:26 Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu. 15:27 Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat. 15:28 Maka marahlah 9  m  anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.15:29 Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku. 15:30 Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan n  bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, o  maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia. 15:31 Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu. 15:32 Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. p 

 

ABBA BAPA

Kita memiliki Bapa Surgawi yang punya sifat-sifat yang digambarkan dalam kisah Tuhan Yesus dalam kisah anak yang hilang.

  1. Ada komunikasi antara Bapa dan anak-anak-Nya ( lihat ayat 12 dan ayat 31)
    • Mengapa terkadang orang tua kita tidak bisa berkomunikasi dengan kita? Karena terkadang mereka  sendiri dibesarkan dari seorang ayah yang ‘pelit berbicara’ ( yaitu kakek kita)
    • Mengapa ayah kita pelit berbicara pada kita?
      1. Karena mungkin saja hidupnya terfokus pada mencari uang, sehingga dia mengekspresikan kasihnya kepada anak-anaknya dengan cara bekerja keras, untuk mencukupi kebutuhan anak-anaknya dan lupa bahwa anak-anak juga perlu diajak bicara, diajak ngobrol, didengarkan, dll.
      2. Karena mungkin saja dia sendiri juga dibesarkan oleh kakek kita seperti itu.
  • Karena mungkin saja dia tidak pernah mengecap kasih sayang seorang ayah/ karena ayahnya pergi/ meninggal waktu dia masih kecil/ bercerai, hidup terpisah dari keluarga dll.
  1. Dan mungkin saja ayah kita bukan seorang ayah yang mengerti bagaimana menjadi ayah yang baik.
  • Ketika tidak ada komunikasi yang baik antara ayah kita dan kakek  kita, maka mereka cenderung menjadi PAPA atau MAMA yang pelit berbicara pada kita ketika kita:
    1. Butuh teman curhat
    2. Butuh jawaban mengapa ini begitu dan pengapa itu begini, ini apa dan itu apa, itu siapa, dan apa yang terjadi, dll
  • Butuh teman untuk menanggapi cerita-ceritanya hari itu ( yang mungkin bagi kita cerita-cerita itu tidak terlalu penting)
  1. Dll

 

  1. Prinsip keadilan. Bapa ini membagi harta kekayaan di antara mereka, bukan hanya kepada si bungsu saja. Bapa di sini sudah memberikan warisan itu sesuai bagiannya masing-masing. Secara adil.
    • Prinsip keadilan bukan berarti sama rata, sama rasa. Bukan berarti sekali membeli jaket, semua dibelikan jaket. Tetapi si anak nomor 1 jaketnya jebol, tapi si anak nomor 2 sepatunya yang jebol, dan si anak nomor 3 tasnya yang jebol. Prinsip keadilan bukan ketiga-tiganya dibelikan jaket, tas dan sepatu, tetapi tiap anak diperlakukan dengan adil. Setiap anak diperhatikan kebutuhannya, disayangi dengan sama-sama disayangi.
    • Mengapa orang tua kita tidak bisa adil kepada  kita juga terkadang karena mereka  juga diperlakukan tidak adil oleh orang tua mereka ( kakek nenek kita)
    • Mengapa orang tua kita terkadang tidak adil karena:
      1. Mereka memiliki favourite sendiri, karena hobby yang sama dengan salah satu anak. Ini terjadi pada Pak Yakub, yang favourite pada Esau, karena suka makan daging hasil buruan, sementara itu Esau memang hobby berburu. ( Kej 25:28)
      2. Yusuf lebih disayangi dari saudara-saudaranya, karena Yusuf dilahirkan pada usia Yakub yang sudah tua ( Kej 37:3)
  • Dan alasan-alasan lainnya sungguh akan menjadi sangat subyektif pada setiap orang tua
  • Perlakuan yang tidak adil yang orang tua kita terima dari kakek nenek  kita membuat mereka juga tidak bisa memberikan keadilan kepada kita anak-anaknya.

 

  1. Memberikan keleluasaan untuk anak mengambil keputusan sendiri/ memperlakukannya sebagai orang dewasa, memperlakukannya sesuai dengan umurnya. Memberi kepercayaan untuk si anak mengambil keputusan atas hidupnya. ( ayat 13) Bapa tidak berusaha melarang / memarahi, ketika anak ini menjual seluruh bagiannya dan kemudian ia pergi ke negeri yang jauh.
  • Dalam kisah ini, anak-anak ini telah dewasa, sehingga telah berhak menerima warisan karena telah cukup umur.
  • Bapa dalam kisah ini memberi kebebasan untuk anak mengambil keputusan ( karena dalam hal ini anak ini sudah besar/ sudah dewasa) Tidak memberikan intervensi kepada anak yang sudah dewasa ini. Memberi kesempatan anak ini untuk menerima setiap konsekuensi dari keputusan-keputusan yang diambilnya. Memberi kesempatan bagi anak ini memiliki guru dalam hidupnya, yang disebut ‘pengalaman’.
  • Seorang bapa yang baik akan memperlakukan anak sesuai tingkatan umurnya; contoh:
    • Anak TK diberi uang saku Rp 5.000/ per hari
    • Anak SD diberi uang saku Rp 7.000/ per hari
    • Anak SMP diberi yang saku Rp 10.000/ per hari
    • Anak SMA diberi uang saku Rp 100.000/ per minggu
    • Mahasiswa di luar kota diberi uang saku Rp 500.000/ per minggu
    • Anak yang sudah menikah diberi rumah dan tanah warisan
  • Tetapi yang sering kita alami sebagai seorang anak adalah:
    • Tidak diberi kepercayaan dalam memilih warna baju, menentukan selera sepatu, menata kamar sendiri, dll, mengelola uang, waktu, pergaulan, memilih bidang study, memilih pasangan hidup, menentukan cita-cita, menata rumah, menentukan warna perabot atau cat rumah, dll
    • Semuanya diatur seperti anak kecil.
    • Atau sebaliknya sejak kecil sudah dipaksa dewasa, dipaksa mandiri, disuruh belajar sendiri, mengatur hidupnya sendiri, sejak SMP sudah disuruh kost di luar kota, dengan alasan study yang terbaik , dll. Sehingga anak yang seharusnya masih dalam bimbingan ortu, malah diperlakukan seperti orang dewasa.
  • Mengapa orang tua kita seperti itu, adalah karena ;
    • Terlalu kawatir kalau kita mengalami celaka, duka, ditolak orang lain, melakukan kesalahan fatal, dll
    • Atau sebaliknya, karena mereka ingin segera bebas dari mengurus kita.
  • Perlakuan dari kakek nenek kita kepada orang tua kita yang memperlakukan mereka  tidak sesuai dengan tingkatan umur mereka, membuat mereka  juga menjadi orang tua yang seperti itu kepada anak-anaknya, yaitu kita.

 

  1. TERUS MEMBERIKAN PENGAWASAN / KONTROL / DOA

Bapa bisa tahu bahwa di negeri yang jauh itu, si bungsu memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.

Seorang anak bisa saja jauh dari jarak dari orang tua, tetapi hati orang tua tetap dekat dengan anak. Dia selalu memberi kebebasan, tetapi dari jauh tetap mengawasi, memperhatikan, ingin tahu, dan terus berdoa untuk anaknya.

Seluruh hidup kita ada dalam pengawasan Bapa, Mazmur 139:1-18

Terkadang orang tua kita gagal menjadi orang tua yang memberikan perhatian pada kita, gagal menjadi pendoa bagi  kita, karena mereka  sendiri juga diperlakukan begitu oleh kakek nenek kita.

Orang tua kita belum tentu bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan ini:

  • Apa warna kesukaanku
  • Apa makanan kesukaanku
  • Siapa nama teman sebangkuku di sekolah/ teman kuliahku, siapa nama sahabatku di gereja
  • Siapa nama guruku/dosenku
  • Hari jumat siang pulang sekolahnya jam berapa

 

  1. MENJADI PRIBADI YANG DICARI SEBAGAI SEBUAH TEMPAT UNTUK BERSANDAR. Bapa di sini menjadi pribadi yang diingat ketika si anak dalam keadaan melarat, tidak menemukan orang yang mengasihi dia dengan tulus, ( ayat 16). Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. ( ayat 20) . Bandingkan dengan si sulung, yang justru bertanya kepada pelayan ( ayat 26).
  • Bapa menjadi pribadi tempat si sulung berpulang, karena menghadirkan diri sebagai seorang sahabat tempat untuk curhat / mencurahkan isi hatinya.
  • Banyak anak justru tidak berani pulang ke rumah, karena ayahnya jahat,galak, pemarah, temperamental, dan pasti keadaan justru akan tambah runyam.
  • Adakah orang tua kita menjadi sahabat bagi anak kita, yang jauh lebih banyak menyediakan telinga untuk mendengar daripada selalu mempisisikan diri sebagai orang yang lebih tua, yang selalu menasihati, menghakimi, memberi label pada anak, dan berkali-kali jatuh dalam dosa apriori/ menyangka.
  • Menyediakan bahu mereka dikala kita ingin menangis
  • Menyediakan tangan mereka dikala kita jatuh ke jurang dan butuh uluran tangan mereka
  • Menyediakan hati mereka dikala keputusan yang kita ambil  itu salah dan telah sampai kepada akibat buruk sama seperti yang pernah orang tua kita  pastikan sebelumnya.
  • Menjadi pribadi yang kekinian, dan tidak pernah memaksakan kita  untuk mengerti zaman kita dulu. Tetapi justru mereka yang masuk pada zaman di mana mereka hidup sekarang ini.
  • Mengapa orang tua kita sering gagal menjadi sahabat bagi kita , adalah karena kakek nenek  kita tidak memperlakukan mereka seperti itu..

 

  1. BELAS KASIHAN. Adalah hati seorang ayah ( 15:20)
    • Ketika ia masih jauh, bapanya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Bapanya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
    • Ada penafsir yang mengatakan bahwa penjemputan ini terjadi di luar kota, karena ada hukum taurat yang mengatur di Ulangan 21: 18-21, bahwa pintu gerbang kota adalah tempat anak anak yang degil, membangkang, tidak mau mendengarkan perkataan ayahnya dan ibunya, seorang pelahap dan peminum, maka ada hukuman rajam batu sampai mati.
    • Anak ini kehabisan harta dan menjadi melarat, kelaparan sampai meminta makanan babi, pulang dalam keadaan yang menyedihkan, itu semua sudah merupakan akibat yang setimpal dengan perbuatan anak ini. Jadi sebelum masuk ke pintu gerbang kota, maka si bapa yang terlebih dahulu mendahului untuk mengadakan rekonsiliasi/ pemulihan hubungan yang retak. Supaya tidak perlu pengadilan pintu gerbang kota mencegat langkah anak ini sampai ke rumah.
    • Fokus bukan kepada hukuman yang setimpal dari pengadilan yang dicari oleh sang bapa, tetapi HATI YANG MAU BERTOBAT yang dijemput dari kejauhan, yang membuat bapa ini tergerak oleh belas kasihan, yang membuat bapa ini berlari mendapatkan dia, yang membuat bapa ini merangkul dan mencium dia. Sebentuk hati yang mau bertobat.
    • Penerimaan kembali kepada anak, ketika anak mau datang dengan pertobatan, terkadang tidak kita temui pada ayah kita. Sebaliknya yang kita sering temui adalah: penghakiman, pengungkit-ungkit kesalahan masa lalu yang sering diulang-ulang terus, tidak memberi kesempatan untuk memperbaharui kesalahan, tidak memberi ruang untuk anak bisa pulang dengan kondisi hati bertobat.
    • Hal –hal seperti ini yang membuat mereka  juga tidak bisa menjadi orang tua yang berlapang hati menyambut dan menerima kembali ketika kita datang dengan sikap hati yang bertobat.

 

  1. BERLARI, MERANGKUL DAN MENCIUM
    • Ekspresi seorang bapa yang berlari/ tidak jaim, merangkul / kedekatan dan mencium/ sentuhan dari bapa.
    • kita membutuhkan sentuhan kasih sayang mereka sebagai orang tua. Namun orang tua yang lalai melakukan sentuhan pada anak-anaknya dengan sengaja adalah juga karena dibesarkan oleh orang tuanya atau kakek nenek kita yang kaku/ dingin/ minim sentuhan kasih sayang.

 

  1. MENGENAL SECARA MENDALAM
  • Apa yang direncanakan anak ini untuk dikatakan kepada bapanya adalah : ( ayat 18-19, sbb:
    • 15:18Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa f  terhadap sorga dan terhadap bapa, 15:19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
  • Tetapi apa yang dikatakan kepada bapanya saat bertemu, kalimatnya sebenarnya belum selesai diucapkan sampai tuntas sesuai rencana semula, di ayat 21 , sbb:
    • 15:21Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, h  aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
  • Ada kata-kata yang belum sempat diucapkan yaitu: “Jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
  • Perhatikan ayat sesudah itu tidak dipakai kata LALU, tetapi dipakai kata TETAPI ( ayat 22) , sbb:
    • 15:22Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah i  yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya j  dan sepatu pada kakinya. 15:23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. 15:24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, k  ia telah hilang 8  dan didapat kembali.
  • Konotasinya akan berbeda bila digunakan kata LALU, misalnya seperti ini:
    • 15:21Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, h  aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
    • 15:22lalu ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah i  yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya j  dan sepatu pada kakinya. 15:23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. 15:24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, k  ia telah hilang 8  dan didapat kembali.
  • Ada terkesan pada bagian ini, penggunaan kata TETAPI, bahwa si bapa telah mengerti apa yang akan diucapkan anak ini pada kalimat berikutnya. Oleh karena itu disebutkan TETAPI…ayah itu berkata kepada hamba-hambanya….dst. Ada terkesan , si bapa MEMOTONG PEMBICARAAN dari si anak bungsu ini, dan tidak memperdulikan kalimat berikutnya, walaupun si bapa ini telah tahu apa yang akan dikatakan anak ini selanjutnya. Bahwa si anak ini melamar menjadi upahannya saja. Apa lagi ujung-ujung dari kalimat ; tidak layak disebut anak bapa? Pastinya mengacu pada ingin jadi yang lain saja, misalnya jadi orang upahan.
  • Jika dipakai kata LALU, yang terjadi adalah si bapa ini telah menerima permintaan maaf dari anaknya yang sudah bertobat, lalu kisah selanjutnya beranjak pada peristiwa selanjutnya bagaimana si bapa ini berkata kepada hamba-hambanya….dst.
  • Inilah yang dikatakan sebagai MENGENAL SECARA MENDALAM. Sebelum anak itu berbicara lebih lanjut, bapa telah mengetahui apa yang ada di dalam isi hati anak itu.
  • Pengenalan orang tua kita secara mendalam kepada hati kita anak –anak mereka,  isi hati kita, kebiasaan kita, perilaku kita, cara berpikir kita, keputusan yang akan kita ambil, reaksi kita mendengar sesuatu, dll, perlu mereka  miliki sebagai orang tua kita.
  • Namun sayangnya terkadang mereka juga tidak menerima itu dari orang tua mereka/ kakek nenek kita, sehingga mereka  juga gagal melakukan itu pada kita.

 

  1. JUBAH, CINCIN DAN SEPATU.
  • Dengan memakaikan Jubah terbaik, cincin dan sepatu, bapa 5 identitas kepada anak ini, untuk memulihkan statusnya di mata masyarakat:

Identitas Primer; saya sangat berharga ( JUBAH)

Hidupku sangat berharga, karena diciptakan oleh Tuhan dengan cara yang ajaib. Tuhan menciptakan aku dengan sangat unik dan juga dalam rencanaNya yang ajaib, aku diciptakan serupa dan segambar dengan Dia. Aku adalah milik Kristus, dan Tuhan adalah Bapaku yang kekal.

Identitas Sekunder; kata orang siapakah aku ini (JUBAH)

Aku ditentukan Tuhan lahir di zaman apa, di suku apa, di bangsa apa, di keluarga apa, di budaya seperti apa, aku bersyukur kepada Tuhan atas itu semua. Tuhan sudah merancang hidupku dengan rancanganNya sempurna. Tuhan bisa memakai hidupku, karena Tuhan bisa memakai siapa saja, dengan latar belakang apa saja.

Identitas Masa Kini; ( CINCIN)

Tuhan memberi aku talenta, dan karunia, kecerdasan dan bakat. Apa yang menjadi bakat, talenta, karunia dan kecerdasan adalah sebuah titipan Tuhan dalam hidupku, harus aku kembangkan bagi kerajaan Tuhan dan kemuliaan TUHAN, Tuhan memakai hidupku.

Identitas Masa Lalu; ( SEPATU)

Setiap orang memiliki masa lalu, ada yang menyenangkan ada yang menyedihkan. Tuhan ingin kita tidak perlu melihat ke belakang, baik itu kesuksesan ataupun kegagalan, tetapi Tuhan ingin kita maju ke depan, berlari kepada tujuan yang dihadapan. Mari berdamai dengan masa lalu, meminta Tuhan memulihkan hati kita yang mungkin pernah terluka. Tuhan ingin kita bisa mengampuni dan pulih dari semua luka masa lalu kita, sehingga semu potensi kita di masa sekarang dapat kita gali dan kembangkan lagi bagi masa depan kita kelak, dan supaya masa laluku tidak menjadi penghalang untuk aku meraih masa depan.

Identitas Masa Depan;  ( SEPATU)

Tuhan merancangkan masa depanku kelak. Cita-citaku aku doakan dari sekarang. Tuhan memberkati masa depanku

  • Mengapa orang tua kita  sering gagal memberikan identitas yang benar kepada kita anak anak mereka, sehingga kita bertumbuh menjadi minder ataupun superior/ kelewat pd/ over confidence, adalah karena mereka juga tidak bisa memberi citra diri yang tepat, atau bahkan bisa pada ekstrem lainnya, memberi citra diri yang berlebih-lebihan, sehingga kita pun bertumbuh menjadi arogan/ sombong.

 

  1. MENENTUKAN KRITERIA MATI DAN HIDUPNYA SEORANG ANAK.
  • Anak ini tidak mati secara fisik, tetapi disebutkan bapa sebagai mati. Seorang bapa yang baik tidak bersembunyi di balik TALENTA ANAKNYA yang ‘wah’ di mata masyarakat luas. Misalnya pekerjaannya yang baik, gajinya yang besar, atau kepandaiannya yang sangat memukau. Seorang bapa harus berani berkata anaknya mati, bila memang akhlak anak ini tidak berbudi. Hanya demi memiliki mengejar status yang baik di mata masyarakat, sebagai orang tua yang berhasil, Jangan sekali-kali bersembunyi di balik segala hal yang tampak luar, karena kita sendiri yang tahu karakter anak kita sedalam-dalamnya. Bapa ini tidak gengsi ketika mengumumkan anak ini dulunya mati. Karena mati hidupnya seorang anak, baik tidaknya hidupnya, adalah SEBUAH PILIHAN. Sebaik-baiknya apa pun orang tua mendidik , tetap keputusan hidup seseorang diambil oleh tanggung jawab setiap orang masing-masing secara pribadi di hadapan TUHAN. Kecuali kita adalah orang tua yang tidak bertanggung jawab mendidik anak dan mengajar anak dengan baik sejak mereka kecil, lalu hidup mereka gagal memiliki akhlak yang berbudi, kita patut bertobat sebagai orang tua, namun bila kita sudah sebaik-baiknya menjalankan tanggung jawab kita sebagai orang tua, maka pilihan tetap pada anak itu sendiri. Contoh, pada Salomo, apakah kita berani menyalahkan Daud dan Batsyeba, bahwa mereka kurang mempersiapkan akhlak daripada Salomo? Apakah pada masa tua Salomo ketika meninggalkan Allah Israel dan memilih menyembah dewa dewa yang disembah isteri isterinya, itu adalah kesalahan Daud dan Batsyeba? Jadi, bapa dalam kisah ini mengakui bahwa anak bungsu ini dulunya MATI. Kriteria mati tidak nya seorang anak adalah pada AKHLAKNYA YANG BERBUDI ATAU TIDAK. Ini mutlak.

 

  • ‘ia telah hilang8  dan didapat kembali.’ Perhatikan di sini, didapatnya kembali di sini bukan dengan cara si bapa PASIF menunggu saja di rumah, tetapi dikatakan dalam kisah ini, si bapa
    • DARI JAUH telah melihatnya– berbicara tentang bapa yang mengawasi, mendoakan
    • TERGERAKLAH HATINYA OLEH BELAS KASIHAN- menempatkan standart pertobatan sebagai yang utama.
    • BERLARI MENDAPATKAN DIA– artinya tidak pasif menunggu di rumah, tetapi ada upaya penjemputan/ ada upaya penerimaan tanpa syarat
  • Ketika seorang anak didapati MATI SECARA AKHLAK, maka bapa akan berdoa untuk anak ini, karena upaya untuk intervensi bukan pilihan yang tepat untuk orang yang sudah dewasa umurnya.
  • Untuk menyelamatkan status di mata masyarakat ketika anak-anak gagal memiliki akhlak yang berbudi, adalah bukan dengan cara berlindung di balik topeng talenta mereka, dll, tetapi justru dengan cara mendoakan mereka agar mereka bertobat. Ketika anak ini bertobat, maka anak ini dikatakan HIDUP KEMBALI, tetapi untuk anak ini didapat kembali, ternyata tidak pasif menunggu di rumah, melainkan ada doa –doa dari orang tua untuk mereka.
  • Apakah kita dibesarkan oleh orang tua yang ‘bersembunyi’ di balik prestasi kita di sekolah? Piala yang kita koleksi dari lomba-lomba? Dll Tanpa peduli KARAKTER KITA BERBUDI ATAU TIDAK? Jika ini terjadi pada orang tua kita, maka tidak heran jika mereka  juga melakukan ini pada kita anak-anaknya,  menuntut kita jadi juara, menuntut untuk kita selalu menang, menuntut kita untuk selalu berprestasi, sebenarnya semuanya itu bukan untuk kita, tetapi untuk prestise/ kebanggaan mereka sebagai orang tua. Kita terkadang mereka perduli lagi pada akhlak kita,  apakah kita jujur, tekun, rajin, ramah, bisa mengatur prioritas hidup, dll
  • Perhatikan bahwa kalimat ini diulang dua kali, di ayat 24 dan di ayat 32. Tentunya ini ada artinya; ayat 24 itu dikatakan kepada para para pelayan yang akan mengadakan pesta itu, Oleh karena itu dipakai kata ‘anakku’…. Sedangkan ayat 32 dikatakan kepada saudara kandungnya, yaitu si sulung, oleh karena itu dipakai kata ‘kita’. Pada akhirnya ketika seorang anak dipulihkan, bertobat, maka sang Bapa tidak segan-segan mengumumkan pertobatan itu kepada orang lain dan bahkan diberitahukan kepada anggota keluarga yang lain. Sebuah pengakuan bahwa ada perubahan dalam hidup anak bungsu ini. Tidak diam-diam saja, melainkan sampai diadakan pesta karena ada suatu kebahagiaan ketika anak pulang dalam keadaan bertobat. Yang dibanggakan si Bapa bukan seberapa banyak harta anak ini, seberapa suksesnya dia di negeri asing, juga kalau dia datang dengan miskin, Bapa tidak menjadikan itu suatu ukuran kegagalan, tetapi ketika si anak mau bertobat, di situlah si Bapa akan berpesta.

 

  1. Tidak kehilangan perhatian pada si sulung ketika pesta untuk si bungsu berlangsung.
    • Bapa yang selalu memperhatikan anak-anaknya secara merata. Kepulangan si bungsu tidak lantas membuat bapa merasa semua baik-baik saja dengan si sulung. Ketika di pesta itu tidak ada si sulung, bapa juga akan keluar dan berbicara dengan dia. Masalah ini tidak bisa dianggap sepele hanya karena si sulung berada di halaman rumah, sedangkan si bungsu dijemputnya dari kepulangan dari luar negeri yang jauh. Tidak pernah menganggap ‘ah nanti saja si kakak..’
    • Terkadang sebuah situasi membuat orang tua kita kehilangan perhatian pada anak lain, contoh, si bungsu sakit kanker, maka semua perhatian dicurahkan pada si bungsu, sehingga si sulung tidak diperhatikan. Contoh; si anak nomor 2 kuliah di dalam kota, sedangkan anak pertama kuliah di luar kota, maka lebih diperhatikan yang di luar kota, dll
    • Mengapa orang tua kita bisa terjebak menjadi orang tua yang seperti itu, mungkin karena kakek dan nenek kita juga menerapkan sistem seperti itu pada orang tua kita dulu.

 

  1. MEMBERI NASIHAT TEPAT PADA SASARAN
    • Bapa memberi nasihat pada si sulung tepat pada sasaran. ( ayat 31) dengan kata pertama ANAKKU, karena si sulung memiliki mental budak , walaupun dia itu anak dan tinggal di rumah bapa. Tidak menyadari bahwa anak lembu tambun ini adalah ekspresi sukacita, bukan sebuah ekspresi UPAH, sedangkan anak sulung ini justru menyebut-nyebut seekor anak kambing ( yang harganya malah jauh lebih murah dan martabatnya di bawah anak lembu tambun- yang hanya disembelih jika ada acara acara khusus) untuk bersukacita bersama sahabat-sahabatnya. Padahal di awal kita sudah tahu, bahwa dia juga kan sudah mendapat warisan dari bapanya. Seorang anak, bebas meminta apa saja kepada bapanya, bahkan warisan pun akan diberikan oleh bapanya ini walaupun bapanya belum mati.
    • KITA patut berukacita, menunjukkan bahwa si bapa ini ingin mengajak si sulung memperlakukan si bungsu sebagai adiknya, bukan orang lain, walaupun secara warisan di bungsu sudah menghabiskan semua bagiannya. Bapa ingin si sulung tidak menjadikan penempatan HARTA di atas sebuah HUBUNGAN DARAH. Pertobatan si bungsu jauh lebih berharga daripada harta apa pun juga
    • Seorang bapa yang MEMBERI NASIHAT TEPAT PADA SASARAN , bukan memasalahkan nilai akhir, hasil akhir, tetapi lebih melihat kepada KARATER, PROSES UNTUK MERAIH HASIL, dan MOTIVASI TERDALAM dari seorang anak.
    • Sedangkan orang tua kita cenderung sering menyalahkan, menuduh, menghakimi, tidak mau mendengar duduk persoalan, melabel, dll
    • Pola asuh seperti ini yang mungkin dianut oleh kakek nenek kita kepada orang tua kita dulu, membuat mereka  juga gagal jadi penasihat yang baik buat kita anak-anak mereka.

KESIMPULAN:
Tidak ada orang tua yang sempurna, sesempurna penggambaran Bapa pada pengajaran Yesus tentang Anak yang Hilang ini.

Kita harus datang kepada Bapa yang Kekal itu, untuk mendapatkan kesempurnaan kasihNya.

Daud berkata seperti ini:

Mzm 27:10 Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku

 

Siapakah nama ibu Daud? Tidak ada, tidak tercatat dalam Alkitab, dia tidak berperan dalam hidup Daud, dia tidak mengajar Daud. Bukan ibu yang baik.

Siapakah nama ayah Daud? Isai, ya Isai, seorang ayah yang mengesampingkan Daud ketika Samuel datang.

Seorang ayah yang gagal menjadikan Daud seorang anak yang berlimpah kasih sayang.

Tetapi Daud bisa menjadi seorang ayah yang hebat untuk semua orang di Gua Adulam, 400 orang itu, yang semua berlatar belakang amburadul.

Daud banyak kali gagal jadi orang tua kandung yang baik buat anak-anaknya, tetapi Daud banyak berubah ketika mendidik Salomo kecil.

Mari kita datang pada TUHAN yang menyambut kita sebagai anak-anakNya, dengan kasih Nya yang sempurna atas kita, sehingga kita bisa juga menjadi ayah dan ibu yang luar biasa buat anak –anak kita, dan buat semua anak-anak didik kita.

Hanya dengan ‘menjadi anak Bapa, kita bisa mengalami kasih Bapa yang Kekal dalam hidup kita. Jadikan Bapa sebagai Bapa dalam hidup kita.KasihNya sempurna dan kekal adanya.

Andalan

MATERI P.A PEMUDA 8. DOA TERLEPAS DARI KESAKITAN


DOA YABES

DOA PEMBUKAAN; Bersyukurlah pada Tuhan atas  setiap hal yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidupmu. Apa pun itu.

LAGU PEMBUKAAN:

BACAAN DAN PERENUNGAN ( bacalah setiap ayat terkait dari Alkitabmu)

I. I TAWARIKH 4;9-10
Yabes tokoh yang terkenal karena dia mengalami pemulihan.
Walaupun ayat tentang Yabes hanya terdiri dari 2 ayat di seluruh Alkitab, dari Kejadian sampai Wahyu, namun tokoh Yabes adalah tokoh yang terkenal. Terbukti dengan banyaknya khotbah tentang Doa Yabes ini, dan begitu banyak buku yang membahas khusus tentang Yabes.
Dikatakan dalam ayat 9, Yabes lebih dimuliakan dari saudara-saudaranya, mengapa dia lebih dimuliakan dari saudara-saudaranya?
Apakah pada dasarnya dia memiliki harta yang lebih banyak dari saudara-saudara lainnya?
Apakah pada dasarnya dia memiliki banyak talenta, melebihi saudara-saudaranya?
Apakah dia memiliki kelebihan secara fisik, misalnya tinggi ataupun ganteng dan atletis?
Jawabannya adalah BUKAN ! Yabes lebih dimuliakan dari saudara-saudaranya karena dia memiliki 3 kriteria ini:
a. Di dalam perjalanan hidupnya dia mengalami pemulihan, dari awalnya sebagai anak pembawa sial ( walaupun itu adalah pendapat ibunya sendiri/bukan kata Tuhan), kemudian menjadi seorang yang dimuliakan.
b. Dia mengucapkan keinginannya kepada Allah Israel, bukan kepada ibunya, ayahnya, saudara-saudaranya, tetangganya, teman bermainnya, dll. Dia tidak pernah meminta mereka semua untuk mengubah nama panggilannya yang mengandung konotasi si anak pembawa sial. Artinya dia tidak mau menyalahkan keadaan/lingkungan sekitarnya/ ataupun keluarganya, tetapi dia memilih untuk mencari pertolongan /berseru kepada Pribadi yang lebih tinggi dari segalanya, yaitu Allah Israel.
c. Dia mengalami bagaimana Tuhan menjawab doanya, seruannya itu. Seandainya Tuhan tidak mengabulkan, tidak menjawab, tentu tidak mungkin Yabes didapati lebih dimuliakan daripada saudara-saudaranya itu.
Jadi tidak selamanya jalan hidup seseorang itu berawal dari masa sengsara dan akan terus sengsara sampai akhir hidupnya. Tetapi lewat Yabes kita dapat belajar bahwa akhir hidup seseorang bisa saja berakhir dengan happy ending, karena ketika seseorang mengalami pemulihan, mengalami perjumpaan dengan Tuhan dan mengalami jawaban doa, dari Pribadi Tertinggi, yaitu Allah Israel, maka Tuhan sanggup mengubahkan jalan hidupnya.
Untuk didoakan:
Meminta Tuhan memulihkan hidup kita, dan menjawab doa kita.

 

DOA YABES SERI 2

II. I TAWARIKH 4;9-10
Apakah isi doa Yabes/ pokok-pokok doa Yabes?
1. Agar dia diberkati berlimpah-limpah
2. Agar Tuhan memperluas daerahnya
3. Agar dia disertai Tuhan
4. Dan agar dia dilindungi oleh Tuhan
Mengapa 4 pokok doa itu dinaikkan oleh Yabes?
• Karena dia ingin mengalami pembalikan keadaan dengan pertolongan TUHAN, bukan dengan kekuatannya sendiri atau cara-caranya sendiri. Tuhan ingin kita mengalami pemulihan bukan dengan kekuatan kita sendiri, ataupun cara-cara kita sendiri. Ada orang yang sering dianggap bodoh karena sering tidak naik kelas, lalu dia berusaha sekuat tenaga untuk jadi juara kelas. Bisa saja hal itu terjadi, tetapi ujung-ujungnya ketika dia jadi juara, ada kebanggaan diri karena mencapainya dengan kekuatan sendiri, dengan usaha pembuktian diri, bukan karena hasil dari berseru kepada Tuhan, bukan dari hasil yang dicapai dari mengandalkan Tuhan.
• Yabes lebih ‘dimuliakan’ daripada saudara-saudaranya, kata ‘dimuliakan’ di sini digunakan kata KABAD, yang artinya MENYATAKAN KEMULIAAN TUHAN. Jadi ternyata doa Yabes bukan untuk kesombongan/bangga-banggan/untuk merendahkan orang lain atau kakak-kakak/saudara-saudaranya, ataupun untuk mendapatkan kesempatan untuk membalas orang-orang yang dulu pernah mengejek dia. Tuhan ingin motivasi hati kita saat kita berdoa untuk pembalikan keadaan kita ( mungkin pembalikan atas keadaan ekonomi, keadaa keluarga, keadaan study, keadaan jodoh, keadaan pekerjaan, dll), untuk adanya suatu pemulihan, Tuhan ingin kita ada pada motivasi hati yang BENAR, yaitu semuanya itu nantinya harus untuk KEMULIAAN NAMA TUHAN. Tuhan sebenarnya ingin menjawab doa-doa kita, akan tetapi Tuhan juga ingin melihat setiap motivasi /sikap hati kita itu seperti apa, di balik setiap kalimat-kalimat doa kita.
Mengapa dalam doa Yabes ada 5 kata aku/ku…??
Apakah Yabes seorang yang ‘egois’ ataupun ‘egosentris’?
Tidak. Yabes tahu benar, bahwasannya cara Tuhan bekerja adalah melalui SESEORANG.
Oleh karena itu, janganlah kita ragu untuk menaikkan doa pribadi, di samping doa syafaat. Menaikkan doa pribadi bukan berarti kita sedang egois/egosentris, melainkan kita perlu meminta Tuhan bekerja melalui diri kita sendiri, dimulai dari diri kita sendiri. Sebagaimana Tuhan juga memberkati ABRAHAM, barulah isterinya, anaknya, keturunannya juga ikut diberkati lewat hidup seseorang bernama Abraham. Sebagaimana Tuhan juga memberkati YUSUF, seseorang bernama YUSUF, sehingga lewat hidup Yusuf, Potifar diberkati, Mesir diberkati, keluarga besarnya/kaumnya diberkati, seluruh dunia diberkati. Doa untuk diri sendiri , doa pribadi, menjadi doa yang tidak egois/egosentris selama semuanya itu kembali untuk kemuliaan Tuhan, dan bukan untuk memuaskan keinginan daging ( sombong, iri, tidak berpadanan dengan apa yang ada, memuaskan keinginan mata, dll)
Untuk didoakan:
Mulai daftarkan apa yang menjadi pokok doa pribadi kita tanpa harus merasa malu pada Tuhan.

 

III
Doa Yabes seri 3.
I tawarikh 4:9-10
Mengapa doa Yabes ditujukan kepada Allah Israel, bukan ditujukan kepada El Roi, El Nissi, El Shaddai, dll? Apa yang istimewa dengan Allah Israel?

Bisa jadi Yabes terinspirasi dengan tokoh Israel yang dulunya bernama Yakub.
Yakub yang tadinya penipu kini bernama Israel yang artinya pemenang. Menang dengan cara Tuhan, tidak harus dengan cara menipu.

Mengapa kita katakan bisa jadi Yabes terinspirasi dengan tokoh Israel yang dulunya bernama Yakub ini?
Karena 4 inti doa Yabes ini sama dengan inti janji Tuhan kepada Yakub.

Yakub yang beberapa kali telah menipu kakaknya, tepatnya dua kali- yaitu perihal hak kesulungan, dan perihal penyamaran demi mendapat doa berkat dari ayahnya, dan telah beberapa kali menipu ayahnya, tepatnya tiga kali, yaitu mengaku sebagai Esau, mengaku proses cepat memasak untuk ayahnya, karena Tuhan telah membuat dia mencapai tujuannya, mengaku untuk kedua kalinya bahwa dia Esau.

…pergi melarikan diri dari niatan Esau untuk membunuh dia.

Di perjalanan pelarian itu sampailah pada peristiwa dimana dia bermimpi, dan dalam mimpinya itu Tuhan berjanji kepadanya dalam 4 pokok sbb:
Kejadian 28;13-15
1. Janji Tuhan akan memberikan kepadanya tanah Kanaan.
Berkat keturunan yang banyak seperti debu tanah banyaknya
2. Perluasan area/ mengembang ke timur, barat, utara dan selatan. Untuk apa perluasan area ini? Agar oleh Yakub dan oleh keturunannya, semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.
3. Penyertaan Tuhan.
4. Perlindungan Tuhan di mana pun dia pergi dan sampai kembali ke tanah Kanaan.

Coba simak kembali 4 inti doa Yabes…sama dengan janji Tuhan kepada si Yakub yang nantinya berubah nama menjadi Israel ini !

Apa 4 inti doa Yabes? 1. Berkatilah aku berlimpah-limpah 2. perluaslah daerahku 3. sertailah aku 4. Lindungilah aku.

Apa respon Yakub saat itu?

Untuk Allah disebut sebagai Allah Abraham, atau Allah Ishak…itu sudah ada dalam sejarah, namun untuk Yakub mau Allah yang disembah neneknya, Abraham dan yang disembah ayahnya Ishak, juga menjadi Allah yang dia sembah, Yakub menunggu bukti dulu……bukti apakah Allah yang berfirman kepadanya dalam mimpi ini , sanggup menggenapkan janji-Nya kepadanya,

Kejadian 28:20-22 Inilah Respon Yakub saat itu:

Jika Allah akan menyertai aku (sama dengan janji Tuhan pada pokok yang ke 3, doa Yabes pada pokok yang ke 3)

Jika Allah melindungi aku (sama dengan janji Tuhan pada pokok yang ke 4, doa Yabes pada pokok yang ke 4)

Jika Allah memberikan kepadaku roti untuk di makan dan pakaian untuk dipakai ( ini adalah pokok doa Yakub- meminta diberkati SEADANYA)- Namun janji berkat dari Tuhan, spektakuler- tanah- dan keturunan yang banyak. Dan juga beda jauh dengan doa Yabes- karena Yabes tidak pernah minta berkat seadanya, melainkan meminta berkat BERLIMPAH-LIMPAH.

Sehingga aku selamat kemblai ke rumah ayahku, maka TUHAN akan MENJADI ALLAHKU.

Waaauuu….lha ini orang yang sangat mengejar yang namanya bukti janji Tuhan itu digenapi apa enggak.

Daaaaannnnnn…???

terbukti lah youw

Apakah Yakub jadi tuan tanah? Yups ! Sebidang tanah dengan harga seratus kesita dibelinya di tanah Sikhem, di KANAAN, Kej 34: 18.
Bahkan dia mengaku, berangkat ke rumah Laban hanya membawa tongkat, tetapi pulang dengan membawa dua pasukan ( kej 32;10) Malu donk kalau ingat doa yang dulu..yang penting ada pakaian untuk di pakai dan roti untuk dimakan….Masa berkat Tuhan minim begitu ya..??

Apakah Yakub memiliki keturunan yang banyak ? Yups ! Dia datang ke rumah Laban sendirian, tetapi balik ke rumah ayahnya dengan membawa dua pasukan (Kej 32:10) Dan setelah sampai di Mesir, di zaman Yusuf, keturunan Yakub benar-benar luar biasa banyaknya ( Kej 47: 27)

Apakah Tuhan memperluas daerah Yakub? Yo’i ! Mereka ekspansi sampai ke Mesir lho..Kej 47:11, Kej 47:27

Apakah Yakub benar-benar jadi berkat ? oh iya ! Laban diberkati sejak Yakub tinggal bekerja padanya Kejadian 30:27. Dan apakah keturunan Yakub memberkati seluruh kaum di muka bumi? Lha ya iya toh ya….gara-gara Yusuf dipakai Tuhan, maka seluruh muka bumi terbebas dari ancaman kematian karena bencana kelaparan global Kej 41; 56-57

Apakah Tuhan menyatakan penyertaan-Nya? Lha jelas donk ! Selama di rumah Laban, walaupun dicurangi oleh Laban , upahnya diubah-ubah 10 kali, dia tetap disertai oleh Tuhan, dan terhidar dari kecurangan hati Laban saat meninggalkan Laban untuk pulang dengan membawa harta benda yang memang adalah hak Yakub. Bagaimana Laban dicegah dari kecurangan itu? Dengan Tuhan memperingatkan Laban dalam mimpi agar tidak mengatai Yakub. Kejadian 30:43; 31:5; 31:29, 42.

Apakah Tuhan melindungi Yakub? Oh ya ! Baca aja di Kejadian 31:7, dan Kejadian 31;24.

Sontak, ketika dalam perjalanan pulang, Yakub telah sampai di Kanaan, tidak menunggu sampai bertemu dengan ayahnya Ishak, saat itulah Yakub menyebut Allah Abraham, Allah Ishak itu menjadi Allah Israel.

Ia mendirikan mezbah di situ dan dinamainya itu ALLAH ISRAEL IALAH ALLAH. Kej 33;20.

Setelah itu, akhirnya dia benar-benar kembali ke rumah ayahnya dan sempat bertemu ayahnya yang sudah berusia 180 tahun.

Pokok doa ini pun digenapi Tuhan, yaitu selamat sampai kembali ke rumah ayahnya.

Kesimpulan: Yabes sepertinya tidak asal-asalan saat menyebut Allah sebagai Allah Israel dalam doanya. Dia ingin mengadopsi pengalaman Yakub alias Israel ini sebagai pengalaman hidupnya, bahwasannya janji Tuhan itu pasti DIGENAPI, oleh karena itu, tidak tanggung-tanggung, Yabes mengintisarikan janji Tuhan dan mengadopsinya menjadi POKOK DOA PRIBADINYA kepada TUHAN.

Jangan minta berkat yang SEADANYA, kalau sejatinya TUHAN sanggup memberkati kita BERLIMPAH – LIMPAH. Jangan menghina Tuhan yang sanggup, melainkan perbesar bingkai VISI kita.

IV
DOA YABES SERI 4

I Taw 4:9-10

Nama Yabes diberi oleh ibunya kepadanya sebab katanya; “Aku telah melahirkan dia dengan kesakitan.”

Dari ayat ini kita dapat memetik beberapa rhema sbb:
1. Ibu Yabes dimungkinkan seorang yang mendominasi keluarga, karena terbukti dialah yang memberi nama kepada anak mereka. Mengapa bukan sang ayah atau hasil perundingan ayah dan ibu yang menjadi nama anak ini? Di manakah peran sang ayah?

Mari kita bandingkan dengan tokoh Alkitab lainnya:
Kejadian 2: 23 Adamlah yang memberikan nama kepada Hawa, isterinya.

Kejadian 21:3 Abraham memberi nama Ishak kepada anaknya.

Kejadian 35:16-20 Rahel memberi nama Ben Oni / yg artinya anak kesengsaraan, kepada anaknya, tetapi ayah bayi ini, Yakub mengganti nama Ben Oni itu menjadi Benyamin yang artinya ‘kebahagiaan’, anak tangan kanan.

Yakub mengambil alih dominasi isterinya.

2. Ibu daripada Yabes adalah orang yang terlalu terbawa perasaan ketika menghadapi suatu masalah, atau bisa diistilahkan adalah orang yang mengasihani diri sendiri

( bedakan antara mengasihani dengan mengasihi. Kita boleh bahkan harus mengasihi diri sendiri =kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri=jadi kasih ada 3 aspek, mengasihi diri sendiri, mengasihi sesama dan mengasihi Tuhan, mengasihi diri sendiri diantaranya; menjaga keseimbangan hidup, merawat diri, memperhatikan kehidupan pribadi, dll- bedakan dengan MENGASIHANI diri sendiri, merasa diri paling menderita, paling hina, paling kasihan, merasa sebatang kara, paling sengsara, dll)

3. Ibu daripada Yabes adalah orang yang suka mengeluh. Keluhan ini seharusnya dapat digantikan dengan ucapan syukur. Beberapa ucapan syukur yang dapat disarankan kepada Ibu daripada Yabes ini adalah sbb:

– Mengucap syukur karena telah melahirkan dengan selamat, tidak mengalami kematian ibu. Ibu Yabes saya tafsirkan tidak meninggal setelah melahirkan Yabes, karena jika dibandingkan dengan peristiwa-peristiwa lainnya yang mirip di Alkitab, biasanya jika seorang ibu melahirkan dengan sulit/dengan situasi yang penuh tekanan, jika si ibu meninggal setelah melahirkan, akan diceritakan oleh Alkitab, contoh; Rahel meninggal setelah melahirkan Benyamin Kej 35:16-20, itu dicatat. Contoh lain; Isteri Pinehas meninggal setelah melahirkan Ikabod, I Sam 4: 19-22. Kematian dua orang ibu ini dicatat dengan jelas oleh Alkitab, akan tetapi tidak ada catatan kematian ibu daripada Yabes setelah melahirkan Yabes.

-Mengucap syuku karena telah melahirkan dengan selamat, tidak mengalami kematian anak. Anak yang dilahirkan ini hidup, ada harapan masa depan, ada sebuah kehidupan yang Tuhan titipkan, ada sebuah ‘rejeki’ yang Tuhan berikan lewat hidup anak ini, seorang manusia. Di tengah berjuta-juta air mata dari beratus-ratus ibu yang tidak dapat melahirkan dan merasakan menimang anak, karena penyakit, karena mandul dll

4. Ayah Yabes adalah laki-laki yang kurang menunjukkan perannya sebagai kepala keluarga. MEngapa?

Karena kehadirannya dalam hidup Yabes tidak dicatat dalam Alkitab.
Karena ayah Yabes tidak bertindak mengubah nama Yabes kepada nama lain yang artinya positif, seperti halnya telah dilakukan Yakub terhadap Ben Oni yang diubahkan menjadi Benyamin.

Kesimpulan:
Orang tua Yabes adalah orang tua yang tidak sempurna /penuh dengan kekurangan seperti juga SEMUA ORANG TUA DI SELURUH DUNIA.
Tidak ada orang tua manapun yang sempurna
Tetapi Yabes bisa menjadi orang yang lebih dari pemenang karena dia tidak menyalahkan orang tuanya, juga tidak menyalahkan keadaan, tetapi yang dilakukannya adalah BERSERU-SERU kepada Allah Israel.

Hal inilah yang dilakukan oleh DAUD, Daud seorang yang kurang diperdulikan oleh Isai, sudah jelas-jelas Nabi Samuel berkata ‘semua anakmu’ kog ya bisa-bisanya satu anaknya bernama Daud ini dibiarkan tidak diundang dalam perjamuan makan bersama nabi Tuhan ini, tamu kehormatan ini. Bukankah saat Daud mengirim makanan untuk kakak-kakaknya , kambing dombanya yang hanya dua tiga ekor itu dititipkan pada penjaga, mengapa pada saat ada tamu nabi Samuel, Isai tidak mengundang Daud datang….? Bukankah kambing domba itu bisa saja dititipkan untuk sementara waktu? Hmmmmm

Yang Daud lakukan sama dengan Yabes, Daud tidak pernah mempermasalahkan kelemahan orang tuanya. tetapi yang dilakukan Daud adalah datang kepada Tuhan, Mazmur 27:10

Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku.

 

DOA PENUTUP:
Ambillah waktu untuk menghapuskan daftar menyalahkan orang tuamu yang keadaannya pastilah tidak sempurna, karena tidak ada orang tua yang sempurna di dunia ini.

Mulai ampuni mereka, dan pakailah 4 pokok doa Yabes sebagai intisari doa mu untuk mengakhiri PA Hari ini.

Datalah: berkat apa yang kamu ingin minta daripadaNya, area apa dalam hidupmu yang rindu untuk diperluas oleh Tuhan, mintalah penyertaan dan perlindungan Tuhan atas hidupmu dan masa depanmu.

Mintalah pembimbingan dari pembimbing rohanimu jika kamu ingin share kepadanya.

Andalan

MATERI P.A. PEMUDA 7. YUSUF MEMUTUSKAN UNTUK SEMBUH DARI LUKA


DOA PEMBUKA; mintalah Tuhan membentuk hatimu dan menyembuhkan luka-lukanya.

BACAAN PERENUNGAN: ( kalau ada ayat, sebaiknya semuanya dibaca dari Alkitab)

Luka-luka masa lalu akan menghambat pertumbuhan kita di masa sekarang, dan itu akibatnya bisa menghambat masa depan kita. Juga dapat menghambat kecerdasan kita.

Lihat saja para tokoh Alkitab, mereka yang bisa sembuh dari luka hati, memiliki banyak dimensi kecerdasan, sedangkan Yakub yang memiliki luka hati, dimensi kecerdasannya hanya 1 saja, yaitu nature smart/ kecerdasan natural)

 

Orang tua yang terluka akan melukai anaknya

Anak yang terluka akan memberontak terhadap orang tuanya.

 

Mari kita lihat satu dari kehidupan YUSUF.

 

Luka-luka dalam hidup Yusuf.

Ini terjadi pada Yusuf. Dia lebih dikasihi oleh ayahnya, dan ini menimbulkan rasa iri ( Kej 37:4) Ingat para orang tua, janganlah membeda-bedakan kasih sayang pada anak-anak kita, itu akan menimbulkan luka batin.

Inilah luka batin Yusuf:

  • Dibenci karena iri, tidak mendapatkan keramahan dari saudara-saudaranya (Kej 37:4) Hati-hati apabila kakak beradik saling iri satu sama lain.
  • Setelah ibunya mati, Yusuf hanya memiliki ayahnya, Yakub dan ibu-ibu tirinya. Ketika Yusuf menceritakan mimpinya, dia mendapat teguran dari ayahnya. Ingat para orang tua, jangan terburu-buru membunuh IMPIAN anak-anak kita, doakan impian dan masa depan mereka. Tuhan akan pakai hidup mereka. Jangan memaksakan impian kita sebagai orang tua kepada mereka. Pemaksaan orang tua kepada anak, bisa melukai
  • Dilucuti dari jubah maha indah. Perubahan status ekonomi bisa melukai hati kita
  • Dilemparkan ke sumur. Kesepian, kesendirian, perlakuan jahat, bisa melukai hati kita
  • Itu artinya sudah tidak dianggap lagi sebagai keluarga, melainkan sudah dianggap sebagai budak, karena dijual. Ini sangat menyakitkan. Namanya sudah dicoret dari kartu keluarga, tidak dianggap lagi, dibuang, ditolak. Ini semua menyakitkan. Tidak diakui, adalah sangat menyakitkan
  • Dianggap sudah mati diterkam binatang buas. Tidak diingat lagi, tidak diurus lagi, tidak diperdulikan lagi, tidak dicari lagi, tidak dianggap ada. Sangat menyakitkan.
  • Dipisahkan dari kasih ayah. Terpisah dari adiknya, Benyamin yang disayanginya. Sebelum peristiwa ini, sudah terlebih dulu terpisah dari ibunya karena kematian. Terpisah dari keluarga karena pekerjaan, karena kematian, karena dititipkan, karena kesibukan, dll, karena segala macam hal, ini juga bisa melukai.

Semua hal yang bisa melukai:

  • Berusaha digugurkan,
  • dibeda-bedakan,
  • ditolak karena anak sudah banyak,
  • ditolak karena jenis kelamin yang tidak diinginkan,
  • ditolak karena anak yang dilahirkan di usia tua,
  • merasa tertolak karena tidak mirip papa atau mama,
  • ditolak karena wajahnya mirip kakek/nenek yang tidak akur dengan mamanya/ papanya,
  • ditolak karena pada waktu lahir terjadi peristiwa yang dianggap sial, sehingga dianggap pembawa sial
  • tertolak karena warna kulit yang tidak diharapkan
  • tertolak karena pernikahan orang tua yang tidak direstui keluarga besar
  • tertolak karena cacat lahir
  • tertolak karena sakit-sakitan sejak kecil
  • tertolak karena orang tua yang selalu bertengkar
  • tertolak karena perceraian orang tua
  • tertolak karena lahir sebagai status anak haram
  • tertolak karena perkataan yang kasar
  • tertolak karena perlakuan kasar (KDRT) dari orang tua/ pengasuh, dll
  • tertolak karena dititipkan pengasuhannya pada nenek/kakek/pembantu rumah tangga, dll
  • pernah dilecehkan secara sex
  • faktor fisik; misalnya gemuk, kurus, pesek, dll
  • dibully oleh teman-teman, dll
  • terluka karena peristiwa yang memalukan dalam keluarga

 

Ciri-ciri orang yang terluka:

Dalam posisi sebagai penguasa Mesir, Yusuf tidak kekurangan sesuatu apa pun, apakah itu tempat tinggal mewah, semua fasilitas istana, makanan, pakaian, masa depan, dll

Karena Yusuf juga dianggap seorang Ayah oleh Firaun ( Kej 45:8), maka Yusuf bukan berstatus sebagai ‘pekerja’ di Mesir, tetapi dia sudah dianggap sebagai anggota keluarga kerajaan.

Tetapi keadaan ini tidak bisa menebus LUKA-LUKA HATI yang belum sembuh.

Terbukti pada pemberian nama anak-anak Yusuf: ( Kej 41: 51-52)

  • Manasye: artinya Allah telah membuat aku lupa sama sekali kepada kesukaranku dan kepada rumah bapaku.
  • Efraim; artinya Allah membuat aku mendapat anak dalam negeri kesengsaraanku.
    • Orang yang terluka, salah satu ciri-cirinya adalah: Berusaha melupakan masa lalu yang menyakitkan, tetapi dalam kenyataannya hatinya masih luka dan belum bisa move on, belum bisa maju terus ke depan, belum bisa merdeka untuk menatap hari depan.
    • Masih menyebut Mesir sebagai negeri kesengsaraan, padahal Tuhan sudah membawa dia naik tinggi dan semua kesulitan di rumah Potifar, dan di penjara sudah dilalukan.

Mengapa anak-anaknya tidak diberi nama:

  • Syukur, atau misalnya Mujur

Orang yang terluka tidak dapat mengucap syukur, selalu melihat ke belakang, tidak bisa move on ke depan.

 

Apa yang dilakukan oleh orang yang terluka?

  1. Suka berpura-pura. Yusuf berpura-pura tidak kenal dengan mereka ( Kej 42: 7), Yusuf berpura-pura dengan memanggil Benyamin, ‘anakku’ Kej 43:29
  2. Gaya bicara membentak ( Kej 42:7) Intonasi yang tidak enak didengar telinga
  3. Mencari gara-gara, dengan mengecam, menuduh, dll (Kej 42:9), (Kej 44:1-5)
  4. Menekan orang lain ( Kej 42:12,14-16)
  5. Tidak percaya ( kalau Benyamin masih hidup) secara berlebihan, menaruh curiga yang dalam (Kej 42:16), maka selalu menuntut bukti.
  6. Memenjarakan ( Kej 42: 17) Membatasi orang lain, membunuh potensi orang lain, menjatuhkan nama baik orang lain, dll.
  7. Mengancam pembunuhan bila dibohongi/ dikhianati/ Kej 42; 20, karena kehilangan kepercayaan kepada orang itu/ orang lain.
  8. Membuat cara balas dendam, agar orang lain mengalami pengalaman pahit yang sama, Kej 42: 24)
  9. Bisa tetap terlihat berbuat baik kepada orang yang dibencinya, hanya di permukaan luar, padahal hatinya tetap dendam ( Kej 43: 23)
  10. Pandai membuat skenario ( Kej 44: 1-17), untuk mencari bukti ( Kej 44: 33-34, Kej 45:1), yaitu bukti apakah mereka benar-benar menyayangi Benyamin atau tidak.

 

BAGAIMANA CARA MENYEMBUHKAN LUKA?

 

  1. Melepaskan pengampunan, walaupun itu harus dengan cara menangis keras-keras ( membiarkan hati mengalami sakit yang dalam, karena mengampuni sama saja dengan membongkar akar pahit yang sudah lama bercokol dalam hati kita) Kejadian 45: 2-3
  2. Membuang topeng kepura-puraan. Punyai hati yang terbuka untuk adanya pemulihan. Kej 45: 2-3)
  3. Melihat dari kacamata Tuhan atas semua peristiwa yang menyakitkan di masa lalu untuk memetik hikmahnya pada masa sekarang ini. (Kej 45:5-8) Roma 8:28

 

APA HASILNYA BILA KITA SEMBUH DARI LUKA?

  1. Bisa memandang jauh ke depan ( Kej 45; 9-13)
  2. Bisa memeluk BENYAMIN ( Benyamin = ‘ anak yang mendatangkan bahagia’), bisa meraih kebahagiaan yang sejati. Hidup dipenuhi sukacita, bukan keluhan, gerutuan, bentakan, kebencian, kepura-puraan, dll. ( Kej 45: 14)
  3. Bisa mencairkan KEBEKUAN, bisa memiliki hubungan yang pulih, hubungan yang sehat, hubungan yang baik. Kej 45: 15
  4. Bersamaan dengan itu, akan cair juga BERKAT GOSYEN, yaitu berkat terbaik ( Kej 45;19-20)
  5. Bertemu dengan ayahnya, adalah suatu MUJIZAT ITU NYATA ( Kej 46:30)
  6. Berkat dihindarkan dari bahaya kelaparan ( Kej 47: 12) Bahkan sampai lama sekali mereka dapat bebas tinggal di Mesir,sebelum tiba perbudakan.
  7. Kelimpahan tanpa batas. Tindakan Yusuf ( Kej 47:13-26) terjadinya bukan dari pergantian 7 tahun kelimpahan menuju 7 tahun kelaparan, melainkan terjadinya justru pada saat di tahun ke dua kelaparan itu terjadi, setelah YUSUF MELEPASKAN PENGAMPUNAN pada keluarganya. Tindakan Yusuf mendatangkan kekayaan, kelimpahan yang luar biasa pada KELUARGA ISTANA FIRAUN.

 

Bilamana kita pernah terluka oleh orang tua kita, yaitu ayah atau ibu kita,  terluka oleh teman-teman ataupun saudara-saudara kita, inilah saatnya untuk

MEMUTUSKAN MENGAMPUNI mereka.

MEMBUANG TOPENG KEPURA-PURAAN

MELIHAT DARI KACAMATA TUHAN.

Tanpa pengampunan, kita tidak dapat hidup DUDUK DENGAN RUKUN, dan akhirnya bila kita tidak rukun, maka minyak serta embun tidak akan turun, dan berkat tidak akan diperintahkanNya turun atas keluarga kita.

Kepahitan/ luka hati yang belum sembuh, menjadi penghalang berkat Tuhan turun dalam hidup kita.

 

DOA PENUTUP;

Buka hatimu, lepaskan pengampunan pada orang-orang yang telah melukaimu dan sebut nama mereka, doakanlah bagi kebaikan hidup mereka. Mungkin saja orang itu sudah mati sekalipun, tetap kita harus melepaskan pengampunan buat mereka, karena melakukan hal ini bukan berguna untuk orang itu, melainkan untuk diri kita sendiri.

Mintalah pembimbingmu untuk mendengarkan kisah-kisahmu dan mendoakan kamu.

 

 

 

 

 

Andalan

MATERI P.A PEMUDA 6. MENJADI ANAK RAJA SEPERTI MEFIBOSET


MEFIBOSET  SI PINCANG DI PELUKAN AYAH

SIKAP HATI: PEMULIHAN GAMBAR DIRI/ SELF IMAGE HEALING

 

Doa Pembukaan; Ucapkan syukur atas hidupmu, sebuah hidup yang sangat berharga di hadapan Tuhan.

Bacaan Alkitab:

Cukup banyak bacaan Alkitab yang perlu dibaca yaitu II Samuel pasal 4, 9, 16, 19 dan 21

 

Bahan Perenungan:

Mefiboset adalah cucu dari seorang raja pertama Israel, dan dia adalah cucu pertama yang dibangga-banggakan. Kakeknya bernama raja Saul, dan ayahnya bernama Yonatan. Sewaktu Mefiboset lahir…betapa senangnya keluarga besar ini. Sungguh bangga memiliki cucu pertama laki-laki. Mefiboset adalah anak tunggal dari Yonatan. Dan Mefiboset adalah cucu satu-satunya dari raja Saul.

Arti nama dari Mefiboset adalah : Pembasmi Berhala

Mungkin saja Mefiboset diberi nama seperti itu untuk menunjukkan bahwa kakek dan ayahnya berharap, kelak Mefiboset akan bertumbuh menjadi anak yang berhasil membasmi semua penyembahan berhala di kanaan dengan cara menumpas semua musuh/ orang Filistin/ para penyembah berhala yang tadinya mendiami negri itu.

Mefiboset kecil bertumbuh terus menjadi anak yang menyenangkan, sampai suatu ketika dia sudah bisa tengkurap, duduk, merangkak, berlari ke sana dan ke sini, melompat dan bahkan berlari.

Mefiboset tinggal di istana yang megah, mendapat makanan terlezat, dilayani oleh pelayan-pelayan istana, dan pakaiannya indah-indah dan mahal-mahal. Dididik dengan didikan terbaik dan menjadi anak yang diperhatikan, disayangi dan dilimpahi kasih sayang. Waktu terus berlalu sampai Meribaal berusia 5 tahun.

Pada waktu Mefiboset berumur 5 tahun, terjadi suatu peristiwa yang menyedihkan. Hari itu kakek Raja Saul, ayahnya Yonatan serta kedua pamannya, Paman Malkisua dan Paman Abinadab berangkat berperang melawan orang Filistin, tetapi di medan peperangan mereka semua mati, baik kakeknya , ayahnya maupun kedua pamannya.

Inang pengasuh Mefiboset berlari terburu-buru. Pada zaman itu, tentunya jika seorang raja kalah dalam pertempuran, dikawatirkan pewaris tahtanya akan di bunuh oleh raja yang baru. Akhirnya inang pengasuh Mefiboset itu pun melarikan Mefiboset sambil terburu-buru dan terjadilah kecelakaan itu, Mefiboset pincang sejak usianya 5 tahun.

Kini dia tidak bisa berjalan lagi dengan tegap, tidak bisa berlari lagi sesuka hati, tidak bisa melompat-lompat lagi dengan riang, bumi seolah olah runtuh. Tak punya teman lagi, dan semua menyindir-nyindir Dia pincang…dia pincang….anak yang memalukan.

Mefiboset akhirnya tinggal di rumah seorang kaya yang baik hati bernama Makhir bin Amiel yang tinggal di Lodebar. ( II Sam 9:4 dan II Sam 17: 27). Tinggal di rumah biasa, bukan istana. Daerah sepi ini bernama Lodebar.Lodebar adalah tempat yang artinya TANPA HARAPAN. Tidak ada lagi impian yang bisa diimpikan di tempat yang tandus seperti ini

Di tempat ini, Mefiboset tinggal di tempat biasa, dengan pakaian biasa, tidak ada orang yang menghormati seperti dulu lagi, bahkan ada orang-orang yang mungkin mengejek, menyindir, dan memandang rendah kakinya yang pincang. Ia tak punya apa-apa lagi, tak punya impian. Masa depan yang suram sebagai orang cacat yang tidak berarti lagi

Sejak saat itu ( mungkin untuk maksud penyamaran) namanya diganti menjadi Meribaal yang artinya Berjuang Melawan Baal. Dulu dia diimpikan oleh orang tuanya untuk menjadi pembasmi Berhala/ Pembasmi Baal, namun sekarang dia harus berjuang sendirian untuk melawan Baal itu.

Dia harus berjuang  karna ia pincang, Dia harus berjuang  karna keluarganya adalah keluarga yang gagal, kakek dan ayah serta paman-pamannya telah meninggal dalam satu hari yang sama, kalah di tangan musuh.

Kini pamannya yang tinggal satu-satunya dari keluarga ayahnya, yang telah menjadi raja menggantikan kakeknya tak sekalipun mencarinya, tak sekalipun memperhatikannya dan mengajaknya tinggal bersama dengan dia di istana kakeknya dulu. Apakah pamannya takut kalau dia merebut kedudukannya sebagai raja…? Bukankan ia adalah anak dari Pangeran Yonatan, sang putra mahkota kerajaan? Sedangkan pamannya Isyboset  hanyalah anak bungsu? Dan orang yang pemalu?

Apakah pamannya malu memiliki ponakan pincang seperti dia?

Dan raja yang memerintah atas Yehuda, raja Daud….ow suatu ketika pastilah raja Daud ini akan menggulingkan pemerintahan dari paman Isyboset itu….apalagi sejak panglima Abner memihak pada Daud dan akhirnya meninggal. Paman Isyboset semakin gentar dan takut.

Mungkin saja raja Daud suatu saat akan membunuh Mefiboset, oleh karna itu nama samaran Meribaal itu sudah tepat…tidak ada orang yang tahu kalau Meribaal sebenarnya adalah Mefiboset, si anak yang harus berjuang itu sebenarnya adalah cucu raja pertama Israel yaitu Mefiboset, si pemusnah Baal/ Musuh Baal. Tidak mungkin cucu raja adalah orang yang harus berjuang mati-matian.

Waktu usianya kira-kira 12 tahun, Paman Isyboset meninggal karna dibunuh. Lengkaplah sudah penderitaan Meribaal.  Kini tidak ada satu pun dari keluarganya yang duduk di pemerintahan Israel, dan semua saudara dari ayahnya yang laki-laki sudah meninggal, tinggal kedua tantenya, Tante Merab dan Tante Mikhal. Tapi kemana tante-tante itu? Tidak ada satupun yang perduli padanya. Mereka semua sibuk dengan urusannnya sendiri

Harapan untuk mendapatkan warisan kakek sepeninggal Paman sepertinya tidak boleh menjadi impian, apalagi harapan untuk mendapatkan kasih sayang dari siapa pun…benar benar tak boleh bermimpi…dan hidup di Lodebar daerah yang terkenal dengan tanah tanpa harapan….benar benar anjing mati saja….

Sepeninggal Paman, Ziba inang pengasuhnya semakin lama semakin kaya, semua harta kekayaan kakek dan ayahnya serta pamannya Isyboset itu telah menjadikannya sangat kaya..tidak sepeser pun Meribaal menikmati kekayaan itu, tak sepeser pun. Kini ia hanyalah beban bagi keluarga Tuan Makhir. Bayangkanlah mengelola harta kekayaan mantan raja pertama Israel dalam sepuluh tahun…ow ow..betapa banyak hasil ladang…betapa banyak ternak…Meribaal tidak bisa apa apa…dia pincang dan tidak bisa mengejar haknya….Ziba kini telah berubah dari hamba Saul kakeknya menjadi Tuan Ziba

Hidupnya seperti anjing mati yang tak berguna.

Sepeninggal Paman Isyboset, kini seluruh Israel dipimpin oleh Raja Daud.

Akhirnya Meribaal  pun menikah, dan memiliki anak bernama Mikha yang artinya ‘yang seperti Allah’, Mungkin dengan memiliki anak, ada secercah harapan, siapa tahu anak ini kelak akan menjadi anak yang berguna, anak yang berhasil.

Hidup terus berlanjut, usia Meribaal kini sudah mencapai kira-kira 22 tahun, tetap saja ia masih bergantung pada kebaikan hati Tuan Makhir. Ia punya anak tetapi tetap tidak bisa memberi harapan pasti pada Mikha, anandanya yang dia sayangi.

Tiba-tiba siang itu Ziba datang, dan mengatakan bahwa Raja Daud memanggilnya menghadap. Para pengawal kerajaan berseragam lengkap memenuhi rumah Tuan Makhir itu dan menjemput dia untuk dibawa ke istana

Dia gemetar….apa lagi nanti yang menimpa hidupnya…kini ia tak sendiri lagi …ada istrinya ada mikha anaknya…sudah cukup dengan semua yang sudah dia alami, kemalangan demi kemalangan, dan kini jangan ada apa apa yang bakalan menimpa keluarganya.

Jangan-jangan kini setelah kerajaannya kokoh, raja Daud itu ingin semakin mengokohkannya dengan menumpas keluargaku…satu-satunya cucu mantan raja yaitu cucu kakek Saul, dan anak dari si sulung putra mahkota, ayah Yonatan, dan …dan…..Mikha….Mikha…oh..jangan sampai Mikha pun terkena getah pahit dari semua ini.

Darimana raja tahu kalau dia ada di Lodebar? Ooooh Ziba yang memberi tahukannya. Mengapa Ziba memberitahu raja? Ooooh karna raja yang menanyakan perihal keluarganya.

Jadi raja tahu kalau aku cacat….? Tetapi tetap memanggil aku ke istana….?

Saat Meribaal bin Yonatan bin Saul, datang menghadap, ia pun sujud dan menyembah.

“Mefiboset…!!” ( raja memanggil dia dengan sebutan itu….’hai si pembasmi berhala !’)

“Inilah hamba tuanku!’’ jawabnya dengan gemetar.

“Janganlah takut, sebab aku pasti akan menunjukkan kasihku kepadamu oleh karena Yonatan, ayahmu; aku akan mengembalikan kepadamu segala ladang Saul, nenekmu , dan engkau akan tetap makan sehidangan dengan aku.”

“Apakah hambamu ini, sehingga engkau menghiraukan anjing mati seperti aku ?”

Perkataan itu terdengar sangat menyejukkan…hampir tak dapat dipercaya.

Bukan untuk dibunuh, bukan untuk dihambat, bukan untuk dimusnahkan, tetapi untuk dikasihi, untuk dijadikan salah seorang anak raja.

Semua kekayaan kakek Saul yang selama ini dicuri dan dirampas oleh Ziba kini dikembalikan kepadanya. Padahal dengan tinggal di istana dia sudah tidak memerlukan apa-apa lagi, semua makanan dijamin, pakaian, dan masih banyak lagi kemewahan lainnya…ini masih ditambah lagi dengan diberikannya dia tabungan, hasil dari ladang kakek dan ayahnya.

Ini seperti mimpi…ini sulit dipercaya…ini tak pernah terpikir sebelumnya…dan tidak hanya itu Ziba dan seisi rumahnya harus bekerja untuk melayani keluargaku. Penghinaan itu kini sudah berakhir…

Mefiboset dijadikan salah satu anak raja. Dia adalah seorang pembasmi Baal, pembasmi berhala. Cara membasminya bukan dengan cara berjuang dengan kekuatannya sendiri, tetapi dengan pertolongan Tuhan.

Mefiboset pun mengajak Mikha turut tinggal di istana bersamanya…..biarlah Mikha mengalami lagi seperti yang dia alami waktu kecil dulu…tinggal di istana, walaupun bukan istana kakek buyut Saul, tetapi kini dia memiliki kakek buyut yang baru, yaitu Kakek Daud.

Tinggal di istana, dapat baju kerajaan, disayang raja, diajak mengobrol, diajak tertawa di meja makan, bergurau tentang apa saja, dipeluk, dicinta, bercerita nostalgia tentang persahabatan raja Daud dengan ayahnya Yonatan, dan saat jam makan tiba….

Makanan sudah tersedia di meja…sebuah jamuan istana, dengan gelas kaca dan taplak sutra.

Semua anak raja, pangeran-pangeran ada di sana….Pangeran Amnon, Pangeran Kileab, Pangeran Absalom, Pangeran Adonia, Pangeran Sefaca, Pangeran Yitream,

Tetapi raja Daud berkata…sebentar…kita tunggu dulu Pangeran Mefiboset, kalau dia belum datang kita tidak akan memulai makan malam ini…

Mefiboset pun datang dengan terpincang-pincang, tetapi saat dia sudah duduk di kursi yang disediakan untuk dia sebagai salah seorang pangeran, kakinya yang pincang itu tertutupi oleh taplak sutra yang menjuntai sampai ke lantai itu..

Tidak ada yang boleh memandang rendah Mefiboset lagi, karna dia adalah anak raja, dia adalah pangeran, segala aibnya telah dihapus dan raja tidak pernah ingat bahwa dia pincang, di mata raja, dia adalah anak yang disayangi, dikasihi…raja tidak pernah malu jika di istananya dan di meja makannya duduk seorang MEFIBOSET

Bagi dia kebaikan dari Raja Daud, tidak sebanding jika dibandingkan dengan seluruh harta kekayaan warisan kakeknya Saul itu, dan biarlah seluruh harta itu diambil oleh Ziba…kalau memang Ziba mengejar kekayaan itu, bagi Mefiboset, kepulangan raja Daud dengan selamat dari pelariannya akibat pemberontakan Absalom, itu lebih penting dari segalanya. Hubungan dengan ayah angkatnya Daud lebih penting dari segalanya. Ziba tak kan mengerti hal ini, karna dia tidak mengalaminya.

 

PERENUNGAN:

  • Mefiboset sebenarnya adalah perlambang dari hidup kita
  • Kita dirancang untuk lebih dari pemenang/memusnahkan baal dalam hidup kita, menjadi penakluk, pemenang, dan diberkati, dikasihi, disayangi
  • Namun sayang…ada sebuah kepincangan yang tiba-tiba mengubah semuanya
  • Mungkin kaki kita tidak pernah pincang, tetapi mungkin saya kita memiliki
    • Keluarga yang pincang
    • Kurang kasih sayang dari orang tua
    • Dibanding-bandingkan dengan kakak/adik/sepupu kita
    • Papa dan mama yang tidak pernah rukun
    • Kepincangan ekonomi keluarga, dimana kita mungkin orang yang lahir dari keluarga yang sederhana. Tidak bisa beli apa apa
    • Kepincangan karna minder, tak punya baju bagus, tak punya tas bagus, tak punya sepatu yang bagus, tak punya rumah bagus dan selalu ngontrak, ke mana mana naik angkot dan nggak punya mobil mewah, dll
    • Kepincangan karna tak punya waktu banyak seperti teman-teman lainnya, karna harus membantu mama jaga warung, harus membantu mama bikin kue
    • Kepincangan karna mamaku sudah meninggal
    • Kepincangan karna papaku sudah meninggal
    • Kepincangan dalam pelajaran, sering dapat nilai jelek, tidak mengerti saat diterangkan pelajaran oleh guru, tidak pernah jadi juara kelas
    • Kepincangan dalam fisik, sering diejek karna pesek, karna kriting, karna hitam, karna gendut, karna terlalu kurus, karna mata sipit, dll
    • Kepincangan karna tidak ada teman yang mau bermain dengan kita, berteman dengan kita, tidak ada guru yang bangga pada kita, senang dengan kita, akrab dengan kita
    • Kepincangan karna walaupun semuanya ada, tapi papa dan mama jarang ada di rumah, mereka semua sibuk dengan urusan masing-masing
    • Kesemuanya itu terkadang membuat kita seperti anjing mati saja, tidak berguna, tidak layak, tidak membanggakan siapa pun
  • Tuhan ingin berkata pada Meribaal, jangan berjuang melawan baal / berhala itu dengan kekuatanmu sendiri, kamu pincang, kamu tidak bisa melakukannya sendiri, bersama Tuhan, kamu menjadi pembasmi baal itu. Semua adalah anugrah Tuhan, bukan karena kekuatan dan usaha kita.
  • Sadarilah saat ini Bapa sorgawi, dibambarkan seperti raja Daud…Dia memanggilmu datang ke istana, Dia ingin memulihkan keadaanmu. Dia ingin menghapuskan hal-hal yang bagimu memalukan itu, karna di mata-Nya kamu begitu berharga
    • Tidak ada keluarga yang sempurna, tidak ada orang tua yang sempurna, tidak ada teman dan guru yang sempurna, ampuni saat orang tuamu tidak seperti yang kamu mau, ampuni saat teman-temanmu tidak seperti yang kamu harapkan, dan ampuni saat kamu jumpai dirimu tidak semembanggakan seperti yang kamu harapkan
    • Tetapi ada kasih Bapa yang sempurna, dia mengasihimu tanpa syarat. Apapun keadaanmu Bapa mengasihimu, Dia mengenalmu sejak dalam kandungan ibumu, Dia menenunmu dalam kandungan ibumu, dan Dia menopang dan menggendongmu sejak kamu dalam kandungan ibumu, saat engkau lahir, kamu sangat berharga bagi Nya
    • Hanya kasih Bapa yang dapat memenuhkan kekosongan hatimu dengan kasih-Nya, dimana kekosongan itu tak dapat diisi oleh apa pun juga, seperti kekayaan, kepandaian, pakaian keren, piala, nama yang terkenal, keluarga yang tampaknya bahagia, atau apa pun juga. Hanya kasih Bapa yang dapat memelukmu dan itu dapat membuatmu bahagia. Sama seperti Mefiboset, semua yang berupa kekayaan warisan dari kakeknya tidak sebanding dengan kasih ayah angkat-nya Daud yang telah dia alami.
  • Kamu dipanggil ke istana dan Bapa ingin memelukmu.

Diskusikan dengan pembimbing rohanimu, bagian-bagian hidupmu yang pincang, bawalah kepada Yesus, dan meminta pemulihan yang daripada-Nya. Dia mengangkatmu menjadi anak-Nya, anak Raja. Hidupmu sangatlah berharga.